PANORAMA

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lembang – Berwisata ke Lembang, jangan lupa ke taman anggrek yang satu ini. Dijamin, tersihir dengan keindahannya!

Tidak hanya memiliki berbagai spot foto yang instagramable, Orchid forest Cikole merupakan salah satu pusat konservasi tanaman langka di Indonesia.dam memiliki berbagai macam koleksi anggrek dari dalam dan luar negeri.

Koleksi anggrek langka di Orchid forest bisa ditemukan di dalam semacam green house bernama Orchid House.

Untuk memasuki tempat ini, tidak dikenakan tambahan biaya lagi. Selain anggrek yang cantik dan langka, terdapat spot foto menarik yang tidak boleh dilewatkan di dalam orchid house ini.

Di dalam Orchid house, kita bisa menemukan berbagai macam jenis anggrek, mulai dari anggrek yang biasa kita temui, sampai anggrek-anggrek langka dari Indonesia maupun negara lain.

Untuk anggrek langka ditempatkan dalam sebuah kotak pelindung khusus yang transparan, sehingga kita masih bisa mengagumi keindahan anggrek yang tersimpan di dalamnya.

Saya cukup terkesima saat mengagumi anggrek di tempat ini, sebab banyak anggrek yang baru kali ini saya temui dan memiliki berbagai bentuk yang unik, seperti anggrek selop yang menyerupai sebuah selop atau sepatu yang merupakan tanaman endemic Jawa Timur, dan Jade Slipper Orchid yang biasa ditemukan di Vietnam Utara dan China, yang bunganya memiliki wangi raspberry.

Tidak hanya orchid forest yang memiliki koleksi bunga yang cantik dan indah, impian saya, suatu hari nanti ingin rasanya bisa berkunjung ke Dubai, karena sebagaimana Orchid forest yang memiliki berbagai koleksi anggrek, di Dubai terdapat Miracle Garden, yang dulunya merupakan hamparan padang pasir, namun disulap menjadi taman dengan berbagai jenis bunga yang sangat indah dan mempesona.

Dubai Miracle Garden merupakan taman bunga seluas 72.000 meter persegi dan memiliki 50 juta bunga yang tersebar di seluruh kawasannya.

Terdapat berbagai instalasi taman yang cantik dan menarik, dan tidak hanya bunga, ada juga butterfly garden yang menampung lebih dari 35.000 spesies kupu-kupu.(***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Banyuwangi – Beredar viral di media sosial, soal Pantai Syariah Pulau Santen Banyuwangi yang pengunjung pria dan wanitanya dipisah. Ada yang menyebut ini sebagai Arabisasi.

Pantai Syariah Pulau Santen di Banyuwangi disebut pantai yang tak ramah dengan wisatawan. Sebab di pantai ini ada pemisahan antara pengunjung laki-laki dan perempuan. Bahkan juga muncul meme yang menggambarkan Pantai Pulau Santen adalah pantai yang cocok untuk LGBT.

Viralnya tuduhan ini diluncurkan oleh salah satu netizen bernama Kajitow Elkayeni, jika terjadi adanya Arabisasi dalam konsep pariwisata di Banyuwangi. Statemen tersebut dilontarkannya dalam tulisan bertajuk “Di Tanah Hindu Banyuwangi Itu, Arabisasi Dipaksakan Tumbuh”.

Dalam tulisan itu dipaparkan pantai Pulau Santen yang berkonsep wisata halal telah bergeser menjadi pengkultusan agama dan kelompok tertentu. Tak hanya itu, dirinya menilai adanya penjajahan model baru itu masuk lewat pariwisata, melalui doktrin syariahnya.

“Pantai Santen mulai diarabkan. Pengunjung dipisahkan berdasarkan jenis kelaminnya. Percontohan itu dianggap sukses. Tempat-tempat lain menunggu pencaplokan. Untuk segera diarabkan,” ujarnya dalam tulisan yang diunggah pada 27 Juni 2019.

Dalam tulisan itu, Kajitow Elkayeni juga bercerita tentang sejarah Kerajaan Blambangan yang kalah karena serangan penjajah dan suku Madura. Para pendatang dari Jawa dan Madura mengambil-alih. Sejak saat itu, para pendatang ini menganggap merekalah pribumi di sana.

“Antek-antek Belanda itu bersukacita di atas bau bacin mayat rakyat Blambangan,” ujarnya dalam tulisan yang viral di medsos ini.

Kekalahan Osing mempertahankan tanah Blambangannya belum selesai. Setelah penjajah bule kabur, penjajah lokal masih saja belum puas menghancur-leburkan mereka. Kini ke-osingan mulai mendapat tantangan lebih serius dari doktrin agama. Tanah mereka mulai dipetak-petak sesuai tafsir sekelompok moron tekstual.

“Tetapi kesalah-kaprahan itu terlanjur dilakukan. Banyuwangi telah berhasil menjual keindonesiaannya demi Riyal dan Dinar. Menpar tahu, tidak ada dasar untuk menjalankan doktrin keislaman dalam pariwisata. Oleh sebab itu ia menyorongkan Jokowi agar menandatangani Peraturan Pemerintah tentang Jaminan Produk Halal (PP JPH),” tambahnya.

Di akhir tulisan, Kajitow Elkayeni menilai Indonesia hari esok mirip seperti keadaan Osing dan Blambangan hari ini. Disebut-sebut sebagai pewaris kebudayaan, tapi hanya dalam slogan pariwisata dan buku-buku. Di dunia nyata, mereka telah lama disingkirkan. Atau diubah menjadi bentuk yang berbeda, yang bukan Osing dan Blambangan lagi.

Tulisan ini sudah dibagikan oleh 641 kali dan dikomentari oleh ribuan Netizen. Hal ini tentunya menuai pro dan kontra. Bahkan beberapa menilai tulisan ini berbau hoax dan sangat menyudutkan berbagai kalangan dan termasuk Pemkab Banyuwangi.

“Semoga Indonesia jauh dari Arabisasi. Semoga budaya Indonesia selalu hidup. Aku cinta dengan budaya Indonesia!,” ujar Jeroen van Der Kooij yang diikuti emoticon cinta dan bendera Indonesia.

Ada lagi Ayun Indah berkomentar jika tidak benar Banyuwangi telah melakukan arabisasi. Terbukti masih banyak peninggalan dan kesenian Hindu hilang.

“Maaf om,, apa situ pernah kebanyuwangi??
Kalaupun pak anaz mau meng arabisasi sudah dari awal tempat2 peninggalan hindu ditenggelamkan,,
Bagaimana dg gandrung sewu? Apakah pesertanya pakek cadar??
Bagaimana dg kebo2an??,,
Jangan ngawur kalau nulis om,, aq asli banyuwangi,, disini islam dan hindu sangat rukun dan saling menghargai,” ujarnya.

Selain tuduhan itu, muncul pula meme tentang pantai Pulau Santen adalah pantai khusus untuk LGBT. Gambar atau meme itu bergambar salah satu sudut Pulau Santen dengan Tulisan Syariah Beach Pulau Santen dan penunjuk arah pemisah antara pengunjung laki-laki dan perempuan. Selain itu juga ada foto laki-laki bergandengan tangan menggunakan baju perempuan. Foto itu tidak menyebutkan diambil dari pantai mana. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Yogyakarta – Kamu mau liburan di Malioboro, Yogyakarta weekend ini? Objek wisata di sekitar Malioboro mesti dimasukkan ke dalam list kunjungan.

Bagi yang berencana ingin liburan ke Yogyakarta, jangan lupa mengunjungi beberapa objek wisata yang disuguhkan oleh kota pelajar ini.

Jalan Malioboro terbentang dari Tugu Yogyakarta hingga perempatan Kantor Pos Yogyakarta. Yuk simak apa saja yang bisa kamu lakukan di sepanjang Malioboro:

1.Pasar Beringharjo

Tidak lengkap rasanya kalau ke Jogja tidak membeli batik khas Yogyakarta. Oleh-oleh ini menjadi daya tarik Jogja di mata wisatawan. Pasar Beringharjo merupakan pusat perbelanjaan Malioboro. Tidak saja batik, pasar ini juga menjual berbagai oleh-oleh khas Jogja lainnya.

Lokasi pasar ini terletak di Jalan Malioboro terus jalan ke selatan sampai di pertigaan Ngejaman belok ke kiri.

2.Titik Nol Jogja

Yang menjadi keistimewaan Malioboro adalah titik nol. Sebuah persimpangan yang menjadi favorit masyarakat sekitar dan wisatawan. Walaupun hanya sebuah persimpangan, titik nol ini bisa dibilang sebagai titik tengah kota Jogja. Lokasinya berada ditengah-tengah Keraton Jogja dan Jalan Malioboro.

Objek wisata Malioboro yang satu ini menjadi tempat nongkrong untuk menghabiskan waktu dan berfoto-foto. Pada sore hari dan malam hari selalu ramai disesaki wisatawan. Dengan dikelilingi bangunan bekas kolonial Belanda, membuat area ini seolah-olah sedang berada di negeri Belanda namun dengan lampu-lampu khas Jogja.

3.Menginap di Hotel dari Harga Rendah hingga Berbintang

Kawasan Malioboro terdapat banyak penginapan yang dapat dipilih menjadi tempat istirahat kita. Banyak penginapan dari harga rendah hingga hotel berbintang terdapat disepanjang kawasan Malioboro. Kawasan Malioboro juga terdapat banyak pedagang-pedagang makanan kaki lima dan pedagang yang menjual makanan dan oleh-oleh khas Jogja.

4.Nonton Atraksi Musik di Malam Hari

Aktivitas Malioboro di malam hari juga patut untuk dinikmati. Dimalam hari ada musisi jalanan yang memainkan alat-alat musik tradisional menghibur wisatawan yang datang di kawasan Malioboro. Para musisi ini menghibur dengan menyanyikan lagu-lagu yang disaksikan oleh para wisatawan yang berlalu lalang menikmati jalanan dikawasan Malioboro.

5.Naik Andong atau Becak

Andong atau becak yang ada di kawasan Malioboro juga bisa anda nikmati. Disepanjang jalanan Malioboro terdapat andong dan becak yang bisa anda sewa mengitari kawasan Malioboro tanpa rasa capek. Kita juga bisa menyewa andong atau becak ini di malam hari untuk menikmati lampu-lampu jalanan Malioboro. Pastikan dulu rute dan harganya kepada tukang becak dan kita juga bisa menawarnya.

6.Mencicipi Gudeg Lesehan

Gudeg merupakan makanan khas Jogja yang wajib dicoba. Di sepanjang jalan Malioboro banyak pedagang-pedagang kuliner lesehan salah satunya gudeg. Pada siang hari sudah banyak pedagang kuliner mulai buka, tapi pengunjung akan lebih ramai berdatangan pada malam hari.

Mencicipi berbagai kuliner khas Jogja dapat kamu temukan disepanjang Jalan Malioboro. Di malam hari menjadi pilihan yang bagus untuk memburu kuliner dikawasan tersebut. Kita juga bisa menikmati kuliner dengan adanya hiburan oleh musisi-musisi jalanan dan lampu jalanan serta kendaraan yang melawati jalur searah tersebut. Pedagang pakaian dan aksesori juga bisa dijajaki untuk menemukan oleh-oleh apa yang akan dibawa pulang. Itulah beberapa objek wisata Malioboro yang bisa kita nikmati. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bantul – Gelombang tinggi di Pantai Selatan Jawa beberapa hari ini, tidak berdampak pada kunjungan wisata di kawasan Pantai Parangtritis. Suasananya masih ramai.

Tercatat hari ini ada ribuan wisatawan yang mengunjungi kawasan tersebut. Di Pantai Parangtritis, gelombang air laut tampak tidak begitu tinggi. Akan tetapi, hembusan angin di Pantai yang berlokasi di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul ini sangatlah kencang.

“Jika dibanding hari biasa, ombak hari ini cukup tinggi, tapi kalau dibandingkan kemarin Selasa, 11 Juni 2019 ketinggiannya cenderung menurun. Karena kemarin itu (ketinggian ombak di Pantai Parangtritis) mencapai 5 sampai 6 meter,” ucap anggota tim SAR Satlinmas wilayah III Parangtritis, Catur Wibowo, di Posko SAR Pantai Parangtritis, Rabu, 12 juni 2019.

Kendati demikian, Tim SAR tetap mengimbau kepada wisatawan agar tidak bermain air di Pantai Parangtritis. Mengingat terdapat beberapa titik palung di Pantai tersebut.

Salah seorang wisatawan, Kusminingsih (48), mengatakan bahwa ia telah mendengar kabar gelombang tinggi yang menerjang Pantai Selatan Jawa. Namun hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk mengunjungi Pantai Parangtritis.

“Sudah dengar kabar itu (adanya gelombang tinggi), tapi karena saudara terlanjur mengajak ke sini (Pantai Parangtritis) mau gimana lagi, kan yang penting tidak bermain air sampai ke tengah,” katanya.

Lanjut warga Kota Yogyakarta ini, sebetulnya ia berencana untuk mengunjungi Pantai-pantai di Gunungkidul. Namun, karena jaraknya yang terbilang jauh, Kusminingsih memilih untuk mengunjungi Pantai Parangtritis.

“Karena kalau ke Parangtritis kan tidak terlalu jauh dari rumah. Selain itu pemandangan pantainya juga lumayan,” ucapnya.

Terpisah, Koordinator TPR Parangtritis, Rokhmad Ridwanto mengatakan, bahwa hingga siang ini tercatat ada sekitar 4 ribu wisatawan yang berkunjung ke Pantai Parangtritis. Bahkan, saat gelombang pasang kemarin, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pantai Parangtritis mencapai belasan ribu orang.

“Kemarin Selasa, 11 juni 2019 memang ada kabar gelombang pasang, tapi untuk jumlah wisatawan mencapai 16.650 orang dan sampai siang ini sekitar 4 ribu orang,” ucapnya.

Menurutnya, penurunan jumlah kunjungan wisata hari ini karena sebagian besar pemudik telah kembali ke perantauan. Akan tetapi, ia menilai semakin sore jumlah wisatawan yang datang akan semakin bertambah karena saat ini masih masuk libur sekolah. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Daerah Ibukota Yogyakarta (DIY) terkenal dengan sejumlah objek pariwisatanya.

Dan siapa bilang berwisata ke Pantai Selatan Yogyakarta hanya bisa menikmati keindahan laut saja?

Bagi anda yang ingin menikmati suasana lain, wisatawan yang berkunjung ke Pantai Selatan Yogyakarta juga bisa menikmati keindahan kebun bunga warna-warni yang memikat hati.

Bayangkan, tidak hanya satu, atau dua kebun saja yang tersedia untuk memikat hati dan mata anda. Saat ini, setidaknya jumlah kebun bunga yang menyajikan pemandangan yang menggoda hati jumlahnya sudah mencapai sekitar 20 kebun.

Istimewa

Dan semua kebun bunga yang menghadirkan berbagai warna itu berada di tepi Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Pulau Jawa.

Kebun bunga bernama Resoinangun Garden ini, satu diantaranya. Kebun ini dirintis oleh warga Dusun Ngepet dan Dusun Tegalsari, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Ketika anda berada di kebun bunga ini, anda dimanjakan dengan spot dan aksesori unik untuk selfi. Adapun tempat yang menggoda hati di kebun ini, seperti becak bunga, sepeda bunga, lampion hingga kursi dari bambu yang layak untuk dicoba.

Untuk bisa berburu foto Instagrammable di sini, Anda hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp5.000 saja. (int)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pengelola Bandara Changi di Singapura atau Changi Airport Group (CAG) meluncurkan Changi Rewards Travel untuk wisatawan Indonesia yang kerap berkunjung ke sana. Changi Rewards Travel atau CRT ini adalah program penghargaan dari pihak bandara agar pengunjung mendapatkan akses ke lounge.

Associate General Manager CAG Jaisey Yip mengatakan Changi Rewards Travel menyasar wisatawan Indonesia karena pelancong Tanah Air termasuk yang paling sering berkunjung ke Changi Airport sebagai destinasi wisata maupun sekadar transit.

Untuk mendapatkan Changi Rewards Travel ini, wisatawan harus mendaftar dan aktif menggunakannya,” kata Jaisey Yip di Jakarta, Selasa, 30 April 2019.

Siswi SMP yang Ditemukan Jadi Mayat, Ternyata Korban Pemerkosaan dan Pembunuhan Ayah Tiri

Menurut dia, keaktifan pengunjung Bandara Changi yang menjadi anggota CRT berguna bagi pihak Changi Airport Group untuk melakukan penilaian. “Kami ingin melihat apa yang disukai travellers Indonesia, misalnya apakah mereka sering menggunakan lounge access,” ujarnya.

Wisatawan Indonesia yang bepergian melalui Changi Airport, Singapura akan mendapatkan penghargaan dari CRT. Penghargaan untuk wisatawan itu sebagai rangkaian hak istimewa yang sudah dikurasi untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan.

Anggota CRT dapat menikmati akses lounge di bandara di seluruh dunia sebagai kompensasi keterlambatan penerbangan atau jika ketinggalan pesawat saat transit. “Keanggotaan di Changi Rewards Travel bukan hanya untuk belanja namun juga kenyamanan travellers,” kata Jaisey Yip.

Contoh, jika ada anggota CRT yang hendak pergi ke London dan transit di Changi Airport, kemudian mendadak pesawatnya delay selama 2 jam, maka wisatawan itu bisa mendapakan lounge access hampir di seluruh bandara di dunia. (***)

sumber: tempo.co

MEDIAKEPRI.CO.ID, Aceh – Inilah Pantai Momong di Aceh. Tempatnya yang asri dan tersembunyi, membuat pantai ini jadi favorit warga Aceh yang mau bersantai.

Pantai Momong, begitulah masyarakat setempat menyebutnya. Dulu pantai ini belum populer. Bahkan untuk main ke sini kamu harus minta izin warga sekitar.

Namun sekarang pantai ini sudah di buka untuk masyarakat umum yang ingin menikmatinya. Pantai ini berada dalam kawasan pemukiman Lampuuk, Gampong Meunasah Bale, Kecamatan Lhok Nga, Kabupaten Aceh Besar.

Meski belum terkenal seperti pantai lain di Lampuuk yang sudah menjadi destinasi wisata di Aceh Besar, pantai momong tidak kalah menarik untuk dikunjungi.

Pantai ini memesona dengan pemandangan alam yang masih alami. Pantai Momong juga memiliki pemandangan laut biru, pasir putih dan batu karang. Di tempat ini juga terdapat Momong Cafe and Resort yang menawarkan berbagai minuman dan makanan.

Saat terbaik untuk menikmati pantai ini adalah sore hari saat matahari hendak terbenam.

Untuk sampai di tempat ini, bila pengunjung berangkat dari Kota Banda Aceh hanya membutuhkan waktu 30 menit berkendaraan.

Akses menuju ke lokasi sudah dapat dilalui kendaraan roda empat karena sudah ada terobosan jalan walaupun sedang meningkatan kualitas jalannya. Nah, untuk kamu yang berkunjung ke Aceh pastikan destinasi ini. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Indramayu – Pulau Biawak merupakan salah satu destinasi wisata di Indramayu. Mirip seperti Pulau Komodo, tapi pulau ini dihuni oleh Biawak.

Pemprov Jabar memproyeksikan pulau Biawak yang ada di Kabupaten Indramayu menjadi destinasi wisata bertaraf Internasional. Pembenahan infrastruktur harus dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar Dedi Taufik mengatakan pulau seluas 150 hektar itu berpotensi menjadi wisata unggulan. Ratusan Biawak mendiami pulang yang didominasi 80 persen mangrove, 20 persen campuran hutan pantai.

Pulau Biawak juga menawarkan wisata air berupa diving, karena terumbu karang masih perawan. Ia menyakini pulau tersebut tak kalah dari Pulau Nusa Penida yang terletak di sebelah tenggara Bali.

“Dengan semua potensi itu, tentu ini sangat bisa kami akselerasi promosinya sampai tingkat nasional hingga internasional,” kata Dedi saat dihubungi detikcom, Selasa, 23 April 2019.

Segudang potensi wisata yang ada belum sebanding dengan tingkat kunjungan wisatawan sejauh ini. Hal ini diakuinya perlu ada perbaikan aksesibilitas dan fasilitas penunjang untuk kenyamanan wisatawan.

“Dalam kunjungan saya ke sana (Pulau Biawak) kemarin itu ada beberapa hal yang jadi catatan. Jarak tempuh bagi pengunjung itu menyeberang sepanjang 40 kilometer. Kalau menggunakan perahu biasa 4 jam, kalau menggunakan speedboat 1,5 jam,” katanya.

Menurutnya penataan infrastruktur harus dilakukan misalnya penambahan sarana transportasi berkapasitas besar. Selain itu peningkatan kualitas homestay dan sarana penunjang bagi wisatawan, seperti jalan setapak maupun papan informasi.

“Kapal yang besar tidak bisa langsung berlabuh. Harus dibangun tambatan perahu. Homestay-nya perlu diperbaiki, dan jalan setapak untuk pengunjung juga harus ada,” tutur dia

Saat ini, pihaknya sedang menyusun masterplan perbaikan pulau. Ia menargetkan tahun 2020 upaya pembenahan sudah bisa berjalan.

“Yang jelas, ini kan berhubungan dengan alam. Semua rencana perbaikan fasilitas dan pembenahan sarana di Pulau Biawak akan melibatkan pemerhati lingkungan. Jangan sampai upaya perbaikan justru merusak alam,” ujar Dedi. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.COID, Balikpapan – Salah satu destinasi wisata yang menarik di Balikpapan, Kalimantan Timur, adalah sebuah rumah panggung bernama Dahor. Rumah Dahor merupakan rumah pekerja kilang minyak zaman Bataafsche Petroleum Matschappij atau BPM pada tahun 1920. Rumah Dahor menjadi bangunan peninggalan zaman Belanda yang masih terawat.

Pertamina menggandeng komunitas Dahor Heritage untuk melestarikan dan menjadikan Rumah Cagar Budaya Dahor sebagai destinasi wisata di Kota Balikpapan. Rumah Dahor menjadi lokasi cagar budaya di Balikpapan pada 1997. Cagar budaya ini menjadi pengingat jejak penemuan sumur minyak pertama Mathilda Balikpapan pada 1897.

Awalnya, terdapat 27 rumah panggung dahor yang dijadikan lokasi cagar budaya di Balikpapan. Namun tiga tahun silam, sebagian rumah terdampak program perluasan kilang minyak Pertamina Balikpapan.

Kini, ada sembilan rumah Dahor di Kompleks Rumah Dahor, Kota Balikpapan yang dimanfaatkan sebagai perpustakaan, taman baca, museum mini sejarah Balikpapan, hingga sejarah ekplorasi migas dari zaman Belanda hingga sekarang.

Sembilan rumah Dahor tersebut dibenahi agar masyarakat tertarik untuk datang dan melihat aset peninggalan zaman Belanda ini. Jika tak ingin repot-repot ke Balikpapan, kamu bisa melihat contoh rumah Dahor di Taman Mini Indonesia Indah atau TMII dalam pameran Expo Nusantara 2019.

Kami ingin pengunjung merasakan atmosfer rumah Dahor di Balikpapan. Ada booth visualisasi replikasi rumah Dahor,” kata Pjs Region Manager Communication & CSR Pertamina Kalimantan, Cecep Supriyatna, Jumat 19 April 2019.

Expo Nusantara bertema rumah budaya bagsa di TMII ini berlangsung di Gedung Sasana Kriya mulai Jumat sampai Minggu, 19 – 21 April 2019. Tidak hanya pameran museum, Expo Nusantara juga terdiri atas pameran dan instansi pemerintah, kuliner nusantara, dan produk-produk unggulan. (****)

sumber: tempo.co

PANORAMA

Senin | 18 Februari 2019

BYURR!! Yok ke Curug Tirto Wening

MEDIAKEPRI.CO.ID, Semarang – Ada banyak wisata tersembunyi yang menarik dikunjungi di Semarang. Sebut saja Curug Tirto Wening yang cantik banget!

Curug Tirto Wening berlokasi di Desa Cemanggal, Kabupaten Semarang. Berada di lereng Gunung Ungaran, Tirto Wening menjadi destinasi menarik bagi wisatawan yang menggemari sensasi bermain di air terjun.

Untuk sampai di lokasi, kami menempuh jarak 20 Km ke arah selatan dari Alun-alun kota Ungaran. Akses jalan menuju lokasi Tirto Wening juga cukup memadai, baik untuk kendaraan roda empat maupun roda dua.

Dari segi waktu, menggunakan kendaraan pribadi perjalanan yang kami tempuh berdurasi 30 menit. Setelah memasuki wilayah Desa Cemanggal, di sepanjang perjalanan, areal persawahan terasering di kanan kiri jalan akan memanjakan sejauh mata memandang.

Udara khas pegunungan dan para petani setempat yang kami temui, begitu ramah dan hangat menyapa. Cuaca Desa Cemanggal yang cerah siang itu, membuat kami tak sabar untuk segera merasakan kesegaran air Curug Tirto Wening.

Suara deru air terjun terdengar, menandai lokasi Curug Tirto Wening sudah tak jauh lagi. Benar, keberadaanya tak jauh dari tepi jalan kami memakirkan kendaraan.

Suasana air terjun tampak asri, tak begitu besar memang, tetapi deru air yang turun, sudah cukup untuk sekadar memijat punggung. Namun yang lebih menggairahkan, kebersihan lokasinya masih sedap dipandang, tanpa ada sampah berserakkan.

Di bawah Curug, aliran air yang terbendung, membentuk kolam di tengah-tengah sungai. Kedalamannya satu setengah meter, air yang jernih menjadikan dasar sungai tampak menggoda untuk segera berenang.

Byurrrr! Segar dan dingin langsung terasa saat menyelam di aliran sungai yang berasal dari grojogan Curug Tirto Wening. Silakan kunjungi untuk merasakan sensa bermain air di Curug Tirto Wening. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kota Tua Jakarta selalu memiliki bagian menarik untuk menjadi sebuah objek wisata yang tak membosankan. Kawasan yang terletak di Jakarta Barat ini pun selalu ramai dikunjungi, khususnya pada momen-momen liburan.

Bagian yang paling jelas menjadi daya tarik utama dari kawasan Kota Tua adalah sebuah museum yang didirikan pada abad ke-17, yaitu Museum Fatahillah. Museum ini didirikan pada abad ke-17.

Pernah Rasakan Olahan Ayam Pedas Pekat Jahe? Nih Admin Bisikin Resepnya

Ini Loh Resep dan Cara Membuat Ikan Asam Pedas Kuah Merah dan Kental

Cocok untuk Sarapan dan Bekal, Ini Resep dan Cara Membuat Telur Dadar Gulung Isi Sayur

Sampai saat ini lokasi yang menjadi cagar budaya ini tetap mempertahankan desain arsitekturnya yang khas kolonial Belanda. Oleh karena itu museum ini pun menjadi spot foto favorit wisatawan di Kota Tua.

Di siang hari kawasan Kota Tua, khususnya Taman Fatahillah akan tampak berbeda dengan kawasan lainnya. Selain adanya Museum Fatahillah, bangunan lain seperti kafe-kafe di sekitarnya pun memiliki desain bangunan yang khas kolonial.

Hal itu pun dipertegas dengan adanya sejumlah seniman patung yang mengenakan kostum unik, misalnya memakai pakaian noni Belanda atau pahlawan kemerdekaan. Ada pula yang menyediakan sepeda onthel warna-warni untuk disewakan kepada wisatawan.

Beranjak ke sore hari biasanya wisatawan akan semakin ramai, terlebih jika itu hari libur dan cuaca cukup cerah. Sebagian wisatawan berkeliling menikmati pemandangan Jakarta tempo dulu.

Pada malam hari suasana ramai pun masih terasa. Taman Fatahillah sudah dihiasi oleh tata lampu yang baik sehingga pemandangan klasik di siang hari masih bisa dinikmati wisatawan pada malam harinya.

Dengan pencahayaan di sekitar bangunan, arsitektur klasik di kawasan Kota Tua terlihat apik di malam hari. Pintar-pintarlah mencari momen dan sudut pandang yang pas untuk mengabadikan ke sebuah foto. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Menyambut Tahun Baru Presiden Jokowi mengajak traveler liburan dalam negeri. Khususnya, menelusuri melalui Jalan Tol Trans Jawa. Yuk!

Dilihat dari Instagram pribadinya, Sabtu, 29 Desember 2018 Presiden Jokowi mengajak traveler untuk liburan di dalam negeri. Tidak hanya itu, Jokowi juga memamerkan Jalan Tol Trans Jawa dan fasilitasnya yang baru-baru ini diresmikan.

“Ke mana kalian berlibur di akhir tahun ini? Saya mengajak kita semua menikmati liburan di dalam negeri,” tulis Jokowi dalam Instagram-nya.

Traveler yang ingin liburan di Pulau Jawa sekarang lebih hemat waktu karena adanya jalan tol sepanjang 760 Km dari Jakarta- Surabaya. Jalan tol ini diresmikan pada Kamis, 20 Desember 2018.

Jadi traveler yang ingin ke Semarang sampai Surabaya dipermudah dengan akses ini.

Setelah peresmian, Presiden Jokowi Jokowi langsung mencoba melewati jalan tol ini. Dia juga menceritakan bagaimana suasana yang bisa dinikmati traveler saat melintasi Jalan Tol Trans Jawa dalam caption Instagramnya.

“Bayangkan suasana senja melewati ruas tol Bawen-Salatiga di Jawa Tengah seraya memandang Gunung Merbabu.

Di ruas ini juga ada Jembatan Tuntang yang melewati kawasan hutan dan Danau Rawa Pening. Panorama alamnya sangat indah. Di daerah Kendal, di ruas tol Batang-Semarang, ada jembatan Kalikuto yang menjulang kokoh dari rangka baja lengkung bercat merah. Yang melewati simpang susun Kartosuro dari Salatiga akan menikmati pemandangan di kiri-kanan jalan berupa persawahan yang membentang luas, padang rumput, pepohonan dan rumah-rumah penduduk di kejauhan. Juga saat melintasi simpang susun Jombang di ruas tol Jombang-Mojokerto, Jawa Timur,” tulisnya.

Dalam captionnya juga, Jokowi mengungkapkan fasilitas yang ada di sepanjang jalan tol. Di antaranya tempat-tempat peristirahatan lengkap dengan toilet, masjid, musala, warung-warung makanan lokal. Dan tak lupa, Presiden Jokowi meminta traveler untuk foto-foto perjalanan untuk dibagikan di media sosial.

“Dan satu lagi: foto-foto perjalananmu layak untuk dibagikan di media sosial. Selamat berlibur,” tulis Jokowi.

Nah traveler yang belum punya ide untuk liburan ke mana, bisa nih jalan-jalan sesuai rekomendasi Presiden Jokowi. Yuk! (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Old Station – Sebuah bukit pasir di California mencuri perhatian. Kalau biasanya berwarna coklat kehitaman, pasir di bukit ini berwarna-warni seperti dilukis.

Seperti namanya, The Painted Dunes merupakan bukit pasir yang memiliki warna. Cantik dan unik, The Painted Dunes ini jadi tempat untuk mencari keheningan.

Berada di Lassen Volcanic National Park, jaraknya sekitar 2 jam dari kota Old Station. Namun apa yang menunggu di sana akan membuat rasa lelah saat perjalanan hilang seketika.

The Painted Dunes ini asli, karena merupakan batu yang terbentuk dari lapisan abu vulkanik yang teroksidasi. Abu dari gunung menjadi begitu jelas teroksidasi dan berwarna karena jatuh di atas aliran lava saat masih panas.

Berada di taman nasional, traveler yang ingin melihat pasir cantik ini bisa mendaki di Cinder Cone. Dari sini traveler bisa melihat luasnya bukit-bukit pasir cantik dengan lebih leluasa.

Uniknya lagi, warna-warna cantik tersebut akan terlihat di atas gundukan pasir dan membentuk pusaran. Warna merah, kuning, oranye dan abu-abu saling timbun membentuk gradasi cantik di antara pepohonan yang tumbuh.

Selain lereng yang berisi bukit warna-warni, Lassen Volcanic National Park juga menawarkan keindahan lain yatu empat jenis gunung berapi. Kamu yang hobi adventure sangat cocok untuk bertualang ke sini.

Traveler yang mau ke sini disarankan untuk memiliki waktu selama sehari penuh. Karena tempat ini cukup luas untuk dijelajahi. Juga bawa banyak persediaan air, makanan dan baterei, karena tempat ini fotogenik banget! (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Traveler harap waspada jika mau liburan ke wilayah pantai selatan Pulau Jawa sampai ke NTT. Menurut BMKG, sedang ada gelombang tinggi!

Baru-baru ini, heboh di sosial media video traveler yang kemping di pantai di kawasan Gunungkidul, DI Yogyakarta terhempas ombak yang kencang. Sampai-sampai tendanya rusak, untungnya tidak ada korban jiwa.

Menurut Kepala Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono Prabowo, wilayah di bagian selatan Indonesia dari Aceh, Sumatera Barat, Lampung, Pulau Jawa sampai NTT sedang dilanda gelombang tinggi. Gelombangnya bisa mencapai 3-5 meter.

“Kalau kita lihat prediksi gelombang di pantai selatan Jawa memang ada potensi gelombang tinggi. Tidak hanya di selatan Jawa saja, hampir memanjang dari Aceh, Sumatera Barat sampai ke NTT,” katanya kepada detikTravel, Kamis, 19 jULI 2018.

“Beberapa laporan dari BMKG di tiap daerah, sudah terjadi kecelakaan,” ujar Mulyono.

Mulyono menjelaskan, BMKG di tiap daerah sudah memberikan peringatan kepada masyarakat. Lantas, dari mana gelombang tinggi itu terjadi?

“Adanya hembusan angin yang tidak terlalu kuat tapi konsisten arah dan kecepatannya sehingga menimbulkan gelombang yang tingi. Nelayan dengan perahu kecil, kami imbau untuk tidak berlayar dulu,” paparnya.

“Gelombang tinggi yang menempa sampai pesisir pantai ini kita prediksikan sampai 4 hari ke depan,” tutup Mulyono. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Hokkaido – Berlibur ke Hokkaido, Jepang tapi nggak usah keluar uang lagi, bisa kok. Ada resor dengan semua biaya all in.

Kalau bepergian ke luar negeri tentu salah satu hal terpenting yang harus kita siapkan adalah uang. Apalagi kalau tujuannya liburan. Pastinya kita tidak ingin terlantar saat sedang menikmati liburan.

Tapi ada caranya untuk liburan tanpa harus membawa uang banyak saat pergi ke Hokkaido, Jepang. Dengan menginap di Club Med Tomamu Hokkaido, kita hanya tinggal duduk manis karena harga per malamnya sudah termasuk semua paket liburan, penginapan, makan, dan transportasi yang ditawarkan.

Pergi ke Hokkaido pun tidak hanya musim salju saja. Saat musim panas pun kita bisa menikmati berbagai aktivitas.

Club Med Tomamu misalnya, menawarkan kegiatan seperti bersepeda, barbeque, piknik ala orang Prancis dengan pemandangan gunung, melihat lautan awan, hingga mengunjungi salah satu kolam renang indoor terbesar di Jepang.

“Iya betul bisa dibilang nggak usah bawa uang karena memang kita sudah inclusive. Makan pun kapan saja tersedia, nggak perlu repot cari makan di luar dan yang terpenting nggak dikenakan biaya,” jelas Marketing & Sales Support Executive Club Med Indonesia, Melly Dentinarahmi di Tomamu.

detikTravel pun sempat merasakannya saat diundang Club Med Tomamu dan Japan Airlines dalam Worldwide Event Club Med Tomamu Summer Season Opening, bersama pula dengan dua d’Traveler yang beruntung memenangkan kompetisi Libur Lebaran ke Hokkaido gratis, yaitu Martha Simandjuntak dan Wahyu Pradana Wahyono.

Kami hanya tinggal duduk manis saja dan juga diajak melakukan banyak kegiatan seru. Kala lapar di sore hari, tak perlu bingung di mana mencari makan, hanya tinggal datang ke restoran saja, makanan dan minuman pun telah tersedia.

Berlibur di Hokkaido ini juga rasanya masih mirip dengan liburan di Tanah Air. Sebabnya, banyak juga lho orang Indonesia yang bekerja di Club Med Tomamu. Di Tomamu saja ada sekitar 41 orang Indonesia yang bekerja.

Jadi jangan heran kalau tiba-tiba ada yang menyapa traveler dengan bahasa Indonesia seperti ‘Apa Kabar?’, ‘Terima kasih’, hingga ‘Selamat makan’. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – Pembangunan Masjid Raya Al Jabbar di Gede Bage Kota Bandung baru dilakukan peletakan batu pertama. Direncanakan pada 2019, masjid Al Jabbar ini sudah bisa digunakan oleh 93.000 jemaah.

Masjid ini akan menjadi salah satu masjid unik di Jawa Barat karena berada di atas Danau Retensi. Nantinya, masjid ini tidak hanya sebagai tempat ibadah tapi juga menjadi tempat edukasi karena di dalamnya akan dibangun museum sejarah nabi dan sejarah perkembangan Islam di Indonesia dan Jawa Barat.

Dibangun di atas lahan seluas 21 hektar. Dari luas tersebut, 10 hektare lahan diantaranya memiliki kedalaman 3 meter sebagai danau penampung air yang telah disetujui BBWS dan pemerintah pusat. Sisanya, seluas 11 hektare untuk masjid dan segala kelengkapannya.

Ukuran masjidnya 99×99, yang menyimbolkan jumlah Asmaul Husna. Akan ada empat menara yang dibangun, tiga diantaranya bertinggi 33 meter. Angka 33 menggambarkan rangkaian wirid tasbih 33, hamdalah 33, dan takbir 33. Jadi 33 dikali 3 menara itu 99. Itu jumlah asmaul husna.

Dalam sebuah hadits, “Barangsiapa yang membangun masjid di dunia, maka akan dibangunkan semisalnya di akhirat,” ( HR. Bukhari Muslim)

Semoga semua pihak yang turut dalam pembangunan Masjid Al Jabbar ini, mulai yang memberi ide, yang menganggarkan, yang menjadi kontraktor, yang menyediakan pasir, serta siapapun yang terlibat, masuk kategori membangun masjid, sehingga dibangunkan oleh Allah SWT sebuah rumah di surga kelak, aamiin(***)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Waduk pluit terus dipercantik, pengerukan waduk Pluit di sisi barat masih dilakukan untuk pengembangan potensi wisata air.

Pengerukan dilakukan sedalam 10 meter, namun saat ini sisi barat waduk baru dikeruk sedalam 3 meter.

Dengan dikeruk, warga dapat memanfaatkan secara maksimal wisata air di Waduk Pluit dengan menggunakan perahu.

Wisata air, melengkapi berbagai fasilitas yang sudah dimiliki di Taman Waduk Pluit, seperti lapangan olahraga dan tempat pertunjukan.

Debit air di waduk juga terus dijaga dengan level, selalu minus 180 cm di bawah permukaan laut karena selain bisa dimanfaatkan sebagai tempat wisata, Waduk Pluit juga menjadi pintu terakhir dari penampungan air apabila Jakarta banjir. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Magelang – Adanya tragedi bom di Surabaya dua hari terakhir. Kondisi itu tak berdampak signifikan pada kunjungan ke Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.

Jumlah wisatawan yang berkunjung di candi Buddha terbesar di dunia tersebut hari ini terbilang besar. Jumlahnya mencapai angka lebih dari 6 ribu wisatawan.

“Kunjungan wisatawan masih normal seperti biasa, tidak terpengaruh dengan adanya kejadian bom di Surabaya,” jelas General Manager Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB), I Gusti Putu Ngurah Sedana, di Kantor TWCB, Senin 14 mei 2018.

“Berdasarkan data yang ada, per pukul 13.00 WIB tadi, jumlah kunjungan sudah mencapai 6000 orang dengan 314 diantaranya adalah wisatawan mancanegara. Jumlah itu masih terus bertambah sampai nanti sore,” ungkap Putu.

Meski tidak terdampak, ada peningkatan pengamanan di Candi Borobudur. Sedikitnya ada 150 orang personel keamanan yang dikerahkan untuk mengamankan Candi Borobudur.

“Jumlah tersebut kita sebar di berbagai titik di Candi Borobudur. Pengamanan yang dilakukan terbuka maupun tertutup dengan kerjasama instansi samping, seperti polisi dan TNI,” jelasnya.

Selain menambah jumlah personel keamanan, pihak TWCB juga mengintensifkan patroli keamanan. Jika sebelumnya patroli dilakukan setiap beberapa jam sekali, untuk saat ini lebih digiatkan setiap setengah jam sekali.

“Memang ada beberapa titik yang menjadi kewaspadaan bersama, terutama di pagar dekat kandang gajah. Beberapa hari yang lalu kita mendapati pengunjung melompati pagar lewat titik tersebut dan langsung kita proses. Kita mengantisipasi hal serupa dengan menempatkan petugas di sana,” terangnya.

“Kita minta para pedagang juga ikut mencermati, jika ada orang atau pengunjung yang mencurigakan agar segera melapor ke pihak keamanan. Termasuk kalau ada pengunjung yang membawa barang mencurigakan, pihak keamanan akan langsung mengawasi,” tandasnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Taman Nasional Bromo Tengger Semeru jadi destinasi populer untuk menikmati alam. Salah satu spot terbaiknya adalah Bukit Teletubbies yang selalu bikin rindu.

Kalau masih ingat serial TV anak-anak Teletubbies, nah kurang lebih seperti itulah bukit-bukit kecil dengan hamparan rumput yang hijau. Bisa untuk lari-larian seperti di kartun Teletubbies.

Wisatawan juga sering menyebut dengan Padang Savana yang terletak dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini wajib dikunjungi.

Bak petualang sejati, naik turun jalanan yang terjal bukanlah rintangan. Kendaraan jeep yang kami pakai meluncur menuju Bukit Teletubbies. Setelah berpacu melintasi lautan pasir yang tak ada duanya ini, tibalah di padang rumput serta bukit-bukit cantik yang memanjakan mata.

Waktu paling tepat untuk mengunjungi bukit ini adalah pagi hari agar udara masih terasa sejuk. Selain itu, sebaiknya berkunjunglah saat peralihan musim hujan ke kemarau, di mana rumput-rumput sedang tumbuh subur.

Karena apabila musim kemarau rumputnya mengering. Tempat ini juga aman dijadikan untuk berlibur bersama keluarga.

Untuk menuju lokasi ini tentunya dapat menggunakan jeep yang dapat disewa di kawasan wisata Bromo dengan harga yang variatif. Selain jeep bisa juga dengan sepeda motor.

Jangan lupa membawa air minum yang cukup dan membawa masker saat melintasi lautan pasir. Selamat bertualang! (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Festival Bau Nyale di Lombok selalu jadi daya tarik. Punya acara berburu cacing yang khas, musik dan permainan tradisional, begini serunya acara adat Lombok.

Festival Bau Nyale adalah Festival Tahunan yang di adakan tiap tahun di Pantai Kuta Mandalika, Lombok. Puncaknya festival Bau Nyale ini di adakan biasanya di bulan Januari sampai Februari. Adapun festival tahunan ini adalah Surfing contest,presean, music Jazz, dan puncak Bau Nyale.

Kita bisa menikmati dibukit merese sambil menikmati sunset ditemani es kelapa muda. Tentu saja acara ini banyak turis mancanegara yang suka surfing. Surfing contest biasanya di selenggarakan di Pantai Seger.

Saya sendiri paling favorit nonton Presean sambil menikmati kacang. Yang bikin ketagihan adalah seni bela diri tersebut dengan menggunak stick yang terbuat dari rotan. Acara ini sendiri hampir setiap sore pukul 14.00 WITA sampai maghrib.

Petarungan ini di dilakukan antar kecamatan area Lombok. Bagi setiap anggota badan yang berdarah atau pun banyak bekas pukulan stick rotan maka dianggap kalah.

Uniknya dari bela diri ini juga hadir musik khas Presean. Alat traditional yang berjumlahkan enam orang seperti layaknya musik khas bali dan tarian khas presean antara kedua pemain dan wasit.

Music Jazz biasanya di selenggarakan malam hari H-1 sebelum puncaknya bau nyale. Penonton dipersilakan untuk ikut menari bahkan ikutan nyawer, agar acara semakin meriah.

Puncak dari Bau Nyale sendiri adalah diselenggarakan dini hari. Seluruh masyarakat dilombok pun ikut meramaikan acara inti tersebut.

Pada dini hari masyarakat berbondong-bondong mencari cacing yang berwarna merah kehijauan di Pantai Mandalika. Selanjutnya adalh pemilihan Putri Mandalika yang dikhususkan bagi gadis suku sasak. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Carstensz adalah puncak tertinggi Indonesia di Papua, satu dari Seven Summit dunia. Inilah Maximus Tipagau, putra asli Papua yang akan membawa kamu ke sana.

Carstensz Pyramid atau yang biasa disebut Puncak Carstensz berada pada ketinggian 4.884 mdpl. Lokasinya berada di rangkaian Pegunungan Tengah, Papua. Carstensz pun masuk dalam daftar 7 puncak tertinggi di 7 benua alias Seven Summit.

Puncak Carstensz Pyramid (Istimewa)

Namun menuju ke Puncak Carstensz bukanlah barang mudah. Puncak yang sering dihujani salju ini adanya di lokasi yang sulit terjamah, butuh 7 hari jalan kaki dari Desa Ugimba di Kabupaten Intan Jaya menembus hutan rimba yang tidak dihuni manusia.

Untuk menuju ke Puncak Carstensz, hanya ada beberapa operator pendakian saja. Salah satu operator pendakiannya ternyata ada yang dibuat oleh putra Papua asli yaitu Adventure Carstensz, oleh Maximus Tipagau.

Perjalanan pendakian ke Puncak Carstensz (Istimewa)

“Saya mendirikan Adventure Carstensz di tahun 2004. Awalnya, saya suka foto-foto di sekitar Puncak Carstensz dan banyak teman saya yang suka dan memotivasi untuk membuat operator pendakian ke sana. Ah, benar juga,” kata Maximus memulai perbincangan kepada detikTravel di salah satu restoran di Jakarta Pusat, Kamis 10 November 2016

Di tahun yang sama, Maximus masih bekerja di PT Freeport. Kemudian dia mengumpulkan modal untuk membuat operator pendakian yang akhirnya diberi nama Adventure Carstensz.

Maximus membuka memorinya, mengingat masa kecilnya. Siapa sangka, umur 6 tahun dia sudah mendaki sampai ke kaki Puncak Carstensz bersama bapaknya.

“Saya dulu cuma pakai koteka sampai ke kaki Puncak Carstensz bersama bapak saya untuk berburu. Sekarang mana berani kalau cuma pakai koteka,” ucapnya sembari tertawa.

Motivasi untuk mendirikan Adventure Carstensz rupanya juga berasal dari dirinya sendiri. Karena dia pikir, pariwisata adalah salah satu cara untuk menyejahterakan masyarakat di Desa Ugimba dan sekitarnya.

“Pariwisata itu mendatangkan uang. Saya bisa memperkerjakan orang-orang Ugimba menjadi porter. Mereka juga bisa berjualan suvenir, menjadi pemandu dan lain-lain. Pendaki yang datang membawa uang dan uangnya itu akan langsung dirasakan oleh kami sendiri,” paparnya.

Porter sebagai pengangkut barang pendaki (Istimewa)

Selain modal untuk mendirikan Adventure Carstensz, Maximus turut mengajak orang-orang Ugimba untuk sadar wisata. Status dirinya sebagai anak panglima perang Suku Moni yang mendiami Desa Ugimba memudahkan jalannya. Orang-orang setempat diberi pelatihan untuk melayani pendaki dan wisatawan.

Hingga kini, Adventure Carstensz sudah membawa sekitar 200 pendaki per tahun ke Puncak Carstensz. Hampir 80 persen pendaki berasal dari luar negeri seperti dari AS, Australia, Inggris, Belanda, Prancis hingga China.

“Biayanya USD 10.000 untuk pendaki mancanegara dan Rp 50 juta untuk pendaki dalam negeri. Khusus dalam negeri saya kasih harga murah, walau harga segitu tetap saja dinilai mahal. Tapi mau bagaimana lagi, masa orang Indonesia sendiri tidak bisa menikmati Carstensz,” urainya.

Harga pendakian tersebut belum termasuk tiket pesawat ke Timika. Harganya sudah termasuk biaya porter Rp 7 juta per hari, makanan selama pendakian, pemandu dan lain-lain. Bagi yang berminat, silakan kunjungi langsung website Adventure Carstensz.

Apa yang Maximus lakukan, patut diacungi jempol. Dengan keringat dan isi dompet pribadi, dia membangun pariwisata di Desa Ugimba. Dia juga yang memudahkan jalan pendaki untuk menuju Puncak Carstensz. Baginya, lebih baik dia sendiri yang turun tangan daripada harus terus menunggu bantuan pemerintah.

Kalau bukan orang Papua sendiri, maka siapa lagi yang memajukan pariwisata Papua. Tidak terasa, dari pedalaman rimba Papua, Maximus kini bekerja di Istana Kepresidenan untuk membantu Lenis Kogoya, Staf Khusus Presiden untuk masalah Papua. Meski begitu, promosi pariwisata Papua tidak dia tinggalkan.

“Belum ada perhatian dari pemerintah, khususnya Kementerian Pariwisata. Puncak Carstensz itu salah satu Seven Summit dunia, ada salju tropis di sana. Ini keajaiban dunia, maka jangan sampai disia-siakan. Aneh kan, kalau Kementerian Pariwisata tidak melirik Puncak Carstensz,” tutup Maximus yang juga baru menerbitkan buku ‘Maximus & Gladiator Papua’. (***)

sumber: detik.com

Gagasan itu berangkat dari rasa keprihatinan terhadap kerusakan lingkungan di Babel.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus berbenah dalam memajukan industri pariwisata guna mewujudkan wilayah itu sebagai salah satu dari 10 “Bali Baru” Indonesia. Untuk mempercepat hal itu, diperlukan sinergi dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pihak swasta.

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Babel ikut mendukung gerakan percepatan mewujudkan wilayah tersebut sebagai salah satu destinasi wisata baru di Indonesia. Dukungan itu, misalnya, dengan menyambut baik rencana lima investor asing yang siap berinvestasi di Pulau Belitung senilai 500 juta dolar AS atau sekitar Rp 6,5 triliun.

“Saya bersyukur Pak Gubernur Erzaldi Rosman Djohan adalah sosok yang punya visi baik tentang pariwisata sehingga dengan adanya investasi itu Babel sebagai Maldives Island (Maldives) atau Maladewa-nya Indonesia bisa segera terwujud,” kata Ketua Kadin Babel, Thomas Jusman dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis 1 Maret 2018.

Selain dikenal keindahan alamnya, menurut Thomas, Babel juga populer karena keharmonisan kehidupan masyarakatnya, terutama antarumat beragama. Nyaris tidak ada sekat-sekat dalam kehidupan masyarakat antargolongan maupun antarumat beragama. Thomas bercerita, selain keindahan pantainya, para pengunjung juga bisa merasakan wisata religi dan wisata sejarah di wilayah itu.

Untuk wisata religi, misalnya, setidaknya ada tujuh lokasi yang bisa dikunjungi wisatawan yang antara lain Goa Maria Pelindung Segala Bangka, Belinyu, Keuskupan Yong Fo dan Goa Maria, Puri Tri Agung, Kelenteng Kwan Tie Miaw dan Masjid Kayu. Sedangkan untuk wisata sejarah, pengunjung bisa melihat-lihat tempat pengasingan para pendiri bangsa seperti pengasingan Bung Karno dan Bung Hatta di Bukit Menumbing, Muntok, Bangka.

Selain itu, Thomas bersama teman-temannya berencana membangun wisata religi ikonik seluas sekitar lima hektare di daerah Sungailiat. Gagasan itu berangkat dari rasa keprihatinan terhadap kerusakan lingkungan di Babel. Konsepnya kelak 70 persen untuk publik dan 30 persen untuk religinya.

Bangunannya pun diupayakan tetap tidak merusak lingkungan dengan kata lain mempertahankan keaslian alamnya. “Sebagai wujud cinta pada Tuhan adalah mencintai lingkungan dan alamnya. Juga mencintai sesama umat manusia. Kami menamainya ‘Taman Bintang Samudera’. Proyeknya sekitar Rp 200 miliar,” kata Thomas.

Gubernur Kepulauan Babel Erzaldi pada Senin 26 Februari 2018 lalu menerima kunjungan lima investor asing yang berencana berinvestasi di Pulau Belitung. Erzaldi menyambut baik rencana kelima pengusaha yang terdiri atas Greaves dari Kanada, Ameenulahu Bin Abu Hameed dari Malaysia, Nazarisham Bin Muhamed Isa dari Singapura, Sinpraseuth Robert dari Australia dan Subramani dari India. Kehadiran mereka juga ditemani oleh Edi Kodri, salah seorang tokoh masyarakat dan pengusaha asal Belitung

Kunjungan wisatawan ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus meningkat saban tahun. Pada 2017, misalnya, mencapai 367.084 atau naik sekitar 21,72 persen dibandingkan 2016 yang mencapai 359.901. Pemprov Babel juga optimistis target wisatawan asing sekitar 500 ribu orang akan tercapai pada 2019. Selama ini, jumlah turis asing yang berkunjung ke Babel mencapai 6.000 hingga 7.000 orang per tahun. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Badung – Misteri 2 pesawat Boeing 737 misterius di Bali mulai terkuak. Rupanya mau jadi tempat hiburan malam dan restoran. Tapi bagaimana pesawat-pesawat itu dibawa ke sana?

“Banyak turis-turis asing yang tanya ke saya, bagaimana bisa ada pesawat di pinggir jalan dekat Pantai Pandawa dan di sini?” kata mandor proyek kedua pesawat, Hendrikus Nou kepada detikcom di Jl By Pass Ngurah Rai, Kedonganan, Badung, Bali, Sabtu 24 Februari 2018

Pesawat misterius pertama adalah 737-400 di Kedonganan yang segera menjadi restoran dan hiburan keluarga. Pesawat misterius kedua adalah 737-200 yang terparkir di dekat tebing di Jl Raya Nusa Dua Selatan, Kutuh, Badung, Bali, atau dekat Pantai Pandawa.

“Nah itu kan waktu beli dan mau dibawa ke Bali dipotong-potong dulu, lalu dibawa menggunakan truk tronton ke sini, kemudian dirakit kembali,” ujar Hendrikus menjawab misteri selama ini.

Lokasinya yang berada di pinggir jalan raya dan dekat destinasi wisata populer itu memang sengaja dipilih. Terbukti, dengan teronggoknya dua burung besi ini selama 4 tahun di Kedonganan dan 3 tahun di Kutuh, karena pengurusan izin, telah mencuri perhatian wisatawan mancanegara dan domestik.

“Kita pilih lokasi di perbukitan dekat Pantai Pandawa dan di sini memang idenya seperti itu. Parkir pesawat di tempat tidak biasa, ide kreatifnya seperti itu,” ucap pria yang ramah senyum itu.

Hendrikus juga menjelaskan pesawat yang berada di Kedonganan akan menjadi restoran dengan menu special di kuliner Eropa yang lengkap dengan fasilitas simulasi pesawat. Sementara pesawat di Kutuh akan menjadi bar atau diskotek namun izinnya masih dalam proses.

“Untuk restoran nanti spesialis di makanan khas Eropa, lalu ada fasilitas flight simulator. Jadi kaca-kaca kokpit akan diganti layar simulasi. Pendingin udara juga akan dipasang untuk kenyamanan pengunjung,” ungkap Hendrikus. (***)

sumber: detik.com

PANORAMA

Jumat | 23 Februari 2018

Pesona Bersejarah dan Ragam Cerita di Lawang Sewu

MEDIAKEPRI.CO.ID – Weekend di Semarang jangan lewatkan destinasi ini. Lawang Sewu namanya, gedung bersejarah sejak zaman Belanda yang punya beragam cerita.

Lawang Sewu adalah bangunan bersejarah yang terletak di bundaran Tugu Muda. Dulunya, Lawang sewu digunakan sebagai kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS.

Kota Semarang tidak bisa dilepaskan dari bangunan bernama Lawang Sewu. Lawang Sewu adalah bangunan bersejarah yang terletak di bundaran Tugu Muda. Dulunya, Lawang sewu digunakan sebagai kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Semarang, biasanya tidak akan melewatkan bangunan ini. Dinamakan Lawang Sewu karena bangunan ini memiliki pintu yang sangat banyak meskipun jumlahnya tidak sampai seribu. Selain itu, bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar sehingga masyarakat menganggapnya seperti pintu (lawang).

Bangunan dua lantai ini dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Sudah cukup tua ya.

Kini, Lawang Sewu telah dikonservasi dan direvitalisasi oleh Unit Pelestarian benda dan bangunan bersejarah PT Kereta Api Persero.

Lawang Sewu dulu juga menjadi saksi sejarah saat para pahlawan bertempur mengusir tentara Jepang yang berkuasa. Karena itu, di Lawang Sewu, bisa ditemukan ruang penjara berdiri dan jongkok.

Ruang Penjara Berdiri dulunya merupakan tempat menampung para tahanan yang di masukkan dalam kondisi berdesak-desakkan dan tragis. Sedangkan penjara jongkok merupakan ruang tahanan yang sangat sempit, dengan tinggi hanya 1,5 m.

Di bagian tengah Lawang Sewu terdapat sebuah lapangan yang cukup besar dengan pepohonan di sisi dan tengahnya. Saat saya berkunjung kesana, di dalam taman di bagian tengah Lawang Sewu, terdapat beberapa orang seniman yang memamerkan kebolehannya bermusik sehingga pengunjung pun terhibur dengan musik yang diperdengarkan.

Pengunjung Lawang Sewu tidak hanya di siang hari, namun malam hari juga banyak peminatnya. Karena itu, Lawang Sewu dibuka setiap hari dari pukul 07.00 pagi hingga 21.00 malam. Jadi, kita punya banyak pilihan waktu jika berkunjung ke tempat ini. Harga tiketnya pun murah, Rp 10.000 rupiah untuk dewasa dan Rp 5.000 untuk anak-anak. Jadi tunggu apa lagi, ayo kita berwisata sejarah ke Lawang Sewu. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kerajaan Arab Saudi akan mengubah 50 pulau dan beberapa kawasan di Laut Merah menjadi resor wisata mewah.

Rencana yang diumumkan di Riyadh, hari Selasa (01/08), tersebut merupakan bagian dari upaya Saudi menambah penerimaan negara dari luar minyak dan gas di tengah lesunya harga energi.

Wisata mewah ini mencakup area sepanjang 180 kilometer di pantai Saudi bagian barat, mulai dari Umm Lajj hingga Al-Wajh. Pendanaan proyek ini awalnya akan disediakan oleh Dana Investasi Publik (Public Investment Fund) sebelum pemerintah membuka pintu bagi para investor internasional, kata kantor berita resmi Saudi, SPA.

Konstruksi akan dimulai pada kuartal ketiga 2019 dengan memperluas bandara domestik dan membangun sejumlah hotel mewah, yang diharapkan selesai pada kuartal ketiga 2022.

Pemerintah Saudi berharap makin banyak wisatawan domestik yang memilih berlibur di dalam negeri dengan menyediakan pusat-pusat rekreasi baru yang selesai dibangun sebelum 2020.

Tidak diketahui secara pasti jumlah wisatawan Saudi yang berlibur ke luar negeri, namun diperkirakan banyak di antaranya yang memilih Eropa atau kawasan Amerika Utara. Mereka antara lain dikenal banyak mengeluarkan uang ketika berada di negara-negara tersebut.

Menggenjot penerimaan dari sektor pariwisata adalah bagian dari Visi 2030 -yang dipimpin langsung oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman- yang memiliki tujuan utama mengurangi ketergantungan dari penerimaan minyak dan gas.(***)