MEDIS

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Perempuan hamil yang sering mengalami migrain ternyata lebih mungkin mengalami risiko komplikasi pada saat akan melahirkan, baik pada bayi maupun ibunya. Hal ini diungkap dalam sebuah penelitian dari Denmark.

Peneliti melakukan identifikasi pada 22.841 perempuan hamil yang mengalami migrain dan membandingkannya dengan 228.324 perempuan hamil tanpa migrain di Denmark.

Mereka menemukan bahwa ternyata gangguan migrain saat kehamilan ternyata terkait dengan masalah tekanan darah saat kehamilan, serta keguguran.

Bayi yang baru lahir dari ibu dengan migrain juga rentan lahir dengan berat badan yang rendah, mengalami sindrom gangguan pernapasan, dan kejang demam.

“Studi yang lebih kecil sebelumnya telah menunjukkan hasil yang sama yakni adanya hipertensi kehamilan dan berat lahir rendah,” peneliti Nils Skajaa dari Aarhus University Denmark.

Dengan menggunakan data dari daftar pasien nasional di Denmark dan catatan medis Denmark, Skajaa dan rekan mengevaluasi kehamilan yang terjadi dari 2005—2012. Hampir 8% perempuan dengan migrain memiliki kelainan hipertensi terkait kehamilan dan 11,3% mengalami keguguran.

Di antara bayi yang dilahirkan para ibu penderita migrain, 6,1% lahir dengan berat badan yang rendah. Selain itu 25,4% kehamilan dengan migrain mengalami persalinan caesar.

Setelah memperhitungkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi, perempuan dengan migrain memiliki risiko 50% lebih tinggi mengalami hipertensi terkait kehamilan, dan berisiko 10 persen lebih tinggi mengalami keguguran.

Sementara itu, bayi yang dikandung oleh perempuan yang menderita migrain memiliki risiko 14% lebih tinggi terlahir dengan berat badan rendah dan 20% risiko lebih tinggi dilahirkan secara sesar.

Penelitian ini dapat menjadi dasar bagi para ibu hamil untuk segera memeriksakan kondisi kesehatannya saat sakit kepala melanda. (***)

sumber: bisnis.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Miom atau mioma termasuk penyakit yang bisa menjadi ancaman serius bagi wanita. Pasalnya, penyakit ini dapat membuat kaum hawa sulit hamil. Selain itu, ciri-ciri penyakit miom juga biasanya tidak terasa, sehingga seringkali tidak disadari oleh penderita.

Miom adalah tumor jinak yang tumbuh di dinding rahim, baik di bagian dalam maupun luar.

Dalam dunia medis, mioma juga dikenal dengan istilah fibroid rahim. Sebagian besar penderitanya kerap tidak mengetahui bahwa dirinya memiliki mioma karena gejalanya yang sering tidak terasa. Namun ukuran, jumlah, dan lokasi kemunculan mioma bisa memengaruhi gejala yang dirasakan.

1.Gangguan pada siklus haid

Miom dapat mengganggu siklus menstruasi Anda. Mulai dari perdarahan haid menjadi lebih banyak maupun durasi haid yang lebih lama (biasanya lebih dari sepekan).

2.Sering buang air kecil dan susah buang air besar

Jika ukuran miom tergolong besar, kandung kemih bisa ikut tertekan. Sebagai akibatnya, penderita dapat mengalami peningkatan frekuensi buang air kecil. Miom yang berukuran besar juga dapat menekan usus besar, sehingga menyebabkan penderita susah buang air besar atau konstipasi.

3.Nyeri di panggul

Miom juga memiliki tangkai yang menghubungkannya dengan dinding rahim. Apabila ada gerakan tertentu yang posisi miom berubah posisi atau berputar, tangkai penghubung dapat terpelintir dan aliran darah ke miom akan terhambat. Kondisi tersebut bisa memicu sakit luar biasa pada penderitanya. Rasa sakit ini dapat muncul pada bagian panggul hingga menjalar ke kaki.

4.Sakit saat berhubungan intim

Ukuran miom yang semakin membesar akan menekan rahim. Sebagai akibatnya, saat berhubungan intim, rahim dapat berkontraksi dan menimbulkan rasa sakit. Pendarahan juga bisa terjadi setelah berhubungan intim akibat tekanan miom. Selain gejala di atas, penderita juga bisa mengalami perut yang terasa kencang dan tampak membesar serta perdarahan di luar siklus haid.

Penyebab mioma sejatinya belum diketahui pasti hingga sekarang. Namun beberapa faktor di bawah ini diduga terkait dengan hormon estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini akan menyebabkan penebalan dinding rahim menjelang siklus menstruasi, dan dikatakan dapat memicu pertumbuhan miom.

Riwayat penyakit miom dalam keluarga. Bila memiliki anggota keluarga yang pernah atau sedang menderita miom, risiko Anda untuk mengalaminya juga bisa lebih besar.

Faktor usia juga mempengaruhi munculnya mioma. Mioma lebih umum dialami oleh wanita berusia 30-50 tahun.

Selain itu faktor lain penyebab munculnya miom, memiliki berat badan berlebih atau obesitas, menggunakan alat kontrasepsi, kekurangan vitamin D, pola makan yang tidak seimbang, misalnya terlalu banyak makan daging merah (seperti daging sapi) dan kurang makan sayuran hijau, buah maupun susu dan kebiasaan minum minuman beralkohol.

Meskipun termasuk tumor jinak, mioma tetap tidak boleh diremehkan. Beberapa komplikasi di bawah ini perlu diwaspadai salah satunya menurunkan peluang hamil.

Miom yang berukuran besar berpotensi memicu infertilitas atau ketidaksuburan. Demikian pula jika fibroid tumbuh dan menghalangi tuba falopi yang berfungsi menghubungkan ovarium dengan rahim. Kondisi ini membuat sel telur tidak bisa memasuki rahim, sehingga tidak bisa dibuahi oleh sel sperma.

Dapat menyebabkan gangguan pada kehamilan jika miom dialami oleh ibu hamil. Mulai dari gangguan perkembangan janin, kelahiran prematur, serta keguguran.

Meski tergolong jarang, risiko keguguran bisa saja muncul ketika mioma terjadi ketika usia kandungan masih pada trimester pertama. Pasalnya, miom dapat membesar dan mendorong embrio, sehingga tidak bisa menempel dengan baik di dinding rahim.

Jika tidak menimbulkan gejala, miom tidak memerlukan penanganan khusus. Pasalnya, mioma dapat mengecil dan menghilang sendirinya setelah menopause. (***)

sumber: tempo.co

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Perut buncit tampaknya menjadi masalah banyak orang, baik pria maupun wanita. Selain tidak enak dipandang, ternyata perut buncit bisa sangat berbahaya bagi kesehatan.

Dikutip dari Medical Xpress, perut buncit yang berisi lemak merupakan lemak subkutan dan lemak visceral. Lemak subkutan ini adalah lemak putih yang berada langsung di bawah kulit yang sebenarnya tidak terlalu berbahaya jika jumlahnya normal.

Sudah Mengantuk dan Lelah Tapi Susah Tidur, Ikuti Tips Berikut ini

Saat Puasa Bau Mulut? Nih Tips Mengusirnya

Sel-sel lemak memiliki fungsi merekrut sel-sel inflamasi untuk membantu mengurangi peradangan dan merombak diri sendiri untuk pertumbuhan yang sehat. Tetapi jika ada jaringan lemak yang berlebih, maka mekanisme ini tidak berfungsi dengan baik.

Sedangkan lemak visceral lah yang harus diwanti-wanti. Menurut beberapa penelitian, lemak visceral mengeluarkan adipokin atau bahan kimia alami yang memicu peradangan dalam jumlah besar, dan juga melepaskan lebih banyak asam lemak ke dalam aliran darah.

Tips Mengatur Gaji Kecil Agar tak Cepat Habis di Waktu Akhir Bulan

Besar Pasang Daripada Tiang, Utang dan Cicilan Terasa Mencekik, Nih Tips Mengatasinya

Karenanya, lemak visceral ini lah yang bisa memicu risiko terjadinya diabetes, obesitas, bahkan perlemakan hati, penyakit jantung, dan stroke.

Cobalah tidak hanya fokus pada penurunan berat badan, tetapi fokus juga pada bagaimana cara menghilangkan lemak-lemak di perut. Salah satu cara terbaik untuk menghilangkannya adalah dengan pola makan sehat dan rutin berolahraga.(***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kini Aria Permana sudah berhasil mengikis gelar sebagai Bocah Tergemuk Sedunia dengan menurunkan bobot hingga 87 kg. Turunnya bobot Aria yang drastis dari 192 kg adalah berkat upayanya untuk hidup sehat dengan diet dan olahraga, serta operasi bariatrik yang ia lakukan pada 2017 lalu.

Operasi bariatrik merupakan sebuah prosedur ‘memangkas’ lambung. Biasanya operasi ini disarankan bagi orang yang obesitas ekstrem, seperti Aria. Bocah asal Karawang tersebut dibantu oleh tim OMNI Hospitals Alam Sutera yang dipimpin oleh dr Handy Wing, SpB, FBMS, FICS, dokter spesial bedah umum.

Operasi ini dapat dilakukan dengan beberapa metode, dan pada Aria dilakukan metode laparoscopic sleeve gastric surgery. Yaitu menyempitkan lambung dengan cara memotong sebagian besar lambung dan hanya menyisakan sekitar 30 persen.

“Untuk kasus ekstrem seperti Aria ini kan masih 10 tahun, masih masa pertumbuhan. Risikonya masih kecil karena tidak merubah anatomi, jadi risiko kekurangan nutrisi, gizi, vitamin lebih kecil,” terang dr Handy, beberapa waktu lalu.

Pemangkasan lambung ini merupakan tahap pertama dalam proses penurunan bobot Aria. Dalam kurun waktu satu tahun, dengan kegigihan Aria berhasil memangkas bobotnya hingga 87 kg, meski awalnya ia menargetkan mencapai 80 kg pada akhir tahun 2018 lalu.

Walau begitu, perjalanan Aria belum selesai. Akibat bobot yang turun drastis, kini Aria harus bersiap untuk menjalani operasi kedua, yakni operasi pengangkatan kulit yang menggelambir di tubuhnya setelah mengalami peregangan akibat lemak yang sebelumnya menumpuk di tubuh Aria.

“Iya, nanti sudah akan operasi lagi buat angkat kulitnya. Soalnya itu kulitnya udah banyak gitu kan (sisanya),” tutur Rohayah (37), ibunda Aria, di kediamannya di Kabupaten Karawang.

Awalnya ayah Aria, Ade Soemantri (43), merencanakan untuk melakukan operasi tersebut pada akhir tahun 2018 ketika berat Aria mencapai 80 kg. Sayangnya, biaya yang diperkirakan mencapai 200 juta rupiah merupakan angka yang sangat besar bagi mereka.

Dijelaskan oleh dokter kulit dari RS Surya Husada Bali, dr Laksmi Duarsa, SpKK, operasi pengangkatan gelambir merupakan proses kosmetik di mana sisa gelambir kulit hasil penurunan berat badan drastis dari obesitas ekstrem dipotong dengan prosedur tertentu.

Jika gelambir tersebut tidak segera dipotong tidak akan menimbulkan bahaya tertentu, namun dr Laksmi menyebut mungkin bisa berdampak pada penampilan yang terganggu. dr Laksmi mengatakan usai menjalani operasi tersebut, Aria bisa mengalami penyakit ini.

“Yang saya tahu akibat dari bedah plastik ini adalah kalau dia punya faktor keloid. Keloid itu daging tumbuh di bekas luka jahitan. Asal dokter bedah plastik ngambilnya bagus, tidak mengenai pembuluh darah atau saraf, ya aman,” tutur dr Laksmi, Kamis, 27 Juni 2019.

Bekerja sehari-harinya sebagai sekuriti di sebuah pabrik tekstil, tentunya sangat berat untuk Ade bisa mendapatkan uang sejumlah tersebut. Untuk menutup kekurangan biaya, Ade juga membuka saluran donasi lewat crowdfunding. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Mati jantung mendadak atau sudden cardiac death adalah suatu kejadian seseorang bisa meninggal tidak sampai 24 jam setelah gejala. Diperkirakan ada 300 ribu kematian mendadak yang terjadi tiap tahunnya.

Spesialis jantung dari RS Harapan Kita, dr Reynold Agustinus Manullang, SpJP, pada usia produktif, mati jantung mendadak ironisnya banyak dialami oleh mereka saat sedang berolahraga misalnya ketika marathon. Beberapa waktu lalu bahkan kasus mengenai kematian mendadak saat lari kerap terjadi.

Selalu Ingat Kematian, Ini Tips Cegah Serangan Jantung Kedua dari Jhody ‘Super Bejo’

Perlu Diketahui, Obat-Obatan Herbal Juga Bisa Munculkan Bahaya pada Tubuh Loh

Mati jantung mendadak pada usia muda ketika berolahraga biasanya disebabkan karena banyak dari mereka tidak mengetahui apakah memiliki riwayat penyakit jantung atau tidak mengecek kondisi kesehatan terlebih dahulu yang pastinya akan menambah risiko.

“Apakah peserta memiliki sakit jantung atau riwayat minum obat jantung, itu yang perlu diperhatikan. Yang sangat jarang dilakukan ketika mereka ikut lomba, mereka tidak pernah memeriksakan diri ke dokter karena selalu menganggap dirinya sehat,” ujarnya rabu, 26 Juni 2019.

WOW!! Menteri Kesehatan Saja Minum Jamu Temulawak, Ternyata Ini Manfaatnya

Hal yang fatal sebenarnya jika seseorang merasa dirinya ‘sehat’ tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu. Sebab mereka tidak akan mengetahui apakah ada gangguan organ misal otot jantung mereka lebih tebal, atau tensi yang lebih tinggi sebelum melakukan olahraga dengan intensitas tinggi.

“Tingkat awarness kita untuk cek tensi aja sangat jarang. Ibaratkan diri kita sebagai mesin. Ketika mulai dengan RPM tinggi ketika lari, apa yang terjadi? Jebol nggak mesinnya?” tambahnya.

“Nah itu yang perlu kita ingat. Semakin rusak jantung kita kalau kita tidak rawat dengan baik,” tutupnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Anda pasti tidak asing dengan kertas struk dalam kehidupan sehari-hari bukan?

Kertas struk biasanya kita dapatkan ketika berbelanja, melakukan transaksi, mengambil uang atau melakukan transfer di mesin atm.

Tapi tahukah Anda jika kertas struk atau nama lainnya kertas thermal sangat berbahaya untuk tubuh.

Kertas struk diketahui mengandung zat kimia beracun BPA dan BPS yang berbahaya lho.

Kertas struk biasanya dikemas dalam bentuk rol atau dikenal dengan sebutan thermal paper roll.

Menurut sfchronicle.com, kertas struk dinamakan kertas thermal karena kertas tersebut bekerja berdasarkan panas/thermal yang dikenakan pada bahan kertas tersebut.

Thermal Paper adalah kertas yang dipenuhi dengan bahan kimiawi yang akan berubah warna ketika dipanaskan.

Dipermukaan kertas struk dilapisi campuran bahan pewarna yang padat dan kandungan yang sesuai, seperti fluoran leuco dye dan octadecylphosphonic acids.

Kertas struk juga mengandung konsentrat BPA (Bisphenol A) dan BPS (Bisfenol S) yang cukup tinggi, yaitu bahan pemecah endokrin.

BPA dan BPS merupakan bahan kimia yang digunakan untuk penguat warna pada struk kertas thermal.

Bahan kimia ini tidak hanya digunakan dalam struk belanja, tapi juga dalam plastik dan lapisan wadah makanan dan minuman.

Saat kita melakukan transaksi atau mengambil uang di mesin ATM biasanya akan menerima kertas struk.

Setelah melihat data yang ada di kertas, biasanya beberapa orang akan meremas kertas struk tersebut sebelum dibuang.

Ternyata meremas kertas struk dari mesin ATM atau struk belanja sama bahayanya dengan menyimpan struk di dompet atau di kantong celana.

Masalahnya adalah, bahan kertas thermal ini memiliki bahan kimia BPA (Bisphenol A) dan dan BPS (bisphenol S) yang berpotensi menyebabkan datangnya beberapa penyakit termasuk penyebab munculnya penyakit kanker.

Kertas ini juga akan cenderung mudah berubah warna saat terpapar panas.

Hal ini dibuktikan dalam penelitian organisasi Perlindungan Lingkungan Hidup AS.

Dalam penelitian yang mereka lakukan disebutkan jika kita menyentuh 2,5 mikrogram BPA yang bisa ditemukan di dalam kertas struk ATM selama 10 detik saja, maka kita akan terpapar bahaya dari bahan bersifat karsinogenik tersebut.

Bahkan, risiko ini akan meningkat 1,5 kali lipat jika kita meremas kertas struk ATM tersebut.

BPA dan BPS bisa meresap ke lapisan bawah kulit dan masuk ke aliran darah.

Seperti yang dilansir dari Plastic Pollution Coalition, AS, BPA yang ada di kertas struk bisa mengganggu sistem reproduksi pada pria dan wanita.

Hal tersebut dapat terjadi akibat menyerapnya senyawa kimia yang menyerupai estrogen tersebut ke dalam kulit. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Cuaca yang panas membuat kelenjar terbuka dan menghasilkan keringat. Ini akan membuat suhu tubuh lebih stabil. Tapi ketika berkeringat di suhu udara yang dingin, apa sebabnya?

Dikutip dari Bustle, Stephen Lawrence, penasihat medis di Diabetes UK, mengatakan kepada Daily Mail (UK) ada sejumlah alasan Anda bisa mengeluarkan keringat yang tidak biasa, dari kekurangan oksigen hingga hipoglikemia.

Intip lima penyebab utama tubuh berkeringat di cuaca dingin.

1.Kekurangan oksigen

Kekurangan oksigen menjadi penyebab paling umum keringat dingin.

Untuk mengetahuinya, Anda bisa mengeceknya dari tarikan napas. Jika pendek dan halus, ada kemungkinan Anda tidak mendapat oksigen yang cukup. Anda perlu banyak bergerak agar darah mengalir dengan baik. Kondisi ini juga bisa juga ada hubungannya dengan lingkungan, seperti suhu ruangan, kekeringan di udara, atau termostat diatur terlalu rendah.

2.Gula darah rendah ketika

Saat Anda melewatkan waktu makan, tubuh akan kekurangan gula darah.

Kekurangan kadar glukosa dalam darah menyebabkan tubuh memproduksi adrenalin dalam upaya mengimbangi kekurangan gizi. Dengan kata lain, sistem saraf simpatik menyala, jatuh ke mode “fight or flight”, fenomena ini juga dikenal sebagai hipoglikemia.

Dalam kondisi ini, Anda secara alami menghasilkan insulin ketika Anda lapar. Ketika dikombinasikan dengan adrenalin, itu dapat menyebabkan tubuh kita berfungsi dengan cara yang tidak biasa.

3.Masalah tiroid

Salah satu pekerjaan kelenjar tiroid adalah melepaskan hormon yang mengontrol cadangan energi tubuh. Sebagian orang memiliki kelenjar tiroid yang terlalu aktif sehingga dalam cuaca apa pun bisa mengeluarkan keringat.

4.Efek samping obat

Beberapa jenis obat, seperti obat anti depresi, pil penurun tekanan darah, dan obat flu, dapat menimbulkan efek keringat. Jadi, ketika Anda sedang minum obat lalu berkeringat di ruangan ber-AC, coba baca kembali efek samping obat.

Relaksasi dan olahraga, seperti yoga, adalah cara yang baik untuk mengatasi ini karena dapat mencegah produksi hormon adrenalin yang berlebihan.

Sebaiknya Anda juga menjauhi kafein dan mengontrol asupan gula. Sebab, keduanya dapat meningkatkan tekanan darah dan menghasilkan adrenalin, yang bisa meningkatkan produksi keringat.

5.Hiperhidrosis

Sebagian orang menderita hiperhidrosis. Kondisi ini menyebabkan Anda berkeringat berlebihan dan teratur di wajah, telapak tangan, ketiak, atau kaki. Orang dengan hiperhidrosis kehilangan empat atau lima kali lebih banyak keringat dalam sehari. Ini membuat orang hiperhidrosis lebih rentan dehidrasi. (***)

sumber: tempo.co

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Ketika anak terserang demam, kompres menjadi salah satu pilihan untuk menurunkan suhu tubuh anak. Tapi, mana yang lebih, kompres panas atau dingin? Sebab terkadang, tak sedikit orang tua yang mengalami kesalahan pilihan oleh karena ketidakpahaman manfaat dari penggunaan masing-masing kompres.

Dokter spesialis dan konsultan tumbuh kembang anak, Catherine M. Sambo, mengatakan bahwa kompres air panas harus diberikan pada anak yang memiliki penyakit akibat infeksi. Contohnya adalah tifus dan demam berdarah.

Mengapa demikian? Sebab dalam keadaan demam sehingga menyebabkan suhu tubuh yang meningkat, satu-satunya cara untuk mengembalikannya ke angka normal ialah dengan menggunakan air panas. Sebab, infeksi hanya bisa dilawan dengan tirogen. Dan untuk memacunya berperang, kondisi tubuh yang panas sajalah yang bisa melakukannya.

“Itulah mengapa kalau dalam keadaan suhu tubuh yang panas karena infeksi dan dikompres air dingin dengan tujuan supaya turun, justru tidak turun-turun. Sedangkan kalau diberi kompres air panas, pasti langsung kembali normal,” katanya di acara Pentingnya Bermain di Luar Ruangan di Jakarta pada Kamis, 20 Juni 2019.

Sedangkan kompres air dingin biasanya digunakan untuk penyakit yang berhubungan dengan peradangan. Beberapa contohnya adalah luka yang mengeluarkan darah, lebam dan pembengkakan. Catherine mengatakan bahwa suhu yang dingin dapat menekan inflamasi.

“Kompres dingin juga dapat membekukan darah yang keluar pada 48 jam pertama. Jadi sangat efektif sekali kalau tidak sengaja berdarah dan langsung diberikan pertolongan berupa kompresan air dingin,” katanya.

Apabila Anda merasa cukup malas untuk menggunakan kompres panas maupun dingin, Catherine juga menyarankan alternatif lain, yakni dengan berendam. Menurutnya, teknik mengompres dan berendam sama-sama memiliki khasiat yang setara. (***)

sumber: tempo.co

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Banyak serba serbi cacar air yang mesti kamu ketahui. Varisela atau yang biasa kita sebut cacar air merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus varicella zoster.

Penyakit ini dapat disebarkan melalui udara. Pada umumnya cacar air sering menyerang anak-anak di bawah 10 tahun. Tetapi penyakit ini juga dapat menyerang orang dewasa. Cacar air dewasa lebih mungkin terjadi pada wanita hamil, karena sistem kekebalan tubuhnya lebih rendah.

Gejala Cacar Air yang Mesti Diketahui

Gejala cacar air biasa muncul dua hingga tiga minggu setelah terpapar virus. Tanda pertama muncul rasa tidak enak badan seperti gejala pegal-pegal, demam, merasa sangat lelah, kehilangan selera makan, dan sakit kepala.

Dalam satu atau dua hari akan muncul ruam memalui tiga tahap perubahan. Pertama, ruam menjadi bentol-bentol kecil yang gatal. Kedua, bentol-bentol kemudian berubah menjadi bintil berisi cairan yang sangat gatal. Ketiga, setelah satu hingga dua hari, bintil mengering dan menjadi koreng yang akan mengelupas dengan sendirinya.

Cara Mengobati Cacar Air

Serba-serbi cacar air yang mesti kamu ketahui selanjutnya itu mengenai cara mengobati cacar air.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk pengobatan cacar air:

1.Mengonsumsi Obat

Penderita cacar air dapat mengkonsumsi obat pereda nyeri yang dapat kamu beli di apotik. Jenis obat yang mengandung paracetamol dapat kamu gunakan untuk pereda demam dan nyeri sebagai gejala awal cacar air. Paracetamol dianggap aman bagi kebanyakan orang termasuk wanita hamil dan bayi di atas dua bulan. Ada baiknya melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker.

2.Jangan Menggaruk Bintil Merah yang Muncul

Meski bintil cacar air terasa sangat gatal, usahakan untuk tidak menggaruknya untuk menghindari infeksi dan penularan. Untuk menghindari garukan atau gesekan yang tidak disengaja potonglah kuku, gunakan sarung tangan serta kaus kaki menjelang tidur.

3.Mandilah dengan Air Hangat

Tidak ada larangan tidak boleh mandi bagi penderita cacar air. Mandilah sebaiknya dengan menggunakan air yang hangat. Keringkan badan dengan menepuk-nepuk handuk jangan menggosoknya. Untuk mengurangi rasa gatal gunakan lotion atau bedak kalamin.

4.Jaga Makanan dan Minuman yang Dikonsumsi

Tetap menjaga agar terhidrasi dengan menjaga makanan dan minuman. Hal ini berguna untuk menjaga sistem imun agar tidak semakin melemah yang dapat melawan virus cacar air tersebut. Pada pengidap cacar air sebaiknya menghindari pantangan untuk tidak mengkonsumsi makanan tinggi lemak jenuh, makanan yang asam, makanan yang pedas, dan asin.

Pencegahan Cacar Air

Cacar air dapat dicegah dengan vaksinasi atau imunisasi dengan vaksin varicella atau vaksin cacar air. Vaksin ini merupakan vaksin yang diberikan untuk mencegah virus varicella zoster yang menjadi penyebab munculnya penyakit cacar air. Pemberian vaksin biasanya dilakukan kepada bayi di atas 12 bulan dan usia terbaik sebelum memasuki sekolah dasar.

Tindakan yang Dilakukan untuk Mencegah Penularan Cacar Air

Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan cacar air. Di antaranya:

1.Bagi penderita cacar air sebaiknya menghindari untuk masuk sekolah atau bekerja
2.Menjaga jarak dengan orang sekitar
3.Jagalah kebersihan pakaian dan benda-benda yang kamu gunakan.
4.Menunda perjalanan menggunakan pesawat terbang. Penderita cacar air biasanya tidak diberi izin oleh pihak bandara demi mencegah penularannya.

Itulah beberapa tindakan yang dapat kamu lakukan untuk tidak terjadinya penularan dengan orang sekitar. Hal-hal di atas dapat kamu hindari selama bintil cacar mengering dan tidak merasakan gatal lagi.

Demikianlah serba-serbi cacar air yang mesti kamu ketahui. Penderita cacar air dapat menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan untuk tidak terjadinya penularan dengan orang sekitar. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Menelan koin tindakan yang sangat berbahaya. Tetapi jika sudah terlanjur, apalagi jika terjadi pada anak-anak, tangani secepat mungkin.

Anak-anak belajar tentang dunia dengan menyentuh, merasakan, dan memasukkan sesuatu ke mulut mereka. Menelan benda asing merupakan cara mereka menjelajahi dunia. Maka, berhati-hatilah dan amati anak itu dengan cermat.

Jika koin yang tertelan masuk ke perut, ada kemungkinan besar bahwa hal yang sama akan melewati usus besar dan dikeluarkan dengan tinja. Namun, jika koin itu terjebak dalam perjalanan ke perut, akan berisiko dan harus ditanggapi dengan serius.

Apabila koin tersangkut di usus dan merobek dinding usus berbagai gejala mungkin jelas seperti darah di bangku karena itu bisa tampak gelap, suara usus yang tidak normal, sakit perut dan muntah. Kadang-kadang koin terjebak tetapi seorang anak dapat terus menelan dan makan tanpa kesulitan.

Dalam situasi seperti itu, anak akan batuk terus menerus. Koin yang macet dapat menyebabkan peradangan dan iritasi pada jaringan kerongkongan, yang selanjutnya dapat memecah kerongkongan, menyebabkan potensi situasi lebih berbahaya.

Langkah pertama yang harus Anda lakukan, jangan mengobati sendiri dengan memberikan obat pencuci perut kepada anak Anda. Meskipun, Anda berpikir bahwa cara itu bisa mempercepat proses ekskresi, tapi mungkin tidak membantu.

Jika Anda merasa tidak akan memaksa anak Anda untuk menelan makanan dan merasa takut bertidak apa pun, pilihan terbaik hanyalah mencari saran dokter. Jangan memaksakan diri Anda untuk berusaha menanganinya sendiri.

Sebab, tindakan yang tidak tepat berisiko memperparah kondisi anak nantinya. Koin yang macet akan menyebabkan sakit perut atau dada, air liur, kesulitan menelan, muntah, dan demam.

Jika koin telah melewati tenggorokan, masuk ke lambung, koin itu akan keluar dari sistem pencernaan dalam waktu kurang dari empat hingga lima hari. Dalam setiap kasus ini, bawa anak ke rumah sakit sedini mungkin dan ikuti saran dokter.

Tindakan selanjutnya, pastikan Anda memeriksa kotorannya selama dua atau tiga hari ke depan. Ini bisa dilakukan dengan menempatkan kotoran di saringan dan menyemprotkan air panas di atasnya. Dengan melakukan ini, Anda akan yakin bahwa benda asing yang tertelan keluar dengan baik dan tidak perlu khawatir lagi;

Lalu, dalam periode waktu menelan koin, orang tua perlu mengamati anak mereka dengan cermat. Beri anak makanan yang lembut dan berserat. Pisang adalah pilihan yang baik ketika Anda ingin membuat segalanya bergerak lebih cepat dalam sistem anak Anda.

Langkah berikutnya, pastikan Anda memberi anak Anda banyak air dan menjaganya agar tetap terhidrasi. Tubuh yang terhidrasi berfungsi dengan baik dan anak Anda tidak akan kesulitan melewati bangku dengan koin di dalamnya.

Jika koin tidak keluar bahkan setelah mengikuti semua langkah yang disebutkan di atas dan tetap berada di dalam tubuh selama lebih dari 48 jam, sudah waktunya untuk pergi ke rumah sakit bahkan jika anak Anda tidak menunjukkan gejala kegelisahan. Kunjungi dokter Anda dan dapatkan bantuan medis.

Dokter mungkin meminta Anda menunggu lebih lama dan menyarankan beberapa obat untuk membantu anak Anda mengeluarkan koin. Dokter juga akan membantu menemukan posisi koin yang tepat pada anak Anda dengan bantuan X-ray dan Anda dapat yakin bahwa objek yang ditelan anak Anda hanya koin dan tidak lain.

Tidak perlu mengeluarkan koin dengan metode bedah. Namun, jika benda yang tertelan bukan koin dan sesuatu yang tajam yang dapat merusak atau menusuk saluran pencernaan anak Anda, dokter mungkin menyarankan endoskopi. (***)

sumber: galamedianews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Victoria Maddock (27) mengira ada bulu mata yang jatuh ke dalam matanya suatu hari. Ia hanya mengucek-uceknya dan tiga hari kemudian ia terkejut saat terbangun dengan keadaan setengah buta di mata kanannya.

Awalnya ia hanya merasa buram dan mencoba mengatasinya dengan obat tetes mata. Akan tetapi lama kelamaan pandangannya semakin buram dan seperti berkabut, ia lalu memeriksakan diri ke dokter mata.

Dokter mendiagnosisnya dengan sindroma iridocorneal endothelial (ICE), di mana terjadi pembengkakan di kornea serta perubahan pada iris mata. Pembengkakan tersebut menekan terus-menerus hingga menyebabkan glaukoma, sebuah kondisi mata ‘berkabut’ yang biasa ditemukan pada orang tua.

Jika ia tak segera memeriksakan ke dokter, Victoria bisa saja benar-benar buta total dan permanen di mata kanannya.

Usai terdiagnosis, ia pun menjalani operasi untuk menguras air dari matanya hingga dua kali.

“Orang-orang berpikir bahwa glaukoma adalah penyakit orang tua, namun aku adalah bukti nyata bahwa penyakit itu bisa menyerang siapa saja pada umur berapapun. Aku hanya bersyukur bahwa aku tidak menunda-nunda untuk memeriksakan ke spesialis,” ujar wanita yang bekerja sebagai admin di lokasi konstruksi bangunan, dikutip dari Daily Mail.

Sindrom ICE umumnya menyerang wanita pada rentang usia 30-50 tahun, normalnya pada salah satu mata, menurut situs Bright Focus Foundation. Sel-sel abnormal di kornea mata bermigrasi menuju iris mata menyebabkan sindrom ini.

Victoria menjalani prosedur untuk membuang sebagian iris matanya agar cairan lebih mudah keluar. Sayangnya operasi pertama gagal karena ia masih mengalami gejala yang sama. Akhirnya kembali dilakukan operasi yang sama untuk kedua kalinya dan sukses.

Bertekad untuk membantu sesama pengidap penyakit ini, ia bekerja sama dengan yayasan amal riset mata Fight for Sight untuk menyebarkan kepedulian akan prevalensi glaukoma, terutama pada orang muda. Ia berkampanye agar makin banyak orang-orang yang menyadari perlunya tes mata rutin, setidaknya sekali dalam dua tahun.

“Tak pernah aku mengira hal ini akan terjadi padaku. Aku pakai kacamataku saat menonton televisi dan bioskop. Kini aku bersikeras agar semua teman dan keluargaku memeriksakan mata mereka secepat mungkin. Tak peduli walau pandangan matamu masih bagus sekalipun atau tidak, tetaplah pergi untuk mengecek,” pungkasnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Salah satu bumbu wajib di dapur orang Indonesia adalah bawang putih.

Ternyata, bawang putih bukan sekadar rempah biasa.

Para ilmuwan mengatakan, bawang putih memiliki kandungan senyawa sulfur aktif di dalamnya yang ampuh melawan bakteri pada pasien dengan infeksi kronis.

Penelitian yang dilakukan Universitas Kopenhagen ini mengungkapkan senyawa bawang putih mampu menghancurkan kompenen penting dalam bakteri.

Dengan demikian, sangat mungkin menggunakan bawang putih sebagai obat bagi pasien dengan kondisi buruk, misalnya seperti yang terjadi pada penderita fibrosis kistik.

Fibrosis kistik adalah penyakit genetika yang menyebabkan lendir-lendir di dalam tubuh menjadi kental dan lengket sehingga menyumbat berbagai saluran.
Hal itu terutama saluran pernapasan dan pencernaan.

“Kami percaya metode itu dalam penanganan pasien. Dan sekarang kami tengah mengembangkan obat dari bawang putih dan mengujinya pada pasien,” kata Tim Holm Jakobsen, peneliti yang terlibat dalam studi ini, dikutip dari Physorg, Senin, 27 Mei 2019.

Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan yang sudah dimulai sejak tahun 2005 yang dipimpin Profesor Michael Givskov.

Saat itu Givskov sudah fokus meneliti efek bawang putih terhadap bakteri.

Tim peneliti 2005 mengetahui bahwa ekstrak bawang putih mampu menghambat bakteri.

Lantas pada 2012, mereka menunjukkan jika senyawa sulfur bernama ajoene yang ditemukan pada bawang putih merupakan senyawa yang memiliki peran dalam menghambat bakteri.

Sementara studi terbaru yang sudah diterbitkan dalam jurnal ilmiah Scientific Reports mencoba melihat lebih dekat serta mendokumentasikan kemampuan ajoene untuk menghambat molekul RNA pada dua jenis bakteri.

“Dua jenis bakteri yang kita pelajari sangat penting. Mereka disebut Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Ini adalah dua kelompok bakteri yang berbeda dan biasanya ditangani dengan metode yang berbeda pula.

Namun, senyawa bawang putih ternyata mampu melawan keduanya sekaligus dan ini merupakan bukti bawang putih bisa digunakan sebagai obat yang efektif jika digunakan bersamaan dengan antibiotik,” ujar Jakobsen.

Penelitian sebelumnya sudah menunjukkan bahwa bawang putih memiliki resistensi alami yang paling kuat terhadap bakteri.

Selain menghambat molekul RNA bakteri, senyawa bawang putih aktif juga dapat merusak pelindung berlendir yang menyelubungi bakteri, yang disebut biofilm.

Jika biofilm dihancurkan atau dilemahkan, antibiotik dan sistem kekebalan tubuh otomatis dapat menyerang bakteri secara langsung untuk menghilangkan infeksi.

Kini perusahaan Neem Biotech telah membeli lisensi penggunaan ajoene sebagai penangkal infeksi bakteri.

Produknya bernama NX-AS-401 yang bertujuan mengobati pasien fibrosis kistik.

Obat ini juga akan segera di uji klinis pada pasien.

Jika nanti uji klinins menunjukkan hasil positif, berarti obat tersebut dapat dipasarkan sebagai obat antimikroba pertama dengan mode penanganan baru yang dikembangkan oleh tim peneliti Givskov. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Menjelang Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri biasanya asisten rumah tangga (ART) juga ikut pulang kampung sehingga kebersihan rumah cenderung tidak terjaga seperti biasanya.

Di sisi lain petugas pembuang sampah juga ikut libur sehingga banyak sampah yang bertumpuk dan belum terangkat.

Keadaaan ini dapat menyebabkan lebih banyak lalat pada sampah yang bertumpuk tersebut, tikus-tikus dan nyamuk akan lebih banyak berkeliaran karena begitu banyak sampah yang menumpuk. Tentunya binatang-binatang yang membawa bibit penyakit ini, jika tidak dicegah keberadaannya akan membawa dampak bagi kesehatan.

Beberapa Tips Sehat Saat di Toilet Umum

“Lalat jelas membawa berbagai penyakit infeksi usus baik yang hanya diare sampai yang berat seperti demam thypoid.

Tikus merupakan vector yang penting untuk terjadi penyakit demam kuning atau leptospirosis. Nyamuk terutama yang berada sekitar rumah tentu akan menjadi sumber penyakit jika nyamuk tersebut merupakan nyamuk aedes aegypti yang membawa virus DHF,” kata Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Ari Fahrial Syam seperti dikutip dari blog resminya.

“Oleh karena itu, tetap harus diperhatikan kebersihan di dalam dan sekitar rumah. Hindari air-air tergenang yang potensial tempat hidupnya jentik nyamuk pembawa virus maut tersebut,” lanjutnya.

Biar Nggak Gampang Drop Saat Cuaca Ekstrem, Ini Tips Sehat dari Dokter

Selain itu, ketidakadaan asisten rumah tangga, termasuk liburnya jasa katering umumnya menjadi masalah bagi para ibu rumah tangga yang kebetulan tidak pulang kampung.
Mereka cenderung menyimpan makanan sebanyak-banyaknya di kulkas. Para ibu juga ada kecenderungan untuk menyimpan makanan di meja makan atau pada suhu kamar dalam waktu yang lama.

“Sehingga pada saat dikomsumsi selanjutnya, lupa untuk dipanaskan kembali. Pada saat penyimpanan harus tetap diperhatikan makanan yang matang jangan berdekatan dengan makanan yang mentah sehingga makanan yang matang tidak terkonsumsi dengan bakteri yang kebetulan hidup pada makanan yang mentah tersebut,” sarannya.

Yuk Kenali dan Bedakan Gemuk Sehat Vs Tak Sehat

Dijelaskan Prof Ari, makanan yang terlalu lama disimpan di suhu kamar juga cenderung terkontaminasi. Namun, yang menjadi masalah kadang kala tidak semua kuman yang mencemari makanan menyebabkan perubahan bau dan bentuk dari makanan tersebut. Oleh karena itu proses pemanasan makanan baik secara langsung atau melalui microwave harus tetap dilakukan pada saat makanan tersebut dikonsumsi kembali.

“Sehingga kejadian keracunan makanan yang kerap terjadi selama seputar Lebaran tidak terjadi,” kata dia.

Benarkah Infused Water Lebih Sehat Dibanding Air Putih? Nih Mitos Seputar Manfaat dan Fakta Medis Sebenarnya

Pada dasarnya, antisipasi terhadap berbagai penyakit seputar Lebaran merupakan hal yang penting. Prof Ari menekankan untuk harus selalu ingat bahwa rangkaian Lebaran dengan berbagai aktifitas akan membawa dampak yang kurang baik bagi kesehatan.

“Tentunya masyarakat harus waspada dan tetap melakukan upaya pencegahan terhadap penyakit seputar Lebaran. Sehingga pada saat harus beraktivitas kembali pasca-Lebaran tetap berada dalam keadaan sehat wal afiat,” ujar dia. (***)

sumber: sindonews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Minum air putih dalam jumlah cukup adalah modal awal untuk memiliki kesehatan tubuh yang paripurna. Sayangnya, tidak semua orang menyukai rasa dan tekstur air putih yang terkesan monoton. Hal ini membuat sebagian orang menyiasatinya dengan menambahkan potongan buah atau sayur, agar air putih yang diminum memiliki rasa dan lebih segar. Air putih yang seperti ini dikenal dengan sebutan infused water.

Dalam pembuatan infused water, buah atau sayur hanya dimasukkan langsung ke dalam air, tidak dijus atau diblender. Oleh karena itu, infused water mengandung kalori yang jauh lebih sedikit dibandingkan jus buah atau sayur.

Setelah dicampur, infused water biasanya dimasukkan ke dalam kulkas selama 1-12 jam. Hal ini dilakukan agar campuran yang digunakan lebih mengeluarkan rasa yang diinginkan.

Mitos tentang manfaat infused water

Karena terdiri dari air putih yang dicampur buah atau sayur tanpa melalui proses yang panjang, infused water konon lebih sehat. Namun, apakah benar demikian?

Berikut adalah mitos seputar manfaat infused water beserta fakta medis yang sebenarnya:

Mitos 1: infused water dapat berperan sebagai detoks

Hal ini hanyalah mitos belaka. Faktanya, tubuh manusia memiliki sistem untuk pengeluaran zat-zat yang tidak dibutuhkan. Dalam hal ini, hati dan ginjal memegang peranan untuk mengeluarkan sisa pembuangan dan racun dari dalam tubuh. Karena itu, tubuh tidak membutuhkan asisten tambahan untuk proses pengeluaran racun.

Menurut penelitian dari Journal of Human Nutrition and Dietetics, hingga saat ini belum ada produk apa pun, termasuk infused water, yang dapat membuat proses pengeluaran racun (toksin) atau sisa pembuangan tubuh menjadi lebih efisien.

Mitos 2: infused water dapat menyeimbangkan pH

Infused water water sering dianggap dapat menyeimbangkan pH dan membuat suasana alkali di dalam tubuh, sehingga dapat menjaga kesehatan. Sayangnya, hal ini hanyalah hoaks belaka.

Penelitian yang dilansir di the British Journal of Nutrition menyebut bahwa mengubah pH darah atau sel-sel tubuh hanya melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi adalah sebuah kemustahilan.

Mitos 3: Infused water bisa menjadi alternatif makan buah

Banyak situs kesehatan menyebutkan bahwa 20% gizi dari buah dapat masuk ke dalam air, sehingga infused water dianggap lebih sehat dibandingkan dari air putih biasa. Namun faktanya, hingga kini belum ada penelitian medis yang mendukung hal tersebut.

Memang betul bahwa vitamin dan mineral tertentu dari buah atau sayur dapat keluar setelah direndam di dalam air. Namun, tidak semua gizi dari buah atau sayur tersebut bisa Anda dapatkan. Melainkan, hanya gizi yang larut air saja, seperti vitamin C, vitamin B6, B12, asam folat ataupun elektrolit. Dengan kata lain, infused water saja masih belum cukup untuk memenuh kebutuhan vitamin dan mineral sehari-hari.

Dibandingkan air putih, infused water memang memiliki rasa yang sedikit berbeda karena ditambah campuran buah ataupun sayur.

Namun dari segi manfaat, infused water tidak lebih baik daripada air putih. Malah, keduanya memberikan manfaat yang sama persis. Jika Anda ingin mendapatkan manfaat maksimal dari buah dan sayur, sebaiknya komsumsilah keduanya dalam bentuk utuh. (***)

sumber: jpnn.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Obesitas meningkat lebih cepat di kawasan pedesaan dibandingkan perkotaan. Studi anyar ini melawan asumsi sebelumnya yang menyebutkan bahwa epidemi global obesitas merupakan masalah utama masyarakat perkotaan.

“Ini berarti bahwa kita perlu memikirkan kembali bagaimana kita mengatasi masalah kesehatan global ini,” ujar salah satu penulis studi, Majid Ezzati dari Imperial College London’s School of Public Health, melansir AFP.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature ini menggunakan data dari 200 negara dan wilayah. Data menunjukkan kenaikan rata-rata sekitar 5-6 kilogram terjadi pada wanita dan pria yang tinggal di kawasan pedesaan sejak tahun 1985 hingga 2017. Sementara wanita dan pria yang tinggal di perkotaan mengalami kenaikan 38 dan 24 persen lebih sedikit.

Mau Tau Diet Sehat tapi Menyenangkan dan Mudah Turunkan Berat Badan? Diet Ketogenik Saja

Pengecualian terjadi pada wilayah sub-Sahara Afrika, di mana pertambahan berat badan lebih banyak dialami wanita perkotaan.

“Pasokan makanan di zaman sekarang tersedia dalam ragam kombinasi. Makanan olahan menjadi bagian dari diet orang-orang kurang mampu,” ujar Ezzati.

Peneliti menggunakan ukuran standar indeks massa tubuh (BMI). Seseorang dengan BMI 25 atau lebih dianggap mengalami kelebihan berat badan. Sementara mereka dengan BMI 30 atau lebih masuk ke dalam kategori obesitas. Angka BMI ideal berkisar antara 18,5-24,9.

ASTAGFIRULLAH.. Awalnya Berat Badannya 110 kg Dalam Setahun Naik Jadi 310 kg, Pasien Obesitas ini Meninggal Dunia  

Peningkatan BMI terbesar dalam kurun waktu tersebut terjadi pada pria di China, Amerika Serikat, Bahrain, Peru, dan Republik Dominika. Rata-rata dari mereka mengalami kenaikan berat badan 8-9 kilogram per orang.

Obesitas telah menjadi masalah kesehatan global. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, sekitar dua miliar orang dewasa di dunia mengalami kelebihan berat badan. Hampir sepertiga dari mereka menderita obesitas.

Pikirkan Lagi, Ini Resiko Turunkan Berat Badan Melalui Operasi

Obesitas juga menjadi pintu masuk beragam penyakit kronis lain seperti jantung, stroke, diabetes, dan sejumlah kanker. Padahal, obesitas dapat ditangani.

“Kolaborasi faktor risiko menantang kami untuk membuat program dan kebijakan yang fokus untuk mencegah kenaikan berat badan,” kata Ezzati. (***)

sumber: galamedianews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Tak semua pasien kanker boleh menjalani puasa Ramadan. Salah satunya mereka yang masih menjalani kemoterapi. Begitu menurut spesialis penyakit dalam dan konsultan hematologi onkologi medik dari RSCM-FKUI, dr. Wulyo Rajabto Sp.PD K-HOM.

“Kalau kanker diobati kemoterapi, efek sampingnya mual, muntah, dia pasti enggak bisa puasa,” ujarnya.

Selain mual dan muntah, pasien yang masih menjalani kemoterapi kemungkinan besar akan terganggu sumsum tulangnya sehingga kadar hemoglobin cenderung rendah. Akibatnya dia bisa lemas.

Anda PNS? Yuk Siap-siap Libur Panjang Lebaran

Tak hanya itu, pasien juga berisiko memiliki jumlah leukosit yang lebih rendah dari normal (normal 5.000-10.000) sehingga tubuhnya tak mampu melawan infeksi kuman yang masuk.

“Kan untuk melawan kuman dia enggak kuat. Akhirnya pasiennya demam, infeksi bahkan bisa masuk ICU. Bagaimana dia mau puasa? Efek sampingnya berat,” papar Wulyo, yang juga berpraktik di RS Mayapada di Jakarta Selatan itu.

Oleh karena itu, dia menegaskan puasa hanya untuk pasien yang sudah melewati pengobatan kemoterapi.

“Kalau pengobatannya sudah stabil, misalnya kanker payudara sudah dioperasi, dikemoterapi tinggal minum obat-obatan hormonal, dia minum hanya sekali sehari itu tidak mengganggu fungsi tubuh secara dominan,” katanya.

Pada tahap ini, pasien relatif tak akan merasakan efek samping pengobatan seperti mual dan muntah sehingga bisa berpuasa. (***)

sumber: cantika.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jeneponto – Puluhan warga di Desa Garonggong, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), jatuh sakit dan 3 orang lainnya meninggal diserang penyakit misterius. Pemerintah setempat termasuk tim medis bingung dengan munculnya penyakit yang belum teridentifikasi ini.

“Rata-rata pasiennya membaik hanya diagnosanya ini belum jelas,” kata Kabid P2 Dinas Kesehatan Jeneponto, Susanti Andi Mansyur saat dihubungi detikcom, Senin, 6 Mei 2019

Susanti menyebut munculnya kasus ini terjadi pertengahan Maret saat 25 orang warga berobat ke puskesmas. Setelah berobat, kondisi penyakit warga bertambah parah.

“Beberapa hari kemudian kita dari Dinkes melakukan pemeriksaan. Ditengarai malaria tapi hasil pemeriksaan negatif. Juga dari mikroskopik itu juga negatif. DBD juga bukan, ini misterius sekali,” ujar Susanti.

Karena itu, tim Dinkes akan kembali turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyakit yang diderita warga Jeneponto.

“Insyaallah besok kita akan turun kembali. Melakukan kroscek kembali, karena rata-rata pasiennya membaik, hanya diagnosanya ini belum jelas,” katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jeneponto, Syafruddin Nurdin saat dihubungi terpisah mengatakan dari pemeriksaan di Puskesmas sejumlah warga mengalami demam, sakit perut dan nyeri sendi. Pemkab kemudian mengerahkan tim medis.

Hasilnya, beberapa dugaan penyakit yang diasumsikan seperti Chikungunya dan Zika menunjukkan hasil negatif pada sampel.

“Chikungunya, Zika hasil lab juga negatif, begitu juga juga Leptospirosis hasil lab juga negatif. Jadi disarankan untuk melakukan pemeriksaan PCR,” kata Nurdin.(***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Menurunkan berat badan bisa dilakukan dengan berbagai cara termasuk melalui operasi. Cara ini dianggap lebih cepat walau lebih mahal dan terdapat sejumlah masalah lain yang mungkin muncul.

Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa seorang wanita yang pernah mengalami operasi penurunan berat badan dapat mengalami masalah ketika dia hamil kelak. Dilansir dari Medical Daily, diketahui bahwa wanita tersebut bakal mengalami komplikasi serta bayi yang dilahirkan cenderung prematur serta mengalami kelainan pada janin.

Hasil temuan ini muncul berdasar analisis kesehatan dari ibu dan bayi mereka. Data dari 14.800 ibu yang sebelumnya mengalami operasi penurunan berat badan dibandingkan dengan data 4 juta ibu yang tidak melakukan prosedur serupa.

Suami Bunuh Istri, Lalu Lukai Anak dan Mertuanya, Ini Kata Tetangga

“Temuan kami mengindikasikan bahwa wanita dengan riwayat bedah bariatrik serta pada bedah gastric bypass memiliki risiko lebih besar mengalami masalah sebelum kelahiran,” ungkap Zainab Akhter dari Newcastel University.

“Para wanita ini membutuhkan prekonsepsi spesifik serta dukungan nutrisi kehamilan,”sambungnya.

Tim peneliti tersebut mengungkap bahwa para ibu yang memiliki risiko tersebut harus mencapat dukungan tambahan selama kehamilan. Ibu yang mengandung berisiko mengalami diabtes dan hipertensi. Pada bayi, terdapat 57 persen risiko kelahiran prematur, 41 persen abayi tersebut mendapat perawatan usai dilahirkan, serta 29 persen mengalami kelainan. Risiko kematian bayi tersebut juga meingkat sebanyak 38 persen.

Jelang Ramadhan, Harga Bawang Putih Tembus Rp 80.000/Kilogram

“Masih belum jelas bagaimana operasi penurunan berat badan dapat mempengaruhi perkembangan janin, namun kami mengetahui bahwa orang yang pernah mengalami bedah bariatrik cenderung kekurangan mikronutrisi,” jelas Zainab.

“Penelitian lebih lanjut masih butuh dilakukan untuk lebih memahami penyebab dari perbedaan ini,” tandasnya. (***)

sumber: merdeka.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Diabetes merupakan salah satu penyakit terbesar yang dialami masyarakat di Indonesia. Penyakit ini pun bisa berdampak pada kematian. Maka penting sekali mengetahui apakah Anda sudah terkena diabetes atau tidak. Dengan begitu, penanganan penyakit ini dengan mengontrol asupan makanan dan mengganti pola hidup pun dapat dengan cepat dilakukan.

Dokter spesialis penyakit dalam, Bhanu meminta Anda tidak langsung panik bila hasil tes menggunakan mesin ternyata kadar gula Anda mencapai 200 mg/dL. Bhanu mengatakan kondisi seseorang terkena diabetes tidak dapat diukur hanya melalui mesin.

“Biasanya kalau gula darah menginjak 200, pasien saya langsung bilang kalau mereka menderita diabetes. Padahal mesin itu tidak akurat. Yang akurat hanya dengan cek laboratorium menggunakan darah dari vena,” katanya dalam acara Coffee Time with Tropicana Slim pada 24 April 2019.

Meski demikian, deteksi dini secara pasti dapat dilakukan dengan menggunakan metode 3P yang terdiri dari poliuria, polidipsia dan polifagia. Dari segi poliuria, dokter Bhanu menjelaskan bahwa ini berhubungan dengan rasa haus yang meningkat. Sedangkan untuk polidipsia dan polifagia, akan dikaitkan dengan peningkatan buang air kecil dan rasa lapar.

Dokter Bhanu menjelaskan bahwa saat kadar glukosa darah naik di atas 160 hingga 180 mg/dL, glukosa akan bocor hingga ke urine karena ginjal tidak sanggup menyaringnya lagi. “Jadi, hal ini membuat penderita diabetes sering buang air kecil dalam jumlah besar atau poliuria,” katanya.

Akibat lain pun berkelanjutan. Ia menyebutkan bahwa terlalu banyak buang air kecil akan menciptakan rasa haus yang abnormal atau polidipsia. Kemudian, karena kalori yang berlebihan hilang dalam urine, berat badan pun akan menurun.

“Lapar berlebih atau polifagia pun kemudian dirasakan akibat kebutuhan asupan gizi yang kurang,” katanya. “Karena ketiganya ini berkesinambungan, jadi apabila Anda merasakan 3P, ada kemungkinan Anda menderita diabetes melitus. Tapi, untuk memastikannya, segera ke dokter dan lakukan tes laboratorium,” katanya. (***)

sumber: tempo.co

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Tubuh dengan berat berlebih memang tak nyaman dan lebih berisiko mengalami obesitas. Namun ternyata ada kondisi berat badan berlebih yang tidak meningkatkan risiko mengalami diabetes, tekanan darah tinggi, gangguan jantung dan pembuluh darah.

Menurut dokter ahli endokrinologi dr Dyah Purnamasari S, SpPD-KEMD dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM), risiko lebih besar pada yang gendut dengan tumpukan lemak di pinggang. Tumpukan lemak visceral ini paling jahat dan mengakibatkan masalah serius misal perlemakan hati.

Ini Perintah Jokowi ke Kapolri Terkait Kasus Perundungan yang Menimpa Audrey

“Yang paling bahaya adalah lemak visceral yang mengakibatkan lingkar pinggang membesar.

Untuk lemak subkutan yang berada di bawah kulit cenderung lebih mudah dikendalikan,” kata dr Dyah dalam seminar tentang obesitas dan diabetes Info Sehat FKUI untuk Anda, Rabu, 10 April 2019.

Lemak subkutan banyak terdapat di bagian belakang lengan, paha, dan bokong yang mempengaruhi produksi estrogen pada laki-laki dan perempuan. Jenis lainnya adalah adalah lemak subkutan putih yang berfungsi menyimpan kalori dan memproduksi adipnektin, yautu hormon yang membantu kerja hati dan otot mengatur insulin.

Kendati tak semua tumpukan lemak berisiko menurunkan kesehatan, namun lebih baik jika berat badan tidak berlebih. Berat badan sesuai Indeks Massa Tubuh bisa diperoleh dengan penerapan pola hidup sehat yaitu tidak merokok, rajin olahraga, cukup makan buah dan sayur dengan nutrisi seimbang. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Nurhidayati Khusnul, penderita obesitas berbobot 200 kg asal Lamongan diberitakan telah meninggal dunia dua pekan lalu. Sebelumnya pasien obesitas asal Karawang juga telah meninggal dunia.

Penderita obesitas ekstrem lainnya yang menghebohkan pemberitaan, hingga kini masih berjuang untuk menurukan berat badan agar mampu memperbaiki kualitas hidupnya. Bagaimana tidak, dengan bobot yang sangat berat, mereka tidak dapat melakukan aktivitas apapun. Bahkan berdiri pun tak sanggup karena kaki tak mampu menyangga berat tubuhnya.

Kajian Global Burden of Diseases yang dipublikasikan dalam jurnal Lancet menempatkan Indonesia di posisi 10 pada daftar negara dengan tingkat obesitas tertinggi di dunia. Para ilmuwan mengatakan masalah obesitas dipicu oleh perubahan dalam sistem pangan global yang memproduksi lebih banyak bahan makanan olahan dan lebih terjangkau harganya.

Caleg Perempuan Hadapi Tantangan Lebih Berat di Pemilu 2019, Ini Himbauan Ketua Konstitusi dan Demokrasi Veri Junaidi

Dan oleh ekonomi pasar memicu konsumerisme atau konsumsi berlebihan. Kenaikan konsumsi makanan juga seringkali disertai dengan meningkatnya gaya hidup lebih banyak duduk dan kurang berolahraga.

Memerangi obesitas diawali dengan pembenahan mindset untuk butuh pola hidup sehat. Karena selain nikmat iman, hal lain yang harus disyukuri adalah nikmat sehat.

Fakta-fakta Perempuan Tewas Kecelakaan dengan Kepala Putus dan Hancur, Ini Kata Polisi

Dengan tubuh yang sehat maka ibadah dan aktivitas lainnya akan optimal. Salah satu yang mempengaruhi pola hidup sehat adalah pola makan. Harus dipahami bahwa makan adalah kebutuhan, bukan keinginan. Butuh makan itu secukupnya. Sepertiga untuk makan, sepertiga untuk air, sepertiga untuk udara. Yang tidak ada habisnya itu keinginan. Bahkan bisa jadi korban iklan atau nafsu ingin makan semua yang lalu lalang.

Perkara makan juga bukan sekedar halal, tapi harus baik (tidak membahayakan tubuh). Trend peningkatan konsumsi makanan cepat saji/berpengawet dikarenakan dirasa lebih praktis dan murah.

Benar saja, disaat harga komoditas bumbu dasar seperti bawang putih misalnya, yang sedang meroket, bagaimana menjaga citarasa makanan agar tetap lezat tanpa pengeluaran lebih banyak dan tetap memikat, pakai saja penyedap lebih banyak.

Tak Disangka Pasutri Ini Habiskan Biaya Puluhan Juta Setelah Anjingnya Telan Sekantung Heroin, Kok Bisa?

Pola hidup sehat juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik. Kecanduan game, malas beraktivitas, disinyalir kuat menjadikan lemak-lemak mudah menumpuk. Miris ketika negara malah menjadikan nge-game sebagai e-sport yang dilombakan.

Memerangi obesitas hingga tuntas kiranya butuh peran individu rakyat hingga negara untuk mewujudkan sebuah sistem yang menjamin kesehatan mulai dari ranah preventif dengan optimal. Agar kesehatan tak dijadikan komoditas karena ada bisnis menggiurkan di ranah kuratif.

Berkacalah dari kebijakan Khalifah Umar bin Khattab yang dalam sebuah riwayat dikisahkan beliau memberikan bantuan kepada para ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka hingga melahirkan dan menyapih anaknya. Mengapa? Karena masyarakat yang sehat jiwa dan akalnya adalah aset untuk membangun peradaban terbaik.

Pemimpin yang memandang bahwa politik adalah aktivitas melayani semua urusan masyarakat, bukan untuk berebut kekuasaan, tentu akan mewujudkan sistem yang mendukung terwujudnya masyarakat sehat lahir dan batin. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Gangguan pembekuan darah atau hemofilia menyebabkan penderitanya mengalami pendarahan yang sulit dihentikan saat terluka. Karenanya, penderita harus berhati-hati agar tidak mudah terluka atau terbentur.

Kelainan genetika ini tergolong langka. Tapi sebenarnya bisa dideteksi sejak dini, seperti pendarahan yang tak berhenti saat pemotongan tali pusar, mudah lebam saat mulai belajar merangkak, atau pendarahan di bagian bokong saat anak mulai belajar duduk.

Meski mudah dideteksi, tak banyak orang yang langsung menyadarinya. Di Indonesia, kelainan ini baru diketahui pada 1965. Sementara pendataan pasien hemofilia kali pertama dilakukan di Tanah Air pada 1998.

Misteri Sosok Menteri, Benarkah Vanessa Angel Lebih Memilih Ini Daripada “Mimican” Dalam Melayani Kliennya?

Sejak itu, penelitian dan penanganan hemofilia dikembangkan. Kesadaran tentang hemofilia pun terus ditingkatkan. Salah satunya dengan peringatan Hari Hemofilia Sedunia yang diperingati setiap 17 April.

Tapi, kini pendataan pasien akan semakin mudah. Menyambut Hari Hemofilia Sedunia, Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI) merilis aplikasi Android Hemofilia Indonesia yang bertujuan memudahkan pencatatan pasien hemofilia atau gangguan penggumpalan darah lain dalam sistem registrasi nasional.

Aplikasi ini dilengkapi fitur data diri pasien, data keluarga, data medis, catatan perdarahan, forum, dan pengumuman. Hanya dengan mengisi aplikasi dan mengirim data, pasien otomatis terdaftar dalam sistem registrasi nasional.

Ketua HMHI, Prof dr. Djajadiman Gatot, Sp.A, menjelaskan, hingga saat ini, penderita hemofilia hanya tercatat sebanyak 2.092 orang. Padahal menurut statistik, setidaknya ada 20 hingga 25 ribu penderita hemofilia di Indonesia. “Artinya hanya 10 persen yang terdeteksi. Saya membayangkan ini seperti fenomena gunung es, yang tampak lebih sedikit dari fakta sebenarnya,” kata dia saat peluncuran aplikasi Hemofilia Indonesia di Hotel Borobudur Jakarta, pekan ini.

Wakil Ketua HMHI, Dr. dr. Novie Amelia Chozie, Sp.A, menduga rendahnya tingkat identifikasi pasien hemofilia dipicu banyak faktor. Salah satunya, mitos yang beredar di masyarakat yang membuat penderita menyembunyikan kondisi mereka. Mitos itu antara lain kelainan ini merupakan kutukan atau santet.

Padahal, penanganan hemofilia bisa dilakukan dengan pemberian faktor penggumpal darah, yakni faktor VIII untuk hemofilia A dan faktor IX untuk hemofilia B. Pesatnya perkembangan dunia medis memungkinkan pemberian faktor secara langsung lewat penyuntikan pembuluh balik tanpa transfusi darah dalam jumlah banyak,” imbuhnya. (***)

sumber: tempo.co

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Menghirup teh manis panas di pagi hari memang merupakan salah satu hal yang menyenangkan. Namun penelitian terbaru menyebut bahwa kebiasaan meminum teh terutama dalam kondisi panas juga dapat membahayakan.

Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa risiko tumbuhnya kanker kerongkongan diketahui lebih tinggi pada orang yang senang mengonsumsi teh panas. Seseorang yang suka minum teh panas dengan suhu di atas 60 derajat celcius memiliki peningkatan risiko kanker hingga 90 persen dibanding mereka yang lebih sedikit minum teh dan lebih suka minuman dalam kondisi lebih dingin.

Disebut Banyak Jin dan Genderuwo di Hotel Borobudur, Ini Kata Manajemen

Hasil temuan ini didapat dari data 50.000 orang dengan usia antara 40 hingga 75 tahun pada provinsi Golestan, Iran. Peneliti mengikuti dan memonitor kesehatan partisipan penelitian selama 10 tahun.

Antara tahun 2004 hingga 2017 diketahui bahwa lebih dari 300 orang memiliki kanker kerongkongan. Tim peneliti mengungkap bahwa hal ini dapat muncul karena dipengaruhi temperatur teh.

“Banyak orang yang menikmati minum teh, kopi, atau minuman panas lainnya. Namun, berdasar temuan kami, meminum teh yang sangat panas dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan, sehingga lebih baik menunggu suhunya menurun dulu sebelum diminum,” ungkap Farhad Islami, peneliti dari temuan tersebut.

Penelitian ini dipublikasikan di International Journal of Cancer dan mendukung penelitian yang dilakukan sebelumnya mengenai hubungan antara teh yang sangat panas dengan kanker kerongkongan. Namun penelitian ini secara lebih khusus menyebut temperatur suhu yang membahayakan.

Kanker kerongkongan sendiri disebut dapat muncul karena cedera berulang pada bagian kerongkongan yang disebabkan karena merokok, mengonsumsi alkohol, serta refluks asam. Hasil penelitian terbaru ini menunjukkan bahwa minuman panas juga bisa jadi penyebab munculnya kanker. (***)

sumber: galamedianews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Banyak anak-anak balita yang merengek saat makan karena memilih untuk minum susu.

DR. dr. Damayanti Rusli Sjarif, Dokter Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik Anak RSCM menyebutkan jika ditemui anak seperti itu harus segera dicari tahu penyebab kenapa tidak mau makan.

Damayanti pun mengingatkan kepada orangtua kalau susu menjadi makanan utama bagi anak hanya sampai si kecil berusia dua tahun.

Warga dan TNI Saling Memijit Menjadi Tradisi di Lokasi TMMD

Setelah berusia dua tahun, Damayanti menekankan kalau susu hanya merupakan makanan pendamping.

“Kalau lapar itu makan bukan susu. Susu mah bayi aja sampai umur dua tahun setelah itu susu hanya melengkapi makanan,” ungkap Damayanti saat ditemui di RSCM, Jakarta Pusat beberapa hari lalu.

Dokter spesialis anak itu juga mengingatkan orangtua agar tidak memberikan susu kental manis kepada anak.

“Emosi” Merugikan Siapapun, Ini Tips Mengendalikannya

Walapun harganya lebih murah dibandingkan susu bubuk, namun kandungannya tidak baik bagi tubuh karena 60 persen mengandung gula.

“Susu kental manis bukan untuk makanan bayi tapi makanan es teler, jadi bukan untuk makanan bayi karena gulanya tinggi sekali 60 persen,” papar Damayanti.

Kemudian munculnya produk-produk yang menyerupai susu seperti creamer juga dihimbau tidak diberikan pada anak.

“Sekarang ada jual creamer yang buat campuran teh kopi itu, waj lebih gawat lagi ibunya gak tahu kalau itu beda sama susu,” pungkas Damayanti.(***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Spanyol – Seorang siswi asal Inggris meninggal dunia usai memakan es krim saat berlibur bersama keluarga di Costa del Sol, Spanyol. Bocah berusia 9 tahun tersebut dipercayai mengalami syok anafilaktik setelah terserang alergi parah sebagai reaksi dari es krim.

Bocah yang belum diketahui identitasnya tersebut langsung dibawa ke rumah sakit terdekat saat kondisinya kritis. Melihat kondisinya, dilaporkan ada kemungkinan bocah tersebut alergi susu dan kacang-kacangan sehingga menimbulkan reaksi alergi tersebut.

“Emosi” Merugikan Siapapun, Ini Tips Mengendalikannya

“Dia masuk ke rumah sakit di Sabtu malam karena syok anafilaktik. Dia sudah disadarkan lalu dipindahkan ke Materno Infantil Hospital di Malaga,” kata seorang petugas di rumah sakit tersebut, dikutip dari Metro.co.uk.

Karena kondisinya memburuk, ia dipindahkan ke rumah sakit di kota Malaga di hari yang sama sekitar tengah malam. Namun sayang, ia menghembuskan napas terakhirnya.

Syok anafilaktik merupakan suatu reaksi alergi yang dapat menyebabkan kehilangan kesadaran atau bahkan kematian, maka harus segera dibawa ke rumah sakit atau bagian gawat darurat. Kondisi ini terjadi apabila pasien alergi terhadap makanan, obat-obatan, ataupun serangga.

Autopsi telah dilakukan namun hasilnya belum ditampilkan ke publik. Tes-tes lebih jauh akan dilakukan oleh Institute of Toxicology di kota Seville untuk mengkonfirmasi apakah kematian bocah tersebut terkait dengan reaksi alergi pada makanan tersebut. (***)

sumber: detik.com

MEDIS

Rabu | 20 Februari 2019

Atasi Nyeri Leher dengan Tindakan Medis Ini

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Nyeri leher adalah salah satu dari jenis nyeri tulang punggung yang paling mengganggu dan bisa membatasi mobilitas pengidapnya. Banyak penyebab nyeri leher, salah satunya karena servikal Herniated Nucleus Pulposus (HNP) atau saraf terjepit di area leher (servikal).

Pendiri Lamina Pain and Spine Center Mahdian Nur Nasution menjelaskan HNP bisa terjadi di seluruh bagian tulang belakang, mulai dari lumbar (punggung bawah), thorakal hingga di servikal (tulang leher). Di tujuh ruas tulang leher inilah seringkali penanganan HNP jadi lebih menantang karena lebih rapatnya posisi antar-ruas tulang belakang.

Senang Bisa Akrab dengan TNI di Lokasi TMMD

HNP adalah kondisi dimana isi diskus atau bantalan antar-ruas tulang belakang bocor sehingga menekan saraf. Diskus di tulang belakang terdiri dari dua bagian, yaitu annulus fibrosus yang merupakan bagian luar yang keras dan nucleus pulposus bagian dalam bantalan sendi seperti jeli dikenal juga sebagai mucoprotein gel dengan komposisi utama berupa air, kolagen, dan proteoglikan.

Diskus berperan sebagai penyerap kejutan atau shock absorber. Bersama dengan dua sendi kecil di belakang leher, diskus akan membantu manusia menggerakan lehernya. Bagian dalam inilah yang oleh satu atau berbagai sebab lain mengalami kebocoran.

Demi Kelancaran Pekerjaan, Fisik Plat Beton TMMD Terus Dikebut

Mengatasi HNP

Diagnosis HNP servikal ditegakkan dengan pemeriksaan fisik, neurologis, radiologis seperti CT-scan dan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Sebelum tindakan biasanya pasien akan diarahkan dulu untuk pengobatan dengan obat-obatan seperti nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID), steroid dan tirah baring (bed rest).

Karena sulitnya menjangkau dan menangani herniasi disk servikal ini, selama bertahun-tahun para ahli medis mencoba menemukan berbagai teknologi untuk penanganan kasus ini. Secara historis berbagai pembedahan untuk menangani tulang leher dianggap berisiko tinggi dan biasanya membuat pasien harus dirawat berhari-hari.

TNI dan Warga Bersatu Selalu Kerja, Kerja dan Kerja

Dalam dua dekade terakhir, teknologi penanganan HNP sevikal terus berkembang. Setelah teknik bedah terbuka tak lagi populer karena berbagai risikonya, muncul teknologi lain, yakni Anterior Cervical Discectomy and Fusion (ACDF) yang sampai saat ini masih dilakukan dokter di banyak belahan dunia termasuk Indonesia. Sayangnya teknik ini memiliki beberapa komplikasi yang dapat terjadi, seperti disfagia, hematoma, unilateral recurrent laryngeal nerve (RLN) palsy, kebocoran cairan serebrospinal (CSF), kebocoran esophagus, perburukan gejala radiculopathy, kegagalan pemasangan implant dan lain sebagainya.

ACDF dilakukan dengan membuat sayatan di tenggorokan untuk mencapai dan mengeluarkan diskus. Cangkok dimasukkan untuk menyatukan tulang-tulang di atas dan di bawah diskus.

“Teknik ini dapat menjadi pilihan jika terapi fisik atau obat-obatan gagal untuk meredakan nyeri pada lengan yang disebabkan oleh terjepitnya saraf tulang leher,” katanya di sela Edukasi Media yang diselenggarakan Lamina Pain and Spine Center di Jakarta, Selasa, 19 Februari 2019. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Berapa usiamu? 20 tahun? 30 tahun? atau 40 tahun? Semakin bertambah usia pasti semakin besar tanggung jawab dan tekanan yang dirasakan di dalam hidup. Dengan begitu, semakin rentan juga kita untuk merasa stres dan depresi.

Hati-hati lho, depresi bisa mempercepat penuaan otak kita. Berdasarkan penelitian yang dilakukan para ilmuwan di Universitas Yale telah memindai otak orang-orang yang depresi pada usia 40-50 tahun. Pemindaian itu menunjukkan adanya kerapatan sinaptik atau jumlah koneksi di otak.

Serempetan Motor Itu Berakhir dengan Penusukan yang Menewaskan Pebalap Nasional M Zaky, Ini Kronologinya

Dikutip dari Daily Mail, sinaptik adalah koneksi antar neuron yang memungkinkan informasi untuk melintas di wilayah otak. Ada sekitar 100 miliar neuron di otak yang masing-masing terhubung hingga sebanyak 10.000 koneksi.

Penulis utama Dr Irina Esterlis mengatakan bahwa pemindaian dengan PET menunjukkan bahwa kerapatan sinaptik 2-3 persen lebih rendah pada orang depresi kronis. Dan ini membuat usia otak menjadi lebih tua 10 tahun dari usia sebenarnya.

Innalillahi Longsor Itu Menewaskan Satu Keluarga Berikut Rumahnya

Parahnya lagi, depresi juga bisa memicu kehilangan memori lebih awal, kabut otak, bicara yang melambat, dan bahkan lebih awal berisiko terkena penyakit yang berkaitan dengan usia seperti Alzheimer.

“Orang depresi bisa berpotensi buruk, dan kita bisa melihat individu itu memiliki kerapatan di hippocampus yang mungkin akan menderita Alzheimer,” ujar Esterlis. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Salah satu bumbu wajib di dapur orang Indonesia adalah bawang putih.

Ternyata, bawang putih bukan sekadar rempah biasa.

Para ilmuwan mengatakan, bawang putih memiliki kandungan senyawa sulfur aktif di dalamnya yang ampuh melawan bakteri pada pasien dengan infeksi kronis.

Penelitian yang dilakukan Universitas Kopenhagen ini mengungkapkan senyawa bawang putih mampu menghancurkan kompenen penting dalam bakteri.

Tips Mengenali Jenis Lemak Tubuh Anda, Nomor 1 yang Sering Terjadi

Dengan demikian, sangat mungkin menggunakan bawang putih sebagai obat bagi pasien dengan kondisi buruk, misalnya seperti yang terjadi pada penderita fibrosis kistik.

Fibrosis kistik adalah penyakit genetika yang menyebabkan lendir-lendir di dalam tubuh menjadi kental dan lengket sehingga menyumbat berbagai saluran.

Hal itu terutama saluran pernapasan dan pencernaan.

Ani Yudhoyono Sakit Kanker Darah, Presiden Jokowi Perintahkan Tim Dokter Lakukan Ini

“Kami percaya metode itu dalam penanganan pasien. Dan sekarang kami tengah mengembangkan obat dari bawang putih dan mengujinya pada pasien,” kata Tim Holm Jakobsen, peneliti yang terlibat dalam studi ini.

Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan yang sudah dimulai sejak tahun 2005 yang dipimpin Profesor Michael Givskov.

Saat itu Givskov sudah fokus meneliti efek bawang putih terhadap bakteri.

Tim peneliti 2005 mengetahui bahwa ekstrak bawang putih mampu menghambat bakteri.

Lantas pada 2012, mereka menunjukkan jika senyawa sulfur bernama ajoene yang ditemukan pada bawang putih merupakan senyawa yang memiliki peran dalam menghambat bakteri.

Sementara studi terbaru yang sudah diterbitkan dalam jurnal ilmiah Scientific Reports mencoba melihat lebih dekat serta mendokumentasikan kemampuan ajoene untuk menghambat molekul RNA pada dua jenis bakteri.

“Dua jenis bakteri yang kita pelajari sangat penting. Mereka disebut Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Ini adalah dua kelompok bakteri yang berbeda dan biasanya ditangani dengan metode yang berbeda pula. Namun, senyawa bawang putih ternyata mampu melawan keduanya sekaligus dan ini merupakan bukti bawang putih bisa digunakan sebagai obat yang efektif jika digunakan bersamaan dengan antibiotik,” ujar Jakobsen.

Penelitian sebelumnya sudah menunjukkan bahwa bawang putih memiliki resistensi alami yang paling kuat terhadap bakteri.

Selain menghambat molekul RNA bakteri, senyawa bawang putih aktif juga dapat merusak pelindung berlendir yang menyelubungi bakteri, yang disebut biofilm.

Jika biofilm dihancurkan atau dilemahkan, antibiotik dan sistem kekebalan tubuh otomatis dapat menyerang bakteri secara langsung untuk menghilangkan infeksi.

Kini perusahaan Neem Biotech telah membeli lisensi penggunaan ajoene sebagai penangkal infeksi bakteri.

Produknya bernama NX-AS-401 yang bertujuan mengobati pasien fibrosis kistik.

Obat ini juga akan segera di uji klinis pada pasien.

Jika nanti uji klinins menunjukkan hasil positif, berarti obat tersebut dapat dipasarkan sebagai obat antimikroba pertama dengan mode penanganan baru yang dikembangkan oleh tim peneliti Givskov. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kusta merupakan penyakit yang dapat menyerang kulit, saraf, anggota tubuh lain, dan mata. Namun jika penyakit ini dapat dideteksi secara dini, maka pasien bisa sembuh total dalam waktu tiga bulan tanpa mengalami kelumpuhan dan kerusakan saraf.

Dalam pemaparan soal kusta, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan RI, Wiendra Waworuntu memperlihatkan foto anak yang sudah sembuh dari kusta.

“Ini contohnya ada anak yang menderita kusta. Lihat kan foto dia sebelum dan sesudah. Dia akhirnya sembuh total setelah minum obat selama tiga bulan. Kuncinya, gejala kustanya terdeteksi dini,” jelas Wiendra dalam konferensi pers ‘Stop Diskriminasi: Ayo Sukseskan Eliminasi Kusta’ di Kementerian Kesehatan, Jakarta.

Istri Bakar Sisa Uang dan Ibu Pingsan Melihat Anaknya Dikawal Polisi, Ini Kronologi Pengungkapan Uang palsu

Gejala kusta berupa bercak putih dan merah pada kulit. Gejala yang khas adalah pada bagian kulit yang ada bercak itu mati rasa. Terkadang bercak berbentuk berupa benjolan-benjolan pada lengan dan wajah.

Pada foto anak yang sudah sembuh dari kusta, seperti yang dijelaskan Wiendra, wajah anak itu penuh dengan benjolan dengan bercak merah dan putih. Kemudian benjolan itu hilang sepenuhnya setelah ia minum obat secara rutin.

Siswa Kurang Ajar, Mau Jadi Apa Kamu?, Polisi Pun Turun Tangan

Bila mendapati gejala kusta, segera ke puskesmas. Pengobatan dilakukan multi-drugs therapy (MDT), yakni lebih dari satu jenis obat yang diberikan gratis di puskesmas.

Gedebug! Tak Disangka Itu Suara Orang Terjatuh dari Lantai 6

Lama waktu pengobatan kusta tergantung dari jenis kusta. Kusta tipe kering bisa diobati menggunakan obat selama 6 bulan, sedangkan kusta tipe basah diobati selama 12 bulan. Kusta kering berupa kulit kering bersisik, sedangkan kusta basah berupa kulit yang basah sehingga tampak mengkilap. (***)

sumber: merdeka.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Terdapat sebuah cara untuk mengetahui apakah bayi mengalami demam berdarah dengue (DBD) atau tidak. Mengenali hal ini sebenarnya bisa cukup pelik terutama karena bayi belum bisa berbicara dan mengeluh sakit.

Gejala DBD selain demam yang tidak turun dan buah hati terlihat dehidrasi, orang tua juga perlu tahu gejala lain yang bisa dialami bayi. Gejala yang muncul pada tubuh bayi bisa jadi alarm buat orangtua kemungkinan bayi kena DBD.

Duh Artis Ini Lepas Hijab Tepat Dihari Ulang Tahunnya

“Bayi itu (gejala khas DBD) paling muntah dan tidur terus. Kemudian ada bintik-bintik merah yang muncul pada tangan dan kakinya,” kata dokter spesialis anak konsultan Mulya Rahma Karyanti saat ditemui di Kementerian Kesehatan RI, Jakarta.

Muncul bintik-bintik merah atau ruam merah pada kulit. Bintik merah ini diikuti dengan gejala lain, seperti kejadian syok (fase kritis) yang dipercepat oleh kondisi kekurangan cairan.

Lehernya Ditebas Pakai Parang, Aswani Tewas Mengenaskan Gara-gara Hutang

Pada tahap gejala DBD ini dapat terjadi karena trombosit turun, yang mengakibatkan kelainan pada pembuluh darah (pendarahan).

Pada anak dewasa (di atas 5 tahun), gejala khas DBD bisa diketahui dari apa yang dikeluhkan. Keluhan demam, yang juga diiringi dengan sakit perut bisa terjadi.

“Biasanya anak dewasa, (gejala khas DBD) itu sakit perut. Nyeri pada tubuh dirasakan juga,” Karyanti menambahkan.

Selain itu, bintik-bintik merah pada kulit anak dewasa perlu dicari. Bahkan bila ada satu-dua bintik merah pada kulit, anak harus diperiksa lebih lanjut.

“Dicek tekanan darah dan tes darah, apakah benar DBD atau tidak,” ujar Karyanti. (***)

sumber: merdeka.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kanker payudara masih menjadi hantu menakutkan bagi perempuan. Banyak perempuan yang tidak menyadarinya karena kerap tidak menimbulkan gejala khusus.

Karena itu, perlu upaya deteksi dini penyakit kanker. Tujuannya, memudahkan penyembuhan sekaligus meringankan biaya pengobatan.

Berdasar penelitian jurnal kedokteran, kanker payudara kebanyakan menyerang perempuan usia di atas 25 tahun.

Vonis Mati untuk Letto Cs yang Dinilai Mafia dan Merusak Generasi Bangsa Mendapat Apresiasi dari Polda Sumsel

Namun, penyakit tersebut tidak tertutup kemungkinan menyerang perempuan di bawah usia tersebut.

”Kasus termuda yang pernah kami tangani di tempat kami, usia 13 tahun sudah terdiagnosis mengalaminya,” ujar dr. Dwi Rahayuningtyas dalam acara sosialisasi deteksi dini kanker payudara yang diadakan Rotary Club Surabaya Timur di SMAN 2.

Dari Rayuan Maut, Pelaku Dapatkan Foto Bugil Korbannya untuk Dijadikan Alat Pemerasan

Karena itu, sasaran sosialisasi yang biasanya ditujukan untuk para ibu muda kini diarahkan pada pelajar. Dokter di Rumah Sakit Onkologi Surabaya tersebut menambahkan, semakin awal terdeteksi, penanganan yang diberikan bisa maksimal. Bahkan, persentase kesembuhan juga semakin tinggi.

”Kalau bisa dideteksi saat masih stadium 0-1, potensi kesembuhan bisa mencapai 100 persen,” tambahnya.

Pilih Menu Bergizi dan Sehat saat Dompet Menipis di Akhir Bulan

Cara paling sederhana melakukan gerakan sadari (periksa payudara sendiri). Aktivitas tersebut bisa dilakukan sejak perempuan menstruasi. Paling tidak sebulan sekali.

Untuk perempuan di atas usia 25 tahun, ada aktivitas tambahan. Selain sadari, ada atau tidak ada keluhan, mereka harus menjalani pemeriksaan USG payudara minimal setahun sekali.

”Beda lagi kalau sudah di atas 35 tahun, wajib mammografi. Yakni, rontgen dada untuk mendeteksi risiko kanker payudara,” papar dokter lulusan FK Universitas Airlangga (Unair) tersebut.

Apalagi, potensi kanker payudara juga bisa muncul lewat genetik. Terutama keturunan segaris. Karena itu, seorang perempuan yang keluarganya mempunyai riwayat kanker payudara harus lebih waspada.

Pemeriksaan harus semakin rutin dilaksanakan. Dengan begitu, saat terdeteksi, penyakit itu bisa cepat ditangani. (***)

sumber: jpnn.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Nenek berusia 73 tahun meninggal setelah dua ginjalnya diangkat karena salah diagnosis. Disangka kena kanker, rupanya ginjalnya baik-baik saja.

Linda Wooley asal Colorado mengalami serangan jantung yang fatal saat menunggu antrean cangkok organ. Kedua ginjalnya diangkat karena didiagnosis kena kanker 8 bulan sebelumnya, yakni pada Maret 2018.

Namun hasil biopsi atau pemeriksaan jaringan beberapa waktu kemudian menunjukkan tidak ada tanda-tanda keganasan. Dokter menyadari ada kesalahan setelah melakukan biopsi pasca operasi dan mendapati tidak ada kanker di sana.

Keren, Ini Penampakan Modifikasi Unik dengan Model Mobil Terbalik

Sayangnya ginjal yang sudah diangkat tidak bisa dikembalikan begitu saja. Linda harus menjalani cuci darah atau dialisis 4 jam sehari, 3 kali sepekan. Ginjal adalah organ vital untuk menyaring kotoran dalam darah.

Teriakan “Om Fredik Ditikam” Pedagang Keripik Itu Ambruk Setelah Pisau Menancap di Dadanya, Ini Kronologinya

“Saya merasa mereka utang ginjal kepada saya pastinya,” katanya dalam sebuah wawancara tahun lalu.

Seseorang bisa hidup normal dengan hanya satu ginjal. Tetapi bila tidak ada ginjal sama sekali, maka ia harus menjalani dialisis atau cuci darah secara rutin hingga mendapat cangkok ginjal.

Linda mengalami serangan jantung baru-baru ini dan akhirnya meninggal dunia. (***)

sumber: detik.com

MEDAKEPRI.CO.ID, Karawang – Sunarti (39), wanita penderita obesitas asal Karawang kerap mengkonsumsi obat pereda nyeri golongan steroid untuk menghilangkan nyeri sendi di sekitar lututnya.

Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin ( RSHS) Bandung Dody Tavinto menyebut, berdasarkan hasil analisa yang dilakukan RSHS Bandung, obat tersebut telah dikonsumsinya sejak enam bulan terakhir.

“Dari hasil analisa kami, dia sudah mengonsumsi obat nyeri tulang itu sekitar enam bulan lalu,” kata Dodi, Ahad, 3 Februari 2019.

Kain Penutup Wajah Dibuka, Disitulah Sang Ayah Tau, Kalau Aldama Tewas Bukan Karna Terjatuh

Bedasarkan keterangan dokter penyakit dalam yang merawat Sunarti, wanita yang memiliki bobot 148 kilogram tersebut mengonsumsi obat methylprednisolone golongan steroid yang dibelinya di warung di pinggir jalan.

Obat pereda nyeri sendi itu dikonsumsi Sunarti tanpa resep dokter untuk menghilangkan nyeri di bagian lutut yang kemungkinan karena menahan beban tubuhnya.

Pencipta Lagu “Goyang Nasi Padang” Diciduk Polisi, Kasus Apa Ya?

“Itu sebenarnya bukan ibu ini saja, tapi gejala di masyarakat kita itu, kalo badan pegal-pegal enggak enak, itu biasanya beli (obat) itu tanpa melihat efek samping dan lainnya. itu buat pegal-pegal dia,” ujarnya.

“Padahal pegal pasien bisa jadi karena dia menanggung berat badannya, pasti tulang kaki pegal-pegal. Tapi dia beli di pinggir jalan. Padahal obat itu enggak boleh dijual secara bebas seharusnya,” katanya.

Sebelumnnya Direktur SDM dan Pendidikan Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Dr.Yana Akhmad Supriatna menyebut, Sunarti ini kerap mengkonsumsi obat steroid yang menyebabkan kegemukan.

Rupiahku Sayang, Rupiahku yang Malang

Obat tersebut secara tidak langsung menambah nafsu makan Sunarti.

“Obat itu sering digunakan masyarakat untuk mengurangi rasa nyeri, dengan obat itu terasa kembali enak dan kadang nafsu makan bertambah. Biasanya bisa bikin orang jadi gemuk,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihak RSHS akan berupaya menghentikan kebiasaan Sunarti mengonsumsi obat nyeri sendi.

“Mungkin nanti obat itu akan distop secara medis, secara perlahan,” katanya. (***)

sumber: tribunnews.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kelelahan dalam bekerja tak bisa dianggap remeh. Tubuh yang lelah akan menurunkan daya pikir dan konsentrasi. Kondisi ini berisiko menimbulkan kecelakaan kerja.

Dalam sebuah laporan berjudul Fatigue in Safety-Critical Industries: Impact, Risks and Recommendations, yang dirilis the National Safety Council (NSC) menyebutkan sebanyak 69 persen karyawan mengalami kelelahan bekerja. Hasil laporan tersebut berdasarkan survei yang dilakukan di beberapa perusahaan dan karyawan.

Musim Hujan Telah Tiba, Ini Tips Memilih Jas Hujan yang Tepat Bagi Pengendara Sepeda Motor

Masih dalam laporan tersebut disebutkan bahwa 90 persen karyawan merasakan kelelahan akibat pola kerja pada organisasi mereka, dengan mengamati insiden keselamatan yang terjadi pada karyawan yang lelah dan penurunan produktivitas. Sebanyak 72 persen pekerja lainnya menganggap kelelahan berpotensi membahayakan keselamatan mereka dalam bekerja.

“Kami telah melihat dampak kelelahan di tempat kerja kami untuk waktu yang lama. Hal itu sangat menjadi masalah, betapa terpengaruhnya industri yang sensitif terhadap keselamatan kami,” kata Emily Whitcomb, Senior Program Manager of Fatigue Initiatives di NSC, dikutip Cos-Mag.

Tips Santap Makanan Pedas Agar Tak Bermasalah saat Buang Hajat

“Ketika Anda lelah, Anda berisiko meninggal karena keselamatan bekerja terancam. Kami mendesak pengusaha untuk mengatasi risiko kelelahan di tempat kerja mereka sehingga semua karyawan bisa sehat dan aman,” kata Emily.

Kelelahan menjadi ancaman di semua tempat bekerja. Jika tidak disikapi dengan serius, kelelahan bisa menjadi bencana. Hal ini bisa bermula dari kesalahan-kesalan kecil yang tidak terduga.

Dian Hermawan Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kolong Ranjang, Pemilik Rumah Minggat, Ini Kronologinya

“Misalnya, kesalahan di lokasi konstruksi, di sekitar area penggalian saluran gas, atau di belakang kemudi truk-truk besar. Satu kesalahan kecil saja bisa menyebabkan cedera atau bahkan kematian,” katanya.

Laporan tersebut juga memaparkan bahwa 97 persen pekerja di industri transportasi merasakan dampak kelelahan, 100 persen pekerja konstruksi melaporkan memiliki satu faktor risiko akibat kelelahan, dan 46 persen pekerja konstruksi mengatakan mereka bekerja berjam-jam dalam risiko tinggi.

Melihat risiko yang mengancam kesehatan, kelelahan tak bisa diabaikan. Bila Anda termasuk orang yang sering merasa lelah, sebaiknya segera bertindak untuk mengatasinya. Misalnya, dengan berkonsultasi ke dokter dan mulai menganut gaya hidup sehat.

Dari Balik Jeruji Besi, Ini Pengakuan Tahanan ” Betapa Berharga Keluarga”

Gaya hidup sehat di antaranya dengan cukup tidur, rutin berolahraga, kurangi stres, dan cukupi kebutuhan tubuh akan nutrisi. Dalam memenuhi nutrisi harian, Anda mesti mengonsumsi berbagai jenis makanan yang kaya akan serat, protein, kalsium, dan vitamin, sehingga produktivitas pun dapat meningkat.

Dalam memenuhi nutrisi harian, Anda bisa minum Entrasol yang mengandung Omega 3 dan 6 dalam jumlah seimbang sehingga baik untuk menjaga kesehatan jantung dan sendi.

Selain itu, Entrasol juga mengandung P-Bone (High Calcium, High Vit D dan Magnesium) kombinasi sinergis vitamin dan mineral untuk menjaga kepadatan tulang, kandungan 10 vitamin dan 7 mineral, serta Hytolive (ekstrak buah zaitun) untuk memperlambat proses penuaan dini dengan melindungi sel-sel dari oksidasi berlebih dan membantu menjaga kesehatan kulit.

Zaitun pun bermanfaat sebagai antioksidan alami untuk menangkal radikal bebas dan mencegah penyakit jantung koroner, serta anti-inflmasi yang dapat membantu mengatasi nyeri pada radang sendi atau artritis. (***)

sumber: metrotvnews.com

MEDIS

Jumat | 25 Januari 2019

Benarkah Diet Bisa Membuat Stres?

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Dosen nutrisi dan diet di University of the Sunshine Coast, Tara Leong mengatakan diet bebas gula bersifat restriktif. Terdapat daftar makanan yang ‘diizinkan’ (seperti biji-bijian, blueberry, dan jeruk bali) dan makanan yang ‘tidak diizinkan (seperti roti putih, pisang, dan kismis).

“Ini secara tidak sengaja mempromosikan mentalitas diet dan menyebabkan orang yang diet khawatir tidak sengaja mengonsumsi makanan dalam daftar yang ‘tidak diizinkan’,” ujarnya seperti dilansir di CNN, Jumat, 25 Januari 2019.

“Cinta Itu Masih Ada” Yeslin Gugat Cerai Delon Karna Judi Online

Orang yang khawatir tentang makanan cenderung melakukan diet. Ini mungkin karena mereka khawatir secara khusus tentang berat badan mereka atau tentang dampak nutrisi tertentu terhadap kesehatan mereka.

Penelitian menunjukkan diet tidak efektif dalam jangka panjang dan dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang lebih besar dari waktu ke waktu. Otak mengartikan diet dan pembatasan sebagai kelaparan, yang menyebabkan penyimpanan lemak untuk kekurangan di masa depan.

Perhatikan Penggunaan Gula dan Garam, Ini Resep Masak Daging Sukiyaki yang Sehat

“Diet itu membuat stres. Menanggapi hal ini, tubuh kita melepaskan hormon stres seperti kortisol, yang dapat menyebabkan tubuh menyimpan lemak, terutama di daerah perut,” katanya.

Khawatir tentang makanan dapat menyebabkan stres, kegelisahan, dan depresi. Ini menjadi salah satu faktor yang menentukan dari kondisi yang dikenal sebagai orthorexia.

Seorang Wanita Koma 10 Tahun Kok Bisa Melahirkan, Ini yang Dilakukan Perawatnya2019/01/24

Orthorexia adalah kesibukan luar biasa dengan makan sehat. Penderita orthorexia menghabiskan banyak waktu untuk berpikir dan mengkhawatirkan makanan. Mereka juga menghilangkan makanan yang dianggap tidak murni atau tidak sehat. Beberapa ahli berpendapat perilaku ini merupakan awal atau bentuk kelainan makan

Perkiraan menunjukkan di mana saja antara tujuh dan 58 persen dari populasi mungkin memiliki kondisi tersebut. Tidak ada kriteria diagnostik yang jelas, yang membuatnya sulit untuk mengukur prevalensinya.

Tapi kita tahu 15 persen wanita akan mengalami gangguan makan pada tahap tertentu dalam hidup mereka. Jadi kita perlu memastikan saran nutrisi, betapa pun beritikad baik, tidak mempromosikan atau mendorong gangguan makan. (***)

sumber: republika.co.id