BULU TANGKIS

MEDIAKEPRI.CO.ID – Laga besar terjadi pada fase perempat final Japan Open 2018 saat Kento Momota (Jepang) bertemu dengan Lin Dan (China) pada Jumat, 14 September 2018 yang disiarkan langsung via streaming UseeTV.

Label big match Japan Open 2018 patut disematkan pada pertandingan tersebut karena mempertemukan dua pemain tunggal putra yang terkenal akan kehebatannya di atas lapangan bulu tangkis Kento Momota dan Lin Dan.

Kento Momota adalah pebulutangkis yang kariernya tengah melesat usai berhasil bangkit dari skandal judi yang menimpanya pada 2016.

Kembali bermain pada Juli 2017, kini Momota sudah berada di papan atas dengan menduduki peringkat ke-4 dalam ranking yang dirilis BWF.

Sedangkan Lin Dan adalah pemain yang sepak terjangnya di dunia bulu tangkis tak perlu dipertanyakan lagi.

Torehan 65 gelar juara rasanya sudah lebih dari cukup untuk membuktikan kehebatan pemain 34 tahun tersebut.

Meskipun begitu, keperkasaan Lin Dan itu seakan tak terlihat kala bertemu Kento Momota pada babak perempat final Japan Open 2018.

Bermain di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Super Dan harus mengakui keunggulan Momota lewat dua gim langsung, 8-21, 10-21.

Lin Dan sebenarnya sempat memberikan perlawanan ketat pada awal gim pertama saat kedudukan imbang 3 sama.

Namun sejak saat itu, perolehan poin Kento Momota langsung melesat dan seakan tak terbendung lagi oleh Lin Dan di gim pertama dan berlanjut pada gim berikutnya.

Dengan hasil ini, maka Lin Dan tersisih sementara Momota berhak melaju ke semifinal Japan Open 2018.

Pada fase tersebut, Kento Momota bakal menghadapi pemenang laga di Japan Open 2018 antara Viktor Axelsen (Denmark) versus Anthony Sinisuka Ginting (Indonesia). (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Wuhan – Andalan Indonesia, Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir amankan tiket final Badminton Asia Championships (BAC) 2018. Mereka melaju ke partai puncak, setelah sukses membalaskan dendamnya atas wakil tuan rumah Zheng Siwei-Huang Yaqiong atas kekalahan di Indonesia Master 2018 lalu.

Berlangsung di Wuhan Sport Center Gymnasium, Sabtu 28 April 2018, mereka menang straight game 21-11, 21-13. Dengan kemenangan tersebut, maka kini rekor pertemuan mereka kembali berimbang 1-1.

Pasangan peringkat tiga dunia ini mengaku tidak menyangka bisa menang mudah atas pasangan muda Tiongkok tersebut. Pasalnya saat bertemu di Indonesia Master lalu, Tontowi-Liliyana menilai unggulan kelima tersebut cukup sulit ditaklukan permainannya.

Namun, kali ini dinilai berbeda. Sejak awal Tontowi-Liliyana cukup percaya diri bisa mengontrol jalannya pertandingan. Bahkan di gim pertama mereka sempat memimpin cukup jauh 16-9.

Di gim kedua, Tontowi-Liliyana sempat tertinggal 4-8 di awal permainan. Namun kemudian mereka bisa mengejar dan mengunci permainan lawannya tersebut di poin 12 cukup lama. Tontowi-Liliyana bisa menambah 6 poin, untuk kemudian kembali unggul jauh 18-12. Lawan pun hanya diberikan satu angka tambahan sebelum Tontowi-Liliyana mengunci permainan dengan kemenangan.

“Kami tidak menyangka bisa menang mudah, kalaupun menang, kami pikir akan ketat. Sebetulnya kami sudah siap capek, siapkan semuanya. Jadi, lawan mau main seperti apa pun kami siap,” ujar Lililyana sesuai rilis Humas PBSI.

Menurut Liliyana kesuksesan mereka ada pada penerapan pola permainan yang benar. Selain juga komunikasi kemarin antara dirinya dan Tontowi dinilainya sangat berjalan baik. Hingga bisa menuntaskan permainan dengan cepat dan mereka bisa menyimpan tenaga untuk laga final nanti.

Menilai permainan lawan, Liliyana melihat jika posisi Zheng-Huang sama dengan dirinya ketika tampil di Indonesia Master lalu. Bermain di kandang sendiri, dukungan penonton justru berbalik jadi tekanan untuk mereka.

“Ini persis kejadian sama dengan kami di Indonesia Masters, seperti buntu mau main apa. Nah sekarang mereka yang bingung, dari servis juga kelihatan bingung mau arahkan kemana, kami di sini ada, di sana ada, salah buang bisa bahaya. Kami berusaha tampil tenang, untungnya Owi (Tontowi) hari ini penguasaan lapangannya bagus, saya di depan juga bisa lihat celah yang tepat,” ucap Liliyana menambahkan.

Sementara itu, Tontowi secara pribadi mengatakan jika ada motivasi tersendiri saat menghadapi Zheng-Huang di kandangnya sendiri. Ada rasa ingin membalaskan “dendam’ dengan mengalahkan pasangan Tiongkok ini di kandang mereka sendiri. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Panji Ahmad Maulana tumbang di perempat final turnamen bulu tangkis China Masters 2018, dan menyebabkan Indonesia tidak lagi memiliki wakil tunggal putra di turnamen level Super 100 tersebut.

Laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mencatat, Panji yang merupakan satu-satunya wakil tunggal putra Indonesia tersisa di China Masters 2018, harus terhenti di perempat final usai bermain luar biasa dalam tiga gim selama 74 menit menghadapi wakil Cina Sun Feixiang yang berkesudahan 15-21, 21-18, 16-21.

Bermain di Lingshui, Hainan, Cina, Jumat, 14 April 2018 waktu setempat, Panji terus tertinggal dan tak mampu mengembangkan permainannya. Terus berada di bawah tekanan Sun, wakil Indonesia akhirnya harus merelakan gim pertama menjadi milik pemain tuan rumah.

Di gim kedua, Panji berusaha mengubah peruntungan di gim pertama. Hasilnya, dia berhasil mengungguli perolehan poin Sun 5-2, 6-3 dan 8-4.

Namun, wakil Cina mampu mengejar dan membalikan keadaan 9-8, namun Panji mampu menempel ketat perolehan poin Sun.

Saat kembali tertinggal 11-12, Panji mampu membalikan keadaan menjadi 15-12 walau kembali dibalas wakil China dan dibalikan 16-15.

Ketika keadaan kembali imbang 17-17, Panji berhasil melesat dengan dulangan tiga poin. Sun membalas dengan satu angka, namun Panji berhasil memastikan kemenangan di gim kedua dan memaksakan pertandingan ditentukan oleh gim penentu.

Walau secara luar biasa memperoleh kemenangan di gim kedua, momentum Panji nampaknya habis di gim pamungkas. Setelah bermain ketat dan mengalami hasil imbang 3-3, Sun langsung melesat dengan mengumpulkan tujuh angka dan meninggalkan poin Panji menjadikan kedudukan 10-3.

Panji yang terus berada dalam tekanan Sun, hanya bisa memperkecil kedudukan dari keadaan tertinggal 12-20, menjadi 16-20, namun hal itu tak bisa mencegah wakil tuan rumah melaju ke fase empat besar.

Kekalahan Panji atas Sun ini, membuat Indonesia kehilangan asa untuk bisa meraih gelar di nomor tunggal putra dalam turnamen berhadiah total 75 ribu dolar AS ini.

Lima wakil Merah Putih lainnya yakni Andre Marteen, Ihsan Maulana Mustofa, Vicky Angga Saputra, Firman Abdul Kholik dan Chico Aura Dwi Wardoyo, lebih dulu tersingkir di fase sebelum perempat final.

sumber: republika.co.id

Audisi Umum Djarum Beasiswa 2018 di Pekanbaru

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pekabbaru – Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 di Pekanbaru, Riau menyisakan banyak cerita, Minggu, 25 Maret 2018. Salah satunya adalah soal antusiasme besar dari anak-anak usia di bawah 15 tahun yang mengikuti proses audisi.

Pantauan audisi, GOR Angkasa, Pekanbaru, ratusan pelamar yang mendaftar bukan cuma berasal dari klub. Anak-anak yang datang dengan modal berlatih di luar klub pun mampu menunjukkan keterampilan bermain bulutangkis.

Program Associate Bakti Olahraga Djarum Foundation, Abraham Delta mengatakan, atlet-atlet yang tak rutin mengonsumsi latihan bersama sebuah klub pun terbukti punya talenta hebat. Menurut Abraham, anak-anak Indonesia memang punya bakat natural bulutangkis yang luar biasa. Hal tersebut membuat teknik bermain bisa dilatih di mana saja ketika usia masih belia.

“Anak Indonesia, baru lahir saja langsung bisa pegang raket. Kira-kira begitu kata orang tua. Ini yang kami lihat, kemampuan anak-anak yang bukan non-klub sebenarnya bisa mengimbangi asal tentu rutin latihan,” kata Abraham di sela-sela kegiatan Audisi Umum Beasiswa Djarum 2018, di Pekanbaru.

Untuk itulah, Abraham berharap tidak ada anak yang merasa minder ketika mengikuti Audisi Umum Beasiswa Djarum 2018. Sosok yang akrab disapa Abe ini memastikan Tim Pencari Bakat akan mengamati secara seksama tanpa memandang anak tersebut anggota klub atau bukan di daerahnya.

“Dulu juga pernah ada satu anak di Manado, hebat banget meski bukan dari klub. Sayang dia kalah di final audisi, tapi ini bukti asal sungguh-sungguh maka tak perlu minder untuk ikut audisi,” kata Abe.

Tahun ini, Djarum Foundation melaksanakan Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis di delapan kota. Kota-kota tersebut adalah Pekanbaru,Balikpapan, Manado, Cirebon, Solo, Purwokerto, Surabaya, dan Kudus.

Para atlet yang berhasil lolos dari fase Audisi Umum di Pekanbaru akan melaju ke babak Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis, di GOR Djarum, Jati, Kudus, pada 7-9 September 2018. Di tahap final ini mereka akan kembali berkompetisi dengan para atlet dari kota-kota lainnya sebelum akhirnya diumumkan siapa saja yang resmi diterima menjadi atlet PB Djarum. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID – Pasangan Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon melangkah ke final ganda putra All England 2018, setelah menyingkirkan pemain Denmark dua set langsung, di Birmingham, hari Sabtu, 17 Maret 2018.

Kevin/Marcus menang atas Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding 21-11 21-19 dalam waktu 38 menit.

Pasangan Indonesia menang mudah di set pertama, tapi permainan di set kedua terganggu, setelah Kevin dinyatakan fault karena oleh wasit raketnya dinyatakan menyentuh kok, padahal Kevin merasa sama sekali tak menyentuh kok tersebut.

Ia protes keras dan pertandingan sempat berhenti beberapa saat namun wasit tak menerima penjelasannya.

“Itu keputusan yang sangat aneh … itu membuat (konsentrasi) kami terpengaruh,” kata Kevin usai pertandingan kepada wartawan BBC Indonesia Mohamad Susilo di arena kejuaraan di Birmingham.

Insiden ini, tambah Marcus, diakui mempengaruhi konsentrasi dan fokus.

“(Membuat kami) goyah, bingung … tapi (bagusnya kami) bisa kembali (fokus) lagi,” kata Marcus.

Conrad-Petersen mengatakan Kevin/Marcus bermain jauh lebih baik terutama di set pertama.

“Kami terlalu banyak melakukan kesalahan di set pertama. Di set kedua, permainan kami jauh meningkat tapi pada akhirnya lawan lebih cerdas dan kami kalah,” kata Conrad-Petersen.

Dalam pertandingan ini Kevin/Marcus menunjukkan trade mark mereka selama ini, bermain sangat cepat dipadu dengan smash-smash keras oleh Kevin.

Di set kedua, pasangan Indonesia banyak melakukan kesalahan sendiri, terutama setelah insiden Kevin dinyatakan fault oleh wasit, seperti mati langkah dan bola yang menyangkut di net.

Sempat saling mengejar poin, tapi Kevin/Marcus akhirnya mengunci duo Denmark di poin 19.

Prestasi yang terus meroket

Di partai puncak, Kevin/Marcus akan berhadapan dengan pemenang pertandingan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dan Mathias Boe/Carsten Mogensen.

Kevin mengatakan dirinya tak memilih siapa akan akan dihadapi di final.

“Tak ada lagi yang bisa dipilih. Kalau masuk final, pasti mereka adalah pemain yang terbaik,” katanya.

Bagi Kevin dan Marcus, keberhasilan masuk final ganda putra turnamen bergengsi All England mengukuhkan performa konsisten mereka dalam setahun terakhir.

Nomor satu dunia dan juara All England, apa sasaran Kevin/Marcus selanjutnya?
All England: Datang sebagai juara bertahan, Kevin/Marcus tak mau pikirkan beban psikologis. Sejak juara di All England tahun lalu, Kevin/Marcus terus meroket dan menjuarai beberapa seri turnamen bulutangkis.

Kemenangan atas Conrad-Petersen/Kolding adalah yang kemenangan ke-18 kali berturut-turut, yang antara lain membuat mereka menjadi ganda putra terbaik di dunia dan menempati unggulan nomor satu di All England.

Pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi, mengatakan semua pemain sekarang ingin mengalahkan Kevin/Marcus.

“Saya berpesan ke Kevin/Marcus untuk tidak meremehkan lawan, jangan terlalu percaya diri. Semua orang kini mengincar mereka, ingin mengalahkan mereka,” kata Herry.

Herry mengatakan semua lawan mempelajari permainan Kevin/Marcus.

“Mereka mencari tahu apa kelemahan mereka. Makanya, Kevin/Marcus harus fokus sejak awal pertandingan dan harus konsisten,” kata Herry. (***)

sumber: bbc.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Cabang bulutangkis di test event Asian Para Games 2018 batal digelar. Venue dan jadwal yang bentrok dengan Indonesia Open menjadi penyebabnya.

Wakil Sekretaris Jenderal INAPGOC, Ferry Juniarto Kono, mengatakan test event harusnya menggelar lima cabor, yakni bulutangkis, para atletik, para swimming, tenis meja, dan whellchair basketball.

Namun bulutangkis terpaksa dipangkas karena lokasi pertandingan yang akan digunakan bentrok dengan penyelenggaraan turnamen Indonesia Open 2018.

Test event Asian Para Games berlangsung 29 Juni sampai 3 Juli. Sementara Indonesia Open 2018 dimulai 3 sampai 8 Juli di Istora, Senayan.

“Jadi sebagai gantinya nanti kuota Indonesia untuk tenis meja yang tadinya 40-an jadi meningkat. Jadi test event hanya gelar empat cabang saja, ” kata Ferry kepada detikSport, Senin 5 Maret 2018.

Dijelaskan Ferry, INAPGOC tak bisa memundurkan jadwal karena waktunya sudah mepet.

Sedangkan, tujuan INAPGOC menggelar test event adalah untuk menguji panitia penyelenggara.

“Jadi eloknya tetap di venue yang akan digunakan,” lanjutnya.

“Selain itu, kami tidak bisa mundurkan waktu karena 9 Juli, atlet village harus clear karena sudah akan digunakan persiapan Asian Games. Jadi tak mungkin mundur lebih dari 3 Juli.”

“Kami saja tanggal 3 Juli selesai beres semua kemungkinan 5 Juli sehingga waktunya mepet sekali,” tutup dia. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Atlet bulu tangkis spesialis ganda campuran, Liliyana Natsir, akan fokus berbisnis selepas pensiun dari dunia bulu tangkis. Ada dua bisnis yang sejak kini sudah digelutinya, yakni refleksi dan properti.

“Awal tahun depan, setelah melewati Asian Games juga, saya berencana pensiun. Karena sudah 33 tahun, kan dan selepas itu mungkin fokus bisnis,” kata Liliyana saat ditemui di Green Pramuka City, Jakarta, Minggu.

Bisnis yang akan difokuskan oleh pemain sarat prestasi tersebut adalah bisnis properti dan refleksi yang telah dirintis olehnya selama beberapa tahun belakangan.

Untuk bisnis refleksi, dirinya sudah membuka bisnis tersebut sejak 2016 di Gading Serpong, Tangerang, dengan label Nine Family Reflexology dan berencana akan membuka cabang di Mal Green Pramuka Square.

“Pada dasarnya saya memang senang refleksi, dari dahulu jadi atlet ‘kan sering dipijat. Jadi, saya tahu seperti apa pijatan yang enak dan membuat tubuh kita jadi segar,” katanya.

Oleh karena itu, dia terjun langsung dalam memilih terapis. Rencananya dia akan membuka lagi cabang di Green Pramuka.
“Sekarang saya lagi survei juga,” ujar peraih emas Rio de Janeiro tersebut.

Adapun untuk bisnis properti, dia memiliki minat setelah berkonsultasi dengan paman dan teman-temannya yang sudah berbisnis properti terlebih dahulu.

Berbekal “sharing” pengalaman tersebut, Liliyana akhirnya terjun pada tahun 2014 dengan membangun cluster perumahan seharga berkisar Rp 500 juta hingga Rp 600 juta sebanyak dua kompleks kecil dengan jumlah satu kompleks berkisar 14 sampai 15 rumah dengan ukuran tipe 48 untuk tanah 80 meter persegi.

“Dua kompleks tersebut ada di Bekasi, daerah Kranggan, satu namanya Bale Sampurna, satu lagi namanya Bale Jati Raden. Lokasinya di timur Jakarta karena harga tanah di sana masih murah dan daerahnya masih mudah diakses,” ucap tandem main Tontowi Ahmad tersebut.

Saat ini, Liliyana sendiri tengah membangun proyek propertinya yang ketiga dengan lokasi yang sama-sama di Kota Bekasi. Namun, dengan harga di atas proyek pertama dan kedua, yakni Rp 1 miliar.

Proyek yang rencananya akan diberi nama Royal Hankam ini, menurut Liliyana, memiliki harga lumayan tinggi karena aksesnya lebih mudah dari proyek sebelumnya, dengan berjarak 2 kilometer dari akses tol.

“Karena harganya tinggi, saat ini saya bangun rumah contoh dahulu agar pemesan bisa lebih yakin,” kata Liliyana.

Mengapa ia memilih terjun di dunia properti? “Kalau jadi pelatih saya belum tentu mampu meskipun dibilang orang saya pemain hebat, tapi ngelatih itu beda. Sementara untuk GOR, saya lihat agak kurang menjanjikan untuk balik modal cepat. Oleh karena itu, saya pilih properti ini sebagai tabungan masa depan saya,” ucapnya.

Selain itu, Liliyana juga kini tengah menjajaki pembangunan proyeknya yang keempat dengan lokasi yang tidak jauh dari proyek pertama hingga ketiga dengan konsumen sasaran masyarakat menengah.

“Kalau tanah sudah ‘deal’, saya mau berjalan proyek keempat, maunya harganya di kisaran Rp 375 juta hingga Rp 400 juta,” katanya seraya mengatakan inginnya di situ memang karena kan masyarakat akan lebih mudah mengambil kredit perumahan rakyat (KPR).

Namun, meskipun harganya di bawah proyek-proyek sebelumnya, dia inginnya pekerjaan rapih, bertanggung jawab, sesuai dengan spesifikasi karena bawa namanya.

“Saya juga inginnya terlibat dalam desainnya. Namun, belum mampu Mas. Mudah-mudahan terealisasi nanti,” kata Liliyana. (kmg)

sumber: utusankepri.com