OTOMOTIF

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih Kawasaki W175 untuk dibangun menjadi motor bergaya bobber-chopper yang digarap oleh Katros Garage. Lantas setelah dibeli RI -1 apakah penjualan Kawasaki W 175 laris manis?

Deputy Head Sales & Promotion Division KMI Michael Chandra Tanadhi mengklaim penjualan W 175 sedang meningkat bahkan melebihi target.

“Lagi hot (penjualan W 175) kita pengin bakar lebih hot lagi,” ungkap Michael Chandra Tanadhi saat ditemui di pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018. Dalam pameran tersebut juga turut diramaikan kehadiran W175 dengan gaya custom.

“Intinya sih pengin kasih lihat buat mereka yang jalan-jalan, oh ini standar ini customnya garapan dari beberapa builder,” ungkap Michael.

Kawasaki mengklaim penjualan penjualan W 175 sedang naik daun dan diincar tidak hanya kaula muda saja. Penjualannya saat ini malah lebih di atas target.

“Januari sampai September hampir 11 ribu, rangenya jauh besar dari anak muda sampai umur 35 sampai 40 juga ada,” ungkap Michael.

Saat disinggung dengan hubungannya dengan Presiden yang menggunakan motor klasik 175 cc itu, kata Michael, tidak bisa kelihatan. Soalnya W 175 sendiri diakuinya sedang naik daun khususnya motor retro.

“Dampaknya sendiri kita nggak bisa lihat, sekarang posisinya lagi hot banget gitu buat kita, jadi nggak kelihatan, apa yang kita produksi habis-habis terus,” ungkap Michael.

Meskipun memiliki tampang jadul, jangan salah sangka akan kekuatannya. Dengan menggendong mesin berkapasitas 177cc satu silinder, Kawasaki W175 mampu menyemburkan torsi hingga 13,2 Nm pada 6.000 RPM. Kekuatan maksimalnya pun mampu mencapai 9,6 kW (13 PS) pada 7.500 RPM.

Dilengkapi dengan karburator Mikuni VM24 yang berkontribusi dalam penggunaan torsi rendah dan sedang, motor diklaim lebih hemat bahan bakar dan rendah emisi. Dengan tangki bermuatan 13,5 liter, konsumsi bahan bakarnya sekitar 30 km/liter.

Ada bagian belakangnya, ia dilengkapi oleh knalpot peashooter dan pipa header berbentuk lengkung memberikan kesan retro yang kental di sana. Belum lagi hadirnya telescopic fork boots dan shock breaker, lampu depan multi-reflector, speedometer analog, serta sasis tubular semi-double cradle frame membuat W175 tak hanya bagus ditampilan, namun juga nyaman digunakan.

Untuk bagian keamanannya, rem depan dibekali double piston dengan piringan cakram 220 mm dan roda belakang masih tromol. Pelek 17 inci dengan jari-jari krom dipilih untuk memperkental kesan klasik. W175 tersedia dengan dua pilihan tipe yakni standar dan Special Edition (SE) dengan pilihan warna Pearl Crystal White, Metallic Spark Black, Metallic Matte Covert Green, dan New Silver. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Dalam waktu dekat, calon mobil nasional Esemka bakalan meramaikan pasar otomotif di Indonesia. Namun hingga saat ini belum terlihat wujud Esemka asli yang bakal mengaspal.

Hanya saja Staf Khusus Presiden Joko Widodo Hendropriyono menyebut mobil pertama Esemka bakal berbentuk SUV.

Soal harga, Diaz berharap mobil ini bisa dijual dengan kisaran harga Rp 200-300 juta agar bisa bersaing dengan merek-merek lain di Indonesia.

“Harusnya lebih murah saya rasa sekitaran Rp 200 jutaan mungkin, tapi kemungkinan. Saya kan bukan penjualannya tapi seharusnya pasarannya memang segitu, jangan mahal-mahal lah,” tutur Diaz akhir pekan lalu.

Diaz pun masih enggan menanggapi soal calon-calon pesaing Esemka di Indonesia. Seperti diketahui ada delapan mobil Esemka yang siap masuk jalur produksi. Di antara delapan mobil tersebut dua diantaranya adalah mobil penumpang. Mobil penumpangnya masing-masing berkapasitas 2.000cc dan 1.000cc. Dibandingkan kompetitornya, Esemka memang memiliki kapasitas mesin di bawah rivalnya.

Mobil itu dibekali penggerak 4×4 sama seperti Pajero dan Fortuner. Sementara versi 1.000cc diprediksi bakal menyaingi mobbil LCGC dengan kapasitas sama.

“Saya belum tahu di kelas mana, tapi pasarnya Rp 200-300 juta, bisa lebih murah. Kita kan juga melihat nanti harga produksinya berapa, ntar saya juga bicara dengan tim Esemka. Harga belum tahu lah, nanti,” tutup Diaz.

Otolovers yang penasaran harap bersabar sedikit ya. Mobil ini memang tengah digodok oleh beberapa pihak termasuk mereka yang terlibat dalam pembuatan Esemka sejak dulu. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Mobil Low Cost Green Car (LCGC) sudah tidak murah lagi. Kalau dulu varian LCGC dengan harga di bawah Rp 100 juta masih ada beberapa pilihan, sekarang hanya tersisa Daihatsu Ayla tipe terendah saja yang dijual Rp 94,05 juta.

Sisanya berada di kisaran Rp 130 jutaan bahkan untuk varian tertinggi sekalipun ada yang mencapai Rp 150 juta lebih. Padahal saat pertama kali dibuat mobil ditujukan untuk masyarakat kalangan tertentu yang sebelumnya tidak sanggup membeli mobil.

Dalam Permenperin No. 33/M-IND/PER/7/2013 tentang Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat Hemat Energi dan Harga Terjangkau mengatur, harga LGCC sebelum pajak daerah, bea balik nama (BBN) dan pajak kendaraan bermotor (PKB) setinggi-tingginya Rp 95 juta.

Namun tertulis bahwa produsen LCGC dibolehkan menaikkan harga jual setiap tahun. Ada beberapa acuan dalam menyesuaikan harga LCGC yaitu indikator ekonomi yang dicerminkan dengan besaran inflasi, nilai tukar rupiah dan/atau harga bahan baku.

Sekalipun harganya mahal, mobil dalam kategori LCGC tidak sepi peminat. Varian tertinggi mobil LCGC dengan harga lebih dari Rp 150 juta pun bisa terjual sebanyak dua puluhan ribu sepanjang tahun 2018.

Daihatsu Sigra 1.2 R AT misalnya dijual dengan harga Rp 150,65 juta, ada juga Toyota Agya 1.2 A/T TRD yang menyentuh Rp 153,95 juta. Selain itu ada Toyota Calya 1.2 G A/T dengan harga Rp 153,1 juta dan terakhir Honda Brio Satya E CVT Rp 152,5 juta.

Kalau ditotal secara keseluruhan 23.281 unit mobil LCGC dengan harga di atas Rp 150 juta laris selama semester satu tahun 2018. Jumlahnya pun mengalahkan mobil MPV varian terendah yang hanya terjual 13.821 unit. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta- PT Astra Honda Motor (AHM) resmi memasarkan All New Honda PCX Hybrid yang sudah lama dinanti penggemar skutik berteknologi canggih. Skutik premium Honda ini dipasarkan dengan harga Rp40.300.000 (on the road DKI Jakarta). Diperkenalkan pada April lalu, kendaraan roda dua berteknologi hibrida pertama di dunia ini diproduksi di pabrik AHM Sunter.

Teknologi hibrida pada ALL New Honda PCX Hybrid bekerja saat tuas gas diputar dengan spontan. Tenaga motor assist yang didapatkan dari baterai lithium-ion yang disematkan pada mesin 150 cc ini mampu meningkatkan torsi sehingga membuat akselerasi lebih responsif jika dibandingkan dengan PCX standar. Dengan performa yang lebih responsif, teknologi hibrida PCX ini mampu menghemat lebih dari 2,2% dalam penggunaan bahan bakar berdasarkan pengetesan EURO 3 dengan menggunakan metode ECE R40.

Tunggangan dengan warna hybrid blue dan penyematan logo hibrida di setiap sisi bodi serta penyematan lampu LED di semua sistem pencahayaan yang memberikan kesan mewah. Skutik premium ini mengusung sistem pengereman anti-lock braking system (ABS) dan dilengkapi fitur full digital panel meter dengan tampilan lebih informatif melalui fitur riding mode, level pengisian baterai dan indikator baterai lithium.

President Director AHM Toshiyuki Inuma mengatakan All New Honda PCX Hybrid hadir di Indonesia untuk penggemar kendaraan teknologi tinggi yang mengutamakan kenyamanan serta tampilan elegan.

“All New Honda PCX Hybrid ini merupakan salah satu bentuk konsistensi AHM untuk terus berusaha menyuguhkan kendaraan dengan inovasi terbaru seiring dengan berkembangnya bermacam gaya hidup masyarakat Indonesia. Berbagai macam fitur yang disematkan pada model ini kami dedikasikan untuk memberikan pengalaman berkendara yang menyenangkan dan kebanggaan saat berkendara,” ujar Toshiyuki Inuma.

Pada kesempatan sama, Executive Vice President Director AHM Johannes Loman menambahkan, sepeda motor skutik hibrida ini merupakan yang pertama diproduksi para putra bangsa. Model ini siap didistribusikan ke seluruh wing dealer dan big wing dealer Honda yang ada di Indonesia. “Hingga kini, kami telah menerima sekitar 100 pesanan dari seluruh Indonesia. Kami akan segera mengirimkan motor hibrida produksi anak bangsa ini ke rumah para konsumen tercinta,” ujarnya.

Tiga pilihan berkendara
All New Honda PCX Hybrid terlihat kian canggih dengan disematkannya mode berkendara yang terletak pada stang sebelah kiri. Mode ini memiliki tiga pilihan berkendara sesuai dengan kebutuhan, yakni drive mode, sport mode, dan idling mode. Mode D atau drive mode membuat pengendara merasakan performa bertenaga tetapi hemat bahan bakar yang merupakan mode standar saat pertama kali motor dinyalakan.

Mode S atau sport mode untuk pengendara yang ingin merasakan akselerasi yang lebih responsif jika dibandingkan dengan mode D. Pengendara yang ingin menghentikan fungsi dari fitur idling stop system (ISS) dengan tenaga yang sama seperti mode D. Ketiga mode ini akan berfungsi saat motor assist memberikan dukungan tenaga.

All New Honda PCX Hybrid dilengkapi dengan enchanced smart power (eSP) teknologi minim gesekan, efisiensi pendingan, dan transmisi yang menghadirkan performa mesin terbaik. Untuk mendukung kenyaman pengendara, model ini dilengkapi dengan DC socket untuk power charger yang terletak pada konsol boks sisi depan, serta Honda Smart Key System baru yang terintegrasi dengan alarm antimaling dan answer back system.

Kenyamanan berkendara dirasakan dengan ban yang lebih lebar, yakni 100/80-14 untuk ban depan dan 120/70-14 untuk ban belakang, serta desain velg terbaru.

Skutik premium ini juga dilengkapi seat stopper yang menahan posisi jok agar tidak tertutup saat sedang menyimpan atau mengeluarkan barang.(***)

Sumber: mediaindonesia.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Walaupun menjadi mobil terlaris se-Indonesia selama bertahun-tahun tak berarti Toyota Avanza terhindar dari komentar miring. Avanza disebut-sebut minim fitur tapi dibanderol dengan harga mahal. Ada juga yang menyebut Avanza tidak nyaman untuk ditumpangi.

Seperti yang baru-baru ini disampaikan Andika Maesa atau Andika ‘Kangen Band’. Ia mengaku kurang nyaman saat harus naik Avanza. Andika bahkan lebih memilih untuk naik sedan buruk sekalipun daripada naik mobil sejuta umat itu.

“Soalnya Avanza bantingannya ya, cepet muntah karena kan gue perjalanan kalau satu jam ke lokasi gue akan ikut tapi kalau lebih satu jam itu gue nggak akan kuat naik Avanza. Mendingan gue dikasih mobil buruk tapi sedan. Enak,” sambung Andika.

Menanggapi hal itu, Toyota pun tidak banyak bereaksi dan menganggap hal itu menjadi masukan dari konsumen.

“Setiap komentar itu berharga buat kami sebagai masukan dalam pengembangan produk-produk kami ke depannya dan terima kasih untuk pelanggan kami yang sudah memberikan masukan-masukan itu,” tutur Executive General Manager PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto saat dihubungi detikOto, Selasa, 17 Juli 2018.

Banyaknya komentar miring soal Avanza tidak mempengaruhi penjualan mobil itu. Avanza bahkan pada bulan Juni berhasil menggeser posisi Xpander yang empat bulan sebelumnya menjadi mobil terlaris se-Indonesia.

Nah kalau Otolovers sendiri, setujukah dengan pernyataan Andika ‘Kangen Band’ soal Avanza? (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Sistem pengereman pada kendaraan bermotor merupakan perangkat penting. Rem bertugas mengurangi kecepatan kendaraan hingga berhenti total.

Sistem rem pada motor juga harus diperhatikan oleh pemilik motor. Terutama kampas remnya. Terkadang, pengendara mengeluh kampas rem motor cepat habis. Ada beberapa penyebab kampas rem bisa cepat habis.

Laman Wahana Honda mengungkapkan beberapa alasan mengapa kampas rem cepat habis.

Alasan pertama karena ketebalan rem yang berbeda.

Ketebalan rem baru dengan yang lama disebut mengalami perubahan. Misalnya, kampas rem motor bebek lebih tebal dibanding kampas rem motor matic baru. Dulu, rem kampas rem punya ketebalan 7 mm, sekarang hanya 5,5 mm.

Alasan berikutnya adalah kondisi jalan. Masuk akal, karena kondisi jalan yang semakin padat membuat pemotor sering menarik tuas rem. Kondisi jalanan yang menurun juga membuat kampas rem semakin cepat habis.

Kapasitas mesin juga berpengaruh terhadap kampas rem. Semakin besar mesin dan dimensinya, beban pengereman juga semakin meningkat. Makanya, motor dengan mesin yang lebih besar berdampak semakin boros kampas remnya.

Gaya berkendara pun turut menyumbang pengaruh terhadap ketebalan kampas rem yang cepat habis. Gaya berkendara yang sering menggeber motor dengan kecepatan tinggi dan mengerem mendadak membuat gesekan kampas rem dan piringan bekerja lebih keras.

Selain kecepatan, muatan berkendara pun berpengaruh. Beban yang semakin berat membuat kerja rem menjadi lebih berat. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO,ID, Jakarta – Mobil dengan harga terjangkau masih menjadi incaran masyarakat Indonesia. Rata-rata mereka mengincar mobil dengan harga Rp 200 jutaan sesuai dengan daya belinya.

“Daya beli masyarakat Indonesia sekarang di kendaraan bermotor dengan harga 200 juta ke bawah,” ungkap Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), Jongkie Sugiharto.

Di Indonesia sendiri, mobil dengan harga di bawah Rp 200 juta bisa ditemukan pada model Low Cost Green Car atau biasa kita sebut LCGC bukan mobil MPV. Mengambil contoh Toyota Calya yang dibanderol mulai Rp 135 juta, Daihatsu Sigra Rp 108,9 juta sementara Agya dijual Rp 133,4 juta dan masih banyak model lainnya dengan banderol harga di bawah Rp 200 jutaan.

Bicara soal jenis mobil, selera masyarakat Indonesia pun belum bergeser yakni berkapasitas 7 penumpang agar bisa memuat lebih banyak orang.

Namun kata Jongkie, MPV tak sepenuhnya lagi diminati karena mulai tergantikan oleh LCGC. Seperti diketahui, mobil LCGC juga ada yang berkapasitas 7 penumpang.

“Saya rasa (tren mobil 7 penumpang) masih berlanjut, namun mungkin ada pergeseran sedikit ke LCGC/ KBH2, walaupun 5 penumpang,” tutur Jongkie.

Untuk model mobil LCGC 7 penumpang yang ditawarkan di Indonesia sendiri ada dua yakni Toyota Calya dan Daihatsu Sigra. Keduanya pun cukup diminati. Misalnya saja Calya yang satu bulan setelah diluncurkan pada Agustus 2016 menggeser posisi sang kakak Toyota Avanza.

Selain murah, keunggulan lain untuk mobil segmen ini yaitu hemat bahan bakar dan sangat ramah lingkungan. Oleh karena itu, kendaraan ini juga dapat mengurangi polusi udara dari asap knalpot kendaraan. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kendaraan saat ini dikembangkan dengan teknologi canggih. Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah kendaraan otonom yang tak memerlukan sopir.

Teknologi tanpa sopir sudah biasa diterapkan di kendaraan roda empat. Namun, ke depan sepeda motor juga akan ada yang menggunakan teknologi serupa.

Kini, sudah mulai dikembangkan teknologi otonom untuk sepeda motor. Demikian seperti dilansir dari MCN, Sabtu, 16 Juni 2018.

Motor berteknologi otonom sudah mulai diuji. Motor tanpa pengemudi dikembangkan AB Dynamics Ltd bekerja sama dengan AutoRD. Motor tanpa pengemudi bisa mengikuti lintasan dan disesuaikan kecepatannya.

Gerakan motor otonom diprogram menggunakan perangkat lunak dengan kemampuan mengikuti lintasan. Motor juga sempat diuji dalam hal koordinasi dengan kendaraan lain.

Koordinasi dengan kendaraan lain berjalan mulus berkat sistem sinkronisasi AB Dynamics. Hal itu memungkinkan motor untuk berjalan di lalu lintas yang padat.

Dari video ini juga bisa dilihat stabilitas motor tanpa pengemudi. Motor berjalan tanpa ada yang mengendalikan di atasnya, seperti ada hantunya, hiii. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Purworejo – Para modifikator handal dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta adu kebolehan dalam ajang kontes modifikasi motor di Purworejo, Jawa Tengah. Berbagai motor bertampang garang, anggun, cantik dan gagah berjajar rapi untuk dipilih menjadi sang jawara.

Ajang yang dikemas dalam Automotive Educative Zone itu digelar selama 3 hari sejak Kamis, 3 Mei 2018 hingga Sabtu, 5 Mei 2018.

Deretan motor tua hingga keluaran terkini dimodifikasi oleh sang pemilik untuk dilombakan dalam kontes yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Otomotif Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) di lapangan kampus.

“Berbagai merek motor yang ikut, ada Vespa tahun 62, CB, King, hingga motor matic keluaran terbaru,” ujar Ketua Panitia Penyelenggara, Fajarudin Hidayat (21) ketika ditemui detikOto di arena kontes, Sabtu, 5 Mei 2018.

Dalam kontes tersebut, setidaknya ada 5 kelas utama yang dilombakan antara lain fashion daily open, pro street racing, novice street racing, novice pure mothai, dan classic modif. Masing-masing kategori nantinya akan diambil 5 juara dan akan mendapatkan trophy serta piagam pnghargaan.

“Untuk 5 juara dalam tiap kelas mendapatkan trophy dan piagam penghargaan, khusus untuk juara 1, 2 dan 3 ada tambahan uang pembinaan,” lanjutnya.

Selama 3 hari digelar, berbagai kegiatan pun ikut melengkapi rangkaian acara otomotif itu. Tidak hanya motor contest, namun kegiatan lain seperti skill contest, ganti oli gratis, sosialisasi safety riding, pameran mobil hingga seminar juga digelar. Panitia penyelenggara berharap agar ke depannya kegiatan tersebut bisa diadakan lebih besar dan meriah lagi.

Sementara itu salah satu modifikator asal Semarang, Arifin (23) mengaku menerjunkan 2 unit sepeda motor sekaligus dalam ajang tersebut. Untuk menggarap motor selama 2 minggu dan dimodifikasi sesuai keinginan, ia mengaku bisa menghabiskan dana Rp 8 juta untuk satu motor matik.

“Ikut dua motor mas, modifnya ya agak susah sih apalagi kalau barang yang kita cari susah. Biayanya juga lumayan untuk modifikasi, semoga aja menang karena sebelumnya juga sering ikut lomba kayak gini dan sering menang,” kata Arifin. (***)

sumber: detik.com