SERBA SERBI

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pasangan Janice Tjen (Indonesia)/Wei Ning Fang (Taiwan) memenangi gelar ganda putri turnamen Thamrin Cup, setelah mengalahkan pasangan China Shuoran Wang/ Xiaoyan Xue dalam pertandingan final yang dimainkan di Lapangan Tenis Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, Ahad, 7 Juli 2019 siang WIB.

Janice/Fang yang mendominasi permainan mengamankan kemenangan 6-2, 6-3 untuk merebut gelar juara.

Kemenangan tersebut menjadi pelipur lara bagi Janice, yang kalah 4-6, 3-6 dari sesama petenis Indonesia Fitriani Sabatini dalam pertandingan final tunggal putri yang dimainkan lebih awal.

Petenis Thailand Guntinun Sootinun Opart menjadi juara tunggal putra setelah menundukkan Jean Marc Malkowski asal Swiss dengan skor 6-4, 6-2.

Sementara itu pasangan Malkowski/Cooper White menjadi juara ganda putra setelah menang walk out atas pasangan Indonesia Ali Fahresi/ Muhammad Ali Akbar Ramadhani. (***)

sumber: tempo.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Milan – Antonio Conte bakal menjadi pelatih baru Inter Milan musim depan. Keduanya diyakini sudah mencapai kesepakatan.

Dilansir dari Sky sport Italia, Conte setuju dengan tawaran kontrak selama tiga musim serta gaji 10 juta Euro (162 miliar Rupiah) per musim yang diajukan pihak Inter. Inter juga memasukkan klausul perpanjangan kontrak jika Conte bisa mencapai target tertentu.

Media-media kenamaan Italia lainnya meyakini kedua belah pihak tinggal membubuhkan tanda tangan diatas kontrak yang bakal dilakukan setelah musim 2018-2019.

“Murka, Rieta Amalia Minta Raffi Ahmad Pulangkan Nagita Slavina, Ada Apa Ya?

Sekalipun Inter tidak lolos Liga Champions Eropa musim depan bukan jadi penghalang bagi Conte menduduki jabatan pelatih utama I Nerazzurri menggantikan Luciano Spalletti

Artinya, pertandingan Inter melawan Empoli di pekan pamungkas Liga Serie A Italia akan menjadi laga terakhir Spalletti sebagai pelatih tim Biru-Hitam.

Ustaz Arifin Ilham Meninggal Dunia Setelah Berjuang Melawan Kanker Getah Bening hingga Kanker Nasofaring, Ini Penjelasannya

Conte menganggur setahun setelah dipecat Chelsea pada musim panas 2018. Sebelumnya, juru taktik 49 tahun sempat dikaitkan dengan mantan klubnya, Juventus, yang akan ditinggal Massimiliano Allegri di akhir musim ini. (***)

sumber: inilah.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Makan pecel lele menjadi menu wajib bagi atlet renang Indonesia, Triadi Fauzi Sidik, saat mendapatkan “cheat day” atau kesempatan menyantap makanan apapun di sela menjalani program latihan untuk persiapan SEA Games 2019.

“Kalau boleh jujur ya, saya suka banget sama pecel lele sebelah rumah saya. Kalau buat aku itu enak banget,” ucap Triadi saat dihubungi dari Jakarta, Selasa 21 Mei 2019.

Meski menyukai pecel lele, Triadi mengaku tetap memperhatikan kebutuhan gizi atlet. Asupan makanan yang dikonsumsi sangat dikontrol terlebih menjelang Southeast Asian Games 2019 (SEA Games) November mendatang.

Malang Benar Nasip Ati, Sebelum Ditemukan Tewas, Ini yang Dialami Asisten Rumah Tangga Ini

Tiap hari, ia mengkonsumsi makanan sehat seperti sayur-sayuran, ikan, dan daging yang dimasak oleh kakaknya. Ia tidak diperbolehkan mengkonsumsi makanan berminyak seperti gorengan dan minuman kemasan.

“Karena aku tahu lelenya segar, prosesnya dari masih hidup dan baru diolah saat saya pesan. Apalagi lokasinya di samping rumah di Bandung,” kata pemuda pemegang rekor nasional 100 meter gaya bebas pada SEA Games Myanmar 2013 ini.

Khusus untuk persiapan menuju SEA Games di Manila, ia terus menggenjot performanya dengan berlatih keras terutama untuk memperbaiki renang gaya dadanya yang selama ini ia anggap masih lemah.

Sempat Berhenti, Massa Kembali Lempari Batu Stasiun Tanah Abang, Penumpang Menumpuk

Hanya saja persiapan untuk menghadapi kejuaraan dua tahunan ini tidak seperti sebelumnya yang sering menjalani pemusatan latihan di luar negeri. Saat ini, latihan hanya difokuskan di dalam negeri (Bandung).

Triadi Fauzi merupakan salah satu andalan Indonesia untuk merebut medali emas.

Atlet asal Bandung ini biasanya turun di banyak nomor mulai gaya bebas, gaya dada hingga gaya kupu-kupu. (***)

sumber: tempo.co

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Mantan juara kelas berat tinju dunia, Mike Tyson, baru-baru ini mengatakan bahwa dirinya menyesal telah menjadi sosok yang kejam selama berkarier di dunia tinju profesional.

Hingga saat ini Tyson dianggap sebagai salah satu petinju terbaik yang pernah ada di divisi kelas berat. Imej tersebut ia dapatkan karena perilakunya yang kejam selama bertarung.

Bukan tanpa alasan jika seorang Mike Tyson pada akhirnya menjadi sosok yang kejam dan pantang menyerah ketika di ring.

Kenalkan, Ini Pantai “Momong” Masih Alami dan Tersembunyi

Hal itu disebabkan karena masa kecil yang dilalui oleh Mike Tyson penuh dengan gejolak. Pada akhirnya Tyson yang semakin beranjak dewasa berhasil membuat imej menyeramkan pada dirinya hingga akhir 1980-an.

Titik balik seorang Mike Tyson terjadi usai dirinya dipenjara selama tiga tahun akibat tuduhan melakukan pemerkosaan.

Sejak saat itu Tyson seolah mulai kehilangan kehebatannya di atas ring. Dia setidaknya melakukan hal-hal kurang pantas seperti menggigit telinga Evander Holyfield pada tahun 1997 dan mengatakan sebuah hal yang tidak pantas terhadap Lennox Lewis.

Agar Rendang Awet Disimpan di Bulan Puasa, Ini Tipsnya

Kini Mike Tyson sudah berusia 52 tahun dan dia mengatakan menyesal telah menjadi pribadi yang punya imej mengerikan.

“Sejak usia 12 tahun hingga seterusnya, saya hanya diajari untuk mengalahkan orang, menghancurkan mereka, mematahkan semangat mereka, dan mempermalukan mereka,” tutur Tyson.

“Tapi pada kenyataannya, aku hanyalah seorang anak yang punya rasa takut berlebihan dan selalu merasa tidak aman. Selama ini saya tidak tahu apa yang saya lakukan. Semua orang mengatakan bahwa saya menjadi pribadi yang hebat,” lanjut Mike Tyson.

Menikah dengan Irish Bella, Ammar Zoni: Istriku Cantik Sekali

“Semua itu kemudian membuatku menjadi sosok tiran yang tidak bisa menghargai diri sendiri dan sering berkata tidak sopan kepada lawan,” cetus Mike Tyson.

Mike Tyson kemudian mengungkapkan bahwa seluruh hidupnya dipenuhi penyesalan terkait apa yang telah ia lakukan di masa lalu.

Jika waktu bisa diulang, Mike Tyson enggan melakukan hal-hal buruk kepada dirinya sendiri serta lawan-lawannya.

“Di masa lalu saya mengalahkan orang untuk mencari ketenaran. Saya berharap tidak melakukan itu dan saya berharap tidak ingin mengatakan hal-hal buruk kepada orang lain,” pungkasnya. (***)

sumber: bolasport.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Qatar – Lalu Muhammad Zohri kembali menorehkan prestasi dengan meraih medali perak kategori 100 meter dalam Kejuaraan Atletik Asia di Doha, Qatar, pada Senin, 22 April 2019.

Zohri finish dengan catatan waktu 10,13 detik, 0,04 detik lebih cepat dari rekor nasional yang selama ini dipegang Suryo Agung Wibowo pada SEA Games 2009 lalu.

Torehan ini sekaligus menajamkan catatan terbaik Zohri yang dia cetak dalam Kejuaraan IAAF U-20 di Finlandia, 11 Juli 2018. Kala itu, dia juara dengan catatan 10,18 detik.

Dalam Kejuaaraan Atletik Asia di Doha, Zohri sejatinya sempat memberi perlawanan dengan menyamai laju sprinter Jepang, Yoshihide Kiryu. Namun, beberapa meter menjelang garis akhir, Kiryu mampu mendahului Zohri dan merebut medali emas.

Kiryu finish dengan catatan waktu 10,10 detik, terpaut 0,03 detik dari Zohri. Adapun Kiryu adalah pemegang rekor nasional Jepang pada kategori lari 100 meter dengan torehan 9,98 detik.

Zohri, sebagaimana dilaporkan laman resmi Asosiasi Internasional Federasi Atletik (IAAF), mengaku sesi latihannya dalam beberapa bulan terakhir terpangkas karena harus mengikuti ujian akhir nasional.

Dia menuturkan sedikit kecewa berada di urutan kedua.

“Tentu saya sedikit kecewa. Namun, untuk saat ini oke. Saya akan berusaha lebih baik lain kali,” kata Zohri.

Zohri mengatakan kepercayaan dirinya meningkat sejak menjadi juara di Finlandia tahun lalu.

“Hari ini hasilnya baik. Saya akan terus berlari lebih cepat,” cetusnya.

Bulan lalu, Zohri berhasil menjuarai lomba lari 100 meter dalam kejuaraan atletik Grand Prix Malaysia Terbuka 2019.

Saat itu dia mencatat waktu 10,20 detik. (***)

sumber: bbc.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, London – Berolahraga secara teratur dapat meredakan perasaan cemas dan menurunkan risiko serangan panik. Latihan fisik akan membantu seseorang menenangkan ketakutan, memperlambat kekhawatiran, dan mengalihkan serangan panik.

“Latihan fisik menghabiskan adrenalin berlebih pada seseorang yang mengalami kecemasan sehingga akan mengurangi pikiran cemas yang dirasakan,” kata pejabat eksekutif Yayasan Anxiety UK, Nicky Lidbetter dilansir Harper’s Bazaar.

Rampok Itu Gondol Perhiasan Senilai Rp 1,6 Miliar Setelah Membacok Tangan Pemiliknya

Dia mengatakan olahraga menimbulkan semakin banyak rasa memiliki saat dilakukan secara berkelompok atau dalam klub. Latihan intensitas rendah seperti pilates dianggap cocok karena bisa memicu fokus pada gerakan tubuh.

Beberapa pengidap kecemasan dapat salah mengartikan sensasi fisik normal yang disebabkan olahraga seperti peningkatan denyut jantung. Lindbetter mengatakan itu tidak berbahaya dan bisa diatasi dengan terapi perilaku kognitif (CBT).

GEGER! Ada Kaki Menyembul Keluar dari Koper, Setelah Dibuka Ini Isinya

Dia menyarankan tetap berolahraga dan menurunkan intensitasnya jika diperlukan. Cukup bernapas dalam-dalam, fokus pada kondisi fisik, serta bukan isi pikiran. Menurut Lindbetter, denyut jantung akan normal dalam 15 menit.

Pedoman lain adalah tidak terlalu memaksakan diri. Ketika mengalami kecemasan akut, sangat penting untuk mengetahui perbedaan antara merasa terlalu cemas untuk berolahraga dan menghindari berolahraga sama sekali.

AWAS! Jangan Cuci Motor saat Mesin Masih Panas

Jika Anda biasanya melakukan olahraga lari tetapi merasa sangat cemas, tidak perlu memaksakan diri untuk memenuhi target yang biasa dilakukan. Akan tetapi, cobalah untuk tidak melewatkan terlalu banyak sesi olahraga.

Aspek lain yang mendukung adalah pengaturan pola makan sehat dan teratur. Melewatkan waktu makan dan terlalu banyak minum kopi adalah cara cepat membuat saraf menjadi gelisah karena kafein memperburuk kecemasan. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Saat berolahraga sangat penting bagi para wanita untuk memilih sport bra yang sesuai dan benar, terutama bagi mereka yang berpayudara besar. Karena bisa jadi, hanya karena urusan payudara, olahraga menjadi kacau balau.

Mempelajari soal bagaimana ukuran payudara berdampak saat wanita berolahraga. Hal ini dilakukan berdasar pada banyak alasan banyak wanita yang lebih memilih jarang bergerak karena ukuran payudara.

Ini Alasan Lion Air Beli Boeing 737 Max 8, yang Kini Ditunda Pengoperasiannya

Mereka menyelami dan menemukan bahwa semakin besar ukuran payudara seorang wanita, biasanya semakin sedikit aktivitas fisik yang dilakukan, apalagi olahraga yang ekstrem atau terlalu banyak gerak. Studi ini dilakukan pada 355 wanita di Australia, di mana wanita yang memiliki payudara lebih besar menyulitkan mereka berolahraga, bahkan dengan olahraga low-impact seperti berjalan atau berenang.

“Jaringan payudara wanita sangat berat dan tak ada penyokong, memiliki jaringan ikat penyelaras yang sedikit. Sehingga, payudara bergerak saat wanita berolahraga, walau mereka mengenakan bra.

Tips Atasi Sakit Kepala Tanpa Minum Obat

Tak hanya itu, para wanita juga dihadapkan dengan tantangan lain: menemukan bra yang pas dan cocok. Para peneliti dalam studi tersebut mencatat bahwa beberapa wanita dengan payudara lebih besar sering memerlukan untuk mengenakan dua bra sekaligus untuk bisa menyokong dan memberikan kenyamanan saat berlari dan aktivitas high-impact.

“Kami lebih menyarakan wanita yang berpayudara besar untuk berolahraga air. Berenang dan aktivitas air lainnya seperti aqua aerobics sangat ideal, karena tekanan apung dari air melambatkan gerak payudara,” tandas Celeste Coltman, asisten dosen di University of Canberra, pemimpin studi tersebut. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – GM Susanto Megaranto memiliki peluang untuk masuk lima besar Asia di Asian Continental Chess Championship, Makati, Filipina, pada 19 Desember mendatang.

Dalam kompetisi tersebut dibuka peluang untuk lima orang pecatur pria dan 1 orang pecatur wanita terbaik untuk mendapatkan tiket ke Piala Dunia Catur 2019.

“Pertandingan terakhir Susanto di babak-8 berakhir remis,” ujar Kapten tim Indonesia Kristianus Liem.

“Apabila pada babak terakhir (ke-9) memperoleh kemenangan kemungkinan besar Susanto bisa mendapatkan tiket untuk menuju Piala Dunia Catur,” imbuh dia.

Menurut Kristianus, peluang tersebut kembali terbuka setelah dari empat babak terakhir mampu mendapatkan 2,5 point hasil tiga kali seri dari Juara Dunia Catur Junior 2018 GM Parham Maghsoodloo (2688, Iran), GM Abhijit Kunte (2469, India), GM Ni Hua (2653, China) dan sekali menang atas GM Lu Shanglei (2636, China) sehingga membukukan 5 poin dari 8 babak.

“Susanto membutuhkan sekali menang untuk bisa naik peringkat ke lima besar,” jelas Kristianus.

“Saat ini pimpinan klasemen sementara diduduki sekondan mantan juara dunia Viswanathan Anand, yaitu GM Surya Shekhar Ganguly (2621, India) dan GM Wei Yi serta GM Tabatabatei dengan 6 angka,” sambung dia.

Menurut Kristianus, perjuangan pecatur dari JAPFA Chess Club pada babak terakhir merupakan perjuangan yang cukup menantang. Pasalnya pada babak terakhir GM Susanto harus berhadapan dengan GM Jumbayev Rinat dari Kazakhtan yang memiliki rating 2602. (***)

sumber: jpnn.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Peserta Reuni 212 dari daerah sudah banyak yang berdatangan ke Jakarta sejak semalam. Menjelang agenda besar itu pada Ahad, 2 Desember 2018 dini hari nanti, mereka memanfaatkan waktu untuk berolahraga di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Suasana di Monas terlihat ramai dikunjungi para peserta Reuni 212 Saptu, 1 Desember 2018.

BACA JUGA

Jokowi Sebut Anaknya Penjual Pisang Goreng, Ini Reaksi Kaesang Pangarep

Admin Libra, Kamu Apa? Yuk Intip Ramalan Zodiakmu Sabtu 1 Desember 2018

Empat Tahun Jadi Komandan Paspampres, Maruli: Pak Jokowi Tidak Banyak Berubah

Suasana Monas yang cerah dimanfaatkan para peserta Reuni 212 untuk berolahraga. Ada yang jogging, bersepeda, hingga jalan santai. Beberapa orang tampak memanfaatkan momen untuk ber-selfie-ria dengan latar tugu Monas.

Salah satu di antara mereka adalah Supri. Dia mengaku tiba di Jakarta pada Jumat 30, November 2018 malam. Dia bersama rekan-rekannya datang menggunakan bus dari Lamongan, Jawa Tengah.

Kombinasi yang Pas untuk Lauk, Ini Resep Sambal Udang Pete yang Lezat

Ini Rahasia Cara Memasak Nasi Goreng yang Lezat Menurut Sains

PNS Lewat Jalur Prestasi Berstatus Pelatnas, Gaji Dobel pun Didapatkan

“Dari Lamongan Kota dua bus. Ada 85 orang. Tibanya tadi malam,” ujar Supri ramah saat disapa. Selain dia, ada Nano yang datang dari Pacitan ke Jakarta bersama 120 orang lainnya.

“Saya tinggal di tempat saudara, sekalian silaturahmi,” ucap Nano. Dia mengaku sekaligus memanfaatkan momen Reuni 212 untuk bersilaturahmi dengan kerabatnya di Jakarta.

Tragis Ya, 11 Tahun Hilang Kontak dan Tiba-tiba Meninggal Dunia Diduga Dianiaya Majikan, Makam Pembantu Inipun Dibongkar

Subhanallah, ini Keistimewaan Bulan Rajab Menurut Ustad Abdul Somad dan Ustad Khalid Basalamah

ASTAGA!!, “Janin Disimpan Jok Motor” Pria Ini Bantu Gugurkan Kandungan Sang Pacar

Senada dengan Supri dan Nano, ibu Karmilah juga datang ke Monas untuk mengikuti Reuni 212. Dia datang bersama suaminya dari Trenggalek, Jawa Timur, menggunakan pesawat.

“Sampai (di Jakarta) kemarin sore berdua sama suami tercinta. Suami saya pertama kali ke Jakarta,” ucap Karmilah.

Di Monas sendiri berbagai persiapan telah dilakukan untuk Reuni 212. Di lapangan Monas tampak panggung besar juga sedang dibangun. Selain itu, ada sejumlah tenda-tenda warna putih yang sudah terpasang. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Atlet bisa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) lewat jalur prestasi. Jika masih berstatus pelatnas, gaji dobel pun didapatkan.

Atlet-atlet peraih medali di SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade tak hanya diapresiasi bonus dengan nilai wow. Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk menjadi PNS.

BACA: Pria Ini Tewas Ditabrak Pesawat Boeing 737 di Bandara saat Berusaha Melarikan Diri ke Landasan Pacu

BACA: Waspadai Penyakit Anemia Dibalik Tren Badan Kurus Kering

Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto mengatakan atlet tak perlu khawatir kehilangan pendapatan sebagai anggota pelatnas jika menjadi PNS. Mereka justru bisa mendapatkan pemasukan dobel.

“Mereka tetap berhak, mereka tetap digaji. Karena acuannya berbeda, yang satu gaji sebagai Aparatur Negeri Sipil meski masih calon PNS, satu lagi gaji yang diatur dalam Standar Biaya Masukan Lainnya (SBML) atlet,” kata Gatot kepada detikSport, Jumat, 30 November 2018

BACA: Jangan lewatkan, Asian Games Perebutkan 42 Medali Emas, Berikut Cabang-cabang Olahraganya

BACA: Tips Menyikapi Anak yang Memukul Orang Lain saat Marah

BACA: Tips Mudah Hilangkan Bau Bensin dalam Mobil

“Tak ada persoalan karena haknya sesuai dengan profesi yang dilakukannya. Tapi, ada surat Menteri Keuangan kepada Menpora waktu itu yang mengacu atas permintaan Menpora tentang aturan penetapan SBML. Masih ingat enggak Satlak Prima SBML-nya berapa? Gajinya berapa, seperti atlet elite internasional Rp 15 juta. Kurang lebih seperti itu,” Gatot menjelaskan.

Namun, kata Gatot, nominal gaji yang diterima atlet saat berstatus ASN tak sama dengan uang saku yang diberikan pemerintah ketika mereka menjadi atlet.

BACA: Info, Ini Loh Caranya Bikin Stiker Sendiri di WhatsApp

BACA: Informasi Terkini Penanganan Penerbangan Lion Air JT-610 Rute Soekarno-Hatta, Tangerang – Pangkalpinang

BACA: Innalillahi, Neng Mela Korban Begal Itu Akhirnya Meninggal Dunia, Tangisan Anaknya Menyayat Hati

“Gaji ASN mereka (atlet) sama seperti gaji PNS lainnya di seluruh Indonesia mengikuti jabatannya. Karena mereka bukan ASN spesial hanya jalur masuknya saja yang khusus tapi penerapannya sama. Nanti menerima pensiunnya juga sama,” tuturnya.

“Perbedaan lain tak ada. Tapi, bagi mereka itu sudah bahagia. Ibaratnya kata orang tinggal merem (pejam mata) saja, tinggal mereka latihan saja. Tidak perlu pagi sore datang absen, tak perlu ke kantor seperti biasanya,” dia menegaskan. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Mataram – Presiden Joko Widodo ( Jokowi) bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat ( NTB) Tuan Guru Bajang Zainul Majdi (TGB) nonton bareng (nobar) siaran langsung penutupan Asian Games 2018 (closing ceremony Asian Games 2018) bersama para pengungsi di lapangan sepak bola, Desa Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Ahad, 2 September 2018 malam.

Mengenakan jaket berwarna merah, Jokowi tampak haru dan bangga bisa menyaksikan kemeriahan penutupan Asian Games 2018 bersama para pengungsi korban gempa Lombok.

Tiga layar berukuran besar disediakan untuk menayangkan siaran langsung penutupan Asian Games 2018 tersebut.

Pada tayangan penutupan kegiatan itu, Presiden ditemani Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Zainul Majdi (TGB) menyampaikan pesan, langsung dari lokasi pengungsian di Lombok.

Presiden menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas penyelenggaraan kegiatan tersebut termasuk prestasi yang membanggakan bagi Indonesia, yaitu meraih 31 emas dan berada di urutan keempat Asia.

“Ini merupakan prestasi tertinggi Indonesia sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia di ajang Asian Games,” kata Jokowi.

Dalam tayangan itu pula, dilantunkan doa untuk masyarakat NTB yang terkena dampak gempa.

“Semoga bisa cepat pulih dan kembali bangkit menatap masa depan yang lebih baik,” lanjut Jokowi.

Aksi goyang dayung

Meski berada di lokasi pengungsian di Lombok, tidak mengurangi kemeriahan penutupan Asian Games 2018.

Masyarakat yang ikut menonton di lokasi pengungisn bahkan disuguhkan aksi goyang dayung oleh Presiden Jokowi.

Aksi tersebut tentu saja menarik perhatian masyarakat yang hadir.

Aksi goyang dayung Presiden Jokowi membuat masyarakat sejenak melupakan kesedihan akibat gempa yang terus menerus terjadi.

Sebelumnya saat upacara pembukaan Asian Games 2018, Presiden Jokowi juga tertangkap kamera sedang melakukan goyang dayung saat penyanyi Via Vallen melantunkan lagu berjudul “Meraih Bintang”. Aksi ini juga mencuri perhatian publik.

Setelah nobar penutupan Asian Games 2018, Presiden akan menginap di tenda pengungsian di Lombok bersama para menteri, Kepala BNPB, Panglima TNI, Kapolri dan pejabat terkait lainnya. (***)

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Bambang Hartono, pria terkaya di Indonesia mendapatkan bonus Rp 250 juta dari pemerintah lantaran berhasil menyabet medali perunggu dari cabang olahraga bridge di gelaran Asian Games 2018.

Bambang Hartono kemudian diundang oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Negara untuk bersilaturahmi dan penyerahan bonus, Ahad, 2 Agustus 2018.

Hal menarik terjadi, ketika Bambang Hartono, pemilik dari satu bank yang sangat populer di Indonesia, yakni Bank Central Asia atau BCA, menerima buku tabungan BRI berisi uang bonus.

Meski menyandang status sebagai bos BCA, Bambang tak segan-segan untuk memperlihatkan buku tabungan BRI Britama yang baru saja diberikan oleh Presiden.

Para wartawan pun tak ketinggalan menggoda pria yang juga dikenal sebagai pemilik perusahaan rokok Djarum itu.

Para wartawan, sambil tertawa, bertanya kepada Bambang : “Oh, kok enggak lewat BCA ya pak?”

Bambang pun tertawa, lalu menjawab, “Iya ya, iya,”.

Semua Diberikan

Jika Bambang Hartono sudah kaya raya, lantas uang bonus untuk apa?

Bambang mengaku bonus yang diterimanya itu akan ia berikan seluruhnya untuk mengelola cabang olahraga bridge.

“Uangnya saya akan kembalikan ke bridge untuk pembinaan. Seluruhnya,” ungkap dia kepada wartawan di Istana Negara.

Tak hanya itu, ia juga memberikan apresiasi kepada pemerintah atas sistem pemberian bonus yang terbilang sangat cepat.

“Bagus sekali, patut diapresiasi karena atlet tidak perlu lagi ke Jakarta untuk balik lagi menerima bonus. Ini sangat efisien,” tambahnya.

Di Istana Negara, penyerahan bonus untuk atlet berprestasi diberikan secara simbolis oleh Presiden melalui buku tabungan Bank BRI Britama.

Selain menjadi salah satu pemilik Grup Djarum, Bambang juga merupakan pemegang saham mayoritas Bank BCA.

Tak heran jika dihitung kekayaan Bambang Hartono bersama Budi Hartono sebesar 32,3 miliar dollar AS.

Dengan kekayaan sendiri sebesar 16,7 miliar dollar AS, Bambang menjadi orang terkaya ke 75 dunia, versi majalah yang sama.

Bambang kini berusia 79 tahun.

Ia bertanding di cabang olahraga Bridge.

Bambang Hartono sudah lama menekuni olahraga ini.

Ia berkali-kali bergabung dalam tim bridge Indonesia untuk kejuaraan internasional. Misalnya, tahun 2015, Bambang ikut tim yang menjuarai APBF Championship 2015. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Sebanyak 40 medali emas diperebutkan pada pertandingan hari ke-14, Sabtu, 1 September 2018, atau sehari menjelang penutupan pesta olahraga Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang.

Sebanyak 19 cabang olahraga tersisa menggelar pertandingan terakhir, di mana tinju yang paling banyak menyediakan medali emas, yakni 10 keping, disusul kano/kayak sprint (6), bridge (3), soft tenis, sambo, rugby 7, bola voli, loncat indah, dan sepak takraw masing-masing dua emas.

Berikut cabang olahraga yang mempertandingkan nomor-nomor final.

1. Bola basket 2 emas – Final putri (Korea Bersama vs China) – Final putra (Iran vs China)

2. Bisbol 1 emas – Final putra (Korea Selatan vs Jepang)

3. Bola voli 2 emas – Final putri (Thailand vs China) – Final putra (Iran vs Korea Selatan)

4. Bridge 3 emas – Pasangan putra – Pasangan putri – Pasangan campuran

5. Hoki 1 emas – Final putra (Malaysia vs Jepang)

6. Judo 1 emas – Final beregu campuran

7. Kano/kayak sprint 6 emas – Kayak tunggal (K1) 200 meter putri – Kano tunggal (C1) 200 meter putri – Kayak tunggal (K1) 200 meter putra – Kano ganda (C2) 200 meter putra – Kayak ganda (K2) 500 meter putri – Kayak empat orang (K4) 500 meter putri

8. Loncat indah 2 emas – Final springboard 3 meter putri – Final platform 10 meter putra

9. Modern pentathlon 1 emas – Tunggal putra laser run

10. Polo air 1 emas – Final putra (Kazakhstan vs Jepang)

11. Rugby 2 emas – Final putri – Final putra

12. Sambo 2 emas – Final kelas -68 kg putri – Final kelas -90 kg putra

13. Sepak bola 1 emas – Final putra (Korea Selatan vs Jepang)

14. Sepak takraw 2 emas – Final nomor quadran putri (Vietnam vs Thailand) – Final nomor quadran putra (Indonesia vs Jepang)

15. Soft tenis 2 emas – Final beregu putra – Final beregu putri

16. Squash 2 emas – Final beregu putri – Final beregu putra

17. Tenis meja 2 emas – Final tunggal putri – Final tunggal putra

18. Tinju 10 emas – Final kelas terbang ringan 49 kg putra – Final kelas terbang 52 kg putra – Final kelas bantam 56 kg putra – Final kelas ringan 60 kg putra – Final kelas welter ringan 64 kg putra – Final kelas welter 69 kg putra – Final kelas menengah 75 kg putra – Final kelas terbang 51 kg putri – Final kelas bulu 57 kg putri – Final kelas ringan 60 kg putri

19. Triathlon 1 emas – Final putra. (***)

sumber: wartaekonomi.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Hanifan Yudani Kusumah berhasil meraih medali emas usai mengalahkan pesilat asal Vietnam Thau Linh Nguyen, Rabu, 29 Agustus 2018.

Hanifan berhasil membekuk lawan mainnya dengan perolehan angka 3-2 di Padepokan Pencak silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur.

Usai pertandingan, Hanifan diberi bendera Indonesia, kemudian dirinya langsung berlari menuju tribun VVIP dan menghampiri Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto untuk diberikan ucapan selamat.

Setelah itu, momen langka dan tak terduga terjadi.

Hanif memeluk Jokowi dan Prabowo secara bersamaan dalam balutan bendera Indonesia.

Sontak seluruh penonton yang berada di area pertandingan yang menyaksikan kejadian itu langsung berteriak histeris.

Mereka memberikan tepuk tangan meriah serta suitan.

Sementara Jokowi dan Prabowo hanya tertawa dan memukul-mukul pundak Hanifan.

Usai Hanifan melepaskan pelukannya, ia kemudian menyalami Wakil Presiden Jusuf Kalla, Presiden Republik Indonesia ke 5 Megawati Soekarnoputri, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, dan Reformasi Birokrasi Indonesia Komjen Pol Syafruddin dan dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Hanifan menjadi atlet yang menyumbang medali emas ke 29 untuk Indonesia pada cabang olahraga pencak silat.

Hanifan bertanding di kategori tarung kelas C: 55kg-60kg.

Dilansir dari Bolasport, pesilat andalan Indonesia ini mendapat perlawanan sengit dari Thai sepanjang pertandingan berlangsung.

Sejak awal Hanifan sedikit kesulitan, tetapi akhirnya mampu memberikan perlawanan untuk Thai Lin.

Sejauh ini tim pencak silat Indonesia telah meraih 13 medali emas. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Indonesia mencapai prestasi tertinggi di bidang olahraga Pencak Silat dengan menyabet delapan medali emas dalam Asian Games 2018. Abdul Malik yang menggenapi kegemilangan Indonesia dengan menyabet emas dari kelas B atau 50-55 kg putra usai mengalahkan pesilat Malaysia, Muhammaf Faizul M. Nasir. Abdul menang dengan skor telak 5-0.

Kemenangan Abdul Malik memastikan Indonesia menyapu bersih medali emas dari pencak silat sepanjang Senin, 27 Agustus 2018.

Cabang pencak silat sudah menyumbang lima medali emas Asian Games 2018, sampai sore ini. Bahkan, Indonesia masih punya kesempatan menambah beberapa medali emas lagi pada Rabu, 29 Agustus 2018.

Emas juga datang dari pesilat Adi Putra Komang Harik, membuat pencak silat mencatat rekor yang sudah bertahan sejak 56 tahun silam.

Adi Putra Komang Harik mendapat medali emas seusai menang atas pesilat Malaysia, Mohd Al Jufferi Jamari, di kelas 65-70 kg, di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Meski diwarnai walk-out, raihan Komang Harik sangat istimewa.

Hasil tersebut membuat pencak silat menuai lima medali emas secara beruntun. Menurut catatan situs resmi Asian Games 2018, kontingan pencak silat Indonesia mengulangi pencapaian cabang bulutangkis pada Asian Games 1962 Jakarta.

Perolehan tersebut terjadi khusus untuk cabang spesifik. Tak heran jika kontingen pencak silat Indonesia menjadi bintang tersendiri pada hari ke-9 perhelatan Asian Games 2018.

Tak hanya Komang Harik yang membuat pencak silat mengulangi rekor 56 tahun lalu, sosok Mohd Al Jufferi Jamari juga memberi catatan istimewa bagi Malaysia. Raihan medali perak menjadi hasil terbaik dari Negeri Jiran tersebut di ajang pencak silat Asian Games 2018. (***)

sumber: merdeka.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Indonesia masih konsisten menambah medali emas setiap harinya di ajang Asian Games 2018 ini, setidaknya satu medali emas per hari.

Seperti pada Sabtu, 25 Agustus 2018 Indonesia kembali menambah pundi-pundi emasnya, selain perak dan perunggu tentunya.

Kali ini emas kesepuluh untuk Indonesia itu didapatkan melalui cabang olahraga tenis pada nomor ganda campuran.

Atlet tenis ganda campuran Indonesia, pasangan Christopher Benjamin Rungkat/Aldila Sutjiadi berhasil mengalahkan pasangan Thailand, Sonchat Ratiwatana/Luksika Kumkhum pada laga yang berlangsung di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu, 25 Agustus 2018

Selain satu emas, hingga Sabtu pukul 19.00 WIB, Indonesia meraih tambahan tiga perak dan dua perunggu.

Hal itu membuat perolehan medali Indonesia menjadi total 38 medali dengan rincian 10 emas, 12 perak, dan 16 perunggu.

Namun, tambahan 1 emas, 3 perak, dan 2 perunggu tersebut belum mampu mengubah posisi Indonesia ke posisi yang lebih baik di klasemen sementara Asian Games 2018.

Indonesia yang berada di posisi kelima masih terpaut empat emas dengan Iran yang berada tepat satu strip di atasnya, di urutan keempat.

Sebaliknya, posisi Indonesia justru terancam digeser Korea Utara yang kini juga mengoleksi 10 emas.

Korea Utara hanya kalah dari Indonesia pada perolehan medali perak dan perunggu.

Berikut 10 besar klasemen sementara perolehan medali Asian Games 2018 hingga Sabtu, 25 Agustus 2018 pukul 19.00 WIB:

Negara                    Emas     Perak     Perunggu     Total

1. China                      71           49                29              149

2. Jepang                    34           31                43              108

3. Korea Selatan       24            26                33               83

4. Iran                         14            11                  9               34

5. Indonesia               10            12               16                38

6. Korea Utara           10              5                  6               21

7. Thailand                  8              8                 24               40

8. Taiwan                     6             11               12                29

9. India                         6              5                17                28

10. Uzbekistan            5            10                  7                22

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Defia Rosmaniar berhasil meraih medali emas pertama untuk Indoensia di Asian Games 2018. Defia menjadi yang terbaik di taekwondo poomsae putri.

Tampil ditonton langsung oleh Presiden Joko Widodo, di Plenary Hall, JCC, Ahad, 19 Agustus 2018, Defia menjadi juara usai mengalahkan Marjan Salahshouri dari Iran.

Defia menang dengan poin 8.690. Wakil Iran Marjan meraih medali perak dengan skor 8.470.

Sementara, medali perunggu diraih oleh Yap Khim Wen dari Malaysia dan wakil Korea Yun Jihye.

Dengan meraih medali emas, Defia, yang juara Asia 2018 itu, diganjar bonus senilai Rp 1,5 miliar. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) bakal “mengurung” juara dunia U-20 Lalu Muhammad Zohri setibanya di Tanah Air mengingat pelaksanaan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang tinggal satu bulan.

“Biasanya setelah berprestasi atlet dibawa ke sana, ke sini. Semuanya sudah pada tahu-kan? Terus dampaknya seperti apa. Makanya kami benar-benar memproteksi Zohri,” kata Sekjen PB PASI Tigor Tanjung di Kantor Kemenpora, Jakarta, Senin, 16 Juli 2018.

Setelah menjadi juara dunia lari 100 meter U-20, atlet asal Lombok Utara Nusa Tenggara Barat itu menjadi pantauan banyak pihak baik yang sebelumnya mengikuti perjalanannya maupun baru mengenal saat atlet berusia 18 tahun itu meraih prestasi tertinggi di usianya.

Zohri langsung banyak mendapat apresiasi. Pro dan kontra juga terus muncul ke permukaan. Kondisi tersebut dinilai oleh PB PASI akan berdampak pada kondisi atlet sendiri. Untuk itu PB PASI akan terus berusaha membawa Zohri sesuai dengan program yang telah ada.

“Kejuaraan dunia di Finlandia adalah try out terakhir bagi Zohri. Setelah ini tinggal latihan di sini (Stadion Madya). Makanya kami ingin dia fokus. Waktu sudah tidak lama lagi,” kata Tigor dengan tegas.

Lalu Muhammad Zohri sesuai dengan rencana bakal turun di dua nomor pada Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, 18 Agustus – 2 September yaitu 100 meter dan estafet 4×100 putra. Tugas berat bakal dipikul oleh pemuda berusia 18 tahun ini.

Saat ini Zohri masih ditunggu kedatangannya di Tanah Air setelah menyandang predikat sebagai juara dunia lari 100 meter U-20. Zohri dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten, Selasa, 17 Juli 2018. Penyambutan khusus juga akan dilakukan.

Meski demikian, PB PASI meminta kepada pihak Kemenpora untuk melakukan penyambutan secara singkat dan sederhana.

“Zohri datangnya malam hari setelah menjalani penerbangan dan transit sekitar 20 jam. Pasti dalam kondisi letih. Dia butuh banyak istirahat karena program latihan akan langsung berjalan,” kata Tigor Tanjung usai rapat. (***)

Sumber:republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Mataram – Sprinter muda Indonesia Lalu Muhammad Zohri mendulang banyak hadiah di tanah air. Termasuk di kampung halamannya, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Semua didapat setelah Zohri mengukuhkan dirinya sebagai pelari tercepat dunia di kelas junior. Zohri meraih medali emas di kelas bergengsi 100 meter putra, pada Kejuaraan Dunia Atletik Junior di Finlandia.

Hadiah dan sumbangan di antaranya diterima langsung dua kakak Zohri di Dusun Karang Pansor, Desa Pamenang Barat, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Lombok Utara. Di dusun itu mereka mendiami rumah berlantai semen dengan dinding dari anyaman bambu dan atap genteng.

Komandan Korem 162 Wirabhakti Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani berkunjung ke rumah itu pada Kamis malam 12 Juli 2018 malam. Saat itu dia juga menyatakan siap merekrut Zohri tanpa tes jika bersedia menjadi anggota TNI AD.

Lalu Ma’rib, 28, satu kakak Zohri, bersyukur dan berterima kasih atas hadiah dan sumbangan yang mereka terima. Rencananya, selain untuk merenovasi rumah warisan orang tua, uang sumbangan akan dipakai juga untuk didermakan ke masjid di dusun. ”Kami melakukan musyawarah, akan menyumbang masjid,” katanya, Jumat 13 Juli 2018.

Pada hari yang sama, Ma’rib juga diundang bertemu pejabat Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar. Undangan untuk membicarakan bantuan lima are tanah dan rumah. ”Selain itu Zohri juga dijanjikan sebagai pegawai negeri sipil,” ujar Ma’rib. (***)

sumber: tempo.co

SERBA SERBI

Jumat | 13 Juli 2018

Mohamad Zohri, Si Anak Yatim Piatu Juara Dunia

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lombok- Pria bernama lengkap Lalu Mohamad Zohri (18) berhasil mengharumkan Merah Putih di kanca dunia pada kejuaraan dunia junior atlet lari 100 meter di Finlandia mendapatkan Medali Emas dengan catatan waktu 10.18 detik merupakan seorang anak yatim piatu.

Putra bungsu dari empat bersaudara pasangan Lalu Ahmad Yani (Alm) dan Saeriah (almh) ini, memiliki bakat sejak ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) 2 Pemenang Barat. Saat itu, Lalu Muhamad Zohri alias Badok, berangkat sekolah tanpa mengenakan alas kaki.

Pria kelahiran Karang Pasor, 1 Juli 2000 ini menekuki keinginan menjadi seorang atlet lari saat duduk di bangku Kelas 3 SMPN 1 Pemenang. Pada hal sebelumnya Zohri selalu diajak oleh ibu guru olahraganya, Rosida untuk mengikuti latihan. Karena Ibu Rosida melihat potensi yang dimiliki Zohri. Namun ajakan sang guru olahraganya itu ditolak Zohri.

Setelah menekuni atlet, sejumlah prestasi telah ia raih. Tahun 2017 Zohri berhasil memborong 7 medali emas pada Kejurnas. Lalu Tahun 2018 di Kejuaraan atletik junior Asia 100 Meter di Jepang kembali mendapatkan medali Emas dengan catatan waktu 10.27 Detik. Kemudian Kejuaraan Dunia junior 100 meter di Finlandia, kembali meraih Medali Emas dengan catatan waktu 10.18 Detik.

BACA: Rebut Medali Emas Bergengsi, Atlet Muda Ini Bakal Diberi Rumah

Sebelum menjadi viral, Zohri sehari-hari tinggal di rumah reot peninggalan almahrum orangtuanya. Dinding rumah terbuat dari bambu, dan beratapkan genteng. Dari kondisi rumah, terlihat sangat memprihatinkan. (bayu/ti)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Prestasi membanggakan ditorehkan oleh atlet muda Indonesia, Lalu Muhammad Zohri. Dia merebut medali emas di nomor bergengsi, lari 100 meter putra di Kejuaraan Dunia Atletik U-20.

Berkat prestasinya itu pun Zohri bakal dapat rumah.

“Iya, tadi pagi saya telepon Ketum REI (Real Estate Indonesia) dan kita menyepakati memberi hadiah rumah tinggal bagi Lalu Muhammad Zohri Si Juara Dunia,” ungkap Ketua Kehormatan REI MS Hidayat Kamis, 12 Juli 2018.

Zohri merupakan pemuda asal Nusa Tenggara Barat (NTB). Rumah untuk hadiahnya itu pun nantinya disiapkan di NTB.

“Mungkin juga (dekat rumahnya sekarang). Teman-teman REI sedang urus itu,” imbuh Hidayat.

Menurut politikus senior Golkar itu, REI kerap memberikan hadiah kepada atlet berprestasi sejak saat dirinya menjabat Ketum REI dahulu. Hidayat pun mengucapkan selamat kepada Zohri.

“Di tengah gegap gempita World Cup, sepak bola di Rusia, mendapat sepang anak muda Indonesia usia 20 tahun dari NTB menjuarai lomba lari kejuaraan dunia di Finlandia kemarin.

Kita harus beri pujian ke Pak Bob Hasan, Ketua Umum PASI yang kerja keras diam-diam mengurusi atlet-atlet nasional,” tutur Hidayat yang juga mantan Menteri Perindustrian. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – Pebalap sepeda nasional, Hari Fitrianto, tengah dirawat di Rumah Sakit Advent, Bandung. Hasil pemeriksaan sementara Hari mengalami geger otak sedang.

Ketua Badan Tim Nasional balap sepeda, Budi Saputra, mengatakan kondisi Hari, 33 tahun, kritis setelah mengalami kecelakaan, Jumat, 6 Juli 2018.

Hari, yang merupakan pebalap nasional untuk Asian Games 2018 di nomor jalan raya, tertabrak mobil saat latihan di Subang.

“Kondisi terkini Hari masih kritis. Hasil pemeriksaan dokter mengatakan geger otak sedang. Tapi untuk cedera di bagian lain itu yang belum saya dapatkan lagi. Saya masih menunggu informasi terbaru dari teman-teman di lapangan,” kata Budi saat dikonfirmasi Jumat, 6 Juli 2018.

Budi juga menceritakan soal kronologis kejadian kecelakaan yang menimpa suami pebalap sepeda Dahlina Rosyida itu. Hari dan pebalap nasional lain tengah berlatih di tanjakan Emen, Subang tanpa pengawalan polisi.

“Hari ini memang timnas latihan di tanjakan. Biasanya, kalau latihan speed kami meminta pengawalan polisi. Tapi, karena ini latihan saja dan pelan jadi tidak perlu pakai polisi. Sampai di gerbang Tangkuban Perahu, tiba-tiba dari belakang ada mobil, menyerempet motor, yang posisi motornya ada di depan Hari persis. Jadi, mobil menghindari motor tapi yang ditabrak Hari,” dia menjelaskan.

“Supirnya mengaku hilang kesadaran, ngantuk. Tapi, sekarang sopirnya sudah ada di kepolisian,” dia menjelaskan. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Mereka yang bertubuh seperti ‘buah pir’ atau gynaeoid merupakan wanita yang ukuran tubuhnya lebih besar di bagian bawah seperti panggul dan paha.

Tipe tubuh ini disinyalir sangat menguntungkan karena dapat memudahkan proses persalinan.

Dilansir Live Strong, tipe tubuh ‘buah pir’ ini termasuk dalam kategori endomorphs, yang cenderung menyimpan lebih banyak lemak dan lebih sulit untuk menurunkan berat badan ketimbang tipe tubuh lainnya. Sehingga memilih olahraga yang tepat akan menjadi tantangan tersendiri untuk mereka.

Jadi apa saja ya olahraga yang baik untuk para wanita bertubuh ‘buah pir ini?

Olahraga kardio

Untuk menurunkan atau menjaga berat badan, pemilik tubuh gynaeoid lebih disarankan melakukan olahraga kardio seperti berlari, bersepeda dan berenang.

Dengan olahraga kardio akan membakar cukup banyak kalori.

Namun, jika ingin berenang ada satu hal yang perlu diperhatikan. “Dengan berenang, tungkai akan banyak berfungsi. Bila kurang mampu menjaga pola makan, maka berpotensi untuk memperbesar otot-otot tubuh bagian bawah, terutama pinggul dan paha,” dr. Michael Triangto, Sp.KO dari Slim + Health Sports Therapy, Jumat 29 Juni 2018. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Rusia – Jason Derulo sangat senang telah merilis single ‘Colors’ sebagai salah satu lagu resmi turnamen sepak bola Piala Dunia 2018 yang dilangsungkan di Rusia.

“Selama saya berpergian selama bertahun-tahun, saya melihat banyak perbedaan, dan saya melihat perbedaan dalam budaya tersebut sebagai suatu keindahan, dan saya menulis lagu ‘Colors’ untuk merayakan keragaman tersebut dan menjadi bagian dari energi luar biasa yang diberikan untuk tim kebanggaan mereka,” ujar Jason Derulo seperti dikutip dari The Rolling Stone, Kamis, 14 Juni 2018.

Bagi Jason Piala Dunia 2018 adalah turnamen olahraga yang luar biasa,dan dia sangat bangga untuk bisa menjadi salah satu penyanyi lagu resmi Piala Dunia 2018.

“Lagu ini berbeda, saya rasa ini waktu yang sangat cocok untuk rekaman lagu ‘Colors’,” ujar Jeson di rumahnya.

Seperti diketahui, setiap gelaran Piala Dunia, selalu ada lagu yang didedikasikan untuk kompetisi sepak bola dunia ini. Pada Piala Dunia 2010, penyanyi Shakira membawakan lagu ‘Waka-Waka’ dan tahun 2014 “Dar Um Jeito (We Will Find a Way)” dinyanyikan Carlos Santana, Wyclef Jean dan Avicii.

Piala Dunia 2018 akan resmi dibuka pada Kamis, 14 Juni 2018 malam. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Singapura – Masyarakat Seni Silat Malaysia (DSSM) ingin United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) membuat seni silat dikukuhkan sebagai warisan budaya.

Sekretaris Kehormatan DSSM, Maimoon Hussein mengatakan pihaknya mengirim sebuah aplikasi ke UNESCO untuk memastikan bahwa seni budaya terus dilestarikan dan diperluas.

DSSM juga tidak ingin, katanya, seni beladiri menjadi milik sebuah negara, namun seluruh orang Melayu.

Lebih jauh dikatakannya, baru-baru ini DSSM bekerjasama dengan Malaysian Tourism Council (MTC) mengirim pencalonan ke UNESCO sebagai langkah menuju pengenalan dan peningkatan martabat budaya silat di seluruh dunia.

“Kami tidak ingin seni bela diri ini dikategorikan sebagai milik sebuah negara. Karena akan tidak adil bagi penggerak beladiri lainnya karena silat itu sendiri dikembangkan di kepulauan Malaya,” katanya. (***)

sumber: mediacorp.sg