KECELAKAAN

MEDIAKEPRI.CO.ID, Solo – Satlantas Polresta Solo telah menggelar perkara sebanyak dua kali kasus kecelakaan yang mengakibatkan meninggal dunia, Umiyatun, 60, warga Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari.

Satlantas Polresta Solo telah menetapkan status tersangka kepada pengemudi truk, Ali Suroso, 45, warga Merakurak, Kabupaten Tuban. Ali Suroso dijerat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 310 ayat 4 dengan ancaman hukuman paling lama enam tahun penjara.

Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Busroni, saat ditemui Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) di sela-sela kegiatannya, Ahad, 7 Juli 2019 mengatakan pengemudi truk dianggap lalai saat mengemudikan truk bermuatan semen seberat 33 ton itu.

Menurutnya, pengemudi truk saat melintas di Jl. Slamet Riyadi beberapa meter sebelum Simpang Farokah berpindah jalur ke kiri karena menghindari mobil yang berada di depannya. Sedangkan posisi korban berada di sebelah kiri truk yang sama-sama melaju ke arah barat hingga akhirnya bagian belakang truk sebelah kiri menyenggol kendaraan korban.

“Saat ini telah kami telah menahan pengemudi truk untuk diproses lebih lanjut,” ujar Busroni mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol Ribut Hari Wibowo.

Menurutnya, telah ada iktikad baik dari pengemudi truk yang kooperatif kepada kepolisian dan keluarga korban.

Sebelumnya, Umiyatun, mengendarai Honda Beat berpelat nomor AD 6534 S terlibat kecelakaan dengan truk pengangkut semen yang dikemudikan Ali Suroso, berpelat nomor L 8082 UO yang hendak menuju Kota Jogja di Jl. Slamet Riyadi atau sebelah timur Simpang Farokah pada Senin (1/7) sekitar pukul 08.00 WIB.

Salah seorang kerabat korban, Hariyanto, mengatakan korban merupakan istri Suliadi, 61, yang merupakan mantan sopir Presiden Joko Widodo saat menjabat sebagai Wali Kota Solo hingga menjadi Gubernur DKI Jakarta. Meskipun telah pensiun, Suliadi masih sering membantu keluarga Presiden Joko Widodo di Kota Solo jika ada keperluan.

Berdasarkan pengakuan pengemudi truk sebelumnya, Ali Suroso, mengaku dalam keadaan sehat saat mengemudi. Saat mengambil jalur kiri, ia mengaku sempat melihat dua kaca spion dalam keadaan kosong. (***)

sumber: bisnis.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jayapura – Hingga saat ini upaya pencarian helikopter milik TNI AD jenis MI-17 V5 yang hilang kontak di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Jumat, 28 Juni 2019 kemarin terus dilakukan.

Kapendam 17 Cenderawasih Kolonel Inf M Aidi mengatakan, heli tersebut ditumpangi 12 orang yang terdiri dari tujuh kru dan lima anggota Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonif 725/WRG.

Identitas tujuh kru helikopter yaitu Kapten CPN Aris (pilot), Lettu CPN Ahwar (copilot), Kapten CPN Bambang, Serka Suriatna, Pratu Asharul, Praka Dwi Pur, dan Serda Dita Ilham.

Sedangkan lima anggota Pamta Yonif 725/WRG yakni, Serda Ikrar Setya Nainggolan, Pratu Yanuarius Loe, Pratu Risno, Prada Sujono Kaimuddin, dan Prada Tegar Hadi Sentana.

Sebelum dinyatakan hilang kontak, pesawat ini tengah mengemban misi pendorongan logistik ke pos-pos pengaman TNI di perbatasan RI-PNG wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang, diantaranya ke Distrik Okbibab dilanjutkan ke Distrik Oksibil.

Upaya pencarian masih terus dilakukan oleh pihak TNI dibantu oleh berbagai unsur yaitu Polres Pegunungan Bintang, Basarnas Provinsi Papua, relawan Masyarakat dan beberapa perusahaan penerbangan sipil.

“Upaya pencarian dilaksanakan baik dengan melalui jalur darat maupun dengan jalur udara,” kata Aidi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 29 Juni 2019.

Untuk jalur udara, TNI telah mengerahkan dua unit helikopter Bell 412 milik penerbangan TNI AD dan pesawat CN235 milik TNI AU.

Untuk jalur darat telah dikerahkan satu SSK personel SAR gabungan terdiri dari unsur TNI, Polres Pegunungan Bintang, Basarnas Provinsi Papua dan sukarelawan masyarakat.

Selain itu juga dikerahkan unsur satuan kewilayahan guna mencari informasi melalui masyarakat.

Kendala utama yang dihadapi dalam upaya pencarian ini khususnya untuk jalur udara adalah faktor cuaca.

Sepanjang hari di wilayah Oksibil tertutup kabut tebal dengan visibility yang sangat rendah hanya berkisar antara 10 hingga 50 meter.

Hal itu sangat membahayakan penerbangan.

“Hal ini menyebabkan pencarian lewat jalur udara untuk hari ini tidak dapat dilaksanakan secara maksimal,” tuturnya.

Sementara untuk jalur darat terkendala dengan medan geografis yang sangat berat, kontur medan pegunungan dan jurang terjal dan tertutup dengan hutan lebat, sementara infrastruktur sangat terbatas. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Dua jet tempur Jerman jatuh usai bertabrakan di negara bagian timur Mecklenburg-Vorpommern. Jet tempur tersebut pun hancur berkeping-keping.

Belum diketahui penyebab kedua pesawat tempur Eurofighter tersebut bertabrakan. Namun, keduanya tidak bersenjata saat mereka bertabrakan di udara dekat pangkalan militer Laage di negara bagian timur Mecklenburg-Vorpommern.

Asap mengepul dari dua jet tempur yang bertabrakan.

Mobil pemadam kebakaran pun mendatangi lokasi jatuhnya jet tempur tersebut.

Istimewa

Ini foto dua jet tempur yang bertabrakan. Kedua pilot sebelumnya berhasil mengaktifkan kursi ejeksi dan terjun menggunakan parasut. Namun, hanya satu pilot yang ditemukan selamat di sebuah pohon tak lama setelah kecelakaan. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Ciamis – Selalu berhati-hati dan jaga kecepatan saat naik motor.

Terlebih saat kondisi jalan sepi, kendalikan jarak dan jangan ngebut.

Karena kecelakaan banyak faktor penyebabnya, pemotor harus makin waspada.

Derita Sakit Kanker Otak, Ini Dukungan dari Sejumlah Artis untuk Agung Hercules

Jokowi Geram Investasi Tak Nendang, Menteri Keuangan Sri Mulyani Beri Penjelasan Ini

Ini Tujuan dan Harapan Lion Parcel Gelar Promo “DUIT” Dua Kilo Irit

Insiden kecelakaan maut kembali terjadi di Ciamis, Jawa Barat.

Satu keluarga meninggal dunia usai terlindas truk kontainer.

Dikutip dari FB IKL Nusantara, kronologis kejadian bermula saat satu keluarga asal Majalengka, Jawa Barat tersenggol kontainer dan tergilas pada Rabu, 19 Juni 2019.

Seorang Warga Tewas Setelah Pergoki Tetangganya, Diduga Hendak Mencuri Gudang yang Dijaganya

Menurut informasi di lokasi kejadian, satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak berusia sekitar 2 tahun mengendarai sepeda motor NMAX warna putih nopol E 6671 UQ datang dari arah Banjar.

Diduga akan belok ke arah Rancah namun terlihat ragu-ragu.

Mendadak dari arah belakang muncul kontainer tanpa muatan menyenggol bagian belakang sepeda motor hingga terjatuh ke tengah jalan.

Lalu ketiga korban tergilas bagian depan kontainer.

Tukang ojek di simpang tiga Cisaga Toyib sampai gemetaran menuturkan kondisi korban setelah kecelakaan sangat mengenaskan.

Pengendara motor pria mengalami luka di bagian kepala, sementara ibunya luka parah pada bagian badan juga anaknya yang masih kecil.

Ketiga korban diduga meninggal di lokasi kejadian.

“Kondisinya sangat mengenaskan, tak tega melihatnya. Menurut informasi mereka satu keluarga abis dari Pangandaran mau pulang ke Majalengka. Tapi mungkin mau ke jalan Rancah, saat mau belok kelihatannya ragu-ragu,” ujar Toyib saat ditemui di lokasi.

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung mengevakuasi jasad korban ke RSUD Banjar. (***)

sumber: motorplusonline.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Empat kendaraan terlibat kecelakaan di KM 150.900 Tol Cipali jalur B arah Jakarta, Senin, 17 Juni 2019. Akibat dari peristiwa itu, 12 orang meninggal dunia, puluhan lainnya luka berat dan ringan.

Dirlantas Polda Jabar Kombes M. Aris menyebut, empat kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan itu adalah Bus Safari Dharma Raya dengan nomor polisi H-1469-C B, kemudian Mitsubishi Expander, Toyota Innova nomor polisi B-168-DIl serta Mitsubishi Truk R-1436-ZA.

Kaki Gatal pada Malam Hari? Nih Cara Mengatasinya

Peristiwa itu bermula saat kendaraan bus safari dharma raya datang dari arah Jakarta menuju ke Cirebon ( jalur A). Lalu, bus tersebut tiba-tiba menyeberang masuk ke jalur berlawanan dan menabrak kendaraan lainnya.

“Tiba-tiba bus menuju arus berlawanan. Diduga pengemudi mengantuk,” katanya saat dihubungi.

Usai Lebaran, Pasar Properti Bergerak ke Arah Positif

“Empat orang mengalami luka berat dan 20 orang alami luka ringan. Korban meninggal ada 12 orang,” lanjutnya.

Pihaknya masih melakukan pendataan terhadap para korban. Jajaran Ditlantas Polda Jabar dan Sat Lantas Polres Majalengka pun tengah lakukan penyidikan terkait kecelakaan tersebut.

Selalu Ingat Kematian, Ini Tips Cegah Serangan Jantung Kedua dari Jhody ‘Super Bejo’

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan seluruh korban saat ini sudah mendapat perawatan di Rumah Sakit Plumbon dan Rumah Sakit Cideres, Majalengka. (***)

sumber: merdeka.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kapal motor KM Kenari II yang mengangkut 30 penumpang dan anak buah kapal tenggelam di Perairan Laut Tanjung Mageta, Kecamatan Abad, Alor, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Juni 2019.

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Indonesia Ahmad Husein Alhumdor mengatakan dua penumpang meninggal dalam insiden itu.

“Tim SAR dari Basarnas Alor sudah tiba di lokasi, dua orang meninggal berdasarkan laporan,” ucap Ahmad dalam pesan pendek kepada Tempo, Sabtu, 15 Juni 2019.

Selain dua penumpang meninggal, delapan lainnya dilaporkan masih hilang. Sedangkan 20 penumpang dinyatakan selamat dan saat ini telah dievakuasi oleh tim SAR.

Peristiwa itu terjadi tepat pukul 08.00 WITA. KM Nusa Kenari II sebelumnya berangkat dari Pelabuhan Kalabahi pukul 02.30 WIT. Namun, di tengah perjalanan, kapal yang sedianya akan membawa penumpang ke tujuan Pelabuhan Pureman ini karam.

Berdasarkan catatan tim SAR, kapal itu karam tepat di koordinat 08 26′ 51.85″ S dan 124 24′ 38.09″. Belum diketahui penyebab tenggelamnya kapal. Saat ini, tim tengah berfokus mencari penumpang yang hilang di sekitar perairan.

Adapun kapten kapal, Peter Plaituka, yang turut selamat dalam musiban KM Kenari II tenggelam itu saat ini tengah diamankan pihak berwenang. “Kapten Kapal sementara berada di Polsek Alor Barat Daya Moru,” ucapnya. (***)

sumber: tempo.co

MEDIAKEPRI.CO.ID, Probolinggo – Tiga orang ditemukan tewas di sebuah sumur tua milik warga, Senin, 3 Juni 2019 petang.

Mereka adalah Sapik (pemilik sumur), Busar dan Mustofa, sama-sama warga Dusun Gupong, Desa Wringin Anom, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Polisi menduga ketiga korban mengalami keracunan di dalam sumur yang sudah hampir lima tahun tak digunakan.

Kronologis kejadian, bermula dari Sapik, yang meminta tolong dua korban lainnya untuk menguras sumur tua miliknya.

Genap 30 Hari, Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1440 H Jatuh pada 5 Juni 2019

“Yang turun paling awal ke dalam sumur adalah Mustofa. Tubuhnya diikat menggunakan tali. Namun selang beberapa menit kemudian, Mustofa tidak sadarkan diri,” ujar Sulihan, tetangga korban.

Melihat Mustofa tak sadarkan diri, lanjut Sulihan, Sapik pemilik sumur berinisiatif menolong.

“Sapik kemudian turun. Juga menggunakan tali,” tambah pria bertetangga dekat dengan para korban ini.

Ini Alasan Napi Ngamuk dan Membakar Rutan

Tak disangka, Sapik, yang hendak menolong korban pertama ternyata juga tak sadarkan diri. Di situlah Busar, korban selanjutnya turun ke dalam sumur berniat membantu dua korban sebelumnya. “Tapi nahas, Busar, juga ikut tak sadarkan diri,” ujar Sulihan.

Setelah ketiga korban terlihat tak berdaya, warga sekitar-pun ramai-ramai menarik tubuh korban yang sama-sama masih terikat tali hingga kepermukaan sumur. “Semua langsung kita larikan ke Rumah Sakit Tongas,” katanya

Sekedar diketahui, meski beda tahun, namun ketiga korban terlahir pada tanggal dan bulan yang sama. Yakni 1 Juni.

Dikira Ada Bulu Masuk Mata, Rupanya Penyakit yang Hampir Bikin Buta

Terpisah Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Riyanto, membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. “Dari ketiga korban, Busar, yang dinyatakan medis meninggal di rumah sakit,” katanya.

Mantan Kasat Reskrim Polres Pasuruan, itu menambahkan, usai ketiganya berhasil dievakusi satu persatu, jasad korban dibawa ke RSUD Tongas untuk dilakukan visum. “Jenazah dibawa ke RSUD, nanti divisum kemudian diserahkan ke pihak keluarga,” pungkasnya.

Saat berita ini diunggah proses pemandian ketiga jenazah akan dimulai. Rencana keluarga masing-masing korban, seluruh jenazah akan dimakamkan malam ini. (***)

sumber: inilah.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sigli – Truk tronton BL 8718 EM, dikemudikan Ahmad Muslim (50) menghantam bagian belakang truk kontainer BK 9530 CP di jalan nasional, di kawasan Gampong Simpang Beutong, Kecamatan Muara Tiga (Laweung) Pidie, Rabu, 29 Mei 2019.

Hantaman keras tersebut menyebabkan bagian depan truk tronton remuk. Sang sopir bernama Ahmad Muslim warga Gampong Beunot Gogo, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie terjepit.

Sehingga proses evakuasi sang sopir yang terjepit itu berlangsung dramatis. Karena truk kontainer harus ditarik dengan truk lain.

” Sopir yang terjepit dalam kondisi selamat, meski proses evakuasi hampir 40 menit,” kata Kapolres Pidie, AKBP Andi Nugraha Setiawan Siregar SIK, Rabu, 29 Mei 2019.

Ia menjelaskan, ihwal kejadian tersebut berawal truk trontor berisi muatan mi instan dari arah Medan Sumatera Utara menuju Banda Aceh.

Truk dikemudikan Ahmad Muslim diduga melaju dengan kecepatan agak tinggi. Entah bagaimana sang sopir hilang kendali yang menabrak truk peti kemas yang parkir sebelah kiri jalan (dari arah Medan).

Truk kontainer itu disopiri Fredy Gultom (46) warga Jalan Bukit Gang Perjuangan, Kota Bangun, Medan (Sumatera Utara).

Lakalantas tersebut menyebabkan sopir truk tronton terjepit. Namun, sopir itu hanya luka di bagian kaki dalam insiden itu.

” Kalau dilihat kondisi depan truk tronton rusak berat, perkiraan saya sopir tidak selamat. Tapi, setelah dilakukan evakuasi, sang sopir hanya mengalami luka ringan. Saya imbau semua sopir tidak ngebut,” pungkasnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Ciamis – Nathan tewas mengenaskan akibat terlindas truk pasir. Tubuh bayi usia 18 bulan itu terjatuh dari sepeda motor yang dikendarai orang tuanya di Jalan RE Martadinata atau tepatnya simpang tiga Anjrek, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu, 22 mei 2019 pagi.

Kejadian bermula sepeda motor Vario yang dikendarai Jaelani berboncengan dengan istrinya, Sri sambil menggendong Nathan (18 bulan), datang dari arah Cipaku menuju Ciamis. Tiba-tiba sepeda motor tersebut oleng dan terjatuh di tengah jalan pertigaan Anjrek atau depan Puskesmas Baregbeg.

Malang Benar Nasip Ati, Sebelum Ditemukan Tewas, Ini yang Dialami Asisten Rumah Tangga Ini

Dari arah berlawanan datang truk bermuatan pasir melaju dengan kecepatan sedang. Bayi yang digendong ibunya ikut terjatuh dari motor dan tergilas ban truk pasir. Sopir truk diduga tak melihat ada sepeda motor terjatuh saat melintas. Truk pasir malah tetap melanjutkan perjalanannya.

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung mengevakuasi bayi nahas dengan luka parah di kepala itu ke Puskesmas Baregbeg. Namun nyawa korban tak tertolong. Sejumlah warga mengejar truk pasir tersebut dan berhasil menangkapnya untuk bertanggung jawab.

“Saya melihat sepeda motor terjatuh dan ada ibu sambil menggendong bayi penuh darah luka parah. Lalu bayi itu saya gendong dibawa ke puskesmas,” ujar Aipda Rosmayadi Anggota Polsek Cipaku yang ikut membantu evakuasi korban saat ditemui di Puskesmas Baregbeg.

Sempat Berhenti, Massa Kembali Lempari Batu Stasiun Tanah Abang, Penumpang Menumpuk

Budi, sopir truk pasir, mengaku tak mengetahui bahwa mobil yang dikemudikannya melindas seseorang. Bahkan ia mengaku tak melihat ada sepeda motor terjatuh. Ia mengetahui ada motor tergeletak di jalan saat melihat kaca spion kendaraannya.

Karena berpikir tak ada apa-apa, ia langsung melanjutkan perjalanan sampai tanjakan Alinayin. “Saya dari Tasik mau ke Rajadesa, berhenti di Alinaying setelah ada yang nyusul. Katanya ada yang kecelakaan, terlindas truk,” ucap Budi saat akan dibawa petugas Satlantas Polres Ciamis.

Kecelakaan tersebut kini ditangani oleh Unit Laka Satlantas Polres Ciamis. Anggota Satlantas menggelar olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan saksi dan warga setempat. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Cirebon – Seorang anggota Satreskrim Polres Indramayu meninggal dunia akibat mengalami kecelakaan saat hendak mengecek salah satu tempat pemungutan suara (TPS), Jumat, 19 April 2019 sekitar pukul 14.00 WIB. Selain itu, satu orang anggota polisi lainnya yang bersama korban mengalami luka dan dilarikan ke RSBI Losarang.

Adapun korban tewas bernama Bripka Mashadi. Hingga berita ini diturunkan, jenazah telah diberangkatkan menuju rumah duka di Kabupaten Cirebon. Sedangkan korban luka bernama Bripka Eko Budiyono, yang kini masih menjalani perawatan di RSBI Losarang, Kabupaten Indramayu.

Awasi dan Pegangi Anak saat Naik dan Turun Eskalator, Ini Fakta Viralnya Video Bocah Terjepit Eskalator

Kapolres Indramayu, AKBP M Yoris MY Marzuki, menjelaskan, peristiwa itu bermula saat kedua anggotanya itu hendak mengecek salah satu TPS di Desa Plumbon, Kecamatan/Kabupaten Indramayu. Pasalnya, TPS tersebut saat ini sedang dikaji secara hukum mengenai kemungkinan dilakukan pemungutan suara ulang (PSU) Pemilu 2019.

Kedua orang anggota polisi itu mengendarai sebuah mobil Avanza. Namun, saat sampai di ruas jalan di Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, tiba-tiba ada seorang pengendara sepeda motor yang keluar dari sebuah gang secara mendadak.

AWAS! Waspadai Radiasi Ponsel, Jangan Asal Simpan dan Hindari Tiga Tempat Ini

‘’Untuk menghindari sepeda motor itu, korban akhirnya banting setir hingga akhirnya mobilnya terbalik dan menabrak pohon,’’ kata Yoris, saat ditemui usai melihat jenazah korban di RSUD Indramayu.

Akibat peristiwa itu, Bripka Mashadi meninggal dunia. Sedangkan Bripka Eko, mengalami luka.

Yoris mengungkapkan, jajaran Polres Indramayu berduka dengan adanya peristiwa tersebut. Dia pun menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga korban.

Aktif Kampanyekan Donor Darah Sewaktu Masih di TNI, Kini AHY Merasakan Manfaatnya saat Ibunda Derita Leukimia

Terpisah, Ketua KPU Kabupaten Indramayu, Ahmad Toni Fathoni, menjelaskan, terkait kemungkinan dilakukannya PSU di salah satu TPS di Desa Plumbon, hingga kini masih dilakukan proses kajian hukum.

‘’Masih dilakukan evaluasi,’’ kata Toni. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sidoarjo – Sebuah pikap L 300 muat telur menabrak truk boks yang sedang parkir di Jalan Raya Tebel, Sidoarjo. Peristiwa yang terjadi di selatan Pasar Kupang Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, pukul 01.00 WIB ini menyebabkan satu orang meninggal.

Pikap L 300 nopol N-8496-DH yang dikemudikan Ahmad Fahrul Mubin (25) warga Desa/Kecamatan Wajak, Malang, menabrak truk boks nopol B-9252-BL yang dikemudikan Tumpak Maratua Manalu, (49) warga Jakarta Barat.

“Diduga pengemudi mobil pikap L 300 mengantuk, kemudian oleng ke kiri. Akhirnya menabrak mobil boks yang sedang parkir,” kata Kanit Laka Polresta Sidoarjo AKP Sugeng Sulistiyono saat dihubungi, Senin, 15 April 2019.

Dia menambahkan, kecelakaan itu menewaskan satu penumpang bernama Wildan Ari (22) warga Dusun Garotan, Desa Bringin, Kecamatan Wajak, Malang.

Miliki Potensi Besar, BRI Incar Bisnis Pembiayaan Kendaraan Bekas

Peristiwa itu berawal dari pikap berjalan dari arah Sidoarjo ke Surabaya. Diduga kecepatannya cukup tinggi, pikap menabrak truk parkir di Jalan Raya Tebel. Akibatnya satu penumpang pikap meninggal terjepit. Sedangkan sopir pikap luka ringan.

“Akibat kecelakaan tersebut satu penumpang mobil pikap meninggal dunia, sedangkan sopir luka ringan. Pikap ini mau kirim telur ke Surabaya,” tambahnya.

Miliki Potensi Besar, BRI Incar Bisnis Pembiayaan Kendaraan Bekas

Warga dan polisi membantu evakuasi penumpang yang meninggal terjepit. Selama kurang lebih 1 jam, korban pun berhasil dievakuasi dan dibawa ke RSUD Sidoarjo. Arus lalu lintas pun sempat tersendat akibat kecelakaan tersebut.

“Korban yang terjepit berhasil dievakuasi dan dibawa ke RSUD Sidoarjo. Arus lalu lintas lancar setelah beberapa saat tersendat karena kerumunan warga dam proses evakuasi,” jelasnya.(***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Medan – Aksi pencurian sepeda motor di kampus Universitas Sumatera Utara (USU) kemarin mengambil korban jiwa. Seorang loper koran yang sangat dikenal di lingkungan kampus itu, Zulham Basalama (57), meninggal dunia setelah sepedanya ditabrak mobil komplotan pelaku.

Berdasarkan informasi dihimpun peristiwa itu terjadi sekitar Fakultas Teknik pada pukul 10.30 Wib. Kejadian berawal saat mobil sedan Honda hijau BK 1613 BM memasuki kampus USU dan parkir di area Teknik Kimia.

Di kendaraan itu ada 4 orang yakni: pengemudi Said Reza (31), warga Medan Permai, Kompleks Puri Zahara 2; Armen Purba (27), warga Jalan Karya 7 Tanah Garapan; Indra Sahputra (34), warga Jalan Sei Mencirim Dusun 5; dan seorang perempuan, April Andreas (20 ) warga Sei Mencirim Dusun 5.

Kemudian Armen turun untuk mengambil sepeda motor Yamaha R15 abu abu BK.6219 ACK yang tengah diparkir. Kendaraan itu belakangan diketahui milik seorang mahasiswa, Rizki Afit Pratama Purwadi, (18), warga Jalan Sultan Gang Amal. Tanjung Morawa.

Armen berhasil mendorong sepeda motor korban keluar dari area parkir Teknik Kimia. Dia bahkan sempat memotong kabel kunci kontak. “Tapi karena sepeda motor tidak hidup pelaku terus mendorong sepeda motor ke arah parkir mobil temannya yang sedang menunggu,” kata Kompol Martuasah Tobing, Kapolsek Medan Baru.

Seorang mahasiswa curiga melihat kejadian itu. Setelah yakin, dia langsung meneriaki pelaku.

Massa pun beraksi. Armen dipukuli.

Dua temannya yang ada di mobil juga langsung lari keluar, tapi tak luput dari amuk massa. “Diduga karena ketakutan, tersangka yang mengemudi, atas nama Reza, lari dengan mobil sangat kencang,” jelas Martuasah.

Mobil itu menabrak Zulham yang sedang bersepeda mengantarkan koran di Kompleks USU. Pria berkacamata tebal dan akrab disapa Pak Zul itu terluka parah. Dia dilarikan ke RS USU.

“Korban meninggal 2 jam setelah mendapat perawatan, jenazahnya lalu dibawa ke rumah duka di Jalan HM Said Gang Kacung, Medan Perjuangan,” sebut Martuasah.

Sementara mobil pelaku terhenti setelah menabrak pohon. Keempat tersangka pun jadi bulan-bulanan massa.

Para pelaku yang sudah babak belur akhirnya diamankan petugas Unit Reskrim Polsek Medan Baru. Mereka dibawa ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan.

Jenazah Zulham sudah dimakamkan di Pemakaman Umum Jalan Sutomo, Ahad 14 April 2019.

“Saya berdoa abang saya diterima di sisi Allah SWT. Untuk pelaku saya serahkan kepada yang berwajib,” ucap Saiful Basalama (54), adik korban. (***)

sumber: merdeka.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Depok – Ita Sachari (27) ditemukan tewas mengenaskan di dekat pembatas Jalan Margonda Raya, Depok. Polisi menyatakan Ita tewas akibat kecelakaan lalu lintas.

“Laka (kecelakaan lalu lintas) tunggal,” kata Kasat Lantas Polresta Depok Kompol Sutomo dalam keterangannya kepada detikcom, Senin, 8 April 2019.

Tak Disangka Pasutri Ini Habiskan Biaya Puluhan Juta Setelah Anjingnya Telan Sekantung Heroin, Kok Bisa?

Sutomo mengatakan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi. Polisi juga telah melakuan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi.

“Hasil olah TKP itu memang murni kecelakaan lalu lintas. Korban diduga mengantuk, kemudian out of control,” kata Sutomo.

Miris! ABG Ini Melahirkan di Pinggir Jalan dan Dibantu Teman, Remaja Ini Potong Tali Pusat dengan Gunting Kuku

Dari hasil olah TKP, pemeriksaan CCTV dan saksi-saksi, polisi menyimpulkan korban mengalami kecelakaan tunggal. Berikut fakta-faktanya.

Rekaman CCTV

Kecelakaan yang terjadi di Jalan Margonda Raya arah Depok terjadi pukul 05.30 WIB. Dalam rekaman CCTV dari seberang lokasi, terlihat sejumlah pengendara tiba-tiba memelankan kendaraannya.

“CCTV juga sudah kita lihat. Tidak ada tanda-tanda keramaian, normal aja jalan. Tetapi memang ada yang kemudian memelankan kendaraannya,” jelas Sutomo.

Saksi Dengar Benturan

Polisi memeriksa 4 orang saksi petugas kebersihan di sekitar lokasi. Para saksi sempat mendengar suara benturan keras sebelum korban ditemukan tergeletak di dekat separator jalur cepat Jalan Margonda Raya.

“Kemudian saksi mendekati korban dan dilihat kepala korban terputus dan kondisi hancur,” kata Sutomo.

Saksi kemudian mengambil traffic cone untuk melindungi korban dari pengguna jalan atau kenderaan lain yang melintas. Setelah itu saksi melaporkan ke Polresta Depok atas peristiwa tersebut.

Senggol Separator

Polisi juga mengecek kondisi motor korban. Dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya bekas benturan pada bagian knalpot motor di bagian kanan yang mengindikasikan korban menyenggol separator di jalur cepat.

“Motornya nyenggol pembatas jalan. ‘Kan pembatas jalannya itu ada pagar dari kawat sling itu, kemudian jatuh ke situ sehingga kepala putus,” papar Sutomo.


Fakta-fakta Perempuan Tewas Kecelakaan Kepala Putus dan Hancur, Ini Kata Polisi

Korban diketahui mengendarai motor Honda Vario bernopol B-3678-ENU saat itu. Korban terpental dari motornya sejauh 30 meter.

“Posisi motor sama korban berjarak sekitar 30 meter,” kata Kasubag Humas Polresta Depok AKP Firdaus. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Addis Ababa – Pesawat Boeing 737 milik Ethiopian Arilines jatuh pada Ahad, 10 Maret 2019 pagi dalam perjalanan dari Addis ke Nairobi, Kenya.

Melansir dari kantor berita AFP, manajemen maskapai menyatakan pesawat membawa 149 penumpang dan 8 kru pesawat. “Kami dengan ini mengonfirmasi, pesawat nomor penerbangan ET 302 kami dari Addis Ababa ke Nairobi terlibat kecelakaan hari ini,” demikian pernyataan manajamen.

Di Tengah Penerbangan, Pesawat Ini harus Kembali ke Bandara karna Ada Jantung Manusia yang Tertinggal. Kok Bisa?

Diwartakan Al Jazeera, pihak berwenang mengonfirmasi pesawat tersebut jatuh sekitar pukul 08.44 waktu setempat, tak setelah lama lepas landas pada pukul 08.38.

Perdana Menteri Etiopia Abiy Ahmed menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Kantor Perdana Menteri, atas nama pemerintah dan rakyat Etiopia, menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga yang kehilangan orang yang dicintai dalam penerbangan Ethiopian Airlines,” kicaunya di Twitter.

Ironis, Ini Kronologi Detik-detik Jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610

Laporan dari Bloomberg menyebutkan, pesawat jatuh di sekitar wilayah Bishoftu atau Debre Zeit, sekitar 50 km sebelah selatan ibu kota Etiopia, Addis Ababa.

Hingga kini belum ada rincian lebih lanjut tentang penyebab kecelakaan. Meski demikian, operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung.

Kami tidak memiliki informasi tentang korban selamat atau korban terluka,” demikian pernyataan kantor Perdana Menteri.

Ethiopian Airlines merupakan perusahaan milik negara yang mengklaim sebagai maskapai terbesar di Afrika. Maskapai tersebut berambisi menjadi pintu gerbang untuk menjelajahi benua Afrika. (***)

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jember – Empat orang tewas dalam kejadian ambrolnya saluran pembuangan kotoran atau septic tank di Dusun Krajan, Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, Jember, Jumat, 1 Januari 2019 petang.

Evakuasi keempat orang tersebut dilakukan hingga malam.

Keempat orang yang meninggal dunia itu adalah Nuryani (43), Amir alias Pak so (51), Ahmad Khoiri (28), dan Imam (19), semuanya warga Dusun krajan RT 1 RW 2 Desa Karangpring Kecamatan Sukorambi.

Dua Bulan Menepi Karena Operasi, Marquez Kembali Tunggangi Motor

Kapolsek Sukorambi, AKP Ribut Budiono, membenarkan peristiwa tersebut.

“Ya, empat orang meninggal dunia. Satu perempuan dan tiga laki-laki,” ujar Ribut.

Peristiwa itu bermula dari jatuhnya Nuryani ke lubang septic tank yang ambrol. Septic tank itu berada di belakang rumahnya.

“Pasangan” , Asal Indonesia Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Filipina, Benarkah Ini Tujuannya?

Dia pun berteriak minta tolong. Pak So yang mendengar teriakan Nuryani berusaha menolongnya memakai tangga bambu. Namun keduanya malah sama-sama terjatuh.

Kemudian Khoiri juga berusaha menolong. Nahas, dia pun terjatuh. Terakhir, Imam yang berusaha menolong juga ikut terjatuh ke lubang tersebut.

Artis Cantik Ini Habiskan 1 Miliar untuk Operasi Plastik, Siapakah Dia?

Keempat orang itu masuk ke lubang septic tank. Warga yang mengetahuinya kemudian melapor ke Polsek Sukorambi.

Evakuasi kepada empat orang tersebut dilakukan oleh petugas gabungan dari Polsek Sukorambi, Basarnas, PMI, juga Polres Jember, dan warga sekitar.

Sekitar pukul 18.21 WIB, evakuasi berhasil menemukan satu orang yakni Imam, kemudian berlanjut ke Khoiri, lalu Nuryani dan terakhir pukul 19.20 Wib, tubuh Pak So ditemukan.

Keempat orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Diduga kekurangan oksigen. Tidak ada luka lain,” imbuh Ribut. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bangka – Dari kejauhan, jarak sekitar 70 meter, Syarifuddin (50), Sopir Truk Nopol B 9078 BYX sudah melihat ada yang tidak beres pada pengendara motor di hadapannya. Ia berusaha membanting stir ke arah kiri, namun pengendara motor malah semakin ke kanan, menuju persis ke arah tengah moncong mobilnya.

Hanya dalam hitungan detik, Sepeda Motor Honda Vario tanpa plat Nopol dikemudikan Meri Handayani (32) berboncengan dengan Arni (55) pun menghantam mobil pengangkut pupuk ini.

Suara keras terdengar dan samar-samar Syarifuddin melihat sosok bayangan perempuan pengendara motor terpental ke atas mobil.

Sedangkan motor perempuan itu nyangkut persis di moncong mobil, terlipat jadi dua, lalu lepas seiring rebahnya truk ke luar berem, kiri jalan.

“Kondisi saat itu (laju truk) saya pelan karena muatan (pupuk) berat, jadi gimana mobil mau ngebut. Sedangkan pengendara motor dari jauh sudah kelihatan lari ke kanan. Saya berusaha ke kiri (arah Sungailiat-Pangkalpinang) untuk menghindar. Tujuan saya menghindar ke kiri supaya dia (pengendara motor) lihat saya minggir,” kata Syarifuddin ditemui di Kantor Unit Laka Satlantas Polres Bangka, usai kejadian, Rabu, 30 Januari 2019.

Seandainya perempuan pengendara Motor Vario ini bisa banting stang motor ke kanan, kata Syarifuddin, tentu tabrakan adu kambing tidak akan terjadi. Tapi malah sebaliknya, pengendara motor melaju kencang, terus menghantam arah tengah mobil truk ini dari arah berlawanan.

“Saya berusaha ke kiri tapi pengendara motor tetap ke kanan dan menghantam tengah truk. Posisi pengendara motor kemudian terpelanting ke atas mobil saya. Mobil saya rebah dan saat saya lihat wanita itu sudah (terkapar) di belakang mobil, setelah terpental ke atas mobil dan jatuh beberapa meter di belakang mobil, saya,” kata Syarifuddin mengaku mendapat beberapa jahitan pada tangan kiri karena terkena pecahan kaca mobil. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Purwakarta – Pelajar SMP kelas VII, Ziyad Rubay, warga Kampung Bojong RT 19/05, Kelurahan Nagri Kidul, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, meninggal dunia usai tersambar KA Argo Parahyangan. Kematian pelajar tersebut membuat orang tuanya terpukul.

Kanit Laka Polres Purwakarta, Iptu Agus Kuswara, mengatakan, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 05.45 WIB. Adapun, lokasi kejadian tersebut, tak jauh dari kediamannya di Kampung Bojong. Diduga, anak tersebut tersambar saat hendak pulang menuju kediamannya.

“Diduga, korban kurang konsentrasi dan mengantuk,” ujar Agus, kepada sejumlah media, Ahad, 27 Januari 2019.

Menurut Agus, korban tak menyadari ada kereta Argo Parahyangan yang datang dari arah Bandung menuju Jakarta. Akibatnya, tubuh korban terpental lalu pelajar itu meninggal seketika.

Setelah mendapat laporan dari warga, pihaknya langsung menuju TKP. Saat itu juga, jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bayu Asih untuk divisum.

Sementara itu, ayah korban Junaedi (45 tahun), mengaku, sangat terpukul dengan kematian anaknya itu. Bagaimana tidak, dirinya mendapati Ziyad Rubay anaknya, terkapar dengan kondisi mengenaskan di samping perlintasan kereta api sekitar stasiun Purwakarta.

Junaedi bercerita, Sabtu malam anaknya itu pamit untuk bermain dengan teman sebayanya. Di tunggu hingga tengah malam, Ziyad itu tak kunjung pulang. Pada Ahad pagi, Junaedi mendapat kabar yang sangat tidak mengenakan soal kondisi anaknya. (***)

sumber: repubika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandarlampung – Kecelakaan beruntun yang terjadi di Jalan Sisingamangaraja membuat satu orang meninggal dunia.

Menurut Cicih seorang saksi mata, kecelakaan terjadi saat sepeda motor Yamaha Mio bernopol BE 3724 BY mencoba mendahului mobil truk sampah bernopol BE 9930 AZ.

Sering Dihantui Buat Pembunuh Ini Menyerahkan Diri

“Motor itu ngebut dari atas (Gedong Air) ke bawah (Kaliawi) balap truk sampah, jalannya barengan,” ungkap Cicih, Sabtu 26 Januari 2019.

Tiba-tiba, lanjut Cicih, motor jatuh dan masuk ke kolong truk.

“Orangnya langsung kelindas, aduh, saya cuman bisa teriak dan kaki saya langsung lemas,” ungkap penjual pecel ini.

Pernah Rasakan Olahan Ayam Pedas Pekat Jahe? Nih Admin Bisikin Resepnya

Kata Cicih, mobil truk langsung menghantam mobil gas.

“Mobil gasnya trus numbur mobil carry itu, eh mobil muatan gas itu kabur, yang orang naik motor dah darahnya kemana-mana, kepalanya pecah, langsung meninggal,” paparnya.

Cicih mengaku saat itu sedang membuat pecel, meski melihat langsung ia tidak bisa memastikan korban tersenggol atau jatuh sendiri.

Sebelumnya diberitakan, tejadi kecelakaan lalulintas beruntun di Jalan Sisingamangaraja Kelurahan Kelapa Tiga, Tanjungkarang Pusat tepatnya disebrang gang Haji Husnah, Sabtu 26 Januari 2019.

Kurs Dolar AS Jatuh ke Level Terendah Setelah Penghentian Sementara Shutdown

Kecelakaan ini melibat empat kendaraan sekaligus.

Diantaranya satu unit mobil truk sampah bernopol BE 9930 AZ, mobil Suzuki Carry bernopol BE 2830 AU, satu unit sepeda motor Yamaha Mio bernopol BE 3724 BY sementara satu mobil truk bermuatan gas kabur entah kemana.

Akibat kecelakaan ini satu orang pengendara motor meninggal dunia lantaran terlindas ban truk. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bekasi – Sariman, 36, pekerja di tempat pengepulan plastik ditemukan tewas menggenaskan di tempatnya bekerja, kawasan Kelurahan Sumurbatu, Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis, 17 Januari 2019.

Tubuh Sariman tergiling mesin daur ulang plastik ditempat kerjanya.

Kapolsek Bantargebang Kompol Siswo mengatakan, pihaknya belum mengetahui penyebab pria asal Blora, Jawa Tengah, itu jatuh ke dalam mesin. Dugaan sementara kepolisian, Sariman terpeleset atau mengantuk.

Koramil Pucakwangi Bersama Warga Bangun Kembali Rumah Pasca Kebakaran

“Soalnya dari keterangan saksi, korban ini sering begadang,” kata Siswo di Bekasi, Jumat, 18 Januari 2019.

Korban pertama kali ditemukan rekan kerjanya saat mesin daur ulang plastik sempat macet. Teman korban tidak sadar karena berada di lantai yang berbeda.

Jangan Samakan Seperti Mesin, Ini Cara yang Tepat untuk Mengetahui Apakah Kamu Obesitas

“(Teman korban) kerja di bagian bawah. Kalau korban di atas bagian memasukkan barang-barang bekas plastik besar seperti ember,” ujarnya.

Teman kerja korban mengecek mesin macet heran banyak darah. Saat mesin dimatikan dan dicek ke bagian atas, terlihat sisa kaki Sariman.

Prabowo Pertanyakan Konflik Kepentingan Bawahan Jokowi Soal Impor Pangan, Ini Jawabannya

“(Bagian badan) yang lainnya sudah menjadi hancur,” lanjut Siswo.

Pihaknya telah melakukan mengolah tempat kejadian perkara (TKP) dan telah menjadwalkan untuk memanggil pemilik tempat pengepulan guna dimintai keterangan.

Telah Ditemukan Mayat Terbungkus Kain Sprei di Dalam Tong Plastik, Siapakah Dia?

“Kita periksa buatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), walaupun itu bukan pabrik cuma bedeng tapi kan keselamatan kerja harus diperhatikan,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, keluarga korban dari luar Kota Bekasi telah datang untuk mengambil sisa bagian tubuh korban untuk dimakamkan. (***)

sumber: metrotvnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Tragis. Itulah kata yang paling tepat untuk menggambarkan peristiwa yang dialami oleh seorang guru dan tiga anaknya di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawringin Barat, Kalimantan Tengah ini.

Juhari (38), seorang guru SMP yang menaiki sepeda motor bersama tiga anaknya tertabrak truk yang melaju ugal-ugalan di Jalan Padat Karya I, Kawasan Bundaran Monyet, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa, 8 januari 2019 pagi.

Tragisnya, pengemudi truk yang diketahui bernama Markus (30) tersebut dalam kondisi mabuk dan positif mengkonsumsi narkoba.

Pria 30 tahun ini memotong persimpangan empat jalan dengan langsung berbelok ke kanan, tanpa memutari bundaran persimpangan itu, dengan kecepatan tinggi.

Ia kemudian menabrak pengguna jalan lain dari arah berseberangan. Juhari (38), seorang guru SMP yang mengendarai sepeda motor jenis Honda Revo, bersama tiga orang anaknya yang masih kecil-kecil, menjadi korbannya.

Juhari dan anak keduanya, Ahmad Dhafari (7) yang duduk persis di belakangnya tewas akibat kejadian ini.

Sementara anak bungsunya, Ahmad Faeyzafari (5) mengalami beberapa luka, dan langsung dibawa ke klinik terdekat.

Sedangkan anak sulungnya, Ahmad Ghifari (11), hingga berita ini ditulis, masih menjalani perawatan serius di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.

Sebelum kecelakaan itu terjadi, seperti biasa, Juhari terlebih dahulu mengantarkan anak-anaknya ke sekolah, untuk kemudian berangkat mengajar di SMP Negeri 5 Kumai.

Wagiman, guru di SMA Negeri 1 Kumai, yang lokasinya tak jauh dari kecelakaan lalu lintas itu, bersama warga, lantas melarikan Juhari dan dua anaknya ke rumah sakit, dengan menumpang sebuah pikap yang lewat di jalan itu.

Wagiman mengatakan, Juhari meninggal dunia tak lama setelah tiba di rumah sakit.

Beberapa jam kemudian anak keduanya pun mengembuskan napas terakhirnya.

Sebelum dievakuasi, tubuh bapak dan dua anaknya itu sudah terkapar di tepi jalan.

Kasatlantas Polres Kotawaringin Barat, AKP Marsono mengatakan, Markus, sang sopir ugal-ugalan itu, selain dalam keadaan mabuk, juga dipastikan positif memakai narkoba setelah menjalani tes urine pagi tadi.

“Kecelakaan karena kelalaian pengemudi roda empat,” kata dia, Selasa, 8 Januari 2019 siang.

Marsono menjelaskan, pada saat mengemudikan truk jenis Mitsubishi Canter bernomor polisi L9132AQ, Markus tidak membawa Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Muhammad Jamri (35), warga di tempat kejadian perkara menuturkan, Markus sebelumnya diduga menyerempet seorang pengendara sepeda motor.

Pengendara sepeda motor itu kemudian mengejar Markus.

Mistirah, warga lainnya, mengatakan, saat Markus mengemudikan truknya secara ugal-ugalan itu, ada beberapa pengendara sepeda motor di depan korban yang juga nyaris tertabrak.

Kendati bukan kawasan padat, kecelakaan lalu lintas acap terjadi di Kumai.

Dua hari lalu, seorang remaja tewas setelah jadi korban tabrak lari di jalan Kumai-Kubu, sekitar 500 meter dari lokasi insiden pagi tadi.

Daerah ini memang termasuk yang kurang terpantau polisi lalu lintas.

Berbeda dengan Pangkalan Bun, yang berjarak sekitar 10 kilometer dari lokasi kejadian, berbagai persimpangan dan belokan dijaga polisi lalu lintas di jam-jam keberangkatan siswa sekolah pagi tadi. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Gresik – Perjalanan Hadi Siswanto (17) untuk kembali ke rumah berujung maut. Pelajar asal Lamongan itu tewas dalam kecelakaan maut di Gresik saat malam Tahun Baru 2019, Senin, 31 Desember 2018.

Ia tewas setelah menabrak sebuah pohon yang berada di Jalan Desa Sumengko, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik.

Motor yang ia kendarai hancur di bagian depan.

AKanit Laka Satlantas Polres Gresik, Ipda Yosy Eka Prasetya mengatakan, malam itu korban mengendarai Honda CB hitam S 5779 SU seorang diri.

Hadi melaju dengan kecepatan tinggi, dari arah selatan ke utara.

Sesampainya di ruas jalan Desa Sumengko yang sedikit menikung, korban kurang menguasai jalan sehingga oleng dan langsung menabrak pohon yang berada di tepi jalan.

“Kurang menguasai jalan sehingga oleng ke kiri dan nabrak pohon,” ujarnya.

Polisi dibantu para pengendara yang kebetulan melintas langsung membawa korban yang sudah tidak bernyawa untuk dievakuasi ke Puskesmas terdekat. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Madiun – Sebuah mobil Toyota Yaris menabrak 8 sepeda motor di area parkir Bank BRI, Jalan Pahlawan, Kota Madiun. Insiden ini terekam kamera CCTV.

Rekaman video CCTV tersebut beredar melalui whatsapp. Dalam video berdurasi 28 detik itu tampak mobil Yaris warna hitam sempat berhenti lama, saat akan masuk area parkir Bank BRI.

BACA: Pebalap Timnas Hari Fitrianto Gegar Otak Ditabrak Saat Latihan

BACA: Gubrak, Begitu Pintu Didobrak, Amoy Cantik Ini Ditemukan Tewas Tergantung dengan Seutas Tali Tambang

BACA: Duarr! Mobil Meledak saat Isi Bahan Bakar, SPBU Berbek Terbakar

Tiba-tiba mobil itu menerobos dan menabrak sepeda motor yang diparkir di lokasi. Seorang juru parkir nyaris tertabrak mobil yang dikemudikan seorang wanita itu.

Juru Parkir Bank BRI Paidi insiden dalam video tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB.

BACA: Inikah Ponsel Lipat Huawei dan Siap Meluncur ke Pasaran?

BACA: Sukabumi Asyik’, Ini Fakta Bisnis Prostitusi Online yang Dibongkar Polisi

BACA: Ini Loh, Resep Ayam Bakar Kalasan ala Rumahan, Yuk Dicoba

“Mau parkir, baru masuk mesinnya mati, kemudian distarter nyala, langsung menabrak motor yang terparkir. Ada sekitar delapan motor yang ditabrak,” kata Paidi kepada wartawan saat ditemui di lokasi, Jumat, 30 November 2018.

Jalan masuk ke halaman parkir BRI Kota Madiun, kata Paidi, kondisinya menanjak. Kondisi ini diduga membuat pengemudi Yaris kesulitan mengendalikan kendaraannya saat masuk ke area parkir.

BACA: Atas Nama Pemkab Sleman Bupati Ucapkan Terimakasih Pada Kodim Sleman

BACA: Mantap! Pak Tentara Itu Membuat Anyam Bambu untuk Dinding Rumah Warga

“Beruntung saya sempat menghindar dan mobil terus melaju ke arah motor yang diparkir berjejer-jejer. Setelah menabrak, akhirnya mesin mobil mati, karena roda terganjal sepeda motor,” katanya.

Paidi mengatakan, sopir mobil Yaris itu diperkirakan berusia sekitar 40-an tahun. Dirinya tidak mengetahui identitas atau nama pengemudi yang mengakibatkan delapan motor rusak.

BACA: “Inalillahi Wa Inalillahi Rojiuun.. Semoga Amal Ibadahnya di Terima di Sisi Allah SWT,” Kata Mantan Istri Saat Andika Kangen Band Ngaku Nafkahi Anak Rp 15 Juta Per Bulan

Dia memastikan tak ada korban jiwa ataupun korban luka dalam kejadian itu. Namun, sejumlah kendaraan yang ditabrak mengalami kerusakan.

BACA: Astagfirullah! Anak Usia 3,5 Tahun Ditemukan Tewas Terkunci Dalam Mobil di Area Apartemen

Kasat Lantas Polres Madiun Kota AKP Affan Priyo Wicaksono memastikan kejadian tersebut tak tergolong kecelakaan lalu lintas. Karena insiden terjadi di area parkir.

“Tidak ada laporan resmi dari pihak yang bersangkutan dan BRI. Infonya sudah diselesaikan dan diganti rugi untuk kerugian material,” terangnya.

BACA: PNS Lewat Jalur Prestasi Berstatus Pelatnas, Gaji Dobel pun Didapatkan

BACA: Persit KCK Cabang XXXIX Kodim0718/Pati Kunjungi Agrowisata Jollong

BACA: Innalillahi, Neng Mela Korban Begal Itu Akhirnya Meninggal Dunia, Tangisan Anaknya Menyayat Hati

Video rekaman dari CCTV BRI Kota Madiun, kini telah menyebar di media sosial. Misalnya di grup facebook, Paguyuban Madiun (Paguma) yang diposting seorang netizen, Mohammad Djumala. Selain facebook, kini video itu juga menyebar di whatsapp. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menyampaikan kronologis awal detik-detik jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Karawang.

Peristiwa nahas itu terjadi tak lama usai pesawat take off dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Depati Amir Pangkalpinang.

“Pesawat take off dari Bandar Udara Soekarno-Hatta sesuai informasi dari Jakarta Air Traffic Controller (Jakarta Control),” kata Wakil Ketua KNKT Haryo Satmiko dalam jumpa pers di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin, 29 Oktober 2018

Pesawat take off dari Bandara Soekarno-Hatta pada Senin, 29 Oktober 2018 sekitar pukul 06.20 WIB dan diperkirakan tiba di Pangkalpinang pukul 07.20 WIB. Pesawat membawa 189 orang.

Berikut ini kronologi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang disampaikan KNKT:

Pukul 06.20 WIB

Pesawat berangkat dari Jakarta dan diperkirakan tiba di Pangkalpinang pada pukul 07.20 WIB.

Pukul 06.22 WIB

Pilot menghubungi Jakarta Control dan menyampaikan permasalahan flight control saat terbang pada ketinggian 1.700 feet dan meminta naik ke ketinggian 5.000 feet. Jakarta Control mengizinkan pesawat naik ke 5.000 feet.

Pukul 06.32 WIB

Jakarta Control kehilangan kontak dengan pesawat bernomor registrasi PK-LQP itu.

Pukul 08.00 WIB

KNKT mendapat informasi dari pihak Lion Air mengenai kejadian dimaksud. KNKT pun membentuk command center di kantor KNKT untuk berkoordinasi dengan pihak Lion Air, Basarnas, AirNav Indonesia, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, BPPT, Pelindo II, BMKG, otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, dan pihak lain.

Pukul 08.30 WIB

Ketua KNKT dan investigator KNKT bergabung dengan Kepala Basarnas di posko Basarnas, Kemayoran, Jakarta.

Pukul 09.40 WIB

Tim investigator KNKT menuju Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, untuk berkoordinasi dengan BPPT guna pemakaian kapal Baruna Jaya IV dalam pencarian lokasi jatuh pesawat dimaksud. Kapal Baruna Jaya IV memiliki peralatan Multi Beam Sonar.

Pukul 10.00 WIB

Ketua KNKT dan Kepala Basarnas menggelar konferensi pers mengenai kepastian informasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

Pukul 10.30 WIB

Tim investigator KNKT berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta untuk mengumpulkan data penerbangan di AirNav Indonesia dan Lion Air.

Pukul 10.56 WIB

KNKT melakukan koordinasi dengan pihak BMKG terkait kondisi cuaca.

Pukul 13.30 WIB

KNKT mengirimkan occurrence notification kepada pihak ICAO (International Civil of Aviation Organization), Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, US NTSB (National Transportation Safety Board), dan India AAIB (Aircraft Accident Investigation Bureau).

Pukul 14.00 WIB

Tim investigator KNKT menuju Pelabuhan Tanjung Priok untuk berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut guna pemakaian KN Enggano, dengan membawa pinger locator milik KNKT untuk mencari lokasi jatuh pesawat dimaksud.

Dalam investigasi ini, KNKT menerima tawaran kerja sama dan bantuan dari pihak Singapura TSIB (Transport Safety Investigation Bureau) dan Malaysia AAIB (Air Accident Investigation Bureau). (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pesawat Philatus Porter dengan kode penerbangan PK-HVQ yang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu sore, 11 Agustus 2018 diperkirakan membawa sembilang orang.

Tujuh orang adalah penumpang, sementara dua lainnya adalah pilot dan co-pilotmya.

Pesawat perintis itu seharusnya hanya menempuh perjalanan selama 40 menuju Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Jayapura. Namun pesawat tak juga sampai sehingga polisi melakukan pencarian.

Kapolres Kabupaten Pegunungan Bintang, Michael Mumbunan mengatakan bahwa penduduk Okatem bersaksi sempat mendengar bunyi keras diikuti ledakan. Diduga suara itu berasal dari Pesawat Philatus yang jatuh.

“Penduduk Okatem melaporkan mereka mendengar suara sangat kecang dari sebuah pesawat kemudian diikuti dengan ledakan besar,” terang dia dilansir AFP, Sabtu, 11 Agustus 2018.

Tim SAR tengah menyelidiki sekitar Okatem, namun butuh waktu sekitar 3 jam untuk mencapai titik yang dimaksud melalui jalur darat.

Sementara itu, Pesawat Philatus Porter merupakan pesawat milik Dimonim Air, sebuah perusahaan penerbangan swasta yang beroperasi di sekitar Papua.

Papua sendiri bukan medan yang mudah untuk penerbangan pesawat. Banyaknya pegunungan membuat beberapa kecelakaan terjadi di kawasan ini.

Pada Juli tahun lalu, lima orang meninggal dalam kecelakaan kecil di dekat Wamena, Papua.

Sementara pada Agustus 2015, pesawat Trigana tergelincir karena cuaca buruk di Papua. Sebanyak 54 orang meninggal dalam kecelakaan ini. (***)

sumber: cnnindonesia.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jember – Sebuah kapal penangkap ikan tenggelam usai dihantam ombak di Perairan Plawangan Pancer, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. Dari kejadian ini, 5 orang dilaporkan meninggal, 9 selamat, dan 7 orang masih dalam pencarian.

“Peristiwanya sekitar pukul 08.15 WIB di Plawangan Desa Puger Kulon. Laka laut, perahunya tenggelam. Jumlah ABK 21 orang, 5 ditemukan meninggal, 9 selamat dan 7 masih dalam pencarian,” kata Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, Kamis, 19 jULI 2018.

Menurut Kusworo, kapal tersebut bernama Joko Berek, dinahkodai pemilik kapal, Dirman, warga Puger. Kapal tersebut baru pulang melaut dan hendak sandar melalui Plawangan Puger. Namun ombak besar datang dan menghantam yang membuat kapal terbalik.

“Semua ABK terjatuh dari kapal ke laut. Sementara ini yang berhasil ditemukan 14 orang dengan rincian 5 meninggal dan 9 selamat,” kata Kusworo.

Pihak kepolisian bersama BPBD, Basarnas dan warga, saat ini terus melakukan pencarian. Petugas juga membuat perimeter agar tidak ada jatuh korban susulan.

“Ini sekarang kita masih melakukan pencarian. Mudah-mudahan bisa ditemukan semuanya,” ujar Kusworo. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bojonegoro – Kangen orang tua, ABG ini meninggalkan rumah pamannya di Lamongan dengan menggondol motor milik sang paman. Apes, ABG ini justru mengalami kecelakaan di tengah jalan.

Namun di tengah perjalanan, bocah bernama Muhammad Afyudin Hanan (14) itu menabrak tiang lampu jalan raya di Bojonegoro.

Saat itu, ia mengendarai sepeda motor milik sang paman, Honda Grand bernopol S 2290 JO, melintasi jalan raya jurusan Bojonegoro-Cepu, tepatnya di Desa Talok Kecamatan Kalitidu.

Warga sekitar TKP mengutarakan bahwa saat naik motor, korban oleng sendiri. Warga menduga korban kedinginan dan membawa terlalu banyak barang. Karena menabrak tiang lampu, ban depan motor tersebut juga pecah.

Beruntung korban selamat dan hanya mengalami luka memar di kaki kirinya. Oleh petugas polantas pos Cengungklung, korban akhirnya dilarikan ke RS PKU Muhamadiyah Kalitidu untuk mendapatkan perawatan medis.

Setelah korban bisa diajak komunikasi, petugas polantas meminta bantuan ke Polres Lamongan dan Polres Temanggung untuk menghubungi pihak keluarga. Sang paman, Muhammad Dawam (50), warga Desa Kedungwangi Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan pun langsung merespons kabar tersebut dan segera datang ke rumah sakit tempat keponakannya dirawat.

“Ini tadi berniat pulang ke Temanggung, mungkin kangen orang tua, tapi tidak cerita sebelumnya, hanya nulis surat sebelum pergi. Rencananya mau sekolah dan mondok di Lamongan,” terang Dawam kepada detikcom di RS PKU Kalitidu, Selasa, 17 Juli 2018.

Kasatlantas Polres Bojonegoro AKP Aristianto saat mendampingi korban dan keluarga di PKU Kalitidu juga berharap kejadian ini tidak terulang kembali, apalagi yang bersangkutan belum cukup umur untuk mengendarai sepeda motor.

“Alhamdulillah keluarga sudah tiba dan korban sudah bertemu. Korban alami memar pada kaki akibat benturan dengan motor, dan ini laka tunggal nabrak tiang lampu,” terang Aristianto.

Diingatkan Aristianto, pengguna jalan yang masih di bawah umur dilarang keras mengendarai motor maupun mobil karena belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kisah kakak beradik asal Malaysia bernama Muhammad Amirul Khusairi Amirashid (21) dan Nurul Atikah Amirashid (19) menjadi baru saja mengalami nasib tragis.

Keduanya meninggal dunia karena kecelakaan dalam perjalanan pulang usai membeli hadiah Alquran untuk Ibunya.

Berita tersebut diketahui diunggah oleh pemilik akun Facebook Nur Ami Roslee pada Senin 2 Juli 2018.

Pada unggahan tersebut, ibunda korban bernama Nariya Abdullah menceritakan bahwa ia sempat meminta Nurul untuk dibelikan Alquran baru.

Nurul adalah anak perempuannya yang sedang menunggu pengumuman penerimaan mahasiswa baru dan saat ini sedang bekerja sementara di Prai, Pulau Pinang.

Malam sebelum kecelakaan itu terjadi, mereka sekeluarga berkumpul untuk makan bersama lantaran Nurul baru saja menerima gaji pertamanya.

Kemudian Nariya meminta Nurul membeli Alquran yang lebih besar supaya lebih mudah membacanya.

Nurul menyanggupi permintaan ibunya.

Hari berikutnya Nurul meminta Amirul kakaknya untuk mengantarkan dirinya membeli Alquran.

Amirul yang saat itu kebetulan sedang libur kerja, mengantarkan adiknya menggunakan sepeda motor.

Namun dalam perjalanan pulang mereka mengalami kecelakaan.

Amirul meninggal di tempat kejadian akibat luka parah di kepala.

Sementara Nurul meninggal saat tiba di ruang gawat darurat Rumah Sakit Sultan Abdul Halim (HSAH), Sungai Petani.

Pukul 14.30 siang waktu setempat, suami Nariya, Amirashid Ibrahim, mengabarkan bahwa kedua anak itu mengalami kecelakaan.

Alquran yang dijanjikan oleh Nurul tak pernah sampai pada Nariya.

“Saya tidak menyangka mereka pergi tadi pagi dan tidak pernah kembali. Yang lebih menyedihkan lagi, Alquran yang dibeli tidak pernah sampai kepada saya,” kata Nariya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Selayar – KM Lestari Maju yang tenggelam di perairan Selayar, Sulsel, juga mengangkut uang Rp 30 miliar. Uang itu merupakan pembayaran ASN dan dana BOS.

“Dana itu belum dapat kami amankan dari kapal, jumlahnya Rp 30 miliar. Saat ini kami terus mengupdate data dari lapangan karena sinyal di sana putus-putus,” ujar Direktur Treasury Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulsel, Irmayanti Sultan saat dihubungi, Selasa, 3 Juli 2018.

Yanti menyebut, uang Rp 30 miliar itu dibawa 5 pegawai BPD Sulsel. Empat pegawai selamat, tapi 1 pegawai masih di kapal.

“Satu pegawai kami, driver masih menggantung di bibir kapal,” sebutnya.

Dia memastikan pembayaran ASN tetap berjalan karena dana yang diangkut KM Lestari Maju sudah diasuransikan.

Kapal yang tenggelam di Selayar pada sekitar pukul 14.30 WITA mengangkut 139 orang. Kapal juga membawa 48 kendaraan terdiri dari 18 motor, 14 mobil, kendaraan golongan V sebanyak 8 unit dan kendaraan golongan VI sebanyak 8 unit.

Kapal kemudian dikandaskan di perairan Selayar sekitar 300 meter dari Pantai Pa’badilang. Sebagian penumpang sudah berhasil dievakuasi sedangkan sebagian lagi masih berada di atas kapal. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sebatik – Lima orang WNI tewas akibat kecelakaan tabrakan speedboat di perbatasan Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara dan Kota Tawau, Malaysia. Satu jenazah belum teridentifikasi.

“Ada 5 orang yang meninggal, 13 orang selamat,” kata Kepala Kantor SAR Balikpapan Gusti Anwar Mulyadi saat dihubungi detikcom lewat telepon, Sabtu, 30 Juni 2018.

Dari lima orang korban tewas, empat orang sudah diketahui identitasnya. Sementara satu orang lagi belum teridentifikasi. Berikut identitas para korban tewas dan selamat:

Korban tewas

1. Nama: Agustina Jawakelen, Umur: 32 tahun (perempuan), Pekerjaan: Ibu rumah tangga, Alamat: Kampung Timur, Kelurahan Nunukan.

2. Nama: Anis Platin, Umur: 54 tahun (laki-laki), Pekerjaan: Swasta, Alamat: Kampung Jawa RT 06. Kelurahan Nunukan.

3. Nama: Barek Beguir, Umur: 32 tahun (perempuan), Pekerjaan: Ibu rumah tangga, Pekerjaan: Kampung Timur, RT 31, Kelurahan Nunukan.

4. Nama: Viani Nuktin, Umur: 13 tahun (perempuan), Alamat: Kampung Timur RT 31 Kelurahan Nunukan.

5. Belum teridentifikasi. Jenazahnya berada di RSUD Nunukan.

Korban selamat

1.Marwah Binti Marzuki (33)
2. Suwarman Bin Mustaqim (36)
3. Aris Bin Muh Rasid (16)
4. Sultan Bin Said (19)
5. Asmar Ismail Bin Muh Rasyid (21)
6. Roslan Bin Nabulutuang (33)
7. Asmin Bin Amir, Bulukumba (24)
8. Rikardus Uma (17)
9. Rahul Bin Kaimuddin (18)
10. Paulus Yosep bin Yosep (25)
11. Muh Faizul Bin Hasan (18)
12. Muhammad Rasyid Bin Husen (46)
13. Muh Amran Bin Muh Rasid (12)

Seluruh korban yang selamat menurut Gusti dibawa ke puskesmas di wilayah Pulau Sebatik. Beberapa di antaranya menurut dia kondisinya cukup mengkhawatirkan.

Ketika ditanya apakah para WNI dalam speedboat ini merupakan TKI ilegal seperti kabar yang beredar, Gusti tidak bisa memastikan. Dia hanya menyatakan seluruh korban merupakan WNI.

Gusti menyatakan saat ini pihaknya bersama unsur SAR lainnya termasuk dari Polri-TNI masih mencari 2 orang lain yang dinyatakan hilang.

“Tingal 2 orang saja yang masih dicari. Tim masih melakukan pencarian,” ujarnya.

Speedboat yang mengangkut belasan WNI ini tabrakan dengan speedboat lainnya yang diduga dari negara Filipina. Kantor SAR Balikpapan menerima informasinya sekitar pukul 22.00 Wita. Speedboat bertabrakan di tengah-tengah perbatasan antara sungai Malaysia dan Indonesia. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bogor – Dr Rizaldi Hutanto menjadi korban tewas mengenaskan di seberang Terminal Baranangsiang, Kota Bogor, Rabu, 27 Juni 2018 kemarin.

Ia terlindas bus Sumber Alam di belokan kiri tajam dari arah pintu keluar Tol Bogor.

Saat kejadian, ia menjadi penumpang ojek online.

Melalui sebuah video rekaman kamera CCTV detik-detik kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 07.30 WIB, terekam jelas.

Dalam video terlihat, arus lalu lintas sebenarnya cukup lengang.

Laju kendaraan memang melambat saat berada di belokan yang cukup tajam di seberang Terminal Baranangsiang.

Terlihat sepeda motor ojek online yang ditumpangi korban melaju dengan kecepatan sedang dan melambat saat di belokan.

Lalu di belakangnya datang Bus Sumber Alam yang dikendarai HK dengan kecepatan cukup tinggi.

Saat tepat berada di belokan, rupanya sepeda motor korban berada di kiri bus, lalu posisi bus terlalu mepet sehingga menyenggol sepeda motor korban.

Motor korban akhirnya tersenggol dan kedua korban terjatuh.

Nahas saat terjatuh, tubuh Rizaldi masuk ke kolong bus dan terlindas ban belakang bus.

Sementara driver ojek online bernama Izab selamat namun sempat tidak sadarkan diri.

Usai kejadian sopir bus langsung melarikan diri.

Kanitlaka Polresta Bogor Kota, Iptu Budi Suratna mengatakan, saat itu korban sedang dibonceng oleh pengemudi ojek online Grab bernama Izab (33).

“Pertama benar terjadi kecelakaan ditikungan atau pas di depan terminal Baranangsiang antara roda dua dengan bus sumber alam, nah Rizaldi ini diboncengi pengemudi online Grab bernama Izab (33),” ungkapnya.

Meski begitu, Budi belum bisa menceritakan secara detail kronologi sebenarnya.

Pasalnya sopir bus masih dalam proses pemeriksaan.

“Kronologinya belum dulu saya kasih tau karena masih dalam proses pemeriksaan,” katanya.

Selain itu, Ia menyebut untuk pengemudi ojek online Grab Izab (33) masih tengah dirawat di rumah sakit.

“Kalau Grabnya masih di Rumah sakit belum optimal, nanti akan kita periksa juga untuk bukti,” katanya.

Masih kata Budi, sopir bus itu berinisial HK saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh petugas.

“Sekarang posisi sopir bus sedang diperiksa sementara bus nya diamankan di Ciawi,” ujarnya

‘Untuk yang grabnya sementara masih di RS, sedang diperiksa juga jadi hari ini dalam proses pemeriksaan untuk kasus laka lantas yang di terminal Baranangsiang, yang diperiksa adalah sopir bus dan dari pihak grab,” tambahnya.

Budi pun membantah, sang sopir langsung diberhentikan, sesaat setelah menabrak Rizaldi.

“Jadi waktu kejadian setelah nabrak langsung di stop busnya dan diamankan, di wilayah Bina Marga itu di stopnya,” katanya.

Istri korban, Nova Sofianti (38) mengatakan, saat kejadian suaminya akan berangkat praktek ke daerah Cipanas, Cianjur.

Namun, ia menumpang ojek online sebelum nyambung menggunakan angkutan umum.

“Kemarin itu bapak berangkat ke tempat prakteknya di Cipanas, biasanya pakai mobil tapi kemarin dia naik Grab,” ucap istrinya Nova Sofianti (38) sambil menangis tersedu-sedu saat ditemui TribunnewsBogor.com di kediamannya yang berlokasi di Jalan Abiyasa Raya, Bogor Utara, Kota Bogor, Kamis, 28 Juni 2018.

Lebih lanjut ia mengatakan, biasanya sang suami membawa kendaraan sendiri ke tempat praktiknya.

Namun, saat itu kendaraannya berada di Surabaya.

“Mau berangkat praktek ke Cipanas ada kliniknya disana kebetulan diakan biasanya bawa mobil tapi mobilnya ditinggal di Surabaya waktu dia mudik
lebaran, dia pulang duluan karena mertua saya masuk ICU juga,” katanya.

Nova pun mengaku tak memiliki firasat yang aneh.

“Nggak ada mas, dia baik baik aja bahkan sempat beliin makan kami,” katanya.

“Iya memang pagi mas berangkat nya, jadi gak sempet nyoblos,” tambahnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Asih Kurniasih meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit, usai melompat dari dalam angkot.

Diduga korban nekat melompat karena ketakutan saat terjadi penodongan di dalam angkot.

Peristiwa itu terjadi di jalur Transjakarta di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di dekat Depo Pertamina Plumpang, Koja, Jakarta Utara, Sabtu, 23 Juni 2018 sore.

Ketika itu korban diduga melompat dari dalam angkot 30A jurusan Tanjung Priok-Pulogadung yang melintas menuju arah Kelapa Gading.

“Saya lihat pas dia jatuh dari angkot 30A. Itu pas saya turun dari Metromini 41,” ungkap Yati, salah seorang saksi, Sabtu, 23 Juni 2018.

Menurut keterangan saksi, korban nekat melompat dari dalam angkot 30A karena ketakutan dengan aksi penodongan yang terjadi. Akibatnya, korban mengalami luka parah dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan.

“Korban sempat tergeletak di pinggir jalan jalur busway dengan berlumuran darah, dan saya langsung bawa ke rumah sakit,” ucapnya.

Sayangnya, upaya membawa korban ke rumah sakit tidak membuahkan hasil. Nyawa korban tidak dapat tertolong hingga akhirnya meninggal dunia di rumah sakit.

Tim identifikasi Polres Metro Jakarta Utara langsung ke lokasi kejadian dan menemukan ceceran darah, sepatu, dan tas yang diduga milik korban. Kasus itu selanjutnya ditangani Polsek Koja.(***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Penyanyi dan aktris Aura Kasih sedang berduka. Sang paman meninggal dunia akibat tabrak lari saat sedang melakukan perjalanan mudik Lebaran.

Aura Kasih berbagi kabar duka tersebut lewat postingan di InstaStory.

Dalam postingan itu, Aura pun merinci kronologi kecelakaan yang merenggut nyawa pamannya itu.

Menurut Aura, sang Paman ditabrak oleh pengemudi yang sedang mengantuk saat melewati tol Cipali.

Aura Kasih juga membeberkan identitas penabrak sang paman yang ternyata masih berusia 21 tahun. Pemuda bernama Abdullah itu sempat kabur sebelum kemudian berhasil diamankan.

Kejadian yang menimpa paman Aura Kasih ini tentu harus dijadikan pelajaran bagi para pemudik agar lebih hati – hati. Karena keselamatan tentu jauh lebih penting agar bisa merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman.

Semoga keluarga Aura Kasih diberikan kesabaran dan keikhlasan. (***)

Truk Tronton Itu Tabrak Warga, Motor, Mobil dan Rumah, Menewaskan Belasan Orang dan Puluhan Luka-luka, Saksi: Truk Melaju dengan Kencang

MEDIAKEPRI.CO.ID, Brebes – Kecelakaan maut terjadi di Jalur Brebes-Purwokerto tepatnya di Jalan Raya Jatisawit, Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, Ahad, 20 Mei 2018 sore.

Truk tronton bermuatan gula pasir yang diduga mengalami rem blong menabrak belasan sepeda motor, dua mobil, lima kios dan empat rumah. Kecelakaan tersebut menewaskan 11 orang dan 10 orang lainnya luka-luka.

Salah seorang saksi mata, Yanto menuturkan, truk tronton tersebut melaju kencang dari arah selatan (Purwokerto).

Tiba di Jalan Raya Jatisawit mendadak laju truk oleng. Padahal, saat itu kondisi arus lalulintas di lokasi sangat padat karena banyak warga sedang berbelanja untuk menu buka puasa.

Truk tronton kemudian menabrak belasan warga yang sedang naik sepeda motor. “Truk terus melaju dan menabrak dua mobil serta kios semipermanen,” katanya.

Hal demikian juga disampaikan Kepala Unit Kecelakaan Polres Brebes Inspektur Satu Budi Supartoyo. Mengutip Antara, Budi menjealskan, truk tronton bernomor polisi H 1996 CZ melaju dari arah selatan (Purwokerto) menuju ke utara (Brebes) dengan kecepatan tinggi.

“Akan tetapi, saat truk melaju di jalur Jatisawit mendadak mengalami rem blong sehingga menabrak sejumlah kendaraan dan rumah penduduk yang saat itu banyak orang,” katanya.

Saat ini, kata dia, 11 korban tewas dan puluhan lainnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bumiayu.

Adapun jumlah korban tewas yang sudah diidentifikasi antara lain Amaliyah Dwi Cahyani (20), Hanif Amrullah (37), Yuli Pujiati Ningrum (31), Nada Salsabila Alda (10), Rizal (31), Saekhun (60), Kerempeng (60), Wahidin (27), dan Muhammad Fauzan (45). (***)

sumber: okezone.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bogortengah – Seorang tukang becak tewas tertabrak kereta api di perlintasan rel kereta Pondok Rumput, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Sabtu 5 Mei 2018.

Ryan Fauzyan, seorang petugas jaga palang pintu kereta menjelaskan saat itu tukang becak berperawakan agak gempal melintas dari arah Air Mancur menuju arah Jalan Merdeka.

Namun saat itu sopir becak tersebut nekat menerobos palang pintu yang sudah ditutup.

“Sudah ditutup, diteriakin sama itu bapak-bapak yang parkirin di tengah, sama saya juga sudah tiup pluit tapi ayo aja jalan,” katanya kepada TribunnewsBogor.com.

Beruntung, penumpang becak selamat setelah melompat dari atas becak.

“Penumpangnya selamat, loncat dia, karena dia juga melihat sudah ada kereta,” katanya.

Namun naas pengemudi becak tertabrak hingga terpental beberapa meter dari lokasi kejadian.

Becaknya pun mengalami rusak parah.

“Meninggal di tempat sopirnya, becaknya juga ancur itu, enggak tahu saya juga sudah di peringatkan tapi masih jalan terus,” ujarnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Banyuwangi – Firdan (15), seorang penumpang kapal KMP Karya Maritim 3 tujuan Bali jatuh ke laut. Korban merupakan salah satu rombongan dari SMP 16 Malang. Diduga, korban sengaja menceburkan diri ke laut.

Kejadian yang menimpa Firdan, Sabtu, 28 April 2018 sekira pukul 00.00 WIB.

Saat itu, kapal KMP Karya Maritim 3 berangkat dari Pelabuhan Ketapang sekitar pukul 23.40 WIB, Sabtu, 28 April 2018 dan rencananya tiba di Pelabuhan Gilimanuk sekira pukul 00.30 WIB. Namun selang 20 menit melakukan penyeberangan, insiden itupun terjadi.

“Ada dua saksi yang melihat kejadian itu. Remodus dan Rafli. Saat itu korban menyendiri di relling kapal. Saat disapa dan diajak bergabung dengan teman-temannya yang lain, dia hanya menoleh dan kemudian naik ke relling kapal terus menceburkan diri ke laut,” ujar AKP Idham Khalid, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi, Sabtu, 28 April 2018.

Kapal kemudian melakukan pencarian selama 40 menit di lokasi hilangnya korban. Namun upaya itu gagal karena gelapnya kondisi Selat Bali, akhirnya kapal kemudian melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Gilimanuk.

“Demi keamanan kapal langsung sandar ke Bali,” tambahnya.

AKP Idham Khalid menambahkan, dugaan sementara korban menceburkan dirinya ke laut. Selain ada saksi yang mengetahui aksi nekat korban, hal ini juga dikuatkan dengan status terakhir korban di aplikasi Whatsapp yang bertuliskan, ‘last day, thanks for everything goodbay world’.

“Saat ini kita bersama dengan Basarnas melakukan pencarian korban. Semoga segera ditemukan,” pungkasnya. (***)

sumber: detik.com