Rabu | 13 November 2019 |
×

Pencarian

RAGAM

Perusahaan Farmasi Beri Dukungan Hidup Sehat Anak Lewat Timo Land

Senin | 04 November 2019 | 21:03

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Perusahaan farmasi PT Dexa Medica ikut aktif dalam menyediakan ekosistim hidup anak sehat melalui aktifitas fisiknya. Salah satunya dengan menggelar kegiatan Timo Land di tiga kota untuk memberi experience anak-anak dalam menyalurkan aktifitas fisiknya.

Sales & Marketing Director of Consumer Health Dexa PT Dexa Medica, Andrew Sulistya mengatakan, Dexa Group sebagai perusahaan farmasi memiliki peranan penting mendukung ekosistem hidup sehat untuk anak-anak Indonesia. “Kami hadir melalui Timo Land School to School. Dalam program tersebut, sebanyak 838 sekolah dasar di 30 kota di seluruh Indonesia, berpartisipasi dalam program kegiatan tim Marketing Dexa Group ini,” kata Andrew, saat ditemui di atrium TP 3 Surabaya, Sabtu 2 Nopember 2019.

Dalam kegiatan di Timo Land, dengan tema “Pentingnya Aktivitas Fisik untuk Stimulus Daya Tahan Tubuh Anak Bersama STIMUNO“, menyebutkan bila aktifitas fisik akan mampu mendorong daya tahan tubuh anak menjadi maksimal. Mengingat aktivitas fisik dapat meningkatkan kekebalan tubuh yang berfungsi untuk menangkal beragam penyakit.

Menurut pakar tumbuh kembang anak dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, Dr dr Ahmad Suryawan, SpA(K), dalam ilmu kedokteran anak, daya tahan tubuh merupakan salah satu pilar terpenting untuk membentuk tumbuh kembang anak dan perkembangan otak yang optimal. Bila daya tahan tubuh anak mengalami gangguan maka akan mengancam proses tumbuh kembang dan perkembangan otaknya juga.

“Untuk mencapai daya tahan tubuh yang maksimal agar anak-anak bertumbuh sehat, salah satunya melalui aktivitas fisik dengan pola yang menyesuaikan umurnya. Tetapi secara umum, aktivitas fisik pada anak-anak usia 5-17 tahun, sebaiknya difokuskan pada tiga hal yakni aerobik, penguatan otot, dan penguatan tulang,” kata dokter tang akrab disapa dr Wawan tersebut.

Apalagi World Health Organization (WHO) juga merekomendasikan agar anak berusia 5-17 tahun beraktivitas fisik minimal 60 menit dalam sehari dan tiga kali dalam seminggu.

Pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya itu juga menyontohkan, kegiatan aerobik adalah berlari, melompat-lompat, dan menari. Aktivitas aerobik ini dapat meningkatkan kebugaran kardiorespirasi.

Sementara aktivitas untuk kekuatan otot ada pada permainan dengan menggunakan alat bermain, tarik-menarik, dan memanjat pohon. Sedangkan olahraga untuk kekuatan tulang biasanya berasal dari kegiatan tumbukan seperti berlari, lompat tali, olahraga basket, dan tenis.

“Jika berbicara tentang pentingnya aktivitas fisik, anak-anak zaman sekarang sangat memerlukannya. Selain karena pola hidup yang membuat anak malas bergerak, misalnya lebih banyak di depan TV atau bermain gadget, faktor polusi yang semakin meningkat membuat tubuh anak membutuhkan daya tahan tubuh yang lebih kuat dan prima,” ungkap dr Wawan.

Untuk mendorong anak menjalani aktivitas fisik yang optimal agar terjaga kesehatannya, dr Wawan menyarankan untuk menjadikannya sebagai gaya hidup. “Sediakan banyak kegiatan menarik yang merangsang aktivitas fisik anak, penyediaan taman bermain seperti banyak tersedia di Surabaya itu sudah bagus. Bahkan untuk mengoptimalkannya, sekolah harus memasukkan dalam kurikulum tentang durasi dan frekuensi beraktivitas fisik,” tandas dr Wawan.

Sementara itu, dari Dexa, lewat kegiatan tersebut mereka branding produk vitamin yang mereka pasarkan dengan brand Stimuno. Selain menikmati berbagai wahana bermain yang melibatkan fisik, kegiatan gerak seni seperti menari dan dance juga ditampilkan di ajang kompetisi yang diikuti anak-anak dari puluhan sekolah yang ada di Surabaya (***)

sumber : surya.co.id

Editor :