NARKOBA

MEDIAKEPRI.CO.ID, Medan – Efendi Salam Ginting dengan santainya mengaku tidak kapok jualan narkoba lagi, meski sudah dihukum mati. Karena tidak buru-buru didor, eksekusi mati yang menjadi otoritas Kejaksaan Agung dianggapnya angin lalu.

“Saya tidak menyesal pengedar narkoba,” ujar Efendi saat ditangkap lagi oleh BNN terkait impor sabu 8 kg dari Malaysia.

Vonis pertama Efendi dijatuhkan pada 2014. Ia hanya dihukum 8 bulan penjara karena baru bisa dijerat tindak pidana tidak melaporkan informasi transaksi narkoba.

Setahun berselang, ia kembali berurusan dengan BNN. Kali ini lebih serius. Ia mengontrol 7 anak buahnya mengimpor sabu 10 kg dari Malaysia-Sumut.

Hakim tidak kasih ampun dan memberikan hukuman mati ke Efendi. Hukuman mati itu dikuatkan hingga Mahkamah Agung (MA) dan berkekuatan hukum tetap.

Sayang, eksekusi mati tidak segera dilaksanakan jaksa. Efendi menjadi-jadi.

Dari balik bui, ia kembali mengendalikan jejaringnya mengimpor sabu lagi. Lewat jalur tikus, sabu itu lolos dari Malaysia ke Sumatera Utara. Pergerakannya diendus BNN dan ditangkap.

Kepala BNN Sumut, Brigjen Pol Atrial mengatakan pihaknya juga mengamankan tujuh orang tersangka. Masing-masing berperan sebagai kurir Efendi. Selain itu, juga menyita dua unit sepeda motor, 11 unit handphone, uang tunai Rp 2 juta, Rp 135 ribu, dua tas jinjing, dan satu unit sampan.

“Tersangka dijanjikan upah Rp 59 juta, jika narkoba tersebut sampai ke tempat tujuan,” kata Atrial.

Efendi tidak sendirian. Banyak terpidana mati yang menunggu eksekusi kembali beraksi. Dengan licinnya, mereka mengakali sistem penjara yang sangat rumit sekali pun.

Duh Lagi-lagi Artis Ditangkap Polisi Terkait Narkoba, Ini Artisnya

Seperti Togiman alias Toge. Togiman merupakan terpidana mati. Karena tidak kunjung dihukum mati, Toge kembali menyelundupkan 25 kg sabu dari Malaysia pada Mei 2017. Lagi-lagi, ia dihukum mati.

Ada juga Ratu Narkoba, Ola yang dihukum mati pada 2005. Bersama saudaranya, Rani (telah dieksekusi mati), mereka hendak membawa heroin ke Inggris.

Pada 2011, Ola diberi ampunan oleh SBY dan hukumannya diubah menjadi penjara sumur hidup. Namun, hal itu tidak membuat Ola bersyukur. Ia tetap mengendalikan bisnis narkoba. Akhirnya MA kembali menjatuhkan hukuman mati.

Bagaimana dengan Benny Sudrajat? Benny dihukum mati karena membangun pabrik terbesar ketiga di dunia yang berlokasi di Tangerang. Selain Benny, 8 lainnya juga dihukum mati, yaitu:

  1. Iming Santoso alias Budhi Cipto
  2. WN China Zhang Manquan
  3. WN China Chen Hongxin
  4. WN China Jian Yuxin
  5. WN China Gan Chunyi
  6. WN China Zhu Xuxiong
  7. WN Belanda Nicolas
  8. WN Prancis Serge

Benny kemudian dijebloskan ke LP Nusakambangan. Tapi ia tidak kapok dan menggerakkan anak buahnya membangun pabrik narkoba lagi. Benny lalu diadili lagi dan kembali dijatuhi hukuman mati. Hingga kini, Benny belum dieksekusi mati.

Di dunia kelam Sulawesi Selatan, siapa yang tidak kenal Amir Aco? Hukuman mati pertama Aco diterima pada 2005 silam. Ia terbukti menjadi bandar 1,3 kg sabu.

Setelah dijatuhi hukuman mati, ia kembali mengedarkan narkoba pada 2017. Ia kemudian kembali dihukum mati pada 2018. Hinggi kini, ia juga belum dieksekusi mati.

Bila banyak terpidana mati mengulangi lagi kejahatannya, sampai kapan Kejaksan Agung akan mengulur-ulur eksekusi mati? (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Ditangkap pihak kepolisian sejak 28 Februari lalu karena kasus narkoba, Zul Zivilia terancam hukuman mati.

Vokalis Band Vivilia, Zulkifli alias Zul Zivilia ditangkap pihak berwajib karena kasus penyalahgunaan narkoba.

Terungkap pada hari Jumat, 1 Maret 2019 Zul Zivilia ditangkap di apartemen Gading River View, kawasan Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

”Terimakasih Pak Ndan, Desa Kami Dibangun”

Zul ditangkap pada pukul 16.30 WIB saat sedang menimbang sabu dan memasukkannya ke dalam plastik klip.

Hal itu dia lakukan bersama tiga rekan lainnya, Rian, Andu dan D.

Dalam pers rilis di gedung Ditresnarkoba, Polda Metro Jaya, kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat, 8 Maret 2019, pihak kepolisian menyatakan bahwa Zul bukan hanya sebagai pengguna tapi juga jaringan pengedar.

Partai Demokrat: Bagai Petir di Siang Bolong, Ketika Mendengar Andi Arief Ditangkap Polisi Karena Narkoba

“Public figure ini (Zul) sub bandarnya, jadi bagian mem-packing-nya (narkoba) dia,” ucap Kapolda Metro Jaya Irjen. Pol. Gatot Eddy saat pers rilis.

Dalam penangkapan tersebut, polisi berhasil menyita sabu seberat 9,5 kilo, pil ekstasi 24.000 butir, dan timbangan elekstrik.

Akibatnya, Zul Zivillia terancam hukuman mati.

Ini Kata Sang Istri Siri Setelah Pesinetron Ganteng Sandy Tumiwa Ditangkap Polisi Terkait Narkoba

“Dengan barang bukti ini, yang bersangkutan (Zul) bersama rekan-rekannya terancam maksimal hukuman mati, minimal 20 tahun, tergantung perannya,” ucap Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Suwondo Nainggolan di Mapolda Metro Jaya, kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat 8 Maret 2019.

Suwondo menambahkan, Zul tak hanya sebagai pengguna, melainkan bagian dari jaringan pengedar narkotika kelas kakap.

Zul pun disangkakan Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 112 ayat 2 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba karena barang bukti narkoba yang disita beratnya melebihi 5 gram.

Duh Lagi-lagi Artis Ditangkap Polisi Terkait Narkoba, Ini Artisnya

“Itu untuk memberikan efek jera,” kata Suwondo.

Menanggapi hal ini, Zul merasa menyesal.

“Menyesal,” singkat Zul Zivilia di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat 8 Maret 2019.

Zul juga mengatakan jika kiprahnya di narkoba hingga pencokokannya adalah bagian dari perjalanan hidupnya.

Meski demikian, penyesalan itu kini sudah terlambat.

“Ini jalan hidup saya,” pungkasnya.

Ditangkap Sejak 28 Februari Lalu

Vokalis band Zivilia yang tenar dengan lagu Aishiteru, Zulkifli atau akrab disapa Zul ditangkap kepolisian Polda Metro Jaya terkait kasus narkoba jenis sabu.

Hal itu disampaikan Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan.

“Benar ( Zul ditangkap). Saat ini ditahan di Polda Metro Jaya,” ujarnya dihubungi Kompas.com, Kamis, 7 Maret 2019.

DUH!! Setelah Facri Albar, Kini Ozzy Albar Ditangkap karna Narkoba

Suwondo mengatakan Zul ditangkap terkait kasus narkotika jenis sabu. Penangkapannya pun sudah dilakukan pada 28 Februari 2019 lalu.

“(tertangkap dengan jenis narkotika) sabu. Tertangkapnya 28 Februari,” katanya lebih lanjut.

Terkait dengan detail penangkapan dan jumlah kepemilikan sabu, Suwondo mengatakan akan diinformasikan saat konfrensi pers besok.

“Untuk jumlah dan detailnya, besok saat konferensi pers,” pungkasnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Deklarator Komunitas Ksatria Airlangga, Heru Hendratmoko merespons pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono yang nenyalahkan Presiden Joko Widodo atas tertangkapnya Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief, yang tertangkap sedang menggunakan narkoba.

Menurutnya, pernyataan anak buah Prabowo Subianto ngaco. “Pernyataan itu sama sekali tidak bisa dipertanggungjawabkan,” katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin, 4 Maret 2019.

Partai Demokrat: Bagai Petir di Siang Bolong, Ketika Mendengar Andi Arief Ditangkap Polisi Karena Narkoba

Lanjutnya, ia mengatakan berdasarkan data menunjukkan jumlah jaringan sindikat narkoba di era Jokowi berkuasa justru mengalami penurunan. Dari 99 jaringan pada 2017 menjadi 83 jaringan pada 2018.

“Ini menunjukkan BNN dan kepolisian tak main-main dalam menggulung jaringan pengedar narkoba di tanah air,” tegasnya.

Singgung Kasus Hoax, Kejujuran Ratna Sarumpaet Dapat Acungan Jempol dari Jokowi

Selain itu, ia menyatakan bahwa pemakai narkoba dari kalangan politisi justru bisa menggoyahkan sendi-sendi kehidupan bernegara.

“Ini sungguh berbahaya. Bagaimana kita bisa mempercayakan kebijakan publik kepada mereka kalau para pengambil keputusan justru berada di bawah pengaruh narkoba?” jelasnya.

“Kuburan” Jadi Saksi Bisu Aksi Bejad Bapak Cabuli Anak Kandungnya

Sambungnya, politisi seharusnya jadi contoh, terutama bagi anak muda sebagai pemilik masa depan. “Bayangkan, data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat dari 87 juta populasi anak di Indonesia, 5,9 juta di antaranya sudah menjadi pecandu narkoba. Mereka jadi pecandu karena terpengaruh orang-orang terdekatnya,” tukasnya. (***)

sumber: wartaekonomi.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Partai Demokrat mengaku kaget mendapat kabar tertangkapnya Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Demokrat, Andi Arief, oleh polisi karena menggunakan narkoba di Hotel Peninsula, di kawasan Slipi, Jakarta Barat, Ahad 3 Maret 2019.

Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari mengakui hal ini bagai petir di siang bolong.

Ini Kata Sang Istri Siri Setelah Pesinetron Ganteng Sandy Tumiwa Ditangkap Polisi Terkait Narkoba

“Kita semua kaget dengan berita ini. Seperti petir di siang bolong. Kami sedang mencari tahu kebenaran masalah ini. Kalau bisa, ingin bertemu dengan AA untuk menanyakan langsung,” kata Imelda dalam keterangan kepada media, Senin, 4 Maret 2019.

Imelda menegaskan, untuk merespons peristiwa ini, seluruh jajaran di Demokrat membahas masalah ini dan dalam waktu dekat akan disampaikan melalui konferenai pers.

Duh Lagi-lagi Artis Ditangkap Polisi Terkait Narkoba, Ini Artisnya

“Segera akan ada jumpa pers resmi dari Partai Demokrat tentang masalah ini. Partai Demokrat akan sampaikan keterangan pers segera akan kami kabari,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat Ferdinand Hutahaean saat dihubungi wartawan menyatakan, mempersilakan awak media untuk menanyakan masalah ini ke Kepolisian.

“Tanya kepolisian dulu, simpang siur informasinya dan kami juga sedang berusaha melakukan pengecekan yah,” katanya. (***)

sumber: sindonews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Banyumas – Seorang pria asal Banyumas diamankan polisi karena ketahuan tanam ganja di halaman rumahnya.

Alasan pria asal Banyumas ini tanam ganja adalah untuk mengobati ibunya yang sakit.

Pria asal Banyumas ini menyeduh ganja menjadi teh untuk mengobati penyakit gula ibunya.

Pada hari Rabu, 27 Februari 2019 Polres Banyumas menguak kasus penanaman pohon ganja ilegal ini.

Ini Kata Sang Istri Siri Setelah Pesinetron Ganteng Sandy Tumiwa Ditangkap Polisi Terkait Narkoba

Pelaku bernama Sutikno (39) dan Iqbal Munafi Ma’arif (27) warga Kabupaten Banyumas.

Mereka ditangkap karena terbukti menanam tanaman ganja.

Kedua tersangka menanam tanaman ganja dalam polybag di halaman rumah.

Polisi mendatangi lokasi setelah mendapat laporan dri warga sekitar.

Di lokasi ditemukan tanaman ganja setinggi 68 cm dan 20 cm di dalam pot polybag.

Duh Lagi-lagi Artis Ditangkap Polisi Terkait Narkoba, Ini Artisnya

Dari hasil temuan tersebut, tersangka Sutikno langsung diringkus.

Tak berapa lama setelah penangkapan Sutikno, pada malam harinya pukul 21.30 WIB polisi kembali menangkap Iqbal Munafi Ma’arif yang diketahui juga menanam ganja setinggi 45 cm.

Tersangka Iqbal mengaku mendapatkan biji ganja lewat jual beli online Facebook.

Ia membeli bibit ganja kering seberat 0,5 gr seharga Rp150 ribu.

Tersangka Iqbal juga membaginya dengan Sutiko.

Kedua pelaku sudah menanam sejak Septermber 2018.

Daun ganja yang mereka panen lalu disangrai dan dikonsumsi sebagai teh.

Tersangka mengaku ia menanam daun ganja untuk mengobati ibunya yang sakit gula.

Sementara itu ada pasal yang mengatur tentang Narkotika, yaitu pada pasal 111 ayat 1, UU No 35 Tahun 2009 menyebutkan.

Yaitu setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika golongan I dalam bentuk tanaman akan dipenjara paling sedikit 4 tahun penjara dan paling lama 12 tahun.

Denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 Miliar. (***)

sumber: grid.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pesinetron Sandy Tumiwa tertangkap narkoba di kamar hotel bersama rekan pria pada 1 Maret kemarin. Hal ini mengagetkan istri sirinya, Vivi Paris.

Vivi selama ini tak melihat ada hal yang aneh-aneh dari Sandy Tumiwa sebelum akhirnya terciduk petugas.

Duh Lagi-lagi Artis Ditangkap Polisi Terkait Narkoba, Ini Artisnya

“Di depan aku tidak memperlihatkan tanda-tanda seperti itu. Dia rajin salat dan kalau aku nasihatin ngerti, kalau ada permasalahan kemarin kita udah belajar juga, aku juga mau cabut laporan aku,” ungkap Vivi Saptu, 2 Maret 2019.

Vivi makin bingung karena permasalahan baru suaminya. Ia mengatakan, ada rencana akan menikah secara resmi akhir Maret ini setelah hidup sebagai istri siri.

Kedekatan Cut Meyriska dengan Roger Danuarta, Ayah: “Warning” Pemakai Narkoba Minggir Saja!

Sandy Tumiwa ditangkap karena narkoba jenis sabu. Ia ditangkap bersama MA di Hotel Groove, Jumat, 1 Maret 2019 dini hari. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Makassar – Tiga oknum anggota Polda Sulawesi Selatan ( Sulsel) ditangkap saat sedang berpesta sabu-sabu dengan seorang wanita di sebuah kamar hotel di Jalan Tanjung Bunga, Makassar, Sulsel, Sabtu, 23 Februari 2019 dini hari.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dicky Sondani mengatakan, ketiga oknum anggota polisi dan seorang wanita itu telah menjalani tes urine dan hasilnya positif mengandung methapetamine.

Luar Biasa, Demi Membahagiakan Sang Ibu, Model Cantik Ini Jual Keperawanannya Segini

Ketiga oknum polisi yang ditangkap yaitu Brigpol H (38) anggota Shabara Polda Sulsel, Brigpol SA (37) anggota BKO SDM Polda Sulsel, dan Brigpol R (33) anggota Brimob DEN A Polda Sulsel, dan seorang wanita berinsial A (29) warga, Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate.

“Ketiga anggota yang ditangkap sudah terdeteksi terlibat jaringan narkoba dan seorang diantaranya, Brigpol H sudah disersi dan direkomendasi pemecatan.

Setelah Gorok Leher Istrinya, Pria Ini Belah Perut dan Mengambil Bayi yang Dikandung, Ini Kronologi Lengkapnya

Jadi ketiga anggota Polri yang ditangkap bersama rekan wanitanya telah ditetapkan sebagai tersangka narkoba dan kini ditahan di sel Mapolda Sulsel,” ujar Dicky melalui keterangan resminya, Sabtu.

Dicky mengatakan, dari pengungkapan kasus itu, tim Direktorat Narkoba Polda Sulsel menyita satu paket sabu seberat 0,46 gram, dua bungku kosong bekas sabu, beserta alat hisapnya, sepucuk senjata api jenis revolver berisi enam butir peluru, uang tunai senilai Rp 3,8 juta, dan lima unit ponsel.

“Tiga anggota Polri dan seorang teman wanitanya ini berhasil ditangkap, setelah tim Direktorat Narkoba Polda Sulsel mendapat informasi dari masyarakat. Dari situ, tim langsung melakukan penangkapan di kamar hotel.

Tim kemudian melakukan penggeledahan dan menemukan semua barang bukti narkoba beserta alat isapnya yang dibuang di bawah tempat tidur,” ujarnya. (***)

sumber: lompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Palembang – Vonis mati yang dijatuhkan majelis hakim terhadap bandar narkoba asal Jawa Timur Letto CS, Kamis, 7 Februari 2019 diapresiasi oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Farman.

“Apa yang kami harapkan agar Letto Cs dijatuhi hukuman mati benar-benar terwujud, saya secara pribadi dan institusi sangat lega,” katanya, Jumat, 8 Februari 2019.

Dari Rayuan Maut, Pelaku Dapatkan Foto Bugil Korbannya untuk Dijadikan Alat Pemerasan

Kerja keras yang dilakukan tim Jaksa yang menuntut Letto dengan hukuman mati serta putusan majelis hakim yang dijatuhkan sudah sangat tepat.

“Hukuman mati yang dijatuhkan majelis hakim merupakan warning bagi seluruh bandar narkoba yang ada di wilayah Sumsel,” tambahnya.

Pilih Menu Bergizi dan Sehat saat Dompet Menipis di Akhir Bulan

Dirinya dengan tegas mengatakan Ditresnarkoba Polda Sumsel, tidak main-main dalam menindak bandar narkoba. “Ini juga bentuk keseriusan kami untuk memberantas peredaran narkoba diwilayah Sumsel,” tegasnya.

Diketahui Letto merupakan bandar narkoba asal Surabaya yang mengambil barang dari Palembang, sebagian barang haram berupa sabu-sabu dan ekstasi disebar di Palembang dan Surabaya.

Pekan Ini Ekonomi Indonesia Meningkat, Rupiah Kian Menguat

Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel menangkapnya setelah dilakukan penyelidikan cukup lama. Selain Letto polisi juga menangkap lima orang lainnya yang merupakan kaki tangannya.

Selain narkoba sabu sabu dan ekstasi polisi juga membekukan sejumlah rekening tabungan milik Letto yang digunakan untuk menampung uang hasil transaksi narkoba.

Benarkah AC Mobil Tidak Bekerja dengan Optimal Jika Merokok Sambil Mengemudi?

Untuk diketahui, Letto saat berada di sel tahanan Polda Sumsel sempat melakukan upaya melarikan diri dari penjara dengan menjebol dinding sel, namun diketahui anggota yang berjaga sehingga berhasil diamankan.

Kamis, 7 Febrari 2019, delapan orang divonis mati dalam sidang di Pengadilan Negeri Palembang. Letto Cs dinilai mafia dan merusak generasi serta tidak ada yang meringankan, sehingga hukuman maksimal yakni dijatuhi hukuman mati. (***)

sumber: sindonews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Petugas Subdit 1 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengamankan dua orang pelaku penyalahgunaan narkoba. Keduanya ialah musisi pencipta lagu Yanto Sari juga aransemen musik, dan Romy Patti Selano alias Ade.

“Iya benar kita amankan dua orang bernama Yanto Sari (musisi dan pencipta lagu) dan seorang lagi bernama Romy Patti Selano alias Ade (aransemen musik),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono Rabu, 6 Januari 2019.

Dian Hermawan Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kolong Ranjang, Pemilik Rumah Minggat, Ini Kronologinya

Rupiahku Sayang, Rupiahku yang Malang

Argo menjelaskan, penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat adanya transaksi narkoba di depan ruko Puri Sentra Niaga Jalan Seulawah Blok D No.63, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.

Selain Ayam, Ternyata Jengkol Juga Bisa Dibikin Jengkol Geprek Cabai Hijau Loh

Dari tangan pencipta lagu Goyang Nasi Padang dan Ade, polisi mengamankan sisa sabu hingga dua buah handphone.

Tips Atasi Dinding Rembes dan Jamuran saat Musim Hujan

 

 

“Di sana mereka kita amankan dengan barang bukti satu buah cangklong bekas pakai sabu 0,0125 gram neto dalam bungkus rokok, satu plastik sedotan, satu buah korek api gas, dan dua HP plus simcard,” ujarnya.

Dalam kasus ini, polisi masih mengejar pelaku lainnya. “Kita masih dalami kasus ini ya,” pungkasnya. (***)

sumber: galamedianews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – Satres Narkoba Polres Bandung meringkus seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial ST karena menjadi pengedar ganja yang didapat dari suaminya dari dalam lapas. Selain ST, polisi juga menangkap dua pelaku lain HT dan AT.

Kapolres Bandung Indra Hermawan menjelaskan pengungkapan bermula dari laporan warga mengenai peredaran ganja di Soreang. Tim yang dipimpin Kasat Narkoba AKP Wahyu Agung langsung bergerak dan berhasil menangkap ketiga pelaku.

Duh Lagi-lagi Artis Ditangkap Polisi Terkait Narkoba, Ini Artisnya

“Kita dapat barang bukti 4 KG ganja dari ST dan 4 ons dari dua pelaku lainnya,” ujar Indra via telepon, Ahad, 3 Februari 2019.

Hasil penyelidikan terungkap jika ketiga pelaku dikendalikan oleh mantan suami ST yang merupakan napi salah satu lapas di Bandung. Sementara ganja didapat dari seorang bandar di Jakarta.

Terkait Penundaan Gaji Pegawai PT Pos Indonesia, Ini Kata Manajemen

Indra mengatakan ST mau dikendalikan oleh mantan suaminya karena ingin rujuk kembali. Sang suami mengisyaratkan mau rujuk asalkan ST menuruti perintahnya.

“Motifnya, kan bahwa (ST) ceritanya mau dikawin lagi. (Mereka) Sudah cerai, nah katanya kalau kamu mau dikawin lagi harus mau ikuti petunjuk saya,” katanya.

Berantas Jentik Nyamuk, TNI-Polri dan Perangkat Desa Gandeng Puskesmas Bagikan Bubuk ABATE

Seluruh hasil penjualan ganja diberikan oleh ST kepada mantan suaminya. Sementara ST mendapat upah Rp 500 ribu yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan kedua anak buah pernikahan mereka dulu.

Dari hasil pemeriksaan sementara, ST mengaku sudah tiga bulan mengedarkan ganja. Pertama kali ia berhasil mengedarkan 15 KG ganja, sementara aksi kedua 4 KG ganja digagalkan kepolisian.

Kasus DBD Kerap Terjadi di Perkotaan dengan Tingkat Permukiman yang Cukup Padat, Apa Saja Penyebabnya?

“Dia ambil barang dari Tol Soroja. Ganja dari mobil dibawa pakai motor oleh ST. Dia bawa pakai kresek supaya kaya orang belanja, tidak ada yang curiga,” ucapnya.

Setelah mendapat ganja tersebut, ST membuat jadi paket kecil. Ia kemudian menjual dengan cara COD atau pembeli datang langsung ke rumahnya.

Akibat perbuatannya ST dan kedua pelaku lain dijerat Pasal 114 ayat (2) dan 111 ayat (2) UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pedangdut Caca Duo Molek diringkus polisi terkait kasus kepemilikan narkotika pada Jumat, 11 Januari 2019.

Caca diringkus di kamar Apartemen Batavia, Jalan KH Mas Mansur, Jakarta Selatan bersama tersangka lainnya bernama Chandra.

Laju Kurs Rupiah Tertahan di Angka Rp 14.048

“Di lokasi ini kami mendapatkan barbuk satu buah cangklong bekas pakai berisi sabu netto 0,0466 gram, 0,5 butir ecstasy dan satu tutup botol bong terpasang sedotan,” kata Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Suwondo Nainggolan saat dikonfirmasi, Senin, 14 Januari 2019.

Polisi juga mengamankan satu tersangka lain, yaitu Yahya Ansori Nasution. Yahya diamankan di Hotel Maharaja, Jakarta, Kamis,10 Januari 2019 pukul 12.30 WIB.

Divonis 4 Tahun Penjara dan Denda Rp 800 Juta, Roro Fitria Nangis

Polisi kemudiam mengeledah rumah Yahya di Jalan Pramuka, Jakarta dan mendapatkan sejumlah barang bukti berupa satu klip sabu bruto seberat 0,75 gram, satu buah bong dan satu buah cangklong.

Kemudian, satu klip sabu bruto seberat 0,78 gram, satu klip sabu bruto seberat 0,83 gram, satu klip sabu bruto seberat 0,98 gram, satu klip sabu bruto seberat 0,77 gram dan satu klip sabu bruto seberat 0,94 gram.

ALAMAK!! Jennifer Dunn Ditangkap lagi karna Kasus Narkoba

Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menambahkan, pengungkapan kasus itu berawal dari informasi masyarakat tentang adanya perdagangan dan penyalahgunaan narkotika di Hotel Maharaja.

“Hasil interogasi Yahya, barang bukti didapat dari DPO (Bro) pada Rabu, 9 Januari 2019, didistribusi ke Chandra dan Caca dan menggunakannya bersama,” ungkap Argo.

Argo mengatakan, barang bukti berupa sabu didapat dari Yahya dengan membeli seharga Rp 900 ribu dan BB ecstasy didapat dari salah satu tempat hiburan pada 7 Januari 2019.

“Dilakukan pemeriksaan laboratois kepada Caca, dengan hasil cek urine awal positif meth. Cek urine rambut dan darah sedang diproses,” tandas Argo. (***)

sumber: suara.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sigli – Petugas menggagalkan upaya penyelundupan sabu dari seorang penjenguk bernama Nurleli (46), yang hendak menjenguk suaminya di Rutan Kelas II-B Sigli, Aceh. Aksi Nurleli ketahuan oleh petugas bernama Nurul Rahmah.

Berdasarkan informasi yang diberikan Kepala Rutan Kelas II-B Sigli, Mathrios Zulhidayat Hutasoit, penggagalan penyelundupan terjadi pada Senin, 31 Desember 2018 Nurleli digagalkan menyelundupkan sabu di area pengamanan pintu utama.

“Berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika diduga jenis sabu oleh salah satu pengunjung perempuan yang hendak membesuk suaminya pada hari Senin, tanggal 31 Desember 2018, sekitar pukul 12.30 WIB, di area Pengamanan Pintu Utama (P2U) Rutan Kelas II-B Sigli,” kata Mathrios dalam keterangannya, Rabu, 2 Januari 2019.

Penggagalan penyelundupan dimaksudkan untuk menciptakan suasana kondusif di rutan. Penggeledahan barang haram tersebut bertujuan mengantisipasi gangguan keamanan rutan.

“Pelaksanaan kegiatan peningkatan kewaspadaan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban serta pencegahan penggunaan dan peredaran gelap narkotika di Rutan Kelas II-B Sigli adalah dengan melakukan penggeledahan rutin/insidental di area pengamanan pintu utama (P2U) dan meningkatkan kontrol terhadap blok dan kamar hunian warga binaan pemasyarakatan,” ujar Mathrios. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Satu minggu lebih sudah Steve Emmanuel mendekam di rumah tahanan (Rutan) terkait kasus penyelundupan narkotika jenis kokain setelah ditangkap pihak kepolisian pada Jumat, 21 Desember 2018.

Kini Steve Emmanuel masih mendekam di balik jeruji besi Polres Metro Jakarta Barat, setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasihan, Alami Gizi Buruk Bayi 11 Bulan Ini beratnya Tak Sampai 5 Kilogram

Meski statusnya selebriti, rupanya Steve Emmanuel tak mendapatkan perlakuan khusus dari pihak kepolisian terkait tempat tahanannya.

Dirinya tetap berbaur dan satu sel dengan tahanan narkoba lainnya yang berhasil ditangkap pihak kepolisian.

Jelang Kelahiran buah Hatinya, Seorang Ibu Ditemukan Tewas Menggantung, Ini yang Terjadi dengan Bayinya

Bahkan menurut salah satu polisi jaga Rutan Polres Metro Jakarta Barat, kini Steve Emmanuel satu sel dengan tahanan lainnya.

“Nggak ada yang khusus dong, dia di dalam itu satu sel dengan 8 sampai 10 tahanan,” ungkap salah satu polisi jaga saat berbincang dengan Grid.ID di Polres Metro Jakarta Barat, Ahad, 30 Desember 2018.

Memang di dalam sel yang ditempati Steve Emmanuel terlihat beberapa orang mengenakan baju tahanan berwarna oranye yang tengah terbaring.

Hal itu bisa terlihat melalui kamera pengintai yang berada di ruangan yang tak jauh dari sel.

Tips Liburan Aman dan Nyaman dengan Kendaraan Pribadi dari Daihatsu

Ia menempati kamar sel nomor tiga.

Seperti diketahui, penangkapan Steve bermula saat orang tak dikenal melaporkannya ke Polres Metro Jakarta Barat terkait adanya barang mencurigakan yang dibawanya dari Belanda pada 11 September 2018 lalu.

Setelahnya polisi langsung bergerak dan mendalami laporan tersebut, sehingga pada 21 Desember 2018 kemarin Steve berhasil diamankan di kediamannya, Kondominium Kintamani, Jakarta Selatan.

Dari kediamannya itu, polisi juga berhasil menemukan tiga barang bukti, yakni 1 plastik klip besar yang berisi narkotika jenis kokain hydrochloride dengan berat bruto 92,04 gram.

Satu buah botol kaca yang saat itu digunakan Steve untuk menyimpan narkotika tersebut, dan satu buah alat hisap untuk narkotika jenis kokain bernama Bullet.

Atas perbuatannya, Steve Emmanuel kini dijerat dengan pasal 114 ayat 2 subsider ayat 112 undang-undang narkotika dengan ancaman pidana maksimal hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati (***)

sumber: grid.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Surabaya – Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengapreasi Tim Satgas Khusus Subdit I Ditresnarkoba atas prestasi mengungkap kasus narkoba jaringan internasional dan Lapas Malang.

Polda Jatim menangkap empat pelaku dengan barang bukti sabu-sabu seberat lebih dari 10 kilogram.

Luki menuturkan pengungkapan kasus narkoba ini dilakukan secara kontinyu di pengujung 2018 dan menjelang Tahun Baru 2019 oleh Dirresnarkoba Polda Jatim, Kombes Pol Sentosa Ginting Manik bersama anggotanya.

“Modus penyelundupan sabu dari Malaysia dibungkus kemasan makanan ringan di Bandara Juanda,” ujarnya saat acara press conference akhir tahun 2018 di Gedung Mahameru Mapolda Jatim, Jumat, 28 Desember 2018.

Adapun identitas pelaku pengedar narkoba asal Serawak, Malaysia bernama Wong Seng Ping (39) alias Toni.

Tersangka warga Negara Asing (WNA) itu tertangkap tangan menyelundupkan sabu-sabu seberat 2,8 Kilogram.

Selain itu, polisi juga menyita narkoba dari tersangka Heriyanto alias Ipank (29) warga Desa Plaosan, Kecamatan Wates Kabupaten Kediri.

Adapun barang buktinya, yakni sabu-sabu seberat 3,4 kilogram.

Lalu, anggota Ditresnarkoba Polda Jatim membongkar peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam Lapas Malang.

Polisi menangkap tersangka Edie Widjayanto (44) Jl Dr Wahidin Sudiro, Desa Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan yang terbukti menyimpan sabu-sabu seberat 3 kilogram.

Ada pula tersangka Ibnu Hajar (23) warga Tempel Sukorejo, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya yang membawa sabu-sabu seberat 512,3 gram.

“Pengungkapan kasus narkoba 10 kilogram sabu-sabu ini selama 15 hari,” jelas Luki.

Luki menuturkan, ada peningkatan jumlah pemakai narkoba cukup signifikan di Jawa Timur.

Karena itulah pihaknya akan bekerja sama dengan instansi terkait dan masyarakat untuk memberantas pengedaran narkoba di daerah Jawa Timur.

“Paling rentan pengedaran narkoba menyasar kalangan pemuda generasi penerus bangsa,” ucapnya.

Terpisah, Kabid Pemberantasan Narkotika BNNP Jatim, AKBP Wisnu Chandra menambahkan, peredaran narkoba di pengujung tahun 2018 perlu diantisipasi.

“Potensi peredaran narkoba selalu ada, apalagi saat menjelang tahun baru. Itu yang perlu diantisipasi masuknya narkotika supaya tidak masuk di Jatim,” paparnya.

Wisnu menjelaskan, maraknya peredaran narkoba saat tahun baru diduga dipicu oleh sejumlah bandar yang mencoba-coba memanfaatkan momen.

“Tahun baru petugas sibuk melakukan pengamanan sehingga diduga lengah dan bisa saja kecolongan dimanfaatkan si pengedar narkoba,” kata dia. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tanjungpinang membekuk tiga oknum anggota Polres Tanjungpinang. Ketiga oknum tersebut, yaitu Bripda MF, Briptu BS, Brigadir LM, ditangkap karena diduga sebagai pengedar pil ekstasi.

Kasatresnarkoba Polres Tanjungpinang AKP R Moch Dwi Ramadhanto melalui Kaur Bin Ops Satresnarkoba Ipda Fajar Bittikaka membenarkan adanya tiga oknum polisi yang ditangkap. Ketiga oknum itu ditangkap pada Rabu 26 Desember 2018 malam.

Orang pertama yang ditangkap adalah Bripda MF di Kafe Lumino, Tanjungpinang Kota. Kemudian Bripda BS dan Brigadir LM ditangkap di asrama polisi Jalan Rumah Sakit, Tanjungpinang Barat. “Memang benar kita ada menangkap tiga oknum polisi yang berdinas di Polres Tanjungpinang,” kata Fajar saat ditemui Satresnarkoba Polres Tanjungpinang, Jumat, 28 Desember 2018.

Fajar menjelaskan, penangkapan ketiga oknum tersebut berdasarkan hasil pengembangan kasus pengungkapan dua pelaku narkoba. Kedua pelaku sebelumnya menerima barang pil ekstasi dari oknum polisi bersangkutan.

“Hasil dari pengembangan tangkapan warga sipil, mereka bicara yang mengarah kepada ketiga oknum. Jadi, mereka penjual pil inex itu,” ujar Fajar.

Dia menjelaskan, ketiga orang ini punya peran masing-masing. Ada sebagai penjual dan penyimpan narkotika. Saat ini ketiga pelaku telah ditahah sel tahanan Mapolres Tanjungpinang guna pemeriksaan lebih lanjut. “Memang patut diduga mereka sebagai pengedar. Yang jelas kita tidak pandang bulu untuk memerangi narkoba,” ujar Fajar. (***)

sumber: sindonews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Artis sinetron Steve Emmanuel, ditangkap Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat karena kasus kepemilikan dan penyelundupan narkotika.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Heryadi.

“Benar, Steve kami tangkap karena tengah kedapatan kepemilikan dan menyelundupkan narkoba,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Heryadi saat dihubungi via telfon, Rabu, 26 Desember 2018.

Rencananya kasus Steve Emmanuel akan dirilis esok hari pada Kamis, 27 Desember 2018.

“Sampai saat ini, Steve masih kami periksa lebih lanjut. Besok (Kamis) kita akan rilis,” lanjut Kombes Pol Hengki Heryadi.

Steve ditangkap di lobby apartemen Kondominium Kintamani A/17/6 RT 001/ 014 Kelurahan Pela Mampang Kecamatan Mampang Prapatan Jakarta Selatan pada Jumat, 21 Desember 2018.

Iya betul kita tangkap Jumat malam kemarin,” tutur Hengky.

Hingga kini Steve Emmanuel masih dalam pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Barat. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Roro Fitria akhirnya divonis lantaran kasus narkoba. Ia dinyatakan bersalah dan dihukum empat tahun penjara dan denda Rp 800 juta karena disebut sebagai pengedar.

Walhasil Roro pun menangis di meja pesakitan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hakim Ketua, Iswahyu Widodo, pun mengadili Roro Fitria sebagai berikut:

1. Menyatakan terdakwa RF terbukti secara sah meyakinkan melakukan tindak pidana, memiliki narkotika bukan tanaman.

2. Menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun dan denda sebesar Rp 800 juta dengan ketentuan jika tidak dibayar diganti pidana penjara 8 bulan.

3. Masa tahanan dikurangi sepenuhnya.

4. Menetapkan terdakwa berada di dalam tahanan.

5. Memerintahkan barang bukti berisikan kristal warna putih 1,5998 gram netto, 1 unit hp, buku tabungan, atm bca dikembalikan ke Roro, membebankan biaya perkara Rp 5 ribu.

Usai itu sambil menangis Roro pun langsung dijemput petugas kejakasaan unjuk dibawa ke ruang tahanan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Anggota DPRD Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Oktavianus Holo ditetapkan menjadi tersangka terkait sabu. Dia ditangkap bersama seorang wanita.

“Ketangkap sama perempuan salah seorang,” kata Kanit II Satuan Narkoba Polres Jakbar AKP Arief Oktora di Mapolres Jakbar, Rabu, 26 September 2018.

Urine teman wanita Oktavinius itu juga positif sabu. Wanita itu masih diperiksa polisi.

Arief mengatakan Oktavianus mengenal wanita tersebut di Jakarta. “Teman lamanya kenalan di Jakarta,” ujarnya.

Pengedar bernama Umay atau UR, yang memasok sabu ke Oktavianus, juga sudah ditangkap. Dia ditangkap tak jauh dari hotel di Tamansari, tempat Oktavianus dibekuk.

“Jadi dia beli ke UR kemudian ketangkap, kita tangkap lagi UR, dekat penangkapan anggota Dewan,” ujarnya.

Umay atau UR merupakan residivis kasus narkoba. Dia baru bebas tahun lalu.

“Sudah dua tahun lebih jual. Dia residivis narkoba. Keluar kasus tahun 2017. Kasus narkoba juga,” tuturnya.

Polisi saat ini masih memburu bandar yang memasok sabu ke Umay atau UR. Polisi yakin segera menangkap bandar itu.

“Kita lagi nyari yang jual ke UR. Kami yakin dalam waktu dekat akan menangkap bandarnya,” ucapnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Keluarga Ahmad Albar kembali tersandung kasus narkoba. Setelah sebelumnya Fachri Albar ditangkap Satuan Narkoba Polres Metro Jaya pada awal Februari 2018, kini giliran Ozzy Albar yang berurusan dengan kepolisian.

Penangkapan Ozzy Albar dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

“Iya (ditangkap narkoba),” kata dia Rabu, 12 September 2018.

Meski membenarkan, Argo belum bisa menjelaskan secara detail terkait penangkapan tersebut. Dari informasi yang diperoleh, Ozzy Albar ditangkap di kawasan Jakarta Selatan, pada Selasa, 11 September 2018 malam.

Saat ini Ozzy Albar tengah menjalani pemeriksaan mendalam oleh pihak kepolisian terkait kepemilikan narkoba.

“Tertangkapnya di Jalan Walter Monginsidi, Jakarta Selatan,” kata Argo. (***)

sumber: liputan6.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Mandailing –  Badan Narkotika Nasional memusnahkan ladang ganja di Pegunungan Tor Sihite, Dusun Banjar Julu, Desa Banjar Lancat, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, Jumat, 31 Agustus 2018.

Penindakan yang dilakukan BNN ini dipimpin Direktorat Narkotika Deputi Bidang Pemberantasan bekerjasama dengan BNN Provinsi Sumatera Utara, BNN Kabupaten Mandailing Natal, Polres Mandailing Natal, serta Kodim 0212 TS.

Dalam penindàkan ini, setelah tim memusnahkan barang bukti tanaman ganja, lalu tim terus berupaya untuk membuat bekas lahan untuk dialihfungsikan dengan tanaman produktif yang bermanfaat (Alternative Development),

Terkait sinergitas tersebut, Direktorat Narkotika Deputi Bidang Pemberantasan BNN yang dipimpin langsung oleh Direktur Narkotika BNN, Brigjen Pol. Drs. Victor J. Lassut, MM, didampingi oleh Penyidik Utama Dit. Wastahti BNN, Kombes Pol. Iwan Eka Putra serta Kombes Pol. Jacksen dan Kombes Pol. Ghiri dari Bareskrim Mabes Polri, beserta instansi terkait lainnya yang turut hadir pada kegiatan ini kembali melakukan pemusnahan ladang ganja seluas ± 3,5 Ha di dua titik berbeda, titik pertama seluas 1,5 Ha dan titik kedua seluas 2 Ha. Rata-rata tinggi tanaman ganja tersebut bervariatif antara 1 meter persegi hingga 2,5 meter persegi, dengan rincian 1 meter persegi terdapat 6 batang ganja yang apabila di konversi hasil tanaman ganja tersebut berjumlah 122,5 Ton ganja basah.

Pemusnahan ladang ganja ini merupakan kegiatan rutin dari Direktorat Narkotika BNN di Tahun 2018 ini. Ladang ganja dengan total luas sekitar ± 3,5 Ha ini, pertama kali ditemukan dan terdeteksi melalui citra satelit di titik koordinat N 00°42.551°, E 099°45.730° pada ketinggian 1136 MdPL (titik pertama),  dan di titik koordinat N 00°42.605°, E 099°45.665° pada ketinggian 1145 MdPL (titik kedua),
yang kemudian ditindaklanjuti oleh petugas BNN melalui proses penyelidikan.

Perjalanan yang sangat terjal dan berliku ini diikuti oleh sekitar 92 orang yang berasal dari personil gabungan serta membutuhkan waktu untuk pergi dan pulang sekitar 8 jam 30 menit dengan berjalan kaki untuk mencapai titik koordinat yang telah ditentukan tersebut.

Menurut Brigjen Pol. Victor J. Lassut saat memberikan arahan kepada para personil gabungan mengatakan, Narkotika jenis ganja yang terdapat di Kabupaten Mandailing Natal ini cukup banyak peminatnya khususnya untuk wilayah Provinsi Sumatera Utara dan sekitarnya.
Beliau menambahkan, sangat mengapresiasi para anggota personil gabungan yang ikut berpartisipasi dalam operasi gabungan ini demi anak bangsa yang terbebas dari korban penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dan mengucapkan terima kasih kepada para warga sekitar yang turut membantu atas terlaksananya kegiatan ini. (*)

sumber: humas bnn

NARKOBA

Selasa | 07 Agustus 2018

Duh Anak SD Jadi Bandar Sabu

MEDIAKEPRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengaku prihatin seorang anak sekolah dasar (SD) menjadi bandar narkoba jenis sabu. Mereka meminta sekolah lebih mengawasi anak didiknya.

“Sebenarnya ada Dinas Kesehatan yang bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan kita lakukan rencana dan kegiatan strategis narkoba dan AIDS di semua SKPD, termasuk di Dinas Pendidikan,” kata Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal alias Daeng Ical di Makassar, Selasa, 7 Agustus 2018.

Khusus di Dinas Pendidikan, Pemkot Makassar telah memberikan pembekalan khusus kepada guru bimbingan dan konseling (BK) untuk melakukan monitoring langsung kepada anak didik mereka di sekolah.

“Kita latih mereka untuk bimbingan konseling anak-anak murid jika terjadi perubahan perilaku dan sikap untuk misalnya anak-anak baik baik tiba-tiba dia suka menyendiri,” terangnya.

Untuk kasus yang melibatkan anak SD yang menjadi bandar narkoba di wilayah Tallo, Daeng Ical mengatakan mengaku sangat prihatin atas kejadian ini.

“Tentunya kami sangat prihatin atas kejadian ini. Bandar kan dulu mensasar usia-usia produktif sekarang mereka masuk ke anak-anak sekolah hingga sekolah dasar,” terangnya.

“Kita intensifkan lagi kepala-kepala sekolah untuk melakukan razia ke anak-anak didiknya,” pungkasnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Tio Pakusadewo divonis oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sembilan bulan rehabilitasi. Ia pun mengucap syukur saat mendengar hal tersebut.

“Alhamdulillah bersyukur. Saya hanya bisa bersyukur pada Allah SWT”

Kepada anak-anak saya, teman-teman saya, sahabat-sahabat saya, SMP, SMA, kuliah. Allahu Akbar! Makasih banyak,” ucapnya usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 24 Juli 2018

“Saya nggak punya apa-apa untuk membalasn.ya,” lanjutnya.

Tio Pakusadewo menyebut, masalahnya yang menimpanya ini menjadi sebuah pelajaran berharga dalam hidupnya. Aktor kawakan itu bahkan memiliki janji kepada dirinya sendiri agar tidak mengulangi kesalahannya lagi.

“Iya dong (jadi pelajaran). Pasti dong. Saya punya janji untuk diri saya sendiri,” pungkasnya.

Tio bakal menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO), Cibubur, Jakarta Timur. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat meringkus presenter Reza Bukan karena kedapatan memakai narkoba jenis sabu.

“Kami telah melakukan penangkapan terhadap seorang yang berprofesi sebagai presenter dan artis, atas nama DE alias RB, Deron Eka alias Reza Bukan,” ujar Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat, AKBP Erick Frendriz, dalam konferensi pers di Kantor Polres Jakarta Barat, Ahad, 1 Juli 2018

Reza Bukan ditangkap di rumahnya, Perumahan Casa Jardin, Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Sabtu, 30 Juni 2018 dini hari.

Reza dicokok setelah pulang kerja dari satu stasiun televisi.

Polisi menemukan barang bukti 3 paket narkoba seberat 0.19 gram.

“Barang buktinya dapat dilihat di depan, 3 paket beserta alat-alatnya, ada bong, sedotan, korek,” ujar Erick. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Artis Jennifer Dunn mendapat vonis 4 empat tahun penjara dan denda Rp 800 juta, dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 25 Juni 2018.

Saat mendengar vonis itu, Jennifer Dunn pun menunjukkan ekspresi kaget.

Hal itu diceritakan oleh kuasa hukum Jennifer Dunn, Pieter Ell.

Pieter mengungkap bagaimana reaksi kliennya terhadap putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Menurut Pieter, Jennifer terkejut mendengar dirinya divonis empat tahun penjara dan denda Rp 800 juta.

“Pasti kaget, ekspresinya macam-macam,” ungkap Pieter saat ditemui usai .

Pieter juga menceritakan reaksi Jennifer sesaat setelah vonis itu dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Jakarta Selatan Riyadi Sunindyo Florentinus.

“Tadi awalnya itu di dalam setelah putusan itu tiba-tiba menoleh ke kami tim kuasa hukum. Seolah tidak percaya dengan putusan,” ujar Pieter.

Untuk sementara pihak Jennifer masih pikir-pikir untuk langkah yang akan diambil berikutnya.

“Nanti kita lihat putusan lah. Mudah-mudahan ada yang berubah. Kita akan nyatakan sikap paling lama tujuh hari dari sekarang. Empat tahun itu kan sama saja dengan piala dunia berikut,” paparnya.

Dua Hal Memberatkan

Sebelum menjatuhkan vonis pada artis peran Jennifer Dunn, Ketua Majelis Hakim Riyadi Sunindyo Florentinus mengungkap dua hal yang memberatkan hukuman Jennifer.

Yang pertama, Jennifer dinilai sudah beberapa kali terlibat kasus narkoba.

“Yang memberatkan, terdakwa pernah dihukum dengan narkotika. Dan sebelum nya juga sudah bersinggungan dengan narkoba,” ujar Ketua Majelis Hakim Riyadi Sunindyo Florentinus di Ruang Sidang Utama, Pengadilan Jakarta Selatan, Senin 25 Juni 2018.

Berikutnya, sebagai publik figur Jennifer yang dikenal masyarakat dinilai memberikan contoh yang buruk.

“Melihat animo media di persidangan, terdakwa mengaku sebagai ibu rumah tangga, tetapi semua orang dianggap tahu bahwa terdakwa adalah publik figur,” kata Riyadi.

“Maka dengan perbuatan terdakwa yang berhubungan dengan narkotika, dikhawatirkan menjadi contoh yang tidak baik di masyarakat,” imbuh Riyadi.

Tak hanya hal-hal yang memberatkan, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan juga mengungkap hal yang meringankan dari persidangan Jennifer.

“Hal meringankan, terdakwa bersikap sopan di persidangan, terdakwa menyesali perbuatannya, terdakwa mempunyai tanggungan berupa suami dan juga anak,” ujar Riyadi. (***)

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Jennifer Dunn mengaku telah membuang bong, yang ia gunakan bersama rekannya Tya untuk mengonsumsi sabu-sabu karena lantaran takut ketahuan suaminya, Faizal Harris.

Hal itu diungkapkan Jennifer dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 14 Mei 2018.

Ternyata saat penggerebekan, di kolong kamar tidur Jennifer polisi menemukan sedotan bekas sabu-sabu.

“Kayaknya ini (sedotan) terjatuh deh,” kata Jennifer.

Mendengar jawaban itu, Hakim Riyadi Sunindyo Florentinus lantas kembali mencecar Jennifer.

“Tapi keterangan saudara di sini ‘cara saya memindahkan sedotan hingga berada di kolong tempat tidur, yang saya letakkan di selipan antara kayu tempat tidur dan kasur kami. Karena takut suami saya tahu’,” kata Riyadi membacakan BAP milik Jennifer.

“Iya benar pak, jadi saya panik mendengar mobil suami saya dan sedotan terjatuh lalu saya selipin,” Jennifer berkilah.

Majelis hakim pun meminta Jennifer untuk kembali menegaskan.

“Berlanjut-lanjut saudara ini. Sedotan itu tadi Anda bilang jatuh, kalau terselip itu memang sengaja disembunyikan berarti,” ungkapnya.

“Iya karena tahu terjatuh, lalu saya selipkan,” jawab perempuan yang akrab disapa Jeje itu.

Jennifer pun menerangkan “Pas suami saya mau sampai. Sebelumnya dia kan telepon, dia bilang mau sampai dan minta dibukakan pagar. Pas saya bukakan, ada gerobak sampah, saya lempar (buang),” paparnya.

Jennifer didakwa tiga pasal sekaligus yakni Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 1 jo Pasal 132 ayat 1, dan pasal 127 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Dari pasal tersebut Jennifer diancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.(***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jember – Seorang wanita penjual minuman keras (miras) golongan A tanpa disertai cukai resmi di Jember, ditangkap Unit Reserse Kriminal Polsek Sumbersari.

Dalam penangkapan tersebut, petugas juga menemukan 6 butir pil ineks, peralatan untuk mengkonsumsi sabu dan timbangan elektrik.

Kanit Reskrim Polsek Sumbersari Ipda Eko Yulianto, mengatakan, penangkapan terhadap tersangka bernama Santi Wildani, warga Dusun Sumberwadung, Kecamatan Silo itu, dilakukan di kamar kos di Jalan Karimata Gang Golgota, Kecamatan Sumbersari Sabtu, 28 April 2018

“Dari informasi yang didapatkan dari warga, petugas segera melakukan tindakan penangkapan tersangka saat berada di kamar kosnya,” ujar Eko.

Saat ditangkap, tersangka sempat mengelak dan berbelit-belit bahkan juga hendak kabur saat didatangi petugas. Namun setelah didesak dan disertai bukti yang ada, tersangka tak dapat lagi mengelak.

Dalam penggeledahan yang dilakukan petugas, didapati barang bukti 10 botol miras golongan A berbagai merek, peralatan hisap sabu, uang hasil penjualan, dan 6 butir pil ineks.

“Tersangka juga target penangkapan polisi karena menjual minuman keras golongan A berkadar minimal 40 persen tanpa izin dan tidak disertai pita cukai resmi,” tegas Eko.

Dari pengakuan tersangka, lanjut Eko, miras tersebut dijual kepada para mahasiswa di lingkungan kampus dan Jember kota. Miras dan inex itu diperoleh tersangka dari seorang pemasok di Bali.

“Untuk menguatkan bukti tambahan, polisi juga melakukan tes urine kepada tersangka. Dari tes tersebut, diperoleh hasil, urine tersangka positif mengandung metafitamin dan zat lainnya,” ungkap Eko.

Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 pasal 114 junto pasal 112 tentang pengedaran dan pemakaian narkotika. Dengan ancaman penjara 15 tahun.

“Sementara untuk penjualan miras, akan dijerat dengan pasal tindak pidana umum. Saat ini polisi melakukan pengembangan kasus, karena diduga tersangka merupakan anggota jaringan penjual minuman keras golongan A bajakan, dan pengedar pil ineks di wilayah Jember,” pungkas Eko. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jember – Sepasang remaja di Jember diamankan polisi di Jember, Jumat, 27 April 2018 dini hari.

Pasangan remaja berinisial MK dan AE itu ditangkap karena kedapatan menenggak minuman keras oplosan di halaman belakang sebuah Madrasah Tsanawiyah di Kecamatan Umbulsari.

Kapolsek Umbulsari, AKP Sunarto menceritakan, keduanya diamankan polisi yang sedang melakukan patroli dinihari.

“Anggota kami memergoki sepasang muda mudi sedang berduaan di tempat sepi. Setelah didekati, ternyata mereka sambil pacaran sedang melakukan pesta miras oplosan di belakang sekolah itu,” terang AKP Sunarto.

Kepada polisi, MK mengaku adalah siswa SMA dan AE adalah siswi SMP.

Minuman keras yang minum adalah alkohol 70 persen dicampur dengan suplemen energi.

Barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya adalah, satu botol plastik kosong air mineral besar bekas oplosan alkohol 70 persen, botol plastik kosong bekas kemasan alkohol 70 persen, dan tiga sachet plastik bekas minuman suplemen.

Agar tidak meresahkan masyarakat, kedua tersangka digelandang ke Polsek Umbulsari, keduanya melanggar pasal 492 KUHP tentang mabuk di muka umum.

Karena keduanya masih pelajar, polisi tidak melakukan penahanan badan, tetapi hanya dikenakan wajib lapor. Orang tua pelaku dipanggil dan keduanya menjalani pembinaan dan rehabilitasi.

“Karena pelaku ini adalah di bawah umur dan termasuk tipiring, jadi harus wajib lapor kita panggil orang tuanya, kita terangkan ini lo anak anda kepergok, biar para orang tua lebih intens mengawasi anaknya, selanjutnya pelaku dibina dan direhabilitasi” pungkas AKP Sunarto. (***)

sumber: surya.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID – Badan Narkotika Nasional kembali mengungkap kasus peredaran narkotika jaringan Malaysia-Indonesia.

Dalam pengungkapan ini, BNN menyita 20 kilogram narkotika jenis sabu bersama tiga orang tersangka yang menjadi kurir.

Pengungkapan diawali dengan menangkap dua tersangka di SPBU Jalan Lintas Timur, Kecamatan Ukui, Kabupaten Palalawan, Riau.

Dari tangan kedua tersangka, petugas menyita sabu seberat 10 kilogram yang disembunyikan di rangka mobil. Lalu, polisi menangkap satu tersangka lain di rumah kawasan Dumai, Pekanbaru dan menemukan 10 kilogram sabu.

Menurut rencana, narkoba akan diedarkan ke Lampung dan Jawa, dan diketahui dikendalikan peredarannya oleh Warga Negara Indonesia di Malaysia. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Mantan Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi), Gatot Brajamusti diputus bersalah atas kasus asusila terhadap anak di bawah umur. Pembacaan vonis digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa 24 April 2018.

“Menyatakan terdakwa Gatot Brajamusti alias Aa Gatot Brajamusti telah terbukti secara sah dan meyakinkan terdakwa melakukan tindak pidana pembujuk anak melakukan persetubuhan dan lain-lainnya,” kata Ketua Majelis Hakim Irwan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan,Selasa, 24 April 2018.

Majelis memvonis Gatot dengan hukuman sembilan tahun penjara, dan denda Rp200 juta dalam kasus perbuatan asusila anak di bawah umur. Gatot dinyatakan terbukti bersalah telah menyetubuhi anak berinisal CT, yang pada saat kejadian belum genap 17 tahun.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama 9 tahun dan denda Rp 200 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar, maka diganti pidana kurungan 6 bulan,” kata Ketua Majelis Hakim Irwan membacakan surat putusan.

Gatot kemudian diberikan waktu satu minggu untuk menanggapi vonis tersebut. Hari ini sesungguhnya Gatot diagendakan masih harus menjalani sidang kasus kepemilikan senjata api dan satwa liar. Akan tetapi, sidang beragenda tanggapan JPU atas pleidoinya harus ditunda.

Sebelumnya, pria yang akrab disebut Aa Gatot itu tersandung kasus pelecehan seksual. Gatot dilaporkan dua orang perempuan pada September tahun lalu. Salah satu korban berinisial CT masih berusia 16 tahun saat itu.

Kedua perempuan tersebut mengaku diperkosa Gatot setelah dicekoki asfat, yang belakangan diketahui merupakan narkotik jenis sabu.

Dalam kasus asusila ini majelis hakim menilai Gatot terbukti melanggar Pasal 81 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP. (***)

sumber: galamedianews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – Sebanyak 11 warga Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat tewas usai menenggak minuman keras oplosan. Total jumlah korban miras oplosan 27 orang, sebagian masih dirawat di RS Cikopo, Cicalengka.

Dari informasi yang dihimpun detikcom, Minggu (8/3/2018) dalam kejadian itu, 11 orang dinyatakan tewas, sembilan orang masih dirawat, enam orang dipulangkan ke rumahnya masing-masing dan satu orang dirujuk ke RS Hasan Sadikin.

“Meninggal 11 orang, masih ada beberapa yang kritis dan beberapa orang yang dirawat,” kata Humas RSUD Cikopo Cicalengka Evi Sukmawati di Ruangan UGD.
Baca juga: Sejumlah Warga Dikabarkan Tewas, Toko Miras di Cicalengka Digeruduk

Pihaknya masih belum dapat memberikan data pasti. Pasalnya masih ada pasien yang dirawat. “Kami belum dapat berikan data lengkap, yang jelas dari 27 itu, 11 orang tewas,” ungkapnya.

Evi menambahkan, penyebab kematian korban diduga telah mengkonsumsi minuman keras dengan kandungan alkohol tinggi.

“(Hasil pemeriksaan) katanya ada kandungan alkohol konsentrasi tinggi dan zat lain yang ditambahkan,” ujar Evi.

Dari seluruh korban yang dirawat, Evi menyebutkan ada sejumlah korban yang sudah bisa pulang dan dinyatakan sehat.

“Ada beberapa pasien yang pulang, kurang lebih lima orang. Masih dirawat 10 orang, satu kritis lagi ditangani di ruangan intensif dan ada yang dirujuk satu orang ke RSHS,” pungkasnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kepala BNN Irjen Heru Winarko menyebut ada 26 jaringan narkotika yang menjadi target BNN saat ini. BNN tak segan menindak tegas anggota-anggota dari 26 jaringan itu.

“Target kita ada 26 kurang lebih sindikat jaringan narkotika yang kita coba terus lakukan pemberantasan dan tentu kalau mereka melawan kita tindak tegas,” kata Irjen Heru di gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Senin, 26 Maret 2018.

Heru menjelaskan sebagian dari 26 jaringan itu masih berkaitan dengan jaringan narkoba Freddy Budiman. Ada pula sebagian yang sudah berkembang menjadi jaringan baru.

Heru menerangkan para jaringan-jaringan itu bekerja dengan sangat rapi, saling menutup jaringan satu dengan yang lain. Mereka terkadang saling kerja sama dalam mengedarkan narkoba.

“Memang jaringan ini cukup kompleks mereka saling menutup dan kerjasama tergantung kepentingan mereka, ini yang kita lihat dan kita harus jeli lihat ini,” jelasnya.

Menurut Heru, ke depan semua harus siap menghadapi ancaman peredaran narkoba yang semakin lama semakin berkembang. Heru mengatakan BNN akan terus berkoordinasi dengan seluruh instansi dalam memerangi narkoba.

“Ke depan kita semua, kita juga koordinasi dengan semua instansi-intansi yang ada,” ucapnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Ternyata Dhawiya yang kini dalam tahanan Polda Metro Jaya lantaran narkoba sudah dijenguk keluarga sebanyak dua kali. Menurut pengakuan ibunda, Elvy Sukaesih, Dhawiya selalu meminta maaf dan ridho kepadanya.

“Pertama Dhawiya nangis, terus dia bilang, ‘mama, adik minta ridhonya, maafin ya, ma. Aku sudah ngecewain mama, maafin Dhawiya, mama’. Pastinya dia juga menyesal,” ujar Elvy di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin 26 Maret 2018.

Menurut sang kakak, Fitria Sukaesih, Dhawiya adalah korban narkoba. Memang diakui kepadanya, sang adik menggunakan narkoba untuk menurunkan berat badan. Namun kini, Dhawiya sadar perbuatannya salah.

“Dhawiya juga korban, ini bukan maunya dia untuk seperti itu, di kehidupan ini dengan segala tipu dayanya harus bisa disikapi dengan baik. Kita semua pasti sedih kenapa ini bisa terjadi. Dia bilang awalnya itu dia terobsesi untuk buat kurus, cuma itu awalnya,” timpal Fitria Sukaesih dalam kesempatan yang sama.

Kendati demikian, Elvy pun selalu menasihati sang anak bahwa narkoba itu tak pandang bulu.

“Aku bilang masih banyak jalan yang lain, banyak sekali memang kita lihat korban narkoba itu, nggak muda, nggak tua, bisa menimpa siapa aja, yang sakit semua yang jadi korban semoga bisa direhab,” ungkap Elvy.

Yang membuat Elvy Sukaesih makin sedih juga adalah mengenai status Dhawiya yang belum menikah. Ia berharap masalahnya cepat selesai.

“Tapi kan Dhawiya belum menikah, masih ada amanat juga sama papanya makanya Insya Allah doain supaya cepat selesai, supaya bisa beraktivitas kembali, bisa tenang,” pungkas Elvy Sukaesih. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pekanbaru – Dinding penjara tidak membuat jera RWF (29). Meski baru divonis 10 tahun, pria ini memesan ganja 800 gram yang diselundupkan dalam box speaker dari balik bui.

Penyelundupan ganja ini dibongkar oleh Polres Indragiri Hilir (Inhil) Riau. Kapolres Inhil, AKBP Christian Rony mengungkapkan RWF tercatat sebagai penghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II A Tembilahan Ibukota Inhil.

“Napi ini baru divonis pengadilan hukuman 10 tahun penjara dalam kasus narkoba. Dari dalam penjara, dia masih bisa pesan ganja,” kata Rony, Sabtu 24 Maret 2018.

Rony menjelaskan, kasus pengiriman paket ganja dari Pekanbaru tujuan penghuni LP ini diungkap pada Jumat 23 Maret 2018.

Melalui Kasatres Narkoba, AKP Bachtiar, mendapatkan informasi akan ada pengiriman ganja lewat jasa pengiriman paket. Dari informasi tersebut, tim melakukan penyelidikan di lapangan. Seseorang inisial Ah, (31) datang ke tempat loket ekspedisi untuk mengambil paket tersebut.

“Ketika Ah diamankan dengan barang bukti satu paket dalam bentuk box, langsung dilakukan pemeriksaan. Setelah paket dibuka, ternyata kotak speaker itu di dalamnya ada dua paket ganja seberat 800 gram,” kata Rony.

Saat dilakukan pemeriksaan, kata Rony, Ah mengaku hanya diperintahkan untuk mengambil paket tersebut. Ah menyebut dia diminta mengambilkan paket tersebut untuk diberikan RFW yang ada di LP.

“Ah mengaku dia tak tahu apa isi paket tersebut. Menurut yang menyuruhnya bahwa paket dari Pekanbaru itu hanya berisikan pakaian,” kata Rony.

Dari keterangan Ah yang hanya diperintahkan, kata Rony, akhirnya tim mendatangi LP. Setelah berkoordinasi pihak LP, akhirnya dilakukan penggeledahan di sel RWF. Satu unit HP disita dari RWF.

“Padahal sepekan yang lalu saat RWF sidang kasus narkoba, dia juga kedapatan membawa sabu. Kepemilikan sabu masih diproses, sekarang terlibat lagi dalam kepemilikan ganja,” kata Rony.

“Kini RFW dan Ah, masih kita amankan di Mapolres untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut,” tutup Rony. (***)

sumber: detik.com

Hasil pemeriksaan, Jennifer Dunn dinyatakan normal

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Usai berkas dinyatakan lengkap oleh kejaksaan, pagi ini Kamis 15 Maret 2018 sekitar pukul 10.45 WIB, Jennifer Dunn (Jedun) jalani pemeriksaan kesehatan di Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya. Hal ini dilakukan sebelum dia dibawa ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Pantauan Republika, di ruang tunggu Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, pihak dari Bidokkes Polda Metro Jaya memeriksa tekanan darah Jedun. Jedun pun tampak menggunakan make up, namun wajahnya terus tertunduk.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, kondisi Jedun normal. “Sebelum diserahkan (ke kejaksaan), dilakukan pemeriksaan dokter, hasilnya yang bersangkutan normal,” ujar dia saat ditemui di Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Kamis 15 Maret 2018.

Dengan kondisinya yang dinyatakan normal, kepolisian siap menyerahkan tersangka dan barang bukti. Ada pun barang bukti yang diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan berupa pipet dan ponsel.

Untuk diketahui, Polda Metro Jaya menangkap artis Jennifer Dunn di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan pada 31 Desember 2017 malam. Jennifer diamankan lantaran kepemilikan shabu-shabu sebanyak 0,5 gram yang diperolehnya dari tersangka FS.

Selain barang bukti sabu, polisi juga memiliki barang bukti berupa percakapan Jedun dengan FS. Bahkan pengakuan FS, Jennifer telah memesan sabu sebanyak 10 kali sepanjang 2017. Sedangkan Jennifer sendiri membantah.

Menurutnya, dia hanya tiga kali memesan shabu kepada FS. Penyidik telah mengkonfrontir Jennifer dengan FS .

Saat itu, usai dilakukan konfrotir tersebut, kasus Jedun pun sudah memasuki tahap pemberkasan. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Polres Metro Jakarta Barat menangkap pengedar Narkoba jenis baru, Pentylone. Pentylone tersebut berbentuk kapsul sehingga bisa langsung diminum atau dilarutkan dengan air putih.

“Ini mengakibatkan adanya stimulan, kemudian halusinasi, euforia berlebihan dan insomnia,” ucap Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jalan Letjen S Parman, Jakarta Barat, seperti dikutip dari detikNews.

Dihubungi oleh detikHealth melalui pesan singkat, dr Hari Nugroho dari Institute of Mental Health Addiction And Neurosience (IMAN) menjelaskan Pentylone sejenis stimulan yang masih derivat dari cathinone dan termasuk new psychoactive subtances (NPS) meski zatnya bukanlah zat yang baru. Di banyak negara zat ini tergolong dalam golongan I zat psikotropika.

“Efeknya mirip dengan zat-zat stimulan lainnya, misalnya bikin paranoia, agitasi atau susah tidur,” ujar dr Hari.

Master Candidate in Addiction Studies di King’s College London ini menjelaskan tentu saja riset awal mengenai zat tersebut digunakan untuk tujuan mencari pengobatan.

“Tapi kemudian seperti biasa para bandar-bandar narkoba, memanfaatkan publikasi-publikasi ilmiah tersebut dengan cara yang salah, ‘meracuni’ masyarakat dengan memasarkannya sebagai narkoba,” pungkasnya. (***)

sumber: detik.com