PERBANKAN

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – PT Jasa Raharja (Persero) menggaet PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI untuk mengembangkan penerimaan Iuran Wajib Kendaraan Bermotor Umum (IWKBU) secara digital melalui e-collection.

Digitalisasi tersebut dilakukan demi mengikuti kemajuan teknologi dan membangun cashless society.

Kerja sama tersebut ditandai dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ‘Penggunaan Layanan Integrated Cash Management’ antara Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Adi Sulistyowati dengan Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo Slamet serta Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama ‘Penggunaan Layanan Integrated Cash Management’ antara Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Adi Sulistyowati dengan Direktur Keuangan Jasa Raharja Myland di Jakarta pada Jumat, 3 Mei 2019.

Pikirkan Lagi, Ini Resiko Turunkan Berat Badan Melalui Operasi

Adi Sulistyowati yang akrab disapa Susi menjelaskan layanan integrated cash management yang diberikan oleh BNI dimaksudkan untuk membantu pengelolaan keuangan Jasa Raharja. Sehingga pihak Jasa Raharja dapat memelihara posisi keuangannya secara efektif dan efisien guna memenuhi kebutuhan operasional dan likuiditasnya.

Dengan adanya peningkatan jumlah uang santunan kecelakaan sebesar 100%, dibutuhkan suatu cara untuk mempercepat penerimaan dana. Sistem e-collection ini diterapkan oleh Jasa Raharja untuk mempercepat penerimaan dana untuk mendukung kelancaran kegiatan operasional.

Jelang Ramadhan, Harga Bawang Putih Tembus Rp 80.000/Kilogram

“Penerapan dari sistem e-collection yang terintegrasi ini akan memberikan lebih banyak manfaat bagi Jasa Raharja, antara lain data pembayaran kendaraan dari PO bus/travel dan status kendaraan bermotor dapat dipantau secara real time. Dengan sistem ini akan meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan Jasa Raharja,” ujar Susi.

Fasilitas virtual account tersebut sekaligus terintegrasi langsung dengan aplikasi JR-Ku. Melalui aplikasi JR-ku, pemilik PO Bus dan Travel dapat langsung melakukan pembayaran IWKBU melalui nomor virtual account yang dibuat secara otomatis dengan memasukkan nomor polisi kendaraan dan nama PO bus/travel di aplikasi virtual account.

Dengan adanya sinergi ini, Jasa Raharja dapat memperoleh penerimaan pendapatan dari iuran wajib kendaraan secara lebih cepat. Program ini akan menjadi salah satu program yang strategis untuk memperkuat dan memperluas jaringan BNI dalam meningkatkan layanan perbankan serta dapat mengoptimalkan layanan perbankan dari segi layanan dan kapabilitas.

“Virtual account BNI akan memudahkan perusahaan-perusahaan operator angkutan umum untuk menyetorkan iuran wajib dari bank manapun juga dan tidak harus melalui rekening BNI.

Virtual account debet juga memudahkan bagi Jasa Raharja untuk dapat cepat membayarkan santunan bagi korban kecelakaan dan pembayaran biaya perawatan rumah sakit tanpa harus membuka rekening.

Selain itu, BNI melengkapi sistem Cash Management BNI untuk membantu Jasa Raharja dalam memonitor seluruh transaksi keuangan dan mengelola keuangannya. Ke depan, BNI dan Jasa Raharja akan terus meningkatkan layanan bagi masyarakat,” tutup Susi. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk (BBRI) terus memacu pertumbuhan kredit kendaraan bermotor (KKB). Kerjasama dengan multifinance di segmen commercial used vehicle jadi andalan mendorong kredit ini.

Yang terbaru, BRI juga baru meneken kerjasama dengan PT Trihamas Finance dalam menyalurkan uncomitted loan senilai Rp 600 miliar.

“Kerjasama ini bentuknya joint venture dimana kami akan berikan pendanaan sebesar 95%, dan 5% oleh Trihamas,” kata Executive Vice President Consumer Loan BRI Sutadi.

Trihamas merupakan perusahaan multifinance yang berfokus terhadap pembiayaan mobil komersial bekas.

Sedangkan kerjasama dengan BRI sejatinya telah dilakukan sejak 2010. Sebelumnya pada September 2018, BRI juga telah memberikan pinjaman serupa dengan nilai Rp 300 miliar.

Sutadi menambahkan, pasar mobil bekas dibidik BRI lantaran masih memiliki potensi yang besar dibandingkan kendaraan baru. Di sisi lain resikonya juga lebih minim.

“KKB ini ada dua jenis, yang pertama secara individual, kedua kerjasama dengan multifinance seperti dengan mutifinance Trihamas ini. Nah untuk kerjasama ini kami memang pilih segmentasi yang masih untung, dan kebanyakan memang pasarnya yang masih tumbuh itu dari commercial used car,” jelasnya.

Tahun lalu segmen kendaraan komersial bekas ini memang menopang realisasi KKB BRI. Dari total KKB yang dicairkan senilai Rp 4 triliun, segmen commercial used vehicle berkotribusi senilai Rp 1,3 triliun. Dengan rasio non performing loan(NPL) sebesar 0,34%.

Hingga kuartal I-2019, Sutadi bilang pertumbuhan KKB BRI telah mencapai 34%, dimana hingga akhir 2019 bank terbesar di tanah air ini membidik pertumbuhan hingga 35%.

“Secara keseluruhan kami suda bekerjasama dengan kurang lebih 25 multifinance untuk penyaluran KKB. Meskipun kontribusinya ke kredit konsumer memang tak terlalu besar, karena kami kan juga memiliki BRI FInance yang jadi tumpuan,” lanjut Sutadi. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Siapa sih yang tidak ingin punya rumah sendiri? Apalagi jika sudah berkeluarga, rumah akan jadi prioritas.

Tapi bagaimana jika penghasilan kita hanya RP 3 juta.

Yuk ikuti cara hitung-hitungannya.

Harga rumah naik setiap tahun.

Sering kali angka kenaikannya tidak berbanding lurus dengan jumlah penghasilan seseorang.

Terlebih bagi karyawan yang memiliki gaji pas-pasan, termasuk mereka dengan penghasilan di kisaran upah minimum regional (UMR).

Tentu saja, peningkatan harga ini makin memberatkan keinginan untuk membeli rumah sesuai pendapatannya.

Namun, sebenarnya untuk Anda yang mempunyai penghasilan pas-pasan atau setara UMR masih bisa mewujudkan cita-cita mempunyai rumah idaman asalkan mengetahui caranya.

Menurut Financial Trainer QM Financial Ligwina Hananto, orang yang bergaji UMR bisa menyisihkan sebesar 20 hingga 30 persen dari gaji bulanannya agar bisa digunakan untuk membayar down payment (DP) atau uang muka pembelian rumah.

Selain itu, jika ada bonus dan tunjangan hari raya (THR) yang diberikan dari perusahaan dalam waktu tertentu, sebaiknya disisihkan sebagian sebagai tambahan tabungan.

“Sisihkan 20 sampai 30 persen per bulan, plus kalau ada tambahan dari bonus dan THR,” ucap Ligwina

Sebagai ilustrasi, dia mencontohkan, karyawan dengan gaji Rp 3 juta per bulan.

Bila harus menyisihkan minimal 20 persen dari gajinya, maka setiap bulan ada tabungan Rp 600.000.

Kemudian, dikalikan 12 bulan atau selama setahun, hasilnya adalah Rp 7.200.000.

Jika ada bonus sebesar 50 persen dari gaji, maka ada tambahan Rp 1.500.000.

Ditambah lagi pemberian THR yang juga sebesar 50 persen dari gaji, ada tambahan lagi Rp 1.500.000.

Jadi total dana tambahannya sebanyak Rp 3 juta.

itambah Rp 3 juta tadi menghasilkan dana Rp 10.200.000.

Selanjutnya, bila dikalikan tiga tahun berturut-turut, karyawan tersebut akan memiliki tabungan dengan jumlah total Rp 30.600.000.

Uang sebanyak itu sudah bisa digunakan untuk membayar uang muka KPR rumah dengan harga Rp 300 jutaan dengan ketentuan loan to value (LTV) 10 persen.

“Jadi dalam tiga tahun bisa mempunyai DP untuk membeli rumah,” imbuh Ligwina.

Selain skema tersebut, karyawan bergaji UMR juga bisa memanfaatkan program kepemilikan rumah yang ditawarkan oleh pemerintah.

Selama ini ada beberapa program yang dikeluarkan, baik dari pemerintah pusat maupun daerah, misalnya DP 0 persen.

“Ada program DP 0 persen dari pemerintah pusat untuk penghasilan Rp 4 juta sampai Rp 7 juta per bulan. Ada juga program perumahan dari BPJS Ketenagakerjaan,” lanjutnya.

Dia juga mencontohkan program rumah susun hak milik (rusunami) yang dihasilkan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ketika di bawah kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.

“Kalau dulu di DKI ada rusunami yang bisa disewakan dengan harga sangat rendah, khusus untuk penghasilan terbatas. Itu zaman Pak Ahok, sekarang enggak tahu masih jalan atau enggak,” tambahnya.

Ligwina menambahkan, memiliki rumah itu artinya harus mampu membayar uang muka, pajak, angsuran, dan biaya pemeliharaannya.

Maka dari itu, dia menyarankan, jika belum mampu membiayai semua keperluan itu, sebaiknya menyewa rumah atau indekos terlebih dahulu.

“Kalau belum mampu urus itu semua, ya menyewa dan kos dulu. Semua ya harus sesuai kemampuan. Kemampuan ini bisa dihitung,” lanjutnya.

Dia pun menganjurkan kepada orang yang sudah berumah tangga agar sebaiknya memiliki sumber penghasilan dari suami dan istri.

Dengan begitu, kemampuan keuangan keluarga akan lebih tinggi untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari dan memenuhi keperluan lain sesuai rencana. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang jatuh pada 21 Februari, serangkaian promo menarik produk BCA dan anak perusahaan siap dibagikan melalui BCA Expoversary 2019 pada 22-24 Februari 2019 mendatang di ICE BSD, Tangerang.

Pameran ini yang mengusung konsep one stop services tersebut menyuguhkan beragam penawaran menarik, seperti kendaraan, hunian idaman, suguhan food beverages kekinian, fashion trendy, gawai terbaru, elektronik, dan promo tiket pesawat murah untuk paket wisata menarik ke dalam dan luar negeri.

Wow Ternyata Susu Dingin Bagus untuk Pencernaan, Juga Ampuh Pangkas Lemak2019/02/04

“Di usia BCA yang semakin matang, kami memiliki komitmen dan tekad untuk terus membangun loyalitas masyarakat khususnya nasabah BCA melalui produk dan layanan kami. BCA akan menawarkan promo-promo spesial yang hanya ditawarkan di BCA Expoversary,” ujar Ketua Panita BCA Expoversary Petrus Karim dalam pernyataan tertulisnya, Senin, 4 Februari 2019.

BCA Expoversary 2019 akan melibatkan berbagai merek mobil, sepeda motor, dan developer. Tak hanya itu, akan ada ratusan tenant travel, F&B, fesyen, gawai, dan elektronik.

Jebol kamar Mandi, Pria Ini Ancam Pemandu Lagu dan Diajak Begini

Tidak ketinggalan, hadir juga beberapa mitra e-commerce yang memberikan penawaran yang tidak kalah menarik. Pembayaran melalui Sakuku, Kartu Debit BCA, dan Kartu Kredit BCA dapat Anda gunakan selama transaksi di BCA Expoversary 2019.

Pengunjung bisa pula menikmati program menarik Reward BCA berupa lelang berhadiah motor, gawai terkini dan hadiah menarik lain, serta voucer dobel belanja dengan menukarkan Reward BCA.

“BCA Expoversary 2019 juga akan hadir dengan solusi istimewa lain, seperti digital banking solution dan investment & protect solution. Hadir spesial di lima hall ICE BSD, nantikan kemeriahan BCA Expoversary 2019,” tutup Petrus. (***)

sumber: wartaekonomi.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Perbankan, terutama bank milik negara, menjadikan penyaluran kredit infrastruktur sebagai tumpuan untuk menggenjot kinerja intermediasi. Peluang di sektor ini dianggap masih menjanjikan karena besarnya kebutuhan pembiayaan.

Meski demikian, perbankan harus waspada, sebab karakteristik pembiayaan infrastruktur yang bersifat jangka panjang harus didanai oleh sumber dana yang jangka panjang pula, sehingga tak mengganggu likuiditas.

Duarr.. Ibu Rumah Tangga Ini Terpental ke Atas Truk Setelah Motor yang Dikendarainya Nabrak Moncong Mobil

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk misalnya mengungkapkan masih memiliki ruang untuk kredit infrastruktur hingga Rp 100 triliun, setelah sepanjang tahun lalu mencatatkan outstanding kredit infrastruktur sebesar Rp 182,3 triliun. “Limit kami untuk kredit infrastruktur Rp 285 triliun, jadi masih ada room sekitar Rp 100 triliun lagi sebenarnya, tapi memang itu bergantung pada kondisi likuiditas,” ujar Chief Financial Officer Bank Mandiri Panji Irawan, kepada Tempo, Rabu 30 Januari 2019.

Panji menuturkan untuk memitigasi keterbatasan likuiditas jangka panjang itu, perseroan pun mulai mengembangkan sumber pendanaan yang lebih luas lagi. “Karena itu tahun ini kami akan lebih banyak masuk ke instrument jangka panjang, seperti bilateral loan, lalu kemungkinan masuk juga ke obligasi (bond) valas tahun ini,” katanya. “Jadi matching nanti kredit jangka panjang ketemu sumber dana jangka panjang juga.”

Ahmad Dhani Ditahan, Ari Wibowo: Jadikan Pelajaran Buat Semua

Menurut Panji, hingga saat ini kredit infrastruktur masih menjadi andalan perseroan, dengan porsi mencapai 20 persen dari total portofolio kredit keseluruhan secara konsolidasi. “Untuk preferensinya ada migas, transportasi, telekonuminasi, jalan tol, fasilitas kota, listrik, dan lainnya,” ucapnya.

Keinginan untuk mengoptimalkan peluang kredit infrastruktur juga diutarakan oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Sepanjang tahun lalu, BNI telah mengucurkan kredit infrastruktur hingga Rp 110,6 triliun atau tumbuh 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. “Di 2019 kami memproyeksikan kredit infrastruktur dapat tumbuh di kisaran 10-12 persen,” kata Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta, kepada Tempo.

Pacar Vanessa Angel Minta Jane Shalimar Tak Umbar Kebaikan di Sosmed, Ini Respon Jane Shalimar

Adapun komposisi terbesar dari kredit infrastruktur perseroan didorong oleh proyek sektor jalan tol, yang mencapai 32 persen dari total keseluruhan. “Kami optimistis peluangnya masih tinggi tahun ini sejalan dengan proyek pemerintah, selain tol proyek lain yang berpeluang tumbuh ada proyek kelistrikan, transportasi, dan telekomunikasi,” katanya.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finances (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara berujar eksposure besar dalam pembiayaan infrastruktur menjadi salah satu alasan rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR) atau likuiditas perbankan bergerak ketat beberapa waktu terakhir. “

“Solusinya sumber pendanaan infrastruktur harus banyak melibatkan swasta, dan pencarian dana bisa menggunakan kredit sindikasi perbankan di luar negeri,” ujarnya. Menurut dia, saat ini beban tersebut banyak diambil alih oleh perbankan BUMN. “Kalau sekarang banyak libatkan bank BUMN pasti ada tekanan likuiditas.”

Upaya diversifikasi pendanaan infrastruktur non perbankan itu pun terus digenjot. Direktur Utama Mandiri Sekuritas Silvano Rumantir mengatakan di tengah kondisi saat ini, perusahaan bertugas untuk melengkapi penawaran solusi pendanaan infrastruktur, khususnya dari sisi pasar modal (capital market) dan penanaman modal asing (foreign direct investment). “Di capital market misalnya kami meluncurkan produk-produk inovatif, seperti Komodo bond sudah dua kali terbit, dan tahun ini kami harapkan ada produk baru lagi namanya Formosa Bond,” ucapnya.

Terlebih, dari sisi pemerintah juga secara konsisten menggagas sumber pendanaan inovatif lain. “Kemarin Kementerian Keuangan sudah mengeluarkan sukuk global juga, jadi memang eksplorasi ini tidak akan berhenti untuk terus mencari diversifikasi basis investor maupun sumber pendanaan,” ujar Silvano.

Tak hanya pemerintah pusat maupun sektor swasta, pemerintah daerah pun dituntut kreatif untuk mencari sumber pendanaan pembangunan infrastruktur di daerahnya. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyadari keterbatasan sumber pendanaan yang ada, khususnya jika hanya mengandalkan kucuran anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) maupun kredit dari sektor perbankan saja. (***)

sumber: tempo.co

PERBANKAN

Minggu | 30 Desember 2018

Malas Nabung? Ini Solusinya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Menabung adalah menyisihkan sebagian dana, baik itu untuk tujuan masa depan atau untuk berjaga-jaga saja. Niat baik tersebut terdengar mudah, tapi cukup sulit dilakukan oleh sebagian orang. Sebab, ketika seseorang memiliki uang biasanya akan langsung membelanjakannya sehingga lupa untuk menabung.

Permasalahan seperti renovasi rumah, biaya sekolah anak, dan persiapan hari tua akan lebih susah apabila tidak dipersiapkan dari sedini mungkin.

Kini permasalahan klasik tersebut bukan lagi menjadi alasan untuk tidak menabung karena Bank Mandiri melalui produknya, yaitu Mandiri Tabungan Rencana, mampu menjawab masalah masyarakat yang sulit untuk konsisten menabung. Dengan Mandiri Tabungan Rencana, kebutuhan masa depan nasabah bisa aman terkendali.

Menabung melalui Mandiri Tabungan Rencana memungkinkan nasabah untuk menabung secara rutin melalui penarikan dana otomatis (autodebet) dari rekening tabungan setiap bulannya. Hanya mulai dari Rp 100 ribu, aktivitas menabung pun terasa lebih ringan dan menjadi kebiasaan yang tidak membebani.

Fitur-fitur Mandiri Tabungan Rencana

Bagi yang berminat dengan segala keunggulan yang ditawarkan Mandiri Tabungan Rencana, syaratnya tidaklah sulit. Nasabah perorangan minimal berusia 18-69 tahun pada saat pembukaan rekening, serta harus berkewarganegaraan Indonesia yang dapat melakukan pembukaan rekening Mandiri Tabungan Rencana.

Setelah mendaftar, nasabah diberikan proteksi asuransi secara gratis sehingga lebih aman dan nyaman. Nasabah juga dapat melakukan penarikan dana tanpa harus menutup rekening untuk kebutuhan mendadak.

Pembukaan rekening Mandiri Tabungan Rencana dapat dilakukan di seluruh kantor cabang Bank Mandiri dan Mandiri Online.

Dengan demikian, Mandiri Tabungan Rencana adalah solusi terbaik bagi yang memiliki tujuan atau keinginan di masa depan tapi ragu dengan kekonsistenan dalam menabung. Untuk info lebih lengkap, hubungi Mandiri Call melalui nomor 14000. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Forbes merilis daftar Global 2000: World’s Best Employers. Dari daftar perusahaan tersebut ada 6 perusahaan besar asal Indonesia.

Dari daftar tersebut, badan usaha milik negara (BUMN) PT Bank Mandiri Tbk. Bank pelat merah ini menduduki urutan ke 11. Bank Mandiri ada di urutan pertama dari Indonesia.

Bank yang saat ini dipimpin oleh Kartika Wirjoatmodjo ini memiliki sekitar 38.307 pegawai dan kapitalisasi pasar US$ 24,1 miliar. Bank Mandiri melayani korporasi, bisnis dan komersial, ritel dan mikro, konsumer, treasury.

Kedua di urutan Indonesia diduduki oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Perusahaan yang saat ini digawangi oleh Jahja Setiaatmadja ada di urutan ke 32 dalam skala perusahaan terbaik dunia. BCA memiliki 26.962 karyawan yang memfasilitasi komersial dan layanan keuangan lainnya. BCA beroperasi di berbagai wilayah di Indonesia mulai dari Sumatera, Jawa Kalimantan hingga Indonesia timur.

Urutan ketiga dari Indonesia atau posisi 109 dalam skala dunia ditempati Gudang Garam. Perusahaan rokok asal Kediri ini didirikan pada 1971, saat ini memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$ 9,7 miliar. Gudang Garam kini dipimpin oleh Susilo Wonowidjojo.

Posisi keempat atau urutan ke 112 ditempati BUMN di bidang telekomunikasi, yakni PT Telkom Indonesia. Saat ini Telkom memiliki kapitalisasi pasar US$ 25,8 miliar dan jumlah karyawan 24.065 orang.

Selanjutnya di urutan kelima atau posisi 157 diduduki oleh bank BUMN yakni PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) yang memiliki jumlah karyawan 27.803 orang dan kapitalisasi pasar US$ 11,1 miliar. Bank yang didirikan pada 1946 lalu saat ini dipimpin oleh Achmad Baiquni.

Posisi keenam atau posisi 186 ada bank BUMN, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) yang memiliki 60.683 karyawan. Bank yang dipimpin oleh Suprajarto ini memiliki kapitalisasi pasar US$ 27,7 miliar.

1. Bank Mandiri
2. Bank Central Asia
3. Gudang Garam
4. Telkom
5. Bank Negara Indonesia
6. Bank Rakyat Indonesia

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Gejolak ekonomi global tak menyurutkan Bank BTN untuk terus melakukan inovasi dalam perolehan dana murah perseroan melalui Tabungan Felas yang dirilis sejak Juni 2018.

Walaupun terbilang baru, masyarakat cukup antusias dalam menyambut produk tabungan baru BTN tersebut.

“Ada kelebihan yang diberikan dari Tabungan BTN Felas ini dibanding tabungan sejenis yang diterbitkan oleh bank lain. Ini yang menjadi point mengapa produk Tabungan tersebut mulai banyak diincar oleh calon nasabah BTN,” kata Direktur Consumer Banking BTN, Budi Satria saat memaparkan pada acara Dinner With Felas BTN di Surabaya, akhir pekan ini.

Menurut Budi, tabungan ini cukup unik karena namanya memang sengaja diambil dari kata Velas yang artinya adalah teman atau sahabat.

“Ini merupakan tujuan perseroan bagaimana dengan produk ini BTN menjadi sahabat masyarakat dalam menabung atau menyimpan dana dalam bentuk valas di BTN. Keunikan kedua adalah bebas biaya provisi, dan yang paling penting kurs bersaing dimana dalam Tabungan BTN Felas kurs lebih tinggi dibanding bank lain dan ini menguntungkan bagi nasabah,” paparnya.

Dalam menjawab kebutuhan pasar atas produk Tabungan Felas ini tambah Budi, perseroan memilih Surabaya sebagai kota kedua setelah Batam.

Untuk memberikan stimulus kepada masyarakat Surabaya, BTN memberikan promo bagi 1.000 penabung pertama Tabungan BTN Felas baik USD maupun SGD akan mendapatkan benefit cash back masing-masing senilai 5 US$ dan Sing $ 5.

“Surabaya menjadi salah satu target pemasaran Tabungan BTN Felas karena kota ini dikenal sebagai kota ekonomi nomor dua terbesar di Indonesia setelah Jakarta, disamping sebagai kota industri, kota perdagangan dan terkemuka di Idonesia,” terangnya.

Selain itu, Surabaya juga memiliki komunitas masyarakat yang beragam, pengusahanya ada di berbagai sektor, hal ini merupakan salah satu segmen yang menjadi sasaran bagi produk tabungan Felas.

Budi menjelaskan tabungan BTN Felas menjadi penting bagi masyarakat yang sering melakukan perjalanan ke luar negeri, mengirim uang ke luar negeri, belanja online internasional, termasuk para pebisnis yang tidak ingin tabungannya tergerus fluktuasi kurs yang naik turun.

“Kami melihat peluang untuk bagaimana produk ini nanti lebih menarik, simple dan menjadi gengsi bagi pengguna produk Tabungan BTN Felas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Tabungan Felas membidik nasabah menengah atas, dimana di Indonesia valas masih menjadi instrument investasi, sehingga diharapkan Tabungan Falas menjadi salah satu alternatif untuk investasi yang sangat menjanjikan dan membuat produk tabungan Bank BTN jadi lebih lengkap lagi,” urainya.

Perseroan lanjutnya, ke depan akan menambah fitur dari Tabungan BTN Felas ini dengan kartu atm, e-channel dan informasi kurs real time sehingga nasabah tidak perlu repot karena semua dapat dilakukan dalam genggaman.

“Dalam lima tahun pertama, Bank BTN akan membidik sekitar 50.000 nasabah baru Tabungan BTN Felas dengan total saldo masing-masing 2.028.800 dalam kurs USD maupun SGD,” tuturnya.

Untuk di Surabaya perseroan menargetkan sekitar 10 persen, namun melihat potensinya bahkan bisa lebih dari target, Meski Jabodetabek tetap yang terbesar karena potensi uang beredar disana (Jabodetabek) sekitar 70-80 persen, namun kota-kota seperti Surabaya, Medan, Palembang, Batam memiliki potensi yang cukup besar juga.

“Produk Tabungan BTN Felas merupakan salah satu diversifikasi produk tabungan yang dilakukan oleh perseroan sebagai upaya Bank BTN dalam mengenjot DPK sekaligus menurunkan low cost funding atau beban bunga,” tegas Budi.

Adapun hingga akhir 2018 emiten Bursa Efek Indonesia berkode saham BBTN ini membidik pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sekitar 20-22%. Sampai dengan semester I-2018 DPK Bank BTN telah menembus Rp190 triliun atau naik hampir 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan DPK ini tercatat diatas rata-rata industri nasional. (***)

sumber: wartaekonomi.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Punya Kartu Kredit dan sudah terlanjur terlilit? Jangan percaya dengan lembaga yang menawarkan jasa pelunasan tagihan kartu kredit.

General Manager Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Steve Marta menjelaskan saat ini memang banyak jasa yang menyatakan mampu menyelesaikan tagihan kartu kredit nasabah.

“Jangan menggunakan jasa yang menyatakan dapat melunasi tagihan kartu kredit, karena jasa tersebut bohong,” kata Steve Rabu, 27 Juni 2018.

Menurut Steve penawaran ini biasanya sering dilakukan melalui layanan pesan singkat, SMS atau di internet. Menurut dia iklan-iklan tersebut tidak benar.

“Penyelesaian tagihan hanya bisa diselesaikan dengan membayar tagihan tersebut. Jadi sebenarnya itu hanya urusan bank dengan nasabah. Tidak ada pihak ketiga,” imbuh dia.

Steve ,menjelaskan lembaga yang menawarkan jasa tersebut biasanya meminta nasabah membayar fee kepada mereka. Setelah pembayaran dilakukan, pemegang kartu yang sudah terlilit kartu kredit tidak harus membayar tagihan lagi ke bank.

“Nasabah biasanya diharuskan bayar di depan kepada penyedia jasa. Setelah itu tak perlu bayar tagihan lagi ke bank. Ini yang membuat orang banyak percaya,” ujar dia. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) kembali berinovasi dengan berencana akan meluncurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BTN Khusus Atlet yang memudahkanpara olahragawan termasuk atlet-atlet nasionalyang berprestasi untuk memiliki rumah.

Adapun, terobosan tersebut dilakukan perseroan sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan Asian Games 2018,sekaligus untuk memberikan apresiasi kepada para atlet Indonesia yang berlaga di Asian Games 2018 pada khususnya,dan atlet nasional pada umumnya. Program KPRBTNKhusus Atlet ini juga dimaksudkan perseroan guna mendukung suksesnya Program Satu Juta Rumah.

Direktur Utama Bank BTN, Maryono mengatakan KPRBTN Khusus Atlet ini lahir dari semangat tinggi perseroan untuk menambah semangat para atlet nasional dalam berprestasi di ajang Asian Games 2018. Namun, tambah dia, produk ini juga diracik untuk dapat memberikan kemudahan bagi atlet-atlet nasional lain secara keseluruhanagar dapatmemiliki rumah.

Menurut Maryono,para atlet nasional tersebut perlu didukung sehingga dapat memiliki rumah layak dengan mudah, murah,dan cepat.

Melalui produk anyar ini, lanjut Maryono, juga menjadi langkah Bank BTN dalam memberikan stimulus kepada para atlet yang turut berlaga di ajang Asian Games 2018 untuk menang dan membawa nama baik Indonesia. “Mereka para atlet butuh dukungan dan hanya kita yang dapat ikut membesarkan para atlet di dalam negeri.

Produk ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan para atlet untuk memiliki tempat hunian yang layak, sehingga bisa terus mengharumkan nama baik bangsa,” ujar Maryono dalam acara Buka Puasa Bersama Media di Jakarta, Rabu,30 Mei 2018.

Ada berbagai manfaat yang dapat diperoleh para atlet nasional berprestasi dari produk terbaru Bank BTN tersebut. Di antaranya,yakni suku bunga murah mulai dari 5%. Bank BTN juga menawarkan promo berupa uang muka (down payment/DP) mulai dari 5%. Kemudian, lewat KPR BTN Khusus Atlet, debitur juga bisa memiliki hunian tanpa biaya administrasi, provisi, dana ppraisal.

KPR BTN Khusus Atlet tersebut juga dirancang dengan beberapa kelebihan dibandingkan jenis pinjaman pemilikan rumah lainnya. Melalui jenis KPR ini, para atlet bisa mengangsur hingga 30 tahun. Seperti diketahui,produk KPR pada umumnya hanya berjangka waktu paling panjang 20 tahun.

“Kami juga memberikan jangka waktu kredit hingga 30 tahun khusus bagi para atlet nasional.

Inilah salah satu kelebihan yang kami maksudkan sebagai bentuk dukungan kepada atlet Indonesia untuk bagaimana mereka kesejahteraannya juga terjamin dari sisi terpenuhinya kebutuhan hunian mereka,” jelas Maryonomenambahkan.

Emiten bersandi saham BTN ini pun turut menggelar beberapa kegiatan lain dalam rangka mendukung penyelenggaraan Asian Games 2018.

Di antaranya,Bank BTN telah melakukan kerjasama dengan Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC) untuk mendukung pesta olahraga Asia ke XVIII tersebut. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatangan Perjanjian Kerja Sama terkaitSponsorshipAsian Games 2018 antara Bank BTN dan INASGOC di Jakarta, Rabu, 30 Mei 2018.

Sebagai bentuk kepedulian Bank BTN bagi para atlet, perseroan juga memberikan bantuan berupa dana pembinaan kepada Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Dana pembinaan tersebut diberikan perseroan sebagai bentuk apresiasi kepada para atlet panjat tebing Indonesia karena telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Sementara itu, hingga April 2018, Bank BTN terus mencatatkan pertumbuhan KPR. Per April 2018, KPR BBTN tercatat tumbuh 22,03% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp112,3 triliun pada April 2017 menjadi Rp137,05 triliun. Capaian pertumbuhan tersebut berada di atas rata-rata kenaikan KPR/KPA industri perbankan nasional. Data Otoritas Jasa Keuangan merekam KPR/KPA di industri perbankan nasional hanya naik sebesar 11,9% yoy per Maret 2018.

“Melihat angka kebutuhan rumah yang masih tinggi serta berbagai inovasi yang kami lakukan untuk memfasilitasi kebutuhan akan hunian tersebut, kami optimistis KPR akan tumbuh di atas 20% pada tahun ini,” ujar Maryono.

Adapun, berdasarkan data Bank Indonesia per triwulan I/2018 menunjukkan sebanyak 75,8% konsumen di Indonesia masih menggunakan KPR sebagai fasilitas utama dalam pembelian properti residensial. Kemudian sebanyak 14,93% konsumen di Tanah Air memilih membeli rumah secara tunai bertahap dan sisanya yakni 9,27% memiliki rumah dengan skema pembayaran tunai.

“Peluangnya masih terbuka lebar dan kami optimis dapat memenuhi kebutuhan itu dengan kesiapan yang sudah dilakukan Bank BTN,”tegas Maryono. (***)

sumber: inilah.com

Minat gadai emas dinilai masih tinggi.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) menargetkan portofolio Gadai Emas mencapai Rp 3 triliun sampai akhir 2018. Bisnis gadai dan pembiayaan emas dinilai masih memiliki prospek bagus.

Group Head Pawning Mandiri Syariah, Mahendra Nusanto, mengatakan, per 30 April 2018 portofolio Gadai Mandiri Syariah mencapai Rp 2,5 triliun. “Adapun untuk target sampai dengan Desember 2018 sebesar Rp 3 triliun,” kata Mahendra saat dihubungi Republika.co.id, Ahad, 20 Mei 2018.

Mahendra menyatakan, sampai saat ini, minat masyarakat untuk gadai emas masih tinggi. Hal itu tercermin dari omzet gadai yang terus meningkat di setiap bulannya. “Omzet bulan April 2018 sekitar Rp 2,6 triliun,” ungkapnya.

Dia menambahkan, produk Gadai Mandiri Syariah dapat diakses di hampir seluruh outlet Mandiri Syariah di Indonesia. Produk tersebut dapat menjadi solusi penyediaan uang tunai secara aman, mudah dan murah.

Sekretaris Perusahaan PT Bank BRIsyariah Tbk, Indriati Tri Handayani, mengatakan, produk terkait emas bukan merupakan core bisnis BRIsyariah. Saat ini, BRIsyariah memiliki dua produk terkait emas yakni Produk gadai emas (Qard Beragun Emas/QBE) dan produk pembiayaan Kepemilikan Emas (PKE).

“Dua produk ini tersedia lebih merupakan produk pelengkap untuk memenuhi kebutuhan nasabah,” kata Indri saat dihubungi Republika.co.id, Senin, 21 Mei 2018.

Selama bulan Ramadhan dan lebaran ini BRIsyariah telah menyiapkan program khusus untuk produk QBE dan PKE. Program khusus bulan Ramadhan tersebut berupa biaya sewa spesial atau penurunan biaya margin gadai emas.

“Biaya sewa kami turunkan 1 persen selama jangka waktu untuk pencairan bulan Ramadhan,” jelas Indri.

Indri menyebutkan, hingga April 2018 outstanding pembiayaan gadai (Qard Beragun Emas) dan pembiayaan kepemilikan emas mencapai Rp 157 miliar. Dia menargetkan outstanding sampai akhir tahun sebesar Rp 172 miliar.

Menurutnya, strategi penjualan produk gadai saat ini lebih pada memelihara nasabah eksisting. Beberapa kantor cabang yang memiliki protofolio gadai yang besar di antaranya Palembang, Surabaya, dan Malam. Wilayah pemasaran Surabaya mencakup juga Madura yang dikenal memiliki potensi gadai tinggi. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menggelar pameran rumah dengan nama Mandiri Property Expo 2018. Ada sekitar 18 pengembang yang menghadirkan 70 proyek di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat.

Menurut Executive Vice President Consumer Loans Bank Mandiri Ignatius Susatyo Wijoyo, dalam pameran dijual rumah dari mulai harga Rp 130 juta, yang bisa dibeli melalui skema subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Masyarakat berpenghasilan rendah ada yang di atas Rp 130 juta sesuai kriteria FLPP, masyarakat berpenghasilan rendah,” katanya di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu, 5 Mei 2018.

Selain itu, Bank Mandiri juga memberikan promo khusus program kredit perumahan rakyat (KPR) yaitu suku bunga super promo 5,55% untuk dua tahun pertama serta 6,55% untuk tiga tahun selanjutnya.

“Khusus pameran ini memberikan promo suku bunga 5,5% untuk dua tahun pertama dan selanjutnya 6,5% untuk tiga tahun selanjutnya,” sambungnya.

Adapun pameran yang digelar sejak 5-13 Mei 2018 diharapkan mampu membukukan pencairan KPR hingga Rp 400 miliar.

“Di event kali ini, kami berharap bisa membukukan pencairan Mandiri KPR di kisaran Rp 400 miliar,” katanya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon Napitupulu menjelaskan masyarakat masih bisa mendapatkan rumah dengan harga yang murah.

Rumah-rumah tersebut adalah hunian yang tercatat sebagai kredit macet di BTN dan masuk kategori rumah sitaan.

“Sekarang bisa beli rumah dengan harga yang murah, yaitu rumah second tapi memang kondisinya juga tidak sebagus baru. Tapi kalaupun renovasi masih lebih murah daripada beli rumah baru,” kata Nixon dalam diskusi di Restoran Bebek Bengil, Jakarta, Selasa 17 april 2018.

Dia menjelaskan, saat ini BTN memiliki portal online rumahmurahbtn.com untuk memasarkan rumah-rumah yang masuk dalam kategori kredit macet BTN di seluruh Indonesia.

Hal ini dilakukan karena BTN menilai sekarang pengguna internet sudah mencapai 143 juta orang dan dinilai cocok untuk pemasaran lewat jalur online.

“Biasanya orang kalau mau cari rumah kan searching dulu di internet baru melihat harga, lokasi dan angsuran setelah itu dibandingkan. Selanjutnya baru menentukan beli cash atau kredit,” kata Nixon.

Saat ini ada sekitar 5.206 unit rumah sitaan yang dipajang BTN di dalam portal tersebut. Nilainya hampir mencapai Rp 1,9 triliun.

Target akhir tahun ini BTN bisa memajang sebanyak 10.000 unit rumah sitaan di laman tersebut.

Nixon meyakinkan meskipun rumah sitaan, BTN memastikan bahwa rumah tersebut sudah bersih dari semua masalah.

“Dipastikan surat-surat sudah clear semuanya sudah beres. Kami tidak mau jual masalah, semuanya harus terverifikasi dengan baik dan minim risiko,” ujar dia.

Dia menjelaskan, saat ini jumlah pengunjung rumahmurahbtn.com sudah mencapai 112.699 orang. Menurut Nixon ini artinya banyak orang yang ingin membeli rumah murah melalui online.

Harga rumah yang dipajang di website mulai dari Rp 38 juta terletak di kawasan Cileungsi hingga Rp 4 miliar terletak di kawasan Jakarta.

Menurut Nixon untuk rumah sitaan ini, calon pembeli bisa mengajukan skema KPR untuk pembelian. Hal ini untuk memudahkan masyarakat yang belum bisa membeli rumah secara cash.

Untuk pengajuan KPR rumah sitaan sama dengan pengajuan KPR biasa yakni harus menyiapkan syarat seperti identitas, kartu keluarga, surat keterangan hingga uang muka.

Nixon menambahkan kini lewat situs dan aplikasi BTN pembeli yang berminat juga bisa mengikuti lelang untuk meraih rumah impian.

Untuk pembelian rumah lelang mekanismenya sama dengan pembelian rumah baru pada umumnya, di mana sertifikat dipegang oleh bank dan diberikan saat pelunasan.

Bedanya, calon pembeli mendaftarkan diri melalui situs Dirjen Kekayaan Negara (DJKN) setelah itu menyetor uang jaminan sebesar 20% dari harga limit yang ditetapkan.

Setelah dinyatakan menang oleh pihak Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan lelang (KPKNL) maka pembeli akan melakukan pelunasan sisa pembayaran kemudian diterbitkan risalah lelang dari KPKNL.

Risalah lelang ini nantinya menjadi dasar bagi pemenang lelang untuk pengambilan sertifikat di Bank BTN juga untuk balik nama di Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat.

Aset properti baik berupa rumah tinggal baik subsidi maupun non subsidi, tempat usaha maupun kavling tanah tersebut tersebar di seluruh nusantara dan diawasi setidaknya 64 cabang Bank BTN.

Sejak diluncurkan sampai sekarang aset yang terjual rata-rata dengan rentang harga Rp 300 -900 juta dengan lokasi tersebar seperti Serpong, Bekasi, Tangerang, Purwakarta, Semarang, Manado, Makassar, Kendari, Jambi, Pontianak, Balikapapan, Medan.

Dari aplikasi ini anda akan mendapatkan informasi jumlah rumah yang dijual di seluruh Indonesia. Kemudian, anda juga bisa mendapatkan informasi harga, lokasi dan luas bangunan hingga harga yang dipasang. Untuk informasi lebih lanjut anda diminta menghubungi PIC melalui nomor handphone yang dipasang di website. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Sejumlah bank syariah yang terdapat di Tanah Air perlu didorong agar lebih optimal dalam berkontribusi memajukan pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal itu sejalan dengan masih besarnya peluang yang dimiliki bank syariah untuk terus tumbuh lebih maksimal di masa mendatang.

“Ini perlu didorong, karena sistem syariah bukan untuk orang Islam saja. Semua bisa melakukan,” kata anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Misbakhun, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Kamis, 12 April 2018.

Ia meyakini persoalan yang menimpa bank syariah seperti Muamalat sebenarnya dapat diatasi karena tidak ada masalah terkait likuiditasnya. Untuk itu, ujar dia, pihaknya mendorong lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat membuat kebijakan guna membuka peluang bank itu bisa lebih besar posisinya daripada saat ini.

Sebelumnya, Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Ahmad Satori Ismail menyatakan, penerapan sistem ekonomi dan perbankan syariah berpotensi menjadi lokomotif perekonomian Indonesia. “Apalagi saat ini untuk bisnis perbankan sudah sangat menjanjikan bahkan bank tidak kolaps jika bersyariah,” kata Ahmad.

Pernyataan Ahmad menanggapi Kepala Staf Presiden Jenderal TNI (Purn) Moeldoko yang menjadi Wakil Ketua Pembina Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) yang berhasrat memajukan ekonomi syariah sebagai kekuatan ekonomi baru.

Ahmad mengungkapkan sejumlah pengelola bisnis perbankan maupun bank mulai menerapkan sistem ekonomi syariah. Perkembangan sistem ekonomi syariah, menurut Ahmad, mulai 1990-an dengan pergerakan menuju arah positif.

“Apalagi jika MUI terus menggelorakan, seperti wisata syariah, asuransi syariah, dan pasar modal syariah maka diharapkan akan terus berkembang,” pungkas Ahmad. (***)

sumber: metrotvnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Di Indonesia, penggunaan kartu kredit sebagai salah satu alat pembayaran adalah hal yang lumrah. Namun, jika tak dikelola dengan baik pemilik kartu kredit bisa mengalami ‘kecelakaan’. Seperti peserta detikcom Lunasi Utangmu ini mereka mengaku ingin melunasi utang karena terjerat kartu kredit.

Seperti akun Eko Prasetyo dia menceritakan kartu kredit yang dimilikinya hilang bersama dompetnya, kemudian ditemukan oleh orang lain dan digunakan untuk gesek tunai. Gesek tunai adalah kegiatan menggunakan kartu kredit di sebuah toko namun mengganti belanjaan dengan sejumlah uang tunai.

“Orang tersebut akhirnya mengembalikan dompet dan surat berharga, anehnya dia mengaku jika sudah memakai kartu kredit untuk biaya operasi lahiran istrinya. Setelah itu dia berjanji akan melunasi. Tapi baru 3 kali cicil dia pergi,” kata Eko dalam kolom komentar dikutip detikFinance, Sabtu, 31 Maret 2018.

Dia menceritakan, setelah orang tersebut kabur dia akhirnya harus melanjutkan pembayaran cicilan tersebut. Nasib baik tidak berpihak pada Eko, ia saat ini tidak bekerja kemudian cicilan tak terbayar dan ia terus ditagih oleh debt collector.

“Hidup saya tidak tenang padahal bukan saya yang pakai uangnya,” imbuh dia.

Selain Eko juga ada Andreas Christian, dia menceritakan ikut program Lunasi Utang ini karena ia jenuh karena selalu dikejar-kejar debt collector. Ia menggunakan kartu kredit untuk acara pesta pernikahannya.

Hal itu dilakukan karena ia kekurangan biaya pernikahan tersebut. “Mau tidak mau kami memakainya, kami tidak sadar bahwa bunga kartu kredit semakin besar. Kita hanya pakai Rp 12 juta, hingga sekarang jadi Rp 19 juta, belum ada uang untuk melunasinya,” ujar dia.

Dia menjelaskan, akhir-akhir ini ia, istri dan saudaranya dihubungi terus-terusan oleh pihak debt collector. Dia ingin menjual motor, dan laptopnya namun itu dipakai untuk keperluan bekerja.

“Ketika melihat artikel ini, ya saya berharap bisa mendapatkannya. Seandainya Tuhan izinkan, maka saya berharap bisa mendapatkannya. Bila memang belum saya tetap bersyukur untuk meluangkan waktu, terima kasih banyak,” ujar dia.

Dari data detikFinance jumlah peserta yang submit di program detikcom Lunasi Utangmu tercatat 19.910. Untuk kartu kredit sebanyak 37% atau 5.973 orang ingin melunasi utang kartu kreditnya.

Bagi pembaca detikcom sendiri masih memiliki kesempatan jika ingin ikut dilunasi utangnya. Pembaca yang berkesempatan dilunasi cicilannya adalah pembaca melalui aplikasi detikcom, baik itu pengguna android maupun iOS.

Program akan berlangsung selama 3 hari mulai 30 Maret hingga 1 April 2018. Jika ingin utangnya dilunasi, langsung saja daftar dan cek syarat dan ketentuannya lewat link berikut ini!

Dan jangan lupa, bagi detikers yang belum memiliki aplikasi detikcom bisa mendownloadnya di sini untuk Android dan iOS. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pontianak – Beredar informasi seorang warga Pontianak Selatan diamankan aparat kepolisian pada Rabu 14 Maret 2018 sekitar pukul 14.00 WIB di Bank BRI Barito Pontianak, terkait uang Dolar USA palsu pecahan 10.000 US ‎sebanyak 100 lembar atau setara Rp 14 Miliar.

‎Diketahui warga Pontianak Selatan tersebut berinisal HR‎ (34) yang beralamatkan Jalan Purnama Agung 7 Komplek Pap Blok V Kel Parit Tokaya Pontianak Selatan

Ia dilaporkan oleh pihak Bank BRI Baritu ketika hendak menabung dengan menggunakan uang Dolar Amerika pecahan 10.000 US Dollar Amerika sebanyak 100 lembar.

Karena pihak bank tersebut menduga kuat uang dolar pecahan 10.000 sebanyak 100 lembar itu palsu , pihak bank langsung melaporkan ke petugas keamanan otoritas.

Kemudian petugas keamanan otoritas Bank BRI tersebut mengamankan pria berinisial HR tersebut berikut barang bukti uang dolar diduga palsu.

Sebelum dibawa ke Polda Kalbar, petugas keamanan otoritas bank BRI Barito tersebut melakukan kroscek ulang dengan uang tersebut ke Bank Indonesia perwakilan Kalbar.

Dan akhirnya Bank Indonesia perwakilan Kalbar menyatakan uang dolar tersebut palsu, akhirnya HR bersama barang bukti di giring ke Polda Kalbar.

Informasi terakhir perkara temuan 100 lembar uang pecahan 10.000 US dolar palsu ini di tangani oleh Ditreskrimsus Polda Kalbar, diketahui 100 lembar uang 10.000 US Dolar ini setara Rp 14 milyar. (***)

sumber: tribunnews.com

Masyarakat meminta bank wakaf mikro bisa memberikan pinjaman lebih dari Rp 1 juta.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Serang – Program bank wakaf mikro yang diinisiasi pemerintah sudah mulai berjalan di sejumlah pesantren. Angka pinjaman bagi nasabah memang tidak besar sekitar Rp 1-3 juta dalam satu kali peminjaman.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, dana pinjaman yang diberikan kepada nasabah bank wakaf mikro tidak hanya Rp 1 juta. Jika usaha yang dijalankan nasabah berkembang maka bank wakaf mikro bisa memberikan pinjaman yang lebih besar.

“Digunakan sebaik-baiknya biar usahanya terus berkembang. Jadi kalau tahun ini sejuta, tahun depan bisa dua hingga tiga juta (pinjamannya),” ujar Jokowi saat berbincang dengan para nasabah bank wakaf mikro Pesantren An Nawawi Tanara, Rabu 14 maret 2018.

Dalam perbincangan ini, seorang nasabah, ibu Bahiyah meminta agar bank wakaf mikro bisa memberikan pinjaman lebih dari Rp 1 juta. Sebab menurutnya anggaran untuk berwirausaha masih sangan kecil.

Jokowi: Ada Bank Wakaf, Jangan Pinjam ke Rentenir

Jokowi pun menegaskan bahwa anggaran peminjaman ini bisa saja meningkat. Asalkan usaha yang dijalankan para nasabah berjalan baik. Pinjaman pun bisa dinaikan sebelum atau sesudah uang yang dipinjam selesai dibayarkan.

“Kalau di enam bulan misal usahanya terlihat maju. Nanti bisa ditambahkan lagi pinjamannya. Kalau memang berkembamg tidak akan susah (dapat pinjaman),” ujar Jokowi.

Dalam pertemuan Jokowi dengan puluhan nasabah yang mayoritas perempuan, mereka banyak yang berwirausaha mulai dari berjualan sembako, makanan siap saji seperti nasi uduk, hingga berjualan gorengan. (***)

sumber: republika.co.id