MAYAT

MEDIAKEPRI.O.ID, Sumedang – Tiga pendaki yang ditemukan tewas di Gunung Tampomas, Sumedang, Jabar, diduga akibat hipotermia. Ketiga remaja lelaki itu menggunakan pakaian basah ketika berada di dalam tenda.

Ketiganya ditemukan terbujur kaku menggunakan kaus dan celana panjang basah di dalam tenda yang berlokasi di area pos 4 Gunung Tampomas, Ahad, 3 Maret 2019. “Saat ditemukan tubuh para korban seperti meringkuk menahan dingin,” kata Joshua.

Ini Alasan Pria Asal Banyumas Ini Tanam Ganja di Halaman Rumah

Korban hanya membawa pakaian yang menempel di tubuhnya. “Mereka ala kadarnya. Pakai kaus dan celana. Dugaan sementara (penyebab meninggal) karena hipotermia,” kata Joshua.

Menurutnya, hipotermia akan cepat menyerang saat pakaian dalam kondisi basah. Apalagi, saat itu angin di Gunung Tampomas bertiup cukup kencang.

“Jadi potensi terkena hipotermia akan meningkat ketika pendaki juga mengenakan pakaian basah,” kata Joshua. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Depok – Sesosok mayat pria yang ditemukan di rumah kosong di Jalan Sumur Batu, Beji, Kota Depok, Sabtu, 2 Maret 2019 pada pagi hari tadi telah diketahui identitasnya.

Suparman (52) membenarkan sesosok mayat pria tersebut bernama Endang (40), yang merupakan anggota keluarganya.

Telah Ditemukan Mayat Terbungkus Kain Sprei di Dalam Tong Plastik, Siapakah Dia? Ini Identitas Korban dan Pelakunya

 

Suparman mengatakan Endang sedari lama mengidap gangguan kejiwaan.

“Iya memang saudara saya mengalami gangguan kejiwaan, sudah diajak untuk tinggal di rumah keluarga tapi malah ngamuk,” kata Suparman, Sabtu, 2 Maret 2019.

“Ma Saya Sudah di Stasiun” Centang Satu WA Dufi yang Mayatnya Ditemukan dalam Drum

Suparman menuturkan, korban mengalami gangguan kejiwaan sejak masih muda, karena masalah percintaan.

Ketika itu, korban memiliki seorang kekasih dan teman baik, namun yang terjadi kekasihnya tersebut malah menikah dengan teman baik korban.

“Dulunya itu dia punya pacar, tapi pacarnya malah menikah sama teman baiknya, jadi dia dikhianati. Nah sejak saat itu dia murung, hingga setres,” jelas Suparman.

Suparman menuturkan, korban akan segera dimakamkan di pemakaman yang ada di sekitar kawasan Beji, Kota Depok.

Sementara keluarganya yang ada di Depok dan di Ciamis, sudah mengetahui kabar kepergian korban untuk selama-lamanya.

“Sudah tau keluarga yang di Depok dan Ciamis, mau langsung dimakamkan di sekitar sini saja,” tandasnya.

Terakhir, ia menuturkan bahwa korban diduga meninggal akibat penyakit paru-paru yang diidapnya, sejak dua tahun belakangan ini.

“Kalau sakit mah memang sudah sakit-sakitan, sudah dikasih obat sampai mau dirawat tapi setiap kali didekati mengamuk,” imbuhnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tuban – Sesosok mayat pria yang hanya mengenakan celana dalam ditemukan terapung di laut kawasan Pelabuhan PT PLTU Tanjung Awar-awar, Desa Mentoso, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Sabtu, 16 Februari 2019.

Kondisi mayat pria yang tidak diketahui identitasnya itu sudah membusuk. Belum tahu dari mana asal mayat pria yang sudah tidak memakai pakaian itu. Mayat itu pertama kali ditemukan oleh pekerja pelabuhan, mengapung di pinggir pelabuhan PLTU.

Innalilahi Longsor Itu Menewaskan Satu Keluarga Berikut Rumahnya

“Pertama yang menemukan karyawan dari PLTU, saksi melihat ada mayat yang tersangkut di tumpukan beton sebelah pelabuhan,” terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Joko Ludiono.

Mengetahui ada mayat itu, pihak PLTU langsung menghubungi kepada tim BPBD Tuban. Mendapatkan laporan itu, sejumlah petugas BPBD mendatangi lokasi. Mereka kemudian mengevakuasi jasad tersebut ke tepi laut.

Cuitan “Presiden Baru” Buat Achmad Zaky Bertemu Jokowi di Istana Merdeka Hari Ini

“Tim yang datang ke lokasi terdiri dari Polisi, TNI dan juga tim K3 PLTU. Evakuasi korban langsung dilakukan. Setelah berhasil dievakuasi mayat tanpa identitas itu dibawa ke kamar RSUD Tuban,” ujarnya.

Sementara itu, petugas Polsek Jenu dan tim Identifikasi Polres Tuban langsung melakukan identifikasi. Adapun ciri-ciri korban rambutnya sudah habis terkelupas, bertubuh besar, dan tinggi badan diperkirakan 165 sentimeter.

Bisikan Gaib Itu Membuat Kurnaevi Tebas Kepala Tetangganya yang Lagi Salat di Masjid

“Kondisi wajah korban sudah membengkak dan sulit dikenali. Sampai saat ini belum diketahui identitasnya,” ungkap Kapolsek Jenu AKP Elis Suendayati. (***)

sumber: inilah.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sumedang – Dian Hermawan (16) yang meninggalkan rumah sejak Sabtu, 2 Februari 2019 ditemukan tewas di bawah tempat tidur kamar milik temannya, Ahad, 3 Februari 2019 sekitar pukul 23.00.

Dian Hermawan tewas dengan darah keluar dari hidung dan telinga serta mulutnya berbusa.

Polisi yang datang ke lokasi penemuan mayat di kamar lantai dua rumah milik Icih Tarsih di Jalan Kebonkol, Lingkungan Panday, Gang Asari, Kelurahan Regolwetan, Kecamatan Sumedang Selatan mencium bau minuman keras yang menyengat.

Sambut Tahun Baru Imlek, Ini Beberapa Tradisi yang Dilakukan

Jasad Dian Hermawan, warga Dusun Cibungur, Desa Tanjunghurip, Kecamatan Ganeas diketahui tewas mengenaskan setelah pamannya, Riki Sulaeman mendatangi rumah di Panday.

“Saya mencari keponakan dan mendapat informasi kalau dia pergi bersama temannya sejak Sabtu malam,” kata Riki dalam laporan polisi, Senin, 4 Februari 2019.

Terbukti Terima Suap, Politisi Demokrat Ini Divonis 8 Tahun Penjara

Riki datang ke rumah teman korban di Panday dan bertemu dengan Ibnu Supena, pemilik rumah.

“Saya didatangi Riki yang menanyakan korban dan saat itu langsung naik ke kamar Ruby,” kata Ibnu kepada polisi.

Ibnu kaget karena di kamar menemukan ada orang tergeletak di bawah ranjang tempat tidur.

Dari Balik Jeruji Besi, Ini Pengakuan Tahanan ” Betapa Berharga Keluarga”

Bersama warga dan Riki, mereka masuk ke kamar, ternyata Dian Hermawan yang sedang dicari pamannya itu ditemukan sudah tewas dengan darah keluar dari hidung dan telinganya dan mulut berbusa.

Korban lantas dibawa ke rumah sakit.

Humas RSUD, Iman Budiman menyebutkan dari hasil visum revertum ada kejanggalan pada leher korban tewas.

“Untuk memastikan kematian korban harus dilakukan autopsi. Dari hasil pemeriksaan luar ada kejanggalan di leher korban. Tubuhnya sudah kaku tapi bagian lehernya lemas, ada kejanggalan,” kata Iman di RSUD, Senin, 4 Februari 2019.

Polisi saat ini sedang memburu Ruby Lesmana (26) yang menghilang meninggalkan korban di kamarnya.

Jasad korban yang hanya tamat SMP ini dibawa ke RS Polri Sartika Asih untuk autopsi.

Kepada polisi, Ibnu Supena menyebutkan melihat Ruby dan korban datang ke rumah dengan naik motor matic, Sabtu, 2 Februari 2019 sekitar pukul 22.00.

“Saya melihat mereka berdua datang dan masuk ke kamar Ruby di lantai dua namun satu jam kemudian sekitar pukul 23.00, Ruby keluar kamar dan pergi,” kata Ibnu.

Ia mengaku tak curiga dan baru mengatahui Dian Hermawan tewas setelah pamannya korban datang ke rumahnya pada hari Minggu (3/2) sekitar pukul 23.00. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – Rophianingsih (24), wanita yang terjatuh ke laut di Pantai Batu Hiu, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, ditemukan tidak bernyawa pada Selasa, 29 Januari 2019.

“Korban awalnya dinyatakan hilang pada Senin, 28 Januari 2019. Kami melakukan pencarian, dan hari pertama pencarian dihentikan, dan dilanjutkan hari ini,” kata Joshua Banjarnahor, Koordinator Humas SAR Bandung, Selasa, 29 Januari 2019.

Setelah dilakukan pencarian pada hari kedua, petugas menemukan korban di pesisir timur pantai Batu Hiu dalam keadaan meninggal dunia.

Petugas langsung membawa jenazah korban ke rumah duka.

Korban yang berjenis kelamin perempuan tersebut beralamat di RT 06, RW 04, Dusun Kemplung, Desa Ciliang, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.

Proses pencarian hingga ditemukannya korban, melibatkan lima orang Pos SAR Tasikmalaya, empat orang SAR MTA, dua SAR Pangandaran, tiga orang personel Polsek Parigi, dan dibantu warga setempat.

Tinggalkan Amplop

Seperti diberitakan sebelumnya, warga yang berada di sekitar wisata pantai Batu Hiu, Pangandaran melaporkan dugaan adanya bunuh diri pada, Senin, 28 Januari 2019.

Hal tersebut diperkuat dengan sejumlah barang bukti yang ditemukan petugas.

Petugas menemukan sebuah tas perempuan berwarna cokelat.

Di dalam tas ada sebuah amplop.

Barang bukti diamankan di Polsek Parigi.

Berikut isi pesan tersebut.

“Anu mendak tas jeng sendal namina via urang Kemplung Rt 06/rw04.” (Yang menemukan tas dan sandal, (pemiliknya) namanya Via, warga Kemplung, RT 6/4).”

“Terpaksa bunuh diri da di imah oge pasea wae jeng salaki.” (Terpaksa bunuh diri karena di rumah juga ribut terus dengan suami)

Di Pangandaran ada satu daerah yang namanya Dusun Kemplung.

Daerah tersebut berada di Karangbenda, Parigi.

Dede menambahkan, barang bukti seperti tas, sepasang sandal, dan sejumlah uang ditemukan di atas tebing.

Uang yang terlihat di dalam foto jumlahnya Rp 15.000.

Tim SAR kemudian melakukan pencarian korban.

Pencarian dilakukan di kawasan pantai dekat tebing yang diduga jadi lokasi perempuan bernama Via loncat ke pantai.

Hingga dini hari, proses pencarian masih dilakukan.

Pencarian dilakukan oleh Tim SAR, Potensi SAR Pangandaran, dan Tim SAR Basarnas. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jember – Idayati (25) warga Kabupaten Lumajang yang ditemukan tewas di Pantai Paseban, Jember, dibunuh di tepi Sungai Bondoyudo Sentono Tebuan Desa Dawuhan Wetan Kecamatan Rowokangkung Kabupaten Lumajang.

Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban mengatakan, tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan itu ada di Lumajang.

Telah Ditemukan Mayat Terbungkus Kain Sprei di Dalam Tong Plastik, Siapakah Dia?

“TKP pembunuhan di Lumajang, mayatnya di Jember. Nanti lengkapnya saya rilis ya,” kata Arsal Saptu, 26 Januari 2019.

Arsal menambahkan terduga pelaku pembunuhan sudah ditangkap dan kini dibawa ke Mapolres Jember. Kedua tersangka yakni MS (24) dan MNR (15) warga Kecamatan Rowokangkung Kabupaten Lumajang.

Telah Ditemukan Mayat Terbungkus Kain Sprei di Dalam Tong Plastik, Siapakah Dia? Ini Identitas Korban dan Pelakunya

Karena TKP pembunuhan berada di Lumajang, nantinya penanganan berkas perkara tersebut akan ditangani pihak Polres Lumajang.

“Berkasnya akan ditangani oleh Lumajang karena TKP-nya di Lumajang,” lanjut Arsal.

Penangkapan terhadap dua tersangka, lanjut Arsal, melibatkan Tim Cobra Satreskrim Polres Lumajang dan Polres Jember. Penangkapan dilakukan berurutan di dua tempat berbeda di Lumajang pada Jumat 25, Januari 2019 malam.

Ayah Vanessa Angel Diduga Tak Mau Jadi Penjamin, Pengacara: Inget Loh, Ini Anak Perempuan

Ini Profil Eka Tjipta Widjaja, Orang Terkaya Paling Tua di Indonesia yang Wafat Kemarin

Dari informasi Idayati keluar dari rumahnya di Jl dr Soetomo, Lumajang sejak Sabtu, 19 Januari 2019. Lalu pada Senin, 21 Januari 2019 pencari sampah menemukan mayat Idayati di tepi Pantai Paseban, Jember ada di antara sampah di pasir tepi pantai.

Idayati dibunuh di tepi Sungai Bondoyudo, dan mayatnya terbawa arus sungai tersebut sampai di Pantai Paseban.

Pantai Paseban, Jember merupakan hilir dari sungai yang berhulu di Kabupaten Lumajang tersebut.

Arsal berjanji akan beberkan pengungkapan tersebut secara jelas ketika pemeriksaan sudah rampung oleh penyidik.(***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Surabaya – Polisi terus mencari identitas mayat yang ditemukan terbungkus kain di dalam tong. Tak ditemukan identitas apapun pada diri mayat saat ditemukan.

Namun untuk jenis kelamin, polisi memastikan mayat dalam tong tersebut berjenis kelamin perempuan.

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Pengacara: Polisi Buka Dong Usernya, Jangan Vanessa Angel Terus yang Dikejar

“Mayat itu adalah seorang perempuan,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran Kamis, 17 Januari 2019.

Sudamiran mengaku akan terus melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan pembunuhan ini. Termasuk mencari tahu ke hotel yang nama hotel tersebut ada di seprai yang digunakan membungkus mayat.

Sadis, Hasnatul dan 2 Anaknya Dibunuh Karna Menolak Rujuk, Ini Kronologinya

Sudamiran menambahkan pencarian identitas merupakan hal yang penting. Karena dengan diketahui identitas seseorang maka penyelidikan akan lebih mudah dan terarah.

“Doakan saja terungkap, nanti kami kabari,” tandas Sudamiran. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Medan – Seorang pria dan wanita ditemukan tewas mengenaskan di salah satu kamar hotel di Kota Kisaran, Kabupaten Asahan, Senin, 7 Januari 2019.

Jasad kedua korban ditemukan dalam kondisi tanpa busana.

Kedua korban pertama kali ditemukan tewas oleh petugas hotel yang curiga keduanya tidak ke luar dari dalam kamarnya.

Saat didobrak, keduanya sudah tewas berlumuran darah di atas ranjang.

Petugas hotel langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Asahan.

Kapolres Asahan AKBP Faisal Napitupulu membenarkan peristiwa tewasnya seorang pria dan wanita di dalam kamar hotel di Asahan.

“Kedua korban ditemukan dalam keadaan tewas di Hotel Central di Jalan Sei Gambus, Kecamatan Kota Kisaran Barat,” kata Faisal lewat sambungan telepon seluler, Senin, 7 Januari 2019.

“Korban perempuan atas nama Dewi dan umur belum diketahui. Korban pria atas nama Hasyim Prasetya (33) warga Bunut Barat, Kecamatan Pulau Bandring. Mereka masuk Hotel Central kamar C 12 Ahad, 6 Januari 2019 sekitar pukul 10.26 WIB dan ditemukan tewas, Senin7 Januari 2019 sekitar pukul 12.00 WIB,” ungkap Faisal.

Faisal menjelaskan saat ditemukan kedua korban menderita luka tembak.

Sampai saat ini Polres Asahan masih melakukan olah TKP dan menunggu hasil Labfor Polda Sumut.

Karena proses penyidikan harus jelas agar tidak simpang siur hal yang disampaikan.

“Kita tidak ingin asal menyebutkan. Takutnya salah, makanya bagus menunggu hasil Labfor biar selaras dengan hasil penyidikan kami,” ujar Faisal.

Untuk motif pembunuhan, Faisal mengaku belum bisa memastikan karena masih dalam penyelidikan.

Terkait pasangan yang tewas di dalam hotel itu, Faisal juga tidak mau asal menerka apakah itu berstatus suami istri ataukah masih berstatus pacaran.

“Apakah mereka pasangan suami istri atau pacaran, kita belum mengetahui. Pokoknya kalau nanti sudah selesai olah TKP, kita release kasus ini,” jelas Faisal.

Diduga Bunuh Diri

Diduga keduanya tewas bunuh diri mengingat pintu kamar dikunci dari dalam hotel. Di samping itu kunci kamar juga dikantongi oleh korban.

Keduanya merupakan pasangan kekasih dan telah berpacaran cukup lama.

Namun cinta keduanya tidak mendapat restu dari orang tua perempuan.

Hingga Dewi kemudian memutuskan bertunangan dengan orang lain.

Postingan Terakhir

Dalam status facebook Hasyim Prasetya terungkap bahwa apa yang dilakukannya merupakan pembuktian atas kesungguhan cintanya terhadap Devi.

“Ketika semua mengetahui apa yang terjadi mungkin kalian menganggap aku adalah orang paling bodoh dan tolol yang pernah anda kenal,”tulisnya dalam akun pribadinya.

“Aq tau dunia tak selebar daun kelor. Yang aku lakukan ini adalah pembuktian suatu perjuangan mempertahankan dan kesungguhan,” tambahnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Subang – Nita Jong (55) ditemukan tewas di lahan kebun karet, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Korban tewas dibunuh suaminya, inisial TSO. Pelaku membunuh Nita di Jakarta.

“TKP pembunuhan di rumah korban (di Jakarta),” ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko kepada detikcom, Kamis, 3 Januari 2018.

Korban beralamat di Citra Garden III D9/24 Kalideres, Jakarta Barat. Truno tak menjelaskan rinci terkait kasus itu termasuk motif dan kapan Nita dibunuh.

Kasus ini akan dirilis siang ini di Polres Subang.

Jasad Nita ditemukan di area kebun karet PT Perkebunan Nusantara (PTPN) blok Jalupang, Kampung Cikuda, Desa Lengkong, Kecamatan Cipendeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Mayat ditutup selimut tersebut diketahui warga pada Rabu, 2 Januari 2018 sekitar pukul 09.00 WIB.

“Korban atas nama Nita Jong alias Li Cen kelahiran Jakarta tahun 1963,” kata Truno.
(***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Malang – Mayat pria tanpa kepala menggegerkan obyek wisata Pantai Bantol, Donomulyo, Kabupaten Malang. Jasad korban belum diketahui identitasnya ini ditemukan wisatawan. Polisi mengevakuasi jasad telah membusuk tersebut untuk diselidiki.

“Kita bawa ke RSSA (Rumah Sakit dr Saiful Anwar) untuk dilakukan penyelidikan secara medis,” ungkap Kanitreskrim Polsek Donomulyo Ipda M Arif kepada wartawan saat dikonfirmasi, Rabu, 2 Januari 2018.

Hasil penyelidikan sementara, tak satupun warga mengetahui siapa pria yang telah membusuk di bibir pantai itu. Banyak dugaan, salah satunya pria tersebut diduga menjadi korban laka laut.

Peristiwa penemuan itu bermula saat Abdullah Mubarok (24), warga Surabaya tengah berkemah di Pantai Bantol. Dia dikejutkan dengan sosok mayat tanpa memakai pakaian dan kepala membusuk di sekitar pantai.

Mubarok sontak memberi kabar kepada rekan-rekannya yang berada di tenda, soal penemuan mayat pria tanpa kepala itu. Mereka kemudian sepakat memberi informasi tersebut kepada warga, agar bisa diteruskan ke aparat kepolisian.

Polisi tak lama datang ke lokasi penemuan, langsung mengevakuasi jenazah diduga telah lama meninggal itu. Dengan dibantu perangkat desa setempat dan Tim SAR.
(***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Bripka Matheus De Haan ditemukan tewas di halaman kuburan Mutiara, Depok. Di tubuh korban terdapat luka tembak.

“Luka tembak tembus di kepala,” kata Kepala Instalasi Forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati Kombes Edi Purnomo Selasa, 1 Januari 2019.

Tak Bisa Kendalikan Motor yang Dikendarainya, Pelajar Ini Tewas Setelah Nabrak Pohon di Malam Tahun Baru

Edi mengatakan ada satu luka tembak di tubuh Bripka Matheus. “1 luka tembak tembus,” ujar Edy.

Bripka Matheus ditemukan terluka di TPU Mutiara, Pancoranmas, Depok, Jawa Barat. Jasadnya ditemukan oleh warga sekitar pukul 18.30 WIB, Senin, 31 Desember 2018.

Manchester United Tertarik Pemain AS Roma

Matheus merupakan anggota Polresta Depok yang saat ini di bawah kendali operasi (BKO) Satgas Antiteror Polda Metro Jaya. Hingga saat ini, kematian korban masih misterius.

Jenazah Bripka Matheus bakal dikebumikan siang ini. Jenazah telah diberangkatkan ke rumah duka di Kabupaten Bogor.

Edan! Seorang Balita Pingsan Diperkosa Pemabuk, Kapolda: Kenapa Bukan Kambing Atau Hewan Lainnya?

“Pemakaman jenazah almarhum Bripka Matheus De Haan pada pukul 11.00 WIB. Jenazah diberangkatkan pukul 10.00 WIB dari rumahnya di Bojonggede, Kabupaten Bogor,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono ketika dihubungi detikcom, Selasa 1, Januari 2019.

Argo mengatakan jenazah Bripka Matheus telah dipulangkan tadi malam setelah diautopsi oleh tim forensik di RS Polri Raden Said Soekanto, Kramat Jati, Jakarta Timur. Namun, menurut Argo, hasil autopsi terkait penyebab tewasnya korban belum keluar.

“Masih tunggu hasil autopsi. Semua kemungkinan bisa terjadi. Kami masih mengintensifkan pengumpulan keterangan-keterangan saksi-saksi,” ujar Argo. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kefamenanu – Seorang petani di Desa Nian, Kecamatan Miomaffo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timor (NTT) ditemukan meninggal di Kebunnya di desa setempat.

Warga RT 007/RW 003, Desa Nian yang diketahui bernama Baltasar Kusi Roy itu ditemukan meninggal dunia di kebunnya pada, Senin, 24 Desember 2018 sekira pukul 07:00 Wita.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Kabupaten TTU, AKBP. Rishian Krisna Budhiaswanto, S.H, SIK, MH kepada Pos Kupang melalui pesan singkat WhatsApp.

Krisna menjelaskan, kejadian tersebut bermula ketika pada hari minggu tanggal 23 desember 2018 sekira jam 09.00 wita, korban pergi ke kebunnya untuk melaksanakan ritual adat di wilayah RT 010/RW 002 di Desa Nian.

“Sekira pukul 23.00 Wita korban kembali ke rumah dan kemudian meyampaikan kepada istrinya bahwa besok pagi datang ke kebun untuk membantu membersihkan rumput.

Krisna menambahkan, selanjutnya korban langsung pergi ke kebun di kampung liman pada saat itu juga bersama anggota keluarga untuk melaksanakan ritual adat meminta hujan pada leluhur yang dimulai sekira pukul 09.00 Wita.

“Selama ritual adat korban mengatakan ia sedang sakit perut sehingga tidak bisa makan dan pada pukul 22.00 Wita korban pamit untuk pulang lebih duluan karena sakit perut,” ungkapnya.

Lanjut Krisna, pada hari senin tanggal 24 Desember 2018 sekira pukul 08.00 Wita, istri korban mendatangi kebun. Setelah tiba di kebun istrinya melihat pintu gubuk tertutup sehingga langsung mendorong dan masuk ke dalam gubuk tersebut.

“Setelah berada di dalam istrinya, sempat bergurau dengan korban dengan mengatakan bangun sudah karena sudah jam 08.00 Wita. Namun setelah istrinya memegang kaki korban barulah saksi mengetahui korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi,” ujarnya.

Melihat korban sudah tak bernyawa lagi, tambah Krisna, istri korban langsung kembali ke rumah dan memberitahukan kepada semua anggota keluarganya.

Atas masalah tersebut, Krisna mengungkapkan, anggota identifikasi dari Polres TTU mendatangi TKP, untuk melakukan olah TKP. Dijelaskannya, posisi korban tidur terlentang dengan kedua tangan berada diatas dada dan kaki kanan korban menyilang diatas kaki kiri.

“Secara kasat mata tidak terdapat tanda kekerasan diseluruh bagian tubuh korban kemudian terdapat bercak air mani pada celana korban dan terdapat kotoran manusia yang keluar dari dubur korban,” jelasnya.

Pada jarak kurang lebih 10 meter dari gubuk, kata Krisna, terdapat sepasang sendal korban berwarna biru yang dilepas tepat di bawah pagar kayu pembatas kebun. Selain itu, di depan pintu masuk gubuk terdapat satu botol aqua berisi sisa miras jenis sopi kampung.

Atas peristiwa tersebut, jelas Krisna, sekira pukul 09:00 Wita, korban dievakuasi dan dibawah kerumahnya di desa Nian. Selanjutnya keluarga korban menerima kematian korban sebagai musibah dengan membuat pernyataan penolakan outopsi. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pati – Polsek Margorejo melakukan olah TKP penemuan mayat diduga meninggal dunia karena tersengat aliran listrik, di sawah Dukuh Bibis Desa Margorejo Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati. Ahad, 16 Desember 2018 sekira pukul 23.00 Wib.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto melalui Kapolsek Margorejo AKP Endah Setianingsih mengungkapkan, korban adalah Nur Kosim (27 tahun) warga Desa Singorojo Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara.

Kronologis kejadian lanjutnya, sekira pukul 22.00 Wib pada saat korban sedang ngopi di warung milik saksi 1, kemudian korban berpamitan kepada saksi 1 untuk buang air besar ke belakang, selang 1 jam, korban tidak kunjung kembali, kemudian saksi 1 mengecek keberadaan korban dan mendapati korban dalam keadaan telentang tidak bergerak di area sawah turut Dk. Bibis Ds. Margorejo Kec. Margorejo Kab. Pati.

Kemudian saksi 1 menghubungi saksi 2 selaku perangkat desa, setelah itu saksi 2 menghubungi Polsek Margorejo guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Mendapatkan laporan dari saksi 2 kemudian piket SPK dan piket unit Reskrim Polsek Margorejo mendatangi TKP serta melakukan olah TKP dan didapati korban sudah meninggal dunia.

Hasil pemeriksaan tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda trauma atau tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.

Penyebab kematian diduga karena tersengat aliran listrik.

Dugaan meninggal sekitar 2 jam sebelum diketemukan.
“Diduga korban meninggal dunia karena tersengat aliran listrik PLN dari kawat yang dipakai pemilik sawah untuk mengusir hama tikus,” ungkap Kapolsek.(***)

sumber: patinews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pelaihari – Kasus tewasnya, Hemas Biyan Maharani (27) korban bunuh diri di sebuah bengkel sekaligus warung diselidiki anggota Polsek Jorong.

Kapolsek Jorong, Iptu Sufian Noor menegaskan yang tewas tergantung diri itu adalah korban bunuh diri.

“Murni korban bunuh diri. Tolong diralat itu, dalam berita tertulis pelaku,” katanya menghubungi reporter Banjarmasinpost.co.id, Jumat, 14 Desember 2018.

Iptu Sufian Noor menjelaskan korban ditemukan tewas tergantung di dalam warung salam kondisi pintu warung terkunci.

Tidak laksanakan otoupsi di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari sesuai keinginan pihak keluarga yang sudah menerima kematian korban.

“Saat ini sudah enam saksi yang dimintai keterangan, termasuk suami korban dan mengamankan barang bukti tali gantungan,” katanya.

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id, dari Kepala Desa Asrimulya, Hariyono, korban sedang proses domisili sebagai warga Desa Asrimulya, Kecamatan Jorong.

“Korban bertatus istri kedua, Ahmad Basri, pekerja bengkel seoda motor di Desa Asamasam. Jenazah sudah dimakamkan di Desa Asrimulya,” katanya.

Sebelumnya diberitakan Hemas Biyan Maharani adalah pelaku bunuh diri, Kamis, 13 Desember 2018 sekitar pukul 10.00 Wita.

Tidak sedikit warganet media sosial jejaring facebook di Jorong yang merasa kaget dengan kabar tewasnya korban, misalnya akun Icha Lishaajirni.

Itu karena korban sebelum dikabarkan tewas posting bernyanyi lagu tentang cinta dengan suaminya, di berada facebook akun Rhanie Rhanie. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Boyolali – Sesosok perempuan muda ditemukan telah tewas dan tergeletak di areal ladang penduduk di Boyolali. Diduga merupakan korban pembunuhan.

Korban yang masih mengenakan helm tersebut tergeletak dibawah pohon jambu di pinggir ladang di wilayah Dukuh Banjarsari, Kelurahan Kemisi, Kecamatan Mojosongo, Boyolali. Kali pertama ditemukan oleh Nardi, warga setempat yang hendak ke ladangnya untuk memupuk tanaman.

BACA JUGA

Kronologi Pembunuhan Pemandu Lagu yang Mayatnya Disembunyikan dalam Lemari

“Ma Saya Sudah di Stasiun” Centang Satu WA Dufi yang Mayatnya Ditemukan dalam Drum

Noda Darah dan Gundukan Tanah Jadi Tanda Ditemukannya Satu Keluarga Tewas Mengenaskan dan Mayatnya Dikubur Dibelakang Rumah

“Saya mau ke ladang, memupuk tanaman pas lewat (di TKP) kan saya pelan, ada orang tidur disitu,” kata Nardi, di lokasi kejadian.

Lokasi mayat korban dengan ladang Nardi, hanya berjarak sekitar 50 meter. Untuk mencapai ladangnya tersebut, Nardi harus melintasi lokasi korban tergeletak.

Ini Loh Bumbu dan Cara Mengolah Ayam Geprek yang Pedas, Gurih dan Renyah Menggelitik Lidah

Persela Lamongan vs Persib Bandung, Mario Gomez Pertanyakan Keputusan Wasit. Ada Apa Tuh?

Suasana Mencekam dan Teriakan Penumpang saat Kapal KM Gerbang Samudra I Terbakar

Namun saat itu, Nardi langsung ke ladangnya untuk memupuk karena mengira korban orang gila atau sedang tidur di tempat tersebut. Tapi sampai dia selesai memupuk, perempuan itu tak bangun-bangun.

Kemudian dia memanggil temannya Gianto yang sedang membajak ladangnya.

Ini Efeknya pada Mesin Kendaraan Anda Jika Sering Gonta-ganti BBM

GOOOLL.. PSIS Semarang Berhasil Menaklukkan Persipura Jayapura dari Dua Gol Bruno Silve

Tak Diundang Reuni 212, Ini yang Dilakukan Jokowi

“Aku nyeluki Gianto, (korban) wong edan opo wong turu. Nek wong edan gusahen,” kata Nardi yang mengaku takut mendekat.

Gianto kemudian mendekat dan mengecek korban. Ternyata korban sudah tidak bernyawa.

Lantas, Nardi memberitahukan ke warga agar melapor ke Polisi. Kejadian penemuan mayar itu pun segera dilaporkan ke Polsek Mojosongo.

Kapolsek Mojosongo AKP Joko Winarno, mengatakan pihaknya mendapat laporan dari masyarakat melalui telepon. Selanjutnya langsung mendatangi lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan Polres Boyolali.

Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Willy Budiyanto, mengatakan belum diketahui identitas korban. Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan sekujur tubuh korban tidak ditemukan identitasnya.

“Dugaan sementara korban adalah korban pembunuhan karena dari pakaian yang digunakan masih lengkap, masih menggunakan helm dan dia berada di tengah kebun seperti ini. artinya jenazah ini ada yang meletakkan disni,” kata Willy Budiyanto.

Saat ini pihaknya masih fokus untuk mencari identitas korban.

“Ciri-ciri korban usia kurang lebih 24 tahun, wanita berperawakan bersih, tinggi badan sekitar 160 cm, berat badan sekitar 45, rambut ikal sebahu berkerudung merah, jaket merah dan leging warna hitam,” imbuhnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – “Ma, saya sudah di stasiun, mobil diparkir.” Pesan lewat WhatsApp (WA) ini jadi pesan terakhir yang diterima istri Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi.

Pesan WA Dufi dikirimkan ke istrinya, Bayu Yuniarti, sekitar pukul 09.00 WIB, Jumat, 16 November 2018. Pagi itu, sekitar pukul 07.30 WIB, Dufi pamit berangkat ke kantor TV Muhammadiyah di Menteng, Jakpus, kepada istrinya.

BACA: Telanjang Dada saat Digerebek, Ini Fiki Alman Pria di Kamar Angel Lelga

Mengendarai Innova warna putih, Dufi menuju Stasiun Rawa Buntu, Serpong, dari kediamannya di Gading Serpong. Tapi, setelah pesan WA terakhir, Dufi tak lagi merespons pesan istrinya.

“Terus habis itu istrinya nanya, sudah nggak dijawab. Jadi, pukul 10.00 WIB centang dua. Sore hari dihubungi checklist satu,” ujar adik Dufi, Muhammad Al Ramdoni, di Yayasan Yatim-Piatu Al-Khairiyah, Semper Barat, Cilincing Utara, Jakarta Utara, Senin, 19 November 2018.

BACA: Kombinasi yang Pas untuk Lauk, Ini Resep Sambal Udang Pete yang Lezat

Dua hari tanpa kabar, keluarga Dufi dikagetkan oleh penemuan mayat di dalam drum di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, pada Ahad, 18 November 2018 sekitar pukul 06.00 WIB.

Jasad Dufi dibawa ke RS Polri, sedangkan personel Polsek Klapanunggal mendatangi rumah duka korban. Dari situ, keluarga menuju RS Polri untuk memastikan bahwa korban yang mayatnya ditemukan dalam drum di Bogor benar Dufi.

“Identifikasi itu berupa sidik jari karena semua identitas hilang, tidak ada yang melekat. Hanya sidik jari yang ditemukan melalui DVI Polri,” ujar Ramdoni.

BACA: Mana Polisinya? Saya Akan Jelaskan dengan Polisi! Teriak Angel Lelga saat Digrebek Vicky Prasetyo

Sedangkan mobil yang disebut korban sudah terparkir di Stasiun Rawa Buntu hilang. Polisi mengecek ke lokasi pada Ahad, 19 November 2018.

Ramdoni menuturkan, Dufi pernah bekerja sebagai wartawan di sejumlah media. Dia juga menjadi pekerja lepas (freelance) di stasiun TV Muhammadiyah.

BACA: Resiko Bisnis Eksplorasi Migas: Mahal dan Duit ‘Menguap’

Pihak keluarga tak curiga soal dugaan adanya perselisihan Dufi dengan orang lain. Namun mereka meminta polisi mengusut tuntas kasus dugaan pembunuhan Dufi, yang juga merintis usaha periklanan, PT Cahaya Gemilang.

“Selama yang kami ketahui, semasa hidupnya almarhum tidak pernah mencari musuh. Meskipun berdebat, dalam pekerjaan kan biasa. Tapi kalau mencari musuh sampai akhirnya kayak gini sepertinya (tidak). Apakah ada persaingan bisnis atau apa? Karena kan beliau pengusaha di PT Cahaya Gemilang,” sambung Ramdoni.

BACA: MotoGP Valencia Menjadi Balapan Bersejarah untuk Dani Pedrosa

Kondisi istri Dufi masih syok. Keluarga saat ini berkumpul di Yayasan Yatim-Piatu Al-Khairiyah seusai pemakaman di TPU Budi Darma, Jakarta Utara.

Dufi meninggalkan seorang istri dan enam anak. Hari ini, anak kelima Dufi berulang tahun.

“Anaknya yang nomor lima namanya Jamal, hari ini ulang tahun kedelapan, yang itu (sambil menunjuk),” kata Ramdoni.

Sementara itu, dari hasil autopsi, ditemukan luka senjata tajam di tubuh Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi, yang mayatnya ditemukan dalam drum di daerah Klapanunggal, Bogor. Polisi masih menyelidiki kasus ini.

“Ditemukan luka pada leher, punggung, dada,” kata Kepala Forensik RS Polri Kombes Edy Purnomo saat dihubungi, Senin, 19 November 2018

Kombes Edy membenarkan bahwa luka di tubuh korban berasal dari senjata tajam. Dari hasil pemeriksaan jenazah, tidak ditemukan luka bekas benda tumpul. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tulungagung – Pasangan suami istri, Didik Adi Wibowo (56) dan Suprihatin (50) ditemukan meninggal dunia di rumahnya, Dusun Ngingas, Desa/Kecamatan Campurdarat, Kamis, 8 November 2018 selepas magrib. Menurut warga sekitar, selama ini keduanya tinggal berdua di rumahnya.

“Mereka punya dua anak, yang pertama di Blitar, yang kedua di Tulungagung,” ujar seorang warga yang tinggal di depan rumah korban.

Sementara cucunya, Rst (13) tinggal bersama ibunya di Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat. Rst ini yang sering mengunjungi kakek neneknya.

Kamis sore Rst datang dan langsung masuk ke rumah. Saat itulah Rst melihat kakeknya terbaring namun tidak bergerak sama sekali.

Selain itu di lantai terdapat bercak hitam yang dikiranya kecap.

“Bercak itu darah yang mulai mengering, dia pikir itu kecap,” ujar seorang warga bernama Edi.

Karena takut Rst sempat mengajak temannya untuk melihat kondisi kakek neneknya. Merasa belum yakin, Rst kemudian pulang melapor ke ibunya.

Temuan ini kemudian dilaporkan ke polisi. Dari hasil pemeriksaan diyakini, Didik dan Suprihatin menjadi korban pembunuhan.

“Saya tidak lihat mayatnya. Tapi banyak bercak darah di lokasi kejadian,” tambah Edi.

Saat berita ini dibuat, polisi masih melakukan olah TKP.

Belum ada pernyataan dari penegak hukum terkait temuan dua mayat suami istri ini. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Palembang – Warga di Jalan Said Toyib, Kompleks Villa Kebun Sirih, Bukit Sangkal, Blok A 18, Palembang, Sumatera Selatan, mendadak heboh atas ditemukannya satu keluarga yang tewas. Satu keluarga itu ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala.

Satu keluarga yang ditemukan tewas itu adalah Fransiscus (47), Margaretha (45), Rafel (18), dan Ketty (11). Seluruh korban saat ini telah dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk diautopsi.

“Masih belum tahu kapan peristiwa ini terjadi. Karena keterangan warga sekitar pukul 21.00 WIB masih pemilik rumah ini masih ngobrol sama warga di kompleks,” kata Kasubdit Jatanras Polda Sumatera Selatan AKBP Yoga Baskara di lokasi kejadian, Rabu 24 Oktober 2018

Sejauh ini, Yoga belum bisa memastikan penyebab keempat korban itu tewas. Namun korban ditemukan dalam kondisi luka tembak.

“Motifnya apa juga masih kami selidiki. Korban semua sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Semua turun, baik itu Polresta Palembang maupun dari Polda Sumsel,” tutup Yoga.

Selain dalam kondisi meninggal dunia, warga mengaku ditemukan 3 selongsong di rumah korban. Bahkan ada juga bercak darah di kamar pemilik rumah dan ruang tamu.

“Tadi malam masih sempat ngobrol kok sama warga di sini. Makanya kita kaget dapat kabar mereka sekeluarga pagi ini ditemukan meninggal dengan ditembak,” terang seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.D, Jakarta – Anak berinisial R yang baru berusia 3,5 tahun ditemukan meninggal di dalam mobil pada Sabtu, 20 Oktober 2018

Korban meninggal diduga setelah sehari terkunci di dalam mobil yang diparkir di area parkiran Apartemen Pluit Sea View, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara.

Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan Kompol Mustakim, dilansir Kompas.com, mengatakan, jenazah R ditemukan oleh sang pemilik mobil, Afandi (26), saat akan menggunakan mobilnya untuk bepergian.

Afandi terkejut ketika ia hendak meletakan tasnya di bangku tengah, ia melihat korban sudah dalam keadaan tak bernyawa.

“Berdasarkan pengakuan saksi (Afandi) bahwa yang terakhir menggunakan mobilnya adalah kakak iparnya yang bernama Ruslan.

Namun Ruslan sudah menyerahkan ke Afandi pada hari Jumat tanggal 19 Oktober 2018 sekitar jam 13.00,” ujar Kompol Mustakim.

Ruslan tampaknya lupa mengunci pintu mobil sehingga korban yang saat itu bermain dapat membuka pintu mobil hingga masuk ke dalamnya.

“Korban main-main dan buka pintu mobil saat di dalam kepencet pintu otomatisnya saat korban mau buka mobil engga bisa. Korban berusaha untuk membuka kaca namun tidak bisa hingga di temukan korban sudah meninggal dunia,” kata Mustakim.

Saat ini korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk dilakukan autopsi. (***)

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Peristiwa menggegerkan terjadi pada Ahad, 29 Juli 2018 pagi ini.

Warga heboh melihat sesosok mayat mengambang di dekat sekitar jembatan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Kasubag Humas Polrestro Tangerang, Kompol Abdul Rachim menjelaskan mengenai peristiwa tersebut.

Ia mengungkapkan lokasi penemuan mayat ini berada di Kali Perancis depan Perumanan Villa Taman Bandara RT 01 / RW 07 Desa Kosambi Timur, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

“Korban berjenis kelamin laki – laki,” ujar Abdul kepada Warta Kota, Ahad, 29 Juli 2018

Saat ditemukan, korban dalam keadaan bugil. Mengambang di atas permukaan Kali.

“Pria tanpa busana dalam posisi terlentang mengapung,” ucapnya.

Mendapat laporan terkait insiden tersebut, polisi pun segera ke lokasi.

Petugas langsung bergegas mengevakuasi korban.

“Masih olah TKP (tempat kejadian perkara) dan proses penyelidikan lebih lanjut,” kata Abdul. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Surabaya – Peristiwa gantung diri terjadi di Surabaya dan mengejutkan warga Jl Ploso Timur III, Rabu, 25 Juli 2018 pagi.

Angga Riski Pratama (24), asal Bagelenan, Srengat, Kabupaten Blitar ditemukan gantung diri di kamar kos.

Teknisi PT PLN ditemukan tewas menggantung pakai tali di kamar lantai kos-kosan.

Peristiwa gantung diri diketahui kedua orang tuanya, Muhammad Karli (48) dan Ny Sulastri (47).

Keduanya datang dari Blitar untuk menjenguk anaknya lantaran dihubungi melalui ponsel sejak Selasa, 24 Juli 2018, tapi tidak bisa dan tak diangkat.

“Di telpon tak bisa, di SMS juga tidak dibalas,” aku Karli, di lokasi kejadian, Rabu, 25 Juli 2018.

Karena dihubungi tak bisa, kedua orang tua Angga, Karli dan Sulastri memutuskan ke Surabaya dengan tujuan menemui anaknya.

Begitu tiba di rumah kos anaknya, kedua orangtuannya tidak bisa masuk karena kamar dikunci.

“Saya intip kamar anak saya, ternyata anak saya gantung diri,” ucap Karli sedih.

Karli menjelaskan, anaknya itu rencananya akan melangsungkan pernikahan pada 26 Agustus 2018 nanti.

Dijadwalkan mau ada acara ke KUA di Blitar untuk proses pernikahan, Senin 30 Juli 2018.

Karli dan istrinya, Sulastri merasa sedih dengan kepergian anak pertamanya dengan cara gantung diri.

Almarhum anaknya dinilai merupakan anak yang baik, meski pendiam.

“Dia (almahum) anak kesayangan saya,” jelas Karli.

Tim Inafis Polrestabes Surabaya dan Unit Reskrim Polsek Tambaksari sudah melakukan olah TKP.

Di kamar kos korban, polisi tidak menemukan benda mencurigakan atau pesan terakhir yang ditulis.

Hanya saja, polisi mengemankan ponsel milik korban yang berada di kamar sebagai barang bukti guna bahan penyidikan. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Depok – Briptu TE (23), anggota Brimob, diduga bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri.

Ia ditemukan tewas di atas kasur di kamar rumah kerabatnya berinisial Ud, di Jalan Belimbing 1, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Selasa, 17 Juli 2018 sekitar pukul 18.00 WIB.

Selama ini TE tinggal di asrama di Markas Brimob di Jalan Komjen Pol M Jasin, Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis.

Tewasnya TE diketahui saat terdengar dua kali suara letusan senjata api dari rumah Ud. Saat itu, TE sedang main ke rumah Ud.

Ud, yang saat kejadian sedang salat Magrib, langsung melakukan pengecekan usai salat. Ia mendapati TE, yang mengenakan pakaian serba hitam, tewas dengan luka tembak di kepala di atas kasur di kamar rumahnya.

Saat itu TE masih memegang senjata api yang digunakannya untuk bunuh diri di tangan kanannya. Yustaf, warga sekitar mengatakan, saat kejadian Ud sedang salat Magrib di rumahnya.

“Sementara di dalam rumah juga ada korban yang sedang main ke rumah Pak Ud. Ia memang sering main ke sana dan sudah dianggap keluarga sendiri,” jelas Yustaf.

Saat itulah, katanya, terdengar ada suara keras seperti letusan petasan sebanyak dua kali.

“Dari keterangan Pak Ud, saat mendengar suara itu sewaktu sedang salat, ia berpikir karena asbes rumahnya jatuh. Setelah selesai salat Magrib, Pak Ud mau melihat asal suara tadi. Ternyata kata dia bukan karena asbes rumah jatuh, tetapi korban sudah tergeletak di kamar bersimbah darah, dengan luka tembak di kepala,” paparnya.

Ud akhirnya berteriak hingga peristiwa ini terlaporkan ke polisi dan Mako Brimob. Tak lama, sejumlah anggota polisi yang juga berpakaian sipil memenuhi lokasi kejadian. Sekitar pukul 19.30, jenasah Briptu TE akhirnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati.

“Pacar korban juga sempat datang semalam sewaktu jenazah dibawa. Sepanjang Jalan Belimbing 1, dijaga ketat setelah kejadian itu sampai kini,” kata Yustaf.

Beberapa wartawan dan warga yang mendekat ke lokasi kejadian juga diusir petugas. Belum ada keterangan dari kepolisian terkait peristiwa ini. Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Bintoro belum merespons panggilan dan pesan saat dikonfirmasi. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Solikhin (46) ditemukan meninggal di dalam mobil di parkiran Sekolah Islam At-Taqwa, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur. Diduga Solikhin meninggal akibat serangan jantung.

“Diduga mengalami serangan jantung,” kata Kapolsek Pulogadung Kompol Sukadi saat dimintai konfirmasi, Senin, 16 Juli 2018.

Sukadi mengatakan Solikhin bekerja sebagai sopir salah satu murid di sekolah tersebut. Jenazah Solikhin ditemukan sore tadi sekitar pukul 16.00 WIB oleh majikannya, Apriliani.

Sukadi menjelaskan awalnya Apriliani mengira Solikhin hanya tertidur di mobil. Namun, ketika hendak dibangunkan, Solikhin tidak kunjung bangun.

“Apriliani selanjutnya meminta tolong ke satpam sekolah untuk mengecek kondisi korban dan diketahui denyut nadinya sudah tidak ada atau meninggal dunia,” jelas Sukadi.

Polisi pun langsung membawa jenazah ke Rumah Sakit Persahabatan. Sukadi menambahkan, berdasarkan keterangan keluarga dan majikannya, Solikhin memang mempunyai riwayat penyakit jantung.

“Memang ada riwayat sakit jantung (berdasarkan) informasi dari keluarga. Dia itu sopir, setiap hari nganter anak majikannya ke sekolah itu,” imbuhnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Banjarbaru – Terjawab penyebab kematian Basir (41). Pelakunya enam orang, dua orang sudah dibekuk polisi. Sedangkan sisanya masih dalam pengejaran dan identitas sudah dikantongi.

Antara pelaku dan korban saling mengenal, awalnya mereka minuman keras Gaduk 90 persen campur suplemen energi.

Basir ditemukan sudah dalam kondisi meninggal bersimbah darah di Jalan Sudirman, antara Minggu raya dan samping Galeri Dekranasda Pemko Banjarbaru, tak jauh dari Lapangan Murjani, Rabu, 11 Juli 2018 sekitar pukul 02.30 Wita.

Korban memang seorang juru parkir dan pedagang parfum keliling, pada tas milik korban ada sejumlah parfum. Basir warga Jalan mendawai baru RT 9 RE 7 Desa Palangka Kecamatan Jekanraya.

“Dari enam pelaku sementara baru dua pelaku yang sudah kita amankan.

Masih pengembangan terhadap otak pelaku yang saat itu bawa senjata tajam. Mereka semua itu berteman, awalnya minum-minuman keras alkohol 90 persen di sekitar Minggu Raya lalu cekcok.

Korban lalu dikeroyok. Ancaman hukuman maksimal 12 tahun kurungan,” kata Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya, Kamis, 12 Juli 2018. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Purwakarta – Mayat wanita lanjut usia ditemukan di dalam kamar di rumahnya di Desa Lebak Anyar, Pasawahan, Purwakarta, Jumat, 6 Juli 2018.

Mayat Nunung Sunengsih (60) tersebut ditemukan dalam kondisi telah menghitam.

Saat Tribun Jabar mendatangi lokasi kejadian, bau busuk masih tercium hingga luar rumah bercat hijau itu.

Diperkirakan korban telah meninggal dunia lebih dari tiga hari.

Jenazah terlihat masih menggunakan daster hijau dan jaket biru. Posisi jenazah tergeletak diatas kasur.

Adanya temuan mayat di desa itu pun dibenarkan oleh Kapolsek Pasawahan, AKP Sutejo saat ditemui di lokasi penemuan mayat.

Sutejo menyebutkan bahwa pihaknya mendapatkan informasi penemuan mayat Nunung sesaat setelah Jumatan.

“Saat didobrak pintunya ternyata sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Diperkirakan sudah lebih dari dua hari tidak terlihat keluar rumah, tidak ada keluarganya,” kata Sutejo.

Korban pun langsung dibawa ke rumah sakit daerah Bayu Asih untuk dimandikan dan akan langsung di kuburkan atas permintaan pihak keluarganya.

Tidak ada indikasi tanda kekerasan pada tubuh korban saat ditemukan dan diperiksa oleh pihak Satreskrim Polres Purwakarta.

“Informasi dari warga emang sudah sakit-sakitan. Sementara tidak ada indikasi lain, termasuk tanda-tanda kekerasan,” ujarnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kehadiran buah hati bagi pasangan menikah adalah dambaan.

Sebagai orangtua, sepasang suami istri pasti akan berusaha memberikan yang terbaik bagi anak-anak.

Tak terkecuali dalam urusan perawatan.

Sebagian keluarga rela mengeluarkan banyak biaya demi mendapatkan pengasuh yang bisa merawat baik-baik anak mereka.

Namun, tak semua pengasuh bisa dipercaya.

Banyak kejahatan terhadap anak yang dilakukan oleh pengasuhnya sendiri.

Seperti yang terjadi pada sebuah keluarga di Selangor, Malaysia.

Dilansir dari Asia One, Rabu, 4 Juli 2018, bayi berusia lima bulan dilaporkan menghilang karena diculik.

Pengasuh mengaku bayi malang tersebut diambil oleh seorang pria.

Orangtua si bayi yang bernama Adam Rayqal Mohd Sufi ini pun panik dan segera melaporkan kejadian ini ke kantor polisi setempat.

Kesaksian pengasuh pun diragukan dan polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut hingga akhirnya Adam ditemukan di Kampung Nakhoda, rumah pengasuh.

Dari hasil penelusuran, Adam ditemukan di sebuah lemari es dalam kondisi tidak bernyawa pada Selasa, 3 Juli 2018 kemarin.

Kepala Kepolisian Selangor, Fadzil Ahmat, menyatakan kasus ini masih diselidiki lebih lanjut sebagai kasus pembunuhan.

“Kami menangkap dua wanita yang diduga terkait kasus ini. Satu di antara mereka bekerja sebagai pengasuh,” ujar Fadzil.

Sementara Menteri Perempuan dan Keluarga, Hannah Yeoh, sudah mengunjungi kamar mayat HKL di mana jenazah Adam terbaring.

Yeoh mengatakan akan melakukan tindakan selanjutnya setelah post mortem selesai.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dilaporkan Hilang Diculik, Bayi 5 Bulan Ditemukan Tewas di Lemari Pendingin. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jombang – Warga Dusun Penanggalan, Desa Dukuh Dimoro, Kecamatan Mojokerto, Jombang dikagetkan dengan temuan jasad seorang pria Sabtu 30 Juni 2018.

Saat ditemukan terdapat luka tusuk di bagian leher pria dengan tubuh penuh tato tersebut. Sementara itu dugaan kuat korban tewas akibat dibunuh.

“Tidak ada identitas pada tubuh korban,” kata Kapolsek Mojo Agung Kompol Khoirudin.

Sementara itu jasad korban yang ditemukan hanya mengenakan celana pendek dan tidur dalam posisi miring itu telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat guna diautopsi.

“Jasad korban kita bawa ke RSUD Jombang guna autopsi,” ucapnya. (***)

sumber: inilah.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kebumen – Seorang anak di Kebumen, Jawa Tengah tewas tenggelam di sungai. Korban terpeleset saat hendak mengambil celana milik adiknya.

Korban bernama Maziatul Fuadah (10) warga RT 04/ RW 03, Desa Sugihwaras, Kecamatan Adimulyo.

Maziatul tenggelam di Sungai Telomoyo yang tak jauh dari rumahnya. Petugas yang melakukan pencarian menemukan korban tak jauh dari lokasi kejadian dalam keadaan meninggal dunia.

“Setelah dapat laporan, petugas yang dibantu warga langsung melakukan pencarian dengan menyisiri sungai. Akhirnya korban dapat ditemukan. Namun sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ungkap Humas BPBD Kebumen, Heri Purwoto ketika dihubungi detikcom Sabtu, 30 Juni 2018.

Sebelum tenggelam, korban bersama adiknya Hasanudin (3) bermain di tepi sungai tersebut. Saat bermain itu lah tiba-tiba celana sang adik jatuh ke dalam sungai sehingga korban berusaha meraihnya dari tepi.

“Namun justru korban terpeleset dan jatuh ke sungai dan akhirnya tenggelam”, lanjut Heri.

Mengetahui kakaknya terjatuh ke dalam sungai, Hasanudin kemudian langsung berlari memanggil ibunya. Tak lama kemudian petugas datang dan bersama warga melakukan pencarian korban.

Setelah berhasil ditemukan, korban kemudian mendapatkan pemeriksaan medis dari petugas polsek dan Puskesmas Adimulyo. Karena tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban, jenazah kemudian dikembalikan kepada pihak keluarga. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tuban – Warga di pinggir Pantai Tuban geger. Ini setelah warga menemukan potongan kaki manusia, bagian kiri di pinggir pantai, yang berada di Dusun Dasin, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tunban, Kamis, 28 Juni 2018 malam.

Petugas kepolisian yang mendapat informasi dari warga langsung mendatangi lokasi, guna memastikan kebenarannya.

Kapolsek Jenu AKP Elis Suendayati mengatakan, penemuan potongan kaki manusia tersebut memang benar adanya, awalnya ditemukan warga setempat lalu dilaporkan ke polisi.

Berdasarkan laporan dari warga, temuan potongan kaki tersebut sekira pukul 17.30 WIB.

“Kami datangi lokasi untuk memastikan potongan kaki tersebut, dan memang benar ada. Warga juga sempat geger melihatnya,” ujarnya kepada wartawan, Jumat, 29 Juni 2018.

Mantan Kasubbag Humas Polres Tuban itu menambahkan, petugas kepolisian Polres Tuban yang mendatangi lokasi langsung melakukan olah TKP.

Kemudian potongan kaki itu dibawa ke RSUD dr. Koesma Tuban untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut.

Abu Vulkanik Gunung Agung Menyembur, Semua Penerbangan dari Bandara Juanda ke Bali Dibatalkan

“Diidentifikasi potongan kaki tersebut, untuk mengetahui siapa pemiliknya, nanti yang nangani perkembangannya Satreskrim Polres Tuban,” jelasnya.

Perwira berpangkat tiga balok di pundak itu menambahkan, petugas juga menyisir lokasi di sekitar untuk memastikan apakah ada potongan tubuh yang lain atau tidak. Ternyata setelah dilakukan pencarian tidak ada.

“Kita juga sisir di sekitar lokasi setempat, hasilnya tidak ditemukan organ tubuh lainnya. Jadi cuma potongan kaki saja,” tegas Elis. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Seorang anak laki-laki ditemukan meninggal dunia di kolam ikan patin.

Dialah Raihan Andrian (12), jasadnya ditemukan pada Sabtu, 23 Juni 2018 oleh pemilik kolam Sugeng (50) warga Desa Gondosuli, Kecamatan Gondang, Tulungagung.

Kejadian ini bermula diduga saat korban berusaha mengejar balon terbang.

Sampai di kolam ikan milik Sugeng ia terpeleset dan tercebur ke kolam.

Nahas bocah ini pun tersengat arus listrik yang terpasang di sekitar kolam dan akhirnya tewas.

Menurut hasil pemeriksaan, korban mengalami luka bakar parah di bagian dada.

Kepala Desa Gondosuli mengatakan jika banyak kabel bersliweran di sekitar kolam.

Pemilik juga sebelumnya telah diperingatkan jika kabel-kabel tersebut bisa membahayakan.

Namun Sugeng disebut mengabaikan peringatan warga.

Tak hanya Andre, Musikah (60) warga sekitar yang berusaha menolong juga ikut menjadi korban kesetrum.

Musikah kemudian dilarikan ke rumah sakit, beruntung ia masih selamat.

Saat ini kasus kematian Andre sedang ditangani oleh Polres Tulungagung. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lamongan – Adenan Maskur (75), warga Desa Centini Kecamatan Laren Lamongan Jawa Timur tewas kesetrum aliran listrik jebakan tikus yang dipasang di sawah miliknya.

Janan (50) anggota keluarga korban, kejadian terungkap bermula atas kecurigaan terhadap korban yang tidak pulang hingga pagi tadi sejak keberangkatannya pada Senin, 18 Juni 2018 malam.

Tadi malam korban berangkat ke sawah mengecek kabel yang teraliri setrum listrik untuk jebakan tikus di sawah miliknya.

Tidak biasanya, hingga Selasa, 19 Juni 2018 pagi korban tidak juga kelihatan pulang ke rumah.

Ada yang ganjil dan tak biasanya korban tak terlihat salat subuh di rumah.

Salah satu anggota keluarga korban, Janan mencoba mencari tahu keberadaan korban dan mengecek ke sawah.

Bagai disambar petir, saksi mendapati korban tergeletak di pinggir pematang.

Penasaran, saksi mendekati korban dan tidak ada respon sama sekali.

Ternyata, di tangan kiri korban memegang kawat kabel yang teraliri listrik untuk jebakan tikus milik korban sendiri.

Saksi kemudian memutus kabel aliran listrik dan mengevakuasi korban untuk dibawa pulang.

“Bahu kirinya sampai gosong akibat kesetrum listrik,” ungkap Janan.

Kematian korban jelas bukan karena penganiayaan, tapi karena kesalahan korban sendiri.

Pihak keluarga memutuskan korban tidak perlu diotopsi dan langsung dimakamkan setelah pihak petugas memperoleh kepastian dari pihak keluarga korban.

Kematian korban menyisahkan duka mendalam, lantaran kematiannya cukup nahas dan masih dalam suasana Idul Fitri. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Makassar – Tim Gabungan Sar kembali menemukan satu orang korban Kapal Arista yang tenggelam di perairan Makassar, Sulawesi Selatan. Korban ditemukan tewas dengan kondisi mengambang di permukaan laut.

“Ditemukan pada posisi 2 mil sebelah timur Barrang Lompo, jaraknya 4 nautical mile dari Pelabuhan Paotere, ditemukan terapung dengan kondisi meninggal dunia,” kata Kepala Kantor Sar Basarnas Sulawesi Selatan, Amiruddin, pada Sabtu, 16 Juni 2018.

Jelas Amiruddin, sesuai dengan data korban hilang dalam insiden karamnya KLM Arista, identitas jenazah ke-17 ini diketahui bernama Ramla Tahir umur 4 tahun.

Dengan penemuan ini, total tim Sar Gabungan pencarian korban hilang KLM Arista tinggal menyisakan satu orang lagi.

“Identitasnya Ramla Tahir 4 tahun, sehingga sekarang masih dicari 1 orang lagi bernama Rusda 30 tahun,” jelas Amiruddin.

Ditemukannya korban bernama Rahma Tahir ini, berawal dari informasi nelayan sekitar pulau Barrang Lompo yang melihat sesosok jenazah mengambang di permukaan laut.

“Dari masyarakat nelayan mendengarkan dulu (mayat mengambang), namun namanya masyarakat nelayan takut jenazah apalagi jenazah di permukaan air, hingga tim resuce menggunakan kapal mengevakuasi jenazah itu yang memang dekat dengan lokasi,” kata Kepala Basarnas Sulsel, Amiruddin.

Selanjutnya, jenazah Rahma Tahir langsung dievakuasi Tim Sar Gabungan ke Pelabuhan Paotere Makassar, untuk disemayamkan di Rumah Sakit Polri Bhayangkara Makassar, dan menunggu keluarga korban datang mengambilnya.

Hingga kini, dari hasil catatan terakhir Tim Sar Gabungan, total penumpang yang menumpangi KLM Arista, dari Pelabuhan Paotere hendak menuju ke Barrang Lompo, pada Rabu, 13 Juni 2018 yang tenggelam di perairan Makassar, berjumlah 73 orang, dengan rincian 55 orang selamat, 17 meninggal dunia, dan 1 orang lagi bernama Rusda dinyatakan hilang. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Seekor ular sanca menelan bulat-bulan seorang wanita dewasa di Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra). Peneliti LIPI punya penjelasan terkait kasus terkait ular jenis Python reticulatus itu.

Kepala Laboratorium Herpitologi Puslit Biologi LIPI Amir Hamidy menjelaskan bahwa ular memang memakan mangsanya tanpa mengunyahnya terlebih dahulu. Hanya berbeda antara melumpuhkan mangsa dengan dibelit atau menggunakan bisa.

“Ular nggak ada yang makan-nya dikunyah, nggak dicabik-cabik. Ditelan bulat-bulat. Dan ular piton ini melumpuhkan mangsanya dengan dililit,” kata Amir saat dihubungi detikcom,

Terkait wanita yang ditelan bulat-bulat, menurut Amir rahang bawah ular tak menyatu. Hanya rahang atasnya yang menyatu. Sehingga rahang bawah bisa melebar sejauh kekuatan ototnya.

Amir menjelaskan, ular piton akan melumpuhkan mangsanya dulu sebelum menelannya. Biasanya tulang-tulangnya mangsanya akan dibuat remuk karena ototnya sangat kuat.

Ditanya soal berapa lama jasad manusia berada di dalam tubuh ular, Amir menjawab sekitar 4 hari hingga seminggu.

“Di lambung ular itu asamnya sangat kuat sekali. Namun prosesnya lebih dari 1-2 hari. Semingguan lah baru bisa terurai. Itu setelah makan itu bisa sebulan nggak makan-makan lagi,” tutur Amir.

Jasad wanita bernama Wa Tiba, berusia 54 tahun, ditemukan di dalam tubuh ular pada Jumat, 15 Juni 2018 pagi. Sebelumnya dia dilaporkan hilang pada Kamis, 14 Juni 2018.

Keluarga lalu melapor ke polisi dan akhirnya dilakukan pencarian pada pagi tadi pukul 09.00 WIB. Setelah ditelusuri, warga mendapatkan seekor ular sanca yang terlihat tak mampu bergerak. Warga kemudian curiga ular tersebut menelan Wa Tiba. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Mayat seorang wanita yang berusia sekitar 20 tahun ditemukan di samping Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Ampera, jalan Karya Rakyat Gang Melati 1, Kelurahan Sei Agul, Medan Barat.

Mayat tersebut ditemukan pada Rabu, 6 Juni 2018 dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB terbungkus kardus di atas sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi BK 5875 ABM.

Mayat wanita tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang penjual martabak.

Pada saat melewati lokasi, dia dan temannya melihat sebuah sepeda motor mesinnya mati, tetapi lampunya menyala.

Mereka kemudian curiga pada kardus yang ada di atas motor.

Mereka berusaha mencari pemilik sepeda motor tersebut tetapi tak menemukannya.

Tak lama kemudian, Reskrim Polsek Medan Barat yang dipanggil datang ke lokasi lalu membuka kardus itu.

Setelah dibuka, polisi melihat adanya tangan dan kaki manusia yang seperti terlipat.

Ketika bungkusan tas dibuka, mayat tanpa identitas itu mengenakan tank top hitam dan celana dalam merah maroon.

“Dugaan kita sementara mayat ini korban pembunuhan. Karena di leher korban ada luka tusukan benda tajam serta di tangan kiri mengalami luka cobel seperti akibat benda tajam,” kata Kabid Humas Polda Humut AKBP Tatan Dirsan Artmaja.

Mayat wanita tersebut kini telah dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk diautopsi.

Kasus tersebut kini dalam penyelidikan polisi, polisi juga masih mencari identitas korban. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kabupaten Bandung – Kegiatan Mancing Mania dalam rangka HUT Kodam III Siliwangi yang diikuti puluhan ribu orang geger. Salahseorang warga yang tengah memancing, kailnya tersangkut pada sesosok mayat laki-laki tanpa identitas di aliran Sungai Citarum, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Ahad, 3 Juni 2018.

Dari infomasi Ahad, 3 juni 2018 mayat itu ditemukan sekitar Pukul 07.30 WIB tidak jauh dari panggung acara.

Salah satu pemancing, Deden (34) mengatakan lokasi penemuan mayat itu tidak jauh dari panggung acara. “Mayat laki-laki, lokasi penemuannya diseberang sana, tersangkut kail pemancing. Langsung dibawa ke sini menggunakan perahu anggota TNI dan langsung dibawa ke rumah sakit oleh polisi,” kata Deden di lokasi memancing.

Lokasi penemuan mayat itu tepat berada di sektor III B atau Kelurahan Sulaiman, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung. “Mayat ditemukan di sektor B III, terkait kail pancing warga yang sedang mancing,” kata Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan di lokasi kejadian.

Indra mengungkapkan mayat itu diperkirakan berumur 30-40 tahun. Ciri-cirinya menggunakan baju putih dan celana training berwarna biru. “Tidak ada identitas (tanda pengenal) di tubuh korban,” ungkapnya.

Mancing Mania di Sungai Citarum

Meski sempat ada insiden temuan mayat, kegiatan memancing yang diikuti puluhan ribu orang di aliran Sungai Citarum tetap dilaksanakan.

Hari itu puluhan ribu orang menggelar tikar dan duduk berjajar ditepi Sungai Citarum.

Untuk melindungi sengatan matahari, para pemancing mendirikan tenda dari terpal plastik dan payung yang dikaitkan ke sebilah bambu. Meski cuaca panas para pemancing tetap semangat mengayunkan jorannya dan melemparkan umpan ke aliran sungai.

Ada pemandangan menarik saat para pemancing melempar umpan, ada kail yang menyangkut sampah ada juga yang menyangkut ke sandal bekas. Meski demikian, banyak juga umpan yang dimakan ikan. Ikan yang didapat para pemancing bermacam-macam, bobotnya bisa mencapai 5 kilogram.

Salah satu warga Margahayu, Diwan (30) mengaku senang bisa mengikuti acara ini. “Senang bisa memancing di Citarum, sambil ngabuburit,” katanya di lokasi memancing.

Para pemancing ini, merebutkan total hadiah total Rp 200 juta dan macam-macam doorprize seperti 1 tiket umroh, 45 sepeda gunung, 6 sepeda motor dan satu ekor sapi.

Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan mengatakan sekitar 72.439 orang turut serta dalam kegiatan ini. Selain itu, 20 ton ikan beragam jenis dari mulai ikan mas, ikan lele, nila, patin dan lainnya di masukan ke Sungai Citarum untuk dipancing para peserta.

“Mancing mania ini diselenggarakan di aliran Sungai Citarum sepanjang 7 km dari Kecamatan Margahayu sampai Kecamatan Katapang,” katanya di Podium Gebyar Mancing Mania.

Harto mengungkapkan, tujuan dari kegiatan ini yaitu ingin mengajak masyarakat Jawa Barat untuk bersama-sama menjadikan sungai sebagai tempat berekreasi, menghibur diri dan mencintai air sebagai sumber kehidupan.

“Kita tahu tiga bulan yang lalu bagaimana kondisi Sungai Citarum yang sangat luar biasa, sampah dimana-mana dan dicap sebagai sungai terjorok dan terkotor di dunia,” ungkapnya.

Dengan kegiatan itu, ia ingin membuktikan kepada dunia, bahwa masyarakat Jabar mampu dengan waktu yang singkat bekerjasama dengan TNI untuk membersihkan Citarum.

“Dengan kemauan dan kerja keras bersama, hari ini kita tunjukan, Sungai Citarum bisa dipancing kembali, dengan kita hentikan para pembuangan limbah industri membuang limbah seenaknya. Langkah-langkah upaya hukum tetap berjalan oleh Polda Jabar, kita prajurit di lapangan mengurangi dampak dari pembuangan limbah dengan melakukan pengecoran,” ujarnya.

“Insya Allah kalau ini baik akan menjadi even tahunan. Bukan hanya itu, saya yakin setelah kegiatan ini, ini akan menjadi daerah salah satu pelampiasan masyarakat yang ingin mancing dan bersantai,” pungkasnya. (***)

sumber: detik.com