PARIWISATA

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Selama ini masakan Minang yang bersantan kerap dihindari karena dianggap tak sehat. Hasil penelitian Guru Besar Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang menemukan masakan Minangkabau yang bersantan ternyata sehat dikonsumsi.

Guru Besar Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Prof Nur Indrawaty Lipoeto di Padang mengatakn selama ini banyak yang khawatir makanan bersantan berdampak buruk bagi kesehatan. Makanan ini dianggap bisa menyebabkan kolesterol jahat dalam tubuh, sehingga memicu sakit jantung, tekanan darah tinggi dan stroke.

Akan tetapi setelah dilakukan penelitian, ternyata makanan Minangkabau yang bersantan tersebut sebenarnya sehat.

“Santan memang mengandung lemak, namun terdiri dari campuran air, yakni di setiap 100 gram santan terdiri dari 25 persen lemak dan 75 persen air,” ujar Prof Nur.

Selain itu, menurutnya makanan yang bersantan lebih sedikit mengandung lemak dibandingkan makanan yang digoreng.

Bahkan ia khawatir jika orang Minang berhenti mengonsumsi santan dan beralih ke masakan yang digoreng karena berbahaya untuk kesehatan.

“Apalagi jika makanan yang digoreng menggunakan minyak bekas yang telah berkali-kali digunakan,” kata dia.

Selain itu makanan bersantan juga terdiri dari banyak bumbu dan rempah-rempah seperti kunyit, jahe, lengkuas, serai, bawang merah, bawang putih, dan dedaunan yang mengandung antioksidan.

Supaya menikmati masakan bersantan yang sehat, maka ia menyarankan agar memilih daging yang padat dan tidak berlemak untuk dikonsumsi.

Selain itu dimasak dengan menggunakan api yang sedang yakni sekitar 87 derajat Celcius, sehingga dapat membuat masakan menjadi sehat karena oksidasi pada lemak lebih sedikit.

“Biasanya kalau menggoreng makanan menggunakan suhu lebih dari 200 derajat celsius, sehingga proses oksidasi menjadi cepat dan perubahan yang terjadi pada makanan tidak sehat,” katanya.

Ia juga mengatakan Minangkabau terkenal dengan masakannya yang bersantan, salah satunya ialah rendang yang merupakan makanan khas orisinal warisan nenek moyang secara turun temurun.

“Jika kita tidak memasaknya karena takut tidak sehat, lalu siapa lagi yang akan memasak dan mengembangkannya,” ujar dia.

Penelitian tersebut sudah dilakukan sejak tahun 1998, bahkan sudah dipublikasikan di jurnal-jurnal nasional maupun jurnal internasional dan sudah dipublikasikan juga di seminar nasional maupun internasional.

“Sejak tahun 1998 hingga saat ini saya masih melakukan penelitian tentang manfaat dari makanan bersantan,” katanya.(***)

sumber: detik.com

KULINER

Senin | 12 Agustus 2019

Daging Kurban Dibekukan, Amankah Dikonsumsi?

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Daging kurban yang penyimpanannya tidak dikelola dengan baik bakal lebih mudah rusak. Oleh karena itu, banyak orang membekukan daging ini agar tetap awet dan tahan lama.

“Daging itu mudah rusak jadi sebaiknya simpan pada suhu dingin. Sebetulnya dibekukan malah lebih baik. Apalagi kalau kita akan mengonsumsi daging kurban tidak dalam waktu dekat,” kata ahli teknologi pangan Purwiyatno Hariyadi.

Sayangnya, masih ada anggapan di masyarakat bahwa daging kurban yang dibekukan kualitasnya buruk. Padahal, cara penyimpanan daging kurban dengan dibekukan justru bagus ketimbang disimpan di kulkas biasa.

“Kita ini sudah seringkali mendengar, daging kurban akan berkualitas buruk kalau dibekukan. Itu (anggapan) yang salah. Dibekukan justru bagus. Simpanlah di freezer,” jelas Purwiyatno.

Memang ada perubahan tekstur ketika mengolah dan mengonsumsi daging kurban yang dibekukan. Namun, perubahan tekstur tersebut tidak memengaruhi keamanan daging untuk dikonsumsi.

“Disimpan di freezer itu awet kok. Memang benar, ada perubahan tekstur. Tapi kalau diolah dengan baik ya enggak masalah. Itu aman (dikonsumsi),” ujar Purwiyatno.

Pastikan daging kurban dibungkus rapi dan rapar saat disimpan di dalam freezer. Kualitas daging dalam jangka waktu lama, baik berbulan-bulan tetap terjaga meski ada perubahan tekstur.

Walau begitu, tetap perhatikan bahwa membekukan makanan ini tidak akan membunuh kuman di dalamnya. Cara ini hanya akan memperlembat pertumbuhan kuman yang ada. (***)

sumber: merdeka.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kalau tak suka sup kambing berkuah santan, bikin saja sup kambing bening. Berbumbu rempah sup ini gurih dan harum enak.

Sup kambing jadi salah satu hidangan yang banyak digemari orang ketika perayaan Idul Adha. Meski hanya sup berkuah bening saja, tapi cita rasanya tidak kalah enak dengan gulai atau tongseng.

Untuk membuat sup ini memang sebaiknya memakai daging kambing di bawah lima bulan. bagian paha, iga dan jeroan bisa diolah menjadi sup enak. Sebaiknya daging kambing tak dicuci dulu. Jika memakai jeroan kambing, rebuslah secara terpisah supaya aroma tajamnya tak merusak rasa kaldu daging yang gurih.

Isiannya bisa ditambah wortel, kentang, buncis atau sayuran lainnya. Masukkan sayuran ini terakhir dan masak hingga layu. Untuk penyajian, taburi dengan bawang merah goreng dan selederi serta kucuri air jeruk limau.

Bahan :

1,5 liter air
500 gram daging kambing, potong-potong
1/2 butir pala
10 butir merica
3 cm kayumanis
2 butir cengkih
2 sdm minyak sayur
5 butir bawang merah, cincang halus
3 siung bawang putih, memarkan
2 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
2 batang daun bawang, iris kasar
3 buah wortel, potong-potong
2 buah tomat, potong-potong
1 batang seledri, potong-potong

Pelengkap:

Bawang merah goreng
Emping goreng

Cara membuat:

Didihkan air lalu masukkan potongan daging kambing.
Masukkan pala, merica, cengkih dan kayumanis.
Tumis bawang merah dan bawang putih hingga wangi. Angkat.

Masukkan ke dalam rebusan kambing dan kecilkan api. Masak hingga daging kambing empuk.

Masukkan wortel, daun bawang dan tomat. Didihkan hingga layu.

Tambahkan garam dan merica. Angkat.

Sajikan dengan daun seledri, bawang goreng dan jeruk limau.
Untuk 6 porsi.

Tips:

Setelah daging kambing dimasukkan, kecilkan api. Busa halus akan muncul dipermukaan, sendoki dan buang.

Jika memakai daging kambing muda, kuah dan aroma sup tak akan berbau tajam. Tetapi jika kambing agak tua, perbanyak saja rempahnya agar aromanya sedikit berkurang.

Sup kambing harus disajikan dan dinikmati hangat agar rasa gurihnya lebih mantap. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jember – Penampilan artis Cinta Laura Kiehl saat Grand Carnaval Jember Fashion Carnaval (JFC) mendapat sorotan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember. MUI menilai pakaian yang dikenakan Cinta Laura kurang pantas ditampilkan di tengah masyarakat. Apalagi Jember dikenal sebagai kota yang religius.

“Jauh-jauh datang ke Jember kok hanya pamer aurat,” kata Ketua MUI Jember Prof. Abdul Halim Subahar, Senin 5 Agustus 2019.

Menurut pria yang karib disapa Gus Halim ini, Yayasan JFC sebagai penyelenggara dan penggagas desain busana untuk bintang film Oh Baby itu, telah gagal memberikan tontonan yang baik. Terutama berkaitan dengan ciri khas dari Jember.

“Kostum seperti itu, tidak pantas dipertontonkan di ruang publik! Nggak ada yang bisa dibanggakan. Penampilan begitu akan merusak moral generasi muda,” tukas Gus Halim yang akan berkoordinasi dengan jajaran pengurus MUI terkait acara Jember Fashion Carnaval.

Dikonfirmasi terpisah, Event Director JFC Intan Ayundavira menegaskan, “masing – masing orang memiliki standar sendiri mengenai batas kesopanan. Selama ini tidak ada aturan baku sejauh mana batas kesopanan tersebut.” Kata Intan.

“Bahkan kalau dikaitkan dengan budaya, kIta akan kesulitan menyebut apakah pakaian orang itu sopan atau tidak. Contoh, pakaian orang Jawa, kan seperti itu. Apalagi pakaian adat orang Papua, apakah kemudian kita menyebut mereka berpakaian tidak sopan? Kan tidak seperti itu,” terangnya.

Demikian juga ketika dikaitkan dengan aurat. Menurut Intan, persepsi menutup aurat masing-masing juga berbeda.

“Di kalangan muslim sendiri kan juga berbeda, ada yang bilang berhijab tetapi siluet bentuk tubuh terlihat, dianggap belum menutup aurat. Ada lagi yang beranggapan berhijab tapi tidak bercadar termasuk belum menutup aurat. Jadi persepsinya memang berbeda – beda,” kata Intan.

Oleh karena itu, Intan mengajak semua pihak untuk lebih bijak menyikapi. Sebab masing-masing orang menurutnya memiliki sudut pandang yang berbeda.

“Yang terpenting, JFC ini hadir dalam rangka menampung kreatifitas kaum muda di bidang model dan budaya, dan membawa nama Jember dan Indonesia di kancah Internasional. Dan Cinta Laura menjadi bagian yang sangat mendukung dalam gelaran JFC ini,” pungkas Intan.

Kehadiran Cinta Laura dalam Jember Fashion Carnaval adalah sebagai brand ambassador acara yang sudah memasuki tahun ke-18 penyelenggaraan. Cinta sama sekali tidak dibayar untuk menjadi duta JFC yang pada tahun ini kehilangan penggagasnya yaitu Dynand Fariz.

Cinta hadir di acara puncak Jember Fashion Carnaval (JFC) 2019, Minggu 4 Agustus 2019 dengan berbalut kostum bertema Dayak. Kostum yang dibuat oleh Yayasan JFC itu memungkinkan Cinta untuk memamerkan kaki jenjangnya. Inspirasinya adalah Hudoq, sejenis festival yang berupa tarian ungkapan syukur yang digelar oleh sub-etnis Dayak di Kalimantan Timur. (***)

sumber:detik.com

MEDIAKEPRI, Bandung – Dalam memperingati Hari Anak Nasional Indonesia yang jatuh setiap tanggal 23 Juli, Daikin sebuah perusahaan AC ternama asal Jepang bekerjasama dengan Yayasan Origami Indonesia dan Pemerintah Kota Bandung, memperkenalkan seni melipat kertas asal Jepang (Origami) kepada anak-anak di Plaza Balai kota Bandung, Jalan Wastukancana, Ahad, 4 Agustus 2019.

Branch manager Bandung, Merdyan Komarudin mengatakan, pihaknya memandang perlu adanya peran aktif Daikin dalam menyikapi gerusan modernisasi terhadap nilai kebudayaan. Melalui seni melipat kertas tradisional Jepang, Origami, diharapkan aktivitas anak-anak dalam keseharian lebih produktif.

“Banyak hal positif dan negatif yang mempengaruhi pola berfikir dan interaksi sosial anak dalam kesehariannya. Kegiatan Origami ini tentunya berkontribusi terhadap pembentukan karakter bangsa,” katanya dalam jumpa persnya. Merdyan melanjutkan, kegiatan ini juga untuk memperkenalkan dan ikut melestarikan nilai-nilai budaya di tengah gencarnya serangan era modernisasi.

Kemajuan teknologi dan media informasi saat ini menjadikan anak tak luput dari pengaruh negatif. “Melalui kesenian Origami, Daikin ingin mengoptimalkan kepedulian terhadap anak Indonesia agar tumbuh dan berkembang secara optimal, sekaligus memperkenalkan kembali kegiatan Origami sebagai suatu budaya positif terhadap masyarakat luas, khususnya pada anak-anak usia SD di Bandung,” terangnya..

“Kami yakin Kota Bandung sebagai kota kreatif mampu menghasilkan generasi penerus bangsa yang tidak hanya sehat, aktif, cerdas dan berahlak mulia, namun juga cinta terhadap tanah airnya. Daikin berkomitmen untuk mengupayakan usaha-usaha konkritnya dalam mendorong, mengoptimalkan kerjasama yang berkesinambungan antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat melalui pendidikan dan seni budaya yang memberikan nilai positif pada anak,” imbuhnya.

Ketua Yayasan Origami Indonesia, Maya Hirai menuturkan, Origami tidak hanya sebagai aktivitas permainan anak-anak. Namun, Origami merupakan sebuah cabang ilmu pengetahuan yang memiliki tingkat keragaman dasar, menengah dan tingkat mahir. Bahkan, aplikasinya cukup luas dan beragam.

“Banyak anak-anak menikmati aktivitas ini, selain melatih kreativitas, anak-anak dapat membuat kreasinya, sehingga menimbulkan kepuasan tersendiri bagi mereka,” ujarnya.

Kegiatan yang bertajuk Origami Day ini diikuti anak usia 9 sampai 12 tahun atau anak usia Sekolah Dasar (SD). Katanya, karakteristik siswa Sekolah Dasar merupakan individu yang memiliki tingkat perkembangan relatif cepat dalam merespon sesuatu dilihat dari aspek perkembangan yang ada.

“Melalui Origami siswa-siswi pada rentang usia ini diharapkan mampu mengimplikasikan pengguna kertas menjadi media demonstrasi imajinatif dan meningkatkan kemampuan berfikir. Selain itu menjadikan Origami sebagai media latihan komunikasi efektif antara orang tua dan anak ataupun guru,” ujarnya.

Sementara itu, kegiatan ini dihadiri pula Fawzie M. Taib selaku General Manager Business Plan, Director PT Daikin Air Conditioning Ind, Budi Mulia, Ketua pelaksana yayasan Origami, Rahmat, serta Mr. Kenichi Yasufuku Assistany GM. (***)

sumber : galamedianews.com

PARIWISATA

Minggu | 04 Agustus 2019

Pergelaran Seni dan Budaya Oleh Sarinah

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Di halaman parkir barat gedung Sarinah bertepatan dengan car free day diselenggarakan acara parade seni & budaya dengan tajuk Aku Kamu Cinta Seni Indonesia. Kegiatan ini terselenggara dalam rangka HUT Sarinah ke-57 tahun dan HUT Mitra Seni Indonesia (MSI) ke-12 tahun.

Acara diawali dengan jalan sehat pada pukul 06.00 WIB yang diikuti oleh seribuan lebih peserta yang terdiri dari karyawan Sarinah dan angota MSI bererta keluarga yang ditandai dengan pengibaran bendera start oleh Menteri Pendidikan & Kebudayaan Muhadjir Effendi, Ketua DPRD DKI Jakarta, Direksi Sarinah, dan Ketua Umum MSI Sari Ramdani.

Di tengah jalan antara Sarinah-HI-Sarinah, peserta parade dan jalan sehat melakukan atraksi di depan kedutaan Jepang, berupa ajakan flashmob, ondel-ondel, tari-tarian dari anggota MSI, dan lain-lain.

Peserta jalan sehat dihibur dengan musik kolintang, Arumba, dan angklung yang semuanya dimainkan oleh anggota MSI yang mengiringi paduan suara dan tari line dance, tidak ketinggalan penampilan angklung dari mang Ujo. Acara dipandu oleh MC Iwet Ramadhan dan Novita Angie.

Direktur Utama PT Sarinah (Persero), Gusti Ngurah Putu Sugiarta Yasa, menyatakan acara ini bertujuan untuk mengajak generasi milenial meningkatkan rasa cinta terhadap seni Indonesia yang sangat beraneka ragam. Rasa cinta kepada seni dan budaya membuat mereka lebih peduli dan menghargai yang akhirnya timbul rasa ingin belajar dan bergabung untuk ikut melestarikan dan mengembangan seni dan budaya Indonesia.

“Sarinah sebagai jendela Indonesia merupakan wadah bagi segenap penggiat indutri kreatif Tanah Air dalam menawarkan karya terbaiknya kepada konsumen, untuk mempromosikan produk kerajinan dan talenta lokal terbaik. Kegiatan ini sejalan dengan kegiatan rutin Sarinah yang selalu mendukung acara yang menampilkan talenta terbaik di Tanah Air dalam bidang seni, baik seni musik, seni kriya dan seni lainnya,” kata dia belum lama ini.

Sekitar 500 peserta berpakaian unik dengan mengenakan kain bernuansa etnik Indonesia mulai dari batik, tenun, hingga sarung dan juga busana nasional yang dirancang dengan berbagai model mewarnai parade ini. Berbagai kalangan masyarakat mulai dari pencinta dan penggiat seni, dan kalangan milenial pun berbaur dalam parade seni dan budaya ini, start dari Sarinah-Bundaran Hotel Indonesia dan kembali ke Sarinah menempuh jarak sekitar lima kilometer.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, yang diwakili oleh Edi Irawan, Plh Direktur Kesenian, menyambut baik prakarsa Mitra Seni Indonesia menyelenggarakan Parade Seni dan Budaya 2019.

Dalam pesannya disampaikan kegiatan ini selain mengutamakan gaya hidup sehat juga mengangkat seni dan budaya Indonesia yang harus dilestarikan dan dikembangkan. Menteri berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara periodik agar nilai-nilai budaya dan kesenian Indonesia tetap lestari.

Sementara itu, Ketua Umum Mitra Seni Indonesia Sari Ramdani berharap dengan diselenggarakannya kegiatan ini masyarakat akan lebih mencintai seni dan budaya Indonesia. “Akhirnya, mau bergabung dengan Mitra Seni Indonesia untuk bersama-sama melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya Indonesia,” tambah Sari Ramdani.

Dalam parade ini juga dilombakan kostum peserta terbaik sehingga diperlukan kreativitas peserta untuk berpakaian sebaik dan semenarik mungkin, dengan tidak melepaskan wastra & nuansa Indonesia. Kepada para pemenang akan diberikan trophy, sertifikat, dan berbagai hadiah menarik lainnya. (***)

sumber:wartaekonomi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Banjarnegara – Dieng Culture Festival 2019 dimanfaatkan Banjarnegara untuk memperkenalkan kekayaan yang mereka miliki. Tidak seni dan budaya lokal. Festival juga memperkenalkan domba khas Banjarnegara, Batur.

Domba-domba ini diperkenalkan dalam Festival Domba Batur, Sabtu (3/8), di Lapangan Arjuno, Dieng. Sebanyak 100 peserta dengan Domba Batur, ikut event ini. Disajikan juga Lomba Cukur Bulu Wol, Lomba Mewarnai Gambar Anak, hingga Gerakan Minum Susu.

“Dieng Culture Festival sangat kaya. Selain warna seni dan budaya, ada potensi ternak yang bagus dari Domba Batur. Event ini pun menjadi panggung promosi yang ideal. Sebab, pergerakan wisatawannya sangat bagus di sana. Setelah event, popularitas Domba Batur akan naik terus,” ungkap Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani, Sabtu (3/8).

Hingga 2018, jumlah Domba Batur di Banjarnegara sekitar 8.835 ekor. Jumlah tersebut dikembangkan 1.403 peternak. Mereka tersebar di Batur, Pejawaran, Wanayasa, Pagentan, dan Kalibening. Adapun jumlah ternak domba di Banjarnegara secara keseluruhan sekitar 52.358 ekor.

Rizki menilai, Domba Batur sangat potensial dikembangkan.

“Dengan promosi memadai, nilai bisnis Domba Batur sebagai komoditinya akan naik. Hal ini bagus secara ekonomi bagi para peternaknya. Manfaat Domba Batur sangat banyak. Daging dan Bulu Wolnya sama-sama bisa dimanfaatkan,” lanjut Rizki.

Daging Domba Batur bisa diolah menjadi banyak varian kuliner. Untuk Bulu Wol dimanfaatkan menjadi beberapa produk kreatif. Konsepnya melalui lukisan, souvenir, bahkan perlengkapan tidur seperti bantal atau guling. Lukisan dari Bulu Wol dibanderol Rp30 Ribu hingga Rp300 Ribu. Untuk souvenir dibentuk boneka dan gantungan kunci dengan harga Rp10 Ribu hingga Rp50 Ribu.

Salah satu penghasil kerajinan Bulu Wol adalah Kelompok Tani Maju Bersama. Alamatnya di Batur, RT9/RW3, Banjarnegara. Produk kreatif mereka tersebar di wilayah Banjarnegara hingga Pekalongan. Distribusinya ke Pekalongan pun relatif rutin.

Ketua Tim Pelaksana CoE Kemenpar Esthy Reko Astuty mengatakan, Domba Batur menambah unik Dieng Culture Festival 2019.

“Dieng Culture Festival semakin unik dengan kehadiran Domba Batur tersebut. Kehadirannya memang menyita perhatian, apalagi jumlahnya banyak dan dikumpulkan di satu lokasi khusus. Dari promosi di Dieng Culture Festival, diharapkan nilai ekonomi Domba Batur semakin kompetitif,” kata Esthy.

Harga normal Domba Batur sekitar Rp 3,5 Juta. Namun, ada juga yang memiliki harga hingga Rp 23 Juta. Tingginya harga tidak lepas dari berat Domba Batur yang mencapai 150 Kg.

“Selalu ada keuntungan ekonomi bagi masyarakat. Diikutkan dalam lomba, Domba Batur yang ditampilkan memenuhi berbagai persyaratan khusus,” kata Esthy.

Domba Batur memiliki karakteristik unik. Bulunya putih tebal. Warna keseluruhan putih. Garis muka Domba Batur berbentuk Cembung. Lebih unik lagi, domba jantan dan betinanya sama-sama memiliki tanduk. Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono memaparkan, Domba Batur salah satu kekayaan yang harus dilindungi.

“Domba Batur menjadi daya tarik lain pariwisata Banjarnegara. Karakternya sangat unik dengan aneka manfaat. Domba Batur ini merupakan salah satu kekayaan di sini. Kualitasnya bagus, apalagi wilayah ini menjadi pusat pembibitan Domba Batur,” papar Budhi.

Dieng Culture Festival 2019 mendapatkan apresiasi. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menegaskan, festival sangat efektif sebagai media promosi.

“Festival bagus untuk promosi, bahkan potensi transaksi terbuka. Dieng Culture Festival luar biasa karena bisa menampung semua kekayaan dan potensi yang dimiliki Banjarnegara,” tutupnya. (***)

sumber:merdeka.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – Pengelola wisata Gunung Tangkuban Parahu berencana membuka pintu kunjungan wisatawan hari ini pasca-erupsi atau letusan pada Jumat sore, 26 Juli 2019.

Menurut Direktur Utama PT Graha Rani Putra Persada, Putra Kaban, area kunjungan wisatawan masih dibatasi.

“Di daerah Jayagiri bisa, kalau ke kawah belum bisa,” katanya saat dihubungi Sabtu, 27 Juli 2019. Daerah Jayagiri yang dimaksud adalah terminal bus pengunjung di dalam area Taman Wisata Alam Tangkuban Parahu.

Di sana, ada taman-taman dan suasana hutan yang bagus. Jaraknya dari lokasi itu ke Kawah Ratu yang meletus sekitar 2 kilometer.

“Masuknya dari pintu biasa ke Tangkuban.”

Putra Kaban menjelaskan pada Sabtu pagi tadi, dia bersama petugas dan aparat kepolisian, tentara, serta pejabat daerah meninjau lokasi di sekitar sumber erupsi.

“Kondisi di atas (puncak) sudah normal. Kawahnya dalam kondisi biasa,” ujar dia.

Hanya saja, pihaknya tetap menjalankan rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG. Utamanya radius aman sejauh 500 meter dari Kawah Ratu.

“Jam per jam kami ikuti perkembangan situasi gunung dari PVMBG,” katanya.

Pengelola wisata Gunung Tangkuban Parahu juga berencana mengerahkan pegawainya untuk membersihkan abu vulkanis semburan letusan di sekitar kawah pada siang ini.
“Pembersihan pakai alat manual, pasukan kami banyak di sini,” ujar Putra Kaban.

Sementara itu Kepala Bagian Tata Usaha PVMBG, I Gede Suantika dalam jumpa pers pagi ini di kantornya memastikan lokasi wisata Gunung Tangkuban Parahu masih ditutup pagi ini. “Sampai kapan kita lihat dulu situasinya,” ujar dia.

Hasil analisis PVMBG menunjukkan Gunung Tangkuban Parahu masih berpotensi kembali erupsi karena tremor atau getarannya masih terus berlangsung. Evaluasi data pemantauan terkini mengindikasikan potensi terjadinya erupsi besar masih belum teramati.

Aktivitas Gunung Tangkuban Parahu berada dalam kondisi yang belum stabil dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Ancaman bahaya yang paling mungkin terjadi saat ini berupa hembusan gas vulkanik dengan konsentrasi berfluktuasi di sekitar Kawah Ratu.

Dampaknya, bisa membahayakan kesehatan dan keselamatan jiwa pengunjung, pedagang, masyarakat sekitar, bila kecenderungan konsentrasi gas-gas vulkanik tetap tinggi. “Erupsi freatik dan hujan abu di sekitar kawah berpotensi terjadi tanpa ada gejala vulkanik yang jelas,” kata Kasubdit Mitigasi Gunungapi Wilayah Barat PVMBG, Nia Haerani. (***)

sumber: tempo.co

MEDIAKEPRI.CO.ID, Polandia – Gamelan Jawa yang ditampilkan Group Gamelan Warsawa pada acara Warsawa Street Festival tahunan mendapatkan perhatian luar biasa dari pengunjung festival yang berlangsung disepanjang jalan Krakowskie Przedmiecie (sepanjang 2 km) di Ibu Kota Polandia.

Beberapa kelompok seni dan masyarakat yang tampil pada festival yang berlangsung sehari penuh ini, antara lain: Warsawa Gamelan Group, Zuzanna Kann, the Siren Society, group tarian India, Group Flamengo, Kuba, Salsa, Afrika, Viet Nam, Turki, Afghanistan, Mesir, Kurdi, Meksiko, India, Armenia, Azerbaizan dan beberapa sekolah seni yang ada di Polandia.

Pensosbud KBRI Warsawa, Diyah Ramadani Agustini menyebutkan, selain tampil di panggung utama, Gamelan Jawa juga di paviliun Indonesia.
Beberapa permainan gamelan ditampilkan adalah Gending Kebo Giro, Wilujeng, Srepegan, Jagung-Jagung, Sang Penebus, Uga-Uga, Wilujeng Mlampah, dan Arjuna Mangsah.

Bahkan secara fasih Marzanna Popawska juga mempertunjukkan kebolehannya sebagai sinden dengan membawakan tembang-tembang Jawa dengan diiringi permainan gamelan. Marzana adalah alumni Program Darmasiswa dari ISI Yogyakarta tahun 2005.

Paviliun Indonesia pada Warsawa Street Festival 2019, selain menampilkan permainan gamelan jawa juga mempersembahkan berbagai kegiatan promosi, antara lain kuliner, informasi pariwisata, kerajinan tangan khas Indonesia dan pakaian adat daerah.

Kepala Kanselerai KBRI Warsawa Taufiq Lamsuhur mengatakan alumni Darmasiswa dan BSBI Indonesia di Polandia terbesar di dunia, mencapai sekitar 450 orang. Mereka bergabung dalam perhimpunan “Sahabat” dan aktif dalam kegiatan promosi Indonesia. (***)

sumber: galamedianews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Salatiga – Kota Salatiga dikenal sebagai kawasan wisata kuliner. Ada sejumlah jenis makanan yang menjadi kesukaan masyarakat luas. Salah satunya sate kambing, seperti sate kambing muda Masyhudi atau yang lebih dikenal dengan sebutan sate kambing muda Bang Rhoma. Rasa sate ini lezat dan dagingnya empuk. Kelezatannya menggugah selera makan.

Selain itu, ada hal unik di warung sate kambing Masyhudi. Banyak yang bertanya-tanya, mengapa disebut sate kambing muda Bang Rhoma? Ternyata, sebutan itu mencuat gara-gara di dalam warung sate kambing ini banyak terpasang foto Rhoma Irama. Sang pendiri warung, almarhum Masyhudi, rupanya merupakan sahabat karib penyanyi berjuluk Raja Dangdut itu.

Menantu almarhum Masyhudi, Menik Kusumawati, 42, mengatakan warung sate kambing muda Bang Rhoma telah dirintis oleh mertuanya sejak 1970 di kampung kelahiran sang mertua di Tapen, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. “Seiring perjalanan waktu dan banyaknya pelanggan, usaha yang dulu hanya dijajakan dengan angkringan kecil ini akhirnya berkembang,” kata Menik beberapa waktu lalu.

Pada 1980 warung sate Bang Rhoma pindah lokasi ke tengah Kota Salatiga, tepatnya menempati sebuah rumah kontrakan di Jalan Veteran, Ledok, Salatiga. Kemudian pada 1998, warung sate kambing muda ini menempati lahan baru yang dibeli oleh almarhum Masyhudi, yaitu di lokasi yang sekarang. Menurut Menik, banyaknya pelanggan dan pengunjung ke warung sate Bang Rhoma karena sejak dulu mengutamakan cita rasa sehingga konsumen suka.

“Dagingnya berasal dari kambing muda pilihan, jadi empuk digigit dan tidak berlemak,” ujarnya. Selain itu, kata Menik, bumbunya juga terbuat dari rempah-rempah pilihan, seperti bawang merah, bawang putih, merica, dan lain-lain yang kesemuanya berkualitas kelas satu. Jadi, bumbu tersebut akan terasa lebih enak saat hidangan sate disantap.

Tidak hanya itu, selain terdapat pelengkap hidangan sate berupa nasi putih, irisan mentimun, acar, dan tomat, sate kambing muda Bang Rhoma juga disajikan menggunakan wadah hot plate sehingga sate akan tetap tersaji dalam keadaan panas. Inilah yang membuat sate kambing muda Bang Rhoma bisa menarik minat banyak pelanggan.

“Disajikan dengan piring panas supaya sate tetap panas dan hangat di lidah karena sate itu lebih nikmat disantap saat masih panas atau hangat. Saya sebagai penerus usaha tetap mematenkan ciri dan bumbu khas warung sate ini,” imbuhnya. Menik menyatakan, warung sate kambing muda Bang Rhoma beroperasi mulai pukul 08.00 WIB hingga 22.00 WIB. Dan selalu ramai serta menjadi jujugan penikmat daging kambing.

Bukan hanya sate yang menjadi andalan. Di warung ini juga tersedia menu berbahan dasar kambing lain, yaitu tongseng, gulai, tengkleng, dan nasi goreng kambing. Tentu juga tak ketinggalan aneka minuman segar. Pengunjung bisa memesan es beras kencur yang segar, jahe es teh, dan sebagainya. “Alhamdulillah, banyak pengunjung dan pelanggan yang datang. Banyak yang dari luar kota, tapi pelanggan kami juga tidak sedikit yang berasal dari Salatiga dan sekitarnya,” sebut Menik.

Tidak itu saja, di warung ini juga melayani pesanan, seperti menu untuk pesta pernikahan, syukuran akikah, dan sebagainya. Menurut Menik, pada hari-hari biasa pelanggan satenya tidak hanya dari Salatiga dan sekitarnya, melainkan juga berasal dari daerah Solo, Semarang, Kendal, Boyolali, dan sebagainya. “Kalau pelanggan dari Jakarta dan sekitarnya biasanya mampir pas mudik,” imbuhnya.

Menik menyatakan, satu porsi sate kambing dan nasi di warungnya cukup terjangkau alias tidak mahal. Satu porsi sate kambing dihargai Rp35.000. Kemudian untuk tongseng Rp25.000 per porsi. Sementara itu, salah seorang konsumen bernama Unggul, 40, warga Semarang mengaku, merupakan pelanggan di warung sate Bang Rhoma. Setiap kali bepergian dan kebetulan pada waktu sarapan atau makan siang berada di Salatiga, pasti menyempatkan diri mampir di warung Bang Rhoma.

“Selain dagingnya empuk, bumbu satenya juga merasuk dan dihidangkan dalam keadaan panas terus karena memakai hot plate,” katanya. Menurut Unggul, hal yang membedakan warung Bang Rhoma dengan yang lain adalah rasa menunya yang khas dan tidak berlemak. “Saya suka dan cocok dengan sate di sini. Saya sudah lama jadi pelanggan,” pungkasnya.(***)

sumber: sindonews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Malang – Malang Raya memiliki tujuan wisata yang komplit. Mulai dari destinasi sejarah yang kaya dengan warisan budaya, hingga wisata kuliner dan perkampungan tematik.

Atas pertimbangan itu, Kemenpar mengangkat tema Pengembangan Wisata Perkotaan Malang Raya dalam Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Hotel The 101 Malang OJ, Kamis, 11 Juli 2019.

Bicara soal kuliner, ada satu kudapan yang khas dari daerah ini, yaitu keripik tempe.

Sentra pembuatannya berada di Kampung Tempe Sanan, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Hampir setiap hari kampung ini ramai dikunjungi.

Baik oleh wisatawan maupun para pemudik yang berburu camilan untuk oleh-oleh.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Pedesaan dan Perkotaan Kemenpar, Vitria Ariani mengatakan, Kampung Tempe Sanan dihuni sekitar 2000-an kepala keluarga.

Dari jumlah tersebut, lebih kurang 95 persen di antaranya menggeluti usaha pengolahan tempe. Baik membuat tempe sebagai bahan dasar lauk pauk, maupun membuat kripik tempe siap santap.

Malang sendiri sebenarnya sudah menjelma menjadi salah satu daerah tujuan wisata. Selain banyak destinasi yang bisa dikunjungi, di Malang juga sudah bertebaran outlet-outlet kue artis yang belakang mulai hits.

Namun, eksistensi keripik tempe sebagai makanan rakyat tidak pernah tergerus dan tetap eksis hingga sekarang. Ini langsung untuk rakyat, dan spending ini dirasakan dan menetes hingga bawah. Salah satunya dari Kampung Sanan ini ujarnya.

Keramaian Kampung Tempe Sanan bisa terlihat saat musim liburan atau moment lebaran. Ini membuktikan bahwa produk khas daerah tetap menjadi daya tarik yang luar biasa bagi wisatawan.

Karenanya, sangat tepat jika pemerintah daerah, dalam hal ini Kota malang, turut membimbing masyarakat untuk terus berkreasi dalam mengolah tempe.

“Jadi, silahkan wisatawan untuk datang ke Malang dan datangi desa atau kampung-kampung yang sangat menarik dan natural. Salah satunya Kampung Sanan ini. Jika kita belanjakan uang kita di masyarakat kita ini, maka uangnya langsung ke rakyat, tidak ada kapitalis, langsung memakmurkan masyarakat kita,”kata wanita yang biasa Teh Ria itu.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Ni Wayan Giri Adyani menambahkan, pariwisata selalu memberi dampak luas bagi masyarakat. Termasuk meningkatkan perekonomian warga. Salah satunya dengan menyediakan oleh-oleh makanan khas seperti yang terlihat di Kampung Tempe Sanan.

Kampung Tempe Sanan menjadi contoh sukses bagi daerah yang mengembangkan wisata perkotaan dan perdesaan. Banyak warga di sana yang sudah mandiri hanya dengan membuat tempe atau memproduksi keripik tempe. Omzet mereka pun bisa tembus puluhan bahkan ratusan juta dalam sebulan, ungkapnya.

Apalagi, beberapa produsen kripik tempe mulai mengikuti perkembangan teknologi dengan melakukan pemasaran secara online. Langkah tersebut membuat jangkauan penjualan semakin meluas dan tak kenal musim. Artinya, masyarakat tak hanya mengandalkan kunjungan wisatawan semata.

Kampung Tempe Sanan mulai memproduksi keripik tempe pada tahun 1970-an. Awalnya, warga memproduksi keripik karena banyak tempe yang tersisa saat dijual di pasar.

Kini, warga tak hanya memproduksi keripik tempe. Tetapi juga menjual keripik buah. Seperti keripik buah salak, apel, nangka, bahkan buah semangka dan buah naga.

Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya Kemenpar Oneng Setya Harini menambahkan, pengembangan wisata perkotaan harus dilakukan di Indonesia. Apa yang dilakukan Kemenpar dalam FGD, antara lain untuk meningkatkan pengetahuan pelaku wisata dalam pengembangan destinasi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pariwisata adalah kunci pembangunan, kesejahteraan dan kebahagiaan.

Setidaknya ada beberapa alasan kenapa sektor pariwisata patut didorong perkembangannya.

Pertama, dengan meningkatnya destinasi dan investasi pariwisata di Indonesia, menjadikan pariwisata sebagai faktor kunci dalam pendapatan ekspor. Termasuk penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha, dan infrastruktur.

Kedua, pariwisata telah mengalami ekspasi dan diversifikasi secara berkelanjutan. Sehingga menjadi salah satu sektor ekonomi terbesar yang mengalami pertumbuhan tercepat di dunia.

Hal ini dibuktikan bahwa meskipun negara-negara di dunia mengalami krisis global beberapa kali, namun jumlah orang yang melakukan perjalanan wisata di tingkat internasional menunjukkan pertumbuhan yang positif dari tahun ke tahun, ungkapnya. (***)

sumber: merdeka.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lembang – Berwisata ke Lembang, jangan lupa ke taman anggrek yang satu ini. Dijamin, tersihir dengan keindahannya!

Tidak hanya memiliki berbagai spot foto yang instagramable, Orchid forest Cikole merupakan salah satu pusat konservasi tanaman langka di Indonesia.dam memiliki berbagai macam koleksi anggrek dari dalam dan luar negeri.

Koleksi anggrek langka di Orchid forest bisa ditemukan di dalam semacam green house bernama Orchid House.

Untuk memasuki tempat ini, tidak dikenakan tambahan biaya lagi. Selain anggrek yang cantik dan langka, terdapat spot foto menarik yang tidak boleh dilewatkan di dalam orchid house ini.

Di dalam Orchid house, kita bisa menemukan berbagai macam jenis anggrek, mulai dari anggrek yang biasa kita temui, sampai anggrek-anggrek langka dari Indonesia maupun negara lain.

Untuk anggrek langka ditempatkan dalam sebuah kotak pelindung khusus yang transparan, sehingga kita masih bisa mengagumi keindahan anggrek yang tersimpan di dalamnya.

Saya cukup terkesima saat mengagumi anggrek di tempat ini, sebab banyak anggrek yang baru kali ini saya temui dan memiliki berbagai bentuk yang unik, seperti anggrek selop yang menyerupai sebuah selop atau sepatu yang merupakan tanaman endemic Jawa Timur, dan Jade Slipper Orchid yang biasa ditemukan di Vietnam Utara dan China, yang bunganya memiliki wangi raspberry.

Tidak hanya orchid forest yang memiliki koleksi bunga yang cantik dan indah, impian saya, suatu hari nanti ingin rasanya bisa berkunjung ke Dubai, karena sebagaimana Orchid forest yang memiliki berbagai koleksi anggrek, di Dubai terdapat Miracle Garden, yang dulunya merupakan hamparan padang pasir, namun disulap menjadi taman dengan berbagai jenis bunga yang sangat indah dan mempesona.

Dubai Miracle Garden merupakan taman bunga seluas 72.000 meter persegi dan memiliki 50 juta bunga yang tersebar di seluruh kawasannya.

Terdapat berbagai instalasi taman yang cantik dan menarik, dan tidak hanya bunga, ada juga butterfly garden yang menampung lebih dari 35.000 spesies kupu-kupu.(***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Makan kol goreng yang enak tapi berisiko telah diketahui sebagian orang. Hal ini berlaku sama untuk kol atau sayuran lain yang digoreng langsung atau pakai tepung.

Kendati begitu, tidak mudah menghindari teknik mengolah makanan dengan digoreng. Cara ini menjadi jalan keluar bagi yang tidak suka sayuran supaya lebih mudah mengonsumsinya. Sayuran yang digoreng dengan tepung menjadi cara ibu membujuk anaknya yang menolak makan sayur.

“Hampir semua bahan makanan, termasuk kol, memang akan terasa nikmat jika diolah dengan teknik menggoreng. Cara ini bisa menjadi salah satu alternatif, selama dikonsumsi dalam jumlah yang moderat atau tidak terlalu sering. Usahakan menggunakan teknik sautee bukan deep fry atau pakai tepung,” kata ahli gizi Mochammad Rizal dari Indonesia Sport Nutritionist Association (ISNA).

Deep fry yang menggunakan suhu tinggi dan banyak minyak berisiko meningkatkan kandungan lemak dalam sayuran goreng. Hal ini sama dengan tepung yang mampu menyerap lebih banyak minyak sehingga berisiko menyebabkan kelebihan kalori. Konsumsi dalam jumlah banyak dan terus menerus bisa mengganggu kerja jantung serta kesehatan tubuh secara umum.

Untuk memperoleh kol goreng atau asupan lain yang enak dan sehat, Rizal menyarankan menerapkan teknik sautee dengan sedikit minyak, suhu tinggi, dan waktu yang singkat. Metode ini menjaga kandungan serat dalam sayur serta menekan asupan lemak dan kalori berkebih dalam tubuh. Sautee juga memungkinkan vitamin B1, B2, dan B6 mampu bertahan dan diserap tubuh.

Terkait sayuran goreng dengan tepung yang kerap digunakan ibu untuk membujuk anaknya makan sayur, Rizal menyarankan menggunakan cara lain. Misal sisten reward dengan memberikan makanan favorit jika telah makan sayur yang telah dimasak. Anak juga diberi pemahaman, makan bukan hanya tentang rasa tapi juga manfaat. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Sama seperti soto, Indonesia juga memiliki beragam jenis sate. Salah satunya Sate Kuah Pontianak. Berbeda dari sate lain, sate yang satu ini terbilang unik.

Bahan utamanya tetap sama, mengandalkan ayam. Bedanya, sate ini disantap bersama dengan kuah. Tidak menggunakan kecap atau bumbu kacang seperti pada umumnya.

Anda yang belum memiliki ide untuk menyiapkan hidangan hari ini bisa membuat Sate Kuah Pontianak untuk dinikmati bersama keluarga tercinta. Dikutip dari Tastemade, berikut resep membuatnya.

Bahan-bahan:

Sisa tulang ayam
1 ltr air
5 siung bawang putih halus
1 ruas jahe
1 ruas kunyit
¼ btr pala
½ sdt lada
1 btg serai keprek
1 ruas lengkuas
3 lbr daun salam
Garam
Gula pasir

Bahan sate:

6 paha ayam
5 siung bawang putih
1 ruas kunyit
¼ sdt jintan bubuk
½ sdt lada putih bubuk
Garam

Bumbu oles bakar:

3 sdm kecap manis
1 sdm bumbu kacang

Cara membuat:

Bahan kuah, potong dadu daging paha ayam, sisihkan. Gunakan bagian tulangnya. Blender halus bawang putih, jahe, kunyit, pala, dan lada dengan sedikit air. Sisihkan. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan tulang ayam dan tambahkan air. Beri gula dan garam. Masak hingga kuah sedikit menyusut. Sisihkan. Sate, blender bawang putih dan kunyit dengan sedikit air hingga halus.

Campurkan daging paha ayam yang sudah dipotong-potong dan bumbu halus bersama jintan, lada putih, dan garam, aduk rata. Simpan di lemari es minimal 1 jam. Campurkan kecap manis, bumbu kacang, dan kaldu ayam, sisihkan. Gunakan sebagai bahan olesan sate. Tusuk-tusuk daging menjadi sate lalu bakar sambil diolesi bumbu hingga matang. Sisihkan.

Sajikan sate bersama lontong, bumbu kacang, taburan bawang merah goreng, irisan daun bawang, siraman kuah kaldu, perasan air jeruk nipis, dan sambal rebus. (***)

sumber: sindonews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Banyuwangi – Beredar viral di media sosial, soal Pantai Syariah Pulau Santen Banyuwangi yang pengunjung pria dan wanitanya dipisah. Ada yang menyebut ini sebagai Arabisasi.

Pantai Syariah Pulau Santen di Banyuwangi disebut pantai yang tak ramah dengan wisatawan. Sebab di pantai ini ada pemisahan antara pengunjung laki-laki dan perempuan. Bahkan juga muncul meme yang menggambarkan Pantai Pulau Santen adalah pantai yang cocok untuk LGBT.

Viralnya tuduhan ini diluncurkan oleh salah satu netizen bernama Kajitow Elkayeni, jika terjadi adanya Arabisasi dalam konsep pariwisata di Banyuwangi. Statemen tersebut dilontarkannya dalam tulisan bertajuk “Di Tanah Hindu Banyuwangi Itu, Arabisasi Dipaksakan Tumbuh”.

Dalam tulisan itu dipaparkan pantai Pulau Santen yang berkonsep wisata halal telah bergeser menjadi pengkultusan agama dan kelompok tertentu. Tak hanya itu, dirinya menilai adanya penjajahan model baru itu masuk lewat pariwisata, melalui doktrin syariahnya.

“Pantai Santen mulai diarabkan. Pengunjung dipisahkan berdasarkan jenis kelaminnya. Percontohan itu dianggap sukses. Tempat-tempat lain menunggu pencaplokan. Untuk segera diarabkan,” ujarnya dalam tulisan yang diunggah pada 27 Juni 2019.

Dalam tulisan itu, Kajitow Elkayeni juga bercerita tentang sejarah Kerajaan Blambangan yang kalah karena serangan penjajah dan suku Madura. Para pendatang dari Jawa dan Madura mengambil-alih. Sejak saat itu, para pendatang ini menganggap merekalah pribumi di sana.

“Antek-antek Belanda itu bersukacita di atas bau bacin mayat rakyat Blambangan,” ujarnya dalam tulisan yang viral di medsos ini.

Kekalahan Osing mempertahankan tanah Blambangannya belum selesai. Setelah penjajah bule kabur, penjajah lokal masih saja belum puas menghancur-leburkan mereka. Kini ke-osingan mulai mendapat tantangan lebih serius dari doktrin agama. Tanah mereka mulai dipetak-petak sesuai tafsir sekelompok moron tekstual.

“Tetapi kesalah-kaprahan itu terlanjur dilakukan. Banyuwangi telah berhasil menjual keindonesiaannya demi Riyal dan Dinar. Menpar tahu, tidak ada dasar untuk menjalankan doktrin keislaman dalam pariwisata. Oleh sebab itu ia menyorongkan Jokowi agar menandatangani Peraturan Pemerintah tentang Jaminan Produk Halal (PP JPH),” tambahnya.

Di akhir tulisan, Kajitow Elkayeni menilai Indonesia hari esok mirip seperti keadaan Osing dan Blambangan hari ini. Disebut-sebut sebagai pewaris kebudayaan, tapi hanya dalam slogan pariwisata dan buku-buku. Di dunia nyata, mereka telah lama disingkirkan. Atau diubah menjadi bentuk yang berbeda, yang bukan Osing dan Blambangan lagi.

Tulisan ini sudah dibagikan oleh 641 kali dan dikomentari oleh ribuan Netizen. Hal ini tentunya menuai pro dan kontra. Bahkan beberapa menilai tulisan ini berbau hoax dan sangat menyudutkan berbagai kalangan dan termasuk Pemkab Banyuwangi.

“Semoga Indonesia jauh dari Arabisasi. Semoga budaya Indonesia selalu hidup. Aku cinta dengan budaya Indonesia!,” ujar Jeroen van Der Kooij yang diikuti emoticon cinta dan bendera Indonesia.

Ada lagi Ayun Indah berkomentar jika tidak benar Banyuwangi telah melakukan arabisasi. Terbukti masih banyak peninggalan dan kesenian Hindu hilang.

“Maaf om,, apa situ pernah kebanyuwangi??
Kalaupun pak anaz mau meng arabisasi sudah dari awal tempat2 peninggalan hindu ditenggelamkan,,
Bagaimana dg gandrung sewu? Apakah pesertanya pakek cadar??
Bagaimana dg kebo2an??,,
Jangan ngawur kalau nulis om,, aq asli banyuwangi,, disini islam dan hindu sangat rukun dan saling menghargai,” ujarnya.

Selain tuduhan itu, muncul pula meme tentang pantai Pulau Santen adalah pantai khusus untuk LGBT. Gambar atau meme itu bergambar salah satu sudut Pulau Santen dengan Tulisan Syariah Beach Pulau Santen dan penunjuk arah pemisah antara pengunjung laki-laki dan perempuan. Selain itu juga ada foto laki-laki bergandengan tangan menggunakan baju perempuan. Foto itu tidak menyebutkan diambil dari pantai mana. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Siapa yang tidak kenal dengan kudapan lembut nan cantik ini.

Motif lumut pada bagian dasar puding membuatnya jadi lebih menarik untuk dilihat.

Meskipun begitu, masih banyak orang yang ragu untuk membuatnya.

Pasalnya, tidak mudah menghasilkan lumut tebal dan cantik yang jadi tanda kesukseskan si puding lumut.

Tapi tenang saja, kalau tahu triknya, semua pasti bisa sukses membuat puding lumut yang tebal lumutnya.

Agar tidak penasaran, mari kita simak saja triknya.

Agar tidak penasaran bagaimana cara membuat puding lumut agar tebal lumutnya, kita bisa tiru trik berikut ini.

Selain tahu cara membuat puding lumut agar tebal lumutnya, kita harus tahu tanda dan kunci sukses membuat puding lumut.

Mari, langsung kita simak saja cara membuat puding lumut agar tebal lumutnya di bawah ini.

Tanda Puding Lumut Sukses

Puding lumut yang sukses harus mempunyai tampilan lumut yang menyerupai karang.

Maksudnya, adonan daun suji, telur dan santan harus menghasilkan gumpalan-gumpalan hijau yang menyebar di seluruh puding.

Lebih sukses lagi kalau pudingnya tidak terpisah antara lapisan bening dan si lumut.

Artinya, lumut sebisa mungkin harus tersebar di seluruh bagian puding.

Kunci utama puding lumut dengan lumut yang tebal adalah penggunaan telur yang banyak dan santan yang kental.

Kalau keduanya sudah tersedia, tinggal memahami trik di bawah ini,

1.Jangan pernah mengaduk puding dengan whisk.

Gunakan sendok kayu saja.

2.Aduk hanya sekali-kali saja, dan jangan pernah mengaduknya terus menerus supaya lumut tidak pecah dan terlalu hancur.

3.Setelah matang, jangan langsung dituang ke dalam cetakkan.

Biarkan dulu di dalam panci sampai lumutnya mengapung atau uapnya hilang.

Setelah itu baru tuang ke atas loyang.

Cara ini akan memberikan waktu kepada lumut untuk membentuk gumpalan cantik.

4.Jangan simpan di lemari es sebelum lumutnya terbentuk.

5.Pastikan menggunakan air daun suji asli dan bukan pewarna kalau ingin menghasilkan bagian agar-agar yang bening.

Nah, sudah siap membuat puding lumut sendiri di rumah? (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Yogyakarta – Kamu mau liburan di Malioboro, Yogyakarta weekend ini? Objek wisata di sekitar Malioboro mesti dimasukkan ke dalam list kunjungan.

Bagi yang berencana ingin liburan ke Yogyakarta, jangan lupa mengunjungi beberapa objek wisata yang disuguhkan oleh kota pelajar ini.

Jalan Malioboro terbentang dari Tugu Yogyakarta hingga perempatan Kantor Pos Yogyakarta. Yuk simak apa saja yang bisa kamu lakukan di sepanjang Malioboro:

1.Pasar Beringharjo

Tidak lengkap rasanya kalau ke Jogja tidak membeli batik khas Yogyakarta. Oleh-oleh ini menjadi daya tarik Jogja di mata wisatawan. Pasar Beringharjo merupakan pusat perbelanjaan Malioboro. Tidak saja batik, pasar ini juga menjual berbagai oleh-oleh khas Jogja lainnya.

Lokasi pasar ini terletak di Jalan Malioboro terus jalan ke selatan sampai di pertigaan Ngejaman belok ke kiri.

2.Titik Nol Jogja

Yang menjadi keistimewaan Malioboro adalah titik nol. Sebuah persimpangan yang menjadi favorit masyarakat sekitar dan wisatawan. Walaupun hanya sebuah persimpangan, titik nol ini bisa dibilang sebagai titik tengah kota Jogja. Lokasinya berada ditengah-tengah Keraton Jogja dan Jalan Malioboro.

Objek wisata Malioboro yang satu ini menjadi tempat nongkrong untuk menghabiskan waktu dan berfoto-foto. Pada sore hari dan malam hari selalu ramai disesaki wisatawan. Dengan dikelilingi bangunan bekas kolonial Belanda, membuat area ini seolah-olah sedang berada di negeri Belanda namun dengan lampu-lampu khas Jogja.

3.Menginap di Hotel dari Harga Rendah hingga Berbintang

Kawasan Malioboro terdapat banyak penginapan yang dapat dipilih menjadi tempat istirahat kita. Banyak penginapan dari harga rendah hingga hotel berbintang terdapat disepanjang kawasan Malioboro. Kawasan Malioboro juga terdapat banyak pedagang-pedagang makanan kaki lima dan pedagang yang menjual makanan dan oleh-oleh khas Jogja.

4.Nonton Atraksi Musik di Malam Hari

Aktivitas Malioboro di malam hari juga patut untuk dinikmati. Dimalam hari ada musisi jalanan yang memainkan alat-alat musik tradisional menghibur wisatawan yang datang di kawasan Malioboro. Para musisi ini menghibur dengan menyanyikan lagu-lagu yang disaksikan oleh para wisatawan yang berlalu lalang menikmati jalanan dikawasan Malioboro.

5.Naik Andong atau Becak

Andong atau becak yang ada di kawasan Malioboro juga bisa anda nikmati. Disepanjang jalanan Malioboro terdapat andong dan becak yang bisa anda sewa mengitari kawasan Malioboro tanpa rasa capek. Kita juga bisa menyewa andong atau becak ini di malam hari untuk menikmati lampu-lampu jalanan Malioboro. Pastikan dulu rute dan harganya kepada tukang becak dan kita juga bisa menawarnya.

6.Mencicipi Gudeg Lesehan

Gudeg merupakan makanan khas Jogja yang wajib dicoba. Di sepanjang jalan Malioboro banyak pedagang-pedagang kuliner lesehan salah satunya gudeg. Pada siang hari sudah banyak pedagang kuliner mulai buka, tapi pengunjung akan lebih ramai berdatangan pada malam hari.

Mencicipi berbagai kuliner khas Jogja dapat kamu temukan disepanjang Jalan Malioboro. Di malam hari menjadi pilihan yang bagus untuk memburu kuliner dikawasan tersebut. Kita juga bisa menikmati kuliner dengan adanya hiburan oleh musisi-musisi jalanan dan lampu jalanan serta kendaraan yang melawati jalur searah tersebut. Pedagang pakaian dan aksesori juga bisa dijajaki untuk menemukan oleh-oleh apa yang akan dibawa pulang. Itulah beberapa objek wisata Malioboro yang bisa kita nikmati. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Malang – Sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri, masyarakat Jawa Timur biasanya mengadakan Lebaran Ketupat. Artinya, setiap umat Muslim akan memasak ketupat di rumahnya masing-masing.

Penyajian ketupat di Indonesia terutama di Pulau Jawa selalu identik dengan campuran opor ayam. Atau, dapat juga dikonsumsi dengan rawon daging seperti di Malang.

Menu-menu penyajian ini dapat dinikmati sesuai pilihan selera masing-masing.

Selain penyajian tersebut, adapula olahan ketupat khas lainnya di Malang Raya. Ialah oyek yang sekilas penampilannya mirip dengan bumbu kacang. Jika dipadukan dengan potongan ketupat, maka olahannya hampir serupa dengan ketoprak di Jakarta.

Ketupat bumbu oyek terdiri dari berbagai campuran bahan yang mudah ditemukan. Selain potongan ketupat dan siraman bumbu oyek, olahan ini memasukkan rebusan toge dan tahu goreng. Adapula potongan seledri, bawang goreng dan kerupuk di dalamnya.

Sementara ihwal bumbu oyek, Warga Malang, Sumarli (44) mengungkapkan, bahan tersebut sebenarnya sangat mudah. Bahan-bahannya hanya terdiri dari bumbu kacang, petis, gula merah, air, bawang dan cabai. Lalu tak lupa memasukkan unsur parutan kelapa yang biasa disebut koya.

“Bumbunya diblender dan semuanya nanti dikasih air di atas wajan sampai mengental,” kata ibu dari dua anak ini.

Warga Kota Malang, Lyla mengaku baru pertama kali merasakan ketupat oyek khas di kediaman rekannya di Tumpang, Kabupaten Malang. “Baru rasain yang khas ini pas silaturahim,” kata perempuan berhijab ini.

Bumbu oyek sebenarnya bukan hal baru bagi Lyla. Di Kota Malang terdapat menu serupa, tapi tidak selengkap oyek di wilayah Tumpang. Oyek di daerahnya lebih menyerupai bumbu petis. Bahkan, terkadang dia menemukan oyek dengan bahan kacang semata.

Oyek yang diicip Lyla kali ini agak berbeda pada umumnya. “Beda sama dengan bumbu rujak, ketoprak dan gado-gado meski ada kacang. Ada gurih yang buat beda karena koya kelapa itu,” kata dia. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bantul – Gelombang tinggi di Pantai Selatan Jawa beberapa hari ini, tidak berdampak pada kunjungan wisata di kawasan Pantai Parangtritis. Suasananya masih ramai.

Tercatat hari ini ada ribuan wisatawan yang mengunjungi kawasan tersebut. Di Pantai Parangtritis, gelombang air laut tampak tidak begitu tinggi. Akan tetapi, hembusan angin di Pantai yang berlokasi di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul ini sangatlah kencang.

“Jika dibanding hari biasa, ombak hari ini cukup tinggi, tapi kalau dibandingkan kemarin Selasa, 11 Juni 2019 ketinggiannya cenderung menurun. Karena kemarin itu (ketinggian ombak di Pantai Parangtritis) mencapai 5 sampai 6 meter,” ucap anggota tim SAR Satlinmas wilayah III Parangtritis, Catur Wibowo, di Posko SAR Pantai Parangtritis, Rabu, 12 juni 2019.

Kendati demikian, Tim SAR tetap mengimbau kepada wisatawan agar tidak bermain air di Pantai Parangtritis. Mengingat terdapat beberapa titik palung di Pantai tersebut.

Salah seorang wisatawan, Kusminingsih (48), mengatakan bahwa ia telah mendengar kabar gelombang tinggi yang menerjang Pantai Selatan Jawa. Namun hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk mengunjungi Pantai Parangtritis.

“Sudah dengar kabar itu (adanya gelombang tinggi), tapi karena saudara terlanjur mengajak ke sini (Pantai Parangtritis) mau gimana lagi, kan yang penting tidak bermain air sampai ke tengah,” katanya.

Lanjut warga Kota Yogyakarta ini, sebetulnya ia berencana untuk mengunjungi Pantai-pantai di Gunungkidul. Namun, karena jaraknya yang terbilang jauh, Kusminingsih memilih untuk mengunjungi Pantai Parangtritis.

“Karena kalau ke Parangtritis kan tidak terlalu jauh dari rumah. Selain itu pemandangan pantainya juga lumayan,” ucapnya.

Terpisah, Koordinator TPR Parangtritis, Rokhmad Ridwanto mengatakan, bahwa hingga siang ini tercatat ada sekitar 4 ribu wisatawan yang berkunjung ke Pantai Parangtritis. Bahkan, saat gelombang pasang kemarin, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pantai Parangtritis mencapai belasan ribu orang.

“Kemarin Selasa, 11 juni 2019 memang ada kabar gelombang pasang, tapi untuk jumlah wisatawan mencapai 16.650 orang dan sampai siang ini sekitar 4 ribu orang,” ucapnya.

Menurutnya, penurunan jumlah kunjungan wisata hari ini karena sebagian besar pemudik telah kembali ke perantauan. Akan tetapi, ia menilai semakin sore jumlah wisatawan yang datang akan semakin bertambah karena saat ini masih masuk libur sekolah. (***)

sumber: detik.com

Kopi Indonesia tinggi peminat saat dipamerkan di World of Coffee 2019 Berlin, Jerman.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Booth kopi Indonesia kembali menjadi magnet di ajang pameran kopi internasional World of Coffee 2019 Berlin, Jerman. Pameran tersebut berlangsung dari tanggal 6-8 Juni 2019.

Di hari pertama penyelenggaraanya, booth Indonesia merupakan satu dari 24 negara yang ikut dalam pameran ramai oleh pengunjung, kata Pensosbud KBRI Berlin Hannan Hadi kepada Antara di Jakarta, Ahad, 9 Juni 2019.

Pengenalan kopi Indonesia tidak hanya disajikan dalam bentuk contoh produk dan presentasi. Akan tetapi pengunjung dan pencinta kopi bisa langsung menikmati aroma dan cita rasa kopi Indonesia melalui coffee cupping.

Wakil Duta Besar RI untuk Jerman, Perry Pada, mengatakan optimis pameran ini akan memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar internasional.

“Dari komentar dan respon para pengunjung booth Indonesia, kita yakin peminat kopi Indonesia semakin meningkat. Bahkan tadi saya amati ada beberapa transaksi dan negosiasi yang sudah dibicarakan dengan para buyers yang datang,” ujar Perry.

Tingginya minat dan permintaan terhadap kopi Indonesia menjadi peluang sekaligus tantangan. Tantangannya adalah bagaimana memenuhi permintaan serta menjaga kualitasnya.

“Permintaan di dalam negeri juga tinggi. Kita lihat banyak barista Indonesia yang mulai bermunculan dan berkembang saat ini. Keduanya, yakni konsumsi domestik dan kebutuhan ekspor, sama-sama penting. Untuk itu, para petani dan pengusaha kopi perlu terus kita dorong,” ujar Perry Pada.

Dalam pameran, Indonesia memperkenalkan keunggulan kopi Indonesia khususnya Arabica specialty. Perusahaan Kopi Rumah Kayu dan Crop and Roast membawa dua produsen kopi yaitu dari APEKI Bandung Barat dan Aurelia Da Gabo Flores.

Meskipun demikian kopi yang diperkenalkan tidak hanya berasal dari Bandung dan Flores juga dari Toraja dan Jawa Timur. Selain rasa original, adapula rasa floral, fruity, karamel, dan blueberry.

Ketua Asosiasi Petani Kopi Indonesia (APEKI) Kabupaten Bandung Barat, Kurnia Danumiharja yang memimpin peserta asal Indonesia merasa gembira dengan banyaknya pengunjung both kopi Indonesia.

“Ternyata memang kopi kita punya karakter yang unik. Tak hanya rasa tapi juga aromanya yang mengundang. Karakter kopi yang beragam ini dipengaruhi dari karakter tanah Indonesia yang kaya dan berbeda-beda,” ujar Kurnia.

World of Coffee 2019 di Berlin diikuti lebih dari 300 peserta pameran dan dihadiri sekitar 10.000 pengunjung. Selain Indonesia, berbagai negara penghasil kopi seperti Brasil, Peru, Kolombia, Jepang dan Cina juga turut berpartisipasi pada pameran berlangsung dari tanggal 6 sampai 8 Juni lalu.

Di ajang ini pengunjung dapat berbincang dengan para pakar kopi. Tidak hanya seputar cita rasa kopi tapi juga pengalaman, keahlian, serta motivasi untuk pengolahan dan pengembangan bisnis kopi. World of Coffee sebelumnya diadakan di berbagai kota besar di Eropa, antara lain Amsterdam, Budapest, Dublin, Rimini, dan Maastricht.

Dalam enam tahun terakhir, penyelenggaraan World of Coffee berkembang menjadi pameran kopi terbesar di Eropa. Awalnya dihadiri 3.000 pengunjung yang diikuti sekitar 45 peserta pameran, dewasa ini berkembang pesat menjadi 11.000 pengunjung yang diikuti lebih dari 200 peserta.

Berbagai kegiatan World of Coffee juga diramaikan dengan beragam kegiatan interaktif, seperti World Coffee Championships, coffee cupping, seminar, dan pertemuan bisnis. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tulungagung – Mendengar kata jipang, bayangan kita pasti akan langsung tertuju pada camilan khas di kawasan pedesaan yang telah ada sejak zaman ‘old’. Makanan ringan yang terbuat dari berondong jagung, kacang, maupun beras itu ternyata masih eksis hingga sekarang.

Jajanan legit berbalut karamel namun renyah tersebut dapat dengan mudah di wilayah Tulungagung dan sekitarnya, bahkan pengusaha yang memproduksi jipang masih cukup banyak.

Salah satunya di tempat usaha milik Abdul Sakur di Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung. Pengusaha ini setiap hari menghabiskan bahan baku beras hingga 4,5 kwintal. Beras dengan kualitas bagus itu diolah menjadi berondong beras atau jipang dan dipasarkan hingga ke luar pulau.

Suara ledakan mirip mercon besar saling bersahutan saat memasuki kawasan usaha milik Abdul Sakur. Bagi orang awam mungkin saja akan terkejut saat mendengar suara tersebut, namun Itu bukanlah mercon atau bom, melainkan alat produksi jipang beras.

Dalam produksinya, beras berkualitas bagus yang menjadi bahan baku utama dimasukkan ke alat masak semi otomatis itu. Kobaran api kompor gas tekanan tinggi memanasi mesin yang terus berputar. Berselang lima menit proses pemasakan selesai, peoses inilah yang menimbulkan ledakan, bahan baku beras berubah menjadi butiran-butiran berondong.

Setelah itu, proses produksi dilanjutkan dengan mencampurkan butiran berondong dengan karamel , sehingga bisa disatukan dan dicetak sesuai keinginan.

Dengan cekatan, salah seorang karyawan mengaduk bejana berisi berondong dan karamel. Belum sampai mengeras, adonan tersebut dihamparkan pada meja khusus untuk dipadatkan dan diiris sesuai ukuran.

Yang tak kalah menarik, adalah proses pengemasan, para karyawan dengan cepat memasukkan jipang beras yang telah diiris kotak-kotak ke dalam plastik kecil. Kelihaian pada karyawan itu bak mesin otomatis.

Sakur mengaku telah memproduksi jipang lebih dari 10 tahun lalu, meskipun hanya jajanan tradisional, namun peminatnya hingga saat ini masih relatif banyak.

“Kalau sebelum 2005 itu peminatnya naik turun secara drastis, tapi kalau sekarang terus ada, bahkan distribusinya sampai luar pulau,” katanya.

Dalam sehari ia mampu memproduksi 1.000 bal, masing-masing bal berisi 50 bungkus jipang. Makanan tersebut dikirim ke berbagai daerah, diantaranya Surabaya, Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) serta Jawa Tengah.

“Saya sering kirim ke Maumere dan kota-kota di sekitarnya,” ujarnya.

Untuk menjaga kualitas produksinya, Sakur mengunakan bahan-bahan yang bermutu mulai dari beras hingga gula pasir, Sakur mengaku tidak memakai pengawet.

Terkait dengan beras yang digunakan, tidak boleh sembarangan, karena meskipun enak untuk dimasak menjadi nasi, namun belum tentu enak untuk dijadikan jipang.

“Kalau di sini saya pakai beras Ciherang, kalau yang lain tidak bisa maksimal, seperti beras legowo tidak bisa, kemudian membaramo juga tidak bisa, padahal kalau dimasak ya enak dan pulen nasinya,” imbuh Sakur.

Selain itu pemanfaatan beras juga harus melihat yang minim kadar airnya, biasanya beras yang digunakan berasal dari gabah yang telah tiga hingga empat hari disimpan.

Meskipun telah eksis selama belasan tahun, Sakur mengaku masih menemukan berbagai tantangan dan kendala. Salah satunya adalah fluktuasi harga bahan baku beras dan gula.

“Karena bahan bakunya yang saya gunakan banyak, sehingga cukup terasa saat mengalami kenaikan, seperti harga gula yang tadinya Rp 10 ribu naik jadi Rp 12 ribu,” katanya.

Sementara itu pada momen jelang lebaran, produksi jipang miliknya justru mengalami penurunan sekitar 20 persen, karena jajanan tersebut tidak difokuskan untuk kebutuhan lebaran.

“Karena kebetulan jipang ini memang bukan khas untuk lebaran, namun hanya camilan. Kemarin ada sih yang minta untuk jajan lebaran tapi ukurannya harus kecil,” jelasnya.

Menurutnya pengaruh terbesar tingkat konsumsi jipang adalah faktor cuaca. Disaat musim penghujan maka permintaan jipang akan mengalami peningkatan signifikan, sedangkan pada saat kemarau dipastikan akan turun.

“Ya mungkin saja kalau musim hujan enak buat ngemil, sedangkan kalau kemarau camilan yang membuat haus akan dihindari,” ucapnya.

Makanan tradisional tersebut dijual ke ke distributor Rp 14 ribu/bal sedangkan di tingkat pengecer dijual Rp 25 ribu/bal. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Cara bikin selai nanas buat isi nastar perlu diperhatikan agar rasa nastar enak. Salah satu kuncinya ada pada pemakaian ‘mata’ nanas yang justru sering dibuang.

Dari tahun ke tahun, nastar tak lepas dari suguhan Lebaran yang dinanti banyak orang. Adonannya lembut dan chewy dengan isian selai nanas yang legit dan harum. Karenanya cara bikin selai nanas buat isi nastar penting diperhatikan.

Chef Yongki Gunawan yang sudah hampir 40 tahun membuat kue berbagi tips penting soal cara bikin selai nanas untuk isi nastar. Ia menilai banyak orang melakukan kesalahan sederhana dalam membuat selai nanas.

Undangan Special dari Disney untuk Sandra Dewi, Netizen: Princess Asli

Chef Yongki berujar, “Banyak sekali orang yang salah membuat selai nanas untuk isian nastar. Karena apa? Nanasnya dikupas, kemudian matanya dibuang karena takut gatal. Padahal kalau dibuat selai, (mata nanas) tidak bikin gatal karena sudah hancur.”

Mata nanas pun mengandung zat penting yang membuat kualitas selai nanas buat isi nastar lebih baik. Pemilik Instagram yongki_gunawan_kue ini mengatakan, “Di dalam mata nanas, mengandung zat dimana kalau kita membuat selainya, warna selai itu tidak akan hitam. Kedua, zat itu juga bisa menjaga ketahanan selai nanasnya.

Selama Ramadhan, Pedagang Asongan Ini Raup Untung dengan Berjualan Peci

Yang tak kalah penting, penggunaan mata nanas membuat aroma harum nanas tercium lebih kuat. “Kalau dibuang matanya, wangi nanasnya nggak ada. Orang ngiranya nanti itu dodol apa,” ujar Chef Yongki berseloroh.

Untuk mengolah nanas sebagai isi nastar, parut nanas sampai ke bonggol-bonggolnya. Langsung parut, namun tidak boleh diblender. Chef Yongki mengatakan, “Selanjutnya kita masak. Nanas kan mengandung banyak air, kita panaskan dulu sampai air (nanasnya) reduce atau habis. Setelah habis, masukkan gulanya. Nanti dia berair lagi, mungkin boleh diikutsertakan dalamnya seperti cengkeh, kayu manis. Ada juga yang kasih kapulaga, silakan, itu terserah.

Pemkab Pesisir Selatan Mediasikan Sengketa Batas Nagari

Masak selai nanas sampai kental dan bisa dipulung. Pria ramah ini melanjutkan, “Setelah dipulung, diamkan selai nanas. Tidak perlu masuk kulkas sebab semua makanan kalau kadar gulanya tinggi, bakteri otomatis akan mati. Jamur tidak akan bisa tumbuh, jadi tidak ada masalah kalau tidak ditaruh di kulkas.”

Nah, saat nastar sudah matang pun, Chef Yongki mengatakan nastar tak perlu disimpan dalam wadah atau stoples rapat. “Di tempat terbuka saja. Tambah melempem, tambah enak, tambah chewy. Mau 5 hari juga aman. Kalau terigunya dikukus, bisa tahan 1 bulan bahkan,” tutup Chef Yongki. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Tak perlu banyak bahan dan waktu untuk bikin tumisan. Bahannya mudah didapat dan rasanya juga enak. Ini ide 5 resep serba oseng yang bisa untuk sahur dan buka.

Jika ingin masak hidangan sahur dan buka puasa yang mudah, 5 sajian serba oseng bisa jadi pilihan tepat.

Kelimanya sangat cocok bagi Anda yang tidak punya banyak waktu untuk berbelanja dan masak. Soal rasa, hidangan serba oseng yang gurih manis hingga pedas enak ini dijamin bisa bangkitkan selera makan.

1.Oseng tempe dan teri cabe hijau

Oseng tempe dan teri cabe hijau

Siapa yang tidak tergoda dengan kerenyahan ikan teri tawar plus potongan tempe goreng yang dibalut dengan cabe hijau? Lauk praktis dan sederhana ini dijamin bikin makan bersemangat. Apalagi disandingkan dengan nasi hangat lalu dimakan langsung dengan tangan. Mantap!Ini dia resep pembuatan oseng tempe dan teri cabe hijau.

2.Oseng mie rawit

Oseng mie rawit

Kalau bosan makan nasi, buat saja oseng mie rawit. Menggunakan mie pipih yang agak lebar, lalu dipadu dengan potongan bakso sapi dan potongan sawi hijau. Bumbu yang dibuat bercita rasa gurih pedas. Aromanya makin sedap begitu ditaburi bawang goreng. Jika ingin buat sendiri oseng mie rawit tanpa gagal, cukup ikuti resep ini saja.

3.Oseng daun pepaya teri

Oseng daun pepaya teri

Sajian sederhana ini bisa jadi solusi kurangnya nafsu makan. Daun pepaya yang sedikit pahit diberi bumbu santan yang sedikit encer plus cabe rawit. Tak ketinggalan ikan teri goreng. Rasanya empuk gurih pedas dan sedikit renyah.

4.Oseng daging pete

Oseng daging pete

Penggemar pete dijamin suka dengan sajian praktis yang satu ini. Sebab dibuat dari daging sapi sukiyaki yang tipis dan lembut plus pete. Penggunaan minyak wijen, bawang bombay, kecap manis hingga cabe merah dan merica bubuk bikin rasanya pedas manis gurih. Yuk, buat sendiri oseng daging pete enak dengan resep ini.

5.Oseng ayam jamur pete

Oseng ayam jamur pete

Untuk membuatnya, Anda hanya perlu menyiapkan bahan berupa ayam fillet, jamur champignon kaleng/jamur kancing biasa, dan pete.

Kemudian siapkan bumbu dapur seperti bawang bombay, cabe merah, cabe rawit, kecap manis, kaldu bubuk, margarin hingga gula pasir.(***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Siapa sih yang tidak suka cumi-cumi? Apalagi seafood yang satu ini bisa diolah menjadi berbagai makanan lezat. Mulai dari cumi goreng, tumis, siram saus, hingga bakar.

Namun, cumi bakar/panggang seringkali terasa hambar atau bumbunya menempel di permukaan saja. Seringkali, teksturnya juga keras dan sulit digigit. Supaya tidak terjadi, perhatikan yuk tips masaknya berikut.

Coba resep: Cumi Bakar Kecap

1.Menggunakan cumi-cumi yang segar

Karena dianggap sepele, langkah yang satu ini sering sekali kita lupakan. Padahal, segar atau tidaknya cumi-cumi sangat berpengaruh lho pada hasil masakan. Soalnya, cumi yang masih segar rasanya lebih manis dan juicy.

Untuk memilih cumi segar, carilah yang badannya kenyal dan terlihat mengkilap. Jika cumi nampak layu, sebaiknya dihindari ya. Soalnya kemungkinan besar cumi tersebut sudah hampir busuk.

2.Menggunakan racikan bumbu yang sederhana

Cumi bakar lebih cocok menggunakan bumbu-bumbu basic dan ringan. Misalnya seperti campuran bawang putih dan jahe. Anda juga bisa pakai kecap manis dan air asam jawa agar lebih nikmat.

Tambahkan margarin pada racikan bumbu ini untuk menjadikannya bumbu oles saat memanggang cumi.

3.Merendam bumbu selama 30 menit

Kebanyakan orang baru mengoleskan bumbu ketika cumi dipanggang. Akibatnya, cumi tidak bisa menyerap bumbu dengan sempurna.

Cara terbaik untuk membumbui cumi ialah ketika masih mentah. Jadi, setelah dibersihkan cumi harus direndam dengan racikan bumbu. Agar meresap dengan sempurna, biarkan rendaman tersebut selama 30 menit. Dijamin deh, cumi bakar akan nikmat dan membuat ketagihan.

4.Membuat keratan pada badan cumi

Selain merendam dengan bumbu, kita sebaiknya juga membuat keratan di badan cumi. Soalnya, keratan-keratan ini akan membuat bumbu cumi bakar semakin meresap. Selain itu, keratan pada cumi juga akan membuat cumi terlihat mengembang ketika dipanggang. Semakin lebar keratan, cumi juga akan semakin keriting dan mekar. Tampilannya pun akan lebih menggoda.

5.Tidak memanggang cumi terlalu lama

Memanggang cumi terlalu lama bisa membuat teksturnya jadi alot. Makanya, pilih cumi berukuran sedang cenderung kecil, sehingga tidak perlu waktu lama untuk matang. Panggang di tiap sisi selama 2 menit saja hingga permukaannya tampak kecoklatan.

Kini, tidak perlu lagi deh menghindari cumi bakar yang ‘tawar’ dan alot. Asalkan mengikuti tips diatas, dijamin deh berhasil membuat cumi bakar. (***)

sumber: resepkoki.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Daging sapi merupakan salah satu hidangan yang hampir disukai banyak orang.

Sebab selain rasanya yang nikmat,daging sapi juga relatif cocok dijadikan banyak hidangan makanan yang bercita rasa gurih,nikmat dan sedap.

Untuk melengkapi asupan gizi sahari-hari, daging sapi sebenarnya dianjurkan dikonsumsi sebagai sumber protein dan zat besi yang mana baik untuh tubuh.

Perpaduan Rasa Manis, Asam dan Gurihnya Ayam Goreng Bacem Menggugah Selera, Ini Resep dan Cara Membuatnya

Resep dan Cara Membuat Ikan Bakar Rica-rica

Agar Rendang Awet Disimpan di Bulan Puasa, Ini Tipsnya

Nah, salah satu hidangan yang paling banyak disajikan dalam beberapa momen yang diselenggarakan masyarakat indonesia adalah sajian sedap semur daging kentang manis pedas.

Nih resep dan cara membuatnya:

Bahan-bahan

300 gram daging sapi
3 buah kentang
kecap manis (sy pake bango)
1 batang kayu manis
1 buah pala
3 cm jahe geprek
3 lembar daun salam
minyak goreng u/ menumis
penyedap rasa sapi (secukupnya)
garam (secukupnya)

Bumbu iris:

2 cabe merah
1 buah tomat
bumbu halus:
7 siung bawang merah
4 siung bawang putih
3 buah kemiri
secukupnya ketumbar
1 sdt lada bubuk
4 rawit merah (sesui selera bisa lebih/kurang)

Kupas kentang potong sesuai selera goreng setengah matang angkat dan tiriskan.

Rebus daging sebentar jangan sampe matang kalo mau lebih empuk bisa agak di geprek.

Tumis bumbu halus setelah wangi masukan bumbu iris aduk sebentar, lalu masukan daging dan kentang yg telah digoreng aduk sebentar lalu tambahkan air lalu kecap manis, garam dan penyedap rasa lalu test rasa bila sudah cukup. Biarkan sampai mendidih dengan api kecil sampai daging empuk dan kuah mengental.

Setelah empuk dan kuah mengental angkat dan sajikan… Selamat menikmati. (***)

sumber: selerasa.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Garang asem iga sapi adalah salah satu sajian makanan dari daging yang memiliki cita rasa yang lezat dan begitu nikmat.

Sajian ini cocok disantap dengan bertemankan sepiring nasi hangat, ditambah dengan bahan pelengkap seperti kerupuk dan sambal cabai rawit yang pedas menyegarkan.

Perpaduan Rasa Manis, Asam dan Gurihnya Ayam Goreng Bacem Menggugah Selera, Ini Resep dan Cara Membuatnya

Selain Menghemat Waktu, Stok Bacem Ayam Ini Juga Praktis, Ini Cara Mengolah dan Menyimpannya

Nah, bagi anda yang penasaran ingin mencicipi lezatnya hidangan garang asem iga, kali ini kami akan berbagi resep dan cara membuatnya. Seperti apa caranya? Yuk, kita simak berikut ini.

Bahan Utama yang Diperlukan Untuk Garang Asem Iga Sapi:

1.1/2 kg iga sapi
2.1.500 ml Air untuk merebus
3.2 sendok makan minyak untuk menumis
4.100 gram Tomat hijau (potong dadu)
5.4 sendok makan Air asam kental
6.1 1/2 sendok teh Terasi

Bumbu Garang Asem Iga Sapi yang Dihaluskan:

1 sendok makan Kecap manis
2 lembar Daun salam
1/2 sendok teh Merica bubuk
3 buah Cabai hijau besar (potong kecil)
10 buah Cabai rawit merah (potong-potong kecil)
3 siung Bawang merah
2 siung Bawang putih
3 butir Kemiri
1 ruas Lengkuas (iris-iris tipis)
1 1/2 sendok teh Terasi Garam dan penyedap rasa secukupnya

Cara Membuat Garang Asem Iga Sapi yang Enak, Segar dan Sedap Cara Mengolah Iga Sapi Sebelum Dimasak:

Hal pertama yang bisa anda lakukan terlebih dahulu sebelum memasak garang asem dan membumbui iga sapi.

Terlebih dahulu silahkan potong-potong iga sesuai dengan ukuran yang diinginkan, baik dengan ukuran besar maupun ukuran kecil.

Setelah daging dan tulang iga dipotong-potong, sekarang cuci bersih iga sapi pada air yang mengalir dan pastikan jika kotoran yang ada pada iga bisa dibersihkan sesecara keseluruhan.

Selesai dicuci, tempatkan potongan iga dalam panci yang telah diberikan air. Lalu rebus daging iga hingga empuk dan matang.

Setelah empuk, angkat lalu tiriskan iga sapi, tempatkan pada mangkuk atau wadah yang besar atau sesuai ukuran daging.

Cara Memasak Garang Asem Iga Sapi:

Untuk membumbui daging iga terlebih dahulu kita buat bumbu halusnya, haluskan kemiri, lengkuas, bawang merah, bawang putih dan garam serta terasi. hingga bumbu benar-benaer halus secara merata.

Untuk menghaluskan bumbu ini anda cukup menggunakan ulekan dan cobek karena komposisi bahan cukup sedikit dan lebih mudah diulek.

Setelah bahan-bahan diatas dihaluskan, sekarang siapkan wajan dan tumis bumbu-bumbu tersebut dengan sedikit minyak hingga tericum bau harum yang sedap dari bahan-bahan yang ditumis.

Selesai menumis, matikan kompor dan angkat tumisan kemudian tuangkan tumisan ini kedalam rebusan kaldu daging dan masukkan kembali daging kedalamnya sambil diaduk-aduk secara merata hingga bumbu dan daging tercampur merata dan sempurna.

Rebus daging dan masukkan air asam, merica, kecap manis, cabai hijau, daun salam, cabai rawit dan tomat dan masak hingga mendidih merata.

Tambahkan penyedap rasa dan cicipi bumbu hingga pas. Apabila bumbu kurang, jangan ragu menambahkan bumbu lainnya kedalam rebusan hingga benar-benar pas.

Masak rebusan hingga matang dan daging menjadi lebih empuk. Setelah matang, angkat rebusan dan ambil piring saji kemudian sajikan hidangan garang asem iga sapi ini ditengah keluarga anda dengan penuh cinta. (***)

sumber: selerasa.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Cincau merupakan salah satu bahan minuman yang jadi favorit sebagai takjil ketika saat berbuka puasa tiba. Rasanya yang menyegarkan di tenggorokan membuat minuman ini menjadi favorit bagi banyak orang.

Cincau merupakan minuman yang cukup dikenal pada beberapa daerah di Asia. Minuman berbahan cincau ini sangat mudah diperoleh baik dalam bentuk utuh maupun sudah dalam bentuk minuman di dalam kaleng maupun kemasan lainnya yang mudah diperoleh di toko-toko.

Minuman ini sendiri tidak hanya memiliki rasa yang menyegarkan dan lezat saja namun juga memiliki manfaat yang menyehatkan. Dikumpulkan dari berbagai sumber, berikut sejumlah manfaat yang dapat diperoleh dari cincau.

1.Mendukung Pencernaan

Cincau mengandung alkaloid serta memiliki kandungan vitamin B dan C juga di dalamnya. Adanya kandungan tersebut mampu membantu mengatasi masalah pencernaan seperti sakit perut serta diare.

2.Mengontrol Berat Badan

Minuman ini kaya dengan serat yang membuatnya berperan besar dalam menjaga berat badan sambil menyediakan asupan nutrisi bagi tubuh. Cincau juga rendah kalori dan memiliki kandungan gula yang sangat dibutuhkan untuk menjaga asupan energi.

3.Mencegah Konstipasi

Kandungan kaya serat yang dimiliki oleh cincau ini menjadikannya sebagai obat yang sangat baik melawan konstipasi.

4.Menjaga Gula Darah

Cincau mengandung bisbenzylisoquinoline (alkaloid) dan klorofil yang bisa berguna untuk penderita diabetes. Dua kandungan tersebut sangat berguna untuk menstabilkan tingkat gula darah.

5.Antimalaria

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa cincau dapat menjadi obat yang sangat berguna untuk melawan malaria. Hal ini muncul lagi-lagi karena kandungan alkaloid yang ada di dalamnya.

Sejumlah manfaat tersebut bisa kamu peroleh dengan konsumsi cincau. Oleh karena itu, pada bulan Ramadan ini cincau bisa tetap jadi minuman andalanmu ketika berbuka puasa. (***)

sumber: galamedianews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Daerah Ibukota Yogyakarta (DIY) terkenal dengan sejumlah objek pariwisatanya.

Dan siapa bilang berwisata ke Pantai Selatan Yogyakarta hanya bisa menikmati keindahan laut saja?

Bagi anda yang ingin menikmati suasana lain, wisatawan yang berkunjung ke Pantai Selatan Yogyakarta juga bisa menikmati keindahan kebun bunga warna-warni yang memikat hati.

Bayangkan, tidak hanya satu, atau dua kebun saja yang tersedia untuk memikat hati dan mata anda. Saat ini, setidaknya jumlah kebun bunga yang menyajikan pemandangan yang menggoda hati jumlahnya sudah mencapai sekitar 20 kebun.

Istimewa

Dan semua kebun bunga yang menghadirkan berbagai warna itu berada di tepi Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Pulau Jawa.

Kebun bunga bernama Resoinangun Garden ini, satu diantaranya. Kebun ini dirintis oleh warga Dusun Ngepet dan Dusun Tegalsari, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Ketika anda berada di kebun bunga ini, anda dimanjakan dengan spot dan aksesori unik untuk selfi. Adapun tempat yang menggoda hati di kebun ini, seperti becak bunga, sepeda bunga, lampion hingga kursi dari bambu yang layak untuk dicoba.

Untuk bisa berburu foto Instagrammable di sini, Anda hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp5.000 saja. (int)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pengelola Bandara Changi di Singapura atau Changi Airport Group (CAG) meluncurkan Changi Rewards Travel untuk wisatawan Indonesia yang kerap berkunjung ke sana. Changi Rewards Travel atau CRT ini adalah program penghargaan dari pihak bandara agar pengunjung mendapatkan akses ke lounge.

Associate General Manager CAG Jaisey Yip mengatakan Changi Rewards Travel menyasar wisatawan Indonesia karena pelancong Tanah Air termasuk yang paling sering berkunjung ke Changi Airport sebagai destinasi wisata maupun sekadar transit.

Untuk mendapatkan Changi Rewards Travel ini, wisatawan harus mendaftar dan aktif menggunakannya,” kata Jaisey Yip di Jakarta, Selasa, 30 April 2019.

Siswi SMP yang Ditemukan Jadi Mayat, Ternyata Korban Pemerkosaan dan Pembunuhan Ayah Tiri

Menurut dia, keaktifan pengunjung Bandara Changi yang menjadi anggota CRT berguna bagi pihak Changi Airport Group untuk melakukan penilaian. “Kami ingin melihat apa yang disukai travellers Indonesia, misalnya apakah mereka sering menggunakan lounge access,” ujarnya.

Wisatawan Indonesia yang bepergian melalui Changi Airport, Singapura akan mendapatkan penghargaan dari CRT. Penghargaan untuk wisatawan itu sebagai rangkaian hak istimewa yang sudah dikurasi untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan.

Anggota CRT dapat menikmati akses lounge di bandara di seluruh dunia sebagai kompensasi keterlambatan penerbangan atau jika ketinggalan pesawat saat transit. “Keanggotaan di Changi Rewards Travel bukan hanya untuk belanja namun juga kenyamanan travellers,” kata Jaisey Yip.

Contoh, jika ada anggota CRT yang hendak pergi ke London dan transit di Changi Airport, kemudian mendadak pesawatnya delay selama 2 jam, maka wisatawan itu bisa mendapakan lounge access hampir di seluruh bandara di dunia. (***)

sumber: tempo.co

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Cumi adalah salah satu bahan makanan dari laut yang sering dikreasikan dengan berbagai macam bumbu. Teksturnya yang kenyal dengan tambahan bumbu yang lezat membuat siapa pun yang menyantapnya bakal menggoyangkan lidah. Seperti cumi masak asam ini.

Menu ini dibuat dari cumi yang dibumbui dengan asam. Rasa asam pedas yang berpadu dengan kenyalnya cumi akan membuat siapa pun tergoda untuk menyantapnya dengan nasi putih hangat. Berikut resep membuat cumi masak asam untuk makan malam.

Bahan:

250 gr cumi segar
6 siung bawang merah, iris
3 siung bawang putih, iris
3 bh cabai merah besar, iris
3 bh cabai hijau besar, iris
1 bh tomat, potong-potong
3 sdm air asam jawa
Garam
Gula pasir
Kaldu bubuk
50 ml minyak goreng

Cara membuat:

1.Bersihkan cumi, buang tinta hitamnya, potong-potong. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga wangi. Masukan irisan cabai dan tomat, aduk rata.

2.Masukan cumi dan air asam jawa. Aduk rata, bumbui. Koreksi rasa. Masak hingga cumi matang. Pastikan juga memasaknya tidak terlalu lama karena akan membuat cumi menjadi alot. Angkat. Cumi masak asam siap dihidangkan. (***)

sumber: sindonews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Aceh – Inilah Pantai Momong di Aceh. Tempatnya yang asri dan tersembunyi, membuat pantai ini jadi favorit warga Aceh yang mau bersantai.

Pantai Momong, begitulah masyarakat setempat menyebutnya. Dulu pantai ini belum populer. Bahkan untuk main ke sini kamu harus minta izin warga sekitar.

Namun sekarang pantai ini sudah di buka untuk masyarakat umum yang ingin menikmatinya. Pantai ini berada dalam kawasan pemukiman Lampuuk, Gampong Meunasah Bale, Kecamatan Lhok Nga, Kabupaten Aceh Besar.

Meski belum terkenal seperti pantai lain di Lampuuk yang sudah menjadi destinasi wisata di Aceh Besar, pantai momong tidak kalah menarik untuk dikunjungi.

Pantai ini memesona dengan pemandangan alam yang masih alami. Pantai Momong juga memiliki pemandangan laut biru, pasir putih dan batu karang. Di tempat ini juga terdapat Momong Cafe and Resort yang menawarkan berbagai minuman dan makanan.

Saat terbaik untuk menikmati pantai ini adalah sore hari saat matahari hendak terbenam.

Untuk sampai di tempat ini, bila pengunjung berangkat dari Kota Banda Aceh hanya membutuhkan waktu 30 menit berkendaraan.

Akses menuju ke lokasi sudah dapat dilalui kendaraan roda empat karena sudah ada terobosan jalan walaupun sedang meningkatan kualitas jalannya. Nah, untuk kamu yang berkunjung ke Aceh pastikan destinasi ini. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Setelah menahan lapar seharian penuh, hidangan berbuka puasa yang paling diburu umumnya adalah makanan berat seperti nasi dan lauk pauknya. Masakan khas Minang, seperti rendang daging, bisa menjadi teman nasi yang sangat istimewa.

Rendang merupakan olahan daging bercita rasa pedas yang menggunakan campuran dari berbagai bumbu dan rempah-rempah. Hidangan asli Nusantara ini terkenal di mancanegara. Bahkan, menurut jajak pendapat yang dilakukan pada 2011 dan 2017, rendang dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia.

Fenomena Osilasi Madden-Julian, BPBD Sumbar Minta Warga Waspadai Cuaca Ekstrem Hingga Awal Mei

Jika dimasak dengan tepat, rendang akan tersaji dengan nikmat dan dagingnya empuk. Namun, pengolahan dan penyimpanan yang tidak tepat bisa mempengaruhi keawetan dari makanan itu sendiri. Apalagi di bulan Ramadhan, karena umat Muslim harus berpuasa di siang hari dan menyantap makanan hanya menjelang maghrib hingga batas sahur, maka penyimpanan rendang pun harus tepat.

Resep Kari Daging Ala Chef Rudy Choirudin yang Lezat, Begini Cara Membuatnya

Executive Sous Chef Sailendra Restaurant di JW Marriot Hotel, Heri Purnama, memberikan tips agar rendang lebih awet disimpan selama bulan puasa.

1.Perhatikan cara pemotongan daging

Cara memotong daging yang keliru bisa menghasilkan tekstur daging yang tidak sesuai harapan saat kita olah. Supaya daging rendang empuk, daging harus dipotong mengikuti (searah) arah serat.

Jika melawan arah serat, tekstur daging akan mudah pecah saat dimasak. Sebaliknya untuk olahan daging yang dibakar, daging sebaiknya dipotong melawan arah serat supaya daging tidak alot.

2.Masak bumbu dulu

Saat mengolah rendang, Chef Heri biasanya memasak daging beserta bumbu-bumbu terlebih dahulu tanpa santan. Daging dimasak hingga empuk. Setelah matang dan daging empuk, rendang disisihkan dan disimpan di chiller atau freezer.

Jika akan dikonsumsi, rendang dimasak terlebih dahulu dengan ditambah santan. Ini biasanya dilakukan jika porsi rendang yang dimasak banyak.

Jika ingin memasak langsung rendang beserta santan, daging dan bumbu-bumbu dimasak terlebih dahulu hingga daging empuk, barulah kemudian ditambahkan santan. Agar bumbu meresap sempurna dan daging empuk, rendang sebaiknya dimasak dengan api kecil selama beberapa jam.

3.Api kecil

Santan adalah salah satu bahan utama yang memberikan rasa gurih pada bumbu rendang. Nah, saat santan ditambahkan ke dalam masakan, rendang sebaiknya dimasak dengan api kecil sembari terus diaduk secara konsisten. Umumnya, daging dimasak hingga santan mengering.

Menurut Chef Heri, temperatur panas saat memasak perlu diperhatikan. Karena jika temperaturnya terlalu tinggi atau terlalu panas, rendang daging yang dihasilkan bisa alot.

“Semakin lama dimasak tetapi temperaturnya kecil, itu semakin bagus. Terakhir saat finishing, baru santannya dimasukkan dan diaduk sampai teksturnya kental,” ujar Chef Heri, saat ditemui di Sailendra Restaurant di JW Marriot Hotel, beberapa waktu lalu.

4.Kandungan gizi

Karena mengandung santan, rendang yang terus-menerus dipanaskan bisa berubah kandungan gizinya. Menurut Chef Heri, lemak yang bagus bisa berubah menjadi lemak tak bagus jika masakan bersantan dipanaskan terus menerus. Karena itu, setelah matang, rendang sebaiknya dibagi dalam beberapa porsi penyimpanan. Sehingga, rendang bisa dikonsumsi sesuai satu kali kebutuhan.

Agar rendang awet dan tidak mudah basi, rendang sebaiknya disimpan di dalam wadah kontainer yang bersih dan ditutup rapat. Kemudian, simpan rendang di chiller atau freezer.

Ayam Panggang Bumbu Tiram? Ini Resep dan Cara Membuatnya

Jika rendang yang disimpan di chiller tidak dibagi dalam beberapa porsi, sendok untuk mengambil rendang pun harus diperhatikan. Pakailah sendok yang bersih saat mengambil rendang. Hal ini agar rendang tidak mudah basi.

“Jika langsung disajikan semua, jika tidak habis, bisa cepat basi. Jadi ambillah seperlunya, dan sisanya simpan di chiller,” tambahnya. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Letak geografis pulau Bangka yang dikelilingi laut membuat sajian seafood jadi salah satu makanan andalan. Aneka sajian khas Bangka bisa di cicip di resto ini.

Masyarakat Bangka memang memiliki kuliner dengan citarasa khas yang unik. Berbagai olahan ikan laut jadi salah satu andalannya. Kalau ingin mencoba masakan khas Bangka, cobalah datang ke restoran Kampoeng Bangka yang setiap harinya menawarkan sajian Bangka maknyus.

Resto yang berlokasi di bilangan Melawai, Jakarta Selatan ini ada beragam menu seafood Bangka yang rasanya autentik. Rasa penasaran membuat kami menyambangi restoran ini.

Meskipun menawarkan kuliner daerah tapi resto ini didesain dengan tampilan yang kasual. Suasana santai makin terasa karena resto dilengkapi panggung live music yang bisa menghibur pengunjung.

Tak mau berlama-lama, kami lantas memesan beberapa menu andalan di resto ini. Ada olahan ikan pari asam manis, ikan kerapu saus lemon dan pelengkapnya sambal rusip khas Bangka.

Sebenarnya ada satu menu andalan yang unik di resto ini yakni ekor ikan tenggiri bakar, tapi sayangnya kami tak bisa mencicip ikan ini. Resto belum mendapatkan pasokan ikan tenggiri dari Bangka. Di sini memang ada beberapa ikan dan bahan yang didatangkan langsung dari Bangka untuk menjaga agar masakan tetap autentik.

Namun, beberapa olahan seafood khas Bangka tetap saja menarik selera buat dicicipi. Ada Ikan Pari Asam Manis (Rp 38.500) yang hadir dengan lumuran saus asam manis yang kental.

Bebeda dengan saus asam manis ala China, potongan ikan pari diolah dengan saus asam manis yang pekat rempah. Aroma asam pedas langsung merebak saat ikan pari terhidang. Seporsi menu ini berisi 3 potong ikan pari berukuran sedang.

Tekstur ikan pari terasa lembut berdaging tebal, sekilas mirip tekstur ikan tuna. Bumbu asam manis yang menggenang membuat ikan lebih lezat. Tapi sayangnya kami merasa ikan pari ini beraroma sedikit amis.

Kami juga memesan sambal rusip khas Bangka (Rp 16.500). Sambal ini terbuat dari ikan teri yang difermentasi selama seminggu kemudian disajikan dengan irisan bawang merah, cabai rawit perasan jeruk kunci.

Aroma khas sambal ini berpadu dengan segarnya irisan bawang dan kucuran air jeruk. Sebelum disantap, sambal ini harus diaduk terlebih dahulu hingga rata. Rasa asam dan asin mendominasi sambal ini, semburat pedas baru terasa saat menggigit irisan rawitnya. Segar!

“Ikan terinya yang dipakai dari Bangka, kalau ikan teri sini berbeda. Jadi ikan sudah difermentasi, di sini tinggal tambah irisan bawang dan cabai,” jelas salah satu pelayan restoran.

Pelayan yang asli orang Bangka ini juga menjelaskan kalau di Bangka, sambal rusip ini terbilang primadona. Orang Bangka biasa menyantap berbagai makanan dengan cocolan sambal rusip, termasuk saat makan lalapan.

Selain dua menu tersebut, kami juga mencicip Kerapu Saus Lemon Thai (Rp 143 ribu) yang hadir dengan tampilan menggoda. Fillet ikan kerapu utuh tanpa putus kemudian dimasak dengan cara dikukus.

Pelengkapnya ada saus lemon Thai yang asam kecut dan sedikit pedas. Lembut dan gurihnya kerapu ini terasa mengejutkan lidah saat disantap dengan kuah lemon yang asam.

Ketiga menu ini sangat pas disantap hangat dengan nasi putih. Jadi kalau tergoda makan siang dengan menu khas Bangka bisa datang langsung ke resto ini.

Oiya, di sini juga tersedia menu lainnya mulai lempah kuning ikan tenggiri, pindang, semur daging bangka, lempah akar keladi hingga sup kepala ikan.

Kampoeng Bangka
Jl. Panglima Polim Raya No. 102
Melawai, Jakarta Selatan
Telepon : (021) 7392344

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Indramayu – Pulau Biawak merupakan salah satu destinasi wisata di Indramayu. Mirip seperti Pulau Komodo, tapi pulau ini dihuni oleh Biawak.

Pemprov Jabar memproyeksikan pulau Biawak yang ada di Kabupaten Indramayu menjadi destinasi wisata bertaraf Internasional. Pembenahan infrastruktur harus dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar Dedi Taufik mengatakan pulau seluas 150 hektar itu berpotensi menjadi wisata unggulan. Ratusan Biawak mendiami pulang yang didominasi 80 persen mangrove, 20 persen campuran hutan pantai.

Pulau Biawak juga menawarkan wisata air berupa diving, karena terumbu karang masih perawan. Ia menyakini pulau tersebut tak kalah dari Pulau Nusa Penida yang terletak di sebelah tenggara Bali.

“Dengan semua potensi itu, tentu ini sangat bisa kami akselerasi promosinya sampai tingkat nasional hingga internasional,” kata Dedi saat dihubungi detikcom, Selasa, 23 April 2019.

Segudang potensi wisata yang ada belum sebanding dengan tingkat kunjungan wisatawan sejauh ini. Hal ini diakuinya perlu ada perbaikan aksesibilitas dan fasilitas penunjang untuk kenyamanan wisatawan.

“Dalam kunjungan saya ke sana (Pulau Biawak) kemarin itu ada beberapa hal yang jadi catatan. Jarak tempuh bagi pengunjung itu menyeberang sepanjang 40 kilometer. Kalau menggunakan perahu biasa 4 jam, kalau menggunakan speedboat 1,5 jam,” katanya.

Menurutnya penataan infrastruktur harus dilakukan misalnya penambahan sarana transportasi berkapasitas besar. Selain itu peningkatan kualitas homestay dan sarana penunjang bagi wisatawan, seperti jalan setapak maupun papan informasi.

“Kapal yang besar tidak bisa langsung berlabuh. Harus dibangun tambatan perahu. Homestay-nya perlu diperbaiki, dan jalan setapak untuk pengunjung juga harus ada,” tutur dia

Saat ini, pihaknya sedang menyusun masterplan perbaikan pulau. Ia menargetkan tahun 2020 upaya pembenahan sudah bisa berjalan.

“Yang jelas, ini kan berhubungan dengan alam. Semua rencana perbaikan fasilitas dan pembenahan sarana di Pulau Biawak akan melibatkan pemerhati lingkungan. Jangan sampai upaya perbaikan justru merusak alam,” ujar Dedi. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bogor – Saat berada di kota Bogor, makanan yang paling enak yang wajib anda coba cicipi adalah Tauge Goreng. Makanan ini memang paling banyak di sukai semua masyarakat bogor, karena rasanya yang khas dan enak. Untuk menemukan makanan ini bisa anda temukan di jajanan pinggiran jalan, atau jika anda ingin membuatnya juga silahkan coba resep tauge goreng khas Bogor ini di rumah.

Tauge goreng ini adalah salah satu jajanan kuliner yang asli nusantara dan juga populer di beberapa daerah. Misalnya seperti toge goreng khas Bogor, Bandung, Betawi atau Jakarta, toge tauco (geco) Cianjur dan beberapa daerah lainnya yang tentunya dengan ciri khas variasi penyajiannya masing-masing. Resep tauge goreng khas Bogor pada kreasi kali ini cukup sederhana. Saus sambal goreng yang disiram diatasnya berasal dari paduan oncom dan bumbu tauco ini membuatnya jadi masakan bercita rasa unik dan sangat enak ketika disantap.

Inilah Resep Tauge Goreng Khas Bogor Paling Mudah

Dari namanya mungkin ada yang berpikir bahwa olahan ini adalah tauge yang dibuat dengan cara digoreng, namun ternyata nama itu menipu siapa saja, karena sebenarnya tauge goreng dibuat dengan cara direbus. Kata goreng diperoleh sebab perebusan tauge-nya dilakukan dengan memakai wajan, yang notabene dipakai sebagai alat penggorengan.

Cara Membuat Tauge Goreng

Ini dia bahan- bahan dan cara membuatnya:

Pertama dalam membuat tauge goreng ini anda seduh toge dan mie kuning dengan air mendidih hingga agak layu, kemudian anda sisihkan dan tiriskan.

Nah kemudian anda buat saus oncom, caranya yaitu anda panaskan minyak, kemudian anda tumis bumbu halusnya hingga harum dan matang. Lalu anda tambahkan daun bawang dan tomat, kemudian anda aduk-aduk hingga layu. Tambahkan air kecap manis, didihkan dan masak hingga kental, dan beri air jeruk limo, angkat.

Anda atur toge, mie basah dan tahu goreng, kemudian anda siramkan dengan saus oncomnya lalu anda taburi juga dengan daun bawang kucainya.

Bagaimana, mudah bukan resep tauge goreng khas Bogor yang mudah dan praktis ini. Ternyata ini lebih mudah dan sebentar waktunya untuk membuat tauge gorengnya.

Silahkan untuk anda semua yang suka sayur-sayuran, tauge goreng cocok ini anda hidangkan sebagai menu makan malam besama keluarga anda. Menjadi variasi menu untuk keluarga tercinta. Selamat mencoba dan selamat menikmati, semoga berhasil membuat tauge gorengnya. (***)

sumber: theboxsceneproject.org