NEWS

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Sempat melambung tinggi hingga 100 persen, seluruh maskapai nasional yang tergabung dalam Indonesia National Air Carrier Association (INACA) mulai menurunkan tarif tiket penerbangan sejak Jumat, 11 Januari 2019.

Berdasarkan pantauan pada aplikasi penyedia layanan pemesanan tiket secara daring, dari Banjarmasin tujuan Jakarta harga terendah Rp 950 ribu hingga Rp 1.133.000 dengan maskapai Lion Air di bulan ini.

Telah Ditemukan Mayat Terbungkus Kain Sprei di Dalam Tong Plastik, Siapakah Dia?

Sedangkan Banjarmasin tujuan Surabaya pada bulan ini berkisar Rp 674 ribu setelah sebelumnya paling murah Rp 825 ribu.

Meski mulai alami penurunan tarif, terkhusus pada rute penerbangan yang mendominasi, namun penurunan ini dinilai masih belum stabil.

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Pengacara: Polisi Buka Dong Usernya, Jangan Vanessa Angel Terus yang Dikejar

Seperti halnya dijelaskan Petugas Tiketing PT Lintas Barito Express, Sari yang masih keluhkan masih mahalnya tarif penerbangan.

“Sejauh ini turunnya masih belum stabil, memang ada beberapa yang turun tapi bisa kembali lagi ke harga yang mahal seperti awal tahun kemarin,” kata Sari.

Menurut pantauannya harga termurah Banjarmasin ke Surabaya Rp 825 ribu menggunakan maskapai Lion Air.

“Sedangkan Banjarmasin tujuan Jakarta juga masih mahal sekitar Rp 1.419.000 sedangkan menggunakan Citilink Rp 1.600.000,” paparnya.

Masih menurut Sari, memang ada beberapa harga yang turun, tapi bisa kembali naik bila harga yang turun tersebut sudah habis.

“Seperti hari ini ada Banjarmasin – Jakarta Rp 950 ribu namun hanya tiga seat, paling sebentar sudah habis,” sebutnya.

Masih dalam ketidakstabilan ini selain memberatkan konsumen juga berdampak pada penurunan penjualan tiket di tempatnya.

“Karena konsumen saat ke tempat kami banyak mengeluhkan mahalnya tiket jadi mengurungkan niatnya, kecuali dari segmen perusahaan yang memang harus beli,” tandasnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Surabaya – Polisi terus mencari identitas mayat yang ditemukan terbungkus kain di dalam tong. Tak ditemukan identitas apapun pada diri mayat saat ditemukan.

Namun untuk jenis kelamin, polisi memastikan mayat dalam tong tersebut berjenis kelamin perempuan.

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Pengacara: Polisi Buka Dong Usernya, Jangan Vanessa Angel Terus yang Dikejar

“Mayat itu adalah seorang perempuan,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran Kamis, 17 Januari 2019.

Sudamiran mengaku akan terus melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan pembunuhan ini. Termasuk mencari tahu ke hotel yang nama hotel tersebut ada di seprai yang digunakan membungkus mayat.

Sadis, Hasnatul dan 2 Anaknya Dibunuh Karna Menolak Rujuk, Ini Kronologinya

Sudamiran menambahkan pencarian identitas merupakan hal yang penting. Karena dengan diketahui identitas seseorang maka penyelidikan akan lebih mudah dan terarah.

“Doakan saja terungkap, nanti kami kabari,” tandas Sudamiran. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tangerang – Jeri Kirana (21) diamankan Polsek Cisoka, Kabupaten Tangerang setelah mencuri peralatan rumah tangga pada toko milik Ahyani di Kampung Cisalak, Desa Cirendeu kecamatan Solear, kabupaten Tangerang. Pencurian itu dia lakukan bersama tiga orang rekannya, Rizal, Kiki dan Imron yang masih diburu.

“Para pelaku melakukan pencurian dengan pemberatan berupa tabung gas LPG, peralatan dapur wajan, kuali dan teko di toko tersebut dengan total Rp 3 juta,” terang Kapolsek Cisoka AKP Uka Subakti, Kamis, 17 Januari 2019.

Main di Freezer Berukuran Besar, Ketiga Bocah Ini Ditemukan Tewas

Usaha Guru Pelaku Sodomi Ini Gagal Setelah Polisi Menangkapnya di Bandara

Mereka masuk ke toko korban, melalui pintu samping dengan merusak pagar yang terbuat dari papan kayu. Dari hasil pencurian barang-barang tersebut dijual kemudian barangnya dipakai untuk foya-foya membeli minuman keras.

Tersangka Jeri juga sempat dibui karena kasus pencurian. Kini, dia kembali dijerat dengan Pasal Pencurian dengan Pemberatan 363 KUHPidana dengan ancaman penjara 7 tahun. (***)

sumber: merdeka.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pekanbaru – Usai melakukan perbuatan bejat menyodomi murid pria usia 15 tahun, Hidayat ingin kabur ke Malaysia. Namun usaha kabur pelaku gagal setelah Polres Kampar menangkapnya di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II di Pekanbaru.

“Pelaku kita tangkap di Bandara SSK II Pekanbaru kemarin pukul 17.30 WIB. Dia (pelaku) hendak bepergian ke Malaysia menggunakan flight Air Asia,” kata Kasat Reskrim Polres Kampar, AKP Fajri SIK kepada detikcom, Rabu, 16 Januari 2019.

Fajri menjelaskan, tersangka yang tercatat warga Desa Nibong, perumahan BKD 3, Desa Kualu Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, ditangkap timnya saat berada di parkiran Bandara SSK II.

Menurut Fajri, kasus pencabulan (sodomi) ini menimpa seorang murid pria berusia 15. Korban pada Ahad, 13 Januari 2019 menghubungi orang tuanya kalau ditempat pemondokan sekolah dia menjadi korban pencabulan gurunya.

“Orang tua korban lantas mendatangi sekolah anaknya dan bertemu dengan kepala sekolah. Saat itu kepala sekolah berjanji akan segera mencari pelaku,” kata Fajri.

Dalam pertemuan itu, pelaku tidak mengakui perbuatanya. Tetapi pelaku kemudian mendatangi rumah orang tua korban. Pelaku meminta maaf atas perbuatannya.

“Orang tua korban memaafkan, tetap proses hukum tetap lanjut dan melaporkan kasus pencabulan itu ke Polres Kampar,” kata Fajri. (***)

sumber: galamedianews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Pesawat maskapai Ethiopian Airlines dengan nomor B777 ET-AVN dipaksa F-16 TNI AU untuk mendarat di Batam, Kepulauan Riau. Sebab, pesawat tersebut tidak memiliki izin untuk melintas di wilayah udara Indonesia.

“Pesawat Ethiopian Airlines Boeing B.777F/ET-AVN pesawat dari Addis Ababa ke Hong Kong melakukan memasuki wilayah udara Indonesia dipaksa turun F-16,” ucap Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim, Batam, Suwarso Senin 14 Januari 2019.

Sadis, Hasnatul dan 2 Anaknya Dibunuh Karna Menolak Rujuk, Ini Kronologinya

Pesawat yang tak berizin itu awalnya terbang dari Addis Ababa menuju Hong Kong, kemudian dipaksa mendarat di Bandara Hang Nadim sekitar pukul 09.32 WIB. Pesawat tersebut turun setelah melakukan komunikasi frekuensi darurat dengan TNI AU.

Pemaksaan turun (force down) tersebut dilakukan karena pesawat Ethiopian Air telah memasuki wilayah kedaulatan udara yurisdiksi Indonesia tanpa dilengkapi flight clearance (FC).

Jijik dengan Lendirnya, Ternyata Bekicot Setelah Diolah Terasa Nikmat dan Kaya Gizi

Pesawat F16 dengan kode panggilan ‘Rydder Flight’ yang diawaki oleh Kapten Pnb Barika dan Kapten Pnb Anang itu berhasil melakukan kontak visual dengan pesawat tersebut dan melakukan komunikasi pada frekuensi darurat.

Sudah 6 orang yang terdiri dari awak pesawat diperiksa petugas keamanan (Avsec) bandara Internasional Hang Nadim, Batam dan TNI AU. Kapal tersebut juga diperiksa barang-barang bawaanya.

Kesedihan dan Kelegaan Debby Sahertian Soal Meninggalnya Robby Tumewu, “Selamat Jalan Mas”

“Pemeriksaan pesawat jenis Boeing B-777 milik Ethiopia ini dilakukan pada pilot, co pilot dan 4 awak kabin,” ucap Suwarso.

Selain melakukan pemeriksaan terhadap awak pesawat. Tim Bea Cukai juga melakukan pemeriksaan terhadap kargo pesawat. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bengkulu – Petugas penyidik Polres Rejang Lebong , Bengkulu , menjerat pasal berlapis kepada Jumhari Muslim (33) tersangka pelaku pembunuhan sekeluarga di daerah itu, pada Sabtu, 12 Januari 2019 lalu.

Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika, melalui Kabag Ops Polres Rejang Lebong AKP Ariansyah didampingi Kasat Reskrim AKP Jeri Antonius Nainggolan, Senin, 14 Januari 2019 sore, saat menggelar jumpa pers di Mapolres Rejang Lebong mengatakan, tersangka dijerat dengan tiga pasal dengan ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara dan atau seumur hidup bahkan hukuman mati.

Jijik dengan Lendirnya, Ternyata Bekicot Setelah Diolah Terasa Nikmat dan Kaya Gizi

“Tersangka pelaku ini dijerat pelanggaran Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 338 tentang pembunuhan dan Pasal 365, tentang pencurian dengan kekerasan. Sedangkan untuk pelanggaran undang-undang perlindungan anak saat ini masih dikembangkan,” katanya seperti diwartakan Antara.

Berdasarkan pengakuan tersangka kepada petugas penyidik, aksi pembunuhan itu dilakukan tersangka pada Senin dini hari 12 Januari 2019 dengan menggunakan balok semacam alu, yang digunakan memukul kepala korban Hasnatul, dan kemudian menusuknya dengan pisau dapur yang ada di rumah korban.

Kesedihan dan Kelegaan Debby Sahertian Soal Meninggalnya Robby Tumewu, “Selamat Jalan Mas”

Sedangkan kedua anak korban dihabisi dengan cara dijerat dengan kabel carger laptop dan kabel sambungan listrik, kemudian dipukul dengan kayu reng atau balok persegi empat ukuran kecil sepanjang satu meter.

“Korban Melan dan Chyka ini berdasarkan pengakuan tersangka, dibunuh lantaran melihat ibunya dibunuh tersangka dengan menjerat lehernya dengan kabel carger laptop dan kabel sambungan listrik serta dipukul dengan kayu balok,” tambah dia.

Alhamdulillah.. CVR Lion Air JT610 Ditemukan, Ini Kronologi Penemuannya

Sejauh ini motif pembunuhan yang dilakukan suami ketiga almarhum Hasnatul Laili tersebut, dilatar belakangi dendam. Upaya rujuk setelah bercerai dua bulan lalu dengan korban tidak berhasil, karena korban menolak kembali dengan tersangka.

Tersangka sendiri tinggal satu kelurahan dengan korban, yang pada malam kejadian sengaja mendatangi rumah korban dan menunggu disamping rumah bagian belakang.

Duaarr.. Petir Menyambar dan Menewaskan Pemain Bola saat Bertanding, Tubuhnya Berasap di Lapangan

Saat menjelang subuh korban Hasnatul ke luar rumah langsung dipukul dengan alu dan diseret ke dalam rumah, kemudian aksi ini dipergoki anak korban sehingga anak-anak korban juga turut dibunuh.

Dalam kasus pembunuhan ibu beserta dua anaknya itu petugas selain mengamankan tersangka pelaku juga sejumlah barang bukti dua buah kayu berbentuk alu dan balok persegi empat (reng), pisau dapur berkarat, dua buah topi, baik yang dipakai saat pembunuhan dan satu lagi saat melarikan diri, gelang emas, tiga buah cincin, uang Rp520.000, STNK mobil korban, SIM pelaku, HP android, dan tas selempang.

Tersangka ini ditangkap petugas Polres Bengkulu Selatan pada Senin pagi sekitar pukul 05.00 WIB saat berada di wilayah itu dan berupaya kabur ke Krui, Lampung.

Tersangka kemudian digelandang ke Mapolda Bengkulu dan pada sore harinya dibawa penyidik ke Mapolres Rejang Lebong guna menjalani pemeriksaan lanjutan.

Kasus pembunuhan satu keluarga yang dialami Hasnatul Laili alias Lili (35) yang kesehariannya berprofesi sebagai pedagang pisang, dan dua anaknya Melan Miranda (16), pelajar kelas X Madrasyah Aliyah Negeri (MAN) Curup dan Chyka Ramadani (10) yang baru duduk di kelas III SD, yang tinggal di RT 08, Simpang Suban Air Panas, Kelurahan Talang Ulu, Kecamatan Curup Timur, terjadi pada Sabtu, 12 Januari 2019 lalu.

Ketiganya ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 16.30 WIB, dan baru diketahui setelah keluarga korban mendobrak rumah kediamannya karena seharian tidak terlihat keluar rumah baik untuk sekolah maupun berdagang. (***)

sumber: suara.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Cockpit Voice Recorder (CVR) Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT610 berhasil ditemukan oleh penyelam komando pasukan katak (Kopaska) dan Dinas penyelam bawah air (Dislambair) I dari Tim Komando Armada (Koarmada) I. CVR tersebut berada di kedalaman 30 meter di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

Kapushidrosal Laksamana muda TNI Harjo Susmoro menceritakan pihaknya hanya diberi batas waktu 15 hari karena waktu CVR 25 hari. Tim dibagi dua. Masing-masing menyelam selama tujuh hari. Harapannya tujuh hari pertama sudah ditemukan.

Duh Lagi-lagi Artis Ditangkap Polisi Terkait Narkoba, Ini Artisnya

“Di luar dugaan musim hujan tiba. Cuaca kurang bersahabat visibility sangat rendah ditambah lagi kendala teknis,” ujarnya di Pelabuhan Tanjung Priok, Senin, 14 Januari 2019.

Meski menemukan kendala, TNI AL, Basarnas, PUSHIDROSAL, Armada l, DIROPSSURTA, KADISLAMBAIR, DANSATPASKA, sepakat bahwa pencarian terus dilanjutkan. Targetnya, CVR harus ditemukan. Segala daya dan upaya dikerahkan. “Semua bersepakat bahwa ini harus ketemu,” tegasnya.

Informasi Terkini Penanganan Lion Air Penerbangan JT-610 dengan Registrasi Pesawat PK-LQP

Tim berangkat menggunakan KRI SPICA. Alat yang dikerahkan dalam pencarian mulai dari magnetometer, sidescan sonar, multibeam sonar, alat penyedot lumpur. Ditambah alat dari KNKT yakni Remotely Operated Vehicle (ROV) dan ULB locator. Ini untuk mengetahui kondisi tanah di dalam air dan lapisan dasar laut. Lokasi pencarian difokuskan. Namun masih sulit karena sinyal PING dari CVR lemah.

“Namun dengan kekuatan dan kesungguhan dan heroik penyelam penyelam andal dengan ke dalam 33 meter akhirnya memberikan gambaran posisi yang hampir pasti,” jelasnya.

Menanti Kinerja Tim Gabungan Kasus Novel di Debat Pertama Pasangan Capres dan Cawapres

Akhirnya, Senin, 14 Januari 2019 tepatnya pukul Jam 08.40 WIB CVR ditemukan. Ini berdasarkan asumsi bahwa CVR pasti berada di sekitar Crash Survivable Memory Unit (CSMU).

“Kita angkat puing dan penyemprotan lumpur ketebalan 30 centimeter. Kita mengetahui di bawah lumpur tidak mungkin di atas lumpur. Kemungkinan pertama tidak ditemukan karena banyak puing. Setelah bersihkan baru ketemu.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono melanjutkan, KRI SPICA berangkat dari Jakarta International Container Terminal (JICT) pada Selasa (8/1) dengan keseluruhan personel sebanyak 84. Terdiri dari 55 awak kapal, 3 spesialis dari PUSHIDROSAL, 18 penyelam dari DISLAMBAIR dan SATPASKA, dan 8 personel KNKT. “Operasi ini bertujuan untuk mencari CVR dan jenazah,” ujar Soerjanto di tempat yang sama.

Dia menuturkan, operasi ini melanjutkan sebelumnya yang selesai pada 29 Desember 2018. Langkah awal pencarian dimulai dengan menuju koordinat Signal Under Water Locaror Beacon (ULB) yang sudah diidentifkasi pada operasi sebelumnya.

“Dengan ditemukannya CVR maka selanjutnya akan diproses ‘black box’ milik KNKT melalui proses pengeringan. Pembersihan dan selanjutnya pengunduhan data. Dari data CVR diharapkan akan melengkapi data investigasi KNKT. Prosesnya tiga hari sampai lima hari kita harapkan bisa memabaca data ini,” jelasnya. (***)

sumber: merdeka.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pedangdut Caca Duo Molek diringkus polisi terkait kasus kepemilikan narkotika pada Jumat, 11 Januari 2019.

Caca diringkus di kamar Apartemen Batavia, Jalan KH Mas Mansur, Jakarta Selatan bersama tersangka lainnya bernama Chandra.

Laju Kurs Rupiah Tertahan di Angka Rp 14.048

“Di lokasi ini kami mendapatkan barbuk satu buah cangklong bekas pakai berisi sabu netto 0,0466 gram, 0,5 butir ecstasy dan satu tutup botol bong terpasang sedotan,” kata Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Suwondo Nainggolan saat dikonfirmasi, Senin, 14 Januari 2019.

Polisi juga mengamankan satu tersangka lain, yaitu Yahya Ansori Nasution. Yahya diamankan di Hotel Maharaja, Jakarta, Kamis,10 Januari 2019 pukul 12.30 WIB.

Divonis 4 Tahun Penjara dan Denda Rp 800 Juta, Roro Fitria Nangis

Polisi kemudiam mengeledah rumah Yahya di Jalan Pramuka, Jakarta dan mendapatkan sejumlah barang bukti berupa satu klip sabu bruto seberat 0,75 gram, satu buah bong dan satu buah cangklong.

Kemudian, satu klip sabu bruto seberat 0,78 gram, satu klip sabu bruto seberat 0,83 gram, satu klip sabu bruto seberat 0,98 gram, satu klip sabu bruto seberat 0,77 gram dan satu klip sabu bruto seberat 0,94 gram.

ALAMAK!! Jennifer Dunn Ditangkap lagi karna Kasus Narkoba

Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menambahkan, pengungkapan kasus itu berawal dari informasi masyarakat tentang adanya perdagangan dan penyalahgunaan narkotika di Hotel Maharaja.

“Hasil interogasi Yahya, barang bukti didapat dari DPO (Bro) pada Rabu, 9 Januari 2019, didistribusi ke Chandra dan Caca dan menggunakannya bersama,” ungkap Argo.

Argo mengatakan, barang bukti berupa sabu didapat dari Yahya dengan membeli seharga Rp 900 ribu dan BB ecstasy didapat dari salah satu tempat hiburan pada 7 Januari 2019.

“Dilakukan pemeriksaan laboratois kepada Caca, dengan hasil cek urine awal positif meth. Cek urine rambut dan darah sedang diproses,” tandas Argo. (***)

sumber: suara.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Debat pertama pasangan calon presiden dan wakil presiden dengan tema hukum, HAM, korupsi, dan terorisme siap digelar pada 17 Januari 2019. Beberapa hari menjelang agenda tersebut dilaksanakan Mabes Polri mengumumkan pembentukan tim gabungan untuk mengusut kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Novel Baswedan diserang orang tak dikenal seusai salat subuh di dekat tempat tinggalnya di kawasan Kelapa Gading Jakarta pada 11 April 2017.

Penyiraman dengan air keras itu menyebabkan mata Novel rusak.

Sejak itu polisi belum berhasil mengungkap siapa pelaku dan dalang di baliknya. Sebelumnya Kapolri sempat mengumumkan sketsa orang yang diduga melakukan penyerangan. Namun hingga kini tidak perkembangan signifikan atas penyelidikan kasus yang menjadi angka merah pada rapor pemerintahan Jokowi tersebut.

Hingga menjelang dua tahun setelah kejadian teror tersebut belum satu pun pelaku yang ditangkap dan ditetapkan tersangka oleh polisi.

Pembentukan tim gabungan kasus Novel jelang agenda debat capres memantik kecurigaan sejumlah pihak bahwa itu bertujuan politik. Tim gabungan dibentuk sekadar untuk menyiapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar memiliki jawaban saat panelis atau kubu lawan menanyakan kelanjutan penanganan kasus Novel.

Menjadi sah ketika pembentukan tim gabungan ini dicurigai hanya untuk kepentingan debat capres. Apalagi sekian lama kasus Novel seolah-olah dibiarkan berselubung kabut gelap. Tak ada perkembangan berarti yang mengarah pada terungkapnya pelaku maupun aktor intelektual di baliknya.

Sebelumnya kubu pasangan Prabowo Subianto- menyatakan memiliki sejumlah kritik terhadap pemerintahan Jokowi, salah satunya menyangkut kasusNovel Baswedan. Isu Novel yang sensitif ini bukan tidak mungkin akan menjadi senjata ampuh bagi pasangan oposisi untuk memojokkan Jokowi selaku petahana saat debat berlangsung.

Dalam pandangan sejumlah pegiat HAM tim gabungan yang dibawahi langsung oleh Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian tersebut tidak menjanjikan banyak harapan. Apalagi orang-orang yang terlibat di dalam tim gabungan mayoritas adalah polisi.

Keberadaan polisi yang dominan di dalam tim diragukan karena penyelidikan yang selama ini dilakukan tidak membuahkan hasil.

Ekspektasi kelompok masyarakat sipil serta tim kuasa hukum Novel selama ini adalah presiden membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) yang independen. Selanjutnya TPGF yang akan melaporkan temuan-temuannya kepada presiden. Setelah ada temuan TPGF, barulah presiden memerintahkan Kapolri untuk menindaklanjutinya. Tidak seperti sekarang, tim gabungan dipimpin Kapolri dengan unsur anggota yang juga didominasi polisi.

Kasus teror terhadap Novel memang berpotensi menjadi sandungan bagi Jokowi saat debat nanti. Kegagalan mengungkap kasus ini hingga saat ini banyak disebut melengkapi sejumlah catatan minus pemerintah di bidang penegakan hukum. Persepsi publik akan berbeda jika saja kasus Novel ini bisa segera terungkap.

Namun, terlepas dari sikap apriori sebagian kalangan terhadap langkah Polri, tetap perlu melihat secara positif pembentukan tim gabungan kasus Novel tersebut.

Bagaimanapun, ini tetap babak baru dalam pengusutan kasus Novel. Katakanlah, pembentukan tim gabungan di saat menjelang debat capres hanya persoalan kebetulan belaka. Untuk itu, kinerja tim gabungan tersebut sangat dinanti.

Kerja cepat dan akurat sangat diharapkan mampu mengungkap kasus Novel secara tuntas dan menyeret pelaku ke meja persidangan. Jika tidak ada hasil yang signifikan, maka publik akan semakin ragu dengan keseriusan kepolisian dalam mengungkap kasus yang menjadi perhatian nasional ini. (***)

sumber: sindonews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tuban – Nasib naas menimpa Saiful Bakhtiar (26), warga Dusun Santren, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban. Dia tewas setelah tubuhnya disambar petir saat bertanding sepakbola persahabatan antara Kecamatan Singgahan melawan Kecamatan Bangilan.

Saiful Bakhtiar yang merupakan pemain bola di daerahnya, tewas disambar petir ketika bertanding di lapangan Desa Bangilan, Tuban, Sabtu, 12 Januari 2019, pukul 17.15 WIB.

Gubernur Florida Skors Sheriff Bowrad County Terkait Pembantaian Massal di Sekolah

Kapolsek Bangilan, AKP Budi Handoyo mengatakan, kronologi terjadinya Saiful Bakhtiar disambar hingga tewas, bermula saat bertanding sepakbola dalam cuaca hujan.

Sebelum pertandingan, petir saat hujan sudah terdengar suara gemuruh langit disertai petir. Tiba-tiba korban tersambar petir, saat cuaca dalam kondisi hujan.

Tragedi Malam Jumat di Kamar Mandi, Separo Badan Bayi Berada di Kloset, Ini yang Terjadi

Lalu secara tiba-tiba, lanjut Budi Handoyo, petir menyambar salah satu pemain yaitu Saiful Bakhtiar. Dia langsung tergeletak dan tubuhnya sempat mengeluarkan asap.

“Petir langsung menyambar begitu saja, saat pertandingan sepakbola berlangsung, korbannya Saiful Bakhtiar,” ujar Kapolsek Budi Handoyo.

Budi menjelaskan, teman-temannya yang mengetahui korban tersambar petir lalu menolongnya untuk dibawa ke Puskesmas Bangilan. Namun sayang, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Beredar Hoaks Anaknya Jadi Tersangka Pembunuhan Siswi di Bogor, Ibu: Stop Fitnah

Dari hasil pemeriksaan medis juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, korban tewas murni karena tersambar petir.

Pihak keluarga korban juga telah menerima kejadian memilukan itu dan meminta untuk tidak di otopsi.

“Korban tidak selamat, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, pihak keluarga juga sudah menerima kejadian itu,” pungkas Kapolsek Budi Handoyo. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tulungagung – Puskesmas Kauman di Jalan Soekarno Hatta, Tulungagung, pada Kamis, 10 Januari 2019 malam heboh. Salah satu pasien melahirkan di kamar mandi puskesmas.

Yang membikin geger adalah bayi yang dilahirkan coba ‘dihilangkan’ dengan cara membuangnya ke kloset. Namun perbuatan kejam itu gagal. Tubuh bayi tersangkut di kloset.

Untuk mengeluarkan bayi, kloset harus dibongkar. Meski sudah diupayakan, namun nyawa bayi tak tertolong. Kekagetan belum berakhir sampai di situ karena yang melahirkan alias sang ibu kandung masih tercatat sebagai seorang pelajar yang masih berusia 16 tahun.

“Peristiwa berawal saat E, ibunya yang masih berusia 16 tahun, diantar orang tuanya ke puskesmas karena mengeluh sakit perut hingga nyeri pinggang. Saat itu petugas Puskesmas meminta ibu bayi untuk istirahat untuk menunggu observasi,” kata Kasubbag Humas Polres Tulungagung, AKP Sumaji, Jumat, 11 januari 2019.

Namun saat proses menunggu, tanpa sepengetahuan petugas piket, E menuju ke kamar mandi puskesmas dengan alasan ingin buang air besar. Saat berada di kamar mandi itulah E melahirkan. Petugas puskesmas baru mengetahui setelah ibu E melaporkan kejadian itu dan meminta tolong ke tenaga medis.

Ibu E merasa curiga karena anaknya terlalu lama berada di dalam kamar mandi. Ibu E kemudian mengetuk pintu kamar mandi dan dibukakan oleh anaknya.

“Saat ibu dari E memberitahu petugas Puskesmas Kauman, anaknya sudah melahirkan di kamar mandi, sedangkan posisi bayi separuh badannya masuk ke kloset,” ujarnya.

E sendiri membantah hamil. Untuk menutupi kondisi yang sebenarnya, E mengenakan pakaian besar dan jaket. Postur tubuh E juga agak gemuk.

“Sekilas memang tidak kelihatan kalau sedang hamil, karena posturnya agak gemuk, sedangkan dia juga pakai baju besar dan jaket. Tapi setelah dibuka oleh petugas kelihatan kalau perutnya besar, namun dia tetap membantah kalau hamil,” kata Kepala Puskesmas Kauman, Tulungagung, Aris Setiawan.

Saat itu pasien sempat mengaku tidak menstruasi, namun tetap membantah jika hamil. Dia beralibi tidak datang bulan lantaran mengonsumsi obat untuk sakit kalenjar getah bening yang diderita.

“Karena pasien tidak mengaku kalau hamil, kami tidak mungkin memeriksa lebih dalam menyangkut kandungan, kemudian pasien kami lakukan observasi,” ujar Aris.

Aris sendiri menemukan fakta dari kasus tersebut. Fakta yang dinilai tidak wajar dalam proses persalinan normal pada umumnya.

Aris Setiawan mengatakan beberapa fakta tersebut di antaranya adalah terputusnya tali pusar saat bayi ditemukan. Padahal untuk memutus tali pusar dibutuhkan benda tajam lantaran kondisinya yang kuat.

“Kalau hanya ditarik apalagi kondisi pasien masih lemas kelihatannya tidak mungkin, karena tali pusar itu kuat, jadi harus pakai alat. Kami masih belum tahu apakah dia bawa alat untuk memotong atau digigit,” kata Aris Setiawan, Jumat, 11 Januari 2019.

Fakta lain adalah posisi bayi saat ditemukan di dalam toilet, kedua kaki bayi dan sebagian badan berada di dalam lubang kloset, sedangkan bagian kepala dan tangah di luar lubang. Kondisi ini mengindikasikan tidak mungkin bayi tersebut keluar dari rahim dan langsung masuk ke dalam kloset.

“Karena kalau secara normal bayi itu keluar pasti kepalanya, memang ada kemungkinan tidak demikian tapi kecil. Terkait ini kami tidak berani menyimpulkan, karena yang bersangkutan tidak pernah periksa kehamilan sebelumnya, apakah sungsang atau tidak,” imbuh Aris.

Sedangkan menurut Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung, Ipda Retno Puji, kondisi bayi saat pertama kali ditemukan dalam kondisi bersih, hal ini diduga akibat disiram oleh ibu bayi.

“Tubuhnya sudah bersih yang ada darahnya itu di sekitar ibu bayi, karena posisi berdiri dan darah terus mengucur,” kata Retno di Polres Trenggalek.

Saat ini perkara ini masih dalam proses penyelidikan oleh UPPA Polres Tulungagung. Sejumlah barang bukti juga diamankan untuk memperkuat proses hukum lebih lanjut. Polisi juga akan mencari ayah biologis bayi tersebut. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bogor – Pasca pembunuhan Andriana Yubelia Noven, Siswi SMK Baranangsiang yang tewas ditusuk hingga hari keempat masih belum menemui titik temu.

Pelaku pembunuhan Andriana Yubelia Noven masih berkeliaran bebas, sementara pihak Polresta Bogor Kota terus memburu pelakunya.

Meski aksi pembunuhan Siswi SMK Baranangsiang itu terekam CCTV, polisi tak lantas langsung mengenali sosok pelakunya.

Tewas dengan Luka Tusukan Didada, Ini Fakta-fakta Pembunuhan Noven

Namun pihak Polresta Bogor Kota mengklaim sudah mendapatkan bentuk wajah pelaku pembunuhan siswi SMK, Andriana Yubelia Noven di gang belakang Masjid Raya Kota Bogor, Jalan Riau, Kelurahan Baranangsiang, Bogor Timur pada Selasa, 8 Januari 2019.

Dengan melakukan scientific investigation dan penelusuran saksi-saksi akhirnya polisi pun bisa mendapatkan wajah pelaku pembunuhan.

“Belum disebar, masih proses. Sketsa wajah digambar, berdasarkan keterangan saksi-saksi,” kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Agah Sonjaya, saat dihubungi pada Sabtu, 12 Januari 2019.

Keluarga Tak Menyangka, Ini Pelaku yang dengan Sadis Membunuh Pasutri di Pondok Kebun

Selain itu, Kompol Agah juga menjelaskan bahwa pihak kepolisian sudah meminta keterangan kepada beberapa saksi lainnya.

“Anak yang mengenakan pramuka belum ditemukan, tapi tidak terlalu penting juga, masih banyak orang yang melihat pelaku,” ucapnya.

Sebelumnya, polisi telah menyebut kalau pihaknya mencurigai seorang pria berinisial S yang diduga sebagai pelaku.

Sosok S disebut-sebut sebagai teman dekan dari Andriana Yubelia Noven.

Kepala Polresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser menyebut, diduga pelaku berinisial S.

“Sebenarnya, ini serba buta. Data yang kita dapat ini, kita nggak tahu dia (pelaku) itu siapa. Rekaman CCTV juga tidak terlihat jelas,” ucap Hendri di Mapolresta Bogor Kota, Rabu, 9 Januari 2019.

“Tapi, berdasarkan keterangan dari teman korban ada yang kenal dengan ciri fisik orang (pelaku) di dalam CCTV itu,” tambahnya.

Hendri menambahkan, kecurigaan polisi semakin jadi setelah S membuat statement di media sosial terkait soal penangkapan terhadap dirinya.

Kata Hendri, S sempat menulis di media sosialnya dan akan menuntut orang-orang yang telah memfitnahnya itu.

“Pelaku kan belum ketangkap. Nah, dia itu sempat memposting tulisan di medsosnya untuk mengonter tuduhan bahwa ia telah ditangkap. Justru, di situ jadi titik terang kita untuk masuk,” sebutnya.

Selang beberapa hari kemudian, polisi telah mengamankan S untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Pihaknya hanya mengamankan S untuk dimintai keterangan sebagai saksi, dan disebut kalau S kemungkinan besar bukan pelakunya.

“Belum ada (penangkapan pelaku atau penetapan pelaku), betul sudah diamankan (S), sedang dilakukan pendalaman, makanya saya belum bisa katakan itu, saya belum bisa katakan itu bukan pelaku, tapi saya bisa katakan itu kemungkinan bukan pelakunya, dari beberapa alibi yang dilakukan, bukti-bukti yang kita dapat dan saksi yang dihadirkan sama dia ini kemungkinan besar bukan pelakunya,” ujar Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser, Kamis, 10 Januari 2019.

Hendri menjelaskan bahwa S merupakan mantan kekasih dari Siswi SMK Bogor Andriana Yubelia Noven.

“Iya, S itu pernah jadi teman dekat,” katanya.

Foto S bersama Siswi SMK Bogor Andriana Yubelia Noven sempat tersebar di media sosial.

Melalui akun Facebook-nya, S mengatakan kalau dirinya bukan pelaku pembunuhan, dan menyebut kalau informasi yang sudah beredar adalah hoaks.

Ia juga akan menuntut orang-orang yang menyebar info hoaks tersebut ke ranah hukum.

Ia mengetakan kalau saat kejadian ia berada di Bandung.

Selain itu, ia juga mengatakan kalau hubungan dirinya dengan korban sudah berhenti sejak lama.

“Ini hoax, saya bisa tuntut anda yang menyebarkan hoax ini. Saya berada d Bandung dari tanggal 3 sampai sekarang. Saya baru tahu kejadiannya sore lewat seorang teman korban. Hubungan dengan korban sudah berhenti sejak lama. Banyak bisa bertanya terlebih dahulu sebelum ngepost. Anda merusak nama baik saya dan saya ingin menyelesaikan dengan baik-baik jadi tolong berhenti sebarkan hoax ini. Saya tidak tahu apa-apa dan d tuduh. Saya harap segera dihapus. Perlu info lebih lanjut tanyakan ke teman dekat dari korban…
Masyarakat Cinta Bogor”

Ia berharap agar orang-orang berhenti menyebar fotonya karena ia merasa dituduh dan tercoreng nama baiknya.

Tak hanya S, ibunda S juga merasa dirugikan atas info hoaks yang beredar tersebut.

Ia meminta kepada orang-orang untuk stop menyebarkan info hoaks tersebut dan merasa nama baiknya tercemar.

Melalui akun Facebook-nya, wanita bernama TA ini juga menyebut kalau S adalah anak yang baik dan tak mungkin melakukan ala yang telah dituduhkan selama ini.

Makanya jangan suka sembarangan kasih berita. Sebelum ada kejelasan jangan ambil kesimpulan seenaknya saja. Nama baik anak sy tercemar, kami merasa terganggu dan di rugikan.
Anak saya orang baik2 ,terbukti tdk melakukan kebodohan spt yg di beritakan sebelumnya.

stopfitnah #stopkebodohan #stophoax” tulisnya di akun Facebook. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kabar sakitnya Ustaz Arifin Ilham tersebar luar ke seluruh negeri dalam waktu singkat. Hal ini pun membuat sejumlah umat, publik figur, hingga pejabat penting di Indonesia, termasuk sesama ulama, berbondong-bondong menjenguknya di rumah sakit untuk menyampaikan doa secara langsung.

Seluruh kunjungan itu didokumentasikan dengan rapi dalam bentuk foto maupun video oleh putra sulung Ustaz Arifin Ilham, Muhammad Alvin Faiz. Usai sang ayah dibawa ke Malaysia untuk menjalani perawatan yang lebih intensif, Alvin baru mengungkap soal permintaan sang ayah.

Teriakan “Guk-guk” Picu Kericuhan di Lapas Surakarta

Rupanya, Ustaz Arifin Ilham meminta putranya untuk merekam semua kunjungan rekan ulama lalu dibagikan di media sosial. Ini bertujuan agar banyak orang yang melihat dan mengaminkan doa-doa ulama tersebut untuknya.

“Setiap ada ulama jenguk, pesan abi ke saya cuma satu, abi minta semua didokumentasikan dan di-share di Instagram supaya umat banyak yang melihat dan mengaminkan doa ulama-ulama kita,” ungkap Alvin Faiz di Instastory-nya, Jumat, 11 Januari 2019.

Tarif Tiket Pesawat tak Lagi Murah, Ini Kata Pengamat Penerbangan

Alvin Faiz pun berusaha mewujudkan permintaan sang ayah. Dalam waktu singkat, ia mengedit video dan membagikannya di Instagram pribadinya. Namun Alvin sempat meminta maaf lantaran dirasa belum sempurna.

“Karena enggak jago edit video, jadi saya belajar seharian supaya bisa buat video yang bagus dan bermakna. Video baru beres tadi jam 3-an malam waktu tahajud, langsung saya posting,” sambungnya.

Antasari Azhar: Ingat, Pelaku Teror Itu Akan Lebih Duluan Bergerak Daripada yang Akan Diteror

“Maaf ya abi misal hasilnya enggak sebagus yang abi harapkan, tapi inti dari permintaan abi bukan di editannya, tapi abi ingin memberi kesan yang bagus untuk umat dan ingin umat mengaminkan doa tersebut,” lanjut Alvin Faiz.

Di video yang diunggah Alvin Faiz, terlihat ada Ustaz Adi Hidayat, Habib Nabiel Almusawa, Hasan Jafar Umar Assegaf turut menjenguk dan mendoakan kesembuhan Ustaz Arifin Ilham. (***)

sumber: tempo.co

MEDIAKEPRI.CO.ID, Soreang – Sejumlah rumah warga dan fasilitas umum lainnya di Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, rusak diterjang sapuan angin puting beliung. Selain memporak-porandakan rumah warga, sapuan angin pun menumbangkan beberapa pohon yang terlintasi tiupan angin.

Menurut seorang warga di Kompleks Perumahan Rancaekek Permai 2, Jalan Talun Desa Jelegong Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, Anin (47) mengatakan, sebelum angin puting beliung itu menerjang kawasan permukiman, terlihat ekor pusaran angin di atas langit. Pusaran tersebut akhirnya mendekati permukiman penduduk dan memporak-porandakan bangunan yang dilewatinya. Peristiwa itu, dikatakan Anin, terjadi pada Jumat, 11 Januari 2019, sekitar pukul 15.00 WIB.

Teriakan “Guk-guk” Picu Kericuhan di Lapas Surakarta

“Sebelumnya ada hujan dulu, enggak terlalu deras juga. Terus terlihat ada pusaran angin. Lama kelamaan pusaran angin itu membesar hingga menyapu atap-atap rumah. Semua warga yang ada di rumahnya, lari keluar rumah. Mereka panik, saya juga yang jauh melihatnya (angin puting beliung) panik,” ungkap Anin.

Hal senada diungkapkan warga lainnya di Kompleks Perumahan Rancaekek Permai II, Yeti Yumyeti (40). Dia mengungkapkan, akibat terpaan angin puting beliung itu sejumlah atap rumah warga tersapu hembusan angin. Ia menungkapkan angin puting beliung terjadi sekitar 15 menit.

Keluarga Tak Menyangka, Ini Pelaku yang dengan Sadis Membunuh Pasutri di Pondok Kebun

“Saat kejadian, kami takut ada di rumah. Listrik padam. Atap rumah banyak yang beterbangan bahkan ada dinding rumah yang roboh akibat kuatnya hembusan angin,” ungkapnya saat dihubungi via sambungan telepon.

Masih dikatakan Yeti, setelah angin puting beliung itu hilang, warga kemudian melihat kondisi sekitar rumah mereka yang sudah rusak. Bahkan, lanjut dia, ada beberapa warga yang terluka di bagian kepalanya akibat tertimpa serpihan genteng dan benda lainnya.

Warga terluka itu pun langsung dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Tarif Tiket Pesawat tak Lagi Murah, Ini Kata Pengamat Penerbangan

Saat dikonfirmasi, Camat Rancaekek, Baban Banjar mengungkapkan pihaknya masih melakukan pendataan. Namun diperkirakan peristiwa tersebut terjadi di wilayah Desa Bojongloa, Desa Jelegong, dan Rancaekek Kencana.

Korban luka-luka, lanjut Baban, langsung dilarikan ke puskesmas dan tidak ada korban meninggal akibat kejadian ini.

“Kami masih melakukan pendataan. Yang ada di lapangan petugas dari TNI, PMI, BPBD, Basarnas, dan Brimob Polda Jabar,” ungkap Baban.

Sementara itu, Humas Kantor SAR Bandung, Joshua Banjarnahor, menjelaskan lokasi terparah akibat angin puting beliung di antaranya di wilayah Dangdeur, kawasan perumahan Kencana, dan Rancaekek Permai. Selain itu, wilayah lainnya yang terdampak bencana alam ini yakni di wilayah Sapan.

Belum ada data resmi jumlah kerusakan akibat peristiwa tersebut.(***)

sumber:pikiranrakyat.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kericuhan terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kota Surakarta pada Kamis, 10 Januari 2019 kemarin. Kericuhan diduga terjadi antara pengunjung dan penghuni tahanan blok C1.

“Terjadinya kericuhan antara pembesuk tahanan kelompok laskar dengan napi kriminal biasa di Blok C1,” kata Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi Republika.co.id pada Jum’at, 11 Januari 2019.

Keluarga Tak Menyangka, Ini Pelaku yang dengan Sadis Membunuh Pasutri di Pondok Kebun

Peristiwa kericuhan bermula terang Dedi, pada saat jam besuk tahanan sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu kata dia, ada sekitar 20 orang ikhwan laskar tiba ke Rutan Klas I Surakarta untuk membesuk tahanan dari kelompok Laskar.

Sebanyak 20 pembesuk tersebut kemudian dibagi dalam kelompok-kelompok yang terdiri dari lima orang. Waktu besuk dilakukan para ikhwan laskar selama 20 menit untuk menemui tahanan laskar di Aula Rutan.

Tarif Tiket Pesawat tak Lagi Murah, Ini Kata Pengamat Penerbangan

“Kelompok pertama kunjungan berjalan dengan aman,” kata Dedi.

Kemudian terang Dedi, besukan kloter kedua juga berjalan aman. Namun pada saat pembesuk kloter kedua ini hendak pulang, mereka sempat meneriakkan takbir yang kemudian dibalas oleh penghuni tahanan Blok C1 dengan suara “guk-guk”.

“Sehingga membuat para laskar ini emosi, kemudian mendatangi Napi Blok C1 yang lantas dilempari batu oleh mereka dan kelompok laskar membalas lemparan tersebut hingga terjadi aksi saling lempar batu,” jelas Dedi.

Antasari Azhar: Ingat, Pelaku Teror Itu Akan Lebih Duluan Bergerak Daripada yang Akan Diteror

Karena kericuhan tersebut, pihak pengamanan rutan dan tahanan langsung menyuruh kelompok laskar untuk meninggalkan lokasi. Kelompok laskar dibawa menuju ruang Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan.

Para napi kriminal itu ungkap Dedi, masih terus mencoba merangsek masuk hingga berhasil menjebol pintu Blok C1 dengan Blok B. Namun aksi mereka berhasil dihentikan pada saat satu SST Dalmas Polresta Surakarta tiba di Rutan Klas I Surakarta dan langsung mengambil tindakan untuk menetralkan keadaan.

“Wakapolresta Surakarta dan Dandim Surakarta juga tiba di lokasi,” kata Dedi.

Selanjutnya mereka berembug dan memutuskan untuk memisahkan para napi tahanan tersebut. Napi blok C1 yaitu Koes Setiawan Danang Mawardi alias Iwan Walet dipindahkan ke Lapas Sragen dengan menggunakan Rantis baracuda.

Sedangkan tahanan kelompok laskar, Abdullah Ihsan, Rahmad Sardiansyah, Komari, Harnang Tedy T, dan Geri Angger Raharjo dipindahkan ke Lapas Kedung Pane Semarang. (***)

sumber: republika.coid

MEDIAKEPRI.CO.ID, Belitung – Keluarga almarhum masih tidak menyangka jika Badarudin (22) adalah pelaku kasus pembunuhan pasangan suami-istri Animan (65) dan Misnawati (55) di pondok kebun Desa Simpang Rusa, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Ilpi Yanto, putra kandung korban mengatakan sebelumnya hubungan antara orangtuanya dan pelaku baik-baik saja layaknya hubungan saudara.

Bahkan orangtuanya selalu meminta bantuan pelaku untuk memanen lada saat musim panen tiba.

Tarif Tiket Pesawat tak Lagi Murah, Ini Kata Pengamat Penerbangan

Antasari Azhar: Ingat, Pelaku Teror Itu Akan Lebih Duluan Bergerak Daripada yang Akan Diteror

“Hubunganya sih biasa, namanya juga saudara. Kalau sedang panen sahang (lada) dia (pelaku) pasti dipanggil dan almarhum juga tidak sayang kalau ngasih upah ke dia,” kata Ilpi Yanto.

Badarudin bukan orang asing dalam kehidupan pasangan suami istri yang dibunuhnya.

Badarudin bisa disebut cucu pasangan ini.

Pasalnya, Badarudin adalah cucu dari abang kandung korban atau ayahnya Badarudin adalah anak dari abang kandung korban.

Jadi wajar, jika Badarudin memanggil pasangan ini sebagai kakek dan nenek.

“Iya masih ada hubungan saudara antara pelaku dan korban, dia ini (pelaku) cucu dari abang korban,” ujar kapolres.

Jajaran Satreskrim Polres Belitung masih terus melakukan pengembangan terhadap tersangka pembunuhan pasangan suami isteri, Badarudin.

Kasatreskrim Polres Belitung, AKP Bagus Krisna Ekaputra mengatakan, untuk sementara pihaknya akan menjerat tersangka dengan hukuman maksimal atas tindak pidana yang dilakukannya.

“Pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan di Mapolres Belitung. Pelaku sementara ini akan kami ancam dengan pasal pembunuhan dengan hukuman maksimal,” ujarnya.

Ia mengatakan, setelah melakukan pemeriksaan secara intensif kepada tersangka, pihaknya sudah menemukan barang bukti senjata tajam yang digunakan pelaku.

Menurut Bagus, barang bukti tersebut masih ditemukan di lokasi kejadian dan tidak sempat dibuang tersangka.

Pelaku Menyerahkan Diri ke Polisi

Tiga hari menjadi buruan polisi, Badarudin pelaku pembunuhan pasangan suami istri Animan (65) dan Misnawati (55) di pondok kebun, Desa Bantan, Kecamatan Membalong, akhirnya menyerahkan diri ke Polres Belitung, Rabu 9 Januari 2019.

Badarudin diketahui menyerahkan diri diantar seorang anggota keluarganya menggunakan sepeda motor.

Ia datang tepat di saat seluruh jajaran Polres Belitung sedang apel pagi.

“Pelaku sedang dalam pemeriksaan secara intensif untuk mengetahuai sejauh mana aksi yang dia lakukan, “ kata Kasat Reskrim Polres Belitung AKP Bagus Krisna Ekaputra.

Pihak kepolisian mengapresiasi langkah yang diambil pihak keluarga lantaran berhasil membujuk terduga pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Badarudin mengakui perbuatan di hadapan penyidik Polres Belitung membunuh pasangan suami istri yang tak lain adalah kakek dan neneknya.

Dalam menjalankan aksi kriminalnya, Badarudin mengaku seorang diri atau tak ada seorang pun yang membantu.

Tindakan itu dilakukan Badarudin di sebuah pondok kebun Desa Simpang Rusa (sebelumnya Desa Bantan), Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Kamis 3 Januari 2019 sekitar pukul 19.30 WIB.

“Tadi sudah diintrogasi‎ dari jajaran Satreskrim, kejadian itu dilakukan pada malam Jumat pekan lalu. Berdasarkan pengakuan pelaku, dia melakukan perbuatan itu seorang diri,” ujar Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana.

Pelaku Mengaku Tersinggung

Berdasarkan hasil interogasi, jajaran Satreskrim Polres Belitung berhasil mengungkap kronologis pembunuhan pasutri dari pengakuan Badarudin (22) terduga pelaku.

Menurut Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana terduga pelaku sudah menceritakan awal mula sampai terjadinya pembunuhan tersebut.

Kejadian bermula pada saat pelaku mendatangi pondok korban dalam keadaan mabuk pada Kamis, 3 Januari 2019 ‎berniat meminjam motor.

“Tapi tidak dipinjamkan oleh korban yang dalam hal ini Animan (kakek korban). Lalu pelaku merasa tersinggung dengan perkataan korban karena kalau dipinjamkan sering bikin ribut lah,” ungkap Yudhis Rabi 9 Januari 2019.

Karena merasa tersinggung dan dalam kondisi mabuk, akhirnya pelaku mencabut sebilah pisau yang diselipkan di pinggangnya.

Lalu, satu tusukan bersarang di perut kanan Animan‎ tapi korban melakukan perlawanan.

Akhirnya pelaku mengambil sebilah parang yang terletak di dekat pintu pondok dan digunakan untuk membacok korban dua kali di bagian perut serta leher.

“Melihat kejadian itu, Misnawati istri Animan ini mencoba membantu suaminya. Jadi dia dorong pelaku ini,” katanya.

Nahasnya, akibat dorongan tersebut Misnawati justru ikut menjadi pelampiasan kemarahan pelaku.

Pelaku kembali menusuk Misnawati dua kali di bagian perut serta satu kali bacokan di leher bagian belakang.

“Setelah melihat dua korban ini sudah tidak sadarkan diri, pelaku langsung melarikan diri. Berdasarkan pengakuan, pelaku sembunyi di kebun orang tidak kenal di sekitaran Jalan Akil Ali, Kelurahan Pangkal Lalang, Kecamatan Tanjungpandan dan mengonsumsi miras jenis arak,” jelas Yudhis.

Pihak kepolisian masih belum sampai pada kesimpulan adanya dugaan Badarudin nekat melakukan aksi kriminalnya lantaran pengaruh mental yang tidak baik.

Faktanya, pihak kepolisian menemukan kaleng bekas lem di tempat sampah di sekitar pondok kebun tersebut.

Ia menambahkan untuk lebih memperjelas kronologis yang diceritakan pelaku, jajaran Satreskrim Polres Belitung langsung melakukan pra rekontruksi di lokasi kejadian.

Informasi terkait pembunuhan pasutri oleh cucu sendiri ini sebenarnya sudah merebak di kalangan masyarakat Belitung.

Namun, pihak kepolisian sengaja untuk tidak terlalu membesar-besarkannya dengan alasan agar tidak ada aksi main hakim sendiri kepada pelaku.

Syukurlah langkah itu tepat, lantaran pelaku sudah lebih dahulu menyerahkan diri ke pihak berwenang.

“Semua info yang didapat makin menguat dan menjurus kepada pelaku. Kenapa kami tidak viralkan untuk mencegah terjadinya main hakim sendiri, apalagi terdapat keluarga korban anggota TNI, Alhamdulillah hari ini pelaku sudah menyerahkan diri,” kata kapolres. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo dan Laode Muhammad Syarif diteror oleh orang tak dikenal.

Mantan Ketua KPK Antasari Azhar mengatakan, teror memang kerap dialami oleh KPK.

Begini Nasib Ibu dan Anaknya Setelah Dililit Ular Piton Jumbo

Saat ia masih menjabat, teror sudah sering dilayangkan.

“Bukan hal yang baru, jadi sejak zaman saya sampai hari ini kan’ ada katanya,” ujar Antasari di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 10 Januari 2019.

Menurut Antasari, teror dilayangkan setiap KPK akan mengungkap kasus-kasus tertentu. Berkaca saat ia masih menjadi pimpinan KPK.

Billy Syahputra Liburan Ke Jepang dan Kekurangan Uang? Sosok Ini yang Menolongnya Hingga Bisa Terbang Ke Indonesia

“Indikasinya adalah ketika KPK akan mengungkap kasus, pasti ada itu, pengalaman ya,” katanya.

Antasari menyarankan kepada pimpinan KPK untuk tak banyak bersuara, ketika ada kasus besar yang baru akan diungkapkan.

Begini Kepanikan Warga Setelah Beredar Isu Tsunami

“Makanya, saya menyarankan kepada yang sekarang, jangan mudah mengeluarkan statement, akan ada, akan ada, itu mereka bergerak duluan,” tutur Antasari.

“Ingat, pelaku teror itu akan lebih duluan bergerak daripada yang akan diteror,” sambung Antasari.

Pimpinan KPK, ucap Antasari, diminta untuk menjaga komisionernya, selaku anak buah di dalam institusi.

“Fisik maupun non fisik. Pimpinan KPK harus koordinasi terus dengan aparat keamanan polisi harus. Apakah itu densus, harus. Sekarang kan sudah ada tim cyber, sama saja untuk memudahkan itu semua,” ucapnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Gunungkidul – Ular Piton berukuran jumbo dengan panjang lebih kurang 4 meter serang dan lilit warga Gunung Kidul, Yogyakarta, Kamis, 10 Januari 2019.

Dua warga yang diserang dan sempat dililit ular piton itu anak dan ibu, Sarijem dan Tri Dwianto.

Billy Syahputra Liburan Ke Jepang dan Kekurangan Uang? Sosok Ini yang Menolongnya Hingga Bisa Terbang Ke Indonesia

Kejadian itu bermula pada Kamis pagi, Sarijem warga Dusun Trenggono Kidul, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul mendengar suara gaduh dari kandang ayam yang berada tak jauh dari belakang rumahnya.

Lantaran penasaran dengan suara yang tak biasa itu, dia meminta anaknya melihat apa yang terjadi.

Tragis, Ular yang Dipeliharanya Itu Malah Membunuhnya

Sang anak pun, Tri Dwianto bergegas mencari tahu dari mana asal suara, yang tak lain dari kandang ayam yang terbuat dari bambu.

Kandang tersebut berada di dalam celah tebing dibelakang rumahnya..

Disamping kandang ayam terdapat tumpukan kayu bakar dan tumpukan-tumpukan karung.

Dengan menggunakan alat bantu senter ditangannya.

Dwi mencoba memastikan melihat kandang ayam.

Posisinya jongkok, tak terduga oleh Dwi, dari arah samping muncul ular Piton yang langsung menyerang dan melilit lehernya.

Sarijem yang tak jauh dari lokasi melihat kejadian itu, kemudian berusaha menyelamatkan.

Dia berlari menyelamatkan anaknya dengan cara menarik kepala ular yang panjangnya lebih kurang 4 meter tersebut.

Ibu dan anak pun berjibaku adu kuat dengan ular Piton.

“Anak saya digigit bagian leher, saya langsung membantu dengan menarik kepala ular dan berhasil lepas dari lehernya.”Kata Sarijem menceritakan peristiwa yang dialaminya.

Perjuangan Ibu dan anak itu belum selesai.

Lepas dari leher Dwi, gantian Ular Piton melilit kaki Sarijem sekaligus menyerang tangan Sarijem.

“Saya juga mendapatkan serangan pada bagian tangan saya,”ujarnya.

Kejadian begitu cepat, sambil menangis dan berteriak minta tolong.

Warga yang mendengar suara berdatangan kemudian menyelamatkan keduanya.

Waktu itu Sarijem dan Dwi sudah terjatuh kewalahan saat warga datang ke lokasi kejadian.

“Dua jari saya mengalami luka dan anak saya luka dibagian lehernya,” ucapnya.

Setelah berhasil diselamatkan keduanya mendapatkan pertolongan medis.

Tri tergeletak lemas dirumahnya dengan perban masih melilit dibagian lehernya, dan terlihat masih syok atas kejadian tersebut.

Sementara itu anggota Bhabinkamtibmas Polsek Ponjong, Brigadir Sugeng Widodo mengatakan kemunculan ular piton di dusun Trenggono Kidul bukan pertama kalinya, lantaran
rumah warga dekat dengan perbukitan yang diduga sebagai habitat ular piton.

“Kalau dalam dua bulan terakhir ada empat kali kejadian ular muncul di dusun trenggono, kalau yang sampai menyerang warga baru kali ini,” ucapnya. (***)

sumber: tribunnews.com

BMKG tegaskan tak ada tsunami di Sibolga.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sibolga – Warga Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, panik setelah beredarnya isu akan terjadi tsunami. Banyak warga berusaha menyelamatkan diri ke arah pengunungan dan perbukitan terdekat.

“Begitu cepat informasi itu tersiar, sehingga kami pun panik dan ikut menyelamatkan diri. Karena tetangga dan juga warga lainnya sudah berhamburan meninggalkan rumah masing-masing. Karena informasi yang sampai ke kami, bahwa akan terjadi tsunami karena air laut di Sibolga-Tapteng sudah surut,” kata Delora Sinaga warga Sibolga, Kamis, 10 Januari 2019.

Tewas dengan Luka Tusukan Didada, Ini Fakta-fakta Pembunuhan Noven

Akibat isu yang menghebohkan itu arus lalu lintas di Sibolga-Tapteng macet. Demikian juga di wilayah pengunungan seperti di arah Pandan dan Tukka dipadati ribuan warga dan kendaraan.

Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk juga mendapat kabar yang sama. Namun ia mnegaku tidak langsung panik dan bersama Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja langsung turun ke pinggir laut untuk memastikan apakah benar air laut surut.

Antusias Pelajar Bersihkan Lingkungan Sekolah Bersama Anggota TNI

“Saya bersama dengan Kapolres Sibolga sudah meninjau ke tepi laut, semuanya aman-aman saja. Bahkan sudah kita minta dari pihak Penanggulangan Bencana untuk melakukan pengecekan ke BMKG pusat, dan hasilnya tidak benar akan terjadi tsunami,” katanya.

Informasi yang begitu cepat tersiar itu, menurut Syarfi adalah hoaks dan tidak jelas sumbernya. Pemkot mengimbau agar masyarakat yang sudah sempat panik dan berada di pengunungan agar turun dan kembali ke rumah masing-masing.

Ini Ucapan Terimakasih Vanessa Angel ke Jane Shalimar dan Orang Terdekatnya

Sementara itu Kapolres Tapteng AKBP Sukamat yang dikonfirmasi menyebutkan, setelah melihat reaksi masyarakat yang panik, ia langsung memerintahkan personelnya untuk melakukan pengecekan dan patroli keliling demi memastikan keamanan di rumah-rumah dan tempat pemukiman masyarakat. “Anggota langsung kita kerahkan tadi untuk memantau serta patroli dan pengamanan,” katanya.

Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono mengatakan sensor BMKG tidak mencatat adanya aktivitas kegempaan di Tapanuli dan sekitarnya, sehingga masyarakat diminta tidak mempercayai isu tsunami yang beredar.

“Kami segera melakukan analisis rekaman data sinyal seismik di sensor terdekat dimana hasilnya tidak ada aktivitas kegempaan di Tapanuli dan sekitarnya,” kata Rahmat dalam pesan tertulisnya di Jakarta. (***)

Sumber : Antara.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bogor – Andriana Yubelia Noven Cahya (18) tewas mengenaskan dengan luka tusuk di bagian dada. Siswi SMK Baranangsiang ini ditusuk seorang pria saat perjalanan pulang.

Polisi tengah memburu pembunuhnya. Noven, panggilan akrab korban, akan dimakamkam di Kota Bandung, Kamis, 10 Januari 2019.

Ini fakta-fakta pembunuhan Noven:

Dibunuh di Gang Sepi

Noven tewas usai ditusuk seorang pria di bagian dada kiri. Saat kejadian pada Selasa, 8 Januari 2019 pukul 16.00 WIB, lokasi penusukan di gang Jalan Riau, Baranangsiang, Bogor Sangat sepi.

Gang lokasi penusukan tak jauh dari kos-kosan Noven tinggal. Pelaku sengaja menunggu Noven yang baru pulang sekolah. Hingga akhirnya keduanya berpapasan dan penusukan terjadi.

Pembunuhan Terekam CCTV

Aksi pembunuhan yang menimpa Novendi terekam kamera CCTV di sekitar lokasi. Pelaku terlihat kamera, menunggu korban yang berjalan di gang.

Saat berpapasan, pelaku menusukkan senjata tajam di bagian dada kiri. Korban terkapar, pelaku langsung lari kencang meninggalkan lokasi.

Korban yang masih mengenakan seragam sekolah tersebut ditemukan warga sekitar pukul 16.00 WIB. Warga mengira pingsan, namun ternyata bersimbah darah dan tak bernyawa.

“Pas saya lihat, ternyata bukan pingsan, itu cewek meninggal. Bajunya penuh darah, katanya ada luka tusuk,” kata pedagang nasi bernama Neneng.

Luka Tusuk Sedalam 22 Sentimeter

Noven tewas usai pisau menembus dadanya sedalam 22 sentimeter. Remaja itu ditemukan bersimbah darah dan masih mengenakan seragam sekolah.

Sadisnya, pisau itu dibiarkan menancap di dada Noven. Pelaku lalu melarikan diri usia menusuk Noven.

“Korban alami luka tusuk di dada sedalam 22 sentimeter, lebar 3 sentimeter,” kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Agah Sonjaya, Selasa, 8 Januari 2019

Pelaku Berinisial S

Polisi memburu pelaku pembunuhan Noven. Polisi tinggal menunggu waktu untuk menangkap pria berinisial S tersebut.

“Keberadaannya sudah diketahui, inisialnya S,” kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser saat ditemui di Mapolres Bogor, Rabu (9/1).

Menurut polisi, saat ini S berada di luar kota Bogor. Petugas segera menangkap terduga pelaku tersebut.

“Informasinya begitu. Kata anggota saya, masa anggota saya bohong. Tapi tadi belum ditangkap dan tinggal menunggu dia keluar, dia sedang mengikuti acara,” ucap Hendri. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu, 9 Januari 2019.

Mengenakan batik lengan panjang bernuansa cokelat, Aher tampak santai saat tiba di Gedung KPK sekitar pukul 09.40 WIB. Sesekali, Aher melempar senyum ke arah wartawan yang ada di KPK.

Modusnya Kanjeng Sultan, Pria Ini Janjikan Surga Bagi Korban untuk Digauli

Aher menyebut, dua kali surat panggilan KPK terhadapnya, ada kekeliruan sehingga dirinya tak hadir di dua kali pemanggilan KPK sebelumnya.

“Alhamdulilah saya bisa hadir dan akan menjelaskan kasus Meikarta ini,” katanya sebelum masuk Gedung KPK.

DOOR!! Dua Begal Sadis Ini Ditembak Polisi

Aher hari ini dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan suap pengurusan izin proyek Meikarta.

Sebelum Aher, KPK sudah pernah memeriksa Deddy Mizwar yang dulu menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat.

Tragis! Truk yang Dikendarai Pria Mabuk Itu Menabrak Sepeda Motor dan Menewaskan Guru Beserta 3 Anaknya

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Bupati Bekasi dan Direktur Operasional Lippo Group sebagai tersangka utama. Keduanya sepakat mengurus izin proyek Meikarta dengan pelicin. (***)

sumber: inilah.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kebumen – Seorang pria paruh baya di Kebumen ditangkap polisi karena menyetubuhi seorang anak di bawah umur. Pelaku bernama Hasanudin (53) kini diamankan di Polres Kebumen.

“Modusnya tersangka berdalih bisa menjamin korban dan keluarganya masuk surga jika korban bersedia melayani tersangka.

Akhirnya terjadilah persetubuhan antara tersangka dan korban, hingga berulang sebanyak 3 kali,” ungkap Kasatreskrim Kebumen AKP Edy Istanto kepada detikcom, Rabu, 9 januari 2019.

Hasanudin yang juga menggunakan nama Kiai Syawal itu juga mengaku sebagai Kanjeng Sultan itu yang bisa menjamin korban dan keluarganya masuk surga dan dijauhkan dari siksa neraka. Hal itu dikatakan pelaku dengan syarat jika korban bersedia melayani nafsu bejatnya.

Edy Istanto mengatakan untuk dapat memuluskan niat pelaku agar korban mau disetubuhi, Hasanudin menikahi korbannya pada Rabu, 12 Desember 2018 lalu. Selanjutnya korban disetubuhi di rumah tersangka.

“Pada saat pernikahan itu, orang tua korban tidak tahu. Pernikahan itu tanpa seizin orang tua korban dan korban ini kan masih di bawah umur,” lanjutnya.

Setelah mengetahui peristiwa tersebut, orang tua korban langsung melaporkan tersangka kepada polisi. Akhirnya Hasanudin ditangkap di kediamannya pada Ahad, 6 januari 2019.

“Tersangka kami tangkap berdasarkan laporan orang tua korban. Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan penyidik Sat Reskrim Polres Kebumen,” imbuh Edy.

Sementara itu, tersangka yang mempunyai empat orang istri dan 17 anak ini mengaku sudah puluhan tahun belajar ilmu gaib sehingga bisa menjadi paranormal yang juga bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Termasuk kesurupan dan menghilangkan santet. Sedangkan sebutan Kanjeng Sultan, Hasanudin mengaku didapatkannya dari mahluk gaib yang merasuki pasiennya.

“Saya belajar sudah lama sampai sekarang pun juga masih belajar di alam gaib. Ya segala macam penyakit bisa saya sembuhkan, kesurupan, santet dan lain-lain. Kalau nama Kanjeng Sultan yang manggil awalnya makhluk gaib yang merasuki pasien saya,” ucap tersangka.

Dari kasus tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa pakaian korban.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini tersangka harus mendekam di sel tahanan Mapolres Kebumen dan bakal dijerat pasal 81 UU RI Tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara. (***)

sumber: detik.com

KRIMINALITAS

Rabu | 09 Januari 2019

DOOR!! Dua Begal Sadis Ini Ditembak Polisi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Banyuwangi – Dua tersangka begal asal Kecamatan Muncar ditangkap jajaran Reserse Kriminal Polres Banyuwangi. Satu di antara tersangka itu terpaksa harus dilumpuhkan lantaran melawan saat penangkapan.

Mereka adalah Andy Lala dan Tosari asal Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar. Keduanya tertangkap setelah melakukan aksinya pada pertengahan Desember 2018.

Lukita Berharap, BP Batam Dipimpin Profesional

“Pada awal Januari ini kita berhasil menangkapnya, dengan TKP di Kecamatan Muncar. Korbannya, Rizky Dwi Purnomo (18) asal Dusun Krajan, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar,” ungkap Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, AKP Panji Prathista, Rabu, 9 Januari 2019.

Motif pelaku, kata Panji, keduanya memberhentikan kendaraan korban di tengah jalan. Kemudian memaksanya memberikan barang berharga maupun uang.

Tragis! Truk yang Dikendarai Pria Mabuk Itu Menabrak Sepeda Motor dan Menewaskan Guru Beserta 3 Anaknya

“Mereka memberhentikan korban yang saat itu bersama kawannya bernama Galang. Kemudian, tersangka Tosari mengalungkan clurit kepada Rizky, dan tersangka lainnya menodongkan pisau kepada kawan korban. Tersangka mengambil HP korban uang senilai Rp17 ribu, kemudian tersangka melarikan diri,” terang Panji.

Tersangka ini, lanjut Panji, terbilang sadis karena tak segan melukai korbannya. “Akibat kejadian itu, karena korban sempat berusaha mempertahankan barangnya, sehingga lehernya terluka agak dalam karena clurit tersangka,” jelasnya.

WOOW! Jawaban Adik Billy saat Ditawari Kerjaan Kriss Hatta, Uta: “Gue Beli Cucian Mobilnya”

Sementara itu, menurut pengakuan Tosari, dirinya melakukan aksi begal itu sebanyak tiga kali. Hasil dari aksinya itu digunakan untuk membeli minuman keras.

“Caranya memberhentikan motor di jalan, mendatangi pemuda yang mabuk di suatu tempat. Hasilnya buat mabuk (minum minuman keras) itu saja,” kata Tosari.

Dari tangan tersangka, Polisi mengamankan barang bukti berupa 5 handphone, dua motor matic, clurit dan pisau. Atas perbuatannya itu, Polisi mengganjar Pasal 365 ayat 1 dan 2 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (***)

sumber: inilah.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Mantan Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo berharap penggantinya bisa meneruskan program yang sedang berjalan di BP Batam, terutama program-program yang menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

“Kan BP sudah dapat dana yang lumayan besar, kita harapkan bisa segera dilakukan sehingga bisa diserap anggarannya untuk mendukung infrastruktur di Batam. Seperti di pelabuhan, bandara, jalan-jalan, akses ke kawasan industri dan kawasan baru,” kata Lukita usai acara perpisahan di ruang Balairungsari, Gedung Utama BP Batam, Selasa 8 Januari 2019.

Tragis! Truk yang Dikendarai Pria Mabuk Itu Menabrak Sepeda Motor dan Menewaskan Guru Beserta 3 Anaknya

Lukita juga berharap program terkait infrastruktur, dengan model Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU), untuk pengembangan Bandara Hang Nadim, begitu juga dengan tender pengelolaan Dam Tembesi terus dilanjutkan.

Dia juga berharap kelangsungan BP Batam nantinya akan dikelola dan dipimpin seorang yang profesional yang tidak ditarik-tarik dalam urusan politik.

Edy Putra Irawadi jadi Plh BP Batam

“Harapan saya dan kawan-kawan, tentu dipimpin oleh seorang profesional. Dan menghilangkan konflik-konflik, tak ikut politik setiap lima tahun sekali berganti kepemimpinan. Tentu itu tidak mudah bagi BP Batam,” tukasnya.

Sementara itu soal FTZ Batam, Lukita menilai ada beberapa hal yang mestinya dilakukan. Pertama, BP Batam idealnya dijalankan orang-orang yang profesional dan FTZ murni harus dipertahankan.

Di Balik Bantal Ada Tungau? Ini Cara Mengatasinya

“Kewenangan-kewenangan terkait FTZ berada di tangan si pengelola FTZ. Dengan begitu sangat memudahkan dan menarik investor lebih banyak lagi datang ke Batam. Di Batam, banyak PMA (penanaman modal asing) dan orientasinya ekspor. Berikanlah perizinan atau apapun terkait best practice FTZ di dunia, supaya bisa dilakukan di sini,” kata Lukita.

Lanjut Lukita, apa yang sudah dicapai BP Batam di tahun 2018 adalah modal untuk bisa meraih prestasi lebih baik di 2019. “Kami titip teman-teman di BP untuk terus melayani lebih baik. Menuntaskan hal yang belum selesai dan mendukung pimpinan baru yang sudah dilantik kemarin,” ujarnya. (***)

sumber: jpnn.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Tragis. Itulah kata yang paling tepat untuk menggambarkan peristiwa yang dialami oleh seorang guru dan tiga anaknya di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawringin Barat, Kalimantan Tengah ini.

Juhari (38), seorang guru SMP yang menaiki sepeda motor bersama tiga anaknya tertabrak truk yang melaju ugal-ugalan di Jalan Padat Karya I, Kawasan Bundaran Monyet, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa, 8 januari 2019 pagi.

Tragisnya, pengemudi truk yang diketahui bernama Markus (30) tersebut dalam kondisi mabuk dan positif mengkonsumsi narkoba.

Pria 30 tahun ini memotong persimpangan empat jalan dengan langsung berbelok ke kanan, tanpa memutari bundaran persimpangan itu, dengan kecepatan tinggi.

Ia kemudian menabrak pengguna jalan lain dari arah berseberangan. Juhari (38), seorang guru SMP yang mengendarai sepeda motor jenis Honda Revo, bersama tiga orang anaknya yang masih kecil-kecil, menjadi korbannya.

Juhari dan anak keduanya, Ahmad Dhafari (7) yang duduk persis di belakangnya tewas akibat kejadian ini.

Sementara anak bungsunya, Ahmad Faeyzafari (5) mengalami beberapa luka, dan langsung dibawa ke klinik terdekat.

Sedangkan anak sulungnya, Ahmad Ghifari (11), hingga berita ini ditulis, masih menjalani perawatan serius di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.

Sebelum kecelakaan itu terjadi, seperti biasa, Juhari terlebih dahulu mengantarkan anak-anaknya ke sekolah, untuk kemudian berangkat mengajar di SMP Negeri 5 Kumai.

Wagiman, guru di SMA Negeri 1 Kumai, yang lokasinya tak jauh dari kecelakaan lalu lintas itu, bersama warga, lantas melarikan Juhari dan dua anaknya ke rumah sakit, dengan menumpang sebuah pikap yang lewat di jalan itu.

Wagiman mengatakan, Juhari meninggal dunia tak lama setelah tiba di rumah sakit.

Beberapa jam kemudian anak keduanya pun mengembuskan napas terakhirnya.

Sebelum dievakuasi, tubuh bapak dan dua anaknya itu sudah terkapar di tepi jalan.

Kasatlantas Polres Kotawaringin Barat, AKP Marsono mengatakan, Markus, sang sopir ugal-ugalan itu, selain dalam keadaan mabuk, juga dipastikan positif memakai narkoba setelah menjalani tes urine pagi tadi.

“Kecelakaan karena kelalaian pengemudi roda empat,” kata dia, Selasa, 8 Januari 2019 siang.

Marsono menjelaskan, pada saat mengemudikan truk jenis Mitsubishi Canter bernomor polisi L9132AQ, Markus tidak membawa Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Muhammad Jamri (35), warga di tempat kejadian perkara menuturkan, Markus sebelumnya diduga menyerempet seorang pengendara sepeda motor.

Pengendara sepeda motor itu kemudian mengejar Markus.

Mistirah, warga lainnya, mengatakan, saat Markus mengemudikan truknya secara ugal-ugalan itu, ada beberapa pengendara sepeda motor di depan korban yang juga nyaris tertabrak.

Kendati bukan kawasan padat, kecelakaan lalu lintas acap terjadi di Kumai.

Dua hari lalu, seorang remaja tewas setelah jadi korban tabrak lari di jalan Kumai-Kubu, sekitar 500 meter dari lokasi insiden pagi tadi.

Daerah ini memang termasuk yang kurang terpantau polisi lalu lintas.

Berbeda dengan Pangkalan Bun, yang berjarak sekitar 10 kilometer dari lokasi kejadian, berbagai persimpangan dan belokan dijaga polisi lalu lintas di jam-jam keberangkatan siswa sekolah pagi tadi. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Medan – Seorang pria dan wanita ditemukan tewas mengenaskan di salah satu kamar hotel di Kota Kisaran, Kabupaten Asahan, Senin, 7 Januari 2019.

Jasad kedua korban ditemukan dalam kondisi tanpa busana.

Kedua korban pertama kali ditemukan tewas oleh petugas hotel yang curiga keduanya tidak ke luar dari dalam kamarnya.

Saat didobrak, keduanya sudah tewas berlumuran darah di atas ranjang.

Petugas hotel langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Asahan.

Kapolres Asahan AKBP Faisal Napitupulu membenarkan peristiwa tewasnya seorang pria dan wanita di dalam kamar hotel di Asahan.

“Kedua korban ditemukan dalam keadaan tewas di Hotel Central di Jalan Sei Gambus, Kecamatan Kota Kisaran Barat,” kata Faisal lewat sambungan telepon seluler, Senin, 7 Januari 2019.

“Korban perempuan atas nama Dewi dan umur belum diketahui. Korban pria atas nama Hasyim Prasetya (33) warga Bunut Barat, Kecamatan Pulau Bandring. Mereka masuk Hotel Central kamar C 12 Ahad, 6 Januari 2019 sekitar pukul 10.26 WIB dan ditemukan tewas, Senin7 Januari 2019 sekitar pukul 12.00 WIB,” ungkap Faisal.

Faisal menjelaskan saat ditemukan kedua korban menderita luka tembak.

Sampai saat ini Polres Asahan masih melakukan olah TKP dan menunggu hasil Labfor Polda Sumut.

Karena proses penyidikan harus jelas agar tidak simpang siur hal yang disampaikan.

“Kita tidak ingin asal menyebutkan. Takutnya salah, makanya bagus menunggu hasil Labfor biar selaras dengan hasil penyidikan kami,” ujar Faisal.

Untuk motif pembunuhan, Faisal mengaku belum bisa memastikan karena masih dalam penyelidikan.

Terkait pasangan yang tewas di dalam hotel itu, Faisal juga tidak mau asal menerka apakah itu berstatus suami istri ataukah masih berstatus pacaran.

“Apakah mereka pasangan suami istri atau pacaran, kita belum mengetahui. Pokoknya kalau nanti sudah selesai olah TKP, kita release kasus ini,” jelas Faisal.

Diduga Bunuh Diri

Diduga keduanya tewas bunuh diri mengingat pintu kamar dikunci dari dalam hotel. Di samping itu kunci kamar juga dikantongi oleh korban.

Keduanya merupakan pasangan kekasih dan telah berpacaran cukup lama.

Namun cinta keduanya tidak mendapat restu dari orang tua perempuan.

Hingga Dewi kemudian memutuskan bertunangan dengan orang lain.

Postingan Terakhir

Dalam status facebook Hasyim Prasetya terungkap bahwa apa yang dilakukannya merupakan pembuktian atas kesungguhan cintanya terhadap Devi.

“Ketika semua mengetahui apa yang terjadi mungkin kalian menganggap aku adalah orang paling bodoh dan tolol yang pernah anda kenal,”tulisnya dalam akun pribadinya.

“Aq tau dunia tak selebar daun kelor. Yang aku lakukan ini adalah pembuktian suatu perjuangan mempertahankan dan kesungguhan,” tambahnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Palembang – Kota Palembang dihebohkan dengan cerita pilu sepasang pengantin yang ditipu wedding organizer (WO).

Saat acara resepsi pemilik WO kabur.

Ketering untuk para tamu di resepsi itu tak ada, Alhasil keluarga mempelai menangis pilu di pelaminan dan meminta maaf pada seluruh tamu undangan.

Belakangan diketahui WO itu bernama Mikhayla Decoration milik seorang calon legislatif bernama RI.

Pelaku kabarnya sudah kabur dan tak bisa ditemui lagi.

Dari situs resmi KPU Kota Palembang, RI memang masuk sebagai Daftar Calon Tetap (DCT) anggota dewan perwakilan rakyat Daerah Kota Palembang Dapil 1.

RI berada pada nomor urut 8 dari 10 calon.

Sebelumnya diberitakan

Hari pernikahan biasanya identik dengan kebahagian dan suka cita bagi kedua mempelai maupun seluruh anggota keluarganya.

Namun tidak bagi pasangan MAP dan dan FW.

Hari resepsi pernikahannya yang digelar di Gedung Sukaria Palembang, Sabtu 5 Januari 2019 kemarin, menjadi hari bahagia sekaligus menyakitkan bagi keduanya.

Kedua pasangan beserta keluarganya harus menanggung malu lantaran 1000 porsi makanan yang rencananya disediakan bagi para tamu undangan tak kunjung hadir sampai acara selesai.

Pasangan ini bersama keluarganya menjadi korban penipuan dari Wedding Organizer (EO) Mikhayla Decoration milik RI alias Uut.

EO ini dipercaya mengurus berbagai keperluan di acara sakral tersebut.

Uut merupakan calon legislatif (Caleg) DPRD Kota Palembang.

“Saya benar-benar tidak menyangka dia (Uut) tega nipu kami, mempermalukan kami. Benar-benar saya tidak habis pikir sama dia,” ujar mempelai perempuan, MAP pada Ahad, 6 Januari 2019.

Meskipun tanpa makanan, acara tetap berlangsung.

Mengingat para kerabat, kolega hingga tamu-tamu penting, banyak yang datang ke pernikahan mereka.

“Acara tetap kami lanjutkan, meskipun tanpa makanan. Mau bagaimana lagi, tamu sudah datang dan tidak mungkin disuruh pulang. Tapi setiap kali bersalaman, kami selalu bilang maaf pada tamu.”

“Karena tidak ada makanan yang tersedia,” ungkapnya.

Seusai acara, Anggi hanya bisa menangis mengungkapkan rasa kesal, amarah sekaligus malu yang sudah ditahannya sejak masih di atas pelaminan.

“Bukan cuma saya, keluarga yang lain juga nangis. Kami semua malu dan tidak bisa ngomong apa-apa lagi,”ujar MAP.

Kejadian itu bermula saat MAP dan FW menggelar acara pernikahan.

Keduanya sepakat menggunakan jasa EO Mikhayla Decoration milik Uut.

Semua keperluan acara mulai dari akad hingga resepsi sudah dipesan lengkap satu paket.

Termasuk juga makanan bagi tamu undangan.

“Semua biaya sudah kami bayar lunas. Bukti-buktinya lengkap kami simpan. Sebelumnya juga tidak ada masalah. Semuanya dikerjakan baik.”

“Tapi, bermasalah justru pas di acara resepsi kami. Karena makanan tidak datang sama sekali,”ucapnya.

MAP mengaku tidak ada gelagat mencurigakan dari si pelaku.

Bahkan di hari itu MAP masih sempat mengadakan kontak via WhatsApp (WA) dengan Uut pukul 09.00 pagi kemarin.

Lantaran, menerima ujung hiasan baju pengantin dari Uut melalui jasa ojek online.

“Dia (uut) masih WA saya karena antar ujung baju pakai jasa gojek. Sama sekali tidak menyangka, beberapa jam kemudian si pelaku kabur,” jelasnya.

Tak hanya itu, diwaktu yang sama si pelaku juga sempat mendatangi gedung Sukaria IBA.

Informasi ini MAP peroleh dari panitia gedung dan juga ada anggota keluarganya yang melihat keberadaan pelaku di tempat tersebut.

“Dia (pelaku) pakai baju kaos putih celana jeans. Pihak gedung juga sempat tanya Ut, mana makanan. Nanti jam setengah 10 datang, kata si Uut. Ya orang percaya saja,” ungkapnya.

“Tante saya juga lihat, pas pihak keluarga datang ke gedung. Tapi, ketika mau didekati tiba-tiba hilang. Nggak tau kemana perginya,” ujarnya.

MAP bercerita, keluarganya sempat berusaha menghubungi Uut untuk mendapat kejelasan tentang makanan bagi para tamu.

“Telepon catering itu sempat diangkat sama perempuan yang tidak kami kenal. Pertama ngakunya makanan lagi di goreng, pas di telepon lagi ngakunya lagi di jalan. Habis itu sudah, tidak ada lagi jawaban. Sulit dihubungi,” ungkapnya.

Sementara itu, Paman MAP, Toni Fauzi mengatakan, sudah berusaha mencari keberadaan Uut di kediaman orang tuanya untuk meminta itikad baik darinya.

“Kami datangi rumah orang tuanya yang di daerah Talang Kelapa. Mau kami tanya baik-baik, bagaimana pertanggung jawabannya. Tapi setelah sampai di sana, dia (Uut) tidak ada,” ujarnya.

Berdasarkan pengakuan Ibunya, dihari kejadian tepatnya sekitar pukul 12.30 Uut tiba-tiba pulang ke rumah dan menjemput anak semata wayangnya.

“Alasannya mau ke acara ulang tahun anak temannya. Tapi sampai sekarang tidak ada kabar, dia hilang entah kemana,” ujar Toni.
Kini, pihak keluarga berencana melayangkan laporan atas kejahatan yang telah dilakukan oleh Uut.

“Karena dari Uut pun tidak ada itikad baik menemui kami. Maka dari itu pihak keluarga sudah siap melaporkannya ke pihak berwajib. Kami ingin dia mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujarnya. (***)

sumber: tribunnews.com

RAGAM

Senin | 07 Januari 2019

Edy Putra Irawadi jadi Plh BP Batam

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah resmi melantik Kepala BP Batam yang baru menggantikan Lukita Dinarsyah Tuwo. Untuk jabatan tersebut selanjutnya diisi oleh Pelaksana harian, yakni Edy Putra Irawadi. Pemerintah juga melantik Deputi 1 (A1) dan Deputi 3 (A3) BP Batam.

Informasi yang dihimpun, pelantikan berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang  Perekonomian RI, di Jakarta, Senin, 7 Januari 2018 sore. 

Bersama TNI, Rumah Warga Tidak Layak Huni Dibedah

Edy Putra merupakan staf ahli di Kemenko Bidang Perekonomian. Sedangkan dua deputi yang dilantik yakni Deputi (A1) merangkap A2 yakni Purwiyanto, dan Deputi 3 (A3) yang juga merangkap Deputi 4 (A4) yakni Dwianto Eko Winaryo. Kedua pejabat tersebut kembali diangkap dalam struktur jabatan di BP Batam. 

“Benar, Kepala BP Batam sudah dilantik, beserta dua deputi. Sebelumnya, pemerintah memberhentikan dengan hormat Bapak Lukita Dinarsyah Tuwo dan lima deputi. Setelah itu, dilakukan pengangkatan terhadap Plt Ka BP Batam yang baru dan dua deputi,” ungkap Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak.

Penghentian Kerja Sama Sejumlah Rumah sakit dengan BPJS Timbulkan Kegaduhan di Masyarakat, Siapa yang Dirugikan

Pengangkatan dan jabatan Plt Ka BP Batam Edy Putra bersifat sementara hingga tanggal 30 April 2019 mendatang.

“Pak Edy Putra menjabat hingga 30 April 2019, sambil menunggu ketetapan pemerintah lebih lanjut terkait formulasi regulasi ex-officio,” ungkap Jumaga. (***) 

MEDIAKEPRI.CO.ID, Palangkaraya – Seorang perempuan yang memiliki berat sekitar 350 kilogram di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, meminta perhatian pemerintah daerah untuk membantu mengobati kelebihan berat badan yang dideritanya.

“Saya berharap pemerintah bisa memberikan bantuan kepada saya untuk pengobatan menurunkan berat badan yang sudah mencapai sekitar 350 kilogram lebih,” kata Titi Wati yang hanya bisa tengkurap di tempat tidur di rumah kontrakannya itu di Palangka Raya, Ahad, 6 Januari 2019.

Jeruk Nipis Bantu Sukseskan Program Diet, Ini Efek Baik dan Buruknya

Wanita 37 tahun tersebut merasakan berat badannya meningkat drastis dalam tujuh tahun terakhir. Akibatnya, kini perempuan yang diperkirakan merupakan perempuan tergemuk di Kalimantan Tengah itu makin kesulitan bergerak dan lebih banyak berbaring dengan posisi tengkurap.

Berbagai cara dilakukannya untuk menyembuhkan obesitas atau kelebihan berat badan yang dideritanya, di antaranya dengan mengonsumsi minuman herbal penurun berat badan. Cara itu diakuinya menunjukkan hasil karena berat badannya sempat berkurang.

Cobaan Mengerikan yang Dialaminya, Dijadikan Pekerja Seks Komersial dan Melihat Rekannya Dibunuh, Ini Kisah Sarah Forsyth

Namun, karena harga minuman herbal itu makin mahal, Wati tidak sanggup lagi membelinya, sehingga akhirnya pola makannya pun kembali membuat berat badannya naik lagi.

“Setelah tidak mampu membeli minuman herbal penurun berat badan itu, sayapun menjalani aktivitas saya seperti orang normal. Makan dan minumpun juga tidak terkontrol lagi, sehingga berat badan saya yang saat itu sempat 167 kilogram, kini menjadi 350 kilogram lebih,” katanya.

BMKG Temukan 10 Titik Panas Terdeteksi Satelit Muncul pada Sejumlah Wilayah di Aceh

Ibu satu anak itu mengaku memang suka makan camilan setiap harinya. Bahkan minuman es dan makanan gorengan, tidak luput jadi santapannya setiap hari.

Kini Wati berjuang dengan mengurangi porsi makan camilan karena khawatir badannya terus membesar seiring berat badannya yang terus naik. Bahkan Wati saat ini sama sekali tidak bisa berdiri karena kakinya tidak mampu untuk menahan berat badannya yang kian membesar setiap harinya.

Anda Penyuka Pedas, Cumi Tepung Saus Blackpepper Pilihan yang Pas

“Setiap kali bangun tidur bagian kaki saya selalu sakit seperti keram, kemudian badan terasa sakit semua,” ucap perempuan yang memiliki hobi bernyanyi tersebut.

Wati mengaku tidak pernah melakukan pengobatan atau memeriksa kondisi kesehatannya ke dokter dan rumah sakit.

Sang suami, Edi (52) mengaku pihaknya harus mensyukuri apa yang sudah diberikan Tuhan.

“Kata suami saya, ambil hikmahnya saja dan syukuri keadaan yang sudah diberikan Tuhan. Mau bagaimana lagi kami berbuat kalau ini sudah nasib dari keluarga kami,” beber Wati menirukan perkataan suaminya yang bekerja sebagai pencari kayu hutan.

Sementara itu, Herlina (19) yang merupakan putri semata wayang wanita tergemuk di Kalteng tersebut, dengan adanya pemberitaan di media massa mengenai keadaan ibunya, dia berharap pemerintah setempat serta para dermawan bisa mengulurkan tangannya untuk menyembuhkan penyakit yang diderita ibunya.

“Besar harapan kami agar ibu saya mendapatkan uluran tangan dari para dermawan serta pemerintah untuk membantu pengobatan. Kami pasrah dan apa boleh buat dengan kondisi perekonomian kami yang tidak mampu untuk melakukan pengobatan ibu agar bisa kembali normal seperti sediakala,” ujarnya. (***)

sumber: merdeka.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, 10 titik panas terdeteksi satelit muncul pada sejumlah wilayah di Aceh. 10 titik ini terindikasi kebakaran hutan.

“Pagi ini terpantau 10 titik panas di Aceh,” ucap Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Aceh, Zakaria Ahmad di Aceh Besar, sebagaimana dikutip dari Antara, Ahad, 6 januari 2019.

Telah Ditemukan Perempuan dengan Puluhan Luka Tusuk, Diduga Karena Ini

Ia menerangkan, ke-10 titik panas ini yang tersebar di delapan daerah di provinsi bagian paling barat Indonesia tersebut mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hasil pantauan sensor modis ada dua titik panas di dua kabupaten, yakni Aceh Tengah terkosentrasi di Kecamatan Pegasing, dan Aceh Jaya menyebar pada dua kecamatan yaitu Sampa Iniet dan Setia Alue Bakti.

Sedangkan keenam titik panas sisanya masing-masing terdapat satu titik di enam kabupaten, yakni Aceh Barat Daya di Kecamatan Kuala Batee, dan Aceh Besar di Kecamatan Lembah Seulawah. Terakhir Aceh Tamiang di Kecamatan Tamiang Hulu, Aceh Utara di Kecamatan Lhokseukon, Pidie di Kecamatan Tangse, dan Nagan Raya di Kecamatan Beutong.

Tiduran di Bawah Fly Over, Tak Disangka Segini Penghasilan Gelandangan Ini Selama Seminggu

Dari 10 titik panas, ada tiga titik menunjukkan patut di duga sebagai titik api akibat karhutla, dan satu titik dipastikan titik api karena telah terjadi kebakaran hutan dan lahan, katanya.

“Ketiga titik itu, dua di antaranya di Pegasing (Aceh Tengah) karena memiliki tingkat kepercayaan 71 persen, dan satu di Tamiang Hulu (Aceh Tamiang) dengan 73 persen. Sedangkan satu titik api di Beutong, Nagan Raya yang memiliki 90 persen,” tegas Zakaria.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) tahun lalu melaporkan, seluas 835 hektare hutan dan lahan di wilayah Aceh dalam keadaan telah hangus terbakar selama delapan bulan terakhir di tahun 2018.

“Ada tambahan di Agustus 2018, sejumlah 487,5 hektare baik hutan dan lahan yang terbakar. Sehingga total menjadi 835 hektare di Aceh,” ujar Kepala Pelaksana BPBA, Teuku Ahmad Dadek. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Nurhayati (36) seorang perempuan lajang, ditemukan tewas mengenaskan di lorong Apartemen Green Pramuka City, Tower Chrysant, Sabtu, 5 Januari 2019 pukul 17.30 WIB.

Di tubuhnya didapati ada sepuluh luka tusukan.

Anda Penyuka Pedas, Cumi Tepung Saus Blackpepper Pilihan yang Pas

Karenanya polisi memastikan bahwa warga Jalan Pramuka Sari V, Kelurahan/Kecamatan Rawasari, Jakarta Pusat itu, merupakan korban pembunuhan.

Kapolrestro Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu menuturkan korban pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan apartemen.

Tiduran di Bawah Fly Over, Tak Disangka Segini Penghasilan Gelandangan Ini Selama Seminggu

“Korban ditemukan tergeletak di lorong tower Chrysant lantai 16, Apartemen Green Pramuka City. Ada 10 luka tusukan di tubuhnya,” kata Roma, Ahad, 6 Januari 2019.

Menurutnya dalam kasus ini polisi telah melakukan olah TKP dan memeriksa 6 orang saksi.

Duh Artis cantik Ini Ditangkap Polisi Terkait Kasus Prostitusi Online, Siapakah Dia?

“Yakni 4 orang sekuriti atau petugas keamanan dan dua orang pengelola apartemen. Jadi totalnya ada 6 saksi yang sudah kami periksa,” kata Roma.

Dari hasil penyelidikan awal kata dia diketahui korban belum menikah atau masih lajang.

“Jenasah korban sudah dibawa ke RSUD Cempaka Putih untuk diotopsi, sebagai bahan alat bukti,” katanya.

Balada Brigpol Dewi: Diperas Pacar hingga Ditipu Napi Sampai Membuatnya Dipecat Tidak Hormat

Roma memastikan pihaknya akan mendalami kasus ini untuk mengidentifikasi pelaku pembunuhan.

“Penyidik masih mendalami kasus pembunuhan ini, untuk mengungkap pelakunya,” kata Roma.(***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Petugas Sudin Sosial Jakarta Timur mengamakan seorang gelandangan di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Saat diamankan petugas gelandangan tersebut menyimpan uang Rp 3,2 juta.

“Pengakuan kalau duduk ada yang ngasih bukan dia yang minta pengakuan gitu. Uang itu disimpan di kantong totalnya Rp 3,2 juta,” kata Petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Sudinsos Jaktim, Kurniawan kepada detikcom, Sabtu, 5 Januari 2019.

Duh Artis cantik Ini Ditangkap Polisi Terkait Kasus Prostitusi Online, Siapakah Dia?

Kurniawan mengatakan gelandangan yang berusia sekitar 60 tahun diamankan ketika tiduran dibawa fly over Pasar Rebo, Jakarta Timur pada Jumat, 4 Januari 2019 malam. Gelandangan itu juga tidak membawa kartu identitas.

“Dia tiduran di bawah fly over Pasar Rebo pas kita selamatkan. Kita tanya dia nggak bawa identitas,” tambah Kurniawan.

Balada Brigpol Dewi: Diperas Pacar hingga Ditipu Napi Sampai Membuatnya Dipecat Tidak Hormat

Namun, menurut Kurniawan, gelandangan itu berasal dari Bandung, Jawa Barat. Gelandangan itu juga mengaku baru seminggu tinggal di Jakarta.

“Pengakuan dia baru satu Minggu di Jakarta. Dia katanya pindah-pindah,” sebut Kurniawan.

Fenomena Alam Akan Terjadi di Akhir Bulan Januari, Apakah Itu?

Kurniawan mengatakan gelandangan bukan pengemis. Gelandangan itu pun langsung dibawa ke Panti Sosial Cipayung untuk diberi pembinaan. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Makassar – Seorang anggota Polwan di Polrestabes Makassar dipecat karena tindak asusila. Polwan bernama Brigpol Dewi itu dipecat karena foto seksinya tersebar dan juga karena kasus perselingkuhan.

Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Hotman Sirait menjelaskan, Dewi selingkuh dengan 2 perwira polisi.

“Kebakaran” Teriak Warga dan Puluhan Rumah Terbakar, Diduga Api dari Sini

Tetapi sebelum kasus perselingkuhan, Dewi juga sudah melanggar aturan karena foto syurnya tersebar di medsos.

Awal mula ceritanya, Dewi berkenalan dengan seorang pria di media sosial.

Babinsa Bersama Bazarnas Tinjau RTLH di Wilayah Binaannya

Dia berkenalan dengan seorang pria yang mengaku berpangkat kompol dan bertugas di daerah Lampung. Dari perkenalan di medsos itu, keduanya pun bertukar nomor telepon dan kemudian menjadi dekat. Karena semakin dekat, keduanya sering berkirim foto satu sama lain, termasuk swafoto seksi milik Dewi.

Fenomena Alam Akan Terjadi di Akhir Bulan Januari, Apakah Itu?

Namun ternyata, swafoto seksi itu malah tersebar ke media sosial.

Tidak hanya itu, pria yang mengaku-aku berpangkat kompol tersebut pun ternyata fiktif. Pihak kepolisian pun langsung terbang mengecek soal pria yang berpangkat kompol itu ke Lampung. Ternyata, pria itu adalah seorang napi yang mengaku-ngaku sebagai perwira polisi.

Hotman lalu menerangkan, Dewi juga terlibat kasus perselingkuhan. Bahkan, lanjut Hotman, suami Dewi sudah pernah memergoki sang istri selingkuh di dalam mobil.

Heboh Ada Hujan Duit dari Lantai Dua Rumah Ini, Netter: Nazar Atau Ritual?

“Teman selingkuhannya 2 orang perwira polisi dan satu lagi yang narapidana,” ujar Hotman.

Hotman menuturkan bukan hanya satu perwira yang dijadikan selingkuhan Dewi, tapi juga ada dua orang yang bertugas di tempat berbeda. Dia menjelaskan selingkuhan pertama bertugas di Polrestabes Makassar dan satunya lagi bertugas di Polda Sulsel.

“Teman selingkuhannya 2 orang perwira polisi dan satu lagi yang narapidana,” ucap Hotman.

“Aku Manusia Biasa”, Setelah Lepas Hijab, Nikita Mirzani Curhat di Instagram

Sedangkan Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani, menjelaskan, foto syur Dewi bisa tersebar karena Dewi kerap diperas sang pacar. Jika sang pacar tak dipenuhi permintaannnya, maka foto itu disebar.

Bagi Dicky, meski Dewi korban pemerasan, tetapi menunjukkan foto seksi untuk menyenangkan pacar merupakan perbuatan terlarang.

Tak Disangka Foto Setengah Bugil Itu Membawa Petaka, Brigpol Dw Dipecat dengan Tidak Hormat, Ini Faktanya

“Ya itu tadi mempertunjukkan bagian tubuhnya yang dia hormati untuk menyenangi pacarnya dan disebar di mana-mana. Lalu ada sedikit keributan dan diancam pacarnya. Mungkin sudah lama ini tertarik karena melihat di profil Facebook-nya seorang perwira pangkat kompol akun palsu, sengaja dia pakai foto palsu,” jelas Dicky. (***)

sumber: detik.com

Api berhasil dipadamkan setelah 33 unit pemadam kebakaran dikerahkan.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Api melahap puluhan rumah di Tambora, Jakarta Barat, pada Kamis, 3 Januari 2019 petang, mengakibatkan kerugian yang ditaksir hingga ratusan juta rupiah.

Kebakaran tersebut, diduga karena konsleting listrik yang berasal dari sebuah rumah yang berprofesi sebagai penjual nasi di Jalan Tambora III Dalam itu.

Kapolsek Tambora, Kompol Iver Son Manossoh, membenarkan asal api tersebut, namun masih akan dilakukan pendalaman dan pemeriksaan saksi-saksi.

“Diduga berasal dari rumah salah satu warga yang bekerja sebagai pedagang nasi di pasar,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 3 Januari 2019 malam.

Kebakaran tersebut berawal dari salah seorang saksi yang sedang berada di dalam rumah, terkejut mendengar teriakan ‘kebakaran, kebakaran’. Karena mendengar teriakan tersebut, saksi sontak langsung berlari ke luar rumah menuju lokasi sumber suara yakni di salah satu gang dan ternyata api sudah membesar.

“Saat itu saksi melihat melihat api berada di tempat paling atas yakni di lantai tiga, api sudah membesar kemudian saksi ke luar gang dan membantu warga lainnya memadamkan api,” papar Iver.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Tambora, AKP Supriyatin, mengatakan api memang diduga berasal dari rumah penjual nasi tersebut bernama Emah.

Dari keterangan saksi, api memang berasal dari hubungan arus pendek listrik yang mengeluarkan percikan api kemudian membesar dan merembet di beberapa RW 04 Tambora.

Beruntung api dapat segera dipadamkan, dengan datangnya 33 unit mobil pemadam kebakaran dari Sudin Damkar Jakarta Barat.

“Api akhirnya berhasil dipadamkan dalam waktu satu jam berkat gotong royong warga setempat dibantu damkar,” ujar Supriyatin. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pandeglang – Bupati Pandeglang Irna Narulita, menemukan adanya indikasi pengungsi bodong alias pengungsi palsu korban tsunami. Dia pun meminta polisi segera menyelidiki dan menangkap pelakunya.

“Penyaluran logistik itu tidak merata juga ada yang menerima banyak juga ada yang kurang akibat adanya pengungsi ‘bodong’ itu,” kata Irna saat memimpin Rapat Koordinasi di Posko Terpadu Penanggulangan Bencana Tsunami,Labuan, Pandeglang, Jumat, 4 Januari 2019.

Pagi Ini, Mata uang Paman Sam Itu Ditekuk Rupiah di Angka Rp 14.330

Pemerintah daerah hingga kini bekerja keras menghimpun bantuan logistik dari berbagai daerah juga menyalurkan kepada korban pengungsi bencana tsunami. Namun, pihaknya prihatin mendengar informasi banyak pengungsi bodong yang menerima bantuan logistik dari donatur.

“Kami berharap pelaku pengungsi bodong itu bisa diamankan kepolisian,” tegasnya.

Fenomena Alam Akan Terjadi di Akhir Bulan Januari, Apakah Itu?

Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono, mengatakan, pihaknya segera menyelidiki pengungsi bodong yang menerima bantuan. Dia juga akan menertibkan posko relawan bantuan logistik.

Saat ini, posko relawan di Kecamatan Labuan untuk korban tsunami cukup bertebaran dan belum dilakukan pendataan.

Tak Disangka Foto Setengah Bugil Itu Membawa Petaka, Brigpol Dw Dipecat dengan Tidak Hormat, Ini Faktanya

“Kami khawatir posko sukarelawan itu menerima bantuan logistik, tetapi tidak disalurkannya,” kata Indra. (***)

sumber: detik.com