Rabu | 13 November 2019 |
×

Pencarian

KRIMINALITAS

Ini Motif Penumpang Bunuh Sopir Taksi Daring dengan Sadis

Senin | 04 November 2019 | 20:45

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bogor – Polresta Bogor Kota menangkap FP (25), pelaku pembunuh Ahsanul Fauzi (31), sopir taksi daring yang tewas bersimbah darah di dalam mobil di Jalan Raya Wangun, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Kamis, 31 Oktober 2019 lalu.

FP diduga membunuh  Ahsanul lantaran ingin menguasai uang korban.

Kepala Kepolisian Resor Kota Bogor Kota Komisaris  Besar Hendri Fiuser mengatakan, FP ditangkap di kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu 2 November 2019 sekitar pukul 23.45 WIB. Berdasarkan pengakuan pelaku, korban ingin menggunakan uang tersebut untuk memperbaiki laptop yang kerap ia gunakan untuk bermain gim online.

“Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi, kuat dugaan bahwa ini peristiwa pembunuhan.  Berdasarkan keterangan saksi, bukti yang ada, dan keterangan tersangka, membuktikan bahwa yang bersangkutan adalah pelaku pembunuhnya,” ujar Hendri Fiuser dalam ekspose di Markas Polresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor,  Senin, 4 Oktober 2019.

Menurut  Hendri,  pelaku dan korban tidak saling mengenal sebelumnya. Pelaku sudah merencanakan perampokan terhadap korban yang berprofesi sebagai sopir taksi daring tersebut.

Pewarta PR, Windiyati Retno Sumardiyani mengabarkan, sebelum merampok pelaku terlebih dahulu memesan taksi daring  menggunakan nomor ponsel pemilik warung, tempat ia makan.  Sebelum sampai ke tujuan di kawasan YZA,  Tajur, pelaku kemudian meminta  korban untuk menurunkannya di depan ATM Bank BRI di Jalan Raya Wangun, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

“Tersangka mengambil uang pecahan Rp100.000 dari ATM untuk membayar ke korban. Saat korban memberi uang kembalian, pada saat itu tersangka langsung menusukkan cutter ke leher kiri korban,” kata Hendri.

Menurut Hendri, pelaku sempat panik lantaran, korban sempat berteriak dan memencet klakson mobil. Dompet yang akan dirampas justru terjatuh ke bawah kemudi sehingga pelaku memutuskan untuk kabur.

“Karena tersangka ini panik, dan korban sempat menginjak gas,  dia langsung kabur tanpa membawa  harta korban, dia kabur menggunakan ojek,” ucap Hendri.

Atas tindakannya, pelaku diancam pasal berlapis yakni Pasal 340 KUHP Sub Pasal 338 KUHP Lebih, Sub Pasal 351 AYAT 3 KUHP dengan ancaman hukuman pidana hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun.

“Pelaku tidak punya catatan kejahatan, jadi baru pertama kali melakukan, namun sudah direncanakan karena dia butuh uang untuk membetulkan laptopnya untuk main game online,” kata Hendri. (***)

sumber: galamedianews.com

Editor :