Selasa | 17 September 2019 |
×

Pencarian

INTERNASIONAL

Inilah Alasan Surat Kabar Tertua “Utusan Malaysia” Berhenti Terbit

Selasa | 20 Agustus 2019 | 21:12

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kuala lumpur – Salah satu koran tertua di Malaysia yakni Utusan Malaysia, akan berhenti terbit pada Rabu 21 Agustus 2019 besok. Alasannya, perusahaan surat kabar itu mengalami kesulitan keuangan dan tak sanggup membayar gaji para staf.

Presiden Persatuan Jurnalis Nasional Malaysia (NUJM) Taufik Razak, yang juga merupakan anggota staf di publikasi tersebut mengatakan kepada Malay Mail perihal berhentinya operasi surat kabar Utusan Malaysia.

“Kami akan bekerja, hari terakhir kami adalah hari Rabu. Setelah itu, kita akan tutup. Tidak ada lagi operasi,” ucap Taufik, yang juga ketua NUJ Utusan.

Keputusan untuk menutup Utusan Malaysia dibuat oleh dewan direksi pada pertemuan kemarin pagi. Seorang sumber di perusahaan mengatakan penutupan akan diselesaikan setelah grup publikasi tersebut dihapus dari Bursa Malaysia. Semua publikasi di bawah Utusan Group (Utusan Malaysia, Mingguan Malaysia, Kosmo!, dan Kosmo! Ahad) akan berhenti beroperasi cetak dan online.

Taufik Razak mengatakan, ketua eksekutif Abd Aziz Sheikh Fadzir mengakui perusahaan itu tidak punya uang. Pengumuman berhentinya terbit surat kabar itu disampaikan pada pertemuan antara perwakilan staf dan personel Departemen Sumber Daya Manusia kemarin.

Utusan Group belum membayar gaji stafnya sejak Juni. Bahkan sebelum ini, pembayaran gaji para staf ditunda berulang kali.

Gaji untuk staf eksekutif juga ditunda selama dua bulan, dengan pembayaran parsial terakhir sebesar RM2.000 dibayarkan pada bulan Juni.

Utusan Malaysia pertama kali diterbitkan dengan nama Utusan Melayu berbahasa Jawi di Singapura pada tahun 1939 .

Surat kabar itu didirikan oleh Yusof Ishak, yang kemudian menjadi presiden pertama Singapura, dan Abdul Rahim Kajai, yang dikenal sebagai bapak jurnalis Melayu.

Kantornya dipindahkan ke Kuala Lumpur pada tahun 1959. Versi Utusan Melayu yang diromanisasi, mulai dicetak pada 1 September 1967. (***)

sumber: wartaekonomi.co.id

Editor :