Rabu | 23 Oktober 2019 |
×

Pencarian

UMUM

PRODUK KIMIA HILIR : Produksi Deterjen Mulai Naik

Senin | 16 September 2019 | 2:46

MEDIAKEPRI.CO.ID, JAKARTA — Produksi deterjen pada tahun ini diyakini meningkat seiring dengan adaptasi pemasaran di tengah daya beli masyarakat yang belum menguat.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Deterjen Indonesia (Apedi) Budi Satrio mengatakan, produksi pabrikan besar deterjen tahun lalu hanya tumbuh satu digit. Namun, pada semester pertama 2019 mampu tumbuh dua digit.

Produksi deterjen pada semester I/2019 tumbuh 10% secara tahunan. Hal ini akan berlanjut pada akhir tahun dan meningkat hingga 15%,” ujarnya kepada Bisnis, belum lama ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan industri deterjen pada semester I/2019 sama dengan kinerja pada semester I/2010, yakni sekitar 10%. Secara umum, pertumbuhan industri kimia pada paruh pertama 2019 mencapai 10,04% atau lebih baik dari kinerja pada periode yang sama tahun lalu -8%.

Menurutnya, pabrikan memperkecil kemasan untuk menyiasati penurunan daya beli masyarakat. Contohnya, produk kemasan 800ml dikurangi menjadi 400ml.

Selain itu, pola pembelian juga berubah dari bulanan atau mingguan menjadi harian. “Kebutuhan rumah tangga itu pasti dibeli. yang akan berkurang itu pengharum ruang . Deterjen pasti tetap dicari.”

Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, produk deterjan juga diekspor. Kementerian Perindustrian mencatat ekspor deterjen tahun lalu US$1miliar.

Direktur Industri Kimia Hilir Kemenperin Taufik Bawazier mengatakan, industri deterjen memiliki potensi ekspor yang besar. Hanya saja, sebagian besar bahan baku deterjen masih bergantung kepada impor, yakni mencapai 80%—90%.

“Salah satunya karena rahasia kandungan di produsen, menyebabkan kami kesulitan menghubungkan produsen kima hulu dengan para unit industri deterjen lokal. “Kami ingin semua di-track. Artinya, kami ingin buat .”^(Andi M. Arief)

sumber bisnis.com

Editor :