MEDIS

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Banyak anak-anak balita yang merengek saat makan karena memilih untuk minum susu.

DR. dr. Damayanti Rusli Sjarif, Dokter Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik Anak RSCM menyebutkan jika ditemui anak seperti itu harus segera dicari tahu penyebab kenapa tidak mau makan.

Damayanti pun mengingatkan kepada orangtua kalau susu menjadi makanan utama bagi anak hanya sampai si kecil berusia dua tahun.

Warga dan TNI Saling Memijit Menjadi Tradisi di Lokasi TMMD

Setelah berusia dua tahun, Damayanti menekankan kalau susu hanya merupakan makanan pendamping.

“Kalau lapar itu makan bukan susu. Susu mah bayi aja sampai umur dua tahun setelah itu susu hanya melengkapi makanan,” ungkap Damayanti saat ditemui di RSCM, Jakarta Pusat beberapa hari lalu.

Dokter spesialis anak itu juga mengingatkan orangtua agar tidak memberikan susu kental manis kepada anak.

“Emosi” Merugikan Siapapun, Ini Tips Mengendalikannya

Walapun harganya lebih murah dibandingkan susu bubuk, namun kandungannya tidak baik bagi tubuh karena 60 persen mengandung gula.

“Susu kental manis bukan untuk makanan bayi tapi makanan es teler, jadi bukan untuk makanan bayi karena gulanya tinggi sekali 60 persen,” papar Damayanti.

Kemudian munculnya produk-produk yang menyerupai susu seperti creamer juga dihimbau tidak diberikan pada anak.

“Sekarang ada jual creamer yang buat campuran teh kopi itu, waj lebih gawat lagi ibunya gak tahu kalau itu beda sama susu,” pungkas Damayanti.(***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Spanyol – Seorang siswi asal Inggris meninggal dunia usai memakan es krim saat berlibur bersama keluarga di Costa del Sol, Spanyol. Bocah berusia 9 tahun tersebut dipercayai mengalami syok anafilaktik setelah terserang alergi parah sebagai reaksi dari es krim.

Bocah yang belum diketahui identitasnya tersebut langsung dibawa ke rumah sakit terdekat saat kondisinya kritis. Melihat kondisinya, dilaporkan ada kemungkinan bocah tersebut alergi susu dan kacang-kacangan sehingga menimbulkan reaksi alergi tersebut.

“Emosi” Merugikan Siapapun, Ini Tips Mengendalikannya

“Dia masuk ke rumah sakit di Sabtu malam karena syok anafilaktik. Dia sudah disadarkan lalu dipindahkan ke Materno Infantil Hospital di Malaga,” kata seorang petugas di rumah sakit tersebut, dikutip dari Metro.co.uk.

Karena kondisinya memburuk, ia dipindahkan ke rumah sakit di kota Malaga di hari yang sama sekitar tengah malam. Namun sayang, ia menghembuskan napas terakhirnya.

Syok anafilaktik merupakan suatu reaksi alergi yang dapat menyebabkan kehilangan kesadaran atau bahkan kematian, maka harus segera dibawa ke rumah sakit atau bagian gawat darurat. Kondisi ini terjadi apabila pasien alergi terhadap makanan, obat-obatan, ataupun serangga.

Autopsi telah dilakukan namun hasilnya belum ditampilkan ke publik. Tes-tes lebih jauh akan dilakukan oleh Institute of Toxicology di kota Seville untuk mengkonfirmasi apakah kematian bocah tersebut terkait dengan reaksi alergi pada makanan tersebut. (***)

sumber: detik.com

MEDIS

Rabu | 20 Februari 2019

Atasi Nyeri Leher dengan Tindakan Medis Ini

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Nyeri leher adalah salah satu dari jenis nyeri tulang punggung yang paling mengganggu dan bisa membatasi mobilitas pengidapnya. Banyak penyebab nyeri leher, salah satunya karena servikal Herniated Nucleus Pulposus (HNP) atau saraf terjepit di area leher (servikal).

Pendiri Lamina Pain and Spine Center Mahdian Nur Nasution menjelaskan HNP bisa terjadi di seluruh bagian tulang belakang, mulai dari lumbar (punggung bawah), thorakal hingga di servikal (tulang leher). Di tujuh ruas tulang leher inilah seringkali penanganan HNP jadi lebih menantang karena lebih rapatnya posisi antar-ruas tulang belakang.

Senang Bisa Akrab dengan TNI di Lokasi TMMD

HNP adalah kondisi dimana isi diskus atau bantalan antar-ruas tulang belakang bocor sehingga menekan saraf. Diskus di tulang belakang terdiri dari dua bagian, yaitu annulus fibrosus yang merupakan bagian luar yang keras dan nucleus pulposus bagian dalam bantalan sendi seperti jeli dikenal juga sebagai mucoprotein gel dengan komposisi utama berupa air, kolagen, dan proteoglikan.

Diskus berperan sebagai penyerap kejutan atau shock absorber. Bersama dengan dua sendi kecil di belakang leher, diskus akan membantu manusia menggerakan lehernya. Bagian dalam inilah yang oleh satu atau berbagai sebab lain mengalami kebocoran.

Demi Kelancaran Pekerjaan, Fisik Plat Beton TMMD Terus Dikebut

Mengatasi HNP

Diagnosis HNP servikal ditegakkan dengan pemeriksaan fisik, neurologis, radiologis seperti CT-scan dan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Sebelum tindakan biasanya pasien akan diarahkan dulu untuk pengobatan dengan obat-obatan seperti nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID), steroid dan tirah baring (bed rest).

Karena sulitnya menjangkau dan menangani herniasi disk servikal ini, selama bertahun-tahun para ahli medis mencoba menemukan berbagai teknologi untuk penanganan kasus ini. Secara historis berbagai pembedahan untuk menangani tulang leher dianggap berisiko tinggi dan biasanya membuat pasien harus dirawat berhari-hari.

TNI dan Warga Bersatu Selalu Kerja, Kerja dan Kerja

Dalam dua dekade terakhir, teknologi penanganan HNP sevikal terus berkembang. Setelah teknik bedah terbuka tak lagi populer karena berbagai risikonya, muncul teknologi lain, yakni Anterior Cervical Discectomy and Fusion (ACDF) yang sampai saat ini masih dilakukan dokter di banyak belahan dunia termasuk Indonesia. Sayangnya teknik ini memiliki beberapa komplikasi yang dapat terjadi, seperti disfagia, hematoma, unilateral recurrent laryngeal nerve (RLN) palsy, kebocoran cairan serebrospinal (CSF), kebocoran esophagus, perburukan gejala radiculopathy, kegagalan pemasangan implant dan lain sebagainya.

ACDF dilakukan dengan membuat sayatan di tenggorokan untuk mencapai dan mengeluarkan diskus. Cangkok dimasukkan untuk menyatukan tulang-tulang di atas dan di bawah diskus.

“Teknik ini dapat menjadi pilihan jika terapi fisik atau obat-obatan gagal untuk meredakan nyeri pada lengan yang disebabkan oleh terjepitnya saraf tulang leher,” katanya di sela Edukasi Media yang diselenggarakan Lamina Pain and Spine Center di Jakarta, Selasa, 19 Februari 2019. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Berapa usiamu? 20 tahun? 30 tahun? atau 40 tahun? Semakin bertambah usia pasti semakin besar tanggung jawab dan tekanan yang dirasakan di dalam hidup. Dengan begitu, semakin rentan juga kita untuk merasa stres dan depresi.

Hati-hati lho, depresi bisa mempercepat penuaan otak kita. Berdasarkan penelitian yang dilakukan para ilmuwan di Universitas Yale telah memindai otak orang-orang yang depresi pada usia 40-50 tahun. Pemindaian itu menunjukkan adanya kerapatan sinaptik atau jumlah koneksi di otak.

Serempetan Motor Itu Berakhir dengan Penusukan yang Menewaskan Pebalap Nasional M Zaky, Ini Kronologinya

Dikutip dari Daily Mail, sinaptik adalah koneksi antar neuron yang memungkinkan informasi untuk melintas di wilayah otak. Ada sekitar 100 miliar neuron di otak yang masing-masing terhubung hingga sebanyak 10.000 koneksi.

Penulis utama Dr Irina Esterlis mengatakan bahwa pemindaian dengan PET menunjukkan bahwa kerapatan sinaptik 2-3 persen lebih rendah pada orang depresi kronis. Dan ini membuat usia otak menjadi lebih tua 10 tahun dari usia sebenarnya.

Innalillahi Longsor Itu Menewaskan Satu Keluarga Berikut Rumahnya

Parahnya lagi, depresi juga bisa memicu kehilangan memori lebih awal, kabut otak, bicara yang melambat, dan bahkan lebih awal berisiko terkena penyakit yang berkaitan dengan usia seperti Alzheimer.

“Orang depresi bisa berpotensi buruk, dan kita bisa melihat individu itu memiliki kerapatan di hippocampus yang mungkin akan menderita Alzheimer,” ujar Esterlis. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Salah satu bumbu wajib di dapur orang Indonesia adalah bawang putih.

Ternyata, bawang putih bukan sekadar rempah biasa.

Para ilmuwan mengatakan, bawang putih memiliki kandungan senyawa sulfur aktif di dalamnya yang ampuh melawan bakteri pada pasien dengan infeksi kronis.

Penelitian yang dilakukan Universitas Kopenhagen ini mengungkapkan senyawa bawang putih mampu menghancurkan kompenen penting dalam bakteri.

Tips Mengenali Jenis Lemak Tubuh Anda, Nomor 1 yang Sering Terjadi

Dengan demikian, sangat mungkin menggunakan bawang putih sebagai obat bagi pasien dengan kondisi buruk, misalnya seperti yang terjadi pada penderita fibrosis kistik.

Fibrosis kistik adalah penyakit genetika yang menyebabkan lendir-lendir di dalam tubuh menjadi kental dan lengket sehingga menyumbat berbagai saluran.

Hal itu terutama saluran pernapasan dan pencernaan.

Ani Yudhoyono Sakit Kanker Darah, Presiden Jokowi Perintahkan Tim Dokter Lakukan Ini

“Kami percaya metode itu dalam penanganan pasien. Dan sekarang kami tengah mengembangkan obat dari bawang putih dan mengujinya pada pasien,” kata Tim Holm Jakobsen, peneliti yang terlibat dalam studi ini.

Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan yang sudah dimulai sejak tahun 2005 yang dipimpin Profesor Michael Givskov.

Saat itu Givskov sudah fokus meneliti efek bawang putih terhadap bakteri.

Tim peneliti 2005 mengetahui bahwa ekstrak bawang putih mampu menghambat bakteri.

Lantas pada 2012, mereka menunjukkan jika senyawa sulfur bernama ajoene yang ditemukan pada bawang putih merupakan senyawa yang memiliki peran dalam menghambat bakteri.

Sementara studi terbaru yang sudah diterbitkan dalam jurnal ilmiah Scientific Reports mencoba melihat lebih dekat serta mendokumentasikan kemampuan ajoene untuk menghambat molekul RNA pada dua jenis bakteri.

“Dua jenis bakteri yang kita pelajari sangat penting. Mereka disebut Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Ini adalah dua kelompok bakteri yang berbeda dan biasanya ditangani dengan metode yang berbeda pula. Namun, senyawa bawang putih ternyata mampu melawan keduanya sekaligus dan ini merupakan bukti bawang putih bisa digunakan sebagai obat yang efektif jika digunakan bersamaan dengan antibiotik,” ujar Jakobsen.

Penelitian sebelumnya sudah menunjukkan bahwa bawang putih memiliki resistensi alami yang paling kuat terhadap bakteri.

Selain menghambat molekul RNA bakteri, senyawa bawang putih aktif juga dapat merusak pelindung berlendir yang menyelubungi bakteri, yang disebut biofilm.

Jika biofilm dihancurkan atau dilemahkan, antibiotik dan sistem kekebalan tubuh otomatis dapat menyerang bakteri secara langsung untuk menghilangkan infeksi.

Kini perusahaan Neem Biotech telah membeli lisensi penggunaan ajoene sebagai penangkal infeksi bakteri.

Produknya bernama NX-AS-401 yang bertujuan mengobati pasien fibrosis kistik.

Obat ini juga akan segera di uji klinis pada pasien.

Jika nanti uji klinins menunjukkan hasil positif, berarti obat tersebut dapat dipasarkan sebagai obat antimikroba pertama dengan mode penanganan baru yang dikembangkan oleh tim peneliti Givskov. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kusta merupakan penyakit yang dapat menyerang kulit, saraf, anggota tubuh lain, dan mata. Namun jika penyakit ini dapat dideteksi secara dini, maka pasien bisa sembuh total dalam waktu tiga bulan tanpa mengalami kelumpuhan dan kerusakan saraf.

Dalam pemaparan soal kusta, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan RI, Wiendra Waworuntu memperlihatkan foto anak yang sudah sembuh dari kusta.

“Ini contohnya ada anak yang menderita kusta. Lihat kan foto dia sebelum dan sesudah. Dia akhirnya sembuh total setelah minum obat selama tiga bulan. Kuncinya, gejala kustanya terdeteksi dini,” jelas Wiendra dalam konferensi pers ‘Stop Diskriminasi: Ayo Sukseskan Eliminasi Kusta’ di Kementerian Kesehatan, Jakarta.

Istri Bakar Sisa Uang dan Ibu Pingsan Melihat Anaknya Dikawal Polisi, Ini Kronologi Pengungkapan Uang palsu

Gejala kusta berupa bercak putih dan merah pada kulit. Gejala yang khas adalah pada bagian kulit yang ada bercak itu mati rasa. Terkadang bercak berbentuk berupa benjolan-benjolan pada lengan dan wajah.

Pada foto anak yang sudah sembuh dari kusta, seperti yang dijelaskan Wiendra, wajah anak itu penuh dengan benjolan dengan bercak merah dan putih. Kemudian benjolan itu hilang sepenuhnya setelah ia minum obat secara rutin.

Siswa Kurang Ajar, Mau Jadi Apa Kamu?, Polisi Pun Turun Tangan

Bila mendapati gejala kusta, segera ke puskesmas. Pengobatan dilakukan multi-drugs therapy (MDT), yakni lebih dari satu jenis obat yang diberikan gratis di puskesmas.

Gedebug! Tak Disangka Itu Suara Orang Terjatuh dari Lantai 6

Lama waktu pengobatan kusta tergantung dari jenis kusta. Kusta tipe kering bisa diobati menggunakan obat selama 6 bulan, sedangkan kusta tipe basah diobati selama 12 bulan. Kusta kering berupa kulit kering bersisik, sedangkan kusta basah berupa kulit yang basah sehingga tampak mengkilap. (***)

sumber: merdeka.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Terdapat sebuah cara untuk mengetahui apakah bayi mengalami demam berdarah dengue (DBD) atau tidak. Mengenali hal ini sebenarnya bisa cukup pelik terutama karena bayi belum bisa berbicara dan mengeluh sakit.

Gejala DBD selain demam yang tidak turun dan buah hati terlihat dehidrasi, orang tua juga perlu tahu gejala lain yang bisa dialami bayi. Gejala yang muncul pada tubuh bayi bisa jadi alarm buat orangtua kemungkinan bayi kena DBD.

Duh Artis Ini Lepas Hijab Tepat Dihari Ulang Tahunnya

“Bayi itu (gejala khas DBD) paling muntah dan tidur terus. Kemudian ada bintik-bintik merah yang muncul pada tangan dan kakinya,” kata dokter spesialis anak konsultan Mulya Rahma Karyanti saat ditemui di Kementerian Kesehatan RI, Jakarta.

Muncul bintik-bintik merah atau ruam merah pada kulit. Bintik merah ini diikuti dengan gejala lain, seperti kejadian syok (fase kritis) yang dipercepat oleh kondisi kekurangan cairan.

Lehernya Ditebas Pakai Parang, Aswani Tewas Mengenaskan Gara-gara Hutang

Pada tahap gejala DBD ini dapat terjadi karena trombosit turun, yang mengakibatkan kelainan pada pembuluh darah (pendarahan).

Pada anak dewasa (di atas 5 tahun), gejala khas DBD bisa diketahui dari apa yang dikeluhkan. Keluhan demam, yang juga diiringi dengan sakit perut bisa terjadi.

“Biasanya anak dewasa, (gejala khas DBD) itu sakit perut. Nyeri pada tubuh dirasakan juga,” Karyanti menambahkan.

Selain itu, bintik-bintik merah pada kulit anak dewasa perlu dicari. Bahkan bila ada satu-dua bintik merah pada kulit, anak harus diperiksa lebih lanjut.

“Dicek tekanan darah dan tes darah, apakah benar DBD atau tidak,” ujar Karyanti. (***)

sumber: merdeka.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kanker payudara masih menjadi hantu menakutkan bagi perempuan. Banyak perempuan yang tidak menyadarinya karena kerap tidak menimbulkan gejala khusus.

Karena itu, perlu upaya deteksi dini penyakit kanker. Tujuannya, memudahkan penyembuhan sekaligus meringankan biaya pengobatan.

Berdasar penelitian jurnal kedokteran, kanker payudara kebanyakan menyerang perempuan usia di atas 25 tahun.

Vonis Mati untuk Letto Cs yang Dinilai Mafia dan Merusak Generasi Bangsa Mendapat Apresiasi dari Polda Sumsel

Namun, penyakit tersebut tidak tertutup kemungkinan menyerang perempuan di bawah usia tersebut.

”Kasus termuda yang pernah kami tangani di tempat kami, usia 13 tahun sudah terdiagnosis mengalaminya,” ujar dr. Dwi Rahayuningtyas dalam acara sosialisasi deteksi dini kanker payudara yang diadakan Rotary Club Surabaya Timur di SMAN 2.

Dari Rayuan Maut, Pelaku Dapatkan Foto Bugil Korbannya untuk Dijadikan Alat Pemerasan

Karena itu, sasaran sosialisasi yang biasanya ditujukan untuk para ibu muda kini diarahkan pada pelajar. Dokter di Rumah Sakit Onkologi Surabaya tersebut menambahkan, semakin awal terdeteksi, penanganan yang diberikan bisa maksimal. Bahkan, persentase kesembuhan juga semakin tinggi.

”Kalau bisa dideteksi saat masih stadium 0-1, potensi kesembuhan bisa mencapai 100 persen,” tambahnya.

Pilih Menu Bergizi dan Sehat saat Dompet Menipis di Akhir Bulan

Cara paling sederhana melakukan gerakan sadari (periksa payudara sendiri). Aktivitas tersebut bisa dilakukan sejak perempuan menstruasi. Paling tidak sebulan sekali.

Untuk perempuan di atas usia 25 tahun, ada aktivitas tambahan. Selain sadari, ada atau tidak ada keluhan, mereka harus menjalani pemeriksaan USG payudara minimal setahun sekali.

”Beda lagi kalau sudah di atas 35 tahun, wajib mammografi. Yakni, rontgen dada untuk mendeteksi risiko kanker payudara,” papar dokter lulusan FK Universitas Airlangga (Unair) tersebut.

Apalagi, potensi kanker payudara juga bisa muncul lewat genetik. Terutama keturunan segaris. Karena itu, seorang perempuan yang keluarganya mempunyai riwayat kanker payudara harus lebih waspada.

Pemeriksaan harus semakin rutin dilaksanakan. Dengan begitu, saat terdeteksi, penyakit itu bisa cepat ditangani. (***)

sumber: jpnn.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Nenek berusia 73 tahun meninggal setelah dua ginjalnya diangkat karena salah diagnosis. Disangka kena kanker, rupanya ginjalnya baik-baik saja.

Linda Wooley asal Colorado mengalami serangan jantung yang fatal saat menunggu antrean cangkok organ. Kedua ginjalnya diangkat karena didiagnosis kena kanker 8 bulan sebelumnya, yakni pada Maret 2018.

Namun hasil biopsi atau pemeriksaan jaringan beberapa waktu kemudian menunjukkan tidak ada tanda-tanda keganasan. Dokter menyadari ada kesalahan setelah melakukan biopsi pasca operasi dan mendapati tidak ada kanker di sana.

Keren, Ini Penampakan Modifikasi Unik dengan Model Mobil Terbalik

Sayangnya ginjal yang sudah diangkat tidak bisa dikembalikan begitu saja. Linda harus menjalani cuci darah atau dialisis 4 jam sehari, 3 kali sepekan. Ginjal adalah organ vital untuk menyaring kotoran dalam darah.

Teriakan “Om Fredik Ditikam” Pedagang Keripik Itu Ambruk Setelah Pisau Menancap di Dadanya, Ini Kronologinya

“Saya merasa mereka utang ginjal kepada saya pastinya,” katanya dalam sebuah wawancara tahun lalu.

Seseorang bisa hidup normal dengan hanya satu ginjal. Tetapi bila tidak ada ginjal sama sekali, maka ia harus menjalani dialisis atau cuci darah secara rutin hingga mendapat cangkok ginjal.

Linda mengalami serangan jantung baru-baru ini dan akhirnya meninggal dunia. (***)

sumber: detik.com

MEDAKEPRI.CO.ID, Karawang – Sunarti (39), wanita penderita obesitas asal Karawang kerap mengkonsumsi obat pereda nyeri golongan steroid untuk menghilangkan nyeri sendi di sekitar lututnya.

Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin ( RSHS) Bandung Dody Tavinto menyebut, berdasarkan hasil analisa yang dilakukan RSHS Bandung, obat tersebut telah dikonsumsinya sejak enam bulan terakhir.

“Dari hasil analisa kami, dia sudah mengonsumsi obat nyeri tulang itu sekitar enam bulan lalu,” kata Dodi, Ahad, 3 Februari 2019.

Kain Penutup Wajah Dibuka, Disitulah Sang Ayah Tau, Kalau Aldama Tewas Bukan Karna Terjatuh

Bedasarkan keterangan dokter penyakit dalam yang merawat Sunarti, wanita yang memiliki bobot 148 kilogram tersebut mengonsumsi obat methylprednisolone golongan steroid yang dibelinya di warung di pinggir jalan.

Obat pereda nyeri sendi itu dikonsumsi Sunarti tanpa resep dokter untuk menghilangkan nyeri di bagian lutut yang kemungkinan karena menahan beban tubuhnya.

Pencipta Lagu “Goyang Nasi Padang” Diciduk Polisi, Kasus Apa Ya?

“Itu sebenarnya bukan ibu ini saja, tapi gejala di masyarakat kita itu, kalo badan pegal-pegal enggak enak, itu biasanya beli (obat) itu tanpa melihat efek samping dan lainnya. itu buat pegal-pegal dia,” ujarnya.

“Padahal pegal pasien bisa jadi karena dia menanggung berat badannya, pasti tulang kaki pegal-pegal. Tapi dia beli di pinggir jalan. Padahal obat itu enggak boleh dijual secara bebas seharusnya,” katanya.

Sebelumnnya Direktur SDM dan Pendidikan Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Dr.Yana Akhmad Supriatna menyebut, Sunarti ini kerap mengkonsumsi obat steroid yang menyebabkan kegemukan.

Rupiahku Sayang, Rupiahku yang Malang

Obat tersebut secara tidak langsung menambah nafsu makan Sunarti.

“Obat itu sering digunakan masyarakat untuk mengurangi rasa nyeri, dengan obat itu terasa kembali enak dan kadang nafsu makan bertambah. Biasanya bisa bikin orang jadi gemuk,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihak RSHS akan berupaya menghentikan kebiasaan Sunarti mengonsumsi obat nyeri sendi.

“Mungkin nanti obat itu akan distop secara medis, secara perlahan,” katanya. (***)

sumber: tribunnews.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kelelahan dalam bekerja tak bisa dianggap remeh. Tubuh yang lelah akan menurunkan daya pikir dan konsentrasi. Kondisi ini berisiko menimbulkan kecelakaan kerja.

Dalam sebuah laporan berjudul Fatigue in Safety-Critical Industries: Impact, Risks and Recommendations, yang dirilis the National Safety Council (NSC) menyebutkan sebanyak 69 persen karyawan mengalami kelelahan bekerja. Hasil laporan tersebut berdasarkan survei yang dilakukan di beberapa perusahaan dan karyawan.

Musim Hujan Telah Tiba, Ini Tips Memilih Jas Hujan yang Tepat Bagi Pengendara Sepeda Motor

Masih dalam laporan tersebut disebutkan bahwa 90 persen karyawan merasakan kelelahan akibat pola kerja pada organisasi mereka, dengan mengamati insiden keselamatan yang terjadi pada karyawan yang lelah dan penurunan produktivitas. Sebanyak 72 persen pekerja lainnya menganggap kelelahan berpotensi membahayakan keselamatan mereka dalam bekerja.

“Kami telah melihat dampak kelelahan di tempat kerja kami untuk waktu yang lama. Hal itu sangat menjadi masalah, betapa terpengaruhnya industri yang sensitif terhadap keselamatan kami,” kata Emily Whitcomb, Senior Program Manager of Fatigue Initiatives di NSC, dikutip Cos-Mag.

Tips Santap Makanan Pedas Agar Tak Bermasalah saat Buang Hajat

“Ketika Anda lelah, Anda berisiko meninggal karena keselamatan bekerja terancam. Kami mendesak pengusaha untuk mengatasi risiko kelelahan di tempat kerja mereka sehingga semua karyawan bisa sehat dan aman,” kata Emily.

Kelelahan menjadi ancaman di semua tempat bekerja. Jika tidak disikapi dengan serius, kelelahan bisa menjadi bencana. Hal ini bisa bermula dari kesalahan-kesalan kecil yang tidak terduga.

Dian Hermawan Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kolong Ranjang, Pemilik Rumah Minggat, Ini Kronologinya

“Misalnya, kesalahan di lokasi konstruksi, di sekitar area penggalian saluran gas, atau di belakang kemudi truk-truk besar. Satu kesalahan kecil saja bisa menyebabkan cedera atau bahkan kematian,” katanya.

Laporan tersebut juga memaparkan bahwa 97 persen pekerja di industri transportasi merasakan dampak kelelahan, 100 persen pekerja konstruksi melaporkan memiliki satu faktor risiko akibat kelelahan, dan 46 persen pekerja konstruksi mengatakan mereka bekerja berjam-jam dalam risiko tinggi.

Melihat risiko yang mengancam kesehatan, kelelahan tak bisa diabaikan. Bila Anda termasuk orang yang sering merasa lelah, sebaiknya segera bertindak untuk mengatasinya. Misalnya, dengan berkonsultasi ke dokter dan mulai menganut gaya hidup sehat.

Dari Balik Jeruji Besi, Ini Pengakuan Tahanan ” Betapa Berharga Keluarga”

Gaya hidup sehat di antaranya dengan cukup tidur, rutin berolahraga, kurangi stres, dan cukupi kebutuhan tubuh akan nutrisi. Dalam memenuhi nutrisi harian, Anda mesti mengonsumsi berbagai jenis makanan yang kaya akan serat, protein, kalsium, dan vitamin, sehingga produktivitas pun dapat meningkat.

Dalam memenuhi nutrisi harian, Anda bisa minum Entrasol yang mengandung Omega 3 dan 6 dalam jumlah seimbang sehingga baik untuk menjaga kesehatan jantung dan sendi.

Selain itu, Entrasol juga mengandung P-Bone (High Calcium, High Vit D dan Magnesium) kombinasi sinergis vitamin dan mineral untuk menjaga kepadatan tulang, kandungan 10 vitamin dan 7 mineral, serta Hytolive (ekstrak buah zaitun) untuk memperlambat proses penuaan dini dengan melindungi sel-sel dari oksidasi berlebih dan membantu menjaga kesehatan kulit.

Zaitun pun bermanfaat sebagai antioksidan alami untuk menangkal radikal bebas dan mencegah penyakit jantung koroner, serta anti-inflmasi yang dapat membantu mengatasi nyeri pada radang sendi atau artritis. (***)

sumber: metrotvnews.com

MEDIS

Jumat | 25 Januari 2019

Benarkah Diet Bisa Membuat Stres?

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Dosen nutrisi dan diet di University of the Sunshine Coast, Tara Leong mengatakan diet bebas gula bersifat restriktif. Terdapat daftar makanan yang ‘diizinkan’ (seperti biji-bijian, blueberry, dan jeruk bali) dan makanan yang ‘tidak diizinkan (seperti roti putih, pisang, dan kismis).

“Ini secara tidak sengaja mempromosikan mentalitas diet dan menyebabkan orang yang diet khawatir tidak sengaja mengonsumsi makanan dalam daftar yang ‘tidak diizinkan’,” ujarnya seperti dilansir di CNN, Jumat, 25 Januari 2019.

“Cinta Itu Masih Ada” Yeslin Gugat Cerai Delon Karna Judi Online

Orang yang khawatir tentang makanan cenderung melakukan diet. Ini mungkin karena mereka khawatir secara khusus tentang berat badan mereka atau tentang dampak nutrisi tertentu terhadap kesehatan mereka.

Penelitian menunjukkan diet tidak efektif dalam jangka panjang dan dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang lebih besar dari waktu ke waktu. Otak mengartikan diet dan pembatasan sebagai kelaparan, yang menyebabkan penyimpanan lemak untuk kekurangan di masa depan.

Perhatikan Penggunaan Gula dan Garam, Ini Resep Masak Daging Sukiyaki yang Sehat

“Diet itu membuat stres. Menanggapi hal ini, tubuh kita melepaskan hormon stres seperti kortisol, yang dapat menyebabkan tubuh menyimpan lemak, terutama di daerah perut,” katanya.

Khawatir tentang makanan dapat menyebabkan stres, kegelisahan, dan depresi. Ini menjadi salah satu faktor yang menentukan dari kondisi yang dikenal sebagai orthorexia.

Seorang Wanita Koma 10 Tahun Kok Bisa Melahirkan, Ini yang Dilakukan Perawatnya2019/01/24

Orthorexia adalah kesibukan luar biasa dengan makan sehat. Penderita orthorexia menghabiskan banyak waktu untuk berpikir dan mengkhawatirkan makanan. Mereka juga menghilangkan makanan yang dianggap tidak murni atau tidak sehat. Beberapa ahli berpendapat perilaku ini merupakan awal atau bentuk kelainan makan

Perkiraan menunjukkan di mana saja antara tujuh dan 58 persen dari populasi mungkin memiliki kondisi tersebut. Tidak ada kriteria diagnostik yang jelas, yang membuatnya sulit untuk mengukur prevalensinya.

Tapi kita tahu 15 persen wanita akan mengalami gangguan makan pada tahap tertentu dalam hidup mereka. Jadi kita perlu memastikan saran nutrisi, betapa pun beritikad baik, tidak mempromosikan atau mendorong gangguan makan. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIS

Selasa | 22 Januari 2019

Ini resiko Terburuk Jika Terlalu Lama Duduk

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Bagi Anda para pekerja yang dalam kesehariannya duduk, berhati-hatilah. Terlalu lama duduk bisa menyebabkan skoliosis (kelainan tulang belakang) dan yang paling sering terjadi ialah bantalan sendi di area punggung mengalami degenerasi.

Nomor Diblok, Keluarga Korban Lion Air Mengadu ke DPR

“Jadi yang tadinya berfungsi sebagai shockbreaker yang mampu menahan benturan yang ada, kalau dia mengalami degenerasi sifat elastisnya itu hilang menjadi kebas (kaku dan berpotensi mati rasa),” ujar dr. Phedy, Sp.OT-K, di Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin, 21 Januari 2019.

Menurut dr. Phedy, risiko terburuk dari duduk terlalu lama adalah skoliosis postural. Artinya, kalau posisi itu diperbaiki dengan membuat tubuh menjadi rileks, kondisi tulang belakang bisa kembali lurus.

Sadis!! Dua Pria Ini Ditemukan Tewas Terbakar dengan Terikat Kedua Kaki dan Tangannya

Kesedihan Oki Setiana Dewi Ketika Melihat Ustadz Maulana Tidur Disamping Jenazah Istri

“Usahakan bangun, semenit saja untuk stretching setiap duduk 30 menit atau gonta-ganti posisi ketika duduk. Itu sangat membantu,” tuturnya.

Ketika duduk, tubuh tidak boleh dibiarkan dalam satu posisi untuk waktu yang lama. Pasalnya, akan sangat membebani ototnya dan sendi-sendinya. Ia menekankan, otot manusia diciptakan bukan untuk diam melainkan untuk bergerak.

Apabila Anda memaksakan diri untuk tetap duduk dalam waktu yang lama, sendi di sekitar tulang belakang Anda akan mudah sobek. Terutama, ketika Anda tiba-tiba membungkuk atau jongkok untuk mengambil sesuatu di bawah, mengangkat sesuatu yang berat, atau sedang nge-gym.

“Ketika ada beban, (sendi) tidak lagi mantul dan menyebarkan beban itu. Tapi dia langsung ke satu arah ke tempat yang paling lemah dan sobek. Isinya keluar, terutama ke belakang dan di situ ada saraf,” paparnya.

Kondisi tersebut dinyatakan sebagai risiko terparah ketika Anda jarang atau bahkan tidak permah melakukan stretching selama duduk dalam sembilan jam kerja. Biasanya, risiko degenerasi hingga skoliosis rentan untuk dewasa mulai usia 20 tahunan hingga lansia karena bantalan sendi mudah kebas. (***)

sumber: metrotvnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kejadian mengerikan kembali terjadi pada seorang bocah yang kerap bermain ponsel.

Ia mengidap mata juling setelah memiliki kebiasaan bermain ponsel.

Hal ini dibuktikan dengan sebuah video yang diunggah oleh akun instagram @makassar_iinfo.

Dalam video tersebut, bocah laki-laki yang mengenakan kaos bergaris-garis putih hijau itu terlihat sangat kesulitan menggerakkan bola matanya.

Dengan keadaan yang sayu, ia berusaha menggerakkan bola matanya namun sangat sulit.

Jika ia tak menggerakkan matanya, pupil hitamnya itu tidak berada di tengah seperti mata pada umumnya.

Mata bocah tersebut sepintas hanya memperlihatkan warna putih.

Sang perawat yang sedang memeriksa bocah itu sesekali membimbingnya untuk menggerakkan bola matanya.

Namun lagi-lagi, bocah tersebut terlihat kesusahan untuk menggerakkan matanya.

Usut punya usut ternyata bocah yang berasal dari Makassar itu mengidap mata juling sebelah.

Dalam tulisan caption video tersebut, penyebab mata juling sebelah pada bocah ini karena terlalu sering bermain ponsel.

Selain itu, mata bocah polos ini terus basah dan berair.

Sehingga sang bapak memutuskan untuk membawa dan memeriksakannya ke rumah sakit.

Dari situlah sang bapak baru mengetahui kalau anaknya mengalami juling sebelah.

Kasus penyakit mata pada bocah yang disebabkan oleh kebiasaan bermain ponsel rupanya tak hanya sekali ini.

Seorang balita di Thailand harus menjalani operasi mata karena telah kecanduan bermain ponsel.

Karena melihat ponsel secara terus menerus, penglihatan gadis kecil tersebut semakin lama semakin memburuk.

Setelah melakukan pemeriksaan, ia diharuskan menggunakan kacamata.

Namun masalahnya tak berhenti disitu karena penglihatannya terus menurun.

Dokter mengatakan dia harus menjalani operasi mata untuk memulihkan penglihatannya, jika tidak matanya bisa buta.

Menurut hasil diagnosis dokter, gadis kecil tersebut menderita mata malas dengan satu mata miring atau juling, salah satu komplikasi paling serius dari miopi dan astigmatisme.

Jika kondisi ini terus berlangsung, mata anak itu tidak akan bisa pulih.

Penelitian di Korea Selatan mengatakan bahwa anak-anak yang kerap menggunakan ponsel pintar memiliki risiko yang sangat besar dalam mengalami mata juling.

Selain durasi pemakaian yang terlalu sering, jarak yang terlalu dekat dengan mata kemungkinan menjadi penyebab gangguan juling atau mata yang tidak searah. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Masalah yang besar di Indonesia saat ini ada pada diabetes melitus. Pravelensi jumlah pengidapnya terus meningkat terutama di Jakarta. Namun persoalannya bukan hanya ada di dalam diabetes saja, melainkan terkait dengan komplikasi yang ditimbulkan dari penyakit satu ini.

Dengan Satu Tarikan Nafas, Daus Mini Sukses Ucapkan Ijab Kabul.. SAH!!!

Wanita Cantik Ini Rela Dimadu, Alasannya Mak Jlebb!!

Turis Milenial Lebih Luas Eksplorasi Destinasi Unggulan Bersama Wings Air

Menurut dokter spesialis penyakit dalam RSCM, dr Dicky Levenus Tahapary, SpPD, PhD, perlu diwaspadai karena penderita diabetes sangat rentan terinfeksi tuberculosis (TB atau TBC). Hal ini terjadi akibat respons kekebalan tubuh penderita diabetes yang menurun.

Baca Sebelum Membeli, 5 Kandungan Skincare Ini BIsa Bikin Wajah Jadi Rusak!

Baru Diluncurkan Mobil SUV Lamborghini di Indonesia, Langsung Ada yang Beli Loh

Memilukan, Berjam-jam Jalan Kaki Sambil Gendong Bayinya, Sampai Rumah Sakit Bayinya Sudah Tak Bernyawa, Ini yang Terjadi

“Ternyata penyakit tuberculosis ini juga memicu peradangan kronis yang membut gula darah menjadi naik, sehingga saling berkaitan antara diabetes dan tuberculosis,” jelas dr Dicky saat ditemui detikHealth di Kawasan Monas, Jakarta Pusat, Ahad, 9 Desember 2018

Kesehatan Itu Mahal Harganya, Wasir Bisa Jadi Gejala Kanker Usus Besar, Kenali Tandanya

Rutin Mengkonsumsi 7 Buah Ini untuk Mendapatkan Perut Ramping dan Sehat

Dunia Sastra Berduka, Usai Terapi Nh Dini Alami Kecelakaan dan Meninggal Dunia

Bahkan dr Dicky pun mengatakan bahwa terkait masalah komplikasi diabetes itu ada dua yaitu dalam pembuluh darah besar dan pembuluh darah kecil.

“Dalam pembuluh darah kecil, penderita diabetes punta dapat menyebabkan kebutaan tertinggi di Indonesia. Sedangkan di pembuluh darah kecil rentan terhadap gangguan saraf, baik pada saraf kaki maupun mata. Bahkan pada bagian pembuluh darah besar, rentan terhadap kerusakan ginjal, bahkan ada yang sampai harus cuci darah,serangan jantung, stroke, serta gangguan pembuluh darah di bagian kaki,” jelas dr Dicky.

Dalam upaya mengurangi angka pravelensi diabetes yang terus meningkat, dr Dicky mengatakan bahwa terapkanlah gaya hidup yang sehat serta lakukan pemeriksaan dan skrining rutin sedini mungkin. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kanker usus besar merupakan penyakit kanker nomor tiga yang paling sering ditemui. Penderita kanker ini rata-rata tidak menyadari gejalanya, bahkan banyak yang mengira jika hal tersebut adalah penyakit wasir (buang air besar berdarah) biasa.

BACA: Rutin Mengkonsumsi 7 Buah Ini untuk Mendapatkan Perut Ramping dan Sehat

Dokter Spesialis bedah dari Bethsaida Hospital Eko Priatno mengungkapkan bahwa ciri-ciri kanker usus besar adalah buang air besar (bab) berdarah yang sering dianggap sebagai wasir, perubahan pola BAB (diare atau bab dengan feses kecil-kecil), BAB tidak puas, serta nyeri pada anus.

BACA: Jaringan Internet Telkomsel Putus, Ini Sebabnya

Menurut Eko, rata-rata penderita kanker usus besar baru datang pada dokter ketika stadium kanker sudah lanjut. Hal tersebut ditandai dengan perut buncit, kembung, tidak bisa BAB/kentut, muntah, berat badan menurun serta nyeri perut. “Kanker usus besar ini berawal dari polip atau kutil. Kalau tidak ditangani bisa berubah sifat dari jinak jadi ganas. Seringnya memang dianggap wasir padahal belum tentu,” kata Eko dalam media gathering Bethsaida Hospital, Tangerang, Kamis 6 Desember 2018.

BACA: Dunia Sastra Berduka, Usai Terapi Nh Dini Alami Kecelakaan dan Meninggal Dunia

Eko mengatakan bahwa tingkat kepedulian masyarakat terhadap kesehatan masih rendah. Penyakit yang seharusnya bisa diobati sejak awal, malah dianggap sebagai sesuatu yang wajar. “Kalau di masyarakat, semua sakit perut dibilang maag. Kalau sakit perut bisa jadi tanda kanker usus besar terutama yang menyumbat usus. Kalau stadium awal memang tidak ada keluhannya,” kata Eko.

BACA: Kodim 0720 Rembang Meraih Prestasi Dalam Pemberitaan TMMD

Ia kemudian memberitahu cara paling simpel untuk mendeteksi kanker usus besar. Namun, langkah ini hanya berlaku jika tumor atau kanker berada di dekat anus. “Gejala kanker dan wasir memang mirip. Dia datang berobat ke mana pasti dibilang wasir. Untuk membedakannya adalah dengan cara colok dubur. Kalau kanker, pasti akan terasa keras dan ada tonjolannya. Kalau wasir, dia akan lembek. Tapi itu hanya bisa untuk kanker yang bagian bawah aja, 8 sentimeter dari anus. Ini pemeriksaan yang sangat penting dan simpel,” kata Eko.

BACA: Gempa 5,7 SR Guncang Lombok, Tak Berpotensi Tsunami

“Tidak perlu khawatir, kanker usus besar asal datang pada stadium awal,” lanjutnya.

BACA: Prabowo Marahi Jurnalis dan Media, Pengamat: “Hati-hati Ini Bisa Menjadi Senjata Makan Tuan. Kenapa?

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ari Fahrial Syam menambahkan jenis kanker usus jika ditemukan pada stadium awal maka kemungkinan kanker untuk disembuhkan besar. “Kalau ketemunya stadium 1, stadium 1 itu tumor (bentuknya) belum terlalu besar, tidak menyebar di kelenjar getah bening, angka harapan hidup 5 tahunnya angkanya 92 persen,” kata Ari usai mengisi acara seminar “Kanker Usus Besar Bisa Dicegah dan Diatasi dan Peluncuran Aplikasi Berbasis Android ‘Apa Kata Dokter'” di Ruang Senat FKUI, Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis 6 Desember 2018.

Ari menjelaskan ada enam gejala kanker usus besar sudah tumbuh yang perlu Anda ketahui;

Pertama: saat buang air besar keluar darah atau berdarah.

Kedua: pola buang air besar yang berubah-ubah, bisa terjadi diare atau sembelit secara bergantian.

Ketiga: sakit perut yang berulang kali menyerang.

Keempat: berat badan turun.

Kelima: wajah menjadi pucat tanpa sebab.

Keenam: adanya benjolan di bagian perut.

“Kalau ketemu menemukan gejala ini, merupakan hal yang harus segera ditangani dan pergi ke dokter,” kata Ari. (***)

sumber: tempo.co

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pekanbaru – Dinas Kesehatan Provinsi Riau merilis data jumlah kasus AIDS menurut pekerjaan sepanjang Januari-Oktober tahun ini. Salah satu yang menarik, kasus AIDS di tingkat pelajar dan mahasiswa lebih tinggi dibandingkan temuan di kelompok pekerja seks komersial.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir mengatakan kelompok pekerja dengan temuan kasus AIDS paling banyak, yaitu dari kalangan pegawai atau karyawan swasta.

Ini Alasan Hari AIDS Sedunia Diperingati dan Ini Saran Menteri Kesehatan

Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga dari Satgas TMMD

Pelayanan KB dan Kesehatan Gratis Kembali di Gelar

“Paling banyak dari karyawan sebanyak 88 kasus, disusul pengusaha atau wiraswasta sebanyak 52 kasus,” katanya Senin, 3 Desember 2018.

Mimi menjelaskan selain dua kelompok pekerja itu, penderita AIDS juga datang dari kalangan pengangguran alias tidak bekerja sebanyak 42 kasus, lalu ibu rumah tangga sebanyak 41 kasus.

Liverpool Vs Everton, Jordan Pickford Kualat

Awal Desember, Yuk Tonton Keseruan Tiga Film Fantasi Ini

Mulan Jameela Hadir di Reuni 212, Tiara: “Bunda Kaya Lagi Umrah”

Setelah itu petani peternak dan nelayan sebanyak 14 kasus, PNS atau aparatur sipil negara sebanyak 10 kasus. Supir, ojek, tukang parkir sebanyak 5 kasus.

Menariknya data penderita AIDS dari kelompok pelajar dan mahasiswa sebanyak 5 kasus, lebih besar dari kelompok TNI Polri dan satpam yang sebanyak 4 kasus, tenaga profesional non medis 3 kasus, buruh kasar 2 kasus, narapidana 1 kasus, dan pekerja seks komersial 1 kasus.

Adapun secara kumulatif selama periode 1997-2018, jumlah kasus AIDS di Provinsi Riau paling banyak dari kelompok pekerja dan karyawan swasta sebanyak 1.597 kasus. Sedangkan terendah dari kelompok tenaga profesional medis sebanyak 14 kasus. Untuk pengelompokan dari jenis kelamin, penderita AIDS paling besar adalah pria 72% dan sisanya perempuan 28%. (***)

sumber: kabar24bisnis.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Trend kekinian yang mengedepankan badan kurus kering agar dibilang cantik mendapat perhatian dari pemerintah. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengatakan tren badan kurus pada remaja putri membuat angka kejadian anemia naik.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kemenkes RI, Siswanto, menyebut salah paham soal tren badan kurus ini harus dientaskan agar angka pengidap anemia turun.

“Remaja putri di Indonesia masih ada yang memiliki pandangan bahwa mengenai body image yang kurus dan kecil seperti pensil itu dianggap cantik,” ujar Siswanto dalam rilis resmi yang diterima Suara.com.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menemukan adanya kenaikan pada kasus anemia di remaja putri. Pada tahun 2013, sekitar 37,1 persen remaja putri mengalami anemia.

Angka ini naik menjadi 48,9 persen pada tahun 2018. Proporsi anemia terjadi paling besar di kelompok umur 15-24 tahun, dan 25 sampai 34 tahun.

Hal-hal tersebut jelas menguatkan bahwa kesehatan remaja sangat menentukan keberhasilan pembangunan kesehatan, terutama dalam upaya mencetak kualitas generasi penerus bangsa di masa depan.

Menurutnya, pandangan tersebut sangat penting untuk diluruskan, mengingat remaja putri merupakan calon ibu di masa depan.

Anemia bisa membuat perempuan mengalami kurang energi kronis, yang meningkatkan risiko anak lahir dengan berat badan rendah.

“Ibu hamil yang kurang energi kronis, merupakan calon produsen anak stunting. Karena kalau ibunya kurang energi, anaknya lahir BBLR atau pendek,” tutup Siswanto. (***)

sumber: suara.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Komedian Pretty Asmara meninggal dunia, Sempat disinggung soal riwayat gangguan pencernaan, ternyata Pretty mengalami sesak napas dan penimbunan cairan antara paru-paru dengan lapisan pembungkusnya.

“Ada penimbunan cairan antara paru-paru dengan pembungkus paru-paru,” jelas dr Daniel, Kepala RS Pengayoman, Jakarta Timur.

Dikutip dari WebMD, cairan dalam jumlah tak wajar di sekitar paru-paru dikenal sebagai pleural effusion atau efusi pleura. Cairan tersebut biasanya menumpuk di antara paru-paru dan lapisan pembungkusnya, yakni pleura, yang menempel di bagian dalam rongga dada.

Normalnya, area di sekitar pleura memang berair untuk memungkinkan paru-paru mengembang dengan baik saat bernapas. Namun dalam jumlah berlebih, cairan akan menyebabkan paru sulit mengembang sehingga menyebabkan sesak napas seperti dialami Pretty saat datang ke rumah sakit. Orang awam menyebutnya sebagai ‘paru-paru basah’, namun sebenarnya istilah tersebut tidak dikenal dalam dunia medis.

Penumpukan cairan dalam jumlah berlebih di area pleura bisa disebabkan oleh banyak hal. “Penyebabnya itu karena infeksi karena proses keganasan juga bisa, akhirnya kita periksa,” sebut dr Daniel. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Lancet Public Health menunjukkan diet rendah karbohidrat bisa memperpendek usia.

Penelitian ini melibatkan 15.400 responden yang diminta mengisi kuesioner perihal makanan dan minuman yang dikonsumsi beserta porsinya.

Selanjutnya, peneliti mengikuti responden selama 25 tahun. Hasilnya ditemukan, mereka yang konsumi 50-55% karbohidrat sehari-hari memiliki risiko kematian lebih rendah dibandingkan mereka yang mengonsumsi karbohidrat terlalu rendah atau terlalu tinggi.

Sementara, mereka yang mengonsumi kurang dari 40% atau lebih dari 70% karbohidrat dari konsumsi sehari-hari memiliki risiko kematian lebih tinggi.

Dari hasil temuan ini peneliti menyimpulkan bahwa idealnya karbohidrat dikonsumsi sebanyak 50%. Dengan konsumsi karbohidrat 50%, mereka yang berusia 50 tahun diprediksi hidup 33 tahun lebih lama. Jumlah ini, empat tahun lebih lama dibandingkan mereka yang menjalani diet rendah karbohidrat serta satu tahun lebih lama dibandingkan mereka yang menjalani diet tinggi karbohidrat.

“Diet rendah karbohidrat yang menggantikan karbohidrat dengan protein atau lemak sering dipilih masyarakat sebagai strategi penurunan berat badan dan kesehatan. Namun, data kami menunjukkan sebaliknya. Diet rendah karbohidrat mungkin terkait dengan rentang hidup yang lebih pendek secara keseluruhan,” kata peneliti Dr Sara Seidelmann.

Namun, jika tetap ingin menjalani diet rendah karbohidrat, Dr Sara menyarankan untuk mengganti karbohidrat dengan lebih banyak lemak dan protein nabati. “Mungkin dapat membuat tubuhnya sehat dalam jangka panjang termasuk di masa tuanya,” sarannya seperti dilansir Evening Standard. (***)

sumber: lifestyle.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Banyak orang mengonsumsi beberapa pil sekaligus setiap hari untuk menjaga kondisi kesehatan mereka. Namun, mereka tidak tahu berbagai obat ini mungkin bereaksi satu sama lain dan menyebabkan efek buruk yang lebih mengkhawatirkan.

Secara medis hal ini disebut sebagai polifarmasi. Itu artinya seseorang meminum lima obat atau lebih dalam sehari.

“Menyatukan obat dapat menyebabkan lebih banyak kerugian daripada kebaikan,” kata Sushila Kataria, dokter penyakit dalam di Medanta, dikutip dari Indian Express, Kamis, 16 Agustus 2018.

Kataria menambahkan, pasien tunggal sering menemui dokter dan spesialis. Semua dokter itu meresepkan obat yang berbeda. Hal ini terutama menonjol pada populasi lansia.

Beberapa lansia mengonsumsi obat-obatan untuk kondisi jangka panjang seperti diabetes, arthritis, dan tekanan darah bersama dengan obat untuk menyembuhkan sakit demam. Menurut konsultan senior di RS Idraprastha Apollo, Tarun Sahni, fakta pasien harus mengambil beberapa obat tidak dapat diabaikan.

Kadang-kadang pasien menggunakan obat tanpa henti untuk masalah ringan seperti pilek. “Mereka tidak tahu obat tersebut dapat mengganggu obat yang sedang berlangsung. Ini mengarah ke reaksi yang merugikan,” ujar Sahni.

Selain itu, ada beberapa cara meminimalkan risiko polifarmasi. Pertama, penting bahwa setiap orang sadar akan kondisi kesehatan mereka. Kedua, konsultasikan pada dokter.

Dokter dapat mengawasi semua obat, menawarkan saran yang komperhensif dan jika perlu berkoordinasi dengan dokter dan spesialis tertentu. Ketiga, simpan catatan semua obat. Pasien tidak perlu melacak obat mereka pada setiap kunjungan ke dokter.

Mereka harus memeriksa apakah penggunaan obat perlu dilanjutkan. Setiap kali kondisi baru berkembang, dokter harus diberitahu tentang semua obat yang diminum, termasuk suplemen. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID – Tidak semua orang mengetahui secara rinci apa itu penyakit herpes.

Mungkin hanya sekadar mendengar dari teman atau sekilas membaca di internet.

Sayangnya, penyakit yang satu ini kerap dianggap sebagai penyakit ‘kotor’.

Sebagian orang hanya mengetahui herpes berkaitan dengan aktivitas seksual yang tidak sehat.

Padahal, penyakit herpes tidak melulu ditimbulkan oleh hal tersebut.

Herpes terdiri dari beberapa jenis dengan penyebab yang berbeda-beda.

Melansir dari hellosehat, penyakit ini ditimbulkan oleh virus dan hanya dua jenis saja yang paling banyak diteliti, yaitu herpes zoster dan herpes simplex atau genitalis.

Herpes zoster disebabkan oleh Jenis ini sering juga disebut dengan cacar ular, lanjutan dari penyakit cacar air.

Pada herpes zoster, gelembung cairan cenderung lebih besar dan berkumpul di bagian tertentu.

“Bisa muncul di pantat, di pipi, di tangan, bahkan di dahi. Biasanya munculnya di tempat itu-itu saja, tidak akan berpindah atau menyebar ke tempat lain,” kata dr Midi Haryani, Sp.KK, spesialis kulit dan kelamin RS Hermina Jatinegara.

Kembali melansir dari hellosehat, gejala awal herpes zoster bisa dikenali saat si penderita mengalami perasaan tak enak badan. Rasanya seperti migrain selama 1 hingga 5 hari.

Selanjutnya ada rasa nyeri yang semakin lama semakin terasa.

Penyakit ini bisa dicegah dengan beberapa tindakan, yaitu pemakaian asiklovir jangka panjang dan vaksin dari dokter.

Sementara itu, dr. Theresia Yoshiana dari alodokter memberikan tips bagi pengidap penyakit ini.

Anda bisa menggunakan pakaian longgar dan menutup ruam agar tidak terkena infeksi.

Anda sebaiknya tidak menggunakan plester karena akan menambah iritasi.

Aturlah pola hidup anda, contohnya pola tidur yang baik, asupan makanan bernutrisi, hingga rajin berolahraga.

Jenis herpes yang selanjutnya adalah herpes genitalis atau simplex disebabkan oleh Jenis ini pula yang dianggap orang-orang sebagai penyakit ‘kotor’.

“Herpes inilah yang lekat dengan anggapan masyarakat, yaitu ditularkan melalui aktivitas seksual yang tidak sehat,” kata Midi, mengutip dari Kompas.com.

Penyakit ini ditandai dengan bentol berair di bagian alat kelamin, anus dan mulut.

Herpes genitalis bisa menular lewat sentuhan, namun lebih sering menyebar lewat hubungan seksual yang tidak sehat.

Menurut penelitian Pusat Pengendalian dan Pencegahan penyakit di Amerika Serikat, satu dari enam orang berusia 14 hingga 49 tahun mengidap herpes genital.

Kabar buruknya, herpes genital lebih mudah menyerang wanita daripada lak-laki.

Melansi dari hellosehat, obat herpes yang sering digunakan biasanya adalah acyclovir, famciclovir, dan valacyclovir. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kerja seharian di depan komputer pastinya membuat jari jemari kamu lelah. Untuk memberi rasa rileks, terkadang kita tidak sadar membunyikan jari kita hingga mengeluarkan bunyi ‘kretek’.

Kegiatan peregangan tangan tersebut bahasa kedokterannya adalah Knuckel Cracking. Bunyi ‘kretek’ yang dihasilkan berasal dari gas yang berada pada rongga jari kamu.

Namun, sebenarnya berbahaya enggak sih? Menurut dokter ortopedi dr Oryza Satria, Sp. OT, kebiasaan ini aman-aman saja dilakukan asal tidak berlebihan.

“Menurut penelitian, itu tidak berpengaruh pada nyeri sendi, jadi ya aman-aman aja,” saat ditemui di kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Dalam jari jemari kita terdapat ligamen yang berfungsi untuk menyambung tulang yang satu dengan yang lainnya. Faktor psikologis pula yang menimbulkan anggapan, bahwa meregangkan jari dapat mengurangi rasa pegal-pegal saat beraktivitas.

“Tapi jangan terlalu bersemangat juga, karena dapat mengakibatkan ligamen nya luka.

Bisa luka kecil ataupun besar,” tambah dr Oryza.

Jika terasa nyeri hebat disertai perubahan bentuk pada tangan, segeralah periksakan diri. Bisa jadi, ligamenmu luka lho. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pernahkah anak Anda mendengkur hingga berhenti nafas sejenak ketika sedang tidur?

Kejadian tersebut adalah apnea obstruktif (henti nafas) yang diakibatkan oleh pembengkakan amandel.

Episode ini terjadi karena tersumbatnya saluran napas atas selama tidur dan menyebabkan berkurangnya asupan oksigen secara periodik.

Episode henti nafas ini termasuk kondisi medik yang serius jika tidak ditangani.

Oleh karena itu sebagai orang tua, Anda harus lebih mengerti dan paham akan keadaan ini ketika anak menderita pembengkakan amandel.

Dokter THT di Rumah Sakit Santosa, Dr Imam Megantara SPTHT-KL. Mkes mengatakan keadaan amandel ini terjadi karena amandel yang sudah kronis.

“Jika pada keadaan kronis terjadi serangan akut biasanya penderita akan merasakan sakit tenggorok, disertai rasa mengganjal, seperti ada sesuatu di tenggorok dan bau mulut,” ujar dokter Imam saat ditemui di Jalan Kebon Jati No 38, Rabu, 18 Juli 2018

Keadaan seperti ini tentu akan menyiksa aktivitas bermain anak. Anak akan sulit makan dan keceriaan jadi hilang.

Dokter Imam mengatakan jika amandel kronis merupakan radang kronik (menetap) dari amandel yang biasanya merupakan kelanjutan dari infeksi akut berulang atau infeksi subklinis (tidak bergejala) dari amandel.

Bahaya dari pembengkakan amandel yang terus menerus di abaikan adalah hidung tersumbat, sulit menelan, dan suara sengau.

“Di samping pertumbuhan fisik yang kurang baik, tidak jarang timbul keluhan telinga seperti rasa penuh, nyeri, atau keluar cairan dari telinga,” ucapnya.

Jika anak Anda mengalami episode ini, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk ditangani lebih lanjut. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Penggunaan telepon genggam dapat mengakibatkan turunnya kinerja ingatan di bagian tertentu otak, terutama akibat terpajan ladang elektromagnetik frekuensi radio (RF-EMF).

Di dalam satu studi baru yang dilakukan oleh ilmuwan di Swiss Tropical and Public Health Institute (Swiss TPH), para peneliti mendapati bahwa apa yang disebut penampilan ingatan figural, atau kemampuan untuk mengingat bentuk-bentuk abstrak, dapat memburuk jika otak sering terpajan pada RF-EMF).

Para peneliti memiliki data dari lebih 700 remaja dari Switzerland, yang berbahasa Jerman selama 12 bulan. Studi itu mengikuti perkembangan temuan dari studi 2015, dengan dua kali ukuran sampel dan keterangan lebih akhir mengenai penyerapan RF-EMF pada otak remaja selama jenis penggunaan piranti komunika nirkabel yang berbeda.

“Itu adalah studi epidemiologi pertama di dunia yang memperkirakan dosis gabungan RF-EMF pada remaja,” kata Xinhua, yang dipantau di Jakarta, Sabtu siang, 21 Juli 2018

Buktinya jelas bahwa radiasi memiliki dampak penting pada separuh otak kanan, tempat ingatan figural berada, di kalangan remaja yang memegang telepon genggam di telinga kanan ketika melakukan percakapan. Pengiriman pesan teks atau “berselancar” di internet tak memiliki dampak mencolok, kata studi tersebut.

Studi itu juga menambahkan, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan pentingnya penelitian dan untuk mengeluarkan faktor lain. Penyelidikan tersebut direncanakan disiarkan pada 23 Juli di jurnal kajian Environmental Health Perspectives.

Meskipun Swiss telah mengubah alokasi frekuensi pada 2017 untuk membersihkan jalan buat 5G, atau generasi kelima telepon genggam nirkabel, pengeritik telah memperingatkan bahwa itu bisa buruk buat kesehatan manusia, sebab frekuensi 5G dirancang bahkan menggunakan frekuensi radio yang lebih tinggi daripada 4G.

Para peneliti dari kelompok Doctors for Environmental Protection, yang berpusat di Basel, telah memperingatkan bahwa gelombang sangat pendek 5G akan diserap oleh kulit yang sudah terpajan dampak berbahaya radiasi ultra-violet, dan 5G dapat menimbulkan resiko tambahan kanker. (***)

sumber: wartaekonomi.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Seorang perempuan Vermont, Amerika Serikat, menderita luka bakar kimia tingkat dua dan mengunggah peristiwa ini ke Facebook minggu lalu untuk memperingatkan orang lain tentang efek berbahaya ubi liar pada kulit seseorang.

Dilansir dari Sputniknews, 20 Juli 2018, Charlotte Murphy menjelaskan dalam unggahan di Facebook bahwa beberapa hari setelah dia tersandung ke tanaman ubi liar, benjolan merah kecil yang muncul di salah satu kakinya berubah menjadi lecet yang menyakitkan, kuning, dan bernanah.

“Seminggu kemudian kemerahan meningkat dan mulai gatal,” tulis Murphy. “Sayangnya aku sering menggaruknya saat tidur dan terbangun dengan lecet di kakiku. Sepanjang hari luka tumbuh ke titik di mana kakiku bengkak dan aku tidak bisa berjalan.”

Dia kemudian dibawa ke klinik perawatan darurat lokal dan sejak itu melakukan kunjungan harian untuk inspeksi dan perban baru, karena lecetnya telah menyebar ke lengan, jari-jari dan kaki kanannya.

Tanaman ubi liar (Istimewa)

Meskipun Murphy tahu tentang tanaman itu dan potensi bahayanya, ia tidak menyadari bahwa getah ubi liar telah mengenai kakinya. Sementara dia terus berjalan di bawah sinar matahari, yang membantu memperparah dampak getah ubi liar.

Menurut ahli biologi di Pennsylvania State University, ubi liar, juga dikenal sebagai ubi racun, dapat tumbuh hingga satu setengah meter, dengan beberapa bunga kuning kecil yang berukuran sekitar 5 sentimeter. Getah dari ubi liar mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan luka bakar parah setelah terpapar sinar matahari.

“Getah itu beracun dan pada dasarnya melucuti kemampuan tubuh untuk mengendalikan radiasi sinar UV dari sinar matahari,” ujar Joellen Lampman, seorang pendidik dengan program Manajemen Hama Terpadu Negara Bagian New York di Cornell University.

Murphy bukan satu-satunya orang yang menjadi mangsa anggota keluarga tanaman ini. Sebelumnya seorang remaja asal Virginia akhirnya dirawat di rumah sakit setelah ia menderita luka bakar tingkat dua dan tiga dari menyentuh tanaman ubi liar beracun. (***)

sumber: tempo.co

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Leukemia atau kanker darah seperti yang diderita anak penyanyi Denada dan Jerry Aurum sebenarnya memiliki sejumlah gejala yang bisa dikenali.

Berikut 11 tandanya seperti dilansir Medical News Today:

1. Anemia

Kondisi ini terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah–yang bertanggung jawab untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Seseorang yang kekurangan sel darah merah biasanya mengalami sejumlah gejala seperti kelelahan, lemah, pusing, sesak napas, sakit kepala, kulit pucat dan merasa dingin yang luar biasa.

2. Mengalami infeksi

Anak-anak dengan leukemia memiliki jumlah sel darah putih yang tinggi, tetapi sebagian besar sel-sel ini tidak berfungsi dengan benar karena sel-sel abnormal menggantikan sel-sel darah putih yang sehat.

Sel darah putih membantu melindungi tubuh dan melawan infeksi. Infeksi berulang dan persisten dapat menunjukkan bahwa seorang anak tidak memiliki sel darah putih yang sehat.

3. Memar dan berdarah

Jika seorang anak mudah memar, mengalami mimisan parah, atau berdarah dari gusi, ini bisa mengarah ke leukemia. Anak yang menderita kanker jenis ini kekurangan trombosit yang fungsinya membantu mencegah perdarahan.

4. Nyeri tulang atau sendi

Jika seorang anak tampak kesakitan dan mengeluh bahwa tulang atau sendi mereka sakit atau sakit, ini dapat mengindikasikan dia mengalami leukemia. Ketika leukemia berkembang, sel-sel abnormal dapat mengumpulkan di dalam sendi atau dekat dengan permukaan tulang.

5. Pembengkakan

Pada anak dengan leukemia, pembengkakan dapat mempengaruhi berbagai bagian tubuh, antara lain pada perut, ketika sel-sel abnormal berkumpul di hati dan limpa. Lalu, wajah dan lengan, ketika tekanan pada vena yang disebut vena cava superior menyebabkan darah menggenang di area tersebut. Selain itu di kelenjar getah bening, akan ada benjolan kecil terbentuk di sisi leher, di ketiak, atau pada tulang selangka.

Penting untuk dicatat bahwa saat kelenjar getah bening seseorang membengkak dan tidak ada gejala, dia lebih mungkin mengalami infeksi daripada leukemia. Pembengkakan akan menjadi lebih buruk saat anak bangun, dan akan membaik di siang hari.

6. Kurang nafsu makan, sakit perut, dan penurunan berat badan

Jika sel-sel leukemia telah menyebabkan pembengkakan di hati, ginjal, atau limpa, organ-organ ini dapat menekan perut. Hasilnya mungkin perasaan kenyang atau tidak nyaman, kurang nafsu makan, dan penurunan berat badan.

7. Batuk atau kesulitan bernapas

Leukemia dapat mempengaruhi bagian tubuh di sekitar dada, seperti beberapa kelenjar getah bening atau thymus, kelenjar yang terletak di antara paru-paru.

Jika bagian-bagian tubuh ini membengkak, maka akan menekan trakea dan membuat penderita sulit bernafas.

Kesulitan bernapas juga dapat terjadi jika sel-sel leukemia menumpuk di pembuluh darah kecil paru-paru. Jika seorang anak mengalami kesulitan bernapas, segera carilah pertolongan medis.

8. Sakit kepala, muntah, dan kejang

Jika leukemia mempengaruhi otak atau sumsum tulang belakang, seorang anak mungkin mengalami beberapa gejala yakni sakit kepala, kejang, muntah, sulit berkonsentrasi, masalah dengan keseimbangan dan penglihatan kabur.

9. Ruam kulit

Sel leukemia yang menyebar ke kulit dapat menyebabkan munculnya bintik-bintik kecil, gelap seperti ruam. Kumpulan sel ini disebut kloroma atau sarkoma granulositik, dan sangat jarang terjadi.

Memar dan pendarahan yang menjadi ciri leukemia juga dapat menyebabkan bintik-bintik kecil yang disebut petechiae muncul. Ini mungkin juga terlihat seperti ruam.

10. Kelelahan ekstrem

Dalam kasus yang jarang terjadi, leukemia menyebabkan tubuh lemah yang sangat parah dan kelelahan yang bahkan dapat menyebabkan penderita cadel.

Kondisi ini terjadi ketika sel-sel leukemia berkumpul di dalam darah, menyebabkan darah menebal. Darah mungkin begitu tebal sehingga sirkulasi melambat melalui pembuluh kecil di otak.

11. Merasa tidak enak badan

Seorang anak mungkin tidak dapat menggambarkan gejala mereka secara detail, tetapi mereka mungkin tampak sakit secara umum. Ketika penyebab penyakit seorang anak tidak jelas, segeralah berkonsultasi dengan dokter. (***)

sumber: tempo.co

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Keluarga pasien kanker payudara HER2 positif, yaitu Yuniarti Tanjung alias Juniarti menggugat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan karena tidak lagi menjamin obat kanker herceptin atau nama lain trastuzumab, apakah memang karena mahal atau ada sebab lain?

“Prinsipnya kendala mutu dan biaya. Obat transplantasi ginjal, by pass jantung itu mahal, tapi tetap ada,” tegas Kepala Humas BPJS Kesehatan, Nopi Hidayat Selasa, 17 Juli 2018.

Dibandrol dengan harga 25 juta rupiah untuk satu sesi terapi target kanker payudara, biaya sebesar itu memang dirasa sangat berat bagi para pasien kanker payudara.

Namun, bukan karena biaya yang menjadi alasan utama BPJS Kesehatan menghapus trastuzumab dari jaminannya. Itu dikarenakan obat tersebut sudah diuji keefektifannya untuk pasien kanker payudara.

“Obat itu memang katastropik atau yang butuh biaya besar, kalau diasosiasikan ke biaya tentu besar. Tapi kembali lagi ke penjaminan mutu,” tandasnya.

Dewan Pertimbangan Klinis yang dibentuk Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa obat trastuzumab tidak memiliki dasar indikasi medis untuk digunakan bagi pasien kanker payudara metastatik walaupun dengan restriksi. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Sekitar 1 dari 5 wanita yang terdiagnosis dengan kanker payudara diketahui mengidap kanker jenis HER2-positif yang bersifat agresif. HER2 adalah suatu protein yang diproduksi oleh gen tertentu dan memiliki potensi untuk menyebabkan kanker jika terekspresi berlebihan.

Di Indonesia, sekitar 22,8 persen terdiagnosis kanker payudara jenis ini. Salah satu obat yang digunakan sebagai terapinya adalah trastuzumab, yang berfungsi sebagai targeted therapy dan kini memiliki terobosan baru bernama trastuzumab subkutan.

Trastuzumab subkutan merupakan formulasi baru untuk trastuzumab yang diberikan kepada pasien melalui injeksi subkutan (di bawah kulit) di paha bagian atas pasien. Sebelumnya, pemberian trastuzumab melalui IV atau infus intravena.

Pemberian melalui injeksi ini diklaim lebih cepat ketimbang IV, yakni memakan sekitar 2-5 menit saja. Waktu ini lebih cepat dibanding pemberian infus intravena yang bisa menghabiskan waktu 30-90 menit.

“Obat yang jumlahnya 5cc masuk ke bawah kulit akan dengan mudah diserap oleh tubuh. Dalam trastuzumab juga menggunakan enzim human hyaluronidase, tak perlu khawatir karena tidak mengandung babi,” ujar Dr dr Nugroho Prayogo, SpPD, KHOM, dokter bedah onkolog RS Kanker Dharmais, pada Media Briefing “Less Time in the Hospital, More Time with Your Loved Ones” di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 11 Juli 2018.

Selain itu, dengan metode injeksi subkutan, maka kemungkinan pasien akan mengalami ekstravasasis. Yakni bocornya cairan intravena atau obat ke dalam jaringan sekitar lokasi infus yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan.

“Kalau sudah seperti ini maka akan sangat sulit bagi kita tenaga keperawatan untuk memberikan secara IV. Apalagi kalau yang sudah dioperasi dan hanya bisa dipasang di salah satu sisi (lengan). Dan biasanya pemberian trastuzumab ini dikombinasikan dengan kemoterapi,” ungkap Musrini, perawat senior yang telah berkecimpung di bidang onkologi selama 20 tahun.

Trastuzumab telah diberikan persetujuan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 23 Mei 2018 lalu. Obat ini hanya tersedia di rumah sakit-rumah sakit yang memiliki dokter onkologi dan sedang diusulkan untuk dapat dicover oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

“RS Kanker Dharmais menerima 800 sampai 1000 pasien rawat jalan setiap hari. 42 persen dari seluruh pasien adalah pasien kanker payudara. Kami menyambut Trastuzumab subkutan dengan gembira karena formulasi ini bisa membantu meringankan beban antrian untuk pasien,” tutur Prod Dr dr H Abdul Kadir, PhD, SpTHT-KL(K), MARS, Direktur Utama RS Kanker Dharmais. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Banjarmasin – Gusti Maulita Indriyana, Kasi Layanan Informasi Konsumen Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Banjarmasin, mengatakan, kegunaan Mis sebagai obat maag.

“Obat itu untuk mencegah dan mengobati tukak lambung, serta dapat juga mencegah terjadinya tukak pada usus halus,” jelas dia dihubungi pekan tadi.

Yang jelas, sebut dia, obat maag itu termasuk obat keras yang penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter, dan dijual di sarana distribusi yang legal seperti apotek dan rumah sakit.

Kata Maulita, merek dagang obat dengan kandungan zat berkhasiat Mis di antaranya Gas dan Cyt yang telah terdaftar di BPOM sebagai obat maag.

Mis hanya dikonsumsi untuk orang dewasa dan dikontraindikasikan bagi wanita hamil.

“Obat-obat itu tidak boleh dikonsumsi oleh wanita hamil, berencana hamil ataupun wanita menyusui,” ucapnya.

Namun, dia mengakui tidak jarang Gas dan Cyt disalahgunakan karena maag itu memiliki efek samping dapat menggugurkan kandungan, kelahiran prematur dan kecacatan pada bayi.

Maulita mengimbau masyarakat lebih berhati-hati di media online karena banyak tersedia informasi menyesatkan tentang penyalahgunaan Gas dan Cyt.

“Obat maag yang disalahgunakan sebagai obat aborsi memiliki efek sangat membahayakan kesehatan bahkan dapat mengancam jiwa yang mengonsumsinya,” Maulita mengingatkan. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara resmi menyatakan susu kental manis tidak mengandung susu.

Tanpa padatan susu sama sekali, susu kental manis telah berhasil “menipu” masyarakat yang justru sering menyajikannya untuk anak, sebagai alternatif dari susu bubuk yang memiliki harga lebih mahal.

Melalui Surat Edaran tentang Label dan Iklan pada Produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3) pada Mei 2018, BPOM memberikan aturan ketat terkait peredaran susu kental manis, yaitu:

1. Dilarang menampilkan anak-anak berusia di bawah 5 tahun dalam bentuk apapun.

2. Dilarang menggunakan visualisasi bahwa produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3) disetarakan dengan produk susu lain sebagai penambah atau pelengkap zat gizi.

Produk susu lain, antara lain susu sapi/ susu yang dipasteurisasi/ susu yang disterilisasi/ susu formula/ susu pertumbuhan.

3. Dilarang menggunakan visualisasi gambar susu cair dan/atau susu dalam gelas serta disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman.

4. Khusus untuk iklan, dilarang ditayangkan pada jam tayang acara anak-anak.

Berbahaya

Selain “menipu”, susu kental manis juga dinyatakan berbahaya bagi kesehatan.

Mengkonsumsi SKM secara berlebihan akan meningkatkan risiko diabetes dan obesitas pada anak-anak.

Hal ini disebabkan karena kadar gula tinggi di minuman SKM.

“Sebagai sumber energi iya, tetapi sangat tidak baik apabila energi anak bersumber dari gula,” kata Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, seorang dosen Gizi Poltekkes Kementerian Kesehatan Jakarta, kepada Kompas.com, Ahad, 6 Mei 2018.

“Tubuh punya toleransi tertentu dan penelitian menjelaskan, konsumsi gula lebih dari 10% energi total akan berisiko penurunan sensitivitas insulin yang kemudian memicu hiperglikemia (kadar gula darah lebih tinggi dari batas normal) dan memicu risiko diabetes,” tambah Rita.

Indonesia saat ini berada di urutan ke-4 di dunia yang penduduknya paling banyak terkena diabetes, kata Rita.

Pada piramida gizi seimbang, susu masuk dalam kelompok bahan makanan sumber protein.

Kandungan 8 gram protein setara dengan satu porsi telur, daging, ikan dan tempe.

“Harusnya susu itu bisa memberi protein lebih kurang 8 gram, kalsium sekitar 250 gram. Dan gula yang boleh untuk anak menurut piramida gizi seimbang sekitar satu sampai 2 sendok makan atau setara dengan 26 gram,” kata Rita.

“Jika kemudian seorang anak minum susu dari susu kental manis sebanyak dua gelas per hari, seperti anjuran gizi seimbang, maka asupan gulanya sangat melebihi dari pembagian makan sehari yang seimbang untuk anak, ini saya sayangkan sekali,” kata Rita.

Selain diabetes dan obesitas, asupan gula secara berlebihan akan merusak gigi pada anak-anak.

“Anak-anak yang suka konsumsi gula tinggi dalam bentuk susu dan tidak langsung membersihkannya, maka akan memicu caries dentis (gigi karies). Penelitian tentang ini sudah banyak di jurnal kedokteran,” katanya.

Gagasan susu menjadi konsumsi harian masyarakat Indonesia perlu mempertimbangkan beberapa hal.

Di antaranya, data prevalensi intoleransi laktosa yang tinggi, risiko alergi susu dan penyakit akibat kekurangpahaman masyarakat tentang cara menyimpan susu secara tepat agar tidak menyimpan bibit penyakit.

Selain itu, harga susu yang difortifikasi atau ditambahi zat gizi lain menjadi hampir tidak terjangkau masyarakat umum.

Ini yang menyebabkan banyak masyarakat yang beralih minum susu kental manis.

Kementerian Kesehatan Indonesia menghimbau masyarakat untuk beralih mengkonsumsi ikan sebagai sumber protein yang lebih awet daripada susu. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Seorang pria di Australia nyaris kehilangan nyawa setelah menderita sembelit selama tiga hari.

Seorang pria berumur 53 tahun tersebut mendatangi unit gawat darurat (ICU) sebuah rumah sakit di Australia dengan mengeluhkan sembelit disertai rasa mual dan pembengkakan di perutnya. Kondisi tersebut sudah terjadi selama tiga hari.

Menurut laporan yang tertulis di BMJ Case Report, kaki kanan pria tersebut juga sangat dingin dan tidak bisa digerakkan selama kurang lebih 24 jam. Tim dokter juga tidak bisa menemukan denyut nadi di kaki kanan pria tersebut.

Dari rekam medis yang diperoleh, pria tersebut diketahui tidak mengkonsumsi obat-obatan apapun dan kondisi jantungnya tidak mengalami masalah, seperti dikutip dari Iflscience, Jumat, 22 Juni 2018.

Hasil pemeriksaan menunjukkan, terjadi penyumbatan pada dubur pria tersebut oleh feses. CT scan merekam bahwa kotoran BAB di usus besarnya telah memadat, dan terjadi sindrom tekanan pada bagian perut.

Akibatnya, feses yang padat membuat usus besar membengkak dan menekan arteri illiaca sebelah kanan dan menyebabkan rasa sakit di kaki serta kelumpuhan.

Selain itu, tingkat kepadatan feses di usus pria itu sudah sangat parah dan mengganggu produksi asam pada ginjal sehingga terjadi metabolis asidosis atau gangguan ketika status asam-basa bergeser ke sisi asam akibat hilangnya basa atau retensi asam nonkarbonat dalam tubuh. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Menurut penelitian yang dilakukan CB12 sebuah produk kebersihan gigi sepertiga orang-orang di dunia tidak mengetahui bahwa diet ketat dan dan olahraga berlebihan bisa menyebabkan bau mulut.

Dr Luke Thorley, dokter gigi sekaligus juru bicara CB12 mengatakan, olahraga berlebihan memicu dehidrasi.

Akibatnya, jumlah air liur lebih sedikit sehingga tidak bisa membersihkan plak di mulut dengan baik dan nafas kita pun bau

Dr Luke mengatakan, jenis diet yang menyebabkan tubuh memecah lemak menghasilkan sebuah fenomena yang dikenal di kalangan gizi sebagai ‘napas unta’.

“Jika kita menjalankan diet rendah karbohidrat seperti Atkins, tubuh kita akan mengalami ketosis (sebuah keadaan metabolik di mana pasokan energi tubuh berasal dari jumlah keton dalam darah) menyebabkan bau tak menyenangkan pada mulut,” paparnya.

Aksi apapun yang menyebabkan dehidrasi atau yang mengubah keseimbangan pH dalam mulut, bisa membuat bakteri berkembang.

Itulah sebabnya diet ketat dan olahraga berlebihan bisa menyebabkan bau mulut.

Selain itu, naik pesawat juga bisa menyebabkan nafas tak sedap.

Perubahan tekanan dan kelembaban udara mengurangi aktivitas kelenjar ludah.

“Jumlah produksi air liur yang sedikit menciptakan lingkungan sempurna bagi bakteri untuk berkembang biak dan menyebabkan nafas tak sedap,” jelas dr Luke.

Mengonsumsi minuman seperti kopi dan wine sedikit berpengaruh pada bau mulut.

Kopi bersifat diuretik sehingga membuat kita cepat dehidrasi.

Jika sudah begitu, seperti dilansir intisari, produksi air liur terhambat.

Mengonsumsi cemilan-cemilan manis juga menyebabkan bau mulut karena menyediakan bakteri tersebut ‘makanan’ dan akhirnya berkembang biak di mulut. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Semua bayi memang terlihat lucu, apalagi dengan pipi tembamnya.

Setiap pergerakan yang dilakukan bayi tampak lucu dan membuat hati orang dewasa meleleh.

Namun, jika si bayi terus menerus melakukan gerakan yang sama, mungkin orang tua perlu sedikit khawatir, atau bahkan mencari pertolongan medis, untuk berjaga-jaga.

Baru-baru ini, pasangan asal Tiongkok melihat bayi mereka yang masih berusia 1 tahun terus-menerus menyentuh kepalanya.

Awalnya, orang tua dari bayi bernama An An itu mengira gerakan itu normal-normal saja.

Namun, dua minggu kemudian, sang ibu merasakan ada sesuatu yang tidak beres.

Ia menyadari An An masih menyentuh kepalanya dengan raut muka seperti menahan rasa sakit.

Mengikuti insting, snag ibu tahu ada sesuatu yang salah dan kemudian membawa anaknya itu ke rumah sakit.

Setelah diperiksa, An An didiagnosis menderita otitis media, kondisi simana bagian tengah telinga menderita inflamasi dan infeksi.

Orang tua An An diberitahu bahwa kondisi si bayi lumayan parah karena infeksi menyebar cukup lama.

Orang tua An An merasa bersalah karena tidak langsung menerima sinyal yang diberikan anaknya, mengira gerakan itu hanyalah gerakan biasa.

Beruntung, dokter berkata bahwa pengobatan belum terlambat.

Kemungkinan untuk sembuh pun masih sangat tinggi.

Banyak netizen, terutama orang tua baru yang kaget akan penyakit ini karena mereka tidak pernah mendengarnya sebelumnya.

Sebenarnya, otitis media adalah kondisi yang umum terjadi pada bayi, balita, maupun anak-anak.

Melansir WorldofBuzz, berikut gejala otitis media yang perlu diwaspadai orang tua:

Menangis
Sensitif
Tidak bisa tidur
Sakit telinga
Sakit kepala
Sakit leher
Merasa penuh pada bagian telinga
Drainase cairan dari telinga
Demam
Muntah
Diare
Kehilangan keseimbangan
Kehilangan pendengaran
(***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Memiliki bentuk tubuh yang ideal merupakan harapan setiap manusia, bukan hanya sekedar karena kebutuhan penampilan tetapi juga terkait dengan kesehatan.

Kendati demikian tidak jarang terjadi kondisi yang mengganggu fisik manusia dan salah satunya adalah Kaki O. Kaki O atau bow legs merupakan salah satu kelainan yang banyak terjadi pada tungkai anak.

Pada kasus ini, lutut melengkung menjauh satu sama lain hingga membentuk huruf O. Namun perlu diketahui bahwa bentuk kaki O pada anak hingga usia dua tahun merupakan kondisi yang masih normal.

“Kondisi itu disebabkan pengaruh posisi janin saat di kandungan serta kelenturan urat-urat di sekitar sendi,” ungkap Faisal Mi’raj, Dokter Spesialis Bedah Ortopedi RS Pondok Indah, baru-baru ini.

Seiring waktu, menginjak usia 3-4 tahun, tungkai akan menjadi lurus kembali dan kemudian menjadi seperti huruf X (knock knees). Lalu akan berangsur lurus atau kembali normal setelah usia 6-7 tahun.

Menurut dia, perhatian baru perlu ditingkatkan jika kelengkungan belum hilang setelah anak berusia dua tahun, atau hanya satu sisi yang melengkung.

Kondisi itu mungkin terjadi akibat kelebihan berat badan (obesitas) atau terlalu cepat berjalan (early walking). Kondisi tersebut juga bisa terjadi karena penyebab lain, seperti trauma, kelainan hormon, atau kelainan pertumbuhan tulang. (***)

sumber: bisnis.com