PERFILMAN

MEDIAKEPRI.CO.I, Jakarta – Sutradara perempuan Nia Dinata mengajak para sineas muda yang memiliki ide kreatif untuk membuat film. Nantinya, akan dipilih sepuluh finalis lewat Viu Pitching Forum 2019 untuk diundang ke Jakarta mengikuti workshop.

Viu Pitching Forum merupakan kompetisi tahunan yang memfasilitasi dan mengembangkan ide-ide cerita dari sineas muda Indonesia untuk menjadi Viu Originals.

Tahun ini, Viu Pitching Forum menggelar roadshow Dialog Film bersama Nia Dinata (Sutradara dan Produser) dan tim Viu di sepuluh kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Tangerang, Bandung, Padang, Yogyakarta, Medan, Balikpapan, Surabaya, Bali dan Manado.

Selanjutnya, Viu Pitching Forum 2019 memberi kesempatan selama lebih dari satu bulan (20 Januari s/d 28 Februari 2019) bagi sineas Indonesia untuk mengajukan ide ceritanya yang orisinal dan kreatif.

“Di sini kita coba mewadahi anak muda Indonesia yang berniat bikin film, yang pernah bikin film pendek, atau yang pantas disebut sineas muda bisa buat project atas ide mereka sendiri, dan bisa ditonton di platform streaming yang lagi zamannya,” kata Nia Dinata, di SAE Institute, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Karya dari para sineas muda akan disaring dan bagi yang lolos kemudian akan dibuatkan film oleh Viu dan ditayangkan ke beberapa jaringan Viu di dunia serta diikutsertakan dalam festival film dunia.

“Ini kesempetan generasi muda menuangkan ide yang nantinya akan ditayangkan di VIU. Nggak hanya di Indonesia, tapi ke seluruh dunia, karena VIU ini sudah dikenal di 16 negara. Nanti kita bawa ke festival internasional juga,” papar Myra Suraryo, Senior Vice President Marketing Viu Indonesia.

Myra menambahkan, kegiatan ini merupakan komitmen Viu bagi Indonesia dalam membangun sebuah ekosistem yang dapat memberdayakan industri konten Indonesia sehingga dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Tujuan jangka panjanga untuk membentuk industri film Indonesia sebagai industri yang berkelanjutan. Sampai pada akhirnya menyumbangkan perekonomian negara dan daerah,” demikian Myra. (***)

sumber: inilah.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Sebuah film pendek yang disutradarai dan diproduksi oleh sineas Yogyakarta Reza Fahriyansyah bersama Crazyone!!! Films, “Kembalilah dengan Tenang”, lolos dalam seleksi program kompetisi internasional “41st Clermont-Ferrand International Short Festival”, Prancis.

Kamar Hotel Terkunci dari Dalam, Tapi Pasangan Sejoli Ini Ditemukan Tewas Berlumuran Darah, Bunuh Dirikah?


“Film itu satu-satunya film Indonesia yang lolos dalam salah satu festival film pendek terbesar di dunia tersebut,” kata produser film “Kembalilah dengan Tenang” Wimba Hinu Satama di Yogyakarta, Ahad, 6 Januari 2019.

Menurut dia, festival itu digagas oleh Clermont-Ferrand University Film Society pada 1979 dan terus berjalan setiap tahunnya hingga sekarang. Clermont-Ferrand International Short Film Festival ke-41 akan diselenggarakan pada 1-9 Februari 2019 di Clermont-Ferrand, Prancis.

Tangisan Keluarga Mempelai saat Gelar Resepsi, Ribuan Tamu Undangan Itu Tak Diberi Makan, Ini yang Terjadi

Film pendek berdurasi 25 menit itu, kata dia, masuk dalam program kompetisi internasional dan merupakan satu-satunya film Indonesia yang lolos seleksi kompetisi dalam festival film tersebut. Tercatat 9.238 film dari seluruh dunia telah mendaftar dan hanya 76 film yang lolos proses seleksi dalam program kompetisi internasional.

“Pada awalnya saya kaget ketika mendapat kabar bahwa ‘Kembalilah dengan Tenang’ lolos kompetisi festival Clermont-Ferrand.

Edy Putra Irawadi jadi Plh BP Batam

Rasa kaget bercampur bahagia saya tak cukup hanya di situ, karena ini juga film pendek pertama yang saya produseri lolos ke festival tersebut, serta sebagai satu-satunya yang lolos mewakili Indonesia umumnya dan Yogyakarta khususnya,” kata Wimba.

Sutradara “Kembalilah dengan Tenang” Reza Fahriyansyah mengatakan awalnya dia dan teman-teman Crazyone!!! Films memang sudah memiliki target distribusi ke festival film di luar untuk film tersebut.

Tak Disangka Foto Setengah Bugil Itu Membawa Petaka, Brigpol Dw Dipecat dengan Tidak Hormat, Ini Faktanya

“Namun, kami tidak menyangka akan masuk di Clermont-Ferrand International Short Festival. Sangat senang karena lolos di festival yang saya dan teman-teman impikan,” katanya.

Menurut dia, film itu memakan waktu pengambilan gambar selama tiga hari setelah sebelumnya melalui proses pra-produksi selama tiga bulan. Ide cerita mengenai premis film itu sebenarnya sudah ada sejak dua tahun lalu dan proses penulisan naskahnya sekitar setahun lebih.

“Kembalilah dengan Tenang digarap oleh Crazyone!!! Films dengan dukungan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui program pendanaan filmnya,” kata Reza.

Ia mengatakan, “Kembalilah dengan Tenang” akan ditayangkan di beberapa lokasi pemutaran Clermont-Ferrand International Short Film Festival.

Penayangan itu akan menjadi penayangan internasional perdana setelah sebelumnya ditayangkan pada perhelatan JogjaNetpac Asian Film Festival (JAFF) ke-13 di Yogyakarta pada program Light of Asia.

Menurut dia, “Kembalilah dengan Tenang” bercerita tentang duka Santoso dan Wati, sebuah keluarga kecil yang kehilangan anaknya secara mendadak. “Rasa kehilangan ditinggal orang terdekat adalah hal yang sangat saya ingin filmkan sejak bapak saya meninggal beberapa tahun lalu,” kata Reza.

Proses produksi film “Kembalilah dengan Tenang” bertempat di Yogyakarta dengan melibatkan sineas film lokal. Beberapa aktor yang terlibat dalam film itu antara lain Ernanto Kusuma, Siti Fauziah, Very Handayani, Banyu Bening, dan Misbakhu Rohim.

Selain itu, Crazyone!!! Films, rumah produksi yang menggarap film itu, menggandeng beberapa sineas seperti Fahrul Ayunki Hikmawan sebagai director of photography, Amin Rosidi sebagai penata artistik, Yennu Ariendra sebagai penata musik, dan Arib Amrussahal sebagai sound designer.

Crazyone!!! Films merupakan rumah produksi yang digagas oleh Reza Fahriyansyah, Wimba Hinu Satama, Said Nurhidayat, Helmi Nur Rasyid, dan Indra Sukmana. Kelimanya terlibat dalam seluruh proses kreatif film “Kembalilah dengan Tenang”. (***)

sumber: galamedianews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Dunia film Tanah Air kehilangan salah satu sutradara senior saat ini. Yakni sosok Ali Shahab yang dikenal lewat karya film dan sinetron populer di zamannya, ‘Rumah Masa Depan’.

Kepergian Ali di usia 77 tahun diungkapkan Joko Anwar sebagai salah satu momen duka bagi perfilman Indonesia.

Letusan, Longsor dan Tsunami, BMKG sebut Tsunami Selat Sunda Fenomena Langka dan Unik

“Indonesia berarti kehilangan sutradara senior yang karya-karyanya legendaris. Dia bukan cuma sutradara senior, dia sutradara yang mampu membuat film-film populer,” ungkap Joko Anwar kepada detikHOT, Rabu, 26 Desember 2018.

Sutradara Joko Anwar mengaku besar lewat karya-karya Ali Shahab di masa lalu. Ia pun punya film karya Ali yang ia favoritkan.

“‘Beranak dalam Kubur’ sampai sinetron ‘Rumah Masa Depan’ karya beliau jadi sesuatu yang ditunggu-tunggu. Saya rasa sosok beliau adalah sosok sutradara yang harus dicontoh filmmaker zama sekarang,” imbuh Joko lagi.

Ali Shahab dikabarkan meninggal dunia karena sesak napas.

‘Beranak dalam Kubur’ hingga ‘Napsu Gila’ menjadi salah satu karyanya yang legendaris.

Almarhum direncanakan dimakamkan hari ini di TPU Kemuning, Kalibata. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Sejak film ‘Despicable Me’ di tahun 2010 hadir di layar bioskop, nama Pierre Coffin muncul ke permukaan. Namanya kerap disandingkan dengan kiprah Nh Dini yang merupakan novelis ‘Pada Sebuah Kapal’.

Pria bernama lengkap Pierre-Louis Padang Coffin merupakan putra pertama dari NH Dini.

Kodim 0720 Rembang Meraih Prestasi Dalam Pemberitaan TMMD

Sebelum menjadi novelis, NH Dini diketahui menikah dengan seorang pria berkebangsaan Prancis atau diplomat bernama Yves Coffin. Keduanya menikah di Jepang pada 1956.

Gempa 5,7 SR Guncang Lombok, Tak Berpotensi Tsunami

Sebagai seorang istri diplomat, perempuan kelahiran 29 Februari 1936 itu harus mengikuti tempat tinggal suaminya. Dari Jepang, mereka pindah ke Kamboja, Prancis, Filipina sampai Amerika Serikat.

Prabowo Marahi Jurnalis dan Media, Pengamat: “Hati-hati Ini Bisa Menjadi Senjata Makan Tuan. Kenapa?

Di tahun 1984, Nh Dini berpisah dari suaminya dan mendapatkan kembali kewarganegaraan Prancis lewat Pengadilan Negeri Jakarta setahun berikutnya. Dari pernikahan keduanya, Nh Dini dan Yves Coffin dikaruniai dua orang anak, Pierre-Louis Padang Coffin dan Maire-Claire Lintang Coffin.

Liburan Akhir Tahun, Rasakan Sensasi dan Inspirasi Baru Bersama Batik Air, Terbang Langsung dari Jakarta Menuju Samarinda

Padang diketahui tinggal di Prancis dan sibuk dengan proyek-proyeknya bersama Hollywood. Serta Lintang diketahui tinggal di Bandung, Jawa Barat.

Maung Bandung Menang Tipis di Hasil Akhir Piala Indonesia 2018

Pierre Coffin yang kini berusia 51 tahun diketahui awalnya adalah seorang animator lepas di Studio CGI Prancis Ex Machina. Ia dan Chris Renaud pun berkolaborasi dalam proyek film ‘Despicable Me’ di tahun 2010 pesanan Universal Studios.

Jokowi: Pembangunan di Papua, Selain Sulitnya Medan dan Cuaca tapi Juga Taruhannya Nyawa

Setelah itu keduanya menjadi sutradara ‘Despicable Me 2’ pada 2013. Pierre Coffin dan Kyle Bada pun menyutradarai film ‘Minions’ (2015).

Lemparan Batu ke Arah Jendela Itu Menewaskan Serda Handoko

Sebagai seorang kreator Minions, ia yang menggabungkan bahasa yang digunakan ciptaannya, yang berasal dari gabungan Spanyol, Prancis maupun Indonesia. Saat bahasa Indonesia terdengar dalam film tersebut, publik Tanah Air pun turut kegirangan mendengarnya.

Sebut Pak Harto “Bapak Korupsi dan Guru Korupsi”, Petinggi PDIP Dipolisikan

Pemberitaan mengenai Pierre Coffin pun ramai dikaitkan dengan Nh Dini. Dalam film, ada tiga momen yang menggunakan bahasa Indonesia.

Yang paling terkenal adalah ketika Ratu Elizabeth II memberi hadiah tiga minion jagoan usai berhasil menyelamatkan Kerajaan Inggris. Di situ, salah seorang minion mengucapkan kata ‘terima kasih’.

Pada Selasa, 4 Desembner 2018 sore, NH Dini berpulang karena mengalami kecelakaan di Tol Semarang usai pulang terapi. Saat ini jenazahnya sedang disemayamkan di Wisma Lansia Harapan Asri Semarang dan dikremasi di Ambarawa, Jawa Tengah. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – Tak hanya mengisi waktu, menonton film di bioskop juga dijadikan momen untuk berkumpul bersama keluarga, pasangan, dan sahabat.

Saat ini, beberapa film hasil garapan Hollywood banyak yang telah tayang serentak di bioskop-bioskop kesayangan kamu lho!

Mulan Jameela Hadir di Reuni 212, Tiara: “Bunda Kaya Lagi Umrah”

Mulai dari film drama, komedi, action, fantasi, hingga film horor pun turut mewarnai bioskop kesayangan kamu.

“Wong Edan Opo Wong Turu” Kata Nardi, Setelah Dicek Ternyata Wanita Itu Innalillahi

Bagi kamu pecinta film bertemakan film fantasi, ada yang tayang nih di awal Desember 2018 yang patut kamu tonton.

Tak Diundang Reuni 212, Ini yang Dilakukan Jokowi

Apa sajakah itu?

Dilansir dari berbagai sumber, berikut Tiga film fantasy Hollywood yang akan mengisi liburan akhir pekan kamu.

1. Fantastic Beast: The Crimes Of Grindelwald ( Action, Adventure, Fantasy)

Film kedua dari seri Fantastic Beasts ini akan melanjutkan kisah Newt Scamander (Eddie Redmayne).

Diceritakan Ia akan kembali menangkap Gellert Grindelwald (Johnny Depp) yang berhasil lolos dari penjara.

Bersama Albus Dumbledore (Jude Law), Newt harus bisa menghentikan Grindelwald yang ingin menghancurkan tatanan dunia.

2. Robin Hood (Action, Adventure, Fantasy)

Robin Hood (Taron Egerton) yang telah berjuang sebagai tentara salib kembali ke negerinya dalam keadaan yang berbeda.

Di sana, ia menemukan banyak pejabat korup yang menghabiskan uang kerajaan.

Sementara itu, banyak masyarakat kalangan bawah dalam keadaan sengsara akibat korup yang dilakukam sejumlah penjabat.

Bersama Little John (Jamie Foxx) Ia melawan tirani Inggris yang sangat kuat.

3. Mortal Engines (Action, Adventure, Fantasy)

Film Mortal Engines berceritakan tentang seorang wanita muda misterius bernama Hester Shaw (Hera Hilmar).

Di film tersebut, Hester bergabung dengan pasukan penjahat berbahaya yang beranggotakan Anna Fang (Jihae), dan Tom Natsworthy (Robert Sheehan).

Hester ditunjuk menjadi pemimpin pemberontakan untuk melawan kota predator raksasa menggunakan kendaraan Mortal Engine di atas roda.(***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Nova Eliza didapuk ikut berperan dalam film horor terbaru garapan sutradara Upi, ‘Kafir’. Mengaku penakut, Nova punya alasan khusus dirinya bersedia terlibat dalam cerita horor ini.

“Karena karakternya lain daripada yang lain menurutku. Nanti bisa dilihat seperti apa, emosinya di situ naik-turun naik-turun, karakter yang aku perankan itu. Aku tuh dalam ngambil suatu peran pasti harus bisa ada progress dalam aktingku. Jadi aku ingin belajar lagi, begitu ada peran yang ditawarkan aku pengennya bisa lebih maju dari aktingku yg sebelumnya,” ujar ibu satu anak ini saat ditemui di press screening ‘Kafir’ di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan belum lama ini.

Bermain di film horor ini diakui Nova cukup berat. Sebab, ia harus melakoni peran seperti film biasa meski sebenarnya ia tengah terlibat dalam proyek film horor.

“Terus terang dari awal sudah diwanti-wanti sama sutradaranya, sama produsernya nggak boleh kelihatan horor. Nggak boleh kelihatan kalau kita lagi akting horor, jadi harus senatural mungkin,” ungkapnya lagi.

Sebelumnya, Nova Eliza diketahui kerap bergelut di cerita film drama. Yang teranyar, penampilannya dapat disaksikan di film ‘Kartini’ garapan Hanung Bramantyo sebagai ibu Kartini di masa kecil.

“Aku biasanya main film drama ya, jadi ini menjadi tantangan yg berbeda dan warna berbeda,” tandas Nova. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Usai rilis di bioskop 2017 lalu, langkah ‘Pengabdi Setan’ tak lantas berhenti menyapa para pencinta horor. Film ini melanglang ke berbagai festival di dunia.

Yang teranyar, ‘Pengabdi Setan’ tayang di festival film Amerika.

Film ini pun menarik perhatian sineas internasional. Pujian pun dilontarkan oleh sutradara Scott Derrickson baru-baru ini.

Sutradara yang berada di balik film ‘Doctor Strange’ ini mengungkapkan pujiannya. Ia menyebut film yang di luar negeri diterjemahkan menjadi ‘Satan’s Slave’ ini sebagai film horor yang sukses menampilkan kengerian.

Sebelum ‘Doctor Strange’, Scott Derrickson dikenal sukses menyutradarai sejumlah film horor. Salah satunya, horor yang dibuat berdasarkan kisah nyata yaitu ‘The Exorcism of Emily Rose’.

Derrickson juga menjadi sutradara di balik kesuksesan horor ‘Sinister’ yang dibuat lagi sekuelnya dan rilis di 2015.

Sementara ‘Pengabdi Setan’ juga sukses membawa nama Indonesia harum di perfilman internasional. Belum lama ini, film tersebut merajai box office di Hong Kong. Film yang dibintangi Tara Basro ini juga diganjar sebagai film terbaik di festival film Amerika. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.I, Jakarta – Akan ada perubahan kostum yang berbeda di sekuel Spider-Man selanjutnya. Di film sebelumnya, penggemar menyaksikan bagaimana Peter Parker menerima kostum yang lebih canggih dari Tony Stark ketimbang kostum yang ia miliki.

Hal ini diungkapkan sang perancang kostum belum lama ini yakni Louise Frogley. Frogley yang ambil bagian sebagai perancang kostum untuk ‘Ant-Man and The Wasp’ ini mengatakan pakaian baru itu akan mencerminkan karakter yang dimainkan oleh Tom Holland itu telah menjadi lebih dari seorang remaja.

“Saya tidak benar-benar mengerjakan film itu, tetapi kostum akan memiliki perubahan yang sangat besar karena, dalam film, Spider-Man menjadi lebih seperti pria dan bukan remaja,” katanya seperti dikutip Digital Spy.

Ketika Frogley mendesain kostum untuk film pertama, Marvel memutuskan bahwa tampilan yang lebih sederhana lebih baik. Itulah yang menjadi alasan penampilan Peter Parker dalam ‘Spider-Man: Homecoming’ seperti kembali ke tahun-tahun sebelumnya.

“Sebagai anak muda, dia memiliki setelan buatannya sendiri, dan kemudian dia memiliki kostum yang menakjubkan yang diberikan Tony Stark kepadanya, yang sangat keren,” tutur Frogley lagi.

Belum lama ini, penampilan Parker yang juga beda terlihat dalam ‘Infinity War’. Parker memakai kostum yang lebih mutakhir dengan kaki laba-laba yang dapat berfungsi dalam keadaan terancam.

Kira-kira seperti apa lagi ya kelebihan kostum Spider-Man nanti? (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Ryan Reynolds kembali beraksi sebagai Deadpool. Kali ini ia menghadapi sosok Cable, mutan yang datang jauh dari masa depan. Sejumlah film baru lainnya juga resmi dirilis pekan ini.

Menyambut bulan Ramadan, ada drama religi ‘5 Penjuru Masjid’ yang dapat menjadi pilihan untuk disaksikan. Berikut film-film yang rilis pekan ini.

5 Penjuru Masjid

Jenis Film: Drama
Sutradara: Humar Hadi
Penulis: Humar Hadi
Produksi: Bedasinema Pictures
Casts: Aditya Surya Pratama, Zikri Daulay, Alfie Alfandy, Zaky Ar, Faisal Azhar

Lima pemuda telah melalui proses hijrah yang membuat seorang mantan maling tersentuh. Ia dipercaya kelima pemuda tersebut untuk menjadi marbot masjid meski sebelumnya ia ketahuan hendak mengambil kotak amal dan hampir dihajar massa.

Kecintaannya pada masjid kemudian diuji. Seorang preman berusaha mengacaukan acara festival Qur’an yang digagasnya bersama lima pemuda. Mampukah mereka melewati ujian tersebut?

Deadpool 2

Jenis Film: Action, Adventure, Comedy
Sutradara: David Leitch
Penulis: Rhett Reese & Paul Wernick & Ryan Reynolds
Produksi: 20th Century Fox
Casts: Ryan Reynolds, Josh Brolin, Morena Baccarin, Julian Dennison, Zazie Beetz, T.j. Miller, Brianna Hildebrand, Jack Kesy

Wade Wilson berusaha melindungi seorang mutan dari Cable, mutan yang datang dari masa depan. Ia pun membentuk tim X-Force untuk menjalankan misinya.

Cold Skin

Jenis Film: Adventure, Horror, Sci-fi
Sutradara: Xavier Gens
Penulis: Jess Olmo, Eron Sheean, Albert Snchez Piol
Produksi: Samuel Goldwyn Films
Casts: Ray Stevenson, David Oakes, Aura Garrido, Winslow M. Iwaki, John Benfield

Seorang pemuda terjebak saat melakukan perjalanan ke antartika. Ia tak bisa keluar dari sebuah pulau yang dihuni oleh makhluk-makhluk aneh berpenampilan tak wajar.

Ghost Stories

Casts: Andy Nyman, Martin Freeman, Paul Whitehouse
Sutradara: Jeremy Dyson, Andy Nyman
Genre: Horror

Seorang profesor menghadapi kasus lama yang tak tersentuh tentang hantu yang sulit diterima nalar. Dalam penyelidikannya, ia menemukan serangkaian teror yang mengancam jiwa.

Film ini dapat disaksikan di jaringan bioskop CGV Blitz. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kisah mistis dibalik salah satu bunga yang dipercaya paling memiliki kesan mistis diangkat ke layar lebar dalam sebuah film horor berjudul ‘Kembang Kantil‘.

Kembang Kantil alias bunga cempaka putih memang umumnya digunakan dalam acara-acara adat, spiritual dan tradisi yang berhubungan dengan ritual tertentu.

Film ini akan menghadirkan penampilan akting perdana Nafa Urbach dalam film layar lebar. Bersanding dengan Nafa adalah aktris muda Irish Bella yang juga untuk pertama kalinya berakting dalam sebuah film horor.

Kembang Kantil mengisahkan tentang Alisa (Irish Bella) yang datang berkunjung ke rumah kakaknya Anton (Fadika Royandi) dan Istrinya Santi (Nafa Urbach) demi menghadiri sebuah acara pementasan teater .

Di rumah Anton, Alisa bertemu Tania (Richelle Georgette Skonicki) anak angkat Anton dan Siska yang sudah dianggap seperti anak sendiri. Alisa langsung menyadari keanehan dari sikap Tania yang misterius.

Berawal saat Alisa memergoki Tania sedang memakan kembang kantil di kamarnya, teror-teror gaib mulai dialami Alisa, hingga munculnya sosok pria misterius Toro (Dorman Borisman) yang mengingatkanya agar jangan mendekati Tania.

Didorong rasa penasaran Alisa mulai mencari tau asal-usul Tania, ditemani Aldy (Kevin Kambey) senior Alisa di pentas teater membawa mereka ke sebuah panti asuhan.

Di sana mereka bertemu Novi (Sarwendah) pemilik panti asuhan. Dari Novi terkuaklah masa lalu Tania yang kelam. Alisa mulai bergerak melaksanakan misi-misi yang semakin berbahaya, berhasilkan usaha Alisa?

Kembang Kantil siap meneror Anda di bioskop mulai tanggal 19 April 2018. (***)

sumber: sidomi.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Natasha Wilona punya janji khusus jika film yang dibintanginya, ‘Nini Thowok’ tembus dua juta penonton. Pacar Verrel Bramasta itu siap menyantap makan yang sangat tidak disukainya, jengkol.

“Ok, kalau sampai dua juta penonton, aku akan makan jengkol,” ujar Natasha saat berbincang dengan detikhot, Kamis 1 Maret 2018.

Hari ini, film yang diproduksi oleh TBS Film itu mulai tayang di bioskop. Sebagai pemain utama di film bergenre horor itu, Natasha pun gencar berpromosi di Instagram.

Dia memposting beberapa video promo film besutan Erwin Arnada itu dan mendapatkan beragam komentar dari netizen. Kebanyakan mendoakan kesuksesan film perdana Natasha Wilona itu.

“Sukses selalu ya wil,” tulis salah satu netizen.

“Udah otw mau nonton wil,” tulis netizen lainnya.

Film ‘Nini Thowok’ adalah film pertama Erwin Arnada setelah lama vakum dari dunia perfilman. Erwin Arnada sebelumnya pernah sukses dengan film ‘Jelangkung’ dan ‘Tusuk Jelangkung’.

Cerita film ini diambil dari urband legend di daerah Jawa Tengah yang melegenda. Sejumlah pemain sempat mengalami ‘gangguan’ saat menjalani syuting. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Syahrini sepertinya ingin menjajal pengalman baru sebagai pemain film. Penyanyi satu ini pun sedang fokus menyelesaikan film terbarunya.

Syahrini didapuk sebagai pemeran utama dalam film ‘Bodyguard Ugal-ugalan’. Film produksi MD Pictures itu diungkapkan Syahrini menceritakan tentang kehidupan sehari-hari dirinya sebagai penyanyi.

“Selamat malam teman-teman terimakasih sudah hadir mlam ini, rencananya mau rekaman. Album kelima Syahrini, kali ini lebih spesial karena lagunya diciptakan oleh Teh Melly itu akan menjadi soundtrack di film aku.

Filmnya akan rilis di bulan Juli Insya Allah kalau tidak ada halangan. Kemudian juga lagunya lucu karena sesuai dengan filmnya,” buka Syahrini saat ditemui di Studio Melly Goeslaw, Jalan Puri Bintaro, Bintaro Sektor 9, Tangerang, belum lama ini.

Syahrini berharap film terbarunya itu bisa diterima oleh penikmat film. Film ini memang sekuel dari ‘Security Ugal-ugalan’.

Ini memang bukan kali pertama Syahrini bermain film. Sebelumnya penyanyi bernama lengkap Rini Fatimah Jaelani itu sudah pernah ikut tampil dalam film ‘Basahhh….’, ‘The Maling Kuburans’, dan ‘Baik-baik Sayang’. Akan tetapi, dalam film ini dia akan berakting sebagai pemeran utamanya.

“Filmnya sendiri itu menceritakan tentang Syahrini, penyanyi yang hari-harinya aku sebagai penyanyi. Itu-itu aja sih. Dan genrenya udah pasti komedi, judulnya juga ‘Bodyguard Ugal-ugalan’ jadi aku dikawal bodyguard enam orang, jadi ceritanya bodyguard-nya ugal-ugalan, lucu banget filmnya, semoga penonton dan penikmat perfilman Tanah Air bisa tertawa,” harapnya.

Selama bulan Februari ini, Syahrini memang fokus untuk menyelesaikan film terbarunya ini. Selama syuting, perempuan yang terkenal dengan jargon manjanya itu mengaku tidak mengalami kesulitan. Hal itu dikarenakan dialog yang digunakan adalah dialog khas yang sudah biasa diucapkan olehnya setiap hari.

“Karena sebagai yang diperankan adalah aku, jadi aku nggak menemukan kesulitan dalam akting kali ini. karena memang menceritakan diri sendiri. Jadi dialog pun dialog diri sendiri, dialog khasnya aku aja. Jadi aku nggak pernah baca skrip sih, kayak gitu,” ceritanya.

“Proses syuting sampai akhir bulan ini, satu bulan ini khusus aku alokasikan untuk main film ini karena aku kepingin maksimal film ini. Syutingnya di Jakarta, Sentul, dan seputar Jabodetabek aja. Di film memakai bahasa jargon-jargon aku, semua jadi tuh,” pungkas Syahrini. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Film Yowis Ben yang sarat balutan budaya kota Malang menggunakan bahasa Jawa dalam hampir keseluruhan filmnya menjadi salah satu bukti keberagaman Indonesia dari segi bahasa.

Film yang diawali dari ide seorang YouTuber yang terkenal dengan konten-konten YouTube berbahasa Jawa, yaitu Bayu Skak.

Bersama dengan Fajar Nugro, Bayu menggarap film yang membahas problem remaja seputar pencarian jati diri, rasa kesepian, semangat pertemanan, dan cinta sejati dengan gaya komedi yang sukses membuat penonton tertawa sepanjang film.

Menurut Bayu, film ini merupakan wujud lintas budaya.

Ia menjelaskan, meskipun menggunakan bahasa Jawa, penonton yang tidak paham bahasa Jawa pun mampu menerima film ini dengan baik, tentunya disertai dengan subtitle bahasa Indonesia.

“Yowis ben ini film yang tercetus dari kepala saya harus berbahasa jawa. Saya youtuber pakai bahasa Jawa juga kontennya dan saya kasih subtitle. Jadi bisa crossculture. Ini kan harmoni. Inilah NKRI. Itu yang saya imbau,” ungkap Bayu Skak saat konferensi pers di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa 20 Februari 2018.

Sang sutradara, Chand Parwez yang berasal dari Sunda pun menyetujui garapan film yang menggunakan bahasa Jawa ini karena ceritanya yang menarik dan sarat muatan lokal.

“Saya ingin menegaskan bahwa tanah air ini beragam sekali. Dengan ada film semacam Yowis Ben saya jadi paham jokes anak muda di Jawa sana,” ungkap Chand Parwez selaku produser.

Bahkan, para pemain yang tidak bisa berbahasa Jawa pun bekerja keras untuk belajar bahasa Jawa saat si lokasi syuting, seperti Brandon Salim dan Cut Meyriska.

“Setiap reading gue ada yang berdua doang sama Bayu buat belajar bahasa Jawa. Karena semua bahasa Jawa, gue harus ngerti apa aja setiap kata,” ungkap Brandon Salim.

Film yang disutradarai oleh Fajar Nugros ini akan tayang pada 22 Februari 2018 dengan pemain antara lain Bayu Skak, Cut Meyriska, Brandon Salim, Joshua Suherman, Devina Aureel, Ria Ricis, Arief Didu, Yudha Keling, Uus, dan masih banyak lagi. (***)

sumber: grid.id