Selasa | 18 Februari 2020 |
×

Pencarian

KRIMINALITAS

Cek-cok dan Saling Ancam Bunuh Diri dan Tewas Berdarah-darah, Ini Kronologi Lengkap Kejadiannya

Sabtu | 01 Februari 2020 | 12:20

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Suami bernama Alexander Putra (61) ini tewas setelah tertusuk pisau sangkur yang dibawa istrinya, Rosmiati (42).

Kejadian ini dilatarbelakangi sebuah hinaan.

Berikut kronologis lengkap:

1.Cek-cok dan saling ancam bunuh diri

Kejadian berawal dari cek-cok antara suami dan istri mudanya, pada Selasa, 21 Januari 2020.

Kala itu, keduanya sama-sama gelap mata, terutama setelah percekcokan itu dibumbui keberadaan pisau sangkur milik pasutri ini.

Rosmiati sempat mengambil pisau itu dan mencoba mengancam akan bunuh diri.

Hal itu terjadi setelah Alexander sempat mencekik dan menamparnya.

Namun, Alexander juga sudah panas dan mengambil pisau itu dari tangan sang istri.

Lantas ia juga malah mengancam akan bunuh diri di hadapan istrinya.

Percekcokan itu akhirnya usai setelah di sela-sela perebutan pisau, ada insiden penusukan terhadap Alexander.

2.Minta bantuan petugas keamanan

Usai terjadi insiden cekcok berujung tertusuknya Alexander, Rosmiati pun panik.

Rosmiati mencoba membersihkan luka dari tubuh suaminya menggunakan kain lap.

Ia berkali-kali membasuh dada suaminya yang terus-terusan mengeluarkan darah.

“Iya, tentunya seperti itu (mencoba menutup-nutupi),” kata Kapolsek Kelapa Gading Kompol Jerrold Kumontoy, Jumat, 31 Januari 2020.

“Karena dia berusaha untuk mengobati dengan kain yang dibersihkan luka korban,” sambungnya.

Rosmiati yang panik pun menghubungi petugas keamanan di sekitar rumahnya, Jalan Summagung II, Kelapa Gading Timur, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dengan mengaku bahwa suaminya sakit, Rosmiati meminta bantuan untuk mengantarkan korban ke rumah sakit.

Nyatanya, nyawa Alexander tak terselamatkan sebelum tiba di rumah sakit.

“Jadi korban ini meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit,” jelas Jerrold.

3.Makam dibongkar

Setelah dinyatakan meninggal, Alexander lantas dimakamkan.

Hanya saja, keluarga Alexander mendapati adanya kejanggalan pada jasad korban lalu melapor ke polisi.

“Mereka (keluarga korban) melihat bahwa kematian AP (Alexander) tidak wajar sehingga membuat laporan polisi,” ucap Jerrold.

Polisi menindaklanjuti laporan itu dengan melihat surat kematian korban, di mana hanya tertulis bahwa korban meninggal dunia dalam perjalanan.

Karena kurang meyakinkan, akhirnya polisi membongkar makam Alexander untuk mengautopsinya.

“Kita bongkar makam dengan mengundang ahli forensik dan melalukan autopsi,” jelas Jerrold.

“Dari hasil autopsi bahwa benar korban meninggal diakibatkan adanya luka tusuk di bahu sebelah kiri dengan lebar dua sentimeter dan cukup dalam,” lanjutnya.

Kejanggalan itu mulai menemui titik terang dengan adanya perbedaan di surat kematian korban dan hasil autopsi setelah pembongkaran makam.

4.Rosmiati jadi tersangka

Polisi lantas memeriksa Rosmiati yang akhirnya mengakui perbuatannya.

“Habis ditusuk, AP (Alexander) mengeluarkan darah. Setelah itu AP lemas sampai kondisi tertentu R (Rosmiati) memutuskan memanggil pihak keamanan untuk membawa ke rumah sakit,” kata Jerrold.

Setelah ditangkap, tersangka dibawa ke Mapolsek Kelapa Gading beserta barang bukti sebilah pisau sangkur, kain lap yang dipakai untuk mengelap luka korban, dan kasur berlumuran darah korban.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan atau pasal 351 KUHP tentang penganiayaan berujung kematian dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

5.Rosmiati mengaku dihina

Rosmiati (42) tak kuasa menahan jeritan histerisnya saat diekspose di Mapolsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat, 31 januari 2020 sore.

Emosi Rosmiati meledak-ledak kala harus mengakui perbuatannya menusuk suaminya, Alexander Putra (61), di hadapan polisi dan awak media.

Ketika ditanyai soal alasan penusukan tersebut, Rosmiati mulai tak bisa menahan suaranya yang bergetar dan berujung tangisan penyesalan.

Dari balik penutup wajah, mulut Rosmiati mulai terbuka menjabarkan apa alasan penusukan ini.

Rosmiati mengaku sering cekcok dengan suaminya lantaran masalah keluarga.

Keluarga Alexander, kata Rosmiati, sering menghina dirinya selama empat tahun belakangan.

Terutama setelah Rosmiati dinikahi Alexander sebagai istri keduanya.

“Saya dihina terus sama keluarganya, udah gitu suami juga ngga izinkan saya untuk pergi, dia tetap saya ingin bertahan di rumah situ,” kata Rosmiati.

Karena tak betah tinggal di rumah Alexander, Rosmiati pun meminta pulang kampung.

Namun, Alexander malah terus-terusan menahannya.

“Saya bilang, pokoknya aku nggak mau tau saya udah nggak betah di sini,” ucap Rosmiati dalam luapan emosi dan tangisan histerisnya.

“Aku sudah sakit hati, dihina-hina, ayah diem aja nggak ambil tindakan,” sambungnya. (***)

sumber: tribunnews.com

Editor :