Selasa | 18 Februari 2020 |
×

Pencarian

KRIMINALITAS

Seorang Wanita Ditemukan Tewas di Sebuah Vila, Ini Motif dan Kronologi Lengkapnya

Sabtu | 18 Januari 2020 | 11:26

MEDIAKEPRI.CO.ID, Cibinong – Seorang wanita, R (24), ditemukan tak sadarkan diri sebelum tewas di sebuah vila di kawasan Megamendung, Kabupaten Bogor, 31 Desember 2019 lalu.

Ternyata wanita itu tak sadarkan diri setelah dianiaya teman kencannya, RA (39).

“Korban diamankan oleh masyarakat untuk dibawa ke rumah sakit. Dalam perjalanan korban dinyatakan meninggal dunia,” kata Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni dalam jumpa pers di Mapolres Bogor, Jumat, 17 Januari 2020.

Joni menjelaskan bahwa pihaknya berhasil menangkap pelaku berinisial RA (39) di kawasan Bandung dua hari kemudian.

Motif pembunuhan ini rupanya pelaku tersinggung dengan ucapan wanita tersebut saat berhubungan intim di sebuah vila di kawasan Puncak tersebut.

Keduanya melakukan kegiatan prostitusi yang mana mereka sudah saling kenal dan kegiatan prostitusi itu sudah dilakukan lebih dari satu kali.

“Karena mengalami kelelahan, menggerutu lah si korban dengan kata-kata yang mungkin tidak menyenangkan bagi si pelaku. Si pelaku langsung melakukan penganiayaan dan mencekik korban sampai dengan keadaan tidak sadarkan diri,” kata Joni.

Pelaku, kata Joni, Dikenakan tindak pidana 338 KUHP dan 351 ayat 3 dengan ancaman 15 tahun penjara.

Kronologi lengkap

Sebelum tewas, korban dan pelaku gelar pesta syahwat bersama sejumlah pria dan wanita di vila tersebut.

Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni menjelaskan, pesta melibatkan enam orang saling berpasangan.

Tiga wanita dan tiga pria melakukan pesta liar pada 30 Desember 2019 lalu untuk merayakan pergantian Tahun Baru 2020.

“Korban bersama 2 rekannya diundang pelaku beserta 2 rekannya untuk acara pesta seks lah mungkin kita sebut itu di satu vila,” kata AKBP Muhammad Jon.

Setelah malam itu pesta dilakukan, keesokan harinya, empat orang yang terdiri dari dua pria dan dua wanita memilih untuk pulang.

Di vila tersebut tersisa dua orang yakni pelaku RA (39) dan korban.

Rupanya, RA meminta kepada R untuk kembali berhubungan badan di malam kedua di vila yang sama.

“Pelaku dan korban ini karena sudah sering bertemu, yang bersangkutan (pelaku) melakukan permintaan untuk kedua kalinya pada saat malam hari,” kata Joni.

Pada saat melakukan persetubuhan di malam kedua, korban mengaku kelelahan.

Sekitar pukul 24.00 WIB pelaku lalu membiarkannya istirahat dan tidur.

Namun, karena merasa belum puas, beberapa jam kemudian pelaku membangunkan korban untuk kembali melayaninya.

“Pada proses hubungan badan tersebut, yang bersangkutan (korban) meminta istirahat, karena si korban ini sudah dalam keadaan lelah.

Kurang lebih jam 04.00 WIB subuh, si korban dibangunkan kembali untuk diajak berhubungan badan lagi oleh pelaku ini,” kata Muhammad Joni.

Di situlah korban mengeluarkan kata-kata yang menyinggung si pelaku sehingga terjadi penganiayaan dan berujung kematian.

Pelaku berpikir korban hanya pingsan, tubuh korban kemudian ditutupi dengan selimut dan ditinggalkan.

Pelaku kemudian pergi ke Bandung menggunakan transportasi online.

“Korban kemudian diamankan oleh masyarakat untuk dibawa ke rumah sakit.

Dalam perjalanan, korban dinyatakan meninggal dunia.

Dari hasil olah TKP kami menemukan jejak pelaku dan menangkapnya,” kata Joni.(***)

sumber: tribunnews.com

Editor :