Rabu | 18 September 2019 |
×

Pencarian

KEBAKARAN

Pesawat Tempur Brazil Turunkan Air di Hutan Amazon

Senin | 26 Agustus 2019 | 21:31

MEDIAKEPRI.CO.ID, Porto Velho – Pesawat tempur Brasil memulai menyiramkan air ke hutan yang terbakar di negara bagian Rondonia, Amazon. Kemarahan internasional terjadi atas tindakan Brasil dalam menangani kebakaran hutan hujan yang meluas di lembah Amazon.

Belasan petugas pemadam kebakaran berpakaian kuning dari badan penegakan lingkungan Ibama menyiramkan air dari sekitar tunggul yang terbakar. Mereka menyiramnya terhubung ke saluran air yang berada di punggung mereka.

Video yang diunggah oleh Kementerian Pertahanan menunjukkan satu pesawat militer memompa ribuan liter air dari dua jet yang melintasi asap tebal. Petugas pemadam kebakaran memulai misinya di dekat ibu kota negara bagian Porto Velho di mana terdapat area yang lebih besar dari lapangan sepak bola telah hangus terlalap api, dan kebakaran aktif masih menyertai di area kecil pepohonan.

Aksi pemerintah Brasil memadamkan api datang ketika para pemimpin negara Kelompok Tujuh (G-7) bertemu di Prancis menyatakan keprihatinan besar terhadap kebakaran di paru-paru Bumi itu. Presiden Prancis Emmnael Macron pun mengatakan, G-7 hampir mencapai kesepakatan soal bantuan teknis dan keuangan yang akan diberikan kepada negara-negara yang terkena dampak kebakaran Amazon.

Menurut lembaga riset luar angkasa, INPE, hampir 80 ribu kebakaran tercatat di seluruh Brasil hingga 24 Agustus. Angka ini merupakan jumlah tertinggi sejak setidaknya dari 2013.

Sementara kebakaran di Rondonia tengah ditangani, pemerintah belum memberikan rincian operasional untuk pemadaman di negara bagian lain. Kementerian Pertahanan Brasil mengatakan, 44 ribu tentara sudah disiapkan di wilayah utara Amazon untuk mengatasi api.

Namun demikian, kementerian tersebut tidak merinci berapa banyak jumlah personel militer yang akan digunakan, di mana, dan apa yang akan personel lakukan. Saksi mata Reuters mengatakan, personel militer di sekitar Porto Velho sebagian besar mengkoordinasikan upaya pemadaman kebakaran.

Amazon merupakan penyedia 20 persen oksigen di palnet Bumi. Amazon juga merupakan rumah bagi sekitar satu juta orang penduduk asli dari 500 suku, serta tiga juta jenis tanaman dan hewan, termasuk jaguar, berang-berang, lumba-lumba sungai, munyet howler, toucans, reptil, katak, dan serangga. Ilmuwan iklim Brasil Carlos Nobre mengakhawatirkan jika 20-25 persen ekosistem hancur sehingga Amazon mencapai titik kritis. (***)

sumber : republika.co.id

Editor :