NEWS

RAGAM

Senin | 25 Maret 2019

Hari Ini Tarif Ojol Ditentukan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana mengumumkan tarif ojek online atau ojol hari ini, Senin, 25 Maret 2019, Demikian disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi saat ditemui di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) kemarin, 24 Maret 2019.

“Besok, Senin. Besok saya umumkan,” kata Budi Setiyadi.

Adapun skema tarif itu bakal memuat tarif untuk 4 km pertama atau dikenal flag fall. Lebih lanjut, tarif 4 km artinya ialah berapa pun jarak yang ditempuh selama di bawah 4 km tarifnya sama.

Dengan Membawa Parang dan Jerigen Berisi Bensin, Margono Ngamuk di Kantor Bank BNI Dumai Riau

Budi bilang, tarif untuk 4 km sekitar Rp 7.000-Rp 10.000. Jadi, jika seseorang naik ojol dengan jarak 3 km maka tarif yang dibayarkan sama pada kisaran angka tersebut.

Dalam tarif tersebut, pemerintah juga akan mengumumkan tarif untuk per kilometernya (km). Namun, Budi masih enggan memberi informasi. Tarif per km ini akan berlaku setelah melebihi 4 km pertama.

Apes Rencana Rampok Bank Gagal, Uang Rp50.000 Punya Satpam Pun Diembat

“Formulasi seperti yang saya sampaikan kemarin, ada biaya flag off yang 4 km, kemudian ada biaya per km,” ujarnya.

Selanjutnya, Budi menuturkan, tarif baru tak langsung berlaku setelah diumumkan. Sebab, butuh penyesuaian dari sisi sistem.

“Tidak langsung dilakukan karena harus ada harus penyesuaian aplikasi juga penyesuaian di lapangan, jadi mungkin butuh waktu beberapa minggu pemberlakuan,” tutupnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Prabumulih – Seorang suami di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel), tega menyiram air keras ke sekujur tubuh istrinya hingga luka bakar parah. Tim Satuan Reserse dan Kriminal Polres Prabumulih, akhirnya menangkap pelaku.

Pelaku Evan Zaputra (25), warga Kelurahan Cambai, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, mengaku tega menyiram air keras ke istrinya M (17), karena kesal. Saat dia datang ke rumah sang istri untuk melampiaskan hasrat seksualnya, istri tak pernah ada di rumah.

Pelaku lalu berencana untuk menyiramkan air keras ke tubuh istri keduanya. Senin, 11 Maret 2019, pelaku kembali mendatangi rumah korban yang saat itu di rumah. Pelaku lalu bertanya kepada korban, tapi tidak dijawab.

Pelaku langsung menyiramkan sebotol air keras yang sudah dia siapkan ke sekujur tubuh korban. Setelah itu, pelaku kabur. Polisi yang mendapatkan laporan, langsung mengejar pelaku yang sudah lari keluar kota.

“Pelaku hadir ke rumah korban hanya untuk memenuhi hasrat seksualnya, tapi sering tidak ada di rumah. Pelaku datang lagi ke rumah korban dan korban yang sedang tidur disiram dengan air keras,” kata Kasat Reskrim Polres Prabumulih AKP Abdul Rahman, Rabu, 13 Maret 2019.

 

Abdul Rahman mengatakan, pelaku sudah merencanakan perbuatannya kepada sang istri. Dia telah mempersiapkan sebotol air keras dari rumahnya sebelum menemui korban.

“Korban mengalami luka bakar dari leher sampai paha. Ini menjadi atensi kami karena baru kali ini ada kejadian penyiraman air keras seperti ini. Memang pelaku sudah meniatkannya,” katanya.

Kasat Reskrim mengatakan, dari tempat kejadian perkara (TKP), polisi juga mengamankan barang bukti air keras yang digunakan pelaku beserta pakaian yang digunakan korban saat disiram air keras oleh suaminya.

Sadis!! Dua Pria Ini Ditemukan Tewas Terbakar dengan Terikat Kedua Kaki dan Tangannya, Ini Pelakunya

Atas perbuatan, pelaku diancam dengan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2003 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Junto Pasal 351 KUHPidana tentang Penganiayaan.

Atas perbuatan, pelaku diancam dengan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2003 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Junto Pasal 351 KUHPidana tentang Penganiayaan.

Sementara itu pelaku mengaku kesal kepada istrinya karena sering tidak ada di rumah. Kekesalannya memuncak saat dia menemui istrinya, tapi tidak menjawab pertanyaannya.

“Saya kesal karena dia enggak jawab waktu saya tanya, saya siram dengan air keras yang sudah saya bawa dari rumah,” kata Evan Zaputra.
(***)

sumber: inews.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Medan – Efendi Salam Ginting dengan santainya mengaku tidak kapok jualan narkoba lagi, meski sudah dihukum mati. Karena tidak buru-buru didor, eksekusi mati yang menjadi otoritas Kejaksaan Agung dianggapnya angin lalu.

“Saya tidak menyesal pengedar narkoba,” ujar Efendi saat ditangkap lagi oleh BNN terkait impor sabu 8 kg dari Malaysia.

Vonis pertama Efendi dijatuhkan pada 2014. Ia hanya dihukum 8 bulan penjara karena baru bisa dijerat tindak pidana tidak melaporkan informasi transaksi narkoba.

Setahun berselang, ia kembali berurusan dengan BNN. Kali ini lebih serius. Ia mengontrol 7 anak buahnya mengimpor sabu 10 kg dari Malaysia-Sumut.

Hakim tidak kasih ampun dan memberikan hukuman mati ke Efendi. Hukuman mati itu dikuatkan hingga Mahkamah Agung (MA) dan berkekuatan hukum tetap.

Sayang, eksekusi mati tidak segera dilaksanakan jaksa. Efendi menjadi-jadi.

Dari balik bui, ia kembali mengendalikan jejaringnya mengimpor sabu lagi. Lewat jalur tikus, sabu itu lolos dari Malaysia ke Sumatera Utara. Pergerakannya diendus BNN dan ditangkap.

Kepala BNN Sumut, Brigjen Pol Atrial mengatakan pihaknya juga mengamankan tujuh orang tersangka. Masing-masing berperan sebagai kurir Efendi. Selain itu, juga menyita dua unit sepeda motor, 11 unit handphone, uang tunai Rp 2 juta, Rp 135 ribu, dua tas jinjing, dan satu unit sampan.

“Tersangka dijanjikan upah Rp 59 juta, jika narkoba tersebut sampai ke tempat tujuan,” kata Atrial.

Efendi tidak sendirian. Banyak terpidana mati yang menunggu eksekusi kembali beraksi. Dengan licinnya, mereka mengakali sistem penjara yang sangat rumit sekali pun.

Duh Lagi-lagi Artis Ditangkap Polisi Terkait Narkoba, Ini Artisnya

Seperti Togiman alias Toge. Togiman merupakan terpidana mati. Karena tidak kunjung dihukum mati, Toge kembali menyelundupkan 25 kg sabu dari Malaysia pada Mei 2017. Lagi-lagi, ia dihukum mati.

Ada juga Ratu Narkoba, Ola yang dihukum mati pada 2005. Bersama saudaranya, Rani (telah dieksekusi mati), mereka hendak membawa heroin ke Inggris.

Pada 2011, Ola diberi ampunan oleh SBY dan hukumannya diubah menjadi penjara sumur hidup. Namun, hal itu tidak membuat Ola bersyukur. Ia tetap mengendalikan bisnis narkoba. Akhirnya MA kembali menjatuhkan hukuman mati.

Bagaimana dengan Benny Sudrajat? Benny dihukum mati karena membangun pabrik terbesar ketiga di dunia yang berlokasi di Tangerang. Selain Benny, 8 lainnya juga dihukum mati, yaitu:

  1. Iming Santoso alias Budhi Cipto
  2. WN China Zhang Manquan
  3. WN China Chen Hongxin
  4. WN China Jian Yuxin
  5. WN China Gan Chunyi
  6. WN China Zhu Xuxiong
  7. WN Belanda Nicolas
  8. WN Prancis Serge

Benny kemudian dijebloskan ke LP Nusakambangan. Tapi ia tidak kapok dan menggerakkan anak buahnya membangun pabrik narkoba lagi. Benny lalu diadili lagi dan kembali dijatuhi hukuman mati. Hingga kini, Benny belum dieksekusi mati.

Di dunia kelam Sulawesi Selatan, siapa yang tidak kenal Amir Aco? Hukuman mati pertama Aco diterima pada 2005 silam. Ia terbukti menjadi bandar 1,3 kg sabu.

Setelah dijatuhi hukuman mati, ia kembali mengedarkan narkoba pada 2017. Ia kemudian kembali dihukum mati pada 2018. Hinggi kini, ia juga belum dieksekusi mati.

Bila banyak terpidana mati mengulangi lagi kejahatannya, sampai kapan Kejaksan Agung akan mengulur-ulur eksekusi mati? (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Papua – Seorang bayi berusia lima bulan berhasil diselamatkan dari banjir bandang yang menerjang kawasan Jayapura, Papua.

Juru bicara Kodam Cendrawasih, Muhammad Aidi, mengatakan bayi tersebut terperangkap di reruntuhan di bawah rumahnya selama kira-kira lima jam.

“Saat ditemukan ia tertindih balok-balok atau kayu-kayu. Kami selamatkan dan kami bawa ke rumah sakit,” kata Aidi kepada wartawan BBC News Indonesia, Mohamad Susilo, Ahad, 17 Maret 2019.

Bayi ini pertama kali ditemukan oleh anggota TNI bernama Syahrir Ramadan saat melakukan penyisiran untuk mencari warga di lokasi bencana pada Minggu pagi.

Menyedihkan.. Korban Gempa-Tsunami Sulteng Mulai Dimakamkan Secara Massal

Ketika itulah Syahrir mendengar tangis bayi.

“Saya berjalan di pinggir-pinggir rumah ketika mendengar tangisan bayi. Saya masuk ke rumah, tapi bayinya tidak ada. Ternyata bayinya ada di bawah kolong,” kata Syahrir di Jayapura, hari Senin, 18 Maret 2019.

“Bayi itu berada di bawah kayu-kayu. Kondisinya lemas … saya langsung meminta tolong rekan-rekan yang lain untuk mengeluarkan bayi tersebut,” katanya.

Evakuasi bayi ini diarahkan oleh anggota TNI lain bernama Hanafi.

Ia bersama beberapa anggota membongkar kayu-kayu papan yang ada di dekat bayi. Kayu-kayu ini harus dipotong agar si bayi bisa diambil.

“Bayi ini seperti tertutup oleh tanah. Kami ambil air satu gelas, kami siram dia, kami bersihkan matanya. Kemudian matanya kami tutup, dan kayu-kayu di atasnya kami gergaji. Matanya perlu ditutup agar serbuk kayu tak masuk ke matanya,” ungkap Hanafi.

Proses ini memakan waktu cukup lama. Begitu bayi diambil, bayi ini langsung dibawa dengan sepeda motor untuk mendapatkan perawatan.

Banjir yang terjadi pada hari Sabtu, 16 Maret 2019 telah menyebabkan sedikitnya 79 orang meninggal dunia dan ribuan warga mengungsi.

Jubir Kodam Cenderawasih Muhammad Aidi mengatakan saat bayi itu ditemukan, ayahnya datang dalam keadaan panik dan stres.

“Di rumah sakit diberi perawatan dan bayi ini kondisinya membaik dan sudah dijemput oleh pihak keluarga pada Minggu pagi,” kata Aidi.

Terjang sembilan kelurahan

Banjir bandang ini menerjang sembilan kelurahan di Kabupaten Sentani.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, mengungkapkan lebih dari 1.000 warga Sentani dievakuasi ke kantor bupati dan rumah dinasnya.

Banjir bandang yang terjadi di malam hari membuat para warga tidak mempersiapkan diri, sehingga yang diperlukan saat ini adalah kebutuhan pokok.

“Karena tengah malam musibah ini, jadi ada yang dalam kondisi tidur, belum siap sama sekali, mereka hanya keluar membawa baju yang di badan,” ujar Mathius

Hingga Ahad, 13 Maret 2019 pukul 10.00 WIB, tercatat dampak banjir bandang yang menerjang sembilan kelurahan di Kabupaten Sentani, Papua, sebanyak 50 orang meninggal dunia dan 59 orang luka-luka.

Lebih jauh, Mathius menerangkan bahwa kebutuhan air juga terkendala karena sumber air berasal dari Gunung Cyclop, sehingga dibutuhkan tangki air bersih untuk kebutuhan warga dan keperluan rumah sakit yang menampung korban luka-luka.

Kepala Humas Polda Papua Ahmad Musthofa Kamal mengatakan tiga lokasi yang terdampak parah akibat terjangan banjir bandang ini adalah di sekitar bandara, perumahan Bintang Timur dan sekitar lapangan udara.

Sebagian besar wilayah yang terdampak hingga kini masih tertutup lumpur material banjir. Diperkirakan masih banyak korban yang terperangkap materi lumpur.

“Air masih mengalir cukup deras tapi perlu diwaspadai. Kita masih melakukan pencarian,” kata dia.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menuturkan dari 50 orang meninggal dunia, 38 jenasah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Papua, 7 jenasah di RS Marthin Indey, dan 5 jenasah di RS Yowari.

Sebanyak 49 korban sudah berhasil diidentifikasi sedangkan satu jenasah masih dalam proses identifikasi.Sementara 59 orang luka-luka yang dirujuk ke PKM Sentani, RS Bhayangkara dan RS Yowari. Dinas Kesehatan Jayapura dan Dinas Kesehatan Papua mengkoordinir penanganan tim medis bagi korban.

Namun, Sutopo menuturkan data korban ini masih akan bertambah karena pendataan masih dilakukan.

“Karena proses evakuasi masih berlangsung dan belum semua daerah yang terdampak di sembilan jelurahan bisa dijangkau tim SAR gabungan,” ujar Sutopo, Ahad, 17 Maret 2019

Material lumpur dan kayu akibat banjir membuat akses jalan tertutup, membuat evakuasi korban sulit dilakukan.

“Fokus utama saat ini adalah proses evakuasi, penyelamatan korban mengingat luasnya wilayah terdampak banjir bandang,” tegas Sutopo.

Adapun kerusakan meliputi 9 rumah rusak terdampak banjir di BTN Doyo Baru, 1 mobil rusak atau hanyut, jembatan Doyo dan Kali Ular mengalami kerusakan.

Sementara itu, sekitar 150 rumah terendam di BTN Bintang Timur Sentani, kerusakan 1 pesawat jenis Twin Otter di Lapangan Terbang Adventis Doyo Sentani.

Seperti diberitakan, akibat dari intensitas hujan yang menguyur Kabupaten Jayapura dan sekitarnya mulai dari sore hari, Sabtu, 16 Maret 2019 hingga pukul 23:30 Wit mengakibatkan Banjir merendam perumahan warga di Kelurahan Hinekombe, Dobonsolo dan Sentani Kota, Kampung Yahim dan Kehiran.

Peringatan banjir bandang

Lebih lanjut, Sutopo mengatakan sejak september 2018, Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) bersama BNPB telah memperingatkan tentang adanya banjir bandang.

Wilayah Sentani itu rawan banjir akibat kerusakan lingkungan dan pertambangan liar di lokasi situ.

Apalagi pada tahun 2007 lalu, di Sentani juga pernah diterjang banjir bandang.

Kejadian banjir bandang yang menerjang pada Sabtu silam, menurut Sutopo, menunjukkan hujan deras yang terjadi pada sore hari membendung air di sungai ada. Namun air kemudian meluap dan menerjang wilayah di sekitarnya.

“Ini karakter banjir besar yang terjadi di Indonesia kita bisa melihat bagaimana kayu gelondongan yang begitu besar dan batu besar menerjang desa-desa,”

Untuk mengantisipasi banjir bandang, Wantanas dan BNPB sudah melakukan penanaman 20.000 bibit pohon untuk memperbaiki lingkungan, terutama hutan yang ada. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID,Jakarta – Tak hanya produk cleanser wajah yang cocok atau komitmen dalam pembersihan wajah setiap malamnya, namun ada hal lain yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan kulit wajah yang lebih sehat dan awet muda. Yakni soal waktu dalam mencuci wajah setiap malamnya.

Alih-alih menunggu membersihkan wajah menjelang tidur, ternyata akan lebih baik membersihkannya lebih awal. Seberapa awal yang disarankan dalam membersihkan wajah?

Dalam penelitian dari Pusat Regulasi Genomik, waktu pembersihan wajah yang baik di malam hari adalah dimulai dari waktu matahari terbenam. Hal tersebut berdasarkan ritme sirkadian atau jam internal. Sama seperti tubuh, kulit juga memiliki jam sirkadiannya.

Tips Atasi Sakit Kepala Tanpa Minum Obat

Kulit secara natural memperbaiki ketika menjelang malam hari. Artinya saat tubuh sudah mulai butuh istirahat, maka sel-sel bekerja lebih keras lagi untuk memproduksi sel baru dan menggantikan yang lama.

Sehingga membersihkan kulit lebih awal membuat jam internal kulit jadi lebih selaras. Hasilnya, akan menjaga kulit dari kerusakan dan tanda-tanda penuaan.

“Emosi” Merugikan Siapapun, Ini Tips Mengendalikannya

Manfaat lainnya ketika jam internal kulit selaras, maka produk serum yang digunakan pun akan bekerja maksimal. Hal tersebut karena kulit tidak sibuk mempertahankan diri dari sinar UV dan polusi. Zat aktif pada serum seperti retinol pun akan lebih mudah menyerap. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Lion Air Group mengungkapkan alasannya memilih Boeing 737 Max 8. Lion Air mengaku memilih Boeing jenis Max karena dijanjikan penghematan konsumsi bahan bakar yang cukup signifikan.

Managing Director Lion Air Group, Daniel Putut, menyatakan penghematan yang dijanjikan pihak Boeing untuk seri Max mencapai 11 persen. “Mereka janjikan 11 persen efisiensi dari bahan bakar,” ujarnya.

Lagi, Pesawat Ethiopian Airlines Jatuh Tak Lama Setelah Lepas Landas

Dia menyebutkan paling banyak Boeing 737 Max 8 adalah untuk penerbangan ke China dan Umrah. Untuk penerbangan umrah, Lion Air akan diganti dengan pesawat Airbus. “Untuk ke Timur Tengah digantikan dengan pesawat ‘wide body’,” katanya.

Dia mengaku penundaan pengoperasian serta kedatangan pesawat tersebut tidak mengganggu operasional Lion Air karena sedang musim sepi.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengambil langkah untuk melakukan inspeksi larang terbang sementara pesawat terbang Boeing 737 MAX 8 di Indonesia. Langkah tersebut diambil terkait jatuhnya Pesawat Ethiopian Airlines berjenis Boeing 737 Max 8.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti mengatakan larangan dikeluarkan untuk memastikan bahwa pesawat Boeing yang beroperasi di Indonesia dalam kondisi laik terbang. Serta untuk menjamin keselamatan penerbangan di Indonesia. (***)

sumber: merdeka.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Dumai – Ancam Teller BNI 46 Dumai dengan parang dan siramkan pertalite ke meja teller, margono ternyata penjual bandrek, ini kata keluarga dan kenalannya.

Aksi Margono di BNI 46 Jalan Jenderal Sudirman, Kota Dumai, Riau pada Senin, 11 Maret 2019 membuat gempar masyarakat setempat.

Pria 44 tahun itu nekat membawa parang dan mengancam nasabah serta pegawai bank.

Margono juga nyaris membakar bank tersebut.

Jeritan Motor Roda Tiga di Lokasi TMMD Jurangjero

Ia sempat menyiram meja teller bank dengan bahan bakar jenis pertalite.

Aksinya langsung dihentikan pihak kepolisian.

Margono ternyata seorang penjual minuman hangat bandrek dan aneka jamu di Jalan Dr Wahidin, Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai.

Ia sudah berjualan di sana cukup lama.

Kios aneka minuman hangat dan jamu dagangannya cukup ramai pembeli.

Tempat berjualannya berupa kios semi permanen di tepi Jalan Dr.Wahidin.

Pria tersebut dikenal baik oleh para pelanggan yang kerap menikmati aneka minuman hangat pada malam hari.

Dengan Membawa Parang dan Jerigen Berisi Bensin, Margono Ngamuk di Kantor Bank BNI Dumai Riau

Satu pelanggannya menyebut bahwa MR pada Minggu malam tidak memperlihatkan gelagat mencurigakan.

MR tetap melayani para pelanggan yang datang ke kios miliknya.

“Biasa saja kok, saya sempat minum bandrek di sana. Sikapnya wajar saja dan tidak ada yang aneh,” terang pria yang enggan disebut namanya kepada Tribun, Senin petang.

Pria tersebut mengaku sering berkumpul dengan rekan-rekannya di sana.

Ia pun sering berjumpa dan bercengkrama dengan MR.

Tapi ia tidak tahu, apa yang merasuki MR hingga berbuat nekat.

“Kami tahunya beliau itu baik-baik saja. Kalau ngbrol ya manut saja. Makanya kami kaget waktu dengar beliau mengamuk,” ulasnya.

Kepolisian Dumai belum memastikan motif dari pelaku.

Polisi belum menyimpulkan motif pelaku.

Dugaan awal pelaku hendak melakukan perusakan dan pengancaman di bank.

Mereka juga belum memastikan kondisi kejiwaan dari MR.

“Kalau kondisi kejiwaan butuh pemeriksaan lebih lanjut. Sebab dokter belum lakukan pemeriksaan,” papar Kapolres Dumai, AKBP Restika PN terpisah.

Ia mengatakan bahwa pelaku sudah mendapat penanganan medis usai beraksi.

Polisi terpaksa melumpuhkan pelaku dengan timah panas.

Sebab pelaku mengamuk saat hendak diamankan petugas.

Mantan Kapolres Siak ini menyebut bahwa MR adalah warga purnama.

Pelaku tinggal bersama keluarganya.

Pelaku juga memiliki dua anak.

“Informasi kita peroleh, pelaku juga berjualan bandrek di Purnama. Nanti kita minta keterangan keluarga juga,” ulasnya.

Sosok Margono di Mata Keluarganya

Berbeda dengan sejumlah kenalannya, Iyah, Kakak kandung Margono mengungkapkan fakta mengejutkan.

Iyah menyebut, adiknya bernama Margono itu punya masalah pribadi.

“Dia sudah beberapa tahun belakangan ada kelainan, seperti stres gitulah,” kata Iyah

Dia menerangkan, adiknya tersebut memang masih bejualan bandrek.

Namun, yang kerap berada di lapaknya adalah Istrinya.

“Dia setahu saya tak ikut jualan lagi. Namun, masih suka datang dan minum disana,” ungkapnya.

“Maklum, banyak kawan dan kenalannya minum disitu juga,” tambah Iyah.

Iyah membantah jika adiknya disebut punya masalah yang melibatkan pihak kepolisian dalam keseharian.

“Dia tak punya masalah. Memang orangnya suka tiba-tiba melamun dan marah-marah, tapi adik saya baik dan tak pernah ribut,” pungkasnya.

Sosok Margono di Mata Kenalan

Sosok Margono dikenal sebagai warga biasa oleh masyarakat tempat dia tinggal di Purnama.

Lelaki periang ini kerap dikenal sebagai sosol paling baik oleh sesama warga baik yang lebih tua, sepantaran maupun lebih muda.

Di kawasan Purnama, Margoni dikenal sebagai pedagang bandrek yang buka sore hari hingga malam.

Bagi sebagian kalangan, usaha bandrek yang diberi nama Bandrek Margono cukup dikenal di sejumlah kalangan Kota Dumai.

Seorang warga Purnama bernama Pur mengaku, sehari sebelum kejadian dia masih minum bandrek di tempat Margono.

“Dia (Margono, red) terkenal orang paling baik. Tak ada yang aneh dengan dia. Semalam saya masih minum disana dan ngobrol seperti biasa. Seperti tak ada masalah apa-apa,” sampai Pur Senin, 11 Maret 2019.

Dilanjutkannya, Pur minum bandrek di lapak Bandrek Margono bisa beberapa kali dalam seminggu.

Keduanya juga cukup akrab.

Apalagi, Pur merupakan pengurus dari sebuah organisasi kepemudaan nasional di Dumai.

“Saya cukup dekat. Tapi memang tak ada firasat. Semalam kami ngobrol lama dan dia tak mengeluh apa-apa,” ucapnya.

“Sampai tadi siang saya dengar kejadian di BNI Dumai, saya tak sangka, kalau itu Margono yang ngobrol sama saya semalam,” tandas Pur.

Terungkap identitas pelaku pengrusakan di Bank BNI 46 Dumai, sempat ancam teller, pelaku ingin membuat kegaduhan dan membakar bank itu, Kapolres Dumai tegaskan bukan perampokan.

Identitas tersangka tindak kriminal pengancaman dan pengrusakan di Bank BNI 46 Dumai akhirnya terungkap.

Pihak Polres Dumai merilis identitas tersangka yakni Margono, lelaki kelahiran 1975 warga Purnama Kota Dumai.

Melalui Paur Humas Polres Dumai Iptu Dedi Nofarizal mengatakan, Margono sempat mengancam teller dan pengunjung dengan kalimat ‘Kalau mau selamat kalian keluar semua’.

“Aksi yang dilakukan oleh Margono bukanlah usaha perampokan. Melainkan pengancaman dan pengrusakan,” sebut Paur Humas.

Selain mengancam, Margono juga berusaha menyiramkan BBM diduga Pertamax ke areal lantai dan meja teler nomer tiga.

“Dia (Margono, red) juga merobek slip penarikan dan setoran ada di lobi bank BNI dan merusak kursi pengunjung dan komputer,” sampainya.

Hasil interogasi pihak kepolisian disimpulkan, pelaku hanya ingin membuat kegaduhan dan membakar bank tersebut.

“Dari keterangan pelaku disimpulkan, dia hanya ingin membuat keributan saja tak ada maksud merampok dan sebagainya,” pungkasnya.

Kapolres Dumai, AKBP Restika PN menegaskan bahwa keributan di gedung BNI 46 Dumai, Jalan Jendral Sudirman, Kota Dumai, Riau pada Senin (11/3/2019) bukan perampokan.

Ia memastikan tidak ada uang yang dirampas oleh pelaku perusakan berinsial oleh pria berinisial MR.

“Saya tegaskan bahwa itu bukan perampokan. Aksi tersebut perusakan dan pengancaman,” jelas Restika kepada Tribun, Senin siang.

Polisi sudah mengamankan MR.

Sejumlah personel polisi sempat bergulat dengan pelaku lantaran melakukan perlawanan.

Mereka akhirnya melumpuhkan pelaku dengan timah panas.

Polisi memembak kaki kiri pelaku.

Saat ini pelaku harus mendapat perawatan medis di RSUD Dumai.

“Kami terpaksa lumpuhkan pelaku. Sebab melakukan perlawanan dan mengancam nasabah di bank,” terangnya.

Mantan Kapolres Siak ini menyebut polisi sudah memeriksa sejumlah saksi pasca kejadian.

Ada dua saksi sudah dimintai keterangan polisi.

Personel polres juga melakukan olah TKP.

Restika menyebut bahwa awalnya pelaku datang ke BNI Jalan Jendral Sudirman dengan mengendarai sepeda motor Vario warna biru.

Pelaku yang turun dari motor langsung bergerak ke dalam BNI.

Ia mengeluarkan parang yang sudah dibawanya.

Pria 44 tahun ini berteriak dan memerintahkan nasabah dan pegawai bank untuk keluar.

Ia juga mengayunkan parang ke meja teler 3 tersebut.

Pegawai bank langsung lari keluar dari bank.

Pelaku lantas mengeluarkan jerigen yang telah disiapkannya.

Ia menyiramkan bensin yang ada dalam jerigen tersebut ke meja teler 3.

MR juga menyiram lantai bank dengan bensin.

Pelaku juga merobek slip penarikan dan setoran yang ada di lobi BNI.

Ia juga merusak kursi pengunjung dan komputer yang ada.

Petugas keamanan bank langsung melaporkan kejadian itu ke personel Polres Dumai yang bertugas di sana.

Mereka langsung berlari dalam bank sambil meminta pelaku untuk menyerahkan diri.

Pelaku tidak mau menyerah begitu saja.

Personel Polres Dumai langsung membantu meringkus pelaku.

“Ada perlawanan, maka kita tembak kaki kiri pelaku,” ulas Restika.

Polisi sudah menginterogasi pelaku.

Dugaan sementara pelaku hanya ingin membuat kegaduhan dan membakar bank.

Saat ini situasi di bank tersebut sudah terkendali.

Pelaku juga sudah diciduk polisi

“Saat ini polisi masih melakukan olah TKP dan penyelidikan lebih lanjut,” paparnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pekanbaru – Sambil membawa parang dan jeriken berisi bensin, Margono (44) mengamuk di kantor BNI, Dumai, Riau. Margono memecahkan kaca dan mengancam nasabah.

“Polres Dumai melakukan olah tempat kejadian perkara, informasi yang kami dapat ada seseorang bawa jeriken sama parang masuk ke bank BNI, memecahkan kaca, mengancam nasabah,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 11 Maret 2019.

Siapa Sangka, Zulkifli Pelantun Lagu “Aishiteru” Ini Terancam Hukuman Mati

Polisi kemudian bergerak setelah mendapat laporan dari warga. Di lokasi, pelaku diminta menyerah namun menolak.

“Sehingga dilakukan (tindakan) secara tegas terukur, melumpuhkan orang tersebut. Saat ini tersangka sedang di dalam perawatan RS setempat. TKP dilakukan pengolahan oleh Satreskrim. Saat ini belum disimpulkan apakah itu perampokan ataupun pidana lainnya,” papar Dedi.

Kejadian ini disebut Dedi terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Belum diketahui motif pelaku yang mengamuk.

Setelah Gorok Leher Istrinya, Pria Ini Belah Perut dan Mengambil Bayi yang Dikandung, Ini Kronologi Lengkapnya

Sementara Kapolres Dumai, AKBP Restika Nainggolan saat dimintai konfirmasi terpisah menyebut Margono lebih dulu ke SPBU mengisi bensin motor sebelum mengamuk di kantor BNI Dumai.

Setelah tangki motor terisi bensin, pelaku menolak membayar saat diminta petugas SPBU. Pelaku menurut Restika juga mengancam petugas SPBU dengan parang

“Karena diancam, akhirnya petugas SPBU tak berani, pelaku pun pergi begitu saja,” kata Restika. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Blora – Ini curahan hati Ny. Wiji (36), seorang petani asal Dukuh Nggoloyo, Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo, atas sepak terjang Tentara di desanya, dimana melaksanakan pembangunan, termasuk diantaranya membangun sejumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Selaku rakyat kecil, dia berharap jumlah rumah yang direhab bisa ditambah.

”Niki kula sakderma wong cilik lho Pak. Menawi diparingke usul mbok jumlah omah sing dibangun Pak Tentara ditambahi. Wong teng Njurangjero mriki kathah tiyang sing daleme elek, betah dibantu dibangunke griyane (Ini saya cuma orang kecil lho Pak. Kalau dibolehkan usul, itu jumlah rumah yang dibangun Pak Tentara ditambah. Orang di Jurangjero sini banyak orang yang rumahnya jelek, butuh dibantu dibangunkan rumahnya -Red),” ujar Ny. Wiji kepada Tim Pendim 0721/Blora yang menyambanginya.

Dia mengaku, usulan itu bukan berarti rumahnya ingin direhab, hanya saja memang faktanya di Desa Jurangjero baranyak rumah yang tidak layak huni, butuh uluran tangan dari banyak pihak agar bisa direhab. Keberulan rumah Ny. Wiji bersebelahan denan rumah Mbah Saki (65), salah satu warga Dukuh Nggoloyo yang rumahnya ikut direhab Tentara dalam gelaran TMMD Reguler ke-104 Kodim Blora.

”Saya melihat rumah mbah Saki dibangun pak Tentara saja sudah ikut senang. Kasihan dia, hidup sendirian, untuk makan sehari-hari pun sulit. (pendim 0721/blora)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Addis Ababa – Pesawat Boeing 737 milik Ethiopian Arilines jatuh pada Ahad, 10 Maret 2019 pagi dalam perjalanan dari Addis ke Nairobi, Kenya.

Melansir dari kantor berita AFP, manajemen maskapai menyatakan pesawat membawa 149 penumpang dan 8 kru pesawat. “Kami dengan ini mengonfirmasi, pesawat nomor penerbangan ET 302 kami dari Addis Ababa ke Nairobi terlibat kecelakaan hari ini,” demikian pernyataan manajamen.

Di Tengah Penerbangan, Pesawat Ini harus Kembali ke Bandara karna Ada Jantung Manusia yang Tertinggal. Kok Bisa?

Diwartakan Al Jazeera, pihak berwenang mengonfirmasi pesawat tersebut jatuh sekitar pukul 08.44 waktu setempat, tak setelah lama lepas landas pada pukul 08.38.

Perdana Menteri Etiopia Abiy Ahmed menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Kantor Perdana Menteri, atas nama pemerintah dan rakyat Etiopia, menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga yang kehilangan orang yang dicintai dalam penerbangan Ethiopian Airlines,” kicaunya di Twitter.

Ironis, Ini Kronologi Detik-detik Jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610

Laporan dari Bloomberg menyebutkan, pesawat jatuh di sekitar wilayah Bishoftu atau Debre Zeit, sekitar 50 km sebelah selatan ibu kota Etiopia, Addis Ababa.

Hingga kini belum ada rincian lebih lanjut tentang penyebab kecelakaan. Meski demikian, operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung.

Kami tidak memiliki informasi tentang korban selamat atau korban terluka,” demikian pernyataan kantor Perdana Menteri.

Ethiopian Airlines merupakan perusahaan milik negara yang mengklaim sebagai maskapai terbesar di Afrika. Maskapai tersebut berambisi menjadi pintu gerbang untuk menjelajahi benua Afrika. (***)

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Ditangkap pihak kepolisian sejak 28 Februari lalu karena kasus narkoba, Zul Zivilia terancam hukuman mati.

Vokalis Band Vivilia, Zulkifli alias Zul Zivilia ditangkap pihak berwajib karena kasus penyalahgunaan narkoba.

Terungkap pada hari Jumat, 1 Maret 2019 Zul Zivilia ditangkap di apartemen Gading River View, kawasan Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

”Terimakasih Pak Ndan, Desa Kami Dibangun”

Zul ditangkap pada pukul 16.30 WIB saat sedang menimbang sabu dan memasukkannya ke dalam plastik klip.

Hal itu dia lakukan bersama tiga rekan lainnya, Rian, Andu dan D.

Dalam pers rilis di gedung Ditresnarkoba, Polda Metro Jaya, kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat, 8 Maret 2019, pihak kepolisian menyatakan bahwa Zul bukan hanya sebagai pengguna tapi juga jaringan pengedar.

Partai Demokrat: Bagai Petir di Siang Bolong, Ketika Mendengar Andi Arief Ditangkap Polisi Karena Narkoba

“Public figure ini (Zul) sub bandarnya, jadi bagian mem-packing-nya (narkoba) dia,” ucap Kapolda Metro Jaya Irjen. Pol. Gatot Eddy saat pers rilis.

Dalam penangkapan tersebut, polisi berhasil menyita sabu seberat 9,5 kilo, pil ekstasi 24.000 butir, dan timbangan elekstrik.

Akibatnya, Zul Zivillia terancam hukuman mati.

Ini Kata Sang Istri Siri Setelah Pesinetron Ganteng Sandy Tumiwa Ditangkap Polisi Terkait Narkoba

“Dengan barang bukti ini, yang bersangkutan (Zul) bersama rekan-rekannya terancam maksimal hukuman mati, minimal 20 tahun, tergantung perannya,” ucap Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Suwondo Nainggolan di Mapolda Metro Jaya, kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat 8 Maret 2019.

Suwondo menambahkan, Zul tak hanya sebagai pengguna, melainkan bagian dari jaringan pengedar narkotika kelas kakap.

Zul pun disangkakan Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 112 ayat 2 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba karena barang bukti narkoba yang disita beratnya melebihi 5 gram.

Duh Lagi-lagi Artis Ditangkap Polisi Terkait Narkoba, Ini Artisnya

“Itu untuk memberikan efek jera,” kata Suwondo.

Menanggapi hal ini, Zul merasa menyesal.

“Menyesal,” singkat Zul Zivilia di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat 8 Maret 2019.

Zul juga mengatakan jika kiprahnya di narkoba hingga pencokokannya adalah bagian dari perjalanan hidupnya.

Meski demikian, penyesalan itu kini sudah terlambat.

“Ini jalan hidup saya,” pungkasnya.

Ditangkap Sejak 28 Februari Lalu

Vokalis band Zivilia yang tenar dengan lagu Aishiteru, Zulkifli atau akrab disapa Zul ditangkap kepolisian Polda Metro Jaya terkait kasus narkoba jenis sabu.

Hal itu disampaikan Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan.

“Benar ( Zul ditangkap). Saat ini ditahan di Polda Metro Jaya,” ujarnya dihubungi Kompas.com, Kamis, 7 Maret 2019.

DUH!! Setelah Facri Albar, Kini Ozzy Albar Ditangkap karna Narkoba

Suwondo mengatakan Zul ditangkap terkait kasus narkotika jenis sabu. Penangkapannya pun sudah dilakukan pada 28 Februari 2019 lalu.

“(tertangkap dengan jenis narkotika) sabu. Tertangkapnya 28 Februari,” katanya lebih lanjut.

Terkait dengan detail penangkapan dan jumlah kepemilikan sabu, Suwondo mengatakan akan diinformasikan saat konfrensi pers besok.

“Untuk jumlah dan detailnya, besok saat konferensi pers,” pungkasnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.I, Jakarta – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) meluncurkan ‘Jendela’, yaitu saluran informasi dan pengaduan nasabah pinjaman online atau fintech peer-to-peer lending. Melalui kanal tersebut, masyarakat bisa bertanya maupun mengadu mengenai persoalan terkait pinjaman online.

“Jadi itu adalah pusat informasi dan pengaduan mengenai praktik fintech lending di Indonesia,” ujar Ketua Umum AFPI Adrian Gunadi di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, 8 Maret 2019.

Apes Rencana Rampok Bank Gagal, Uang Rp50.000 Punya Satpam Pun Diembat

Menurut Adrian asosiasi terbuka mendengarkan keluhan nasabah dengan menyediakan customer service serta hotline center melalui saluran telepon maupun email. Nasabah dapat menghubungi 150505 pada jam kerja, Senin – jumat pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Selain itu, nasabah juga bisa mengadu melalui [email protected] atau laman resmi www.afpi.or.id.

Nantinya, setiap pengaduan akan ditampung oleh tim dari asosiasi di fintech center dan dipelajari dalam tiga hari. Setelah itu, setiap keluhan akan mendapat balasan dari asosiasi. Adapun permasalahan serius akan dilaporkan kepada sekretariat dan dilanjutkan kepada komite etik. “Untuk sanksinya harus dilihat kasus per kasus, mulai dari peringatan hingga dikeluarkan dari asosiasi,” ujar Adrian.

Gulai Itik Cabe Hijau Koto Gadang, Yuk Diintip Resep dan Cara Membuatnya

Wakil Ketua Umum AFPI Sunu Widyatmoko mengatakan dibentuknya saluran pengaduan itu didasari hiruk pikuk persoalan pinjaman online beberapa waktu belakangan. Persoalan itu, menurut dia, kerap macet dan tidak selesai. Dengan adanya Jendela, asosiasi bakal bekerja mengatasi persoalan itu berbasiskan aduan. (***)

sumber: tempo.co

MEDIAKEPRI.CO.ID, Blora – Kantor kas BKK Purwokerto cabang Sumbang di Jalan Raya Desa Kebanggan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, disatroni kawanan perampok bersenjata tajam. Dua perampok menyekap petugas penjaga malam hingga terluka dan merampas uang Rp50.000 milik penjaga malam.

Dua pelaku perampok bersenjata pisau menyatroni kantor kas BKK Purwokerto Selatan cabang Sumbang, Jumat, 8 Maret dini hari.

Perampok melumpuhkan petugas jaga malam bernama Pramono dengan cara mengancam dan menyekap serta melukai penjaga malam dengan pisau di bagian bibir atas.

Meski dengan alat Seadanya, Satgas TMMD dan Warga Tak Kendor Semangatnya

Namun dua perampok tidak menemukan uang sepeser pun karena kantor kas BKK Purwokerto Selatan cabang Sumbang tidak menyimpan uang kontan dan hanya untuk menyimpan berkas para nasabah. Kedua perampok pun merampas uang Rp50.000 milik penjaga malam yang disekap di ruang belakang.

Aksi pembobolan BKK Purwokerto baru diketahui pada pagi hari, setelah anak penjaga malam curiga. Sebab sampai pukul 7.00 WIB, ayahnya yang bertugas jaga malam belum keluar dan pintu gerbang masih dikunci.

Anak penjaga malam kemudian masuk melompat pagar dan mencari ayahnya di ruang belakang BKK. Dia didapati ayahnya dalam kondisi disekap bagian mulut dilakban dan tangan diikat. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Sumbang.

Petugas Polsek Sumbang mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan menghubungi Tim Inafis Polres Banyumas untuk olah (TKP). Kasus tersebut ditangani Satreskrim Polres Banyumas guna penyelidikan dan pengejaran pelaku. (***)

sumber: sindonews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Sebuah video seorang bocah tersengat listrik lantaran tangannya memegang tiang lampu viral di media sosial instagram. Dalam video, bocah itu menggunakan kaus biru dan tangannya tampak tak bisa dilepaskan dari tiang karena aliran listrik yang menyengat.

Usut punya usut kejadian itu terjadi di kolam renang di Kompleks Perumahan Villa Meruya, Kembangan, Jakarta Barat. Peristiwa itu terjadi sekitar seminggu lalu.

Tragis, Tiga Pemuda Ini Ditemukan Tewas Meringkuk di Dalam Tenda, Ini yang Terjadi

“Iya benar ada kejadian itu. Sekitar seminggu yang lalu ya,” ucap Kapolsek Kembangan, Kompol Joko Handoko Senin, 4 Maret 2019.

Belakangan diketahui bocah itu bernama Putu Elang. Beruntung bocah itu tak meninggal dunia dalam kejadian ini.

Bocah itu kini sudah beraktivitas secara normal. Sebab, si bocah langsung mendapatkan perawatan. “Sudah aktivitas lagi. Sempat trauma tapi sudah tidak apa-apa,” katanya.

Setelah Gorok Leher Istrinya, Pria Ini Belah Perut dan Mengambil Bayi yang Dikandung, Ini Kronologi Lengkapnya

Tiang lampu itu diduga kabelnya terkelupas karena faktor alam sehingga saat kejadian korban tersengat. Mengingat saat itu korban dalam keadaan basah kuyup sehabis berenang.

Terkait hal ini, polisi belum menemukan adanya indikasi pidana. Bekum ditemukan adanya unsur kelalaian, sehingga tidak ada tersangka dalam kasus ini. (**)

sumber: viva.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Deklarator Komunitas Ksatria Airlangga, Heru Hendratmoko merespons pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono yang nenyalahkan Presiden Joko Widodo atas tertangkapnya Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief, yang tertangkap sedang menggunakan narkoba.

Menurutnya, pernyataan anak buah Prabowo Subianto ngaco. “Pernyataan itu sama sekali tidak bisa dipertanggungjawabkan,” katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin, 4 Maret 2019.

Partai Demokrat: Bagai Petir di Siang Bolong, Ketika Mendengar Andi Arief Ditangkap Polisi Karena Narkoba

Lanjutnya, ia mengatakan berdasarkan data menunjukkan jumlah jaringan sindikat narkoba di era Jokowi berkuasa justru mengalami penurunan. Dari 99 jaringan pada 2017 menjadi 83 jaringan pada 2018.

“Ini menunjukkan BNN dan kepolisian tak main-main dalam menggulung jaringan pengedar narkoba di tanah air,” tegasnya.

Singgung Kasus Hoax, Kejujuran Ratna Sarumpaet Dapat Acungan Jempol dari Jokowi

Selain itu, ia menyatakan bahwa pemakai narkoba dari kalangan politisi justru bisa menggoyahkan sendi-sendi kehidupan bernegara.

“Ini sungguh berbahaya. Bagaimana kita bisa mempercayakan kebijakan publik kepada mereka kalau para pengambil keputusan justru berada di bawah pengaruh narkoba?” jelasnya.

“Kuburan” Jadi Saksi Bisu Aksi Bejad Bapak Cabuli Anak Kandungnya

Sambungnya, politisi seharusnya jadi contoh, terutama bagi anak muda sebagai pemilik masa depan. “Bayangkan, data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat dari 87 juta populasi anak di Indonesia, 5,9 juta di antaranya sudah menjadi pecandu narkoba. Mereka jadi pecandu karena terpengaruh orang-orang terdekatnya,” tukasnya. (***)

sumber: wartaekonomi.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Samarinda – Mijan, seorang penjaga kuburan, mencabuli anak kandungnya sendiri. Aksi bejat Mijan diketahui mantan istrinya dan Mijan pun dilaporkan ke polisi.

Kapolsekta Samarinda Kota Kompol Nur Kholis, mengatakan pelaku mengaku melakukan perbuatan tercela itu karena dendam dengan mantan istri. Dia pun beberapa kali mencabuli anak-anaknya sejak tahun 2014 silam.

Peramal Denny Darko Meramal Luna Maya Dekat dengan Pria Mirip Reino Barack, Siapakah Dia?

“Dia yang merenggut kesucian anaknya, di bangku di kuburan dekat rumah. Karena dia ini kan penjaga dan penggali kuburan, jadi tahu betul lokasi yang bisa digunakan untuk melakukan itu,” kata Kholis saat jumpa pers di Mapolsekta Samarinda, Senin, 4 Maret 2019.

Usai dilaporkan, Mijan sempat melarikan diri. Namun, Mijan akhirnya keluar dari tempat persembunyianya karena kehabisan duit dan berencana mengambil barang di rumahnya.

Dipastikan Aman Pulang, Pasien Obesitas Asal Karawang Meninggal di Rumahnya

Saat kembali ke rumah, bapak tiga anak ini diamankan warga dan kemudian diserahkan ke petugas kepolisian.

Sebelumnya polisi juga mengamankan kakak kandung korban, MAN (15) yang juga disebut pernah mencabuli korban, namun, Mijan mengaku tidak tahu perbuatan putranya itu.

Kini akibat perbuatanya Mijan harus mempertanggung jawabkan perbuatanya, dia menyusul anak keduanya MAN mendekam di balik jeruji besi. Keduanya dijerat pasal 81 dan 82 undang-undang nomor 35/2014 tentang perlindungan anak. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Partai Demokrat mengaku kaget mendapat kabar tertangkapnya Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Demokrat, Andi Arief, oleh polisi karena menggunakan narkoba di Hotel Peninsula, di kawasan Slipi, Jakarta Barat, Ahad 3 Maret 2019.

Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari mengakui hal ini bagai petir di siang bolong.

Ini Kata Sang Istri Siri Setelah Pesinetron Ganteng Sandy Tumiwa Ditangkap Polisi Terkait Narkoba

“Kita semua kaget dengan berita ini. Seperti petir di siang bolong. Kami sedang mencari tahu kebenaran masalah ini. Kalau bisa, ingin bertemu dengan AA untuk menanyakan langsung,” kata Imelda dalam keterangan kepada media, Senin, 4 Maret 2019.

Imelda menegaskan, untuk merespons peristiwa ini, seluruh jajaran di Demokrat membahas masalah ini dan dalam waktu dekat akan disampaikan melalui konferenai pers.

Duh Lagi-lagi Artis Ditangkap Polisi Terkait Narkoba, Ini Artisnya

“Segera akan ada jumpa pers resmi dari Partai Demokrat tentang masalah ini. Partai Demokrat akan sampaikan keterangan pers segera akan kami kabari,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat Ferdinand Hutahaean saat dihubungi wartawan menyatakan, mempersilakan awak media untuk menanyakan masalah ini ke Kepolisian.

“Tanya kepolisian dulu, simpang siur informasinya dan kami juga sedang berusaha melakukan pengecekan yah,” katanya. (***)

sumber: sindonews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karawang – Pasien Obesitas Sunarti asal Karawang telah meninggal dunia di Karawang, pada Ahad, 3 maret 2019 Atas meninggalnya pasien tersebut, Direktur Utama RSHS, dr. R. Nina Susana Dewi, Sp.PK(K) memastikan kondisi yang sudah aman untuk dipulangkan secara medis.

Sunarti dirawat sejak tanggal 1 februari dengan rujukan dari Rumah Sakit Karawang. Untuk penanganan obesitas selama perawatannya, RSHS membentuk tim khusus (terdiri dari berbagai disiplin ilmu), yang telah berupaya semaksimal mungkin.

Bobotnya Capai Ratusan Kilo Setelah Konsumsi Obat Steroid Berbulan-bulan, Ini Kata Dokter

Pada 18 Februari Sunarti menjalani bariatric surgery. Yaitu berupa tindakan pengecilan lambung. Tindakan operasi berjalan dengan baik dan selama paska operasi pasien dalam kondisi yang baik.

Secara umum kondisi Sunarti baik, baik tekanan darah, nadi, dan respirasinya normal. Ia tidak mengalami sesak nafas. Perkembangan lain yang signifikan, pasien sudah bisa duduk dan dapat mentoleransi kalori makanan sebesar 450 kalori/hari.

ASTAGFIRULLAH.. Awalnya Berat Badannya 110 kg Dalam Setahun Naik Jadi 310 kg, Pasien Obesitas ini Meninggal Dunia

Dengan perkembangan yang ada, pasien dinyatakan aman untuk pulang pada 1 Maret 2019 dan dapat beraktivitas keseharian di rumah. Saat pulang pasien dibekali obat-obatan dan edukasi asupan makanan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Terkait pembiayaan, Direktur Utama menjelaskan, Sunarti dipulangkan bukan karena kuota BPJS habis (seperti yang sempat di beritakan salah satu media), melainkan murni karena kondisi yang sudah aman untuk dipulangkan secara medis.

Sejak awal pasien sudah diprediksi akan membutuhkan pembiayaan besar, sehingga pada clinikal meeting pertama, manajemen RSHS memutuskan tindakan medis yang berfokus pada patient safety dengan pelayanan medis baik AMHP maupun tindakan lainnya dicover oleh BPJS dan RSHS sesuai prosedur yang berlaku. (***)

sumber: galamedianews.com

KRIMINALITAS

Senin | 04 Maret 2019

Lagi Santai Berjalan, Pria Ini Tewas Ditikam

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Seorang pria tewas usai ditusuk oleh orang tak dikenal di kawasan Kebon Jeruk, Jakata Barat pada Ahad, 3 Maret 2019 malam.

Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Eric Ekananta Sitepu mengatakan, awalnya korban diadang oleh pelaku yang meminta barang berharga milik korban.

Saat kejadian korban sedang berjalan kali bersama seorang temannya itu. Eric belum bisa merinci bagian tubuh korban mana yang mengalami luka sehingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Sesosok Mayat Pria Ditemukan di Rumah Kosong, Siapakah Dia?

“Kejadiannya tadi malam, korban sedang jalan kaki bersama temannya. Kemudian pelaku datang menodongkan sajam dan meminta barang milik korban,” ucapnya

Terkait barang berharga miliki korban yang dibawa pelaku, Eric menyatakan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan termasuk untuk mendalami motif kejadian tersebut.

Telah Ditemukan Mayat Terbungkus Kain Sprei di Dalam Tong Plastik, Siapakah Dia?

Saat ini sudah ada beberapa saksi yang telah dimintai keterangan.

“Ada beberapa barang. Sedang kita mintai keterangan saksi,” tutupnya. (***)

sumber: kumparan.com

MEDIAKEPRI.O.ID, Sumedang – Tiga pendaki yang ditemukan tewas di Gunung Tampomas, Sumedang, Jabar, diduga akibat hipotermia. Ketiga remaja lelaki itu menggunakan pakaian basah ketika berada di dalam tenda.

Ketiganya ditemukan terbujur kaku menggunakan kaus dan celana panjang basah di dalam tenda yang berlokasi di area pos 4 Gunung Tampomas, Ahad, 3 Maret 2019. “Saat ditemukan tubuh para korban seperti meringkuk menahan dingin,” kata Joshua.

Ini Alasan Pria Asal Banyumas Ini Tanam Ganja di Halaman Rumah

Korban hanya membawa pakaian yang menempel di tubuhnya. “Mereka ala kadarnya. Pakai kaus dan celana. Dugaan sementara (penyebab meninggal) karena hipotermia,” kata Joshua.

Menurutnya, hipotermia akan cepat menyerang saat pakaian dalam kondisi basah. Apalagi, saat itu angin di Gunung Tampomas bertiup cukup kencang.

“Jadi potensi terkena hipotermia akan meningkat ketika pendaki juga mengenakan pakaian basah,” kata Joshua. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni menegaskan bahwa pihaknya masih memberikan bagasi gratis untuk barang bawaan penumpang hingga 50 Kg per penumpang yang bertiket ke seluruh rute pelayaran.

Sebagai BUMN transportasi laut dengan pelanggan seluruh lapisan masyarakat ke seluruh Nusantara, Pelni berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Apel Pagi dan Doa Awali Tentara Bekerja di Lokasi TMND

Plh. Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI (Persero), Yahya Kuncoro mengatakan, sesuai peraturan perusahaan tentang bagasi penumpang kapal Pelni yang disebut dengan bagasi bebas atau cuma-cuma adalah barang bawaan penumpang yang dibebaskan dari biaya, berupa barang jinjingan, dapat diangkat dengan 1 tangan oleh penumpang bertiket dan tidak membutuhkan bantuan orang lain, tidak boleh diseret atau dipikul saat embarkasi atau naik ke kapal.

Setiap barang bawaan yang melebihi ketentuan bagasi bebas sebagaimana ketentuan di atas disebut sebagai over bagasi dan dikenakan tarif over bagasi. “Bila bagasi melebihi 50 Kg akan dikenakan tarif over bagasi,” terang Yahya.

Pelni menurutnya sangat toleran dalam menerapkan ketentuan bagasi bagi penumpang karena beratnya hingga 50 Kg. Ketentuan ini hendaknya dapat dipatuhi para penumpang kapal Pelni agar ketertiban, keamanan, dan kelancaran penerapan barang bagasi dapat berjalan sesuai ketentuan sehingga dapat mendukung keselamatan pelayaran.

Ketentuan free bagasi hingga 50 Kg untuk menegakkan aturan dan menjamin keselamatan pelayaran. Pelni memberlakukan ketentuan over bagasi atau tarif kelebihan bagasi bagi penumpang yang membawa bagasi melebihi ketentuan.

“Bagi yang membawa bagasi melebihi berat 50 Kg, Pelni menerapkan tarif over bagasi, tujuannya agar tertib, aman, dan selamat,” tegas Yahya.

Dia menjelaskan, barang bagasi adalah barang jinjingan yang dibawa penumpang. Saat ini, barang bagasi penumpang menyatu dengan penumpang di mana dia mendapatkan seat atau bed. Sedangkan Redpack merupakan kiriman atau paket yang diselenggarakan Pelni di luar bagasi.

Barang bagasi selalu bersama penumpang, sedangkan Redpack tidak bersamaan dengan penumpang. Redpack melayani door to door service di mana pengirim barang meminta diambil dan dapat pula diantar hingga ke alamat penerima.

“Redpack adalah produk baru dari Pelni yang merupakan bagian dari lini bisnis dalam memperkenalkan packaging dan standar labelling logistik. Redpack telah diluncurkan pada 15 Agustus 2018 dengan bentuk kemasan kantong merah. Hal ini memberikan perbedaan dengan paket kiriman perusahaan lain. (***)

sumber: merdeka.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Banyumas – Seorang pria asal Banyumas diamankan polisi karena ketahuan tanam ganja di halaman rumahnya.

Alasan pria asal Banyumas ini tanam ganja adalah untuk mengobati ibunya yang sakit.

Pria asal Banyumas ini menyeduh ganja menjadi teh untuk mengobati penyakit gula ibunya.

Pada hari Rabu, 27 Februari 2019 Polres Banyumas menguak kasus penanaman pohon ganja ilegal ini.

Ini Kata Sang Istri Siri Setelah Pesinetron Ganteng Sandy Tumiwa Ditangkap Polisi Terkait Narkoba

Pelaku bernama Sutikno (39) dan Iqbal Munafi Ma’arif (27) warga Kabupaten Banyumas.

Mereka ditangkap karena terbukti menanam tanaman ganja.

Kedua tersangka menanam tanaman ganja dalam polybag di halaman rumah.

Polisi mendatangi lokasi setelah mendapat laporan dri warga sekitar.

Di lokasi ditemukan tanaman ganja setinggi 68 cm dan 20 cm di dalam pot polybag.

Duh Lagi-lagi Artis Ditangkap Polisi Terkait Narkoba, Ini Artisnya

Dari hasil temuan tersebut, tersangka Sutikno langsung diringkus.

Tak berapa lama setelah penangkapan Sutikno, pada malam harinya pukul 21.30 WIB polisi kembali menangkap Iqbal Munafi Ma’arif yang diketahui juga menanam ganja setinggi 45 cm.

Tersangka Iqbal mengaku mendapatkan biji ganja lewat jual beli online Facebook.

Ia membeli bibit ganja kering seberat 0,5 gr seharga Rp150 ribu.

Tersangka Iqbal juga membaginya dengan Sutiko.

Kedua pelaku sudah menanam sejak Septermber 2018.

Daun ganja yang mereka panen lalu disangrai dan dikonsumsi sebagai teh.

Tersangka mengaku ia menanam daun ganja untuk mengobati ibunya yang sakit gula.

Sementara itu ada pasal yang mengatur tentang Narkotika, yaitu pada pasal 111 ayat 1, UU No 35 Tahun 2009 menyebutkan.

Yaitu setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika golongan I dalam bentuk tanaman akan dipenjara paling sedikit 4 tahun penjara dan paling lama 12 tahun.

Denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 Miliar. (***)

sumber: grid.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Depok – Sesosok mayat pria yang ditemukan di rumah kosong di Jalan Sumur Batu, Beji, Kota Depok, Sabtu, 2 Maret 2019 pada pagi hari tadi telah diketahui identitasnya.

Suparman (52) membenarkan sesosok mayat pria tersebut bernama Endang (40), yang merupakan anggota keluarganya.

Telah Ditemukan Mayat Terbungkus Kain Sprei di Dalam Tong Plastik, Siapakah Dia? Ini Identitas Korban dan Pelakunya

 

Suparman mengatakan Endang sedari lama mengidap gangguan kejiwaan.

“Iya memang saudara saya mengalami gangguan kejiwaan, sudah diajak untuk tinggal di rumah keluarga tapi malah ngamuk,” kata Suparman, Sabtu, 2 Maret 2019.

“Ma Saya Sudah di Stasiun” Centang Satu WA Dufi yang Mayatnya Ditemukan dalam Drum

Suparman menuturkan, korban mengalami gangguan kejiwaan sejak masih muda, karena masalah percintaan.

Ketika itu, korban memiliki seorang kekasih dan teman baik, namun yang terjadi kekasihnya tersebut malah menikah dengan teman baik korban.

“Dulunya itu dia punya pacar, tapi pacarnya malah menikah sama teman baiknya, jadi dia dikhianati. Nah sejak saat itu dia murung, hingga setres,” jelas Suparman.

Suparman menuturkan, korban akan segera dimakamkan di pemakaman yang ada di sekitar kawasan Beji, Kota Depok.

Sementara keluarganya yang ada di Depok dan di Ciamis, sudah mengetahui kabar kepergian korban untuk selama-lamanya.

“Sudah tau keluarga yang di Depok dan Ciamis, mau langsung dimakamkan di sekitar sini saja,” tandasnya.

Terakhir, ia menuturkan bahwa korban diduga meninggal akibat penyakit paru-paru yang diidapnya, sejak dua tahun belakangan ini.

“Kalau sakit mah memang sudah sakit-sakitan, sudah dikasih obat sampai mau dirawat tapi setiap kali didekati mengamuk,” imbuhnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pesinetron Sandy Tumiwa tertangkap narkoba di kamar hotel bersama rekan pria pada 1 Maret kemarin. Hal ini mengagetkan istri sirinya, Vivi Paris.

Vivi selama ini tak melihat ada hal yang aneh-aneh dari Sandy Tumiwa sebelum akhirnya terciduk petugas.

Duh Lagi-lagi Artis Ditangkap Polisi Terkait Narkoba, Ini Artisnya

“Di depan aku tidak memperlihatkan tanda-tanda seperti itu. Dia rajin salat dan kalau aku nasihatin ngerti, kalau ada permasalahan kemarin kita udah belajar juga, aku juga mau cabut laporan aku,” ungkap Vivi Saptu, 2 Maret 2019.

Vivi makin bingung karena permasalahan baru suaminya. Ia mengatakan, ada rencana akan menikah secara resmi akhir Maret ini setelah hidup sebagai istri siri.

Kedekatan Cut Meyriska dengan Roger Danuarta, Ayah: “Warning” Pemakai Narkoba Minggir Saja!

Sandy Tumiwa ditangkap karena narkoba jenis sabu. Ia ditangkap bersama MA di Hotel Groove, Jumat, 1 Maret 2019 dini hari. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Nama kedai mie ini curi perhatian netizen. Meski unik, ternyata kedai mie unik yang sudah berseliweran di media sosial itu belum dibuka. Kok bisa?

Selain menu yang lezat, pebisnis kuliner juga bisa mencuri hati banyak pelanggan melalui nama kedai yang unik. Contohnya Bakmi Janda hingga Soto Jablay. Kedua nama tempat makan itu terbukti sukses menarik perhatian publik.

Lengkapi Pembukaan TMMD, Layanan KB Gratis Di Balai Desa

Di tanggal yang sama, akun @mieskin_id berkicau , “udah rame padahal julan aja belum wkwkwk.” Lewat akun Instagramnya, diketahui bahwa Mie Skin akan segera membuka kedainya di wilayah Bandung.

Pihak Mie Skin juga menuliskan bahwa kedai itu justru tidak menyajikan aneka seduhan mie instan layaknya gambar gerobak mie yang sudah beredar di media sosial. Pihaknya justru menulis, “Kenapa ya? Kok ga instan ya? Tentu tidak, Fernando. Karena disini kami padukan dengan bumbu khas aceh untuk suatu kenikmatan tjang hqq. Cobain deh, yuk.”

”Tepat Jika Tentara Rehab Sumah Suliat”

Hal itu menjawab kicauan akun @mieskin_id pada tanggal 20 Januari lalu. “mie pedes? udah biasa.. mie yg pedesnya kelewatan sampe ngilangin rasa mie nya? gabisa dinikmatin.. mie pedes bgt tp enak? udah ada.. mie pedes enak banget, murah meriah, terus ada banyak topping dan bisa custom? ini baru seru!,” cuit akun tersebut.

Nah, bagi yang masih penasaran dengan kedai ‘Mie Skin’, dua hal tadi bisa jadi bayangan suguhan mie apa yang akan dihadirkan kedai mie yang dijuluki ‘mie sobat misqueen’ itu.

Selain itu, pihak Mie Skin juga berharap jika kelak usahanya menjadi tempat berkumpul banyak orang. “semoga kelak menjadi tempat kumpulnya para #sobatmieskin,” cuitnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Magelang – Seorang warga Kebonrejo, Candimulyo, Kabupaten Magelang, Miyati (52), mencoba bunuh diri dengan cara membakar diri. Korban yang mengalami luka bakar 75 persen sehingga harus dilarikan menuju RST dr Soedjono Kota Magelang untuk mendapatkan perawatan.

Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho saat dikonfirmasi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Korban mencoba bunuh diri dengan cara bakar diri.

Syahrini Menikah Hari Ini,Foto Akrab Syahrini dan Luna Maya Pun Bermunculan

“Ya tadi, ada orang mencoba bunuh diri dengan bakar diri,” kata Yudi di Mapolres Magelang, Kamis, 28 Februari 2019.

Sementara itu, Kapolsek Candimulyo AKP Suharto menambahkan, korban kondisinya tertekan karena ditinggal suaminya tidak pulang-pulang dan keberadaannya tidak diketahui.

“Masa Paceklik” Bagi Tentara di Lokasi TMMD

“Korban ini karena malu dengan tetangganya, kemudian mau bunuh diri.

Korban menyiram bensin dan membakar diri di kebun, terus lari sejauh 500 meter minta tolong sampai jalan. Korban terluka 75 persen terus dilarikan menuju RST Soedjono Kota Magelang,” katanya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – DIDUGA akibat kebocoran gas hingga membuat ledakan, sebuah rumah di Kecamatan Regol, Kota Bandung, hancur, Kamis 28 Februari 2018 sekira pukul 05.10 WIB. kebocoran gas 3 kg tersebut saat hendak memanaskan air.

“Rumah yang runtuh terdiri dari dua lantai, ada dua korban akibat ledakan ini. Imas (47) mengalami luka bakar sedangkan putrinya mengalami luka ringan”, Ujar Rasyidi Ketua RW saat On Air di PRFM News Channel.

Tentara yang Ahli Pertukangan

Dampak dari ledakan gas selain rumah korban juga menyebabkan beberapa rumah disekitar mengalami retak dibagian dinding serta pecah kaca.

Rasyidi mengatakan, ketika terjadinya ledakan warga setempat langsung melakukan tindakan penyelamatan. “Kita juga langsung melapor kepada pihak kepolisian,” katanya.

Kapolsek Regol, Kompol Dodi Arahmansyah menambahkan saat ini korban sudah diberada di IGD Rumah Sakit Muhamadiyah. Tim Inafis Polrestabes Bandung sudah menuju kesana untuk dilakukan identifikasi kejadian tersebut.

Pria Ini Terima Tantangan Makan Cabai Terpedas di Dunia, Ekspresinya Bikin Ngakak

“Saya meminta RT setempat untuk menghubungi pihak keluarga, yaitu suami dari korban yang sedang bekerja. Selain itu kita meminta warga untuk mendirikan posko bantuan, dan melapor BPBD untuk memindahkan kontruksi bangunannya,” sambungnya.

Dengan kejadian ini Dodi menghimbau kepada masyarakat, untuk memastikan dugaan kebocoran gas sebelum menyalakan kompor.

“Masyarakat perlu ada identifikasi dan kewaspadaan yang dilakukan terkait kejadian ini,” tutupnya. (***)

sumber: galamedianews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Ada-ada saja kelakuan pria bertato ini. Ia nekat menerima tantangan untuk memakan cabai yang termasuk sebagai salah satu cabai terpedas di dunia, yakni Carolina Reaper.

Dari video yang viral di sosial media, Sabtu, 23 Februari 2019, pria berambut gondrong dengan tato di hampir seluruh tubuhnya itu menerima tantangan tersebut dengan santai. Bahkan, dalam tantangannya cabai harus dikunyah dan tidak boleh minum selama 6 menit.

“Dikunyah yo,” ujar seseorang di dalam video yang dibagikan Patri Novry Karaeng.

Setelah Gorok Leher Istrinya, Pria Ini Belah Perut dan Mengambil Bayi yang Dikandung, Ini Kronologi Lengkapnya

Pria bertato yang mengaku bernama Tura itu langsung mengunyah cabai tersebut seperti layaknya makanan biasa. Di awal, tak ada reaksi aneh dari Tura, dan sesekali ia memperlihatkan cabai kunyahannya dan menelannya.

Tura sempat tertawa-tawa di menit-menit awal, namun belakangan ekspresi wajah dan matanya mulai memerah. Sementara orang-orang yang memberikan tantangan tersebut terdengar sedang tertawa terbahak-bahak.

“Ekspresinya mulai berubah ini, matanya mulai memerah,” ujar orang di dalam video tersebut.

Astaghfirullah.. Pasangan Sejoli Ini Tertangkap Lagi Wik Wik Diatap Masjid

Tura semakin lama tidak bisa diam, disinyalir karena menahan rasa pedas, bukannya hanya di mulutnya tapi juga di bagian perutnya.

Memasuki enam menit, Tura langsung diberi minum. Ia langsung menyeruputnya dan masih saja terlihat tak bisa diam hingga mengguling-gulingkan tubuhnya di lantai, karena pedasnya belum hilang. (***)

sumber: okezone.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Palembang – Anggota Subdit III Jatanras Polda Sumatera Selatan Briptu Agus (26), mengalami luka tusuk akibat senjata tajam (sajam) saat mengejar pelaku kriminal.

Diketahui Briptu Agus anggota Jatanras Polda Sumsel ini dikeroyok preman saat mengejar DPO pelaku pembunuhan di kawasan Tangga Buntung Jalan Pangeran Sido Ing Lautan Lorong Manggis Kelurahan 36 Ilir Kecamatan Gandus Palembang Sabtu, 23 Februari 2019 sore.

”Salut dengan Tentara yang Selalu Dekat dengan Masyarakat”

Dari informasi dihimpun, pelaku penusukan diduga lebih dari lima orang. Ketika itu pelaku baru mengetahui bahwa Briptu Agus merupakan anggota polisi.

“Anggota Sabtu sore melakukan penyelidikan terhadap pelaku pembunuhan pada tahun 2018 korbannya meninggal dunia. Saat berpapasan itu si pelaku ini curiga dan langsung kabur,” kata Direktur Reskrimum Polda Sumsel, Kombes Yustan Alpiani di IGD RS Bhayangkara Palembang, Sabtu, 23 Februari 2019 malam.

Yustan mengatakan, saat itu pelaku lari dan langsung dikejar oleh Briptu Agus. Saat mengejar pelaku, anggota terjebak di kerumunan preman yang sedang berkumpul.

Astaghfirullah.. Pasangan Sejoli Ini Tertangkap Lagi Wik Wik Diatap Masjid

“Saat mengejar dan berada di tempat mereka berkumpul pelaku langsung teriak dan Briptu Agus dikeroyok. Sekitar 15-20 orang pelakunya dan tiga pelaku melakukan penusukan dengan senjata tajam pisau,” ujarnya.

Meski dalam kondisi luka tusuk di punggung Briptu Agus berusaha menyelamatkan diri.

Kemudian Briptu Agus diselamatkan oleh anggota lain yang ikut memantau penangkapan pelaku dari kejauhan.

“Teman Briptu Agus yang datang ke TKP langsung membawa Agus ke rumah sakit Bhayangkara. Ada tiga luka tusuk di punggung Briptu Agus dan kondisinya saat ini sudah membaik dan dalam perawatan,” katanya.

Saat ini baru empat pelaku yang berhasil ditangkap.

Satu ditembak karena melakukan perlawanan (ditembak) saat ditangkap. Sisanya masih dikejar.

Keempat pelaku adalah Heriyadi, Khoiri dan Ajit. Sementara satu pelaku lain yakni Agung, yang tidak lain adalah pelaku penusukan tahun 2018 lalu dan menyebabkan korban, Refi Saputra meninggal dunia.(***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Aceh Besar – Sepasang sejoli nekat berbuat maksiat di atap masjid Baitul Muttaqin, Desa Suka Damai, Lembah Seulawah, Aceh Besar, Ahad, 24 Februari 2019.

Dari rekaman video yang telah beredar, pasangan ini sedang melampiaskan hasratnya ditempat yang tidak wajar. Warga yang mengetahui aksi mereka, langsung merekam melalui telepon sebelum menangkap mereka.

Kepala Satpol Pamong Praja (PP) dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Besar, Rusli, membenarkan peristiwa tersebut telah terjadi di Aceh Besar. Saat ini kedua pelaku sudah diamankan.

Dipaksa Ngaku Perkosa Bidan Desa, Pria Ini Babak Belur Dipukuli, Labfor: Tak Ada Bukti Diperkosa, Nah Loh

“Sekarang pelaku sedang kita proses,” sebut Rusli saat dikonfirmasi.

Rusli mengatakan untuk saat ini pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih. Hal itu dikarenakan kedua pelaku sedang dalam proses penyelidikan petugas.

“Belum bisa kita berikan keterangan terkait identitas. Masih di proses,” sebutnya.

Pesta Sabu di Kamar Hotel Itu Melibatkan Tiga Oknum Polisi dan Seorang Wanita, Ini Identitasnya

Dalam video itu, terlihat pria menggunakan baju kaos biru dan celana jeans hitam. Sedangkan perempuan memakai baju pink dan jilbab coklat.

Keduanya lagi melakukan hubungan layaknya suami istri. Setelah diketahui warga, pasangan ini bergegas membenarkan pakaiannya. Tak lama kemudian, keduanya langsung diamankan warga dan diserahkan kepada pihak berwajib. (***)

sumber: kanalaceh.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Palembang – Harismail (25), pria yang dipaksa mengaku sebagai pelaku pemerkosa bidan desa YL harus terbujur lemah di kamar rumah sakit RS Bhayangkara, Palembang Sabtu, 23 Februari 2019.

Saat itu Harismail ditemukan warga di Kecamatan Rambutan, sudah tergeletak dengan mata tertutup lakban dan penuh luka di sekujur tubuh.

 

Harismail belum bisa membuka matanya akibat mengalami luka lebam di wajahnya.

Bapak satu anak tersebut menceritakan dengan pelan bagaimana kasus yang menimpanya pertama Kali.

Kronologi

Harismail menceritakan kronologi awal mula dirinya yang tiba-tiba saja dipaksa untuk masuk ke dalam sebuah mobil orang tak dikenal.

“Saya habis beli rokok, waktu mau pulang dicegat di depan rumah teman saya. Saya lagi di sana. Di masukan ke dalam mobil,” ungkapnya menceritakan kejadian dirinya ditangkap.

Dalam perjalanan tersebut, dirinya dipaksa mengaku sebagai pelaku pemerkosa bidan YL.

Harismail yang biasa dipanggil Ujang atau Hari berusaha membantah setiap tuduhan terhadap dirinya.

Dipaksa Mengaku

Berbagai siksaan datang saat dirinya membantah setiap pertanyaan.

“Dipaksa ngaku aku. Aku bantah, jawab tidak. Ada sekitar sejaman lebih saya di dalam mobil tangan diborgol jelasnya lemas,” ungkapnya.

Keluarga Hari baru mengetahui kejadian sehari setelah korban dibawa pergi orang tidak dikenal.

Informasi tersebut didapat dari Kepala Desa, Kamal, Kecamatan Pumulutan Barat.

“Uji kades tobok (aku) ke Palembang. Bujang tobok di RS Bhayangkara sekarang, masuk rumah sakit,” ungkap ibu korban Hasanah (60) menirukan omongan kades.

Alami Luka Lebam

Dia mengaku lemas mengetahui anaknya menderita luka lebam di sekujur tubuh.

Tangan, kaki, dan wajah serta mata yang mengeluarkan darah.

Pergelangan tangan kiri dan kanan Haris pun mengalami luka seperti bekas jeratan.

“Babak belur Haris dipukulin. Saya enggak tau siapa yang mukulin, saya hanya minta kasus ini diusut.

Pengakuan Saksi

Salah seorang saksi mata, yang merupakan teman korban Krisna Murdani (25) melihat bagaimana korban dibawa secara paksa.

Dua tembakan ke udara dan satu tembakan ke tanah membuat geger warga.

Pasalnya, saat ditangkap Krisna menyaksikan teman satu profesinya tersebut dibawa polisi.

Saat ditangkap, 2 mobil dan 3 motor menjemput paksa korban Haris.

“Ada dua mobil. Innova warna telur bebek sama Avanza putih. Sisanya naik motor. Yang menyetop hari 2 orang naik motor RX King. Lalu dia dimasukan ke mobil. Motor saya yang lagi dibawa sama Hari juga dibawa pergi.”

“Saya tanya mau dibawa kemana. Dijawab, ke Polda. Karena kami baru saja pulang dari mengangkut batu dari Gasing,” ujarnya.

Haris sempat meminjam motor milik Krisna untuk membeli rokok.

Keduanya baru saja makan-makan di rumah Krisna. Kedua teman tersebut, belum lama pulang mengantar batu split dari Gasing ke proyek Tol Kayuagung.

“Kami beduo gawe ngangkut Batu, kami nih supirnyo. Dari hari sabtu, 16 Februari 2019 kami di Kayuagung. Balek itu Kamis, 21 Februari 2019, baru istirahat kejadian dio dibawak. Tangan diborgol dimasuke dalam Mobil.”

“Karena kejadian itu, motor aku jugo dibawak. Motor Revo BG 5719 JY,” ujarnya.

Pihak keluarga hingga saat ini masih menunggu itikat baik pihak yang terlibat penculikan terhadap Haris.

“Kami ingin pihak yang terlibat bertanggung jawab. Tolong diobati, kami dak bakal nuntut secara hukum. Kalau ada itikad baik. Kami sudah lapor ke Polda informasi awal diculik wong,” ungkapnya.

Bidan YL Mengaku Diperkosa

Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan pemerkosaan disertai perampokan menimpa seorang Bidan Desa (Bides) Desa Simpang Pelabuhan Dalam Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir (OI) berinisial Yl (27).

Peristiwa terjadi Selasa, 19 Februari 2019 sekitar pukul 00.30 dini hari, berlangsung di kamar korban Yl yang tinggal di kantor Puskesdes, Desa Simpang Pelabuhan Dalam.

Korban yang ditinggal suaminya pergi keluar daerah tersebut, tidak bisa berbuat banyak, tanpa bisa melakukan perlawanan.

Menurut Zainal, orang pertama yang ditemui korban, usai kejadian mengatakan, bahwa korban mengaku baru saja diperkosa dan dirampok oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya itu.

Lalu Zainal menghubungi Kades Simpang Pelabuhan Dalam Nurdin Abdullah, kemudian keduanya mendatangi lokasi TKP, baru selanjutnya dilaporkan ke Polsek Pemulutan.

“Semalam ramai disini, petugas dari Polsek Pemulutan sudah melakukan olah TKP,’’ kata Kades Nurdin Selas, 19 Februari 2019.

Dari keterangan korban Yl kepada Kades, bahwa pelaku yang belum diketahui berapa jumlahnya, karena situasi gelap didalam rumah, pelaku masuk ke kamar tidurnya, dan membekap muka korban dengan bantal, lalu melilit leher korban dengan kain.

“Nah kemungkinan saat itulah korban diperkosa,’’ ujar kades yang mengaku korban Yl sempat shock dan pingsan akibat kejadian tersebut.

Korban sempat dirawat di RS Muhammadiyah Palembang.

“Kami mengantarkannya ke RS Muhammadiyah, karena selain diduga diperkosa, muka korban lembab akibat dipukul oleh pelaku, korban juga kehilangan uang Rp 500 ribu dan sebuah ponsel,’’ ujar Kades Simpang Pelabuhan Dalam Pemulutan.

Kapolres OI AKBP Ghazali Ahmad melalui Kasat Reskrim AKP Malik Fahrin membenarkan adanya seorang Bides di Simpang Pelabuhan Dalam menjadi dugaan korban pemerkosaan dan perampokan.

“Kasus ini dilaporkan ke Polsek Pemulutan, namun akan kami back-up,’’ kata AKP Malik Fahrin.

Tim Labfor Ungkap Tidak Ada Bukti Diperkosa

Dalam penyelidikan lanjutan, polisi tidak menemukan adanya pemerkosaan dalam kasus bidan desa YL.

Kalabforcab Palembang, Kombes Pol I Nyoman Sukena. SIK membenarkan pernyataan Kapolda Sumsel mengenai tidak ditemukannya bukti ilmiah hasil olah TKP Tim Forensik.

Menurutnya, dari hasil yang ada saat ini dari bukti-bukti yang sudah dikumpulkan tidak diketemukan petunjuk yang mengarah pada kasus pemerkosaan.

“Sampai saat ini kita sudah melakukan olah TKP mencari alat bukti yang diperlukan. Seperti sperma atau bulu kemaluan, tapi tidak ditemukan. Hal itu penting untuk membuktikan secara sciencetifik,” ujarnya.

Dikatakan, pemeriksaan lain juga dilakukan untuk melihat sidik jari yang tertinggal. Apa lagi dari informasi yang didapat, korban mengaku didatangi lima orang.

“Kalau dari informasi ada orang Lima, namun hasil penyelidikan di pintu tidak ditemukan jejak sidik jari, dan bekas tempelan jejak kaki di rumah. Dari sprei juga tidak ditemukan bekas sperma,” ujar Kalabfor.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adimegara menerima hasil labfor mengenai kasus pemerkosaan Bidan YL (27) yang bertugas di Pumulutan, Ogan Ilir.

Dari hasil penyelidikan tim labfor didapatkan fakta berbeda, jika sebelumnya korban mengaku diperkosa, hasil labfor tidak menunjukan adanya tanda-tanda korban diperkosa.

Hal tersebut didapat dari hasil pemeriksaan ilmiah di TKP.

“Tim forensik mengungkap, kami membangun asumsi melalui fakta peristiwa. Semua itu dibuktikan dengan fakta ilmiah. Tim sempat berdebat, karena dari puskesmas membawa sampel sperma, tim labfor mengatakan bukan,”

“Termasuk di kasur diperiksa tanda-tanda sperma yang tertinggal atau pun bulu-bulu halus,” ujarnya saat ditemui di Polda Sumsel, Jumat, 22 Februari 2019.

Selain itu tim juga memeriksa tempat praktek dan tempat tinggal sang bidan desa, yang dari pengakuannya diperkosa ketika malam hari.

“Saat kejadian terjadi hujan lebat. Kami tidak menemukan jejak kaki, seharusnya jika ada yang masuk akan meninggalkan jejak. Dari sidik jari pun tidak ditemukan,” jelasnya.

Hingga saat ini pihak kepolisian, terus menunggu hasil visum terhadap korban.

Kapolda juga enggan mengatakan jika korban tidak diperkosa.

“Kami tidak berasumsi jika dia tidak diperkosa. Semuanya dibuktikan secara Ilmiah, seperti pemerkosaan dan pembunuhan mahasiswi di Gelumbang kemarin hasil labfor terbukti ditemukan sperma. Jadi hingga sekarang kami menunggu hasil visum korban,” ungkapnya.

Tim dari Polda Sumsel Langsung Cek Kondisi Harismail

Tim dari Polda Sumsel mengecek kondisi Harismail (25) di RS Bhayangkara Palembang, Sabtu, 23 Februari 2019.

Hal itu diungkapkan Junaidi, kakak kandung Harismail (25).

Junaidi yang menerima langsung Tim dari Polda Sumsel.
x
Harismail sendiri sampai saat ini masih terbaring lemah di ruang rawat inap rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Menurut pengakuan Junaidi, pihak kepolisian datang memastikan kondisi kesehatan adiknya Harismail.

“Tadi ada polisi datang menanyakan kondisi adik saya. Ada dua polisi yang datang,” ujarnya.

Tidak berselang lama Tim dari Propam Polda Sumsel datang menjenguk korban guna memastikan kebenaran kejadian yang menimpa Harismail.

“Yang kedua dari Propam Polda Sumsel sudah datang. Mereka berjanji akan mencari tahu terlebih dahulu,” ujarnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Makassar – Tiga oknum anggota Polda Sulawesi Selatan ( Sulsel) ditangkap saat sedang berpesta sabu-sabu dengan seorang wanita di sebuah kamar hotel di Jalan Tanjung Bunga, Makassar, Sulsel, Sabtu, 23 Februari 2019 dini hari.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dicky Sondani mengatakan, ketiga oknum anggota polisi dan seorang wanita itu telah menjalani tes urine dan hasilnya positif mengandung methapetamine.

Luar Biasa, Demi Membahagiakan Sang Ibu, Model Cantik Ini Jual Keperawanannya Segini

Ketiga oknum polisi yang ditangkap yaitu Brigpol H (38) anggota Shabara Polda Sulsel, Brigpol SA (37) anggota BKO SDM Polda Sulsel, dan Brigpol R (33) anggota Brimob DEN A Polda Sulsel, dan seorang wanita berinsial A (29) warga, Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate.

“Ketiga anggota yang ditangkap sudah terdeteksi terlibat jaringan narkoba dan seorang diantaranya, Brigpol H sudah disersi dan direkomendasi pemecatan.

Setelah Gorok Leher Istrinya, Pria Ini Belah Perut dan Mengambil Bayi yang Dikandung, Ini Kronologi Lengkapnya

Jadi ketiga anggota Polri yang ditangkap bersama rekan wanitanya telah ditetapkan sebagai tersangka narkoba dan kini ditahan di sel Mapolda Sulsel,” ujar Dicky melalui keterangan resminya, Sabtu.

Dicky mengatakan, dari pengungkapan kasus itu, tim Direktorat Narkoba Polda Sulsel menyita satu paket sabu seberat 0,46 gram, dua bungku kosong bekas sabu, beserta alat hisapnya, sepucuk senjata api jenis revolver berisi enam butir peluru, uang tunai senilai Rp 3,8 juta, dan lima unit ponsel.

“Tiga anggota Polri dan seorang teman wanitanya ini berhasil ditangkap, setelah tim Direktorat Narkoba Polda Sulsel mendapat informasi dari masyarakat. Dari situ, tim langsung melakukan penangkapan di kamar hotel.

Tim kemudian melakukan penggeledahan dan menemukan semua barang bukti narkoba beserta alat isapnya yang dibuang di bawah tempat tidur,” ujarnya. (***)

sumber: lompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bengkulu – Erni Susanti (31), seorang ibu yang sedang hamil tua tewas setelah dibunuh oleh suaminya sendiri, Romi Sepriawan Kamis 21, Februari 2019 di Kota Bengkulu.

Sebelum tewas dengan luka di leher dan perut, Erni ternyata sempat mengungkapkan permintaan terakhir kepada suaminya.

Permintaan terakhir Erni terungkap dari pengakuan Romi yang banyak beredar di media sosial.

Romi mengaku sang istri sempat memintanya untuk menyelamatkan janin buah hati mereka.

Awalnya, Romi mengaku membunuh sang istri yang sedang hamil tua menggunakan parang.

“Pakai parang,” katanya.

Parang tersebut ia pinjam dari tetangganya dengan alasan hendak memotong buah kelapa.

Dimintai keterangan, Romi mengaku bahwa dirinya melukai istrinya pada bagian leher.

Meski dilukai dengan senjata tajam oleh Romi, Erni ternyata masih sempat sadarkan diri.

Saat itulah ia melontarkan permintaannya agar Romi menyelamatkan anak yang sedang dikandungnya.

“Terus dia kode anak katanya,” uca Romi menceritakan permintaan Erni.

“Saya ambil anaknya (dari dalam perut),” jelas Romi.

Berita yang beredar di media sosial, Romi mengambil anak di dalam kandungan Erni dengan cara membelah perut Erni.

Namun terkait kebenaran kabar tersebut, pihak kepolisian setempat masih belum memberikan penjelasan lebih lanjut, lantaran masih melakukan penyelidikan.

Diketahui, seusai membunuh Erni, Romi berteriak meminta pertolongan pada tetangga dan juga kakaknya.

Romi mendatangi rumah salah satu warga dengan kondisi berlumuran darah.

Melihat kondisi Romi itu, warga langsung memanggil ketua RT dan juga pihak kepolisian.

Menyerahkan diri ke polisi saat korban dievakuasi, Romi mengakui perbuatannya itu kepada polisi.

Saat Romi mengakui perbuatannya, ratusan warga yang ada di sekitar lokasi sempat ingin menghakiminya.

Namun polisi dengan sigap mengamankan Romi.

Dalam pengakuannya pada kepolisian, Romi mengaku melukai leher dan juga perut sang istri.

“Saya melakukannya karena khilaf, kami cekcok perkara ponsel, dia seperti merahasiakan sesuatu,” jelas Romi di Mapolres Bengkulu Jumat, 22 Februari 2019.

“Pelaku sudah diamankan ke Polres Bengkulu,” ujar Kapolsek Teluk Segara Kompol Jauhari, Jumat, 22 Februari 2019.

Diketahui, Erni adalah ibu beranak tiga yang bekerja sebagai pedagang.

Pengakuan Romi Tega Bunuh Istrinya yang sedang Hamil

Romi diamankan pihak terkait setelah Erni ditemukan tewas.

Dalam keterangan video yang beredar itu, diketahui bahwa kejadian pembunuhan tersebut terjadi pada Kamis, 21 Februari 2019, sekitar pukul 13.30 WIB.

Dalam pengakuannya, Romi mengaku menghabisi nyawa istrinya itu lantaran emosi tak kunjung diberi tahu kode handphone sang istri.

“Sekitar 4 bulanan pak, masalahnya itu HP, jadi di HP dia itu seperti menyimpan sesuatu, kan pakai kode kan,” kata Romi, seperti yang dikutip dari tayangan akun Facebook Yuni Rusmini.

Berkali-kali ditanya oleh suaminya, korban diiketahui enggan memberikan kode handphonenya pada Romi.

“Terus saya bilang, jujur aja, saya terima, jujur, terus, dia jawab enggak ada apa-apa cuma dia ngotot-ngotot terus,” kata Romi menjelaskan percakapannya dengan sang istri.

Meskipun korban menegaskan tidak ada hal lain di handphone miliknya, Romi mengaku tetap tidak percaya.

“Cuma kata saya enggak mungkin (percaya) HP ini soalnya ini HP dia kunci dia masa dia enggak tahu ya kan di setel di HP,” jelas Romi lagi Kamis, 21 Februari 2019.

“Saya tanya apa dia kata enggak ada apa-apa tapi kok bisa ada (kode) sendiri enggak mungkin kata saya kan.”

Ia juga mengatakan bahwa istrinya sempat marah saat ia bertanya mengenai kode handphone.

“Terus lama-lama saya tanya, dia balik ngotot, kadang saya diam kadang saya keluar kadang ribut kami,” jelasnya.

Mengaku sudah bertengkar dengan sang istri selama 4 bulan, Romi mengaku tetap berusaha untuk mengalah.

Ia mengaku lebih memilih keluar rumah saat terlibat pertengkaran dengan istrinya yang sedang hamil itu.

“Pokoknya sudah empat bulanan kayak gitu, tapi kejadiannya seperti tadi pagi, aku ribut, aku keluar gitu sama kakak ini, sudah itu bagus lagi gitu kan,” kata Romi.

Meskipun pertengkaran keduanya mulai membaik, namun Romi menilai bahwa sang istri kerap memancing permasalahan kembali.

“Dia itu sering jawab itu seperti mancing terus tapi ya aku lah yang salah ya,” jelas Romi.

Bertengkar selama 4 bulan lamanya, emosi Romi kemudian memuncak sampai berujung dirinya tega membunuh Erni, istrinya.

Romi mengaku emosi lantaran tidak didengarkan saat sedang berbicara.

“Susah ngomongnya om, pas saya ajak ngobrol baik-baik dia tinggalin saya ke kamar,” terang Romi.

“Padahal maksud saya mau tanya kan, terus masalah seperti itu kami tidak ada masalah lain,” katanya.

Romi mengaku istrinya itu enggan memberikan kesempatan pada Romi untuk memberikan penjelasan sedikitpun.

“Di setiap saya ngajak ngobrol dia masuk ke kamar, enggak pernah apa jelaskan enggak ada apa-apa itu kata dia,” tutur Romi.

“Atau tunggu saya dulu biar saya ngomel sedikit, enggak dia langsung tinggalin, kadang dia yang marah itulah puncaknya tadi om,” kata Romi menjelaskan.

Romi Bunuh Istrinya dengan Parang Pinjaman

Disebutkan bahwa parang yang digunakan oleh Romi untuk membunuh sang istri, dipinjam dari tetangga dengan alaan untuk membuka kelapa.

Setelahnya, Romi langsung menyembunyikan parang tersebut di dalam kamarnya di balik selimut di kamar tempat korban tidur.

Korban yang awalnya tertidur di kamar kembali terlibat cekcok dengan Romi setelah bangun.

Saat itulah Romi menghabisi nyawa istrinya dengan parang yang ia sembunyikan.

“Berawal dari pelaku marah kepada korban karna tidak diperbolehkan melihat handphone korban, setelah itu terjadilah cekcok,

dan kemudian pelaku keluar rumah setelah itu kembali lagi meminjam parang milik tetangga dengan alasan ingin membuka kelapa, setelah meminjam parang ke tetangga nya,

Pelaku masuk ke dalam rumah lagi dan masuk kedalam kamar menaruh parang tersebut di atas kasur dengan ditutupi selimut dalam posisi korban tertidur,

Melihat pelaku masuk membuka pintu kamar korban terbangun setelah itu terjadi cekcok lagi antara korban dan pelaku, setelah itu pelaku langsung mengambil parang yang di tarok di balik selimut dan langsung menebas leher korban dalam posisi korban sedang tiduran di atas kasur. (***)

sumber: tribunnews.com

Kunjungannya ke ruang perawatan Shakira bersifat spontan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyempatkan menjenguk putri dari penyanyi Denada saat menengok Ani Yudhoyono di Singapura, Kamis, 21 Februari 2019.

Putri Denada, Shakira Aurum, memang dirawat di rumah sakit yang sama dengan istri Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

Jokowi menyampaikan, kunjungannya ke ruang perawatan Shakira bersifat spontan setelah sebelumnya diberi kabar tentang hal itu.

Kepedihan Denada Menceritakan Pengobatan Putrinya yang Terkena Leukimia, Denada: Ya Allah, itu Berat Sekali

“Iya itu sehari sebelumnya kita diberitahu karena satu rumah sakit kita sekalian. Jenguknya spontan. Saya sampaikan cepat sembuh kalau sudah sembuh ajak ke Istana Bogor,” kata Jokowi, Jumat , 22 Februari 2019.

Jokowi juga sempat memberikan hadiah berupa tas untuk putri Denada yang suah dirawat di Singapura sejak tahun 2017 lalu. Putri Denada dan Bu Ani memang mengidap penyakit yang sama, yakni kanker darah. Istri SBY tersebut mulai dirawat di Singapura sejak awal Februari lalu.

Biaya Pengobatan Anaknya yang tidak Sedikit, Denada Jual Apartemen dan Rumah Mewahnya

Diberitakan sebelumnya, Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi tiba di National University Singapore (NUH) sekitar pukul 16.40 waktu setempat dan langsung disambut putra pertama SBY, Agus Harimurti Yudhoyono dan besan Jokowi, Hatta Rajasa.

Selepas itu, Presiden dan Ibu Iriana langsung menuju lantai 8, tempat Ani Yudhoyono dirawat. Di ruang perawatan, Presiden dan Ibu Iriana disambut SBY dan Annisa Pohan. SBY menyampaikan ucapan terimakasihnya atas kedatangan dan kehadiran Presiden Jokowi di Singapura.

“Kami dan seluruh masyarakat Indonesia mendoakan untuk kesembuhan Ibu,” balas Presiden Jokowi. (***)

sumber: republika.co.id

RZ membakar kasur yang sudah lusuh dengan korek api gas.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Palangkaraya – Sebuah rumah dan pabrik batako yang berada di Jalan Mahir Mahar lingkar luar, Kelurahan Kereng Bengkirai, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah ludes terbakar, Kamis. Pabrik terbakar gara-gara anak yang bermain korek api.

“Terbakar bangunan tersebut diduga akibat seorang anak berumur lima tahun berinisial RZ main korek api, serta tidak sengaja membakar kasur yang ada di dalam bangunan itu. Dari situlah dua bangunan tersebut bisa hangus terbakar,” kata Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar diwakili Kapolsek Sabangau Ipda Yusup Priyo, di Palangka Raya, Kamis, 21 Februari 2019.

Sadis!! Dua Pria Ini Ditemukan Tewas Terbakar dengan Terikat Kedua Kaki dan Tangannya, Ini Pelakunya

Dia menyatakan, kebakaran menghabiskan bangunan berkonstruksi kayu itu, tidak memakan korban jiwa. Anak di bawah umur berinisial RZ yang diduga membakar sebuah tilam di dalam rumahnya, berhasil lolos dari kobaran api yang melalap kediaman orang tuanya.

Yusuf mengatakan dari insiden tersebut, pemilik rumah dan pabrik batako ditaksir mengalami kerugian puluhan juta rupiah. “Peristiwa kebakaran itu murni karena kelalaian, bahkan tidak ada unsur kesengajaan atau hal lainnya yang mengarah tindak pidana dalam hal ini,” katanya lagi.

Tragis ya, Wanita Bersuami Ini Tewas Terbakar Bersama Kekasihnya Dikosan

Berdasarkan pengakuan RZ kepada kepolisian bahwa ia membakar kasur yang sudah lusuh tersebut dengan menggunakan korek api gas. “Iya kasur itu saya bakar karena sudah lusuh,” katanya dengan nada gugup saat ditanya petugas.

Yasmudi (30) ayah dari RZ mengatakan, dirinya sangat terkejut ketika melihat kondisi kediamannya tersebut sudah luluh lantak menjadi arang. Saat peristiwa itu terjadi, ia sedang bekerja.

“Saya kerja di lokasi lain, sedangkan yang tinggal di rumah hanya anak saya. Sedangkan istri saya ketika terjadi insiden tersebut juga tidak berada di rumah,” ujarnya lagi.

Atas kebakaran tersebut, Yasmudi meminta agar anaknya dalam peristiwa tersebut jangan dijadikan tersangka atau dikenakan tindak pidana. Apalagi bangunan yang terbakar itu bukan miliknya, mengingat mereka di situ hanya menumpang dan terkadang ikut bekerja di situ juga.

“Pak anak saya jangan dipenjara, walaupun itu rumah orang dan kami hanya numpang.” ujar Yasmudi, dengan nada lirih karena tempat tinggalnya ludes terbakar. (***)

sumber: republika.co.id