KULINER

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Selama ini masakan Minang yang bersantan kerap dihindari karena dianggap tak sehat. Hasil penelitian Guru Besar Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang menemukan masakan Minangkabau yang bersantan ternyata sehat dikonsumsi.

Guru Besar Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Prof Nur Indrawaty Lipoeto di Padang mengatakn selama ini banyak yang khawatir makanan bersantan berdampak buruk bagi kesehatan. Makanan ini dianggap bisa menyebabkan kolesterol jahat dalam tubuh, sehingga memicu sakit jantung, tekanan darah tinggi dan stroke.

Akan tetapi setelah dilakukan penelitian, ternyata makanan Minangkabau yang bersantan tersebut sebenarnya sehat.

“Santan memang mengandung lemak, namun terdiri dari campuran air, yakni di setiap 100 gram santan terdiri dari 25 persen lemak dan 75 persen air,” ujar Prof Nur.

Selain itu, menurutnya makanan yang bersantan lebih sedikit mengandung lemak dibandingkan makanan yang digoreng.

Bahkan ia khawatir jika orang Minang berhenti mengonsumsi santan dan beralih ke masakan yang digoreng karena berbahaya untuk kesehatan.

“Apalagi jika makanan yang digoreng menggunakan minyak bekas yang telah berkali-kali digunakan,” kata dia.

Selain itu makanan bersantan juga terdiri dari banyak bumbu dan rempah-rempah seperti kunyit, jahe, lengkuas, serai, bawang merah, bawang putih, dan dedaunan yang mengandung antioksidan.

Supaya menikmati masakan bersantan yang sehat, maka ia menyarankan agar memilih daging yang padat dan tidak berlemak untuk dikonsumsi.

Selain itu dimasak dengan menggunakan api yang sedang yakni sekitar 87 derajat Celcius, sehingga dapat membuat masakan menjadi sehat karena oksidasi pada lemak lebih sedikit.

“Biasanya kalau menggoreng makanan menggunakan suhu lebih dari 200 derajat celsius, sehingga proses oksidasi menjadi cepat dan perubahan yang terjadi pada makanan tidak sehat,” katanya.

Ia juga mengatakan Minangkabau terkenal dengan masakannya yang bersantan, salah satunya ialah rendang yang merupakan makanan khas orisinal warisan nenek moyang secara turun temurun.

“Jika kita tidak memasaknya karena takut tidak sehat, lalu siapa lagi yang akan memasak dan mengembangkannya,” ujar dia.

Penelitian tersebut sudah dilakukan sejak tahun 1998, bahkan sudah dipublikasikan di jurnal-jurnal nasional maupun jurnal internasional dan sudah dipublikasikan juga di seminar nasional maupun internasional.

“Sejak tahun 1998 hingga saat ini saya masih melakukan penelitian tentang manfaat dari makanan bersantan,” katanya.(***)

sumber: detik.com

KULINER

Senin | 12 Agustus 2019

Daging Kurban Dibekukan, Amankah Dikonsumsi?

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Daging kurban yang penyimpanannya tidak dikelola dengan baik bakal lebih mudah rusak. Oleh karena itu, banyak orang membekukan daging ini agar tetap awet dan tahan lama.

“Daging itu mudah rusak jadi sebaiknya simpan pada suhu dingin. Sebetulnya dibekukan malah lebih baik. Apalagi kalau kita akan mengonsumsi daging kurban tidak dalam waktu dekat,” kata ahli teknologi pangan Purwiyatno Hariyadi.

Sayangnya, masih ada anggapan di masyarakat bahwa daging kurban yang dibekukan kualitasnya buruk. Padahal, cara penyimpanan daging kurban dengan dibekukan justru bagus ketimbang disimpan di kulkas biasa.

“Kita ini sudah seringkali mendengar, daging kurban akan berkualitas buruk kalau dibekukan. Itu (anggapan) yang salah. Dibekukan justru bagus. Simpanlah di freezer,” jelas Purwiyatno.

Memang ada perubahan tekstur ketika mengolah dan mengonsumsi daging kurban yang dibekukan. Namun, perubahan tekstur tersebut tidak memengaruhi keamanan daging untuk dikonsumsi.

“Disimpan di freezer itu awet kok. Memang benar, ada perubahan tekstur. Tapi kalau diolah dengan baik ya enggak masalah. Itu aman (dikonsumsi),” ujar Purwiyatno.

Pastikan daging kurban dibungkus rapi dan rapar saat disimpan di dalam freezer. Kualitas daging dalam jangka waktu lama, baik berbulan-bulan tetap terjaga meski ada perubahan tekstur.

Walau begitu, tetap perhatikan bahwa membekukan makanan ini tidak akan membunuh kuman di dalamnya. Cara ini hanya akan memperlembat pertumbuhan kuman yang ada. (***)

sumber: merdeka.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kalau tak suka sup kambing berkuah santan, bikin saja sup kambing bening. Berbumbu rempah sup ini gurih dan harum enak.

Sup kambing jadi salah satu hidangan yang banyak digemari orang ketika perayaan Idul Adha. Meski hanya sup berkuah bening saja, tapi cita rasanya tidak kalah enak dengan gulai atau tongseng.

Untuk membuat sup ini memang sebaiknya memakai daging kambing di bawah lima bulan. bagian paha, iga dan jeroan bisa diolah menjadi sup enak. Sebaiknya daging kambing tak dicuci dulu. Jika memakai jeroan kambing, rebuslah secara terpisah supaya aroma tajamnya tak merusak rasa kaldu daging yang gurih.

Isiannya bisa ditambah wortel, kentang, buncis atau sayuran lainnya. Masukkan sayuran ini terakhir dan masak hingga layu. Untuk penyajian, taburi dengan bawang merah goreng dan selederi serta kucuri air jeruk limau.

Bahan :

1,5 liter air
500 gram daging kambing, potong-potong
1/2 butir pala
10 butir merica
3 cm kayumanis
2 butir cengkih
2 sdm minyak sayur
5 butir bawang merah, cincang halus
3 siung bawang putih, memarkan
2 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
2 batang daun bawang, iris kasar
3 buah wortel, potong-potong
2 buah tomat, potong-potong
1 batang seledri, potong-potong

Pelengkap:

Bawang merah goreng
Emping goreng

Cara membuat:

Didihkan air lalu masukkan potongan daging kambing.
Masukkan pala, merica, cengkih dan kayumanis.
Tumis bawang merah dan bawang putih hingga wangi. Angkat.

Masukkan ke dalam rebusan kambing dan kecilkan api. Masak hingga daging kambing empuk.

Masukkan wortel, daun bawang dan tomat. Didihkan hingga layu.

Tambahkan garam dan merica. Angkat.

Sajikan dengan daun seledri, bawang goreng dan jeruk limau.
Untuk 6 porsi.

Tips:

Setelah daging kambing dimasukkan, kecilkan api. Busa halus akan muncul dipermukaan, sendoki dan buang.

Jika memakai daging kambing muda, kuah dan aroma sup tak akan berbau tajam. Tetapi jika kambing agak tua, perbanyak saja rempahnya agar aromanya sedikit berkurang.

Sup kambing harus disajikan dan dinikmati hangat agar rasa gurihnya lebih mantap. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Salatiga – Kota Salatiga dikenal sebagai kawasan wisata kuliner. Ada sejumlah jenis makanan yang menjadi kesukaan masyarakat luas. Salah satunya sate kambing, seperti sate kambing muda Masyhudi atau yang lebih dikenal dengan sebutan sate kambing muda Bang Rhoma. Rasa sate ini lezat dan dagingnya empuk. Kelezatannya menggugah selera makan.

Selain itu, ada hal unik di warung sate kambing Masyhudi. Banyak yang bertanya-tanya, mengapa disebut sate kambing muda Bang Rhoma? Ternyata, sebutan itu mencuat gara-gara di dalam warung sate kambing ini banyak terpasang foto Rhoma Irama. Sang pendiri warung, almarhum Masyhudi, rupanya merupakan sahabat karib penyanyi berjuluk Raja Dangdut itu.

Menantu almarhum Masyhudi, Menik Kusumawati, 42, mengatakan warung sate kambing muda Bang Rhoma telah dirintis oleh mertuanya sejak 1970 di kampung kelahiran sang mertua di Tapen, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. “Seiring perjalanan waktu dan banyaknya pelanggan, usaha yang dulu hanya dijajakan dengan angkringan kecil ini akhirnya berkembang,” kata Menik beberapa waktu lalu.

Pada 1980 warung sate Bang Rhoma pindah lokasi ke tengah Kota Salatiga, tepatnya menempati sebuah rumah kontrakan di Jalan Veteran, Ledok, Salatiga. Kemudian pada 1998, warung sate kambing muda ini menempati lahan baru yang dibeli oleh almarhum Masyhudi, yaitu di lokasi yang sekarang. Menurut Menik, banyaknya pelanggan dan pengunjung ke warung sate Bang Rhoma karena sejak dulu mengutamakan cita rasa sehingga konsumen suka.

“Dagingnya berasal dari kambing muda pilihan, jadi empuk digigit dan tidak berlemak,” ujarnya. Selain itu, kata Menik, bumbunya juga terbuat dari rempah-rempah pilihan, seperti bawang merah, bawang putih, merica, dan lain-lain yang kesemuanya berkualitas kelas satu. Jadi, bumbu tersebut akan terasa lebih enak saat hidangan sate disantap.

Tidak hanya itu, selain terdapat pelengkap hidangan sate berupa nasi putih, irisan mentimun, acar, dan tomat, sate kambing muda Bang Rhoma juga disajikan menggunakan wadah hot plate sehingga sate akan tetap tersaji dalam keadaan panas. Inilah yang membuat sate kambing muda Bang Rhoma bisa menarik minat banyak pelanggan.

“Disajikan dengan piring panas supaya sate tetap panas dan hangat di lidah karena sate itu lebih nikmat disantap saat masih panas atau hangat. Saya sebagai penerus usaha tetap mematenkan ciri dan bumbu khas warung sate ini,” imbuhnya. Menik menyatakan, warung sate kambing muda Bang Rhoma beroperasi mulai pukul 08.00 WIB hingga 22.00 WIB. Dan selalu ramai serta menjadi jujugan penikmat daging kambing.

Bukan hanya sate yang menjadi andalan. Di warung ini juga tersedia menu berbahan dasar kambing lain, yaitu tongseng, gulai, tengkleng, dan nasi goreng kambing. Tentu juga tak ketinggalan aneka minuman segar. Pengunjung bisa memesan es beras kencur yang segar, jahe es teh, dan sebagainya. “Alhamdulillah, banyak pengunjung dan pelanggan yang datang. Banyak yang dari luar kota, tapi pelanggan kami juga tidak sedikit yang berasal dari Salatiga dan sekitarnya,” sebut Menik.

Tidak itu saja, di warung ini juga melayani pesanan, seperti menu untuk pesta pernikahan, syukuran akikah, dan sebagainya. Menurut Menik, pada hari-hari biasa pelanggan satenya tidak hanya dari Salatiga dan sekitarnya, melainkan juga berasal dari daerah Solo, Semarang, Kendal, Boyolali, dan sebagainya. “Kalau pelanggan dari Jakarta dan sekitarnya biasanya mampir pas mudik,” imbuhnya.

Menik menyatakan, satu porsi sate kambing dan nasi di warungnya cukup terjangkau alias tidak mahal. Satu porsi sate kambing dihargai Rp35.000. Kemudian untuk tongseng Rp25.000 per porsi. Sementara itu, salah seorang konsumen bernama Unggul, 40, warga Semarang mengaku, merupakan pelanggan di warung sate Bang Rhoma. Setiap kali bepergian dan kebetulan pada waktu sarapan atau makan siang berada di Salatiga, pasti menyempatkan diri mampir di warung Bang Rhoma.

“Selain dagingnya empuk, bumbu satenya juga merasuk dan dihidangkan dalam keadaan panas terus karena memakai hot plate,” katanya. Menurut Unggul, hal yang membedakan warung Bang Rhoma dengan yang lain adalah rasa menunya yang khas dan tidak berlemak. “Saya suka dan cocok dengan sate di sini. Saya sudah lama jadi pelanggan,” pungkasnya.(***)

sumber: sindonews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Malang – Malang Raya memiliki tujuan wisata yang komplit. Mulai dari destinasi sejarah yang kaya dengan warisan budaya, hingga wisata kuliner dan perkampungan tematik.

Atas pertimbangan itu, Kemenpar mengangkat tema Pengembangan Wisata Perkotaan Malang Raya dalam Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Hotel The 101 Malang OJ, Kamis, 11 Juli 2019.

Bicara soal kuliner, ada satu kudapan yang khas dari daerah ini, yaitu keripik tempe.

Sentra pembuatannya berada di Kampung Tempe Sanan, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Hampir setiap hari kampung ini ramai dikunjungi.

Baik oleh wisatawan maupun para pemudik yang berburu camilan untuk oleh-oleh.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Pedesaan dan Perkotaan Kemenpar, Vitria Ariani mengatakan, Kampung Tempe Sanan dihuni sekitar 2000-an kepala keluarga.

Dari jumlah tersebut, lebih kurang 95 persen di antaranya menggeluti usaha pengolahan tempe. Baik membuat tempe sebagai bahan dasar lauk pauk, maupun membuat kripik tempe siap santap.

Malang sendiri sebenarnya sudah menjelma menjadi salah satu daerah tujuan wisata. Selain banyak destinasi yang bisa dikunjungi, di Malang juga sudah bertebaran outlet-outlet kue artis yang belakang mulai hits.

Namun, eksistensi keripik tempe sebagai makanan rakyat tidak pernah tergerus dan tetap eksis hingga sekarang. Ini langsung untuk rakyat, dan spending ini dirasakan dan menetes hingga bawah. Salah satunya dari Kampung Sanan ini ujarnya.

Keramaian Kampung Tempe Sanan bisa terlihat saat musim liburan atau moment lebaran. Ini membuktikan bahwa produk khas daerah tetap menjadi daya tarik yang luar biasa bagi wisatawan.

Karenanya, sangat tepat jika pemerintah daerah, dalam hal ini Kota malang, turut membimbing masyarakat untuk terus berkreasi dalam mengolah tempe.

“Jadi, silahkan wisatawan untuk datang ke Malang dan datangi desa atau kampung-kampung yang sangat menarik dan natural. Salah satunya Kampung Sanan ini. Jika kita belanjakan uang kita di masyarakat kita ini, maka uangnya langsung ke rakyat, tidak ada kapitalis, langsung memakmurkan masyarakat kita,”kata wanita yang biasa Teh Ria itu.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Ni Wayan Giri Adyani menambahkan, pariwisata selalu memberi dampak luas bagi masyarakat. Termasuk meningkatkan perekonomian warga. Salah satunya dengan menyediakan oleh-oleh makanan khas seperti yang terlihat di Kampung Tempe Sanan.

Kampung Tempe Sanan menjadi contoh sukses bagi daerah yang mengembangkan wisata perkotaan dan perdesaan. Banyak warga di sana yang sudah mandiri hanya dengan membuat tempe atau memproduksi keripik tempe. Omzet mereka pun bisa tembus puluhan bahkan ratusan juta dalam sebulan, ungkapnya.

Apalagi, beberapa produsen kripik tempe mulai mengikuti perkembangan teknologi dengan melakukan pemasaran secara online. Langkah tersebut membuat jangkauan penjualan semakin meluas dan tak kenal musim. Artinya, masyarakat tak hanya mengandalkan kunjungan wisatawan semata.

Kampung Tempe Sanan mulai memproduksi keripik tempe pada tahun 1970-an. Awalnya, warga memproduksi keripik karena banyak tempe yang tersisa saat dijual di pasar.

Kini, warga tak hanya memproduksi keripik tempe. Tetapi juga menjual keripik buah. Seperti keripik buah salak, apel, nangka, bahkan buah semangka dan buah naga.

Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya Kemenpar Oneng Setya Harini menambahkan, pengembangan wisata perkotaan harus dilakukan di Indonesia. Apa yang dilakukan Kemenpar dalam FGD, antara lain untuk meningkatkan pengetahuan pelaku wisata dalam pengembangan destinasi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pariwisata adalah kunci pembangunan, kesejahteraan dan kebahagiaan.

Setidaknya ada beberapa alasan kenapa sektor pariwisata patut didorong perkembangannya.

Pertama, dengan meningkatnya destinasi dan investasi pariwisata di Indonesia, menjadikan pariwisata sebagai faktor kunci dalam pendapatan ekspor. Termasuk penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha, dan infrastruktur.

Kedua, pariwisata telah mengalami ekspasi dan diversifikasi secara berkelanjutan. Sehingga menjadi salah satu sektor ekonomi terbesar yang mengalami pertumbuhan tercepat di dunia.

Hal ini dibuktikan bahwa meskipun negara-negara di dunia mengalami krisis global beberapa kali, namun jumlah orang yang melakukan perjalanan wisata di tingkat internasional menunjukkan pertumbuhan yang positif dari tahun ke tahun, ungkapnya. (***)

sumber: merdeka.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Makan kol goreng yang enak tapi berisiko telah diketahui sebagian orang. Hal ini berlaku sama untuk kol atau sayuran lain yang digoreng langsung atau pakai tepung.

Kendati begitu, tidak mudah menghindari teknik mengolah makanan dengan digoreng. Cara ini menjadi jalan keluar bagi yang tidak suka sayuran supaya lebih mudah mengonsumsinya. Sayuran yang digoreng dengan tepung menjadi cara ibu membujuk anaknya yang menolak makan sayur.

“Hampir semua bahan makanan, termasuk kol, memang akan terasa nikmat jika diolah dengan teknik menggoreng. Cara ini bisa menjadi salah satu alternatif, selama dikonsumsi dalam jumlah yang moderat atau tidak terlalu sering. Usahakan menggunakan teknik sautee bukan deep fry atau pakai tepung,” kata ahli gizi Mochammad Rizal dari Indonesia Sport Nutritionist Association (ISNA).

Deep fry yang menggunakan suhu tinggi dan banyak minyak berisiko meningkatkan kandungan lemak dalam sayuran goreng. Hal ini sama dengan tepung yang mampu menyerap lebih banyak minyak sehingga berisiko menyebabkan kelebihan kalori. Konsumsi dalam jumlah banyak dan terus menerus bisa mengganggu kerja jantung serta kesehatan tubuh secara umum.

Untuk memperoleh kol goreng atau asupan lain yang enak dan sehat, Rizal menyarankan menerapkan teknik sautee dengan sedikit minyak, suhu tinggi, dan waktu yang singkat. Metode ini menjaga kandungan serat dalam sayur serta menekan asupan lemak dan kalori berkebih dalam tubuh. Sautee juga memungkinkan vitamin B1, B2, dan B6 mampu bertahan dan diserap tubuh.

Terkait sayuran goreng dengan tepung yang kerap digunakan ibu untuk membujuk anaknya makan sayur, Rizal menyarankan menggunakan cara lain. Misal sisten reward dengan memberikan makanan favorit jika telah makan sayur yang telah dimasak. Anak juga diberi pemahaman, makan bukan hanya tentang rasa tapi juga manfaat. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Sama seperti soto, Indonesia juga memiliki beragam jenis sate. Salah satunya Sate Kuah Pontianak. Berbeda dari sate lain, sate yang satu ini terbilang unik.

Bahan utamanya tetap sama, mengandalkan ayam. Bedanya, sate ini disantap bersama dengan kuah. Tidak menggunakan kecap atau bumbu kacang seperti pada umumnya.

Anda yang belum memiliki ide untuk menyiapkan hidangan hari ini bisa membuat Sate Kuah Pontianak untuk dinikmati bersama keluarga tercinta. Dikutip dari Tastemade, berikut resep membuatnya.

Bahan-bahan:

Sisa tulang ayam
1 ltr air
5 siung bawang putih halus
1 ruas jahe
1 ruas kunyit
¼ btr pala
½ sdt lada
1 btg serai keprek
1 ruas lengkuas
3 lbr daun salam
Garam
Gula pasir

Bahan sate:

6 paha ayam
5 siung bawang putih
1 ruas kunyit
¼ sdt jintan bubuk
½ sdt lada putih bubuk
Garam

Bumbu oles bakar:

3 sdm kecap manis
1 sdm bumbu kacang

Cara membuat:

Bahan kuah, potong dadu daging paha ayam, sisihkan. Gunakan bagian tulangnya. Blender halus bawang putih, jahe, kunyit, pala, dan lada dengan sedikit air. Sisihkan. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan tulang ayam dan tambahkan air. Beri gula dan garam. Masak hingga kuah sedikit menyusut. Sisihkan. Sate, blender bawang putih dan kunyit dengan sedikit air hingga halus.

Campurkan daging paha ayam yang sudah dipotong-potong dan bumbu halus bersama jintan, lada putih, dan garam, aduk rata. Simpan di lemari es minimal 1 jam. Campurkan kecap manis, bumbu kacang, dan kaldu ayam, sisihkan. Gunakan sebagai bahan olesan sate. Tusuk-tusuk daging menjadi sate lalu bakar sambil diolesi bumbu hingga matang. Sisihkan.

Sajikan sate bersama lontong, bumbu kacang, taburan bawang merah goreng, irisan daun bawang, siraman kuah kaldu, perasan air jeruk nipis, dan sambal rebus. (***)

sumber: sindonews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Siapa yang tidak kenal dengan kudapan lembut nan cantik ini.

Motif lumut pada bagian dasar puding membuatnya jadi lebih menarik untuk dilihat.

Meskipun begitu, masih banyak orang yang ragu untuk membuatnya.

Pasalnya, tidak mudah menghasilkan lumut tebal dan cantik yang jadi tanda kesukseskan si puding lumut.

Tapi tenang saja, kalau tahu triknya, semua pasti bisa sukses membuat puding lumut yang tebal lumutnya.

Agar tidak penasaran, mari kita simak saja triknya.

Agar tidak penasaran bagaimana cara membuat puding lumut agar tebal lumutnya, kita bisa tiru trik berikut ini.

Selain tahu cara membuat puding lumut agar tebal lumutnya, kita harus tahu tanda dan kunci sukses membuat puding lumut.

Mari, langsung kita simak saja cara membuat puding lumut agar tebal lumutnya di bawah ini.

Tanda Puding Lumut Sukses

Puding lumut yang sukses harus mempunyai tampilan lumut yang menyerupai karang.

Maksudnya, adonan daun suji, telur dan santan harus menghasilkan gumpalan-gumpalan hijau yang menyebar di seluruh puding.

Lebih sukses lagi kalau pudingnya tidak terpisah antara lapisan bening dan si lumut.

Artinya, lumut sebisa mungkin harus tersebar di seluruh bagian puding.

Kunci utama puding lumut dengan lumut yang tebal adalah penggunaan telur yang banyak dan santan yang kental.

Kalau keduanya sudah tersedia, tinggal memahami trik di bawah ini,

1.Jangan pernah mengaduk puding dengan whisk.

Gunakan sendok kayu saja.

2.Aduk hanya sekali-kali saja, dan jangan pernah mengaduknya terus menerus supaya lumut tidak pecah dan terlalu hancur.

3.Setelah matang, jangan langsung dituang ke dalam cetakkan.

Biarkan dulu di dalam panci sampai lumutnya mengapung atau uapnya hilang.

Setelah itu baru tuang ke atas loyang.

Cara ini akan memberikan waktu kepada lumut untuk membentuk gumpalan cantik.

4.Jangan simpan di lemari es sebelum lumutnya terbentuk.

5.Pastikan menggunakan air daun suji asli dan bukan pewarna kalau ingin menghasilkan bagian agar-agar yang bening.

Nah, sudah siap membuat puding lumut sendiri di rumah? (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Malang – Sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri, masyarakat Jawa Timur biasanya mengadakan Lebaran Ketupat. Artinya, setiap umat Muslim akan memasak ketupat di rumahnya masing-masing.

Penyajian ketupat di Indonesia terutama di Pulau Jawa selalu identik dengan campuran opor ayam. Atau, dapat juga dikonsumsi dengan rawon daging seperti di Malang.

Menu-menu penyajian ini dapat dinikmati sesuai pilihan selera masing-masing.

Selain penyajian tersebut, adapula olahan ketupat khas lainnya di Malang Raya. Ialah oyek yang sekilas penampilannya mirip dengan bumbu kacang. Jika dipadukan dengan potongan ketupat, maka olahannya hampir serupa dengan ketoprak di Jakarta.

Ketupat bumbu oyek terdiri dari berbagai campuran bahan yang mudah ditemukan. Selain potongan ketupat dan siraman bumbu oyek, olahan ini memasukkan rebusan toge dan tahu goreng. Adapula potongan seledri, bawang goreng dan kerupuk di dalamnya.

Sementara ihwal bumbu oyek, Warga Malang, Sumarli (44) mengungkapkan, bahan tersebut sebenarnya sangat mudah. Bahan-bahannya hanya terdiri dari bumbu kacang, petis, gula merah, air, bawang dan cabai. Lalu tak lupa memasukkan unsur parutan kelapa yang biasa disebut koya.

“Bumbunya diblender dan semuanya nanti dikasih air di atas wajan sampai mengental,” kata ibu dari dua anak ini.

Warga Kota Malang, Lyla mengaku baru pertama kali merasakan ketupat oyek khas di kediaman rekannya di Tumpang, Kabupaten Malang. “Baru rasain yang khas ini pas silaturahim,” kata perempuan berhijab ini.

Bumbu oyek sebenarnya bukan hal baru bagi Lyla. Di Kota Malang terdapat menu serupa, tapi tidak selengkap oyek di wilayah Tumpang. Oyek di daerahnya lebih menyerupai bumbu petis. Bahkan, terkadang dia menemukan oyek dengan bahan kacang semata.

Oyek yang diicip Lyla kali ini agak berbeda pada umumnya. “Beda sama dengan bumbu rujak, ketoprak dan gado-gado meski ada kacang. Ada gurih yang buat beda karena koya kelapa itu,” kata dia. (***)

sumber: republika.co.id

Kopi Indonesia tinggi peminat saat dipamerkan di World of Coffee 2019 Berlin, Jerman.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Booth kopi Indonesia kembali menjadi magnet di ajang pameran kopi internasional World of Coffee 2019 Berlin, Jerman. Pameran tersebut berlangsung dari tanggal 6-8 Juni 2019.

Di hari pertama penyelenggaraanya, booth Indonesia merupakan satu dari 24 negara yang ikut dalam pameran ramai oleh pengunjung, kata Pensosbud KBRI Berlin Hannan Hadi kepada Antara di Jakarta, Ahad, 9 Juni 2019.

Pengenalan kopi Indonesia tidak hanya disajikan dalam bentuk contoh produk dan presentasi. Akan tetapi pengunjung dan pencinta kopi bisa langsung menikmati aroma dan cita rasa kopi Indonesia melalui coffee cupping.

Wakil Duta Besar RI untuk Jerman, Perry Pada, mengatakan optimis pameran ini akan memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar internasional.

“Dari komentar dan respon para pengunjung booth Indonesia, kita yakin peminat kopi Indonesia semakin meningkat. Bahkan tadi saya amati ada beberapa transaksi dan negosiasi yang sudah dibicarakan dengan para buyers yang datang,” ujar Perry.

Tingginya minat dan permintaan terhadap kopi Indonesia menjadi peluang sekaligus tantangan. Tantangannya adalah bagaimana memenuhi permintaan serta menjaga kualitasnya.

“Permintaan di dalam negeri juga tinggi. Kita lihat banyak barista Indonesia yang mulai bermunculan dan berkembang saat ini. Keduanya, yakni konsumsi domestik dan kebutuhan ekspor, sama-sama penting. Untuk itu, para petani dan pengusaha kopi perlu terus kita dorong,” ujar Perry Pada.

Dalam pameran, Indonesia memperkenalkan keunggulan kopi Indonesia khususnya Arabica specialty. Perusahaan Kopi Rumah Kayu dan Crop and Roast membawa dua produsen kopi yaitu dari APEKI Bandung Barat dan Aurelia Da Gabo Flores.

Meskipun demikian kopi yang diperkenalkan tidak hanya berasal dari Bandung dan Flores juga dari Toraja dan Jawa Timur. Selain rasa original, adapula rasa floral, fruity, karamel, dan blueberry.

Ketua Asosiasi Petani Kopi Indonesia (APEKI) Kabupaten Bandung Barat, Kurnia Danumiharja yang memimpin peserta asal Indonesia merasa gembira dengan banyaknya pengunjung both kopi Indonesia.

“Ternyata memang kopi kita punya karakter yang unik. Tak hanya rasa tapi juga aromanya yang mengundang. Karakter kopi yang beragam ini dipengaruhi dari karakter tanah Indonesia yang kaya dan berbeda-beda,” ujar Kurnia.

World of Coffee 2019 di Berlin diikuti lebih dari 300 peserta pameran dan dihadiri sekitar 10.000 pengunjung. Selain Indonesia, berbagai negara penghasil kopi seperti Brasil, Peru, Kolombia, Jepang dan Cina juga turut berpartisipasi pada pameran berlangsung dari tanggal 6 sampai 8 Juni lalu.

Di ajang ini pengunjung dapat berbincang dengan para pakar kopi. Tidak hanya seputar cita rasa kopi tapi juga pengalaman, keahlian, serta motivasi untuk pengolahan dan pengembangan bisnis kopi. World of Coffee sebelumnya diadakan di berbagai kota besar di Eropa, antara lain Amsterdam, Budapest, Dublin, Rimini, dan Maastricht.

Dalam enam tahun terakhir, penyelenggaraan World of Coffee berkembang menjadi pameran kopi terbesar di Eropa. Awalnya dihadiri 3.000 pengunjung yang diikuti sekitar 45 peserta pameran, dewasa ini berkembang pesat menjadi 11.000 pengunjung yang diikuti lebih dari 200 peserta.

Berbagai kegiatan World of Coffee juga diramaikan dengan beragam kegiatan interaktif, seperti World Coffee Championships, coffee cupping, seminar, dan pertemuan bisnis. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tulungagung – Mendengar kata jipang, bayangan kita pasti akan langsung tertuju pada camilan khas di kawasan pedesaan yang telah ada sejak zaman ‘old’. Makanan ringan yang terbuat dari berondong jagung, kacang, maupun beras itu ternyata masih eksis hingga sekarang.

Jajanan legit berbalut karamel namun renyah tersebut dapat dengan mudah di wilayah Tulungagung dan sekitarnya, bahkan pengusaha yang memproduksi jipang masih cukup banyak.

Salah satunya di tempat usaha milik Abdul Sakur di Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung. Pengusaha ini setiap hari menghabiskan bahan baku beras hingga 4,5 kwintal. Beras dengan kualitas bagus itu diolah menjadi berondong beras atau jipang dan dipasarkan hingga ke luar pulau.

Suara ledakan mirip mercon besar saling bersahutan saat memasuki kawasan usaha milik Abdul Sakur. Bagi orang awam mungkin saja akan terkejut saat mendengar suara tersebut, namun Itu bukanlah mercon atau bom, melainkan alat produksi jipang beras.

Dalam produksinya, beras berkualitas bagus yang menjadi bahan baku utama dimasukkan ke alat masak semi otomatis itu. Kobaran api kompor gas tekanan tinggi memanasi mesin yang terus berputar. Berselang lima menit proses pemasakan selesai, peoses inilah yang menimbulkan ledakan, bahan baku beras berubah menjadi butiran-butiran berondong.

Setelah itu, proses produksi dilanjutkan dengan mencampurkan butiran berondong dengan karamel , sehingga bisa disatukan dan dicetak sesuai keinginan.

Dengan cekatan, salah seorang karyawan mengaduk bejana berisi berondong dan karamel. Belum sampai mengeras, adonan tersebut dihamparkan pada meja khusus untuk dipadatkan dan diiris sesuai ukuran.

Yang tak kalah menarik, adalah proses pengemasan, para karyawan dengan cepat memasukkan jipang beras yang telah diiris kotak-kotak ke dalam plastik kecil. Kelihaian pada karyawan itu bak mesin otomatis.

Sakur mengaku telah memproduksi jipang lebih dari 10 tahun lalu, meskipun hanya jajanan tradisional, namun peminatnya hingga saat ini masih relatif banyak.

“Kalau sebelum 2005 itu peminatnya naik turun secara drastis, tapi kalau sekarang terus ada, bahkan distribusinya sampai luar pulau,” katanya.

Dalam sehari ia mampu memproduksi 1.000 bal, masing-masing bal berisi 50 bungkus jipang. Makanan tersebut dikirim ke berbagai daerah, diantaranya Surabaya, Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) serta Jawa Tengah.

“Saya sering kirim ke Maumere dan kota-kota di sekitarnya,” ujarnya.

Untuk menjaga kualitas produksinya, Sakur mengunakan bahan-bahan yang bermutu mulai dari beras hingga gula pasir, Sakur mengaku tidak memakai pengawet.

Terkait dengan beras yang digunakan, tidak boleh sembarangan, karena meskipun enak untuk dimasak menjadi nasi, namun belum tentu enak untuk dijadikan jipang.

“Kalau di sini saya pakai beras Ciherang, kalau yang lain tidak bisa maksimal, seperti beras legowo tidak bisa, kemudian membaramo juga tidak bisa, padahal kalau dimasak ya enak dan pulen nasinya,” imbuh Sakur.

Selain itu pemanfaatan beras juga harus melihat yang minim kadar airnya, biasanya beras yang digunakan berasal dari gabah yang telah tiga hingga empat hari disimpan.

Meskipun telah eksis selama belasan tahun, Sakur mengaku masih menemukan berbagai tantangan dan kendala. Salah satunya adalah fluktuasi harga bahan baku beras dan gula.

“Karena bahan bakunya yang saya gunakan banyak, sehingga cukup terasa saat mengalami kenaikan, seperti harga gula yang tadinya Rp 10 ribu naik jadi Rp 12 ribu,” katanya.

Sementara itu pada momen jelang lebaran, produksi jipang miliknya justru mengalami penurunan sekitar 20 persen, karena jajanan tersebut tidak difokuskan untuk kebutuhan lebaran.

“Karena kebetulan jipang ini memang bukan khas untuk lebaran, namun hanya camilan. Kemarin ada sih yang minta untuk jajan lebaran tapi ukurannya harus kecil,” jelasnya.

Menurutnya pengaruh terbesar tingkat konsumsi jipang adalah faktor cuaca. Disaat musim penghujan maka permintaan jipang akan mengalami peningkatan signifikan, sedangkan pada saat kemarau dipastikan akan turun.

“Ya mungkin saja kalau musim hujan enak buat ngemil, sedangkan kalau kemarau camilan yang membuat haus akan dihindari,” ucapnya.

Makanan tradisional tersebut dijual ke ke distributor Rp 14 ribu/bal sedangkan di tingkat pengecer dijual Rp 25 ribu/bal. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Cara bikin selai nanas buat isi nastar perlu diperhatikan agar rasa nastar enak. Salah satu kuncinya ada pada pemakaian ‘mata’ nanas yang justru sering dibuang.

Dari tahun ke tahun, nastar tak lepas dari suguhan Lebaran yang dinanti banyak orang. Adonannya lembut dan chewy dengan isian selai nanas yang legit dan harum. Karenanya cara bikin selai nanas buat isi nastar penting diperhatikan.

Chef Yongki Gunawan yang sudah hampir 40 tahun membuat kue berbagi tips penting soal cara bikin selai nanas untuk isi nastar. Ia menilai banyak orang melakukan kesalahan sederhana dalam membuat selai nanas.

Undangan Special dari Disney untuk Sandra Dewi, Netizen: Princess Asli

Chef Yongki berujar, “Banyak sekali orang yang salah membuat selai nanas untuk isian nastar. Karena apa? Nanasnya dikupas, kemudian matanya dibuang karena takut gatal. Padahal kalau dibuat selai, (mata nanas) tidak bikin gatal karena sudah hancur.”

Mata nanas pun mengandung zat penting yang membuat kualitas selai nanas buat isi nastar lebih baik. Pemilik Instagram yongki_gunawan_kue ini mengatakan, “Di dalam mata nanas, mengandung zat dimana kalau kita membuat selainya, warna selai itu tidak akan hitam. Kedua, zat itu juga bisa menjaga ketahanan selai nanasnya.

Selama Ramadhan, Pedagang Asongan Ini Raup Untung dengan Berjualan Peci

Yang tak kalah penting, penggunaan mata nanas membuat aroma harum nanas tercium lebih kuat. “Kalau dibuang matanya, wangi nanasnya nggak ada. Orang ngiranya nanti itu dodol apa,” ujar Chef Yongki berseloroh.

Untuk mengolah nanas sebagai isi nastar, parut nanas sampai ke bonggol-bonggolnya. Langsung parut, namun tidak boleh diblender. Chef Yongki mengatakan, “Selanjutnya kita masak. Nanas kan mengandung banyak air, kita panaskan dulu sampai air (nanasnya) reduce atau habis. Setelah habis, masukkan gulanya. Nanti dia berair lagi, mungkin boleh diikutsertakan dalamnya seperti cengkeh, kayu manis. Ada juga yang kasih kapulaga, silakan, itu terserah.

Pemkab Pesisir Selatan Mediasikan Sengketa Batas Nagari

Masak selai nanas sampai kental dan bisa dipulung. Pria ramah ini melanjutkan, “Setelah dipulung, diamkan selai nanas. Tidak perlu masuk kulkas sebab semua makanan kalau kadar gulanya tinggi, bakteri otomatis akan mati. Jamur tidak akan bisa tumbuh, jadi tidak ada masalah kalau tidak ditaruh di kulkas.”

Nah, saat nastar sudah matang pun, Chef Yongki mengatakan nastar tak perlu disimpan dalam wadah atau stoples rapat. “Di tempat terbuka saja. Tambah melempem, tambah enak, tambah chewy. Mau 5 hari juga aman. Kalau terigunya dikukus, bisa tahan 1 bulan bahkan,” tutup Chef Yongki. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Tak perlu banyak bahan dan waktu untuk bikin tumisan. Bahannya mudah didapat dan rasanya juga enak. Ini ide 5 resep serba oseng yang bisa untuk sahur dan buka.

Jika ingin masak hidangan sahur dan buka puasa yang mudah, 5 sajian serba oseng bisa jadi pilihan tepat.

Kelimanya sangat cocok bagi Anda yang tidak punya banyak waktu untuk berbelanja dan masak. Soal rasa, hidangan serba oseng yang gurih manis hingga pedas enak ini dijamin bisa bangkitkan selera makan.

1.Oseng tempe dan teri cabe hijau

Oseng tempe dan teri cabe hijau

Siapa yang tidak tergoda dengan kerenyahan ikan teri tawar plus potongan tempe goreng yang dibalut dengan cabe hijau? Lauk praktis dan sederhana ini dijamin bikin makan bersemangat. Apalagi disandingkan dengan nasi hangat lalu dimakan langsung dengan tangan. Mantap!Ini dia resep pembuatan oseng tempe dan teri cabe hijau.

2.Oseng mie rawit

Oseng mie rawit

Kalau bosan makan nasi, buat saja oseng mie rawit. Menggunakan mie pipih yang agak lebar, lalu dipadu dengan potongan bakso sapi dan potongan sawi hijau. Bumbu yang dibuat bercita rasa gurih pedas. Aromanya makin sedap begitu ditaburi bawang goreng. Jika ingin buat sendiri oseng mie rawit tanpa gagal, cukup ikuti resep ini saja.

3.Oseng daun pepaya teri

Oseng daun pepaya teri

Sajian sederhana ini bisa jadi solusi kurangnya nafsu makan. Daun pepaya yang sedikit pahit diberi bumbu santan yang sedikit encer plus cabe rawit. Tak ketinggalan ikan teri goreng. Rasanya empuk gurih pedas dan sedikit renyah.

4.Oseng daging pete

Oseng daging pete

Penggemar pete dijamin suka dengan sajian praktis yang satu ini. Sebab dibuat dari daging sapi sukiyaki yang tipis dan lembut plus pete. Penggunaan minyak wijen, bawang bombay, kecap manis hingga cabe merah dan merica bubuk bikin rasanya pedas manis gurih. Yuk, buat sendiri oseng daging pete enak dengan resep ini.

5.Oseng ayam jamur pete

Oseng ayam jamur pete

Untuk membuatnya, Anda hanya perlu menyiapkan bahan berupa ayam fillet, jamur champignon kaleng/jamur kancing biasa, dan pete.

Kemudian siapkan bumbu dapur seperti bawang bombay, cabe merah, cabe rawit, kecap manis, kaldu bubuk, margarin hingga gula pasir.(***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Siapa sih yang tidak suka cumi-cumi? Apalagi seafood yang satu ini bisa diolah menjadi berbagai makanan lezat. Mulai dari cumi goreng, tumis, siram saus, hingga bakar.

Namun, cumi bakar/panggang seringkali terasa hambar atau bumbunya menempel di permukaan saja. Seringkali, teksturnya juga keras dan sulit digigit. Supaya tidak terjadi, perhatikan yuk tips masaknya berikut.

Coba resep: Cumi Bakar Kecap

1.Menggunakan cumi-cumi yang segar

Karena dianggap sepele, langkah yang satu ini sering sekali kita lupakan. Padahal, segar atau tidaknya cumi-cumi sangat berpengaruh lho pada hasil masakan. Soalnya, cumi yang masih segar rasanya lebih manis dan juicy.

Untuk memilih cumi segar, carilah yang badannya kenyal dan terlihat mengkilap. Jika cumi nampak layu, sebaiknya dihindari ya. Soalnya kemungkinan besar cumi tersebut sudah hampir busuk.

2.Menggunakan racikan bumbu yang sederhana

Cumi bakar lebih cocok menggunakan bumbu-bumbu basic dan ringan. Misalnya seperti campuran bawang putih dan jahe. Anda juga bisa pakai kecap manis dan air asam jawa agar lebih nikmat.

Tambahkan margarin pada racikan bumbu ini untuk menjadikannya bumbu oles saat memanggang cumi.

3.Merendam bumbu selama 30 menit

Kebanyakan orang baru mengoleskan bumbu ketika cumi dipanggang. Akibatnya, cumi tidak bisa menyerap bumbu dengan sempurna.

Cara terbaik untuk membumbui cumi ialah ketika masih mentah. Jadi, setelah dibersihkan cumi harus direndam dengan racikan bumbu. Agar meresap dengan sempurna, biarkan rendaman tersebut selama 30 menit. Dijamin deh, cumi bakar akan nikmat dan membuat ketagihan.

4.Membuat keratan pada badan cumi

Selain merendam dengan bumbu, kita sebaiknya juga membuat keratan di badan cumi. Soalnya, keratan-keratan ini akan membuat bumbu cumi bakar semakin meresap. Selain itu, keratan pada cumi juga akan membuat cumi terlihat mengembang ketika dipanggang. Semakin lebar keratan, cumi juga akan semakin keriting dan mekar. Tampilannya pun akan lebih menggoda.

5.Tidak memanggang cumi terlalu lama

Memanggang cumi terlalu lama bisa membuat teksturnya jadi alot. Makanya, pilih cumi berukuran sedang cenderung kecil, sehingga tidak perlu waktu lama untuk matang. Panggang di tiap sisi selama 2 menit saja hingga permukaannya tampak kecoklatan.

Kini, tidak perlu lagi deh menghindari cumi bakar yang ‘tawar’ dan alot. Asalkan mengikuti tips diatas, dijamin deh berhasil membuat cumi bakar. (***)

sumber: resepkoki.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Daging sapi merupakan salah satu hidangan yang hampir disukai banyak orang.

Sebab selain rasanya yang nikmat,daging sapi juga relatif cocok dijadikan banyak hidangan makanan yang bercita rasa gurih,nikmat dan sedap.

Untuk melengkapi asupan gizi sahari-hari, daging sapi sebenarnya dianjurkan dikonsumsi sebagai sumber protein dan zat besi yang mana baik untuh tubuh.

Perpaduan Rasa Manis, Asam dan Gurihnya Ayam Goreng Bacem Menggugah Selera, Ini Resep dan Cara Membuatnya

Resep dan Cara Membuat Ikan Bakar Rica-rica

Agar Rendang Awet Disimpan di Bulan Puasa, Ini Tipsnya

Nah, salah satu hidangan yang paling banyak disajikan dalam beberapa momen yang diselenggarakan masyarakat indonesia adalah sajian sedap semur daging kentang manis pedas.

Nih resep dan cara membuatnya:

Bahan-bahan

300 gram daging sapi
3 buah kentang
kecap manis (sy pake bango)
1 batang kayu manis
1 buah pala
3 cm jahe geprek
3 lembar daun salam
minyak goreng u/ menumis
penyedap rasa sapi (secukupnya)
garam (secukupnya)

Bumbu iris:

2 cabe merah
1 buah tomat
bumbu halus:
7 siung bawang merah
4 siung bawang putih
3 buah kemiri
secukupnya ketumbar
1 sdt lada bubuk
4 rawit merah (sesui selera bisa lebih/kurang)

Kupas kentang potong sesuai selera goreng setengah matang angkat dan tiriskan.

Rebus daging sebentar jangan sampe matang kalo mau lebih empuk bisa agak di geprek.

Tumis bumbu halus setelah wangi masukan bumbu iris aduk sebentar, lalu masukan daging dan kentang yg telah digoreng aduk sebentar lalu tambahkan air lalu kecap manis, garam dan penyedap rasa lalu test rasa bila sudah cukup. Biarkan sampai mendidih dengan api kecil sampai daging empuk dan kuah mengental.

Setelah empuk dan kuah mengental angkat dan sajikan… Selamat menikmati. (***)

sumber: selerasa.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Garang asem iga sapi adalah salah satu sajian makanan dari daging yang memiliki cita rasa yang lezat dan begitu nikmat.

Sajian ini cocok disantap dengan bertemankan sepiring nasi hangat, ditambah dengan bahan pelengkap seperti kerupuk dan sambal cabai rawit yang pedas menyegarkan.

Perpaduan Rasa Manis, Asam dan Gurihnya Ayam Goreng Bacem Menggugah Selera, Ini Resep dan Cara Membuatnya

Selain Menghemat Waktu, Stok Bacem Ayam Ini Juga Praktis, Ini Cara Mengolah dan Menyimpannya

Nah, bagi anda yang penasaran ingin mencicipi lezatnya hidangan garang asem iga, kali ini kami akan berbagi resep dan cara membuatnya. Seperti apa caranya? Yuk, kita simak berikut ini.

Bahan Utama yang Diperlukan Untuk Garang Asem Iga Sapi:

1.1/2 kg iga sapi
2.1.500 ml Air untuk merebus
3.2 sendok makan minyak untuk menumis
4.100 gram Tomat hijau (potong dadu)
5.4 sendok makan Air asam kental
6.1 1/2 sendok teh Terasi

Bumbu Garang Asem Iga Sapi yang Dihaluskan:

1 sendok makan Kecap manis
2 lembar Daun salam
1/2 sendok teh Merica bubuk
3 buah Cabai hijau besar (potong kecil)
10 buah Cabai rawit merah (potong-potong kecil)
3 siung Bawang merah
2 siung Bawang putih
3 butir Kemiri
1 ruas Lengkuas (iris-iris tipis)
1 1/2 sendok teh Terasi Garam dan penyedap rasa secukupnya

Cara Membuat Garang Asem Iga Sapi yang Enak, Segar dan Sedap Cara Mengolah Iga Sapi Sebelum Dimasak:

Hal pertama yang bisa anda lakukan terlebih dahulu sebelum memasak garang asem dan membumbui iga sapi.

Terlebih dahulu silahkan potong-potong iga sesuai dengan ukuran yang diinginkan, baik dengan ukuran besar maupun ukuran kecil.

Setelah daging dan tulang iga dipotong-potong, sekarang cuci bersih iga sapi pada air yang mengalir dan pastikan jika kotoran yang ada pada iga bisa dibersihkan sesecara keseluruhan.

Selesai dicuci, tempatkan potongan iga dalam panci yang telah diberikan air. Lalu rebus daging iga hingga empuk dan matang.

Setelah empuk, angkat lalu tiriskan iga sapi, tempatkan pada mangkuk atau wadah yang besar atau sesuai ukuran daging.

Cara Memasak Garang Asem Iga Sapi:

Untuk membumbui daging iga terlebih dahulu kita buat bumbu halusnya, haluskan kemiri, lengkuas, bawang merah, bawang putih dan garam serta terasi. hingga bumbu benar-benaer halus secara merata.

Untuk menghaluskan bumbu ini anda cukup menggunakan ulekan dan cobek karena komposisi bahan cukup sedikit dan lebih mudah diulek.

Setelah bahan-bahan diatas dihaluskan, sekarang siapkan wajan dan tumis bumbu-bumbu tersebut dengan sedikit minyak hingga tericum bau harum yang sedap dari bahan-bahan yang ditumis.

Selesai menumis, matikan kompor dan angkat tumisan kemudian tuangkan tumisan ini kedalam rebusan kaldu daging dan masukkan kembali daging kedalamnya sambil diaduk-aduk secara merata hingga bumbu dan daging tercampur merata dan sempurna.

Rebus daging dan masukkan air asam, merica, kecap manis, cabai hijau, daun salam, cabai rawit dan tomat dan masak hingga mendidih merata.

Tambahkan penyedap rasa dan cicipi bumbu hingga pas. Apabila bumbu kurang, jangan ragu menambahkan bumbu lainnya kedalam rebusan hingga benar-benar pas.

Masak rebusan hingga matang dan daging menjadi lebih empuk. Setelah matang, angkat rebusan dan ambil piring saji kemudian sajikan hidangan garang asem iga sapi ini ditengah keluarga anda dengan penuh cinta. (***)

sumber: selerasa.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Cincau merupakan salah satu bahan minuman yang jadi favorit sebagai takjil ketika saat berbuka puasa tiba. Rasanya yang menyegarkan di tenggorokan membuat minuman ini menjadi favorit bagi banyak orang.

Cincau merupakan minuman yang cukup dikenal pada beberapa daerah di Asia. Minuman berbahan cincau ini sangat mudah diperoleh baik dalam bentuk utuh maupun sudah dalam bentuk minuman di dalam kaleng maupun kemasan lainnya yang mudah diperoleh di toko-toko.

Minuman ini sendiri tidak hanya memiliki rasa yang menyegarkan dan lezat saja namun juga memiliki manfaat yang menyehatkan. Dikumpulkan dari berbagai sumber, berikut sejumlah manfaat yang dapat diperoleh dari cincau.

1.Mendukung Pencernaan

Cincau mengandung alkaloid serta memiliki kandungan vitamin B dan C juga di dalamnya. Adanya kandungan tersebut mampu membantu mengatasi masalah pencernaan seperti sakit perut serta diare.

2.Mengontrol Berat Badan

Minuman ini kaya dengan serat yang membuatnya berperan besar dalam menjaga berat badan sambil menyediakan asupan nutrisi bagi tubuh. Cincau juga rendah kalori dan memiliki kandungan gula yang sangat dibutuhkan untuk menjaga asupan energi.

3.Mencegah Konstipasi

Kandungan kaya serat yang dimiliki oleh cincau ini menjadikannya sebagai obat yang sangat baik melawan konstipasi.

4.Menjaga Gula Darah

Cincau mengandung bisbenzylisoquinoline (alkaloid) dan klorofil yang bisa berguna untuk penderita diabetes. Dua kandungan tersebut sangat berguna untuk menstabilkan tingkat gula darah.

5.Antimalaria

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa cincau dapat menjadi obat yang sangat berguna untuk melawan malaria. Hal ini muncul lagi-lagi karena kandungan alkaloid yang ada di dalamnya.

Sejumlah manfaat tersebut bisa kamu peroleh dengan konsumsi cincau. Oleh karena itu, pada bulan Ramadan ini cincau bisa tetap jadi minuman andalanmu ketika berbuka puasa. (***)

sumber: galamedianews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Cumi adalah salah satu bahan makanan dari laut yang sering dikreasikan dengan berbagai macam bumbu. Teksturnya yang kenyal dengan tambahan bumbu yang lezat membuat siapa pun yang menyantapnya bakal menggoyangkan lidah. Seperti cumi masak asam ini.

Menu ini dibuat dari cumi yang dibumbui dengan asam. Rasa asam pedas yang berpadu dengan kenyalnya cumi akan membuat siapa pun tergoda untuk menyantapnya dengan nasi putih hangat. Berikut resep membuat cumi masak asam untuk makan malam.

Bahan:

250 gr cumi segar
6 siung bawang merah, iris
3 siung bawang putih, iris
3 bh cabai merah besar, iris
3 bh cabai hijau besar, iris
1 bh tomat, potong-potong
3 sdm air asam jawa
Garam
Gula pasir
Kaldu bubuk
50 ml minyak goreng

Cara membuat:

1.Bersihkan cumi, buang tinta hitamnya, potong-potong. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga wangi. Masukan irisan cabai dan tomat, aduk rata.

2.Masukan cumi dan air asam jawa. Aduk rata, bumbui. Koreksi rasa. Masak hingga cumi matang. Pastikan juga memasaknya tidak terlalu lama karena akan membuat cumi menjadi alot. Angkat. Cumi masak asam siap dihidangkan. (***)

sumber: sindonews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Setelah menahan lapar seharian penuh, hidangan berbuka puasa yang paling diburu umumnya adalah makanan berat seperti nasi dan lauk pauknya. Masakan khas Minang, seperti rendang daging, bisa menjadi teman nasi yang sangat istimewa.

Rendang merupakan olahan daging bercita rasa pedas yang menggunakan campuran dari berbagai bumbu dan rempah-rempah. Hidangan asli Nusantara ini terkenal di mancanegara. Bahkan, menurut jajak pendapat yang dilakukan pada 2011 dan 2017, rendang dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia.

Fenomena Osilasi Madden-Julian, BPBD Sumbar Minta Warga Waspadai Cuaca Ekstrem Hingga Awal Mei

Jika dimasak dengan tepat, rendang akan tersaji dengan nikmat dan dagingnya empuk. Namun, pengolahan dan penyimpanan yang tidak tepat bisa mempengaruhi keawetan dari makanan itu sendiri. Apalagi di bulan Ramadhan, karena umat Muslim harus berpuasa di siang hari dan menyantap makanan hanya menjelang maghrib hingga batas sahur, maka penyimpanan rendang pun harus tepat.

Resep Kari Daging Ala Chef Rudy Choirudin yang Lezat, Begini Cara Membuatnya

Executive Sous Chef Sailendra Restaurant di JW Marriot Hotel, Heri Purnama, memberikan tips agar rendang lebih awet disimpan selama bulan puasa.

1.Perhatikan cara pemotongan daging

Cara memotong daging yang keliru bisa menghasilkan tekstur daging yang tidak sesuai harapan saat kita olah. Supaya daging rendang empuk, daging harus dipotong mengikuti (searah) arah serat.

Jika melawan arah serat, tekstur daging akan mudah pecah saat dimasak. Sebaliknya untuk olahan daging yang dibakar, daging sebaiknya dipotong melawan arah serat supaya daging tidak alot.

2.Masak bumbu dulu

Saat mengolah rendang, Chef Heri biasanya memasak daging beserta bumbu-bumbu terlebih dahulu tanpa santan. Daging dimasak hingga empuk. Setelah matang dan daging empuk, rendang disisihkan dan disimpan di chiller atau freezer.

Jika akan dikonsumsi, rendang dimasak terlebih dahulu dengan ditambah santan. Ini biasanya dilakukan jika porsi rendang yang dimasak banyak.

Jika ingin memasak langsung rendang beserta santan, daging dan bumbu-bumbu dimasak terlebih dahulu hingga daging empuk, barulah kemudian ditambahkan santan. Agar bumbu meresap sempurna dan daging empuk, rendang sebaiknya dimasak dengan api kecil selama beberapa jam.

3.Api kecil

Santan adalah salah satu bahan utama yang memberikan rasa gurih pada bumbu rendang. Nah, saat santan ditambahkan ke dalam masakan, rendang sebaiknya dimasak dengan api kecil sembari terus diaduk secara konsisten. Umumnya, daging dimasak hingga santan mengering.

Menurut Chef Heri, temperatur panas saat memasak perlu diperhatikan. Karena jika temperaturnya terlalu tinggi atau terlalu panas, rendang daging yang dihasilkan bisa alot.

“Semakin lama dimasak tetapi temperaturnya kecil, itu semakin bagus. Terakhir saat finishing, baru santannya dimasukkan dan diaduk sampai teksturnya kental,” ujar Chef Heri, saat ditemui di Sailendra Restaurant di JW Marriot Hotel, beberapa waktu lalu.

4.Kandungan gizi

Karena mengandung santan, rendang yang terus-menerus dipanaskan bisa berubah kandungan gizinya. Menurut Chef Heri, lemak yang bagus bisa berubah menjadi lemak tak bagus jika masakan bersantan dipanaskan terus menerus. Karena itu, setelah matang, rendang sebaiknya dibagi dalam beberapa porsi penyimpanan. Sehingga, rendang bisa dikonsumsi sesuai satu kali kebutuhan.

Agar rendang awet dan tidak mudah basi, rendang sebaiknya disimpan di dalam wadah kontainer yang bersih dan ditutup rapat. Kemudian, simpan rendang di chiller atau freezer.

Ayam Panggang Bumbu Tiram? Ini Resep dan Cara Membuatnya

Jika rendang yang disimpan di chiller tidak dibagi dalam beberapa porsi, sendok untuk mengambil rendang pun harus diperhatikan. Pakailah sendok yang bersih saat mengambil rendang. Hal ini agar rendang tidak mudah basi.

“Jika langsung disajikan semua, jika tidak habis, bisa cepat basi. Jadi ambillah seperlunya, dan sisanya simpan di chiller,” tambahnya. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Letak geografis pulau Bangka yang dikelilingi laut membuat sajian seafood jadi salah satu makanan andalan. Aneka sajian khas Bangka bisa di cicip di resto ini.

Masyarakat Bangka memang memiliki kuliner dengan citarasa khas yang unik. Berbagai olahan ikan laut jadi salah satu andalannya. Kalau ingin mencoba masakan khas Bangka, cobalah datang ke restoran Kampoeng Bangka yang setiap harinya menawarkan sajian Bangka maknyus.

Resto yang berlokasi di bilangan Melawai, Jakarta Selatan ini ada beragam menu seafood Bangka yang rasanya autentik. Rasa penasaran membuat kami menyambangi restoran ini.

Meskipun menawarkan kuliner daerah tapi resto ini didesain dengan tampilan yang kasual. Suasana santai makin terasa karena resto dilengkapi panggung live music yang bisa menghibur pengunjung.

Tak mau berlama-lama, kami lantas memesan beberapa menu andalan di resto ini. Ada olahan ikan pari asam manis, ikan kerapu saus lemon dan pelengkapnya sambal rusip khas Bangka.

Sebenarnya ada satu menu andalan yang unik di resto ini yakni ekor ikan tenggiri bakar, tapi sayangnya kami tak bisa mencicip ikan ini. Resto belum mendapatkan pasokan ikan tenggiri dari Bangka. Di sini memang ada beberapa ikan dan bahan yang didatangkan langsung dari Bangka untuk menjaga agar masakan tetap autentik.

Namun, beberapa olahan seafood khas Bangka tetap saja menarik selera buat dicicipi. Ada Ikan Pari Asam Manis (Rp 38.500) yang hadir dengan lumuran saus asam manis yang kental.

Bebeda dengan saus asam manis ala China, potongan ikan pari diolah dengan saus asam manis yang pekat rempah. Aroma asam pedas langsung merebak saat ikan pari terhidang. Seporsi menu ini berisi 3 potong ikan pari berukuran sedang.

Tekstur ikan pari terasa lembut berdaging tebal, sekilas mirip tekstur ikan tuna. Bumbu asam manis yang menggenang membuat ikan lebih lezat. Tapi sayangnya kami merasa ikan pari ini beraroma sedikit amis.

Kami juga memesan sambal rusip khas Bangka (Rp 16.500). Sambal ini terbuat dari ikan teri yang difermentasi selama seminggu kemudian disajikan dengan irisan bawang merah, cabai rawit perasan jeruk kunci.

Aroma khas sambal ini berpadu dengan segarnya irisan bawang dan kucuran air jeruk. Sebelum disantap, sambal ini harus diaduk terlebih dahulu hingga rata. Rasa asam dan asin mendominasi sambal ini, semburat pedas baru terasa saat menggigit irisan rawitnya. Segar!

“Ikan terinya yang dipakai dari Bangka, kalau ikan teri sini berbeda. Jadi ikan sudah difermentasi, di sini tinggal tambah irisan bawang dan cabai,” jelas salah satu pelayan restoran.

Pelayan yang asli orang Bangka ini juga menjelaskan kalau di Bangka, sambal rusip ini terbilang primadona. Orang Bangka biasa menyantap berbagai makanan dengan cocolan sambal rusip, termasuk saat makan lalapan.

Selain dua menu tersebut, kami juga mencicip Kerapu Saus Lemon Thai (Rp 143 ribu) yang hadir dengan tampilan menggoda. Fillet ikan kerapu utuh tanpa putus kemudian dimasak dengan cara dikukus.

Pelengkapnya ada saus lemon Thai yang asam kecut dan sedikit pedas. Lembut dan gurihnya kerapu ini terasa mengejutkan lidah saat disantap dengan kuah lemon yang asam.

Ketiga menu ini sangat pas disantap hangat dengan nasi putih. Jadi kalau tergoda makan siang dengan menu khas Bangka bisa datang langsung ke resto ini.

Oiya, di sini juga tersedia menu lainnya mulai lempah kuning ikan tenggiri, pindang, semur daging bangka, lempah akar keladi hingga sup kepala ikan.

Kampoeng Bangka
Jl. Panglima Polim Raya No. 102
Melawai, Jakarta Selatan
Telepon : (021) 7392344

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bogor – Saat berada di kota Bogor, makanan yang paling enak yang wajib anda coba cicipi adalah Tauge Goreng. Makanan ini memang paling banyak di sukai semua masyarakat bogor, karena rasanya yang khas dan enak. Untuk menemukan makanan ini bisa anda temukan di jajanan pinggiran jalan, atau jika anda ingin membuatnya juga silahkan coba resep tauge goreng khas Bogor ini di rumah.

Tauge goreng ini adalah salah satu jajanan kuliner yang asli nusantara dan juga populer di beberapa daerah. Misalnya seperti toge goreng khas Bogor, Bandung, Betawi atau Jakarta, toge tauco (geco) Cianjur dan beberapa daerah lainnya yang tentunya dengan ciri khas variasi penyajiannya masing-masing. Resep tauge goreng khas Bogor pada kreasi kali ini cukup sederhana. Saus sambal goreng yang disiram diatasnya berasal dari paduan oncom dan bumbu tauco ini membuatnya jadi masakan bercita rasa unik dan sangat enak ketika disantap.

Inilah Resep Tauge Goreng Khas Bogor Paling Mudah

Dari namanya mungkin ada yang berpikir bahwa olahan ini adalah tauge yang dibuat dengan cara digoreng, namun ternyata nama itu menipu siapa saja, karena sebenarnya tauge goreng dibuat dengan cara direbus. Kata goreng diperoleh sebab perebusan tauge-nya dilakukan dengan memakai wajan, yang notabene dipakai sebagai alat penggorengan.

Cara Membuat Tauge Goreng

Ini dia bahan- bahan dan cara membuatnya:

Pertama dalam membuat tauge goreng ini anda seduh toge dan mie kuning dengan air mendidih hingga agak layu, kemudian anda sisihkan dan tiriskan.

Nah kemudian anda buat saus oncom, caranya yaitu anda panaskan minyak, kemudian anda tumis bumbu halusnya hingga harum dan matang. Lalu anda tambahkan daun bawang dan tomat, kemudian anda aduk-aduk hingga layu. Tambahkan air kecap manis, didihkan dan masak hingga kental, dan beri air jeruk limo, angkat.

Anda atur toge, mie basah dan tahu goreng, kemudian anda siramkan dengan saus oncomnya lalu anda taburi juga dengan daun bawang kucainya.

Bagaimana, mudah bukan resep tauge goreng khas Bogor yang mudah dan praktis ini. Ternyata ini lebih mudah dan sebentar waktunya untuk membuat tauge gorengnya.

Silahkan untuk anda semua yang suka sayur-sayuran, tauge goreng cocok ini anda hidangkan sebagai menu makan malam besama keluarga anda. Menjadi variasi menu untuk keluarga tercinta. Selamat mencoba dan selamat menikmati, semoga berhasil membuat tauge gorengnya. (***)

sumber: theboxsceneproject.org

1 ekor ayam sedang
1 sendok teh
5 tangkai kemangi
100 ml santan dari 1/4 butir kelapa
2 lembar daun jeruk, buang tulangnya
2 cm lengkuas, memarkan
2 sendok makan minyak goreng untuk menumis

Bumbu Halus:

3 butir kemiri, sangrai
2 cm jahe
2 buah cabai merah besar
3 siung bawang putih
8 butir bawang merah
2 cm kencur

Persiapan Membersihkan Ayam:

Cara pertama yang akan dapat anda lakukan untuk membaut sajian kali ini cukup mudah dan sederhana. Yakni dengan membersihkan ayamnya terlebih dahulu.

Cara ini menjadi hal penting yang perlu anda perhatikan dengan baik agar demikian, sajian ayam bisa lebih mudah dimasak ketika anda mengetahui cara membersihkannya dengan baik.

Buka bungkus ayam dan masukkan kedalam wadah. lalu kemudian bawa sajian ini ke tempat cucian untuk dibersihkan secara merata. Adapun cara yang dapat dilakukan untuk membersihkan ayam ini dapat anda lakukan dengan mengucurkan ayam dibawah air bersih yang mengalir.

Bersihkan dimulai dari bagian kulitnya secara merata. Bila anda mendapati masih terdapat bulu-bulu pada bagian kulit ayam. Maka bersihkan dengan cara mencabutinya sampai bersih dan merata. Kemudian gosok dan remas bagian daging ayam sampai ke sela.

Cara ini penting dilakukan agar kotoran yang tersembunyi pada ayam dapat dibersihkan secara merata. Nah, bila sudah selesai membersihkan ayam secara merata maka angkat sajian ini dari cucian dan masukkan kembali kedalam wadah. Untuk kemudian tiriskan air cuciannya secara merata.

Dalam wadah silahkan kucuri ayam dengan menggunakan jeruk nipis dan berikan dengan sedikit taburan garam. Lalu kemudian aduk-aduk semua sajian ini secara merata.
Setelah dilumuri dengan bumbu diatas maka diamkan ayam sementara agar bahan ini meresap kedalam ayam.

Diamkan selama kurang lebih 10 menit.

Cara Membuat Ayam Suwir Bumbu Daun Jeruk yang Enak dan Mantap:
Untuk membuat sajian kali ini, silahkan potong ayam menjadi 4 bagian secara merata. Anda dapat menggunakan pisau dan lakukan diatas tatakan untuk memotong ayam dengan merata. Lalu siapkan sebuah panci dan berikan dengan air kedalamnya. Lalu rebus ayam sampai matang dan dagingnya menjadi lebih pucat dan teksturnya menjadi lebih padat merata.

Selanjutnya adalah dengan mengangkat ayam dari rebusan dan matikan kompor. Lalu tiriskan ayam dalam sebuah wadah dan tunggu sajian ini sampai agak dingin secara merata.

Kemudian setelah itu, Siapkan sebuah wajan diatas kompor dan nyalakan api yang sedang. Tunggu sampai wajan agak panas baru tuangkan minyak kedalamnya. Tunggu sampai minyak panas merata dan masukkan bumbu halus kedalam wajan. Lalu tumis sajian ini sampai matang dan merata. Masukkan pula lengkuas kedalamnya bersama dengan daun jeruk.

Aduk-aduk secara merata semua sajian ini sampai tercium bau harum yang enak dan sedap. Lalu kemudian masukkan ayam yang sudah anda suwir-suwir secara merata dan aduk secara merata sajian ini sampai merata.

Masukkan santan kedalam tumisan bumbu lalu masak sajian ini sambil diasuk sampai setengah matang dan bumbu meresap kedalamnya dengan merata. Masukkan daun kemangi pada saat sajian ini hampir matang. Lalu masak sebentar dan biarkan aroma daun kemangi menyeluruh dan meresap kedalam daging.

Nah, setelah matang maka kemudian sajian ini akan dapat anda nikmati selagi masih hangat bersama dengan nasi pulen menjelang waktu sahur nanti. Sajian ini mudah dibuat dan yang tentunya ayam adalah sajian yang sehat untuk disantap. (***)

sumber: selerasa.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Belakangan ini bakso beranak memang tengah hitz dan populer di masyarakat Indonesia. Khususnya untuk daerah Malang dan sekitarnya. Karena di sana banyak sekali warung bakso yang menyajikan bakso beranak dari ukuran kecil sampai bakso beranak ukuran jumbo yang besarnya hampir 5x mangkok saji.

Nah, bagi Anda penggemar bakso beranak dan sering beli di warung bakso langganan. Coba bikin bakso beranak sendiri di rumah yuk! Hasil resep bakso beranak daging sapi homemade ini rasanya tak kalah dengan olahan bakso beranak ala cafe loh. Rasanya enak mantap!

Bahan-bahan Bakso Beranak :

Daging sapi 500 gram, cincang
Tepung tapioka 75 gram
Es batu 150 gram
Bawang putih 4 siung
Bawang putih 3 siung, rajang dan goreng
Bawang merah 5 siung, rajang dan goreng
Telur ayam 1 butir (telur ukuran besar)
Baking powder 1 sendok teh
Merica bubuk 1 sendok teh
Garam 2 sendok teh

Bahan Pelengkap Bakso:

Mie kuning
Bihun
Sayuran
Tahu

Cara Membuat Resep Bakso Beranak:

Pertama-tema haluskan daging sapi bersama es batu menggunakan penggiling daging, food processor atau blender (jika menggunakan blender maka dilakukan sedikit demi sedikit).

Selanjutnya masukkan tepung tapioka, garam, merica, bawang putih, bawang putih goreng, bawang merah goreng, putih telur, dan baking powder. Giling sampai benar-benar halus.

Rebus air sampai mendidih. Setelah mendidih, kecilkan api dan bisa matikan kompornya.

Langkah berikutnya buat bakso kecil untuk isian bakso beranak dulu. Isian boleh ditambah telur puyuh, sosis, sayuran sesuai selera. Bentuk bulat kecil adonan menggunakan dua sendok untuk dijadikan isi dari bakso beranak (banyaknya sesuai yang dibutuhkan) lalu masukkan dalam rebusan air. Nyalakan api dan rebus bakso sampai mengapung. Angkat, tiriskan.

Bakso Besar : Ambil mangkuk ukuran kecil lalu oles minyak tipis tipis. Lalu letakkan adonan dalam mangkuk (banyaknya adonan sesuai ukuran bakso yang diinginkan) dan ratakan pada mangkuk. Isi dengan bakso kecil yang telah matang dan tutup adonan. Rapikan tapi jangan ditekan telalu keras supaya bakso tidak jadi satu dengan isinya. Kemudian masukkan bakso dalam rebusan air dan rebus bakso sampai mengapung.

Yeah, bakso beranak siap di hidangkan selagi hangat lengkap dengan bahan pelengkap seperti mie kuning, bihun dan sayuran. Ternyata mudah dan praktis bukan?

Untuk kuah baksonya saya pakai kuah bakso sederhana tanpa tulang. Jadi tinggal pakai air bekas rebusan bakso yang di bumbui bawah putih, lada (merica), kemiri, garam, kaldu, irisan muncang sledri dan bawang goreng saja. Atur kuah gurihnya sesuai selera, jadi deh! Sajikan dengan saus dan sambal untuk penambah nikmatnya. (***)

sumber: doyanresep.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Singapura – Traveling ke Singapura untuk wisatawan Muslim, benar-benar tidak perlu pusing lagi. Makanan halal benar-benar terjamin standarnya, bukan hanya sekadar tanpa babi.

Singapura, meski bukan mayoritas Muslim, ternyata menganggap serius wisatawan muslim yang datang ke negaranya. Diapit oleh Indonesia dan Malaysia, negara mayoritas penduduk penganut agama Islam, membuat Singapura juga membuka diri untuk wisatawan muslim.

MIRIS! Drama Buku Nikah Itu Menyeretnya Kepenjara, Tapi Kriss Hatta Masih Bisa Tertawa

Selain sejumlah tempat ibadah, fasilitas umum lain seperti tempat makan pun disediakan. Bukan sekadar kandungan, tetapi juga segala aspek yang menjamin halal.

Misalnya saja dari sertifikasi. Hal ini cukup penting, untuk menjamin bahwa ada lembaga Islam yang menyatakan bahwa makanan tersebut tidak mengandung hal-hal haram, seperti daging babi, minyak babi, atau kandungan alkohol.

Masyarakat Singapura pun turut berpartisipasi. Contohnya di wisata kuliner di food court Kopitiam, pusat perbelanjaan Changi City Point. Di sana, ada bagian makanan Halal dan Non Halal, serta setiap kedai memiliki logo khusus.

Alat-alat makanan yang digunakan juga mempunyai perbedaan. Jika makanan yang disajikan Halal, alat makannya berwarna hijau dan hanya boleh digunakan untuk makanan lain yang juga halal. Makanan non halal, memiliki alat makan berwarna putih.

Tempat menaruh alat makan atau tray juga punya pembeda. Pihak pengelola menyajikan tulisan khusus halal dan non halal. Sangat mudah!

Tempat lain, Berseh Food Centre di Jalan Besar, juga punya tempat pembeda. Di sana, ada tray khusus makanan halal dan non halal. Sehingga tidak perlu khawatir, apabila traveler ingin wisata kuliner di Singapura.

Jika traveler ingin lebih mudah mencari makanan halal, paling mudah adalah mencari makanan vegetarian. Namun, beberapa restoran Padang atau Timur Tengah pun sudah bisa dijamin kualitas halalnya.

Beberapa tempat yang menjual makanan halal di Singapura antara lain kawasan Kampong Glam, Bugis dan beberapa food court di dalam mal. Mudah dan efisien bukan mencari makanan halal di Singapura. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Jika bosan dengan sajian mie yang biasa, mie juga enak dibuat omelet. Tambahan cabe akan bikin omelet ini makin enak rasanya.

Bahan:

2 buah Mie instan
2 butir telur
1/2 sdt merica bubuk
1 sdt garam
2 buah cabe rawit merah, iris halus
1 batang daun bawang, cincang halus
3 sdm minyak sayur

Cara membuat:

Rebus mie instan dalam iar secukupnya hingga lunak. Angkat mie dan tiriskan.
Kocok telur bersama garam dan merica hingga tercampur rata.
Tambahkan mie instan dan cabe raiwt, aduk rata.
Panaskan minyak dalam wajan antilengket.
Tuangkan campuran mie.
Masak dengan api kecil hingga kedua sisinya kecokelatan.
Angkat dan sajikan hangat. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Masakan ekstrim ala Koto Gadang, Sumatera Barat Gulai Itik Cabe Hijau Koto Gadang. Bagi si Emak ini adalah masakan kebanggan nya sebagai orang Minang. Dulu kata nenek si Emak, perempuan minang kalo belum bisa masak Gulai Itik Cabe Hijau Koto Gadang berarti belum dianggap pintar masak. Dan bagi masyarakat minang ini merupakan masakan kebesaran selain Lau Gadang yang berasal dari daging sapi.

Lepet Jagung?, Olahan Berbahan Jagung Lain Daripada yang Lain, Nih Resepnya

 

Kalau di tempat asal nya disebut Gulai Itiak Lado Mudo ( Gulai Itik Cabe Muda). Koto Gadang daerah nya dekat Ngarai Sianok yang lumayan dingin nya, merupakan perpaduan yang cocok dengan masakan yang satu ini. Dan biasanya pasangan untuk makan gulai itik ini adalah Talua Gembung alias Telur Dadar Gembung yang jga berasal dari telur itik. Pedas cabe hijau ini hanya sekedar sampai di bibir saja, beda dengan pedas dari merica yanng sampai ke tenggorokan, jadi jangan takut untuk mencoba nya.

Ayam Panggang Bumbu Tiram? Ini Resep dan Cara Membuatnya

Tidak usah berlama-lama lagi, silahkan dicoba Gulai Itik Cabe Hijau Koto Gadang rasa super ekstrim pedas nya.

Bahan :

800 gr bebek muda, kemudian potong 8

5 lbr daun jeruk purut

2 btg serai, memarkan

3 ptg asam kandis

750 ml air

Bumbu Halus :

20 bh cabai hijau tua

10 bh bawang merah

1 sdm jahe yang sudah dicincang

1 sdm lengkuas yang sudah dicincang juga

1 1/2 sdt merica bulat

8 bh kemiri, sanggrai

1 sdm garam

Cara memasak Gulai Itik Cabai Hijau

Panaskan wajan terlebih dahulu, kemudian masukkan 5 sdm minyak untuk menumis,masukkan bumbu halus, serai, dan daun jeruk purut, kemudian aduk hingga harum.

Masukkan bebek, aduk hingga bebek menjadi kaku. Setelah itu tuangkan air kedalam nya hingga terendam semuanya, berikan asam kandis kedalam nya juga.

Sesekali diaduk, masak dengan menggunakan api kecil saja selama lebih kurang 2-3 jam, atau hingga daging empuk dan bumbu meresap serta masakan sudah mengeluarkan minyak, tanda masakan siap diangkat. (***)

sumber: kompasiana.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Sarapan dengan makanan khas Indonesia seperti bubur ayam dan lontong sayur memang paling enak. Apalagi bubur ayam dengan tambahan ayam suwir dan cakwe, serta lontong sayur dengan tambahan telur bulat dan ayam.

Tapi pernahkah terpikirkan dari keduanya, mana yang mengandung kalori lebih tinggi? Ketua Indonesia Sport Nutritionist Association (ISNA), Dr Rita Ramayulis, DCN, MKes pun menyebutkan bahwa kandungan kalori keduanya hampir sama.

Tentara dan Warga Hadapi Kendala saat Rehab Mushola Al – Mmunawir

“Kalori lebih kurang sama, karena bahan dasarnya lebih kurang sama dari nasi,” ujarnya

Menurut Rita, kandungan minyak di bubur ayam dan lontong sayur pun tidak jauh berbeda. Dalam bubur ayam, kandungan minyak berbentuk minyak, sedangkan di dalam lontong sayur berbentuk santan.

“Kuburan” Jadi Saksi Bisu Aksi Bejad Bapak Cabuli Anak Kandungnya

“Untuk satu porsi kalorinya hampir sama, 400-500 kkal,” sebut Rita. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Jagung bisa dijadikan bahan baku lepet dari jagung. Sepertinya bahan2nya jg mudah tinggal aduk2 aja, Ini selengkapnya

Bahan-bahan

10 Biji lepet jagung

1 buah jagung manis (yg besar)
1/2 buah kelapa setengah tua parut
3 sendok makan maizena
2 sendok makan tepung terigu
4 sendok makan gula pasir
Sejumput garam

Kukus kelapanya terlebih dahulu (tdk dikukus lg jg tdk apa2, karena kalo sisa biar tdk mdah basi,bisa dimanfaatkan buat bikin urap

Kupas jagungnya, jangan dibuang kulitnya buat bungkus nti. Terus di pipil dgn pake pisau

Campur semua bahan aduk rata. Lalu ambil kulit jagung yg sudah dibersihkan, ambil satu sendok makan lalu gulung lipat ujung2nya ikat dengan kulitnya.

Kukus selama 30 menit hingga matang dan sajikan

Selamat mencoba. (***)

sumber: cookpad.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – Di tempat ini ada masakan rumahan khas Priangan Timur. Nasi tutug opak yang enak disantap dengan sambal jando dan ditutup dengan es cendol. Mantap!

Menikmati masakan Sunda di Kota Bandung sudah biasa. Tetapi di tempat ini ada sajian autentik Priangan Timur yang unik dan enak menggoyang lidah. Di rumah makan Nini Anteh Warung Sangu Tasik yang ada di Jl. Citarum, Bandung Anda akan mendapatkan pengalaman berbeda. Rumah makan ini cabang dari Jl. Dewi Sartika Tasikmalaya. Punya menu andalan hidangan khas Priangan Timur.

Untuk menu ikan air tawar, ada ikan nila bakar khas masyarakat pegunungan Tasikmalaya-Ciamis. Ikan dibakar menggunakan kayu batang teh dan bumbu kuning yang meresap hingga ke dalam. Gurih dan harum!

“Rumah makan kita benar-benar Sunda, enggak ada yang improve. Kita memang lebih ke Sunda priangan timur,” ujar pemilik Nini Anteh Nico Yioe, Jumat, 15 Februari 2019.

Lezatnya Makanan Khas dari Hasil Laut, Yuk Cobain Pindang Gombyang Kepala Jambal

Makanan lain yang tak kalah menarik adalah jando atau lemak sapi. Biasanya jando diolah menjadi sate, tapi di rumah makan ini justru dibuat sambal. Gurih kenyal dan makin mantap disuap dengan nasi hangat.

Tak ketinggalan menu khas Tasikmalaya nasi tutug atau sangu tutug. Jika biasanya nasi tutug dicampur dengan oncom, di sini bisa diolah dengan opak atau rengginang. Ada tekstur renyah gurih saat dikunyah.

Jajanan Pasar Ini Sangat Menggoda, Yuk Bikin Klepon Ubi Ungu

“Ada lagi yang favorit di sini itu bakakak ayam kampung sama sate sapi. Orang juga senang sama karedok, katanya beda. Sama satu lagi gepuk suwir yang wangi karena pakai daun honje,” katanya.

Sebagai pelengkap, minuman khas Sunda seperti es cendol Mang Dapit bisa menjadi penutup santapan yang gurih pedas. “Silakan coba sendiri. Cendol ini lebih kenyal, hijau dan wangi karena asli pakai daun suji. Tidak pakai pewarna,” ucap Nico.

Ayam Panggang Bumbu Tiram? Ini Resep dan Cara Membuatnya

Suasana rumah makan yang hangat dan homey dengan sentuhan pernak-pernik antik dan klasik membuat pengunjung bakal betah. Apalagi disediakan spot khusus untuk berfoto yang menarik.

“Konsep kita memang pengunjung dibuat betah. Biar serasa makan di rumah nenek kita sendiri,” tutupnya. Bagi yang ingin makan sambil bersantai bisa menikmati sajian kopi Hawu yang juga tak kalah unik. Minuman ini disajikan ala Turkish Coffee dengan paduan biji kopi khas Priangan.

Istimewa

“Untuk sekarang kita ada promo Nyaah Ka Kolot. Setiap pengunjung yang datang membawa orang tuanya kita beri diskon 15 persen,” ujar Nico. Buat yang belum punya rencana makan bersama keluarga akhir pekan ini, bisa mampir makan sedap di sini. Rumah makan buka mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Indramayu – Kabupaten Indramayu memiliki garis pantai sepanjang 147 kilometer. Dengan kondisi geografisnya itu, laut menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan warganya, termasuk dalam hal makanan. Kabupaten Indramayu kaya akan makanan khas yang bersumber dari hasil laut.

Salah satunya adalah pindang gombyang. Menu makanan yang berbahan baku kepala ikan manyung itu sangat populer dalam beberapa tahun terakhir. Dengan racikan bumbu rempah-rempah pada kuahnya, makanan tersebut dijamin mampu menggoyang lidah para pecintanya. Siapa pun yang mencicipinya, akan dibuat ketagihan untuk kembali menikmatinya.

Diduga Alami Kelainan, Pemuda Ini Pacari Nenek 75 Tahun Lalu Dibunuhnya

Selain sangat lezat, makanan itu pun kaya akan protein yang terkandung dalam kepala ikan manyung. Karenanya, makanan tersebut sehat untuk dikonsumsi.

Namun, siapa sangka, sebelum diolah menjadi pindang gombyang, kepala ikan manyung dulunya ibarat limbah. Badan ikan manyung, selama ini diolah menjadi ikan asin jambal roti.

Okky Lukman Ajukan Pertanyaan Ke Sophia Latjuba, Kok Cut Tari Emosi! Ada Apa Ya?

Di Kabupaten Indramayu, industri pembuatan ikan asin jambal roti memang tumbuh subur. Sedangkan kepalanya, dihargai dengan sangat murah bahkan dibuang begitu saja.

“Daripada terbuang, lebih baik dimanfaatkan,” ujar Carmiah, Senin, 11 Februari 2019.

“Cilok Cilok” Pejuang Cilik Ini Berjualan Cilok Setelah Ayahnya Meninggal Dunia, Ini Kisahnya

Di tangan Carmiah (49 tahun), kepala ikan manyung akhirnya sukses disulap menjadi pindang gombyang. Bahkan, makanan tersebut menjadi makanan khas Kabupaten Indramayu. Menu itu kini dengan mudah ditemukan di berbagai warung dan rumah makan di Kabupaten Indramayu dan daerah lain di sekitarnya.

Carmiah menceritakan, pertama kali membuat pindang gombyang kepala ikan manyung bersama suaminya, Tarika, pada 2006. Masakannya dijual di RM Ananda milik mereka di pinggir pantai Desa Karangsong, Kecamatan/Kabupaten Indramayu.

Dalam dua bulan pertama, Carmiah mengaku penjualan pindang gombyangnya masih lesu. Hal ini karena tak banyak orang yang mengetahui menu makanan tersebut.

Tarika bahkan harus mengundang teman-temannya untuk mencicipi makanan tersebut. Setelah itu, pindang gombyang lantas mulai dikenal dari mulut ke mulut. Pembeli pun semakin ramai berdatangan.

Tak hanya itu, banyak pedagang masakan dan warga di Kabupaten Indramayu yang kemudian juga ikut membuatnya. Alhasil, kepala ikan manyung yang dulunya limbah kini menjadi makanan favorit asli Indramayu yang terkenal ke berbagai daerah.

Untuk mendapatkan kepala ikan manyung, Carmiah dengan mudah memperolehnya dari wilayah Karangsong, yang merupakan sentra perikanan terbesar di Kabupaten Indramayu. Namun, setelah terkenal lewat olahan pindang gombyang, harga kepala ikan manyung pun melejit, dari Rp 2.500 per Kg kini menjadi Rp 25 ribu per Kg.

Satu buah kepala ikan manyung rata-rata berbobot tiga kilogram. Untuk menjadi olahan pindang gombyang, kepala ikan manyung dibelah menjadi dua bagian untuk setiap porsinya.

“Setelah dibersihkan, kepala ikan manyung kemudian dikukus selama satu jam. Saya sengaja tidak merebusnya supaya daging yang menempel di kepala ikannya tidak remuk,” kata Carmiah.

Kepala ikan manyung yang telah dikukus itu kemudian dimasukkan ke dalam kuah bumbu. Kuah tersebut sebelumnya telah dimasak dengan bumbu-bumbu seperti kunyit, jahe, bawang merah, bawang putih, lengkuas, kemiri, kacang tanah, asem jawa, tomat dan cabe rawit. Hasilnya, tercipta makanan pindang gombyang yang sangat lezat dan menggugah selera.

Untuk setiap porsi pindang gombyang, Carmiah menjualnya dengan harga Rp 50-60 ribu. Harga itu berbeda tergantung ukuran kepala ikan manyung.

Salah seorang warga Kota Bandung, Gelar, mengaku selalu memburu pindang gombyang setiap kali berkunjung ke Indramayu. Dia bahkan sering membelinya sebagai oleh-oleh untuk keluarganya di Bandung.

“Keluarga saya sangat suka. Mereka selalu minta dibelikan pindang gombyang. Rasanya memang enak banget,” ujar Gelar saat ditemui sedang menyantap pindang gombyang di RM Ananda. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Klepon merupakan kue basah khas jajanan pasar.

Karena kue ini mudah ditemui di pasar-pasar tradisional.

Umumnya kue ini dibuat dari bahan dasar tepung ketan yang diberikan pewarna makanan dan didalamnya berisi gula merah.

Nah kali ini ada cara baru dalam menikmati hidangan kue klepon.

Yakni klepon ubi ungu.

Ayam Panggang Bumbu Tiram? Ini Resep dan Cara Membuatnya

Anda Pecinta Pedas?, Yuk Kita Intip Cara Buat Sup Cumi Pedas

Mau Tau Caranya Mengolah Babat Sapi agar Empuk dan Tidak Bau, Ini Tipsnya

Kue ini dibuat dari bahan dasar ubi ungu.

Teksturnya yang kenyal dan isian gula merah di dalamnya akan membuat lidah anda bergoyang.

Berikut resep klepon ubi ungu

Bahan-bahan:

150 Gram tepung ketan putih

150 Gram ubi ungu kukus halus

Sejumput garam halus

Air secukupnya, sampai bisa dipulung

Gula merah, potong kecil untuk isian

1/2 Biji kelapa, parut, kukus bersama sedikit garam dan daun pandan

Cara membuat:

Campur tepung ketan dan garam lalu aduk rata.

Tambahkan ubi ungu, uleni hingga tercampur.

Masukkan air sedikit sedikit sampai adonan dapat dipulung.

Didihkan air dalam panci, sementara itu ambil sedikit adonan, beri isi gula merah dan bulatkan.

Langsung masukkan ke air mendidih, kalau mengapung segera diangkat, disaring dan dicelupkan ke parutan kelapa. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Siapa bisa menolak kelezatan resep masak Ayam Panggang Bumbu Tiram ini.

Rasanya enak karena bumbunya yang medok dan nikmat.

Enak banget dimakan bersama nasi putih hangat.

Resep Ayam Penyet Sambal Korek Pedas

Resep dan Cara Membuat Ikan Bakar Rica-rica

Ini Loh Resep dan Cara Membuat Ikan Asam Pedas Kuah Merah dan Kental

Ini cara membuatnya

Bahan:

1 buah ayam, bagi 4 bagian
1 sendok makan air jeruk nipis
1/2 sendok teh garam
1/2 sendok teh gula pasir

Bahan Perendam:

2 siung bawang putih, dihaluskan
3 sendok makan saus tiram
1 cm jahe parut, diperas, diambil airnya
2 sendok makan kecap manis
1/2 sendok makan gula pasir
1/2 sendok teh garam
1/4 sendok teh merica bubuk
1/2 sendok teh minyak wijen
500 ml air

Bahan Taburan:

2 sendok teh wijen sangrai

Cara Membuat Ayam Panggang Bumbu Tiram:

  1. Lumuri ayam, air jeruk nipis, garam, dan gula pasir. Biarkan 15 menit.
  2. Perendam, campur bawang putih, saus tiram, jahe, gula pasir, garam, merica bubuk, kecap manis, dan minyak wijen. Aduk rata. Masukkan ayam. Diamkan 30 menit.
  3. Tuang air. Masak ayam hingga bumbu meresap dan ayam empuk.
  4. Panggang ayam di dalam oven dengan api bawah pada suhu 190 derajat Celsius, 15 menit hingga matang. Tabur wijen.

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Umumnya, kancing lepis alias jengkol diolah menjadi semur atau balado. Padahal, bahan makanan ini dapat dikreasikan menjadi berbagai hidangan lain yang tak kalah lezat dan nikmat.

Anda Pecinta Pedas?, Yuk Kita Intip Cara Buat Sup Cumi Pedas

Rupiahku Sayang, Rupiahku yang Malang

Anda yang ingin menyantap makanan pedas bisa membuat Jengkol Geprek Cabai Hijau. Membuatnya pun cukup mudah. Berikut resep Jengkol Geprek Cabai Hijau

Bahan-bahan:

500 gr Jengkol, cuci bersih lalu goreng hingga matang, angkat, geprek
Ikan asin secukupnya, goreng kering
Garam secukupnya
Gula secukupnya
Minyak goreng secukupnya

Bumbu cabe ijo, ulek kasar:

2 siung bawang putih
10 siung bawang merah
1 bh tomat besar
25 bh cabai hijau
5 bh cabai rawit merah

Cara membuat:

Tumis bumbu cabai ijo dengan minyak secukupnya. Aduk rata lalu beri garam dan gula. Aduk lalu masak hingga bumbu cabai ijo matang. Koreksi rasa. (***)

sumber: sindonews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Jika beli cumi, jangan sampai masaknya nggak enak. Bahan yang satu ini harus bisa diolah hingga jadi menu yang bikin keluarga ketagihan, biar nggak sayang sama mahalnya.

Nah, resep yang satu ini pasti tak akan kalah dengan menu seafood lainnya, sup cumi pedas.

Bahan-bahan:

600 gr cumi segar/ secukupnya
1 buah jeruk nipis
1 sdt garam

Bumbu kasar:

3 lembar daun jeruk
2 batang serai
1 cm lengkuas
1 sdm saus tiram
1 sdm saus cabai
1 sdm saus tomat

Bumbu halus:

4 siung bawang putih
6 siung bawang merah
6 buah cabai rawit
2 buah cabai merah
1 sdt merica
1 cm jahe
1 cm kunyit
garam dan gula secukupnya

Cara membuat:

Bersihkan cumi, potong-potong dan rendam dengan jeruk nipis dan garam. Setelah direndam selama 30 menit, bilas bersih.

Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan daun jeruk, lengkuas dan serai. Masak hingga bumbu matang dan mengental. Masukkan cumi dan aduk rata dengan bumbu.

Tuang air secukupnya. Masukkan saus tiram, saus cabai, saus tomat, gula dan garam secukupnya. Masak hingga mendidih dan cumi matang.

Setelah matang, beri taburan daun bawang agar sedap. Sup cumi pedas siap sajikan hangat dengan nasi. (***)

sumber: fimela.com

KULINER

Sabtu | 02 Februari 2019

Resep dan Cara Membuat Ikan Bakar Rica-rica

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Di mana pun Anda berada, pasti tidak ada yang bisa menolak masakan ikan, Apalagi kalau Anda memasak ikan bakar rica-rica Wah, belum tahu, ya. Nih resepnya

Bahan:

20 buah cabai merah keriting
2 cm jahe
6 butir bawang merah
2 ½ sdt garam
2 sdm minyak goreng
10 lembar daun jeruk
2 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
6 ekor (600 g) ikan kembung banjar (tude)
2 buah jeruk nipis, ambil airnya

Sambal dabu-dabu, aduk rata:

15 buah cabai rawit merah, iris ½ cm
4 buah cabai merah keriting, iris ½ cm
3 butir bawang merah, potong-potong
1 buah tomat merah ukuran sedang, potong dadu ½ cm
3 buah jeruk limau, ambil airnya
½ sdt garam

Cara Membuat:

Tumbuk kasar cabai merah keriting, jahe, bawang merah, dan garam.
Panaskan 2 sdm minyak di atas api sedang, tumis bumbu yang sudah ditumbuk, daun jeruk, dan serai hingga harum dan matang. Angkat, sisihkan.

Cuci ikan, belah perutnya, bersihkan isinya. Masukkan ½ bagian bumbu tumis ke dalam perut ikan, oleskan sisa bumbu pada badan ikan hingga rata.

Bakar ikan di atas bara api hingga matang sambil sesekali diolesi minyak agar tidak hangus.

Setelah ikan matang, kucuri dengan air jeruk nipis.
Bakar lagi sebentar hingga bumbu agak mengering. Angkat
Sajikan dengan sambal dabu-dabu di atasnya. (***)

sumber: femina.co.id