PASAR

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Harga kulit sapi dan domba pada Idul Adha tahun ini mengalami penurunan yang drastis. Hal itu disebabkan banyaknya penyamak kulit yang gulung tikar atau pindah profesi.

Ketua Bidang Advokasi Hukum dan Humas Asosiasi Pemyamak Kulit Indonesia (APKI) Kabupaten Garut, Sukandar, membenarkan anjloknya harga kulit sapi dan domba tersebut sehingga berdampak menumpuknya persediaan kulit sapi dan domba/

“Iya benar, harga kulit sapi dan domba pada kurban tahun ini turun drastis, anjloknya sangat jauh. Tahun ini memang sangat murah,” ujarnya saat dihubungi, Senin, 12 Agustus 2019.

Menurut Sukandar, pada tahun ini kulit sapi hanya dihargai Rp 6 ribu perkilonya. Sementara untuk kulit domba lebih murah, yakni Rp 20 ribu per lembarnya.

Padahal, terang Sukandar, pada tahun lalu harga kulit sapi mencapai harga tertinggi dengan Rp 12 ribu perkilonya. Sementara untuk kulit domba, dihargai hingga Rp 70 ribu per lembarnya.

Sukandar menyebutkan, anjloknya harga kulit sapi dan domba ini karena para penyamak banyak yang beralih ke pekerjaan lain, disamping juga tidak sedikit yang gulung tikar.

“Sekarang banyak penyamak yang gulung tikar juga ada yang beralih profesi, sehingga hal ini mengakibatkan adanya penumpukan kulit dan permintaan rendah sehingga harga pun jadi turun,” ucapnya.

Sukandar menuturkan, meski pengrajin kulit setiap harinya membutuhkan banyak sekali kulit sapi maupun kulit domba, tapi ketika penyamaknya kebanyakan tidak ada, hal ini akan mengakibatkan terjadinya penurunan harga kulit.

Sementara itu, Asep (41), salah eorang pengepul kulit, mengaku bahwa saat ni harga kulit, baik sapi maupun domba menjadi yang terendah selama beberapa tahun terakhir ini.

Asep mengungkapkan, biasanya setiap Idul Adha atau kurban, dirinya mampu mengumpulkan puluhan bahkan ratusan kulit sapi dan domba.

Biasanya dirinya pada setiap kurban mengumpulkan puluhan bahkan ratusan kulit sapi dan domba. Namun pada tahun ini, dirinya hanya menarik tidak lebih dari 10 kulit saja.

“Harganya itu hancur sekarang. Turunnya juga hampir setenahnya dari tahun lalu. Jadi kalau beli banyak-banyak juga percuma, rugi,” katanya.(***)

sumber: galamedianews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sukabumi – Menjelang Idul Adha, harga cabai merah di pasar tradisional Kabupaten Sukabumi terus mengalami kenaikan harga. Kondisi tersebut diakibatkan pasokan cabai ke pasaran berkurang akibat dampak kekeringan sehingga harga mengalami pergerakan.

Peningkatan harga tersebut berdasarkan data dari Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (DPKUKM) Kabupaten Sukabumi pada pekan pertama Agustus 2019. Pantauan harga itu dilakukan di delapan pasar tradisional Sukabumi yakni Pasar Cibadak, Cisaat, Parungkuda, Cicurug, Palabuhanratu, Sukaraja, Surade, dan Sagaranten.

”Komoditas cabai merah rata-rata harganya naik,” ujar Kepala DPKUM Kabupaten Sukabumi Ardiana Trisnawiana kepada wartawan, Kamis 8 Agustus 2019. Cabai merah keriting misalnya rata-rata naik dari Rp 58.750 per kilogram menjadi Rp 66.143 per kilogram.

Harga cabai merah keriting di Pasar Cisaat naik dari Rp 55 ribu per kilogram menjadi Rp 58 ribu per kilogram. Di Pasar Cibadak naik dari Rp 55 ribu per kilogram menjadi Rp 70 ribu per kikogram dan Pasar Parungkuda dari Rp 65 ribu per kilogram menjadi Rp 70 ribu per kilogram.

Ardiana menambahkan, cabai merah besar rata-rata naik dari Rp 62.500 per kilogram menjadi Rp 66.143 per kilogram. Di Pasar Cibadak naik dari Rp 55 ribu per kilogram menjadi Rp 70 ribu per kilogram dan Pasar Cicurug naik dari Rp 50 ribu per kilogram menjadi Rp 58 ribu per kilogram.

Selanjutnya, cabai rawit hijau rata-rata naik Rp 64.375 per kilogram menjadi Rp 65 ribu per kilogram. Di Pasar Cicurug, harganya naik dari Rp 55 ribu per kilogram menjadi Rp 60 ribu per kilogram. Di Pasar Palabuhanratu naik dari Rp 60 per kilogram menjadi Rp 65 ribu per kilogram.

Ardiana mengatakan, cabai rawit merah harganya stabil rata-rata Rp 74.857 per kilogram. Selain cabai, komoditas lainnya yang mengalami kenaikan harga adalah daging ayam. Awalnya harga rata-rata daging ayam mencapai kisaran Rp 33.250 per kilogram. Namun, kini naik menjadi Rp 33.750 per kilogram.

Petugas, kata Ardiana, terus memantau pergerakan harga sembako dan ketersediaanya di pasaran. Harapannya harga sembako terkendali dan terjangkau masyarakat.(***)

sumbe: republika.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kenaikan harga cabai ini membuat para pedagang menjerit. Salah satunya, Ari (34), yang berjualan gado-gado dan ketoprak di Simpang Kartini, Kota Bekasi.

“Udah parah ini naiknya, kita yang jualan serba susah,” kata Ari.

Hingga saat ini, sambung Ari, dirinya belum menaikan harga jual makanan. Dia enggan menaikan harga jual ketopraknya yang seharga Rp 12 ribu itu karena takut pelanggan kabur.

Strategi mengurangi cabai dalam komposisi makanan juga tak ia lakukan. Padahal itu bisa dijadikan cara untuk menghemat modal. “Kalau dikurangin nanti harga beda, pelanggan juga kabur.

Ya ini risiko jualan namanya,” ucap Ari sembari terus menyiapkan pesanan gado-gado pelanggannya.

Meski demikian, ia tak menutup kemungkinan untuk menaikan harga jual gado-gado dan ketopraknya jika harga cabai terus naik.

“Kalau sampai akhir bulan ini terus naik juga, ya dengan terpaksa kita naikin juga. Udah enggak bisa kita tahan terus harga jual makanan,” ungkapnya.

Hendra (24) juga mengeluhkan kenaikan harga cabai. Dia yang berjualan gorengan di dekat Pasar Proyek Kota Bekasi, mengaku, tak bisa berbuat apa-apa dengan kenaikan ini. “Sebagian yang beli ada yang ngerti (cabai naik), mereka pun minta cabainya tidak banyak. Tapi yang tidak ya tetap juga minta banyak,” ujar Hendra.

Dia pun berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi kenaiakan harga cabai ini. “Semoga cepat turun, karena kita yang jualan paling terdampak,” ucapnya.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menduga melonjaknya harga cabai dalam beberapa waktu terakhir karena kurangnya pasokan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Tjahja Widayanti mengatakan, pihaknya saat ini tengah berkordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk mengetahui secara pasti penyebab lonjakan ini.

Data itu, kata dia, diperlukan untuk menentukan kebijakan yang akan diambil kedepannya. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Tak bisa dipungkiri, bisnis waralaba alias franchise memang terus menorehkan pertumbuhan positif beberapa tahun belakangan, meski keuntungannya mungkin tak bisa disamakan dengan saham.

Bagaimanapun, waralaba diprekdiksi bakal terus bertumbuh seiring perkembangan teknologi yang selalu menciptakan terobosan baru, seperti jasa antar makanan berplatform digital.

Apalagi, konsep waralaba cocok untuk masyarakat Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Pertemuan dengan Suami Mantan Istrinya Itu Dilakukan Setelah Galih Bicara ‘Ikan Asin’ ke Fairuz

Bila Anda mulai tertarik berkutat dengan bisnis waralaba, Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia Andrew Nugroho mengatakan mulailah dengan mengenali produk yang Anda pasarkan.

Sebab, pengenalan produk ini dapat membantu Anda mengetahui berapa biaya modal yang Anda butuhkan. “Kalau tanya modal, modal itu beragam, ya karena banyak sekali konsep (ide) baru yang kecil-kecil.

Setelah Temui Ma’ruf Amin, OSO Pastikan Akan Segera Temui Jokowi

Bisa mulai dari puluhan juta sampai ratusan juta, bahkan miliaran. Biasanya yang miliaran itu sudah punya merek, yang sudah terkenal. Jadi ada range yang besar sekali di sini,” kata Andrew Nugroho di Jakarta, Jumat, 5 Juli 2019.

Lihat manajemen Andrew mengatakan, meski modal memang berperan penting dalam setiap bisnis, bisnis waralaba ini juga perlu menentukan kuatnya manajemen yang sesuai dengan produk.

Mau Ponsel Murah Tapi Bisa ‘Memburu Sinyal’? Nih Advan S50 Prime

“Mau modalnya besar apa kecil, tapi ukuran kualitasnya tidak berbeda. Karena yang menentukan adalah manajemen dari si franchise itu.

Meskipun konsep kecil tapi manajemennya kuat, marketing dan SDM-nya bagus, itu bisa berhasil franchise-nya,” ujar Andrew. Jadi selain menyiapkan modal, Andrew menyarankan untuk mengecek ulang manajemen perusahaan yang Anda minati.

Cara termudah adalah dengan mendatangi kantornya dan lihat kinerja tim akuntansi dan tim quality control.

Pamit Perbaiki Dapur dan Kandang ayam, Suyatno Ditemukan Sudah Tewas Terbujur Kaku

“Untuk calon pebisnis menurut saya simpel saja, coba datang ke kantornya, apakah mereka punya tim akuntansi atau tim quality control, itu penting,” jelas Andrew.

“Karena ketika kita ingin menjalankan bisnis sendiri kita perlu dukungan, kita enggak mau ditinggal begitu saja. jadi kita harus datang apakah mereka sudah siap untuk menjual franchise-nya itu ke orang lain atau malah belum siap sama sekali,” pungkasnya.(***)

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pasar properti usai Lebaran bergerak ke arah positif. Hal ini terlihat dari data Lamudi.co.id yang menyebutkan bahwa pencarian rumah di portal tersebut meningkat 120 persen usai Lebaran.

Commercial Director Lamudi.co.id, Yoga Priyautama mengatakan, rata-rata mereka tertarik untuk mencari informasi tentang rumah di kawasan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi dengan harga di bawah Rp 500 juta.

Secara keseluruhan, pencarian rumah di bulan Mei ketika Ramadhan terjadi peningkatan 8,07 persen jika dibandingkan dengan April.

“Namun, tren tersebut menurun pada tanggal 21 Mei hingga H-1 Idul Fitri dan akhirnya kembali meningkat usai Lebaran,” ujar Yoga dalam keterangan tertulis, Sabtu, 15 Juni 2019.

Menurut Yoga, tren pencarian ini lumrah terjadi setiap tahunnya.

Di awal Ramadhan, pencarian meningkat, Kemudian turun menjelang Lebaran dan kembali naik usai Idul Fitri.

“Kedepannya diperkirakan, tren pencarian rumah akan semakin membaik hingga akhir tahun 2019,” lanjut dia.

Yoga mengatakan, salah satu faktor pemicunya adalah kepastian hukum setelah penetapan presiden dan wakil presiden hasil Pemilu April lalu.

Ditambah lagi, persoalan politik yang ada terkait hasil pemilu presiden akan diselesaikan secara konstitusional di Mahkamah Konstitusi (MK). Menurut Yoga, bisnis properti sangat rentan terhadap kondisi politik, terutama untuk segmen atas yang banyak didominasi oleh investor. “Mereka akan cenderung wait and see ketika melihat tidak stabilnya ekonomi dan keamanan,” kata Yoga.

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Cimahi – Harga daging ayam merangkak naik di Kota Cimahi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Kenaikan harga daging ayam sampai 15 persen.

Hal itu dikatakan Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna usai melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pusat perbelanjaan.

“Persediaan kepokmas (kebutuhan pokok masyarakat) aman, namun ada beberapa komoditi yang harganya naik hingga 15 persen, terutama daging ayam,” kata Ajay saat ditemui di sela inspeksi di Pasar Atas, Kota Cimahi, Rabu, 29 Mei 2019.

ALAMAK! Terminal Ini Sediakan Posko Istirahat untuk Copet, dan Ini Tujuannya

Harga ayam ras dijual Rp 38 ribu perkilogram. Terjadi kenaikan harga Rp 1.000 hingga Rp 2.000 perharinya. Sementara itu, harga ayam kampung dibanderol dengan harga Rp 106 – 110 ribu perkilogram.

“Harga telur juga mulai naik, tapi tidak setinggi daging ayam laju kenaikannya, permintaan cukup meningkat tapi memang kenaikannya tidak setajam tahun lalu,” katanya.

Bingung saat Mudik Aki Motor Soak? Lakukan Hal Berikut Ini

Ajay mengatakan, saat ini pihaknya masih menelusuri penyebab kenaikan harga ayam. Pasalnya, stok persediaan ayam melimpah saat ini. “Indikator naiknya harga ada dua, yakni ketersediaan dan permintaan, makanya ini naiknya di mana, apakah di penjual atau di mananya,” ungkap Ajay.

Ajay memeriksa kepada sejumlah kios di Pasar Atas, mulai dari kios beras hingga daging. Ia pun berbincang dengan sejumlah pedagang untuk memastikan ketersediaan barang sekaligus menanyakan harga jualnya.

Mantap! Tiga Siswa Ini Dapat Nilai 100 Mata Pelajaran Matematika UN Tingkat SMP NTT

Untuk harga lainnya, seperti beras Ajay menyebut masih cenderung stabil. Beras medium diecer Rp 10.500 perkilogram, sementara beras premium diecer Rp 13 ribu perkilogram. “Beras aman, tidak begitu naik karena ketersediaan barangnya masih banyak,” katanya.

Selain meninjau ke sejumlah pasar tradisional, Ajay juga melakukan pemeriksaan ke pasar modern di Jl Amir Machmud. “Harga gula, beras dan yang lainnya masih stabil, stoknya juga banyak,” katanya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Padang – Pedagang peci musiman di Kota Padang, Sumatera Barat, meraih keuntungan signifikan selama bulan Ramadhan 1440 Hijriah karena tingginya permintaan dari masyarakat.

“Saya jualan peci khusus di bulan Ramadhan saja, karena banyak permintaan. Biasanya saya jualan asongan,” kata salah seorang pedagang peci Azmar (61) yang berjualan di depan Masjid Taqwa di pasar Raya Padang, Ahad, 26 Mei 2019.

Menurutnya penjualan peci di bulan Ramadhan banyak diminati oleh para pembeli, sehingga ia merasa dengan berjualan peci di bulan Ramadhan dapat menambah pendapatannya.

Pemkab Pesisir Selatan Mediasikan Sengketa Batas Nagari

Peci yang dijual tersebut dibeli di grosiran blok A dekat pasar Raya, kemudian dijual eceran di depan Masjid Taqwa. Peci tersebut berasal dari Jawa dan beberapa juga berasal dari Bukittinggi dengan harga penjualan yang beragam mulai dari Rp20.000 hingga Rp50.000.

“Sejak awal Ramadhan penjualan peci cukup banyak, namun akhir-akahir ini kembali sedikit terkadang hanya terjual tiga sampai lima peci saja,” katanya.

Penjualan yang diperoleh per hari kira-kira Rp85.000 hingga Rp200.000, biasanya penjualan yang banyak di hari Minggu, katanya.

Tiga Karyawan Alfamart Ini Disekap dan Uang Puluhan Juta Pun Lenyap, Ini yang Terjadi

“Karena hari Minggu merupakan hari libur sehingga banyak pengunjung yang datang ke pasar Raya dan singgah di masjid Taqwa, setidaknya mereka tertarik juga untuk membeli peci,” katanya.

Biasanya di Ramadhan sebelumnya penjualan peci yang paling banyak saat malam takbiran mencapai Rp500.000, katanya.

Jika peci tersebut tidak terjual semuanya maka akan disimpan dan dijual lagi di bulan Ramadhan berikutnya dan setelah lebaran ia kembali berjualan asongan, sambungnya.

Dibanding Tahun Lalu, Konsumsi Avtur Bandara Adi Soemarmo Diprediksi Turun

Sementara itu pedagang lainnya Rusli (40) juga merasakan hal yang sama penjualan peci meningkat di saat malam takbiran. “Saya tidak menaikkan harga, malah ada yang saya jual seharga modal supaya habis terjual,” sambungnya. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai dampak demonstrasi yang berakhir ricuh di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) dini hari tadi terhadap melemahnya nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) hanya sementara.

Sebab, koreksi terhadap IHSG dan rupiah menurutnya hanya berupa sentimen yang akan berangsur membaik seiring dengan kian stabilnya kondisi politik dalam negeri.

“Ya itu namanya euforia pasar, pasar itu suka sentimental aja. Jadi besok ada koreksinya dia bikin.

Itu kalau sentimen bukan sesuatu yang riil nanti dia koreksi sendiri,” ujar Darmin di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rabu, 22 Mei 2019.

Kurs rupiah pada perdagangan hari ini, dibuka melemah di pasar spot Bloomberg pada level Rp 14.488 per dollar AS setelah pada perdagangan kemarin ditutup pada level Rp 14.480 per dollar AS.

Adapun berdasarkan pemantauan pada pukul 10.30 WIB nilai tukar rupiah sudah bertengger pada posisi Rp 14.512,5 per dollar AS, melemah 32,5 poin atau 0,22 persen dibanding penutupan lalu.

Di sisi lain, IHSG pun dibuka melemah pada posisi 5.948 sementara pada perdagangan kemarin ditutup pada level 5.951.

Darmin mengatakan, tertekannya nilai tukar rupiah serta IHSG merupakan hal yang wajar seiring dengan adanya aksi demonstrasi yang berbuntut kerusuhan di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. “Tentu saja (rupiah dan IHSG tertekan),” ujar dia.

Sebelumnya, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan nilai tukar rupiah akan mengalami koreksi ke Rp 14.500 hingga Rp 14.600 per dollar AS setelah 22 Mei 2019.

“Sementara IHSG naik lebih ditopang oleh investor domestik,” ujar Bhima Selasa, 21 Mei 2019.

Faktor yang membuat pergerakan rupiah diprediksi kembali melemah adalah kondisi saat ini berbeda dari tahun 2014, di mana optimisme pelaku pasar pasca pemilu cukup tinggi.

Namun saat ini, ekspektasi pelaku pasar tidak setinggi kala itu. Pasalnya, jika dilihat dari tren kepemimpinan Jokowi dalam lima tahun terakhir, perekonomian tumbuh di kisaran 5 persen. (***)

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga, Sabtu, 11 Mei 2019 harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

“Kami bersama-sama turun ke lapangan mengecek dan melakukan pembelian langsung untuk menstabilkan kembali harga cabai di petani, ujar Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Ketahahan Pangan Risfaheri, Ahad, 12 Mei 2019 di Gapoktan Ngandong Desa Ngandong Kecamatan Grabagan.

Dalam kesempatan ini Risfaheri didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tuban, Kasubdit Cabai Ditjen Hortikultura, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Kasie Pengadaan Bulog Subdivre Bojonegoro, serta Gapoktan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) binaan BKP dari Kabupaten Gresik.

Menurut Risfaheri, telah disepakati pembelian cabai baik CRM maupun CMK sebesar Rp 8.000/kg. “BKP melalui Toko Tani Indonesia Center (TTIC) menyerap sebanyak 10 ton, terdiri dari 7 ton CMK dan 3 ton CRM,” ujarnya.

Tak mau ketinggalan, 2 Gapoktan PUPM Cabai binaan BKP dari Kabupaten Gresik yaitu Gapoktan Pengalengan dan Gapoktan Tenaru juga melakukan pembelian CRM masing-masing 2 kuintal. Pembelian akan terus dilanjutkan setelah penjajakan pasar.

Para pelaku industri merespons positif untuk ikut menstabilkan harga cabai. Beberapa industri yang sudah melakukan komunikasi dengan Gapoktan cabai dan berkomitmen melakukan pembelian adalah PT. Wings Food, PT. Lumbung Pangan Mineral, dan PT. Bumi Tirta Margo yang berlokasi di Surabaya.

Adapun harga dan volume pembelian akan disepakati sesuai waktu transaksi yang diperkirakan paling cepat Senin, 13 Mei 2019.

Perum Bulog Subdivre Bojonegoro juga akan berpartisipasi membeli dan mengamankan harga cabai di petani, setelah menjajaki peluan pasar serta akan bekerja sama dengan subdivre lain di wilayah Jawa Timur.

Hal yang sama juga dilakukan Pemda Tuban. Melalui Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan akan mengusulkan Peraturan/Instruksi Bupati untuk mewajibkan ASN, Pegawai BUMN, BUMD utk membeli cabe langsung dari petani agar harga tidak semakin jatuh.

Gerak cepat Kementerian Pertanian bersama stakeholder lainnya membuat semangat petani bangkit lagi. Terlihat wajah-wajah semringah para petani yang mengantar berkarung-karung cabai hasil panen ke titik kumpul di rumah Ketua Gapoktan.

Para petani berharap program pemerintah dengan membeli harga lebih tinggi dapat terus berlanjut agar petani tidak merugi. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Sejumlah harga bumbu dapur di pasar yang ada di Kota Serang mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi. Salah satunya bawang putih mencapai Rp 80.000 per kilo gram, yang awalnya Rp 48.000 per kilogramnya.

“Biasa, kalau mau puasa barang-barang (bumbu dapur) pada naik. Tapi yang paling parah memang bawang putih, soalnya kan ngambilnya dari luar, impor semua bawang putih rata-rata,” kata Roni salah satu pedagang di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang, Jumat 3 Mei 2019.

Saat Akan Mendarat, Pesawat Boeing 737 Meluncur Keluar Landasan Pacu dan Berakhir di Sungai, Ini yang Terjadi

Padahal baru beberapa hari lalu Pemerintah Provinsi Banten menggelontorkan 3,6 ton bawang putih ke Pasar Rau untuk mengantisipasi lonjakan harga bawang tersebut. Namun sejumlah pedagang mengaku tidak mendapatkan kiriman bawang putih dari pemerintah.

“Belum tau, katanya sih iya kemarin ada dari pemerintah. Tapi kita engga dapet, mungkin untuk beberapa pedagang aja kali ya, soalnya kita disini engga kebagian,” ucapnya. Memang, kata Roni harga bawang putih ini mengalami kenaikan sejak satu bulan terakhir. Namun yang paling tinggi adalah di minggu terakhir jelang Ramadan ini.

Tetangga Dengar Suara Bayi Menangis dari Pagi, Setelah Dicek Sang Ibu Tewas Tergantung Disampingnya

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan Industri Koperasi (Disperdaginkop) dan UMKM Provinsi Banten Babar Suharso mengatakan secara nasional harga bawang putih berada di kisaran Rp 45.000 sampai Rp 50.000 per kilo gram. Namun pada kenyataannya, saat ini dipasaran berada di angka Rp 68.000 hingga Rp 80.000 per kilo gramnya.

Operasi pasar

Mahalnya harga bawang putih, ia mengatakan karena keterlambatan dari pihak distibutor impor. Sehingga, menjelang Ramadan ini dianggap perlu segera untuk melakukan operasi pasar. “Ini juga merupakan tahap pertama. Dari rencana empat ton, namun kami baru bisa menggelontorkan 3,6 ton ke setiap pasar di Banten. Salah satunya di Pasar Rau ini, kami lihat dulu bagaimana serapannya,” katanya.

Selain bawang putih yang tinggi, harga cabai merah dan bawang merah juga mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Seperti bawang merah yang awalnya berada di kisaran Rp 30.000 hingga Rp 35.000 per kilo gram, kini menjadi Rp 45.000 sampai Rp 55.000 per kilo gram.

Sambil Minta Maaf ke Pak Jokowi, Pria Ini Bakar Kantor Desa dan Tayangkan di Live Facebook, Ini Alasannya

Kemudian, cabai merah besar yang tadinya Rp 25.000 per kilo gram, kini menjadi Rp 32.000 per kilo gram. Disusul dengan harga cabai merah keriting, namun tidak terlalu tinggi. Dari harga Rp 24.000 per kilo gram, kini menjadi Rp 27.000 per kilogram.

Warga pun mengeluhkan dengan melejitnya harga bumbu dapur tersebut. “Bener-bener ini naiknya, apalagi bawang putih sama bawang merah, bikin susah ngatur keuangannya, jadi mumet,” ujar Tuti Sumiati seorang ibu rumah tangga asal Kota Serang.

Asah Kemampuan Prajurit Kodim Pati Gelar Latihan Menembak

Ia mengatakan, yang biasanya membeli bawang merah setengah kilo dengan harga Rp 24.000 kini hanya bisa membeli seperempat kilo dengan harga Rp 20.000. “Biasanya dapet setengah kilo Rp 24 ribu, sekarang cuma cukup buat seperempat kilo. Yang penting rawit jangan ikut-ikutan naik juga,” katanya Rizki Putri.

Berdasarkan pantauan, tidak hanya harga bumbu dapur yang mengalami kenaikan harga. Akan tetapi daging sapi lokal dan ayam potong negeri juga mengalami kenaikan harga. Namun tidak terlalu tinggi seperti bumbu dapur.

Siswi SMP yang Ditemukan Jadi Mayat, Ternyata Korban Pemerkosaan dan Pembunuhan Ayah Tiri

Seperti harga daging sapi lokal yang tadinya Rp 120.000 per kilo gram, kini menjadi Rp 140.000 per kilo gram. Kemudian harga daging ayam negeri, yang awalnya Rp 32.000 sampai Rp 34.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp 36.000 hingga Rp 42.000 per kilo gram.(***)

sumber: pikiranrakyat.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tugumalang – Hamparan kebun jeruk mulai menguning. Isyarat alam itu menarik senyum para pemilik kebun jeruk di Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Setelah sembilan bulan, kembang-kembang itu siap berubah menjadi pundi rezeki petani jeruk.

Petikan jemari para petani itu membelai gerombolan jeruk kuning keprok. Satu per satu tangkainya pun dipetik. Jeruk berpindah dari pohon masuk ke kotak krat yang telah disiapkan.

Sambil Gendong Anak Balita, Ibu Ini Terjun dari Jembatan Sungai Serayu, Siapakah Dia?

Dalam sehari, panen jeruk keprok ini mencapai 4 ribu kilogram atau 4 ton. Disebut Jeruk Keprok, karena jeruk ini digunakan untuk jus buah. Selain menggunakan alat jus, jeruk ini bisa menjadi jus dengan cara ‘dikeprok’ atau dipukul. Karena inilah, disebut Jeruk Keprok.

Jimy Satria (30), pemilik kebun menerangkan tiap kilogramnya jeruk tersebut dibeli dengan harga Rp 13 ribu. “Ini lagi bagus harganya,” terang Jimy Saptu, 27 April 2019.

Menurutnya, dalam sekali musim panen ia biasa mendapatkan sekitar 70-80 ton per hektare jeruk.

Ini Permintaan Maaf Wali Kota Terhadap Warga Setelah Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi

Jimy menjelaskan harga paling terendah di kisaran Rp 8 ribu per kilogram. Pada Sabtu, 27 April 2019 siang, Jimy memanen jeruk bersama pembelinya. Tak heran jika ia selalu bisa menjual habis hasil perkebunannya karena rasanya sangat manis.

“Keproknya di sini manis semua, bisa dicicipi sendiri jeruknya hampir enggak terasa asam sama sekali,” imbuhnya.

Selain itu, jeruk hasil kebunnya tersebut ternyata sudah ditunggu para pedagang di Solo, Jogjakarta, dan Jakarta. Jimy mengatakan jika produk jeruk di Gading kulon bisa awet sampai sebulan pascapanen. “Ditaruh kulkas malah bisa lebih lama itu,” pungkas Jimy. (***)

sumber: kumparan.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, New York – Harga emas berakhir stabil pada hari Rabu, 3 April 2019, seiring penurunan dolar. Sementara kenaikan dibatasi oleh reli pada saham global setelah meyakinkan data ekonomi dari Amerika Serikat dan China dan optimisme kedua negara akan mencapai kesepakatan perdagangan.

Spot gold turun 0,14 persen pada US$1.291,25 per ounce, setelah menyentuh level terendah sejak 7 Maret di US$1.284,76 pada sesi sebelumnya. Emas berjangka AS diselesaikan US$0,10 lebih rendah pada US$1.295,30.

Yuk Atasi Kecemasan dan Tenangkan Kepanikan dengan Berolahraga

“Investor bergerak ke pasar ekuitas yang lebih rasial daripada pasar yang bergerak lambat,” kata Fawad Razaqzada, analis pasar Forex.com

Namun, ia mengatakan bahwa faktor fundamental kemungkinan akan terus menopang emas, bahkan jika pasar ekuitas terus reli.

Rampok Itu Gondol Perhiasan Senilai Rp 1,6 Miliar Setelah Membacok Tangan Pemiliknya

“Dengan Federal Reserve AS yang dovish, dolar menjadi rendah, dan hasil lebih rendah, lingkungan fundamental untuk emas itu sendiri adalah positif.”

Tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan perdagangan AS-Cina minggu ini dan data aktivitas pabrik yang layak dari kedua negara dalam beberapa hari terakhir telah mengangkat sentimen investor dan menghilangkan ketakutan resesi global.

GEGER! Ada Kaki Menyembul Keluar dari Koper, Setelah Dibuka Ini Isinya

Dolar, yang dicari sebagai tempat berlindung yang aman daripada emas tahun lalu terhadap latar belakang perang perdagangan yang sedang berlangsung, turun 0,3 persen terhadap sekeranjang mata uang pada hari Rabu, membuat emas batangan lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Kepala analis ActivTrades, Carlo Alberto De Casa mengatakan dalam sebuah catatan bahwa pengembalian ke ambang psikologis US$1.300 akan menjadi sinyal positif untuk emas, sementara penurunan di bawah US$1.280 dapat membuka jalan bagi penurunan lebih lanjut ke US$1.260. Dia mengatakan dia melihat skenario terakhir sebagai yang paling tidak mungkin untuk saat ini.

Investor sekarang menunggu petunjuk tentang kekuatan ekonomi AS dari data non-farm payrolls yang akan dirilis hari Jumat.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Theresa May akan bertemu dengan pemimpin oposisi Jeremy Corbyn untuk menyelesaikan kompromi Brexit, sebuah pertaruhan yang akhirnya bisa melihat kesepakatan perceraian Uni Eropa disepakati tetapi juga menghancurkan partainya.

Indikasi sentimen investor terhadap emas batangan, kepemilikan di dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, jatuh ke level terendah sejak 8 Maret di 768,10 ton pada hari Selasa.

Di antara logam mulia lainnya, perak naik 0,12 persen pada US$15,13 per ons, setelah menyentuh level terendah sejak akhir Desember di US$14,90 pada hari Selasa.

“Fakta bahwa tidak ada kemauan dari penjual untuk bertahan di bawah US$15 menunjukkan kepada saya bahwa permintaan telah melebihi penawaran dan … kita bisa melihat harga mulai naik lebih tinggi dari sini,” kata Forex.com’s Razaqzada. (***)

sumber: inilah.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – Lembaga pembiayaan di tahun politik ini terus berupaya mendongkrak kenaikan jumlah nasabah.

Berbagai startegi bisnis dilakukan untuk bisa menambah jumlah nasabah.

Hal inilah yang dilakukan Adira Finance, salah satu perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia.

Untuk menambah nasabah, lembaga pembiayaan ini menggelar program baru.

Insan Ansari selaku Kepala Wilayah Area Jawa Barat Adira Finance mengatakan, pada awal tahun ini, Adira Finance kembali menggelar program yang menguntungkan bagi para konsumennya yang bertajuk Harinya Cicilan Lunas atau Harcilnas.

Diselenggarakan secara nasional, program Harcilnas adalah program undian berhadiah berbasis poin yang ditujukan bagi konsumen baru ataupun yang masih aktif memiliki pembiayaan di Adira Finance berupa pembiayaan otomotif maupun non-otomotif (multiguna, durable goods) serta memiliki catatan sangat baik.

“Setiap konsumen yang memiliki kriteria tersebut berkesempatan untuk mendapatkan hadiah undian spektakuler dari Adira Finance berupa pelunasan cicilan, ” katanya di Bandung, Senin, 18 Februari 2019.

Ia mengatakan, konsumen memiliki peran penting dalam pertumbuhan bisnis.

Sebagai bentuk apresiasi karena telah mempercayakan pembiayaannya di Adira Finance, pihaknya menggelar program Harcilnas.

Program ini merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk selalu berinovasi menghadirkan program yang memberikan pengalaman menguntungkan bagi konsumen.

Program Harcilnas dimulai dari 1 Februari hingga 31 Oktober 2019.

Selama periode program berlangsung, Adira Finance akan memberikan hadiah kepada total 1.000 konsumen beruntung yang terdiri dari pelunasan seluruh sisa pokok pembayaran cicilan untuk 250 konsumen dan pelunasan 1 bulan pembayaran cicilan untuk 750 konsumen.

Pajak hadiah program ini sepenuhnya akan ditanggung oleh Adira Finance.

Cara mengikuti dan mendapatkan poin undian Harcilnas sangatlah mudah.

Konsumen cukup melakukan registrasi melalui website Adira Finance ataupun aplikasi AKSES Adira Finance.

Setiap konsumen baru yang melakukan pembiayaan produk Adira Finance selama program berjalan akan langsung mendapatkan 50 poin, konsumen yang melakukan repeat order seluruh produk Adira Finance akan mendapatkan poin terbesar yaitu 60 poin, jika melakukan registrasi melalui aplikasi AKSES Adira Finance akan mendapatkan tambahan 5 poin, dan terakhir, seluruh konsumen yang melakukan pembayaran cicilan tepat waktu akan mendapatkan 1 poin tambahan.

Pengundian pemenang akan dimulai bulan Maret hingga November 2019. Akan ada ratusan pemenang setiap bulannya yang diundi oleh Adira Finance.

Pengumuman pemenang dan informasi lainnya terkait program ini dapat dilihat di website resmi Adira Finance www.adira.co.id dan melalui aplikasi AKSES Adira Finance atau bisa menghubungi dering Adira Finance di 1500511.

“Tentu kami berharap program ini juga dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh konsumen dan calon konsumen kami khususnya di wilayah Jawa Barat untuk terus bertransaksi dan mempercayai kebutuhan pembiayaannya di Adira Finance,” katanya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Solo – Panen raya cabai di sejumlah wilayah, membuat harga komoditas tersebut terjun bebas. Di Pasar Legi Solo, cabai rawit merah dijual kepada pengecer seharga Rp 10.000 per kilogram, cabai rawit hijau Rp 10.500 per kilogram dan rawit putih sebesar Rp 9.000 per kilogram.

Padahal sebelumnya, harga ketiga jenis cabai tersebut minimal 2 hingga 3 kali lipat dari saat ini. Harga cabai sempat menyentuh angka Rp 20.000 – 30.000 per kilogram. Sejumlah pedagang mengatakan, anjloknya harga cabai terjadi sejak sebulan terakhir.

Tanpa Menunggu Lama, Toyota Pamer Paket Modifikasi Supra TRD

Para pedagang menyampaikan, turunnya harga cabai diakibatkan pasokan barang yang berlimpah. Apalagi sejumlah wilayah di Jawa Timur, yakni Banyuwangi, Jember, Madura dan lainnya sudah memasuki panen raya.

“Sudah sebulan ini harga cabai turun. Penyebabnya banyak petani yang panen raya. Sehingga pasokan melimpahnya,” ujar salah seorang distributor cabai di Pasar Legi Solo, Ahmad (50), Selasa, 12 Februari 2019.

Diminta Uang Sebelum ‘Ngamar’, Pria Hidung Belang Tikam Seorang PSK hingga Tewas

Selain pasokan melimpah, kualitas cabai yang ada saat ini juga kurang bagus. Mengingat kondisi cuaca yang kurang baik, yang membuat kadar air cabai terlalu tinggi.

Pedagang lainnya, Sri Lestari (45) menyampaikan hal yang sama. Turunnya harga jual cabai sudah terjadi sejak sebulan terakhir. Jika sebelumnya sempat menyentuh angka Rp 20.000 – 30.000 per kilogram, sekarang anjlok di angka Rp 10.000 per kilogram. Sementara untuk cabai rawit merah dijual Rp 12.000 per kilogram, cabai keriting merah Rp 10.000 per kilogram dan merah besar Rp 8.000 per kilogram.

Dengan Skor 0-7, Persiwa Kalah Telak saat Lawan Persib Bandung, Ini kata Pelatih

“Harga cabai rawit putih kita hanya jual Rp 10 ribu per kilogram. Kalau lebih mahal nggak laku mas,” keluhnya.

Anjloknya harga berdampak pada penjualan. “Saya rugi mas, saat harga anjloknya seperti sekarang ini, banyak pedagang pengecer yang mulai ikut memanfaatkan,” katanya.

Menurut dia, karena pedagang pengecer tambah banyak, dampaknya penjualan yang ia lakukan ikut sepi. Jika sebelumnya sehari mampu menjual Rp 5 kwintal sekarang hanya 3 kwintal saja. (***)

sumber: merdeka.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Denpasar – Setelah 5 Januari 2019 lalu, PT Pertamina (Persero) menurunkan harga BBM non subsidi, kini 10 Februari 2019, PT Pertamina kembali melakukan penyesuaian harga BBM.

Kebijakan penyesuaian harga ini ditempuh menyusul tren menurunnya harga minyak mentah dunia dan penguatan rupiah terhadap dolar Amerika.

Selain itu, Pertamina juga senantiasa memperhatikan daya beli masyarakat. Besaran penyesuaian harga BBM menjadi lebih murah ini bervariasi sampai dengan Rp 800 per liter.

Kenali Gejala Demam Berdarah pada Bayi, Ini Tandanya

Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina (Persero) Mas’ud Khamid menjelaskan, sesuai ketentuan pemerintah, sebagai badan usaha hilir migas, Pertamina tunduk pada mekanisme penentuan harga dengan mempertimbangkan dua faktor utama, yakni harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah. “Komponen utama penentu harga bersifat fluktuatif. Sehingga kami terus melakukan evaluasi terhadap harga jual BBM,” kata Mas’ud Khamid.

Duh Artis Ini Lepas Hijab Tepat Dihari Ulang Tahunnya

Lebih lanjut Mas’ud menjelaskan, penyesuaian harga bervariasi untuk produk-produk BBM yang dijual Pertamina. Untuk wilayah Bali, harga pertalite yang baru menjadi Rp 7.650 per liter, sama dengan sebelumnya. Sedangkan Pertamax menjadi Rp 9.850 per liter yang sebelumnya Rp 10.200 per liter.

Sementara itu untuk wilayah Jakarta, harga BBM nonsubsidi Pertamax Turbo dari Rp 12.000 per liter turun menjadi Rp 11.200 per liter, Pertamax dari Rp 10.200 menjadi Rp 9.850 per liter, Dexlite dari Rp 10.300 menjadi Rp 10.200 per liter, Dex dari Rp 11.750 menjadi Rp 11.700 per liter, dan Pertalite tetap Rp 7.650 per liter.

Lehernya Ditebas Pakai Parang, Aswani Tewas Mengenaskan Gara-gara Hutang

Selain itu, Pertamina juga melakukan penyelerasan harga Premium (JBKP di wilayah Jawa, Madura, dan Bali) menjadi Rp 6.450 per liter. Sehingga, harganya sama dengan harga di luar Jawa, Madura, Bali.

Sebagai informasi, harga BBM di beberapa wilayah berbeda karena adanya pemberlakuan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang berbeda untuk setiap wilayah.

Semua harga BBM ini juga sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengatur harga BBM Jenis Bahan Bakar Minyak Umum sebesar minimal 5% dan maksimal 10% dari harga dasar. (***)

sumber: balipos.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Berdagang adalah salah satu cara efektif dalam membuka pintu rezeki. Para sahabat yang utama juga rerata berprofesi sebagai pedagang. Rasulullah SAW sendiri juga ditempa dalam sebuah misi perdagangan.

Tak ada yang lain harapan bagi sosok pedagang tentu untuk mengambil keuntungan. Saat keuntungan berlimpah ruah, disitulah letak ujiannya. Apakah kita hendak menjadi insan penuh syukur hingga bertambah-tambah kekayaan. Ataukah kita yang diancam dengan nikmat kufur.

Semua pilihan itu bisa dengan mudah diputuskan jika seseorang paham bagaimana letak sebuah kekayaan. Bagi orang beriman materi adalah sarana. Jika dengannya dakwah bisa berjalan, maka materi tersebut adalah sebuah kebaikan. Jika dengan materi itu hati tertawan, maka materi tersebut harus dilepaskan.

Bagi orang beriman, meteri hanya diletakkan di tangan. Ia tak sampai merasuk dalam hati dan menjadi obsesi. Kedudukannya tak lebih dari sekadar sarana. Sarana bisa berubah-ubah. Suatu kesempatan mungkin materi menjadi sarana efektif, di lain kesempatan bisa jadi materi jadi sarana yang membahayakan.

Seperti yang sedang dilakukan Shuhaib bin Sinan RA. . Harga imannya jauh lebih tinggi dibandingkan semua harta kekayaannya. Ya semua. Kita, bahkan perlu mengeryitkan dahi kala kotak infak mampir sementara ada dua lembaran Rp 50 ribu terselip manis. Sementara di lain waktu amat mudah merogoh ratusan ribu demi sepatu model terbaru saat koleksi sepatu di rumah sudah menggunung.

Pemahaman yang utuh atas materi itulah yang harus tertanam. Saat orang beriman menyadari hakikat harta, maka yang tercipta adalah sebuah keindahan dalam beramal.

Seperti yang lantas dicontohkan Shuhaib. Kisah kepahlawanannya tak hanya berhenti disitu. Shuhaib adalah pula seorang pemurah dan dermawan. Tunjangan yang diperolehnya dari Baitul Mal dibelanjakan semuanya di jalan Allah.

Tak mampir sedikitpun harta yang ia peroleh melainkan habis untuk membantu orang yang kemalangan dan menolong fakir miskin. Amalnya hanya untuk menerapkan firman Allah SWT,”dan diberikannya makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang tawanan.” (QS al-Insan [76]:8)

Sampai-sampai kemurahannya yang amat sangat itu mengundang peringatan dari Umar bin Khattab RA. Umar berkata pada Shuhaib, “Saya lihat kamu banyak sekali mendermakan makanan hingga melewati batas!”

Shuhaib dengan lembut menjawab, “Sebab aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Sebaik-baik kalian ialah yang suka memberi makanan’. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Di tengah perkembangan harga cabai yang terus menurun di tingkat petani di beberapa sentra produksi, pemerintah tidak tinggal diam. Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya melakukan konsolidasi untuk mencari solusi yang cepat, tepat dan bisa dieksekusi agar harga cabai menguntungkan petani.

“Pada tanggal 4 Februari 2019 kami telah mengumpulkan petani cabai andalan yang tergabung dalam champion cabai dari 20 dinas pertanian kabupaten sentra utama, dinas2 pertanian sentra cabai, KTNA, HKTI dan Satgas Pangan,” demikian dikemukakan Direktur Jenderal Hortikultura, Kementan, Suwandi di Jakarta, Selasa, 5 Februari 2019.

Menghadapi masalah menurunnya harga cabai, Suwandi memaparkan beberapa alternatif pilihan. Pertama, mendorong sektor hilir, seperti logistik distribusi, substitusi bahan olahan industri dengan cabai lokal, pengembangan industri olahan skala rumah tangga.

“Kedua, kita bangun koordinasi dengan pihak asosiasi penerbangan Indonesia untuk subsidi biaya kargo dan mendorong pemerintah daerah tetap menginisiasi pasar lelang cabai,” tuturnya.

Ketiga, membangun sinergitas dengan semua lembaga terkiat dan pemangku kepentingan. Sebab untuk menyelesaikan semua masalah tidak bisa sendiri-sendiri, tapi perlu dukungan dari berbagai sektor.

Suwandi juga menyampaikan agar petani mengikuti 10 jurus stabilisasi pasokan dan harga stabil yaitu, pertama, menggunakan benih unggul sehingga produksi dan produktivitas naik. Kedua, ikuti anjuran manajemen pola tanam, diversifikasi tanam dan tumpang sari dari petani champion.

Ketiga, menggunakan pupuk organik ramah lingkungan dibuat sendiri sehingga efisien biaya keempat, menggunakan pestisida hayati ramah lingkungan dibuat sendiri. Kelima, terapkan cara pasca panen yang baik. Keenam, hirilisasi olahan pasta, goreng dan lainnya dengan skala rumah tangga dan usaha kecil.

Ketujuh, membangun kemitraan dengan usaha olahan dan pasar. Kedelapan, membentuk koperasi sehingga terkoordinir, teknologinya seragam dan hasil pasarnya bersama-sama. Kesembilan, membentuk pasar lelang di level farmgate sehingga petani peroleh harga tertinggi, cash and carry dan tercipta one region produk bersama champion;

“kesepuluh membangun sistem logistik dan coldstorage untuk menyimpan produk dalam jumlah besar untuk memasok antar pulau maupun ekspor,” bebernya

Kementan bersama pemda dan penyuluh juga membina petani untuk efisiensi input dengan cara memproduksi sendiri pupuk organik dan pestisida hayati ramah lingkungan, memfasilitasi benih unggul sarana pasca panen sesuai skala prioritas.

Dari hasil koordinasi dengan berbagai pihak, dihasilkan beberapa solusi yang bersifat jangka pendek, menengah dan panjang. Jangka pendek yang bisa dilakukan antara lain melakukan evaluasi impor cabe olahan, menjalin kemitraan dengan industri makanan, mencari alternatif angkutan yang lebih murah.

“Untuk jangka menengah meningkatkan produktivitas untuk menekan BEP dan pengembangan industri olahan. Sedangkan untuk jangka panjang bisa dilakukan dengan penumbuhan unit pengolahan atau BUMD dengan dukungan logistik modern,” tutur Suwandi.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Ismal Wahab menambahkan beberapa solusi yang sifatnya mendasar dalam menjaga stabilisasi harga. “Yakni harus hitung dulu berapa tingkat kebutuhan perwilayahan. Baru kita hitung berapa yang harus kita tanam,” ujar Ismail.

Menurut Ismail, penanaman cabai pun harus tetap berbasis kawasan, namun harus dihitung berdasarkan kapasitas kebutuhan di masing-masing daerah. “Kuncinya satu, tingkat kepatuhan manajemen pola tanamnya harus dikawal ketat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI), Abdul Hamid menegaskan pelaku usaha cabai Indonesia harus mampu mengembangkan diri baik teknologi maupun pemasaran. Hasilnya, banyak permasalahan cabai yang bisa dielesaikan dan minimal dapat mengurangi resiko kerugian akibat harga fluktuatif.

“Yang jadi masalah sebenarnya bukan harga yang murah saja, tetapi biaya produksi kita yang mahal. Nah kita harus bisa mengurangi biaya usaha tani agar cabai dan petani kita bisa tetap eksis,” tuturnya. (***)

sumber: sindonews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Surabaya – Memasuki era digital di negara yang mayoritas muslim seperti Indonesia, membangun bisnis di bidang fesyen, khususnya busana muslim bisa memperoleh kemudahan lewat media sosial. Kekuatan media digital untuk mempengaruhi pasar bisnis sudah tidak diragukan lagi, hal ini telah dirasakan langsung oleh pelaku bisnis tersebut.

“Memanfaatkan media dalam ajang promosi itu penting ya, memasarkan brand melalui media itu menyebarnya cepat, dan banyak keuntungannya,” jelas Nadya Karina, Creative Director KAMI dalam talkshow yang merupakan salah satu rangkaian acara ISEF 2018 di Surabaya, Kamis, 13 Desember 2018.

Melihat target pasar yang dituju oleh pebisnis muda, seperti Nadya Karina, Jenahara, Asky Febrianti, Afina Candarini yang mayoritas adalah generasi milenial, memanfaatkan media sosial adalah salah satu peluang meraih kesuksesan dari brand mereka. Sebab, target pasar saat ini lebih tertarik melakukan pembelian menggunakan digital.

Selain memudahkan promosi, media sosial juga menjadi wadah bagi produsen dan konsumen agar lebih dekat lagi satu sama lain. Bukan hanya menjadi platform, namun media sosial juga dapat menjalin interaksi langsung antara penjual dengan pembeli.

“Kita dapat promosi langsung ke customer. Bukan sekadar melalui platform. Kita juga jadi lebih tahu apa keinginan customer,” tambah Karina.

Meski keuntungan yang didapatkan begitu mencolok, memanfaatkan media sosial juga tidak terhindar dari sisi negatifnya. Jika ditilik dari sisi tersebut, media sosial dapat memudahkan customer melihat langsung kesalahan apa yang kerap dibuat oleh suatu brand, dan itu menjadi salah satu sisi negatif pemasaran melalui media sosial.

“Saking terlalu dekatnya dengan customer, apabila ada kesalahan yang kita buat, pasti langsung menyebar. Kesalahan sedikit saja mudah terlihat di media sosial,” kata Karina.

Oleh karena itu, untuk meminimalisir kesalahan yang dibuat suatu brand, pebisnis harus memastikan dahulu konten-konten serta cara pemasaran yang akan dilakukan. Semua itu demi menjaga nama baik brand di mata customer.

Bagi Jenahara yang juga turut menyampaikan pendapatnya, untuk melakukan pemasaran branding di platform digital, owner atau pebisnis itu harus memiliki strategi.

“Kita harus tetap punya strategi. Brand kita ini mau dipasarkan ke siapa, target pasar kita siapa, kebiasaan gaya faesyen mereka kayak gimana, mereka lebih senang belanja di platform media sosial apa. Semua harus disesuaikan,” ucapnya. (***)

sumber: wartaekonomi.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menjajal sepeda motor Yamaha Xmax saat melepas ekspor ke-1,5 juta unit motor Yamaha di Pabrik PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Pulo Gadung, Jakarta Timur, Senin, 3 Desember 2018

Hanya Karna Model Gaun yang Dikenakannya, Artis Cantik Ini Terancam 5 Tahun Penjara. Kok Bisa, Ini Alasannya

Executive Vice President PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Dyonisius Beti mengatakan, tipe yang paling banyak ekspor adalah Yamaha Nmax sekitar lebih dari 200 ribu unit per tahun. Karena Nmax tidak hanya digemari di indonesia tetapi juga diluar negeri.

Mau Tingkatkan Jumlah Followers di Instagrammu? Ini Caranya

Menurut dia, produksi sepeda motor karya anak bangsa Indonesia sudah diakui dunia. “Kami dipercaya untuk memproduksi beberapa Global Model seperti motor sport R seri dan motor automatic MAXI seperti Xmax dan Nmax untuk dipasarkan ke seluruh dunia,” katanya di Jakarta pada Senin, 3 Desember 2018.

Duh, Kasus AIDS Pelajar dan Mahasiswa di Riau Lebih Tinggi dari PSK

Jadi, lanjut dia, apabila melihat motor tersebut di benua Amerika, Eropa, Australia, Asia, dan bahkan di Jepang, pastilah motor tersebut made in Indonesia.

Liverpool Vs Everton, Jordan Pickford Kualat

Ia melanjutkan, dalam kurun waktu empat tahun, kami berhasil meningkatkan 14,7 kali lipat ekspor dengan kandungan lokal 94 persen. Pabrik Yamaha dapat berperan aktif mendukung perkuatan ekonomi Indonesia. Sehingga menghasilkan surplus perdagangan sebesar Rp 11,8 triliun atau 813,6 juta dolar Amerika pada tahun 2018.

Awal Desember, Yuk Tonton Keseruan Tiga Film Fantasi Ini

Hal tersebut direalisasikan melalui ekspor sepeda motor jenis Xmax, Nmax, Lexi, Aerox, YZF-R3, YZF-R25, MT-03, MT-25, YZF-R15, MX-King dan beberapa model lain yang di ekspor ke 45 negara di 5 benua. Seperti Jepang, Amerika Serikat, Rusia, Jerman, Perancis, dan negara-negara di Asia, Afrika serta Australia.

Rezeki Dibalik Aksi Reuni 212

Dalam pelepasan ekspor ke-1,5 juta unit sepeda motor Yamaha ini Jokowi didampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Ishii Masafumi dan jajaran Yamaha Group serta Stakeholders terkait lainnya. (***)

sumber: tempo.co

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Anak Jokowi, Kaesang pangarep langsung merasa terpanggil ketika sang ayah menyebutkan anaknya ini penjual pisang dan martabak.

Presiden Jokowi diketahui menghadiri acara rapat pimpinan nasional Kamar Dagang Industri (Kadin) perihal Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ( UMKM) di Surakarta, Jawa Tengah, Rabu, 28 November 2018.

Admin Libra, Kamu Apa? Yuk Intip Ramalan Zodiakmu Sabtu 1 Desember 2018

Empat Tahun Jadi Komandan Paspampres, Maruli: Pak Jokowi Tidak Banyak Berubah

Pro dan Kontra Paket Ternak Cacing untuk Diolah Jadi Makanan

Dalam cuitan tersebut, Jokowi menyebutkan bahwa dirinya juga termasuk alumnus UMKM.

Bahkan tak hanya dirinya, keluarga dan anak-anak Jokowi seperti Kaesang Pangarep dan Gibran Rakabuming juga termasuk dalam kategori UMKM.

Dalam cuitannya, Jokowi menyebutkan soal anak-anaknya yang menjual martabak, menjual pisang goreng.

Nikmatnya Tiada Tara Makananmu Mak..

Resep dan Cara Mengolah Gulai Nangka Khas Padang

Mau Tau Caranya Mengolah Babat Sapi agar Empuk dan Tidak Bau, Ini Tipsnya

“Begini-begini, saya adalah alumnus UMKM. Keluarga saya, anak-anak saya, juga masuk dalam kategori UMKM. Ada yang menjual martabak, menjual pisang goreng,” tulis Jokowi di laman akun Instagram pribadinya yang terverifikasi, @jokowi, Kamis, 29 November 2018.

Ini Rahasia Cara Memasak Nasi Goreng yang Lezat Menurut Sains

3 Tips Bagi Anda Pekerja di Belakang Meja Agar Tidak Rentan Gemuk

Ibu Pergi Jadi TKW, Anak Ini Disiksa dan Tak Diberi Makan Sama Ayah Tirinya Hingga Begini

Maka dari itu, Jokowi pun meminta agar masyarakat Indonesia tidak meragukan komitmennya dalam membangun dan mengembangkan potensi UMKM.

“Jadi, jangan meragukan komitmen saya terhadap UMKM,” tambah Jokowi. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kegiatan eksplorasi atau pencarian sumber minyak baru saat ini banyak dilakukan di wilayah lepas pantai. Risikonya, selain butuh sumber daya manusia yang kompeten, teknologi dan pendanaan pun butuh investasi yang besar.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, pengelolaan migas lepas pantai dibutuhkan sekitar US$ 15-20 juta untuk eksplorasi di shallow water.

BACA: MotoGP Valencia Menjadi Balapan Bersejarah untuk Dani Pedrosa

“Sedangkan untuk deep water, satu sumurnya bisa mencapai US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun,” kata Arcandra di hadapan mahasiswa Universitas Borneo Tarakan dalam keterangan tertulis, Senin, 19 November 2018

“Satu sumur (deep water) bisa Rp 1,5 triliun, untuk dapat minyaknya belum tentu. Misalnya kita sudah berinvestasi untuk 4 sumur, berarti Rp 6 triliun, kalau tidak ketemu minyaknya, tidak akan kembali Rp 6 triliun itu,” jelas Arcandra.

Arcandra mengungkapkan, hal seperti inilah yang harus dapat dipahami oleh setiap mahasiswa. Dia menuturkan, itu bukan berarti jadi permasalahan bangsa lantaran tidak mampu mengelolanya, melainkan karena memang dalam pengelolaan sumber daya alam tidak semua berujung pada kesuksesan.

BACA: Mbok Giyah Masih Ingat Tiap Hari Masakkan Satgas TMMD Reg 103

“Dan kita juga harus mengakui adanya gap yang cukup besar baik dari sisi human resources, teknologi dan juga pendanaan yang dimiliki,” lanjutnya.

Terkait sumber daya manusia, Arcandra mengatakan sebenarnya Indonesia mampu mempersempit kesenjangan tersebut. Salah satu caranya adalah dengan belajar dari orang yang memang mampu dan terbukti keahliannya dalam mengelola sumber daya alam.

“Kalau mau menutup gap dari human resources, bukan mengatakan kalau asing tidak boleh masuk. Kita harus terbuka kepada investasi yang masuk sehingga kita bisa belajar untuk mengelola pengelolaan sumber daya alam,” terang Arcandra.

BACA: Viostin, DS, dan, Enzyplex, Meskipun, Ditarik, dari, Pasaran, Tak, Menyebabkan, Pengaruh, Ini

Arcandra menambahkan, Indonesia dituntut untuk meningkatkan kompetensi supaya tidak kalah dari negara lain.

“Menjadi human capital artinya kita harus punya kompetensi. Seseorang disebut kompeten apabila memenuhi tiga pilar, yaitu ilmu, skill dan experience,” tutupnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID,Jakarta – Harga ayam yang melambung tinggi beberapa bulan lalu memberikan tekanan terhadap PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST). Perusahaan pemegang hak waralaba tunggal KFC ini terpaksa menaikkan harga jual.

Direktur FAST Justinus Dalimin mengatakan, pihaknya telah menaikkan harga jual produknya sekitar 3% pada Mei 2018. Namun dia menegaskan kenaikan harga itu hanya diterapkan pada beberapa produk dagangannya.

“Itu hanya beberapa item saja yang lebih kepada ayam, Karena kenaikan harga ayam terus berlangsung,” tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, 29 Agustus 2018.

Harga ayam memang terjadi peningkatan sejak beberapa bulan yang lalu. Bahkan pada Juli 2018 harga ayam sempat menyentuh level Rp 50 ribu per ekor.

Namun dia menegaskan pihaknya tidak akan menaikkan harga jual hingga akhir tahun. Perusahaan juga tetap akan melakukan ekspansi.

Tahun ini perusahaan menargetkan bisa membuka sekitar 60 gerai tahun ini. Adapun belanja modal yang disiapkan mencapai Rp 350 miliar.

Hingga Agustus 2018 perusahaan telah membuka 15 gerai baru. Total belanja modal yang telah digunakan mencapai Rp 120 miliar.

“Seluruh dananya dari internal kami,” ujarnya.

Tahun depan FAST menargetkan bisa membuka 40 hingga 50 gerai KFC yang baru. Belanja modal yang disiapkan masih sama sekitar Rp 350 miliar. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tokyo – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI turut berpartisipasi dalam Festival Indonesia yang diselenggarakan di Hibiya Park, Tokyo, 28 dan 29 Juli 2018.

Dalam festival yang digelar dalam rangka memperingati 60 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jepang ini, dua mitra binaan BNI yang menghasilkan produk laik ekspor diboyong langsung untuk berpromosi di Tokyo.

Mitra-mitra binaan ini dibekali kemampuan pemasaran dan keterampilan lewat Rumah Kreatif BUMN (RKB). Galeri Kerajinan Tenun Ikat Dayak asal Pontianak, Kalimantan Barat dan Jendra Jewelry asal Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi yang beruntung bisa memamerkan langsung hasil produknya di Negeri Sakura.

Meski waktu pameran harus berkurang sehari lantaran kondisi cuaca di Jepang yang tak memungkinkan, kesempatan langka ini diyakini dapat memperlebar pasar ekspor produk UMKM Indonesia. Kesempatan berpromosi ini diharapkan membuka peluang lebih luas dalam menjaring calon pembeli baru dari luar negeri, sehingga nantinya dapat berkontribusi dalam meningkatkan ekspor Indonesia.

Berdasarkan pantauan detikFinance, hingga Sabtu, 27 Juli 2018, kondisi cuaca di Jepang masih belum memungkinkan untuk menyelenggarakan acara ini. Hujan deras hingga angin kencang melanda Tokyo seharian.

Sekretaris perusahaan BNI Ryan Kiryanto mengatakan, BNI membina UMKM ini lewat pelatihan di RKB serta membantu akses permodalannya. Pasalnya masalah yang kerap kali dihadapi oleh para UMKM ini adalah permodalan dan ketersediaan bahan pewarna alami.

Hal itu pula yang dihadapi oleh Galeri Kerajinan Tenun Ikat Dayak. Bahan pewarna alami yang bersumber dari alam kerap kali semakin sulit didapat karena proses pengambilannya yang masih belum memikirkan aspek kelestarian. Untuk itu, BNI juga memberikan pelatihan bagi para penenun Suku Dayak tentang pemanfaatan sumber bahan pewarna yang lebih ramah lingkungan.

“Pada akhirnya, tidak hanya melestarikan budaya serta meningkatkan penjualan dan kesejahteraan penenun, proses pembuatan yang lebih ramah lingkungan dapat memberikan nilai lebih tersendiri,” ujarnya di Tokyo, Jepang, Ahad, 29 Juli 2018.

Gelaran Festival Indonesia juga akan menghadirkan seniman dan musisi Tanah Air. Sejumlah artis akan tampil memeriahkan festival tersebut, salah satunya grup band Gigi. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Harga daging ayam di sejumlah daerah di Indonesia kian hari kian tinggi. Saat ini harga daging ayam potong di pasaran bahkan ada yang mencapai Rp 55.000/ekor.

Harga daging ayam sendiri diprediksi akan terus tinggi hingga akhir Juli ini. Penyebabnya, produksi ayam yang terganggu oleh biaya produksi yang semakin tinggi.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ikut berkomentar mengenai kondisi ini. Menurutnya, dengan kondisi harga daging ayam yang kian tinggi menjadi momen orang-orang bisa beralih mengonsumsi ikan.

Twit Susi tersebut lantas mendapatkan respons yang beragam dari warga net. Beberapa di antaranya bahkan kena ‘semprot’ oleh Susi lantaran mengatakan harga ikan mahal.

“Duhhhh jangan malas cari tahu dong!! ikan laut tongkol, layur, berasan, kakap hitam dll.. harganya dibawah Rp 30.000 .. atau sambil berekreasi mancing .. hati senang ikan dapat,” katanya.

Salah satunya adalah informasi yang diterimanya dari Jambi yang menyebutkan ikan air tawar seperti lele dan patin harganya jauh lebih murah dibanding daging ayam, yakni Rp 16-17 ribu/kg. Selain murah, ikan juga mengandung protein dan omega 3 yang baik bagi kesehatan.

“Ikan bikin sehat & pintar !!!” twitnya. (***)

sumber: detik.com

Garis kemiskinan tercatat pada angka 593.108 per kapita per bulan pada Maret 2018.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Meski telah menurun, garis kemiskinan di Provinsi DKI Jakarta masih tergolong tinggi. Garis kemiskinan tercatat pada angka 593.108 per kapita per bulan pada Maret 2018.

Garis kemiskinan makanan berperan sebagai penyumbang terbesar garis kemiskinan DKI Jakarta, yaitu 66,46 persen. Komoditas bukan lapangan yang juga berperan antara lain perumahan (35,48 persen), listrik (17,60 persen) dan bensin (11,68 persen).

Tiga komoditas yang berperan sebagai penyumbang terbesar garis kemiskinan makanan yaitu beras, rokok kretek filter, dan daging ayam ras.

Pada bulan Maret 2018, sumbangan pengeluaran beras terhadap garis kemiskinan makanan Jakarta sebesar 23,72 persen.

Kebutuhan pokok lain yang berpengaruh cukup besar terhadap garis kemiskinan makanan adalah rokok kretek filter (15,89 persen), daging ayam ras (7,63 persen), telur ayam ras (6,49 persen), mie instan (3,99 persen), kembung (2,91 persen), kopi bubuk dan kopi instan (saset) (2,81 persen), daging sapi (2,47 persen), kental manis (2,31 persen), dan kue kering atau biskuit (2,29 persen).

Untuk menekan angka tersebut, Pemprov DKI Jakarta akan menggalakkan program-program pengendalian harga.

“Terutama harga pangan murah komoditas-komoditas penyumbang garis kemiskinan di antaranya melalui tim pengendalian inflasi daerah (TPID) dan BUMD Pangan yang saya sering sebut sebagai klaster pangan,” ujar Sandiaga di Balaikota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin, 16 Juli 2018. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID – Setelah melalui proses panjang akhirnya Perum Bulog mengumumkan, Kamis, 28 Juni 2018 akan segera menjual beras kemasan sachet seharga Rp2000-an dengan netto 200 gram.

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas) berujar jika beras sachet itu merupakan beras kualitas premium.

Namun Bulog akan melakukan uji coba penjualan beras sachet selama satu bulan.

Hal ini untuk mengetahui sampai mana tingkat kebutuhan masyarakat akan beras sachet ini.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog Imam Subowo mengatakan pihaknya akan melakukan uji coba selama sebulan terlebih dahulu.

“Kita tes pasar dulu, Juli kita turunkan sampai di pasar seperti apa kita akan rilis di Juli jadi cukup satu bulan lah (tes pasar),” katanya.

Setelah melakukan uji coba selama satu bulan baru Bulog akan mengevaluasi untuk menentukan produksi beras kemasan sachet selanjutnya.

“Nanti kebutuhan rill masyarakat seperti apa, apa 200 gram, 250 gram, 300 gram misalnya nanti kita cocokan seperti apa,” ungkapnya.

Imam juga mengatakan masyarakat akan mudah memperoleh beras sachet ini.

“Nanti bakal dijual di ritel. Itu kan supaya memudahkan masyarakat bisa beli beras gampang di Indo*** misalnya,” katanya.

“Kita sudah bicara sama asosiasi jadi nanti bakal dijual di ritel. Bahkan, mereka minta biar dipercepat jualnya,” tambahnya.

Banyak daerah di Indonesia sudah siap menjual beras sachet ini hingga keluar pulau Jawa.

“Jawa barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Jawa Timur siap. Awal Juli pokoknya sudah di divre, sudah gerak,” pungkas Imam. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Indonesia berencana melakukan ekspor 1.034 unit bus ke Bangladesh sebagai salah satu upaya membuka pasar ekspor baru. Berapa harga bus yang diekspor itu?

“Dibeli oleh mereka (Bangladesh) sebanyak 1.034 bus. Jadi harga 1 bus sekitar Rp 1,9 miliar,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan, Arlinda akhir pekan lalu.

Sebanyak 1.034 unit bus yang akan diekspor ke Bangladesh itu, diproduksi oleh perusahaan karoseri dalam negeri yakni CV Laksana.

“Bus kita dari CV Laksana,” singkat dia.

Adapun perihal ekspor bus made in Indonesia ke Bangladesh tersebut, Arlinda mengatakan, hal itu terjadi pada sebuah pameran Industri RI yang mendatangkan investor dan pelaku usaha dari berbagai negara.

Sayang, ia tak merinci perihal pameran produk RI yang dimaksud. namun ia menyebut, dalam transaksi itu disepakati ada sedikitnya 1.034 unit bus yang diekspor dari Indonesia ke Bangladesh. Selain bus, Bangladesh juga membeli lokomotif asal Indonesia.

Total dari transaksi antara Bangladesh dan Indonesia dalam pameran yang sebelumnya disebut mencapai Rp 4,3 triliun.

“Pokoknya kita dapat transaksi hampir US$ 179,79 miliar atau Rp 4,3 triliun antar ke 2 negara (RI-Bangladesh),” tandasnya. (***)

sumber: detik.com

Kebijakan impor beras dilakukan saat petani sedang panen raya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Cirebon – Para petani di sentra produksi beras Kabupaten Cirebon dan Indramayu sangat menentang kebijakan impor beras yang kembali dilakukan pemerintah. Telebih lagi, saat ini petani sedang panen raya dengan produksi yang meningkat.

“Ditengah panen raya dan produksi yang meningkat, kok malah impor? Pantas tidak?,” kata Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indnesia (HKTI) Kabupaten Cirebon, Tasrip Abu Bakar, saat dihubungi Republika, Kamis, 17 Mei 2018.

Tasrip mengatakan, produksi panen petani di Kabupaten Cirebon saat ini rata-rata mengalami kenaikan sekitar sepuluh persen. Yakni dari 5,5 ton per hektare pada tahun lalu menjadi 6,1 ton per hektare pada tahun ini.

Ditengah panen raya saat ini, lanjut Tasrip, harga gabah petani terus mengalami penurunan. Untuk gabah kering giling (GKG), harganya kini Rp 4.400 per kg. Padahal saat awal panen, harga GKG masih Rp 4.800 per kg.

Tasrip pun menyoroti kinerja Bulog yang dinilainya tidak berperan dalam menyerap gabah petani. Saat ini, gabah petani diserap oleh tengkulak atau pengepul. Padahal, pengepul itu nantinya rentan mempermainkan harga gabah dan beras di saat petanisudah tidak memiliki stok gabah lagi.

Tarip juga menilai ada sistem yang mesti dibenahi dalam rantai penjualan beras. Dia mengatakan, dengan harga gabah di tingkat petani yang kini mencapai Rp 4.400 per kg, maka harga beras di pasaran semestinya Rp 7.500 per kg. Namun kenyataannya, harga beras masih di kisaran Rp 10 ribu per kg.

“Ada sistem yang harus diperbaiki. Bukan dengan cara impor,” kata Tasrip menegaskan.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang. Dia pun menolak dengan tegas impor beras yang kembali dilakukan pemerintah.

“Sekarang sedang panen raya. Harga gabah petani juga turun terus,” kata Sutatang.

Sutatang menyebutkan, harga GKG di tingkat petani di Kabupaten Indramayu saat awal panen mencapai Rp 5.000 Rp 5.500 per kg. Namun saat ini, harganya turun menjadi Rp 4.800 per kg.

Secara kuantitas, lanjut Sutatang, produksi panen petani meningkat dibandingkan tahun lalu. Dia menyebutkan, saat ini produksi panen bisa mencapai di kisaran 8,2 tonper hektare.

Selain itu, secara kualitas, hasil panen kali ini juga bagus karena didukung faktor cuaca dan relatif aman dari serangan hama.

Sutatang menyatakan, impor beras yang dilakukan pemerintah sangat merugikan petani. Apalagi, petani sudah berusaha keras untuk menghasilkan produksi beras dengan kuantitas dan kualitas yang tinggi. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) prihatin atas peristiwa meledaknya bom yang terjadi di Surabaya. Peristiwa yang terjadi di 3 lokasi gereja menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.

“Kami sangat prihatin atas kejadian ini” kata Direktur Utama BEI Tito Sulistio dalam keterangan resmi di Jakarta, Ahad, 13 Mei 2018.

Tito mengimbau kepada seluruh pelaku pasar untuk tetap tenang dan beraktivitas secara normal. Dia mengatakan, peristiwa bom tidak berpengaruh besar ke pasar modal.

Pengalaman pada teror bom Thamrin 14 Januari 2016, menunjukkan teror tersebut tidak berpengaruh besar terhadap kegiatan di pasar modal. Pada saat terjadinya teror, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terkoreksi sebanyak 77,86 poin atau sebanyak 1,72% di level 4.459,32. Namun koreksi IHSG tersebut hanya reaksi sesaat karena pada penutupan perdagangan sesi II di hari yang sama IHSG hanya melemah tipis 0,53%.

Keesokan harinya, IHSG justru menguat 0,24%. Investor di pasar modal tidak terpengaruh oleh teror yang terjadi.

Tito juga meyakini teror bom Surabaya juga tidak akan berpengaruh besar terhadap aktivitas di pasar modal. Secara fundamental perusahaan tercatat yang tergabung dalam LQ45 menunjukkan kinerja yang solid dengan rata-rata pendapatan meningkat sebesar 15,96% dan laba bersih meningkat 11,68% pada kuartal 1 2018 dibandingkan dengan kuartal 1 2017.

Tito mengimbau agar investor dan seluruh pelaku pasar modal tidak bereaksi berlebihan dan tetap optimis terhadap stabilitas keamanan nasional.

Sebagai wujud keprihatinan atas tragedi di Surabaya, BEI meminta seluruh SRO dan anak perusahaan dalam 3 hari ini sejak Senin, 14 Mei 2018 sampai dengan Rabu, 16 Mei 2018 untuk mengenakan pakaian putih dengan pita hitam di lengan kanan.

Kemudian, juga mengimbau perusahaan tercatat dan anggota bursa untuk melakukan hal yang sama. (***)

sumber: detik.com

Kapasitas terpasang pembangkit listrik panas bumi mencapai 1.924,5 MW.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kapasitas terpasang pembangkit listrik panas bumi (PLTP) hingga triwulan I tahun 2018 ini mencapai 1.924,5 MW dari target hingga akhir tahun sebesar 2.058,5 MW.

Capaian sebesar 1.924,5 MW tersebut menempatkan Indonesia pada posisi kedua di dunia setelah Amerika Serikat dalam memanfaatkan panas bumi sebagai tenaga listrik. Indonesia menggeser posisi kedua yang sebelumnya ditempati Filipina.

“Hingga triwulan I tahun 2018 atau hingga akhir bulan Maret 2018 sebesar 1.924,5 MW. Dengan capaian ini kita patut bangga karena dengan capaian sebesar itu kita melebihi Filipina yang sebesar 1.870 MW. Artinya itu, kita telah menjadi produsen panas bumi nomor 2 di dunia,” ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Rida Mulyana melalui keterangan tertulisnya, Ahad, 29 April 2018.

Saat ini Indonesia memiliki cadangan panas bumi sebesar 17.506 MW dan sumber daya sebesar 11.073 MW. Dengan pemanfaatan yang masih sekitar 11,03 persen dari cadangan yang ada ini menjadi peluang besar bagi para investor untuk mengembangkan panas bumi sekaligus memenuhi kebutuhan energi nasional.

Rida menyampaikan penambahan kapasitas terpasang PLTP tahun 2018 berasal dari beroperasinya PLTP Karaha Unit 1 (30 MW) dan PLTP Sarulla Unit 3 (110 MW, COD 2 April 2018: 86 MW).

Sementara itu, akan menyusul pada pada semester kedua di tahun ini PLTP Sorik Marapi Modullar Unit 1 (20 MW) (Agustus 2018), PLTP Sorik Marapi Marapi Modullar Unit 2 (30 MW) (Desember 2018), PLTP Lumut Balai Unit 1 (55 MW) (Desember 2018) dan PLTP Sokoria Unit 1 (5 MW) (Desember 2018).

Potensi panas bumi di Indonesia termasuk yang terbesar di dunia dengan potensi sumber daya sebesar 11.073 MW dan cadangan sebesar 17.506 MW. Indonesia memiliki potensi panas bumi yang melimpah dengan 331 titik potensi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Setelah menggeser posisi Filipina sebagai produsen listrik panas bumi kedua terbesar di dunia, Pemerintah memproyeksikan Indonesia akan menjadi penghasil listrik dari tenaga panas bumi terbesar di dunia pada 2023 mendatang mengalahkan Amerika dengan kapasitas listrik panas bumi mencapai 3.729,5 MW.

Untuk memasifkan pemanfaatan panas bumi sebagai energi, Pemerintah terus memberikan kemudahan kepada para investor panas bumi melalui pemberian insentif fiskal dan nonfiskal.

Selain itu, pemerintah juga telah menerbitkan regulasi khusus mengenai panas bumi yaitu Undang-Undang No. 21 Tahun 2014 tentang Panas Bumi, Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 2017 tentang Panas Bumi Untuk Pemanfaatan Tidak Langsung serta peraturan-peraturan teknis lainnya.

Dua regulasi tersebut mengubah mindset lama bahwa pengembangan panas bumi bisa dilakukan di kawasan hutan konservasi karena tidak lagi dikategorikan sebagai usaha pertambangan. (***)

sumber: republika.co.id

Pasokan untuk beras, minyak goreng, dan gula pasir tercukupi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Padang – Pemerintah memerintahkan Perum Bulog menjadi penyeimbang harga bahan pangan strategis di pasaran.

Sejumlah komoditas yang menjadi fokus Bulog adalah beras, daging sapi, daging ayam, telur ayam, minyak goreng, dan gula pasir.

Bila terjadi kelangkaan pasokan untuk komoditas tersebut, Bulog siap mengguyur pasar dengan stok yang telah disimpan di gudang atau mendatangkan pasokan baru dari petani dan asosiasi.

Kepala Divre Bulog Sumatra Barat, Suharto Djabar, memastikan ketersediaan cadangan pasokan untuk beras, minyak goreng, dan gula pasir tercukupi di gudang.

Sementara untuk daging, bawang merah, dan cabai merah, Bulog akan berkoordinasi dengan asosiasi peternak dan petani untuk menjamin rantai pasok aman dari level petani sampai pasar.

Bulog juga akan memainkan perannya sebagai penjaga harga pangan strategis melalui operasi pasar.

Pedagang diingatkan untuk menjual bahan pangan strategis sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan.

Gula pasir misalnya, diberikan HET seharga Rp 12.500 per kg, daging beku Rp 80 ribu per kg dan minyak goreng curah kemasan pada Rp 11 ribu per liter.

Sementara beras premium dijual dengan HET Rp 13.300 per kg, beras medium Rp 9.850 per kg, dan daging Rp 80 ribu per kg.

Suharto mengatakan, Bulog saat ini memiliki stok beras sebanyak 15 ribu ton yang aman untuk menjaga harga pasar selama enam bulan ke depan. Beras Bulog juga akan disalurkan untuk program keluarga sejahtera atau rastra.

Sementara untuk gula pasir, Bulog memiliki cadangan pasokan sebanyak 2.000 ton yang sebagiannya sudah didistribusikan ke ritel-ritel modern dan pasar tradisional di Sumbar.

Untuk minyak goreng, Bulog juga menyiapkan pasokan sebanyak 10 ribu liter.

Khusus untuk daging, Bulog Sumbar juga akan mendatangkan 28 ton daging beku di pekan ketiga April 2018. “Jadi semuanya cukup. Gula kalau masih kurang kami datangkan dari Jakarta. Sementara minyak goreng kami tambah dari Lampung,” katanya.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Perdagangan Dody Edward menambahkan bahwa Bulog diminta menjaring mitra untuk mendistribusikan cadangan pasokan yang dimiliki.

Ia mewanti-wanti, komoditas yang perlu dijaga paling utama adalah beras dengan kualitas medium dan premium.

“Tujuannya agar masyarakat memiliki pilihan. Di mana masyarakat memilih sesuai dengan seleranya dan sesuai kebutuhan yang ada. Saya kira itu,” katanya. (***)

sumber: republika.co.id

Penjualan bawang putih murah akan berakhir pada Kamis.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Perkumpulan Petani dan Pengusaha Bawang Indonesia (P3BI) menggelar penjualan bawang putih murah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu 28 Maret 2018. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menurunkan harga bawang putih yang saat ini naik di pasaran.

Pengurus P3BI Nurul Shanti Wardhani mengungkapkan, penjualan bawang putih murah tersebut telah dilakukan sejak Selasa, 27 Maret 2018 hingga Kamis 29 Maret 2018 besok.

Bawang putih dijual dengan harga murah, seharga RP 18.500 per kilogram.

“Penjualan bawang putih dari kemarin sampai besok di hari terakhir, itu adalah komitmen dari PT Haniori selaku importir dari bawang putih yang ikut berperan mengusahakan agar harga bawang putih turun,” kata Nurul di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu, 28 Maret 2018.

Nurul menjelaskan, rata-rata harga bawang putih yang beredar di pasaran saat ini mencapai hingga Rp 40 ribu. Di mana, secara random, lanjut Nurul, di beberapa pasar di Jakarta, harga bawang putih mencapai Rp 30 ribu.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga komoditas bawang putih ukuran sedang berada per 27 Maret 2018 terpantau sekitar Rp 35.700 per kilogram, sementara per 28 Maret 2018 mencapai Rp 35.900.

“Ini PT Haniori dengan komitmennya membantu para konsumen agar mendapatkan harga bawang putih lebih murah dari yang ada di outlet sekarang ini,” kata Nurul.

Bawang putih yang dijual di Pasar Induk Kramat Jati oleh P3BI mencapai 28 ton per hari. Sehingga dalam tiga hari penjualan ini mencapai 84 ton.

“Jadi yang sudah dijual kemaren itu, ini kan 1 bal (beratnya) 20 kilo, nah satu kontainer ini kan isinya 1450 bal. Kurang lebih 28 ton dalam sehari. Sampai besok sebanyak ini juga yang dijual,” tambahnya. Sementara itu, koordinator pedagang bawang putih Pasar Induk Kramat Jati Sarsulin Rasad mengaku, sejak Januari 2018 lalu pasokan bawang putih sudah mulai berkurang.

Sehinga, harga bawang putih terus melonjak karena berkurangnya pasokan.”Pasokan sempat kurang. Kurangnya dari Januari, Februari udah mulai berkurang. Harganya juga naik-naik terus,” kata Rasad.

Rasad sendiri tidak dapat memastikan berapa pasokan bawang putih yang masuk per harinya di Pasar Induk Kramat Jati. Namun, pasokan yang datang merupakan impor dari Cina.

Seperti diketahui, Kementrian Perdagangan mengakui jika sejumlah komoditas pangan di Indonesia masih mengandalkan impor. Kebijakan itu dilakukan dalam rangka menjaga keseimbangan harga dan ketersediaan untuk masyarakat.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito menyatakan, 95 persen kebutuhan bawang putih di Indonesia masih dipenuhi oleh impor dari Cina. Meski begitu, ia tetap berupaya untuk meningkatkan tingkat produksi bawang putih dalam negeri bersama Kementrian Pertanian.

“Bawang putih 95 persen impor. Harus ada keseimbangan untuk mewujudkan itu dengan kebijakan impor bawang putih,” kata Enggar beberapa waktu lalu. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pekanbaru – WAKIL Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman memprotes kenaikan harga bahan bakar minyak jenis pertalite dari Rp 8.000 menjadi Rp 8.150 per liter yang merupakan kenaikan kedua sejak awal tahun ini.

“Di tengah usaha kami (daerah) mengendalikan situasi harga bahan bakar pertalite dan pasokan bahan bakar premium. Pertamina malah menaikan kembali untuk kedua kalinya harga dasar pertalite,” kata Noviwaldy Jusman di Pekanbaru, Ahad 25 Maret 2018.

Sebelumnya, PT Pertamina Persero mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak jenis pertalite. Harga baru itu mulai berlaku 24 Maret 2018 pukul 00.00 WIB.

Politisi Demokrat ini menyayangkan kenaikan itu terjadi di tengah usaha DPRD dan Pemprov Riau melakukan kajian penurunan pajak bahan bakar kendaraan bermotor, sebagai solusi untuk menurunkan harga pertalite.

“Bahkan disaat kami masuk tahap akhir revisi perda, tapi malah dinaikan,” sebutnya.

Ia mengatakan penurunan pajak bahan bakar kendaraan bermotor yang tengah diproses berdampak pada pendapatan asli daerah yang diterima Riau. Namun, justru sebaliknya kenaikan harga dasar BBM yang ditetapkan pemerintah pusat menambah keuntungan negara.

“Keuntungan negara akan bertambah, kalau saya pribadi akan memahami karena hutang negara kita banyak tapi apakah semua rakyat Riau bisa paham sementara akibat dari berkurangnya pajak berdampak pada PAD Riau,” katanya. (***)

sumber: galamedianews.com

Enggar optimistis, harga kebutuhan pokok akan terus stabil sampai Idul Fitri 1939 H.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita, telah melakukan berbagai antisipasi untuk mengatasi kenaikan harga pangan atau kebutuhan pokok menjelang Ramadan yang tinggal dua bulan lagi. Enggar optimistis, harga kebutuhan pokok akan terus stabil sampai Idul Fitri 1939 H.

“Sekarang aman dan harga ini tidak lagi ada gejolak. Itu sendiri sudah hal yang positif dan sudah tren penurunan. Sekarang bersyukur penurunan tidak terjadi drastis, tetapi secara gradual,” ujar Enggar usai rapat koordinasi kebijakan perdagangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1439 H di El Royale Hotel, Jumat 23 Maret 2018.

Menurut Enggar, dengan pengaturan kebijakan perdagangan ini, pada awal April 2018 pihaknya sudah bisa memproyeksikan kebutuhan harga pokok pada awal Ramadan. Sehingga, antisipasi dapat dilakukan sedini mungkin.

Menjelang pertengahan Mei atau awal puasa, semua harga kebutuhan pokok dapat terkendali sesuai HET (harga eceran terendah). Misalnya, untuk mengendalikan harga beras, ia sudah berkoordinasi dengan Bulog untuk melepas beras ke pasaran menjelang Ramadhan. “Dengan stok yang ada, panen raya yang segera kita alami, dan ini semua jadi cadangan baru, jangan ada kekhawatiran,” katanya.

Enggar mengatakan, pengusaha dan pedagang akan melepaskan barang dengan harga rendah. Sebentar lagi kita gelontorkan beras,” katanya. Terkait adanya isu mengenai impor beras, ia berharap jangan sampai menjadi polemik. Karena, ia akan mengimpor beras sebanyak 500 ribu ton.

Saat ini, baru 281 ribu ton yang masuk ke Indonesia. Tugas pemerintah, adalah menyediakan stok beras dengan prioritas pengadaan dari dalam negeri. “Berapa pun panen, sesuai Inpers 5, akan terserap. Petani tidak akan rugi, yang terpotong adalah tengkulak,” katanya.

Enggar berharap, semua pihak jangan terlalu alergi dengan upaya impor. Karena, negara seperti Thailand dan Vietnam, mampu mengekspor beras dan jagung, sekaligus mengimpor beras dan jagung tertentu yang dibutuhkan. “Indonesia pun, mengekspor jagung dan mengimpor jenis jagung tertentu untuk kebutuhan industri,” katanya. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Ponorogo – Ponorogo yang terkenal dengan makanan khasnya sate, ternyata membawa peluang usaha sendiri bagi sebagian warga bumi reog. Seperti yang dilakukan Didik (36) warga Desa Turi, Kecamatan Jetis, Ponorogo. Didik salah satu pembuat tusuk sate beromzet Rp 12 juta/bulan.

“Tiap bulan saya mampu menghabiskan 1,5 ton bambu untuk dijadikan tusuk sate,” tutur Didik saat ditemui di rumahnya, Selasa 13 Maret 2018.

Didik menjelaskan sejak dua tahun terakhir, dirinya terjun menjadi pembuat tusuk sate karena tergiur banyaknya permintaan tusuk sate. Bahan yang digunakan bambu jenis ori dan petung. Untuk bambu jenis petung, dia datangkan dari Wonogiri. Sedangkan ori banyak pemasok dari Ponorogo sendiri.

Modal yang dia gunakan untuk usaha ini tidak tanggung-tanggung, sekitar Rp 100 juta. Mulai dari beli bambu, alat membuat tusuk, belerang dan membayar pekerja.

Saat ini Didik tidak hanya membuat tusuk sate saja, dia juga membuat tusuk sempol, jajanan yang sedang melejit di Ponorogo. “Ukuran tusuk sate pun bermacam-macam tergantung permintaan pelanggan. Ada yang 20 cm panjangnya, ada yang 25 cm dan 30 cm,” terang Didik.

Dibantu tiga orang, dalam satu hari Didik mampu memproduksi satu kwintal tusuk sate basah. “Tusuk sate yang sudah jadi tidak bisa langsung dipasarkan tapi harus dikeringkan terlebih dahulu,” ujar Didik.

Sementara itu ada yang berbeda produksi tusuk sate Didik dibanding yang lainnya. Tusuk sate buatan Didik lebih awet dan tidak mudah berjamur. Pasalnya ada proses penguapan dengan menggunakan belerang. “Tusuk sate buatan saya bisa tahan 6 bulan tanpa berjamur,” papar Didik.

Saat ini akibat musim penghujan yang terus menerus melanda Ponorogo, Didik pun membeli oven untuk mengeringkan tusuk sate buatannya. “Karena hujan hampir tiap hari saya kesulitan saat proses pengeringan, jadinya sekarang pakai oven supaya cepat pengeringannya,” imbuh Didik. (***)

sumber: detik.com