VIRAL

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tangerang – Muhammad Saputra, seorang anak berusia 12 tahun ini harus berjuang mencari nafkah untuk keluarga usai kedua orangtuanya meninggal pada 2018 silam.

Dengan menggunakan sepeda, Putra berkeliling sambil menjual cilok buatan Ratini tetangganya. Meski berjualan cilok, Putra tak meninggalkan bangku sekolah.

Saat ini duduk di kelas 3 SDN Jurang Mangu Timur I, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan. Melihat umurnya yang sudah 12 tahun, Putra seharusnya sudah kelas 6 SD.

 

“Sempat putus sekolah waktu bapak sakit, jadinya berhenti. Jadi kelas 3 lagi, ketinggalan pelajaran,” kata Siti Juleha (17), kakak Putra Rabu 14 Februari 2019.

Saat itu Putra terpaksa mencari uang dengan cara mengamen di kawasan Ciledug.

“Sering kak lagi ngamen gitu disangka ada bosnya, padahal mah ngamen sehari-hari buat makan, bantuin kakaknya buat beli susu,” ujar Leha sambil menggendong adik kecilnya yang baru berusia 10 bulan.

Setelah ayahnya meninggal pada Mei 2018 lalu, barulah Putra berjualan cilok yang dibuat tetangganya.

Ayah putra meninggal akibat sakit paru-paru. Sedangkan ibunya meninggal setelah melahirkan adiknya yang paling kecil.

Kakanya Leha tidak bekerja karena harus menjaga adik bungsu yang kini berusia 10 bulan.

Leha dan putra juga memiliki adik yang masih TK.

Akhirnya bisa sekolah lagi

Melihat Putra yang terpaksa putus sekolah untuk berjualan cilok, ibu-ibu di lingkungan rumahnya tergerak hatinya untuk membantu.

Mereka mengusulkan kepada para relawan-relawan untuk bersedia membantu Putra bisa sekolah kembali.

Akhirnya, sebuah organisasi non-pemerintah bernama Sekolah Relawan di Depok menghampiri kediaman Putra dan menawarinya untuk bersekolah kembali.

Seluruh keperluan Putra untuk bisa kembali mendapatkan pendidikan yang layak dibiayai oleh relawan tersebut. Putra mengaku senang akhirnya bisa bersekolah kembali.

“Senang, bisa ketemu teman-teman lagi,” kata Putra sambil tersenyum sumringah.

Meskipun lebih tua dari teman-temannya yang lain, ia tak malu dan tetap semangat untuk datang ke sekolah setiap harinya.

Tapi Putra tidak memungkiri terkadang ada saja teman-teman di sekolah yang mengejeknya karena ia seorang pedagang cilok.

Namun, ejekan tersebut hanya dianggap Putra sebagai angin lalu. Bahkan tanpa merasa malu, tak jarang ia membawa cilok dagangannya ke sekolah.

“Di sekolah ada juga teman-teman yang beli,” ujar si pejuang cilik ini.

Banting tulang di malam hari dan harus kembali bersekolah ketika siang membuat Putra tak bisa berbohong dan mengakui ia terkadang merasa lelah.

Bahkan tak jarang ia ditegur gurunya karena kedapatan terlambat datang atau mengantuk saat proses belajar mengajar.

Meskipun sering dimarahi ia tetap mengagumi sosok gurunya yang selalu ramah dan sabar ketika memberikannya ilmu. “(Gurunya) baik, suka bercanda,” ujar Putra.

Putra berharap dia bisa terus mengeyam pendidikan sambil terus membantu menghidupi kakak dan adik-adiknya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Gresik – Tidak hanya menantang guru, siswa yang ada di video yang viral di medsos, juga merokok di dalam kelas. Belum diketahui cerita utuh tentang kejadian tersebut.

Video itu memperlihatkan seorang siswa yang tiba-tiba saja memegang kepala gurunya.

Sambil memegang kepala guru, dia juga mendorongnya ke belakang. Kemudian siswa bertopi tersebut berdiri di depan gurunya.

Gedebug! Tak Disangka Itu Suara Orang Terjatuh dari Lantai 6

Adegan selanjutnya adalah siswa bertopi tersebut memegang kerah sang guru. Si siswa lalu bertingkah seperti hendak memukul gurunya berkali-kali dengan tangan.

Lokasi kemudian berpindah ke depan kelas. Di dekat meja guru, si siswa benar-benar memegang kerah sang guru dan bersiap hendak memukulnya. Dia juga terlihat membentak dan memaki sang guru.

Kenali Gejala Demam Berdarah pada Bayi, Ini Tandanya

Setelah puas ‘mengerjai’ gurunya, siswa itu kembali ke tempat duduknya. Dengan santainya dia duduk di atas meja. Sedetik kemudian dia menyelipkan sebatang rokok di mulutnya. Satu hisapan disertai kepulan asap keluar dari mulut si siswa.

Siswa lain di dalam kelas sepertinya tak ada yang peduli dengan kekurangajaran temannya terhadap guru. Mereka tak bertindak apa-apa. Yang mereka lakukan hanyalah tertawa saja.

Duh Artis Ini Lepas Hijab Tepat Dihari Ulang Tahunnya

Kasus ini sudah diselidiki polisi. Dan polisi telah memanggil pihak-pihak terkait untuk dilakukan mediasi.

“Kami menyayangkan adanya kejadian itu yang kemudian videonya viral.

Untuk itu kami akan menyikapinya. Terlebih sudah ada laporan,” ujar Kapolsek Wringinanom AKP Supiyan saat dihubungi detikcom, Ahad, 10 Februari 2019.

Lehernya Ditebas Pakai Parang, Aswani Tewas Mengenaskan Gara-gara Hutang

Supiyan mengatakan polisi mempunyai hak untuk menyikapi kejadian tersebut di samping Dinas Pendidikan juga mempunyai hak serupa. Penanganan kejadian tersebut bisa dikoordinasikan.

“Tentu harus kami sikapi, apalagi di dalam dunia pendidikan ada perlakuan seperti itu. Kalau Dinas Pendidikan tidak melakukan upaya, ya kepolisian harus proaktif,” terang Supiyan.

Menurut Supiyan, sebagai tindaklanjut penyelidikan, saat ini polisi telah memanggil pihak-pihak yang terkait dengan video tersebut.

“Para pihak terkait akan kami undang ke mapolsek terkait dengan kejadian tersebut,” tandas Supiyan. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Adi Saputra, pria yang viral karena merusak sepeda motor saat ditilang polisi di Jalan Letnan Soetopo, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis, 7 Februari 2019, kini sudah diamankan.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan mengatakan, kendaraan yang dirusak Adi bukanlah miliknya.

Kisah Sedih Sebelum Tajirnya Atta Halilintar

“Adi Saputra sudah diamankan di polres dengan kasus (pasal) 480,” ujar Ferdy di Mapolsek Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat, 8 Februari 2019.

Adapun, Pasal 480 KUHP mengatur tentang tindak pidana penadahan.

Ancaman hukuman tindak pidana ini bisa dipenjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak Rp 900.

Hebat! Mahasiswa Ini Ubah Minyak Jelantah Jadi Karbol Ramah Lingkungan

Sebelumnya, Adi mengamuk saat ditilang polisi di Jalan Soetopo, Serpong, Tangerang Selatan.

Ia ditilang karena membuat sejumlah pelanggaran.

Kasat Lantas Polres Tangerang Selatan AKP Lalu Hedwin mengatakan, Adi melawan arus, tidak menggunakan helm, tidak dapat menunjukkan SIM, serta STNK.

Ini Kisah Ibu Rumah Tangga, dari Tukang Urut hingga Akhirnya Nekat Menculik 2 Balita Sekaligus

“Pelanggaran lalu lintas yang dilakukan melawan arus, tidak menggunakan helm, tidak dapat menunjukkan SIM, tidak membawa STNK,” kata Lalu.

Ketika akan ditilang, Adi mengamuk dan merusak motor yang dikendarainya.

Edan, Anak Kandung Diajak Mesum dengan Bapak Tiri di Kamar Mandi

Dalam video yang beredar luas di media sosial, tampak seorang pria mengenakan kaus putih membanting-banting motor.

Terlihat juga seorang wanita tidak jauh dari tempat kejadian.

Wanita itu seperti meminta si pria untuk berhenti melakukan tindakannya.

Kondisi bagian samping sepeda motor yang dirusak pengendaranya, Andi Saputra (21), karena tak terima ditilang polisi di putaran Pasar Modern BSD, Tangerang Selatan.

Namun, pria itu tetap menghancurkan motor dan menarik bodi motor hingga terlepas.

“Saat ini barang bukti telah diamankan di Satlantas Polres Tangerang Selatan,” ucapnya.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 7 Februari 2019 pukul 06.36.

Peristiwa berawal saat anggota Satlantas Polres Tangsel bernama Bripka Oky menghentikan pelanggar yang berusaha melawan arus karena menghindari petugas yang sedang mengatur lalu lintas di putaran Pasar Modern BSD.

Bripka Oky lalu menilang pelanggar bernama Adi Saputra tersebut.

Kemudian, sang pelanggar marah dan membentak-bentak petugas serta merusak kendaraannya sendiri.

Adi Saputra diketahui merupakan warga Kotabumi, Lampung Utara, Lampung. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lombok Utara – Kisah bocah 9 tahun di Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, menjadi viral.

Aksinya mengantar ibunya yang sakit ginjal stadium akhir ke rumah sakit seorang diri mengundang simpati banyak orang.

Terkait kisah mengharukan bocah yang tak diketahi namanya itu, akun Instagram @makassar_iinfo mengunggah lima foto.

Siapa Sangka Atraksi Melempar Bayi di Udara Itu Membuat Pasutri Ini Ditangkap Polisi, Ini kata Facebook

Dalam foto itu terlihat bagaimana si bocah memijiti kaki ibunya.

Ini kutipan secara utuh status akun yang kerap memajang foto-foto viral itu (tentunya dengan sedikit perbaikan).

“Kisah seorang anak yatim. Tidak terbayang anak 9 tahun, sudah bisa naik motor, membonceng ibunya yang mengidap penyakit ginjal stadium akhir ke RS.

Dian Hermawan Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kolong Ranjang, Pemilik Rumah Minggat, Ini Kronologinya

“Dia pun mengurus administasi RS, menebus obat ke apotek tanpa pendampingan orang dewasa.

“Mandiri, kuat, tangguh, bertanggung jawab, penyanyang…

“Semoga lelahmu merawat ibu seorang diri jadi amal jairiahmu.”

Nah di foto terakhir dari lima foto itu, terdapat tangkapan layar status seseorang yang mengaku sebagai Sunisa Fujiyanti.

Dia mengaku mengenal bocah pemberani tersebut.

“Saya tahu anak dan ibu ini, dulu waktu masa tanggap bencana (gempa Lombok) beberapa kali ditangani dan dirawat tim relawan medis Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) ndi RS Lapangan,” ujarnya.

Dia juga mengaku pernah bertemu dengan bocah tersebut.

Ketika itu nenek si bocah yang sakit jantung meninggal dunia, sementara Sunisa mengantar tim BSMI untuk memeriksa kesehatan ibunya.

Dari pengakuannya kita juga akhirnya paham bahwa ibu si bocah memang harus cuci darah tiap dua pekan sekali ke RSUD Tanjung.

“Anak ini cerdas dan berani,” lanjutnya.

Menurutnya, bocah ini bercita-cita menjadi dokter agar bisa mengobati orang yang sakit seperti ibu dan neneknya di masa depan.

“Semoga ada donatur atau orangtua asuh atau beasiswa yang akan membantu si adik mewujudkan cita-citanya,” tutupnya.

Selain mendapat banyak komentar positif, postingan tersebut juga menarik kembali memori masa kecil beberapa pengguna media sosial.

Salah satunya adalah pemilik akun @lisainjung8.

Dalam kolom komentar dia merefleksikan apa yang pernah terjadi padanya di saat kecil dulu.

“Saya dari kecil,” tulisnya, “urus urusan sekolah, kampus, dan beasiswa sendiri karena yatim dari kecil.”

Dia memang masih punya ibu, tapi ibunya buta huruf.

“Alhamdulillah status ini lebih menguatkan diri saya dan lebih sayang ibu karena dia berjuang sendirian menghidupi kami,” tutupnya. (***)

sumber: grid.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Sebuah video hubungan intim siswi SMA di Kalimantan Barat membuat geger masyarakat.

Video tersebut cepat menyebar luar dari satu HP ke HP lainnya lewat grup-grup WhatsApp (WA) dan media sosial lainnya.

Sutradara Video Mesum Tante vs Bocah ‘Melantur’, Polisi Periksa Kejiwaannya

Dalam video yang beredar, pemeran wanita diduga masih berstatus siswi SMA.

Wanita itu memakai kaus biru dan training bertuliskan sebuah SMA Negeri di Kalbar.

Suami Ini Ketahui Istrinya Selingkuh setelah Video Mesum Beredar via Media Sosial

Video viral cewek muda dan pria dewasa sedang berhubungan layaknya suami istri itu berdurasi 2 menit 57 detik.

Hingga kini aparat kepolisian setempat belum menindaklanjuti peredaran video mesum yang meresahkan para orangtua itu.

Video mesum dengan pemeran seorang cewek mengenakan baju olahraga sebuah SMA di Kalbar tersebut mulai beredar sejak Jumat 1, Februari 2019 dan masih viral hingga hari ini, Ahad, 3 Februari 2019.

Penyidik Senior KPK Mengutuk Aksi Penyerangan Pegawai KPK yang Sedang Bertugas, “Jahat”

Dalam video viral itu, pemeran wanita mengenakan switer biru tua sedangkan di bagian bawah mengenakan celana training biru kombinasi biru muda.

Dalam training terdapat tulisan biru bertuliskan SMAN 1 di satu kabupaten di Kalimantan Barat.

Adapun pemeran pria mengenakan celana pendek abu-abu.

Tampak jelas, pemeran pria jauh lebih dewasa dari pemeran wanita.

Sekilas, tempat pasangan ini berhubungan berada di bagian luar sebuah bangunan.

Sekelilingnya terdapat pepohonan dan tidak tampak ada bangunan lain.

Keduanya tampak leluasa melakukan adegan layaknya hubungan suami istri di dekat pagar besi.

Sepertinya, pemeran pria berinisiatif merekam adegan mereka menggunakan ponsel.

Di bagian akhir, pemeran pria mengambil ponselnya untuk mengakhiri rekaman.

Belum diketahui kapan dan di mana video ini direkam.

Hanya saja beredarnya video ini sudah meresahkan masyarakat. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Ogan Ilir – Sempat viral video oknum Lurah Timbangan yang diduga melakukan praktik pungutan liar (pungli).

Dugaan pungli dilakukan saat seorang wanita hendak mengurus suatu surat perizinan.

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @brimob_oganilir pada Rabu, 30 Januari 2019.

Astaga, Datang ke Ruang IGD, Remaja Ini Minta Disuntik Mati,

Air Susu Dibalas Air Tuba, Alfin Tega Dorong dan Tusuk Ibu Kandungnya

Dalam video tersebut, lurah yang memakai berbaju putih meminta biaya administrasi secara terang-terangan.

“Nah, pengantar sudah ada, sekarang aku mintai adm 50,” seru lurah tersebut.

“Adm itu pribadi bapak?” tanya seorang wanita.

“Oke, pribadi aku,” jawabnya singkat.

Tetapi orang yang merekam merasa keberatan atas permintaan Lurah Timbangan tersebut.

“Adm itu buat bapak, masyaallah pak, mana ada gaji lurah kurang pak?” tanya suara di balik video.

“Ini kan bukan aku pilih kasih. Ini kan izin dagang,” jawab lurah tersebut.

Di akhir video, lurah tersebut meninggalkan wanita yang minta izin itu.

Diketahui oknum lurah tersebut berinisial AB.

Bupati Kabupaten OI HM Ilyas Panji Alam mencopot jabatan AB atas praktik pungli yang dirinya jalankan.

Prosesi pemberhentian dan pengangkatan jabatan berlangsung Kamis 31, Januari 2019 pukul 14.00 di ruang rapat Bupati OI di Komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Tanjung Senai Indralaya.

Kini dirinya disposisi sebagai penata pelaksanaan Kesbangpol Linmas.

Ilyas juga berpesan kepada seluruh jajarannya untuk menerima pemberian atas jabatan yang melanggar Undang-Undang.

“Ini yang sangat saya sesalkan kejadian seperti ini walaupun nilainya hanya Rp 50 ribu. Ini merupakan tugas kita sebagai Aparatur Sipil Negara. Karena kita sudah digaji oleh negara. Masih untung uangnya belum diterima. Kalau sudah diterima itu sudah masuk ke ranah gratifikasi,” ujar Bupati HM Ilyas Panji Alam. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, – Pak polisi dan bu guru ini sukses membuat siswa di sebuah SMA terhibur.

Ditonton ratusan murid di halaman sekolah, polisi bertubuh agak tambun itu jago berjoget.

Lebih Baik Sakit Hati Daripada Sakit Gigi

45 Menit Terbang, Pilot Umumkan Pesawat harus Kembali ke Bandara Soetta

Tak mau kalah, guru perempuan berhijab itu juga menunjukkan kemampuannya meliuk-liuk seperti artis India.

Sepertinya, pihak kepolisian memiliki agenda di sebuah SMA di Tebing Tinggi Sergai, Sumatera Utara.

Video tersebut menyedot perhatian warganet.

Tubuh polisi dan guru itu begitu lentur mengikuti irama lagu India.

Lagu berjudul Bole Chudiyan dalam film Kabhi Khusi Kabhie Gham itu sangat pas bagi pasangan joget itu.

Ditambah tingkah polah sang polisi yang pandai melucu, membuat suasana di halaman sekolah itu begitu ceria.

Kegaduhan semakin menjadi-jadi ketika pak polisi dan bu guru melakukan gerakan-gerakan menari seperi artis India.

Meski diiringi dengan alat musik sederhana namun tak mengurangi keseruan aksi joget keduanya.

Sorak sorai murid bergemuruh ketika sang polisi pura-pura mencari kutu guru wanita itu.

Pada akhir lagu, polisi itu mengajak seorang siswi berjoget bersama.

Tak hanya itu, polisi itu juga mengajak bu guru untuk duet.

Layaknya akhir sebuah pertandingan, pak polisi memilih siswi itu dan membiarkan bu guru keluar dari tempat berjoget.(***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Surabaya – Sebuah video viral menarik perhatian para warganet, terutama di Malang. Seorang cewek terekam video sedang naik motor laki dan mengikuti balap liar.

Lumrahnya balap liar, peserta tidak mengenakan pakaian balap yang layak dan kendaraan yang aman. Namun joki yang belakangan diketahui bernama Jesika Amelia Belbi ini tidak hanya mengenakan jumpsuit dipadu kaos hitam, tetapi juga memakai sandal berhak tinggi.

Dikenakan Bayar Bagasi Rp 671 Ribu, Bukannya Membayar, Calon Sarjana Ini Pulang Ambil Parang

Paris Van Javanya Indonesia Ada di Kota Bandung

Tak hanya itu, ia menjadi satu-satunya peserta perempuan di ajang balap liar tersebut. Lawannya para joki pria dengan tunggangan yang tak kalah sangar.

Video pun direkam dari sudut pandang penonton, yang tentu tergugah untuk mengabadikan keberanian Jesika.

Akhir Menyedihkan “Bikini Climber” Gigi Wu Tewas Setelah Jatuh ke Jurang

Saat balap dimulai, Jesika memacu motornya meninggalkan garis start. Dua motor rivalnya sudah melaju lebih dahulu, baru Jesika menyusul di belakang.

Namun nahas. Kabarnya motor yang ditumpangi Jesika oleng dan menabrak joki lainnya. Jesika pun tersungkur keluar arena balap, termasuk menabrak gundukan tanah di pinggir arena.

Video ini pun cepat viral di media sosial. Bahkan sejumlah grup komunitas Facebook di Malang ramai membicarakan aksi Jesika yang berujung jatuh dari atas motor ini.

Komentar juga membanjiri postingan video Jesika tersebut. Banyak di antaranya yang menyayangkan aksi nekat Jesika, apalagi motor yang ditungganginya diketahui hasil meminjam.

Kejadian itu disebutkan membuat Jesika mengalami luka. Beruntung sejumlah orang segera membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Polisi yang dimintai keterangan terkait aksi balap liar yang kabarnya kerap digelar di kawasan GOR Ken Arok, Kota Malang itu pun segera menelusuri aksi ini. Ditambah lagi memang banyak laporan keresahan dari masyarakat tentang GOR Ken Arok yang kerap dijadikan arena balap liar.

“Tadi sudah kami laksanakan patroli, tapi sampai sore tidak ada balap liar di lokasi kegiatan,” ungkap Kasat Lantas Polres Malang Kota AKP Ari Galang Saputro

Karena aksi balap liar ini tak terlacak, teka-teki tentang sosok Jesika yang sebenarnya juga masih misterius.

Pun tidak diketahui dengan pasti kapan balap liar itu digelar. Namun pada hari Selasa, 22 jANUARI 2019, Jesika melalui akun Facebooknya menyatakan kondisinya sudah pulih. Tak lupa ia menuliskan ungkapan kecaman kepada orang-orang yang telah menghinanya karena insiden terjatuh tersebut.

“Gae seng ngilok” no aku, ndek kene awas yo aku wes waras, sakiki tak pantau ae ark e (Bagi yang mengolok saya, disini, awas ya, aku sudah sembuh dan mulai sekarang akan saya pantau anaknya),” tulis Jesika. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Sejumlah WNA yang belum diketahui identitasnya nekat naik ke Gunung Anak Krakatau (GAK). Foto-foto mereka kemudian viral di media sosial. Mereka diperkirakan berangkat dari sebuah dermaga di Carita, Pandeglang.

Menurut salah seorang warga Pulau Sebesi, Umar, yang biasa mengantar wisatawan ke Krakatau, mengatakan ada dua alternatif untuk berangkat ke Anak Krakatau, yakni dari Carita dan Lampung.

Danramil 02/Juwana Berikan Materi Wasbang Kepada Pelajar SMPN 1 Juwana

Pada 17-18 Januari lalu, ia melihat ada boat di belakang Pulau Sebesi. Boat itulah kemungkinan yang membawa WNA tersebut.

“Ada dua alternatif (pemberangkatan), ada yang dari Lampung, biasanya kayak begitu dari Anyer-Carita, kalau dari Lampung terdeteksi dengan kita boat-nya,” kata Umar saat dimintai konfirmasi via sambungan telepon, Selasa, 22 Januari 2019.

Tak Lama Lagi Saipul Jamil Bebas

Tak diketahui persis jumlah WNA yang menginjakkan kaki di Anak Krakatau. Namun, sepengetahuannya, ada 5-7 orang. Umar memperkirakan, selain WNA, sudah ada beberapa wisatawan yang mendekati Anak Krakatau, meski otoritas terkait melarang mendekati gunung tersebut dalam radius 5 km.

“Tapi memang kemarin saya lihat tu ada boat keluar dari Pulau Sebesi waktu sebelum kemarin ya sekitar tanggal 17-18 itu, saya lihat kok ada boat apakah dari Krakatau, kayaknya bukan dari bule itu aja sih yang sudah menginjakkan kaki di situ kayaknya, sebab ininya itu (pemberangkatan) dari Carita, mungkin baru ketahuan bule itu aja yang menginjakkan kaki di sana,” tuturnya.

Ini resiko Terburuk Jika Terlalu Lama Duduk

Meski demikian, ia tidak mau berkomentar banyak soal WNA yang memang diantar oleh guide lokal untuk menuju Krakatau. Dia menduga guide yang mengantar WNA tersebut sedang ketakutan.

“Saya nggak berani komen kalau itu mah (guide pembawa WNA), lagi gawat ini,” ujarnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sragen – Warung mie ayam seharga Rp 2.000 mendadak ramai diperbincangkan warganet di media sosial Facebook.

Warung mie ayam tersebut di Jalan Dukuh Gondang RT 37, Desa Grasak, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Pemilik warung mie ayam menceritakan awal merintis bisnisnya.

Dengan Tegas, Wanita Ini Perintah Jokowi dan Prabowo Diam dan Melarang Bicara, Ini Sosoknya

Rika Septi Anadewi dan suaminya, Febriana Trilaksono merupakan pemilik warung mie ayam Rp 2.000 itu.

Rika menceritakan, ada kisah sedih di balik alasannya berjualan mie ayam Rp 2.000.

Saat itu, sang anak ingin minta uang jajan Rp 2.000, namun Rika dan suami tak mampu memenuhi permintaan sang anak.

BMKG Merilis Adanya Gelombang Pasang di Perairan Indonesia pada Empat Hari Kedepan, Masyarakat Diminta Waspada

“Sedih, nelangsa. Ketika anak minta uang jajan Rp 2.000 saja, saya nggak bisa ngasih,” ujar Rika meneteskan air mata.

Lebih lanjut, Rika menjelaskan, sebelum berjualan mie ayam Rp 2.000, ia sempat ikut membantu keluarganya berjualan.

“Dulu saya ikut bantu jualan bulik (tante) di dekat MTs 1 Gondang. Karena anak saya nggak ada yang jagain, ya sudah saya jualan di rumah saja,” ujar Rika, Jumat, 18 Januari 2019 sore.

Rika mendapat resep bumbu mie ayam dari mertuanya.

Tak hanya dia dan bulik, mertua dan kakak Rika juga berjualan mie ayam di tempat masing-masing.

“Alhamdulillah nggak rugi. Bulek saya yang berjualan mie ayam malah iri dengan laba yang saya dapat,” jelasnya.

Rika mengaku hanya bermodal Rp 100.000 pinjaman dari neneknya.

Sehari Rika mampu menjual 100 porsi mie ayam.

Dia biasa membeli mie kering di pasar dekat rumah, mereknya Eko.

Sehari rata-rata Rika membeli 10 pak.

Adapun daging ayam sehari habis 2 hingga 3 ekor.

Dia pun mendapatkan laba bersih rata-rata Rp 70.000 setiap hari.

“Saya menjual Rp 2.000 biar anak-anak juga bisa beli. Apalagi anak muda hingga orang tua,” ujarnya.

Rika pun mengaku sering mendapat cibiran dari warganet karena harga mie ayamnya yang lebih murah dibanding mie ayam pada umumnya.

“Mie ayam apa itu cuma Rp 2.000, mencurigakan. Pasti ayamnya ayam mati,” jelas Rika sambil membacakan komentar di Facebook.

Ketika dibilang kalau ayamnya hidup, mie-nya akan habis dimakan atau dipatuk ayam, dia pun tertawa.

Kendati demikian, Rika mengaku senang karena usahanya lancar dan ia bisa tetap merawat anaknya di rumah.

“Dulu saya bikin hanya satu panci, itu saja habis Alhamdulillah. Sekarang 3 panci besar kadang kurang,” jelasnya.

“Yang penting saya tidak rugi. Bisa jualan, jaga anak, bisa beliin jajan anak,” terangnya.

Saat ini Rika belum memiliki warung mie ayam.

Rika hanya melayani pembeli di dalam rumahnya yang sederhana.

Pelanggan biasa memesan lebih dulu via Whatsapp, kemudian akan mengambil setelah jadi.

Tak ubahnya sistem bayar di tempat (COD) dalam penjualan online.

Namun, Rika berencana akan segera membuka warung mie ayam di depan rumahnya.

Dia sudah mulai membeli mangkok, wadah kecap, meja, dan kursi.

“Kurang bersih-bersih, belum sempat. Suami saya masih bekerja,” paparnya.

Seorang pelanggan, Fira (31) mengatakan, ia berlangganan mie ayam buatan Rika karena rasanya enak dan harganya pun murah.

“Harga murah rasa enak. Mie ayam porsi kecil dengan harga segitu sudah cukup. Kualitasnya bagus harganya juga bagus,” papar dia.(***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Video kericuhan yang terjadi di pesawat Garuda Indonesia rute Hong Kong – Jakarta viral di media sosial. Dari video tersebut terlihat penumpang ribut dengan penumpang lain, sehingga awak kabin menurunkan penumpang tersebut.

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan menjelaskan memang ada kericuhan yang terjadi di pesawat Garuda Indonesia di Bandara International Hong Kong pada Kamis, 27 Desember 2018.

Suami-Istri Terduga Kasus Suap Pejabat KemenPUPR Resmi Ditahan dan Mengenakan Rompi Berwarna Orange

“Kericuhan ini terjadi saat proses boarding penerbangan GA 863 rute Hong Kong – Jakarta. Penumpang yang duduk di kursi nomor 40 K menimbulkan keributan karena kakinya terinjak oleh anak kecil,” kata Ikhsan dalam siaran pers, Sabtu, 29 Desember 2018.

Dia menambahkan ada tiga petugas cabin crew yang berusaha menenangkan dan melerai penumpang.

“Ternyata penumpang tersebut sedang dalam keadaan mabuk, serta tercium bau alkohol saat penumpang berbicara,” jelasnya.

“Bongkar” Cuma Ada di Indonesia, Krishna Murti: Sepakbola Milik Orang-orang Kupret

Ikhsan menyampaikan atas dasar pertimbangan tersebut, untuk alasan keamanan dan kenyamanan penumpang lain maka Pilot in Command memutuskan untuk menurunkan penumpang tersebut dari pesawat. Dia menambahkan penumpang juga sempat melakukan perlawanan sehingga mengharuskan Pilot in Command melakukan tindakan tegas.

Menurut dia apa yang dilakukan oleh awak pesawat telah sesuai dengan prosedur dan tindakan awak pesawat untuk menurunkan/offload penumpang tersebut semata mata untuk menjaga agar aspek safety dan kenyamanan penumpang selama penerbangan dapat terjaga.

“Awak pesawat juga telah melakukan koordinasi dengan petugas keamanan di bandara Hong Kong atas kejadian tersebut,” jelas dia. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bangkok – Bocah asal Thailand ini mencuri atensi karena warna bola matanya yang tak biasa. Ia pun jadi viral di Facebook dan memikat hati banyak netizen.

Belum lama ini sebuah unggahan video yang dipostin oleh Panatda Chumee jadi viral. Video yang telah dilihat 55 ribu kali itu pun memperlihatkan seorang bocah yang memiliki bola mata berwarna biru.

Banyak netizen yang terpesona pada bola mata bayi tersebut karena terlihat unik dan tak biasa. Beberapa dari mereka juga memujinya seperti boneka karena penampilan mata biru bayi itu.

“Siapa namamu? Kayak boneka,” komentar netizen.

“Ini mata yang indah,” tambah Sunitra Jumpa, netizen lainnya.

Warna bola mata biru yang dimiliki bocah tersebut pun menuai perdebatan. Tak sedikit netizen juga berkomentar negatif dan mengungkapkan kemungkinan bayi itu memakai lensa kontak.

Ternyata awalnya foto bayi bermata biru itu diunggah oleh seorang terapis kuku Wanida Pilachai.

Pada unggahan foto-foto bayi yang tak diketahui namanya itu, Wanida mengungkapkan bahwa bocah bermata biru itu adalah anak salah satu pelanggannya. Ia juga menambahkan kakak bayi tersebut bermata cokelat, dan di keluarganya hanya bocah itu yang memiliki warna mata berbeda. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kebanyakan wanita biasanya tak rela jika suaminya berpaling ke wanita lain atau memutuskan untuk poligami. Tapi, tidak dengan wanita asal Thailand ini yang merelakan jika suaminya mencintai wanita lain. Ia pun jadi viral setelah menceritakan alasan mengapa dirinya rela dimadu oleh tiga wanita lain.

Sempat Dilamar, Tapi Inces Lagi-lagi Batal Menikah, Ini Kata Sang Adik

Tak Ingin Acara Pernikahannya Kacau, Ge Pamungkas Tak Undang Mantan Kekasihnya

Eza Gionino Menikah, Ibu: “Dia Bukan Anak Saya Lagi”

Belum lama ini seorang wanita dengan nama akun Facebook Waraphon Pruksawan jadi perhatian publik setelah menceritakan suaminya memiliki empat istri, termasuk dirinya. Sebagai istri pertama, Waraphon membagikan foto-foto keluarga bahagia di halaman Facebooknya dan menjawab beberapa pertanyaan netizen.

Banyak netizen rupanya penasaran mengapa dirinya bisa mengikhlaskan sang suami berbagi cinta dan kasih dengan tiga wanita lain. Pada unggahannya itu, Waraphon menceritakan bahwa suaminya harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuannya sebelum menginginkan istri baru untuk keluarga besar.

Turis Milenial Lebih Luas Eksplorasi Destinasi Unggulan Bersama Wings Air

Baca Sebelum Membeli, 5 Kandungan Skincare Ini BIsa Bikin Wajah Jadi Rusak!

Baru Diluncurkan Mobil SUV Lamborghini di Indonesia, Langsung Ada yang Beli Loh

“Seperti kebanyakan wanita, saya tidak tahu harus berbuat apa. Kemudian ketika suami saya mengajukan pertanyaan untuk menikah lagi, saya harus ambil sisi positifnya,” tulis Waraphon.

Wanita yang berasal dari Bangkok, Thailand ini bahkan mengungkapkan bahwa lebih baik bagi suaminya untuk menikahi wanita lain daripada berselingkuh di belakangnya. Waraphon pun meminta para netizen untuk tidak mengkhawatirkannya.

Memilukan, Berjam-jam Jalan Kaki Sambil Gendong Bayinya, Sampai Rumah Sakit Bayinya Sudah Tak Bernyawa, Ini yang Terjadi

Kesehatan Itu Mahal Harganya, Wasir Bisa Jadi Gejala Kanker Usus Besar, Kenali Tandanya

Rutin Mengkonsumsi 7 Buah Ini untuk Mendapatkan Perut Ramping dan Sehat

“Lelaki itu lebih mirip saudara mereka daripada suami mereka,” komentar netizen.

Istimewa

Meskipun dianggap oleh banyak netizen tak masuk akal, Waraphon menuliskan bahwa ia bangga dengan suaminya karena memiliki empat istri. Faktanya bahwa mereka (suami dan empat istri) dapat hidup di bawah atap yang sama secara harmonis tanpa drama apapun. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Beberapa hari terakhir, sebuah foto yang memperlihatkan pemberitaan surat kabar soal Pegadaian yang menerima gadai produk Tupperware viral di media sosial dan di grup-grup percakapan Whatsapp.

Salah satunya diunggah oleh akun @TitisAyuningsih.

Sementara, di grup-grup percakapan, foto pemberitaan surat kabar itu disebarkan secara berantai.

Tak sedikit yang bertanya-tanya soal informasi detil mengenai gadai Tupperware ini.

Kompas.com mengonfirmasi informasi ini kepada Marketing Executive PT Pegadaian (Persero) Kanwil V Manado Marco Maramis, Kamis, 9 Agustus 2018 malam.

Ia membenarkan program gadai Tupperware.

Marco mengatakan, program ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah dan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan dana cepat.

Program ini menyasar seluruh area yang termasuk dalam wilayah V Manado, dan sudah dilaksanakan di hampir seluruh cabang di wilayah itu.

“Itu meliputi area Palu, Gorontalo, Manado, Papua, dan Papua Barat. Untuk penerimaan barang tersebut lebih baik nanti datang ke kantor cabang Pegadaian bukan di unit, ” kata Marco.

Namun, kata dia, ada beberapa outlet yang belum melakukan program ini karena masih ada kendala teknis, terutama soal tempat penyimpanan barang.

Maksimal pinjaman uang gadai Rp500.000 Marco menjelaskan, produk Tupperware dipilih karena dianggap mempunyai nilai ekonomis yang lumayan.

Selain itu, banyak rumah tangga yang menggunakan produk ini.

Program gadai Tupperware masuk dalam program gadai prima dengan maksimal uang gadai yang bisa diterima adalah Rp500 ribu.

“Gadai prima dengan bunga 0%, gadai prima itu pinjaman maksimalnya Rp500 ribu. Kalau mau lebih dari itu bisa menggunakan produk gadai yang lain,” ujar Marco.

Tupperware yang dapat digadaikan harus dalam kondisi baik dan lengkap, bisa baru atau second. “Kalau misal rantangan ya lengkap,” ujar Marco.

Persyaratan gadai ini cukup mudah, hanya dengan datang membawa produk Tupperware yang akan digadaikan ke kantor cabang dan Kartu Tanda Penduduk.

PT Pegadaian Kanwil V, kata Marco, juga telah melakukan sosialisasi soal program ini.

“Kami juga sudah ketemu dengan distributor Tupperware. Kami sudah mengadakan kerja sama dalam sisi penyampaian ke masyarakat,” kata dia.

Program ini sudah berjalan selama dua minggu, dan mulai gencar dalam satu pekan terakhir. “Sudah mulai ada yang menggadaikan, satu cabang ya udah 10 lah,” kata Marco.

Penentuan besarnya uang gadai disesuaikan dengan harga pasar dan harga produk yang digadaikan.

“Jadi nanti ada harga pasarnya, harga pasar ditentukan oleh pihak Pegadaian. Kami punya katalog dan harga second-nya, jadi bisa kami tentukan,” ujar dia.

Sementara, waktu gadai ditetapkan selama 4 bulan dan bisa diperpanjang. Setelah waktu maksimal yang diberikan tidak ada perpanjangan, maka akan dilakukan lelang terbuka. (***)

sumber: grid.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Beredar kabar di media sosial, relawan pendukung Jokowi makan bakso tapi tak membayar. Kelompok pendukung Jokowi, Projo, menyatakan kabar itu fitnah.

Informasi ini beredar di Facebook dari akun Budi Tartanto, yang menyertakan video yang memperlihatkan orang-orang di dekat bus menunggu penyajian bakso dari tiga gerobak di situ.

“Saya harap kepada Bapak-bapak yang terhormat yang ada di rombongan bus, yang ada di video ini, segera melunasi apa yang sudah dimakan, ada tujuh gerobak bakso,” tulis Budi Tartanto.

Dia sebutkan, nilai bakso dari satu gerobak sebesar Rp 600 ribu, maka dikalikan tujuh gerobak menjadi Rp 4,2 juta. Sayangnya, bakso yang dibayar baru Rp 500 ribu dan masih kurang Rp 3,7 juta. Pengusaha bakso itu dinyatakannya sebagai saudaranya dari Desa Bantuanten, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.

“Menurut informasi di lapangan, mereka akan ke Sentul. Saya harap ada penanggung jawabnya melakukan solusi, karena membuat bakso dengan modal dan niat mencari nafkah,” kata Budi.

Dia berniat akan menghapus tulisan dan video unggahannya itu bila bakso-baksonya sudah dibayar. Namun unggahannya sudah kadung viral dan disalin di akun yang lain.

Pada Ahad, 5 Agustus 2018, Budi Tartanto menulis informasi lanjutannya di grup Facebook Cilongok Bersatu. Mereka biasa menyingkatnya sebagai ‘CIBER’. Dijelaskan Budi, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Projo selaku pendukung Jokowi. Masalah sudah selesai, pihak Projo membayar bakso Rp 3,3 juta, meski yang memakan bakso tanpa bayar dinyatakan bukan anggota Projo.

“Bahwa yang melakukan itu adalah oknum dan tidak ada rekayasa dari kami selaku penjual bakso, kebetulan adalah keluarga kami komunitas CIBER (Cilongok Bersatu) berjualan di Jakarta, sudah mencapai kesepakatan, masalah ini sudah clear,” kata Budi.

Kabar sejumlah orang yang makan bakso tapi tak membayar ditegaskannya bukanlah hoax. Dikatakannya, pihak Projo meminta maaf. Ini hanya kesalahpahaman dan telah selesai secara kekeluargaan. “Dimohonkan kepada seluruh pihak tidak mempolitisir kejadian ini dan melebar ke mana-mana untuk hal bahan saling debat atau saling benci atau untuk hal-hal tujuan tertentu di luar tanggung jawab kami selaku yang sudah mencapai kesepakatan penyelesaian secara kekeluargaan,” tutur Budi.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengatakan peristiwa orang-orang makan bakso itu terjadi di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu, 4 Agustus 2018 pagi kemarin. Terlihat sejumlah bus di dekat gerobak-gerobak yang menyajikan bakso itu. Itu adalah bus yang hendak dipakai relawan Projo untuk berangkat ke Rapat Umum Relawan Jokowi di SICC, Sentul, Bogor.

Namun Budi mengatakan orang-orang pemakan bakso gratisan itu bukanlah anggotanya. Dia juga tidak tahu siapa sebenarnya orang-orang itu.

“Pokoknya itu fitnah keji. Projo tidak pernah menyakiti hati rakyat, Itu adalah penyusupan dan fitnah,” kata Budi Arie, Senin, 6 Agustus 2018.

Budi Arie tidak tahu jumlah pasti para pemakan bakso gratisan itu. Yang jelas, pihaknya sudah menutup kerugian para penjual bakso dengan uang Rp 3,3 juta.

“Teman-teman yang membayar, padahal teman-teman bilang bukan mereka yang makan. Mereka itu orang-orang yang ngaku-ngaku Projo, beli bakso, tapi nggak bayar,” tutur Budi.

Dia juga menyertakan video pernyataan dua orang penjual bakso yang ditemui Projo. Dua orang itu berasal dari pedagang Bakso Malang Berkah. Mereka justru menyatakan dukungannya untuk Jokowi.

“Ternyata ada ulah penyusup yang ingin memfitnah Projo. Kami menyatakan ini dengan sungguh-sungguh, karena kami semua adalah pendukung Jokowi dua periode,” kata satu dari dua pria itu, dalam video yang diberikan oleh Budi Arie. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Bocah perempuan berinisial A viral di media sosial kondisinya memprihatinkan lantarak tak diberi makan oleh ayah tirinya, tubuhnya kurus kering. Foto bocah tersebut viral di media sosial.

foto A telah membuat masyarakat, khususnya warga Cianjur prihatin.

Apalagi sebuah keterangan di media sosial menyebutkan, bocah tersebut telah disiksa oleh ayah tirinya dan tak diberi makan. A selama ini tinggal bersama ayah tirinya, sementara ibu kandungnya sudah 3 bulan jadi TKI ke luar negeri.

Ayah tiri A pun kini telah diperiksa oleh Polsek Agrabinta Cianjur. Sementara A telah mendapatkan perawatan di RSUD Sayang Cianjur.

“Kondisi A memang sangat memprihatinkan bahkan tadi saat dijenguk tidak bisa berbicara,” kata Kapolres Cianjur AKBP Soliyah usai menjenguk A di RSUD Sayang Cianjur, Jumat, 27 Juli 2018.

Selain itu, dari hasil kunjungan, Soliyah mendapat keterangan, nenek dan paman A tak boleh menjenguk A.

Saat ditanyakan apakah benar, A mengalami kekerasan dari ayah tirinya, Soliyah belum bisa menyimpulkan.

Sebab, kasus ini masih diselidiki.

Pihak keluarga juga sempat menolak bertemu dengan siapan termasuk jajaran Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan awak media.

Menurut Ketua Bidang Advokasi P2TP2A Cianjur Lidya Indayani Umar, penolakan itu baru pertama kalinya dialami oleh P2TP2A.

Dia pun akan berkoordinasi dengan Unit PPA Polres Cianjur untuk mencari tahu penyebabnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jember – Warga Dusun Krajan Utara, Desa Gadingrejo, Kecamatan Umbulsari, Jember, dihebohkan aksi seorang pria bernama Joko. Aksi Joko ini sempat viral di Jember karena pria 40 tahun ini tiba-tiba memahat sebuah arca di dinding lubang yang terletak di pekarangan rumahnya.

Diduga Joko menjadi seperti itu karena stres dan depresi setelah ditinggal istri beberapa bulan lalu, padahal usia rumah tangganya baru tiga bulan. Diduga, rasa frustasinya itu ia tuangkan dalam bentuk pahatan arca.

“Tiba-tiba Joko terlihat aneh. Bikin sebuah pahatan semacam arca di pekarangan di belakang rumahnya. Itu terjadi sekitar sesudah Lebaran, warga kemudian tahu dan langsung upload ke Facebook (FB) jadinya viral,” terang Susilo Wardani, bibi Joko ketika ditemui di pekarangan belakang rumah Joko, Rabu, 25 Juli 2018.

Ketika ditemui belakang pekarangan rumahnya, Joko tampak serius mengerjakan pahatan yang dibuatnya.

Ia memahat sebuah tanah yang ia sulap menjadi sebuah pahatan yang berbentuk mirip seperti arca. Wajah arca tersebut mirip seorang perempuan dan laki-laki.

Tidak hanya arca, Joko juga membuat pahatan seperti bentuk binatang. Saat ditanya, Joko tidak banyak bicara, hanya menjawab ‘bikin patung’ kepada si penanya.

Wardani menambahkan, Joko rutin memahat mulai dari pagi sampai sore.

“Bangun tidur sampai sore di pekarangan terus. DIa jadi pendiam sejak ditinggal istri,” tambah wanita yang bekerja di Balai Desa Gadingrejo Itu.

Wardani mengungkapkan Joko memang punya bakat dalam bidang seni. Sebelumnya, Joko pernah bekerja sebagai kuli bangunan di Bali.

Salah satu warga dari desa sebelah yakni Desa Paleran bernama Hasyim awalnya tidak percaya dengan postingan temannya di FB. Untuk itu ia langsung mengunjungi tempat Joko memahat arca.

“Saya kaget, kok bisa padahal hanya bermodal tangan, air dan sedikit semen. Mirip sekali sama arca di candi-candi,” ujar Hasyim dengan takjub. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Oklahoma – Seorang remaja di Oklahoma, Amerika Serikat, mendapatkan ikan aneh saat memancing di kawasan Danau Fort Cobb. Dia menangkap ikan dengan gigi mirip gigi manusia.

Dikutip dari Fox News, Kamis, 26 jULI 2018, remaja bernama Kennedy Smith (11) itu menemukan ikan aneh itu pada saat memancing di akhir pekan lalu. Dia memancing bersama saudara laki-laki juga kakek dan neneknya.

Ikan tersebut sempat menggigit neneknya saat akan coba diangkat ke daratan. Belum diketahui apa jenis ikan tersebut.

“Aku dibuat bingung karena saya tahu ikan itu memiliki gigi tidak normal, dia aneh. Giginya seperti gigi manusia,” ujar Smith.

Pengalaman Smith diunggah ke Facebook Departemen Konservasi Margasatwa Oklahoma pada Selasa, 24 Juli 2018 lalu. Postingan tersebut telah dikomentari lebih dari 1.400 kali dan dibagikan lebih dari 5.000 kali. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjung Jabung Timur – Viral, video personel Satlantas Polres Tanjung Jabung Timur yang menghentikan pengendara sepeda motor yang membonceng jenazah.

Video ini telah viral di sosial media dan berawal dari unggahan di akun instagram milik kepolisian dengan nama akun #satlantas_tanjabtimur.

Kejadian ini berawal saat petugas Satlantas Polres Tanjung Jabung Timur hendak menindak pengendara bermotor yang melakukan pelanggaran, berboncengan tiga orang di Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.

Ketika petugas Satlantas memberhentikan pengendara yang berboncengan tiga, mereka terkejut karena seorang penumpang yang diapit di tengah telah meninggal dunia.

Dalam unggahan video tersebut, admin akun ini menjelaskan bahwa menurut keterangan pengendaraan korban hendak dibawa ke puskesmas utuk berobat. Namun, belum sampai di tujuan meninggal dunia saat di perjalanan.

Melihat hal tersebut, tim patroli dari Satlantas Polres Tanjung Jabung Timur langsung membawa jenazah ke rumah duka dengan menggunakan mobil patrol.

Warga yang telah menonton video ini mengapresiasi kepolisian yang telah sigap untuk langsung membawa jenazah dengan kendaraan dinas dan dibawa ke rumah duka.

Video yang telah diunggah sejak Selasa, 24 Juli 2018 siang, banyak dibagikan para netizen ke sejumlah akun sosial media lainnya. Video tersebut juga banyak mendapat komentar dan apresiasi terhadap tindakan personel kepolisian yang sigap. (***)

sumber: sindonews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pati – Video penggerebekan seorang oknum kepala desa yang sedang berbuat mesum beredar di media sosial.

Video tersebut diunggah oleh pengguna akun Facebook Siti Wulan sejak Selasa, 17 Juli 2018.

Pada video tersebut tampak kerumunan warga yang emosi setelah menangkap basah seorang pria yang disebut sebagai kepala desa setempat sedang berbuat mesum di kebun singkong.

Tampak pula dalam video sebuah mobil patroli dan beberapa anggota polisi berada di lokasi berupaya mengamankan situasi.

Menurut informasi kejadian tersebut terjadi di sebuah desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah pada Senin, 16 Juli 2018

Oknum kepala desa tersebut disebut berbuat mesum dengan seorang warganya yang telah bersuami.

Sehari setelah aksi penggerebekan di kebun singkong, warga desa melakukan aksi demo di Kantor Bupati Pati.

Pada video lain, tampak warga sedang melakukan aksi demo di kantor bupati Pati.

Menggunakan beberapa truk, warga berkonvoi menuju kantor bupati Pati.

Tujuan warga melakukan aksi demo adalah menuntut Bupati Pati untuk mencopot oknum kepala desa tersebut secara tidak terhormat.

Alasan warga meminta kepala desa dicopot karena telah berbuat asusila dan memberi contoh perbuatan tercela kepada warga.

Selain itu warga juga menuntut transparansi penggunaan dana desa.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak terkait. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Subang – Ade Diding salah seorang tahanan di Polres Subang meninggal. Kasusnya menjadi ramai karena sang anak kirim surat ke Presiden Jokowi. Polisi menyebut tahanan lain pelakunya. Kini 14 orang telah ditetapkan sebagai tersangka penganiyaan dan pemerasan terhadap Ade.

“Untuk kasus pemerasan dan penganiayaannya kita majukan. Sudah ditetapkan 13 tersangka untuk penganiayaan dan satu untuk kasus pemerasan,” ucap Kapolres Subang AKBP M Joni saat dihubungi detikcom, Selasa, 17 Juli 2018.

Joni menyatakan pihaknya akan mengusut kasus dugaan penganiayaan tersebut. Polisi kini tengah melengkapi berkas untuk dikirimkan ke kejaksaan.

“Dalam seminggu mudah-mudahan selesai,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya belum bisa memastikan Ade meninggal karena dianiaya atau bukan. Pihaknya tengah menunggu hasil visum yang sudah dilakukan saat Ade dinyatakan meninggal pada 11 Juni 2018 lalu. Hasil visum, untuk memastikan penyebab Ade meninggal dunia.

Istimewa

“Tinggal menunggu visum paling lambat besok selesai. Visum untuk memastikan, kalau ternyata (meninggal) bukan karena penganiayaan kan enggak bisa dipaksakan juga. Karena kondisi yang bersangkutan juga tidak koma, sehat cuma kemarin mengeluh bagian lambungnya ditambah dengan tingkat stres di situ,” kata Joni.

Ade merupakan PNS Pemda Subang yang ditahan karena kasus penipuan dan penggelapan. Di hari keempat ia ditahan atau 11 Juni lalu, Ade meninggal di RS.

Joni membantah anggotanya terlibat. “Enggak ada. Anggota kita tidak terlibat,” ujar Joni. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Blitar – Viralnya bocah berkebutuhan khusus jadi sasaran amuk massa jadi perhatian Kapolres Blitar. Apalagi, tempat kejadian perkara di rumah anggotanya yang bertugas di Polres Blitar.

Dalam rilis resmi yang disampaikan ke media, Kapolres menyayangkan beredarnya informasi itu secara liar. Hingga muncul dugaan yang cenderung merugikan Polri, utamanya Polres Blitar.

“Kabar yang beredar liar menimbulkan persepsi, bahwa yang membuat ia babak belur adalah polisi itu sendiri, padahal itu salah,” tulis Kapolres Blitar AKBP Annisullah M Ridha dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu, 14 Juli 2018.

Berikut kronologi kejadian kasus tersebut berdasarkan keterangan dari polisi:

Pada hari Selasa tanggal 10 juli 2018 sekira jam 22.30 WIB Brigadir CD melihat pintu pagar rumahnya dalam keadaan terbuka. CD juga melihat ada anak yang berdiri di pintu rumah sedang berusaha membuka pintu rumahnya.

CD saat itu baru saja balik ke rumahnya di Dusun/Desa Pojok Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, setelah 15 menit keluar mengajak anaknya jalan-jalan.

“Mengetahui pemilik rumah datang, anak itu berusaha membuka pintu lari ke garasi. Brigadir CD mengejar dan ketika sudah didapatkan anaknya, ditanya tidak menjawab apapun pertanyaan saudara CD,” jelas Anissullah.

Kemudian CD memanggil warga yang lewat di depan rumah dengan maksud menanyakan apakah ada yang kenal dengan anak tersebut. Tapi tidak ada yang mengenali.

“Sesaat kemudian ada beberapa orang berhenti melihat anak itu tapi tetap tidak ada yg mengenal. CD masuk ke rumah mengambil borgol. Setelah keluar rumah, CD melihat anak tersebut sudah mengeluarkan darah yang dimungkinkan dipukul oleh warga,” imbuh Anissullah.

CD sendiri dalam pemeriksaan menyatakan tidak mengetahui siapa yg melakukan pemukulan. Menurut keterangan dari ketua RT 2/1 Agus Mulyanto, warga melihat sekitar 10 orang warga di luar RT 2/1.

Seperti kesaksian Heri tetangganya, CD menghubungi anggota sabhara dengan maksud untuk mengamankan anak tersebut. Namun karena sedang patroli di wilayah timur, terlalu jauh dari lokasi. CD pun menyetujui Heri langsung mendatangi Polsek Garum melaporkan kejadian itu.

Pada pukul 23.00 WIB, anggota piket Polsek Garum Aiptu Sujianto dan Bripka Devit datang ke TKP. Selanjutnya anak tersebut dibawa ke Polsek Garum.

“Setelah sampai di polsek, anak itu diintrogasi tapi tidak menjawab. Anggota berusaha menanyakan kepada warga. Ternyata ada yang mengenali. Anak itu merupakan anak yang berkebutuhan khusus,” kata Anissullah.

Pada saat di bawa ke polsek, kata Anissullah, CD ikut. Mengetahui anak yang berusaha masuk rumahnya mempunyai kebutuhan khusus, maka CD yang semula akan menuntut secara hukum akhinya membatalkannya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Viral pernikahan sepasang bocah di Kalimantan Selatan. Disebut bocah karena mempelai pria berusia 14 tahun dan mempelai wanita berusia 15 tahun.

“Untuk pasangan pernikahan dini, pria (bernama) ZA, 14 tahun. Wanita (bernama) IB, 15 tahun,” kata Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan Kombes M Rifai ketika dikonfirmasi detikcom, Sabtu, 14 Juli 2018.

Rifai mengatakan pernikahan dilakukan di kediaman nenek mempelai pria, di Kabupaten Tapin. Kedua bocah tak mendaftarkan pernikahannya secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

“Pernikahan dilaksanakan di rumah nenek dari pengantin pria pada Kamis, 12 Juli 2018 sekira jam 20.30 Wita,” jelas Rifai.

Rifai mengatakan pernikahan dini itu tak dapat digugat secara hukum karena bersifat siri. “Kalau resmi lewat KUA ya kena, tapi ini kan siri,” ujar Rifai.

Seorang ustaz dari masjid setempat bertindak sebagai penghulu pernikahan siri pasangan bocah tersebut. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Rekaman video seorang pria berbaju orange bertuliskan polisi tengah memarahi dua ibu-ibu di sebuah minimarket menyebar melalui media sosial.

Dalam video tersebut memperlihatkan pria tersebut menendang dan memukul menggunakan sandal salah seorang ibu dan anak di minimarket.

Dengan nada keras pria itu bertanya ke dua orang perempuan dan satu bocah.

Terdengar dia meminta salah seorang di minimarket untuk membawa mereka ke mobil. Sementara kedua ibu tersebut terus menangis dan meminta maaf.

“Diam kamu,” ujar si pria tersebut.

Polisi menyebut peristiwa itu terjadi di Kota Pangkalpinang pada Rabu, 11 Juli 2018 malam. Pria yang melakukan penganiayaan tersebut merupakan Kasubid Ditpamobvit Polda Kepulauan Bangka Belitung AKBP Yusuf SE.

“Iya. Dia pemilik toko,” kata Kabid Humas Polda Bangka Belitung AKBP Abdul Munim saat dihubungi Liputan6.com, Jumat, 13 Juli 2018.

Menurut Munim, aksi perwira polisi tersebut lantaran emosi terhadap sekelompok orang yang mencuri tokonya di Jalan Selindung, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung. Ibu-ibu yang ditendang dan dipukul AKBP Yusuf diduga merupakan komplotan pencuri tersebut.

“Saat itu ada pemilik toko berinisial Y melihat kejadian pencurian di tokonya. Lalu Y bertanya-tanya kepada pelaku pencuri sambil melakukan tindakan kekerasan,” kata Munim.

Munim menambahkan, kegeraman AKBP Yusuf memuncak setelah diinterogasi kedua ibu-ibu tersebut mengelak mencuri. Sementara komplotan lainnya kalang kabut saat aksinya diketahui pemilik toko.

“Pura-pura belanja, berombongan berjumlah tujuh orang. Enam masuk toko dan satu menunggu di mobil Avanza. Tiga ketangkap,” kata dia.

Komplotan ini diduga mencuri sejumlah susu, mi instan dan selendang. Pencurian ini membuat pemilik toko rugi Rp 600 ribu.

Kasus pencurian ini sudah dilaporkan penjaga toko ke Polres Pangkalpinang. Sementara kasus dugaan penganiayaan dilakukan AKBP Yusuf ditangani oleh Bidpropam Polda Bangka Belitung.

“Y terpancing emosi karena mereka ramai-ramai maling, saat yang ketangkap ditanya bilangnya tidak tau semua,” kata Munim. (***)

sumber: liputan6.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Sebuah foto menunjukkan plakat bertuliskan Kantor Polisi Bersama antara Polres Ketapang dengan Biro Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok Provinsi Jiangzu Resor Suzhou, viral di media sosial.

Pihak Kapolres Ketapang pun memberikan penjelasan.

Kapolres Ketapang AKBP Sunario menjelaskan, dirinya perlu memberi penjelasan perihal foto yang viral di media sosial tersebut. Dia tidak ingin ada kesalah pahaman di masyarakat mengenai foto tersebut.

“Saya sebagai Kapolres Ketapang, saya akan mengklarifikasi tentang adanya postingan-postingan tentang Kapolres bersama yang ada di Kabupaten Ketapang. Perlu saya jelaskan semua kepada masyarakat supaya tidak terjadinya kesalahpahaman tentang hal tersebut,” kata Sunario dalam sebuah video yang disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Nanang Purnomo, Jumat, 13 Juli 2018.

Sunario menjelaskan, plakat tersebut merupakan contoh yang dibawa oleh kepolisian Shuzou saat berkunjung ke salah satu perusahaan yang ada di Ketapang, Kalimantan Barat. Plakat itu ditujukan untuk menjalin kerjasama antara kepolisian.

“Adanya kunjungan kepolisian Shuzou, dan dia juga merupakan sebuah Wali Kota Shuzou ke perusahaan PT BSM, yang mana mereka juga mengundang Polres Ketapang untuk melaksanakan kunjungan tersebut. Dan mereka meminta kerjasama pada Polres Ketapang dalam hal kepolisiannya dengan membawa contoh sebuah plakat yang untuk kerjasama nantinya. Plakat ini yang viral di media sosial,” katanya.

Saat ini, kata Sunario, plakat tersebut sudah diamankan di Mapolres Ketapang. Karena memang tidak ada kesepakatan kerjasama antar kedua belah pihak.

“Sekarang plakat ini ada di Polres Ketapang, karena kesepatakan antara kedua belah pihak itu belum ada, atau kita tolak. Karena Polres Ketapang itu tidak bisa mengeluarkan kesepakatan, yang ada itu adalah melalui Mabes Polri. Dan mereka kita sarankan bahwa untuk adanya kerjasama itu melalui adanya Mabes Polri, dan bila Mabes Polri setuju maka barulah adanya kesepakatan tersebut,” katanya.

Sunario juga menyayangkan viralnya foto plakat bertuliskan ‘Kantor Polisi Bersama’ tersebut. Bahkan seolah-olah dikabarkan plakat tersebut telah dimonumenkan sebagai bentuk kerjasama antara dua kepolisian.

“Dan yang beredar di media sosial seolah-olah itu sudah menjadi viral dan dimonumenkan, itu tidak. Inilah fakta dari pada plakat itu yang dikatakan viral sudah terjadi bangunan kantor polisi bersama, tidak, Sekarang plakat ini ada di Polres Ketapang, mereka memberi contoh kita menolaknya, kita tidak membenarkan, maka plakat ini kita bawa ke Polres Ketapang, kita amankan ditakutkan disalah artikan atau disalahgunakan pada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” jelasnya.

Sunario pun menegaskan, hingga saat ini tidak ada ‘Kantor Polisi Bersama’ antara Polri dengan Kepolisian Kepolisian Shuzou. Dia juga mengimbau masyarakat tidak terpancing dengan kabar hoax tersebut.

“Sekarang barang ini ada di kita dan kita memohon masyarakat Indonesia untuk pengertiannya supaya tida menjadi viral, atau ke mana-mana atau tidak dialihkan ke mana-mana juga. Pada prinsipnya di Ketapang tidak ada kantor bersama antara Kepolisian Republik Indonesia atau Polres Ketapang dengan Polres Shuzou,” katanya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pontianak – Peristiwa penanganan pada Susanto dengan cara setengah badannya dikubur dengan maksud untuk menetralisir listrik viral di media sosial dengan bumbu isu ‘bangkit dari bubur’. Susanto kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Korban masih hidup dan dapat tertolong. Sekarang masih dirawat,” ujar Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono ketika dimintai konfirmasi, Kamis, 12 Juli 2018.

Susanto kini dia masih berada di RS Rubini Mempawah untuk menjalani perawatan. Didi mengatakan Susanto tersengat listrik usai mengelas kanopi di bengkel. Pada awalnya Susanto tak sadarkan diri.

“Pada saat kejadian korban sedang melakukan pemasangan atau pengelasan kanopi di depan Bengkel Mobil ‘Aneka Jaya’ karena jarak kanopi yang dibuat terlalu dekat dengan kabel bidar utama/ kabel TM (jaringan listrik) sehingga menyebabkan korban kesetrum,” ujar Didi.

Warga menolong Susanto dan mengubur sebagian badannya ke dalam lumpur. Tujuan warga yang menolong, untuk menghilangkan induksi listrik di dalam tubuh Susanto. Warga meyakini cara itu bisa berhasil.

“Adapun pertolongan pertama yang dilakukan warga sekitar setelah kejadian tersebut yaitu dengan mengubur bagian tubuh korban dengan menggunakan lumpur mulai dari leher sampai ke kaki guna menghilangkan induksi aliran listrik dalam tubuh korban kata Didi. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Banyuwangi – Dunia maya dihebohkan pengakuan video seorang warga yang mengklaim dirinya tajir melintir. Melalui video pendek, pria diduga berasal dari Banyuwangi ini, mengaku sangat mudah menaklukkan perempuan dengan harta kekayaannya.

Ada 3 file video yang tersebar dalam media sosial itu. File video pertama menampilkan beberapa orang meletakkan tumpukan uang pecahan Rp 50 ribuan yang terbungkus rapi. Dan selanjutnya, dua file video berisi pengakuan warga yang di sebut sebagai Wahyu Raja Sengon, yang mengaku setiap bulan mendapat kiriman 16 kontainer uang.

“Uang saya ndak pernah habis. Tiap hari ada 16 kontainer uang dikirim ke rumah. Mau habis bagaimana lah wong tiap hari datang. Kalau datang pasti dikawal tuit tuit tuit itu,” jelas wahyu dalam video yang berdurasi 1.35 menit itu.

Wahyu juga menjelaskan jika dirinya ahli dalam menaklukkan wanita. Dirinya mengklaim telah menaklukkan wanita di seluruh Indonesia.

“Saya sudah banyak menaklukkan cewek seluruh Nusantara ya. Saya tidak suka di dicintai karena body saya. Saya lebih suka purel (pemandu lagu karaoke) mencintai saya karena uang saya,” tambahnya.

Selanjutnya pada video ketiga yang berdurasi 51 detik, Wahyu Raja Sengon menunjukkan deretan mobil yang akan digunakan untuk berburu cewek. Dirinya kemudian memilih mobil warna merah, yang akan dikendarainya.

“Saya akan bawa mobil ini. Karena saya akan berburu cewek. Ada 4 kunci yang harus ada untuk mendapatkan cewek. Satu kunci mobil, dua kunci rumah, tiga kunci brankas dan satu lagu ATM prioritas,” ucapnya.

Belum diketahui pasti kebenaran tajirnya Wahyu Raja Sengon. Diduga video ini diunggah pada pertengahan Juni lalu dan dibagikan puluhan kali oleh netizen. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Video dua bidan yang bermain aplikasi Tik Tok sambil menggendong bayi viral di media sosial. Banyak yang mengecam aksi yang dilakukan dua bidan perempuan tersebut.

Video Tik Tok itu dibagikan oleh ibu dari bayi yang digendong dua bidan tersebut. Lewat akun Facebook Bakoel Mpo Keceh, ibu tersebut geram melihat kelakuan dua bidan.

Dia juga meminta agar Dinas Kesehatan dapat menindak tegas dua bidan yang diketahui bekerja di salah satu rumah sakit di Bekasi.

“Dear Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tolong ditindak lanjuti oknum bidan yg diluar batas ini dengan menggunakan bayi pasien sbagai alat kesenangan dengan menggunakan aplikasi tiktok. Saya sbagai ibu DRI 2 orang anak melihat perilaku bidan ini sangat tidak bermoral
Susah payah dengan taruhan nyawa bayi ini dilahirkan ibunya dengan mudah oknum bidan INI uwek uwek wajah bayi INI demi kesenangan Dan folower untuk tenar!! Tolong ditindak lanjuti secepat nya agar tidak ada Lagi kejadian macam INI,” tulis postingan Bakoel Mpo Keceh, dilihat detikcom pada Rabu, 27 Juni 2018.

Dari video Tik Tok terlihat dua bidan itu menggendong bayi sambil berjoget. Salah satu bidan tampak mencubit pipi bayi yang kelihatan seperti baru saja lahir.

Hingga Rabu, 27 Juni 2018 pukul 15.00 WIB, postingan tersebut telah mendapat 4,5 ribu tanggapan dan 16.612 kali dibagikan.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto menyayangkan adanya perilaku tak pantas yang dilakukan bidan tersebut. Dia meminta agar masyarakat tidak membuat hal yang dapat berdampak negatif.

“Jika benar ini dilakukan oleh tenaga kesehatan tentu tidak pas. Kami menyayangkan. Kepada semua pihak baik ortu, tenaga kesehatan, guru, masyarakat agar tak membuat lucu-lucuan yang berdampak negatif bagi bayi atau anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka,” kata Susanto kepada detikcom. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Belakangan beredar video polisi menendangi sepeda motor milik para driver ojek online (ojol).

Masyarakat menyuarakan protes di kolom komentar lantaran tindakan polisi itu dianggap tak sopan dan terkesan seenaknya.

Akun Dery Marli telah mengunggah video peristiwa itu ke Facebook, Kamis, 14 Juni 2018.

“Lokasi PTC mall Palembang, polisi yg kaya begini, polisi gak punya nurani, woi inget itu gaji lu itu dari rakyat #Viralkan,” tulisnya.

Terlihat sejumlah sepeda motor yang ambruk, bahkan masuk parit, dalam video tersebut.

Akun Andre Noval kemudian mengunggah video serupa dengan menuliskan, “Karena mangkalnya di tempat yang dilarang, di jalan ini dilarang parkir atau stop (ngetem) dan sudah ada plang peringatannya.”

Menurut M Taslim Ch Dirlantas Sumsel di jalan itu sering macet penyebabnya ya mereka ini, teguran sudah berkali-kali, ditilang juga sudah.”

Menurut pihak kepolisian, para driver ojol mangkal tanpa memperhatikan aspek keselamatan dan ketertiban.

Hal tersebut dinilai mengakibatkan kemacetan sehingga perlu ditindak tegas.

Maka dari itulah, para driver ojol menjadi target operasi penertiban di hari menjelang Lebaran saat itu. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jombang – 6 Pelaku pengeroyokan 3 remaja yang videonya viral di medsos, diringkus polisi. Aksi kekerasan ini dipicu persoalan asmara.

Kapolsek Diwek AKP Bambang Setyabudi mengatakan, para pelaku berhasil dilacak berdasarkan keterangan saksi dan rekaman video yang beredar di medos. Para pelaku pun diringkus pada Sabtu, 9 Juni 2018 malam.

“Sudah ada enam pelaku yang berhasil kami amankan,” kata Bambang kepada wartawan, Ahad 10 Juni 2018.

Ironisnya, para pelaku masih berusia di bawah umur dan berstatus sebagai pelajar. Mereka berusia antara 15 tahun hingga 17 tahun, Keenamnya warga Desa Kwaron, Diwek, Jombang. Satu pelaku lainnya merupakan warga Desa Cukir, Diwek.

Bambang menuturkan, jumlah korban pengeroyokan ini 3 orang remaja. Mereka berasal dari Desa Mojowangi, Mojowarno, Jombang.

Pengeroyokan sendiri dipicu persoalan asmara. Salah satu pelaku marah saat tahu pacarnya digoda menggunakan pesan-pesan mesra oleh para korban.

Sementara pengeroyokan ini terjadi di Jalan Rusunawa, Desa Cukir, Diwek, Jombang pada Kamis (7/6) sekitar pukul 11.00 WIB. Keempat korban diserang pelaku dengan tendangan dan pukulan tangan kosong.

“Ada satu korban yang mengalami luka dibagian kepala namun lainya mengalami memar-memar di seluruh tubuhnya,” terangnya.

Penanganan kasus ini diserahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Jombang. Pasalnya, para pelaku dan korban berusia di bawah umur.

Video pengeroyokan ini menjadi viral di medsos.

Para netizen pun mengecam tindakan para pelaku. Warganet juga mendesak polisi untuk mengusut kasus kekerasan ini. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kejadian tak biasa terjadi di daerah Ciampea, Bogor, Jawa Barat.

Seorang Warga Negara Asing atau bule mendatangi rumah pria yang diduga adalah ustad.

Bule yang bahasa Indonesianya tidak lancar itu datang sambil marah-marah.
Pada video yang diunggah oleh Eris Riswandi Ahad, 3 juni 2018, diketahui awalnya bule tersebut bertanya kenapa di masjid selalu ada karaoke.

Seorang wanita yang bersama ustaz itu kemudian menjelaskan suara tersebut bukanlah sebuah karaoke melainkan Sholawatan.
Namun, sepertinya bule berkaos singlet itu tidak peduli.

Dirinya tetap berbicara dengan nada tinggi.

Dia mengaku jika dirinya marah.

Dari tutur bahasanya, nampak pria asing tersebut merasa terganggu dengan adanya Sholawatan di Masjid.

Bahkan dia mengancam akan merusak masjid jika masih di masjid masih ada ‘karaoke’ lagi.

Tak ingin ada keributan, Ibu yang bersama ustad memperingatkan kepada bule itu.

Dia mengatakan bahwa warga akan marah kepadanya jika dia sampai merusak masjid.

Mencoba menahan emosi, ustaz tersebut meminta bule untuk pergi.

Dia juga menjelaskan bahwa dirinya sedang puasa jadi tidak ingin sampai ibadahnya itu batal lantaran marah-marah.

Tak paham bagaimana maksudnya, bule itu tak mempermasalahkan puasa yang dijalankan sang ustad.

Berusaha menengahi, ibu-ibu itu meminta agar melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT.

Pada unggahannya, Eris Riswandi juga meminta tolong pada pihak berwajib untuk segera datang ke lokasi.

Sebab, yang ditakutkan adalah jika sampai bule tersebut diamuk oleh warga.

Jika sampai terjadi, hal tersebut bisa mencoreng nama baik Indonesia di dunia internasional.

Semoga saja tidak terjadi hal yang tidak diinginkan ya!

Semoga, masalahnya juga cepat terselesaikan. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Pelakor yang merupakan singkatan dari Perebut Laki Orang, merupakan fenomena yang kerap kita jumpai belakangan ini.

Statusnya sebagai orang ketiga dalam sebuah rumah tangga, membuat banyak orang geram.

Kisah pelakor yang viral di dunia maya, bahkan kerap menarik perhatian.

Pelakor kerap menjadi pusat pemberitaan karena tindakannya yang tega merebut suami orang.

Pun demikian dalam sebuah video viral berikut ini.

Dalam unggahan yang dilansir dari kaun Mak_nyinyiir, awalnya sang suami pamitan keluar rumah untuk menjalankan salat tarawih.

Namun ternyata ia mempergoki suaminya di sebuah kos-kosan seorang wanita dengan penampilan setengah telanjang.

Sontak unggahan tersebut menjadi viral dan membuat netter geram dan kasihan.

Terdengar sang istri hanya bisa menangisi sikap suaminya.

Ia tak henti-henti memberitahu warga sekitar yang juga ikut mencyduk suaminya dengan kata’ ini suami, ini suamiku,” jeritnya berulang kali.

Sampai menangis, sang istri meronta dalam bahasa bugis. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pohon imitasi di trotoar jalan Medan Merdeka Barat hingga Jalan MH Thamrin yang dicabut kini dipasang di Balai Kota DKI. Ternyata, pohon tersebut sudah dibeli sejak tahun 2017 lalu.

Satu pohon imitasi itu dibeli seharga Rp 8 juta. Pihak Suku Dinas Perindustrian dan Energi (PE) Jakarta Pusat sendiri telah membeli 63 unit pohon imitasi pada 2017 lalu.

“Ada 63 set, nilainya Rp 8 jutaan harga satunya. Pokoknya harganya Rp 8 juta satu unit, tinggal kaliin aja udah. Yang saya beli 63, tinggal kaliin aja. Barangnya ada di gudang kok,” kata Kepala Sudin PE Iswandi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat, 1 Juni 2018.

Soal penganggaran di tahun 2017 ini juga disinggung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ia mengaku heran kenapa anggaran pengadaan pohon imitasi itu baru dihebohkan saat ini.

“Suka pura-pura pada kaget. Seakan-akan baru ada sekarang,” kata Anies di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kini, pohon imitasi jutaan rupiah itu tak lagi berada di trotoar. Ada 4 unit pohon imitasi dipasang di dekat kolam halaman Balai Kota DKI serta 3 unit di halaman Gedung DPRD DKI Jakarta.

” Di depan ada merah-putih, sama DPRD ada. Nah karena itu di taman mungkin nggak mengganggu orang ya. Jadi mungkin aman,” kata Iswandi. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.O.ID – Aksi main hakim sendiri kembali terjadi, Kali ini peristiwanya berlangsung di Sangkanerang, Kuningan, Jawa Barat.

Korban adalah anak laki-laki yang diduga yatim piatu.

Peristiwa bermula saat anak tersebut memunguti daun cengkeh tanpa izin pemiliknya.

Mengetahui hal itu, beberapa pria dewasa dengan teganya memukuli si anak laki-laki.

Pada video milik Laila Sitihomsah yang diunggah oleh Eris Riswandi Jumat, 1 Juni 2018, terlihat dua anak laki-laki korban main hakim sendiri tidak bisa berbuat apa-apa.

Dari video tersebut, nampak tak hanya satu anak yang jadi korban.

Sebanyak dua anak laki-laki yang dikeroyok, satu berbaju hitam dan yang lainnya berbaju putih.

Saat anak laki-laki berbaju hitam dihajar oleh beberapa orang pria dewasa, anak laki-laki berbaju putih hanya bisa menangis.

Menurut kabar yang beredar, anak laki-laki tersebut terpaksa memungut daun cengkeh.

Mereka butuh uang.

Usai daun cengkeh terkumpul, anak laki-laki itu akan menjualnya dengan harga Rp 10.000.

Berdasarkan komentar yang ada pada video, disebutkan jika sepertinya uang tersebut untuk membeli obat.

“Daun cengkeh klw dikit gak laku mas, minimal bbrp karung. Dia ngambil buat obat kayaknya” tulis komentar Eris Riswandi sebagai balasan komentar.

Setelah diunggah, video tersebut telah ditayangkan sebanyak lebih dari 14 ribu kali.

Tak hanya itu, sebanyak 300 netizen juga telah membagikan video ini.

Banyak netizen yang mengatakan agar memviralkan video ini.

Mereka berharap agar pelaku main hakim sendiri bisa segera diciduk pihak berwenang.

“Ayo di viralkan, kebiasaan seperti ini ga bisa di biarkan, kalo dia begal sih bodo amat mau di matiin sekalian jg silahkan” tulis Raziv Fajar Alamsyah

” Up, viralkan. Biar cepet terciduk oknum penganiyaya” tambah Kadir Saja Masberto

“Viralkan aja…biar di proses pak polisi” imbuh Ahmad Irfan

Ada juga netizen yang memberikan komentar bijaknya.

“Klo q sih tanya dlu lah si anak itu.ambil daun bwat apa dan untuk apa baru jelas.jangan langsung.

Semoga saja masalah ini segera ditangani pihak berwajib dan bisa diselesaikan dengan baik ya. (***)

sumber: grid.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Trenggalek – Dua buah video menampilkan sekelompok remaja melakukan permainan ekstrim beredar melalui media jejaring Facebook. Seorang remaja tampak terpental saat diseret sepeda motor dengan menaiki pelepah daun palem.

Di salah satu video yang terekam menggunakan kamera ponsel, tampak dengan jelas, seorang remaja sedang menaiki pelepah daun palem dengan diseret sepeda motor melintas di selatan Alun-Alun Trenggalek.

Tak berselang lama, saat melintasi polisi tidur (speed bump) pelepah palem robek. Akibatnya remaja yang menaiki terpental dan nyaris tertabrak sepeda motor lain yang membawa gerobak. Sementara itu sejumlah rekannnya yang tengah nongkrong di dekatnya justru bersorak-sorai.

Sementara itu dari rekaman CCTV yang terpasang di Alun-Alun Trenggalek, terlihat peristiwa tersebut terjadi, Selasa, 29 Mei lalu pukul 01.41 WIB dini hari. Sempat muncul spekulasi aksi itu merupakan balap liar, namun dibantah keras Polres Trenggalek.

Kasubbag Humas Polres Trenggalek, Iptu Supadi, mengaku prihatin dengan ulah remaja yang sedang begadang.

“Sebetulnya kami sudah berulang kali patroli di sekitar alun-alun, bahkan kami juga berkali-kali mengingatkan remaja agar tidak melakukan tindakan di luar kewajaran,” katanya. (***)

sumber: detik.com