SERBA SERBI

MEDIAKEPRI.CO.ID, Mataram – Presiden Joko Widodo ( Jokowi) bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat ( NTB) Tuan Guru Bajang Zainul Majdi (TGB) nonton bareng (nobar) siaran langsung penutupan Asian Games 2018 (closing ceremony Asian Games 2018) bersama para pengungsi di lapangan sepak bola, Desa Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Ahad, 2 September 2018 malam.

Mengenakan jaket berwarna merah, Jokowi tampak haru dan bangga bisa menyaksikan kemeriahan penutupan Asian Games 2018 bersama para pengungsi korban gempa Lombok.

Tiga layar berukuran besar disediakan untuk menayangkan siaran langsung penutupan Asian Games 2018 tersebut.

Pada tayangan penutupan kegiatan itu, Presiden ditemani Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Zainul Majdi (TGB) menyampaikan pesan, langsung dari lokasi pengungsian di Lombok.

Presiden menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas penyelenggaraan kegiatan tersebut termasuk prestasi yang membanggakan bagi Indonesia, yaitu meraih 31 emas dan berada di urutan keempat Asia.

“Ini merupakan prestasi tertinggi Indonesia sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia di ajang Asian Games,” kata Jokowi.

Dalam tayangan itu pula, dilantunkan doa untuk masyarakat NTB yang terkena dampak gempa.

“Semoga bisa cepat pulih dan kembali bangkit menatap masa depan yang lebih baik,” lanjut Jokowi.

Aksi goyang dayung

Meski berada di lokasi pengungsian di Lombok, tidak mengurangi kemeriahan penutupan Asian Games 2018.

Masyarakat yang ikut menonton di lokasi pengungisn bahkan disuguhkan aksi goyang dayung oleh Presiden Jokowi.

Aksi tersebut tentu saja menarik perhatian masyarakat yang hadir.

Aksi goyang dayung Presiden Jokowi membuat masyarakat sejenak melupakan kesedihan akibat gempa yang terus menerus terjadi.

Sebelumnya saat upacara pembukaan Asian Games 2018, Presiden Jokowi juga tertangkap kamera sedang melakukan goyang dayung saat penyanyi Via Vallen melantunkan lagu berjudul “Meraih Bintang”. Aksi ini juga mencuri perhatian publik.

Setelah nobar penutupan Asian Games 2018, Presiden akan menginap di tenda pengungsian di Lombok bersama para menteri, Kepala BNPB, Panglima TNI, Kapolri dan pejabat terkait lainnya. (***)

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Bambang Hartono, pria terkaya di Indonesia mendapatkan bonus Rp 250 juta dari pemerintah lantaran berhasil menyabet medali perunggu dari cabang olahraga bridge di gelaran Asian Games 2018.

Bambang Hartono kemudian diundang oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Negara untuk bersilaturahmi dan penyerahan bonus, Ahad, 2 Agustus 2018.

Hal menarik terjadi, ketika Bambang Hartono, pemilik dari satu bank yang sangat populer di Indonesia, yakni Bank Central Asia atau BCA, menerima buku tabungan BRI berisi uang bonus.

Meski menyandang status sebagai bos BCA, Bambang tak segan-segan untuk memperlihatkan buku tabungan BRI Britama yang baru saja diberikan oleh Presiden.

Para wartawan pun tak ketinggalan menggoda pria yang juga dikenal sebagai pemilik perusahaan rokok Djarum itu.

Para wartawan, sambil tertawa, bertanya kepada Bambang : “Oh, kok enggak lewat BCA ya pak?”

Bambang pun tertawa, lalu menjawab, “Iya ya, iya,”.

Semua Diberikan

Jika Bambang Hartono sudah kaya raya, lantas uang bonus untuk apa?

Bambang mengaku bonus yang diterimanya itu akan ia berikan seluruhnya untuk mengelola cabang olahraga bridge.

“Uangnya saya akan kembalikan ke bridge untuk pembinaan. Seluruhnya,” ungkap dia kepada wartawan di Istana Negara.

Tak hanya itu, ia juga memberikan apresiasi kepada pemerintah atas sistem pemberian bonus yang terbilang sangat cepat.

“Bagus sekali, patut diapresiasi karena atlet tidak perlu lagi ke Jakarta untuk balik lagi menerima bonus. Ini sangat efisien,” tambahnya.

Di Istana Negara, penyerahan bonus untuk atlet berprestasi diberikan secara simbolis oleh Presiden melalui buku tabungan Bank BRI Britama.

Selain menjadi salah satu pemilik Grup Djarum, Bambang juga merupakan pemegang saham mayoritas Bank BCA.

Tak heran jika dihitung kekayaan Bambang Hartono bersama Budi Hartono sebesar 32,3 miliar dollar AS.

Dengan kekayaan sendiri sebesar 16,7 miliar dollar AS, Bambang menjadi orang terkaya ke 75 dunia, versi majalah yang sama.

Bambang kini berusia 79 tahun.

Ia bertanding di cabang olahraga Bridge.

Bambang Hartono sudah lama menekuni olahraga ini.

Ia berkali-kali bergabung dalam tim bridge Indonesia untuk kejuaraan internasional. Misalnya, tahun 2015, Bambang ikut tim yang menjuarai APBF Championship 2015. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Sebanyak 40 medali emas diperebutkan pada pertandingan hari ke-14, Sabtu, 1 September 2018, atau sehari menjelang penutupan pesta olahraga Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang.

Sebanyak 19 cabang olahraga tersisa menggelar pertandingan terakhir, di mana tinju yang paling banyak menyediakan medali emas, yakni 10 keping, disusul kano/kayak sprint (6), bridge (3), soft tenis, sambo, rugby 7, bola voli, loncat indah, dan sepak takraw masing-masing dua emas.

Berikut cabang olahraga yang mempertandingkan nomor-nomor final.

1. Bola basket 2 emas – Final putri (Korea Bersama vs China) – Final putra (Iran vs China)

2. Bisbol 1 emas – Final putra (Korea Selatan vs Jepang)

3. Bola voli 2 emas – Final putri (Thailand vs China) – Final putra (Iran vs Korea Selatan)

4. Bridge 3 emas – Pasangan putra – Pasangan putri – Pasangan campuran

5. Hoki 1 emas – Final putra (Malaysia vs Jepang)

6. Judo 1 emas – Final beregu campuran

7. Kano/kayak sprint 6 emas – Kayak tunggal (K1) 200 meter putri – Kano tunggal (C1) 200 meter putri – Kayak tunggal (K1) 200 meter putra – Kano ganda (C2) 200 meter putra – Kayak ganda (K2) 500 meter putri – Kayak empat orang (K4) 500 meter putri

8. Loncat indah 2 emas – Final springboard 3 meter putri – Final platform 10 meter putra

9. Modern pentathlon 1 emas – Tunggal putra laser run

10. Polo air 1 emas – Final putra (Kazakhstan vs Jepang)

11. Rugby 2 emas – Final putri – Final putra

12. Sambo 2 emas – Final kelas -68 kg putri – Final kelas -90 kg putra

13. Sepak bola 1 emas – Final putra (Korea Selatan vs Jepang)

14. Sepak takraw 2 emas – Final nomor quadran putri (Vietnam vs Thailand) – Final nomor quadran putra (Indonesia vs Jepang)

15. Soft tenis 2 emas – Final beregu putra – Final beregu putri

16. Squash 2 emas – Final beregu putri – Final beregu putra

17. Tenis meja 2 emas – Final tunggal putri – Final tunggal putra

18. Tinju 10 emas – Final kelas terbang ringan 49 kg putra – Final kelas terbang 52 kg putra – Final kelas bantam 56 kg putra – Final kelas ringan 60 kg putra – Final kelas welter ringan 64 kg putra – Final kelas welter 69 kg putra – Final kelas menengah 75 kg putra – Final kelas terbang 51 kg putri – Final kelas bulu 57 kg putri – Final kelas ringan 60 kg putri

19. Triathlon 1 emas – Final putra. (***)

sumber: wartaekonomi.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Hanifan Yudani Kusumah berhasil meraih medali emas usai mengalahkan pesilat asal Vietnam Thau Linh Nguyen, Rabu, 29 Agustus 2018.

Hanifan berhasil membekuk lawan mainnya dengan perolehan angka 3-2 di Padepokan Pencak silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur.

Usai pertandingan, Hanifan diberi bendera Indonesia, kemudian dirinya langsung berlari menuju tribun VVIP dan menghampiri Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto untuk diberikan ucapan selamat.

Setelah itu, momen langka dan tak terduga terjadi.

Hanif memeluk Jokowi dan Prabowo secara bersamaan dalam balutan bendera Indonesia.

Sontak seluruh penonton yang berada di area pertandingan yang menyaksikan kejadian itu langsung berteriak histeris.

Mereka memberikan tepuk tangan meriah serta suitan.

Sementara Jokowi dan Prabowo hanya tertawa dan memukul-mukul pundak Hanifan.

Usai Hanifan melepaskan pelukannya, ia kemudian menyalami Wakil Presiden Jusuf Kalla, Presiden Republik Indonesia ke 5 Megawati Soekarnoputri, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, dan Reformasi Birokrasi Indonesia Komjen Pol Syafruddin dan dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Hanifan menjadi atlet yang menyumbang medali emas ke 29 untuk Indonesia pada cabang olahraga pencak silat.

Hanifan bertanding di kategori tarung kelas C: 55kg-60kg.

Dilansir dari Bolasport, pesilat andalan Indonesia ini mendapat perlawanan sengit dari Thai sepanjang pertandingan berlangsung.

Sejak awal Hanifan sedikit kesulitan, tetapi akhirnya mampu memberikan perlawanan untuk Thai Lin.

Sejauh ini tim pencak silat Indonesia telah meraih 13 medali emas. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Indonesia mencapai prestasi tertinggi di bidang olahraga Pencak Silat dengan menyabet delapan medali emas dalam Asian Games 2018. Abdul Malik yang menggenapi kegemilangan Indonesia dengan menyabet emas dari kelas B atau 50-55 kg putra usai mengalahkan pesilat Malaysia, Muhammaf Faizul M. Nasir. Abdul menang dengan skor telak 5-0.

Kemenangan Abdul Malik memastikan Indonesia menyapu bersih medali emas dari pencak silat sepanjang Senin, 27 Agustus 2018.

Cabang pencak silat sudah menyumbang lima medali emas Asian Games 2018, sampai sore ini. Bahkan, Indonesia masih punya kesempatan menambah beberapa medali emas lagi pada Rabu, 29 Agustus 2018.

Emas juga datang dari pesilat Adi Putra Komang Harik, membuat pencak silat mencatat rekor yang sudah bertahan sejak 56 tahun silam.

Adi Putra Komang Harik mendapat medali emas seusai menang atas pesilat Malaysia, Mohd Al Jufferi Jamari, di kelas 65-70 kg, di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Meski diwarnai walk-out, raihan Komang Harik sangat istimewa.

Hasil tersebut membuat pencak silat menuai lima medali emas secara beruntun. Menurut catatan situs resmi Asian Games 2018, kontingan pencak silat Indonesia mengulangi pencapaian cabang bulutangkis pada Asian Games 1962 Jakarta.

Perolehan tersebut terjadi khusus untuk cabang spesifik. Tak heran jika kontingen pencak silat Indonesia menjadi bintang tersendiri pada hari ke-9 perhelatan Asian Games 2018.

Tak hanya Komang Harik yang membuat pencak silat mengulangi rekor 56 tahun lalu, sosok Mohd Al Jufferi Jamari juga memberi catatan istimewa bagi Malaysia. Raihan medali perak menjadi hasil terbaik dari Negeri Jiran tersebut di ajang pencak silat Asian Games 2018. (***)

sumber: merdeka.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Indonesia masih konsisten menambah medali emas setiap harinya di ajang Asian Games 2018 ini, setidaknya satu medali emas per hari.

Seperti pada Sabtu, 25 Agustus 2018 Indonesia kembali menambah pundi-pundi emasnya, selain perak dan perunggu tentunya.

Kali ini emas kesepuluh untuk Indonesia itu didapatkan melalui cabang olahraga tenis pada nomor ganda campuran.

Atlet tenis ganda campuran Indonesia, pasangan Christopher Benjamin Rungkat/Aldila Sutjiadi berhasil mengalahkan pasangan Thailand, Sonchat Ratiwatana/Luksika Kumkhum pada laga yang berlangsung di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu, 25 Agustus 2018

Selain satu emas, hingga Sabtu pukul 19.00 WIB, Indonesia meraih tambahan tiga perak dan dua perunggu.

Hal itu membuat perolehan medali Indonesia menjadi total 38 medali dengan rincian 10 emas, 12 perak, dan 16 perunggu.

Namun, tambahan 1 emas, 3 perak, dan 2 perunggu tersebut belum mampu mengubah posisi Indonesia ke posisi yang lebih baik di klasemen sementara Asian Games 2018.

Indonesia yang berada di posisi kelima masih terpaut empat emas dengan Iran yang berada tepat satu strip di atasnya, di urutan keempat.

Sebaliknya, posisi Indonesia justru terancam digeser Korea Utara yang kini juga mengoleksi 10 emas.

Korea Utara hanya kalah dari Indonesia pada perolehan medali perak dan perunggu.

Berikut 10 besar klasemen sementara perolehan medali Asian Games 2018 hingga Sabtu, 25 Agustus 2018 pukul 19.00 WIB:

Negara                    Emas     Perak     Perunggu     Total

1. China                      71           49                29              149

2. Jepang                    34           31                43              108

3. Korea Selatan       24            26                33               83

4. Iran                         14            11                  9               34

5. Indonesia               10            12               16                38

6. Korea Utara           10              5                  6               21

7. Thailand                  8              8                 24               40

8. Taiwan                     6             11               12                29

9. India                         6              5                17                28

10. Uzbekistan            5            10                  7                22

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Defia Rosmaniar berhasil meraih medali emas pertama untuk Indoensia di Asian Games 2018. Defia menjadi yang terbaik di taekwondo poomsae putri.

Tampil ditonton langsung oleh Presiden Joko Widodo, di Plenary Hall, JCC, Ahad, 19 Agustus 2018, Defia menjadi juara usai mengalahkan Marjan Salahshouri dari Iran.

Defia menang dengan poin 8.690. Wakil Iran Marjan meraih medali perak dengan skor 8.470.

Sementara, medali perunggu diraih oleh Yap Khim Wen dari Malaysia dan wakil Korea Yun Jihye.

Dengan meraih medali emas, Defia, yang juara Asia 2018 itu, diganjar bonus senilai Rp 1,5 miliar. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) bakal “mengurung” juara dunia U-20 Lalu Muhammad Zohri setibanya di Tanah Air mengingat pelaksanaan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang tinggal satu bulan.

“Biasanya setelah berprestasi atlet dibawa ke sana, ke sini. Semuanya sudah pada tahu-kan? Terus dampaknya seperti apa. Makanya kami benar-benar memproteksi Zohri,” kata Sekjen PB PASI Tigor Tanjung di Kantor Kemenpora, Jakarta, Senin, 16 Juli 2018.

Setelah menjadi juara dunia lari 100 meter U-20, atlet asal Lombok Utara Nusa Tenggara Barat itu menjadi pantauan banyak pihak baik yang sebelumnya mengikuti perjalanannya maupun baru mengenal saat atlet berusia 18 tahun itu meraih prestasi tertinggi di usianya.

Zohri langsung banyak mendapat apresiasi. Pro dan kontra juga terus muncul ke permukaan. Kondisi tersebut dinilai oleh PB PASI akan berdampak pada kondisi atlet sendiri. Untuk itu PB PASI akan terus berusaha membawa Zohri sesuai dengan program yang telah ada.

“Kejuaraan dunia di Finlandia adalah try out terakhir bagi Zohri. Setelah ini tinggal latihan di sini (Stadion Madya). Makanya kami ingin dia fokus. Waktu sudah tidak lama lagi,” kata Tigor dengan tegas.

Lalu Muhammad Zohri sesuai dengan rencana bakal turun di dua nomor pada Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, 18 Agustus – 2 September yaitu 100 meter dan estafet 4×100 putra. Tugas berat bakal dipikul oleh pemuda berusia 18 tahun ini.

Saat ini Zohri masih ditunggu kedatangannya di Tanah Air setelah menyandang predikat sebagai juara dunia lari 100 meter U-20. Zohri dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten, Selasa, 17 Juli 2018. Penyambutan khusus juga akan dilakukan.

Meski demikian, PB PASI meminta kepada pihak Kemenpora untuk melakukan penyambutan secara singkat dan sederhana.

“Zohri datangnya malam hari setelah menjalani penerbangan dan transit sekitar 20 jam. Pasti dalam kondisi letih. Dia butuh banyak istirahat karena program latihan akan langsung berjalan,” kata Tigor Tanjung usai rapat. (***)

Sumber:republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Mataram – Sprinter muda Indonesia Lalu Muhammad Zohri mendulang banyak hadiah di tanah air. Termasuk di kampung halamannya, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Semua didapat setelah Zohri mengukuhkan dirinya sebagai pelari tercepat dunia di kelas junior. Zohri meraih medali emas di kelas bergengsi 100 meter putra, pada Kejuaraan Dunia Atletik Junior di Finlandia.

Hadiah dan sumbangan di antaranya diterima langsung dua kakak Zohri di Dusun Karang Pansor, Desa Pamenang Barat, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Lombok Utara. Di dusun itu mereka mendiami rumah berlantai semen dengan dinding dari anyaman bambu dan atap genteng.

Komandan Korem 162 Wirabhakti Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani berkunjung ke rumah itu pada Kamis malam 12 Juli 2018 malam. Saat itu dia juga menyatakan siap merekrut Zohri tanpa tes jika bersedia menjadi anggota TNI AD.

Lalu Ma’rib, 28, satu kakak Zohri, bersyukur dan berterima kasih atas hadiah dan sumbangan yang mereka terima. Rencananya, selain untuk merenovasi rumah warisan orang tua, uang sumbangan akan dipakai juga untuk didermakan ke masjid di dusun. ”Kami melakukan musyawarah, akan menyumbang masjid,” katanya, Jumat 13 Juli 2018.

Pada hari yang sama, Ma’rib juga diundang bertemu pejabat Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar. Undangan untuk membicarakan bantuan lima are tanah dan rumah. ”Selain itu Zohri juga dijanjikan sebagai pegawai negeri sipil,” ujar Ma’rib. (***)

sumber: tempo.co

SERBA SERBI

Jumat | 13 Juli 2018

Mohamad Zohri, Si Anak Yatim Piatu Juara Dunia

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lombok- Pria bernama lengkap Lalu Mohamad Zohri (18) berhasil mengharumkan Merah Putih di kanca dunia pada kejuaraan dunia junior atlet lari 100 meter di Finlandia mendapatkan Medali Emas dengan catatan waktu 10.18 detik merupakan seorang anak yatim piatu.

Putra bungsu dari empat bersaudara pasangan Lalu Ahmad Yani (Alm) dan Saeriah (almh) ini, memiliki bakat sejak ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) 2 Pemenang Barat. Saat itu, Lalu Muhamad Zohri alias Badok, berangkat sekolah tanpa mengenakan alas kaki.

Pria kelahiran Karang Pasor, 1 Juli 2000 ini menekuki keinginan menjadi seorang atlet lari saat duduk di bangku Kelas 3 SMPN 1 Pemenang. Pada hal sebelumnya Zohri selalu diajak oleh ibu guru olahraganya, Rosida untuk mengikuti latihan. Karena Ibu Rosida melihat potensi yang dimiliki Zohri. Namun ajakan sang guru olahraganya itu ditolak Zohri.

Setelah menekuni atlet, sejumlah prestasi telah ia raih. Tahun 2017 Zohri berhasil memborong 7 medali emas pada Kejurnas. Lalu Tahun 2018 di Kejuaraan atletik junior Asia 100 Meter di Jepang kembali mendapatkan medali Emas dengan catatan waktu 10.27 Detik. Kemudian Kejuaraan Dunia junior 100 meter di Finlandia, kembali meraih Medali Emas dengan catatan waktu 10.18 Detik.

BACA: Rebut Medali Emas Bergengsi, Atlet Muda Ini Bakal Diberi Rumah

Sebelum menjadi viral, Zohri sehari-hari tinggal di rumah reot peninggalan almahrum orangtuanya. Dinding rumah terbuat dari bambu, dan beratapkan genteng. Dari kondisi rumah, terlihat sangat memprihatinkan. (bayu/ti)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Prestasi membanggakan ditorehkan oleh atlet muda Indonesia, Lalu Muhammad Zohri. Dia merebut medali emas di nomor bergengsi, lari 100 meter putra di Kejuaraan Dunia Atletik U-20.

Berkat prestasinya itu pun Zohri bakal dapat rumah.

“Iya, tadi pagi saya telepon Ketum REI (Real Estate Indonesia) dan kita menyepakati memberi hadiah rumah tinggal bagi Lalu Muhammad Zohri Si Juara Dunia,” ungkap Ketua Kehormatan REI MS Hidayat Kamis, 12 Juli 2018.

Zohri merupakan pemuda asal Nusa Tenggara Barat (NTB). Rumah untuk hadiahnya itu pun nantinya disiapkan di NTB.

“Mungkin juga (dekat rumahnya sekarang). Teman-teman REI sedang urus itu,” imbuh Hidayat.

Menurut politikus senior Golkar itu, REI kerap memberikan hadiah kepada atlet berprestasi sejak saat dirinya menjabat Ketum REI dahulu. Hidayat pun mengucapkan selamat kepada Zohri.

“Di tengah gegap gempita World Cup, sepak bola di Rusia, mendapat sepang anak muda Indonesia usia 20 tahun dari NTB menjuarai lomba lari kejuaraan dunia di Finlandia kemarin.

Kita harus beri pujian ke Pak Bob Hasan, Ketua Umum PASI yang kerja keras diam-diam mengurusi atlet-atlet nasional,” tutur Hidayat yang juga mantan Menteri Perindustrian. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – Pebalap sepeda nasional, Hari Fitrianto, tengah dirawat di Rumah Sakit Advent, Bandung. Hasil pemeriksaan sementara Hari mengalami geger otak sedang.

Ketua Badan Tim Nasional balap sepeda, Budi Saputra, mengatakan kondisi Hari, 33 tahun, kritis setelah mengalami kecelakaan, Jumat, 6 Juli 2018.

Hari, yang merupakan pebalap nasional untuk Asian Games 2018 di nomor jalan raya, tertabrak mobil saat latihan di Subang.

“Kondisi terkini Hari masih kritis. Hasil pemeriksaan dokter mengatakan geger otak sedang. Tapi untuk cedera di bagian lain itu yang belum saya dapatkan lagi. Saya masih menunggu informasi terbaru dari teman-teman di lapangan,” kata Budi saat dikonfirmasi Jumat, 6 Juli 2018.

Budi juga menceritakan soal kronologis kejadian kecelakaan yang menimpa suami pebalap sepeda Dahlina Rosyida itu. Hari dan pebalap nasional lain tengah berlatih di tanjakan Emen, Subang tanpa pengawalan polisi.

“Hari ini memang timnas latihan di tanjakan. Biasanya, kalau latihan speed kami meminta pengawalan polisi. Tapi, karena ini latihan saja dan pelan jadi tidak perlu pakai polisi. Sampai di gerbang Tangkuban Perahu, tiba-tiba dari belakang ada mobil, menyerempet motor, yang posisi motornya ada di depan Hari persis. Jadi, mobil menghindari motor tapi yang ditabrak Hari,” dia menjelaskan.

“Supirnya mengaku hilang kesadaran, ngantuk. Tapi, sekarang sopirnya sudah ada di kepolisian,” dia menjelaskan. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Mereka yang bertubuh seperti ‘buah pir’ atau gynaeoid merupakan wanita yang ukuran tubuhnya lebih besar di bagian bawah seperti panggul dan paha.

Tipe tubuh ini disinyalir sangat menguntungkan karena dapat memudahkan proses persalinan.

Dilansir Live Strong, tipe tubuh ‘buah pir’ ini termasuk dalam kategori endomorphs, yang cenderung menyimpan lebih banyak lemak dan lebih sulit untuk menurunkan berat badan ketimbang tipe tubuh lainnya. Sehingga memilih olahraga yang tepat akan menjadi tantangan tersendiri untuk mereka.

Jadi apa saja ya olahraga yang baik untuk para wanita bertubuh ‘buah pir ini?

Olahraga kardio

Untuk menurunkan atau menjaga berat badan, pemilik tubuh gynaeoid lebih disarankan melakukan olahraga kardio seperti berlari, bersepeda dan berenang.

Dengan olahraga kardio akan membakar cukup banyak kalori.

Namun, jika ingin berenang ada satu hal yang perlu diperhatikan. “Dengan berenang, tungkai akan banyak berfungsi. Bila kurang mampu menjaga pola makan, maka berpotensi untuk memperbesar otot-otot tubuh bagian bawah, terutama pinggul dan paha,” dr. Michael Triangto, Sp.KO dari Slim + Health Sports Therapy, Jumat 29 Juni 2018. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Rusia – Jason Derulo sangat senang telah merilis single ‘Colors’ sebagai salah satu lagu resmi turnamen sepak bola Piala Dunia 2018 yang dilangsungkan di Rusia.

“Selama saya berpergian selama bertahun-tahun, saya melihat banyak perbedaan, dan saya melihat perbedaan dalam budaya tersebut sebagai suatu keindahan, dan saya menulis lagu ‘Colors’ untuk merayakan keragaman tersebut dan menjadi bagian dari energi luar biasa yang diberikan untuk tim kebanggaan mereka,” ujar Jason Derulo seperti dikutip dari The Rolling Stone, Kamis, 14 Juni 2018.

Bagi Jason Piala Dunia 2018 adalah turnamen olahraga yang luar biasa,dan dia sangat bangga untuk bisa menjadi salah satu penyanyi lagu resmi Piala Dunia 2018.

“Lagu ini berbeda, saya rasa ini waktu yang sangat cocok untuk rekaman lagu ‘Colors’,” ujar Jeson di rumahnya.

Seperti diketahui, setiap gelaran Piala Dunia, selalu ada lagu yang didedikasikan untuk kompetisi sepak bola dunia ini. Pada Piala Dunia 2010, penyanyi Shakira membawakan lagu ‘Waka-Waka’ dan tahun 2014 “Dar Um Jeito (We Will Find a Way)” dinyanyikan Carlos Santana, Wyclef Jean dan Avicii.

Piala Dunia 2018 akan resmi dibuka pada Kamis, 14 Juni 2018 malam. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Singapura – Masyarakat Seni Silat Malaysia (DSSM) ingin United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) membuat seni silat dikukuhkan sebagai warisan budaya.

Sekretaris Kehormatan DSSM, Maimoon Hussein mengatakan pihaknya mengirim sebuah aplikasi ke UNESCO untuk memastikan bahwa seni budaya terus dilestarikan dan diperluas.

DSSM juga tidak ingin, katanya, seni beladiri menjadi milik sebuah negara, namun seluruh orang Melayu.

Lebih jauh dikatakannya, baru-baru ini DSSM bekerjasama dengan Malaysian Tourism Council (MTC) mengirim pencalonan ke UNESCO sebagai langkah menuju pengenalan dan peningkatan martabat budaya silat di seluruh dunia.

“Kami tidak ingin seni bela diri ini dikategorikan sebagai milik sebuah negara. Karena akan tidak adil bagi penggerak beladiri lainnya karena silat itu sendiri dikembangkan di kepulauan Malaya,” katanya. (***)

sumber: mediacorp.sg