Selasa | 22 Oktober 2019 |
×

Pencarian

RAGAM

Sistem Keamanan Kilang Minyak Perlu Ditingkatkan

Rabu | 18 September 2019 | 21:58

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah meminta kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) melakukan antisipasi ancaman dari luar terhadap fasilitas produksi maupun kilang minyak di dalam negeri. Hal itu menyusul terjadinya serangan pesawat nirawak (drone) terhadap fasilitas kilang milik Saudi Aramco di Arab Saudi.

“Kita himbau supaya fasilitas kilang maupun produksi minyak pasang anti drone. Jadi drone tidak bisa masuk ke wilayah fasilitas kilang ataupun produksi,” ujar Plt. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto, di Jakarta, Rabu (18 September 2019).

Menurut dia, sistem pengamanan fasilitas produksi maupun kilang perlu ditingkatkan seiring perkembangan teknologi. Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) tersebut beranggapan bahwa sistem pengamanan yang canggih memang sudah menjadi tuntutan perkembangan zaman mengamankan proyek vital nasional. “Memang ini sudah tuntutan zaman, apalagi merupakan proyek vital nasional,” kata dia.

Pihaknya juga memastikan serangan pada fasilitas kilang minyak milik Saudi Aramco di Arab Saudi akhir pekan lalu tidak berpengaruh terhadap ekspor minyak mentah ke Indonesia.

Pasalnya, impor minyak mentah dari Arab Saudi jumlahnya tidak banyak, hanya sekitar 110.000 barel per hari (bph) jauh dibandingkan total produksi dari fasilitas kilang Saudi Aramco mencapai 13,6 juta bph.

Akibat dari kejadian tersebut produksi Saudi Aramco yang terganggu hanya sekitar 5,7 juta bph, artinya masih sisa 7,9 juta bph.

Di sisi lain, imbuhnya, fasilitas produksi kilang Saudi Aramco yang terbakar bukan yang digunakan untuk melakukan ekspor ke Indonesia. “Sejauh ini masih aman. Mudah-mudahan segera kembali normal,” kata dia.

Dia memastikan bahwa Saudi Aramco tetap memenuhi komitmennya dalam melakukan ekspor minyak mentah ke Indonesia. Selain itu, pihaknya juga sedang menyiapkan pengamanan pasokan minyak di dalam negeri guna mengantisipasi apabila terjadi gangguan dari luar.

Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) berencana membeli minyak perdana bagian ExxonMobil di Blok Cepu sebesar 600.000 barel. Rencananya pembelian perdana akan dilakukan pada 20 September 2019 mendatang. (***)

sumber : sindonews.com

Editor :