Senin | 16 September 2019 |
×

Pencarian

UMUM

Phapros Bakal Right Issue di Semester II-2019 dengan Melebarkan Sayap Bisnisnya

Senin | 26 Agustus 2019 | 21:46

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Anak usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia, PT Phapros Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tahun buku semester I-2019. Dalam RUPS ini, penjualan perusahaan tercatat meningkat 35 persen dari Rp 400 miliar di semester 1-2018 menjadi Rp 550 miliar di semester 1-2019. Selain itu, perseroan mencatatkan EBITDA dengan pertumbuhan di atas 25 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama PT Phapros, Barokah Sri Utami mengatakan, dalam rapat tersebut juga diputuskan bahwa Phapros akan melakukan right issue atau menerbitkan sebanyak-banyaknya 862,75 juta lembar saham baru dalam simpanan (partopel) atau setara dengan 28,76 persen dari modal dasar perseroan. Aksi koroprasi ini ditargetkan akan dilakukan di semester II-2019.

Namun demikian, harga per lembar saham saat ini belum dapat diinformasikan karena masih mempertimbangkan pemegang saham, baik mayoritas maupun minoritas.

“Di dalam penentuan harga ini kami harus hati-hati dan kami banyak dibantu oleh institusi yang memang kompeten dibidangnya. Dan ini tidak bisa diberikan saat ini (harga per lembarnya) sampai ada pendaftaran registrasi,” imbuhnya pada saat ditemui di Hotel JW Mariot, Jakarta, Senin (26 Agustus 2019).

Dana yang diperoleh nantinya akan digunakan Phapros untuk pengembangan bisnis organik maupun anorganik. Seperti penambahan portofolio produk, investasi operasional perusahaan, pelaksanaan akuisisi, serta menambah modal kerja.

Dalam jangka panjang, Phapros berencana mengakuisisi rumah sakit, menjalin kerja sama strategis dengan pihak luar negeri dalam pengembangan alat kesehatan berteknologi tinggi serta pengembangan produk biologi seperti antiaging yang merupakan hilirisasi kerja sama dengan salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia. Di sisi ekspor, Phapros berencana melebarkan sayap bisnis ke Amerika Selatan dan Afrika.

Selain itu PT Phapros menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) di tahun 2019 sebesar Rp 315 miliar dan rencananya sampai akhir tahun ini terserap 75 hingga 80 persen.

Dalam RUPSLB tahun ini menyepakati perubahan susunan pengurus perseroan terhadap komisaris utama yang semula J. Nanang Marjianto diganti dengan Verdi Budhidarmo. Sedangkan Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) yang semula Fansetya Hutabarat, kini ditiadakan. Sehingga total direksi yang semula berjumlah 5 orang, kini hanya 4 orang saja. (***)

sumber : merdeka.com

Editor :