Minggu | 08 Desember 2019 |
×

Pencarian

RAGAM

Sosialisasi Piala Presiden Kompetisi Nasional Media untuk Jurnalis di Manado

Kamis | 05 September 2019 | 20:53

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta –
Pihak penyelenggara Piala Presiden Kompetisi Nasional Media menggelar sosialisasi kompetisi tersebut kepada puluhan wartawan dari berbagai media di Sulawesi Utara, tepatnya di Hotel Aryaduta Manado, Kamis (5 September 2019).

Dalam kesempatan pertama, Agus Sudibyo yang mewakili pihak penyelengara membeberkan terkait pelaksanaan lomba tersebut. Sudibyo mengatakan, tujuan Piala Presiden adalah memberikan masukan pada pemerintah baru melalui karya jurnalistik dari berbagai daerah.

“Akan ada Malam Anugerah Piala Presiden pada 10 Oktober mendatang. Dari kegiatan ini juga akan menghasilkan dua buku, satu hasil diskusi dan satunya lagi kompilasi karya jurnalistik nominator pemenang lomba Piala Presiden,” ungkap Sudibyo melalui keterangannya.

Terkait bidang kompetisi, lanjutnya, ada lima tema yang dilombakan, yakni persatuan dan kerukunan bangsa, percepatan dan pemerataan pembangunan berkesejahteraan sosial, pengembangan industri berbasis pemanfaatan teknologi digital. Selanjutnya, pendidikan dan pengembangan SDM di era 4.0, dan tema terakhir adalah pariwisata sebagai sektor utama ekonomi nasional.

Baca Juga: Dorong Peran Media, Komunitas Pers Gelar Piala Presiden Khusus Media

Sedangkan untuk kategori kompetisi ada sembilan, yakni karya jurnalistik media cetak/siber nasional, karya jurnalistik media cetak/siber nusantara, karya jurnalistik televisi short story, karya jurnalistik televisi long story, dan karya jurnalistik radio.

Selain itu, tajuk rencana media cetak/siber nasional, tajuk rencana media cetak/siber nusantara, artikel opini media cetak/siber (individu). Yang terakhir adalah karya audio visual media sosial. Lengkapnya bisa dilihat di situs kompetisinasionalmedia.id.

Usai penjelasan terkait teknis lomba, sesi selanjutnya adalah diskusi dengan menghadirkan empat orang pemantik, yakni Prof Dr Bagir Manan, Primus Dorimulu (Pemred Berita Satu TV), Ifdhal Kasim (Kedeputian V KSP), dan Imam Wahyudi.

Kasim dalam materinya mengurai tentang persatuan dan kerukunan bangsa. Terkait persoalan ini, dia mengatakan, idealnya negara tetap membuka ruang bagi kebebasan untuk menyampaikan perbedaan.

“Beri ruang untuk mengekspresikan diri. Termasuk ide separatisme. Tidak perlu mengeluarkan regulasi yang mengontrol dengan ketat,” ujarnya.

Sementara itu, Bagir Manan menekankan perlunya mendorong seluruh kebijakan negara yang berorientasi pada kesejahteraan publik. “Mengelola perbedaan menjadi fungsi persatuan, ini sangat penting,” ujar Bagir.

Dalam pemaparannya, Primus berbicara tentang bagaimana kondisi ekonomi global, perkembangan teknologi, dan pengaruhnya bagi Indonesia.

Pada bagian akhir, Imam Wahyudi menegaskan kembali tentang roh jurnalisme di era banjir informasi. “Proses verifikasi sangat penting, ini yang membedakan antara jurnalis profesional dengan yang abal-abal,” ujar anggota Dewan Pers Periode 2013-2019.

sumber wartaekonomi.co.id

Editor :