Rabu | 18 September 2019 |
×

Pencarian

RAGAM

Berkat Dana Desa, Desa Kutub Bali Dipuji-puji Jokowi

Kamis | 12 September 2019 | 20:04

MEDIAKEPRI.CO.ID, Badung – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat memuji pengelolaan anggaran dana desa di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Bandung, Bali.

Apresiasi dari orang nomor satu di republik ini, lantaran dana desa yang digelontorkan pemerintah pusat, berdampak positif bagi perekonomian daerah. Bahkan bisa melahirkan keuntungan bagi desa tersebut.

Ketika MEDIAKEPRI yang difasilitasi Bank Mandiri berkesempatan untuk menyambangi desa tersebut, banyak hal yang bisa dipetik. Banyak hal yang bermanfaat dan bisa diterapkan di daerah lain. Tentu saja disesuaikan dengan kearifan lokal di masing-masing tempat.

Kepala Desa Adat Kutuh, I Made Wena mengungkapkan sedikit rahasia dibalik suksesnya desa yang ia pimpin. Di mana, Desa Kutuh mampu memanfaatkan dana desa untuk hal-hal yang positif serta efektif. “Kita memiliki dualisme pemimpin yakni pemimpin adat bendesa dan pemimpin administrasi kades, dimana kedua ini berjalan dengan seirama,” kata I Made di Desa Kutuh Kabupaten Badung, Bali, Kamis (12 September 2019).

Dia bilang, dana desa kebanyakan digunakan untuk membangun sarana dan prasarana desa yang menunjang sektor pariwisata daerah. Serta untuk mendirikan 9 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan 3 Usaha Layanan di bawah naungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMDa), guna menopang pendapatan desa secara jangka panjang.

Informasi saja, Desa Kutuh kini menjelma menjadi desa yang berdaya dan mandiri, karena penggunaan dana desa yang optimal, melalui BUMDes. Sebelum disuntik dana desa, Desa Kutuh merupakan desa miskin.

Setelah mendapat dana desa, kini Kutuh disulap menjadi desa wisata dan sukses meningkatkan perekonomian warga serta menarik minat wisatawan. Salah satu destinasi yang dikelola baik di Desa Kutuh yakni Pantai Pandawa dan Wisata Paralayang.

Sementara itu Kepala Desa Kutuh I Wayan Purja mengatakan buah manis dari pemanfaatan dana desa tersebut kini Desa Kutuh menjadi salah satu desa wisata yang wajib di kunjungi jika ke Bali, ini tentunya menjadi berkah karena mendatangkan pundi-pundi uang ke desa yang memiliki luas 80 hektar tersebut.

“Tahun lalu laba bersih Desa Kutuh mencapai Rp14,5 miliar dengan pendapatan mencapai Rp50 miliar, tentunya dengan penopang utama sektor pariwisata atau sport tourism,” kata I Wayan. 

sumber inilah.com

Editor :