Selasa | 18 Februari 2020 |
×

Pencarian

NARKOBA

Ratusan Pil Koplo di Dalam Semangkuk Sayur Lodeh di Lapas Mojokerto, Siapa Pemiliknya?

Minggu | 12 Januari 2020 | 13:17

MEDIAKEPRI.CO.ID, Mojokerto – N mendatangi Lapas Mojokerto, Jawa Timur, pada Sabtu, 11 Januari 2020 pagi kemarin. Di tangannya, membawa makanan untuk diberikan pada penghuni lapas narkotika berinisial KA.

Sayangnya, N tak sempat bertemu dengan KA. N kemudian menitipkan pada petugas lapas, atau sipir agar disampaikan pada KA.

Sesuai standar operasional, segala sesuatu yang masuk ke dalam Lapas melalui proses panjang. Kepala Pengamanan Lapas Mojokerto, Disri Wulan Agus, menaruh curiga terhadap makanan tersebut.

Saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan 400 butir pil koplo mangkuk berisi sayur lodeh. Pil koplo terbungkus plastik klip dimasukan ke dalam tahu yang dijadikan dengan sayur mayur lainnya.

“Pil Koplo tersebut kami temukan di dalam tahu yang telah diolah dan dimasukkan ke dalam sayur lodeh yang terbungkus kantong plastik,” kata Disri dalam keterangan tertulis, Ahad, 12 Januari 2020.

Mengetahui adanya ratusan barang haram di sayur lodeh, Disri beserta jajaran melaporkannya ke Polres Mojokerto. Disri juga memberitahu kepada aparat kepolisian tentang identitas N.

Menurut Disri, siapa pun yang datang ke Lapas, baik bertemu narapidana atau hanya menitipkan sesuatu, harus menyerahkan identitas lengkap, dari mulai nama hingga tempat tinggal sesuai dengan KTP maupun SIM.

“N memang tidak bertemu langsung dengan narapidana yang dituju, hanya menitipkan makanan saja untuk disampaikan kepada narapidana kami yang berinisial KA, narapidana kasus Narkoba. Namun N tetap terdata di aplikasi kunjungan kami. Karena memang itu salah satu syarat kunjungan,” kata Disri.

Disri beserta tim dengan mudah langsung menemukan identitas pengujung pembawa 400 pil koplo tersebut.

“Kami sudah menyerahkan kasus ini ke Polres Mojokerto dan menyerahkan data dari si pengujung pembawa sayur lodeh berisi pil koplo tersebut, sedangkan narapidana yang terkait sudah kami BAP dan kami masukkan ke register F (register untuk narapidana pelanggaran),” tegas Disri. (***)

sumber: merdeka.com

Editor :