ASUSILA

MEDIAKEPRI.CO.ID, Samarinda – Mijan, seorang penjaga kuburan, mencabuli anak kandungnya sendiri. Aksi bejat Mijan diketahui mantan istrinya dan Mijan pun dilaporkan ke polisi.

Kapolsekta Samarinda Kota Kompol Nur Kholis, mengatakan pelaku mengaku melakukan perbuatan tercela itu karena dendam dengan mantan istri. Dia pun beberapa kali mencabuli anak-anaknya sejak tahun 2014 silam.

Peramal Denny Darko Meramal Luna Maya Dekat dengan Pria Mirip Reino Barack, Siapakah Dia?

“Dia yang merenggut kesucian anaknya, di bangku di kuburan dekat rumah. Karena dia ini kan penjaga dan penggali kuburan, jadi tahu betul lokasi yang bisa digunakan untuk melakukan itu,” kata Kholis saat jumpa pers di Mapolsekta Samarinda, Senin, 4 Maret 2019.

Usai dilaporkan, Mijan sempat melarikan diri. Namun, Mijan akhirnya keluar dari tempat persembunyianya karena kehabisan duit dan berencana mengambil barang di rumahnya.

Dipastikan Aman Pulang, Pasien Obesitas Asal Karawang Meninggal di Rumahnya

Saat kembali ke rumah, bapak tiga anak ini diamankan warga dan kemudian diserahkan ke petugas kepolisian.

Sebelumnya polisi juga mengamankan kakak kandung korban, MAN (15) yang juga disebut pernah mencabuli korban, namun, Mijan mengaku tidak tahu perbuatan putranya itu.

Kini akibat perbuatanya Mijan harus mempertanggung jawabkan perbuatanya, dia menyusul anak keduanya MAN mendekam di balik jeruji besi. Keduanya dijerat pasal 81 dan 82 undang-undang nomor 35/2014 tentang perlindungan anak. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Aceh Besar – Sepasang sejoli nekat berbuat maksiat di atap masjid Baitul Muttaqin, Desa Suka Damai, Lembah Seulawah, Aceh Besar, Ahad, 24 Februari 2019.

Dari rekaman video yang telah beredar, pasangan ini sedang melampiaskan hasratnya ditempat yang tidak wajar. Warga yang mengetahui aksi mereka, langsung merekam melalui telepon sebelum menangkap mereka.

Kepala Satpol Pamong Praja (PP) dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Besar, Rusli, membenarkan peristiwa tersebut telah terjadi di Aceh Besar. Saat ini kedua pelaku sudah diamankan.

Dipaksa Ngaku Perkosa Bidan Desa, Pria Ini Babak Belur Dipukuli, Labfor: Tak Ada Bukti Diperkosa, Nah Loh

“Sekarang pelaku sedang kita proses,” sebut Rusli saat dikonfirmasi.

Rusli mengatakan untuk saat ini pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih. Hal itu dikarenakan kedua pelaku sedang dalam proses penyelidikan petugas.

“Belum bisa kita berikan keterangan terkait identitas. Masih di proses,” sebutnya.

Pesta Sabu di Kamar Hotel Itu Melibatkan Tiga Oknum Polisi dan Seorang Wanita, Ini Identitasnya

Dalam video itu, terlihat pria menggunakan baju kaos biru dan celana jeans hitam. Sedangkan perempuan memakai baju pink dan jilbab coklat.

Keduanya lagi melakukan hubungan layaknya suami istri. Setelah diketahui warga, pasangan ini bergegas membenarkan pakaiannya. Tak lama kemudian, keduanya langsung diamankan warga dan diserahkan kepada pihak berwajib. (***)

sumber: kanalaceh.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Ambon – LM (50), pria paruh baya, terpaksa mendekam di rutan Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

Pria paruh baya ini terpaksa berurusan dengan polisi lantaran dua kali mencabuli bocah berusia enam tahun.

Warga Desa Ureng Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah ini diketahui mencabuli korban pertama kali pada tahun lalu.

Lepet Jagung?, Olahan Berbahan Jagung Lain Daripada yang Lain, Nih Resepnya

Pelaku mencabuli korban pertama kali pada Desember 2018 dan mengulangi perbuatannya pada Januari 2019 lalu.

“Dari pengakuan korban, pelaku ini sudah dua kali mencabuli korban yakni pada bulan Desember di bawah pohon jambu samping rumah pelaku. Kedua pada bulan Januari di dalam rumah pelaku,” kata Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon, Ipda Julkisno Kaisupy kepada wartawan di Ambon, Ahad, 17 Februari 2019.

Peristiwa Berdarah di Malam Hari, Sri dan Bayinya Tewas Ditangan Suaminya, Ini yang Terjadi

Dia menjelaskan, kasus tersebut akhirnya terkuak setelah korban mengadukan perbuatan pelaku kepada orangtuanya, Kamis, 14 Februari 2019.

Selanjutnya kasus tersebut dilaporkan kepada Polres Pulau Ambon dan pelaku akhirnya ditangkap.

“Kasus tersebut saat ini telah di tangani penyidik Satreskrim Polres Pulau Ambon. Ada empat saksi yang ikut dimintai keterangan,” ujarnya.

Malang Benar Nasib Bocah di Panti Asuhan Ini, Diduga Karna Takut, Tubuhnya Tewas Terpanggang di Dalam Lemari

Dari pemeriksaan yang dilakukan, LM akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan kini telah ditahan di rutan Polres Pulau Ambon.

Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat undang-undnag perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Penyidik menjerat pelaku dengan undang-undang perlindungan anak pasal 82 tentang perlindungan anak, ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” katanya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Magelang – Seorang pria di Magelang nekat menyebarkan foto bugil dari beberapa wanita rayuannya.

Pelaku bernama Aji Pamungkas diketahui telah mengelabui beberapa perempuan untuk mengirimi foto bugil.

Tak Disangka Foto Setengah Bugil Itu Membawa Petaka, Brigpol Dw Dipecat dengan Tidak Hormat, Ini Faktanya

Aji menggunakan bujuk rayu untuk mengelabui korban lewat media sosial.

Tidak hanya foto, pelaku juga sempat meminta video dari para korbannya.

“Menurut keterangan pelaku, bukan hanya AN (17) warga Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang yang menjadi korban, bahkan ada tiga orang lain yang juga mengalami hal yang sama.

Bugil Sambil Nonton Video Porno Terus Tubruk Pramugari, Penumpang Malindo Air Ini Diamankan Petugas

Pelaku menggunakan akun palsu dari temannya, membujuk rayu korban, meminta foto dan video tidak senonoh dari korban,” ujar Wakapolres Magelang, Kompol Eko Mardiyanto, Jumat, 8 Februari 2019.

Pelaku juga sempat melakukan pemerasan terhadap korbannya.

Polisi mengatakan, korban AN diperas untuk mengirimkan uang Rp200 ribu.

Dua Pekan Dicari, Caleg Mandala Shoji Menyerahkan Diri, Ini Perjalanan Kasusnya

Diketahui sudah ada tiga korban yang terbuai bujuk rayu dari Aji.

Polisi tengah melakukan penyelidikan mendalam terhadap para korban tersebut.

“Korban lain saat ini kami masih mendalami dan ditindaklanjuti. Modusnya, hampir sama dengan AN (17), yakni berkenalan lewat media sosial, dan meminta foto dan video tidak senonoh kepada korban. Bahkan ada yang diajak berhubungan badan, salah satu korban yang pernah berhubungan sebagai pacar,” ujar Eko. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Suami istri, Rahmat Taufik dan Mira melibatkan putrinya dalam praktik seks menyimpang. Korban berinisial KN yang baru berusia 15 tahun, diajak ibu kandung dan ayah tirinya untuk melakukan hubungan badan.

“Persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Ini dilakukan oleh ibu kandung dari korban dan juga bapak tirinya secara bersama-sama melakukan persetubuhan terhadap anak (threesome). Jadi (pelaku) suami istri,” jelas Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya kepada wartawan di Maporles Jakarta Selatan, Kamis, 7 Februari 2019.

Ujian Seorang Pedagang, Bagi Orang Beriman Materi Adalah Sarana

Kasus ini terungkap setelah korban mengadu kepada ayah kandungnya. Ayah dan ibu kandung korban sudah lama bercerai, sekitar 7-8 tahun lalu. Korban menceritakan bahwa dia disetubuhi ayah tirinya. Bahkan perbuatan ini didukung ibu kandungnya.

“Jadi ini perbuatan yang sangat bejat dan biadab yang terjadi di wilayah kita,” tegasnya.

Vanessa Angel Dikabarkan Sudah Punya Anak, Ini Kata Sang Ayah

Kejadian ini dilaporkan ke Polisi pada 18 Januari 2019. Polisi lalu melakukan penyelidikan. Modusnya korban diimingi sejumlah uang dan diminta tidak menceritakan peristiwa ini kepada siapapun.

“Diberi Rp 200.000 dan bakal dikasih HP, jadi diminta untuk ikut bersama-sama di dalam kamar mandi pada saat ibunya itu sedang di kamar mandi, bapaknya juga disuruh datang dan di situlah terjadi persetubuhan. Sudah dilakukan dua kali,” jelasnya.

Tragis, Salah Diagnosa, Ginjal Sehat Diangkat Dua-duanya, Nenek Ini Meninggal saat Mengantri

Korban mengalami trauma mendalam. Unit Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak turun tangan memberikan konseling terhadap korban.

Mira dan Taufik ditangkap di Jalan Tamalaka, Warungjati, Pancoran, Jakarta Sleatan pada 30 Januari 2019. Keduanya ditahan dengan tuduhan pasal 76 huruf d jo 81 UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (***)

sumber: merdeka.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pekanbaru – Usai melakukan perbuatan bejat menyodomi murid pria usia 15 tahun, Hidayat ingin kabur ke Malaysia. Namun usaha kabur pelaku gagal setelah Polres Kampar menangkapnya di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II di Pekanbaru.

“Pelaku kita tangkap di Bandara SSK II Pekanbaru kemarin pukul 17.30 WIB. Dia (pelaku) hendak bepergian ke Malaysia menggunakan flight Air Asia,” kata Kasat Reskrim Polres Kampar, AKP Fajri SIK kepada detikcom, Rabu, 16 Januari 2019.

Fajri menjelaskan, tersangka yang tercatat warga Desa Nibong, perumahan BKD 3, Desa Kualu Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, ditangkap timnya saat berada di parkiran Bandara SSK II.

Menurut Fajri, kasus pencabulan (sodomi) ini menimpa seorang murid pria berusia 15. Korban pada Ahad, 13 Januari 2019 menghubungi orang tuanya kalau ditempat pemondokan sekolah dia menjadi korban pencabulan gurunya.

“Orang tua korban lantas mendatangi sekolah anaknya dan bertemu dengan kepala sekolah. Saat itu kepala sekolah berjanji akan segera mencari pelaku,” kata Fajri.

Dalam pertemuan itu, pelaku tidak mengakui perbuatanya. Tetapi pelaku kemudian mendatangi rumah orang tua korban. Pelaku meminta maaf atas perbuatannya.

“Orang tua korban memaafkan, tetap proses hukum tetap lanjut dan melaporkan kasus pencabulan itu ke Polres Kampar,” kata Fajri. (***)

sumber: galamedianews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kebumen – Seorang pria paruh baya di Kebumen ditangkap polisi karena menyetubuhi seorang anak di bawah umur. Pelaku bernama Hasanudin (53) kini diamankan di Polres Kebumen.

“Modusnya tersangka berdalih bisa menjamin korban dan keluarganya masuk surga jika korban bersedia melayani tersangka.

Akhirnya terjadilah persetubuhan antara tersangka dan korban, hingga berulang sebanyak 3 kali,” ungkap Kasatreskrim Kebumen AKP Edy Istanto kepada detikcom, Rabu, 9 januari 2019.

Hasanudin yang juga menggunakan nama Kiai Syawal itu juga mengaku sebagai Kanjeng Sultan itu yang bisa menjamin korban dan keluarganya masuk surga dan dijauhkan dari siksa neraka. Hal itu dikatakan pelaku dengan syarat jika korban bersedia melayani nafsu bejatnya.

Edy Istanto mengatakan untuk dapat memuluskan niat pelaku agar korban mau disetubuhi, Hasanudin menikahi korbannya pada Rabu, 12 Desember 2018 lalu. Selanjutnya korban disetubuhi di rumah tersangka.

“Pada saat pernikahan itu, orang tua korban tidak tahu. Pernikahan itu tanpa seizin orang tua korban dan korban ini kan masih di bawah umur,” lanjutnya.

Setelah mengetahui peristiwa tersebut, orang tua korban langsung melaporkan tersangka kepada polisi. Akhirnya Hasanudin ditangkap di kediamannya pada Ahad, 6 januari 2019.

“Tersangka kami tangkap berdasarkan laporan orang tua korban. Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan penyidik Sat Reskrim Polres Kebumen,” imbuh Edy.

Sementara itu, tersangka yang mempunyai empat orang istri dan 17 anak ini mengaku sudah puluhan tahun belajar ilmu gaib sehingga bisa menjadi paranormal yang juga bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Termasuk kesurupan dan menghilangkan santet. Sedangkan sebutan Kanjeng Sultan, Hasanudin mengaku didapatkannya dari mahluk gaib yang merasuki pasiennya.

“Saya belajar sudah lama sampai sekarang pun juga masih belajar di alam gaib. Ya segala macam penyakit bisa saya sembuhkan, kesurupan, santet dan lain-lain. Kalau nama Kanjeng Sultan yang manggil awalnya makhluk gaib yang merasuki pasien saya,” ucap tersangka.

Dari kasus tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa pakaian korban.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini tersangka harus mendekam di sel tahanan Mapolres Kebumen dan bakal dijerat pasal 81 UU RI Tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Makassar – Petaka menimpa Brigpol Dw, polisi yang sebelumnya berdinas pada Polrestabes Makassar.

Polwan, Brigpol Dw yang sudah bersuami dipecat dari profesinya usai mengirim foto porno kepada narapidana yang telah memperdayainyan dan berselingkuh dengan anggota di jajaran Polda Sulsel.

Innalillahi, Aktor Antagonis Torro Margens Tutup Usia

Sosok Brigpol Dw adalah satu dari 2 polisi yang dipecat melalui upacara pemberhentian dengan tidak hormat di Lapangan Karebosi, Makassar, Rabu, 2 Januari 2019.

Ini faktanya:

  1. Personel Sabhara

Ternyata, Brigpol Dw yang sebelumnya berdinas pada Sabhara (Satuan Samapta Bhayangkara).

Brigpol Dw juga bersuami polisi yang bertugas di Polrestabes Makassar.

Tugas pokok Sabhara adalah melaksanakan fungsi kepolisian tugas preventif terhadap pelanggaran hukum atau gangguan Kamtibmas dengan kegiatan penjagaan, pengawalan, dan patroli.

  1. Kirim foto selfie setengah tanpa busana

Pemecatan Brigpol Dw dilakukan usai dia mengirim foto selfie setengah tanpa busana kepada seorang kekasih.

  1. Diperdayai Kompol fiktif

Yang dikirimi foto selfie setengah tanpa busana “Kompol” atau “Komisaris Polisi” di Lampung, provinsi di ujung selatan Pulau Sumatera.

Walau dirinya seorang polisi, namun Brigpol Dw dengan mudah terbujuk rayu orang lain yang tak dikenalknya secara pasti.

“Kompol” di Lampung tersebut awalnya dikenal melalui media sosial Facebook, lalu dijadikan sebagai kekasih.

Brigpol Dw percaya pada lelaki yang menjalin hubungan jarak jauh (LDR) dengan dirinya itu karena pangkatnya lebih tinggi.

Sang “Kompol” juga memasang foto profil pria berseragam dinas sebagai foto profil akun Facebooknya yang ternyata foto orang lain.

Apesnya, sang “Kompol” hanyalah seorang narapidana di Lampung, bukan perwira menengah polisi seperti yang ada dalam benak Brigpol Dw.

Kepastian jika sang “Kompol” adalah narapidana didapatkan setelah polisi melakukan check and recheck di Lampung.

Sang “Kompol” ternyata sedang menghuni lembaga pemasyarakatan karena kasus pembunuhan.

Tak hanya sampai di situ, sang “Kompol” fiktif juga mencelakakan Brigpol Dw dengan cara menyebar foto setengah tanpa busana tersebut kepada publik melalui media sosial hingga sampai ke tangan Provost Polrestabes Makassar.

Usai foto asusilanya menyebar, Brigpol Dw yang sempat dimabuk asmara harus menanggung malu.

  1. Selingkuh dengan anggota di jajaran Polda Sulsel

Selain terkait kasus chat porno, Brigpol Dw juga kedapatan berselingkuh dengan anggota di jajaran Polda Sulsel.

Kasus ini pun menambah catatan buruk Brigpol Dewi, sehingga sidang kode etik kepolisian terpaksa memutuskan pemecatan.

“Ini kasus tahun 2018 lalu dan sudah diputuskan dalam sidang kode etik kepolisian di Polrestabes Makassar,” terang Hotman yang merupakan mantan wakil kepala Polrestabes Makassar ini.

Menurut Hotman, Brigpol Dw sempat mengajukan banding atas putusan pemecatan itu ke Polda Sulsel, namun ditolak sehingga keluarlah SK pemecatan.

Tindakan Brigpol Dw masuk dalam pelanggaran disiplin dan kode etik Polri kategori berat.

“Ya, dia lakukan kegiatan-kegiatan yang asusila,” kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo di Mapolrestabes Makassar, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 3 Januari 2018.

Setelah melalui serangkaian sidang disiplin, diputuskan sanksi dijatuhkan kepada Brigpol Dewi adalah pemecatan.

Kasus foto asusila Brigpol Dewi sebenarnya sudah lama diproses Provost Polrestabes Makassar, namun pemecatannya baru diupacarakan di Lapangan Karebosi, Makassar, Rabu, 2 Januari 2018.

  1. Tak hadiri upacara pemecatan

Pada upacara pemberhentian dengan tidak hormat tersebut, Brigpol Dw tak hadir (in absensia).

Namun, foto close-up dia dengan background (latar belakang) warna kuning dipajang di tribun Lapangan Karebosi.

Hadir, Kapolrestabes Makassar, Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo dan Kabid Profesi Pengamanan Polda Sulsel, Kombes CF Hotman Sirait.

Heboh Ada Hujan Duit dari Lantai Dua Rumah Ini, Netter: Nazar Atau Ritual?

“Intinya ini yang bersangkutan kita proses sidang karena langgar kode etik,” ujar Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo.

Lanjut, kata Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo, di luar kasus asusila tersebut, sebenarnya Brigpol Dw diketahui rajin menjalankan tugas atau berkantor.

Namun, tindakan asusilnya tak dapat ditolerir. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lumajang – Polisi memburu pemerkosa remaja asal Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang, Ahad, 23 Desember 2018. Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban mengatakan, pihaknya mengerahkan tim khusus Resmob Polres Lumajang untuk membekuk pemerkosa berjumlah tiga orang tersebut.

Arsal menegaskan hal itu paska menerima laporan dari korban, yang didampingi ibunya.

BMKG Imbau Masyarakat Menjauhi kawasan Pantai untuk Mewaspadai Gelombang Tinggi

“Perlakuan seperti ini sangatlah tidak bermoral, karena tindakan seperti ini akan merusak mental korban dan juga merusak masa depan korban karena trauma kejadian tersebut sulit dihilangkan.

Ini Alasannya Kenapa Makanan Pilot dan Penumpang di Pesawat Berbeda

Menindak lanjuti laporan korban, saya akan mengerahkan Timsus Resmob untuk membuat terang kasus ini dan juga segera menangkap ketiga pelaku tersebut” kata Arsal kepada Surya, Selasa, 25 Desember 2018.

Pelapor kasus itu adalah BP (17). Remaja tersebut mengaku diperkosa oleh tiga orang di kebun singkong Jalan Lintas Selatan Kecamatan Pasirian, Lumajang, pada Ahad, 23 Desember 2018 malam.

BP disergap oleh ketiga laki-laki tersebut dan dibawa ke kebun singkong. Ketiga laki-laki tersebut memerkosa BP. Salah satu pemerkosa sempat mengantar pulang BP ke rumahnya.

BP dan ibunya kemudian melaporkan peristiwa itu ke Mapolres Lumajang. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sukabumi – Belasan perempuan terlihat menunduk saat digiring personel Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi Kota, Senin, 19 November 2018 kemarin.

10 orang di antaranya dijadikan saksi oleh polisi karena diduga terlibat langsung praktik prostitusi melalui jejaring media sosial twitter. Usia perempuan itu antara 17 tahun hingga 28 tahun. Mereka diperdagangkan dua orang mucikari berinisial WS alias Papih dan USJ alias Jay.

BACA: Innalillahi Wa Innailaihi Rooji’uun, Artis Senior Titi Qadarsih Meninggal Dunia

“Tim patroli cyber mendapat informasi akun ‘Sukabumi Asyik’ bermuatan konten negatif dan pornografi. Setelah kita lakukan profiling, akhirnya terungkap siapa yang menjadi admin di akun itu. Tidak hanya tim cyber, anggota juga menyamar langsung untuk mengungkap fakta adanya prostitusi di balik akun tersebut,” kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo kepada detikcom, Senin, 19 November 2018

BACA: Krisdayanti Pamer Kemesraan dengan Suaminya, Netter: “Gak Sadar Umur”

Kapolres yang juga mantan ‘orang cyber’ di Mabes Polri itu membeberkan sejumlah fakta termasuk lokasi pertemuan antara perempuan yang dijajakan secara online itu dengan para pria hidung belang yang menjadi langganan. Tidak hanya melalui timeline, komunikasi juga terjalin melalui layanan chat di twitter.

BACA: Aktor Ganteng Ini Gugat Cerai Istrinya, Liza Elly: Aku Masih Sayang, Tapi..

Tarif sekali transaksi layanan seks singkat itu mulai Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu. Berdasarkan keterangan sejumlah PSK yang berstatus saksi, uang itu dipotong Rp 50 ribu untuk biaya sewa kosan milik WS alias Papih.

“Ada dua pelaku yang kita tetapkan sebagai tersangka, berinisial WS alias Papih dan USJ alias Jay.

BACA: Aktor Ganteng Ini Dikabarkan Bangkrut, Beli Nasi di Warteg Uangnya Ditolak Sang Penjual

Dari keterangan Papih dia juga menggunakan kamar kosan yang disewanya untuk tamu sebesar Rp 50 ribu sekali main,” kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo di Mapolres Sukabumi Kota, Jawa Barat.

Papih berperan muncikari sekaligus pembuat akun prostitusi online tersebut. Dia menyewa indekos untuk mempertemukan PSK dan konsumen. Dua indekos tersebut berada di kawasan Warudoyong, Kota Sukabumi. Papih sengaja memanfaatkan kamarnya itu untuk sewa harian

BACA: ‘Lu Ngapain Bentak-bentak Bapak Saya’ Aktor Ganteng Ini Pun Dilaporkan Ke Polisi

“Ada 30 postingan di akun yang diduga baru dibuat oleh para pelaku. Mereka memajang para PSK. Setelah para pelanggan memilih, komunikasi berlanjut melalui layanan chating mulai dari menentukan tarif sampai lokasi pertemuan,” tutur Susatyo didampingi Kasatreskrim AKP Budi Nuryanto.

Modus PSK ini tidak langsung menjurus ke transaksi seks. Tapi juga kerap berkedok jasa pemandu lagu (PL) di sejumlah tempat karaoke.

BACA: ”Modelnya Dot Susu” Aneh dan Antik ya Alat Hisap Sabu yang Dipakai Aktor Ganteng Ini

“Untuk jasa sewa PL-an, rata-rata Rp 100 ribu per jam. Setelah itu berlanjut atau tidak, tergantung dari tamu. Tapi ada juga yang dicarikan papih lewat online, langsung ‘main’,” kata seorang perempuan bertubuh tambun saat diperiksa seorang petugas Unit III Satreskrim Polres Sukabumi Kota, Senin, 19 November 2018

Mayoritas para tamu diperoleh lewat transaksi online menggunakan jasa akun yang dibuat papih. “Omzet mereka menggiurkan. Satu tamu untuk jasa seksual, mereka memberikan tarif Rp 500 ribu. Sehari bisa dapat lima tamu. Sementara untuk hari libur atau akhir pekan bisa sepuluh sampai 15 tamu,” kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Wadir Krimsus Polda Jabar AKBP Hari Brata mengungkapkan hasil penelusuran Cyber Patrol yang menemukan grup Facebook Gay Bandung Indonesia (GBI).

Unit Cyber Polda Jabar berhasil menangkap dua orang pelaku berinisial IS alias Isan (28) dan IW alias Boy (26).

Diketahui keduanya berperan sebagai admin grup GBI.

Mereka ditangkap di rumah kos Jalan Jatimulya, Kelurahan Gumuruh, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Kamis, 18m Oktober sekira pukul 02.00 WIB.

Tak hanya menangkap pelaku, polisi juga melakukan penggeledahan di rumah kos tersebut.

Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan lima unit ponsel yang digunakan untuk mengelola grup Facebook GIB.

Ponsel itu digunakan pelaku untuk mengganti deskripsi nama grup menjadi “Peduli Gay Bandung” sekitar tanggal 15 Oktober 2018.

Selain ponsel, polisi juga menemukan 25 buah alat kontrasepsi dan alat bantu seks lainnya yang digunakan pelaku untuk melakukan hubungan seks dengan kekasih prianya.

“Pelaku juga mendapatkan uang dari penjualan alat kotrapsepsi itu,” ungkap Hari Brata.

Awalnya, grup GBI ini dibuat oleh sebuah akun Facebook Syamsudin Ikhsan sejak tanggal 26 Oktober 2015.

Admin grup tersebut diketahui berinisial IS yang juga merupakan pemilik akun grup GBI itu.

“Grup GBI ini merupakan wadah atau komunitas pecinta sesama jenis yang memiliki 4093 anggota atau member,” terang Hari.

Di dalam grup tersebut, polisi menemukan banyak percakapan yang melanggar norma kesusilaan, seperti percakapan orientasi sesama jenis, penawaran jasa pijat laki-laki, pembentukan grup WA gay, dan lainnya dalam grup gay tersebut.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 Ayat (1) UU RI no.19 tahun 2016 tentang perubahan UU no 1 Tahun 2008 tentang ITE dan ancaman penjara maksimal 6 tahun dengan denda Rp1 miliar. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karawang – Bocah lelaki usia 10 tahun ditangkap warga lantaran diduga mencabuli bayi di Karawang. Bayi lelaki umur 1,5 tahun tersebut tewas akibat kejadian tersebut. Terduga pelaku mengaku mabuk lem kepada warga yang menginterogasinya.

Yadi (41), tetangga korban sekaligus saksi, orang yang pertama kali menemukan bayi malang itu bersama terduga pelaku. Keduanya tengah berada dalam toilet musala di sebuah perumahan, kawasan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis, 27 September 2018 sore.

“Saat ditanyai warga, dia (bocah terduga pelaku) mengaku berumur sepuluh tahun. Kelihatannya seperti sedang teler,” kata Yadi di tempat kejadian perkara, Jumat 28 September 2018.

Lokasi toilet musala itu dekat dari rumah korban. Yadi mengungkapkan bocah tersebut berpakaian lusuh dan tanpa alas kaki. Dia dan warga lainnya tak mengenali si bocah.

Melihat si bocah memeluk dan membekap korban, Yadi sigap bereaksi. Dia langsung meraih bayi yang bibirnya membiru.

Warga yang kesal, kata Yadi, sempat menjitak si bocah lelaki. “Tapi pelaku seperti tidak kesakitan. Dia mengaku baru selesai mengisap lem,” tutur Yadi.

Korban sempat dibawa orang tuanya ke Klinik Graha Medis. Namun dokter menyebut sang bayi sudah meninggal.

Polisi menyelidiki perkara dugaan pencabulan tersebut. Kasus ini ditangani Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Satreskrim Polres Karawang. Terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan polisi. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – Melati nama samaran wanita yang jadi korban dugaan pelecehan seksual oleh badut Smurf di Jalan Asia Afrika Bandung mengaku sudah mendapat permohonan maaf dari pria di balik badut Smurf. Namun Melati tak bisa memaafkan perbuatan badut tersebut.

“Saya belum bisa memaafkan perbuatan dia,” ucap Melati saat dihubungi detikcom via sambungan telepon, Kamis, 26 jULI 2018.

Insiden pahit itu dialami Melati saat mengantar kakak dan keponakannya ke Jalan Asia Afrika. Melati lantas didekati oleh badut yang menggunakan kostum berkarakter The Smurf.

Dua kali Melati dan badut itu melakukan sesi foto bareng. Sesi pertama tak terjadi keanehan. Namun pada sesi kedua, tangan badut Smurf justru memegang bagian intim tubuh Melati.

Insiden itu lantas diviralkan Melati di media sosial (Medsos). Usai beritanya viral, Melati mengaku dihubungi oleh seorang pria yang menyebut dirinya koordinator kelompok badut di Asia Afrika.

“Waktu itu suami saya yang jawab teleponnya. Ya terus yang pakai kostum Smurf itu meminta maaf ke suami saya,” kata Melati.

Namun Melati yang mendengar percakapan tersebut merasa kalau pria di balik badut Smurf itu tak ikhlas meminta maaf. “Masa minta maaf bilang ke suami saya ‘a cepetan dimaafin atau enggak’, kayak yang enggak ikhlas,” ujar Melati.

Melati pun meminta petugas Satpol PP Kota Bandung yang sudah menangkap pelaku untuk diproses. Bahkan Melati sudah meminta kepada Satpol PP agar pria dibalik kostum Smurf dikeluarkan dari kelompok badut di Asia Afrika.

“Saya sudah minta dikeluarkan saja dia. Tapi belum ada tanggapan. Saya minta itu supaya enggak ada korban lagi,” kata Melati. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Gunungputri – FN (16) yang merupakan siswi SMK di Bogor diduga mengalami depresi sebelum akhirnya meninggal dunia.

Ia dikabarkan tak mau beranjak dari tempat tidur dan tatapannya kosong sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

Hal itu disinyalir akibat FN mengalami depresi usai diduga diperkosa oleh pacarnya sendiri.

Pada awalnya, orang tua FN merasa ada yang aneh terhadap sikap putrinya yang tiba-tiba berubah menjadi sangat pendiam.

Bahkan saat diajak berkomunikasi pun FN tak nemberikan respon apapun.

FN hanya terbaring di kamar tidurnya sejak , Ahad 1 Juli 2018.

“Jadi ga kemana-mana sejak Minggu itu ada di kamarnya, makan pun tidak mau,” ucap Ayah FN, EC kepada TribunnewsBogor.com.

EC yang khawatir dengan kondisi putri pertamanya itu pun membawanya ke klinik setempat untuk diperiksa kesehatannya pada Senin, 2 Juli 2018 malam.

“Saat di klinik, dokter bilang anak saya depresi berat, tapi tidak menjelaskan lebih detail,” terangnya.

Mendengar ucapan dokter, EC kemudian berniat membawa putrinya berobat ke rumah sakit di Cibinong.

“Tapi ternyata Allah berkehendak lain, putri saya meninggal pada Selasa, 3 Juli 2018 kemarin,” ungkapnya.

Merasa ada yang janggal dengan kematian putrinya, EC pun mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya dialami putrinya itu.

EC mencoba menghubungi sahabat FN, AZ (16) untuk mendapatkan informasi yang mendalam.

“Saat itu saya mendapat informasi dari teman anak saya bahwa anak saya telah disetubuhi,” tuturnya.

“Kemudian saya bawa anak saya ke RS Polri untuk dilakukan autopsi, karena penasaran dengan apa yang dialami anak saya, tapi sampai sekarang hasilnya belum keluar,” tambahnya.

Sementara itu, sahabat korban, AZ (16) saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com mengatakan, korban memang sempat bercerita tentang apa yang telah dialaminya pada Jumat, 29 Juni 2018 kemarin.

Saat itu korban bercerita telah disetubuhi oleh lelaki berinisial IB.

“Almarhum datang ke rumah saya, kelihatannya sehat-sehat saja, terus cerita katanya habis ‘diituin’ di tempat nongkrong pacarnya,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa, saat mendapatkan perlakuan tak senonoh, korban mengaku dalam keadaan tidak sadarkan diri.

“Saya tidak tahu apakah dicekoki minum atau apa, yang jelas almarhum bilang sempat sadar, posisinya sudah terlentang kakinya dipegangin, terus lihat cahaya dari kamera ponsel,” katanya.

“Tidak tahu apakah kejadian itu di foto atau divideokan almarhum tidak cerita,” tambahnya.

Dikatakannya bahwa saat kejadian, ada sekitar tujuh sampai delapan orang. Selepasnya, korban pun ditinggal dalam keadaan tidak sadarkan diri.

“Saya juga kurang begitu tahu apakah hanya IB saja yang setubuhi atau yang lainnya ikutan, tapi yang jelas katanya di lokasi itu bukan hanya ada IB saja,” paparnya.

Usai beberapa hari setelah diduga diperkosa, FN depresi dan kondisi kesehatannya terus menurun.

Hingga akhirnya pada Selasa, 3 Juli 2018 FN meninggal dunia.

Terpisah, Kapolsek Citeureup Kompol Darwan membenarkan kejadian tersebut. Sayangnya, Darwan enggan memberikan kererangan lebih dalam dengan alasan untuk kepentingan penyidikan.

“Nanti saja dirilis, sekarang sudah ada beberapa pelaku yang diamankan,” singkatnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Seorang anak yang masih di bawah umur mengalami pelecehan seksual dari sepupunya sendiri.

Korban, BG, yang masih berusia 15 tahun, melaporkan tindakan sepupunya, ML (25), ke Polresta Palembang bersama orangtuanya.

Keduanya merupakan warga Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan.

ML mengaku perbuatannya itu telah ia lakukan beruang kali.

Pelaku bahkan mengaku hanya bercanda melakukan hal tersebut.

“Cuma bercanda, memang sering saya begitu. Tapi dia tidak pernah marah, saya sudah minta maaf,” kata ML.

Tak tahan lagi dengan perlakuan ML, akhirnya korban menceritakan perbuatan sepupunya tersebut kepada orangtuanya.

“Dia tinggal di rumah kami, sudah dianggap seperti kakak saya sendiri. Tapi tingkah lakunya seperti itu. Sudah sering dia melecehkan saya, tapi tidak saya ceritakan karena takut, malu. Tapi kali ini saya sudah tidak tahan lagi,” kata korban saat di Polresta Palembang, Kamis, 5 Juli 2018.

Kasubag Humas Polresta Palembang AKP Andi Haryadi mengatakan jika pelaku saat ini telah diamankan untuk diproses hukum.

“Sekarang pelaku masih diperiksa, jika terbukti bisa dikenakan UU Perlindungan Anak karena korban masih di bawah umur,” ujar Andi. (***)

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Polewali Mandar – Lantaran berusaha melawan pria mabuk yang hendak memperkosanya, Sabtu dini hari, seorang gadis tunawicara, MR (30) di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dianiaya oleh pelaku.

Korban berusaha mempertahankan kehormatannya hingga berkelahi dengan pelaku. Akibatnyak korban mengalami luka memar dan lebam di wajahnya serta giginya rontok akibat dihajar pelaku.

Meski Korban sempat berusaha minta pertolongan ke sanak tetangga, tetapi pelaku bisa kabur dengan melompat pagar sebelum warga berdatangan ke rumahnya.

Burhanuddin, salah satu keluarga korban menceritakan, awalnya, korban MR sedang tidur lelap di rumahnya. MR yang selama ini memang hidup mandiri di rumahnya sejak kedua orangtuanya meninggal dunia beberapa tahun lalu itu tiba-tiba didatangi seorang tamu tak diundang.

“Pelaku diduga masuk dengan cara membobol dinding anyaman bambu lewat belakang karena pintu pagar dan rumah korban terkunci dari dalam,” jelas Burhanuddin.

Pelaku menghampiri dan mencabuli korban saat sedang tertidur pulas. Korban pun melawan dan sempat bergulat dengan pelaku.

Pelaku diduga berusaha melumpukan korban dengan cara menghajar korban dengan bogem mentah di sekujur tubunya.

“Mungkin pelaku terdesak karena korban berusaha melawan hingga meninju mukanya sampai giginya copot,” jelas Burhanuddin saat mendampingi korban melakukan visum di rumah sakit.

Pelaku diduga bisa kabur lewat pintu depan dan melompati pagar halaman saat MR sudah jatuh tak berdaya akibat dianiaya.

Korban yang berlumuran darah sempat berusaha minta tolong ke tetangga yang rumahnya cukup jauh.

Korban MR mengaku sulit mengidentifikasi ciri-ciri pelaku. Namun ia mengaku bisa mengenali pelaku jika dihadirkan. Korban hanya bisa mencium bau alkohol dari mulut pelaku.

Nasir, kakak MR, yang mendampingi korban divisum dan melaporkan kasusnya ke Polres Polewali Mandar, Sabtu siang kemarin.

Ia berharap kasus asusila ini diselidiki dan pelakunya ditangkap agar peristiwa serupa tidak terulang.

Aparat Polres Polewali Mandar yang menerima laporan korban langsung mendatangi lokasi kejadian sebelum menerima laporan korban secara resmi.

Pihak kepolisan juga telah mengarahkan korban untuk divisum ulang secara menyeluruh untuk membuktikan adanya unsur kekerasan yang dialami korban saat kejadian dini hari tersebut. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Medan – Salomo Barus (53), warga Dusun I, Desa Pama, Kecamatan Silinda, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), ditembak kakinya oleh polisi karena melakukan perlawanan saat ditangkap.

Ia adalah tersangka kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap BB, bocah berusia 7 tahun. Team Scorpion Jatanras Polres Sergai bersama personel Polsek Kutarih meringkusnya.

“Setelah kita lakukan penyelidikan, akhirnya kita mengetahui identitas tersangka dan langsung mengejar pelaku,” ungkap Kapolres Sergai, AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu melalui Kasat Reskrim AKP Alexander Piliang, Jumat, 8 Juni 2018.

Petugas kepolisian harus melakukan tindakan tegas dikarenakan tersangka coba melakukan perlawanan saat diringkus petugas.

“Kedua kaki tersangka ini ditembak setelah coba melakukan perlawanan saat kita amankan,” terang Alexander.

Dikatakan Alex, aksi pemerkosaan itu sudah dua kali dilakukan oleh tersangka. Aksi pertama terjadi pada bulan Mei 2018.

“Ini yang kedua kalinya, saat beraksi tersangka memberikan uang kepada korban sebesar Rp 20 ribu,” lanjutnya.

Namun, korban melawan saat diperkosa untuk kali kedua. Pelaku emosi dan langsung mencekik leher korban hingga meninggal dunia.

Mengetahui korban tewas, Salomo Barus kemudian menyeret jenazah korban sejauh 500 meter dari lokasi pemerkosaan di perladangan Dusun 1, Desa Pamah, Kecamatan Silinda.

“Setelah itu mayatnya kuseret sejauh 500 meter dan kuletakkan di semak-semak. Kututup dengan daun keladi, kemudian aku pergi,” kata Salomo.

Diberitakan sebelumnya, seorang bocah perempuan berinisial RB (7) diduga menjadi korban permerkosaan kemudian dibunuh.

Mayatnya ditemukan di jurang sekitar 300 meter dari kediamannya di Desa Pamah, Kecamatan Silinda, Serdangbedagai, Jumat, 8 Juni 2018.

Jasad RB ditemukan dalam posisi miring dan ditutupi daun pisang. Pada bagian lehernya ada luka memar.

“Dia korban pembunuhan, karena ada bekas cekikan dan ada luka di kemaluannya,” kata Kasat Reskrim Polres Serdangbedagai, AKP Alexander Piliang.

RB merupakan siswa kelas 1 SD. Dia dikabarkan hilang dari rumahnya sejak Kamis, 7 Juni 2018 siang. Pencarian yang dilakukan keluarganya berakhir dengan duka mendalam.

Warga yang menemukan tumpukan daun pisang di dalam jurang. Begitu terkejut, saat dibuka, jasad RB ditemukan. Kejadian itu dilaporkan ke Polsek Kotarih.

Tim dari Satreskrim Polres Sergai kemudian turun ke tempat kejadian perkara (TKP). Mereka melakukan penyelidikan dan mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara Medan.

Kasus pembunuhan ini masih diselidiki polisi. Mereka sudah mengidentifikasi terduga pelaku.

“Kita tengah mengejar pelaku. Masih warga Kotarih juga,” jelas Alexander.(***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bojonegoro – Seorang gadis menjadi korban kebejatan temannya sendiri. Korban yang masih berusia 18 tahun diperkosa Gilang (23), warga Kecamatan Bojonegoro Kota.

Saat itu korban, pelaku dan satu temannya nongkrong bertiga di salah satu warung kopi Jalan Veteran Bojonegoro. Korban sudah berkali-kali meminta pulang, namun pelaku menolak dengan beribu alasan.

Pelaku pun akhirnya menyerah dan mengantar korban pulang. Namun, korban hanya diajak putar-putar Kota Bojonegoro. Dan saat menemukan tempat sepi, korban diperkosa di semak-semak tepi Sungai Bengawan Solo Kelurahan Banjarejo.

Korban diancam dibunuh jika menolak ajakan pelaku dan tidak akan melaporkan kejadian ini kepada siapapun. Namun korban yang merasa kesakitan melaporkan kondisinya ke orangtuanya. Karena tidak terima, bapak korban melaporkan kejadian ini ke Polsek Bojonegoro Kota.

Petugas akhirnya berhasil menangkap pelaku dan melakukan penyidikan.

“Jadi korban ini sebelum diantar pulang, diajak naik motor muter kota, baru dipaksa dan diancam. TKP-nya di semak-semak di tepi Sungai Bengawan Solo Kelurahan Banjarejo,” KATA Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli, Selasa, 5 Juni 2018.

Di hadapan penyidik, pelaku membenarkan memperkosa korban yang tak lain temannya sendiri.

“Saat itu korban bersikeras minta diantar pulang, namun pelaku GL selalu alasan tidak jelas,” tambah kapolres.

Atas perbuatannya, pelaku melanggar pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan. Barangsiapa dengan kekerasan atau dengan ancaman kekerasan memaksa seorang wanita yang bukan istrinya bersetubuh dengan dia, diancam karena melakukan perkosaan dengan pidana penjara paling lama 12 tahun. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tulungagung – Berbagai macam cara, ketika seseorang sudah menanamkan niat jahat terhadap orang lain. Begitulah ulah tiga preman yang dikenal tukang buat onar ini menebar benih kejahatannya.

Namun cara yang digunakan para preman ini masih sangat primitif. Ketiga pelaku pencabulan ini berinisial Gus, Sum Cep.

Dengan membuat siswi di SMP, sebut saja namanya Mawar, tidak berdaya karena pengaruh minuman beralkohol (mikol), penjahat kelamin ini merebut dengan paksa mahkota remaja putri naas tersebut.

Informasi di lapangan, seorang warga Kecamatan Pucanglaban bernisial TG menuturkan, ketiga pelaku cabul ini memainkan perannya masing-masing. Seorang pelaku bertugas menjemput korban dan dibawa ke sebuah café. Korban kemudian dicekoki dengan minuman keras.

Setelah korban tidak sadarkan diri, lalu ketiga pelaku membawanya ke rumah kos pelaku lainnya. Dan di kamar kosan ini, korban ‘digarap’ selama tiga hari.

“Kondisi korban sekarang masih trauma dan sangat tertekan lahir dan batin,” tutur TG, Minggu, 20 Mei 2018 lalu.

Secara fisik, katanya, korban hingga tidak bisa berjalan karena sakit di bagian vitalnya.

Masih menurut TG, seorang pelaku, Sum ditangkap polisi. Sedangkan dua pelaku lainnya kabur.

Seorang tokoh masyarakat di tempat korban tinggal, Usman mengatakan, kejadian perkosaan ini sebenarnya sudah lebih dari dua pekan.

Namun keluarga baru melaporkan, pada Jumat, 18 Mei 2018 lalu karena sebelumnya keluarga masih mengurusi korban.

“Yang melaporkan belakangan adalah kakak korban, karena selama ini keluarga seperti berduka dengan apa yang menimpa korban,” ujar Usman.

Usman pun mengakui, tiga pelaku adalah warganya di Kecamatan Pucanglaban.

Usman membenarkan, Sum sudah ditangkap polisi.

Namun Sum mengaku sebatas mengajak korban minum-minuman keras. Usman mengaku prihatin dengan kejadian yang menimpa korban.

Sebab korban masih sekolah dan mempunyai masa depan panjang. Korban selama ini diasuh oleh bibinya.

“Polisi harus segera mengungkap peran ketiga pelaku ini,” tegas Usman.

Ketiga pelaku diketahui berstatus duda. Mereka pernah menikah namun kemudian bercerai. Terutama Cep, selama ini dikenal sering mabuk dan membuat onar.

Selain menangkap Sum, polisi juga telah melakukan olah TKP di café tempat korban dicekoki minuman keras.

Termasuk ke rumah kos yang digunakan ketiga pelaku mencabuli korban.

Kanit Reskrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat Priyambodo menolak memberikan penjelasan terkait kasus ini. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Warga Balikpapan dihebohkan dengan beredarnya video mesum berdurasi 4 menit 29 detik di saluran aplikasi Whatsapp. Video tak senonoh tersebut meluas di saluran Whatsapp awak media Balikpapan.

Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra mengatakan pihaknya telah mendapat informasi terkait video mesum tersebut. Pelaku video tak senonoh tersebut diduga melibatkan salah seorang warga Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kasat Reskrim AKP Ruslaeni sudah memerintahkan anggotanya untuk melakukan penyelidikan terhadap video terkait.

“Saya perintahkan anggota untuk lakukan penyelidikan,” ungkap AKP Ruslaeni, Sabtu, 12 Mei 2018 seperti dikutip Tribun Kaltim.

Hingga kini, pihak kepolisian mengaku masih belum mengantongi identitas pemeran pada video yang beredar. Pihak kepolisian masih melakukan pengusutan, apakah benar video tersebut melibatkan warga Balikpapan. Termasuk informasi bahwa video tersebut direkam di salah satu hotel Balikpapan.

AKP Ruslaeni mengatakan jika pihaknya tidak bisa berandai-andai mengenai kasus ini.

“Masih kita selidiki dulu. Kami tak bisa berandai-andai,” tegasnya.

Sementara pada video mesum yang beredar, tampak seorang pria bertubuh kekar bersama seorang wanita.

Wanita tersebut diduga adalah seorang mahasiswi universitas setempat.

Pada video itu, sang wanita tampak tak melakukan perlawanan ketika adegan panasnya bersama pria bertato tersebut diabadikan dalam kamera ponsel.

Sang wanita tampak sedang berada dalam pengaruh minuman keras atau alkohol. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sumbar – Sl (24), wisatawan asal Denmark jadi korban pelampiasan seksual Permainan Sababalat (24) di lokasi kawasan Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Selasa, 24 April 2018 lalu.

Kejadian yang memalukan ini merupakan kejadian pertama kejahatan kelamin terjadi di kawasan wisata tersebut.

Informasi kejadian ini terjadi berawal saat korban berinisial Sl (24) berjalan menuju Mentawai Surf Camp di Pulau Nyang-nyang, Desa Pasakiat Taileleu, Kecamatan Siberut Barat Daya.

“Menurut keterangan korban, kejadian itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB saat korban sedang berjalan di pinggir pantai,” ujar Kasat Reskrim Polres Mentawai, Iptu Herit Syah, kepada wartawan di Padang, Agus Embun.

Tersangka yang bernama Parmainan Sababalat (24) menghadang korban dan mengancam dengan sebilah kayu.

“Kemudian, pelaku langsung menarik tangan korban dan memaksanya untuk mengikutinya ke semak-semak,” lanjutnya.

Korban sempat melakukan perlawanan dengan memukul pelaku menggunakan sandal miliknya kemudian melarikan diri.

“Saat korban melarikan diri, dia bersembunyi di sebuah semak-semak yang berjarak cukup jauh dari lokasi tersebut,” sambungnya.

Namun pelaku pun mengejar korban dan mendapatinya di dalam semak tersebut.

Saat itulah pelaku langsung melancarkan aksinya.

Dalam keadaan tak berdaya, korban tetap berusaha berteriak meminta tolong.

Mendengar teriakan korban, masyarakat langsung menuju lokasi dan mengamankan pelaku.

Masyarakat kemudian melaporkan kejadian kepada anggota Polsek Muara Siberut.

Saat ini, jajaran Reskrim Polsek Muara Siberut masih melakukan pemeriksaan pada tersangka pelaku, korban dan saksi.

Tersangka pelaku, tambah Herit Syah, akan dijerat dengan pasal tindak pidana pemerkosaan Pasal 285 KUHPidana, dengan ancaman kurungan 12 tahun penjara. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Semarang – Petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus (DItreskrimsus) Polda Jateng menangkap lelaki berinisial MIA (32) karena menyebarkan foto mantan kekasihnya saat mengenakan bikini.

Ia ditangkap setelah mantan kekasihnya yang berinisial N (28) melaporkan tindakan MIA mantan kekasihnya tersebut pada tanggal 9 April 2018 lalu.

Setelah melakukan pendalaman akhirnya tersangka ditangkap di Gresik, awal pekan ini.

Direktur Reserse Kriminal Khusus, Kombes Pol Lukas Akbar Abriari memaparkan, N tercatat sebagai warga Pekanbaru yang menetap dan bekerja di Semarang.

“Kronologisnya saat Februari, keduanya sudah tidak lagi menjalani hubungan kekasih, MIA, yang lelaki mengancam akan menyebarkan foto-foto syur N,” beber Lukas ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis, 26 April 2018.

Kala itu N tidak menanggapi ancaman mantan kekasihnya. Namun ia terkejut saat pada bulan Maret ia mendapat laporan dari rekannya bahwa MIA telah mengirimkan foto-foto N yang sedang berbikini kepada beberapa relasi N.

Bahkan bukan hanya foto berbikini, namun foto saat MIA dan N sedang melakukan hubungan suami istri. Merasa tidak terima, N kemudian melaporkan tindakan sang mantan ke SPKT Polda Jateng.

“Setelah terbit Laporan Polisi (LP) dilakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap MIA di wilayah hukum Polres Gresik Polda Jatim.”

“Selanjutnya pelaku kami bawa ke Ditreskrimsus Polda Jateng guna penyidikan lebih lanjut. Dari hasil penyidikan dan adanya alat bukti kuat, MIA ditetapkan sebagai tersangka,” beber Lukas.

Sebagai barang bukti, Ditreskrimsus menyita sejumlah barang bukri mulai tiga buah handphone, satu bendel printout screen capture percakapan antara pelapor dengan terlapor melalui whatsapp dan email, dan satu bendel printout screen capture percakapan antara terlapor dengan saksi melalui whatsapp.

Saat ini, tersangka MIA masih ditahan. Dari pendalaman yang dilakukan terungkap bahwa keduanya sebenarnya akan menikah.

“Tapi dari keterangan korban, pelaku sendiri yang membatalkan dan malah mengunggah foto porno korban untuk memeras korban,” ungkapnya. (*)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Surabaya – Empat pemuda warga Surabaya secara bergiliran memperkosa seorang remaja perempuan berusia 17 tahun asal Madiun. Remaja itu diperkosa di kawasan makam Jl Pegirian, Semampir, Surabaya.

Saat ini, dua dari empat pelakunya telah ditangkap petugas Polsek Semampir, Surabaya. Sementara 2 orang lainnya masih buron.

Dua pelaku yang telah ditangkap masing-masing berinisial MK (26) dan MA (19). MK adalah warga Jl Sidotopo Kelurahan, Surabaya. Sedangkan MA berasal dari Jl Wonosari, Surabaya.

Sedangkan dua pelaku lain yang masih buron, masing-masing berinisial YF (19) dan UM (16).

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, korban kejahatan 4 pelaku itu adalah NH.

Kronologinya, pada 11 April 2018, korban ke Surabaya menemui YF, seorang teman yang dikenalnya melalui Facebook.

“Setelah berkenalan dengan seserang di Facebook, korban juga berkenalan dan bertemu dengan empat pelaku,” sebut Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto, Senin, 23 April 2018.

YF, satu dari 4 pemuda itu mengajak korban ke dekat pemakaman Jl Pegirian. Di sana, tak lama kemduian datanglah MK, MA, dan UM.

Saat bersantai, MK menyuruh MA dan UM membeli minuman keras (miras) jenis arak, minuman bersoda dan rokok.

“Sebagai alas duduk, para tersangka mengambil tikar penutup orang meninggal di karanda pemakaman. Mereka pesta miras bersama hingga mabuk,” jelas Agus.

Korban yang ikut pesta miras pun mabuk. Saat di bawah pengaruh miras itu lah, keempat pelaku secara bergiliran menyetubuhi korban.

Puas menyetubuhi korban, para pelaku kabur begitu saja.

Mereka meninggalkan korban dalam keadaan telanjang di makam Jl Pegirian.

“Kami masih melakukan pengejaran dua pelaku lainnya. Semoga bisa tertangkap secepatnya,” harap Agus.

MK, salah satu pelaku mengaku dirinya diajak oleh YF yang masih buron.

Dirinya diajak YF untuk ke makam dan pesta miras, ternyata ada korban juga.

“Saya hanya melakukan satu kali saja. Melakukan secara begantian, setelah itu pergi dari makam,” kata MK yang mengaku sudah punya anak satu ini.

Saat ditanya siapa yang paling banyak menyetubuhi korban, MK mengaku YF lah yang melakukan hingga dua kali.

Saat itu, korban memang mabuk dan ditelanjangi.

“Sama-sama mabuk. Saat itu suasana makam memang sepi,” cetus MK.

Dari pengungkapan ini, polisi mengamankan barang bukti tikar, sandal, tiga botol mineral bekak isi miras oplosan, kaos, dan celana dalam milik korban. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Depok – Evi (56) harus berurusan dengan petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok. Soalnya, wanita yang memasuki usia senja ini ketangkap mengeksploitasi anak di bawah umur di sebuah tempat hiburan malam, Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Penangkapan ini dilakukan polisi mendapat informasi mengenai aktivitas haram perempuan lebih setengah abad ini, Jumat, 20 April 2018 lalu sekitar pukul 23.00 WIB.

“Ada diamankan sembilan orang dari lokasi tersebut,” kata Kepala Unt Reserse Kriminal Khusus Polresta Depok Firdaus, Minggu 22 April 2018 malam.

Dalam pemeriksaan selama 1×24 jam terkuak, tersangka mempekerjakan empat anak di bawah umur.

Mereka masing-masing berinisial T (15), L (16), E (16), N (17).‎ Para korban bekerja dari pukul 20.00 WIB- 02.00 WIB dengan melayani tamu dan menawarkan minuman.

“Setiap melayani tamu korban akan mendapat bayaran Rp100 ribu dan fee penjualan minuman Rp5 ribu per botol,” ujar Firdaus.

Berdasarkan keterangan para korban, dua orang korban masih berstatus sebagai pelajar SMK. Dua korban lainnya tidak bersekolah.

“Mereka mau bekerja di tempat tersebut karena faktor ekonomi dan salah satu korban mengaku bekerja untuk membantu orang tuanya yang sakit kanker rahim,” ucapnya.

Tersangka diduga melanggar pasal 88 UU 35 Th 2014 tentang Perlindungan Anak. Tersangka dan korban pun dibawa ke Mapolresta Depo guna menjalani pemeriksaan. (***)

sumber: pikiranrakyat.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jember – Abdul Gofur (33), warga Jember telah melaporkan perzinaan dan penyebaran video porno yang dilakukan istrinya dengan pria lain.

Kuat dugaan perzinaan yang sengaja direkam dalam format video itu dilakukan di hotel.

“Lokasi pastinya kita belum tahu. Tapi kemungkinan besar itu di hotel,” kata pengacara Gofur, Muhammad Zainudin, Minggu, 22 April 2018.

Menurut Zainudin, ada dua video yang diketahui sudah menyebar. Namun belum diketahui apakah video tersebut direkam pada saat bersamaan atau berbeda-beda.

“Ada dua video dan sudah menyebar di masyarakat, khususnya di warga (kecamatan) Gumuk Mas,” kata Gofur.

Video tersebut, lanjut warga Desa Purwoasri, Kecamatan Gumuk Mas, ini menyebar lewat media sosial WhatsApp (WA) dan Share It.

“Yang kita ketahui (disebar) lewat WA dan Share It,” tandas Zainudin.

Sementara Kasatreskrim Polres Jember AKP Erick Pradana menyampaikan, selain dikenai pasal perzinaan, pelaku video porno itu bisa dikenai pasal tentang UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan UU tentang Pornografi.

Saat ini, polisi masih fokus ke pelanggaran UU ITE dan UU tentang Pornografi.

“Jadi nanti kita bisa jerat dua UU, yakni merekam adegan porno yang melanggar UU Pornografi, dan menyebarkan video porno yang melanggar UU ITE,” tegas Erick. (***)

sumber: detik.com

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG – Hatmaja (23), seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta kini hanya bisa pasrah meringkuk di sel tahanan Mapolsek Sako Palembang, Sabtu, 21 April 2018.

Bahkan sehari sebelumnya, pria ini nyaris dihakimi warga lantaran ulah bejatnya.

Ketika itu Hatmaja hendak melakukan aksi pencabulan terhadap seorang anak kecil di kediamannya Komplek Multi Wahana Kecamatan Sako Palembang, Jumat, 20 April 2018.

Informasi di lapangan, Hatmaja bermoduskan pura-pura mengajak jalan dan foto terhadap bocah perempuan, sebut saja bunga (7) hingga melangsungkan aksi pencabulannya.

Korban pada waktu itu merasa ketakutan dan langsung berteriak.

Mendengar ada terikan korban, kemudian didengar keluarga korban dan mendapati korban hendak dicabuli.

“Waktu itu pulang kuliah, dan saya lihat adik itu. memang saya suka sama adik itu. Saya cuma pegang-pegang saja,” ujar Hatmaja yang hanya tertunduk lesu.

Kapolsek Sako Palembang, Kompol Ahmad Firdaus didampingi Kanit Reskrim Iptu Yahya Roni mengatakan pelaku kini masih menjalani pemeriksaan petugas penyidik atas kasus dugaan melakukan tindak asusila terhadap anak di bawah umur.

Status pelaku memang tercatat sebagai mahasiswa pada perguruan tinggi swasta.

“Dari pemeriksaan petugas, pelaku ini memang sering menonton film porno. Melihat ada anak perempuan, jadi ingin melepaskan nafsunya,” kata kapolsek.

“Pelaku dijerat dengan undang-undang perlindungan anak. Pelaku sama sekali tidak mengalami gangguan jiwa dan kini masih menjalani pemeriksaan,” ujarnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Probolinggo – SK, janda muda berusia 22 tahun ini mendatangi Polres Probolinggo Kota. Kedatangan warga Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo itu untuk melaporkan penyebaran video pribadinya yang disebar ke media sosial oleh mantan kekasihnya.

Kadatangan perempuan cantik itu ke Polres Probolinggo Kota didampingi tetangganya, FK. Sementara mantan kekasih yang dilaporkannya adalah Saiful Anwar (30), warga Desa Dandang, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.

SK mengatakan dirinya sangat dirugikan atas penyebaran video pribadi berupa hubungan intim yang dilakukannya bersama mantan kekasihnya tersebut.

“Ini kan aib saya jadi saya sangat malu dan dirugikan atas pencemaran nama baik di medsos,” ujar SK kepada wartawan saat ditemui di SPKT Polres Probolinggo Kota, Selasa, 17 April 2018.

SK mengaku mengenal dan berpacaran dengan Saiful sekitar lima bulan lalu. Bahkan dia juga sempat bekerja bersama di Bali. “Selama lima bulan saya tidak diperbolehkan pulang ke rumah,” kata SK.

Namun, SK tak mengindahkan larangan itu dan tetap pulang ke Probolinggo karena orang tuanya sakit. Dari situ mereka pun bertengkar. Berawal dari pertengkaran itu akhirnya SK meminta putus.

“Namun dia mengancam kalau diputus maka akan menyebarkan semua video hubungan intim kami,” kata SK.

Ternyata ancaman itu dilakukkan juga oleh Saiful. Saiful mengunggah video itu ke media sosial. SK sendiri mengetahui kalau video intimnya disebar di medsos pada Jumat, 13 April 2018 lalu.

“Saya malu dengan tersebarnya video itu. Akhirnya saya putuskan melapor ke polisi,” lanjut SK.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal membenarkan adanya laporan penyebaran video pribadi. “Kami sudah melakukan pemeriksaan dan memintai keterangan kepada korban untuk kasus ini,” terangnya.

Alfian mengatakan pelaku dinilai melanggar undang undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE ) pasal 45 dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. “Kami sudah memberitahukan kepada anggota kepolisian untuk melakukan pengeblokan atas konten video pribadi tersebut ,” jelasnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Surabaya – Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jawa Timur mengungkap pesta seks komunitas, yaitu bertukar pasangan atau swinger yang melibatkan beberapa pasangan suami istri (pasutri) di Malang.

Pasutri-pasutri yang ambil bagian dalam pesta seks ini tergabung dalam sebuah WhatsApp grup. Polisi pun menetapkan satu tersangka bernama Tri Harso Djoko Sulistijono (53) atau Ion sebagai admin dari grup tersebut.

“Pengungkapan ini berasal dari informasi masyarakat tentang adanya perilaku seks menyimpang yaitu swinger yang melibatkan pasangan resmi,” ujar Kasubdit Renakta Polda Jawa Timur AKBP Yudhistira Widyawan saat rilis di Kantor Humas Polda Jatim Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Senin, 16 April 2018.

Dalam kasus ini, Ion membuat grup Whatsapp yang berjudul Sparkling, menyasar pada mereka yang memiliki fantasi hubungan seksual dengan bertukar pasangan. Untuk masuk ke grup, Ion menetapkan syarat, yakni setiap pasangan merupakan pasutri yang resmi menikah. Untuk membuktikannya, pasutri harus mencantumkan buku nikah agar bisa masuk ke dalam grup.

“Jadi syarat dari admin, pasangan wajib yang sudah resmi menikah karena harus menunjukkan buku nikah,” tambah Yudhistira.

Dalam kasus ini polisi mengamankan tiga pasangan yang tertangkap di salah satu hotel di Lawang, Malang. Namun yang bisa dihadirkan dalam rilis adalah RL (49), SS (47), WH (51), DS (29) dan AG (30).

Saat ditangkap, ketiga pasangan tersebut sedang melakukan hubungan seksual dengan bertukar pasangan dalam satu kamar hotel.

“Petugas menggerebek mereka di salah satu hotel di Malang. Saat digerebek kegiatan itu sedang berlangsung,” tutur Yudhistira.

Dalam pengungkapan itu, polisi juga mengamankan empat kondom yang belum terpakai, enam celana dalam, tiga buah BH, satu telepon genggam, satu handuk dan dua sprei.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat tindak pidana dengan sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain sebagaimana pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama satu tahun empat bulan.

Grup whatsapp Sparkling sendiri beranggotakan 28 orang yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang, Tuban, Jember, Nganjuk, dan Kertosono. Selain WhatsApp, mereka juga berhubungan dengan pasangan swinger lainnya melalui media sosial Twitter. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tangerang – Polisi menangkap DH, 18, seorang muncikari perempuan di bawah umur. DH ditangkap saat menjual dua perempuan di sebuah hotel, di Kecamatan Mauk, Tangerang, Banten.

Kasatreskrim Polresta Tangerang Kompol Wiwin Setiawan mengatakan, pihaknya semula mendapat informasi masyarakat terkait dugaan praktik prostitusi di wilayah tersebut.

“Berbekal informasi tersebut polisi melakukan penyelidikan. Di lokasi hotel ternyata benar, petugas menemukan tersangka sedang memperdagangkan wanita,” ujar Wiwin, Minggu 15 April 2018.

Dia melanjutkan, saat ditangkap DH sedang bersama dua perempuan di bawa umur. Dua perempuan itu, dijual DH dengan harga sekitar Rp500 ribu sekali kencan.

“Saat ini, tersangka beserta kedua wanita dan barang bukti telah di bawa ke Polresta Tangerang untuk proses lebih lanjut,” tambahnya.

Wiwin mengungkap, dari keterangan tersangka mengaku telah tiga kali berbisnis haram di hotel tersebut. Setiap transaksi yang dilakukan, mendapat keuntungan yang berbeda-beda.

“Kami masih mendalami soal itu,” pungkasnya.

Dari penangkapan itu, polisi menyita duit Rp1,5 juta, alat kontrasepsi, bukti pembayaran, kunci kamar hotel, dan satu unit gawai.

Akibatnya, tersangka dijerat Pasal 10 UU RI No.21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan atau Pasal 88 jo Pasal 76i UU RI No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (***)

sumber: metrotvnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Salatiga – Sepasang kekasih yang sedang dilanda asmara berstatus mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di Salatiga, diamankan warga Sraten, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Mereka diamankan warga dan diserahkan ke Polsek Tuntang. Keduanya merusak CCTV di Masjid At Taqwa.

Dari keterangan yang dihimpun, mereka merusak CCTV tersebut untuk menghilangkan jejak atas perbuatan yang dilakukan pada Senin, 9 April 2018 sekira pukul 10.30 WIB. Saat itu, mereka melakukan hubungan intim di masjid dan kembali lagi ke masjid pada Jumat, 13 April 2018 siang.

Perbuatan mesum pasangan mahasiswa itu diketahui setelah rekaman CCTV di masjid tersebut dibuka.

Kabag Humas Polres Semarang AKP Teguh Susilo saat dihubungi mengatakan, kasus tersebut ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).

“Kasus ada di PPA. Untuk identitas pelaku dan kronologi, masih menunggu laporan dari PPA,” ucapnya seperti dilansirkan merdeka.com, Sabtu, 14 April 2018. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tangerang – Udara malam saat itu cukup dingin, setelah hujan mengguyur sejak sore. Di sebuah meja kecil di pelataran sebuah minimarket terkenal, seorang gadis tampak asik memainkan ponsel. Beberapa kali dia mengarahkan layar ponsel ke depan wajahnya.

Rupanya, gadis itu sedang selfie. Kepada TribunJakarta.com, gadis tersebut memperkenalkan namanya. Cukup indah nama asli gadis bertubuh tinggi semampai itu. Namun, sebelum berbincang, gadis itu minta agar nama aslinya tidak dipublikasikan.

“Pakai nama samaran saja kak, biar keluarga saya tidak tahu soal ini,” katanya memulai obrolan. Akhirnya kami menamakan gadis itu dengan sebutan Amelia.

Amelia tidak sendiri malam itu, dia ditemani temannya satu sekolah. Gadis itu saat ini sekolah di sebuah SMA negeri di daerah Ciledug, Tangerang.

“Saya kelas 12, hari ini baru ujian nasional hari pertama,” ujarnya kepada TribunJakarta.com, Senin, 9 April 2018.

Dengan alasan privaci, Amelia menolak untuk melepaskan masker yang digunakannya. Sambil berbincang, gadis berwajah cantik itu mulai bercerita soal kehidupan pribadinya.

“Hari ini kehidupan pribadi saya hancur. Saya enggak punya pilihan lain kak,” ucapnya pelan.

Dengan suara tersendat, Amelia bercerita kalau dia terpaksa harus ‘menjual’ keperawanannya ke seorang pria yang baru dikenalnya lewat media sosial. Pria yang berstatus mahasiswa itu dikenalnya lewat fitur people nearby Line.

“Kenalan langsung tembak aja deh,” ujarnya sambil tertawa kecil.

Amelia bercerita, dia menjual keperawanannya seharga Rp 1,5 juta kepada mahasiswa tersebut.

Ini dilakukan karena Amelia membutuhkan uang untuk mengganti uang kegiatan sekolahnya yang hilang.

“Saya dituduh mencuri uang itu, padahal saya sama sekali tidak melakukannnya. Saya bingung harus nyari uang kemana, terpaksa saya lakukan ini,” katanya.

Saat bertemu TribunJakarta, Amelia baru saja mengambil uang pelunasan pembayaran dari sang mahasiswa.

“Tadi sebelum kesini ambil uang pelunasan dulu,” kata gadis berusia 18 tahun itu.

Sepintas tidak tampak kalau Amelia masih duduk di bangku sekolah menengah atas.

Tubuhnya yang tinggi membuat Amelia seperti anak kuliahan.

Malam itu, Amelia memakai kaus tangan panjang warna kuning menenteng sebuah tas kecil.

Saat ditanya apakah perbuatan itu yang pertama dilakukan? Amelia tidak secara lugas menjawab.

“Ya gimana ya kaks, kalau soal itu aku gak mau cerita,” katanya.

Yang jelas katanya, dia terdesak untuk melakukan itu karena tidak ada pilihan lain.

Amelia melanjutkan, orangtuanya bekerja disebuah perusahaan swasta.

Dia anak pertama dari tiga bersaudara.

“Gak berani minta sama bapak, uang segitu kan besar kak,” ucapnya.

Dalam kebingungannya karena dituduh telah mencuri uang kegiatan sekolah, seorang temannya kemudian memberitahukan cara mendapatkan uang dengan cepat.

“Awalnya ragu sih, takut saja orangnya kabur setelah gituin saya,” kata gadis bertubuh bongsor itu.

Tapi karena tidak memiliki pilihan, Amelia terpaksa melakukan hal itu.

Berbekal komunikasi dengan pria tersebut, Amelia kemudian memberikan diri bertemu seusai UN.

Sebelum bertemu, Amelia lebih dulu berganti pakaian.

“Kalau pakai seragam bisa ketahuan sekolah saya,” katanya sambil sesekali memperbaiki masker.

Sesampaikan di hotel yang dimaksud, mahasiswa yang dikenalnya sudah menunggu di kamar hotel.

“Perasaan campur aduk, takut, sedih macam-macam lah kak,” ucapnya.

“Tapi saja janji, ini yang pertama, saya enggak akan mengulanginya lagi,” janji Amelia.

Setelah berbincang banyak, tak terasa jam sudah menunjukan pukul 9 malam.

Amelia yang sejak bertemu asik bercerita, memilih untuk pulang duluan.

“Gitu aja ya ceritanya, nanti kalau masih penasaran kita bisa ngobrol lagi. Saya pulang duluan, besok masih UN soalnya,” kata Amelia sambil beranjak dari duduknya.(***)

sumber: tribunnwes.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Banyumas – Berbagai cara dan upaya yang dilakukan pedagang agar barang dagangannya laku. Begitu juga dengan tukang cilok di Bayumas ini.

Polres Banyumas menangkap tukang cilok yang mempertontonkan film porno kepada anak-anak Sekolah Dasar (SD) di Karanglewas, Banyumas. Pelaku melakukan perbuatan tersebut agar korban selalu membeli ciloknya.

“Dari pengakuan pelaku, perbuatan tersebut dilakukan agar korban selalu membeli ciloknya,” kata Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Jumat, 6 April 2018.

Menurut dia, kejadian tersebut sudah dilakukan sejak 22 Maret 2018 sekitar pukul 09.00 WIB. Pelaku mempertontonkan film porno tersebut kepada tiga siswa.

“Saat tiga orang korban itu membeli cilok, pelaku mempertontonkan film porno kepada para korban, dan perbuatan itu sudah dilakukan sebanyak dua kali,” ujarnya.

Pelaku penjual cilok bernama Husanudin (36) merupakan warga Jalan Bandulan Baru, Kecamatan Sukun Kabupaten Malang, dan selama ini pelaku berdomisili dengan mengontrak rumah di Kelurahan Rejasari. Pelaku dilaporkan oleh warga karena telah meresahkan.

Atas kejadian tersebut, Polisi mengamankan barang bukti berupa ponsel serta gerobak Cilog warna biru. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Sebuah video amatiran yang diunggah akun Facebook Brandon Greeven Tengor membuah heboh dunia maya. Dari video ini menggambarkan kisah cinta haram.

Dilansir Grid.ID video ini diposting pada 30 Maret 2018, Brandon mempostingh dua buah video. Video yang pertama terlihat seperti berada di jalan trans Amurang, Minahasa Selatan.

Dua orang wanita terlihat tengah menghadang sebuah mobil berwarna putih. Wanita berjaket biru terlihat dengan geram berdiri di depan mobil.

“Om ambil kunci, om ambil kunci!,” ujar wanita berjaket biru pada salah satu oknum TNI yang terlihat kebingungan. Petugas TNI itu lalu terlihat mencoba meminta pria dalam mobil untuk keluar.

“Kamu bilang supaya saya jaga martabat saya, tapi kamu sendiri enggak bisa menjaga martabatmu,” ujar wanita tersebut dalam bahasa daerah pada si pengendara mobil.

Dengan histeris, wanita berjaket biru mengumpat pengendara mobil. “Cabut kuncinya dulu, cabut kunci,” ujar wanita itu lagi.

Wanita yang terlihat masih ABG itu mengaku sebagai anak dari pria yang berada dalam mobil. Rupanya, sang ayah tengah bersama seorang wanita yang diduga pelakor.

Sementara itu, seorang wanita yang lebih dewasa berjaket pink, diduga adalah istri si pengendara mobil. Wanita yang lebih tua memakai jaket merah muda bertuliskan Bayangkari Cab Minsel.

“Suaminya yang lagi di dalam,” terdengar suara pria dalam video.

“Sudah kedua kali ayah seperti ini,” ujar sang anak.

“Keluar sama perempuan itu!” teriaknya.

Dua wanita itu tampak menghadang mobil itu. Diduga sang pria yang berselingkuh adalah anggota polisi. Anak dari pria tersebut tampak menghadang kendaraan dari depan. Sang istri sah mondar-mandir mencoba membuka pintu mobil yang terkunci rapat. Namun bukannya mengindahkan permintaan sang anak, si pengendara mobil justru lakukan hal tak terduga. Dengan masih berpegang pada whiper, sang anak berdiri di atas kap mobil. Tapi ayahnya nampak menginjak gas, sehingga mobil melaju beberapa meter ke depan. Anaknya yang coba menghadang pun terseret, dan sempat membuat marah warga sekitar.

Warga yang berkerumun lalu berteriak-teriak histeris atas apa yang mereka lihat. “Aduh anak sendiri, masa mau dibunuh,” ujar beberapa orang dalam video.

“Wei komdan anak sandiri itu, jangan cuma gara-gara hugel mo bunuh tu anak (hei komdan anak sendiri itu, jangan hanya karena selingkuhan anak mau dibunuh),” ujar seorang warga.

“Keluarin perempuan itu!,” lanjut sang anak sambil berteriak tak gentar dengan apa yang sudah ia alami.

Dalam video kedua tampak berada dalam lorong. Kaca depan dan spion kiri mobil tampak sudah pecah. Warga berkeruman di sekitar. Pada Video kedua suasana semakin panas. Meski begitu, sudah ada beberapa petugas di lokasi kejadian. Saat si pria berhasil dikeluarkan sang pelakor masih berada dalam mobil.

Istri pria tersebut lantas menghancurkan kaca mobil. Sang istri membuka pintu lalu menarik sang pelakor. Warga di sekitar tampak meminta agar tak ada yang melerai aksi itu. Meski begitu, sang pelakor tampak berhasil diamankan petugas. (***)

sumber: bangkapos.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Depok – Winarti bersiap melewati sebuah jembatan yang terkenal di kalangan mahasiswa dan warga sekitar Universtias Indonesia dengan mengucap bismilah.

Jembatan aborsi, begitulah julukan yang diberikan mahasiswa dan warga sekitar kawasan Universitas Indonesia.

“Bismillahirohim, kalau naik tangga ini bismillah dulu saya,” ujar Winarti sambil menaiki tangga jembatan aborsi di Stasiun Pondok Cina, Depok, Jumat, 30 Maret 2018

Entah dari mana dan mengapa jembatan penyeberangan orang (JPO) tersebut diberi nama ‘Jembatan Aborsi’.

Namun menurut satu di antara mahasiswa UI, Rohman julukan tersebut muncul karena celotehan beberapa ibu hamil yang melewati jembatan tersebut.

“Tidak tahu persis kenapa namanya itu. Tapi katanya ibu-ibu hamil sering mengumpat ‘bisa bikin gugur kandungan ini’ pas lewatin jembatan,” ujar Rohman sambil tertawa menceritakan jembatan aborsi yang ia tahu.

Amatan TribunJakarta.com yang menjajal jembatan aborsi, ada sebanyak 48 anak tangga yang harus dinaiki untuk bisa sampai ke atas dan turun.

Ketinggian masing-masing anak tangga terpantau tak sampai satu jengkal telapak tangan orang dewasa, dan lebarnya cukup besar.

Meski demikian, ternyata itu cukup menyita fisik untuk melewati jembatan aborsi tersebut.

Meski dianggap melelahkan, warga sekitar sangat bergantung dengan jembatan aborsi untuk menyeberang, karena area di sekitar rel sudah dipasangi pagar.

“Capek sih mas lewat sini (jembatan aborsi). Tapi jalan satu satunya ini, pinggir rel udah dipagar,” ujar Fauzi Siddiq, warga sekitar kawasan UI.

Bagi Anda yang ingin menjajal jembatan aborsi dapat mengguanakan KRL Commuter Line lalu turun di Stasiun Universitas Indonesia.

Letaknya hanya sekira 50 meter dari gerbang keluar Stasiun Universitas Indonesia. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Surabaya – Praktik layanan pijat plus dibongkar. Layanan pijat plus ini ditawarkan secara online melalui media sosial. Polisi mengamankan germo sekaligus driver ojek online yang mengantarkan korban ke pelanggannya.

Praktik itu dibongkar saat polisi menggerebek sebuah kamar hotel di Jalan Darmokali Surabaya. Polisi mendapati Win (38) tengah asyik melayani pria hidung belang. Sementara AT, warga Manukan Tama, yang berperan sebagai germo menunggu mereka berdua di sebuah mini market yang tak jauh dari hotel.

Dari pemeriksaan yang dilakukan petugas, Win yang merupakan warga Tuban mengaku ditawarkan oleh AT melalui akun facebook. Win ditawarkan AT dengan tarif Rp 600 ribu. Namun AT ditawarkan melayani pijat, bukan yang lain. Ketika ada yang tertarik, maka layanan plus itu ditawarkan.

“Win ditawarkan oleh AT melalui media sosial untuk melayani pijat plus dengan mencantumkan nomor WhatsApp,” kata Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya AKBP Lily DJafar kepada wartawan, Selasa, 27 Maret 2018.

Lily mengatakan, Win mengaku mengiyakan ajakan AT melakukan itu karena himpitan ekonomi. Ia berstatus janda dengan dua anak. Dari tarif Rp 600 ribu, ia mendapat Rp 450 ribu.

Sementara itu, AT yang berprofesi sebagai driver ojek online mengaku baru kenal dengan Win melalui grup facebook. Ia mendapatkan untung Rp 150 ribu transaksi Win.

“Saya baru melakukan ini. Saya terinspirasi dari film yang saya tonton tentang perdagangan perempuan,” kata pemuda asal Manukan Tama tersebut.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti yakni uang Rp 600 ribu, bukti pembayaran hotel, dan satu buah handphone.

Dari kejahatan yang dilakukan AT, polisi mengenakannya Pasal 2 UU No 21 Tahun 2007 dan atau pasal 506 KUHP tentang Perkara perdagangan orang dan atau mengambil Keuntungan dari Pelacuran Perempuan. (***)

sumber: detik.com