INTERNASIONAL

MEDIAKEPRI.CO.ID, Seattle – Sebuah pesawat penumpang AS yang sedang menempuh penerbangan dari Seattle keDallas dipaksa untuk kembali mendarat karena ditemukan jantung manusia di pesawat itu.

Southwest Airlines mengatakan organ itu awalnya diangkut dalam penerbangan dari California ke Seattle untuk diproses di sebuah rumah sakit yang akan memulihkan katupnya agar bisa digunakan dalam operasi cangkok jantung.

Tapi organ itu ternyata tidak sempat diturunkan, dan pesawat pun melanjutkan penerbangan ke Dallas. Celakanya, rumah sakit baru menyadari hal itu setelah pesawat itu hampir mencapai setengah perjalanan ke Dallas.

Insiden itu sebetulnya terjadi pada hari Minggu, namun baru terungkap dalam laporan media pada hari Kamis.

Para penumpang sudah barang tentu terkejut ketika kapten memberi tahu mereka tentang kargo itu dan mengapa penerbangan kembali.

Sebagian segera menggunakan ponsel pintar mereka untuk mencari tahu berapa lama jantung dapat disimpan sebelum tidak lagi layak untuk operasi transplantasi – yang biasanya antara empat hingga enam jam, menurut para ahli.

Pesawat itu dilaporkan berada di udara selama sekitar tiga jam.

Seorang dokter yang berada di antara penumpang tetapi tidak ada sangkut pautnya dengan pengiriman organ itu, mengatakan kepada surat kabar Seattle Times bahwa insiden itu adalah “kisah mengerikan tentang kelalaian luar biasa”.

Jantung itu belum masuk daftar untuk diberikan pada pasien tertentu.

Setelah pesawat kembali ke Seattle, jantung itu langsung dibawa ke pusat penanganan donor untuk penyimpanan jaringan.

Disebutkan, jantung itu tiba dalam rentang waktu yang diperlukan, hingga masih akan bisa digunakan, tulis surat kabar itu. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Yaman – Seorang ayah di Yaman berjalan kaki selama lebih dari tiga jam demi membawa bayinya yang mengalami malnutrisi ke rumah sakit.

Namun setelah sampai di rumah sakit, bayi berusia lima bulan itu sudah tidak tertolong.

BACA JUGA:

Kesehatan Itu Mahal Harganya, Wasir Bisa Jadi Gejala Kanker Usus Besar, Kenali Tandanya

Rutin Mengkonsumsi 7 Buah Ini untuk Mendapatkan Perut Ramping dan Sehat

Jaringan Internet Telkomsel Putus, Ini Sebabnya

Dokter mengumumkan bayi laki-laki itu sudah meninggal karena kelaparan.

Melansir dari The New Arab, Abdo Shoo’i mengaku tidak memiliki uang untuk membawa putranya, Aqeel, yang mengalami kekurangan gizi ke rumah sakit.

Duh Mirisnya, Aksi Jambret Sadis Ini Diketahui Beberapa Pengendara dan Mereka Diam Saja “Terlalu”

Tragis ya, Hanya karna Menolak Perintah Suami, Wanita Ini Dibakar Hidup-hidup

Tersinggung karna Ditagih Hutang, Fajar Nekat Perkosa dan Bunuh Kasir Toko Bangunan

Shoo’i akhirnya memutuskan untuk berjalan kaki ke sebuah pusat medis di distrik Aslam Hajja.

Dari tempat tinggalnya, ia butuh waktu tiga jam berjalan kaki hingga ke pusat medis tersebut.

Shoo’i bahkan berjalan tanpa alas kaki.

“Saya tidak punya uang untuk membayar transportasi. Saya bahkan tidak punya cukup uang untuk membayar sampai seperempat perjalanan,” katanya kepada reporter Alaraby TV di rumah sakit.

Setelah sampai di pusat medis, dokter yang bertugas segera memeriksa bayi itu.

Mereka berusaha selama satu jam lebih untuk menyelamatkan nyawa bayi yang sudah lemah tersebut.

Namun akhirnya, dokter menyatakan bayi Aqeel telah meninggal.

Kabar duka itu tidak dapat langsung diterima Shoo’i yang sempat tampak kebingungan dengan penjelasan dokter bahwa putranya telah meninggal.

Bayi Aqeel bukan satu-satunya anak yang menjadi korban peperangan di Yaman yang mungkin telah meninggal karena kelaparan maupun penyakit, sejak pecahnya perang sipil pada 2015.

Data dari organisasi Save the Children yang dirilis bulan lalu menyebut, nyawa sekitar 85 ribu anak-anak berusia di bawah 5 tahun di Yaman terancam kelaparan dan penyakit.

Organisasi internasional itu menyampaikan perkiraan sederhana itu didasarkan pada tingkat kematian rata-rata akibat malnutrisi parah.

“Untuk setiap anak yang terbunuh akibat bom dan peluru, puluhan lainnya mati kelaparan dan hal itu sepenuhnya bisa dicegah.”

“Anak-anak yang meninggal akibat kelaparan akan sangat menderita,” kata Tamer Kirolos, direktur Save the Children di Yaman. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Selebriti selalu menjadi sorotan siapapun, Segala tingkah lakunya tak jarang kerap dikomentari banyak pihak.

Terlebih jika gayanya ini menuai kontroversi.

Hal ini sedang dialami oleh seorang aktris asal Mesir, Rania Youssef.

Mau Tingkatkan Jumlah Followers di Instagrammu? Ini Caranya

Duh, Kasus AIDS Pelajar dan Mahasiswa di Riau Lebih Tinggi dari PSK

Liverpool Vs Everton, Jordan Pickford Kualat

Dilansir dari New York Times, Senin, 3 Desember 2018, Rania menghadapi tuduhan kriminal yang berpotensi menjebloskannya ke penjara.

Padahal artis ini hanya menghadiri Festival Film Internasional Kairo dan dia juga berlenggak-lenggok di red carpet seperti artis kebanyakan.

Sebelum Meninggalkan Tempat Menginap, Satgas TMMD Bersihkan Bersama-sama

Namun, bukan aksinya itu yang menuai kontroversi, melainkan gaun yang dia pakai.

Rania kala itu memakai gaun hitam berenda yang transparan sehingga memperlihatkan area paha dan kakinya yang jenjang, serta sebagian bokongnya.

WOW!! Melly Goeslaw Sindir Penggoda di Rumah Tangga Raffi dan Nagita: Kasian Deh yang Baper

Tiga pengacara Mesir yang tergabung dalam kewaspadaan moral mengajukan gugatan terhadap artis peran tersebut.

Ketiganya menggugat Rania dengan tuduhan pelanggaran moral publik lewat pakaian.

MIRIS!!!, Sudah Minta Maaf Sampai Memelas, Tapi Sejumlah Pria Tetap Perlakukan Wanita ini Sambil Direkam

Persidangan pertama telah dijadwalkan pada Januari 2019 mendatang.

Akibat tuduhan ini, artis 40 tahun tersebut terancam penjara selama 5 tahun jika dinyatakan bersalah.

Rania lantas meminta maaf karena mengenakan gaun itu.

Dirinya juga menekankan jika dia menghormati nilai-nilai budaya dan moral Mesir.

“Saya tidak mengharapkan reaksi ini, dan jika saya tahu, saya tidak akan mengenakan gaun ini,” katanya dalam sebuah pernyataan, masih dilansir dari NYT.

Salah satu pengacara penuntut, Samir Sabry mengklaim telah mengajukan lebih dari 2.700 tuntutan hukum yang serupa selama 40 tahun terakhir.

Dia menjadikan aktor, ulama, politisi, penari perut sebagai targetnya.

Kasus Rania ini menambah rentetan panjang daftar artis Mesir yang berurusan dengan hukum.

Di bawah kepemerintahan otoriter Presiden Abdel Fattah el-Sisi, beberapa artis diatur dalam berpakaian, perilaku, bahkan lelucon yang mereka lontarkan pun tak bisa terlalu bebas.

Sebelumnya, penyanyi pop Sherine Abdel-Wahab dijatuhi hukuman 6 bulan penjara.

Gara-gara Sherine mengeluarkan lelucon tentang kualitas air Sungai Nil yang kotor.

Namun akhirnya dia dibebaskan setelah naik banding pada Mei 2016.(***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Polisi di West Yorkshire menggunakan metode baru yang cerdas untuk menangkap pengemudi yang melanggar hukum karena menggunakan telepon genggam saat berkendara.

Setelah uji coba yang sukses di West Midlands, kepolisian West Yorkshire kini juga menggunakan bus tingkat dalam upaya inovatif untuk menangkap pengemudi. Pengendara yang tertangkap bisa didenda 200 poundsterling dan mendapat enam poin pada SIM mereka jika tertangkap.

Di West Yorkshire, petugas hanya butuh beberapa menit untuk mengidentifikasi pelaku pertama mereka. “Hanya lima menit dalam perjalanan kami dan sopir pertama kami telah dihentikan,” kata seorang juru bicara polisi, dilansir di laman Scotsman, Kamis, 29 November 2018.

Pendekatan baru untuk menangani penyalahgunaan telepon dan pelanggaran otomotif lainnya pertama kali diuji oleh Polisi West Midlands. Petugas berpakaian biasa yang dilengkapi dengan kamera video memfilmkan pengemudi dari bus tingkat.

Jika mereka menangkap sopir menggunakan ponsel mereka atau melanggar undang-undang lain, informasi disiarkan kepada polisi yang mengalihkan pelanggar ke situs yang ditunjuk.

Setelah berhenti, pengemudi akan diperlihatkan video realitas virtual yang menyoroti konsekuensi yang berpotensi merusak dari tindakan mereka. Petugas juga memiliki opsi mengambil perincian pengemudi jika mereka mengulangi atau memberikan denda di tempat dan dukungan lisensi.

“Menggunakan telepon seluler saat mengemudi terbukti sama berbahayanya dengan mengemudi sat mabuk. Itu dapat menghancurkan kehidupan dan orang-orang perlu memahami ini tidak dapat diterima,” kata PC Mark Hodson dari Satuan Lalu Lintas Pasukan Polisi West Midlands. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Moskwa – Seorang pria tewas ditabrak sebuah pesawat Boeing 737 yang sedang lepas landas di bandara Sheremetyevo, Moskwa.

Albert Yepreman (25), dideportasi dari Madrid ke kampung halamannya Armenia.

Saat pesawat yang membawanya dari Spanyol transir di Moskwa dia berusaha melarikan diri.

BACA: Saleem Iklim Akhirnya Tutup Usia Setelah Kecelakaan Tragis yang Menimpanya, Ini Kronologinya

BACA: Kisah Tragis Penjual Tahu, Dibunuh Istri karna Cemburu, Alibi Bunuh Diri Jadi Pembunuhan Itu Diungkap Polisi

Dia melarikan diri ke landasan pacu bandara Sheremetyevo di saat sebuah pesawat yang akan terbang ke Athena, Yunani bersiap lepas landas.

Kantor berita Interfax mengabarkan, insiden itu terjadi pada Selasa, 20 November 2018.

BACA: Tragis!! Kedua Anaknya Tewas Dibunuh Ibunya karna Putus Asa

BACA: Astagfirullah! Awasi Anak Anda, Bayi Malang Ini Tewas Mengenaskan Diduga Dicabuli Bocah 10 Tahun yang Mengaku Mabuk Lem

Pria itu seharusnya menumpang pesawat lain menuju Yerevan, Armenia.

Kru pesawat yang mendarat dari Madrid sudah menghubungi polisi saat mendarat karena pria Armenia itu berulah sepanjang penerbangan.

BACA: Kronologi Pembunuhan Pemandu Lagu yang Mayatnya Disembunyikan dalam Lemari

BACA: Ini Rahasia Cara Memasak Nasi Goreng yang Lezat Menurut Sains

Menurut sebuah laporan, pria tersebut menyrang seorang kru kabin.

“Namun, begitu turun dari pesawat di Moskwa, tidak diketahui kabarnya. Dia tidak melewati imigrasi untuk masuk ke wilayah Rusia,” ujar seorang staf bandara.

Laporan lain menyebut, pria yang sebelumnya tinggal di Barcelona itu ditempatkan di terminal tempat pesawat tujuan Yerevan berada.

Saat itulah, pria itu melarikan diri ke arah landasan pacu bertepatan ketika sebuah pesawat tujuan Athena bersiap lepas landas.

BACA: Tepung Kelapa Pengganti Tepung Roti, Alternatif Nutrisi Tepat untuk Diabetes

Pilot pesawat itu dikabarkan merasa seperti menabrak sesuatu di landasan pacu tetapi tidak menyangka yang ditabraknya adalah manusia.

“Kru pesawat tujuan Athena melapor ke menara pengawas karena mengira sudah menabrak hewan di landasan pacu saat akan lepas landas,” demikian Interfax.

“Pesawat itu memutuskan tetap melanjutkan penerbangan karena sistemnya tidak mengindikasikan adanya kerusakan,” tambah Interfax.

BACA: Warga Adakan Doa Bersama Sebagai Ucap Syukur TMMD Berjalan Lancar

Setelah mendapat laporan itu, pihak bandara mengirim petugas keamanan ke landasan pacu dan mereka menemukan tubuh manusia.

Otorita penerbangan sipil Rusia menyebut pesawat yang menabrak pria Armenia itu milik maskapai penerbangan Rusia, Aeroflot.

Sementara itu, masih menurut Interfax, saat pesawat Aeroflot itu mendarat di Athena petugas bandara langsung melakukan pemeriksaan.

Saat pemeriksaan itu, petugas menemukan lubang di tubuh pesawat. Sehingga pesawat itu untuk sementara dikandangkan.(***)

sumber: tribunnews.com

 

MEDIAKEPRI.CO.ID, Leicester – Helikopter milik bos klub Leicester City, Vichai Srivaddhanaprabha jatuh dan terbakar di luar stadion King Power. Seperti ini detik-detik jatuhnya helikopte versi saksi mata di lokasi kejadian.

Dilansir BBC, Ahad, 28 Oktober 2018 salah satu saksi mata mengatakan bagian baling-baling helikopter tidak berfungsi. Kemudian helikopter hilang kendali berputar-putar.

Penampakan terakhir helikopter tersebut sebelum lepas landas.

Sementara itu, fotografer freelance, Ryan Brown yang meliput pertandingan mengatakan melihat dengan jelas helikopter di stadion King Power sebelum kecelakaan.

“Mesin helikopter berhenti dan saya berbalik. Kemudian suara menjadi hening lalu terjadi bunyi seperti dentuman dan api yang sangat besar,” kata Brown.

Dia melihat kobaran api yang besar. Kemungkinan itu saat helikopter terjatuh di area dekat stadion.

Hingga saat ini kecelakaan tersebut masih diselidiki. Keberadaan apakah Srivaddhanaprabha di dalam helikopter juga belum diketahui.

Namun dalam beberapa kesempatan, Srivaddhanaprabha diketahui sering dijemput oleh helikopter pribadinya itu usai menyaksikan laga kandang Leicester City. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Sepeda motor yang ditumpangi penyanyi Saleem Iklim menabrak sebuah mobil yang hendak belok kiri.

Kejadian tersebut terjadi di Kilometer 16, Lebuhraya Grand Saga, Malaysia pada 20 September 2018 lalu.

Pada saat kejadian, penyanyi yang sempat kondang pada dekade 1990 an itu sempat dirawat di Rumah Sakit Universiti Kebangsaan Malaysia (PPUKM), Kuala Lumpur, Malaysia.

Saleem Iklim mengalami patah rusuk hingga menusuk dadanya.

Kabar duka tersebut disampaikan oleh istrinya Juriah Bachok, kepada Harian Metro.

Menurut Juriah, Saleem yang bernama lahir, AM Saleem Abdul Majeed, sebelumnya dirawat ruang Intensive Care Unit (ICU) setelah mengalami kecelakaan sepeda motor pada 20 September 2018 lalu.

Dalam kejadian di Kilometer 16, Lebuhraya Grand Saga itu, 12 tulang rusuk Saleem patah dan salah satunya menusuk paru-paru Saleem.

Kecelakaan tersebut terjadi pada pukul 15.30 waktu setempat.

Ketika itu, Saleem mengendarai sepeda motor dari arah Kajang ke arah Cheras dan dilaporkan terlibat dalam kecelakaan mobil dari rute yang sama di sepanjang tol 11 tol, Kajang.

Saat kejadian, pengemudi mobil dilaporkan mencoba berbelok ke kiri untuk memasuki kantor Grand Saga di Batu 11 Toll Plaza, sebelum sisi kiri mobil ditabrak oleh sepeda motor Saleem.

Dua puluh empat hari dirawat di Rumah Sakit, Saleem Iklim meninggal pada Ahad, 14 Oktober 2018.

Penyanyi yang sempat terkenal di Indonesia pada dekade tahun 1990-an itu meninggal dunia pada usianya yang ke-56 tahun.

Saleem merupakan seorang penyanyi Malaysia yang berasal dari Terengganu.

Namanya membesar di Indonesia usai membawakan lagu Suci Dalam Debu.

Pada tahun 1996, nama Saleem dikabarkan mulai meredup.

Saleem dikeluarkan dari Band Iklim lantaran masalah disiplin waktu yang membuat sesama anggota berang.

Saleem tidak menyalahkan siapapun saat itu dan mengakui kesalahannya.

Usai dikeluarkan dari Iklim, Saleem sempat bersolo karir. Namun karirnya tak semulus saat ia tergabung dalam iklim.

Sepanjang hidupnya, Saleem pernah dipenjara sebanyak dua kali. Ia ditangkap pada tahun 1996 di Jalan Chow Kit Tuanku Abdul Rahman Kuala Lumpur akibat pengunaan obat berlebihan. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Istanbul – Seorang wanita di Turki menggugat cerai suami yang sudah sembilan tahun dinikahinya karena alasan yang tidak biasa. Sang suami gemar memakai pakaian wanita.

Seperti dilansir media lokal Turki, Hurriyet Daily News, Rabu, 8 Agustus 2018 dalam gugatan cerai yang diajukan ke pengadilan keluarga Gaziosmanpasa, Istanbul, wanita yang tidak disebut namanya itu mengatakan bahwa suaminya mulai memakai make-up dan memakai pakaian wanita sekitar dua tahun lalu.

Beberapa waktu terakhir, sebut pengacara wanita itu, sang suami mulai memakai thong dan stocking saat ada di rumah.

“Ketika klien saya berusaha membahas isu ini, dia (suami-red) menggunakan kekerasan terhadapnya,” tutur pengacara sang istri.

“Klien saya saat ini tengah depresi. Dia tidak ingin melanjutkan pernikahannya. Kami ingin perceraian dan kompensasi 200 ribu Lira (Rp 537,9 juta),” imbuhnya.

Setelah sang istri menggugat cerai, suaminya tidak mau kalah dan ikut mengajukan gugatan ke pengadilan. Dalam gugatannya, sang suami menuding istrinya ‘telah menghina dirinya dengan menanyakan apakah dirinya pria atau bukan’ dan juga menanyakan soal fertilitasnya.

“Istrinya menyatakan klien saya memiliki orientasi seksual berbeda, berusaha memerasnya dengan klaim ini,” sebut pengacara sang suami.

Pihak suami meminta pengadilan untuk mengabulkan perceraian tanpa kompensasi. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Seorang balita terjebak di dalam mobil di Liuyang, Hunan, China, ia terkunci sendirian di dalam mobil pada Sabtu, 4 Agustus 2018.

Orangtuanya coba mengajari anaknya untuk keluar dari mobil selama satu perempat jam namun tak berhasil.

Seorang pemilik toko menyarankan untuk memecahkan kaca mobil untuk selamatkan bayi tersebut.

Lantaran suhu di sana mencapai 34 celsius sehingga membahayakan bagi balita.

Namun orangtua balita tersebut menolak.

Lalu, memilih untuk ambil kunci cadangan di rumah.

Akhirnya, pemilik toko tersebut minta tolong ke pejalan kaki semprotkan air ke mobil.

20 menit kemudian, orangtua balita datang dan balita tersebut dapat dikeluarkan dari mobil dengan selamat. (***)

sumber: tribunnews.com

INTERNASIONAL

Minggu | 05 Agustus 2018

Ritual Tolak Bala Kok Tidur Dipeti Mati, Ya Innalillahi

MEDIAKEPRI.CO.ID – Seorang wanita warga Korea Selatan (Korsel) ditemukan tewas setelah diyakini tertidur di peti mati dalam ritual keagamaan pada hari Jumat, kemarin.

Ritual ini dikatakan untuk menjauhkan bala dan musibah.

Menurut polisi, wanita berusia 47 tahun itu berada dalam peti mati mulai pukul 8 malam, pada Kamis, dimana acara keagamaan itu diadakan di rumah seorang kenalannya yang terletak di sebelah tenggara kota Gumi, Korsel.

Sebelumnya insiden terjadi, korban dikatakan sempat keluar dari peti mati dua jam setelah dimulainya acara ritual tersebut, tetapi diberitahu oleh teman-teman dan peserta untuk tinggal lebih lama di dalam peti mati.

Namun, pada Jumat pagi harinya, dua peserta yang terlibat membuka peti mati sekitar pukul 06.30 dan menemukan teman mereka sudah tidak bernyawa.

Sebagaimana dilasir dari Yonhapnews melalui siakapkeli, korban mungkin tertidur di peti mati sebelum meninggal, karena tidak ada gerakan untuk mencoba keluar dari keranda itu.

Bedah mayat akan dilakukan pada hari Sabtu ini untuk mengidentifikasi penyebab kematian wanita serta penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui kemungkinan korban mati akibat kepanasan karena kondisi di dalam keranda yang kedap udara.

Dua korban yang terlibat dalam upacara juga akan diselidiki oleh polisi untuk mengidentifikasi kelalaian mereka hingga menyebabkan kematian. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Empat anggota keluarga ditemukan tewas secara misterius.

Keluarga tersebut terdiri dari Krishnan (52), istrinya yang bernama Susheela (50), dua anak mereka, Arsha (21) dan Arjun (19).

Jumat, 3 Agustus 2018, jasad keluarga tersebut ditemukan terkubur di halaman belakang rumah mereka.

Peristiwa ini terjadi di Thodupuzha, Idukki, Kerala, India.

Penemuan jasad 4 anggota tersebut berawal dari laporan tetangga mereka ke polisi.

Tetangga menyadari anggota keluarga itu telah menghilang selama empat hari.

Keluarga itu biasanya membeli susu dari tetangga setiap hari, tetapi 2-3 hari belakangan, mereka tak muncul.

Selain itu, koran-koran juga ditinggal selama berhari-hari di depan rumah.

Akhirnya, tetangga mereka pun melapor ke polisi.

Saat melakukan penyelidikan di rumah keluarga itu, polisi menemukan noda darah di dinding dan di lantai.

Setelah memeriksa sekeliling rumah, polisi menemukan gundukan tanah yang tampak baru.

Setelah digali, ternyata empat anggota keluarga itu telah dikubur.

Saat ditemukan, empat mayat itu dalam kondisi mengenaskan.

Mereka menderita luka sayatan dan luka tusuk.

Selain itu, polisi juga menemukan palu dan pisau yang diyakini sebagai alat yang digunakan pelaku menghabisi nyawa korban.

Polisi belum mengetahui motif di balik pembunuhan itu, apalagi anggota keluarga itu tak terlalu dekat dengan tetangga, hanya berinteraksi secukupnya.

“Dari apa yang kami pahami, keluarga itu tidak terlalu ramah dengan tetangga. Jadi, kami masih menyelidiki apa yang telah terjadi pada keluarga ini,” kata seorang petugas kepolisian dikutip dari indianexpress.com.

Namun, Krishnan oleh orang-orang dikenal sebagai ahli nujum dan banyak didatangi oleh orang-orang yang mengendarai mobil mewah.

Polisi juga mengatakan tidak ada tanda-tanda pelaku masuk paksa ke dalam rumah sehingga diduga pelaku dekat dengan korban.

Korban diduga dibunuh di rumah menggunakan pisau dan diseret ke luar untuk dikuburkan.

Selain itu, menurut polisi akhir-akhir ini daerah tersebut sering hujan deras, kemungkinan teriakan minta tolong warga tidak terdengar. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kisah suram dialami oleh Allen Standford, bekas miliuner itu kini harus mendekam di penjara dengan hukuman 110 tahun lamanya. Padahal usianya kini telah di atas 60 tahun dan harus menghabiskan sisa hidupnya di balik jeruji besi.

Mengutip Forbes, Senin, 30 Juli 2018 Stanford sendiri sebelumnya merupakan pebisnis di kepulauan Karibia.

Pemilik pulau mewah seharga US$ 63 juta ini juga terkenal karena gaya hidup mewahnya. Dia pernah masuk dalam daftar orang terkaya dunia versi Forbes.

Sayangnya, Stanford dijatuhkan hukuman penjara selama 110 tahun dengan vonis penipuan senilai US$ 7 miliar atau sekitar Rp 76,4 triliun pada 2009 lalu. Sekitar 30 ribu investor di seluruh dunia mengalami kerugian akibat membeli sertifikat pinjaman di sejumlah Bank Stanford.

Dalam menjalankan bisnisnya, Stanford menggunakan skema ponzi kepada para korban. Skema Ponzi adalah sebutan bagi praktik arisan berantai, yang pada hakikatnya adalah penipuan. Lewat skema Ponzi, keuntungan menggiurkan diberi kepada investor lama dengan memakai dana dari investor baru yang tak berujung.

Allen Stanford sendiri merupakan kelahiran Mexia, Texas. Dia adalah anak dari anggota dewan direksi Stanford Financial Group, James Stanford. Ayahnya adalah mantan walikota Mexia dan orang yang cukup terpandang di wilayahnya. Sementara sang ibu, Sammie Stanford merupakan seorang perawat.

Saat mengawali karir sebagai pengusaha, Allen Stanford langsung gagal. Pada 1974, dia mendirikan sebuah tempat fitnes. Perusahaan tersebut tak bertahan lama hingga akhirnya ditutup.

Dia juga pernah kehilangan klub kesehatan yang didirikannya hingga membuat dia menderita utang pribadi sebesar US$ 13 juta. Dia lalu mencoba beberapa peruntungan di bidang bisnis sebelum akhirnya terbang ke Karibia.

Setelah berkali-kali terlilit utang dan kegagalan, Stanford lalu mendirikan Stanford International Bank pada 1991 di Antigua. Di sana lah Stanford mendirikan kerajaan bisnisnya. Kerajaan bisnis tersebut membuatnya menjadi pengusaha besar.

Dia lalu mengajak para penduduk kaya Amerika Latin yang saat itu mengkhawatirkan stabilitas pemerintahannya ikut serta dalam bisnisnya. Hal itu berhasil dilakukan, aset bank yang didirikannya itu meroket hingga US$ 350 juta dalam tiga tahun terakhir.

Setahun kemudian, dia pindah ke AS dan mendirikan Stanford Financial Group di Houston. Perusahaan tersebut dikenal sebagai penjual sertifikat pinjaman. Karena keamanannya, sertifikat pinjaman dipandang sebagai aset yang aman dan pilihan tepat bagi para pembeli potensial.

Banyaknya pembeli aset tersebut membuat perusahaan Stanford juga tumbuh hingga US$ 3 miliar. Sayangnya, para investor tak menyadari aset Stanford tersebut sangat tidak aman dan bisa membuatnya rugi besar.

Hingga akhirnya penyidik menemukan cukup bukti untuk menyeretnya ke penjara. Pada 2009, Stanford ditangkap FBI di salah satu rumah mewahnya karena terbukti melakukan skandal penipuan dan pencucian uang.

Lewat skema Ponzi yang digunakannya, dia dituduh menipu sekitar 30 ribu investor di seluruh dunia dengan jumlah dana sebesar US$ 7 miliar yang berasal dari sertifikat pinjaman bernilai US$ 8 miliar di perusahaannya. Tim investigasi tak dapat menemukan 92% dari US$ 8 miliar aset bank tersebut.

Stanford lalu meringkuk di penjara selama tiga tahun terakhir sebelum akhirnya dinyatakan bersalah dan menerima vonis 110 tahun penjara pada 2012. Tentu saja, Stanford tak akan pernah menghirup udara segar lagi. Stanford bersalah atas 13 dari 14 kasus yang dituduhkan kepadanya, antara lain penipuan, konspirasi, dan pencucian uang. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Seorang wanita bernama Hortencia Balcanzar (26) ditembak oleh suaminya saat sedang menyusui anaknya.

Akibatnya, ibu dari empat anak itu tewas.

Hortencia dilaporkan memiliki empat anak berusia sembilan bulan, 2 tahun, 4 tahun, dan 8 tahun.

Tribun-Video.com melansir dailymail.co.uk, Jumat, 27 Juli 2018 peristiwa itu terjadi di Veracruz, Meksiko pada 19 Juli 2018.

Pelaku, Gabriel Hernandez Reyes (26) nekat menembak korban karena mengangggap korban lama dalam bersiap-siap untuk pergi keluar.

Menurut Blog Expediente, pelaku telah menghamili wanita lain di kota tersebut sehingga membuat korban depresi.

Orang-orang dekat korban mengatakan, Hernandez sering memukuli korban dan mengancam korban menggunakan pistol.

Ayah korban, Anselmo Balcanzar mempertanyakan peran mertua putrinya yang tidak berbuat apapun melihat penganiayaan itu.

“Suaminya akan membawanya kembali ke rumah orangtuanya, tetapi mereka memberinya kehidupan yang buruk,” kata Anselmo.

Menurut Anselmo, mertuanya putrinya pernah berjanji tak akan membiarkan Hortencia dianiaya, tetapi nyatanya mereka tidak pernah melakukan apapun.

Peristiwa itu telah membuat banyak orang terkejut.

Bayi yang sedang disusui korban saat insiden itu tidak terluka.

Warga yang mendengar suara tembakan memanggil polisi, tetapi pelaku melarikan diri.

Sementara ibu korban, Francisca masih terpukul kerena insiden tersebut.

Dia sangat sedih bahkan merasa tidak berguna karena tidak dapat menyelamatkan putrinya.

“Saya tidak bisa membelanya karena saya tidak melihat apakah dia membawa pistol,” katanya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bangkok – Seorang pria di Thailand terbakar cemburu setelah istrinya dilecehkan pria lain yang sedang mabuk. Dia marah dan memotong organ kemaluan pria “kurang ajar” yang sebenarnya rekan kerjanya sendiri.

Organ pribadi korban yang sudah terputus dilemparkan ke luar rumah sebagai makanan untuk kawanan anjing.

Insiden berdarah ini tak terduga, karena pelaku dan korban beserta seorang pria lain yang satu pekerjaan sedang berkumpul untuk bersenang-senang di rumah pelaku di Ratchaburi pada 24 Juli 2018.

Korban diketahui bernama Suwit Tipjantha. Sedangkan pelaku bernama Permsak Petprasert.

Saat pesta berlangsung, Permsak dan pria ketiga pergi untuk membeli lebih banyak minuman beralkohol. Istri Permsak, Tin, sedang tidur di kamarnya saat Suwit ditinggal pergi untuk membeli minuman.

Suwit kemudian mendekati Tin dan mulai membelai lengan wanita yang sedang tidur tersebut. Hal itu membuat Tin bangun dan berlari keluar sambil berteriak ketika suaminya pulang.

Teriakan dan aduan sang istri membuat Permsak marah dan memukul Suwit dengan palu hingga pingsan. Dia lantas memotong kemaluan korban dan melempar potongan organ pribadi itu ke kawanan anjing sebagai makanan.

Permsak lantas meminta tetangganya untuk membawa korban ke rumah sakit setempat. Korban terbangun keesokan harinya dengan kondisi luka parah.

“Saya akan melakukan ini lagi untuk melindungi istri saya. Ini salah dia (korban) karena mencoba merayunya,” kata Permsak.

Menurut pihak berwenang, seperti dikutip Bangkok Post, Kamis, 26 Juli 2018 Permsak akan didakwa dengan tuduhan melakukan serangan fisik dan menghadapi ancaman penjara hingga 10 tahun. (***)

sumber: sindonews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Dokter Andirahman Omar Hassan dari rumah sakit Hanano di Dhusamareb, Somalia tengah mengatakan seorang anak perempuan berusia 10 tahun meninggal dunia akibat mengalami mutilasi genital pada perempuan (FGM) atau khitan perempuan.

Dr Hassan dari tim tanggap yang berusaha menyelamatkan anak itu mengatakan kepada VOA anak itu meninggal dunia setelah menjalani khitan.

Korban dibawa ke rumah sakit itu pada17 Juli. Orang tuanya menjelaskan khitan itu dilakukan dua hari sebelumnya di Desa Olol, 40 kilometer utara Kota Dhusamareb.

Ia dibawa petang hari dan setelah mengetahui kondisinya segera dibawa ke ruang gawat darurat, tetapi kemudian meninggal dunia akibat banyak kehilangan darah, kata Dr Hassan kepada VOA.

Menurut Hassan, anak perempuan itu terkena infeksi tetanus akibat penggunaan alat khitan yang tidak steril.

Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) menjelaskan mutilasi genital pada perempuan dapat mengakibatkan pendarahan, infeksi, gangguan buang air kecil dan komplikasi kehamilan.

Ayah anak itu, Dahir Nur, mengatakan ia berduka namun menerima putrinya meninggal karena khitan dan ia percaya putrinya itu “diambil oleh Tuhan”. Meskipun kehilangan putrinya ia membela kebiasaan itu.

“Orang di daerah itu menerima kebiasaan tersebut begitu pula ibunya. Kami sudah melihat akibatnya, tetapi itu budaya di negeri kami” katanya. Nur menambahkan, tidak ada pihak yang dia minta bertanggung jawab atas kematian putrinya itu.

Berita tentang khitan yang mematikan tersiar pada saat para aktivis di Somalia dan mitra internasional sedang bertemu dalam sebuah konferensi di Mogadishu untuk membicarakan cara menggencarkan kampanye menentang mutilasi genital pada perempuan.

Aktivis anti khitan perempuan di Somalia, Ifrah Ahmed, mengimbau pemuka agama agar berbuat lebih banyak untuk meyakinkan masyarakat mengakhiri kebiasaan tersebut.

“Para pemuka agama dapat memberitahu masyarakat tentang apa yang dikatakan agama mengenai mutilasi genital pada perempuan bahwa itu tidak ada kaitannya dengan agama, itu budaya” kata Ifrah Ahmed.

Menurut WHO, Somalia berada di peringkat teratas di antara tiga negara di dunia yang masih melakukan mutilasi genital atau FGM (female genitalia mutilation). (***)

sumber: Voaindonesia.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, BERLIN – Aksi heroik ditunjukkan oleh seorang nenek berusia 103 tahun di Berlin, Jerman. Menggunakan tongkat, ia berhasil mengusir kawanan pencuri yang hendak “membersihkan” apartemennya.

Peristiwa ini bermula saat dua orang asing membunyikan bel pintu flat milik perempuan renta itu pada Kamis sore. Ketika ia membuka pintu, kedua orang asing itu memaksa masuk.

Beralasan meminta tandatangan untuk beberapa dokumen, dua orang asing berjenis kelamin perempuan itu menggiring sang nenek ke dapur dengan sengaja membiarkan pintu rumahnya terbuka. Hal ini memudahkan rekan mereka yang lain, seorang laki-laki yang sedang menunggu di tangga, untuk masuk ke dalam flat.

Polisi percaya, laki-laki itu bermaksud mengambil barang-barang berharga pemilik rumah. Sementara antek-anteknya mencoba mengalihkan perhatian sang pemilik rumah.

Namun tampaknya mereka berurusan dengan orang yang salah. Nenek berusia 103 tahun itu sangat sigap dan tidak mudah dibodohi. Ia menolak untuk menandatangani apapun dan mengambil tongkatnya untuk mengusir kawanan pencuri yang tidak beruntung itu. Ia berhasil memukul mundur kedua perempuan asing tersebut bersama teman laki-laki mereka yang belum sempat masuk ke dalam rumah.

Perempuan berumur satu abad itu tidak terluka.

“Penipu sering pura-pura mendapatkan tanda tangan untuk paket atau resor untuk trik lain untuk mengalihkan perhatian korban mereka, biasanya orang tua, sehingga seorang kaki tangan bisa berlarian ke apartemen untuk mengumpulkan barang-barang berharga,” kata juru bicara polisi seperti dikutip Sputnik dari media lokal, Minggu, 22 jULI 2018

Pada tahun 2017, seorang pensiunan menggunakan payung menyerang sekelompok perampok bersenjata yang menggunakan kapak dan palu karena menghancurkan pintu toko perhiasan lokal.

Para penjahat berhasil melarikan diri.

sumber: sindonews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Nairobi – Seorang Ratu Kecantikan di Kenya divonis mati atas kasus pembunuhan. Ruth Kamande yang memegang gelar ‘ratu kecantikan penjara’ ini dinyatakan bersalah menikam kekasihnya sebanyak 25 kali hingga tewas.

Seperti dilansir AFP, Sabtu, 21 Juli 2018, Kamande (24) memenangkan gelar Ratu Kecantikan Penjara saat ada dalam tahanan setempat ketika menunggu proses persidangannya berjalan. Dia didakwa membunuh kekasihnya, Farid Mohammed (24), tahun 2015 lalu.

Kamande dinyatakan bersalah atas dakwaan pembunuhan pada Mei lalu. Sidang putusan untuk Kamande digelar pada pekan ini. Hakim Pengadilan Tinggi Kenya, Jessie Lesiit, menjatuhkan vonis mati untuk Kamande.

“Saya ingin orang-orang muda mengetahui bahwa bukan hal yang keren untuk membunuh pacar kalian meskipun kalian merasa kecewa atau frustrasi jangan lakukan itu,” tegas hakim Lesiit. “Sebaliknya, hal yang keren untuk pergi menjauh dan kemudian memaafkan,” imbuhnya.

Dalam putusannya, hakim Lesiit menuding Kamande memiliki perilaku ‘manipulatif’ termasuk memeriksa telepon genggam korban dan tidak menunjukkan penyesalan atas perbuatannya.

“Saya pikir menjatuhkan vonis lainnya selain yang telah ditentukan akan menjadikan terdakwa sebagai pahlawan” sebutnya.

Vonis mati ini diprotes oleh kelompok HAM, Amnesty International, yang menyebutnya ‘kejam, tidak manusiawi dan kuno’. Namun keluarga korban menilai vonis mati merupakan hukuman yang pantas.

“Kami senang bahwa hari ini telah datang dan orang tuanya, saudara perempuannya sebenarnya ada di pengadilan saat vonis dijatuhkan. Dia (Farid-red) baru saja memulai pekerjaannya ketika nyawanya direnggut,” ucap bibi korban, Emmah Wanjiku, kepada wartawan.

Pengacara Kamande, Joyner Okonjo, menyatakan kliennya akan mengajukan banding atas vonis mati itu. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Shenyang – Sebuah kejadian unik baru terjadi di Shenyang, China. Puluhan ribu ikan yang tadinya dilepas di danau untuk ritual keagamaan, malah ditangkap untuk dimakan.

Dikutip dari Shanghaiist, baru-baru ini sekitar 10.000 ikan dilepas di danau Dingxiang, Shenyang untuk ritual keagamaan bernama fangsheng. Secara harfiah, fangsheng berarti ‘melepas kehidupan’ dimana penganut Budha coba menyelamatkan ikan-ikan tersebut dari pasar lalu melepasnya kembali ke habitatnya.

Ritual ini juga bertujuan sebagai cara untuk mendapat kebaikan. Namun ternyata fangsheng malah disalahartikan oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab.

Mereka malah menunggu di sekitar danau untuk menangkap ikan-ikan yang dilepas dalam ritual fangsheng. Ikan tersebut sengaja diambil untuk dimakan. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial China, nampak dua pihak berdebat.

Penangkap ikan terlihat tak menghiraukan keluhan penganut Budha yang meminta mereka berhenti mengambili ikan. Sebenarnya ini bukan kali pertama orang-orang memanfaatkan momen fangsheng.

Mereka berlomba-lomba mendapatkan keuntungan tanpa mempedulikan niat baik orang yang melakukan ritual keagamaan itu. Meski begitu, melepaskan ikan dalam jumlah sangat banyak ke air ternyata menimbulkan masalah tambahan.

Tahun 2013, sekitar 250 kg ikan mati terdampar di Shanghai. Pejabat terkait mengabarkan hal ini terkait jumlah pelepasan ikan yang terlalu banyak. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Seoul – Pengakuan mengejutkan disampaikan eks petenis Korsel, Kim Eun-hee. Dia membeberkan pemerkosaan berulang yang dilakukan pelatih tenisnya saat berumur 10 tahun.

Pengakuan mengejutkan disampaikan seorang mantan petenis Korea Selatan (Korsel), Kim Eun-hee. Untuk pertama kalinya, perempuan itu berbicara kepada media internasional dan membeberkan pemerkosaan dan pemukulan yang dilakukan pelatihnya selama dua tahun.

Kim membeberkan bahwa pelatih tenis pertama kali memperkosa dirinya saat berumur 10 tahun di kamp pelatihan tenis yang diikutinya. Pemerkosaan itu terus berulang selama dua tahun.

Butuh waktu bertahun-tahun bagi Kim untuk menyadari bahwa apa yang dilakukan pelatih tenis padanya adalah pemerkosaan.

Kim yang kini berumur 27 tahhun, akhirnya melaporkan perbuatan pelatihnya itu ke polisi setelah melihat kembali pria itu di sebuah turnamen, dua tahun lalu.

“Saya ngeri melihat pemerkosa saya terus melatih para pemain tenis muda selama lebih dari satu dekade seolah-olah tidak ada yang terjadi,” tutur Kim saat diwawancarai kantor berita AFP. “Saya berpikir, ‘Saya tidak akan memberinya kesempatan untuk menyalahgunakan anak-anak perempuan lagi,” imbuhnya.

Ini pertama kalinya Kim berbicara kepada media internasional dan membeberkan bagaimana para atlet perempuan di Korsel diam-diam mengalami pelecehan seks oleh pelatih mereka.

Kim yang telah berhenti menjadi petenis dan kini menjadi pelatih tenis anak-anak, merasa senang karena pengadilan telah menjatuhkan hukuman penjara 10 tahun pada pemerkosanya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, North Carolina – Seorang suami di North Carolina, Amerika Serikat, coba membunuh istrinya sendiri lewat makanan. Dia meracuni makanan istrinya dengan racun semut.

Eugene Pittman meracuni makanan istrinya pada 12 Mei 2018 lalu. Hanya saja dia baru ditangkap Kepolisian Cumberland County pada Senin, 16 Juli 2018 kemarin.

Polisi menjelaskan, kala itu istri Eugene, Carmen Jackson-Pittman, merasa rasa makanannya terasa tak biasa. Namun kala itu Carmen malah berkelakar soal kemungkinan makanannya diracun oleh suaminya sendiri.

Carmen kemudian tertidur. Saat terbangun, dia mendapati suaminya akan mencekiknya. Carmen berhasil melawan dan menelepon Polisi.

Surat perintah penangkapan menyatakan Eugene telah memasukan racun semut Terro ke makanan istrinya. Bahan utama racun tersebut adalah boraks.

Sebuah organisasi tentang pestisida menyatakan racun tersebut dapat berefek samping ketidaksadaran, gagal ginjal, dan gangguan pernafasan. Kini Eugene harus meringkuk di penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Penumpang pesawat Air China harus mengalami ketakutan saat pesawat mereka jatuh ke 10.000 kaki.

Pesawat anjlok karena seorang kopilot menghisap rokok elektrik.

Pesawat ini anjlok pada Selasa, 10 Juli 2018.

Hal dramatis pun terjadi saat kadar oksigen di kabin menurun.

Namun, pesawat ini mampu naik kembali dan melanjutkan penerbangan.

Seperti dikutip dari Mirror.co.uk, Ahad, 15 Juli 2018, penurunan kadar oksigen dikaitkan dengan ulah kopilot yang nge-vape di pesawat.

Padahal, peraturan penerbangan China melarang penumpang menggunakan e-rokok pada penerbangan sejak 2006.

Hal ini bisa mengakibatkan asap menyebar ke kabin penumpang.

Untuk ‘mengatasi’ hal ini, kopilot mencoba menyalakan kipas angin agar asap rokok tak sampai kabin.

Sebuah foto yang diunggah seorang netizen ke situs mikroblog Weibo memperlihatkan masker-masker oksigen yang bergelantungan di dalam kabin penumpang pesawat Boeing milik maskapai Air China yang terbang dari Hongkong menuju Dalian, Selasa, 10 Juli 2018 malam.

Namun ia justru mematikan unit pendingin udara.

Saat awak kabin lain menyadari, maka mereka segera menyalakan AC.

Penerbangan Sipil China (CAAC) mengatakan, penyelidikan atas insiden itu sedang berlangsung dan sedang menganalisa perekam data penerbangan pesawat.

Sebelumnya warganet di China mencurigai pilot menyalakan rokok saat penerbangan. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Istambul – Sebuah kafe di Istanbul, Turki, mengunggah sebuah video di media sosial yang memperlihatkan seekor singa berlari di kandang kaca yang sempit.

Mevzoo, sebuah kafe binatang yang berlokasi di distrik Beykoz, mengunggah singa berusia satu tahun bernama Khaleesi mengejar gadis kecil.

Hal tersbebut menuai kecaman, lantaran dianggap telah melakukan penyiksaan terhadap binatang.

Video itu dikecam karena menunjukkan Khaleesi berlari di kandang dengan lebar kurang dari satu meter sebagai hiburan bagi pengunjung.

Dilansir Oddity Central, kecaman makin keras dilontarkan setelah Mevzoo diketahui memiliki burung beo dan burung langka lainnya, buaya, hingga kuda.

Si pemilik, Cengiz Siklaroglu, mengaku dia memiliki dokumen yang dibutuhkan untuk menyimpan hewan langka tersebut.

Harian lokal Cumhuryiet melaporkan, Mevzoo terdaftar sebagai Kebun Binatang Kelas B dan Pusat Rehabilitas Binatang oleh Kementerian Kehutanan dan Perairan. Siklaroglu mengatakan, dia hanya mengambil hewan yang dianggap tidak bisa dipelihara oleh kebun binatang lokal.

Dia mengeluarkan uang banyak untuk memastikan binatang berada dalam kondisi layak. Antara lain menjamin pengobatan dan pakannya. Selain itu, kandang mereka juga melebihi standar yang direkomendasikan Asosiasi Kebun Binatang dan Akuarium Dunia.

“Mereka yang berteriak-teriak soal penyiksaan itu tidak tahu fakta yang sebenarnya,” keluh Siklaroglu.

Dia menyebut para pengkritik tidak tahu betapa susahnya mendapat izin untuk memelihara hewan tersebut, dan memenuhi segala peraturan yang berlaku.

Setelah video itu beredar dan petisi dimulai di change.org, Kementerian Kehutanan langsung menggelar penyelidikan. (***)

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, New Delhi – Obsesi warga India untuk selfie dan eksis di media sosial telah mencapai titik terendah. Ini dipicu oleh aksi seorang pria yang malah asyik mengambil foto selfie dan memvideokan tiga korban kecelakaan yang tengah sekarat alih-alih membantunya.

Polisi India mengutuk aksi tersebut. Tidak hanya pria yang mengambil foto selfie, tetapi juga warga yang hanya menyaksikan dan turut mengabadikan kejadian tersebut tanpa memberikan bantuan.

Ketiga pria nahas itu diketahui terluka parah setelah sepeda mereka ditabrak oleh bus sekolah di negara bagian Rajasthan di utara India.

Foto-foto yang beredar di media sosial dan pers India menunjukkan warga sekitar sibuk mengambil foto selfie saat para korban yang terluka tergeletak, bersimbah penuh darah di jalan. Ketiga pria itu semua buruh di sebuah pabrik beton.

Sebuah video yang diunggah ke media sosial menunjukkan belasan pria berdiri berdiri melingkar menonton para korban yang menggeliat kesakitan dan memohon bantuan. Para korban itu akhirnya meninggal karena kehabisan darah.

Salah seorang korban tewas seketika dalam kecelakaan itu. Sementara dua lainnya sekarat selama setengah jam sebelum akhirnya meninggal.

Polisi setempat mengatakan tidak ada seorang pun berusaha memberikan pertolongan pertama atau membawa para korban ke rumah sakit seperti dikutip dari ABC.net.au, Kamis, 12 Juli 2018.

Warga India ramai-ramai mengutuk insiden tersebut di Twitter, mengatakan hukum harus dijatuhkan untuk menghukum para saksi yang tidak membantu korban yang terluka.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Mental Health and Addiction awal tahun ini melaporkan bahwa India juga menempati peringkat nomor satu di dunia dalam hal jumlah kecelakaan yang berhubungan dengan selfie. (***)

sumber: sindonews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Berita ini bisa menjadi pelajaran janganlah hidup sendirian bila Anda punya penyakit.

Jangan sampai Anda mengalami nasib seperti Glenn Pattinson (62).

Pria asal Kanada itu ditemukan sudah menjadi mayat dan tergeletak tanpa busana di kamar tidurnya.

Saat mayatnya ditemukan, Jumat, 6 Juli 2018, Cujo terlihat duduk di dekat tuannya.

Dilaporkan, Glenn telah meninggal sekitar 10 hari sebelumnya.

Ia tinggal sendirian di apartemennya di Distrik Pattaya, Thailland, hanya dengan ditemani Cujo.

Rupanya, anjingnya yang berumur lima tahun itu kelaparan sehingga memakan mayat tuannya.

Petugas mendatangi apartemen Glenn setelah mendapat laporan dari para tetangganya yang mengeluhkan Cujo.

Anjing itu sering menyalak dan menimbulkan kecurigaan tetangga.

Pria itu tidak lagi mengajak jalan-jalan anjingnya pada malam hari seperti biasanya.

Ketika paramedis datang, mereka menemukan pria tersebut dalam kondisi mengenaskan.

Sementara Cujo duduk dengan setia di samping mayat tuannya.

Oleh tetangganya, Bell Suchin (34 tahun), Glenn digambarkan sebagai seorang asing yang ramah yang telah tinggal di sana selama tiga tahun.

“Dia sayang pada anjingnya, dan membawanya jalan-jalan setiap malam. Dia tinggal sendirian, tetapi ada banyak wanita berbeda yang mengunjungi apartemennya, dia gembira,” kata Suchin, seperti dilansir dari MailOnline.

Sementara petugas medis mengatakan, belum lama ini Glenn mendatangi rumah sakit untuk berobat tetapi kemudian ditolak dan kembali ke rumah.

Pria itu diketahui menderita penyakit diabetes.

Polisi mengatakan, tidak ada yang mencurigakan yang menjadi penyebab kematiannya.

“Glenn Stanley Pattinson ditemukan tidak berbusana. Ia telah meninggal antara 7 hingga 10 hari,” kata Letkol polisi Pasawat Siripon Noppakun.

Ia menambahkan, anjing jantannya ada di sebelah mayatnya dan sudah tidak minum air selama beberapa hari.

Tidak ada tanda-tanda bekas perkelahian atau ruangan telah dirampok.

Mereka hanya tahu, almarhum tinggal sendirian di apartemennya.

Meskipun demikian, mayat Glenn akan diperiksa petugas forensik untuk mengetahui penyebab kematiannya.

Kedutaan asal negara pria itu juga diberitahu dan akan menghubungi keluarganya untuk mengatur pemakamannya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kecelakaan yang melibatkan sebuah mobil super cepat yang dikendarai wanita terjadi di Cina.

Nahasnya, kecelakaan ini terjadi sesaat setelah mobil mahal itu keluar dealer.

Mobil mahal yang hancur itu adalah Ferrari 458.

Belakangan diketahui pengemudi yang mengendarai mobil super cepat itu adalah seorang wanita.

Seorang wanita menghancurkan Ferrari 458 sewaan dalam hitungan detik.

Mobil Ferrari 458 itu tergelincir saat hujan dan menghantam kendaraan lain.

Biaya supercar ini hampir £ 500.000 atau sekitar Rp 9 miliar untuk diimpor ke Cina.

Tetapi hancur dalam beberapa saat setelah keluar dari dealer.

Parahnya, beredar video di internet yang menunjukkan seorang wanita berada di balik stir mobil Ferrari tersebut.

Dalam video tersebut, seorang wanita terdengar sangat takjub karena bisa mengendarai supercar warna merah itu.

Rekaman tersebut dilaporkan direkam oleh pengemudi di dalam mobil yang mengatakan betapa “luar biasa” kendaraan itu.

Wanita itu berada di belakang kemudi.

Dia terlihat menunggu di lampu lalu lintas, ketika dia mengarahkan kamera ke dasbor Ferrari.

Wanita itu berkata: “Pertama kali mengendarai Ferrari.”

“Ini benar-benar perasaan yang paling menakjubkan.”

Sementara itu CCTV menunjukkan pengemudi kehilangan kendali dan berputar di seberang jalan, di kota Wenling di Cina timur.

Mobil sport merah yang diperkirakan bernilai £ 170.000 (sekitar Rp 3 miliar) di AS ini menabrak BMW X3 warna putih.

Terlepas dari apa yang tampak ini merupakan kecelakaan dengan kecepatan rendah.

Cuplikan yang diambil oleh saksi setelah kecelakaan itu menunjukkan ujung depan Ferrari 458 hancur total dan airbagnya mengembang.

Tidak ada seorang pun di dalam mobil yang terluka parah.

Tidak jelas apakah wanita itu mengasuransikan dan apakah itu akan menutupi kerusakan.

Pengguna media sosial telah menyarankan pengemudi mungkin telah mematikan kontrol traksi mobil sebelum kecelakaan, yang akan menjelaskan bagaimana kendaraan tiba-tiba berputar di luar kendali. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Seorang penjahat terkenal di Perancis berhasil melarikan diri dari penjara pinggiran kota Paris di Reau dengan dijemput sebuah helikopter.

Helikopter dibajak dari instruktur penerbangan dan mendarat di halaman penjara sekitar pukul 11.15 waktu setempat. Demikian keterangan dari Menteri Kehakiman Perancis pada Ahad, 1 Juli 2018 seperti dilansir dari AFP.

Bak film action ala Hollywood, Redoine Faid (46) kabur dari penjara dengan bantuan dua orang kaki tangannya yang menggunakan bom asap dan gerinda untuk masuk ke ruang kunjungan.

Dua pria tersebut mengenakan pakaian serba hitam dengan membawa senapan serbu, kemudian meledakkan bom asap. Selanjutnya, mereka menerobos masuk ke ruang kunjungan penjara.

Mereka masuk ke dalam fasilitas tersebut ketika Faid sedang berbicara dengan saudara laki-lakinya, yang kemudian dibawa ke tahanan.

Kawanan penjahat itu kabur secara cepat dengan operasi pelarian bergaya komando yang berlangsung hanya 10 menit.

Sementara, sipir tidak bersenjata berusaha menyelamatkan diri ke tempat aman dan menyalakan alarm.

Aksi ini merupakan kedua kalinya bagi Faid untuk melarikan diri dari penjara melalui cara yang spektakuler. Pada 2013, dia meledakkan jalan keluar dari penjara di Perancis utara menggunakan dinamit.

Kini, polisi di seluruh negeri meluncurkan pencarian masif terhadap Faid.Penjahat tersebut mengaku aksi kriminalnya terinspirasi dari film Hollywood seperti Scarface dan Heat. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Mengajak balita liburan ke alam terbuka memang tak ada salahnya.

Tapi, banyak hal yang perlu dipersiapkan agar liburan aman dan menyenangkan.

Orangtua harus selalu waspada dan mengawasi anak-anak agar kejadian buruk seperti anak hilang atau terluka di tempat wisata bisa dicegah.

Mungkin kisah pilu orangtua balita asal Malaysia berikut ini bisa menjadi pelajaran untuk semua orangtua di luar sana.

Terdapat luka biru lebam di antara kedua kaki gadis itu. (Istimewa)

Kisah miris ini dibagikan oleh akun Instagram @makassar_iinfo dari netizen bernama Noorhasim Mohammad pada Selasa, 26 Juni 2018.

Netizen tersebut menceritakan bagaimana kronologi seorang balita yang meninggal dunia akibat tersengat ubur-ubur di daerahnya.

“Orang tua, sebaiknya berhati-hati jika membawa si kecil ke pantai/tanjung dan lebih mengawasi kegiatan mereka.

Pasalnya, di pantai kerap terdapat makhluk kecil yang justru mematikan,” tulis Noorhasim Mohammad.

Kejadian nahas itu bermula saat sang bocah perempuan diajak berlibur ke pantai bersama keluarganya.

Seperti pengunjung lain, keluarga itu juga asyik bermain di air.

Namun, tiba-tiba seekor ubur-ubur menyengat kaki putrinya.

Terdapat luka biru lebam di antara kedua kaki gadis itu.

Diduga warna biru tersebut merupakan racun yang dikeluarkan oleh ubur-ubur.

Orang tua segera melarikan sang balita ke rumah sakit.

Sayangnya nyawa gadis kecil itu tak dapat tertolong.

Orangtua bocah yang tak diketahui namanya itu histeris mendapati sang buah hati tak lagi bernyawa.

Ini bukanlah kasus yang pertama kalinya.

Pada tahun 2017, seorang gadis kecil yang juga berasal dari Malaysia mengalami kejadian serupa.

Kakinya membengkak dan mengeluarkan banyak guratan merah.

Di Indonesia, kasus wisatawan yang tersengat ubur-ubur juga sering terjadi.

Melansir Tribun Jogja, Sebanyak 79 kasus sengatan ubur-ubur terjadi selama libur lebaran lalu hingga hari Senin, 25 Juni 2018, dan tersebar di berbagai pantai selatan Gunungkidul.

Marjono, koordinator Sar Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, mengatakan korban kebanyakan anak-anak karena mereka tidak tahu bahayanya sehingga ubur-ubur terinjak atau malah digunakan sebagai mainan.

“Perkiraan muncul ubur-ubur atau impes pada bulan Juli hingga Agustus,” terangnya.

Sementara itu, dari 2.000 spesies ubur-ubur, hanya 70 jenis yang serius membahayakan atau terkadang membunuh orang.

Sengatan ubur-ubur yang paling umum menghasilkan rasa sakit, gatal, dan ruam merah yang berlangsung selama beberapa hari.

Dilansir Grid.ID dari Kompas.com, ada cara paling mudah untuk mencegah sengatan racun ubur-ubur, yaitu menggunakan alas kaki.

Jika tersengat ubur-ubur, cara terbaik untuk menentukan bagaimana luka sengat seharusnya diobati adalah dengan proses identifikasi spesies oleh ahli kesehatan. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Seorang seniman Belgia dikecam di Israel karena berpose telanjang di salah satu tempat paling suci Yahudi.

Marisa Papen menaruh foto telanjang dirinya menyandar pada atap yang menghadap Tembok Ratapan di Yerusalem.

Rabi setempat menggambarkan kejadian tersebut sebagai “menyedihkan dan perlu ditangisi”.

Tahun lalu, Papen ditahan untuk beberapa waktu karena membuat foto telanjang di kuil kuno Luxor, Mesir.

Di situsnya, model muda ini menggambarkan cara hidupnya sebagai “bentuk telanjang kebebasan dimana topeng dicabut dan dibuang ke laut”.

Kebanyakan foto-foto yang diterbitkannya adalah gambar telanjang yang diambil di berbagai tempat di dunia.

Posting blog-nya pada hari Sabtu, 23 Juni 2018 berjudul “Dinding Keaiban”.

Model ini mengatakan pengalamannya di Mesir membuatnya ingin “lebih mendobrak batas agama dan politik … dengan memperlihatkan agama pribadi saya di dunia di mana kebebasan semakin menjadi barang mewah”.

Dia mengatakan kunjungannya selama tiga hari ke Israel dilakukan bersamaan dengan peringatan 70 tahun berdirinya Israel dan pembukaan kedutaan besar Amerika Serikat di Yerusalem pada bulan Mei.

Foto-foto dari perjalanan itu memperlihatkan Marisa di Laut Mati, mengangkangi tiang bendera Israel.

Tetapi foto Papen telanjang di depan Tembok Ratapan itulah yang dipandang paling provokatif. Tempat itu adalah sisa dari kuil kedua Yahudi menurut Injil dan tempat paling suci di mana orang Yahudi dapat berdoa.

Pejabat keagamaan Yahudi segera mengutuk foto tersebut.

Rabi Tembok Ratapan, Shmuel Rabinovich, mengatakan kepada koran Yedioth Ahronoth, “Ini adalah kejadian yang memalukan, menyedihkan dan perlu diratapi, yang merusak kesucian tempat itu serta perasaan orang-orang yang mendatangi tempat suci.”

Menjawab kontroversi tersebut lewat posting di Facebook pada hari Kamis, 28 Juni 2018 Papen menulis, “Saya terkejut atas kenyataan orang yang percaya Tuhan menciptakan tubuh kita (ya, termasuk buah dada dan alat kelamin) dapat berpikir memperlihatkan kulit sebagai menyinggung perasaan.”

Sebagian orang yang mengomentari di internet menuduh Marisa anti-Yahudi dan secara sengaja tidak memasukkan tempat suci Islam di fotonya agar tetap peka terhadap Muslim.

Tetapi model ini menegaskan bukan itu alasannya. “Hanya lebih baik secara artistik,” katanya kepada The Times of Israel.

Foto lain memang memperlihatkan Marisa juga telanjang di depan Masjid al-Aqsa.

Kunjungan model itu ke Mesir pada September 2017 memicu kecaman, karena dia berfoto telanjang untuk iklan kacamata di negara yang mayoritas penduduknya adalah Islam konservatif.

Papen tidak memiliki izin dari pemerintah untuk berfoto sehingga dia dan juru kameranya harus menyuap polisi yang menghentikan pengambilan gambar di piramida Kairo.

Saat berusaha menggambarkan reaksi negatif orang yang sedang melintas, Marisa mengatakan, “Kami berusaha menjelaskan kepada mereka bahwa kami melakukan kegiatan seni dan sangat menghormati kebudayaan Mesir, tetapi kami tidak melihat hubungan antara telanjang dan seni. Di mata mereka ini adalah pornografi atau sejenisnya.”

Keadaan semakin memburuk di kuil bersejarah Luxor, dimana mereka dihentikan polisi dan harus menginap selama satu malam di penjara Mesir sebelum dibebaskan. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Istri seorang polisi dan empat putrinya dituduh menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh sang suami.

Alasan pembunuhan itu adalah untuk menguasai uang pensiun sebesar kurang lebih Rp 1,6 miliar.

Alasan lain adalah karena sang polisi melarang anak dan istrinya mengenakan celana jeans.

Kasus ini terungkap ketika jenazah Meharbaan Ali ditemukan di sebuah kanal di negara bagian Uttar Pradesh, 250 meter dari kediamannya pada Ahad, 24 Juni 2018.

Setelah jenazah Ali ditemukan, polisi langsung melakukan penyelidikan.

Misteri kematian sang polisi terungkap ketika penyidik menemukan kamera CCTV di dekat lokasi ditemukannya jenazah Ali.

Usai memeriksa rekaman CCTV, polisi kemudian menangkap sang istri Zahida Begum (52) dan para putrinya, Saba (26), Zeenat (22), Iram (19), dan Alia (18).

Kelima perempuan itu ditangkap di kediaman mereka di kota Shahjahanpur.

Dalam pemeriksaan mereka mengaku telah menyewa dua pembunuh bayaran untuk mencabut nyawa Ali.

Perwira di kantor polisi Sadar Bazaar, Daya Chand Sharma mengatakan, Begum dan keempat putrinya kesal dengan aturan ketat yang diterapkan Ali kepada mereka.

Salah satunya adalah melarang mereka mengenakan celana jeans.

“Sejak jenazah Ali ditemukan, kami sudah menduga ada anggota keluarga yang terlibat dalam masalah ini, karena jenazah ditemukan hanya 250 meter dari kediamannya,” ujar Sharma.

“Kami memeriksa semua rekaman telepon anggota keluarga Ali dan menemukan sang istri, Zahida, berulang kali menghubungi nomor telepon yang sama,” tambah Sharma.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menyimpulkan Ali tiba di kediamannya pada pukul 10.45 setelah meninggalkan kantornya pada pukul 10.00 pada Sabtu, 23 Juni 2018.

“Dua pembunuh bayaran Tahseen dan Ehsaan, diketahui memasuki kediaman Ali tak lama setelah dia tiba dan sekitar pukul 13.00 Ali dibunuh,” tambah Sharma.

“Malam harinya, kedua pembunuh itu kembali ke rumah Ali dan dengan bantuan anggota keluarga mereka membawa jenazah Ali dengan menggunakan sepeda motor dan membuangnya ke sebuah kanal,” lanjut Sharma.

Istri Ali, lanjut Sharma, membayar Tehseen dan Ehsaan sekitar Rp 20 juta.

Separuh uang untuk membayar kedua orang itu berasal dari gaji Ali yang disimpan di kediamannya.

Begum menjanjikan sisa uang untuk kedua pembunuh itu akan dibayarkan usai mereka menjalankan tugas.

Polisi menambahkan, selain soal celana jeans, Begum berharap bisa mengambil uang pensiun Ali yang akan diterima saat sang polisi meninggal dunia.

Seorang perwira polisi, Dinesh Tripathi mengatakan, ada tiga fasilitas yang akan diterima para putri Ali jika ayah mereka meninggal dunia.

“Pertama, salah satu putrinya bisa menggantikan posisinya di kepolisian. Kedua, sang janda mendapatkan uang pensiun yang besarnya separuh dari gaji,” kata Tripathi.

“Selain itu, keluarga mendiang akan mendapatkan tunjangan saat ayah mereka meninggal dunia,” tambah dia.

Sementara itu, kedua pembunuh bayaran yang menewaskan Ali sempat buron sebelum tertangkap pada Rabu, 27 Juni 2018. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Perosotan merupakan wahana permainan yang sering ada di taman bermain, hampir semua anak menyukai permainan ini.

Meadow terpaksa menggunakan gips untuk memulihkan kakinya yang patah. (Istimewa)

Mirisnya, tak hanya anak-anak yang suka berseluncur di wahana ini, tapi banyak juga orang dewasa.

Dengan alasan keamanan, kerap terlihat orang tua memangku anaknya untuk berseluncur di perosotan.

Tapi, tindakan itu ternyata sangat berbahaya, loh.

Hal ini diungkapkan oleh seorang ibu bernama Heather Clare asal New York.

Heather Clare mengunggah kisahnya lewat Facebook.

Dalam unggahan tersebut, Clare memberikan peringatan keras pada para orang tua agar tidak memangku anaknya saat bermain perosotan.

Bahkan Clare mengaku menyesali perbuatannya yang ceroboh itu.

“Jangan pernah memangku anakmu saat berseluncur di perosotan.

“Hal ini bukannya membuat anakmu aman, tapi justru menimbulkan risiko yang bahaya,” ujarnya.

Kejadian miris itu bermula ketika Clare mengajak putrinya yang berusia 12 bulan pergi ke taman bermain di dekat rumah.

Seperti yang biasa ia lakukan, Clare mengajak sang buah hati berseluncur di perosotan.

Saat meluncur itulah peristiwa mengerikan terjadi.

Kaki putrinya terjepit di antara papan seluncuran dan paha Clare.

Kebetulan kejadian yang membuat ngilu tersebut tertangkap kamera dan diunggah oleh Clare sebagai peringatan untuk netizen.

Kaki putri kecilnya terlihat patah.

“Gambar ini menunjukkan momen ketika kaki Meadow patah.”

“Dia masih tersenyum karena kejadian tersebut terjadi dengan sangat cepat,” kata Clare.

Rupanya tindakan Clare ini sudah sering ia lakukan pada anak sulungnya saat masih kecil.

Tentu saja Clare panik saat anaknya tiba-tiba menangis kencang.

Meadow segera dibawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

Dokter mengatakan patah tulang kakinya cukup parah.

Clare mengaku dokter yang merawat putrinya itu langsung menceramahinya.

Sang dokter mengatakan kejadian seperti ini sudah sering terjadi, tetapi masih banyak orang tua yang belum sadar.

“Aku memang sering melihat orang tua meluncur di perosotan bersama anaknya.”

“Jadi kuharap pemerintah bisa memberikan tanda waspada di dekat area perosotan agar kejadian ini tak terulang kembali,” ungkap Clare.

Akibat insiden ini putri Clare harus mendapatkan perawatan intensif.

Kaki kanannya yang patah harus dipasang gips selama beberapa bulan.

Meadow terpaksa menggunakan gips untuk memulihkan kakinya yang patah
Semoga kejadian ini bisa jadi pelajaran ya untuk semua orang tua yang sayang pada anak-anaknya. (***)

sumber: grid.id

MEDIAKEPRI.CO.ID – Pradnya Survase (23), terancam hukuman mati.

Wanita asal Maharashtra, India ini, melakukan tindakan keji.

Ia meracuni makanan yang disajikan untuk pesta.

Sedikitnya 5 orang tewas, 4 korban di antaranya merupakan anak-anak.

Dilansir The Daily Mail 26 Juni 2018, Pradnya Survase mengaku melakukan itu lantaran jengkel dengan keluarga suaminya.

Sejak menikah 2 tahun lalu, mertua dan suaminya kerap mencibir masakannya.

Yang lebih menyakitkan, mereka juga menghina dirinya berkulit gelap.

Menurutnya, hampir semua keluarga suaminya, termasuk sang mertua, selalu menghina masakan buatannya.

Pradnya Survase kemudian menumpuk dendam dan amarah.

Pada 18 Juni 2018, ia pun melakukan aksi keji itu.

Pada hari itu, suaminya menggelar kenduri atau selamatan rumah baru.

Sebanyak 120 orang datang di acara tersebut.

Survase kemudian memasukkan racun di makanan buatannya.

Polisi menyebut, racun itu biasa digunakan warga India untuk membunuh ular.

Yang mengherankan, Survase sebetulnya tahu, acara itu tak hanya dihadiri kerabat dan teman sang suami, tapi juga kerabatnya sendiri.

Setelah pesta usai, para tamu mulai muntah-muntah.

Sebanyak 88 orang dilarikan ke rumah sakit.

Sedikitnya 4 anak-anak, usia antara 7 dan 13, tewas.

Satu korban lain, yakni Gopinath Nakure (53), juga tewas.

Dua dari korban diketahui sebagai kerabat dari Survase.

Satu korban selamat, Vilash Thikrey, remaja 13 tahun, mengingat makanan yang disajikan memang terasa pahit.

Inspektur Polisi Vishwajeet Kaingade kemudian memeriksa, semua korban keracunan memakan masakan yang disajikan antara pukul 16.30 dan 18.00.

Dari sana, polisi kemudian menemukan siapa orang yang memasaknya.

Saat semua orang yang memasak tengah diperiksa, Survase tiba-tiba menangis dan mengakui semua kejahatannya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kairo – Seorang ibu dan dua putrinya dibunuh secara keji di salah satu apartemen di Kairo, Mesir. Saat kejadian, sang ayah sedang berada di kedai kopi untuk menonton pertandingan Piala Dunia antara Mesir melawan Rusia.

Dilansir Al Arabiya, Sabtu, 23 Juni 2018, ibu berusia 38 tahun itu dicekik sampai mati menggunakan jilbabnya. Sementara salah satu putrinya dibunuh dengan cara dicekik menggunakan kabel telepon dan putri satunya lagi menggunakan sarung bantal.

Saat sang ayah pulang, dia begitu terkejut menemukan anggota keluarganya telah tewas terbunuh. Uang mereka senilai Rp 267 juta juga dicuri oleh si pembunuh.

Berdasarkan laporan CCTV dari toko yang berada di dekat apartemen terlihat seorang pria dan wanita yang tak dikenal masuk ke wilayah TKP saat kejadian. Sementara itu, suami dan ayah yang diketahui bernama Salah Mursi Abu Al-Abbas meninggalkan rumah pada pukul 18.00 waaktu setempat.

Dia pergi ke kedai kopi untuk nonton Piala Dunia bersama teman-temannya hingga larut malam. Saat itu, saudara ipar memanggilnya untuk memberi tahu bahwa saudara perempuannya tidak bisa dihubungi. Salah segera pulang dan menemukan anggota keluarganya telah tewass.

Saat ini polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Ada dugaan pelaku masih terhubung dengan keluarga Salah dan mengetahui tentang uang tersebut. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kasus kekerasan terhadap anak seolah tak pernah ada habisnya. Seperti yang menimpa seorang bocah perempuan berusia 4 tahun berikut ini yang menjadi korban kekejaman ayah kandungnya sendiri.

Bahkan saking parahnya disiksa, bocah malang itu hampir tak mampu membuka kedua matanya.

Tak hanya menerima pukulan tangan keras sang ayah, ia juga dikurung di dalam toilet.

Bak kisah dongeng Cinderella, selain dikurung di toilet bahkan ia juga dipaksa untuk mencuci pakaian.

Dilansir dari laman Metro.co.uk, gadis cilik tersebut ditemukan di dalam toilet gelap dengan kondisi kedua tangannya sedang mencuci pakaian sang ayah di sebuah ember plastik.

Ketika ditemukan kondisi bocah tersebut sungguh mengenaskan. Bagian wajah terutama matanya mengalami luka memar parah dan membengkak.

Tak hanya itu di bagian punggungnya juga ditemukan sejumlah luka bakar dari puntung rokok sang ayah.

Kondisinya yang mengenaskan itu baru terungkap usai keluarganya mengunjungi rumah bocah cilik tersebut.

“Ayahnya yang selama ini mengurungnya di toilet sebelum meninggalkan rumah. Bocah itu dikurung mulai dari jam 6 atau 7 pagi dan baru kembali ke rumah pukul 10-11 malam untuk memberikannya makan,” ungkap pihak keluarga yang enggan disebutkan namanya.

Menurut pengakuan sang keluarga, ayah bocah tersebut merupakan pecandu alkohol.

Usai mendapatkan laporan mengenai kekerasan pada anak, pihak otoritas lokal langsung mendatangi rumah pria tersebut yang berada di daerah Qingzhen, Giyang, Tiongkok.

Ayah korban yang diyakni bekerja sebagai sopir, telah ditangkap pihak berwajib.

Sementara itu, bocah cilik itu kini telah aman dan menerima perawatan intensif di sebuah rumah sakit setempat. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, China – Kejadian ini bisa jadi pelajaran semua orang, nggak hanya orang tua, tapi semua pihak yang terlibat mengurus anak. Ya, seorang bayi berumur 4 hari kakinya mesti diamputasi, karena keteledoran petugas medis yang merawatnya. Hiks, kok bisa ya?

Bayi yang lahir secara prematur di usia kandungan 36 minggu ini dilaporkan mengalami luka bakar parah. Sebabnya, seorang perawat lupa mematikan hair dryer yang ada di samping kaki bayi tersebut di NICU.

Dilansir Daily Mail, karena luka bakar yang dialami si bayi cukup parah dokter memutuskan mengamputasi kaki bayi itu untuk menyelamatkan nyawanya. Disebutkan, kaki si bayi terpapar udara panas pengering rambut selama satu jam setengah.

Menurut rekaman CCTV yang dirilis oleh stasiun televisi China, Henan Metropolitan News Channel, awalnya si perawat memandikan bayi prematur tersebut kemudian mengeringkan tubuhnya dengan hair dryer. Entah karena ceroboh atau lupa, si perawat meninggalkan pengering rambut dalam keadaan menyala lalu mengerjakan tugas lain.

Sedihnya, nggak cuma satu bayi yang terkena dampak. Dua bayi lain juga mengalami luka bakar meski nggak terlalu parah luka bayi yang disebut-sebut adalah cucu dari seorang nenek bernama belakang Yan. Setelah diamputasi, cucu dari Yan dikirim kembali ke Xincai Maternity and Child Health Care Hospital untuk dirawat intensif. Jelas, sang ayah dan nenek si bayi murka begitu tahu kejadian ini menimpa buah hati mereka.

“Jika dia memperhatikan bayi-bayi ini dengan benar dan dengan cepat mengangkat pengering rambut tersebut, mungkin bayi saya hanya akan mengalami luka bakar ringan,” tutur sang ayah yang tidak diketahui namanya dikutip dari Mirror.

Wan Yunfeng, Wakil Direktur rumah sakit memohon maaf ke keluarga si bayi atas insiden ini. Disebutkan pihak RS akan membayar sekitar Rp 1,3 miliar untuk biaya pengobatan. Kemudian, dua perawat yang dianggap bertanggung jawab atas masalah ini telah dipecat dan pihak manajemen RS sudah mengeluarkan permintaan maaf kepada publik.

“Bayi itu menjadi cacat hanya empat hari setelah lahir. Seperti apa masa depannya?” kata nenek Yan.

Hingga saat ini keluarga belum menyetujui tawaran kompensasi dan masih mendiskusikannya. Duh, jangan sampai kita atau orang sekitar yang merawat si kecil melakukan kecerobohan yang berakibat fatal atau seumur hidup untuk anak ya. Ini jadi pelajaran banget supaya kita lebih hati-hati dan fokus ketika merawat si kecil. (***)

sumber: haibunda.com

MEDIAKEPRI.COID – Kelompok hak asasi manusia di Tanzania mengecam kepolisian yang memaksa seorang perempuan untuk melahirkan di kantor polisi.

Tak hanya dilarang pergi ke rumah sakit saat hendak melahirkan, Amina Raphael Mbunda (26) juga terpaksa melahirkan tanpa bantuan dokter maupun bidan.

Amina yang tengah hamil tua ditangkap petugas di rumahnya di distrik timur Kilombero, Tanzania, Sabtu 2 Juni 2018 pekan lalu.

Polisi sebenarnya tengah mencari suami Amina yang dicurigai telah menjadi penadah kasur curian.

Dikabarkan surat kabar Mwananchi, yang dilansir AFP, Sabtu, 9 Juni 2018, perempuan itu telah memohon kepada petugas untuk mengizinkannya ke rumah sakit karena hendak melahirkan.

Namun permohonan tersebut tidak dikabulkan oleh petugas sehingga memaksa Amina untuk melahirkan di halaman depan kantor polisi pada tengah malam.

Kasus tersebut telah dikonfirmasi oleh komandan polisi daerah yang juga mengatakan telah membuka penyelidikan terkait insiden itu.

Kendati demikian, perlakuan yang ditunjukkan petugas kepolisian terhadap Amina sudah terlanjur memicu kemarahan kelompok hak asasi manusia di Tanzania.

Mereka menilai, sikap petugas terhadap perempuan, bahkan yang sedang hamil, sangat memalukan.

“Kepolisian sangat memalukan,” kata Helen Kijo-Bisimba, Kepala Pusat Hukum dan HAM Tanzania melalui akun Twitternya.

“Bagaimana bisa seseorang ditangkap karena pelanggaran hukum yang dilakukan oleh orang lain? Dan lagi mereka tidak menyadari jika dia akan melahirkan? Apa yang akan terjadi jika perempuan itu meninggal di kantor polisi?” lanjut Kijo-Bisimba.

Sementara itu, Koalisi Melawan Kekerasan Perempuan dan Anak-anak telah mengeluarkan pernyataan yang mengecam sikap petugas polisi yang telah menyebabkan nyawa perempuan dan bayi dalam kandungannya terancam.

“Kejadian ini menambah panjang daftar orang-orang yang menjadi sasaran kekejaman dan penghinaan yang ditimbulkan oleh polisi,” kata koalisi dalam pernyataannya. (***)

sumber: tribunnews.com