BULU TANGKIS

BULU TANGKIS

Minggu | 18 Agustus 2019

Firman Abdul Kholik Juara Tunggal Putra Akita Master

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pebulutangkis tungal putra lapis kedua, Firman Abdul Kholik berhasil menjuarai nomor tunggal putra kejuraan bulutangkis Yonex Akita Masters 2019, hari ini, Minggu 18 Agustus 2019.

Dalam laga yang digelar di CNS Arena Akita, Jepang tersebut, Firman mengalahkan jagoan tuan rumah Yu Igasari dengan dua set langsung 21-10, 21-17 dalam laga yang berlangsung 51 menit tersebut.

Firman saat ini menempati peringkat ke-77 dunia dan mampu mengalahkan Igasari yang bermodalkan peringkat 66.

Ganda Putri

Selain Firman, Indonesia memiliki satu waki lagi di ganda putri yaitu Nita Violina Marwah/Putri Syaikah yang bertanding melawan ganda Jepang Ayako Sakuramoto/Yukiko Takahata.

Sayangnya Nita/Putri gagal mengikuti jejak Firman, karena kalah kendati sudah berjuang keras denga rubber set 17-21, 21-14, 15-21. (***)

sumber : bisnis.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Tak ada lagi wakil Merah Putih di tunggal putra setelah Jonatan Christie tumbang di babak perempatfinal Indonesia Open 2019 level super 1000. Jonatan meminta maaf atas kekalahan ini.

Bertanding di Istora Senayan, Jumat, 19 Juli 2019, Jonatan dikalahkan unggulan keempat asal Taiwan, Chou Tien Chen, melalui pertarungan tiga gim, 21-16, 18-21, dan 14-21 dalam waktu 76 menit.

Ini merupakan kekalahan kedua Jonatan lawan Chou dari delapan pertemuan.

BERITA TERKAIT:

Masuk Hari Kedua, Nih Jadwal Indonesia Open Hari Ini

Sebelum Indonesia Open 2019, Jonatan kalah lawan Chou di ajang Piala Sudirman pada Mei lalu.

“Pertama saya mau minta maaf kepada suporter di Istora dan dirumah yang mendukung saya. Maaf belum bisa memberikan hasil terbaik, tapi tadi saya sudah berusaha melakukan yang terbaik,” ungkap Jonatan.

“Puji Tuhan bersyukur apa pun hasilnya. Sangat disayangkan karena sebenarnya bisa meraih kemenangan, tapi hasil justru sebaliknya. Di gim kedua saya sempat unggul 16-12 tapi tidak bisa memanfaatkan. Chou akhirnya lebih percaya diri di gim ketiga,” kata Jonatan, dalam jumpa pers.

Hanya Tiga Minggu, Skripsi Setebal 3.045 Halaman Itu Selesai Tepat Waktu

“Sebenarnya tidak ada yang berubah dengan permainan Chou. Yang berubah di gim kedua saat saya sudah unggul, dia bisa membalikkan kedudukan. Permainan dia lebih keluar. Dia jadi lebih percaya diri,” tambah Jonatan.

Di gim ketiga, Jonatan sempat mendapatkan perawatan karena cedera engkel kiri. Tapi, dia bisa melanjutkan permainan meskipun hasil akhirnya tetap kalah.

“Memang kemarin saat melawan Hans-Kristian Vittinghus sudah sempat bunyi engkelnya.

Tapi saya berharap tidak parah. Di awal-awal main sempat terasa sakit. Di gim kedua dan ketiga sudah hilang. Tapi harus tetap dijaga karena setelah ini mau tampil di Japan Open,” ujarnya. (***)

vsumber: inilah.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open 2019 memasuki hari kedua. Akan ada 15 partai pertandingan yang akan dilakoni wakil Indonesia pada hari kedua di Istora Gelora Bung Karno, Rabu, 17 Juli 2019.

Tunggal putri Indonesia Fitriani akan menjajal peruntungannya menghadapi unggulan kedua asal China Chen Yu Fei pada babak pertama turnamen. Kemudian ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan akan berhadapan dengan Marcus Ellis/Chris Langridge di pertemuan keempat mereka.

Berikut jadwal pertandingan lanjutan babak pertama turnamen yang dilansir laman resmi BWF, Rabu, 17 Juli 2019.

09:00 WIB:

Tunggal putri: Fitriani (INA) vs Chen Yu Fei (2) (CHN) – lapangan 1

Tunggal putra: Tommy Sugiarto (INA) vs Chen Long (5) (CHN) – lapangan 1

Ganda campuran: Huang Kai Xiang/Liu Cheng (CHN) vs Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (INA) – lapangan 1

Ganda campuran: Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow (INA) vs Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa (IND) – lapangan 1

Ganda putri: Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta (INA) vs Li Wen Mei/Zheng Yu (CHN) – lapangan 1

Ganda putra: Marcus Ellis/Chris Langridge (ENG) vs Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (INA) – lapangan 1

Ganda campuran Roland Roland/Annisa Saufika (INA) vs Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (5) (MAS) – lapangan 1

09:05 WIB Ganda putra: Lee Yang/Wang Chi-Lin (TPE) vs Ricky Karndasuwardi/Angga Pratama (INA) – lapangan 2

09:45 WIB Ganda putra: Chooi Kah Ming/Low Juan Shen (MAS) vs Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso (INA) – lapangan 2

10:25 WIB Tunggal putra: Yehezkiel Fritz Mainaky (INA) vs Lee Cheuk Yiu (HKG) – lapangan 2

13:15 WIB Ganda putri: Metya Inayah Cindani/Vania Arianti Sukoco (INA) vs Chen Qing Chen/Jia Yi Fan (4) (CHN) – lapangan 2

16:20 WIB Ganda campuran: Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari (INA) vs Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja (6) (INA)

17:10 WIB Tunggal putri: Beiwen Zhang (MAS) vs Lyanny Alessandra Mainaky (INA)

17:10 WIB Ganda putri: Agatha Imanuela/Virni Putri vs Liu Xuan Xuan/Xia Yu Ting (CHN)

18:00 WIB Ganda campuran: Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami (INA) vs Ou Xuan Yi/Feng Xue Ying (CHN)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Naning – Indonesia tersingkir di babak semifinal Piala Sudirman, setelah dipaksa mengakui keunggulan Jepang di hampir semua lini dan menelan kekalahan 1-3 di Nanning, China, Sabtu, 25 Mei 2019 malam.

Ganda putra andalan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo sempat memupuk asa Indonesia untuk lolos ke final, ketika mengamankan poin pertama dengan menundukkan pasangan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda 21-14, 21-18.

Namun Jepang kemudian berbalik meraih tiga poin berikutnya untuk memastikan satu tempat di final menghadapi tuan rumah China, usai memenangi nomor tunggal putri, tunggal putra dan ganda putri.

Prestasi Bulu Tangkis Indonesia dinilai Kurang Merata, Ini Himbauan Susy Susanti untuk Atlet Pelatnas

Di nomor tunggal putri, Akane Yamaguchi tak membiarkan Gregoria Mariska Tunjung mengulangi kejutan laiknya di Asian Games 2018 dan menang dua gim langsung 13-21, 13-21.

Anthony Sinisuka Ginting yang diharapkan memberikan poin kedua bagi Indonesia memberikan perlawanan ketat kepada Kenta Momota, namun dipaksa menyerah di tangan peringkat satu dunia itu 17-21, 19-21.

Harapan Indonesia mengulangi skenario melawan Chinese Taipei dengan bertumpu pada sektor ganda, mendapati kenyataan pahit ketika pasangan Greysia Polii/Apriani Rahayu masih defisit tenaga dan kalah gesit dari pasangan nomor satu dunia, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara, 15-21, 17-21.

Pebulu Tangkis Pasangan Nomor Satu Dunia Ganda Putra Ini Mengaku Dunia Terasa Kiamat Kalau Kalah Bertanding

Harapan Indonesia melangkah ke babak final sama nasibnya dengan mimpi membawa kembali trofi Piala Sudirman ke Tanah Air setelah tiga dasawarsa lamanya. Kandas.

“Hari ini ketika melawan Indonesia kami tahu jika kami memiliki peluang lebih baik dari Indonesia, tapi Indonesia selalu tampil kuat di team event. Kami sedikit takut karenanya,” kata pelatih kepala tim Jepang Park Joo Bong usai laga.

Duel Ginting dan Momota menjadi titik balik bagi tim Jepang yang mampu meraih tiga poin kemenangan setelah tertinggal terlebih dahulu.

Jepang akan menghadapi tim tuan rumah China di final pada Minggu siang nanti.

Catatan lini per lini

Seperti yang sudah diantisipasi oleh Susi Susanti, sebagai kepala bidang pembinaan dan prestasi PB PBSI, Jepang memiliki kekuatan merata di semua lini.

“Secara keseluruhan kita harus akui keunggulan Jepang, mereka tampil maksimal dan cukup baik dan kuat. Atlet kita sudah berusaha keras. Pertandingan pertama kita bisa kuasai tapi di tiga pertandingan berikutnya kita harus akui keunggulan mereka meski kita harus berusah keras,” ungkap Susi.

Diduga Ilegal, Klinik Kecantikan Ini Digrebek

Indonesia memang mencapai target PBSI yakni semifinal, namun mimpi membawa pulang Piala Sudirman setelah 30 tahun berpisah harus berlanjut lagi, setidaknya untuk dua tahun ke depan.

“Dua tahun lalu kita tidak sampai ke delapan besar, tapi tahun ini bisa masuk ke semifinal, lebih baik lagi,” kata Susi.

Catatan untuk tunggal putra Indonesia dari Susi adalah harus meningkatkan konsistensi.

“Kalau peringkat mereka sudah, namun konsistensi pada saat mereka main itu yang harus ditingkatkan…baik Jojo (Jonatan Christie) maupun Ginting yang menjadi evaluasi kita,” ujarnya.

Tidak Punya THR? Nih Tips Lebaran Tetap Asyik Meski Tanpa THR

Untuk tunggal putri, “masih butuh kerja keras dan penanganan lebih lagi,” kata Susi melengkapi.

Meski menilai sektor ganda putri sudah memperlihatkan kekompakan tim yang solid, Susi menyoroti kebutuhan peningkatan kekuatan dan ketahanan baik fisik maupun mental.

“Para pemain putri Jepang saat ini memiliki ketahanan yang tinggi, itu yang jadi pembenahan untuk kita. Harus bisa seperti mereka,” pungkas Susi. (***)

sumber: galamedianews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Nanning – Tim Piala Sudirman Indonesia mulai menjalani latihan teknik pertama di Nanning pada hari ini, Kamis, 16 mei 2019.

Sesi latihan teknik berlangsung selama dua jam dari pukul 16.00-18.00 waktu Nanning dengan menggunakan lima lapangan.

Manajer Tim Piala Sudirman, Susy Susanti, menyampaikan bahwa para atlet ada dalam kondisi fit. Cuaca panas di Nanning menjadi salah satu hal yang diwaspadai tim.

“Semua atlet dalam kondisi fit, meskipun tadi agak panas saat latihan, tapi penanganannya cepat supaya tidak dehidrasi.

Kami juga sudah mengingatkan kalau ada yang rasanya ada gejala mau sakit, cepat-cepat bilang, supaya cepat ditangani, jangan menunggu parah. Sampai sekarang semuanya berjalan lancar, para atlet semangat dan kompak, mudah-mudahan mereka lebih fokus dalam menghadapi pertandingan. Kami juga jaga suasana jangan sampai mereka tegang,” ungkap Susy Susanti seperti dilansir Badmintonindonesia.org.

Pertandingan babak penyisihan pertama akan dilangsungkan pada Ahad, 19 Mei 2019.

Inggris akan menjadi lawan pertama tim Indonesia di grup B, dilanjutkan dengan laga melawan Denmark, dua hari kemudian, pada hari Rabu, 22 mei 2019.

Indonesia mau tak mau harus menyabet posisi juara grup, agar terhindar dari lawan unggulan di babak perempat final yang kemungkinan besar menjadi jawara di grup masing-masing.

“Di fase penyisihan grup pasti ada target juara grup, step by step, jangan berpikir terlalu jauh, tapi pikir yang ada di depan kami dulu saja. Inggris mungkin membawa pemain dengan jumlah minim, tapi kami tetap harus waspadai, jangan sampai lengah,” jelas Susy Susanti.

“Bukan takabur, tapi kalau melihat kekuatan, seharusnya kami bisa mengatasi Inggris, semua sektor kami harapkan bisa punya tanggungjawab menyumbang poin, tidak hanya mengandalkan satu sektor saja. Kami minta semua sektor bisa kasih kontribusi menyumbang poin,” jelas peraih medali emas tunggal putri di Olimpiade Barcelona 1992 ini.

Tim Indonesia akan mulai menjajal arena pertandingan di Guangxi Sports Center Gymnasium pada esok hari dari pukul 09.40 – 10.20 waktu Nanning. Selebihnya, latihan akan dilanjutkan di lapangan latihan yang telah disediakan panitia penyelenggara. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Wuhan – Della Destiara Haris / Rizki Amelia Pradipta lolos ke semifinal Badminton Asia Championships atau BAC 2019 usai menyingkirkan Chang Ching Hui / Yang Ching Tun (Taiwan) 21-12, 21-18 di Wuhan Sports Center, Wuhan, Jumat, 26 April 2019 sore WIB.

Dari awal game pertama, Della / Rizki langsung in ke pertandingan dan mengontrol irama permainan. Chang / Yang tak bisa mengatasi serangan-serangan Della / Rizki yang bertubi-tubi ke arah pertahanan mereka.

“Memang pasangan Taiwan ini tipe mainnya seperti itu, tidak mudah dimatikan, pertahanannya cukup rapat. Tadi banyak reli-reli panjang. Pada game pertama, mereka kalau diserang bisa langsung tembus, tapi di game kedua mereka lebih siap,” kata Della kepada Badminton Indonesia.

“Hari ini bisa menang dua game langsung, karena kami lebih siap dari lawan,” timpal Rizki.

Pada babak semifinal besok, Della / Rizki akan bertemu pasangan tuan rumah Chen Qingchen / Jia Yifan yang di perempat final mengalahkan wakil Korea, Lee So Hee / Shin Seung Chan.

Nah, Della / Rizki tercatat belum pernah kalah dari Chen / Jia dalam tiga pertemuan mereka. “Kami harus lebih siap. Sudah setahun enggak pernah ketemu Chen / Jia. Sekarang performa mereka lagi naik ya,” kata Rizki.

“Iya sudah lama enggak ketemu Chen / Jia, kami belum tahu permainan yang sekarang. Namun, ketemu siapa saja harus siap,” tambah Della. (***)

sumber: jpnn.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kabid Binpres PBSI, Susy Susanti, mengimbau para atletnya untuk meningkatkan kualitas berlatih. Itu dia inginkan demi mendapatkan prestasi lebih baik saat bertanding atau ketika mengikuti turnamen.

Tidak dipungkiri, prestasi bulu tangkis Indonesia memang kurang merata dalam beberapa tahun belakangan ini. Biasanya, yang mampu menyabet gelar juara berasal dari sektor ganda putra atau ganda campuran.

Bobotnya Capai Ratusan Kilo Setelah Konsumsi Obat Steroid Berbulan-bulan, Ini Kata Dokter

Ditengah situasi itu, para pebulu tangkis Indonesia malah dihadapkan berbagai agenda 2019 yang sangat penting. Sebab, mulai April nanti, hasil turnamen internasional yang diikuti bakal menjadi tabungan poin menuju Olimpiade 2020.

Susy pun menyadari prestasi tim bulu tangkis Indonesia yang statis. Oleh karena itu, dia mengimbau para atlet agar mau berjuang lebih keras lagi ketika latihan. Setidaknya, tegas Susy, mereka semua mau menempa diri tiga kali lipat lebih lelah ketimbang saat bertanding.

Kain Penutup Wajah Dibuka, Disitulah Sang Ayah Tau, Kalau Aldama Tewas Bukan Karna Terjatuh, Tapi Dianiaya Seniornya

“Kalau latihan melakukan 20 kali smes, paling di pertandingan cuma lima sampai enam kali smes untuk satu poin. Kalau di nomor tunggal, bahkan bisa 56 kali sampai 80 kali. Latihannya itu memang harus tiga kali lipat,” tutur Susy seperti dikutip dari rilis Humas PBSI.

“Saat pertandingan, setengahnya bakal sudah hilang karena tenaga lebih terkuras akibat rasa tegang, feeling yang belum dapat dan sebagainya. Nah, kalau kita bisa menerapkan yang setengahnya saja sudah bagus,” tambahnya.

Pencipta Lagu “Goyang Nasi Padang” Diciduk Polisi, Kasus Apa Ya?

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon masih menjadi tumpuan untuk menyelamatkan muka Indonesia di berbagai turnamen internasional. Prestasinya cukup konsisten dalam beberapa tahun belakangan ini dan mereka pun sedang berstatus sebagai ganda putra terbaik dunia.

Di bawah Kevin/Marcus, biasanya ada Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang ikut menyumbang gelar lewat nomor ganda campuran. Tapi, Liliyana memutuskan pensiun pada akhir Januari lalu dan Tontowi pun belum punya catatan positif bersama pasangan barunya yang lebih muda, yakni Winny Oktavina Kandow.

Untuk sektor tunggal putra terdapat perkembangan dengan masuknya Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie di urutan 10 besar dunia. Kemudian, Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang sering disebut spesialis semifinal juga bisa duduk di ranking empat dunia ganda putri.

Sementara itu, untuk nomor tunggal putri yang dimainkan Susy saat aktif menjadi pemain malah masih melempem.

Pencapaian terbaik hingga saat ini masih dipegang Gregoria Mariska Tunjung dengan berada di urutan 14 dunia. Di belakang Gregoria ada Fitriani yang bertengger di ranking 30 dunia. (***)

sumber: metrotvnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo, tak menampik bahwa status dia dan Marcus sebagai pasangan nomor satu dunia menjadi suatu beban tersendiri.

Pengakuan itu diutarakan Kevin pada sesi konferensi pers seusai laga perempat final Indonesia Masters 2019, di Istora Senayan, Jakarta, Jumat, 25 Januari 2019 petang.

Dalam konferensi pers tersebut, Kevin hadir dengan raut wajah lelah. Bahu sebelah kanannya pun tampak sedang dikompres menggunakan es batu.

“Kalau mau ngomongin beban, terlalu banyak beban ya, karena setiap saya pertandingan, sepertinya saya (dituntut) harus juara,” ujar Kevin.

“Kalau saya kalah, (seolah-olah dunia) seperti mau kiamat. Tetapi, saya nikmati sajalah semua prosesnya. Nikmati setiap momen di lapangan. Menang atau kalah saya yang ngerasain,” ucap dia.

Kevin dan Marcus sukses melaju ke semifinal Indonesia Masters 2019 setelah menyingkirkan rekan senegara mereka, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Pertandingan sesama Indonesia itu berlangsung sengit. Namun, Marcus/Kevin berhasil menyudahi laga dengan kemenangan rubber game 18-21, 21-17, 21-19.

Dengan kemenangan itu, Marcus/Kevin pun terhitung sudah 3 kali meraih kemenangan atas Fajar/Rian.

Pada laga berikutnya, tepatnya babak semifinal, Marcus/Kevin akan menghadapi unggulan kelima asal Denmark, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen.

Berdasarkan rekor pertemuan, Marcus/Kevin memang lebih diunggulkan karena sudah 6 kali menundukkan Astrup/Rasmussen dari total 7 pertandingan. (***)

sumber: bolasport.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Laga besar terjadi pada fase perempat final Japan Open 2018 saat Kento Momota (Jepang) bertemu dengan Lin Dan (China) pada Jumat, 14 September 2018 yang disiarkan langsung via streaming UseeTV.

Label big match Japan Open 2018 patut disematkan pada pertandingan tersebut karena mempertemukan dua pemain tunggal putra yang terkenal akan kehebatannya di atas lapangan bulu tangkis Kento Momota dan Lin Dan.

Kento Momota adalah pebulutangkis yang kariernya tengah melesat usai berhasil bangkit dari skandal judi yang menimpanya pada 2016.

Kembali bermain pada Juli 2017, kini Momota sudah berada di papan atas dengan menduduki peringkat ke-4 dalam ranking yang dirilis BWF.

Sedangkan Lin Dan adalah pemain yang sepak terjangnya di dunia bulu tangkis tak perlu dipertanyakan lagi.

Torehan 65 gelar juara rasanya sudah lebih dari cukup untuk membuktikan kehebatan pemain 34 tahun tersebut.

Meskipun begitu, keperkasaan Lin Dan itu seakan tak terlihat kala bertemu Kento Momota pada babak perempat final Japan Open 2018.

Bermain di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Super Dan harus mengakui keunggulan Momota lewat dua gim langsung, 8-21, 10-21.

Lin Dan sebenarnya sempat memberikan perlawanan ketat pada awal gim pertama saat kedudukan imbang 3 sama.

Namun sejak saat itu, perolehan poin Kento Momota langsung melesat dan seakan tak terbendung lagi oleh Lin Dan di gim pertama dan berlanjut pada gim berikutnya.

Dengan hasil ini, maka Lin Dan tersisih sementara Momota berhak melaju ke semifinal Japan Open 2018.

Pada fase tersebut, Kento Momota bakal menghadapi pemenang laga di Japan Open 2018 antara Viktor Axelsen (Denmark) versus Anthony Sinisuka Ginting (Indonesia). (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Wuhan – Andalan Indonesia, Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir amankan tiket final Badminton Asia Championships (BAC) 2018. Mereka melaju ke partai puncak, setelah sukses membalaskan dendamnya atas wakil tuan rumah Zheng Siwei-Huang Yaqiong atas kekalahan di Indonesia Master 2018 lalu.

Berlangsung di Wuhan Sport Center Gymnasium, Sabtu 28 April 2018, mereka menang straight game 21-11, 21-13. Dengan kemenangan tersebut, maka kini rekor pertemuan mereka kembali berimbang 1-1.

Pasangan peringkat tiga dunia ini mengaku tidak menyangka bisa menang mudah atas pasangan muda Tiongkok tersebut. Pasalnya saat bertemu di Indonesia Master lalu, Tontowi-Liliyana menilai unggulan kelima tersebut cukup sulit ditaklukan permainannya.

Namun, kali ini dinilai berbeda. Sejak awal Tontowi-Liliyana cukup percaya diri bisa mengontrol jalannya pertandingan. Bahkan di gim pertama mereka sempat memimpin cukup jauh 16-9.

Di gim kedua, Tontowi-Liliyana sempat tertinggal 4-8 di awal permainan. Namun kemudian mereka bisa mengejar dan mengunci permainan lawannya tersebut di poin 12 cukup lama. Tontowi-Liliyana bisa menambah 6 poin, untuk kemudian kembali unggul jauh 18-12. Lawan pun hanya diberikan satu angka tambahan sebelum Tontowi-Liliyana mengunci permainan dengan kemenangan.

“Kami tidak menyangka bisa menang mudah, kalaupun menang, kami pikir akan ketat. Sebetulnya kami sudah siap capek, siapkan semuanya. Jadi, lawan mau main seperti apa pun kami siap,” ujar Lililyana sesuai rilis Humas PBSI.

Menurut Liliyana kesuksesan mereka ada pada penerapan pola permainan yang benar. Selain juga komunikasi kemarin antara dirinya dan Tontowi dinilainya sangat berjalan baik. Hingga bisa menuntaskan permainan dengan cepat dan mereka bisa menyimpan tenaga untuk laga final nanti.

Menilai permainan lawan, Liliyana melihat jika posisi Zheng-Huang sama dengan dirinya ketika tampil di Indonesia Master lalu. Bermain di kandang sendiri, dukungan penonton justru berbalik jadi tekanan untuk mereka.

“Ini persis kejadian sama dengan kami di Indonesia Masters, seperti buntu mau main apa. Nah sekarang mereka yang bingung, dari servis juga kelihatan bingung mau arahkan kemana, kami di sini ada, di sana ada, salah buang bisa bahaya. Kami berusaha tampil tenang, untungnya Owi (Tontowi) hari ini penguasaan lapangannya bagus, saya di depan juga bisa lihat celah yang tepat,” ucap Liliyana menambahkan.

Sementara itu, Tontowi secara pribadi mengatakan jika ada motivasi tersendiri saat menghadapi Zheng-Huang di kandangnya sendiri. Ada rasa ingin membalaskan “dendam’ dengan mengalahkan pasangan Tiongkok ini di kandang mereka sendiri. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Panji Ahmad Maulana tumbang di perempat final turnamen bulu tangkis China Masters 2018, dan menyebabkan Indonesia tidak lagi memiliki wakil tunggal putra di turnamen level Super 100 tersebut.

Laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mencatat, Panji yang merupakan satu-satunya wakil tunggal putra Indonesia tersisa di China Masters 2018, harus terhenti di perempat final usai bermain luar biasa dalam tiga gim selama 74 menit menghadapi wakil Cina Sun Feixiang yang berkesudahan 15-21, 21-18, 16-21.

Bermain di Lingshui, Hainan, Cina, Jumat, 14 April 2018 waktu setempat, Panji terus tertinggal dan tak mampu mengembangkan permainannya. Terus berada di bawah tekanan Sun, wakil Indonesia akhirnya harus merelakan gim pertama menjadi milik pemain tuan rumah.

Di gim kedua, Panji berusaha mengubah peruntungan di gim pertama. Hasilnya, dia berhasil mengungguli perolehan poin Sun 5-2, 6-3 dan 8-4.

Namun, wakil Cina mampu mengejar dan membalikan keadaan 9-8, namun Panji mampu menempel ketat perolehan poin Sun.

Saat kembali tertinggal 11-12, Panji mampu membalikan keadaan menjadi 15-12 walau kembali dibalas wakil China dan dibalikan 16-15.

Ketika keadaan kembali imbang 17-17, Panji berhasil melesat dengan dulangan tiga poin. Sun membalas dengan satu angka, namun Panji berhasil memastikan kemenangan di gim kedua dan memaksakan pertandingan ditentukan oleh gim penentu.

Walau secara luar biasa memperoleh kemenangan di gim kedua, momentum Panji nampaknya habis di gim pamungkas. Setelah bermain ketat dan mengalami hasil imbang 3-3, Sun langsung melesat dengan mengumpulkan tujuh angka dan meninggalkan poin Panji menjadikan kedudukan 10-3.

Panji yang terus berada dalam tekanan Sun, hanya bisa memperkecil kedudukan dari keadaan tertinggal 12-20, menjadi 16-20, namun hal itu tak bisa mencegah wakil tuan rumah melaju ke fase empat besar.

Kekalahan Panji atas Sun ini, membuat Indonesia kehilangan asa untuk bisa meraih gelar di nomor tunggal putra dalam turnamen berhadiah total 75 ribu dolar AS ini.

Lima wakil Merah Putih lainnya yakni Andre Marteen, Ihsan Maulana Mustofa, Vicky Angga Saputra, Firman Abdul Kholik dan Chico Aura Dwi Wardoyo, lebih dulu tersingkir di fase sebelum perempat final.

sumber: republika.co.id

Audisi Umum Djarum Beasiswa 2018 di Pekanbaru

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pekabbaru – Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 di Pekanbaru, Riau menyisakan banyak cerita, Minggu, 25 Maret 2018. Salah satunya adalah soal antusiasme besar dari anak-anak usia di bawah 15 tahun yang mengikuti proses audisi.

Pantauan audisi, GOR Angkasa, Pekanbaru, ratusan pelamar yang mendaftar bukan cuma berasal dari klub. Anak-anak yang datang dengan modal berlatih di luar klub pun mampu menunjukkan keterampilan bermain bulutangkis.

Program Associate Bakti Olahraga Djarum Foundation, Abraham Delta mengatakan, atlet-atlet yang tak rutin mengonsumsi latihan bersama sebuah klub pun terbukti punya talenta hebat. Menurut Abraham, anak-anak Indonesia memang punya bakat natural bulutangkis yang luar biasa. Hal tersebut membuat teknik bermain bisa dilatih di mana saja ketika usia masih belia.

“Anak Indonesia, baru lahir saja langsung bisa pegang raket. Kira-kira begitu kata orang tua. Ini yang kami lihat, kemampuan anak-anak yang bukan non-klub sebenarnya bisa mengimbangi asal tentu rutin latihan,” kata Abraham di sela-sela kegiatan Audisi Umum Beasiswa Djarum 2018, di Pekanbaru.

Untuk itulah, Abraham berharap tidak ada anak yang merasa minder ketika mengikuti Audisi Umum Beasiswa Djarum 2018. Sosok yang akrab disapa Abe ini memastikan Tim Pencari Bakat akan mengamati secara seksama tanpa memandang anak tersebut anggota klub atau bukan di daerahnya.

“Dulu juga pernah ada satu anak di Manado, hebat banget meski bukan dari klub. Sayang dia kalah di final audisi, tapi ini bukti asal sungguh-sungguh maka tak perlu minder untuk ikut audisi,” kata Abe.

Tahun ini, Djarum Foundation melaksanakan Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis di delapan kota. Kota-kota tersebut adalah Pekanbaru,Balikpapan, Manado, Cirebon, Solo, Purwokerto, Surabaya, dan Kudus.

Para atlet yang berhasil lolos dari fase Audisi Umum di Pekanbaru akan melaju ke babak Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis, di GOR Djarum, Jati, Kudus, pada 7-9 September 2018. Di tahap final ini mereka akan kembali berkompetisi dengan para atlet dari kota-kota lainnya sebelum akhirnya diumumkan siapa saja yang resmi diterima menjadi atlet PB Djarum. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID – Pasangan Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon melangkah ke final ganda putra All England 2018, setelah menyingkirkan pemain Denmark dua set langsung, di Birmingham, hari Sabtu, 17 Maret 2018.

Kevin/Marcus menang atas Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding 21-11 21-19 dalam waktu 38 menit.

Pasangan Indonesia menang mudah di set pertama, tapi permainan di set kedua terganggu, setelah Kevin dinyatakan fault karena oleh wasit raketnya dinyatakan menyentuh kok, padahal Kevin merasa sama sekali tak menyentuh kok tersebut.

Ia protes keras dan pertandingan sempat berhenti beberapa saat namun wasit tak menerima penjelasannya.

“Itu keputusan yang sangat aneh … itu membuat (konsentrasi) kami terpengaruh,” kata Kevin usai pertandingan kepada wartawan BBC Indonesia Mohamad Susilo di arena kejuaraan di Birmingham.

Insiden ini, tambah Marcus, diakui mempengaruhi konsentrasi dan fokus.

“(Membuat kami) goyah, bingung … tapi (bagusnya kami) bisa kembali (fokus) lagi,” kata Marcus.

Conrad-Petersen mengatakan Kevin/Marcus bermain jauh lebih baik terutama di set pertama.

“Kami terlalu banyak melakukan kesalahan di set pertama. Di set kedua, permainan kami jauh meningkat tapi pada akhirnya lawan lebih cerdas dan kami kalah,” kata Conrad-Petersen.

Dalam pertandingan ini Kevin/Marcus menunjukkan trade mark mereka selama ini, bermain sangat cepat dipadu dengan smash-smash keras oleh Kevin.

Di set kedua, pasangan Indonesia banyak melakukan kesalahan sendiri, terutama setelah insiden Kevin dinyatakan fault oleh wasit, seperti mati langkah dan bola yang menyangkut di net.

Sempat saling mengejar poin, tapi Kevin/Marcus akhirnya mengunci duo Denmark di poin 19.

Prestasi yang terus meroket

Di partai puncak, Kevin/Marcus akan berhadapan dengan pemenang pertandingan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dan Mathias Boe/Carsten Mogensen.

Kevin mengatakan dirinya tak memilih siapa akan akan dihadapi di final.

“Tak ada lagi yang bisa dipilih. Kalau masuk final, pasti mereka adalah pemain yang terbaik,” katanya.

Bagi Kevin dan Marcus, keberhasilan masuk final ganda putra turnamen bergengsi All England mengukuhkan performa konsisten mereka dalam setahun terakhir.

Nomor satu dunia dan juara All England, apa sasaran Kevin/Marcus selanjutnya?
All England: Datang sebagai juara bertahan, Kevin/Marcus tak mau pikirkan beban psikologis. Sejak juara di All England tahun lalu, Kevin/Marcus terus meroket dan menjuarai beberapa seri turnamen bulutangkis.

Kemenangan atas Conrad-Petersen/Kolding adalah yang kemenangan ke-18 kali berturut-turut, yang antara lain membuat mereka menjadi ganda putra terbaik di dunia dan menempati unggulan nomor satu di All England.

Pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi, mengatakan semua pemain sekarang ingin mengalahkan Kevin/Marcus.

“Saya berpesan ke Kevin/Marcus untuk tidak meremehkan lawan, jangan terlalu percaya diri. Semua orang kini mengincar mereka, ingin mengalahkan mereka,” kata Herry.

Herry mengatakan semua lawan mempelajari permainan Kevin/Marcus.

“Mereka mencari tahu apa kelemahan mereka. Makanya, Kevin/Marcus harus fokus sejak awal pertandingan dan harus konsisten,” kata Herry. (***)

sumber: bbc.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Cabang bulutangkis di test event Asian Para Games 2018 batal digelar. Venue dan jadwal yang bentrok dengan Indonesia Open menjadi penyebabnya.

Wakil Sekretaris Jenderal INAPGOC, Ferry Juniarto Kono, mengatakan test event harusnya menggelar lima cabor, yakni bulutangkis, para atletik, para swimming, tenis meja, dan whellchair basketball.

Namun bulutangkis terpaksa dipangkas karena lokasi pertandingan yang akan digunakan bentrok dengan penyelenggaraan turnamen Indonesia Open 2018.

Test event Asian Para Games berlangsung 29 Juni sampai 3 Juli. Sementara Indonesia Open 2018 dimulai 3 sampai 8 Juli di Istora, Senayan.

“Jadi sebagai gantinya nanti kuota Indonesia untuk tenis meja yang tadinya 40-an jadi meningkat. Jadi test event hanya gelar empat cabang saja, ” kata Ferry kepada detikSport, Senin 5 Maret 2018.

Dijelaskan Ferry, INAPGOC tak bisa memundurkan jadwal karena waktunya sudah mepet.

Sedangkan, tujuan INAPGOC menggelar test event adalah untuk menguji panitia penyelenggara.

“Jadi eloknya tetap di venue yang akan digunakan,” lanjutnya.

“Selain itu, kami tidak bisa mundurkan waktu karena 9 Juli, atlet village harus clear karena sudah akan digunakan persiapan Asian Games. Jadi tak mungkin mundur lebih dari 3 Juli.”

“Kami saja tanggal 3 Juli selesai beres semua kemungkinan 5 Juli sehingga waktunya mepet sekali,” tutup dia. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Atlet bulu tangkis spesialis ganda campuran, Liliyana Natsir, akan fokus berbisnis selepas pensiun dari dunia bulu tangkis. Ada dua bisnis yang sejak kini sudah digelutinya, yakni refleksi dan properti.

“Awal tahun depan, setelah melewati Asian Games juga, saya berencana pensiun. Karena sudah 33 tahun, kan dan selepas itu mungkin fokus bisnis,” kata Liliyana saat ditemui di Green Pramuka City, Jakarta, Minggu.

Bisnis yang akan difokuskan oleh pemain sarat prestasi tersebut adalah bisnis properti dan refleksi yang telah dirintis olehnya selama beberapa tahun belakangan.

Untuk bisnis refleksi, dirinya sudah membuka bisnis tersebut sejak 2016 di Gading Serpong, Tangerang, dengan label Nine Family Reflexology dan berencana akan membuka cabang di Mal Green Pramuka Square.

“Pada dasarnya saya memang senang refleksi, dari dahulu jadi atlet ‘kan sering dipijat. Jadi, saya tahu seperti apa pijatan yang enak dan membuat tubuh kita jadi segar,” katanya.

Oleh karena itu, dia terjun langsung dalam memilih terapis. Rencananya dia akan membuka lagi cabang di Green Pramuka.
“Sekarang saya lagi survei juga,” ujar peraih emas Rio de Janeiro tersebut.

Adapun untuk bisnis properti, dia memiliki minat setelah berkonsultasi dengan paman dan teman-temannya yang sudah berbisnis properti terlebih dahulu.

Berbekal “sharing” pengalaman tersebut, Liliyana akhirnya terjun pada tahun 2014 dengan membangun cluster perumahan seharga berkisar Rp 500 juta hingga Rp 600 juta sebanyak dua kompleks kecil dengan jumlah satu kompleks berkisar 14 sampai 15 rumah dengan ukuran tipe 48 untuk tanah 80 meter persegi.

“Dua kompleks tersebut ada di Bekasi, daerah Kranggan, satu namanya Bale Sampurna, satu lagi namanya Bale Jati Raden. Lokasinya di timur Jakarta karena harga tanah di sana masih murah dan daerahnya masih mudah diakses,” ucap tandem main Tontowi Ahmad tersebut.

Saat ini, Liliyana sendiri tengah membangun proyek propertinya yang ketiga dengan lokasi yang sama-sama di Kota Bekasi. Namun, dengan harga di atas proyek pertama dan kedua, yakni Rp 1 miliar.

Proyek yang rencananya akan diberi nama Royal Hankam ini, menurut Liliyana, memiliki harga lumayan tinggi karena aksesnya lebih mudah dari proyek sebelumnya, dengan berjarak 2 kilometer dari akses tol.

“Karena harganya tinggi, saat ini saya bangun rumah contoh dahulu agar pemesan bisa lebih yakin,” kata Liliyana.

Mengapa ia memilih terjun di dunia properti? “Kalau jadi pelatih saya belum tentu mampu meskipun dibilang orang saya pemain hebat, tapi ngelatih itu beda. Sementara untuk GOR, saya lihat agak kurang menjanjikan untuk balik modal cepat. Oleh karena itu, saya pilih properti ini sebagai tabungan masa depan saya,” ucapnya.

Selain itu, Liliyana juga kini tengah menjajaki pembangunan proyeknya yang keempat dengan lokasi yang tidak jauh dari proyek pertama hingga ketiga dengan konsumen sasaran masyarakat menengah.

“Kalau tanah sudah ‘deal’, saya mau berjalan proyek keempat, maunya harganya di kisaran Rp 375 juta hingga Rp 400 juta,” katanya seraya mengatakan inginnya di situ memang karena kan masyarakat akan lebih mudah mengambil kredit perumahan rakyat (KPR).

Namun, meskipun harganya di bawah proyek-proyek sebelumnya, dia inginnya pekerjaan rapih, bertanggung jawab, sesuai dengan spesifikasi karena bawa namanya.

“Saya juga inginnya terlibat dalam desainnya. Namun, belum mampu Mas. Mudah-mudahan terealisasi nanti,” kata Liliyana. (kmg)

sumber: utusankepri.com