BALAP

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Valentino Rossi sudah genap dua tahun gagal juara di MotoGP. Bisakah The Doctor mengakhiri rentetan hasil buruk itu di Sirkuit Assen?

Rossi terakhir menjadi juara pada 25 Juni 2017 di MotoGP Belanda. Setelah itu, The Doctor tidak mampu lagi menjadi yang nomor satu di podium.

Dua tahun sudah berlalu. MotoGP Belanda akan berlangsung di Sirkuit Assen, Ahad, 30 Juni 2019Minggu, yang merupakan tempat terakhir Rossi menjadi yang terdepan. Ini bisa jadi momen untuk kebangkitan.

Dipertemukan di Sebuah Film, Dave Bautista Akui Kehebatan Iko Uwais

STNK Hilang? Nih Cara Mudah Mengurusnya

The Doctor adalah pebalap MotoGP aktif yang paling banyak juara di Belanda. Total ada delapan gelar juara di kelas primer serta dua lainnya masing-masing di kelas 125cc dan 250cc.

Di belakang Rossi ada Marc Marquez sebagai pebalap MotoGP aktif, yang mencatatkan lima gelar juara, yakni dua di kelas primer, dua di Moto2, dan satu di 125cc.

Marquez menjadi pebalap MotoGP yang terakhir kali juara di Assen. Di saat bersamaan, Rossi gagal naik podium setelah cuma bisa finis di posisi kelima.

Duuaaar!! Dua Jet Tempur Jerman Tabrakan di Udara

Tak Kuat Menahan Sakit, Pria Ini Minta Dokter Memotong Kedua Tangannya

Di musim 2019, Rossi baru mengoleksi 72 poin dan duduk di posisi kelima klasemen. Pebalap 40 tahun ini kehilangan poin di dua seri terakhir setelah terjatuh.

Klasemen musim ini untuk sementara dipimpin Marquez dengan 140 poin, diikuti Andrea Dovizioso (103), Alex Rins (101), dan Danilo Petrucci (98). (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Austin – Perebutan gelar juara MotoGP musim ini akan berbeda. Sejumlah pembalap muncul sebagai pesaing. Pembalap Ducati Andrea Dovizioso menilai akan ada empat rider yang bertarung hingg akhir musim ini.

Ini diungkapkan Dovizioso setelah pembalap Suzuki, Alex Rins, finis pertama dengan catatan waktu 41 menit 45,499 detik pada GP Amerika Serikat. Rins berhasil meraih 25 poin atas kemenangannya tersebut, disusul dengan pembalap kawakan MotoGP dari Yamaha, Valentino Rossi, di posisi kedua dengan selisih waktu 0,462 detik. Rossi meraup 20 poin.

“Saya kira kompetisi tahun ini akan berbeda. Suzuki dan Rins akan berjuang untuk juara, begitu juga dengan Valentino dan Marc. Ada tiga pembalap ditambah saya, saya pikir kami sama-sama memiliki kesempatan besar untuk menjadi juara,” kata Divizioso,

Divizioso menilai ada perubahan positif baik dari Valentino maupun Rins dari pada pada musim sebelumnya. “Valentino berada dalam situasi yang lebih baik dari pada tahun lalu, saya tidak berpikir motornya terlalu buruk. Jadi saya kira dia bisa berjuang untuk kejuaraan,” jelasnya.

Dia juga menilai Rins memiliki kesempatan untuk memenangkan kejuaraan. Suzuki, kata dia, berhasil melakukan perbaikan dari pada tahun sebelumnya. Di sisi lain, dia juga merasa persaingan kejuaraan tahun ini akan lebih sulit dari pada dua tahun belakangan.

“Suzuki telah melakukan perbaikan, Rins telah berkembang dari tahun sebelumnya. Saya sudah melihat itu dari uji coba. Jadi persaingan gelar juara akan lebih sulit, tidak seperti dua tahun ke belakang saat saya hanya bersaing dengan Marc pada akhir kejuaraan,” kata dia. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Marc Marquez kembali ke lintasan, dua bulan usai menepi karena operasi. Rider Repsol Honda itu ingin menguji kekuatan bahunya.

Marquez menjalani operasi bahu kiri pada 4 Desember lalu. Sejak saat itu dia menepi dan memulihkan diri untuk menyambut musim 2019.

Rossi Sebut, Marquez Merugikan MotoGp dan tak Punya Rasa Hormat

Padahal lima kali juara dunia MotoGP ini biasanya melalui bulan Desember dan Januari untuk berlatih dengan motocross. Latihan dengan motocross memang lazim digunakan para pebalap di waktu luang untuk melatih kontrol gas dan motor.

Sepekan jelang tes resmi pramusim di Sepang, pada 6-8 Februari mendatang, Marquez muncul di lintasan. Trek Circuit d’Alcarras menjadi saksi kembalinya pebalap 25 tahun itu di atas motor setelah dua bulan menepi karena operasi.

Dovizioso Asapi Marquez dan Inilah Hasil MotoGP Seri Qatar 2018

“Ini adalah pertama kalinya saya kembali menunggangi motor. Para pebalap secara umum perlu punya ketenangan pikiran dan selama penerbangan ke Malaysia, yang mana sekitar 14 jam, saya akan tahu bahwa setidaknya saya sudah menunggangi motor lagi,” ujar Marquez.

“Kami sudah melahap beberapa putaran yang membantu saya melihat di bagian mana yang terasa lebih sakit. Dengan ini saya bisa berlatih dengan fisioterapis dalam pekan yang tersisa sebelum tes. Ini berjalan cukup seperti yang saya perkirakan.”

Ibunya yang Jadi TKW Meninggal Dunia di Malaysia, Ini kata Sang Anak

“Saya kekurangan kekuatan saat mengerem, terutama di tikungan ke kiri, ketika saya harus menggunakan bahu untuk mendukung tangan.

Di situlah kami harus terus bekerja. Sekarang kami akan bersabar dulu di Malaysia, untuk mencapai bulan Maret dalam kekuatan penuh,” imbuhnya dilansir situs resmi MotoGP. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Maverick Vinales meminta Yamaha agar mengecilkan ukuran motor YZR-M1 di MotoGP 2019. Motor yang ada sebelumnya dnilai terlalu besar ukurannya.

Dalam dua musim belakangan, Vinales menggunakan motor YZR-M1 di lintasan balap. Tapi, ia menaiki motor yang dirancang Yamaha dengan menyesuaikan tinggi badan Valentino Rossi, rekan setimnya.

Padahal, Rossi dan Vinales sendiri punya tinggi badan yang berbeda. Rossi punya tinggi 180 cm dan menjadi salah satu rider paling tinggi di lintasan, sementara Vinales cuma 165 cm.

Vinales, yang masih terikat kontrak di Yamaha hingga 2020, meminta timnya bisa mengecilkan ukuran motornya. Andai mengenakan motor yang sesuai, ia yakin hasilnya akan berdampak positif.

“Dari awal, saya sudah meminta Yamaha untuk motor yang lebih kecil, karena yang saya naiki sampai sekarang terlalu besar untuk saya,” kata Vinales kepada Autosport.

“Saya ingat bahwa saya sangat cocok dengan Suzuki dan saya bisa mencapai kemana saja, sementara dengan M1 saya merasa memiliki terlalu banyak motor.”

“Sulit untuk mengubah motor secara keseluruhan, tetapi jika kami mempertimbangkan mesin, beberapa detail dan beberapa hal dari aerodinamika, saya pikir perbedaannya bisa sangat penting,” ujarnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Beredar kabar bahwa pebalap MotoGP andalan Yamaha Factory Racing Team, Valentino Rossi dan Maverick Vinales bakal berkunjung ke Jakarta pada tanggal 4 Februari 2019 untuk mempresentasikan tunggangan barunya di musim balap tahun depan.

Menurut situs berita olahraga Italia, Gazetta para pabrikan tim balap MotoGP sudah mulai membuka agenda presentasi motor balapnya ke beberapa negara.

Seperti Ducati dengan duo andalannya, Andrea Dovisiozo-Danilo Petrucci akan hadir pada 18 Januari 2018 di Philip Morris, R&D Cube Swiss. Sedangkan pebalap dari Honda, Marc Marquez dan Jorge Lorenzo memilih Madrid, Spanyol pada 23 Januari 2018.

Nah yang menjadi perhatian besar adalah pabrikan berlambang garputala, Yamaha, dalam situs itu dituliskan bahwa Valentino Rossi dan Maverick Vinales akan meluncur ke Jakarta, Indonesia. Setelah tiga hari melakukan tes resmi di sirkuit Sepang, Malaysia.

Namun rencana tersebut belum terlihat di laman situs Yamaha Factory Racing Team dan saat dikonfirmasi, pihak Yamaha Motor Manufacturing Indonesia belum mendapat informasi apapun terkait kedatangan pebalap MotoGP ke Indonesia.

“Wah untuk hal ini saya belum dapat informasinya, jadi belum bisa memberikan info apa-apa,” ujar kata Manager Public Relation PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing Antonius Widiantoro.(***)

sumber: detik.com

Pembalap Spanyol ini menghabiskan seluruh kariernya di MotoGP bersama Honda.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jerez – Repsol Honda baru-baru ini memberikan dua unit sepeda motor untuk Dani Pedrosa di Hari Thanks Giving. Pembalap Spanyol yang menghabiskan seluruh kariernya di MotoGP bersama Honda itu kembali menerima hadiah berupa papan selancar berdesain Repsol Honda.

“Bagi saya ini sebuah kehormatan memakai baju balap Honda selama 13 tahun terakhir. Saya sangat berterima kasih,” ujar Pedrosa dilansir dari Marca, Rabu, 19 Desember 2018.

Pembalap Spanyol bertubuh mungil ini bercerita, dia mencintai balap motor sejak masih kecil. Dia sempat menyukai sepak bola dan menjadi hobi di sekolah dan luar sekolah.

Meski demikian, impiannya adalah menjadi pembalap motor.

“Rasanya mimpi menjadi kenyataan, anak laki-laki biasa bisa mengenakan baju balap Repsol, Saya berkompetisi dengan tim ini dan itu sebuah kebahagiaan besar, Saya juga merasa bertanggung jawab karena bergabung dengan tim yang selalu menjadi referensi juara dunia,” kata Pedrosa.

Selama karier membalapnya, Pedrosa mencatatkan prestasi sebagai runner-up dunia tiga kali, total 31 kemenangan, dan 112 podium. Ia kini menjadi pembalap penguji untuk Red Bull KTM. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Valencia – Sempat punya peluang finis di atas podium, Dani Pedrosa pada akhirnya hanya bisa menuntaskan MotoGP Valencia di urutan lima. Seperti awan yang menutupi sepanjang balapan, musim terakhir Pedrosa kelabu.

MotoGP Valencia menjadi balapan bersejarah untuk Dani Pedrosa. Bukan hanya karena dia sudah meraih banyak sukses di Sirkuit Ricardo Tormo, tapi juga karena ini menjadi balapan terakhirnya.

BACA: Panas Tak Surutkan Semangat Murid SD Belajar Olahraga Volly

BACA: Agar Tetap Semangat, Sangat TMMD Berolahraga dengan Masyarakat

BACA: Jangan lewatkan, Asian Games Perebutkan 42 Medali Emas, Berikut Cabang-cabang Olahraganya

Pedrosa (33 tahun) sudah memilih pensiun sebagai pebalap dan memilih pekerjaan baru sebagai test rider KTM di musim 2019. Keputusan itu menyudahi perjalanan panjangnya di balapan Grand Prix, yang sudah berjalan berlangsung selama 18 tahun dan semuanya dia habiskan bersama Honda.

Pedrosa, yang total sudah tujuh kali jadi juara di Valencia, hanya bisa finis kelima. Dia sempat bertarung memperebutkan podium, meski akhirnya gagal dan harus menerima kenyataan finis di luar tiga besar.

Kegagalan naik podium di MotoGP Valencia menandai musim pamungkas yang buruk buat Pedrosa. Untuk kali pertama setelah musim debutnya, Pedrosa sama sekali tak meraih kemenangan. Bahkan dia tak pernah naik podium di musim 2018 ini.

BACA: Warga Berjubel Sholat Jumat di Masjid Al Ikhlas Temuwuh

BACA: Bergetar Mulut Warga Ucapkan “Selamat Jalan Prajurit dan Terima Kasih”

BACA: Ngadirah Gunakan Poskamling untuk Momong Anaknya

Sejak turun di kelas MotoGP, Dani Pedrosa menjalani musim tersukses pada 2012 saat sukses mengumpulkan 7 kemenangan dan finis sebagai runner up. Sementara di 2014 dan 2016 dia masing-masing meraih satu kemenangan.

Sepanjang kariernya sedari kelas 1255, Dani Pedrosa sudah menjalani 294 balapan. Dia meraih 54 kemenangan, 153 kali naik podium, dan 49 kali dapat pole position. Pedrosa punya tiga gelar juara dunia (1 di kelas 125cc dan 2 di kelas 250cc). Sementara di kelas MotoGP dia tiga kali jadi runner up juara dunia yakni pada 2007, 2010, dan 2012. (***)

sumber: detik.com

BALAP

Kamis | 28 Juni 2018

Tekad Bangkit Dovizioso Terganjal Ini

MEDIAKEPRI.CO.ID, Assen – Andrea Dovizioso gagal finis di Catalunya sehingga kian tertinggal dari persaingan gelar. Pebalap Ducati itu bertekad bangkit di MotoGP Belanda 2018.

Dovizioso gagal finis di MotoGP Catalunya, usai terjatuh di lap kedelapan. Ia mengakhiri perlombaan lebih cepat, yang kemudian dimenangi rekan setimnya Jorge Lorenzo.

Hasil itu membuat Dovi masih tertahan di peringkat enam klasemen MotoGP dengan 66 poin, tertinggal 49 poin dari Marc Marquez yang memimpin sementara. Di Sirkuit Assen, Ahad, 1 Juli 2018, Dovi pun bertekad bangkit.

“Saya biasanya butuh beberapa hari untuk mengatasi masalah DNF seperti di Barcelona, dan juga seperti kasus sekarang. Kini saya punya kesempatan menganalisis balapan terakhir dengan cermat dan memahami apa yang terjadi. Saya fokus ke balapan berikutnya,” kata Dovi jelang MotoGP Belanda dikutip Crash.

“Selalu ada aspek positif dari setiap situasi dan dengan rekan yang kompetitif seperti Jorge, alangkah lebih penting untuk terus bekerja dan menuju balapan MotoGP berikutnya dengan pikiran yang jernih.”

“Di beberapa balapan terakhir, kami bisa melesat dan bersaing, jadi di Assen kami akan berusaha tenang dan fokus kembali tangguh daripada sebelumnya,” jelas rider yang menjadi rival terkuat Marquez dalam perebutan gelar juara MotoGP musim lalu itu.

Tekad bangkit Dovi terganjal catatan kurang mengesankan Ducati di MotoGP Belanda.

Terakhir kali mereka menang terjadi pada 2008 lewat Casey Stoner, kendati dalam beberapa musim terakhir bisa meraih podium. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Pebalap tim Ducati, Jorge Lorenzo, sebenarnya berharap bisa memulai balapan MotoGP Prancis 2018 dari baris paling depan.

Namun, harapan itu pupus lantaran Jorge Lorenzo hanya mampu berada di posisi keenam pada sesi kualfikasi di Sirkuit Le Mans, Prancis, Sabtu, 19 Mei 2018.

Lorenzo menempati posisi tersebut setelah hanya mampu mencatatkan waktu putaran 1 menit 31,590 detik.

Pebalap Spanyol itu bahkan kalah cepat dari Danilo Petrucci (Pramac Racing) yang mampu merebut posisi ketiga pada sesi kualifikasi.

“Sejujurnya, saya percaya bahwa saya akan mencapai posisi depan, tetapi para pesaing benar-benar cepat,” kata Jorge Lorenzo yang dikutip banjarpost.co.id via BolaSport.com yang disunting dari Tuttomotoriweb.

Pemegang lima gelar juara dunia itu mengaku menemukan feeling seperti saat melakoni balapan MotoGP Spanyol 2018 di Sirkuit Jerez.

“Untuk saat ini, feeling itu sangat mirip dengan di Jerez. Perlahan, kami tumbuh dan menjadi lebih kompetitif. Kami telah melakukannya dengan baik hari ini (Sabtu) dengan ban dan daya cengkeram,” ucap Lorenzo lagi.

Lorenzo memiliki catatan impresif kala balapan di Sirkuit Le Mans, Prancis, tepatnya saat masih membela tim pabrikan Yamaha.

Sejauh ini, Lorenzo telah mengoleksi enam kemenangan di Sirkuit Le Mans dari semua kelas balap Moto.

“Saya merasa kuat dan setiap kali saya di trek, saya selalu merasa lebih percaya diri. Selanjutnya, saya pikir aspal yang diperbaharui satu setengah tahun yang lalu membuat perbedaan,” ujar rekan setim Andrea Dovizioso itu.

Lorenzo kini tengah berusaha mendapatkan hasil yang impresif untuk mempertahankan tempatnya di tim Ducati pada musim depan.

Hingga sekarang, dia belum mendapat kontrak baru dari Ducati, sementara sang rekan, Andrea Dovizioso, sudah menandatangani kontrak baru.

Posisi Jorge Lorenzo di Ducati pun kian terjepit karena dua pebalap tim Pramac Racing, Danilo Petrucci dan Jack Miller, digadang-gadang akan promosi ke tim pabrikan Italia tersebut. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Yogyakarta – Meletusnya Gunung Merapi di Yogyakarta tak memengaruhi kondisi pelanas rugbi 7 dan balap sepeda. Saat ini, mereka tengah beruji coba di luar negeri.

Rugbi dan balap sepeda nnomor jalan raya berlatih di Yogyakarta untuk menghadapi Asian Games 2018. Meletusnya Gunung Merapi Jumat, 11 Mei 2018 pagi tak memengaruhi latihan mereka.

Beruntung, skuat rugbi dan balap sepeda tengah menjalani uji coba di luar negeri.

Atlet nasional rugbi tengah berada di Uzbekistan dan Sri Lanka. Mereka berangkat sejak awal Mei. Sementara, balap sepeda tengah berada di China dan akan kembali pekan depan.

“Rugbi sedang try out ke Uzbekistan dan Sri Lanka selama dua pekan. Berangkat sejak 3 Mei kemarin sampai pekan depan,” kata Sekretaris Jenderal Persatuan Rugby Union Indonesia (PRUI) Iswahyudi kepada detikSport, Jumat, 11 Mei 2018

“Tapi, kami merencanakan pindah ke luar Yogyakarta seandainya tidak aman. Hanya kami masih menunggu cuaca saat kepulangan mereka seperti apa. Paling mungkin pindah ke Jakarta,” ujarnya lagi.

Hal yang sama diungkapkan Ketua Badan Tim Nasional Balap Sepeda, Budi Saputra. Saat ini atlet balap sepeda road race tengah berada di China untuk menjalani uji coba di Tour of Zhousan Island, 1-3 Mei dan Panorama Guizhou International women road race pada 6-10 Mei.

“Tidak pengaruh karena setelah pulang dari China atlet akan pindah training camp di Subang. Mereka baru kembali ke Indonesia pekan depan,” kata Budi, dihubungi terpisah. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jerez – Dani Pedrosa menolak disalahkan atas kecelakaan yang terjadi dengan Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo.

MotoGP Spanyol diwarnai dengan drama kecelakaan yang melibatkan tiga pebalap sekaligus. Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo, dan Andrea Dovizioso gagal menuntaskan balapan setelah saling bersenggolan di tikungan enam.

Atas kejadian itu Dovizioso menyalahkan Pedrosa. Sebagai pebalap yang berada paling belakang, Pedrosa disebut Dovi harusnya bisa menghindari crash.

Selain itu Dovi juga menuding Pedrosa masuk tikungan dengan kecepatan tinggi. Hal mana dibantah oleh pebalap asal Spanyol itu.

“Tidak, saya tidak lebih cepat. Saya justru malah bisa mempertahankan racing line saya,” ucap Pedrosa dikutip dari Autosport.

“Saya melaju di racing line normal saya. Mereka (Dovizioso dan Lorenzo ) yang melambat karena mereka melebar (di tikungan),” lanjut Pedrosa. (***)

sumber: detik.com

Pembalap asal Italia itu membalap karena hobi dan kesenangan.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jere – Superstar Movistar Yamaha Valentino Rossi percaya meski usianya saat ini sudah 39 tahun, selama mentalnya bagaikan pembalap 25 tahun, maka ia bisa terus membalap.

Rossi selama ini menjelma menjadi bintang istimewa di semesta MotoGP.

Rekam jejaknya luar biasa, 115 kemenangan di MotoGP dan sembilan gelar juara dunia. Rossi juga memiliki komunitas penggemar terbesar di dunia balap primer ini. Ke mana pun pembalap Italia ini muncul, di sana penggemarnya selalu ada.

Belum lama ini, the Doctor, julukan Rossi, diwawancarai rekannya dari Motor News, Simon Petterson. Rossi mengaku memiliki begitu banyak penggemar adalah harga yang harus dibayarnya dengan kesuksesan.

“Semakin tua saya, semakin rileks saya. Saya dulu berjuang untuk memahami mengapa saya tak bisa hidup normal? Namun, sejak peristiwa 2015, semuanya berubah. Seolah-olah saya tiba-tiba berubah menjadi ikon dan pahlawan olah raga ini.

Sebelumnya, saya merasa saya hanya seorang pembalap biasa, tapi sekarang ceritanya berbeda,” kata Rossi dilansir dari Speedweek, Jumat, 4 Mei 2018.

Beberapa tahun lalu, Rossi memutuskan pindah dan tinggal di Tavullia. Ia menciptakan kekaisarannya sendiri selangkah demi selangkah.

Rossi mengaku hanya di Tavullia dirinya bisa menjalani kehidupan normal. “Itu adalah keputusan terpenting dalam hidup saya, sebab jika ingin hidup lebih baik, maka saya harus mengurangi stres,” katanya.

Legenda MotoGP ini menyatakan, ia membalap karena hobi dan kesenangan. Ini satu-satunya alasan Rossi tetap berada di lintasan, selain impian ingin memenangkan lebih banyak balapan dan gelar juara dunia kesepuluh. “Akan tetapi, bagaimana pun, semua itu hanya angka. Yang terpenting bagi saya adalah perasaan,” ujarnya. (***)

sumber: republika.co.id

Rossi menilai tindakan Marquez telah merugikan MotoGp

MEDIAKEPRI.CO.ID, Argentina – Legenda Yamaha Movistar Velentino Rossi menganggap jagoan Honda Repsol, Marc Marquez, tak memiliki rasa hormat kepada para pesaingnya.

Pernyataan kemarahan Rossi itu menyusul insiden senggolannya dengan Marquez yang mengakibatkan ia terjatuh di lap 13 di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Grand Prix Argentina, Senin 9 April 2018 dini hari WIB.

“Ini adalah situasi yang sangat buruk, karena dia menghancurkan olahraga kami, karena dia tidak memiliki rasa hormat kepada para pesaingnya, tidak pernah,” kata Rossi, dilansir Motorsport, Senin, 9 April 2018.

Rossi menilai tindakan Marquez telah merugikan MotoGp. Rossi dan Marquez memang dikenal sering bentrok dalam balapan dengan serangkaian kontroversinya. Pembalap berusia 39 tahun itu meminta Marquez lebih menghargai lawan balapan.

“Ketika Anda berpacu 300 kilometer per jam di lintasan, Anda harus menghormati lawan Anda. Anda harus kuat. Anda harus membuat maksimum, tetapi seperti itu (membuat jatuh), selesai,” ujarnya.

Masih di GP Argentina, the Doctor, julukan Rossi, juga menganggap bentrokan Marquez dengan pembalap Aprilia, Aleix Espargaro, adalah kesengajaan the Baby Alien. Selain itu, ia memberikan daftar pembalap lain yang menurut dia memang sengaja “diganggu” oleh Marquez sejak kualifikasi, seperti Maverick Vinales (Yamaha) dan Andrea Dovizioso (Ducati).

Memang, kata Rossi, dalam balapan pasti terjadi masalah, baik soal lintasan, rem, mesin motor, maupun teknis lainnya. Namun, apa yang dilakukan Marquez, menurut dia, sengaja membuat lawan celaka.

“Jadi, jika kamu mulai bermain seperti ini, kamu menaikkan level ke titik yang sangat berbahaya.

Karena jika semua pembalap berlomba seperti ini, tanpa rasa hormat kepada para rival, ini adalah olahraga yang sangat berbahaya dan (itu akan) berakhir dengan cara yang buruk,” ucap pembalap asal Italia ini. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID – Berikut hasil balapan MotoGP seri perdana Qatar, Minggu 18 Maret 2018 kemarin:

1. A. Dovizioso (Ducati), 0:42:34.654
2. M. Marquez (Honda), +0.027s
3. V. Rossi (Yamaha), +0.797s
4. C. Crutchlow (Honda), +2.881s
5. D. Petrucci (Ducati), +3.821s
6. M. Vinales (Yamaha), +3.888s
7. D. Pedrosa (Honda), +4.621s
8. J. Zarco (Yamaha), +7.112s
9. A. Iannone (Suzuki), +12.957s
10. J. Miller (Ducati), +14.594s
11. T. Rabat (Ducati), +15.181s
12. F. Morbidelli (Honda), +16.274s
13. A. Bautista (Ducati), +19.788s
14. H. Syahrin (Yamaha), +20.299s
15. K. Abraham (Ducati), +23.287s

sumber: galamedianews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Komunitas pencinta motor Honda CBR mendapatkan kesempatan yang langka untuk memacu motor mereka di sirkuit lewat event yang diadakan PT Astra Honda Motor (AHM) yang bertajuk Track Day Honda CBR Community.

Para bikers dapat memacu serta berakselerasi di sirkuit dengan panduan para pebalap berpengalaman. Kegiatan yang berlangsung pada periode Maret hingga Juli 2018 ini mengusung tema “Let’s Joy The Total Control”. Kegiatan ini digelar AHM bersama dengan jaringan main dealernya di 8 kota besar di Indonesia.

Acara ini akan dimulai pertama kali di Sirkuit Bung Tomo, Surabaya dan Sirkuit Pancing, Medan 4 Maret 2018. Selanjutnya, aktivitas ini dilakukan di kota Samarinda dan bertempat di sirkuit Kalan 18 Maret 2018.

Di bulan April, Track Day akan dilakukan di Sirkuit Balipat, Banjarmasin dan Sirkuit Pangkep, Makassar 28 april 2018. Di bulan Mei, acara ini juga akan digelar di dua tempat yaitu Stadion Maulana Yusuf, Banten dan Stadion Maguwoharjo, Yogyakarta. Ditutup pada bulan Juli, CBR Track Day dilaksanakan di Semarang yang bertempat di Apron Bandara Ahmad Yani.

“Semakin banyaknya pecinta motor sport Honda CBR series menginspirasi AHM untuk kembali mengajak komunitas All New Honda CBR250RR dan New Honda CBR150R yang mengusung konsep ‘Total Control’ untuk merasakan kesenangan berkendara di track sirkuit yang telah ditentukan,” ujar General Manager Marketing Planning and Analysis Division AHM, Agustinus Indraputra.

Pada kegiatan Track Day Honda CBR Community, para bikers mendapatkan teori balap yang akan disampaikan langsung oleh pebalap binaan AHM dan Main dealer yang telah memiliki prestasi di tingkat regional maupun nasional.

Pada kesempatan ini pebalap akan memberikan teori teknik-teknik balap seperti speeding, cornering, dan braking. Setelah mendapatkan pembekalan dari pebalap maka para bikers dapat mempraktekan teori yang sudah didapatkan dengan mengikuti fun ride di sirkuit yang telah ditentukan.

Saat melakukan fun ride, pebalap akan melakukan evaluasi terhadap aksi para bikers di lintasan balap. Berdasarkan evaluasi ini, para bikers bisa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Indonesia CBR Raceday 2018 yang rencananya tahun ini akan digelar sebanyak tiga kali di Sentul International Circuit, Jawa Barat.

Pada event Track Day Honda CBR Community kali ini hadir pula sepeda motor versi jalanan dari Marc Marquez dan Dani Pedrosa, yaitu Honda RC213V-S.

Honda RC213V-S merupakan motor versi jalan raya dari RC213V yang menjadi tunggangan pebalap Repsol Honda pada ajang MotoGP.

Sebagai motor prototipe dari RC213V, RC213V-S memiliki konfigurasi mesin serupa, yaitu mengusung mesin DNA balap V-4, 4-stroke, DOHC, 4-valve, 6-speed, berpendingin cairan (liquid-cooled) dengan kapasitas 999cc. (***)

sumber: detik.com