Rabu | 18 September 2019 |
×

Pencarian

HEADLINE

Sekda Non-ASN Sedang Dikaji Menurut Ridwan Kamil

Rabu | 11 September 2019 | 21:42

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jawa Barat – Sekretaris Daerah provinsi Jawa Barat bisa disi oleh non Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan proses lelang jabatan, namun hal tersebut sedang dalam proses kajian.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya sedang mengkaji pengisian sekda yang saat ini diisi oleh Daud Achmad sebagai Pj Sekda yang di lantik di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung Rabu (11 September 2019).

“Pada dasarnya saya tidak ingin melanggar aturan. Akan tetapi kami konsultasikan dan minta rekomendasi seperti apa. Walau secara aturan memang dibolehkan,” kata Emil panggilan Ridwan Kamil usai pelantikan.

Kendati demikian, menurut Emil, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan bilamana Non-ASN turut serta dalam proses lelang. Dengan begitu, Emil -sapaan Ridwan Kamil- akan melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan pihak terkait.

“Tapi kan memang ada dimensi-dimensi lain yang harus diperhatikan kalau non-ASN ikutan dalam proses lelang itu,” jelas dia.

Diketahui, dengan pelantikan ini menetapkan Daud Achmad menjabat Pj Sekda Jawa Barat maksimal selama tiga bulan. Yang mana sebelumnya Daud menempati posisi Asisten Pemerintahan Hukum dan Kesejahteraan Sosial Pemprov Jabar, kemudian menjadi Pelaksana Harian (Plh) Sekda Jabar.

Emil katakan, tugas utama Daud yaitu melakukan seleksi, lelang jabatan, atau open bidding, untuk mencari sosok pengisi jabatan Sekda Jabar selanjutnya. Lanjut dia, untuk Daud sendiri tidak dapat mengikuti lelang jabatan posisi sekda definitif lantaran terbatas dengan usia yang menjelang pensiun.

“Terhitung dari sekarang, Pak Daud adalah salah satu yang paling senior, dan saya sudah sangat nyaman, dan beliau juga mantan sekwan. Jadi relasi menjahit ke dewan insyaallah lebih baik. Dan dalam tiga bulan tugas utamanya juga adalah melakukan seleksi, beliau sendiri tidak bisa ikut karena faktor usia,” kata dia.

Dengan demikian, Emil sampaikan, bilamana ada yang telah memenuhi persyaratan maka siapapun yang punya kapasitas dan kapabilitas dapat segera siap-siap mendaftarkan diri seleksi calon Sekda Jabar. Di mana nantinya harus mengikut seleksi terbuka

Emil menjelaskan, menjadi Sekda Jabar memang memiliki tanggung jawab yang besar. Mengingat harus mengurus hampir 50 juta warga di Jabar dengan berbagai dinamika yang dialami di masyarkat.

“Mudah-mudahan kita menemukan yang terbaik, bisa dari dalam, bisa juga dari luar. Di mana saja, zaman sekarang yang penting kerjanya mengakselerasi mesin yang bernama Jabar Juara,” katanya.

Emil mengatakan dirinya memberi waktu persiapan open bidding tersebut selama dua minggu. Dengan demikian, pas tiga bulan, tidak terjadi kekosongan jabatan.

Sementara itu, Daud Achmad mengatakan, salah satu tugasnya sebagai PJ Sekda Jabar yaitu mempersiapkan selama tiga bulan ini untuk seleksi calon Sekda Jabar. Pola seleksi pun sama seperti seleksi eselon dua sebelumnya.

“Kami buka pendaftaran dan untuk jabatan tinggi madya, itu terbuka seluruh Indonesia. Siapapun yang memenuhi syarat, dia bisa mendaftar untuk menjadi sekda,” katanya.

Disinggung terkait tahapan, lanjut dia, pihaknya akan segera membentuk tim panitia seleksi yang nantinya alan mendapat surat keputusan dari gubernur. Mereka akan menyeleksi para calon dari mulai syarat admnistrasi, tes psikologi, dan wawancara.

“Sampai nanti si panitia memilih tiga calon, nanti diusulkan oleh Gubernur kepada Presiden. Karena SK sekda oleh Presiden. ASN untuk sekda itu yang jelas golongan 4D minimal dan dia menduduki jabatan tinggi pratama saat ini,” tuturnya. (***)

sumber : galamedianews.com

Editor :