Minggu | 17 November 2019 |
×

Pencarian

RAGAM

Isu Rekayasa Penusukan Wiranto, Gatot Nurmantyo Ajak Masyarakat Berpikir Positif dan Jangan Percaya Hoax

Sabtu | 12 Oktober 2019 | 9:39

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo, mengaku prihatin dengan adanya isu yang menyebut penyerangan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto, di Pandegelang Banten pada Kamis, 10 Oktober 2019 sebagai rekayasa.

Menurut Gatot, isu itu hanya akan membuat resah masyarakat bila terus dibiarkan lantaran kebenarannya belum bisa dipastikan.“Mari kita berfikir positif.

Memang seorang menteri yang sedang bertugas mengalami hal itu (penusukan-red) berdampak cukup dalam, namun mari kita sama-sama jangan memperkeruh suasana ini, sehingga tidak berdampak negatif,” ungkap Gatot saat berada di Bangka Belitung, Jumat, 11 Oktober 2019.

Dikatakan Gatot, peristiwa tersebut menjadi sebuah peringatan bagi semua pihak, terutama mereka pejabat negara untuk selalu berhati-hati dan waspada di setiap situasi.

“Saya pikir ini sebagai sebuah warning dan sebagai antisipasi bagi semuanya,” ujar Gatot.

Mantan Panglima TNI ini mengingatkan agar masyarakat cerdas bermedia sosial dengan tidak mudah menebar kabar-kabar yang belum bisa pastikan kebenarannya.

“Kamu dengar sendiri kan bahwa di Irak ada senjata kimia, ternyata tidak, kan hoaks itu. Makanya begitu bahayanya hoaks, maka kita di sini perlu melakukan check dan recheck setiap isu yang kita terima, jadi bukan hanya ada berita ditelan saja,” tutur Gatot.

Sebagai konsumen terbesar media sosial, Indonesia cukup rentan termakan isu hoaks yang berdampak negatif di masyarakat.

“Memang di negeri kita sekarang ini zaman yang membingungkan, karena Indonesia sebagai ibu kota media sosial. Yang paling banyak menggunakan media sosial itu Indonesia, tapi mari kita berpikir positif dan bermedsos dengan bijak,” lanjutnya.

Gatot juga mengaku sedih dan mengajak warga Bangka Belitung  mendokan agar Wiranto segara sembuh.

“Tentunya saya bersedih, beliau sebagai Menko Polhukam mengalami hal seperti itu, saya berharap dan kita semua berdoa lukanya cepat sembuh,” kata Gatot.

“Kondisinya saya juga belum tahu, karena kemarin sekitar jam 19.20 WIB minta izin menjenguk, tapi masih di ICU, jadi belum boleh dijenguk,” ungkap Gatot.

Sembari menunggu keterangan resmi dari pihak berwajib, Gatot mengajak masyarakat tidak ikut-ikutan menyebar isu yang belum pasti kebenarannya. (***)

sumber: kumparan.com

Editor :