KEBAKARAN

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pekanbaru – Kerusuhan di Rutan Kelas II B Siak Sri Indrapura, Riau, diduga dipicu adanya kekerasan yang dilakukan petugas rutan terhadap sejumlah warga binaan. Kerusuhan itu mengakibatkan hampir seluruh bangunan dibakar para tahanan.

“Informasinya begitu (pukul tahanan). Ini sebagian tahanan yang ada dievakausi ke Polres Siak. Informasi dari para penghuni ke tim kita, sempat ada pemukulan petugas Rutan terhadap rekan mereka,” kata Humas Polres Siak, Bripka Dedek Saptu, 11 Mei 2019.

Dedek menjelaskan, awalnya petugas menemukan narkoba di blok wanita. Narkoba itu ditemukan Jumat, 10 Mei 2019 pukul 21.00 WIB.

“Kebakaran” Teriak Warga dan Puluhan Rumah Terbakar, Diduga Api dari Sini

Pihak Rutan kemudian menghubungi Polres Siak. Sekitar pukul 23.00 WIB, tim Satuan Narkoba Polres Siak tiba di lokasi dan melakukan penyisiran ke sejumlah sel.

“Dari razia itu ditemukan 4 tahanan menggunakan narkoba jenis sabu. Dari pemeriksaan, hanya 3 tahanan yang terbukti menggunakan narkoba, yang satu tidak,” kata Dedek.

Kebakaran Lahan Nyaris Merembet Perumahan Warga, Diduga Sengaja Dibakar

Setelah itu, tiga tahanan tersebut, lanjut Dedek, diantar ke ruang trapsel. Dalam perjalanan ke trapsel inilah diduga petugas sipir memukul 3 tahanan tersebut.

“Pemukulan itu membuat para penghuni Rutan lainnya marah. Mereka tak terima rekan mereka dipukul lantas mereka melakukan pemberontakan,” kata Dedek.

DUAAR!! “Kebakaran, Kebakaran” AC Meledak, Kamar Pun Terbakar

Sejumlah tahanan kemudian menjebok pintu sel sehingga bisa keluar. Mereka pun membakar bangunan rutan.

“Mereka menjebol pintu sel, petugas Rutan kewalahan dan menghubungi kita,” kata Dedek.

“Sekitar pukul 01.30 WIB penghuni Rutan melakukan pembakaran di bagian depan bangunan rutan,” sambung Dedek. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sidoarjo – Kebakaran menghanguskan pabrik krupuk Sari Bawang di Jalan Raden Patah Gang 2 RT 9 RW 3 Desa Medaeng, Waru, Sidoarjo, Rabu, 8 Mei 2019.

Selain menghanguskan pabrik krupuk yang dimiliki oleh Suparno tersebut, empat sepeda motor yang biasa digunakan untuk memasarkan krupuk juga ikut terbakar.

Anak pemilik pabrik, Muhammad Arif mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 05.30.

Ditetapkan Jadi Tersangka, Pilot Lion Air yang Pukul Pegawai Hotel di Surabaya Resmi Ditahan

“Tahu tahu api sudah membesar dan membakar bangunan pabrik. Akhirnya saya bersama warga sekitar langsung berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya,” ujarnya , Rabu, 8 Mei 2019.

Kemudian, ia menambahkan tak berselang lama sekitar pukul 06.30, petugas pemadam kebakaran datang untuk melakukan pemadaman.

Arif juga menjelaskan, tidak ada korban jiwa sama sekali dalam peristiwa kebakaran pabrik krupuk tersebut.

Buka Stand Bazar Ramadhan di Lahan Pribadinya, Ini Harapan Via Vallen

“Semua pegawai pabrik selamat karena pabrik baru operasional pukul 14.00. Namun untuk sementara kegiatan produksi terhenti karena peralatan membuat krupuk serta 4 sepeda motor yang dipakai memasarkan ikut terbakar,” jelasnya.

Dirinya menduga, kebakaran disebabkan karena ada salah satu tabung elpiji nya mengalami kebocoran

“Kemungkinan seperti itu. Karena kalau korsleting listrik tidak mungkin, karena lampu rumah saya yang berhadapan dengan bangunan pabrik tidak padam,” tambahnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Waru, Iptu Untoro membenarkan adanya kejadian kebakaran tersebut.

“Kejadian kebakaran sekitar pukul 05.30. Saat itu saksi melihat ada kepulan asap dari tengah gudang pabrik disusul api yang kemudian membesar membakar pabrik,” terangnya.

Untoro mengatakan api sendiri dapat dipadamkan sekitar pukul 07.30. Dengan bantuan satu unit mobil Pemadam Kebakaran (PMK) dari PT Gudang Garam Waru dan 3 unit PMK dari Tropodo.

“Untuk penyebab kebakaran sendiri masih belum diketahui. Masih dalam penyelidikan,” tandasnya. (***)

sumber: inilah.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sulteng – Seorang pria asal Parigi, Sulawesi Tengah membakar kantor desa di Sulawesi Selatan karena kesal dengan pelayanan aparat terkait urusan Akta Jual Beli (AJB) tanah.

Menurut keterangan insiden tersebut terjadi di Kantor Desa Mallongi-longi, Lanrisang, Pinrang, Sulawesi Selatan pada Jumat, 3 Mei 2019.

Video kebakaran tesebut diunggah oleh akun Facebook Rahman Josh pada hari yang sama.

Pelaku tersebut bernama Muhammad Sai alias Lasade (42), warga Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Asah Kemampuan Prajurit Kodim Pati Gelar Latihan Menembak

Lasade nekat membakar kantor desa tersebut lantaran kecewa dengan pelayanan kantor desa.

Awalnya, beberapa bulan yang lalu, Lasade menjual tanah warisan dari orang tuanya sebanyak dua lokasi.

Dua lokasi tersebut berupa tanah sawah seluas 34 are dan tanah kering seluas 18 are dengan harga kurang lebih Rp 200 juta.

Lokasinya terletak di Dusun Kanarie, Desa Mallongi-longi, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang.

Terbaru.. Nih Karpet Mobil yang Mudah Dibersihkan

Pelaku mengaku telah membayar lebih dari Rp 5 juta untuk biaya administrasi pengurusan AJB.

Namun, hingga sekarang prosesnya tak kunjung selesai sepenuhnya.

“Baru AJB sawah yang selesai, sedangkan AJB tanah kering belum jadi,” kata Lasade.

Lasade menyebutkan pihak desa beralasan AJB tersebut ada kesalahan sehingga belum bisa diselesaikan.

Siswi SMP yang Ditemukan Jadi Mayat, Ternyata Korban Pemerkosaan dan Pembunuhan Ayah Tiri

Karena ada kesalahan, pelaku pun diminta untuk membayar kembali biaya pengurusan AJB itu.

Dengan terpaksa ia menyetujui permintaan tersebut dengan syarat akan melunasi pembayaran setelah AJB selesai.

“Ternyata setelah saya 2 kali pulang balik dari Sulteng untuk mengurus, Kepala Desa belum menyelesaikan AJB tersebut,” jelas Lasade.

Ia kemudian ke Kantor Camat Lanrisang untuk mengonfirmasikan persoalan tersebut.

Namun, usahanya tidak membuahkan informasi dan jawaban yang jelas dari staf desa.

“Saya lalu meninggalkan kantor camat dan singgah di kantor desa untuk menjumpai kepala desa. Tapi, beliau tidak ada di tempat,” cerita Lasade.

Karena emosi, pelaku kemudian pulang ke rumah untuk mengambil bensin lalu kembali ke kantor desa.

Sesampai di sana, dia langsung membakar kantor desa dan menanyangkan ke Facebook-nya secara live.

Dalam videonya, Lasade juga berulang kali meminta maaf kepada Jokowi.

“Saya minta maaf kepada Pak Jokowi, inilah kelakuan aparat yang ada di desa, mereka hanya mengurus proyek-proyek dana dua milyar, dana satu koma delapan milyar tanpa mengurus warganya,” ungkapnya dalam video tersebut.

Setelah menunjukkan kebakaran yang terjadi, ia mengaku akan bertanggung jawab penuh atas kelakuannya.

Saat ini pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Darma Negara telah menerima laporan kejadian tersebut.

“Pelaku saat ini sudah diamankan di Mapolres Pinrang,” kata AKP Darma Negara.

AKP Darma Negara menyebutkan, pihaknya telah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi serta pelaku terkait kasus tersebut.

“Olah TKP kita sudah lakukan, dan memeriksa saksi-saksi serta pelaku. Beberapa barang bukti seperti seng bekas, kayu parang, dan HP pelaku juga telah kita amankan,” jelas Darma.

Tak hanya itu, petugas telah mengamankan sejumlah barang bukti, seperti selembar seng bekas terbakar, sebatang kayu bekas terbakar, sebilah parang beserta sarungnyam dan sebuah handphone android.

“Situasi sampai saat ini kondusif,” pungkas AKP Darma Negara. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Malang – Pihak kepolisian menyebutkan ada 350 kios di Pasar Lawang, Kabupaten Malang yang dilahap si jago merah. Kerugian ditaksir mencapai Rp 3,5 miliar.

“Yang terbakar ada setidaknya 350 los dari jumlah total sebanyak 1300 kios di Pasar Lawang ini. Jadi sekitar 20 persenan,” ujar Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung saat ditemui di lokasi, Rabu, 17 April 2019.

Pesawat Ini Hendak Lepas Landas, Agar Selamat, Seorang Perempuan Lempar Mesin Pesawat dengan Koin, Ini yang Terjadi

Tim Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya rencananya akan diterjunkan untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran di Pasar Lawang. Sejauh ini kepolisian belum dapat memastikan penyebab pasti dari kebakaran tersebut.

“Belum tahu, kami tidak bisa menduga-duga. Apakah karena sabotase atau faktor lain. Karena menurut pedagang pintu akses masuk ke lantai dua tempat area pertama terbakar dalam kondisi terkunci. Tim Labfor tengah bergerak ke sini, untuk olah TKP menyelidikinya,” tuturnya.

KPU Akan Lakukan Ini Kepada Belasan Kabupaten yang Terlambat Logistik Pemilu

Ditanya soal kerugian akibat kebakaran, Yade mencoba untuk menakar berdasarkan modal usaha masing-masing pedagang. Yang rata-rata sebesar Rp 10 juta.

“Rata-rata jual kain, kalau masing-masing kios bermodal Rp 10 juta, bisa ditaksir kerugian hampir Rp 3,5 miliar,” pungkasnya.

Terjatuh saat Mengantre Pencoblosan, Nenek Ini Akhirnya Meninggal Dunia

Kebakaran terjadi di Pasar Lawang, Kabupaten Malang pada Rabu, 17 April 2019 malam. Pedagang panik dan berusaha menyelamatkan barang-barangnya. Api diketahui pertama kali menyala di lantai dua. Banyaknya barang mudah terbakar membuat api cepat merembet hingga ke lantai dasar. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Cimahi – Kebakaran terjadi di Jalan Sentral RT 02/RW 04 Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Senin 8 April 2019 sekitar pukul 15.00 WIB.

Api melahap bengkel motor, toko ATK, salon, dan kontrakan. Tidak hanya itu, 13 unit sepeda motor yang ada di bengkel juga ikut hangus terbakar. Kerugiaan akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai Rp 300 juta.

Dalam kebakaran tersebut, Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kota Cimahi menurunkan 6 unit mobil pancar, dan 2 unit rescue. Petugas sempat menemui kesulitan saat memadamkan api, karena TKP berisi bahan yang mudah terbakar. Sehinggga api baru bisa dipadamkan 2 jam kemudian.

Polisi Cek CCTV Terkait Penemuan Mayat Wanita di Tol Jagorawi

Indrahadi, salah seorang petugas Damkar mengatakan, kebakaran tersebut terjadi akibat kelalaian salah seorang penghuni yang menyalakan kembang api. Kemudian percikan kembang api tersebut menyambar bensin yang ada di bengkel.

“Pemilik bengkel sengaja membakar kembang api, dan percikannya menyambar bensin,” katanya.

Sudah Banyak yang Meninggal Dunia Akibat Obesitas, Yuk Perangi Obesitas Hingga Tuntas

Pihaknya sempat menemui kesulitan saat memadamkan api, karena di lokasi kejadian berisi bahan mudah terbakar yang bertumpuk. “Di bengkel terdapat 13 unit motor yang terparkir berhimpitan, semuanya terbakar,” ujarnya.

Sementara itu, Lutfi, pemilik bengkel mengalami luka bakar di tangan kirinya, dan dilarikan ke RS Mitra Kasih. (***)

sumber: galamedianews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – DIDUGA akibat kebocoran gas hingga membuat ledakan, sebuah rumah di Kecamatan Regol, Kota Bandung, hancur, Kamis 28 Februari 2018 sekira pukul 05.10 WIB. kebocoran gas 3 kg tersebut saat hendak memanaskan air.

“Rumah yang runtuh terdiri dari dua lantai, ada dua korban akibat ledakan ini. Imas (47) mengalami luka bakar sedangkan putrinya mengalami luka ringan”, Ujar Rasyidi Ketua RW saat On Air di PRFM News Channel.

Tentara yang Ahli Pertukangan

Dampak dari ledakan gas selain rumah korban juga menyebabkan beberapa rumah disekitar mengalami retak dibagian dinding serta pecah kaca.

Rasyidi mengatakan, ketika terjadinya ledakan warga setempat langsung melakukan tindakan penyelamatan. “Kita juga langsung melapor kepada pihak kepolisian,” katanya.

Kapolsek Regol, Kompol Dodi Arahmansyah menambahkan saat ini korban sudah diberada di IGD Rumah Sakit Muhamadiyah. Tim Inafis Polrestabes Bandung sudah menuju kesana untuk dilakukan identifikasi kejadian tersebut.

Pria Ini Terima Tantangan Makan Cabai Terpedas di Dunia, Ekspresinya Bikin Ngakak

“Saya meminta RT setempat untuk menghubungi pihak keluarga, yaitu suami dari korban yang sedang bekerja. Selain itu kita meminta warga untuk mendirikan posko bantuan, dan melapor BPBD untuk memindahkan kontruksi bangunannya,” sambungnya.

Dengan kejadian ini Dodi menghimbau kepada masyarakat, untuk memastikan dugaan kebocoran gas sebelum menyalakan kompor.

“Masyarakat perlu ada identifikasi dan kewaspadaan yang dilakukan terkait kejadian ini,” tutupnya. (***)

sumber: galamedianews.com

RZ membakar kasur yang sudah lusuh dengan korek api gas.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Palangkaraya – Sebuah rumah dan pabrik batako yang berada di Jalan Mahir Mahar lingkar luar, Kelurahan Kereng Bengkirai, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah ludes terbakar, Kamis. Pabrik terbakar gara-gara anak yang bermain korek api.

“Terbakar bangunan tersebut diduga akibat seorang anak berumur lima tahun berinisial RZ main korek api, serta tidak sengaja membakar kasur yang ada di dalam bangunan itu. Dari situlah dua bangunan tersebut bisa hangus terbakar,” kata Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar diwakili Kapolsek Sabangau Ipda Yusup Priyo, di Palangka Raya, Kamis, 21 Februari 2019.

Sadis!! Dua Pria Ini Ditemukan Tewas Terbakar dengan Terikat Kedua Kaki dan Tangannya, Ini Pelakunya

Dia menyatakan, kebakaran menghabiskan bangunan berkonstruksi kayu itu, tidak memakan korban jiwa. Anak di bawah umur berinisial RZ yang diduga membakar sebuah tilam di dalam rumahnya, berhasil lolos dari kobaran api yang melalap kediaman orang tuanya.

Yusuf mengatakan dari insiden tersebut, pemilik rumah dan pabrik batako ditaksir mengalami kerugian puluhan juta rupiah. “Peristiwa kebakaran itu murni karena kelalaian, bahkan tidak ada unsur kesengajaan atau hal lainnya yang mengarah tindak pidana dalam hal ini,” katanya lagi.

Tragis ya, Wanita Bersuami Ini Tewas Terbakar Bersama Kekasihnya Dikosan

Berdasarkan pengakuan RZ kepada kepolisian bahwa ia membakar kasur yang sudah lusuh tersebut dengan menggunakan korek api gas. “Iya kasur itu saya bakar karena sudah lusuh,” katanya dengan nada gugup saat ditanya petugas.

Yasmudi (30) ayah dari RZ mengatakan, dirinya sangat terkejut ketika melihat kondisi kediamannya tersebut sudah luluh lantak menjadi arang. Saat peristiwa itu terjadi, ia sedang bekerja.

“Saya kerja di lokasi lain, sedangkan yang tinggal di rumah hanya anak saya. Sedangkan istri saya ketika terjadi insiden tersebut juga tidak berada di rumah,” ujarnya lagi.

Atas kebakaran tersebut, Yasmudi meminta agar anaknya dalam peristiwa tersebut jangan dijadikan tersangka atau dikenakan tindak pidana. Apalagi bangunan yang terbakar itu bukan miliknya, mengingat mereka di situ hanya menumpang dan terkadang ikut bekerja di situ juga.

“Pak anak saya jangan dipenjara, walaupun itu rumah orang dan kami hanya numpang.” ujar Yasmudi, dengan nada lirih karena tempat tinggalnya ludes terbakar. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Palembang – Panti Asuhan Az Zikri di Jalan Malaka IV, Rt 14 Rw 03, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni Palembang, hangus terbakar. Kebakaran ini terjadi lantaran seorang anak diduga bermain api di dalam rumah tersebut, Sabtu, 16 Februari 2019.

Akibatnya, satu anak yang berada di dalam panti, Zidan Saky (4) tewas terpanggang di dalam lemari karena terkurung dalam kobaran api.

Nurhayati, pengurus Panti Asuhan Az Zikri mengatakan, sebelum kejadian mereka sedang duduk di luar bersama anak panti yang lainnya. Sementara, Zidan sedang berada di dalam.

Menyedihkan, Mamanya Meningal di Dalam Bis, Sang Anak Menangis di Pelukan Sopir: Kenapa Mamah Tidur Terus?

Tak lama kemudian tercium bau hangus, lalu dari bau hangus tersebut, kobaran api pun langsung membesar dan membakar seisi panti.

“Kami kira anak-anak sudah keluar semua, saya tidak tahu Zidan ada di dalam. Sempat diperingatkan memang, jangan main api,” kata Nurhayati.

Warga sekitar yang melihat kejadian itu berupaya untuk memadamkan api dengan alat seadanya.

Ini Pertolongan Pertama Jika Disengat Kalajengking

Setelah pihak pemadam kebakaran datang, barulah diketahui jika Zidan terbakar di dalam lemari plastik dalam kamar.

“Kemungkinan takut dan sembunyi dalam lemari, sehingga Zidan terbakar,” ujar pengurus panti yang masih terlihat syok.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kalidoni Ipda Herianto menjelaskan korban saat ini telah dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang setelah berhasil dievakuasi.

Sayangi Otak Anda, Depresi Bisa Mempercepat Penuaan Otak Loh

Dari hasil penyelidikan sementara, percikan api diduga dari dalam kamar yang ditempati oleh Zidan.

“Dugaannya korban bermain korek api sehingga terbakar. Ada 31 orang di dalam panti sementara satu korban tewas terbakar,” jelas Kanit. (***)

sumber: tribunnews.com


MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Sebuah gudang daging yang berada di Jalan Raden Inten II Nomor 89 Duren Sawit, Jakarta Timur, ludes terbakar pada Ahad, 10 Februari 2019 sekitar pukul 18.35 WIB.

Akibat kejadian itu, dilaporkan sebanyak 100 ton daging ayam dan ikan milik PT. Alam Mekar Jaya ludes hingga menyebabkan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 10 Milyar.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta, menyebut, untuk memadamkan api, sebanyak 13 kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian.

Petugas PLN, AGD, PMI, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, PSKB/Tagana, Polsek, dan Koramil juga terlibat dalam upaya pemadaman api.

Dugaan sementara kebakaran terjadi akibat dipicu hubungan pendek arus listrik. Sementara informasi yang dihimpun dari warga menyebut jika api berawal dari adanya ledakan dari panel listrik dan menyambar ke seluruh bangunan. (***)

sumber: harianterbit.com



MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – Satu buah vihara di Kota Bandung terbakar tepat pada perayaan Imlek, Selasa, 5 Februari 2019 Vihara Samudra Bhakti yang terletak di Jalan Kelenteng, Kecamatan Andir ini terbakar saat para umat Tionghoa tengah beribadah.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung Kurnia Saputra mengatakan pihaknya menerima laporan terjadinya kebakaran. Api mulai muncul sekitar pukul 10.41 WIB

Dian Hermawan Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kolong Ranjang, Pemilik Rumah Minggat, Ini Kronologinya

Terbukti Terima Suap, Politisi Demokrat Ini Divonis 8 Tahun Penjara

“Kebakaran pukul 10.41 WIB di Jalan Kelenteng, Kelurahan Ciroyom, Kecamatan Andir,” kata Kurnia.

Ia mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti kebakaran tersebut. Petugas dengan mobil pemadam kebakaran pun langsung meluncur ke lokasi untuk memadamkan api.

Dari Balik Jeruji Besi, Ini Pengakuan Tahanan ” Betapa Berharga Keluarga”

Sekitar enam mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api. Diduga api berasal dari pembakaran lilin di bagian belakang vihara. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, 10 titik panas terdeteksi satelit muncul pada sejumlah wilayah di Aceh. 10 titik ini terindikasi kebakaran hutan.

“Pagi ini terpantau 10 titik panas di Aceh,” ucap Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Aceh, Zakaria Ahmad di Aceh Besar, sebagaimana dikutip dari Antara, Ahad, 6 januari 2019.

Telah Ditemukan Perempuan dengan Puluhan Luka Tusuk, Diduga Karena Ini

Ia menerangkan, ke-10 titik panas ini yang tersebar di delapan daerah di provinsi bagian paling barat Indonesia tersebut mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hasil pantauan sensor modis ada dua titik panas di dua kabupaten, yakni Aceh Tengah terkosentrasi di Kecamatan Pegasing, dan Aceh Jaya menyebar pada dua kecamatan yaitu Sampa Iniet dan Setia Alue Bakti.

Sedangkan keenam titik panas sisanya masing-masing terdapat satu titik di enam kabupaten, yakni Aceh Barat Daya di Kecamatan Kuala Batee, dan Aceh Besar di Kecamatan Lembah Seulawah. Terakhir Aceh Tamiang di Kecamatan Tamiang Hulu, Aceh Utara di Kecamatan Lhokseukon, Pidie di Kecamatan Tangse, dan Nagan Raya di Kecamatan Beutong.

Tiduran di Bawah Fly Over, Tak Disangka Segini Penghasilan Gelandangan Ini Selama Seminggu

Dari 10 titik panas, ada tiga titik menunjukkan patut di duga sebagai titik api akibat karhutla, dan satu titik dipastikan titik api karena telah terjadi kebakaran hutan dan lahan, katanya.

“Ketiga titik itu, dua di antaranya di Pegasing (Aceh Tengah) karena memiliki tingkat kepercayaan 71 persen, dan satu di Tamiang Hulu (Aceh Tamiang) dengan 73 persen. Sedangkan satu titik api di Beutong, Nagan Raya yang memiliki 90 persen,” tegas Zakaria.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) tahun lalu melaporkan, seluas 835 hektare hutan dan lahan di wilayah Aceh dalam keadaan telah hangus terbakar selama delapan bulan terakhir di tahun 2018.

“Ada tambahan di Agustus 2018, sejumlah 487,5 hektare baik hutan dan lahan yang terbakar. Sehingga total menjadi 835 hektare di Aceh,” ujar Kepala Pelaksana BPBA, Teuku Ahmad Dadek. (***)

sumber: detik.com

Api berhasil dipadamkan setelah 33 unit pemadam kebakaran dikerahkan.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Api melahap puluhan rumah di Tambora, Jakarta Barat, pada Kamis, 3 Januari 2019 petang, mengakibatkan kerugian yang ditaksir hingga ratusan juta rupiah.

Kebakaran tersebut, diduga karena konsleting listrik yang berasal dari sebuah rumah yang berprofesi sebagai penjual nasi di Jalan Tambora III Dalam itu.

Kapolsek Tambora, Kompol Iver Son Manossoh, membenarkan asal api tersebut, namun masih akan dilakukan pendalaman dan pemeriksaan saksi-saksi.

“Diduga berasal dari rumah salah satu warga yang bekerja sebagai pedagang nasi di pasar,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 3 Januari 2019 malam.

Kebakaran tersebut berawal dari salah seorang saksi yang sedang berada di dalam rumah, terkejut mendengar teriakan ‘kebakaran, kebakaran’. Karena mendengar teriakan tersebut, saksi sontak langsung berlari ke luar rumah menuju lokasi sumber suara yakni di salah satu gang dan ternyata api sudah membesar.

“Saat itu saksi melihat melihat api berada di tempat paling atas yakni di lantai tiga, api sudah membesar kemudian saksi ke luar gang dan membantu warga lainnya memadamkan api,” papar Iver.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Tambora, AKP Supriyatin, mengatakan api memang diduga berasal dari rumah penjual nasi tersebut bernama Emah.

Dari keterangan saksi, api memang berasal dari hubungan arus pendek listrik yang mengeluarkan percikan api kemudian membesar dan merembet di beberapa RW 04 Tambora.

Beruntung api dapat segera dipadamkan, dengan datangnya 33 unit mobil pemadam kebakaran dari Sudin Damkar Jakarta Barat.

“Api akhirnya berhasil dipadamkan dalam waktu satu jam berkat gotong royong warga setempat dibantu damkar,” ujar Supriyatin. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Singaraja – Nasib sial dialami Putu Sudarma (32) warga Desa Pengulon, Kecamatan Gerokgak. Rumah permanen miliknya terbakar pada Ahad, 30 Desember 2018.

Rumah berukuran 7 kali 6 meter persegi itu ludes terbakar ketika ditinggal pergi potong rambut. Kepala Sub (Kasubag) Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres AKBP Suratno membenarkan kejadian itu. Iptu Sumarjaya mengatakan, sebelum kejadian, korban meningalkan rumahnya karena sedang potong rambut.

Tips Liburan Aman dan Nyaman dengan Kendaraan Pribadi dari Daihatsu

Korban terkejut setelah mendapat kabar kalau rumahnya terbakar. Dia kemudian mengecek dan terlihat api sudah membakar seisi rumah.

Kobaran api yang cepat membesar membuat korban tak bisa menyelamatkan harta bendanya. Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Seririt, petugas menyiram api dengan air.

Sepekan di Sel, Begini Kondisi Steve Emmanuel, Tak Ada Perlakuan Khusus untuk Aktor ganteng Ini di Penjara

Sekitar satu setengah jam kemudian, api berhasil dipadamkan. Akibat kejadian ini, korban yqng diketahui sehari-hari senagai sopir tersebut mengalami kerugian sekitar Rp 100 juta. “Pertama kali kebakaran diketahui tetangga korban. Di ruang kamar ada percikan api dan cepat membesar. Saksi menghubungi korban dan api semakin besar dan korban tidak sempat menyelematkan harta bendanya,” katanya.

Terkait penyebab kebakaran, Iptu Sumarjaya mengatakan, kasus ini masih diselidiki anggota Reskrim Polsek Gerokgak. Sejumlah keterangan saksi, korban, dan barang bukti yang ditemukan di lapangan telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng Gede Sugiartha Widiada mengatakan, saat anggotanya tiba di lokasi kejadian, api sudah membesar.

Upaya pemadaman dilakukan agar api tidak merembet ke bangunan lain di sekitar TKP.

“Kalau menyelamatkan barang korban sudah tidak mungkin karena api sudah membesar dan pemadaman oleh anggota mencegah agar api tidak merembet dan menimbulkan kerugian yang lebih besar,” katanya. (***)

sumber: balipost.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Tiga orang tewas dalam kebakaran yang menghanguskan rumah tinggal berlantai dua di Kampung Nelayan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis, 27 Desember 2018.

Warga di sekitar lokasi kejadian Jalan Sungai Landak, RT 06/07, mengaku melihat seorang korban tewas ditemukan dalam kondisi sedang berdoa.

Seorang warga, Wijan (67) mengatakan, dari ketiga korban yakni Kusmiasih (55), Krisdayanti (20), dan Hamzah (8 bulan), yang ditemukan tewas dengan posisi berdoa ialah Krisdayanti.

Wijan menuturkan, Krisdayanti ditemukan di lantai dua rumah berukuran 3 x 15 meter persegi itu.

Adapun kebakaran dominan terjadi di bagian lantai bawah rumah tersebut.

Jenazahnya dievakuasi usai petugas memadamkan api dari dalam rumah itu.

Wijan mengatakan, warga kaget saat melihat kondisi jenazah Krisdayanti ketika dibawa dari dalam rumah.

Karena ditemukan di lantai dua, kondisi tubuh Krisdayanti tidak hangus terbakar.

Wijan menjelaskan sekujur tubuh Krisdayanti tampak hitam ketika dievakuasi.

Itu disinyalir karena asap tebal yang memenuhi seisi rumah ketika peristiwa terjadi.

Yang mengagetkan adalah, ketika ditemukan posisi Krisdayanti sedang merentangkan kedua siku tangannya secara terbuka.

Hal itu menurut Wijan seperti menunjukkan bahwa Krisdayanti pasrah ketika kebakaran melanda rumahnya.

Padahal, menurut Wijan, Krisdayanti bisa saja melompat dari lantai dua rumahnya dan warga siap menangkap.

“Pas ditemuin begini dia (menunjukkan posisi berdoa sambil merentangkan tangan). Langsung dibawa turun itu mayatnya,” kata Wijan.

Warga lainnya Titin (41) mengaku juga melihat kondisi jasad Krisdayanti yang seperti orang sedang berdoa.

Ketika dievakuasi petugas, kondisi jasad Krisdayanti dilihatnya sudah terbujur kaku.

“Ya begitu, kondisinya udah kaya orang berdoa gitu. Udah kaku. Terus juga di depan dia ada anaknya,” kata Titin.

Karena kondisi jasad Krisdayanti yang sudah kaku tersebut, Titin sempat memperhatikan petugas agak kesulitan memasukkan jasadnya ke dalam kantong jenazah.

“Jadi agak susah pas dimasukkin ke dalam kantong itu,” katanya.

Titin menambahkan, kondisi jasad korban lainnya Kusmiasih atau ibu Krisdayanti, lebih parah.

Alasannya, menurut Titin, Kusmiasih berada di lantai bawah bangunan rumah ketika kebakaran terjadi.

Sehingga tubuhnya lah yang terdampak parah akibat insiden kebakaran ini.

“Makanya kan kondisinya hangus gitu,” ucap dia. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Denpasar – Fakta baru mencuat terkait dua korban yang tewas terbakar di sebuah kosan di Jalan Bung Tomo 5X, Denpasar Barat, Bali, sekitar pukul 23.00 WITA pada Senin, 17 Desember 2018.

Kapolsek Denpasar Barat, AKP Johannes Widya Dharma Nainggolan mengatakan, kedua korban adalah pasangan kumpul kebo.

Diketahui identitas keduanya, yang perempuan bernama Yana (35) dan Bambang yang belum diketahui secara pasti umurnya.

“Lelaki asal Banyuwangi dan perempuan dari Bandung. Kedua pasangan ini pasangan kumpul kebo istilahnya, statusnya bukan suami-istri.”

“Jadi yang perempuan ada suaminya di Bandung, anaknya satu yang dirawat bapaknya,” imbuhnya.

Sehari-hari, Bambang bekerja sebagai tukang atau buruh sementara perempuan tidak memiliki pekerjaan.

Polisi pun menemukan botol kaca yang diduga bekas bensin eceran.

“Iya benar, ada botol kaca bekas bensin itu ditemukan di dalam kamarnya. Diketahui dia beli bensin sekitar jam 23.00 dan jam 23.15 itu sudah kamarnya sudah terbakar,” kata Johannes, Selasa, 18 Desember 2018

Terkait indikasi bunuh diri, Johannes belum bisa memastikannya.

“Kita belum bisa pastikan. Itukan nanti labfor yang mengungkapkan. Dari mana apinya, di mana posisi korbannya, siapa yang didekat api, nanti kalau sudah baru bisa kita simpulkan,” ungkapnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Banjarbaru – Detik-detik kapal KM Gerbang Samudra I yang terbakar ternyata sempat terekam video, Ahad, 2 Desember 2018.

Pada rekaman video berdurasi sekitar 26 detik, tampak api berkobar di badan KM Gerbang Samudra I. Teriakan terdengar, diduga dari penumpang yang tengah dievakuasi.

Miris Ya, Disaat Kapal Itu Diterjang Ombak dan Terbalik, Puluhan Orang Malah Menyabung Nyawa Ambil Ikan Hasil Tangkapan

MISTIS!!, Kisah Ikan Mas ‘Raksasa’ yang Ditangkap di Danau Toba, Apakah Ada Kaitanya dengan Musibah Kapal Motor Sinar Bangun?

Hendak Melaut, Kapal Bernama Joko Berek Tenggelam Dihantam Ombak

Suara petugas yang melakukan pertolongan di kapal KM Gerbang Samudra I yang terbakar pun terdengar jelas tengah berkoordinasi dan mereka terjadinya musibah.

Suasana gelap karena saat itu masih dinihari tampak membuat api yang berkobar terlihat ‘nyarak’, sinarnya hingga tampak memantul pada permukaan air.

Tak Diundang Reuni 212, Ini yang Dilakukan Jokowi

Ini Efeknya pada Mesin Kendaraan Anda Jika Sering Gonta-ganti BBM

GOOOLL.. PSIS Semarang Berhasil Menaklukkan Persipura Jayapura dari Dua Gol Bruno Silve

Video itu dibenarkan, Kebakaran KM Gerbang Samudra I Tujuan Surabaya – Banjarmasin di perairan laut sekitar pulau Karang Jamuang Kabupaten Bangkalan Jatim, Ahad, 2 Desember 2018 sekitar pukul 02.15 WIB.

Kabar ini dikirim Humas Basarnas Surabaya dan dibenarkan Kepala Kantor Pencarian Dan Pertolongan Banjarmasin, Mujiono.

Hobi Memancing Lelaki Ini Akhiri Hidupnya karena Terseret Bencana Kebakaran Maut di Balikpapan

DUAAR!! “Kebakaran, Kebakaran” AC Meledak, Kamar Pun Terbakar

Naas.. Dua Anak Kecil Ini tewas dalam Kebakaran di Apartemen Nagasaki Jepang

“Semua penumpang di evakuasi oleh KM Kumala tujuan Banjarmasin – Surabaya.

Sebanyak 148 orang ABK dan penumpang (145 orang dievakuasi KM Kumala, 3 orang dalam pencarian). Rincian penumpang sbb Dewasa : 81 orang, Anak : 5 orang, Bayi : 2 orang, Sopir : 26 orang dan Abk : 31 orang,” katanya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kebakaran terjadi di sebuah SPBU di Jl Ahmad Yani, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung saat sebuah minibus bernopol BN 2086 LP diisi BBM, Selasa, 7 Agustus 2018.

Petugas sampai menurunkan empat mobil pemadam, dan pemadaman memakan waktu hingga 1,5 jam.

“Bahan bakar cair ini memang sulit dipadamkan. Selain alat pamadam berat dan ringan seperti bom busa, kita juga menggunakan pasir (tanah) dalam pemadaman tadi,” ujar Kabid Damkar dan Pol PP Pangkalpinang Rusdian Setyadi.

Awalnya, percikan api muncul secara tiba-tiba dari minibus Kijang Super saat diisi BBM jenis pertalite.

Tak sampai satu jam, minibus tersebut ludes terbakar.

“Kita belum bisa menyimpulkan secara pasti apa penyebabnya, penyidikan kita serahkan kepada pihak kepolisian,” tambah Rusdian.

Saksi mata, Landa, menyebutkan, seorang petugas pemadam kebakaran (damkar) mengalami luka bakar, begitu juga sopir, bahkan cukup parah.

“Sopir cepat keluar, tapi luka bakarnya parah karena hampir seluruh badan,” tutur Landa.

Kebakaran ini mengakibatkan kerugian yang mencapai ratusan juta rupiah. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Terjadi kebakaran di sebuah lapak barang bekas di wilayah Cakung Jakarta Timur. 21 unit mobil pemadam kebakaran pun dikerahkan dalam peristiwa tersebut.

“Kebakaran cukup besar, saat ini kondisi masih dalam proses pemadaman. 21 unit pemadaman kita turunkan. Yang terbakar itu informasi terakhir yang kita dapat lapak-lapak Madura tempat barang bekas,” kata Petugas Command Center Damkar, Tri Kamis, 26 Juli 2018.

Tri menuturkan, hingga saat ini masih belum dapat diketahui penyebab dari kebakaran yang cukup besar tersebut. Juga belum dapat dipastikan adanya korban dari peristiwa tersebut.

“Korban masih 0-0 (belum ada). Penyebabnya juga belum ketahuan. Api sekarang masih nyala dan sedang dalam proses pemadaman,” ujarnya.

Pada informasi yang dilihat detikcom, lokasi kebakaran dekat dengan Pintu Tol Cakung Timur. Namun, Tri meluruskan, lokasi cukup jauh dan Tol Cakung Timur terpantau aman dari api.

“(Nggak dekat Tol Cakung Timur), jauh. Underpass lewat sedikit,” tutupnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pontianak – Petugas pemadam kebakaran swasta bersama anggota TNI dan Polri berupaya memadamkan kebakaran lahan di Gang Haji Bahrin, Jalan Parit Haji Husin II, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin 23 Juli 2018 siang.

Api dari pembakaran lahan yang diduga dibuka untuk perumahan tersebut hampir merembet ke perumahan warga yang berdekatan dengan lokasi kebakaran.

Kabag Ops Polresta Pontianak Kompol Alber Manurung mengatakan lahan dengan luas sekitar satu hektare ini kemungkinan besar sengaja dibakar. Hal ini dikuatkan dengan lahan yang sudah dibuka seperti untuk jalan.(***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Gedung Kemenhub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus kebakaran pagi ini. Api diduga berasal dari lantai P1 CCTV.

“Kalau tempat api pertama ditemukan di lantai P1 CCTV. Itu tempat ditemukan sumber api yang pertama,” ujar Kadis Pemadam Kebakaran DKI Jakarta Subejo di gedung Kemenhub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, Ahad, 8 Juli 2018.

Api dari lantai P1 langsung merembet ke lantai lainnya. Namun Subejo belum mendapat penyebab kebakaran.

“Tapi dugaan penyebabnya seperti apa belum dapat laporan. Lantai P1. Menyebar ke lantai-lantai yang lain. Jadi biasanya kalau kebakaran yang bahannya plastik pasti besar,” jelas Subejo.

Kebakaran terjadi pukul 03.30 WIB. Petugas pemadam kebakaran langsung ke lokasi pukul 04.00 WIB.

Ada tiga orang tewas akibat kebakaran. Dua di antaranya merupakan kontraktor. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Seorang pria berinisial S (43) nekat membakar rumah kontrakan dan tetangganya sendiri di wilayah Cakung, Jakarta Timur, Senin, 2 Juli 2018 sekitar pukul 13.30 WIB.

“Iya benar ada kejadian itu, perkara perselisihan antar-tetangga,” ucap Kanit Reskrim Polsek Cakung AKP Tom Sirait

Rumah korban yang terletak di Gang Damai, RT 15 RW 07, Cakung, Jakarta Timur tak berpenghuni saat kejadian terjadi, pasalnya, sang penghuni rumah yakni Budiman Marbun (49) dan Pinondang (44) tengah memperbaiki tali pancing di teras depan kontrakannya.

Kemudian, pelaku datang menghampiri korban dengan membawa botol minuman yang diduga berisi bensin dan langsung melemparnya.

Botol itu pun langsung pecah hingga bensin mengenai kaki dan dada kedua korban tersebut.

“Setelah melempar botol, pelaku juga melempar puntung rokok hingga membakar pintu depan rumah dan kedua korban yang sedang membetulkan tali pancing,” ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, kedua orang korban mengalami luka bakar pada bagian kaki dan dada.

Melihat kejadian tersebut, warga di sekitar lokasi kejadian langsung menolong korban dan membawanya ke RS Firdaus, Jakarta Timur.

Sementara itu, melihat kedua korban terkapar tak berdaya, pelaku langsung melarikan diri.

“Masih kami dalami dengan memeriksa sejumlah saksi, nanti kalau sudah dapat kami infokan kembali,” kata dia. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sidoarjo – Untuk memadamkan kebakaran di gudang bahan kimia milik PT Sari Sarana Kimiatama (SSK), tim PMK mengaku mengalami kesulitan.

“Kesulitannya kebetulan sumber air, objeknya juga gudang bahan-bahan kimia. Kalau air terputus, api akan menjalar,” terang Kasi Ops Dinas PMK Sidoarjo, Sri Wulyono kepada detikcom, Kamis, 28 Juni 2018.

Dari pantauan detikcom, proses pemadaman memang telah dilakukan sejak pukul 09.00 WIB namun api di gudang bahan kimia tersebut juga tak kunjung padam.

Terbukti saat pasokan air yang digunakan untuk memadamkan tinggal sedikit, api sempat membesar lagi.

Untuk itu Dinas PMK Sidoarjo baru saja menambah mobil sebanyak 2 buah sebab mereka harus memastikan pasokan air terus ada. Total ada 11 mobil PMK yang saat ini dikerahkan.

“Ayo minggir, ini airnya jangan sampe putus,” teriak salah satu petugas PMK kepada warga yang mengerumuni tempat kejadian.

4 Mobil PMK standby untuk memadamkan api, sedangkan 5 mobil lainnya berkeliling untuk mencari pasokan air seperti sungai atau sumber air lain.

“Beberapa unit digerakkan, ada 5-6 untuk mencari air. Yang lainnya estafet untuk melakukan pemadaman,” papar Sri. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Emosi para demonstran yang tak terima akan hasil pemilu di Dataran Tinggi Papua Nugini dilampiaskan dengan cara tak biasa.

Demonstran membakar pesawat yang akan lepas landas.

Pesawat Dash 8 tersebut dibakar pada Kamis, 14 Juni 2018 petang.

Aksi bakar pesawat tersebut dipicu oleh kekalahan seorang kandidat dalam pemilihan umum.

1. Pesawat akan lepas landas

Direktur Keperawatan Rumah Sakit Mendi, Anna Anda, menceritakan kengerian ketika para demonstran mengamuk.

“Mereka mengamuk dan membakar semuanya, bahkan Air Niugini (pesawat),” katanya. “Aku bisa melihat asap hitam naik, itu sangat mengerikan,” imbuhnya.

2. Konfirmasi Pihak Air Nuigini

Perusahaan Air Niugini membenarkan bahwa satu unit pesawatnya dibakar terkait dengan pemilu.

“A Link PNG (anak perusahaan maskapai) DHC-8 pesawat dirusak dalam kerusuhan sipil di bandara Mendi, Provinsi Dataran Tinggi Selatan hari ini menyusul keputusan hasil pemilu,” kata perusahaan itu.

3. Bandara Ditutup

Pihak Air Niugini mengatakan bahwa pesawat tersebut mengalami rusak parah.

” Pesawat mengalami kerusakan ketika perusuh menyerbu tarmak, dan National Airports Corporation juga telah menutup bandara,” imbuhnya.

4. Tak ada Korban Jiwa.

Ditulis di laman ABC News pada kejadian pembakaran ini tak ada korban jiwa.

Ketika massa mulai membakar pesawat, awak dan penumpang segera turun.

5. Pelaku yang terlibat akan dikenakan hukuman

Perselisihan mengenai kursi provinsi telah menyebabkan korban jiwa di Dataran Tinggi Selatan dan serangan terhadap bisnis yang sebelumnya dimiliki oleh Perdana Menteri Peter O’Neill.

Para saksi di Mendi mengatakan massa berusaha membakar lebih banyak bangunan dalam kekerasan baru.

O’Neill mengatakan, pemerintah akan mengadakan pertemuan darurat Dewan Keamanan Nasional untuk menanggapi kekerasan tersebut.

“Tindakan yang kita lihat hari ini di Mendi sangat memalukan,” katanya.

“Keadaan darurat akan diumumkan, dan pasukan keamanan tambahan dikerahkan untuk mencegah perilaku melanggar hukum lebih lanjut,” imbuhnya.

“Mereka yang terlibat akan ditahan oleh polisi dan diadili,” ucap O’Neill. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Malang – Sebuah ledakan di rumah produksi mercon terjadi di Dusun Krajan 1, Desa Sidoluhur, Lawang, Ahad, 27 Mei 2018

Ledakan itu mengakibatkan seorang meninggal atas nama Suin.

Informasi di lokasi, ledakan itu juga melukai seorang lainnya bernama Ali Maskur.

Ali Maskur pemilik rumah yang sekaligus memproduksi mercon.

Ali Maskur dilarikan ke RS karena mengalami luka parah.

Ledakan itu membuat rumah Maskur hancur berantakan.

Genteng rumah berserakan di sekitar ledakan.

Tembok yang terbuat dari bata dan anyaman bambu juga hancur.

Bahrul Ulum, saksi yang tinggal hanya berjarak sekitar 10 meter dari lokasi menjelaskan ledakan itu terjadi sekitar pukul 07.00 wib.

Ia saat itu tidur, terbangun setelah mendengar ledakan yang begitu keras.

Bahrul mendengar ledakan satu kali.

“Tapi ledakannya besar, kaca rumah saya pecah,” kata Bahrul, Ahad, 27 Mei 2018

Saat ini polisi tengah melakukan olah TKP di lokasi.

Petugas pemadam kebakaran juga telah berada di lokasi untuk melakukan pendinginan. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Ponorogo – Kebakaran hebat menimpa rumah milik Gumbrek (50) warga Dukuh Krajan RT 04, RW 01, Desa Krebet, Kecamatan Jambon, Ponorogo, Jatim pada Jumat, 18 Mei 2018.

Berdasarkan keterangan Kasubag Humas Polres Ponorogo Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sudarmanto, kejadian kebakaran di wilayah Kecamatan Jambon dilaporkan oleh Polsek Jambon ke Polres Ponorogo. “Setelah kami cek ternyata benar lalu kami menghubungi pemadam kebakaran Pemkab Ponorogo,” ujar AKP Sudarmanto.

Pihaknya mendapatkan keterangan dari korban bahwa anak korban bernama Agung marah-marah kepada Gumbrek karena minta dibelikan handphone dan sekitar pukul 14. 00 WIB Agung marah dan keluar rumah dengan membakar kayu di halaman.

“Kemudian api di dalam rumah sudah menyala selanjutnya Agung jalan entah ke mana,” tambahnya.

Sedangkan korban bekerja, dan api melahap rumah korban hingga habis.

“Sekira pukul 13.10 WIB mobil pemadam kebakaran juga datang namun api sudah bisa dipadamkan,” bebernya.

Menurutnya, selain rumah terbakar korban juga menderita kerugian berupa perabot rumah tangga dan uang tunai jutaan rupiah. “Korban mengalami kerugian sekitar tujuh puluh lima juta rupiah,” paparnya.

Pihaknya juga langsung mengamankan Agung yang diduga sebagai pelaku pembakaran di Mapolsek Jambon. (***)

sumber: nusantaranews.co

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kapal Kuala Mas terbakar di sekitar Pulau Nirwana, Kepulauan Seribu. Tim SAR gabungan sudah berada di lokasi melakukan penanganan.

Informasi kejadian ini disampaikan pihak Basarnas Jakarta dalam keterangannya, Jumat, 27 April 2018 Kebakaran kapal Kuala Mas ini terjadi sekitar pukul 07.55 WIB pagi.

SAR Jakarta sudah mengirim dua unit kapal penyelamat yakni RIB 01 dan RIB 02 dan tiba di lokasi kejadian pukul 08.54 WIB.

Proses pemadaman api dan evakuasi masih dilakukan.

Dari foto-foto kejadian, nampak asap mengepul dari kapal Kuala Mas yang terbakar. Kapal SAR Jakarta melakukan pemadaman dengan menyemprotkan air.

Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Victor Siagian membenarkan adanya peristiwa ini. Belum diketahui apakah ada korban jiwa. Pihaknya sudah meluncur ke lokasi melakukan penanganan.

“Tim sudah ke sana. Nanti kita cek data-data kapalnya. Polair sudah meluncur,” ujar AKBP Victor saat dihubungi lewat telepon pukul 11.08 WIB. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Probolinggo – Seorang ibu diduga melakukan aksi bakar diri dengan menggendong anak balitanya di area kebun jagung, di Kabupaten Probolinggo, Senin, 9 April 2018.

Akibat kejadian ini, balita malang tersebut tewas, sementara ibunya masih dalam kondisi kritis. Hingga kini polisi masih mendalami kasus ini guna memastikan kejadian ini murni kecelakaan atau faktor kesengajaan.

Senin sore jenazah sang balita atas nama Faris, masih berada di kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Mohamad Saleh. Rencananya, jenazah balita berusia 17 bulan itu hendak dibawa ke rumah duka di Desa Pondok Wuluh, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Sebelumnya balita berjenis kelamin laki – laki ini mendapat perawatan instensif di rumah sakit setempat. Namun karena luka bakar yang dialaminya cukup serius, Faris akhirnya meninggal dunia. Selain fariz, ibunya bernama Soleha (35), juga mengalami luka bakar yang cukup parah, dan kini mendapat perawatan instensif di rumah sakit yang sama.

Kedua korban yang berstatus ibu dan anak ini mengalami luka bakar parah hampir di sekujur tubuhnya. Dugaan sementara, keduanya terluka akibat aksi bakar diri yang dilakukan sang ibu di area kebun jagung yang tempatnya tidak jauh dari rumahnya.

Warga yang mendengar ada teriakan menjerit segera menolong korban.

“Tadi begitu dengar suara teriakan, warga langsung menolong”

Kalau dilihat dari kondisinya sepertinya ini sengaja membakar diri. Tapi kami juga tidak tahu apakah memang ada masalah rumah tangga atau bagaimana,” kata Busir, salah seorang warga sekitar.

Belum diketahui penyebab pasti kenapa korban beserta bayinya nekat membakar diri di kebun jagung tersebut.

Namun diduga korban mengalami depresi akibat ada permasalahan keluarga. Hingga kini polisi masih mendalami kasus ini guna memastikan penyebab kejadian ini murni kecelakaan atau ada unsur kesengajaan. (***)

sumber: inews.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Balikpapan – Imam Nur Rohim (42), pekerja di usaha bordil ini mempunyai hobi memancing. Akibat hobi yang dilakoni untuk mengisi waktu luangnya, jadi malapetaka. Ia jadi korban kebakaran tumpahan minyak di perairan Teluk Balikpapan.

Keluarga sudah ihklas melepas kepergiannya. Dan prosesi pemakaman korban telah berjalan dengan baik di area kuburun Asrama Bukit Kota Balikpapan, Minggu, 1 April 2018 sekitar pukul 10.00 WITA.

Sanak famili dan rekan korban ikut mengiringi kepergian korban selamanya menghadap ke Tuhan Yang Maha Esa. Meskipun sudah merelakan kepergiannya, keluarga tetap terkenang sebelum peristiwa naas tersebut.

Prosesi pemakaman Imam yang menjadi korban kebakaran di perairan di Balikpapan. (istimewa)

Saat disela-sela acara pemakaman, Syahril (41), adik almarhum Imam menceritakan kepada Tribun Kaltim sebelum Imam meninggal dunia. Waktu itu, Sabtu, 31 Maret 2018 pagi, Imam keluar rumah sekitar pukul 05.30 Wita pergi ke laut untuk memancing tanpa pamit dengan istri dan keluarga.

“Pergi begitu saja. Tapi sudah pasti kalau keluar pagi berarti pergi ke laut, memancing. Dia dalam seminggu, setiap hari bisa dua kali pergi memancing di laut,” ungkapnya.

Sebelum pergi melaut, sekitar pukul 02.00 Wita, Syahril melihat Imam susah tidur selalu gusar padahal dirinya tidak habis minum kopi hitam.

Syahril melihat badannya berbaring namun mata masih belum terkantuk, susah tidur lelap.

Syaril pun saat itu membujuk Imam untuk tidak pergi memancing ke laut mengingat tubuhnya nampak letih habis bekerja di usaha bordil.

“Saya bilang tidak usah pergi mancing. Istirahat saja di rumah. Awalnya memang nurut. Dini hari tidak pergi tapi ternyata saat pagi habis Subuh, sudah kabur pergi keluar rumah. Bisa ditebak dia pergi mancing,” ungkapnya.

Sehari-hari kata Syahril, almarhum Imam peduli dengan keluarganya. Bertanggungjawab terhadap istri dan seorang anak angkatnya. Imam jadi tulang punggung bagi keluarganya.

Hobi yang sangat digemari ialah memancing ikan di laut. Ibaratnya, aktivitas memancing itu adalah hiburan bagi Imam.

Tak heran Imam pun tergabung dalam komunitas Bubuhan Mancing Bunsay.

Walau tubuh Imam dalam keadaan capai bekerja tetap saja obat penghilang rasa lelah ialah memancing.

Imam sudah lama menggeluti hobi memancing, kadang bersemangat mengajak orang lain ikut memancing.

“Mau bagaimana pun kalau dilarang memancing tetap tidak didengar. Sudah sangat mencintai memancing. Waktu meninggal kena kebakaran di Teluk Balikpapan korban memakai kaos komunitas memancingnya,” katanya.

Saat sebelum meninggal dunia, Imam tidak memberikan pesan apa pun. Kecurigaan akan pergi tinggalkan keluarga untuk selamanya pun tidak ada.

Kala mendengar ada kebakaran di tengah lautan Teluk Balikpapan, keluarganya sudah tahu informasinya dari berbagai obrolan tetangga dan masyarakat sekitar serta media massa online.

“Kami tidak mengira akan ada korban jiwa. Sekalinya ada informasi dari keponakan juga dari kepolisian, nyatanya ada korban ternyata si Imam. Kami semua kaget. Rasa tidak percaya kalau Imam yang jadi korbannya,” ujarnya.

Sekarang ibarat nasi telah menjadi bubur, keluarga sudah merasa ikhlas atas meinggalnya Imam dalam peristiwa kebakaran tumpahan minyak di Teluk Balikpapan.

“Istri Imam masih merasa sedih. Masih menangis terus. Dari tadi hanya menangis, badannya lemas, sedih yang mendalam,” ungkap Syahril.

Sebelum dimakamkan di pekuburan belakang lapangan Foni, di rumah kediaman korban tumpahan minyak ini di sudah ramai para pelayat termasuk di antaranya Plt Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.

Rumah almarhum berada di bilangan Gang Sampurna, Jalan Wain RT 97 Kelurahan Kebun Sayur, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sidoarjo – Kebakaran terjadi di SPBU Berbek, dekat exit Tol Berbek, Waru, Sidoarjo, Kamis 8 Maret 2018 pagi.

Upaya pemadaman masih berlangsung hingga sekarang.

Dari sejumlah informasi, sempat ada tiga kali ledakan dalam kebakaran tersebut.

“Kebakaran juga terlihat dari jalan tol. Asapnya membumbung tinggi,” kata Arif, seorang warga yang sedang melintas di tol Waru-Juanda.

Informasi yang didapatkan TribunJatim.com, ada satu unit mobil yang meledak ketika mengisi bahan bakar.

Api yang membakar mobil itu pun langsung menyambar dispenser sehingga terbakar hebat. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Maros – Seekor biawak liar masuk ke dalam rumah warga di perumahan Cahaya Jakarta, Kecamatan Maros Baru, Maros, Sulawesi Selatan. Sempat bikin geger, biawak itu akhirnya ditangkap oleh petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Maros.

Lima orang petugas Damkar yang turun dibuat kualahan menangkap biawak yang panjangnya hingga 1 meter itu. Biawak masuk ke dalam rumah melalui pintu belakang dan bersembunyi di balik televisi.

Pemilik rumah, Lisna mengaku panik saat melihat biawak itu masuk ke dalam rumahnya. Ia yang tengah bersama dua anaknya yang masih kecil, terpaksa bersembunyi di dalam kamar dan menghubungi pihak damkar.

“Pas saya mau mandi, tiba-tiba biawak itu masuk melompat lewat pintu belakang dan langsung masuk ke dalam rumah. Saya sama anak-anak saya langsung lari masuk kedalam kamar bersembunyi karena takut,” kata Lisna kepada detikcom, Selasa 27 Februari 2018.

Tak butuh waktu lama, petugas Damkar akhirnya menangkap biawak itu dengan menggunakan sehelai kain. Salah seorang dari mereka merayap saat mencoba menangkap binatang itu menggunakan tangan.

“Biawak ini sangat gesit, jadi sangat susah ditangkap menggunakan tangan. Makanya kita gunakan kain untuk menangkapnya dan akhirnya berhasil, meskipun sempat ada teman yang jatuh,” sebut salah seorang petugas Damkar, Ali Lintar.

Selain memadamkan api, salah satu tugas damkar juga mengevakuasi binatang apapun yang dianggap mengganggu warga, seperti ular dan lebah. Saat musim hujan seperti saat ini, pihaknya memang lebih banyak menerima laporan evakuasi binatang yang meresahkan warga.

“Jadi bukan hanya kebakaran. Kami memang bertugas untuk mengevakuasi binatang yang meresahkan warga. Biasanya memang musim hujan begini banyak laporan kami terima,” lanjutnya.

Setelah berhasil diamankan, biawak itu diikat agar tidak lepas. Petugas Damkar membawa biawak itu ke kantor Damkar untuk dilepaskan di habitat aslinya agar tidak mengganggu warga lagi. (***)

sumber: detik.com