NARKOBA

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Provinsi Jawa Barat tengah mewaspadai peredaran Narkotika dan Obat Bahan Berbahaya (Narkoba) jenis baru yang terindikasi akan masuk ke Indonesia. Saat ini, baru terdapat 74 Narkoba jenis baru yang terdaftar di Indonesia.

Kepala BNNP Jawa Barat, Brigjen Pol, Sufyan Syarif menyatakan, pihaknya mencatat terdapat 800 Narkoba yang telah beredar di dunia. Untuk itu, BNNP Jabar akan melakukan langkah preventif barang terlarang tersebut tidak masuk ke Indonesia, termasuk Jawa Barat.

“Kurang lebih 700 sekian Narkoba jenis baru itu harus kita waspadai karena sindikat itu akan terus bergerak memasukan jenis-jenis baru, termasuk ke Indonesia,” kata Sufyan kepada wartawan di Bandung, Senin, 15 Juli 2019.

Sufyan mengaku pihaknya tidak mengetahui secara pasti sejak kapan Narkoba jenis baru tersebut berkembang di dunia. Namun, berkembangnya Narkoba jenis baru tersebut seiring dengan perkembangan teknologi dunia yang semakin pesat.

“Sindikat itu ada laboratorium yang canggih juga, kita harus waspada,” tegasnya.

Peredaran Narkoba jenis baru tersebut paling banyak ditemui di hampir seluruh wilayah Jawa Barat, yakni di Cianjur, Sukabumi, Bandung, Karawang, dan Bekasi. Daerah-daerah tersebut jadi peredaran Narkoba di Jawa Barat lantaran dekat dengan ibukota Jakarta.

“Karena sindikat internasional ada di Jakarta dan itu menjadi satu kesatuan dengan aktivitas ibukota. Nanti kita proses 74 narkoba jenis baru itu,” pungkasnya. (***)

sumber: wartaekonomi.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kotawaringin Barat – Tim dari Satuan Reserse (Satres) Narkoba, Polres Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng berhasil menangkap pasangan di luar nikah (kumpul kebo) yang nyambi jualan sabu.

Keduanya adalah laki-laki GA (39) dan perempuan NU (24) ditangkap di kamar kos lantaran kedapatan menyimpan sabu seberat 26,16 gram di lantai kamar kos di Jalan A. Yani, Gang. Rarait II, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan. Kedua orang ini diamankan pada, Kamis, 11 Juli 2019 malam.

Penangkapan berawal dari laporan masyarakat bahwa rumah yang ditempati di Jalan A.Yani, Gang Rarait II, Kelurahan Baru seringkali digunakan untuk transaksi sabu. “Ulah keduanya membuat warga resah, dan akhirnya melaporkan ke Polres Kobar,” ujar Kasatres Narkoba Ipda Juan Rudolf Wagiu, Sabtu, 13 Juli 2019.

Juan mengatakan, saat digerebek GA menyembunyikan paket sabu di sudut lantai kamar dan itu diakuinya barang miliknya. “Tersangka mengakui barang bukti berupa paket sabu tersebut adalah miliknya. Dan rencananya akan dijual,” sebutnya.

Berdasarkan pengakuan tersangka GA, ia berperan sebagai penyedia barang dan NU berperan sebagai pengedar barang haram tersebut. “Jadi masing masing pinya perananan. GA penyuplai dan NU ini sebagai kurirnya,” sebutnya.

Barang bukti yang diamankan dari tangan kedua pelaku yakni bong, timbangan digital, 2 pak plastik klip, 1 sendok terbuat dari potongan sedotan, uang Rp500 ribu dan 1 paket narkotika jenis sabu dengan berat kotor 26,16 gram.

“Kedua pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2) atau 112 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal dua puluh tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp20 miliar,” pungkasnya. (***)

sumber: sindonews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bengkalis – Seorang ‎ ibu rumah tangga berinisial I, warga Deda Kelapapti, Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis menemukan sebuah tas di belakang rumahnya yang berisi narkoba jenis ekstasi senilai Rp 6 miliar pada Selasa, 25 Juni 2019 sekitar pukul 09.00 WIB.

“Memang benar, seorang IRT menemukan sebuah koper di belakang rumahnya yang berisi 30 ribu butir narkoba jenis ekstasi,” ujar Dandim 0303 Bengkalis Letkol Timmy Prasetya Harmianto.

Dijelaskan Dandim, kronologi awal temuan tas berisi ribuan pil ekstasi itu ketika IRT tersebut pagi tadi sekitar pukul 08.00 WIB sedang menyapu dan membakar sampah di belakang rumahnya dekat kandang ayam.

“IRT ini terkejut melihat sebuah tas koper berwarna coklat berada dekat kandang ayamnya dan setelah itu langsung melaporkan ke Bhabinsa teredekat,” ungkap Dandim.

Setelah barang bukti tersebut diamankan Bhabinsa Sersan II RS Situros dan langsung melaporkan kepada Danramil 01 Bengkalis Mayor Arm. Bismi Tambunan, dan menindaklanjuti ke Kodim 0303 Bengkalis.

Menurut Dandim, dari tas koper tersebut ditemukan tiga bungkus pil ekstasi yang semuanya berjumlah kurang lebih 30 ribu butir bertulisan KESSA.

“Jika dinilai dengan uang pil ekstasi ribuan butir itu mencapai Rp 6 miliar, ” kata Dandim.

Dari tiga bungkusan tersebut, satu bungkus ekstasi berwarna biru merek Lagui dan dua bungkus warna kuning merek Minion.

“Untuk proses penyidikan lebih lanjut barang bukti tersebut sudah kita serahkan ke Polres Bengkalis, ” kata Dandim. (***)

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Mantan suami penyanyi Denada, Jerry Aurum resmi menjadi tahanan Polres Jakarta Barat. Selain mengamankan sejumlah jenis narkoba seperti tembakau gorila, ganja dan ekstasi. Polisi juga mendapati urinenya positif Metahphetamine.

“Sudah resmi ditahan. Artinya dia menjadi tersangka,” kata Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat, AKBP Erick Frendriz di Mapolres Jakarta Barat, Selasa, 25 Juni 2019.

Sebelumnya, Jerry Aurum diciduk jajaran Polres Jakarta Barat. Ia diduga kuat terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya sepaket ganja siap pakai.

Saat diamankan dari salah satu rumah di pemukiman Cirendeu, Tangerang Selatan, Rabu 19 Juni 2019. Jerry tak berkutik, termasuk saat polisi menggeledah rumahnya, barang bukti ganja tersimpan di kotak penyimpanan yang disembunyikan di lemari pakaiannya.

Kini Jerry masih diperiksa intensif oleh penyidik, sikapnya yang kooperatif mendorong polisi tengah memburu pemasok narkoba.

Kanit 1 Satnarkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKP Arif Oktora mengatakan, identitas pemasok sudah dikantongi pihaknya. Sejumlah anggotanya pun telah bergerak memburu pemasok.

“Datanya sudah ada, Insya Allah dalam waktu dekat akan kami tangkap,” kata Arif.

Jerry sendiri usai melakukan pemeriksaan mengakui kesalahannya, ia menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Saya tidak akan mengulangi kebodohan ini lagi. Cukup sampai sini keterangan saya,” ujar Jerry yang kemudian masuk ke sel tahanan. (***)

sumber: sindonews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Surabaya – Ismail, pria kelahiran 44 tahun silam ini duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Surabaya sebagai terdakwa dalam perkara narkoba.

Pria yang kesehariannya bekerja sebagai kuli bangunan ini, rela menjadi kurir dalam jual beli narkotika jenis sabu lantaran tergiur dengan upah yang dijanjikan oleh Mujib (DPO), yakni sebesar Rp 500 ribu setiap pengiriman.

Kini terdakwa menjalani sidang diruang Garuda 2 PN Surabaya dengan Ketua Majelis Hakim Ahmad Virza sedangkan terdakwa di dampingi Patni Ladirto Palondo.SH dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) LACAK.

Dalam persidangan yang beragendakan keterangan saksi ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Fadhil menghadirkan saksi untuk di mintai keterangannya.

Di jelaskan oleh saksi kronologi kejadian perkara ini, bermula dari pertemuan antara terdakwa Ismail dengan Mujib (DPO) dengan maksud terdakwa diminta oleh Mujib (DPO) untuk mengantarkan barang berupa narkotika jenis shabu kepada seseorang yang biasa dipanggil Kacong (DPO) dengan janji akan diberi imbalan sebesar Rp 500 ribu.

Setelah ada kesepakatan antara terdakwa dengan Mujib (DPO), selanjutnya pada hari Senin 25 Pebruari 2019 sekira pukul 18.00 wib terdakwa dihubungi Kacong (DPO) melalui telepon, terdakwa diminta mengambil sabu yang dimasukkan ke dalam botol REXONA yang telah di letakkan dibawa pohon di kawasan Kampung Seng Surabaya.

Kemudian, setelah mengambil barang tersebut terdakwa kembali pulang ke rumahnya dijalan Krembangan Jaya Utara 6 Surabaya, namun sialnya saat terdakwa baru memasuki jalan Kermbangan Jaya Utara VI terdakwa keburu ditangkap oleh Anggota Kepolisian Sektor Tenggilis Mejoyo Surabaya.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas mendapatkan barang bukti berupa satu buah botol REXONA yang didalamnya terdapat satu bungkus plastik klip berisi sabu seberat netto 5,951 gram, yang disimpan disaku celana sebelah kanan yang dikenakan terdakwa, uang tunai sebesar Rp 500 ribu serta (1) satu unit HP merk Samsung.

Ketika di interogasi, terdakwa mengaku jika barang tersebut adalah milik Mujib (DPO) yang baru saja didapat dari Kacong (DPO) sedangkan uang tunai sebesar Rp 500 ribu tersebut diakui oleh terdakwa jika uang tersebut merupakan upah dari pengiriman barang tersebut.

Dari semua keterangan saksi tersebut dibenarkan oleh terdakwa sehingga terdakwa dijerat pasal 112 ayat (2) Undang Undang RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika. (***)

sumber: inilah.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta -Terjerat masalah narkoba, sampai sekarang kasus narkoba Zul ‘Zivilia’ belum selesai. Karena masalah itu, Zul disebut terancam hukuman seumur hidup.

Zul ‘Zivilia’ dikenakan UU No 35/2009 tentang Narkoba pasal 114 ayat 2 juncto pasal 112 ayat 2 karena barang bukti yang disita melebihi berat 5 gram.

BACA JUGA

Siapa Sangka, Zulkifli Pelantun Lagu “Aishiteru” Ini Terancam Hukuman Mati

Terancam hukuman mati atau hukuman seumur hidup. Sebab, selain jadi pengguna, pelantun ‘Aishiteru’ itu diduga juga ikut mengedarkan barang tersebut.

Sebagai istri, Retno Paradinah mengatakan dirinya dan Zul yakin hukuman tidak akan seperti yang digembar-gemborkan. Meski tak dipungkiri, Retno merasa khawatir.

Ratusan Kilo Sabu dan Ribuan Ekstasi Diamankan saat BNN Gerebek Sebuah Gudang di Bekasi

“Khawatir sih ada, tetapi Zul maupun saya sendiri percaya kalau hukumannya nggak seperti yang diberitakan,” ucap Retno Paradinah Senin, 13 Mei 2019.

Meski belum tahu bagaimana kelanjutan masalah hukum sang suami, Retno berharap hukuman seperti itu jauh dari sang suami. Sampai saat ini, Zul masih menjadi tahanan di rumah tahanan Ditres Narkoba Polda Metro Jaya.

Walau Tanpa Roda Depan, Pilot Ini Berhasil Lakukan Pendaratan Darurat dengan Baik

“Untuk sementara masih menunggu untuk pindah ke lapas, minggu lalu sudah tanda tangan untuk penyerahan berkas ke Kejaksaan kalau tidak salah,” ungkap Retno.

Zul ‘Zivilia’ ditangkap pada 28 Februari 2019 di apartemennya, Jakarta Utara. Saat diamankan, polisi menemukan barang bukti berupa 9,54 kilogram sabu dan 24.000 butir ekstasi. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bekasi – BNN menggerebek gudang di kawasan Kranji, Bekasi, Jawa Barat. Dalam penggerebekan itu BNN menyita 200 kg sabu dan ribuan pil ekstasi.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari mengatakan, penggerebekan itu berlangsung pada Minggu dini hari. Ada 2 gudang yang digerebek.

“Ada dua orang tersangka yang bertindak selaku kurir dan yang bersangkutan adalah penjaga gudang, satu lagi merangkap kurir, dan sekaligus pengedar, orang yang mendistribusikan ke para pemesan yang memerlukan,” kata Arman di lokasi penggerebekan, Jl Lapangan, Kranji, Ahad, 12 Mei 2019.

Saat Puasa Bau Mulut? Nih Tips Mengusirnya

Dia menjelaskan, ada 2 gudang yang digerebek dalam satu rangkaian kasus.

Pertama BNN menggerebek di Tambun, Kabupaten Bekasi, dimana didapati 100 kantong sabu, kemudian hasil pengembangan digerebek lagi di Kranji dan ditemukan 80 kantong.

Ia mengaku telah melakukan pengintaian sejak Sabtu, 11 Mei 2019 kemarin sebelum akhirnya melakukan penggerebekan di Tambun pada Sabtu pukul 20.00 WIB. Dan setelah melakukan pengembangan, petugas BNN kemudian melakukan penggerebekan di Kranji pada Minggu pukul 01.00 WIB.

Kenaikan Harga Tiket Pesawat dan Pemilu Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

“Jumlah barang bukti yang disita sabu kurang lebih 200 kg, karena kita belum timbang secara pasti namun dari bungkus yang kita hitung kira-kira jumlahnya segitu, kemudian ekstasi 25 ribu butir dan happy five 4.000. Ini juga belum pasti karena masih hitung bungkus besarnya,” kata dia.

Menurut dia, narkoba tersebut didatangkan langsung dari Pulau Sumatera. “Narkoba dibawa dari Sumatera, tepatnya dari Provinsi Riau,” ungkapnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pekanbaru – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengamankan sebanyak 30 kilogram sabu-sabu di Provinsi Riau. Dalam empat bulan terakhir, tim anti narkoba tersebut sudah mengamankan sebanyak 70 kg sabu.

Kepala BNN Provinsi Riau, Brigjen Pol Untung Subagyo, mengatakan dalam pengungkapan kasus ini, petugas mengamankan sebanyak sembilan orang tersangka. Mereka merupakan jaringan penyeludupan narkoba internasional.

“Mereka membawa narkoba itu diduga dari Malaysia melalui pelabuhan tikus,” kata Brigjen Pol Untung Subagyo Jumat, 26 April 2019 di Kantor BNN Riau Jalan Pepaya Pekanbaru, Riau.

Selain narkoba jenis sabu, pihak BNN juga mengamankan sebanyak 25 ribu butir pil ekstasi. Semua narkoba bernilai puluhan miliar rupiah itu sudah dikemas rapi oleh para pelaku.

Dia menjelaskan barang bukti yang berhasil diungkap setelah BNN melakukan penggerebekan di beberapa lokasi di Riau dalam beberapa hari ini. Pertama pengerebekan dilakukan di Hotel Evo Pekanbaru. Di sana, petugas mengamankan sejumlah narkoba dan dua orang tersangka.

Petugas melakukan penggembangan di Jalan Parit Indah Pekanbaru. Di sana kembali petugas mengamankan paket sabu dan ekstasi. Penyelidikan selanjutnya dilakukan di kawasan Rumbai, Pekanbaru. Di sana petugas mengamankan beberapa tersangka.

Pengembangan berlanjut ke daerah Mandau Kabupaten Bengkalis. Di sana lagi – lagi petugas menyita narkoba yang jumlahnya cukup banyak. Pengembangan berikutnya di daerah Payung Sekaki, Pekanbaru.

“Untuk mengelabui petugas, mereka menggunakan telekomunikasi terputus, sehingga sulit dilacak,” imbuhnya. Dalam pengungkapan ini, BNN didampingi Gubernur Riau, Syamsuar dan Wakil Gubernur Riau Brigjen TNI (Purn) Edy Nasution. (***)

sumber: sindonews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kualakapuas – Jajaran Satresnarkoba Polres Kapuas mengamankan seorang lelaki yang kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu, Jumat, 19 April 2019 sekitar pukul 22.30 WIB.

Pelaku yang diamankan yakni AR (44) warga Jalan Mahakam Kelurahan Selat Hulu, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng).

AR dicegat dipihak kepolisian saat berada di tepi jalan Gang V kawasan Jalan Kapten Tendean Selat Hilir Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas.

Sepeda Motor Tiba-tiba Ngempos dan Tak Ada Tenaga? Nih Penyebabnya

Polisi pun langsung melakukan penggeledahan dan mendapati barang bukti sabu-sabu beserta peralatan isap dan lainnya.

Pelaku pun langsung diamankan ke Mapolres Kapuas guna menjalani pemeriksaan dan proses lebih lanjut.

Kasatresnarkoba Polres Kapuas Iptu Suherman ketika dikonfirmasi, Sabtu 20 April 2019 siang, membenarkan pihaknya ada mengamankan seorang lelaki yang kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu tadi malam.

Mau Wisata ke Dahor Heritage, Rumah Pekerja Kilang Zaman Belanda, Tak Usah ke Balikpapan, Disini Ada Juga Kok

“Awalnya kami mendapat informasi dari masyarakat. Lalu kami tindaklanjuti dan lakukan penyelidikan di lapangan, hingga akhirnya kami tangkap lelaki yang membawa narkoba jenis sabu-sabu tersebut,” kata Kasatresnarkoba mewakili Kapolres Kapuas AKBP Tejo Yuantoro.

Dilanjutkannya, saat penangkapan pelaku kedapatan membawa satu pipet kaca yang berisi kristal bening diduga sabu dengan berat bruto 0,15 gram.

“Pada saat dilakukan penggeledahan, kami dapati barang itu disimpan atau diselipkan di pinggang pada bagian celana oleh yang bersangkutan,” jelasnya.

Masih Ingat Penemuan Mayat yang Tewas di Wisma? Nih Pelaku dan Alasan Membunuh dengan 27 Kali Tusukan

Pelaku beserta barang bukti sabu-sabu pun langsung diamankan oleh pihak kepolisian.

Selain mengamankan barang bukti berupa pipet kaca berisi sabu-sabu, polisi juga mengamankan barang bukti lainnya saat penangkapan.

Diantaranya berupa gelas air mineral yang terdapat dua sedotan kecil dan korek mancis.

“Barang bukti lainnya yang turut kami amankan pula yakni handphone, celana panjang dan motor vario warna putih tanpa plat yang digunakan oleh pelaku saat dilakukan penangkapan,” pungkasnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bali -Tim Satresnarkoba Polresta Denpasar dan Satgas CTOC Polda Bali menggagalkan pengelundupan narkoba dari Yogyakarta. Pelakunya pasutrinya, Setyawan (22) dan Septiyana (25), Selasa, 9 April 2019.

Mereka ditangkap di Jalan Gelogor Carik, Denpasar Selatan (Densel), dengan barang bukti 732,10 gram sabu-sabu (SS).

Diduga pelaku mendapatkan mendapat kiriman 1 kilogram SS dan sebagian sudah terjual.

ASTAGA!! Ketagihan Nonton Film Porno di HP, Siswa SD dan Siswa SMP Ini Hamili Anak SMA

Pelaku ini merupakan jaringan Yogya-Bali. Saya sampaikan kepada pengedar atau bandar dari luar Bali. Kalau kalian sampai berani masuk ke Bali akan saya tindak tegas. Saya akan tembak mati kalian jika berani menyelundupkan narkoba ke Bali,” tegas Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan, didampingi Kasatresnarkoba Kompol Aris Purwanto, Senin, 15 April 2019.

Sedangkan terkait pengungkapan kasus ini, Kombes Ruddi mengatakan, berawal dari adanya informasi masyarakat jika ada kurir narkoba baru tiba dari Jawa. Selanjutnya tim dipimpin Kanit I Satresnarkoba Iptu Putu Budi Artama selama beberapa hari petugas melakukan penyelidikan di wilayah Gelogor Carik.

Rhoma Irama Tak Akan Biarkan Anaknya Ridho Rhoma Dipenjara Lagi, Ini yang Dilakukannya

Pada Selasa, 9 April 2019 pukul 20.00 Wita, petugas melihat pelaku melintas di TKP dan langsung ditangkap. “Penggeledahan terhadap tersangka, anggota kami berhasil menemukan barang bukti berupa delapan paket sabu-sabu di kantong celana sebelah kiri. Paket tersebut siap ditempel,” ujarnya.

Selanjutnya petugas membawa pelaku ke tempat tinggalnya di Jalan Taman Sari Pengipian, Kuta, Badung. Di kamar tersebut petugas kembali menemukan barang bukti 29 paket SS siap untuk ditempel dan menunggu perintah.

Perbuatan Sadis Menantu Tega Membakar Mertuanya hingga Tewas Itu Diduga Ini Penyebabnya

Paket narkoba itu disembunyikan di dalam brankas. “Tersangka mengaku barang tersebut diberikan oleh seseorang yang dipanggil Aristanto dan berada di lembaga pemasyarakatan di Jawa,” kata Kombes Ruddi.

Pelaku mengaku sudah dua kali mengambil paket SS. Kiriman pertama sebanyak 200 gram dan yang kedua sebanyak 732,10 gram.

Selain itu, pelaku mengaku sudah 55 kali menempel SS selama 1 bulan. Peran pelaku ini sebagai kurir yang mendapat upah sekali tempel Rp 50 ribu. “Tersangka sudah satu bulan menjadi kurir dengan alasan karena faktor ekonomi,” kata mantan Kapolres Badung ini. (***)

sumber: balipost.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Medan – Efendi Salam Ginting dengan santainya mengaku tidak kapok jualan narkoba lagi, meski sudah dihukum mati. Karena tidak buru-buru didor, eksekusi mati yang menjadi otoritas Kejaksaan Agung dianggapnya angin lalu.

“Saya tidak menyesal pengedar narkoba,” ujar Efendi saat ditangkap lagi oleh BNN terkait impor sabu 8 kg dari Malaysia.

Vonis pertama Efendi dijatuhkan pada 2014. Ia hanya dihukum 8 bulan penjara karena baru bisa dijerat tindak pidana tidak melaporkan informasi transaksi narkoba.

Setahun berselang, ia kembali berurusan dengan BNN. Kali ini lebih serius. Ia mengontrol 7 anak buahnya mengimpor sabu 10 kg dari Malaysia-Sumut.

Hakim tidak kasih ampun dan memberikan hukuman mati ke Efendi. Hukuman mati itu dikuatkan hingga Mahkamah Agung (MA) dan berkekuatan hukum tetap.

Sayang, eksekusi mati tidak segera dilaksanakan jaksa. Efendi menjadi-jadi.

Dari balik bui, ia kembali mengendalikan jejaringnya mengimpor sabu lagi. Lewat jalur tikus, sabu itu lolos dari Malaysia ke Sumatera Utara. Pergerakannya diendus BNN dan ditangkap.

Kepala BNN Sumut, Brigjen Pol Atrial mengatakan pihaknya juga mengamankan tujuh orang tersangka. Masing-masing berperan sebagai kurir Efendi. Selain itu, juga menyita dua unit sepeda motor, 11 unit handphone, uang tunai Rp 2 juta, Rp 135 ribu, dua tas jinjing, dan satu unit sampan.

“Tersangka dijanjikan upah Rp 59 juta, jika narkoba tersebut sampai ke tempat tujuan,” kata Atrial.

Efendi tidak sendirian. Banyak terpidana mati yang menunggu eksekusi kembali beraksi. Dengan licinnya, mereka mengakali sistem penjara yang sangat rumit sekali pun.

Duh Lagi-lagi Artis Ditangkap Polisi Terkait Narkoba, Ini Artisnya

Seperti Togiman alias Toge. Togiman merupakan terpidana mati. Karena tidak kunjung dihukum mati, Toge kembali menyelundupkan 25 kg sabu dari Malaysia pada Mei 2017. Lagi-lagi, ia dihukum mati.

Ada juga Ratu Narkoba, Ola yang dihukum mati pada 2005. Bersama saudaranya, Rani (telah dieksekusi mati), mereka hendak membawa heroin ke Inggris.

Pada 2011, Ola diberi ampunan oleh SBY dan hukumannya diubah menjadi penjara sumur hidup. Namun, hal itu tidak membuat Ola bersyukur. Ia tetap mengendalikan bisnis narkoba. Akhirnya MA kembali menjatuhkan hukuman mati.

Bagaimana dengan Benny Sudrajat? Benny dihukum mati karena membangun pabrik terbesar ketiga di dunia yang berlokasi di Tangerang. Selain Benny, 8 lainnya juga dihukum mati, yaitu:

  1. Iming Santoso alias Budhi Cipto
  2. WN China Zhang Manquan
  3. WN China Chen Hongxin
  4. WN China Jian Yuxin
  5. WN China Gan Chunyi
  6. WN China Zhu Xuxiong
  7. WN Belanda Nicolas
  8. WN Prancis Serge

Benny kemudian dijebloskan ke LP Nusakambangan. Tapi ia tidak kapok dan menggerakkan anak buahnya membangun pabrik narkoba lagi. Benny lalu diadili lagi dan kembali dijatuhi hukuman mati. Hingga kini, Benny belum dieksekusi mati.

Di dunia kelam Sulawesi Selatan, siapa yang tidak kenal Amir Aco? Hukuman mati pertama Aco diterima pada 2005 silam. Ia terbukti menjadi bandar 1,3 kg sabu.

Setelah dijatuhi hukuman mati, ia kembali mengedarkan narkoba pada 2017. Ia kemudian kembali dihukum mati pada 2018. Hinggi kini, ia juga belum dieksekusi mati.

Bila banyak terpidana mati mengulangi lagi kejahatannya, sampai kapan Kejaksan Agung akan mengulur-ulur eksekusi mati? (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Ditangkap pihak kepolisian sejak 28 Februari lalu karena kasus narkoba, Zul Zivilia terancam hukuman mati.

Vokalis Band Vivilia, Zulkifli alias Zul Zivilia ditangkap pihak berwajib karena kasus penyalahgunaan narkoba.

Terungkap pada hari Jumat, 1 Maret 2019 Zul Zivilia ditangkap di apartemen Gading River View, kawasan Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

”Terimakasih Pak Ndan, Desa Kami Dibangun”

Zul ditangkap pada pukul 16.30 WIB saat sedang menimbang sabu dan memasukkannya ke dalam plastik klip.

Hal itu dia lakukan bersama tiga rekan lainnya, Rian, Andu dan D.

Dalam pers rilis di gedung Ditresnarkoba, Polda Metro Jaya, kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat, 8 Maret 2019, pihak kepolisian menyatakan bahwa Zul bukan hanya sebagai pengguna tapi juga jaringan pengedar.

Partai Demokrat: Bagai Petir di Siang Bolong, Ketika Mendengar Andi Arief Ditangkap Polisi Karena Narkoba

“Public figure ini (Zul) sub bandarnya, jadi bagian mem-packing-nya (narkoba) dia,” ucap Kapolda Metro Jaya Irjen. Pol. Gatot Eddy saat pers rilis.

Dalam penangkapan tersebut, polisi berhasil menyita sabu seberat 9,5 kilo, pil ekstasi 24.000 butir, dan timbangan elekstrik.

Akibatnya, Zul Zivillia terancam hukuman mati.

Ini Kata Sang Istri Siri Setelah Pesinetron Ganteng Sandy Tumiwa Ditangkap Polisi Terkait Narkoba

“Dengan barang bukti ini, yang bersangkutan (Zul) bersama rekan-rekannya terancam maksimal hukuman mati, minimal 20 tahun, tergantung perannya,” ucap Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Suwondo Nainggolan di Mapolda Metro Jaya, kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat 8 Maret 2019.

Suwondo menambahkan, Zul tak hanya sebagai pengguna, melainkan bagian dari jaringan pengedar narkotika kelas kakap.

Zul pun disangkakan Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 112 ayat 2 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba karena barang bukti narkoba yang disita beratnya melebihi 5 gram.

Duh Lagi-lagi Artis Ditangkap Polisi Terkait Narkoba, Ini Artisnya

“Itu untuk memberikan efek jera,” kata Suwondo.

Menanggapi hal ini, Zul merasa menyesal.

“Menyesal,” singkat Zul Zivilia di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat 8 Maret 2019.

Zul juga mengatakan jika kiprahnya di narkoba hingga pencokokannya adalah bagian dari perjalanan hidupnya.

Meski demikian, penyesalan itu kini sudah terlambat.

“Ini jalan hidup saya,” pungkasnya.

Ditangkap Sejak 28 Februari Lalu

Vokalis band Zivilia yang tenar dengan lagu Aishiteru, Zulkifli atau akrab disapa Zul ditangkap kepolisian Polda Metro Jaya terkait kasus narkoba jenis sabu.

Hal itu disampaikan Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan.

“Benar ( Zul ditangkap). Saat ini ditahan di Polda Metro Jaya,” ujarnya dihubungi Kompas.com, Kamis, 7 Maret 2019.

DUH!! Setelah Facri Albar, Kini Ozzy Albar Ditangkap karna Narkoba

Suwondo mengatakan Zul ditangkap terkait kasus narkotika jenis sabu. Penangkapannya pun sudah dilakukan pada 28 Februari 2019 lalu.

“(tertangkap dengan jenis narkotika) sabu. Tertangkapnya 28 Februari,” katanya lebih lanjut.

Terkait dengan detail penangkapan dan jumlah kepemilikan sabu, Suwondo mengatakan akan diinformasikan saat konfrensi pers besok.

“Untuk jumlah dan detailnya, besok saat konferensi pers,” pungkasnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Deklarator Komunitas Ksatria Airlangga, Heru Hendratmoko merespons pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono yang nenyalahkan Presiden Joko Widodo atas tertangkapnya Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief, yang tertangkap sedang menggunakan narkoba.

Menurutnya, pernyataan anak buah Prabowo Subianto ngaco. “Pernyataan itu sama sekali tidak bisa dipertanggungjawabkan,” katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin, 4 Maret 2019.

Partai Demokrat: Bagai Petir di Siang Bolong, Ketika Mendengar Andi Arief Ditangkap Polisi Karena Narkoba

Lanjutnya, ia mengatakan berdasarkan data menunjukkan jumlah jaringan sindikat narkoba di era Jokowi berkuasa justru mengalami penurunan. Dari 99 jaringan pada 2017 menjadi 83 jaringan pada 2018.

“Ini menunjukkan BNN dan kepolisian tak main-main dalam menggulung jaringan pengedar narkoba di tanah air,” tegasnya.

Singgung Kasus Hoax, Kejujuran Ratna Sarumpaet Dapat Acungan Jempol dari Jokowi

Selain itu, ia menyatakan bahwa pemakai narkoba dari kalangan politisi justru bisa menggoyahkan sendi-sendi kehidupan bernegara.

“Ini sungguh berbahaya. Bagaimana kita bisa mempercayakan kebijakan publik kepada mereka kalau para pengambil keputusan justru berada di bawah pengaruh narkoba?” jelasnya.

“Kuburan” Jadi Saksi Bisu Aksi Bejad Bapak Cabuli Anak Kandungnya

Sambungnya, politisi seharusnya jadi contoh, terutama bagi anak muda sebagai pemilik masa depan. “Bayangkan, data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat dari 87 juta populasi anak di Indonesia, 5,9 juta di antaranya sudah menjadi pecandu narkoba. Mereka jadi pecandu karena terpengaruh orang-orang terdekatnya,” tukasnya. (***)

sumber: wartaekonomi.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Partai Demokrat mengaku kaget mendapat kabar tertangkapnya Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Demokrat, Andi Arief, oleh polisi karena menggunakan narkoba di Hotel Peninsula, di kawasan Slipi, Jakarta Barat, Ahad 3 Maret 2019.

Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari mengakui hal ini bagai petir di siang bolong.

Ini Kata Sang Istri Siri Setelah Pesinetron Ganteng Sandy Tumiwa Ditangkap Polisi Terkait Narkoba

“Kita semua kaget dengan berita ini. Seperti petir di siang bolong. Kami sedang mencari tahu kebenaran masalah ini. Kalau bisa, ingin bertemu dengan AA untuk menanyakan langsung,” kata Imelda dalam keterangan kepada media, Senin, 4 Maret 2019.

Imelda menegaskan, untuk merespons peristiwa ini, seluruh jajaran di Demokrat membahas masalah ini dan dalam waktu dekat akan disampaikan melalui konferenai pers.

Duh Lagi-lagi Artis Ditangkap Polisi Terkait Narkoba, Ini Artisnya

“Segera akan ada jumpa pers resmi dari Partai Demokrat tentang masalah ini. Partai Demokrat akan sampaikan keterangan pers segera akan kami kabari,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat Ferdinand Hutahaean saat dihubungi wartawan menyatakan, mempersilakan awak media untuk menanyakan masalah ini ke Kepolisian.

“Tanya kepolisian dulu, simpang siur informasinya dan kami juga sedang berusaha melakukan pengecekan yah,” katanya. (***)

sumber: sindonews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Banyumas – Seorang pria asal Banyumas diamankan polisi karena ketahuan tanam ganja di halaman rumahnya.

Alasan pria asal Banyumas ini tanam ganja adalah untuk mengobati ibunya yang sakit.

Pria asal Banyumas ini menyeduh ganja menjadi teh untuk mengobati penyakit gula ibunya.

Pada hari Rabu, 27 Februari 2019 Polres Banyumas menguak kasus penanaman pohon ganja ilegal ini.

Ini Kata Sang Istri Siri Setelah Pesinetron Ganteng Sandy Tumiwa Ditangkap Polisi Terkait Narkoba

Pelaku bernama Sutikno (39) dan Iqbal Munafi Ma’arif (27) warga Kabupaten Banyumas.

Mereka ditangkap karena terbukti menanam tanaman ganja.

Kedua tersangka menanam tanaman ganja dalam polybag di halaman rumah.

Polisi mendatangi lokasi setelah mendapat laporan dri warga sekitar.

Di lokasi ditemukan tanaman ganja setinggi 68 cm dan 20 cm di dalam pot polybag.

Duh Lagi-lagi Artis Ditangkap Polisi Terkait Narkoba, Ini Artisnya

Dari hasil temuan tersebut, tersangka Sutikno langsung diringkus.

Tak berapa lama setelah penangkapan Sutikno, pada malam harinya pukul 21.30 WIB polisi kembali menangkap Iqbal Munafi Ma’arif yang diketahui juga menanam ganja setinggi 45 cm.

Tersangka Iqbal mengaku mendapatkan biji ganja lewat jual beli online Facebook.

Ia membeli bibit ganja kering seberat 0,5 gr seharga Rp150 ribu.

Tersangka Iqbal juga membaginya dengan Sutiko.

Kedua pelaku sudah menanam sejak Septermber 2018.

Daun ganja yang mereka panen lalu disangrai dan dikonsumsi sebagai teh.

Tersangka mengaku ia menanam daun ganja untuk mengobati ibunya yang sakit gula.

Sementara itu ada pasal yang mengatur tentang Narkotika, yaitu pada pasal 111 ayat 1, UU No 35 Tahun 2009 menyebutkan.

Yaitu setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika golongan I dalam bentuk tanaman akan dipenjara paling sedikit 4 tahun penjara dan paling lama 12 tahun.

Denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 Miliar. (***)

sumber: grid.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pesinetron Sandy Tumiwa tertangkap narkoba di kamar hotel bersama rekan pria pada 1 Maret kemarin. Hal ini mengagetkan istri sirinya, Vivi Paris.

Vivi selama ini tak melihat ada hal yang aneh-aneh dari Sandy Tumiwa sebelum akhirnya terciduk petugas.

Duh Lagi-lagi Artis Ditangkap Polisi Terkait Narkoba, Ini Artisnya

“Di depan aku tidak memperlihatkan tanda-tanda seperti itu. Dia rajin salat dan kalau aku nasihatin ngerti, kalau ada permasalahan kemarin kita udah belajar juga, aku juga mau cabut laporan aku,” ungkap Vivi Saptu, 2 Maret 2019.

Vivi makin bingung karena permasalahan baru suaminya. Ia mengatakan, ada rencana akan menikah secara resmi akhir Maret ini setelah hidup sebagai istri siri.

Kedekatan Cut Meyriska dengan Roger Danuarta, Ayah: “Warning” Pemakai Narkoba Minggir Saja!

Sandy Tumiwa ditangkap karena narkoba jenis sabu. Ia ditangkap bersama MA di Hotel Groove, Jumat, 1 Maret 2019 dini hari. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Makassar – Tiga oknum anggota Polda Sulawesi Selatan ( Sulsel) ditangkap saat sedang berpesta sabu-sabu dengan seorang wanita di sebuah kamar hotel di Jalan Tanjung Bunga, Makassar, Sulsel, Sabtu, 23 Februari 2019 dini hari.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dicky Sondani mengatakan, ketiga oknum anggota polisi dan seorang wanita itu telah menjalani tes urine dan hasilnya positif mengandung methapetamine.

Luar Biasa, Demi Membahagiakan Sang Ibu, Model Cantik Ini Jual Keperawanannya Segini

Ketiga oknum polisi yang ditangkap yaitu Brigpol H (38) anggota Shabara Polda Sulsel, Brigpol SA (37) anggota BKO SDM Polda Sulsel, dan Brigpol R (33) anggota Brimob DEN A Polda Sulsel, dan seorang wanita berinsial A (29) warga, Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate.

“Ketiga anggota yang ditangkap sudah terdeteksi terlibat jaringan narkoba dan seorang diantaranya, Brigpol H sudah disersi dan direkomendasi pemecatan.

Setelah Gorok Leher Istrinya, Pria Ini Belah Perut dan Mengambil Bayi yang Dikandung, Ini Kronologi Lengkapnya

Jadi ketiga anggota Polri yang ditangkap bersama rekan wanitanya telah ditetapkan sebagai tersangka narkoba dan kini ditahan di sel Mapolda Sulsel,” ujar Dicky melalui keterangan resminya, Sabtu.

Dicky mengatakan, dari pengungkapan kasus itu, tim Direktorat Narkoba Polda Sulsel menyita satu paket sabu seberat 0,46 gram, dua bungku kosong bekas sabu, beserta alat hisapnya, sepucuk senjata api jenis revolver berisi enam butir peluru, uang tunai senilai Rp 3,8 juta, dan lima unit ponsel.

“Tiga anggota Polri dan seorang teman wanitanya ini berhasil ditangkap, setelah tim Direktorat Narkoba Polda Sulsel mendapat informasi dari masyarakat. Dari situ, tim langsung melakukan penangkapan di kamar hotel.

Tim kemudian melakukan penggeledahan dan menemukan semua barang bukti narkoba beserta alat isapnya yang dibuang di bawah tempat tidur,” ujarnya. (***)

sumber: lompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Palembang – Vonis mati yang dijatuhkan majelis hakim terhadap bandar narkoba asal Jawa Timur Letto CS, Kamis, 7 Februari 2019 diapresiasi oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Farman.

“Apa yang kami harapkan agar Letto Cs dijatuhi hukuman mati benar-benar terwujud, saya secara pribadi dan institusi sangat lega,” katanya, Jumat, 8 Februari 2019.

Dari Rayuan Maut, Pelaku Dapatkan Foto Bugil Korbannya untuk Dijadikan Alat Pemerasan

Kerja keras yang dilakukan tim Jaksa yang menuntut Letto dengan hukuman mati serta putusan majelis hakim yang dijatuhkan sudah sangat tepat.

“Hukuman mati yang dijatuhkan majelis hakim merupakan warning bagi seluruh bandar narkoba yang ada di wilayah Sumsel,” tambahnya.

Pilih Menu Bergizi dan Sehat saat Dompet Menipis di Akhir Bulan

Dirinya dengan tegas mengatakan Ditresnarkoba Polda Sumsel, tidak main-main dalam menindak bandar narkoba. “Ini juga bentuk keseriusan kami untuk memberantas peredaran narkoba diwilayah Sumsel,” tegasnya.

Diketahui Letto merupakan bandar narkoba asal Surabaya yang mengambil barang dari Palembang, sebagian barang haram berupa sabu-sabu dan ekstasi disebar di Palembang dan Surabaya.

Pekan Ini Ekonomi Indonesia Meningkat, Rupiah Kian Menguat

Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel menangkapnya setelah dilakukan penyelidikan cukup lama. Selain Letto polisi juga menangkap lima orang lainnya yang merupakan kaki tangannya.

Selain narkoba sabu sabu dan ekstasi polisi juga membekukan sejumlah rekening tabungan milik Letto yang digunakan untuk menampung uang hasil transaksi narkoba.

Benarkah AC Mobil Tidak Bekerja dengan Optimal Jika Merokok Sambil Mengemudi?

Untuk diketahui, Letto saat berada di sel tahanan Polda Sumsel sempat melakukan upaya melarikan diri dari penjara dengan menjebol dinding sel, namun diketahui anggota yang berjaga sehingga berhasil diamankan.

Kamis, 7 Febrari 2019, delapan orang divonis mati dalam sidang di Pengadilan Negeri Palembang. Letto Cs dinilai mafia dan merusak generasi serta tidak ada yang meringankan, sehingga hukuman maksimal yakni dijatuhi hukuman mati. (***)

sumber: sindonews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Petugas Subdit 1 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengamankan dua orang pelaku penyalahgunaan narkoba. Keduanya ialah musisi pencipta lagu Yanto Sari juga aransemen musik, dan Romy Patti Selano alias Ade.

“Iya benar kita amankan dua orang bernama Yanto Sari (musisi dan pencipta lagu) dan seorang lagi bernama Romy Patti Selano alias Ade (aransemen musik),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono Rabu, 6 Januari 2019.

Dian Hermawan Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kolong Ranjang, Pemilik Rumah Minggat, Ini Kronologinya

Rupiahku Sayang, Rupiahku yang Malang

Argo menjelaskan, penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat adanya transaksi narkoba di depan ruko Puri Sentra Niaga Jalan Seulawah Blok D No.63, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.

Selain Ayam, Ternyata Jengkol Juga Bisa Dibikin Jengkol Geprek Cabai Hijau Loh

Dari tangan pencipta lagu Goyang Nasi Padang dan Ade, polisi mengamankan sisa sabu hingga dua buah handphone.

Tips Atasi Dinding Rembes dan Jamuran saat Musim Hujan

 

 

“Di sana mereka kita amankan dengan barang bukti satu buah cangklong bekas pakai sabu 0,0125 gram neto dalam bungkus rokok, satu plastik sedotan, satu buah korek api gas, dan dua HP plus simcard,” ujarnya.

Dalam kasus ini, polisi masih mengejar pelaku lainnya. “Kita masih dalami kasus ini ya,” pungkasnya. (***)

sumber: galamedianews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – Satres Narkoba Polres Bandung meringkus seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial ST karena menjadi pengedar ganja yang didapat dari suaminya dari dalam lapas. Selain ST, polisi juga menangkap dua pelaku lain HT dan AT.

Kapolres Bandung Indra Hermawan menjelaskan pengungkapan bermula dari laporan warga mengenai peredaran ganja di Soreang. Tim yang dipimpin Kasat Narkoba AKP Wahyu Agung langsung bergerak dan berhasil menangkap ketiga pelaku.

Duh Lagi-lagi Artis Ditangkap Polisi Terkait Narkoba, Ini Artisnya

“Kita dapat barang bukti 4 KG ganja dari ST dan 4 ons dari dua pelaku lainnya,” ujar Indra via telepon, Ahad, 3 Februari 2019.

Hasil penyelidikan terungkap jika ketiga pelaku dikendalikan oleh mantan suami ST yang merupakan napi salah satu lapas di Bandung. Sementara ganja didapat dari seorang bandar di Jakarta.

Terkait Penundaan Gaji Pegawai PT Pos Indonesia, Ini Kata Manajemen

Indra mengatakan ST mau dikendalikan oleh mantan suaminya karena ingin rujuk kembali. Sang suami mengisyaratkan mau rujuk asalkan ST menuruti perintahnya.

“Motifnya, kan bahwa (ST) ceritanya mau dikawin lagi. (Mereka) Sudah cerai, nah katanya kalau kamu mau dikawin lagi harus mau ikuti petunjuk saya,” katanya.

Berantas Jentik Nyamuk, TNI-Polri dan Perangkat Desa Gandeng Puskesmas Bagikan Bubuk ABATE

Seluruh hasil penjualan ganja diberikan oleh ST kepada mantan suaminya. Sementara ST mendapat upah Rp 500 ribu yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan kedua anak buah pernikahan mereka dulu.

Dari hasil pemeriksaan sementara, ST mengaku sudah tiga bulan mengedarkan ganja. Pertama kali ia berhasil mengedarkan 15 KG ganja, sementara aksi kedua 4 KG ganja digagalkan kepolisian.

Kasus DBD Kerap Terjadi di Perkotaan dengan Tingkat Permukiman yang Cukup Padat, Apa Saja Penyebabnya?

“Dia ambil barang dari Tol Soroja. Ganja dari mobil dibawa pakai motor oleh ST. Dia bawa pakai kresek supaya kaya orang belanja, tidak ada yang curiga,” ucapnya.

Setelah mendapat ganja tersebut, ST membuat jadi paket kecil. Ia kemudian menjual dengan cara COD atau pembeli datang langsung ke rumahnya.

Akibat perbuatannya ST dan kedua pelaku lain dijerat Pasal 114 ayat (2) dan 111 ayat (2) UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pedangdut Caca Duo Molek diringkus polisi terkait kasus kepemilikan narkotika pada Jumat, 11 Januari 2019.

Caca diringkus di kamar Apartemen Batavia, Jalan KH Mas Mansur, Jakarta Selatan bersama tersangka lainnya bernama Chandra.

Laju Kurs Rupiah Tertahan di Angka Rp 14.048

“Di lokasi ini kami mendapatkan barbuk satu buah cangklong bekas pakai berisi sabu netto 0,0466 gram, 0,5 butir ecstasy dan satu tutup botol bong terpasang sedotan,” kata Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Suwondo Nainggolan saat dikonfirmasi, Senin, 14 Januari 2019.

Polisi juga mengamankan satu tersangka lain, yaitu Yahya Ansori Nasution. Yahya diamankan di Hotel Maharaja, Jakarta, Kamis,10 Januari 2019 pukul 12.30 WIB.

Divonis 4 Tahun Penjara dan Denda Rp 800 Juta, Roro Fitria Nangis

Polisi kemudiam mengeledah rumah Yahya di Jalan Pramuka, Jakarta dan mendapatkan sejumlah barang bukti berupa satu klip sabu bruto seberat 0,75 gram, satu buah bong dan satu buah cangklong.

Kemudian, satu klip sabu bruto seberat 0,78 gram, satu klip sabu bruto seberat 0,83 gram, satu klip sabu bruto seberat 0,98 gram, satu klip sabu bruto seberat 0,77 gram dan satu klip sabu bruto seberat 0,94 gram.

ALAMAK!! Jennifer Dunn Ditangkap lagi karna Kasus Narkoba

Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menambahkan, pengungkapan kasus itu berawal dari informasi masyarakat tentang adanya perdagangan dan penyalahgunaan narkotika di Hotel Maharaja.

“Hasil interogasi Yahya, barang bukti didapat dari DPO (Bro) pada Rabu, 9 Januari 2019, didistribusi ke Chandra dan Caca dan menggunakannya bersama,” ungkap Argo.

Argo mengatakan, barang bukti berupa sabu didapat dari Yahya dengan membeli seharga Rp 900 ribu dan BB ecstasy didapat dari salah satu tempat hiburan pada 7 Januari 2019.

“Dilakukan pemeriksaan laboratois kepada Caca, dengan hasil cek urine awal positif meth. Cek urine rambut dan darah sedang diproses,” tandas Argo. (***)

sumber: suara.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sigli – Petugas menggagalkan upaya penyelundupan sabu dari seorang penjenguk bernama Nurleli (46), yang hendak menjenguk suaminya di Rutan Kelas II-B Sigli, Aceh. Aksi Nurleli ketahuan oleh petugas bernama Nurul Rahmah.

Berdasarkan informasi yang diberikan Kepala Rutan Kelas II-B Sigli, Mathrios Zulhidayat Hutasoit, penggagalan penyelundupan terjadi pada Senin, 31 Desember 2018 Nurleli digagalkan menyelundupkan sabu di area pengamanan pintu utama.

“Berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika diduga jenis sabu oleh salah satu pengunjung perempuan yang hendak membesuk suaminya pada hari Senin, tanggal 31 Desember 2018, sekitar pukul 12.30 WIB, di area Pengamanan Pintu Utama (P2U) Rutan Kelas II-B Sigli,” kata Mathrios dalam keterangannya, Rabu, 2 Januari 2019.

Penggagalan penyelundupan dimaksudkan untuk menciptakan suasana kondusif di rutan. Penggeledahan barang haram tersebut bertujuan mengantisipasi gangguan keamanan rutan.

“Pelaksanaan kegiatan peningkatan kewaspadaan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban serta pencegahan penggunaan dan peredaran gelap narkotika di Rutan Kelas II-B Sigli adalah dengan melakukan penggeledahan rutin/insidental di area pengamanan pintu utama (P2U) dan meningkatkan kontrol terhadap blok dan kamar hunian warga binaan pemasyarakatan,” ujar Mathrios. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Satu minggu lebih sudah Steve Emmanuel mendekam di rumah tahanan (Rutan) terkait kasus penyelundupan narkotika jenis kokain setelah ditangkap pihak kepolisian pada Jumat, 21 Desember 2018.

Kini Steve Emmanuel masih mendekam di balik jeruji besi Polres Metro Jakarta Barat, setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasihan, Alami Gizi Buruk Bayi 11 Bulan Ini beratnya Tak Sampai 5 Kilogram

Meski statusnya selebriti, rupanya Steve Emmanuel tak mendapatkan perlakuan khusus dari pihak kepolisian terkait tempat tahanannya.

Dirinya tetap berbaur dan satu sel dengan tahanan narkoba lainnya yang berhasil ditangkap pihak kepolisian.

Jelang Kelahiran buah Hatinya, Seorang Ibu Ditemukan Tewas Menggantung, Ini yang Terjadi dengan Bayinya

Bahkan menurut salah satu polisi jaga Rutan Polres Metro Jakarta Barat, kini Steve Emmanuel satu sel dengan tahanan lainnya.

“Nggak ada yang khusus dong, dia di dalam itu satu sel dengan 8 sampai 10 tahanan,” ungkap salah satu polisi jaga saat berbincang dengan Grid.ID di Polres Metro Jakarta Barat, Ahad, 30 Desember 2018.

Memang di dalam sel yang ditempati Steve Emmanuel terlihat beberapa orang mengenakan baju tahanan berwarna oranye yang tengah terbaring.

Hal itu bisa terlihat melalui kamera pengintai yang berada di ruangan yang tak jauh dari sel.

Tips Liburan Aman dan Nyaman dengan Kendaraan Pribadi dari Daihatsu

Ia menempati kamar sel nomor tiga.

Seperti diketahui, penangkapan Steve bermula saat orang tak dikenal melaporkannya ke Polres Metro Jakarta Barat terkait adanya barang mencurigakan yang dibawanya dari Belanda pada 11 September 2018 lalu.

Setelahnya polisi langsung bergerak dan mendalami laporan tersebut, sehingga pada 21 Desember 2018 kemarin Steve berhasil diamankan di kediamannya, Kondominium Kintamani, Jakarta Selatan.

Dari kediamannya itu, polisi juga berhasil menemukan tiga barang bukti, yakni 1 plastik klip besar yang berisi narkotika jenis kokain hydrochloride dengan berat bruto 92,04 gram.

Satu buah botol kaca yang saat itu digunakan Steve untuk menyimpan narkotika tersebut, dan satu buah alat hisap untuk narkotika jenis kokain bernama Bullet.

Atas perbuatannya, Steve Emmanuel kini dijerat dengan pasal 114 ayat 2 subsider ayat 112 undang-undang narkotika dengan ancaman pidana maksimal hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati (***)

sumber: grid.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Surabaya – Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengapreasi Tim Satgas Khusus Subdit I Ditresnarkoba atas prestasi mengungkap kasus narkoba jaringan internasional dan Lapas Malang.

Polda Jatim menangkap empat pelaku dengan barang bukti sabu-sabu seberat lebih dari 10 kilogram.

Luki menuturkan pengungkapan kasus narkoba ini dilakukan secara kontinyu di pengujung 2018 dan menjelang Tahun Baru 2019 oleh Dirresnarkoba Polda Jatim, Kombes Pol Sentosa Ginting Manik bersama anggotanya.

“Modus penyelundupan sabu dari Malaysia dibungkus kemasan makanan ringan di Bandara Juanda,” ujarnya saat acara press conference akhir tahun 2018 di Gedung Mahameru Mapolda Jatim, Jumat, 28 Desember 2018.

Adapun identitas pelaku pengedar narkoba asal Serawak, Malaysia bernama Wong Seng Ping (39) alias Toni.

Tersangka warga Negara Asing (WNA) itu tertangkap tangan menyelundupkan sabu-sabu seberat 2,8 Kilogram.

Selain itu, polisi juga menyita narkoba dari tersangka Heriyanto alias Ipank (29) warga Desa Plaosan, Kecamatan Wates Kabupaten Kediri.

Adapun barang buktinya, yakni sabu-sabu seberat 3,4 kilogram.

Lalu, anggota Ditresnarkoba Polda Jatim membongkar peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam Lapas Malang.

Polisi menangkap tersangka Edie Widjayanto (44) Jl Dr Wahidin Sudiro, Desa Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan yang terbukti menyimpan sabu-sabu seberat 3 kilogram.

Ada pula tersangka Ibnu Hajar (23) warga Tempel Sukorejo, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya yang membawa sabu-sabu seberat 512,3 gram.

“Pengungkapan kasus narkoba 10 kilogram sabu-sabu ini selama 15 hari,” jelas Luki.

Luki menuturkan, ada peningkatan jumlah pemakai narkoba cukup signifikan di Jawa Timur.

Karena itulah pihaknya akan bekerja sama dengan instansi terkait dan masyarakat untuk memberantas pengedaran narkoba di daerah Jawa Timur.

“Paling rentan pengedaran narkoba menyasar kalangan pemuda generasi penerus bangsa,” ucapnya.

Terpisah, Kabid Pemberantasan Narkotika BNNP Jatim, AKBP Wisnu Chandra menambahkan, peredaran narkoba di pengujung tahun 2018 perlu diantisipasi.

“Potensi peredaran narkoba selalu ada, apalagi saat menjelang tahun baru. Itu yang perlu diantisipasi masuknya narkotika supaya tidak masuk di Jatim,” paparnya.

Wisnu menjelaskan, maraknya peredaran narkoba saat tahun baru diduga dipicu oleh sejumlah bandar yang mencoba-coba memanfaatkan momen.

“Tahun baru petugas sibuk melakukan pengamanan sehingga diduga lengah dan bisa saja kecolongan dimanfaatkan si pengedar narkoba,” kata dia. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tanjungpinang membekuk tiga oknum anggota Polres Tanjungpinang. Ketiga oknum tersebut, yaitu Bripda MF, Briptu BS, Brigadir LM, ditangkap karena diduga sebagai pengedar pil ekstasi.

Kasatresnarkoba Polres Tanjungpinang AKP R Moch Dwi Ramadhanto melalui Kaur Bin Ops Satresnarkoba Ipda Fajar Bittikaka membenarkan adanya tiga oknum polisi yang ditangkap. Ketiga oknum itu ditangkap pada Rabu 26 Desember 2018 malam.

Orang pertama yang ditangkap adalah Bripda MF di Kafe Lumino, Tanjungpinang Kota. Kemudian Bripda BS dan Brigadir LM ditangkap di asrama polisi Jalan Rumah Sakit, Tanjungpinang Barat. “Memang benar kita ada menangkap tiga oknum polisi yang berdinas di Polres Tanjungpinang,” kata Fajar saat ditemui Satresnarkoba Polres Tanjungpinang, Jumat, 28 Desember 2018.

Fajar menjelaskan, penangkapan ketiga oknum tersebut berdasarkan hasil pengembangan kasus pengungkapan dua pelaku narkoba. Kedua pelaku sebelumnya menerima barang pil ekstasi dari oknum polisi bersangkutan.

“Hasil dari pengembangan tangkapan warga sipil, mereka bicara yang mengarah kepada ketiga oknum. Jadi, mereka penjual pil inex itu,” ujar Fajar.

Dia menjelaskan, ketiga orang ini punya peran masing-masing. Ada sebagai penjual dan penyimpan narkotika. Saat ini ketiga pelaku telah ditahah sel tahanan Mapolres Tanjungpinang guna pemeriksaan lebih lanjut. “Memang patut diduga mereka sebagai pengedar. Yang jelas kita tidak pandang bulu untuk memerangi narkoba,” ujar Fajar. (***)

sumber: sindonews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Artis sinetron Steve Emmanuel, ditangkap Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat karena kasus kepemilikan dan penyelundupan narkotika.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Heryadi.

“Benar, Steve kami tangkap karena tengah kedapatan kepemilikan dan menyelundupkan narkoba,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Heryadi saat dihubungi via telfon, Rabu, 26 Desember 2018.

Rencananya kasus Steve Emmanuel akan dirilis esok hari pada Kamis, 27 Desember 2018.

“Sampai saat ini, Steve masih kami periksa lebih lanjut. Besok (Kamis) kita akan rilis,” lanjut Kombes Pol Hengki Heryadi.

Steve ditangkap di lobby apartemen Kondominium Kintamani A/17/6 RT 001/ 014 Kelurahan Pela Mampang Kecamatan Mampang Prapatan Jakarta Selatan pada Jumat, 21 Desember 2018.

Iya betul kita tangkap Jumat malam kemarin,” tutur Hengky.

Hingga kini Steve Emmanuel masih dalam pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Barat. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Roro Fitria akhirnya divonis lantaran kasus narkoba. Ia dinyatakan bersalah dan dihukum empat tahun penjara dan denda Rp 800 juta karena disebut sebagai pengedar.

Walhasil Roro pun menangis di meja pesakitan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hakim Ketua, Iswahyu Widodo, pun mengadili Roro Fitria sebagai berikut:

1. Menyatakan terdakwa RF terbukti secara sah meyakinkan melakukan tindak pidana, memiliki narkotika bukan tanaman.

2. Menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun dan denda sebesar Rp 800 juta dengan ketentuan jika tidak dibayar diganti pidana penjara 8 bulan.

3. Masa tahanan dikurangi sepenuhnya.

4. Menetapkan terdakwa berada di dalam tahanan.

5. Memerintahkan barang bukti berisikan kristal warna putih 1,5998 gram netto, 1 unit hp, buku tabungan, atm bca dikembalikan ke Roro, membebankan biaya perkara Rp 5 ribu.

Usai itu sambil menangis Roro pun langsung dijemput petugas kejakasaan unjuk dibawa ke ruang tahanan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Anggota DPRD Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Oktavianus Holo ditetapkan menjadi tersangka terkait sabu. Dia ditangkap bersama seorang wanita.

“Ketangkap sama perempuan salah seorang,” kata Kanit II Satuan Narkoba Polres Jakbar AKP Arief Oktora di Mapolres Jakbar, Rabu, 26 September 2018.

Urine teman wanita Oktavinius itu juga positif sabu. Wanita itu masih diperiksa polisi.

Arief mengatakan Oktavianus mengenal wanita tersebut di Jakarta. “Teman lamanya kenalan di Jakarta,” ujarnya.

Pengedar bernama Umay atau UR, yang memasok sabu ke Oktavianus, juga sudah ditangkap. Dia ditangkap tak jauh dari hotel di Tamansari, tempat Oktavianus dibekuk.

“Jadi dia beli ke UR kemudian ketangkap, kita tangkap lagi UR, dekat penangkapan anggota Dewan,” ujarnya.

Umay atau UR merupakan residivis kasus narkoba. Dia baru bebas tahun lalu.

“Sudah dua tahun lebih jual. Dia residivis narkoba. Keluar kasus tahun 2017. Kasus narkoba juga,” tuturnya.

Polisi saat ini masih memburu bandar yang memasok sabu ke Umay atau UR. Polisi yakin segera menangkap bandar itu.

“Kita lagi nyari yang jual ke UR. Kami yakin dalam waktu dekat akan menangkap bandarnya,” ucapnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Keluarga Ahmad Albar kembali tersandung kasus narkoba. Setelah sebelumnya Fachri Albar ditangkap Satuan Narkoba Polres Metro Jaya pada awal Februari 2018, kini giliran Ozzy Albar yang berurusan dengan kepolisian.

Penangkapan Ozzy Albar dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

“Iya (ditangkap narkoba),” kata dia Rabu, 12 September 2018.

Meski membenarkan, Argo belum bisa menjelaskan secara detail terkait penangkapan tersebut. Dari informasi yang diperoleh, Ozzy Albar ditangkap di kawasan Jakarta Selatan, pada Selasa, 11 September 2018 malam.

Saat ini Ozzy Albar tengah menjalani pemeriksaan mendalam oleh pihak kepolisian terkait kepemilikan narkoba.

“Tertangkapnya di Jalan Walter Monginsidi, Jakarta Selatan,” kata Argo. (***)

sumber: liputan6.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Mandailing –  Badan Narkotika Nasional memusnahkan ladang ganja di Pegunungan Tor Sihite, Dusun Banjar Julu, Desa Banjar Lancat, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, Jumat, 31 Agustus 2018.

Penindakan yang dilakukan BNN ini dipimpin Direktorat Narkotika Deputi Bidang Pemberantasan bekerjasama dengan BNN Provinsi Sumatera Utara, BNN Kabupaten Mandailing Natal, Polres Mandailing Natal, serta Kodim 0212 TS.

Dalam penindàkan ini, setelah tim memusnahkan barang bukti tanaman ganja, lalu tim terus berupaya untuk membuat bekas lahan untuk dialihfungsikan dengan tanaman produktif yang bermanfaat (Alternative Development),

Terkait sinergitas tersebut, Direktorat Narkotika Deputi Bidang Pemberantasan BNN yang dipimpin langsung oleh Direktur Narkotika BNN, Brigjen Pol. Drs. Victor J. Lassut, MM, didampingi oleh Penyidik Utama Dit. Wastahti BNN, Kombes Pol. Iwan Eka Putra serta Kombes Pol. Jacksen dan Kombes Pol. Ghiri dari Bareskrim Mabes Polri, beserta instansi terkait lainnya yang turut hadir pada kegiatan ini kembali melakukan pemusnahan ladang ganja seluas ± 3,5 Ha di dua titik berbeda, titik pertama seluas 1,5 Ha dan titik kedua seluas 2 Ha. Rata-rata tinggi tanaman ganja tersebut bervariatif antara 1 meter persegi hingga 2,5 meter persegi, dengan rincian 1 meter persegi terdapat 6 batang ganja yang apabila di konversi hasil tanaman ganja tersebut berjumlah 122,5 Ton ganja basah.

Pemusnahan ladang ganja ini merupakan kegiatan rutin dari Direktorat Narkotika BNN di Tahun 2018 ini. Ladang ganja dengan total luas sekitar ± 3,5 Ha ini, pertama kali ditemukan dan terdeteksi melalui citra satelit di titik koordinat N 00°42.551°, E 099°45.730° pada ketinggian 1136 MdPL (titik pertama),  dan di titik koordinat N 00°42.605°, E 099°45.665° pada ketinggian 1145 MdPL (titik kedua),
yang kemudian ditindaklanjuti oleh petugas BNN melalui proses penyelidikan.

Perjalanan yang sangat terjal dan berliku ini diikuti oleh sekitar 92 orang yang berasal dari personil gabungan serta membutuhkan waktu untuk pergi dan pulang sekitar 8 jam 30 menit dengan berjalan kaki untuk mencapai titik koordinat yang telah ditentukan tersebut.

Menurut Brigjen Pol. Victor J. Lassut saat memberikan arahan kepada para personil gabungan mengatakan, Narkotika jenis ganja yang terdapat di Kabupaten Mandailing Natal ini cukup banyak peminatnya khususnya untuk wilayah Provinsi Sumatera Utara dan sekitarnya.
Beliau menambahkan, sangat mengapresiasi para anggota personil gabungan yang ikut berpartisipasi dalam operasi gabungan ini demi anak bangsa yang terbebas dari korban penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dan mengucapkan terima kasih kepada para warga sekitar yang turut membantu atas terlaksananya kegiatan ini. (*)

sumber: humas bnn

NARKOBA

Selasa | 07 Agustus 2018

Duh Anak SD Jadi Bandar Sabu

MEDIAKEPRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengaku prihatin seorang anak sekolah dasar (SD) menjadi bandar narkoba jenis sabu. Mereka meminta sekolah lebih mengawasi anak didiknya.

“Sebenarnya ada Dinas Kesehatan yang bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan kita lakukan rencana dan kegiatan strategis narkoba dan AIDS di semua SKPD, termasuk di Dinas Pendidikan,” kata Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal alias Daeng Ical di Makassar, Selasa, 7 Agustus 2018.

Khusus di Dinas Pendidikan, Pemkot Makassar telah memberikan pembekalan khusus kepada guru bimbingan dan konseling (BK) untuk melakukan monitoring langsung kepada anak didik mereka di sekolah.

“Kita latih mereka untuk bimbingan konseling anak-anak murid jika terjadi perubahan perilaku dan sikap untuk misalnya anak-anak baik baik tiba-tiba dia suka menyendiri,” terangnya.

Untuk kasus yang melibatkan anak SD yang menjadi bandar narkoba di wilayah Tallo, Daeng Ical mengatakan mengaku sangat prihatin atas kejadian ini.

“Tentunya kami sangat prihatin atas kejadian ini. Bandar kan dulu mensasar usia-usia produktif sekarang mereka masuk ke anak-anak sekolah hingga sekolah dasar,” terangnya.

“Kita intensifkan lagi kepala-kepala sekolah untuk melakukan razia ke anak-anak didiknya,” pungkasnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Tio Pakusadewo divonis oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sembilan bulan rehabilitasi. Ia pun mengucap syukur saat mendengar hal tersebut.

“Alhamdulillah bersyukur. Saya hanya bisa bersyukur pada Allah SWT”

Kepada anak-anak saya, teman-teman saya, sahabat-sahabat saya, SMP, SMA, kuliah. Allahu Akbar! Makasih banyak,” ucapnya usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 24 Juli 2018

“Saya nggak punya apa-apa untuk membalasn.ya,” lanjutnya.

Tio Pakusadewo menyebut, masalahnya yang menimpanya ini menjadi sebuah pelajaran berharga dalam hidupnya. Aktor kawakan itu bahkan memiliki janji kepada dirinya sendiri agar tidak mengulangi kesalahannya lagi.

“Iya dong (jadi pelajaran). Pasti dong. Saya punya janji untuk diri saya sendiri,” pungkasnya.

Tio bakal menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO), Cibubur, Jakarta Timur. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat meringkus presenter Reza Bukan karena kedapatan memakai narkoba jenis sabu.

“Kami telah melakukan penangkapan terhadap seorang yang berprofesi sebagai presenter dan artis, atas nama DE alias RB, Deron Eka alias Reza Bukan,” ujar Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat, AKBP Erick Frendriz, dalam konferensi pers di Kantor Polres Jakarta Barat, Ahad, 1 Juli 2018

Reza Bukan ditangkap di rumahnya, Perumahan Casa Jardin, Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Sabtu, 30 Juni 2018 dini hari.

Reza dicokok setelah pulang kerja dari satu stasiun televisi.

Polisi menemukan barang bukti 3 paket narkoba seberat 0.19 gram.

“Barang buktinya dapat dilihat di depan, 3 paket beserta alat-alatnya, ada bong, sedotan, korek,” ujar Erick. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Artis Jennifer Dunn mendapat vonis 4 empat tahun penjara dan denda Rp 800 juta, dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 25 Juni 2018.

Saat mendengar vonis itu, Jennifer Dunn pun menunjukkan ekspresi kaget.

Hal itu diceritakan oleh kuasa hukum Jennifer Dunn, Pieter Ell.

Pieter mengungkap bagaimana reaksi kliennya terhadap putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Menurut Pieter, Jennifer terkejut mendengar dirinya divonis empat tahun penjara dan denda Rp 800 juta.

“Pasti kaget, ekspresinya macam-macam,” ungkap Pieter saat ditemui usai .

Pieter juga menceritakan reaksi Jennifer sesaat setelah vonis itu dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Jakarta Selatan Riyadi Sunindyo Florentinus.

“Tadi awalnya itu di dalam setelah putusan itu tiba-tiba menoleh ke kami tim kuasa hukum. Seolah tidak percaya dengan putusan,” ujar Pieter.

Untuk sementara pihak Jennifer masih pikir-pikir untuk langkah yang akan diambil berikutnya.

“Nanti kita lihat putusan lah. Mudah-mudahan ada yang berubah. Kita akan nyatakan sikap paling lama tujuh hari dari sekarang. Empat tahun itu kan sama saja dengan piala dunia berikut,” paparnya.

Dua Hal Memberatkan

Sebelum menjatuhkan vonis pada artis peran Jennifer Dunn, Ketua Majelis Hakim Riyadi Sunindyo Florentinus mengungkap dua hal yang memberatkan hukuman Jennifer.

Yang pertama, Jennifer dinilai sudah beberapa kali terlibat kasus narkoba.

“Yang memberatkan, terdakwa pernah dihukum dengan narkotika. Dan sebelum nya juga sudah bersinggungan dengan narkoba,” ujar Ketua Majelis Hakim Riyadi Sunindyo Florentinus di Ruang Sidang Utama, Pengadilan Jakarta Selatan, Senin 25 Juni 2018.

Berikutnya, sebagai publik figur Jennifer yang dikenal masyarakat dinilai memberikan contoh yang buruk.

“Melihat animo media di persidangan, terdakwa mengaku sebagai ibu rumah tangga, tetapi semua orang dianggap tahu bahwa terdakwa adalah publik figur,” kata Riyadi.

“Maka dengan perbuatan terdakwa yang berhubungan dengan narkotika, dikhawatirkan menjadi contoh yang tidak baik di masyarakat,” imbuh Riyadi.

Tak hanya hal-hal yang memberatkan, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan juga mengungkap hal yang meringankan dari persidangan Jennifer.

“Hal meringankan, terdakwa bersikap sopan di persidangan, terdakwa menyesali perbuatannya, terdakwa mempunyai tanggungan berupa suami dan juga anak,” ujar Riyadi. (***)

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Jennifer Dunn mengaku telah membuang bong, yang ia gunakan bersama rekannya Tya untuk mengonsumsi sabu-sabu karena lantaran takut ketahuan suaminya, Faizal Harris.

Hal itu diungkapkan Jennifer dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 14 Mei 2018.

Ternyata saat penggerebekan, di kolong kamar tidur Jennifer polisi menemukan sedotan bekas sabu-sabu.

“Kayaknya ini (sedotan) terjatuh deh,” kata Jennifer.

Mendengar jawaban itu, Hakim Riyadi Sunindyo Florentinus lantas kembali mencecar Jennifer.

“Tapi keterangan saudara di sini ‘cara saya memindahkan sedotan hingga berada di kolong tempat tidur, yang saya letakkan di selipan antara kayu tempat tidur dan kasur kami. Karena takut suami saya tahu’,” kata Riyadi membacakan BAP milik Jennifer.

“Iya benar pak, jadi saya panik mendengar mobil suami saya dan sedotan terjatuh lalu saya selipin,” Jennifer berkilah.

Majelis hakim pun meminta Jennifer untuk kembali menegaskan.

“Berlanjut-lanjut saudara ini. Sedotan itu tadi Anda bilang jatuh, kalau terselip itu memang sengaja disembunyikan berarti,” ungkapnya.

“Iya karena tahu terjatuh, lalu saya selipkan,” jawab perempuan yang akrab disapa Jeje itu.

Jennifer pun menerangkan “Pas suami saya mau sampai. Sebelumnya dia kan telepon, dia bilang mau sampai dan minta dibukakan pagar. Pas saya bukakan, ada gerobak sampah, saya lempar (buang),” paparnya.

Jennifer didakwa tiga pasal sekaligus yakni Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 1 jo Pasal 132 ayat 1, dan pasal 127 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Dari pasal tersebut Jennifer diancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.(***)

sumber: tribunnews.com