Rabu | 13 November 2019 |
×

Pencarian

RAGAM

Lumpur Beracun Ditemukan di Daerah Karawang

Kamis | 31 Oktober 2019 | 14:54

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Polisi memasang garis di lokasi penemuan lumpur beracun, di sekitar area persawahan di Desa Darawolong, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, Rabu 30 Oktober 2019. Puluhan karung limbah sludge atau lumpur beracun ditemukan disekitar area persawahan di Desa Darawolong, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang. Lumpur beracun itu terindikasi akan dikubur di lokasi itu guna menghidari pengolahan yang memakan banyak biaya.

Beruntung aksi tak bertanggung jawab itu diketahui warga sekitar. Mereka kemudian melaporkan hal itu ke Polres Karawang. ini polisi telah menangkap sejumlah orang termasuk 5 sopir truk yang tertangkap tangan hendak kembali membuang limbah sludge ke Desa Darawolong. “Sampel limbah di TKP telah kami ambil untuk diuji sejauh mana bahayanya,” ujar Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Bimantoro Kurniawan kepada wartawan “PR”, Dodo Rihanto, di lokasi kejadian, Rabu 30 Oktober 2019 petang.

Menurutnya, limbah sludge termasuk limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan B3, sludge termasuk limbah B3 dengan kode limbah B351-4. Artinya, limbah sludge harus dikelola secara khusus dan tak boleh dibuang sembarangan. Bimantoro mengatakan, pihaknya masih menyelidiki dari mana asal limbah beracun berbentuk lumpur itu. “Kami terus mengorek keterangan dari sejumlah orang termasuk para sopir dan saksi lainnya,” kata Bimantoro.

Dia menduga, limbah sengaja dikubur di dalam tanah untuk menghindari kewajiban mengelola limbah B3 yang diatur dalam undang-undang. “Dikubur di bawah tanah agar luput dari perhatian petugas,” kata Bimantoro. Lumpur dalam karung itu menebar bau tak sedap. Kendati telah dikubur dengan tanah baunya masih tetap menyengat. Limbah lumpur itu berwarna warna kehijauan mendekati hitam gelap. Sejumlah karung dengan bau yang sama juga terlihat dibuang di saluran irigasi sawah. Diduga kuat, karung-karung itu bekas menampung limbah sludge.

“Limbah ini sudah dua hari di buang ke sini. Ada beberapa unit truk yang mengangkut lumpur itu ke area persawahan dan perumahan. Warga awalnya tidak curiga, tapi karena bau menyengat mereka lapor polisi,” kata Edi Hartono, Kepala Desa Darawolong. Dijelaskan, truk membawa limbah itu tiba ke lokasi sekitar pukul 19.00 WIB tanggal 28 Oktober. “Siang harinya, sejumlah orang tak dikenal menimbun limbah itu menggunakan tanah,” kata Edi. (***)

sumber : galamedianews.com

Editor :