NEWS

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Provinsi Jawa Barat tengah mewaspadai peredaran Narkotika dan Obat Bahan Berbahaya (Narkoba) jenis baru yang terindikasi akan masuk ke Indonesia. Saat ini, baru terdapat 74 Narkoba jenis baru yang terdaftar di Indonesia.

Kepala BNNP Jawa Barat, Brigjen Pol, Sufyan Syarif menyatakan, pihaknya mencatat terdapat 800 Narkoba yang telah beredar di dunia. Untuk itu, BNNP Jabar akan melakukan langkah preventif barang terlarang tersebut tidak masuk ke Indonesia, termasuk Jawa Barat.

“Kurang lebih 700 sekian Narkoba jenis baru itu harus kita waspadai karena sindikat itu akan terus bergerak memasukan jenis-jenis baru, termasuk ke Indonesia,” kata Sufyan kepada wartawan di Bandung, Senin, 15 Juli 2019.

Sufyan mengaku pihaknya tidak mengetahui secara pasti sejak kapan Narkoba jenis baru tersebut berkembang di dunia. Namun, berkembangnya Narkoba jenis baru tersebut seiring dengan perkembangan teknologi dunia yang semakin pesat.

“Sindikat itu ada laboratorium yang canggih juga, kita harus waspada,” tegasnya.

Peredaran Narkoba jenis baru tersebut paling banyak ditemui di hampir seluruh wilayah Jawa Barat, yakni di Cianjur, Sukabumi, Bandung, Karawang, dan Bekasi. Daerah-daerah tersebut jadi peredaran Narkoba di Jawa Barat lantaran dekat dengan ibukota Jakarta.

“Karena sindikat internasional ada di Jakarta dan itu menjadi satu kesatuan dengan aktivitas ibukota. Nanti kita proses 74 narkoba jenis baru itu,” pungkasnya. (***)

sumber: wartaekonomi.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pandeglang – Guru honorer SD Negeri Karyabuana 3, Pandeglang, Nining Suryani (46), terpaksa memanfaatkan toilet sekolah sebagai tempat tinggal. Bersama suaminya, Ebi Husaebi (46), keduanya memanfaatkan toilet sekolah sejak dua tahun lalu.

“Sudah dua tahun tinggal. Nggak punya rumah, rumahnya roboh. Mau mendirikan lagi uangnya nggak ada, buat anak sekolah,” kata Nining saat didatangi wartawan di Kecamatan Cigeulis, Pandeglang, Banten, Senin, 15 Juli 2019.

Toilet untuk guru dan murid SD itu ia gunakan untuk dapur dan ada tempat salat. Sekat temboknya ia gunakan untuk tempat tidur dan warung yang menjual aneka camilan untuk anak sekolah.

Ia mengaku pindah ke lingkungan sekolah karena rumah yang lama di Cigeulis roboh. Karena tidak ada biaya, mereka meminta izin kepada kepala sekolah untuk memanfaatkan toilet sekolah dan bagian sampingnya.

“WC-nya nggak direnovasi, saya naruh kompor,” ujar Nining.

Honorer SD di Pandeglang Jadikan Toilet Sekolah Sebagai Tempat TinggalGuru honorer Nining Suryani (Bahtiar/detikcom)

Mereka mengaku nyaman tinggal di lingkungan sekolah. Dia menyebut tidak membayar listrik karena masuk di lingkungan sekolah. Tempat tinggal yang sekarang memang sedikit direnovasi oleh suaminya.

Pasangan suami-istri ini memang memanfaatkan toilet sekolah sebagai bagian dari tempat tinggal. Pantauan detikcom, di samping toilet untuk murid dan guru, ada perabot dapur milik Nining dan Ebi.

Selain itu, ada ruang untuk salat, yang memang sejak dulu didirikan oleh pihak sekolah.

“Kalau bangunan ini (tempat tinggal) kebijakan kepala sekolah, cuma saya yang masangin,” kata Ebi.

Guru honorer sejak 15 tahun ini memanfaatkan lahan kosong di samping toilet untuk keduanya tinggal. Mereka membuat bangunan seadanya menggunakan tripleks. Ada ruang yang dijadikan tempat tidur dengan satu kasur. Tempat ini juga mereka manfaatkan untuk menjual camilan untuk anak sekolah.(***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Proses reformasi pajak tak datang begitu begitu saja. Ada cerita soal krisis dan kelengahan pemerintah karena saking tergantungnya terhadap komoditas.

Dalam sambutannya, Mantan Menkeu Boediono mengatakan sebelum 1983, organisasi Direktorat Jenderal Pajak sebenarnya tak jauh berbeda dengan kondisi pada zaman Belanda.

“Tahun itu, kalau enggak pajak ekspor ya impor, sama hanya ada perbedaan sedikit,” kata Boediono di sela-sela Peringatan Hari Pajak, Senin, 15 Juli 2019.

Reformasi pajak 1983 di mana pemerintah kemudian menerbitkan tiga undang-undang pokok dalam perpajakan baik itu KUP, PPh, dan PPN sebagai respons dari berakhirnya booming minyak dalam negeri.

Seperti diketahui, dasawarsa 1970-an merupakan era keemasan industri minyak Indonesia. Penerimaan dari minyak bumi sangat besar dan menjadikan Indonesia sebagai penghasil minyak di dunia.

Namun hal ini, menurut Wakil Presiden era Susilo Bambang Yudhoyono itu membuat pemerintah lengah.

Begitu booming minyak turun, langsung berpengaruh terhadap ekonomi Indonesia.

“Jadi ini merupakan respons dari turunnya komoditas, tahun 1983 dilakukanlah penataan itu,” kata Boediono.

Adapun dalam Hari Pajak ke 2 ini selain Boediono, tampak hadir mantan menteri lainnya seperti Agus Martowardojo, dan Chatib Basri. (***)

sumber: bisnis.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Maluku – Tak diduga, gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Labuha, Halmahera Selatan, Maluku Utara pada Ahad, 14 Juli 2019 kemarin menghasilkan tsunami lemah di wilayah sekitarnya.

Ahli tsunami Abdul Muhari dari Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Widjo Kongko dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengungkapnya berdasarkan data Badan Informasi Geospasial (BIG).

Widjo menuturkan, “Ada tsunami kurang dari 20 cm terpantau di Stasiun Pasang Surut Gebe, kurang lebih 35 menit setelah gempa utama.

“Tsunami yang terjadi kecil sebab selain tidak terjadi di zona pertemuan dua lempeng, mekanisme gempa pun sesar mendatar.

Tsunami besar biasanya dipicu oleh mekanisme gempa vertikal.

Abdul mengatakan, setelah gempa utama di Maluku Utara, 52 gempa susulan (terhitung hingga Senin dini hari terjadi) terjadi di bagian barat wilayah Halmahera Selatan.

Meski demikian, dia mengungkapkan, “Tidak ada satu pun stasiun pasang surut di sisi barat (Ternate, Tidore, dan Jailolo) yang menangkap sinyal tsunami.”

Abdul menuturkan bahwa meskipun sumbernya jelas, ahli masih harus meneliti cara persisnya tsunami dibangkitkan dari gempa Maluku Utara ini.

Berdasarkan pemodelan, Widjo mengungkap bahwa tsunami kecil juga bisa terjadi di Pulau Weda. “Di situ bisa 50 cm,” katanya.

Gempa kemarin menghasilkan energi setara 50 kali bom Hiroshima dengan runtuhan 70 x 18 kilometer dan slip 2,8 meter.(***)

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bulukumba – Syamsir Paro, legislator PAN Bulukumba merobek lembaran tandatangan daftar hadir setelah mempertanyakan tidak adanya kue dan makanan saat rapat dengar pendapat di Kantor DPRD Bulukumba, Jumat, 12 Juli 2019.

Dia mempertanyakan hal itu karena hanya ada air mineral di atas meja.

Insiden tersebut terjadi setelah Ketua DPRD Bulukumba Andi Hamzah Pangki, mengetuk palu sebanyak tiga kali sebagai tanda berakhirnya rapat yang membahas tentang sengketa lahan kantor Dinas Koperasi Bulukumba yang diklaim warga.

Rapat tersebut menhadirkan Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (DP3) dan ahli waris.

“Kalau perjalanan dinas cepat. Kalau kuenya orang lama datang, baru sudahmi semua (tamu) tandatangan.

Ini pertanggunjawabannya orang, mana kuenya,” kata Syamsir Paro.

Padahal saat itu para undangan telah menandatangani daftar hadir kegiatan RDP, sebagai pertanggunjawaban atas hidangan berupa kue dan nasi kotak.

Setelah merobek daftar hadir, Syamsir beranjak pergi dari ruang paripurna.

Lima menit setelah Syamsir dari ruang rapat, makanan yang dipesan oleh sekretariat DPRD Bulukumba kemudian datang.

Staff Rumah Tangga Sekretariat DPRD Bulukumba Ani, tampak menangis karena tidak tahu bagaimana cara mempertanggungjawabkan makanan yang telah dipesan sehari sebelum kegiatan tersebut.

Sekretaris DPRD Bulukumba HM Daud Kahal, mengaku menyayangkan sikap Syamsir Paro tersebut.

Menurutnya, sikap yang ditunjukkan oleh Syamsir, sangatlah tidak etis.

“Tidak etis, karena ini kan pertanggungjawaban staf saya. Dan ini bukan hal yang fiktif karena kami sudah order sehari sebelum kegiatan, namun pihak ketiga yang terlambat membawa,” kata mantan Kabag Humas Setkab Bulukumba itu.

Menurut Daud jika anggota DPRD merasa tidak puas dengan pelayanan staf, DPRD bisa melakukannya dengan cara yang elegan.

“Kan bisa lewat RDP seperti saat ini, untuk mempertanyakan apa yang menjadi penyebabnya, itu sesuai dengan mekanismenya,” katanya Daud.

Dauh Kahal berharap agar insiden tersebut tak terulang kembali.

“Sebelumnya tentang menu makanan, oknum anggota DPRD komplain, kita anggap wajar dan kita ganti menunya. Karena disampaikan baik-baik,” pungkas Daud.(***)

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sidoarjo – Petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sidoarjo, Jawa Timur berhasil menindak tegas pelaku pencurian dengan kekerasan di sejumlah toko swalayan yang ada di Kabupaten Sidoarjo yang cukup meresahkan masyarakat.

Pelaku pencurian dihadiahi timah panas dan meninggal.

Kepala Kepolisian Resor Kota Sidoarjo Jawa Timur Kombes Pol Zain Dwi Nugroho saat dikonfirmasi mengatakan, aksi pencurian dengan kekerasan itu dilakukan oleh dua orang pelaku, yakni AH dan TS.

“Pada saat akan ditangkap, AH terpaksa ditindak dengan tembakan terukur karena berusaha menyerang petugas. Setelah itu, ketika dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Porong oleh petugas kesehatan, pelaku dinyatakan meninggal dunia,” katanya di sela ungkap kasus pencurian dengan kekerasan di Mapolresta Sidoarjo, Sabtu, 13 Juli 2019.

Ia melanjutkan, untuk satu tersangka lainnya yakni TS berhasil ditangkap petugas dengan sejumlah barang bukti aksi pencurian yang dilakukan di sejumlah toko swalayan.

“Dari tangan tersangka, petugas berhasil menyita beberapa barang bukti seperti uang tunai senilai Rp20 juta, senjata tajam jenis clurit dan pisau, helm dan juga kendaraan roda dua yang digunakan oleh pelaku saat menjalankan aksinya,” ujarnya.

Menurutnya, selain di Sidoarjo, dua orang pelaku yang berhasil ditangkap itu biasa melakukan aksinya di Pasuruan. Dari informasi yang didapat, pelaku beraksi di Tanggulangin Sidoarjo dan Beji, Pasuruan.

“Kami juga telah mengumpulkan sejumlah manajer toko swalayan yang ada di Sidoarjo untuk berkoordinasi terkait dengan permasalahan pencurian dengan kekerasan yang akhir-akhir ini cukup meresahkan masyarakat. Apalagi, para pelaku ini tidak segan-segan untuk melukai korbannya saat beraksi,” ujarnya.

Terhadap tersangka tersebut, kata dia, telah diduga keras melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365 ayat (1) dan ayat (2) ke-1e, 2e KUHP diancam dengan pidana penjara selama-lamanya 12 (dua belas) tahun.

“Kami juga meminta kepada masyarakat untuk senantiasa melaporkan kepada petugas jika melihat ada tindakan-tindakan yang mencurigakan, termasuk menggunakan aplikasi Delta Siap yang di dalamnya terdapat tombol panic button yang bisa digunakan oleh masyarakat,” katanya. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kotawaringin Barat – Tim dari Satuan Reserse (Satres) Narkoba, Polres Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng berhasil menangkap pasangan di luar nikah (kumpul kebo) yang nyambi jualan sabu.

Keduanya adalah laki-laki GA (39) dan perempuan NU (24) ditangkap di kamar kos lantaran kedapatan menyimpan sabu seberat 26,16 gram di lantai kamar kos di Jalan A. Yani, Gang. Rarait II, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan. Kedua orang ini diamankan pada, Kamis, 11 Juli 2019 malam.

Penangkapan berawal dari laporan masyarakat bahwa rumah yang ditempati di Jalan A.Yani, Gang Rarait II, Kelurahan Baru seringkali digunakan untuk transaksi sabu. “Ulah keduanya membuat warga resah, dan akhirnya melaporkan ke Polres Kobar,” ujar Kasatres Narkoba Ipda Juan Rudolf Wagiu, Sabtu, 13 Juli 2019.

Juan mengatakan, saat digerebek GA menyembunyikan paket sabu di sudut lantai kamar dan itu diakuinya barang miliknya. “Tersangka mengakui barang bukti berupa paket sabu tersebut adalah miliknya. Dan rencananya akan dijual,” sebutnya.

Berdasarkan pengakuan tersangka GA, ia berperan sebagai penyedia barang dan NU berperan sebagai pengedar barang haram tersebut. “Jadi masing masing pinya perananan. GA penyuplai dan NU ini sebagai kurirnya,” sebutnya.

Barang bukti yang diamankan dari tangan kedua pelaku yakni bong, timbangan digital, 2 pak plastik klip, 1 sendok terbuat dari potongan sedotan, uang Rp500 ribu dan 1 paket narkotika jenis sabu dengan berat kotor 26,16 gram.

“Kedua pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2) atau 112 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal dua puluh tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp20 miliar,” pungkasnya. (***)

sumber: sindonews.com

MEDAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Maskapai Citilink memperketat syarat dan ketentuan untuk pembelian tiket pesawat yang mendapat potongan harga 50 persen.

Hal tersebut dilakukan agar ketersediaan tiket murah bagi masyarakat tak dimanfaatkan oknum tertentu untuk mengambil keuntungan dari kebijakan tersebut.

Setelah Kemenhub Turunkan, Nih Daftar Harga Tiket Pesawat Rute Populer yang Baru

“Akan kita perketat. Intinya untuk mengamankan 30 persen seat murah agar tidak disalah gunakan, itu ada conditional-nya,” ujar Sekertaris Kemenko Bidang Perekonomian, Susiwijono di kantornya, Jakarta, Jumat, 12 Juli 2019.

Susi menambahkan, kebijakan yang dilakukan Citilink untuk pemesan tiket yang mendapat potongan harga 50 persen, tiketnya tak bisa di refund.

“Citilink beri kode khusus BCLN.

Kenaikan Harga Tiket Pesawat dan Pemilu Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

Nanti kalau subclass BCLN itu yang khusus dapat potongan harga.

Untuk subclass BCLN ada conditional di situ, kalau mau rubah nama (pemesanan) bayar lebih mahal,” kata Susi.

Sebelumnya, pemerintah meminta Citilink dan Lion Air menurunkan harga tiketnya pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu untuk jam penerbangan pukul 10.00 hingga 14.00. Kedua maskapai itu harus menjual tiketnya 50 persen dari TBA yang telah ditentukan.

Harga Tiket Pesawat Masih Selangit, Ini Kata Menteri Perhubungan

Namun, diskon itu hanya berlaku untuk 30 persen dari total keseluruhan kursi yang tersedia dalam satu pesawat.

Kebijakan ini berlaku mulai 11 Juli 2019 di seluruh bandara yang ada di Indonesia.
Aturan ini hanya berlaku untuk penerbangan yang menggunakan pesawat bermesin jet saja. (***)

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Banyumas – Deni Prianto membunuh, memutilasi dan membakar potongan tubuh korbannya, KW (51) di tempat dan waktu yang berbeda-beda. Berikut ini perjalan Deni dari Bogor hingga Banyumas.

“Kalau jamnya pas dia (KW) dibunuh di Puncak Bogor, dia (Deni) juga lupa. Tapi kalau jam pas dia (KW) dibawa ke sini, dia (Deni) sampai ke Banyumas sekitar subuh Hari Senin, 8 Juli 2019 pagi hari,” kata Kanit Reskrim III Polres Banyumas, Ipda Rizqi Adhiansyah Wicaksono kepada wartawan di Satreskrim, Jumat, 12 Juli 2019.

Pelaku yang telah membawa potongan tubuh KW tersebut sempat mampir ke rumah orang tuanya pada Senin subuh. Setelah itu, pada sekitar pukul 07.00 WIB pelaku membawa potongan tubuh tersebut untuk dibakar di Grumbul Plandi, Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Banyumas.

“Sempat ke rumah orang tuanya. Dia jam 7 an keluar dan membuang di TKP Watuagung. Ternyata Watuagung (TKP) yang pertama,” jelasnya.

“Jadi dari Bogor langsung ke rumah, subuh-subuh sampai. Habis itu jam 7-an dia ke Watuagung. Dia tidak nungguin, pokoknya api nyala lalu ditinggal. Mungkin juga gara-gara ada yang melihat itu,” ujar Rizqi.

Setelah itu, lanjut dia. Pelaku bingung dan sempat berjalan untuk membuang sisa potongan tubuh korban lainnya. Hingga akhirnya, pelaku menemukan tempat yang dianggapnya tak banyak dilewati orang untuk membakar potongan tubuh itu yakni di sebuah gorong-gorong di Jalan Raya Klampok-Sempor, Kebumen.

“Habis itu dia jalan dan mau buang dimana lagi ini, dan ketemulah di Sempor. Di sana itu siang hari ketika zuhur. Iya sempat muter-muter karena dia bingung mau buang di mana,” ucapnya.

Dia mengatakan jika dimungkinkan pelaku melakukan pembunuhan terhadap korban pada hari Minggu malam. Namun semuanya itu akan terjawab jika hasil autopsi jasad korban sudah keluar.

“Pembunuhannya dimungkinkan Minggu malam. Itu nanti akan terjawab dari hasil autopsi, sudah berapa lama, itu nanti menunggu hasil,” ungkapnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengusulkan tarif cukai kantong plastik sekali pakai (kresek) sebesar Rp 200 per lembar.

Ini menyusul rencana menjadikan kantong plastik sebagai Barang Kena Cukai (BKC) terbaru oleh pemerintah.

Di lain kesempatan, Sri Mulyani juga mengusulkan kepada DPR atas perubahan bea materai menjadi satu harga yaitu Rp 10 ribu per lembar. Saat ini, bea materai terbagi dua harga yaitu Rp 3.000 dan Rp 6.000 per lembar.

Padahal, sebelumnya pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 92/PMK.03/2019.

Aturan baru tersebut merevisi harga ambang rumah mewah dari Rp 20 miliar menjadi Rp 30 miliar per unit. Kemudian juga menurunkan tarif untuk pajak barang mewah dari lima persen menjadi satu persen.

Jika kita amati, kantong plastik dan materai adalah barang pakai yang biasanya digunakan oleh masyarakat kelas menengah ke bawah. Dengan ritme masa pakai yang pendek dan sering berganti. Sehingga, jika kebijakan tersebut sudah diberlakukan, nampaknya akan semakin menambah beban hidup masyarakat kelas menengah ke bawah.

Sementara itu, pajak rumah mewah dan barang mewah diturunkan, padahal konsumennya adalah kaum borjuis atau masyarakat kelas atas. Mereka dengan mudah mendapatkan tak hanya kebutuhan hidup, tapi juga keinginan hidup.

Maka, wajar jika masyarakat makin bertanya, pemerintah bekerja untuk siapa? Jikapun tujuan diberlakukannya harga kantong plastik untuk menekan tingkat sampah plastik yang makin meningkat, harus ada kebijakan lain yang jika ditinjau, terbukti tidak akan menambah beban hidup masyarakat.

Edukasi kepada semua elemen misalnya, tentang bahaya sampah plastik secara berimbang. Tak hanya kepada masyarakat namun juga pada pengusaha yang merupakan produsen dari banyak barang-barang yang mengandung plastik. Karena tentu sampah plastik tak hanya berasal dari kantong kresek sekali pakai.

Sementara itu, pajak barang mewah termasuk rumah mewah tak selayaknya diturunkan, karena akan menyakiti banyak sekali hati rakyat. Lebih dari itu, sudah selayaknya pemerintah menarik pajak kepada warga negara kelas atas. (***)

Pengirim: Ummu Azka, pendidik asal Serang, Banten.

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan meningkatkan efektivitas pengawalan kualitas dan keamanan obat di Indonesia untuk mewujudkan kemandirian obat dalam negeri.

Untuk dapat melaksanakan tugasnya tersebut, BPOM memerlukan kerja sama dan sinergi dengan berbagai pihak.

“Badan POM menyadari bahwa di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini kita harus membuka komunikasi dengan para profesional dan kemitraan seluas-luasnya sehingga segala pelayanan publik yang diberikan, dalam hal ini obat dapat secara cepat, tepat, dan tentunya memenuhi standar untuk diakses masyarakat,” ujar Kepala Badan POM, Penny K. Lukito di Jakarta, Senin, 8 Juli 2019.

Penny menegaskan bahwa pihaknya diberi mandat untuk melakukan pengawasan secara komprehensif dalam menjamin ketersediaan obat yang aman, berkhasiat dan bermutu. Evaluasi penilaian keamanan obat merupakan langkah kongkrit penjaminan produk obat yang menjadi tugas dan fungsi Badan POM.

Dalam melakukan evaluasi, lanjutnya Badan POM melakukan kajian secara komprehensif berdasarkan evidence base untuk menjadi dasar dalam penilaian khasiat dan keamanan obat.

Putusan kebijakan diambil melalui pembahasan penilaian obat bersama tim ahli dari berbagai bidang ilmu seperti farmakologi, klinis, biostatistik, farmasi, maupun epidemiologi melalui pelaksanaan rapat pleno Komite Nasional (KOMNAS) penilai obat.

Di era JKN sekarang ini, menurut Penny Badan POM juga menyadari perlunya peningkatan pelayanan publik dan peningkatan akses ketersediaan obat sebagai salah satu tantangan yang dihadapi.

Upaya inovasi telah dan akan terus dilakukan antara lain terkait penggunaan teknologi melalui e-registrasi, simplifikasi proses registrasi, deregulasi, pendampingan dalam rangka uji klinik, serta mekanisme reliance system.

“Tantangan lain yang juga dihadapi saat ini adalah keterbatasan akses terhadap obat untuk penyakit langka (orphan drug) maupun obat yang belum tersedia untuk pengobatan tertentu (unmet medical needs). Untuk itu, dilakukan penyusunan regulasi penilaian obat serta peningkatan komitmen industri farmasi terhadap mutu obat tersebut sehingga dapat di akses oleh masyarakat,” tambahnya. (***)

sumber: wartaekonomi.co.id

KRIMINALITAS

Senin | 08 Juli 2019

Ajakan Hubungan Badan Ditolak, Golokpun Bertindak

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Seorang pria membacok istrinya karena menolak ketika diajak berhubungan badan di Jalan Ancol Selatan II, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kapolsek Tanjung Priok, Kompol Supriyanto mengatakan, kejadian itu berlangsung pada Jumat, 5 Juli 2019 lalu.

Ia menjelaskan, awalnya pelaku bernama Anton Nuryanto meminta istrinya Fz untuk mengusap-ngusap perutnya untuk menaikkan birahinya. Namun, kala itu istrinya menolak. Si pelaku meminta hal tersebut berkali-kali kepada istrinya, namun korban tetap menolak.

“Akhirnya si pelaku kesel, dia ngambil golok yang ada di lemari diambil langsung diserang istrinya,” kata Supriyanto di kantornya, Senin, 8 Juli 2019.

Berdasarkan pengakuan pelaku, pertama ia menusuk bagian perut korban, namun tidak terluka. Ia kemudian kembali membacok istrinya, namun korban mengindar sehingga mengenai pipi kanan dan tangan korban.

Setelah korban terjatuh, pelaku menduduki perut istrinya dan langsung menyayat leher korban. Fz lalu berteriak meminta pertolongan “Terus nggak lama pak RT, warga dobrak, istrinya sedang berada di tempat tidur, kondisinya seprainya darahnya sudah cukup banyak. Langsung buru-buru ditolong,” ujarnya.

Saat itu korban langsung dibawa ke RSUD Koja. Nyawanya berhasil di selamatkan. Sementara pelaku dibawa ko Polsek Tanjung Priok. Adapun terhadap pelaku dikenakan pasal 44 Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (***)

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Aceh – Peristiwa hujan es yang melanda lima kampung di Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah pada Ahad, 7 Juli 2019 merusak beberapa jenis tanaman warga dan juga seng atap rumah serta parabola.

Hal itu diungkapkan Suprihono (42), warga Kampung Paya Tungel, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah.

Dia menuturkan, hujan es datang bersamaan dengan angin kencang selama durasi kurang lebih 10 menit.

Hujan es sebesar kelereng tersebut merusak tanaman warga kebun, seperti cabai, bawang merah, terutama sumber penghasilan warga, yakni tanaman kopi arabika.

“Sudah pasti hujan es ini menyebabkan daun kopi rontok, demikian bunganya yang seharusnya jadi buah, dan akan mempengaruhi produksi ke depan,” kata Suprihono, yang juga pegawai penyuluh pertanian tersebut, Ahad, 7 Juli 2019.

Rusak atap seng hingga parabola Bukan hanya itu, hujan es ini juga menyebabkan sejumlah seng rumah warga yang terdampak hujan es rusak. “Tadi saya lihat ada atap seng rumah warga bolong karena es yang jatuh itu, memang seng atap rumahnya sudah tua,” ujarnya.

Selain tanaman dan atap, parabola rumah warga juga mengalami kerusakan. Hal itu karena butiran es seukuran kelereng atau kuku jari orang dewasa jatuh di atas alat penangkap siaran televisi itu.

“Parabola saya berlubang, karena memang butiran es yang jatuh saat hujan itu besar-besar,” sebutnya.

Ditambahkan, sejumlah petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat sudah datang ke lokasi untuk mendata dampak dari bencana alam yang biasanya terjadi setahun sekali tersebut.

“Tim Tagana sudah turun langsung ke lokasi,” pungkas Suprihono.

Setahun sekali terjadi

Seperti diberitakan sebelumnya, hujan disertai angin kencang melanda sejumlah desa di Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Ahad, 7 Juli 2019 siang.

“Hujan es ini terjadi sekitar pukul 14.15 WIB, sekitar 10 menit, ketika saya baru pulang ke rumah karena ada urusan di luar.

Hujan es ini datang sekalian dengan angin kencang,” kata Suprihono (42), warga Kampung Paya Tungel, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah.

Dijelaskan, hujan es berbentuk bulat sebesar ukuran kelereng atau ukuran jari orang dewasa itu biasa terjadi setahun sekali setiap ada perubahan cuaca.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Aceh, Zakaria memberikan penjelasan terkait hujan es di Aceh Tengah yang terjadi saat kemarau ini.

Menurut Zakaria, hujan es biasanya terjadi di satu daerah yang sangat lokal dan dengan durasi yang singkat dengan durasi waktu antara 7 hingga 12 menit, karena syarat terjadinya hujan es itu akibat adanya awan Cumulonimbus (CB) yang sangat susah diprediksi.

“Hujan es sama seperti terjadinya angin puting beliung, keduanya terjadi akibat adanya awan Cumulonimbus,” katanya.

Hujan es terjadi lantaran ada awan Cumulonimbus dengan tinggi dasar awan yang sangat dekat dengan permukaan tanah dan di bawah awan, suhu udaranya sangat dingin.

Dengan demikian, awan CB yang merupakan kristal yang mulai jatuh sebagai hujan akibat dorongan angin kencang dari awan CB tidak sempat mencair. Sehingga, di bawah permukaan awan juga dingin sehingga butir es tersebut jatuh ke permukaan tanah. (***)

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Solo – Satlantas Polresta Solo telah menggelar perkara sebanyak dua kali kasus kecelakaan yang mengakibatkan meninggal dunia, Umiyatun, 60, warga Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari.

Satlantas Polresta Solo telah menetapkan status tersangka kepada pengemudi truk, Ali Suroso, 45, warga Merakurak, Kabupaten Tuban. Ali Suroso dijerat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 310 ayat 4 dengan ancaman hukuman paling lama enam tahun penjara.

Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Busroni, saat ditemui Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) di sela-sela kegiatannya, Ahad, 7 Juli 2019 mengatakan pengemudi truk dianggap lalai saat mengemudikan truk bermuatan semen seberat 33 ton itu.

Menurutnya, pengemudi truk saat melintas di Jl. Slamet Riyadi beberapa meter sebelum Simpang Farokah berpindah jalur ke kiri karena menghindari mobil yang berada di depannya. Sedangkan posisi korban berada di sebelah kiri truk yang sama-sama melaju ke arah barat hingga akhirnya bagian belakang truk sebelah kiri menyenggol kendaraan korban.

“Saat ini telah kami telah menahan pengemudi truk untuk diproses lebih lanjut,” ujar Busroni mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol Ribut Hari Wibowo.

Menurutnya, telah ada iktikad baik dari pengemudi truk yang kooperatif kepada kepolisian dan keluarga korban.

Sebelumnya, Umiyatun, mengendarai Honda Beat berpelat nomor AD 6534 S terlibat kecelakaan dengan truk pengangkut semen yang dikemudikan Ali Suroso, berpelat nomor L 8082 UO yang hendak menuju Kota Jogja di Jl. Slamet Riyadi atau sebelah timur Simpang Farokah pada Senin (1/7) sekitar pukul 08.00 WIB.

Salah seorang kerabat korban, Hariyanto, mengatakan korban merupakan istri Suliadi, 61, yang merupakan mantan sopir Presiden Joko Widodo saat menjabat sebagai Wali Kota Solo hingga menjadi Gubernur DKI Jakarta. Meskipun telah pensiun, Suliadi masih sering membantu keluarga Presiden Joko Widodo di Kota Solo jika ada keperluan.

Berdasarkan pengakuan pengemudi truk sebelumnya, Ali Suroso, mengaku dalam keadaan sehat saat mengemudi. Saat mengambil jalur kiri, ia mengaku sempat melihat dua kaca spion dalam keadaan kosong. (***)

sumber: bisnis.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Berita duka datang dari Guangzhou, Cina. Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia.

Sutopo meninggal pukul 02.00 WIB waktu setempat lewat kabar yang disampaikan Direktorat Pengurangan Resiko Bencana BNPB.

“Telah meninggal dunia Bapak @sutopo_PN, Ahad, 07 July 2019, sekitar pukul 02.00 waktu Guangzhou/pukul 01.00 WIB. Mohon doanya untuk beliau,” tulis Direktorat PRB BNPB.

Sutopo meninggal dalam perjuangannya melawan kanker paru-paru. Sejak didiagnosis tahun 2017, Sutopo terus berjuang melawan penyakitnya tersebut.

Bahkan perjuangan melawan kanker menjadi perhatian seluruh negeri manakala dirinya tetap menjalankan tugas mengabarkan bencana di Indonesia.

Sutopo berangkat ke Guangzhou untuk mendapat perawatan lebih maksimal atas penyakitnya. (***)

sumber: inilah.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Ketum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) bertemu dengan Kiai Ma’ruf Amin di Rumah Situbondo, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 5 Juli 2019.

Pada kesempatan OSO menyampaikan ucapan selamat kepada Ma’ruf karena terpilih sebagai Wakil Presiden priode 2019-2024.

“Enggak ada pembahasan, cuma ngucapin selamat aja. Baru ketemu, saya kan baru pulang tadi pagi dari singapura karena cucu saya melahirkan disana,” kata Oso, usai bertemu Ma’ruf.

Mau Ponsel Murah Tapi Bisa ‘Memburu Sinyal’? Nih Advan S50 Prime

Adapun pertemuan tersebut berlangsung sekitar 30 menit. Meski demikian belum berbicara soal teknis pemerintahan kedepan. Lantaran masih berbincang soal hal-hal yang umum.

“Macem-macem lah pokoknya. Bagaimana cucunya gemuk atau kurus, gemuk saya bilang. Cucu saya gemuk, lahirnya beratnya,” tandasnya.

Pamit Perbaiki Dapur dan Kandang ayam, Suyatno Ditemukan Sudah Tewas Terbujur Kaku

OSO pun memastikan dalam waktu dekat bakal bertemu Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi). Namun, ia belum memastikan pertemuan tersebut apakah untuk membahas kabinet atau hal lainnya.

“Belum bicara soal itu. Oh nanti saya kan juga mesti ketemu dengan pak jokowi,” tandasnya. (***)

sumber: inilah.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kediri – Muhammad Suyatno (51), ditemukan sudah dalam kondisi meninggal di teras dapur rumahnya, Jumat, 5 Juli 2019.

Penemuan mayat warga Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri Jawa Timur mengejutkan warga.

Saat ditemukan warga, jasadnya mulai membiru yang diduga kematiannya sudah cukup lama.

Posisi saat ditemukan korban dalam kondisi terlentang tanpa memakai baju.

Korban memakai celana panjang warna hitam serta memakai sandal jepit warna merah.

Di dekat korban terlentang terparkir sepeda motornya.

Dari identitas di KTP, Muhammad Suyatno tercatat merupakan warga Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren.

Korban berada di rumahnya Kelurahan Burengan untuk memperbaiki dapur rumahnya dan kandang ayam.

Beberapa tahun lalu rumahnya di Kelurahan Burengan pernah terkena bencana angin puting beliung hingga mengakibatkan atap asbes rusak.

Kerusakan rumahnya juga mendapatkan bantuan dari Pemkot Kediri.

Sejauh ini penyebab kematiannya masih diselidiki petugas kepolisian Polsek Pesantren.

Kapolsek Pesantren Kompol Paidi Sadiharto saat dikonfirmasi menjelaskan, dari penjelasan keluarganya, korban kemarin pamit untuk membenahi dapur dan kandang ayam.

Dari hasil pemeriksaan petugas memang ditemukan bekas-bekas pekerjaanya.

“Kemungkinan saat korban sakit tidak ada orang yang menolong. Sehingga baru diketahui pagi tadi,” jelasnya.

Sementara dari hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan.

Jenasahnya sempat dibawa petugas ke RS Bhayangkara. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Video seorang penumpang pria merekam suasana di dalam pesawat yang ia tumpangi viral di media sosial. Sejumlah akun membagikan video itu dan mengundang perhatian netizen.

Apa yang menarik dari video itu?

Pria itu menjadi satu-satunya penumpang yang terlihat di kabin pesawat. Sementara bangku penumpang yang lain terlihat kosong.

Dalam video berdurasi 40 detik itu, si penumpang yang mengenakan baju hitam dan berkacamata itu menyebut dirinya tengah melakukan perjalanan menuju Surabaya.

“Mantap, carter pesawat ke Surabaya Rp 1.100.000,” ujarnya sembari menggerakkan kamera ke arah sayap pesawat dan bangku di depan juga belakang.

Penumpang tunggal di penerbangan maskapai Citilink(Instagram/@jaff_arman) Motif dan warna sayap pesawat juga tulisan yang tertera pada bagian atas kursi penumpang menunjukkan khas maskapai Citilink.

Beragam komentar muncul melihat video ini. Ada yang menduga, banyaknya kursi kosong karena harga tiket pesawat yang saat ini melambung tinggi.

Ada pula yang menyebutkan bahwa pesawat yang ditumpangi pria itu bertolak dari Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat.

Bandara baru itu disebut masih sepi penumpang karena jaraknya yang dianggap jauh.

Tanggapan Citilink.

Mencoba menelusuri video ini untuk mencari tahu penumpang yang ada dalam pesawat tersebut serta memastikan rute penerbangan. Akan tetapi, penelusuran yang dilakukan belum mendapatkan informasi yang pasti.

Upaya konfirmasi dilakukan kepada pihak Citilink Indonesia terkait video viral ini.

VP Corporate Secretary & CSR Citilink Indonesia Resty Kusandarina, saat dihubungi pada Rabu 3 Juli 2019 sore, mengatakan, pihaknya juga belum mendapatkan informasi detail penerbangan yang ditumpangi penumpang dalam video itu.

“Mengenai video itu, karena di dalam video tersebut tidak terdapat waktu maupun detail penerbangan, kami tidak dapat memastikan mengenai video tersebut,” kata Resty.

Ada yang menyebut bahwa pesawat dengan satu penumpang itu rute Kertajati-Juanda (Surabaya).

Menanggapi hal ini, ia menjelasakan, saat ini memang ada pemindahan operasional penerbangan Citilink ke Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat.

Karena masih terbilang baru, tingkat keterisian kursi atau seat load factor (SLF) dalam satu penerbangan belum bisa optimal. Salah satunya untuk penerbangan rute Kertajati-Surabaya.

“Namun, berdasarkan catatan kami, setelah pemindahan operasional penerbangan ini rata-rata SLF Citilink di KJT sudah mencapai 50 persen dan rute KJT-SUB dan SUB-KJT juga sudah berada di atas 50 persen,” kata Resty.

“Jumlah ini (mencapai SLF 50 persen) cukup baik karena saat ini masih dalam masa transisi dan pengenalan Bandara Kertajati kepada masyarakat,” lanjut dia. (***)

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayantosaya, menanggapi pandangan soal Indonesia sebagai negara maritim yang berpotensi untuk menjadi pemasok hasil-hasil utama perikanan.

Ia mengatakan, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar.

“Sangat besar, karena laut kita laut kedua terbesar setelah Kanada, tetapi Kanada memang selain dari penangkapan dia juga budidaya,” ujarnya di Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019).

Namun, ia juga menyampaikan, nyatanya saat ini industri perikanan Indonesia masih tertinggal jauh di bawah China, Vietnam, Thailand. Mengapa demikian?

Pertama:

Pemerintah di negara-negara tersebut memberi dukungan, mulai dari kebutuhan industri baik perbankannya.

Kedua:

Pola pikir orang luar negeri terhadap produk Indonesia yang merasa lebih yakin apabila produk tersebut di proses terlebih dahulu di Thailand, Singapura, Malaysia, dan lainnya.

“Rata- rata dulu, dicuri lalu diproses ke negara-negara lain, kemudian dijual ke Amerika, harganya lebih mahal,” kata Yugi.

Menurut Yugi, hal ini menjadi pekerjaan rumah untuk bangsa Indonesia ke depannya.

Indonesia harus bisa mengelola potensi tersebut dengan baik, mulai dari hulu hingga hilirnya. “Itu PR kita juga ke depan, seharusnya kita bisa langsung (memproses dan menjual),” ujar dia.(***)

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bekasi – Seorang pria (60) berinisial H ditangkap Polsek Bekasi Timur karena diduga menghamili gadis yang ia asuh di rumahnya di Perumahan Blue Safir, Rawalumbu, Bekasi pada Rabu, 3 Juli 2019 dinihari.

Gadis berinisial EP yang masih berusia 15 tahun akhirnya meninggal di Rumah Sakit Rawalumbu bersama janin berusia 7 bulan di dalam kandungannya pada Selasa, satu hari sebelum H diringkus polisi.

“Dia hamil 7 bulan, terus mengeluh sakit. Saat dibawa ke RS, keduanya meninggal,” ujar Kabag Humas Polres Metro Kota Bekasi, Kompol Erna Rusing Andari, Kamis, 4 Juli 2019 pagi.

Sementara itu, Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi Sopar Makmur menyebut bahwa gadis dan bayinya meninggal akibat pendarahan hebat. Sopar juga mengatakan, jenazah bayi diambil oleh H dari rumah sakit kemudian diletakan di pot lantai 2 rumahnya.

Kabar ini dibenarkan oleh Kapolsek Bekasi Timur, Kompol Agung Iswanto. “Iya betul di pot lantai 2, bayinya lahir normal sudah berbentuk bayi bukan aborsi.

Korban (EP) entah dititipkan atau suruh dirawat, yang jelas diasuh (oleh H), bukan anak kandung. Semalam yang nangkep semua anggota kita, tapi untuk lebih jelasnya tunggu polres,” kata Agung Kamis pagi.

Saat dikonfirmasi, Erna mengaku bahwa Polres Metro Kota Bekasi masih menyelidiki kasus ini. Namun, ia tak menampik dugaan bahwa EP selama ini diasuh dan kerap tinggal di rumah H.

“Anak itu disekolahkan pelaku, dibiayai sekolah terus. Enggak tahu dari kapan, diduga hubugan gelap. Masih diselidiki apakah itu nikah siri, lagi diselidiki,” ujar Erna.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis pagi, rumah H tampak kosong dan berantakan oleh sejumlah barang. Pohon mangga tampak berdiri jangkung dan rimbun hingga ke lantai 2 rumah yang terletak di ujung gang. Pot-pot tanaman tampak di garasi, tepi jalan, dan bergantungan di pagar rumah yang berwarna cokelat. Sejumlah warga yang ditemui di lokasi menolak berkomentar dan mengaku tidak tahu-menahu soal kasus ini. (***)

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Sandiaga Uno berikan tanggapan setelah ditetapkannya pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ahad, 30 Juni 2019.

Dalam sebuah video yang diunggah Sandiaga Uno di Instagram pribadinya @sandiuno, ia menyampaikan pesan kepada Jokowi-Maruf.

Sandi mengucapkan selamat bekerja dan selamat menjalankan amanah rakyat kepada Joko Widodo-Maruf Amin.

“Dan hari ini kita akan menyaksikan penetapan presiden dan wakil presiden terpilih oleh KPU.”

“Untuk itu, saya mengucapkan selamat bekerja, selamat menjalankan amanah rakyat, selamat berjuang untuk terus mencapai cita-cita keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Sandiaga Uno dalam video yang diunggah di Instagram, Ahad, 30 Juni 2019.

Sandiaga juga menyampaikan pesan kepada seluruh komponen bangsa agar kembali bersatu membangun dan memajukan bangsa Indonesia.

Menurutnya, perjuangan memajukan bangsa dan negara dapat dilakukan dengan banyak cara, tidak harus selalu dilakukan dari dalam struktur pemerintahan.

Sandiaga memahami rasa kecewa pendukungnya karena dirinya belum terpilih dan tidak dinyatakan menang.

“Kami memahami yang belum terpilih atau yang tidak dinyatakan sebagai pemenang, tentu ada rasa kecewa,” tuturnya.

Sandiaga mengajak seluruh pendukungnya untuk memaknai kekecewaan sebagai bentuk kesungguhan dalam membangun bangsa dan negara.

Dia berharap, pendukungnya mampu untuk menjaga energi positif dan niat luhur tersebut. (***)

sumber: tribunews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Singaraja – Nyawa Jro Ketut Nurti Mahayoni (65) berakhir di tangan suaminya sendiri, Jro Mangku Nyoman Sumerta (68).

Wanita asal Lingkungan Ketewel, Kelurahan Penarukan, Kabupaten Buleleng ini tewas ditusuk suaminya dengan pisau pengutik pada bagian perut, Sabtu, 29 Juni 2019 sore.

Menurut informasi di lapangan, Jro Sumerta menghabisi sang istri tepat di teras rumah.

Saat itu, korban Jro Mahayoni baru pulang dan memarkirkan mobilnya.

Jro Sumerta rupanya telah menunggu istrinya di depan pintu.

Jro Sumerta langsung menusuk perut istrinya dengan pisau.

Sempat terjadi cekcok antara pasutri yang dikaruniai dua anak itu.

Diduga Jro Sumerta sakit hati lantaran sang istri kerap pergi dari rumah dan tidak beri kabar.

Sementara pelaku sedang sakit gagal ginjal dan harus jalani cuci darah.

Mereka pun dikabarkan kerap bertengkar belakangan ini.

Dalam kondisi bersimbah darah, warga setempat bergegas melarikan korban Jro Mahayoni ke RSUD Buleleng.

Namun setiba di rumah sakit, Jro Mahayoni mengembuskan napas terakhir.

Pelaku yang merupakan pensiunan pegawai Telkom telah diamankan di Mapolres Buleleng.

Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Anak Agung Wiranata Kusuma, dikonfirmasi melalui telepon enggan memberikan keterangan lebih lanjut.

Alasannya kasus ini telah dilimpahkan ke Unit PPA Polres Buleleng mengingat motifnya masalah rumah tangga.

“Tersangka dan barang bukti sudah diamankan, sudah kami limpahkan karena ini masalah rumah tangga. Selanjutnya tanyakan ke Unit PPA ya,” katanya.

Kapolres Buleleng, AKBP Suratno juga membenarkan jika pelaku Jro Sumerta telah diamankan.

Kasubag Humas RSUD Buleleng, Budiantara menyebut korban Jro Mahayoni diterima di IGD rumah sakit itu sekira pukul 15.30 Wita.

Saat hendak dioperasi, korban meninggal dunia, tepat pukul 17.30.

Korban mengalami luka robek pada bagian perut kanan dan kiri.

“Rencana operasi pada perut. Namun sebelum tindakan, pasien sudah meninggal. Saat diterima pasien sudah dalam keadaan tidak sadar,” ujarnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI,CO,ID, Jakarta – Perempuan berinisial S (22) disiksa ketika dirampok oleh driver taksi online. Korban tidak hanya diikat, tapi juga dibekap hingga ditonjok oleh tersangka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan korban sempat melawan ketika diancam oleh tersangka.

“Karena dia melawan, akhirnya mulutnya dipukul, sehingga giginya patah satu. Kemudian juga dibekap dengan kaus kaki ini,” jelas Kombes Argo Yuwono, Sabtu, 29 Juni 2019.

Korban awalnya menumpang taksi online yang dikemudikan oleh Aris Suhandini (31) ini di Plaza Indonesia pada Rabu, 26 Juni 2019 malam. Korban saat itu hendak pulang ke Apartemen Green Bay, Pluit, Jakarta Utara.

Namun, belum sampai di apartemen, tersangka malah menepikan mobilnya. Di situ, tersangka langsung mengancam korban.

“Kemudian sopir ini mengancam penumpang, lalu mengikat korban dengan tali sepatu. Ini bekasnya tangan yang diikat. Merah ini tangannya. Nah, ini tali sepatunya, pergelangan tangan kanan-kiri merah,” jelas Argo.

Dari situ, korban dibawa ke Tol Jagorawi. Di sana tersangka kembali mengancam korban dengan menggunakan antena mobil.

Dari Tol Jagorawi, tersangka membawa korban ke kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Di situ, tersangka menguras rekening lewat ATM korban dan meninggalkannya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jayapura – Hingga saat ini upaya pencarian helikopter milik TNI AD jenis MI-17 V5 yang hilang kontak di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Jumat, 28 Juni 2019 kemarin terus dilakukan.

Kapendam 17 Cenderawasih Kolonel Inf M Aidi mengatakan, heli tersebut ditumpangi 12 orang yang terdiri dari tujuh kru dan lima anggota Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonif 725/WRG.

Identitas tujuh kru helikopter yaitu Kapten CPN Aris (pilot), Lettu CPN Ahwar (copilot), Kapten CPN Bambang, Serka Suriatna, Pratu Asharul, Praka Dwi Pur, dan Serda Dita Ilham.

Sedangkan lima anggota Pamta Yonif 725/WRG yakni, Serda Ikrar Setya Nainggolan, Pratu Yanuarius Loe, Pratu Risno, Prada Sujono Kaimuddin, dan Prada Tegar Hadi Sentana.

Sebelum dinyatakan hilang kontak, pesawat ini tengah mengemban misi pendorongan logistik ke pos-pos pengaman TNI di perbatasan RI-PNG wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang, diantaranya ke Distrik Okbibab dilanjutkan ke Distrik Oksibil.

Upaya pencarian masih terus dilakukan oleh pihak TNI dibantu oleh berbagai unsur yaitu Polres Pegunungan Bintang, Basarnas Provinsi Papua, relawan Masyarakat dan beberapa perusahaan penerbangan sipil.

“Upaya pencarian dilaksanakan baik dengan melalui jalur darat maupun dengan jalur udara,” kata Aidi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 29 Juni 2019.

Untuk jalur udara, TNI telah mengerahkan dua unit helikopter Bell 412 milik penerbangan TNI AD dan pesawat CN235 milik TNI AU.

Untuk jalur darat telah dikerahkan satu SSK personel SAR gabungan terdiri dari unsur TNI, Polres Pegunungan Bintang, Basarnas Provinsi Papua dan sukarelawan masyarakat.

Selain itu juga dikerahkan unsur satuan kewilayahan guna mencari informasi melalui masyarakat.

Kendala utama yang dihadapi dalam upaya pencarian ini khususnya untuk jalur udara adalah faktor cuaca.

Sepanjang hari di wilayah Oksibil tertutup kabut tebal dengan visibility yang sangat rendah hanya berkisar antara 10 hingga 50 meter.

Hal itu sangat membahayakan penerbangan.

“Hal ini menyebabkan pencarian lewat jalur udara untuk hari ini tidak dapat dilaksanakan secara maksimal,” tuturnya.

Sementara untuk jalur darat terkendala dengan medan geografis yang sangat berat, kontur medan pegunungan dan jurang terjal dan tertutup dengan hutan lebat, sementara infrastruktur sangat terbatas. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah memberikan sinyal keberatan untuk kembali membayarkan biaya kompensasi kepada PT Perusahaan Lisrtik Negara ( PLN). Pasalnya, pembayaran kompensasi ke PLN tersebut berpotensi membebani keuangan negara, meski besarannya cenderung kecil jika dibandingkan dengan tarif keekonomian.

Adapun nilai kompensasi dihitung berdasarkan selisih antara tarif listrik yang berlaku dengan biaya pokok penyediaan (BPP) pembangkit listrik tersebut.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan, tarif tenaga listrik yang tak berubah sejak 2017 membuat selisih antara tarif tenaga listrik dengan tarif keekonomian kian melebar.

Hal tersebutlah yang membuat beban terhadap keuangan negara kian besar.

“Kami tak ingin ini (masalah kompensasi) terus berlarut-larut karena bisa memberikan risiko kepada negara dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait,” ujar Suahasil ketika rapat kerja dengan DPR RI, Selasa, 25 Juni 2019.

Pada 2018, pemerintah mengucurkan kompensasi kepada PLN sebesar Rp 23,17 triliun. Kompensasi ini dicatat PLN sebagai pendapatan kompensasi, membuat PLN laba Rp 11,57 triliun melonjak 162 persen dibanding tahun sebelumnya.

Penyesuaian tarif listrik

Menangapi hal tersebut, Plt Direktur Utama PLN Djoko Rahardjo Abumanan mengatakan, jika memang pemerintah berencana memangkas kompensasi tersebut, penyesuaian tarif listrik menjadi diperlukan.

“Selisih ini yang ditanggung pemerintah, kita penginnya nol, PLN inginnya juga nol, tapi kalau nol otomatis harganya di-adjustment,” ujar Djoko ketika dihubungi Rabu, 26 Juni 2019.

Cuma masyarakat udah siap belum tariff adjustment?” lanjut dia. Mengutip Kontan.co.id, berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 55 K/20/MEM/2019, besaran BPP PLN tahun 2018 mengalami penyesuaian.

Secara nasional, BPP pembangkitan naik sekitar 9 persen dibandingkan periode sebelumnya. Pada periode 1 April 2018 hingga 31 Maret 2019, BPP pembangkitan nasional dipatok sebesar Rp 1.025 per kilo watt hour (kWh) atau 7,66 cent dollar AS per kWh.

Sedangkan, besaran BPP pembangkitan nasional pada 1 April 2019 hingga 31 Maret 2020 ditetapkan sebesar 1.119 per kWh atau 7,86 cent dollar AS per kWh.

Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR sempat mengatakan subsidi listrik di 2020 diusulkan sebesar Rp 58,62 triliun.

Sebelumnya, dalam APBN tahun ini subsidi listrik dipatok Rp 59,32 triliun. Penghematan subsidi bisa diberlakukan jika ada penyesuaian tarif untuk pelanggan non subsidi golongan rumah tangga 900 VA.

Adapun Suahasil dalam rapat kerja dengan komisi XI belum menyinggung masalah kenaikan tarif non subsidi untuk mengurangi selisih harga yang dijual PLN dengan tarif keekonomian. (***)

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bengkalis – Seorang ‎ ibu rumah tangga berinisial I, warga Deda Kelapapti, Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis menemukan sebuah tas di belakang rumahnya yang berisi narkoba jenis ekstasi senilai Rp 6 miliar pada Selasa, 25 Juni 2019 sekitar pukul 09.00 WIB.

“Memang benar, seorang IRT menemukan sebuah koper di belakang rumahnya yang berisi 30 ribu butir narkoba jenis ekstasi,” ujar Dandim 0303 Bengkalis Letkol Timmy Prasetya Harmianto.

Dijelaskan Dandim, kronologi awal temuan tas berisi ribuan pil ekstasi itu ketika IRT tersebut pagi tadi sekitar pukul 08.00 WIB sedang menyapu dan membakar sampah di belakang rumahnya dekat kandang ayam.

“IRT ini terkejut melihat sebuah tas koper berwarna coklat berada dekat kandang ayamnya dan setelah itu langsung melaporkan ke Bhabinsa teredekat,” ungkap Dandim.

Setelah barang bukti tersebut diamankan Bhabinsa Sersan II RS Situros dan langsung melaporkan kepada Danramil 01 Bengkalis Mayor Arm. Bismi Tambunan, dan menindaklanjuti ke Kodim 0303 Bengkalis.

Menurut Dandim, dari tas koper tersebut ditemukan tiga bungkus pil ekstasi yang semuanya berjumlah kurang lebih 30 ribu butir bertulisan KESSA.

“Jika dinilai dengan uang pil ekstasi ribuan butir itu mencapai Rp 6 miliar, ” kata Dandim.

Dari tiga bungkusan tersebut, satu bungkus ekstasi berwarna biru merek Lagui dan dua bungkus warna kuning merek Minion.

“Untuk proses penyidikan lebih lanjut barang bukti tersebut sudah kita serahkan ke Polres Bengkalis, ” kata Dandim. (***)

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Beringin – Pelaku pembacokan terhadap tetangganya Agus Setiadi alias Badak (45) buruh bangunan, warga Dusun 1 Desa Emplasmen Kuala Namu, akhirnya ditangkap.

Bambang Heriandi alias Bintil (33), ditangkap 1,5 jam setelah melakukan aksi penikaman yang hampir menewaskan korban, Senin, 24 Juni 2019 sekitar pukul 22.00 WIB kemarin.

Kapolsek Beringin, AKP Bambang H Tarigan mengatakan bahwa pada saat kejadian, pelaku mencurigai bahwa istrinya selingkuh dengan korban.

Lalu Bintil bertanya kepada istrinya yang mengakui memang telah berselingkuh dengan tetangganya Badak.

Saat emosi Bintil masih memuncak mendengar pengakuan sang istri, tiba-tiba Badak datang ke rumah pelaku yang memang bersebelahan.

“Pada saat itu pelaku emosi dan langsung mengambil parang. Kemudian membacok dada bagian sebelah kanan dan tangan kiri korban sehingga Korban mengalami luka bacok,” kata Bambang, Rabu, 26 Juni 2019.

“Setelah melakukan aksinya itu, tersangka langsung melarikan diri untuk menghilangkan jejak,” sambungnya.

Bambang menjelaskan bahwa anak korban yang mengetahui kejadian itu, lalu datang melapor ke Polsek Beringin.

Ia memberitahukan kalau korban masih ada di TKP dalam kondisi bersimbah darah.

Tim Reskrim Polsek Beringin yang mengetahui peristiwa tersebut, langsung mendatangi TKP dan membawa korban ke RS Patar Asih untuk perawatan.

Informasi yang dihimpun, pelaku melarikan diri ke arah Desa Sekip Lubukpakam.

Tim Reskrim yang mendapat informasi langsung bergegas mencari keberadaan pelaku.

Tak butuh waktu lama, berselang 1,5 jam setelah kejadian tepatnya sekitar pukul 23.45 WIB, Tim Reskrim Polsek Beringin akhirnya berhasil meringkus pelaku.

“Pelaku kita tangkap di rumah pamannya di Dusun Mesjid 1, Desa Sekip, Kecamatan Lubukpakam.

Dia berusaha bersembunyi dari kejaran polisi,” ungkap Bambang.

Masih kata Bambang, dari pelaku diamankan barang bukti sebuah parang dan celurit.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku diamankan ke Polsek Beringin untuk dimintai keterangannya,” tutup Bambang. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Mantan suami penyanyi Denada, Jerry Aurum resmi menjadi tahanan Polres Jakarta Barat. Selain mengamankan sejumlah jenis narkoba seperti tembakau gorila, ganja dan ekstasi. Polisi juga mendapati urinenya positif Metahphetamine.

“Sudah resmi ditahan. Artinya dia menjadi tersangka,” kata Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat, AKBP Erick Frendriz di Mapolres Jakarta Barat, Selasa, 25 Juni 2019.

Sebelumnya, Jerry Aurum diciduk jajaran Polres Jakarta Barat. Ia diduga kuat terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya sepaket ganja siap pakai.

Saat diamankan dari salah satu rumah di pemukiman Cirendeu, Tangerang Selatan, Rabu 19 Juni 2019. Jerry tak berkutik, termasuk saat polisi menggeledah rumahnya, barang bukti ganja tersimpan di kotak penyimpanan yang disembunyikan di lemari pakaiannya.

Kini Jerry masih diperiksa intensif oleh penyidik, sikapnya yang kooperatif mendorong polisi tengah memburu pemasok narkoba.

Kanit 1 Satnarkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKP Arif Oktora mengatakan, identitas pemasok sudah dikantongi pihaknya. Sejumlah anggotanya pun telah bergerak memburu pemasok.

“Datanya sudah ada, Insya Allah dalam waktu dekat akan kami tangkap,” kata Arif.

Jerry sendiri usai melakukan pemeriksaan mengakui kesalahannya, ia menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Saya tidak akan mengulangi kebodohan ini lagi. Cukup sampai sini keterangan saya,” ujar Jerry yang kemudian masuk ke sel tahanan. (***)

sumber: sindonews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Putra ketiga Presiden Joko Widodo (Jokowi) Kaesang Pangarep mencuitkan soal bagaimana susahnya membangun usaha lewat Twitter pribadinya @kaesangp.

Hal disampaikan menyusul adanya pihak yang menilai bisnis Ternak Kopi dan Sang Pisang milik putra bungsu Presiden Jokowi tersebut hanyalah kedok semata.

“Membangun usaha seperti Sang Pisang dan Ternakopi itu bukanlah hal yang mudah. Sedih ketika ada beberapa orang bilang itu hanya kedok,” cuit akun Twitter @kaesangp, dikutip Rabu, 26 Juni 2019.

Meski demikian, Kaesang menegaskan tak ingin berlarut-larut dalam kesedihan akibat dituding bahwa bisnis Ternak Kopi dan Sang Pisang miliknya hanyalah kedok semata.

“Tapi gak ada gunanya juga sedih gara-gara komen mereka,” tulisnya.

Kaesang pun kembali melakukan cuit candaan, bahwa ingin melanjutkan kegiatan berdagang agar dapat meraih uang sehingga dapat dijadikan sebagai uang muka membeli Helikopter.

“SAYA LANJUT JUALAN DULU, CARI DUIT UNTUK DP HELIKOPTER,” tulisnya. (***)

sumber: inilah.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Dua jet tempur Jerman jatuh usai bertabrakan di negara bagian timur Mecklenburg-Vorpommern. Jet tempur tersebut pun hancur berkeping-keping.

Belum diketahui penyebab kedua pesawat tempur Eurofighter tersebut bertabrakan. Namun, keduanya tidak bersenjata saat mereka bertabrakan di udara dekat pangkalan militer Laage di negara bagian timur Mecklenburg-Vorpommern.

Asap mengepul dari dua jet tempur yang bertabrakan.

Mobil pemadam kebakaran pun mendatangi lokasi jatuhnya jet tempur tersebut.

Istimewa

Ini foto dua jet tempur yang bertabrakan. Kedua pilot sebelumnya berhasil mengaktifkan kursi ejeksi dan terjun menggunakan parasut. Namun, hanya satu pilot yang ditemukan selamat di sebuah pohon tak lama setelah kecelakaan. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bekasi – Seorang oknum polisi diduga marah-marah dan memaki pedagang nasi bebek di Bekasi Utara, Kota Bekasi. Oknum anggota Polsek Bekasi Utara itu marah-marah lantaran ditagih uang teh seharga Rp 1.000.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Lingkar Utara, Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jumat, 21 Juni, malam lalu. Kejadian itu direkam video dan menjadi viral di media sosial.

Saat disambangi lapak nasi bebek yang viral itu pada Senin, 24 Juni 2019 malam itu. pedagang nasi bebek tersebut membenarkan kejadian itu tapi menolak menyebutkan namanya.

“Iya, kita nggak ada keinginan apa-apa (buat memviralkan video),” ujar pedagang tersebut.

Awalnya oknum tersebut datang ke lapaknya dan memesan makan. Selesai makan, pedagang menagih uang minum teh Rp 1.000 kepada oknum tersebut.

Pedagang tersebut tidak mau bicara banyak mengenai kejadian itu. Dia juga menyebut tidak melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bekasi Utara.

“Nggak ada pelaporan, cuma gara-gara itu (oknum) ditangani polisi,” imbuhnya.

Dalam video yang beredar, oknum tersebut mengaku sebagai anggota Polsek Bekasi Utara. Oknum yang mengaku bernama Aiptu Mursid, anggota Polsek Bekasi Utara, itu mengancam akan mengusir pedagang.

“Ngerti nggak? Catat Pak Mursid, Polsek Bekasi Utara, ya, besok gue pakai pakaian dinas makan di sini gue usir lu ya. Sn lu. Dagang aja di sini numpang gratis, minum bayar lo. Makan tuh harus minum g*k,” maki oknum tersebut.

Sementara itu, pedagang tersebut tidak melawan. Dia hanya sesekali menjawab ‘siap’.

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Humas Polsek Bekasi Utara Aiptu Rencana membenarkan oknum tersebut adalah salah satu anggota Polsek Bekasi Utara.

“Iya. Iya itu oknum benar,” ujar Rencana. (***)

sumber: detik.com

RAGAM

Selasa | 25 Juni 2019

STNK Hilang? Nih Cara Mudah Mengurusnya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Anda tidak perlu kawatir berlebihan jika kehilangan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) bermotor anda, karena akan kami kupas Cara Mudah Mengurus STNK Hilang tanpa calo alias urus sendiri. Langkahnya memang tidak bisa satu hari langsung jadi, butuh proses beberapa hari untuk bisa mendapatkan copy dari STNK anda.

Langkah-langkah yang harus dilakukan ketika kehilangan STNK beserta Persyaratan pengurusan stnk hilang di kantor samsat. Saya ambilkan contoh mengurus STNK hilang di Samsat Surabaya, berlaku juga di Samsat lain di Kota anda, simak pemaparan berikut :

Laporan polisi dari kepolisian setempat dan B.A.P.

Minta surat kehilangan dari polsek setempat dengan syarat fotokopi STNK (kalau ada) dan Fotokopi BPKB. Sebelumnya mintalah surat pengantar dari kelurahan untuk mengurus surat kehilangan di Polsek. Setelah mendapatkan surat kehilangan dari Polsek langkah selanjutnya adalah iklan di koran selama dua hari.

Iklan koran 2 x penerbitan.

Silakan iklankan di koran/surat kabar selama dua hari atau dua kali penerbitan. Gunting iklan untuk dilampirkan. Iklan koran bisa di harian mana saja tidak ada keharusan.

Cek Fisik Kendaraan

Lakukan Cek Fisik di Samsat sama seperti cek fisik biasanya.

Bpkb Asli

Bawa BPKB asli sebagai tanda bukti kepemilikan motor anda secara sah.

Ktp Asli

Bawa KTP asli pemilik kendaraan yang ingin di urus STNK hilang nya.

Salinan bukti lunas pajak / LEGES

Salinan Bukti lunas pajak akan di cetak kan diloket fiskal kantor samsat setelah cek fisik.

Nota dinas / rekom dirlantas polda

Rekomendasi Dirlantas Polsa Jatim mengenai pengurusan / pengajuan nya di regident Polda Jatim. Bila di wilayah kabupaten bisa menghubungi di kantor samsat.

Surat Keterangan / Pernyataan Tidak Terlibat Tilang Atau Kecelakaan.

Minta surat keterangan tidak terlibat tilang atau kecelakaan ( opsy) dari Satlantas Polrestabes .Letak gedungnya ada di sebelah kanan samsat manyar lantai dua.

Biaya yang harus dikeluarkan atau dibayar dalam pengurusan STNK duplikat adalah sbb :

1.Jika pajak statusnya masih lunas satu tahun kedepan,maka hanya dikenakan biaya cetak stnk saja :

– Roda dua 100.000 dan Roda empat 200.000

2.Jika pajaknya sudah jatuh tempo, maka sekalian akan dikenakan biaya pajak dan swdkljj :

– pkb nominal nya sesuai dengan tahun kemarin seperti yg tertera pada stnk sebelum nya pada kolom pkb.

3.Pajak progresif JIKA ADA

4.Denda pajak dan denda swdkljj jika ada keterlambatan.

Pada intinya Cara Mudah Mengurus STNK Hilang, jika tidak ada tunggakan pajak dan pajak masih berstatus lunas sampai dengan satu tahun kedepan ( masa laku 6 bulan ke atas) MAKA PENGURUSAN STNK DUPLIKAT HANYA DIKENAKAN BIAYA PENGGANTI CETAK STNK SAJA SESUAI PNBP POLRI.

Pengurusan STNK hilang prosesnya tetap harus di lakukan di samsat sesuai wilayah masing masing. (***)

sumber: aktual.web.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tambora – Entah apa yang ada di pikiran Denni Indrian (23) hingga nekat mengakhiri hidup tepat di hari pertunangannya.

Denni ditemukan tewas gantung diri di kamar lantai II rumahnya di RT 12/12, Bandengan Utara, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat pada Ahad, 23 Juni 2019 pagi.

Ibu tiri Denni, Siti (46) menuturkan pihak keluarga baru mengetahui Denni telah mengakhiri hidupnya saat ada seseorang yang mengaku adik pacarnya datang ke rumah mereka.

“Sekitar jam 09.00 WIB, adik pacarnya dia itu datang kesini nyariin Denni. Terus karena saya tahunya Denni masih tidur makanya saya suruh bapaknya bangunin dia karena kalau hari libur dia emang bangunnya siang,” kata Siti ditemui di rumahnya, Ahad, 23 Juni 2019.

Setelah berusaha diketuk cukup lama rupanya tak ada jawaban dari dalam kamar.

Pihak keluarga pun kemudian mendobrak pintu kamar dan mendapati Deni telah tewas tergantung.

“Pas didobrak ternyata dia sudah gantung diri,” kata Siti.

Keluarga Tak Tahu Rencana Pertunangan

Meski disebutkan akan bertunangan dengan kekasihnya bernama Irma hari ini, Siti menyebut pihak keluarga sama sekali tidak tahu akan hal tersebut.

Dikatakannya, pihak keluarga pun baru tahu pagi tadi saat adik Irma datang mencari Denni.

“Pihak keluarga enggak tahu sama sekali dia mau tunangan. Baru tahu tadi pagi itu kalau katanya adik pacarnya itu bilang hari ini kakaknya harusnya tunangan dengan Denni,” kata Siti sambil mengelap air matanya.

Sebelum ditemukan gantung diri, Siti menyebut tidak ada gelagat aneh yang ditunjukan Denni, termasuk menyinggung soal rencana pertunangannya.

Namun, dia mengakui bahwa Deni memang sosok yang pendiam dan tertutup akan kehidupan pribadinya.

“Biasa-biasa aja. Kata abangnya dia tadi pagi dia juga masih sempat makan mie,” kata Siti.

Keluarga Pacar Menanti di Kampung

Siti menuturkan berdasarkan informasi dari adik Irma, pihak keluarga sang kekasih telah berkumpul di kampung halamannya di Banten untuk acara pertunangan.

“Pacarnya sih rumahnya masih di sekitar sini juga. Tapi sejak kemarin mereka udah di kampung buat nyambut keluarga saya yang katanya mau tunangan hari ini. Mungkin karena enggak ada kabar makanya adiknya Irma itu kesini nanya kepastian,” beber Siti.

Saat ini, pihak keluarga masih menantikan jenazah yang tengah berada di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Sedangkan sejumlah terus berdatangan ke rumah korban untuk menyampaikan ucapan berbela sungkawa.

Rencananya, jenazah akan dimakamkan di TPU Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Makassar – Penemuan sesosok mayat pria menghebohkan Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Mayat itu disebutkan tanpa busana dan memiliki ciri-ciri tato di bagian tangannya.

“Korban dalam kondisi tertelungkup, tidak menggunakan baju dengan (badan) penuh lumpur dan (mengenakan) celana dalam,” ucap Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Ahmad Sayyed dalam keterangannya pada wartawan, Ahad, 23 Juni 2019.

Mayat itu ditemukan pada pukul 01.00 Wita dini hari tadi di Jalan Urip Sumoharjo, Panakkukang, Makassar. Posisi mayat itu terkubur di dalam bekas galian di tepi jalan.

Penemuan mayat itu bermula dari adanya pengerjaan pengerukan tanah di lokasi tersebut. Sekitar kedalaman 1,5 meter, pekerja yang melakukan pengerukan tanah itu menemukan mayat tersebut.

“Menurut keterangan saksi mengatakan bahwa awalnya pada saat ia sementara melakukan pengerjaan pengerukan tanah timbunan tanah sedalam 1,5 meter dan menemukan mayat laki-laki tanpa identitas dalam keadaan kaki terikat kemudian mengangkat ke pinggir,” kata Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi ketika dimintai konfirmasi terpisah.

Polisi yang mendapatkan laporan penemuan mayat itu langsung menuju ke lokasi. Mayat itu kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk diautopsi. Setelahnya polisi melanjutkan pengusutan atas temuan itu. Dari olah tempat kejadian (TKP) awal, polisi menemukan adanya luka tusuk pada mayat itu.

“Ada dua titik (luka) di bawah ketiak dan sekitar punggung, kalau untuk indikasi awal luka itu karena senjata tajam, kalau di kakinya mayat ada ikatan seperti kawat,” ujar Ananda.

Ananda mengatakan tidak ada identitas apapun pada tubuh mayat itu. Satu-satunya ciri-ciri yang dapat dikenali yaitu adanya tato di bagian tangannya.

“Ciri khusus di tubuh mayat ditemukan ada tato seperti salib,” kata Ananda. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Medan – Benda empuk berukuran kecil itu didekap erat oleh Rusmanto. Meskipun bentuk dan warnanya sangat lusuh, bantal itu tak sekalipun terlepas dari pelukannya. Dia hendak memberikannya kepada jenazah anaknya tercinta saat menjemput dari RS Bhayangkara, Medan, Sabtu, 22 Juni 2019.

Bantal itu dibawanya dari kota Binjai sampai ke RS Bhayangkara Medan. Dia hendak membawa pulang istri dan kedua anaknya yang kini wajahnya tak lagi dapat dikenali dengan jelas.

Istri dan kedua anak Rusmanto adalah korban meninggal dunia dari kebakaran pabrik perakitan korek api di Jalan Tengku Amir Hamzah, Dusun IV, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Jumat, 21 Juni 2019 lalu.

Istri Rusmanto bernama Yunita Sari. Sementara, kedua anaknya adalah Vinkza Parisyah (10) dan Runisa Syaqila (2).

Rusmanto pada Sabtu, 22 Juni 2019 malam terlihat sibuk dengan beberapa berkas di tangannya. Itulah dokumen yang menjadi syarat baginya untuk bisa membawa pulang kembali jenazah istri dan kedua anaknya yang sudah dua hari berada di RS Bhayangkara, Medan.

Meski begitu, bantal kecil merah muda itu tetap dipeluk erat olehnya. Bantal yang dibawanya itu adalah milik putri kecilnya yang bernama Runisa Syaqila.

“Ini bantal kesayangan anak saya. Cuma ini yang bisa saya peluk,” ujarnya lirih, Sabtu, 22 Juni 2019.

Saat ditanya mengenai alasannya membawa bantal tersebut, seketika tangis Rusmanto pecah. Berulang kali ia menyeka air mata yang tak henti-hentinya menetes membasahi pipi tirusnya itu.

“Saya juga enggak tahu, bantal ini terbawa gitu aja. Bantal ini juga mengingatkan saya sama anak saya itu, makanya saya enggak mau ngelepasin bantal ini,” ucapnya sesenggukan.

Hingga Sabtu, 22 Juni 2019 malam, yang sementara ini dapat dibawa pulang Rusmanto ialah jenazah kedua anaknya.

Sebab, jenazah Yunita Sari belum juga teridentifikasi oleh pihak Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Utara. (***)

sumber: republika.co.id