NEWS

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kudus – Gempa kembali melanda wilayah Indonesia pada Rabu, 22 Mei 2019.

Badan Meteorologi, klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya gempa yang mengguncang Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dengan kekuatan 4,2 skala richter pada Rabu, 22 Mei 2019 pukul 11.22.22 WIB.

Pusat gempa berada di darat 14 km Barat Laut Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dengan kedalaman 10 km.

Gempa dapat dirasakan di wilayah Kudus, Demak dan Jepara dengan skala MMI II hingga III.

Dalam kejadian gempa ada Skala MMI.

Apa yang dimaksud Skala MMI itu?

Skala MMI (Modified mercalli Intensity) adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa.

Skala MMI dibagi menjadi 12 berdasarkan informasi korban selamat dan kerusakan yang terjadi akibat gempa bumi tersebut.

I. MMI

Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.

2. MMI

Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang

3. MMI

Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

4. MMI

Pada siang hari dirasakan oleh banyak orang dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan berbunyi.

5. MMI

Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerbah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

6. MMI

Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pabrik rusak, kerusakan ringan.

7. MMI

Tiap-tiap orang kelaur rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik.

Pada bangunan yang kontruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.

8. MMI

Kerusakan ringan pada banguna dengan konstruksi yang kuat.

Retak-retak pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.

9. MMI

Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.

10. MMI

Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

11. MMI

Bangunan-bnagunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.

12. MMI

Hancur sama sekali, gelombang pada permukaan tanah. Pemandangan gelap. Benda-benda terlempar ke udara. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah memutuskan untuk membatasi penggunaan media sosial sebagai buntut pecahnya kerusuhan, usai demonstrasi damai di depan Bawaslu, Rabu, 22 Mei 2019 dini hari WIB.

Kerusuhan pecah sekitar pukul 23.00 WIB hingga pagi tadi, atau setelah aksi damai di depan markas Bawaslu berakhir sekitar pukul 21.30 WIB.

Nah, untuk mengantisipasi hoaks, kabar simpang siur dan viral yang negatif di tengah masyarakat, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika membatasi layanan medsos untuk sementara dan secara bertahap.

Miris! Siswa Pintar Itu Tak Diluluskan Karena Status Protes di Facebook, Setelah Ketemu Kadis Dikbud Justru Menyedihkan

“Pembatasan ini bersifat sementara,” kata Menkominfo Rudiantara saat jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam, Rabu, 22 Mei 2019 siang.

Dia menjelaskan, pembatasan itu berupa posting video dan foto di messaging system.

Sopir Itu Tidak Tahu Kalau Truk yang Dikendarainya Menggilas Bayi 18 Bulan hingga Tewas, Ini Kronologinya

“Viralnya foto atau video itu bukan di Facebook, Instagram atau Twitter, tapi ketika sudah di messaging system sepeti di WhatsApp. Jadi di sana mungkin akan ada keterlambatan (baca saja: kena blok). Ini untuk sementara, bertahap,” ujar Rudi.

Sempat Berhenti, Massa Kembali Lempari Batu Stasiun Tanah Abang, Penumpang Menumpuk

“Video dan foto itu kan langsung dilihat, psikologisnya (dari masyarakat) yang pengin kami antisipasi. Sekali lagi ini bersifat sementara dan bertahap,” pungkasnya. (***)

sumber: jpnn.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Ciamis – Nathan tewas mengenaskan akibat terlindas truk pasir. Tubuh bayi usia 18 bulan itu terjatuh dari sepeda motor yang dikendarai orang tuanya di Jalan RE Martadinata atau tepatnya simpang tiga Anjrek, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu, 22 mei 2019 pagi.

Kejadian bermula sepeda motor Vario yang dikendarai Jaelani berboncengan dengan istrinya, Sri sambil menggendong Nathan (18 bulan), datang dari arah Cipaku menuju Ciamis. Tiba-tiba sepeda motor tersebut oleng dan terjatuh di tengah jalan pertigaan Anjrek atau depan Puskesmas Baregbeg.

Malang Benar Nasip Ati, Sebelum Ditemukan Tewas, Ini yang Dialami Asisten Rumah Tangga Ini

Dari arah berlawanan datang truk bermuatan pasir melaju dengan kecepatan sedang. Bayi yang digendong ibunya ikut terjatuh dari motor dan tergilas ban truk pasir. Sopir truk diduga tak melihat ada sepeda motor terjatuh saat melintas. Truk pasir malah tetap melanjutkan perjalanannya.

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung mengevakuasi bayi nahas dengan luka parah di kepala itu ke Puskesmas Baregbeg. Namun nyawa korban tak tertolong. Sejumlah warga mengejar truk pasir tersebut dan berhasil menangkapnya untuk bertanggung jawab.

“Saya melihat sepeda motor terjatuh dan ada ibu sambil menggendong bayi penuh darah luka parah. Lalu bayi itu saya gendong dibawa ke puskesmas,” ujar Aipda Rosmayadi Anggota Polsek Cipaku yang ikut membantu evakuasi korban saat ditemui di Puskesmas Baregbeg.

Sempat Berhenti, Massa Kembali Lempari Batu Stasiun Tanah Abang, Penumpang Menumpuk

Budi, sopir truk pasir, mengaku tak mengetahui bahwa mobil yang dikemudikannya melindas seseorang. Bahkan ia mengaku tak melihat ada sepeda motor terjatuh. Ia mengetahui ada motor tergeletak di jalan saat melihat kaca spion kendaraannya.

Karena berpikir tak ada apa-apa, ia langsung melanjutkan perjalanan sampai tanjakan Alinayin. “Saya dari Tasik mau ke Rajadesa, berhenti di Alinaying setelah ada yang nyusul. Katanya ada yang kecelakaan, terlindas truk,” ucap Budi saat akan dibawa petugas Satlantas Polres Ciamis.

Kecelakaan tersebut kini ditangani oleh Unit Laka Satlantas Polres Ciamis. Anggota Satlantas menggelar olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan saksi dan warga setempat. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Polisi mengatakan asisten rumah tangga (ART) yang kerap dianiaya oleh majikannya sudah lima hari tidak diberi makan sebelum akhirnya tewas.

“Korban sering mengalami kekerasan fisik dan terakhir koban sudah lima hari tidak diberi makan dan dimasukkan ke dalam kamar mandi, sehingga pada pukul 03.00 WIB korban ditemukan sudah tidak bernyawa,” kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, Selasa, 21 Mei 2019.

ART malang itu yang diketahui bernama Linawati alias Ati (20) dan berasal dari Garut, Jawa Barat.

Ngabuburit Bareng Paguyuban Saund System dan Banser NU, Danramil Batangan Bagikan Takjil

Ati kerap mendapat kekerasan fisik dari majikannya yang berinisial TVL, seperti dipukul dengan ulekan dan setrika jika pekerjaannya dianggap kurang rapi.

Bukti kekerasan oleh TVL terlihat jelas dengan banyaknya bekas luka di jenazah Ati.

“Pada jenazah tersebut banyak terdapat bekas luka baru maupun lama, lebam dan sebagainya yang dimungkinkan akibat kekerasan fisik,” kata Budhi di Mapolsek Metro Penjaringan.

Sempat Berhenti, Massa Kembali Lempari Batu Stasiun Tanah Abang, Penumpang Menumpuk

15 Tahun Penjara

Tersangka TVL kini telah ditahan oleh Polsek Metro Penjaringan dan masih menjalani pemeriksaan intensif.

Pelaku penganiayaan terancam jerat pidana dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara. “Kami kenakan Undang-Undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Pasal 44 Ayat 3 UU No.23/2004 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto

Dalam konferensi pers di Mapolsek Metro Penjaringan, Kombes Budhi mengatakan polisi mengenakan UU KDRT karena peristiwa tersebut terjadi di dalam lingkup rumah tangga.

Duaarr.. Petasan Jumbo Itu Meledak, Dua Bocah Berlari dan Terluka

“Karena ini masih dalam lingkup rumah tangga, dalam hal ini korban adalah ART dari pelaku,” tutur Budhi. (***)

sumber: harianterbit.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Massa sempat menghentikan pelemparan batu ke arah Stasiun Tanah Abang. Namun tidak berselang lama, massa kembali melempari batu ke arah stasiun. Penumpang menumpuk di stasiun.

Stasiun Tanah Abang awalnya dilempari pukul 07.35 WIB.

Polisi kemudian menembakkan gas air mata ke kerumunan. Lemparan batu mereda. Tapi tidak berselang 40 menit, batu kembali melayang.

“Ini dilempari lagi,” kata penumpang yang tidak bisa keluar stasiun, Rabu, 22 Mei 2019.

Suasana yang mulai tenang, kini kembali riuh.

Penumpang kembali berlarian masuk ke dalam stasiun karena takut terkena timpukan batu. Tidak berselang lama, tumpukan batu mereda.

Adapun penumpang yang sudah berada di stasiun, terjebak di dalam stasiun menunggu situasi kondusif kembali.

Saat ini petugas stasiun mengumumkan kereta api tidak lagi berhenti di Stasiun Tanah Abang. Bagi penumpang diminta turun di stasiun sebelum atau sesudahnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pekalongan – Dalam video amatir yang viral di media sosial, nampak dua remaja berlari tanpa arah setelah terkena ledakan petasan berukuran jumbo.

Keduanya terlihat ketakutan dan berlari terseok-seok mendekati kerumunan penonton yang memadati Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Banyurip Ageng Pekalongan Selatan.

Satu di antara bahkan memeluk rekannya karena kesakitan terkena ledakan petasan.

Namun beruntung kedua remaja berusia belasan itu hanya mengalami luka ringan. Dan segera mendapatkan perawatan di RS Djunaid Pekalongon.
Adapun usai kejadian, Petugas dari Polsek Pekalongon Selatan yang berada di lokasi kejadian langsung melakukan razia.

Dalam razia petugas mendapati beberapa petasan berukuran jumbo yang siap diledakkan oleh sejumlah pemuda di jalan tersebut. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Idulfitri atau lebaran tak bisa dipisahkan dari sajian kue kering.

Kue kering klasik dari nastar, putri salju, hingga kastengel selalu tersaji di setiap meja.

Lebaran sudah menjadi budaya masyarakat Indonesia untuk berkumpul berbagi keceriaan bersama keluarga dan kerabat.

Mau Tau Cara Membuat Cumi Bakar Bumbu Meresap dan Tidak Alot?

Tak Terasa Ramadhan Sebentar Lagi, Nih Ada Resep dan Cara Membuat Ayam Suwir Bumbu Daun Jeruk yang lezat

Bakso Beranak Daging Sapi, Nih Resep dan Cara Membuatnya

Namun taukah Anda, di balik nikmatnya penganan ini ada lima fakta menarik di baliknya.

1.Penemuan tak sengaja

Kue kering ternyata sudah lekat dengan peradaban muslim sejak berabad-abad lalu.

Menurut sejarah, kue kering di dunia dari Persia yang saat ini berubah nama menjadi Iran.

Masyarakat kerap mengenal kue kering sejak abad ke-7.

Kue kering tidak pernah diniatkan untuk diciptakan.

Saat itu, para tukang roti ingin membuat kue biasa pada umumnya.

Sayangnya, pada masa tersebut, memanggang kue bukan perkara yang mudah.

Salah satu kesulitan yang harus dihadapi dalam memanggang kue adalah penentuan suhu dalam oven yang akan digunakan.

Untuk mengukur suhu yang tepat, biasanya para tukang roti saat itu menjatuhkan sedikit adonan ke dalam oven.

Adonan kue yang jatuh inilah yang membuat kue kering lahir.

Saat itu, kue kering hanya versi tipis dari kue pada umumnya dan disajikan dalam porsi kecil dengan warna cokelat keemasan.

2.Menu kaum bangsawan

Pada zaman dahulu kue kering hanya disajikan bagi kaum bangsawan.

Kue kering kemudian menyebar ke seluruh dunia melalui pedagang Muslim.

Salah satu wilayah yang ikut mempopulerkan kue kering adalah daratan Eropa.

Di Eropa, sejarah kue kering bermula di Spanyol saat penaklukan Muslim.

Sekitar abad ke-14, penganan ini mulai dinikmati oleh seluruh masyarakat Eropa, mulai dari anggota kerajaan hingga rakyat biasa.
Kemudian pada 1596, makanan ringan ini menjadi makanan yang disajikan untuk kelas menengah di Inggris.

Kue kering yang populer saat itu berbentuk persegi kecil yang diperkaya dengan kuning telur dan rempah-rempah.

Kepopuleran kue kering makin berkembang karena penganan ini bisa tetap awet dalam waktu yang lama.

Ini membuatnya menjadi makanan sempurna untuk dibawa berpergian.

3.Produksi dikontrol asosiasi profesional

Pada 1671, imigran Inggris, Skotlandia, dan Belanda membawa kue kering pertama ke Amerika Serikat.

Kue kering kemudian disajikan saat minum teh.

Sama seperti saat ini, pembuatan kue kering dilakukan oleh industri rumahan.

Selanjutnya, ratusan resep kue dibuat di Amerika Serikat.

Baru sekitar abad ke-17 dan 18 di Eropa, pembuatan kue mulai dikontrol dengan hati-hati oleh asosiasi profesional.

4.Kudapan wajib perayaan Eropa

Setelah revolusi industri, pada abad ke-19, teknologi pembuatan kue makin maju.

Saat itu, bermacam-macam kue kering diciptakan mulai dari rasa manis hingga gurih.

Sejak saat itu, kue menjadi salah satu kudapan wajib untuk berbagai perayaan di Eropa maupun Amerika seperti Natal dan sebagainya.

5.Masuk Indonesia saat penjajahan Belanda

Di Indonesia sendiri salah satu kue kering yang terkenal adalah nastar.

Penganan ini laris ketika Lebaran.

Setelah nastar, kemudian muncul berbagai varian kue kering lainnya.

Nastar masuk ke Indonesia ketika masa penjajahan Belanda.

Kue ini menjadi pengganti pie blueberry atau apel yang merupakan kegemaran bangsa Belanda.

Nama nastar adalah kepanjangan bahasa Belanda yaitu “Ananas/ nanas” dan “Taart/tart/pie” yang artinya Tart nanas.

Penggunaan nanas sendiri merupakan pengganti buah blueberry yang sulit ditemukan di Indonesia.

Hingga saat ini, nastar merupakan salah satu kue kering favorit di Indonesia untuk berbagai perayaan dan menyambut tamu.

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan mengeluarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Dalam aturan baru tersebut, Kemenhub memutuskan menurunkan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat rute domestik sebesar 12 hingga 16 persen.

Maskapai nasional wajib menerapkan tarif baru ini paling lambat pada Sabtu 18 Mei 2019.

BACA JUGA:

Kenaikan Harga Tiket Pesawat dan Pemilu Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

Harga Tiket Pesawat Masih Selangit, Ini Kata Menteri Perhubungan

Dalam lampiran Keputusan Menteri Perhubungan itu disertakan harga tiket pesawat di semua rute domestik setelah TBA-nya diturunkan.

Ini daftar harga tiket pesawat dengan rute-rute populer yang ada di Indonesia.

Dampak dari Tiket Pesawat yang Naik, Ini yang Dialami Kapal Pelni

Berikut rincian tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB) di sejumlah rute populer di Indonesia:

Pertama: untuk rute Jakarta-Makassar TBA-nya dipatok di harga Rp 1.830.000, sedangkan TBB-nya di harga Rp 641.000.

Kedua: untuk rute Jakarta-Medan (Kualanamu) TBA-nya dipatok di harga Rp 1.799.000, sedangkan TBB-nya di harga Rp 630.000.

Ketiga: untuk rute Jakarta-Palembang TBA-nya dipatok di harga Rp 844.000, sedangkan TBB-nya di harga Rp 295.000.

Keempat: untuk rute Jakarta-Semarang TBA-nya dipatok di harga Rp 796.000, sedangkan TBB-nya di harga Rp 279.000.

Kelima: untuk rute Jakarta-Solo TBA-nya dipatok di harga Rp 906.000, sedangkan TBB-nya di harga Rp 317.000.

Keenam: untuk rute Jakarta-Surabaya TBA-nya dipatok di harga Rp 1.167000, sedangkan TBB-nya di harga Rp 408.000.

Ketujuh: untuk rute Jakarta-Yogyakarta (Adisutjipto) TBA-nya dipatok di harga Rp 860.000, sedangkan TBB-nya di harga Rp 301.000.

Delapan: untuk rute Jakarta-Lombok Praya TBA-nya dipatok di harga Rp 1.396.000, sedangkan TBB-nya di harga Rp 489.000.

Kesembilan: rute Denpasar-Jakarta TBA-nya dipatok di harga Rp 1.431.000, sedangkan TBB-nya di harga Rp 501.000.

Namun, besaran tarif ini belum termasuk biaya PPN, Asuransi, biaya tambahan dan tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U).

“Keputusan baru ini akan dilakukan evaluasi secara berkala setiap tiga bulan atau jika terjadi perubahan signifikan yang mempengaruhi keberlangsungan kegiatan badan usaha angkutan udara,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti di Jakarta, Kamis, 16 Mei 2019.

Polana menjelaskan, evaluasi tersebut juga bisa dilakukan jika terjadi kenaikan harga avtur atau pun perubahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Sebab, biaya operasional pesawat rata-rata menggunakan dollar AS. “Dalam ketentuan ini asumsinya harga avtur rata-rata Rp 10.845 dan nilai tukarnya Rp 14.138,” kata Polana.

Memberatkan maskapai

Sementara itu, Anggota Ombudsman RI Alvin Lie menyatakan Kementerian Perhubungan harus bisa mengatur harga tiket agar bisa wajar, dan tidak boleh memaksa harga tiket harus murah.

Menurut Alvin, langkah Kementerian Perhubungan yang mewajibkan maskapai menurunkan harga tiket, tidak memperhatikan kondisi keuangan maskapai penerbangan.

Maskapai akan rugi jika tarif pesawat diturunkan.

“Kebijakan harus perhatikan pihak terkait, termasuk kepentingan airline. Tidak bisa semaunya menaikkan dan menurunkan. Saya khawatir jika Kemenhub menurunkan meminta maskapai menurunkan harga tiket, ini mengabaikan pihak airlines,” ujarnya Kamis, 16 Mei 2019. (***)

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Manado – Kabar bocah usia 6 tahun meninggal dunia gara-gara tersedak bakso menjadi gempar di media sosial.

NAMUN, polisi mengungkap kejadian yang sebenarnya, termasuk identitas bocah tersebut yang meninggal dunia pada Selasa, 14 Mei 2019 malam.

Kapolres Minahasa Danny Situmorang melalui Paur Humas Aipda Reynold Wowor mengakui adanya peristiwa bocah meninggal dunia karena tersedak saat makan bakso.

“Menurut pengakuan orangtua korban bahwa korban sebelumnya memesan bakso dan saat korban memakan ia tersedak bakso di tenggorokan dan tidak sampai tertelan,” katanya kepada Tribunmanado.co.id, pada Kamis, 16 Mei 2019.

Ia menerangkan bocah tersebut bernama Gavriel Noldi Langi, anak pasangan Hutri Kumayas dan Yunu Langi . Anak tersebut mengalami gangguan perkembangan yang bisa disebut autisme.

“Jadi untuk kasus kematian bocah enam tahun ini sudah tidak kami lanjutkan penyidikannya karena pihak keluarga sudah menganggap kejadian yang menimpa anaknya berupa kecelakaan,” katanya.

Dia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya atas postingan yang ada di media sosial.

“Jadi saat korban dibawa di rumah sakit, ada orang Langowan yang memposting di Facebook atas peristiwa tersebut yang hanya mendengar cerita yang belum tentu benar,” tandas Paur Humas.

Diketahui, Gavriel merupakan warga Desa Tondegesan, Kecamatan Kawangkoan, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara.

Kematian Gavrie cepat menyebar dan menjadi heboh karena dikabarkan tersedak bakso.

Pengakuan Pedagang Bakso

Hani Sumolang (44) penjual bakso mengakui bocah tersebut bersama orangtuanya memang sering makan bakso di tempat tersebut.

Dia memng suka makan bakso.

“Seringkali makan di rumah makan dan sering juga memesan nantinya dibawa dan dimakan di rumah mereka. Kemudian untuk terakhir sudah tidak ingat jam berapa. Namun sudah malam,” kata Hani.

Ia menambahkan tidak tahu soal kabar kematian bocah tersebut sebelum didatangi polisi.

Hani tidak mengetahui penyebab kematian anak tersebut yang merupakan bakso jualannya.

“Kalau keracunan makanan bakso mungkin hari ini siapa saja yang makan menu yang sama dengan yang dipesan akan keracunan semuanya,” ujarnya.

Dia menambahkan sebelumnya keluarga tersebut memesan bakso tiga porsi lewat telepon dan diantar langsung olehnya.

Selanjutnya ia mendapat informasi bocah tersebut telah meninggal beberapa jam kemudian.

Kurang Pengawasan Orangtua

Kadis Kesehatan Minahasa Juliana Kaunang mengatakan kasus tersedaknya anak tersebut yaitu kurangnya pengawasan oran tua mengenai pola makan dan tata cara makan yang benar

“Jika betul kalau penyebabnya akibat tersedak. Harusnya kan kalau makan itu apalagi untuk anak usia enam tahun harus sesuai aturan yaitu mengunyah makanan sebanyak 30 kali,” katanya

Dia menerangkan tidak masalah anak usia 6 tahun mengonsumsi bakso karena anak usia d iatas satu tahun sudah bisa mengonsumsi makanan berat.

“Memang benar di usia di atas satu tahun sudah bisa makan makanan berat, tapi harus tetap dalam bimbingan orangtua. Mungkin saat anak tersebut sedang makan bakso sambil sedang melakukan sesuatu atau tidak diam,” katanya.

Coba Manuver Heimlich

Menurut dr. Wahju Aniwidyaningsih, MD, PhD, Head – Division of Interventional Pulmonology and Respiratory Critical Care di RS Persahabatan, dalam dunia medis, benda asing yang tersedak di saluran pernapasan dapat membahayakan setiap orang.

Pernyataan dr. Wahju Aniwidyaningsih, MD, PhDdi dikutip dari intisarionline.

Benda dengan ukuran besar dapat menyumbat daerah pita suara (laring) yang mengakibatkan kita kesulitan untuk bernapas.

Tidak menutup kemungkinan, kondisi ini juga bisa terjadi pada benda asing yang berukuran kecil.

Contohnya, bila tersedak jarum pentul yang biasanya terjadi pada wanita berhijab.

Jika orang yang tersedak jarum pentul itu kesulitan untuk bernapas, kita dapat menolongnya dengan menggunakan manuver heimlich.

Caranya, dengan memosisikan korban secara berdiri atau duduk, lalu berdirilah di belakangnya.

Setelah itu beri dorongan (pukul) pada bagian punggung korban dengan dasar telapak tangan kita.

Hal ini kita lakukan untuk memberikan suatu tekanan, dan diharapkan bisa mengeluarkan kembali jarum pentul yang tersangkut di tenggorokkan.

Pada jarum pentul yang tersedak dan turun ke saluran napas bawah, mungkin tidak akan menyebabkan sumbatan.

Namun, bila dibiarkan dalam jangka waktu lama akan berakibat buruk bagi kesehatan korban.

Biasanya dokter akan memulai dengan rontgen atau CT-scan untuk mengetahui letak jarum pentul tersebut.

Selanjutnya dokter akan melakukan tindakan untuk mengelurkan jarum pentul dengan menggunakan alat yang bernama bronkoskop fleksibel.

Alat ini merupakan slang fleksibel yang dilengkapi dengan kamera mikro dan alat khusus untuk menarik benda asing.

Selain bronkoskop fleksibel, kita juga bisa menggunakan bronkoskop rigid untuk mengeluarkan benda asing yang relatif lebih besar. Seperti tutup pulpen, gigi, atau gigi palsu.

Bagi mereka yang tertelan duri ikan, biasanya ditangani oleh dokter THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan).

Duri ikan ini umumnya tersangkut di tenggorokan bagian belakang (dinding faring).

Bila Anak Tersedak

Dokter anak di Mayo Clinic Child’s Center, dr Grace Arteaga, mengatakan bahwa ketika anak tersedak atau menelan sesuatu yang berbahaya, orangtua atau pengasuh sering kali memberi minum atau makan untuk mendorong benda asing tersebut masuk ke dalam lambung. Padahal sebenarnya itu tidak dianjurkan.

“Selain itu, tindakan memaksa anak untuk muntah juga kurang tepat. Sebaliknya, anak perlu dibawa ke dokter atau unit gawat darurat,” imbuhnya.

Jika anak terbatuk-batuk setelah menelan sesuatu, suruh dia untuk melanjutkan batuknya dan jangan menyuruhnya untuk berhenti.

Namun apabila anak tidak bisa batuk lagi dan semakin sulit untuk bernapas, sebaiknya segera gunakan prosedur “five and five” sebagai pertolongan pertama dalam kasus tersedak:

1.Pertama, berikan lima tepukan antara tulang belikat anak dengan tumit telapak tangan Anda.

2.Selanjutnya, berikan lima tekanan pada perut (juga dikenal sebagai manuver Hemlich). Untuk bayi, lakukan penekanan pada dada karena menekan perut dapat menyebabkan cedera.

3.Lakukan bergantian antara tepukan pada punggung dan tekanan pada perut atau dada sampai tenggorokan tak lagi tersumbat. Pada saat yang sama, seseorang sebaiknya memanggil bantuan medis.

Pada bayi, orangtua bisa meletakkan bayi dengan posisi telungkup dan kepala lebih rendah.

Kemudian tepuk lembut punggung bayi menggunakan tumit telapak tangan. Kombinasi antara gravitasi dan kekuatan dari tepukan tangan akan mengeluarkan obyek yang menghalangi saluran pernapasan bayi.

Selain itu sebaiknya orangtua tidak memasukkan jari ke rongga mulut anak karena dapat membuat benda tersebut semakin masuk ke dalam saluran pernapasan. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Polri menyatakan sembilan terduga teroris yang ditangkap di Jawa Tengah dan Jawa Timur berencana menyerang kantor polisi. Selain itu, para terduga teroris juga berencana melakukan aksi amaliyah mereka saat momentum pemilu.

“Ya salah satu sasaran kan jelas, mereka kan punya prinsip bahwa siapapun yang tidak sealiran, itu adalah musuh mereka, polisi, jelas sasarannya, kantor-kantor polisi.

Diduga juga mereka memanfaatkan momentum pesta demokrasi, diduga ada beberapa indikasi hal tersebut,” kata Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 16 Mei 2019.

Ini Kronologi Penangkapan Paksa Terduga Teroris yang Melukai Beberapa Anggota Polisi

Namun Iqbal tak menjelaskan secara rinci mengenai momentum pemilu yang dimaksud. Tim Densus 88 Antiteror Polri masih mendalami keterangan dari para terduga teroris yang ditangkap.

“Momentum pemilu, kita tidak bisa mendapat informasi tersebut, sedang kita dalami,” ujar dia.

Menurut Iqbal, tim Densus 88 juga sedang melakukan pengembangan untuk menangkap terduga teroris yang lain. Dia menegaskan pihaknya terus berusaha untuk mengantisipasi potensi serangan yang bakal terjadi.

Teroris Bom Thamrin Aman Abdurrahman Segera Dieksekusi Mati, Keluarga: “Yakin Ajal Telah Ditentukan Oleh Allah”

“Nanti kami akan sampaikan, tunggu saja teman-teman Densus 88, seperti apa yang saya sampaikan tadi, menjejaki. Kita terus bekerja, ada beberapa target-target lain yang harus kita lakukan, upaya-upaya paksa kepolisan, untuk apa? sebenarnya untuk mengantisipasi terjadinya serangan-serangan teror pada momentum pesta demokrasi, momentum Ramadhan, momentum hari raya Idul Fitri nanti, sehingga seluruh masyarakat dapat melakukan aktivitasnya aman, damai,” imbuh dia.

Sebelumnya, sembilan terduga teroris dibekuk aparat Densus 88 Antiteror Polri di Jawa Tengah dan Jawa Timur secara serentak pada Selasa, 14 Mei 2019.

Antasari Azhar: Ingat, Pelaku Teror Itu Akan Lebih Duluan Bergerak Daripada yang Akan Diterort

“Densus 88 melaksanakan tindakan preventive strike terhadap terduga pelaku terorisme pada 14 Mei 2019. Dilakukan penangkapan sebanyak sembilan terduga teroris,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 15 Mei 2019.

Dari sembilan tersangka, delapan di antaranya diamankan di wilayah Jawa Tengah. Mereka adalah AH alias Memet (26), A alias David (24), IH alias Iskandar (27), AU alias Al (25), JM alias Jundi alias Dian (26), AM alias Farel (26), Tatang, dan PT alias Darma (45). Kedelapan terduga teroris itu ditangkap di wilayah berbeda, mulai Grobogan, Sukoharjo, Sragen, Kudus, Jepara, dan Semarang.

Dedi kemudian menerangkan poin penting dalam penangkapan sembilan terduga teroris ini. Tujuh tersangka, yaitu AH alias Memet, A alias David, IH alias Iskandar, AU alias Al, AS alias Tatang, dan PT alias Darma, pernah hijrah ke Suriah.

“Menjadi catatan penting di antara sembilan pelaku terorisme yang sudah berhasil diamankan, tujuh di antaranya pernah berangkat ke Suriah. Dua belum pernah berangkat ke Suriah,” terang Dedi.

Dedi menyebutkan terduga teroris yang pernah ke Suriah lebih berpengalaman, memiliki kemampuan, karena sudah teruji dan memiliki militansi yang lebih tinggi dibanding yang belum pernah ke Suriah. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Malang – Kasus mutilasi ini terkuak kala ditemukannya mayat wanita misterius di gedung eks Matahari Departement Store, Pasar Besar, Kota Malang pada Selasa, 14 mei 2019.

Setelah mayat wanita ini ditemukan, lalu Polresta Malang segera menangani kasus mutilasi ini.

Kondisi mayat wanita yang diperkirakan berusia 34 tahun itu saat ditemukan tidak utuh.

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi mengumpulkan enam potongan tubuh korban yang tercecer di Pasar Besar Malang.

Potongan tubuh itu terdiri dari dua kaki, dua tangan, bagian badan dan bagian kepala korban.

Selain itu, polisi juga temukan tiga surat misterius yang tertulis seperti mantra di dinding dekat TKP.

Dengan petunjuk yang sangat minim, polisi lalu menerjunkan unit K-9 atau anjing pelacak untuk membantu mencari pelaku.

“Anjing ini melacak sampai di Gotong Royong tempat untuk pembakaran mayat di Jalan Laksamana Martadinata. Di sana sempat berhenti, namun karena tidak ada orang kemudian anjing ini kami pulangkan,” ungkap Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri, dikutip Grid.ID dari Kompas.com.

Sugeng si pelaku mutilasi ini mengaku bahwa ia memutilasi tubuh korban dengan menggunakan gunting.

Saat ditanya, gaya bicaranya saat menjawab terlihat seperti orang yang memiliki kelainan jiwa.

Sugeng juga ternyata memiliki riwayat kriminal atau kejahatan lainnya.

Diketahui Sugeng dulunya adalah warga Jodipan Wetan Gang III RT 04/RW 06 Kota Malang.

Ia diusir dari kampungnya karena kerap membuat onar.

Narko (51) yang dulunya tetangga Sugeng menuturkan kalau Sugeng pernah membakar rumahnya saat tinggal di Jodipan.

Sugeng juga pernah memotong llidah pacarnya sendiri dan memukul kepala sang ayah menggunakan palu.

“Sugeng ini dari dulu selalu bikin gempar warga. Bahkan, Sugeng juga pernah diusir dari sini (Jodipan) sekitar 7-8 tahun lalu,” ujarnya. (***)

sumber: grid.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Heboh. Nilu Kentari (24), melahirkan sendiri dua bayi kembarnya di kos-nya di Batuaji, Batam, Selasa, 14 Mei 2019.

Sontak, warga heboh begitu mengetahui pertistiwa wanita melahirkan di kos. Bayi kembar tersebut berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.

Bukan karena lahirnya dua bayi kembar, kehebohan itu terjadi karena Nilu Kentari melahirkan bayi kembarnya seorang diri, tanpa bantuan suami atau bidan.

Bayi kembar Nilu Kentari sempat hidup. Kesaksian itu datang dari teman satu kos Nilu Kentari.

Namun, tak lama kemudian bayi kembar tersebut meninggal dunia.

Mengapa Nilu Kentari melahirkan seorang diri? Ke mana suaminya?

Dari hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan oleh polisi, diketahui anak yang ia lahirkan tersebut merupakan hasil hubungan terlarangnya dengan sang kekasih.

Namun sayang, pria tersebut tahu kekasihnya berbadan dua, dia langsung menghilang bak ditelan bumi November 2018 lalu.

Berikut rangkuman sejumlah fakta terkait kasus penemuan jenazah bayi kembar tersebut:

1.Anak Hasil Hubungan Terlarang

Nilu Kentari (24) merupakan gadis perantauan. Ia di sini bekerja di salah satu perusahaan yang ada di Batam.

Kemudian ia mengenal pria berisnisal RP. Hubungan mereka berlanjut hingga kedua orang ini menjalin hubungan asmara.

Selain itu, mereka juga sudah melakukan hubungan badan dan membuat Nilu hamil di luar nikah.

2.Kekasih Kabur Setelah Tahu Nilu Kentari Hamil

Kekasih Nilu berinisial RP justru kabur dan meninggalkan kekasihnya saat tahu jika Nilu sedang mengandung anaknya.

Nilu mengaku terakhir bertemu kekasihnya November 2018 hingga akhirnya wanita ini melahirkan sendiri di dalam kamar kos.

3.Nilu Ngaku Kena Penyakit Asam Lambung

Teman-teman Kos Nilu mengaku tidak mengetahui jika selama ini Nilu sedang hamil.

Seorang penghuni kos mengakui jika selama ini Nilu memang sering terlihat sakit-sakitan.

Semenjak itu, Nilu jarang bergabung bersama teman-teman kosnya.

Setelah pulang kerja, Nilu langsung masuk kamar dan tidur.

Bahkan saat ditanya, Nilu hanya mengaku sedang sakit perut akibat penyakit asam lambung.

4.Melahirkan Sendiri di Dalam Kamar

Tanpa dibantu tim medis, Nilu berjuang sendiri mengeluarkan sang bayi kembar dari dalam rahimnya.

Nilu melahirkan di dalam kamar kos sendirian. Saat kejadian, teman-teman kos Nilu sedang pergi bekerja, sehingga hanya dia yang ada di tempat kos tersebut.

5.Pingsan 8 Jam Usai Potong Tali Pusat

Kanit Reskrim Polsek Batuaji Iptu Melki Sihombing, menjelaskan, Nilu Kentari melahirkan anak pertama Selasa, 14 Mei 2019 sekitar pukul 10.00 WIB, tidak hanya satu, setelah melahirkan anak pertama Nilu kembali melahirkan anak kedua.

“Jadi anaknya cowok dan cewek,” kata Melki, Rabu, 15 Mei 2019.

Setelah melahirkan anak pertama dan anak kedua itu, Nilu memotong tali pusar anaknya dengan gunting yang ada di dalam kamar kosnya.

Saat anak pertama dan anak kedua lahir kondisinya masih hidup.

Karena terlalu lelah setelah melahirkan bayi kembar akhirnya Nilu tidak sadarkan diri.

Ia sempat pingsan selama 8 jam usai memotong tali pusar anak yang ia lahirkan.

Ia terbangun setelah azan Magrib setelah masuk waktu berbuka.

6.Kedua Bayi Sempat Hidup

Setelah melahirkan anak pertama dan anak kedua itu, Nilu memotong tali pusar anaknya dengan gunting yang ada di dalam kamar kosnya.

Saat anak pertama dan anak kedua lahir kondisinya masih hidup.

Karena terlalu lelah setelah melahirkan bayi kembar akhirnya Nilu tidak sadarkan diri.

Ia pingsan selama delapan jam. Saat terbangun ternyata anaknya sudah meninggal dunia.

7.Tubuh Satu Bayi Terbungkus Sprei di Dalam Ember Cucian

Saat ditemukan di lokasi, jasad seorang bayi yang dilahirkan Nilu Kentari ditemukan terbungkus sprei dan diletakkan di dalam ember cucian.

8.Setelah Sadar, Nilu Kentari Minta Bantuan Teman Kos

Setelah pingsan selama 8 jam, Nilu akhirnya tersadar dan meminta bantuan teman kosnya dan memberitahu mereka jika dia baru saja melahirkan anak kembar.

Karena takut, teman kos Nilu melaporkan hal itu pada Ketua RT setempat hingga akhirnya Nilu dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara kedua jenazah bayi tersebut dibawa ke RS Bhayangkara. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Garut – Rasa sesal kini menghinggapi RGS, warga Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut. Pemuda berusia 26 tahun tersebut terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian karena diduga telah melakukan pencabulan kepada anak di bawah umur.

Tak tanggung-tanggung, korban akibat aksi tak terpujinya itu bahkan mencapai 20 orang. Akibat aksi bejadnya tersebut, RGS pun terpaksa harus mendekam dibalik dinginnya jeruji besi Mapolres Garut untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatannya.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kepada petugas pelaku (RGS) mengaku telah mencabuli 20 gadis. Namun dari jumlah tersebut hanya 8 orang yang benar-benar disetubuhinya, sedangkan yang lainnya hanya diraba-raba dan digesek-gesek,” ujar Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna saat menggelar ekspos kasus pencabulan di Mapolres Garut, Jalan Sudirman, Kabupaten Garut, Rabu, 15 Mei 2019.

Kelakuan Bejat Pria Paruh Baya Ini Membawanya Tinggal di Jeruji Besi

Menurut Budi, awalnya pelaku mengenal para korban melalui media sosial facebook. Semua korban masih satu kecamatan dengan pelaku. Para korban pencabulan yang dilakukan RGS semuanya masih di bawah umur dengan rentang usia rata-rata antara 15-17 tahun.

Setelah saling berkomunikasi di akun facebook, terang Budi, pelaku yang mengaku sebagai orang pintar itu pun lalu meminta para korban untuk menceritakan keluh kesahnya. Setelah semakin dekat, pelaku lalu mengajak korban untuk bertemu. Saat bertemu, pelaku menyebut bisa memberi solusi atas masalah yang diderita para korban.

Pondok Sawah Jadi Saksi Bisu Kebejatan Seorang Ayah Perkosa Putrinya Sendiri! Sang Istri Pingsan Lihat Rekaman Videonya

“Jadi korban ini semuanya masih di bawah umur. Masih berstatus pelajar. Rentangnya dari 15 sampai 17 tahun. Setelah mengenal korban, pelaku lalu mengajak bertemu. Pelaku membuat korban untuk curhat soal masalahnya. Lalu menawarkan solusi,” ucapnya.

Budi menyebut, solusi yang ditawarkan pelaku yakni dengan menggelar ritual. Ada dua ritual yang bisa dipilih, yakni kias dan pangasal. Kias untuk menghilangkan kesialan dan pangasal agar kejiwaan korban seperti terlahir kembali. Namun ujung-ujungnya dua ritual itu malah menyetubuhi korban.

“Katanya ritual itu diberikan ke korban untuk buang sial dan buka lembaran baru,” ucapnya.

Budi menuturkan, kasus pencabulan yang dilakukan pelaku sudah terjadi sejak 2018 lalu. Pencabulan dilakukan di beberapa tempat, salah satunya di rumah pelaku. Kasus ini terungkap setelah salah satu korban melapor ke Polsek Cisewu.

Atas perbuatannya, lanjut Budi, pelaku dijerat pasal 81 UU nomor 35 tahun 2014 tentang memaksa anak melakukan persetubuhan dan pasal 82 UU nomor 23 tahun 2014 tentang tipu muslihat atau membujuk anak melakukan perbuatan cabul.

“Ancaman hukumannya 5 sampai 15 tahun penjara. Akan kami beri yang paling maksimal,” ujarnya.

Diungkapkan Budi, pihaknya terus melakukan pengembangan terkait kasus ini. Ia pun mengimbau, kepada para korban atau pihak keluarga korban kejahatan seksusal lainnya yang dilakukan tersangka RGS ini untuk melapor ke polisi agar kasusnya bisa segera ditangani dengan tuntas.

Sementara itu, RGS mengaku jika jumlah korban yang telah dicabulinya sudah mencapai sebanyak 20 orang. Ia menyebut, 8 orang korban sudah disetubuhi, sedangkan 12 orang lainnya hanya dilecehkan.

“Awalnya saya kenalan di facebook lalu ngajak ketemu. Diajak ngobrol dulu. Baru delapan yang disetubuhi,” ujar RGS yang mengaku sangat menyesal atas segala yang telah dilakukannya.

Ketua P2TP2A Garut, Diah Kurniasari Gunawan, mengatakan pihaknya akan memberi pendampingan kepada para korban. Selainj itu, para korban juga akan diberi terapi untuk memulihkan traumanya.

“Nanti ada trauma healing untuk korban dan orang tuanya. Kami juga akan datang ke Cisewu untuk bertemu korbannya langsung,” katanya.(***)

sumber: galamedianews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Musim mudik liburan tinggal menghitung minggu, bagi para calon pemudik pasti sudah memiliki rencana. Ini harga tiket bus mudik ke Jawa Tengah.

Bagi yang ingin mudik pakai bus umum, sekarang sudah dimudahkan dengan fasilitas infrastruktur tol yang sudah tersambung mulai dari Jakarta hingga ke Jawa Tengah, dan bahkan Jawa Timur.

Dengan infrastruktur tol yang sudah baik, maka jarak tempuh bus ke kota atau kabupaten di Jawa Tengah bus bisa terpangkas banyak, sehingga moda transportasi ini jadi salah satu pilihan pemudik.

“Masyarakat merasa jam tempuh lebih cepat, dan sudah lebih nyaman karena bus tidak ugal-ugalan lagi seperti saat lewat Pantura,” tulis Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa, 14 Mei 2019.

Untuk para detikers dan calon pemudik yang ingin menggunakan jenis angkutan bus, berikut daftar harga tiket bus dengan trayek dari Jakarta ke sejumlah kota/kabupaten Jawa Tengah seperti Kudus, Solo, Blora, Wonogiri, dan Klaten.

PO Garuda Mas

Kelas Ekesekutif (Seri DD), Jurusan Jakarta – Cepu

19 – 21 Mei : Rp 400.000
22 – 23 Mei : Rp 440.000
24 – 25 Mei : Rp 480.000
26 Mei – 4 Juni : Rp 520.000

Kelas AC Ekonomi (Seri BA), Jurusan Jakarta – Blora

26 Mei – 4 Juni : Rp 300.000

Kelas AC Ekonomi (Seri SA), Jurusan Jakarta – Sragen

26 Mei – 4 Juni : Rp 300.000

PO Haryanto

Jurusan Jakarta – Kudus

17 – 19 Mei : Rp 220.000
20 – 23 Mei : Rp 250.000
24 – 26 Mei : Rp 320.000
27 – 28 Mei : Rp 420.000
29 Mei – 4 Juni : Rp 490.000

PO Putera Mulya

Kelas VIP, Jurusan Jakarta – Solo – Wonogiri

17 – 19 Mei : Rp 195.000
20 – 23 Mei : Rp 225.000
24 – 25 Mei : Rp 300.000
26 – 28 Mei : Rp 400.000
29 Mei – 4 Juni : Rp 485.000
5 – 9 Juni : Rp 350.000
10 – 30 Juni : Rp 195.000

Kelas VIP, Jurusan Jakarta – Jogja – Klaten

17 – 19 Mei : Rp 195.000
20 – 23 Mei : Rp 200.000
24 – 28 Mei : Rp 250.000
29 Mei – 4 Juni : Rp 375.000
5 – 9 Juni : Rp 250.000.(***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Singkawang – Warga Kopisan, Kecamatan Singkawang Selatan, Kalimantan Barat, John Felix (14) diduga meninggal dunia akibat pengeroyokan yang dilakukan teman bermainnya.

John Felix (14) menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan ke Pontianak, setelah sempat dibawa ke Rumah Sakit Abdul Azis Singkawang.

Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi mengungkap kronologi dugaan pengeroyokan terhadap John Felix, Rabu, 15 Mei 2019.

Menurut Kapolres, berdasarkan informasi sementara yang pihaknya himpun, dugaan pengeroyokan terjadi pada Ahad, 12 Mei 2019 sekitar pukul 21.15 WIB malam.

Ini Perintah Jokowi ke Kapolri Terkait Kasus Perundungan yang Menimpa Audrey

Kejadian bermula dari saling ejek di media sosial.

“Korban Felix mengatakan sebuah kata ejekan kepada tersangka H melalui media sosial,” kata Kapolres.

Tidak terima diejek, H (13) kemudian mendatangi korban.

Ini Permintaan Audrey Korban Perundungan saat Dijenguk Ifan ‘Seventeen’

Saat datang H ternyata tidak sendiri. Ada F (16), C (14), dan E (16) yang malam itu yang juga ikut serta.

Ketika sampai di Tempat Kejadian Perkara (TKP), sebuah ladang Pohon Jabon, di Kopisan, sempat terjadi cekcok mulut antara korban dan tersangka.

Korban dan terduga pelaku kemudian terlibat perkelahian, yang berlanjut dengan pemukulan oleh empat anak tersebut terhadap korban.

Terkait Kasus Audrey, Pakar Ingatkan Pengaruh Media Sosial pada Kasus Bullying

Dari informasi yang Tribun himpun, korban ditemukan tergeletak di lokasi kejadian oleh warga yang kebetulan melintas.

Hal itu kemudian disampaikan ke keluarga korban yang kemudian membawa John Felix ke RSUD dr Abdul Aziz Singkawang.

Dari Abdul Azis, korban lalu dirujuk ke Pontianak. Namun korban meninggal dunia di tengah perjalanan.

Kapolres mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap empat orang anak masing-masing berinisial F (16), C (14), H (13) dan E (16).

Keempat anak tersebut diduga telah melakukan pembunuhan, yang mengakibatkan John Felix (14).

Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi, mengatakan keempat anak tersebut diperiksa dengan dugaan telah melakukan kekerasan terhadap korban.

“Dari hasi pemeriksaan ada empat orang anak di bawah umur yang melakukan kekerasan terhadap korban, karena adanya luka parah korban pada awalnya sempat ditolong di Singkawang namun akhirnya dirujuk ke Pontianak,” ujarnya, Rabu, 15 Mei 2019.

Dikarenakan, tersangka adalah anak dibawah umur maka Kapolres mengatakan ada perlakuan khusus untuk melakukan penyelidikan.

“Karena tersangkanya anak di bawah umur, maka kami memperlakukan khusus terhadap para tersangka, dan saat ini masih dilakukan penyelidikan,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dirinyapun sangat menyayangkan kejadian itu.

Karena mengingat kedua belah pihak masih di bawah umur.

“Saya sangat menyayangkan kejadian ini terjadi karena tersangka dan korban masih dibawah umur,” katanya.

Untuk itu, Raymond mengimbau kepada para orangtua untuk selalu mengawasi pergaulan anak-anaknya jangan sampai tidak ada kepedulian orangtua dalam hal memberikan atau mengawasi anak-anaknya.

Atas perbuatannya, tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan ancaman penjara 15 tahun dan denda Rp 13 Miliar.

“Tersangka dijerat dengan Pasal 80 Ayat 3 UU Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang UU Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun dan denda Rp 13 milyar,” tutupnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Seorang penumpang gelap asal Indonesia telah ditangkap di Bandara Internasional Penang, Malaysia.

Hal tersebut dilakukan penumpang gelap ini setelah mencoba terbang pulang dengan bersembunyi di bagian roda pendaratan pesawat terbang.

Pria tak dikenal asal Indonesia ini ditemukan oleh teknisi pesawat pada Hari Senin, 13 Mei 2019 pagi waktu setempat.

Masih Jadi Impian, Ini Dia Yamaha FMAX, Versi Hemat dari NMAX 155

Pria tersebut ditahan karena masuk tanpa izin di area bandara.

Dikutip dari Straitstimes.com, pria tersebut mengaku kepada pihak bandara jika dirinya tidak mempunyai uang untuk kembali ke Medan.

Bahkan, pria tersebut bisa terkena hipotermia pada saat pesawat mencapai ketinggian.

Hadapi PSS Sleman, Arema Akan Tampil dengan Kekuatan Penuh

Kepada kantor berita Bernama, Wakil Kepala Polisi Distrik Barat Daya Penang, Jefri Md Zein pun membenarkan insiden tersebut.

Ia mengatakan bahwa penyelidikan kini tengah dilakukan pihaknya untuk mengetahui apa motif dibalik aksi penyusupan yang dilakukan laki-laki itu.

Seperti pada bulan Februari 2016 silam, sebuah pesawat kargo milik Amerika Serikat ditemukan noda darah di bagian roda pesawat saat mendarat di Bandara Zimbabwe.

Perkembangan Terbaru Kasus Vanessa Angel, Tim Pengacara Laporkan 7 Penyidik Polda Jatim Dilaporkan ke Mabes

Setelah para teknisi pesawat melakukan pengecekan, didapati tubuh seorang lelaki yang sudah hancur di dalam kompartemen bawah dari pesawat.

Saat itu, pesawat asal Amerika Serikat ini sedang melakukan pengisian bahan bakar di Bandara Zimbabwe.

Pria itu diyakini telah menyelinap masuk ke lubang pendaratan di bandara sebelumnya dan tewas ketika roda ditarik kembali setelah lepas landas. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Surabaya – Diduga melakukan rekayasa kasus prostitusi online artis Vanessa Angel, 7 penyidik Kepolisian Polda Jatim di laporkan ke Mabes Polri. Laporan terhadap 7 penyidik ini dilakukan oleh pengacara Vanessa Angel.

Milano Lubis, salah satu pengacara Vanessa Angel mengatakan, pihaknya sudah melaporkan penyidik Polda Jatim ke Mabes Polri. Mereka dilaporkan atas dugaan rekayasa kasus yang kini tengah membelit Vanessa Angel.

Misteri Sosok Menteri, Benarkah Vanessa Angel Lebih Memilih Ini Daripada “Mimican” Dalam Melayani Kliennya?

“Sudah kita laporkan tadi ke Mabes Polri. Sebanyak 7 orang penyidik, terkait dengan dugaan rekayasa kasus,” kata Milano, Selasa, 14 Mei 2019.

Terkait dengan laporan tersebut, kini pihaknya menyerahkan proses hukum itu ke Mabes Polri. Ia percaya jika Mabes Polri akan melakukannya dengan baik.

Pacar Vanessa Angel Minta Jane Shalimar Tak Umbar Kebaikan di Sosmed, Ini Respon Jane Shalimar

Sekarang ini kita serahkan pada Mabes Polri, soal kelanjutannya,” tegasnya.

Di singgung terkait dengan kasus ini, Vanessa Angel kembali menegaskan jika kasusnya itu penuh rekayasa. “Ini rekayasa,” katanya.

Sebelumnya, Milano mengatakan para penyidik Kepolisian dianggap telah memberikan sejumlah keterangan palsu di muka persidangan. “Kami sudah kumpulkan bahan. Termasuk nomor rekening, orang-orang yang ada di situ, kan ada videonya semuanya. Termasuk juga mereka yang memberikan keterangan palsu di persidangan,” tegas Milano, Kamis, 9 Mei 2019.

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Pengacara: Polisi Buka Dong Usernya, Jangan Vanessa Angel Terus yang Dikejar

Terkait dengan kasus Vanessa yang dijerat dengan pasal penyebaran konten asusila, Milano menyatakan, saat para penyidik tersebut ditanyakan mengenai konten apa dari Vanessa yang disebar ke media sosial, para penyidik tersebut menyatakan tidak ada.

“Saat itu kita pertegas lagi. Apakah ada disebarkan melalui media sosial? Tidak ada kata penyidik, terus saya tanya lagi apakah penyebaran ini sebatas melalui Siska? Apakah Siska menyebarkan. Katanya Siska juga tidak menyebarkan. Kalau memang ini chatnya diakui untuk pribadi apa yang dilanggar dalam pasal 27 ayat 1,” ungkap Milano.

Setelah Jalani Pemeriksaan Intensif, Vanessa Angel Dibebaskan, Ini Kata Polisi

Sehingga, penyidik dalam kasus Vanessa Angel dianggapnya terlalu cepat dan terburu-buru menyimpulkan kasus yang dijeratkan pada Vanessa. Atas banyaknya temuan kejanggalan ini lah, pihaknya makin memantapkan untuk melaporkan sejumlah oknum anggota polda Jatim ke Mabes Polri. (***)

sumber: merdeka.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Virus cacar monyet atau Monkeypox menyebar di Singapura.

Pemerintah Singapura telah mengonfirmasi adanya virus tersebut di negara mereka.

Awal mula virus monkeypox atau cacar monyet ini menyebar dari seorang warga Nigeria yang sedang berkunjung ke Singapura.

Kini kondisi pasien berusia 38 tahun itu terbilang cukup stabil.

Apa sebenarnya virus monkerypox ini?

Apakah perbedaannya dengan cacar air biasa?

Berikut ini kumpulan fakta-fakta tentang virus monkeypox yang telah dirangkum dari berbagai sumber pada Selasa, 14 Mei 2019.

1.Penularan Virus

Cacar monyet merupakan penyakit langka yang disebabkan oleh virus, dan ditularkan pada manusia melalui hewan, terutama di kawasan Afrika Tengah dan Barat.

Umumnya penularan diakibatkan oleh kontak dengan hewan terinfeksi, seperti tikus atau hewan pengerat lain.

“Pasien melaporkan bahwa sebelum kedatangannya ke Singapura, ia menghadiri pernikahan di Nigeria.”

“Ia mengonsumsi daging hewan liar (bushmeat), yang dapat menjadi sumber penularan virus cacar monyet”, terang Kementrian Kesehatan Singapura, seperti yang dilansir Channel News Asia, Kamis, 9 Mei 2019.

Penularan dari manusia ke manusia juga dapat terjadi lewat kontak dekat dengan sekresi saluran pernapasan yang terinfeksi, luka pada kulit penderita, atau objek yang telah terkontaminasi cairan tubuh penderita.

Meski demikian, situs resmi Badan Kesehatan Dunia (WHO) menulis bahwa penularan pada manusia ini sangatlah terbatas.

Transmisi melalui partikel cairan pernapasan membutuhkan kontak antar muka jangka panjang sehingga penyakit ini biasanya hanya menular kepada anggota keluarga.

2.Gejala Virus Monkeypox

Masih dilansir dari laman yang sama, secara umum gejala penyakit cacar monyet antara lain termasuk demam, nyeri, pembengkakan nodus limfa, dan ruam pada kulit.

Penyakit ini juga dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia atau bahkan kematian.

Sebelum menunjukkan gejalanya, cacar monyet biasanya diawali dengan periode inkubasi selama 6-16 hari.

Infeksinya kemudian bisa dibagi menjadi dua periode:

Periode Invasi

Selama 5 hari sejak gejala dimulai, pasien mengalami demam, sakit kepala intens, pembengkakan nodus limfa atau limfadenopati, nyeri punggung, nyeri otot hingga kekurangan energi.

Periode ini terjadi 1-3 hari setelah demam dimulai.

Pada periode inilah, ruam mulai muncul dari area wajah dan menyebar ke seluruh tubuh.

Pada 95 persen kasus, wajah pasien menjadi bagian yang paling banyak mengalami ruam, disusul dengan telapak tangan dan kaki (75 persen kasus).

Ruam ini bermula dari luka datar di area membran mukosa oral (70 persen kasus).

Selain itu, luka juga bisa terjadi pada area kelamin (30 persen), kelopak mata (20 persen) dan kornea atau bola mata.

Dalam waktu 10 hari, luka kemudian berevolusi menjadi lepuhan kecil berisi cairan, bintil, dan akhirnya kerak.

WHO menulis bahwa untuk menghilangkan kerak ini sepenuhnya, diperlukan setidaknya waktu tiga minggu, meskipun pasien telah menjalani perawatan untuk cacar monyet.

Sebelum ruam menghilang, pasien juga biasanya menunjukkan kembali gejala khas cacar monyet, yaitu pembengkakan nodus limfa.

3.Belum Ditemukan Vaksin Virus Monkeypox

Sayangnya belum ada perawatan atau vaksin khusus untuk menangani cacar monyet.

Studi menunjukkan bahwa vaksin variola 85 persen efektif dalam mencegah cacar monyet.

Namun, vaksin ini sudah tidak lagi diproduksi untuk khalayak umum menyusul eradikasi variola global.

Oleh sebab itu, cara terbaik untuk menghentikan penyebaran cacar monyet adalah mencegah infeksinya.

WHO menghimbau pihak-pihak yang berwenang untuk meningkatkan kesadaran akan faktor risiko cacar monyet dan cara-cara untuk mengurangi paparan terhadap virus ini.

Pemerintah juga dituntut untuk mengidenftifikasikan kasus baru secepatnya sebagai upaya untuk menghentikan wabah.

Untuk masyarakat, pencegahan infeksi cacar monyet adalah dengan mengurangi transmisi hewan ke manusia.

4.Perbedaannya dengan Cacar Air Biasa

Penyakit yang disebabkan virus cacar air (chickenpox) dan cacar monyet (monkeypox) terlintas memiliki kesamaan tanda.

Sama-sama ada benjolan-benjolan berair yang menyebar di seluruh tubuh.

Namun untuk monkeypox tampilannya terlihat lebih ekstrem karena hingga membuat kulit terkelupas atau berisi cairan nanah.

Cacar Air

Cacar air sangat mudah ditularkan melalui pernapasan atau kontak langsung dengan lesi kulit orang yang menderita.

Gejala-gejala pertama yang muncul setelah masa inkubasi 10-21 hari seperti demam, malaise hingga ruam gatal yang khas.

Cacar air umumnya sembuh sendiri secara bertahap, yang menghilang selama 7-10 hari.

Selama proses penyembuhan yang nantinya ruam akan berubah menjadi ruam ini masih bisa menularkan virus.

Cacar air dapat dicegah dengan imunisasi dan berbagai formulasi vaksin yang berfungsi sebagai antigen tunggal dan dalam kombinasi dengan vaksin campak, gondok dan rubela.

Cacar Monyet

Masa inkubasi virus monkeypox dari terinfeksi hingga timbulnya gejala berkisar 5 hingga 21 hari.

Ada dua periode invasi yaitu pada lima hari pertama ditandai demgan demam, sakit kepala hebat, dan pembekuan kelenjar getah bening (limfadenopati), nyeri punggung, nyeri otot, hingga kekurangan energi.

Kemudian periode kedua adalah periode erupsi kulit, pada tiga hari pertama akan munculnya ruam pada wajah hingga ke bagian tubuh lainnya seperti telapak tangan ataupun kaki.

Bentuk ruamnya ada yang berisi cairan kecil, melepuh yang diikut kerak sekitar 10 hari dengan jumlah yang cukup banyak.

Monkeypox biasanya merupakan penyakit yang sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung dari 14 hingga 21 hari.

Kasus yang parah lebih sering terjadi pada anak-anak, kelompok usia yang lebih muda tampaknya lebih rentan terhadap penyakit monkeypox.

Monkeypox hanya dapat didiagnosis secara pasti di laboratorium dengan berbagai tes mulai dari darah ataupun serum.

5.Batam dan Riau Waspada

Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Batam telah memasang 2 thermal detection (pemindai suhu) di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau.

Hal ini dilakukan untuk membantu Dinas Kesehatan Kota Batam dalam menimalisir masuknya virus cacar monyet yang sedang hangat dibicarakan di Singapura.

Menurut Koordinator Kantor KKP wilayah kerja Batam dr Tiara Sesialia, hingga saat ini, kondisi Batam masih terbilang aman dan nihil temuan.

“Jangan cemas, Batam aman dan nihil temuan,” kata dr Tiara, melalui telepon, Senin 13, Mei 2019.

6.Batam Sediakan 6 Ruang Isolasi

Selain memasang thermal detection, Dinkes Batam juga telah menyiapkan 6 ruang isolasi bagi penumpang yang terindikasi terjangkit cacar monyet.

Ada 2 ruangan di RSUD Embung Fatimah dan 4 di RSBP Sekupang.

“Mudah-mudahan wabah ini tidak masuk ke Batam,” kata Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi.

Pihaknya juga tetap bersiaga dan terus memeriksa setiap penumpang yang masuk melalui pelabuhan feri internasional.

Selain warga luar, warga Batam yang ingin berpergian atau masuk ke Batam dari Singapura dan Malaysia juga tetap diperiksa. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bangka – Seorang pria bernama Andrew meregang nyawa setelah terlibat duel maut selama menit.

Pria berusia 40 tahun ini bersimbah darah karena mengalami sejumlah luka tikam senjata tajam di tubuhnya.

Andrew berduel dengan Anto Iwan (35).

Sebelum ajal menjemput, Andrew sempat menghubungi temannya melalui video call.

Detik-detik terakhir itu disaksikan Haji Ipi (45), seorang warga di lokasi kejadian

Dalam video call itu Andrew menyebutkan bahwa dia akan mati jika tak ditolong.

Duel maut itu terjadi diduga Anto Iwan tak senang Andrew menjalin kasih dengan mantan pacarnya, ZR, janda beranak tiga.

Malam minggu lalu, menjadi kenangan kelam bagi ZR yang harus kehilangan calon suami dengan cara tragis.

Berikut sejumlah fakta duel maut gara-gara cinta segitiga:

Korban sempat video call

“Tolong aku, mati aku kalau tidak ditolong.”

Kalimat itu didengar Haji Ipi (45), warga Desa Sempan, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, dari mulut Andrew.

Saat itu, menurut Haji Ipi, Andre yang bersimbah darah melakukan video call.

Tidak beberapa lama, Andrew ambruk dan meregang nyawa.

“Korban roboh, tapi masih sempat mengucap, La Ilaha Illallah (tiada Tuhan selain Allah SWT). Di saat itu pula HP di tangan korban terlepas dari tangan, dan korban tak berdaya (meninggal dunia),” kata Haji Ipi saat mengenang peristiwa yang terjadi pada Sabtu, 11 Mei 2019 malam tersebut.

Haji Ipi merupakan warga yang menyaksikan duel maut antara Anto Iwan (35) dan Andrew (40) pada Sabtu, 11 Mei 2019 malam lalu.

Haji Ipi mengaku awalnya mendengar suara minta tolong pada malam tersebut.

“Saya buka pintu ternyata ada orang berkelahi, bergulat dekat rumah saya, depan Masjid Albina,” kata Haji Ipi Senin, 13 Mei 2019.

“Lalu saya tutup kembali pintu rumah dan ambil HP, saya telepon warga. Sementara dua orang itu (Anto Iwan Vs Andrew) masih tetap bertarung sambil salah satunya berteriak minta tolong,” lanjutnya.

Tak berapa lama, warga pun datang. Dan Haji Ipi kembali keluar rumah.

Dia melihat Andrew bersimbah darah dan berjalan terhuyung menuju arah Jalan Sungailiat-Mentok Desa Sempan.

“Saya lihat korban (Andrew) dalam kondisi terluka, terhuyung berjalan ke arah aspal. Korban sempat videocall (ke temannya), korban video call saat sedang sekarat. Saya lihat korban video call sambil minta tolong ke temannnya di videocall sambil bilang ..tolong…tolong ..tolong aku, mati aku kalau tidak ditolong,” kata Haji Ipi.

Duel lima menit

Anto Iwan mengaku sempat duel dengan Andrew selama lima menit.

Perkelahian itu terjadi setelah Anto Iwan bertemu Andrew di rumah ZR, janda tiga anak yang sempat menjadi pacar Anto Iwan.

Andrew berada di rumah ZR di Desa Sempan, karena keduanya berstatus pacaran.

Andrew roboh setelah ditusuk Anto Iwan sebanyak enam kali.

Ditangkap saat kabur

Polisi menangkap Anto Iwan saat berusaha kabur ke wilayah Kabupaten Bangka Barat.

Kapolres Bangka AKBP Budi Arianto diwakaili Kapolsek Pemali, Ipda Meidy didampingi Kanit Reskrim Aipda KGG Fitrian D pada Senin, 13 Mei 2019 mengatakan sudah memanggil beberapa saksi.

Saksi yang dimaksud, antara lain, warga Desa Sempan dan pihak keluarga korban serta Saksi ZR, janda beranak tiga yang jadi rebutan.

“Kita minta keterangan pada keluarga korban sekitar enam orang, pihak saksi ZR dan juga kawan korban (video call),” kata Kapolsek Pemali Ipda Meidy didampingi Kanit Reskrim Aipda Fitrian, seraya menyatakan, penyidikan kasus ini sedang berjalan.

Pengakuan ZR

ZR tak banyak bicara saat ditemui di rumah ibunya di Desa Sempan, Pemali, Kabupaten Bangka, Senin, 13 Mei 2019.

Di rumah itu pula cekcok mulut terjadi antara Anto Iwan dan Andrew hingga berujung duel maut.

Janda tiga anak itu menyinggung hubungannya dengan Anto Iwan.

ZR mengaku sudah putus hubungan dengan Anto Iwan selama satu bulan.

“Saya punya anak tiga, suami saya (BB) sudah meninggal tahun lalu. Rencananya saya memang mau menikah dengan Andrew setelah lebaran ini,” kata ZR membuka kisah.

“Dengan Anto Iwan memang sempat berhubungan (pacaran) selama delapan bulan, tapi sudah putus. Kemudian satu bulan lebih setelah putus, saya berhubungan (pacaran) dengan Andrew dan berencana menikah setelah lebaran,” lanjutnya.

Serupa disampaikan ibu ZR di tempat yang sama. Dia menyebut Andrew sebagai calon menantu yang lebih baik bagi ZR.

Malang, Tuhan berkehendak lain.

“Padahal saya sudah setuju jika anak saya, ZR menikah dengan Andew. Andrew itu anaknya baik sopan ramah. Baru tiga kali ke rumah kami, sudah menyenangkan,” katanya.

“Baru satu tahun lebih anak saya (ZR) menjanda, sejak ditinggal ruah (almarhum suami ZR).

Anak saya (ZR) kemudian dekat dengan Anto Iwan, tapi kemudian putus hubungan (pacaran). Kemudian baru-baru ini ZR dekat dengan Andrew dan mereka berencana menikah setelah lebaran nanti, tapi ternyata Tuhan tak berkehendak,” imbuhnya menyesalkan kematian Andrew, calon menantu keduanya itu. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Sulastri alias Tari (21), wanita korban pembunuhan di apartemen Habitat, Karawaci, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu, 11 Mei 2019, lalu. Korban diketahui telah tiga bulan menjalani profesi sebagai wanita pesanan BO (Booking Order).

Dia kemudian terbunuh oleh lelaki yang melakukan kencan dengannya, Agus Susanto (37).

Telah Ditemukan Mayat Perempuan di Penginapan dengan Tangan Putus dan Disembunyikan di dalam Springbed, Siapakah Dia?

Masih Ingat Mayat di Penginapan dengan Tangan Putus, Nih Identitas dan Kata-kata Terakhir Sebelum Ditemukan Tewas Mengenaskan

Dari penyelidikan sementara diketahui motif pelaku menghabisi nyawa korban untuk menguasai sejumlah harta benda yang tersimpan di kamar Apartemen Habitat nomor 311 tower C, Karawaci, Kabupaten Tangerang.

Hal itu diketahui dari keterangan kekasih korban, Andra Anjaya (30), asal Serpong, Tangerang Selatan. Sulastri itu baru menjalani pekerjaan sebagai wanita panggilan selama 3 bulan terakhir.

“Kalau keterangan kekasihnya dia mengetahui profesi korban. Itu sudah 3 bulan,” kata Kapolsek Kelapa Dua, Kompol Efendi, Senin, 13 Mei.

Siswi SMP yang Ditemukan Jadi Mayat, Ternyata Korban Pemerkosaan dan Pembunuhan Ayah Tiri

Telah Ditemukan Mayat Anak Laki-laki Mengambang, Siapakah Dia?

Dia mengatakan, sebelum pembunuhan terjadi sang kekasih bahkan sempat berkomunikasi dengan korban. Dia (kekasih korban) sendiri juga yang pertama kali mengetahui bahwa kekasihnya itu terbunuh.

“Jadi sebelum ketahuan kekasinya itu terbunuh, dia sempat berkirim pesan singkat. Terakhir dikabarkan kalau korban sedang menerima tamu, namun beberapa saat tak lagi ada jawaban dari sang kekasih. Hingga akhirnya kekasih korban mendatangi kamar apartemen dan menemukan jasad kekasihnya sudah dalam kondisi tidak bernyawa,” tukasnya.

Dari kamar tersebut, pelaku berhasil mencuri sejumlah harta benda korban berupa perhiasan, uang tunai Rp 5 juta dan dua handphone milik korban. (***)

sumber: merdeka.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Ada dua alasan yang membuat pemerintah akhirnya memangkas tarif batas atas tiket pesawat antara 12-16%. Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution membeberkan alasan tersebut adalah kenaikan harga tiket dan laju inflasi.

“Kita sudah rapat kedua dan minggu lalu sudah ada kesepakatan bahwa perkembangan dari tarif angkutan udara itu sudah naik tinggi, angkutan lain juga naik tapi angkutan udara naik relatif lebih tinggi,” terang Darmin di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin, 13 Mei 2019.’

BERITA TERKAIT

Harga Tiket Pesawat Masih Selangit, Ini Kata Menteri Perhubungan

 

Minta Waktu Satu Minggu, Menhub Pastikan Akan Menurunkan Tarif Batas Atas Pesawat

Kenaikan Harga Tiket Pesawat dan Pemilu Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

HORE!! Garuda Indonesia, Sriwijaya Air dan NAM Air Turunkan Tiket Pesawat Hingga 20 Persen

Pertama, mengenai kenaikan tiket pesawat. Darmin mengatakan, selama kuartal I-2019 telah terjadi kenaikan harga di tingkat produsen atau maskapai sebesar 11,4%. Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan angkutan penumpang lainnya.

Seperti tarif angkutan darat yang sebesar 1,69% (Bus), kereta api sebesar 2,44%, angkutan laut sebesar 2,01%, angkutan penyeberangan sebesar 1,69%. Menurut Darmin, kenaikan harga tiket pesawat selama kuartal I-2019 berdampak pada pengeluaran rumah tangga dan memberikan dampak terhadap sektor pariwisata.

Kedua, pemicu laju inflasi. Tercatat, pada April 2019 terjadi inflasi sebesar 2,27% (MtM), sedangkan Year-on-Year (YoY) sebesar 30,07%.

Selanjutnya, kenaikan dari Februari ke Maret 2019 menyumbang inflasi sebesar 2,13%, sedangkan secara year on year (tahunan) naik 27,34%.

“Jadi memang diapakan pun hasil temuannya, bebannya terlalu besar kenaikannya. Saya tidak bicara tiket satu per satu tetapi inflasinya, inflasinya semua maskapai angkutan udara,” ujar dia.

Oleh karenanya, pemerintah memutuskan untuk menurunkan tarif batas atas tiket pesawat sebesar 12-16% dan berlaku efektif pada 15 Mei 2019.

“Tugas pemerintah menjaga keseimbangan maskapai dengan konsumen,” tutur Darmin. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta -Terjerat masalah narkoba, sampai sekarang kasus narkoba Zul ‘Zivilia’ belum selesai. Karena masalah itu, Zul disebut terancam hukuman seumur hidup.

Zul ‘Zivilia’ dikenakan UU No 35/2009 tentang Narkoba pasal 114 ayat 2 juncto pasal 112 ayat 2 karena barang bukti yang disita melebihi berat 5 gram.

BACA JUGA

Siapa Sangka, Zulkifli Pelantun Lagu “Aishiteru” Ini Terancam Hukuman Mati

Terancam hukuman mati atau hukuman seumur hidup. Sebab, selain jadi pengguna, pelantun ‘Aishiteru’ itu diduga juga ikut mengedarkan barang tersebut.

Sebagai istri, Retno Paradinah mengatakan dirinya dan Zul yakin hukuman tidak akan seperti yang digembar-gemborkan. Meski tak dipungkiri, Retno merasa khawatir.

Ratusan Kilo Sabu dan Ribuan Ekstasi Diamankan saat BNN Gerebek Sebuah Gudang di Bekasi

“Khawatir sih ada, tetapi Zul maupun saya sendiri percaya kalau hukumannya nggak seperti yang diberitakan,” ucap Retno Paradinah Senin, 13 Mei 2019.

Meski belum tahu bagaimana kelanjutan masalah hukum sang suami, Retno berharap hukuman seperti itu jauh dari sang suami. Sampai saat ini, Zul masih menjadi tahanan di rumah tahanan Ditres Narkoba Polda Metro Jaya.

Walau Tanpa Roda Depan, Pilot Ini Berhasil Lakukan Pendaratan Darurat dengan Baik

“Untuk sementara masih menunggu untuk pindah ke lapas, minggu lalu sudah tanda tangan untuk penyerahan berkas ke Kejaksaan kalau tidak salah,” ungkap Retno.

Zul ‘Zivilia’ ditangkap pada 28 Februari 2019 di apartemennya, Jakarta Utara. Saat diamankan, polisi menemukan barang bukti berupa 9,54 kilogram sabu dan 24.000 butir ekstasi. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kuasa hukum Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen, Pitra Romadoni, membenarkan bahwa kliennya diperiksa oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri pada Senin, 13 Mei 2019 hari ini.

Kivlan sebelumnya dilaporkan ke Bareskrim dengan dugaan penyebaran berita bohong dan makar.

“Iya (dipanggil Bareskrim). Jam 10,” kata Pitra ketika dikonfirmasi, Ahad 12 Mei 2019.

Akan tetapi, terkait kehadiran Kivlan, Pitra tak memberikan jawaban pasti.

“Iya Insya Allah hadir,” tutur Pitra.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono telah mengungkapkan bahwa Kivlan akan dipanggil pada Senin hari ini.

Surat panggilan pemeriksaan telah diserahkan ke Kivlan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat, 10 Mei 2019.

Saat itu, Kivlan hendak terbang menuju Batam.

“Akan dipanggil sebagai saksi Senin, 13 Mei 2019 besok (atas dugaan tindak pidana penyebaran berita bohong). Penyidiknya Mabes Polri, kita gabungan,” kata Argo saat dikonfirmasi, Jumat, 10 Mei 2019.

Adapun, Kivlan dilaporkan oleh seorang wiraswasta bernama Jalaludin. Laporan tersebut telah diterima dengan nomor P/B/0442/V/2019/BARESKRIM tertanggal 7 Mei 2019.

Pasal yang disangkakan adalah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 an/atau Pasal 15, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 dan/atau Pasal 163 jo Pasal 107. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Serangkaian foto viral yang menunjukkan seorang bocah laki-laki menikah dengan wanita dewasa bikin heboh pengguna media sosial di Meksiko. Ada spekulasi pernikahan itu dijodohkan dan disebut sebagai perdagangan anak. Tetapi, nyatanya tak seperti yang dipikirkan orang.

Seperti dilansir dari Oddity Central, media Meksiko belum lama ini melaporkan bahwa ada kisah pilu dibalik foto-foto viral tersebut.

Pasangan ini memang menikah dan mengadakan pesta perayaan selama dua hari di kota asalnya Xaltianguis, Acapulco.

Rindu dengan Andre Taulany, Sule Unggah Foto Ini

Namun, meskipun pengantin pria terlihat seperti siswa sekolah dasar, dia sebenarnya adalah seorang pria berusia 19 tahun bernama Jonathan yang menderita kelainan langka dan menyebabkan pertumbuhannya terhambat. Hal itu pun membuat Jobathan terlihat jauh lebih muda daripada usianya.

Terlepas dari kondisinya, Jonathan berhasil menemukan cintanya, dan akhir pekan lalu ia dan tunangannya mengikat janji suci pernikahan di hadapan keluarga dan teman-teman.

Pernikahan Jonathan berlangsung Sabtu, 4 mei 2019, dan foto yang diambil pada acara tersebut pertama kali muncul di halaman Facebook “Esto Es Guerrero” pada hari berikutnya.

Semarak Mudik, Lakukan Pembelian Mobil Honda Mobilio dan Honda BR-V Periode Mei dan Dapatkan Hadiah Langsung

Postingan asli dengan jelas menyebutkan kondisi pemuda itu, tetapi foto-foto pasangan dibagikan oleh pengguna Facebook lain tanpa konteks yang tepat. Hal tersebut memicu spekulasi yang salah secara masif. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Blitar – Seorang laki-laki berusia sekitar 60 tahun disambar Kereta Api Penataran jurusan Blitar-Surabaya, Ahad, 12 Mei 2019.

Kecelakaan di jalur KA lingkungan Krakal Kelurahan Klemunan, Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar itu membuat laki-laki itu tewas seketika.

Dude Herlino dan Alyssa Subandono Coba Kenalkan Pesantren ke Anak, Karena Menurutnya Media Edukasi Terbaik

“Korban mengalami luka parah pada kepala, patah tangan dan kaki. Yang bersangkutan meninggal dunia di TKP,” ujar Kasubag Humas Polres Blitar Iptu M Burhanuddin dalam keterangan tertulisnya.

Tebar Kebahagiaan, Telkomsel Buka Puasa Bersama 5.000 Anak Yatim

Sebelum insiden maut terjadi, sejumlah saksi melihat korban berjalan dijalur rel kereta api. Dia tahu di depannya kereta api tengah melaju kencang. Bukannya menghindar. Lelaki berbaju dinas perhubungan (dishub) warna biru telur asin itu justru menyongsongnya.

Peringatan orang orang tidak diindahkannya. Tragisnya, sebelum hantaman kereta bernomor lokomotif 2017701 melempar tubuhnya sejauh 10 meter dan tewas, korban sempat berjoget joget gembira.

Informasi yang dihimpun petugas, korban dikenal sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Yang bersangkutan kerap mondar mandir di lokasi kejadian.

Sang Ibu Asik Bermain Ponsel, Bayi 8 Bulan Tewas Tersambar Truk saat Bermain di Atas Baby Walker

Namun selama ini tidak ada yang mengetahui siapa keluarganya. “Dari pemeriksaan tidak ditemukan identitas apapun, “kata Burhanuddin. Dari lokasi kejadian jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.

Seperti diketahui korban berciri fisik kulit sawo matang, rambut hitam, lurus dan pendek. Perawakannya kurus dengan tinggi sekitar 155 cm. Selain mengenakan baju dishub lelaki berusia sekitar 60 tahun itu juga membawa sarung warna ungu motif kotak kotak. (***)

sumber: sindonews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Telkomsel kembali menggelar roadshow buka puasa bersama dengan total 5.000 anak negeri dan kaum dhuafa di empat kota di Indonesia, yakni Jakarta, Makassar, Medan, dan Sidoarjo.
Mengedepankan semangat “Sebarkan Kebahagiaan”, selain menyerahkan santunan kepada anak yatim dan dhuafa, Telkomsel juga memberikan bantuan bagi 50 masjid dan yayasan dalam bentuk penyediaan atau perbaikan sarana dan prasarana ibadah di berbagai wilayah di Indonesia.

Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah mengatakan, “Melalui kegiatan roadshow di bulan Ramadhan ini, Telkomsel ingin menebar kebahagiaan sebagai wujud syukur dan rasa kepedulian dengan anak-anak yatim, kaum dhuafa, serta masjid dan yayasan yang membutuhkan bantuan. Kegiatan kepedulian sosial ini merupakan ungkapan syukur kami atas kepercayaan pelanggan dan masyarakat terhadap Telkomsel, sekaligus upaya kami untuk memberi nilai tambah pada masyarakat dan lingkungan yang selalu mendukung Telkomsel dalam melayani Indonesia.”

Dalam kegiatan roadshow Ramadhan ini, santunan yang diserahkan kepada anak yatim berupa perlengkapan sekolah, dan kepada kaum dhuafa berupa kebutuhan bahan-bahan pokok. Sementara itu, kepada masjid dan yayasan bantuan diserahkan untuk perbaikan sarana dan prasarana ibadah.

Tak hanya itu, diadakan juga aksi bersih-bersih masjid yang melibatkan karyawan Telkomsel, berbagi makanan berbuka untuk masyarakat, edukasi Internet BAIK (Bertanggungjawab, Aman, Inspiratif dan Kreatif) serta pelatihan BhayPlastik (sebagai bagian dari sosialisasi kepada masyarakat untuk mengurangi sampah plastik) yang diadakan di berbagai area di Indonesia.

Menyambut bulan Ramadhan, sebelumnya Telkomsel telah berbagi takjil Ramadhan berupa 24 ton kurma yang dilakukan secara simbolis pada 30 April 2019 untuk kemudian disampaikan kepada 20 masjid di berbagai wilayah yang mewakili daerah dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia, sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat umum saat berbuka puasa.

Dua puluh masjid yang memperoleh bantuan kurma adalah Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Masjid Al Mashun Medan, Masjid Raya Padang, Masjid Istiqlal Jakarta, Masjid At Taqwa Cirebon, Masjid Agung Jawa Tengah Semarang, Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Masjid Agung Bangkalan Madura, Masjid At Taqwa Mataram, Masjid At Taqwa Balikpapan, Masjid Al Markas Al Islami Makassar, Masjid Al Munawar Ternate, Masjid Agung Nurul Yaqin Waisai Raja Ampat, Masjid Agung Babussalam Timika, Masjid Tarqiah Taqwa Jakarta, Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Masjid Raya di Banten, Masjid Raya di Jabar dan Masjid Raya di Yogyakarta.

Dari sisi jaringan, untuk memastikan kesiapan jaringan dalam mengantisipasi lonjakan trafik komunikasi selama periode Ramadhan dan Idul Fitri, Telkomsel telah meningkatkan seluruh elemen jaringan di titik-titik strategis jalur mudik dan pusat-pusat keramaian publik.

Secara khusus, Telkomsel membangun 10.000 base transceiver station (BTS) multi-band Long Term Evolution (LTE) di seluruh Indonesia untuk menghadirkan layanan yang berkualitas dengan kapasitas yang memadai.

Kenyamanan pelanggan Telkomsel dalam berkomunikasi di periode Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini didukung lebih dari 197.000 BTS di seluruh Indonesia, termasuk sekitar 70.000 BTS 4G untuk memaksimalkan penggunaan layanan data.

Terlebih lagi dengan penataan ulang pita frekuensi (refarming) 800 dan 900 Mhz yang menjadikan pita frekuensi radio yang berdampingan (contiguous), sehingga Telkomsel dapat lebih leluasa dan fleksibel dalam meningkatkan teknologi seluler yang diimplementasikan.

Di samping itu, Telkomsel juga mengoperasikan 70 mobile BTS, menambah kapasitas gateway internet 15% dari kapasitas existing menjadi 4.700 Gbps, menambah kapasitas sistem IT untuk layanan, dan menambah kapasitas layanan isi ulang pulsa.

Jalan tol yang merupakan jalur utama yang selalu padat saat mudik juga menjadi fokus pengamanan jaringan Telkomsel. 16 ruas tol utama di Sumatra dan Jawa, termasuk 12 ruas tol baru, sudah dilayani 2.226 BTS, termasuk 666 BTS 4G. Sehingga untuk coverage jalur utama tol Trans Sumatra, tol Trans Jawa dan kereta api Trans Jawa sudah di-cover sinyal Telkomsel secara continues 100%.

Dari sisi produk dan layanan, Telkomsel berupaya menjaga ketersediaan kartu perdana dan layanan isi ulang pulsa sesuai dengan kebutuhan pelanggan yang biasanya meningkat pada periode RAFI.

Telkomsel juga menggelar posko layanan di 557 titik strategis di jalur mudik dan lokasi wisata utama (point of interest), yang meliputi Bandar Udara, Terminal Bus, Stasiun Kereta, Dermaga, Rumah Sakit, Area Padat Populasi, Pasar Tradisional, dan Mal. Selain itu, seluruh kanal pelayanan existing Telkomsel juga bersiaga melayani pelanggan, di antaranya 425 GraPARI Telkomsel Siaga, 493 Mobile GraPARI yang terdiri dari 324 armada mobil dan 169 armada motor, 111 unit layanan digital self-service MyGraPARI, 831 kantor pelayanan mitra distributor, dan 3.779 Outlet Siaga. (***)

sumber: inilah.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bekasi – BNN menggerebek gudang di kawasan Kranji, Bekasi, Jawa Barat. Dalam penggerebekan itu BNN menyita 200 kg sabu dan ribuan pil ekstasi.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari mengatakan, penggerebekan itu berlangsung pada Minggu dini hari. Ada 2 gudang yang digerebek.

“Ada dua orang tersangka yang bertindak selaku kurir dan yang bersangkutan adalah penjaga gudang, satu lagi merangkap kurir, dan sekaligus pengedar, orang yang mendistribusikan ke para pemesan yang memerlukan,” kata Arman di lokasi penggerebekan, Jl Lapangan, Kranji, Ahad, 12 Mei 2019.

Saat Puasa Bau Mulut? Nih Tips Mengusirnya

Dia menjelaskan, ada 2 gudang yang digerebek dalam satu rangkaian kasus.

Pertama BNN menggerebek di Tambun, Kabupaten Bekasi, dimana didapati 100 kantong sabu, kemudian hasil pengembangan digerebek lagi di Kranji dan ditemukan 80 kantong.

Ia mengaku telah melakukan pengintaian sejak Sabtu, 11 Mei 2019 kemarin sebelum akhirnya melakukan penggerebekan di Tambun pada Sabtu pukul 20.00 WIB. Dan setelah melakukan pengembangan, petugas BNN kemudian melakukan penggerebekan di Kranji pada Minggu pukul 01.00 WIB.

Kenaikan Harga Tiket Pesawat dan Pemilu Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

“Jumlah barang bukti yang disita sabu kurang lebih 200 kg, karena kita belum timbang secara pasti namun dari bungkus yang kita hitung kira-kira jumlahnya segitu, kemudian ekstasi 25 ribu butir dan happy five 4.000. Ini juga belum pasti karena masih hitung bungkus besarnya,” kata dia.

Menurut dia, narkoba tersebut didatangkan langsung dari Pulau Sumatera. “Narkoba dibawa dari Sumatera, tepatnya dari Provinsi Riau,” ungkapnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kupang – Seorang pria bernama Gilman (40) babak belur setelah dihajar warga gara-gara mengancam anggota Polres Timor Tengah Utara (TTU) menggunakan senjata tajam sangkur.

“Anggota polisi yang diancam pelaku menggunakan sangkur, yakni Brigpol Rustam. Kejadiannya tadi sekitar pukul 11.00 Wita,” kata Kabid Humas Polda NTT, Kombes Jules Abraham Abast, Sabtu, 11 Mei 2019.

Kejadian itu bermula saat Rustam mengendarai sepeda motor sepulang menjemput anaknya dari sekolah.

Ketika melewati Jalan El Tari kilometer 1, motor Rustam hampir ditabrak Gilman yang juga mengendarai sepeda motor dari arah berlawanan. Rustam lalu menghampiri Gilman dan menegurnya.

“Brigpol Rustam lalu memberi teguran, agar pada saat berkendaraan lebih hati-hati. Namun Gilman, tidak terima dengan teguran itu dan langsung mencabut dua buah sangkur dari pinggang,” kata Jules.

Tindakan Gilman tersebut, membuat Rustam yang membawa anak-anaknya panik.

Pada saat yang bersamaan, datanglah Brigpol Agus Saku, Anggota Satuan Reskrim Polres TTU. Agus berusaha menenangkan Gilman, tetapi tidak dihiraukan.

Sadar kondisi semakin berbahaya, Agus memutuskan menelepon Kepala SPK Aiptu Abilio Fallo untuk datang ke lokasi kejadian dan membawa sejumlah personel.

Saat sejumlah personel tiba di lokasi, massa sudah mengelilingi Gilman.

Situasi kian tak terkendali sehingga Brigpol Melki Ola melepaskan tembakan peringatan dengan senjata SS1.

Tembakan tersebut membuat Gilman membuang pisaunya.

Massa lalu menganiaya Gilman menggunakan tangan kosong dan batu hingga mengakibatkan Gilman mengalami luka robek di bagian wajah.

Polisi membubarkan massa. Gilman pun dilarikan ke rumah sakit untuk diberi perawatan medis.

“Yang bersangkutan sementara ini sudah ditangani oleh anggota Polres TTU dan diamankan di Mapolres TTU,” ujarnya. (***)

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Palembang – Terungkap kata-kata terakhir Vera Oktaria kasir cantik Indomaret yang tewas dimutilasi di sungai Lilin, Kota Palembang

Kata-kata terakhir Vera Oktaria itu diungkapkan oleh Arina yang merupakan kepala toko indomaret tempat kasir cantik itu bekerja

Arina mengungkapkan saat terakhir kali ketemu Vera Oktaria cuma bilang ‘pulang bu’

BERITA TERKAIT

Telah Ditemukan Mayat Perempuan di Penginapan dengan Tangan Putus dan Disembunyikan di dalam Springbed, Siapakah Dia?

Manurut Arina, Vera Oktaria baru satu minggu bekerja di indomaret yang dipimpinnya.

“Kebetulan saat terakhir ketemu saya shift sore sedangkan vera shift pagi jadi kami sempat ketemu, dia juga biasanya kalo pulang kerja naik motor sendiri,” ujar Arina

Arina juga menjelaskan bahwa ibu korban juga sempat datang malam hari menanyakan keberadaan Vera, sampai esok harinya pun ia tidak masuk lagi.

Napi Buat Kerusuhan dengan Membakar Rutan, Diduga Ini Pemicunya

“Kami tidak menyangka bahwa korban mutilasi itu Vera, kami sendiri dapat info dari media sosial dan pesan whatsApp berantai,” ujar Arina

Vera Oktaria (20) perempuan cantik kasir minimarket di Palembang ditemukan tidak bernyawa di sebuah hotel di Sungai Lilin Musi Banyuasin, sekitar 132 kilometer dari Kota Palembang.

Berikut kronologi kejadiannya berdasarkan waktu sejak dikabarkan hilang sampai ditemukan.

  1. Selasa 7 Mei 2019, Tampak Gelisah

Malam itu saat sedang bekerja di Indomaret Jl Jenderal Sudirman, Vera Oktaria terlihat gelisah.

Rekan tempatnya bekerja melihat paling tidak ada puluhan kali telepon masuk ke ponselnya.

“Malam itu saya mendengar telepon korban berdering kurang lebih 10 kali, terdengar korban mengangkat telepon dan berkata ‘tidak bisa, tidak bisa’ namun masih saja terdengar bunyi handphone nya hingga dia pulang bekerja,” ujar Dwi teman sekerja Vera Oktaria.

Pukul 23.30, Vera Oktaria pamit pulang.

Sekitar satu jam kemudian, keluarga Vera Oktaria datang ke toko dan bertanya tentang keberadaan Vera yang belum juga pulang ke rumah.

  1. Selasa 8 Mei 2019, Check In Hotel

Seorang pria berinisial D check in kamar Penginapan Sahabat Mulya, Jalan PT Hindoli, Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Muba.

“Pemesan kamar tanpa menyertakan KTP saat menginap, menurut saksi ada dua orang laki-laki dan satu perempuan, diduga korban,” kata Supriadi.

Supriadi menjelaskan, pria tersebut memesan kamar pada Rabu, 8 Mei 2019.

  1. Jumat 10 Mei 2019, Mayat Ditemukan

Petugas penginapan mencurigai kamar nomor 06 karena bau busuk.

Sehari sebelumnya petugas penginapan juga sudah curiga namun tak berbuat apa-apa. Baru keesokan harinya mereka menghubungi polisi.

Nurdin yang merasa curiga langsung mengetuk pintu kamar dan mencoba untuk membuka pintu tersebut tapi tidak ada respon dari penghuni kamar.

Karena dikira tidak terjadi apa-apa Nurdin langsung menghubungi orang tuanya untuk menanyakan keberadaan tamu tersebut yang tidak kembali setelah membawa kunci tersebut.

“Saya curiga waktu saya bersihkan lantai mencium bau busuk, nah baru besoknya (hari ini) bau busuk itu semakin kuat langsung saya hubungi Polsek Sungai Lilin.”

“Setelah pihak polsek Sungai lilin datang, kamar tersebut baru di buka. Ditemukan sesosok wanita di atas ranjang dalam keadaan tanpa busana dengan kondisi tangan terpotong jenazah membengkak ditutupi dengan selimut,” ujar Nurdin. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pekanbaru – Kerusuhan di Rutan Kelas II B Siak Sri Indrapura, Riau, diduga dipicu adanya kekerasan yang dilakukan petugas rutan terhadap sejumlah warga binaan. Kerusuhan itu mengakibatkan hampir seluruh bangunan dibakar para tahanan.

“Informasinya begitu (pukul tahanan). Ini sebagian tahanan yang ada dievakausi ke Polres Siak. Informasi dari para penghuni ke tim kita, sempat ada pemukulan petugas Rutan terhadap rekan mereka,” kata Humas Polres Siak, Bripka Dedek Saptu, 11 Mei 2019.

Dedek menjelaskan, awalnya petugas menemukan narkoba di blok wanita. Narkoba itu ditemukan Jumat, 10 Mei 2019 pukul 21.00 WIB.

“Kebakaran” Teriak Warga dan Puluhan Rumah Terbakar, Diduga Api dari Sini

Pihak Rutan kemudian menghubungi Polres Siak. Sekitar pukul 23.00 WIB, tim Satuan Narkoba Polres Siak tiba di lokasi dan melakukan penyisiran ke sejumlah sel.

“Dari razia itu ditemukan 4 tahanan menggunakan narkoba jenis sabu. Dari pemeriksaan, hanya 3 tahanan yang terbukti menggunakan narkoba, yang satu tidak,” kata Dedek.

Kebakaran Lahan Nyaris Merembet Perumahan Warga, Diduga Sengaja Dibakar

Setelah itu, tiga tahanan tersebut, lanjut Dedek, diantar ke ruang trapsel. Dalam perjalanan ke trapsel inilah diduga petugas sipir memukul 3 tahanan tersebut.

“Pemukulan itu membuat para penghuni Rutan lainnya marah. Mereka tak terima rekan mereka dipukul lantas mereka melakukan pemberontakan,” kata Dedek.

DUAAR!! “Kebakaran, Kebakaran” AC Meledak, Kamar Pun Terbakar

Sejumlah tahanan kemudian menjebok pintu sel sehingga bisa keluar. Mereka pun membakar bangunan rutan.

“Mereka menjebol pintu sel, petugas Rutan kewalahan dan menghubungi kita,” kata Dedek.

“Sekitar pukul 01.30 WIB penghuni Rutan melakukan pembakaran di bagian depan bangunan rutan,” sambung Dedek. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Palembang – Mayat perempuan tanpa identitas yang menjadi korban mutilasi di Penginapan Sahabat Mulia, Jalan PT Hindoli RT 05 RW 03 Kelurahan Sungai Lilin, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan disembunyikan di dalam springbed.

Wanita malang itu dievakuasi petugas setelah Nurdin (30) yang merupakan pengelola penginapan melaporkan jika telah mencium bau busuk dari kamar 06, tempat korban menginap.

Saat dievakuasi, tubuh korban dimasukkan ke dalam springbed dengan kondisi tangan putus.

Siswi SMP yang Ditemukan Jadi Mayat, Ternyata Korban Pemerkosaan dan Pembunuhan Ayah Tiri

Bahkan, tubuh wanita ini sudah dalam keadaan membusuk lantaran diduga telah meninggal lebih dari tiga hari.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Supriadi, Jumat 10 Mei 2019 mengatakan, saat ini mereka telah memeriksa beberapa saksi terkait kejadian tersebut.

Dari hasil pemeriksaan awal, kamar itu disewa oleh seorang pria inisial DN bersama rekannya.

Masih Ingat Penemuan Mayat yang Tewas di Wisma? Nih Pelaku dan Alasan Membunuh dengan 27 Kali Tusukan

“Pemesan kamar tanpa menyertakan KTP saat menginap, menurut saksi ada dua orang laki-laki dan satu perempuan, diduga korban,” kata Supriadi.

Supriadi menjelaskan, pria tersebut memesan kamar pada Rabu 8 Mei 2019. Salah satu pria itu sempat keluar membawa satu koper bewarna hitam sembari menelpon dan bertanya harga sewa speedboat.

“Sekitar pukul 17.00 WIB, saksi melihat laki-laki kembali ke penginapan dengan membawa masuk kembali 1 (satu) unit koper lagi dari luar. Kasus ini masih kami selidiki,”ujarnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni memprediksi akan terjadi kenaikan penumpang sebesar 3,5 persen pada mudik tahun ini. Pada tahun 2018, penumpang Pelni sebanyak 604.202.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni Yahya Kuncoro mengatakan dalam empat bulan terakhir, pada hari-hari biasa penumpang Pelni meningkat dari 852.255 menjadi 1.172.143 pelanggan atau naik rata-rata 38 persen per bulan dibanding tahun lalu.

“Kami belum dapat menambah armada, namun akan berusaha meningkatkan frekuensi dengan menambah pelayaran di beberapa ruas prioritas di daerah kantong-kantong penumpang selama Lebaran,” ujarnya Jumat 10 Mei 2019.

Selain Menyegarkan, Nih Manfaat Mengonsumsi Cincau saat Berbuka

Pada Lebaran 2019, Pelni menyiapkan 26 kapal trayek nusantara dengan 83 pelabuhan singgah melayani 1.239 ruas dengan total kapasitas angkut 33.608 pax atau seat per hari. Pelni juga melayani 46 kapal trayek perintis menyinggahi 305 pelabuhan, 4.620 ruas dengan kapasitas 13.961 pax per hari.

“Pelni menyiapkan 26 kapal trayek nusantara dan 46 kapal trayek perintis yang terkonektivitas secara tersistem,” ucapnya.

Hore.. Program Baru, PKK Mulai Dapat Uang Operasional Perbulan

Dalam Angkutan Lebaran kali ini, Pelni membagi menjadi tiga wilayah pelayanan meliputi Wilayah Barat, ruas Batam-Belawan, Sampit-Semarang, Sampit-Surabaya, Kumai-Semarang, Kumai-Surabaya, Batam-Tanjung Priok. Wilayah barat akan dilayani 6 kapal, KM Kelud dan KM. Dorolonda untuk ruas Batam-Belawan. KM Kelimutu, KM Binaiya, KML Leuser KM. Egon dan KM Lawit untuk ruas Kumai-Semarang, Sampit, Pontianak dan Surabaya. Untuk wilayah barat, Pelni mengoperasikan enam frekuensi reguler, 21 frekuensi tambahan, totalnya menjadi 27 frekuansi pemberangkatan.

Wilayah Tengah terdiri ruas Balikpapan-Surabaya, Makasar-Bima, Tarakan-Parepare, Nunukan-Parepare, Makasar-Labuan Bajo, Baubau-Makasar, Kupang-Lewoleba, Balikpapan-Makasar, Bontang-Awarange, Kupang-Makasar, Makasar-Maumere dan Ambon-Baubau. Pada ruas ini, PELNI mengoperasikan 32 frekuensi reguler, 15 frekuensi tambahan, totalnya ada 47 keberangkatan.

Polisi Sebut Bom yang Ditemukan di Tempat Pimpinan JAD Bekasi Berdaya Ledak Tinggi

Wilayah Timur terdiri ruas Ambon-Bandaneira, Manokwari-Sorong, Jayapura-Biak, Sorong-Manokwari, Manokwari-Biak, Ambon-Tual, dan Biak-Makowari. PELNI mengoperasikan 23 frekuensi reguler, delapan frekuensi tambahan, totalnya menjadi 31 frekuensi keberangkatan.

“Dari tiga wilayah secara total Pelni mengoperasikan 61 frekuensi reguler, 44 frekuensi tambahan dan totalnya 105 keberangkatan”, ucapnya.

Ke depan, Pelni terus melakukan perbaikan pelayanan dimulai sejak penjualan tiket, di pelabuhan dengan sistem kontrol dengan Departure Control System (DCS) dan pelayanan di atas kapal.

“Kami mengatur penumpang sejak pemesanan tiket dari yang rumit dibikin sederhana, mudah, cara pesan, cara bayar, dan pemeriksaan dengan DCS,” ungkapnya. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Polisi mengatakan bom yang disita dari pimpinan Jamaah Ansharut Daulah ( JAD) Bekasi berinisial EY memiliki daya ledak tinggi atau high explosive.

“Barang bukti yang berhasil disita oleh aparat Densus 88 ada 2 bom pipa yang sudah jadi, ini high explosive,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo saat konferensi pers di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 9 Mei 2019.

Dedi mengatakan bahwa bom tersebut dikenal dengan nama “Mother of Satan” dalam kelompok itu.

Ini Kata Dokter Ahli Pasien Kanker yang Boleh Puasa dan Tak Boleh Puasa

Selain itu, polisi juga menyita sejumlah bahan lainnya untuk membuat bom dari EY, misalnya TATP (triaceton triperoxide).

Menurut Dedi, hanya orang tertentu yang mampu meracik senyawa tersebut agar menjadi bahan peledak.

Untuk barang bukti lain cukup banyak yang ditemukan di TKP, ini merupakan seluruh barang-barang TATP yang digunakan untuk merakit bom high explosive,” kata dia.

Anda PNS? Yuk Siap-siap Libur Panjang Lebaran

“TATP ini bukan merupakan suatu senyawa tunggal, hanya orang-orang yang memiliki keahlian tertentu yang bisa mencampur dari beberapa senyawa kimia untuk menjadi suatu bahan bom yang sifatnya high explosive,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan polisi, EY memang memiliki kemampuan untuk merakit bom. Bahkan, ia menjadi mentor dan mengajarkan kemampuan tersebut ke beberapa anggotanya.

Hanya Rp5.000 Anda Nikmati Keindahan Resoinangun Garden yang Menggoda

Sebelumnya, EY ditangkap di daerah Duren Sawit, Jakarta Timur, yang ditangkap pada Rabu, 8 Mei 2019.

Dari EY, polisi menyita dua bom pipa yang sudah jadi, pisau, serta bahan dan alat pembuat bom lainnya.

Selain EY, polisi juga menangkap anak buahnya yang berinisal YM di daerah Rawalumbu, Kota Bekasi, di hari yang sama. Polisi menyita barang bukti dari YM berupa laptop, telepon genggam, serta remote control pemicu bom.

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Anda Pegawai Negeri Sipil? Bersiaplah untuk libur panjang. Sebab PNS akan mendapatkan total libur Lebaran tahun 2019 sampai 11 hari.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, awal libur Lebaran untuk PNS akan dimulai pada Kamis, 30 Mei 2019.Tanggal tersebut merupakan tanggal merah Kenaikan Isa Almasih.

Sementara jadwal masuk PNS pasca lebaran nyakni tanggal 10 Juni 2019.

Hanya Rp5.000 Anda Nikmati Keindahan Resoinangun Garden yang Menggoda

“Jadi Senin tanggal 10 Juni itu masuk,” ujarnya saat ditemui di acara Musrembangnas, Jakarta, Kamis, 9 Mei 2019.

Dalam 11 hari total libur lebaran PNS, terdapat 3 hari cuti bersama.

Berdasarkan kesepakatan tiga menteri tanggal 2 November 2018. cuti bersama Idul Fitri 1440 Hijriah yakni tanggal 3, 4, dan 7 Juni 2019.

Sementara itu tanggal sisanya, 4 merupakan libur akhir pekan, 2 hari tanggal merah Idul Fitri dan 1 hari tanggal yang kemungkinan akan dijadikan cuti bersama yakni 31 Mei 2019.

Dibandingkan 2018, libur Lebaran 2019 lebih banyak. Sebab pada tahun lalu libur Lebaran untuk PNS hanya 10 hari yakni dari tanggal 11-20 Juni 2018.

Dari total 10 hari libur Lebaran 2018, 7 hari diantaranya merupakan cuti bersama. Awalnya pemerintah hanya memberikan 4 hari cuti bersama, namun kemudian dengan berbagai pertimbangan ditambah 3 hari. (***)

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Serang – Mas’amah (45) warga Kampung Panggang Jambu, Desa Kendayakan, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, ditemukan tewas mengambang di aliran irigasi. Ibu rumah tangga itu diduga tewas karena tenggelam saat mencuci pakaian.

Kapolsek Kragilan Kompol Andie Firmansyah mengatakan, saat dievakuasi dan dilakukan identifikasi sementara dilokasi tidak ditemukan adanya luka bekas kekerasan ditubuh Masamah.

“Penyebab kematian masih kami selidiki namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Kami menduga korban meninggal dunia karena tenggelam di aliran irigasi,” kata Kapolsek saat dikonfirmasi, Kamis, 9 Mei 2019.

Si Jago Merah Itu Hanguskan Pabrik Kerupuk dan 4 Motor, Ini Kronologinya

Berdasarkan keterangan saksi yakni Ahmad Soleh suami korban bahwa, sebelum ditemukan mengambang di irigasi di Kampung Patul, Desa Sentul, Kecamatan Kragilan Masamah diketahui sedang mencuci pakaian dipinggir aliran irigasi.

Sang suami curiga, sebab Masamah tak kunjung pulang. Dengan rasa penasaran, Soleh kemudian mengecek keberadaan sang istri tercinta ke lokasi mencuci. Betapa kagetnya saat Soleh hanya menemukan tumpukan pakaian kotor yanh sedang dicuci.

“Korban diduga saat mencuci pakaian terpeleset masuk irigasi yang airnya cukup tinggi. Karena tak bisa berenang, korban tenggelam. Tapi itu baru dugaan,”ujar Kapolsek.

Ditetapkan Jadi Tersangka, Pilot Lion Air yang Pukul Pegawai Hotel di Surabaya Resmi Ditahan

Mengetahui istrinya hilang, Soleh pun melaporkan kepada warga.

Warga pun langsung melakukan pencarian dengan menyisir sepanjang bantaran saluran irigasi. Korban akhirnya ditemukan mengambang dalam posisi telungkup tak jauh dari lokasi mencuci.

“Kasus ini masih kita selidiki, sedangkan korban sudah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan,” pungkasnya. (***)

sumber: sindonews.com