Selasa | 17 September 2019 |
×

Pencarian

INTERNASIONAL

Kini Sudah Rilis Agenda Promosi Wisata Internasional

Jumat | 30 Agustus 2019 | 20:44

MEDIAKEPRI.CO.ID, Johor Bahru — Kementerian Pariwisata telah mengumumkan 13 agenda pameran internasional di kawasan Eropa yang akan diikuti oleh Indonesia pada 2020. Agen perjalanan diminta segera mendaftarkan diri sesuai dengan area spesialisasi masing-masing.

Direktur Eksekutif Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Sjahrul Firdaus Faryd mengatakan, pemerintah RI tergolong jorjoran dalam mengeluarkan dana untuk promosi. Pemerintah Indonesia juga tergolong aktif dalam banyak agenda pameran pariwisata internasional.

“Namun, dalam pelaksanaan promosi atau pameran, masih terkendala oleh adanya beberapa peserta dari agen perjalanan yang bidang bisnisnya bukan sepenuhnya di sektor inbound,” jelasnya, ketika ditemui dalam Familirization Trip Astindo di Johor, Malaysia, Kamis (29 Agustus 2019).

Dia mencontohkan, ketika mengikuti promosi wisata inbound ke beberapa negara, agen perjalanan yang ikut masih belum didominasi oleh agen perjalanan yang membidangi segmen pasar tersebut. Sementara itu, agen perjalanan wisata yang biasa menjual paket perjalanan inbound dari negara-negara terkait justru tidak ikut serta.

Hal tersebut, pada akhirnya mempengaruhi laju pertumbuhan wisatawan mancanegara yang masuk ke dalam negeri.

Adapun pada 2020, Kementerian Pariwisata telah mengumumkan 13 agenda pameran internasional di kawasan Eropa yang dapat diikuti oleh pelaku agen perjalanan wisata Indonesia. Pameran tersebut digelar pada Januari—Maret 2020.

Pada Januari agenda pameran internasional itu digelar di Vienna, Austria: Utrecht, Belanda; Helsinski, Finlandia; Dusseldorf, Jerman; Madrid, Spanyol dan Istanbul Turki.

Sementara itu, pada Februari terdapat agenda pameran di Brussels, Belgia; Milan, Italia; Praha, Ceko; Muenchen, Jerman dan Herning, Denmark.

Selanjutnya pada Maret, ada dua agenda pameran yang digelar di Berlin, Jerman dan Moskwa, Rusia.

“Harapan kami, para pelaku agen perjalanan dapat diikutsertakan memasuki pasar sesuai dengan bisnis yang mereka garap, karena Kemenpar sudah menginformasikan dari jauh-jauh hari,” katanya. (***)

sumber : bisnis.com

Editor :